#1890 – Obsessed with Tataki and A Vacation Season?


Beef Tataki

The tataki beef dish I had during a night out last weekend with some friends in Rotterdam made a huge impression on me. It was so good that I became quite obsessed with it that I was looking for its recipe online just the day after 😆 .

And so, I made this week my experiment week on it, haha 😆 . I didn’t have that many trials because I don’t cook that often during the week anymore. So from this point of view of course I am still far away from producing great tataki. Nonetheless, overall I am quite happy with what my kitchen produced so far 😛 . Okay, the presentation could definitely improve a lot. But given that these were only for personal consumption (literally), that was not such a big deal, I guess 😛 .

A Vacation Season?

Anyway, for whatever reason it appeared that this week was a vacation season at my office. Most of my colleagues were gone on a week vacation! Haha 😆 . So as a result it felt a little bit quiet at the office. Though, for my work, this brought some extra advantage, on the other hand this was also a little bit frustrating because I had many questions on a problem I was working on because there were less people to ask! Haha 😆


Tataki Daging Sapi

Menu tataki daging sapi yang kumakan ketika pergi makan malam di Rotterdam bersama beberapa teman akhir pekan yang lalu benar-benar meninggalkan kesan yang positif banget bagiku. Saking enaknya, aku menjadi cukup terobsesi dengannya sampai-sampai keesokan harinya aku langsung mencari resepnya di internet, haha 😆 .

Dan jadilah minggu ini aku jadikan minggu eksperimen untuknya, haha 😆 . Aku tidak bisa melakukan banyak percobaan karena memang akhir-akhir ini aku tidak memasak sesering dulu lagi. Jadi dari sudut pandang ini mah jelas lah ya masakan tatakiku masih jauh banget dari yang namanya oke. Toh walaupun begitu, secara umum aku cukup puas kok dengan apa yang keluar dari dapurku sejauh ini 😛 . Oke, memang sih presentasinya bisa jauh lebih baik. Tetapi karena toh ini hanya untuk konsumsi sendiri aja, jadi presentasi mah nggak terlalu penting-penting amat ya 😛 .

Musim Liburan?

Anyway, entah apa alasannya tetapi sepertinya minggu ini adalah musim liburan deh di kantorku. Banyak dari kolegaku yang pergi liburan seminggu! Haha 😆 . Jadi sebagai akibatnya di kantor terasa sedikit sepi deh. Walaupun, untuk pekerjaanku, ini membawa sedikit keuntungan ekstra juga, di sisi lain ini agak menyebalkan karena aku sedang memiliki banyak banget pertanyaan untuk sebuah masalah yang sedang aku kerjakan karena artinya lebih sedikit orang yang bisa kutanyai! Haha 😆 .

#1885 – March 1st


TU Delft

Since the day I arrived in the Netherlands in August 2010, I have always been affiliated with TU Delft. I started as an international Master student back then, a status I held for exactly two years until August 2012. Immediately in September 2012, I started my PhD, which contract ended in August 2016. At the time, though, I was immediately given the hospitality contract because I hadn’t yet had my PhD thesis defense and graduation. So while I was not working for TU Delft anymore (I didn’t receive any salary, bonus, etc), I was still affiliated with TU Delft by this hospitality contract that was meant to support me to my defense. And as you know, I had my PhD defense and graduation at the end of January. So there was no more reason to renew my hospitality contract at the university, which expired this February.

Dusk and EWI building

The EEMCS Faculty at TU Delft

And as today is March 1st, it means that for the first time ever in more than 6.5 years, I am no longer affiliated to TU Delft. Well, of course I still am as an alumni; and TU Delft fills a huge part in my CV now, haha 😛 . But what I mean is, at any given time now I am not officially affiliated to TU Delft.

And for whatever reason, it feels … different! Haha


Anyway, last weekend I was finally able to have some much-needed rest! Haha 😆 . I had been travelling non-stops the past four weekends before that (preparing for my defense, to Italy, to Marseille, and to Marseille again, haha). While those were certainly fun, realistically my body also needed some rest. And the fact that I had to spend three hours every single working day commuting now certainly did not help.

I felt a little bit sleep-deprived and I was glad I could catch up on that last weekend, haha.

A Raise

And also, this March means that … I get a raise! Yeay! Haha 😆 . Last week my team leader invited me for a talk and informed me that based on my performance, I deserved a raise. And this raise will kick into effect starting from this March. Haha! 😛


TU Delft

Semenjak aku pindah ke Belanda di bulan Agustus 2010, aku telah selalu terafiliasi dengan TU Delft. Waktu itu aku mulai sebagai mahasiswa internasional Master/S2, dimana status ini kupegang selama tepat dua tahun hingga Agustus 2012. Langsung di bulan September 2012, aku memulai PhD/S3-ku, yang mana kontraknya berakhir Agustus 2016. Waktu itu, aku langsung diberikan kontrak hospitality karena aku masih belum menjalani sidang dan wisuda PhDku. Jadi walaupun aku tidak lagi bekerja untuk TU Delft (artinya aku tidak lagi menerima gaji, bonus, dll), aku masih terafiliasi dengan TU Delft berdasarkan kontrak hospitality ini yang memang dimaksudkan untuk sebatas membantuku menjalani sidangku. Dan seperti yang telah diketahui, aku menjalani sidang dan wisuda PhDku akhir Januari lalu. Jadilah perpanjangan kontrak hospitality di TU Delft ini tidak diperlukan, yang mana kontraknya berakhir di bulan Februari.

Dusk and EWI building

Fakultas EEMCSnya TU Delft

Dan karena sekarang adalah tanggal 1 Maret, artinya untuk pertama kalinya dalam 6,5 tahun, aku tidak lagi terafiliasi dengan TU Delft. Eh, tentu saja masih sih sebagai alumni; dan TU Delft sekarang mengisi cukup banyak bagian dari CVku, haha 😛 . Tetapi maksudku adalah, di setiap waktu sekarang, aku tidak secara resmi terafiliasi dengan TU Delft lagi.

Dan entah mengapa, rasanya itu … berbeda! Haha

Akhir Pekan

Anyway, di akhir pekan kemarin akhirnya aku bisa beristirahat nih! Haha 😆 . Ceritanya aku kan sudah terus-terusan jalan-jalan di empat akhir pekan sebelumnya (mempersiapkan sidang, ke Italia, ke Marseille, dan ke Marseille lagi, haha). Walaupun jelas yang namanya jalan-jalan itu selalu seru dan asyik, secara realistis jelas dong ya badanku membutuhkan istirahat juga. Dan kondisi dimana aku harus menghabiskan tiga jam setiap hari kerja untuk nglaju jelas tidak membantu.

Aku sedikit merasa kekurangan-tidur kemarin ini; dan jadilah aku lega aku bisa menebusnya di akhir pekan kemarin, haha.

Kenaikan Gaji

Dan juga, Maret ini berarti … gajiku naik! Yeay! Haha 😆 . Minggu lalu, team leader-ku mengajakku berbincang dan memberi-tahuku bahwa berdasarkan performaku, aku berhak mendapatkan kenaikan gaji. Dan kenaikan ini akan berlaku mulai dari bulan Maret ini. Haha! 😛

#1865 – Some Stories From Work



Last week, my office organized a bowling event for new hires. By that, my company booked the entire bowling arena for us, the employees, for two hours and it also included free drinks and snacks! Lol 😆 So obviously, I RSVPed the event!! 😀

It had been awhile since the last time I played bowling (it was in Malaysia 😛 ); and actually, it would be my first time playing bowling in Europe! Haha 😛 .

It's bowling time in Amsterdam

It’s bowling time in Amsterdam

So how was it? Well, unsurprisingly, I was a little bit “rusty”; but overall, it was fine and, more importantly, really fun! As during the event the arena was turned into a disco arena along with 1980s disco music! Haha 😀

A Boat Tour!

Earlier this week, my group was able to secure a spot on our company’s private boat for an evening tour in the canals of Amsterdam. It also happened that the famous Amsterdam Light Festival was still on! And I heard the best way to enjoy the festival was by taking a boat tour!! And now I got to do that for free (it was even including some pizzas for dinner 😛 )!!

Tulip lights for the Amsterdam Light Festival

Tulip lights for the Amsterdam Light Festival

But then, in the morning there was a major power outage in Amsterdam which affected all public transportation around the capital 😦 . By “affecting”, I mean no train running at all which made it impossible for me to go to my office. Well, unless I wanted to bike which probably would have taken four hours one way, lol 😆 .

It was so bad that the impact lasted the entire day so that NS even suggested people not to travel to the area of Amsterdam, Utrecht, or Schiphol if possible 😖. You could imagine, a calamity like this would propagate so fast (and so bad) in the busy and highly-utilized Dutch railway network.

So unfortunately, I had to skip the boat tour this time 😩. But it is okay, I am sure there will be another opportunity for a boat tour later on. But still, I am still a little bit disappointed as the timing of this one was so perfect! 😦



Minggu lalu, kantorku mengadakan acara bowling untuk karyawan-karyawan baru. Maksudnya, kantorku menyewa keseluruhan arena bowling untuk kami, para karyawan, gitu deh selama dua jam dan ini semua termasuk minuman dan snack gratis! Haha 😆 . Jelas dong ya aku ikutan!! 😀

Sudah lama juga semenjak terakhir kali aku main bowling (terakhir kali adalah di Malaysia 😛 ); dan sebenarnya, ini akan menjadi kali pertama aku main bowling di Eropa loh! Haha 😛 .

It's bowling time in Amsterdam

Saatnya main bowling di Amsterdam

Bagaimana kah acaranya? Yah, tak mengherankan, permainanku sedikit “karatan”; tetapi secara umum sih oke-oke saja kok dan, yang penting, seruu! Haha 😀 . Apalagi sewaktu main arenanya dibuat bersuasana disko lengkap dengan lagu-lagu disko tahun 1980an pula gitu 😛 . Semakin seru deh, haha 😀 .

Tur Kapal!!

Awal minggu ini, grupku berhasil mendapatkan jatah untuk menggunakan kapal pribadi perusahaan kami untuk sebuah tur kapal malam-malam di kanal-kanalnya Amsterdam. Kebetulan juga Amsterdam Light Festival yang terkenal itu juga masih berlangsung kan! Dan dengar-dengar nih cara terbaik untuk menikmati festival ini adalah dengan ikutan tur kapal!! Nah kan, sekarang aku malah mendapatkan kesempatan untuk melakukannya dengan gratis, dan ini pun termasuk makan malam berupa pizza pula loh!! Hahaha #pecintagratisan

Tulip lights for the Amsterdam Light Festival

Lampu-lampu tulip di acara Amsterdam Light Festival

Tetapi kemudian, di pagi harinya ada kejadian mati lampu yang parah dong di Amsterdam yang mempengaruhi semua transportasi umum di sekitar ibukota 😦 . Dengan “mempengaruhi”, maksudku adalah sama sekali tidak ada kereta api yang bisa beroperasi sehingga tidak memungkinkanku untuk berangakt ke kantor. Yah, kecuali aku mau bersepeda ke sana sih yang mana sekali jalan bakal memakan waktu empat jam kali, haha 😆 .

Saking parahnya, pengaruhnya berlangsung sepanjang hari bahkan NS menyarankan penumpang untuk tidak pergi ke area Amsterdam, Utrecht, atau pun Schiphol jika bisa 😖. Bisa dibayangkan kan, efek bencana transportasi semacam ini jelas akan tersebar dengan amat cepat di jaringan kereta api Belanda yang memang pada dasarnya sudah sibuk dan padat banget.

Jadi sayangnya, aku harus melewati tur kapal ini deh kali ini 😩. Tetapi nggak apa-apa sih, toh aku yakin akan ada kesempatan untuk tur kapal lagi nanti-nanti. Tapi tetap aja sih aku agak kecewa karena timing tur kali ini kan sempurna banget sebenarnya! 😦

#1845 – Photo Tales (37)


It has really been awhile since my last Photo Tales post! So here is a new one!! 🙂


Photo #82

Working on a Sunday

Working on a Sunday

While technically my PhD contract at TU Delft has ended this August, I have been given the hospitality contract while not officially being employed by the university (I no longer receive salary from TU Delft). This is to facilitate me to get my PhD degree, eventually. This means that I still get to keep my TU Delft office for a little bit longer.

Meanwhile, since then I have been busy with the (long bureaucratic) process of graduating. My dissertation is ready (I literally finished it at the end of August) and is now being accessed by my seven dissertation committee members. I have received feedbacks from some of the committee, mostly minor “cosmetic” feedbacks. Even though “minor”, it still means I need to invest some time in assessing it and revise my dissertation if I agree with those feedbacks (I do not need to, btw; and for this reason I do not incorporate all of the feedbacks as I disagree with some of them 😛 ).

For this reason, today I went to the university to do some of this work, haha 😛 . There was one feedback that was rather “major”, though, and I fully understood why the committee thought so. I revised my dissertation accordingly, and the committee has told me that he is now satisfied with the change (Yeay luckily he checked his email on a Sunday afternoon so the response was immediate! 😀 ).

Photo #83

A jumping rope as a present from Sinterklaas

A jumping rope as a present from Sinterklaas

Speaking of my TU Delft office, I found that I got a present (from the Sinterklaas) in my mailbox. It was a jump-rope along with a note mentioning it was meant to improve the health of the TU Delft people. The note was cute though as it was in the form of a poem, haha 😆 .

Speaking of the poetic note, this was one of the verses:

Each jump is burning calories
You see, the more the better:
2000 jumps and I’m allowed
An extra chocolate letter!

Yes, apparently to burn one piece of a chocolate letter, we need to jump TWO THOUSAND times!! 9gagSHOCK

This present made sense, though. Four and three years ago, the Sinterklaas gave us chocolate letters as our present. Now, we got a jump rope to burn the calories from those chocolate, lol.

Lol, well, now I will think 2000 times first before deciding to bite an extra piece of chocolate, I guess 😅.


Sudah lama ya semenjak posting Photo Tales terakhirku! Ya sudah deh, berikut ini yang baru!! 🙂


Foto #82

Working on a Sunday

Bekerja di hari Minggu

Walaupun secara teknis kontrak PhD/S3-ku di TU Delft telah berakhir Agustus lalu, aku masih diberikan kontrak hospitality biarpun secara resmi aku tidak lagi dipekerjakan oleh universitas (aku tidak lagi menerima gaji dari TU Delft maksudnya). Kontrak ini diberikan untuk memfasilitasiku dalam mendapatkan gelar PhD, pada akhirnya. Ini artinya aku masih memiliki ruangan kantor di TU Delft deh sekarang.

Sementara itu, semenjak waktu itu aku telah disibukkan dengan proses (birokratis nan panjang) untuk lulus. Disertasiku sih sudah beres (yang mana baru beneran selesai di akhir bulan Agustus) dan sekarang ini sedang diperiksa oleh anggota komite disertasiku. Aku telah menerima masukan dari beberapa dari antara mereka, kebanyakan sih masukan “kosmetik” minor gitu sih. Walaupun “minor”, ini tetap saja berarti aku mesti menghabiskan waktu untuk mempelajarinya dan merivisi disertasiku jika aku setuju dengan masukan-masukan itu (Aku tidak harus setuju kok, btw; dan karena ini pula lah tidak semua masukannya aku masukkan ke disertasiku karena aku tidak setuju dengan sebagian di antaranya 😛 ).

Oleh karena alasan ini lah hari ini aku pergi ke universitas untuk melakukan pekerjaan ini, haha 😛 . Ada satu masukan yang cukup “major” sih, btw, dan aku sungguh mengerti mengapa anggota komite ini berpendapat demikian. Jadilah disertasiku sedikit aku revisi untuk menampung masukan ini, dan anggota komitenya kini puas dengan versi yang baru (Untungnya ia mengecek email-nya di hari Minggu siang sehingga aku bisa langsung mendapatkan responnya! 😀 ).

Foto #83

A jumping rope as a present from Sinterklaas

Sebuah lompat tali sebagai hadiah dari Sinterklas

Ngomongin kantor TU Delft-ku, aku baru tahu aku mendapatkan hadiah (dari Sinterklas) di kotak suratku loh ternyata. Hadiahnya berupa lompat tali beserta sebuah pesan yang intinya menyebutkan bahwa hadiah ini dipilih untuk meningkatkan kesehatan orang-orang TU Delft. Pesannya lucu juga karena dituliskan dalam bentuk puisi gitu, haha 😆 .

Ngomongin pesan puitisnya, berikut ini satu baitnya:

Each jump is burning calories
You see, the more the better:
2000 jumps and I’m allowed
An extra chocolate letter!

Iya dong, ternyata untuk membakar kalorinya satu potong cokelat (berbentuk) huruf, kita harus loncat-loncat sebanyak DUA RIBU kali!! 9gagSHOCK

Hadiah ini masuk akal sih sebenarnya. Kan empat dan tiga tahun yang lalu, Sinterklas memberikan cokelat (berbentuk) huruf sebagai hadiah. Nah, jadilah tahun ini hadiahnya adalah lompat tali untuk membakar kalori dari cokelat-cokelat itu kan, haha.

Ih, tapi sekarang aku akan berpikir 2000 kali dulu nih sebelum memutuskan untuk memakan satu potong ekstra cokelat! 😅.

#1840 – Four of My Favorite Activities While Commuting


It is December already today, which means I have been commuting for two months now. Luckily, I feel that I have adapted to it so, for now, the approximately three hours I need to spare every working day are, well, bearable.

Commuting during rush hour

Luckily I have learned some trick (from my own experiences) to avoid this rush hour situation.

Aside from physically adapting to it, I have also developed several activities which I like to do during this time. Aside from occassionally daydreaming, playing some games in my smartphone, and napping (all could be necessary to refresh mind and body), here are four of them:

1. Replying to non-work-related emails/messages

Obviously I have the time to read and reply to work-related emails or messages during my time at the office.

2. Blogwalking

I also find it fun to blogwalk while commuting. It makes the time pass much faster as well because blogwalking takes some time. This also includes leaving some comments as well.

Reading "Menghirup Dunia" while waiting for a ride at Universal Studio Singapore

Basically I read while commuting.

3. Reading non-work-related articles

In a way, this overlaps a little bit with blogwalking because, obviously, most blogs are non-work-related.

4. Replying to blog comments

Every blogger knows that interaction is a key part in blogging. This, of course, includes the interaction in the comment section of each post.

Speaking of this, though, I notice that there is a bug with WordPress where not all comments are also visible from the mobile app. Hmm…


All those activities make me feel like I have used the three hours every day wisely and, more importantly, productively! So the three hours and the tiredness do not feel like a waste of my time. I guess this also helps a lot in making those commuting hours more bearable.

And you? Do you have to commute everyday? If so, what is your favorite activity to do?

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.

An Intercity train.


Hari ini kita sudah memasuki bulan Desember, yang mana artinya aku sudah nglaju selama kurang lebih dua bulan sekarang. Untungnya, rasanya aku sudah mulai terbiasa dengannya sehingga, sekarang ini, waktu tiga jam yang harus kuhabiskan setiap hari untuk itu terasa lumayan.

Commuting during rush hour

Untungnya aku juga sudah belajar beberapa trik (dari pengalaman pribadi) untuk menghindari situasi di jam sibuk seperti ini.

Di samping terbiasa secara fisik, aku juga mulai terbiasa secara aktivitas yang aku sukai di waktu ini. Selain dari kadang-kadang melamun, main game di hape, dan tertidur sejenak (semuanya penting untuk menyegarkan pikiran dan badan), berikut ini empat di antaranya:

1. Membalas pesan/email yang tak berkaitan dengan pekerjaan

Karena jelas dong aku memiliki waktu untuk membaca dan membalas email yang berhubungan dengan pekerjaan di kantor.

2. Blogwalking

Aku juga merasa blogwalking adalah aktivitas yang seru ketika nglaju. Ini membuat waktu berlalu lebih cepat karena blogwalking kan memakan waktu juga. Ini juga termasuk meninggalkan komen.

Reading "Menghirup Dunia" while waiting for a ride at Universal Studio Singapore

Secara singkat aktivitasku ketika nglaju sih membaca.

3. Membaca artikel yang tak berkaitan dengan pekerjaan

Di satu sisi, ini berpotongan dengan blogwalking sih karena, jelas kan, kebanyakan blog itu tidak berkaitan dengan pekerjaanku, hehe.

4. Membalas komentar di blog

Setiap blogger pasti tahu bahwa interaksi itu adalah elemen penting dari ngeblog. Ini, tentu saja, termasuk interaksi di kolom komentar dari setiap posting.

Ngomongin ini, aku perhatikan sepertinya ada bug nih dengan WordPress dimana tidak semua komentar yang masuk juga muncul di app-nya. Hmm…


Semua aktivitas tersebut membuatku merasa waktu tiga jam setiap hari itu aku berguna dan, yang lebih penting lagi, produktif! Jadi waktu tiga jam dan lelahnya badan dari bepergian selama itu tidak terasa seperti membuang-buang waktu deh. Aku rasa ini juga membantuku merasa waktu nglaju itu lumayan.

Dan kalian? Apakah kalian harus nglaju pula setiap harinya? Jika iya, aktivitas apa yang paling kalian sukai?

#1825 – One Month Work Anniversary


As today is November the first, today marks the first month anniversary of my new job in Amsterdam. Job-wise, I think the first month went well where mainly my task was to get used to with the company. Not only that, I also needed to switch my working mindset from academia to industry, as I mentioned after the first week. It feels like there are still a lot to learn, as the company I work for is a big global company; but this is what makes my job exciting! 🙂

Speaking of my contract, I was very lucky and received some good surprises as well during the first month. Last week, I mentioned there was an adjustment with my salary; where in a way, this could be seen as a raise. And a raise in salary is always a good thing, especially when it comes in the first month of employment? Haha 😆 .

A day after I got my first pay slip, I also received a document from the HR manager. Its content surprised me big time, because I was offered the permanent contract! 😮😮😮

You see, the original agreement was that, as pretty much the norm in the Dutch labour market, I would be under a temporary contract for one year. After which, an evaluation would follow and if the outcome were positive, I would be given the permanent contract. But then, last week, three weeks in since I started the job, I got this offer!! I could not believe it that I even asked my colleague to read the letter as well. It was in English and I read English well (I got 9 for reading in my IELTS test years ago *ahem*); however, I could not believe my eyes that I felt like I needed an extra pair of eyes to make sure that this was true! Hahaha 😆 . Well, I couldn’t help but to smile for the rest of the day that day.

Anyway, as a company, we are doing well. So on the last Friday of every month, the company rents out several bars in Amsterdam only for the employees in the evening after working hours! 😮😮😮 Yes people, renting out bars on Friday evening in Amsterdam, arguably the busiest time for bars in the city! And they rent the entire bars, so normal visitors are not allowed to come in. There, we could drink and eat with no limit “for free” (the company pays); and this applied to everything! Including every single drink in the bar, including the expensive ones! 😮😮😮

It also happened that because it was October, they decided to throw the Halloween theme as well for the evening! There was even a face-painting event!! Haha 😆 . Too bad that I already arranged my Avgeek Weekend Trip the next day so I could not stay that late! 😟 In my defense, I arranged this trip in July so how would I know about this event! Haha 😆 . But it is noted now! In the future I will arrange my plans accordingly 😛 .

Anyway, yeah, it was so much fun!!


Karena hari ini adalah tanggal satu November, hari ini adalah ulang bulan pertama dari pekerjaan baruku di Amsterdam. Secara pekerjaan, aku rasa bulan pertama ini berlangsung dengan baik dimana tugas utamaku memang adalah membiasakan-diri dengan perusahaan ini. Tidak hanya itu, aku juga perlu untuk mengubah pola pikirku dari mindset akademia ke industri, seperti yang kusebutkan di minggu pertama. Rasanya masih ada banyak yang mesti kupelajari, karena memang perusahaanku bekerja sekarang ini adalah perusahaan besar yang mendunia; yang mana oleh karenanya lah pekerjaanku ini seruu! 🙂

Ngomongin masalah pekerjaan, aku sungguh beruntung dan mendapatkan beberapa kejutan manis juga di bulan pertama ini. Minggu lalu, aku sebutkan bahwa ada penyesuaian dengan gajiku; dimana dari satu sudut pandang, bisa dibilang aku mendapatkan kenaikan gaji. Dan yang namanya kenaikan gaji mah selalu adalah sesuatu yang positif kan ya, apalagi terjadinya di bulan pertama kerja? haha 😆 .

Sehari setelah aku mendapatkan slip gaji pertamaku, aku mendapatkan sebuah dokumen dari manajer HR. Isi dari dokumen ini sungguh mengejutkanku sekali, karena aku mendapatkan tawaran berupa kontrak kerja permanen! 😮😮😮

Ceritanya di perjanjian awal, seperti sebagaimana pasar tenaga-kerja di Belanda, kontrak kerjaku adalah kontrak sementara selama satu tahun. Setelah itu, akan ada evaluasi dan jika hasilnya positif, aku akan diberikan kontrak kerja permanen. Tetapi minggu lalu, tiga minggu setelah aku mulai bekerja, lha kok aku mendapatkan tawaran ini!! Aku tidak percaya lho waktu itu sehingga aku sampai meminta kolegaku untuk membaca suratnya juga. Suratnya sih dalam bahasa Inggris dan kemampuan reading bahasa Inggris-ku baik-baik saja sih sebenarnya (nilai IELTS-ku 9 dulu di bagian reading *pamer*); tetapi aku tidak percaya dengan apa yang dibaca mataku sehingga aku membutuhkan sepasang mata ekstra untuk memastikan bahwa ini beneran terjadi! Hahaha 😆 . Haha, sepanjang sisa hari itu aku tidak bisa menyembunyikan senyuman dari wajahku deh saking senangnya.

Anyway, sebagai sebuah perusahaan, performa kami cukup baik. Jadilah di hari Jumat terakhir setiap bulan, perusahaan menyewa beberapa bar di Amsterdam hanya untuk karyawan setelah jam kerja! 😮😮😮 Iya loh, menyewa beberapa bar di hari Jumat malam di Amsterdam, padahal ini kan jam-jam sibuknya bar di kota ini kan ya! Dan yang disewa itu keseluruhan barnya gitu, jadi pengunjung biasa tidak boleh masuk. Di sana, kami boleh minum dan makan tanpa batas “dengan gratis” (yang bayar kantor maksudnya); dan ini berlaku untuk semuanya loh! Termasuk segala jenis minumannya, termasuk yang mahal-mahal! 😮😮😮

Kebetulan juga bulan lalu adalah bulan Oktober kan, jadilah acaranya sekalian diberi tema Halloween malam itu! Bahkan sampai ada acara face-painting segala loh!! Haha 😆 . Sayang banget aku sudah terlanjur ada rencana Avgeek Weekend Trip keesokan harinya sehingga aku nggak bisa pulang malam-malam banget! 😟 Ya gimana, acaranya kan aku susun di bulan Juli dan waktu itu kan meneketehe ya ada acara seseru ini! Haha 😆 . Tetapi sekarang aku sudah tahu deh! Jadi nanti-nanti aku menyusun rencananya juga menyesuaikan dengan ini 😛 .

Ya gitu deh, seru banget lah pokoknya!!

#1820 – Commuting Life


I need to commute between Delft and Amsterdam for work every (working) day. Now that I have done this for about three weeks, it appeared that my observation after the first week was just slightly off. After collecting more data, as of now the expected door-to-door commuting time is a little bit under 1.5 hours one way. But of course five or ten minutes faster does not really make a big difference in the grand scheme of this commuting life, haha 😆 .

Anyway, after the first week I wondered whether the tiredness I felt was because the commute was indeed tiring or because simply I was still not used to it by then. While I believe the truth is a weighted combination of both, the weight of the second one appears to be larger than what I expected before. Now that I have commuted for three weeks, I feel like I have got the groove. I do not feel as tired as I was in the first week (That week, I napped on two occassions on my way back to Delft! Lol 😆 ). Maybe this is mainly because I have adjusted my bed time accordingly to my new routine. A consequence of this is that I also feel more energized at work too.

However, it does not mean that living in Delft is as “optimal” as living in Amsterdam for this work. I am still thinking about this and haven’t come up with a decision yet. This is because I have a few considerations which I need to carefully assess, 😀 . I guess we will see how it goes in the next coming weeks or possibly even months, hmm…

NS-Business Card

Speaking of commuting, of course one aspect which cannot be neglected is the fee, haha 😆 . And those who have ever lived or come to the Netherlands would understand if I say that the public transportation cost in this country is not cheap, even in European standard.

With my voordeelurenabonnement card, which gives me 40% discount on train tickets outside of the weekday 06:30 – 09:00 time window, it cost me €20.80 everyday for the return train tickets (Note that in the morning I would have to travel during the rush hour period so the discount is not valid).  And if I decide to take the tram or metro from Amsterdam Centraal to my office, I need to top off another €2.50-ish for the return tickets.

Luckily, my company provides me with an NS-Business Card option, which I could get for free because I live in Delft. This card allows me to travel with trains (in second class), trams, buses, and metro for free in the Netherlands at all time! This implies that I can use this card for my private travels as well! (My company mentions this private travels aspect too when describing the benefit of this card). Of course I applied for it. I got the card last week(-ish) and as of this week, the card is valid. Yeay!!! :mrgreen:

My new NS-Business Card

My new NS-Business Card


Aku harus nglaju dari Delft ke Amsterdam (dan sebaliknya) untuk ngantor setiap hari (kerja) sekarang. Setelah melakukan ini selama tiga minggu, ternyata observasiku setelah minggu pertama sedikit kurang tepat. Setelah mendapatkan data lebih banyak, sekarang ekspektasi waktu perjalanan dari pintu ke pintunya adalah sedikit di bawah 1,5 jam sekali jalan. Tetapi memang sih perbedaan lima atau sepuluh menit tidak lah signifikan dalam kehidupan nglaju ini lah ya, haha 😆 .

Anyway, setelah minggu pertama itu aku bertanya-tanya apakah kelelahan yang kurasakan waktu itu disebabkan karena nglaju-nya memang melelahkan atau semata-mata karena aku belum terbiasa saja karenanya. Aku sih percaya bahwa kenyataannya adalah kombinasi (tertimbang) di antara keduanya, tetapi bobot yang kedua sepertinya lebih besar daripada apa yang kuperkirakan sebelumnya. Nah, setelah nglaju selama tiga minggu sekarang, rasanya aku sudah mulai mendapatkan ritmenya. Aku tidak lagi merasa selelah seperti di minggu pertama (Minggu itu, dua kali loh aku tertidur di perjalananku kembali ke Delft! Haha 😆 ). Mungkin ini disebabkan karena aku juga menyesuaikan waktu tidurku dengan rutinitas baruku. Konsekuensinya, aku juga merasa lebih bertenaga di kantor.

Namun, ini bukan berarti tinggal di Delft itu sama “optimal”-nya dengan tinggal di Amsterdam untuk pekerjaan ini. Aku masih berpikir tentang ini dan belum memutuskan apa pun. Ini karena aku memiliki beberapa pertimbangan yang perlu aku analisa dengan hati-hati, hehe 😀 . Jadi aku rasa kita lihat saja deh beberapa minggu, atau mungkin malah bulan, ke depan, hmm…

NS-Business Card

Ngomongin tentang nglaju, jelas satu aspek yang tidak bisa dikesampingkan adalah masalah biaya, haha 😆 . Dan mereka yang pernah mengunjungi atau tinggal di Belanda pasti mengerti ketika kubilang bahwa biaya transportasi di negara ini nggak murah, termasuk untuk ukuran Eropa.

Dengan kartu voordeelurenabonnement, yang memberikanku diskon 40% untuk tiket kereta di luar jendela waktu hari kerja jam 06:30 – 09:00, harga tiket kereta pp adalah €20,80 (sekitar Rp 300.000) setiap hari (Di pagi hari, aku harus bepergian di waktu rush hour sehingga diskonnya tidak berlaku). Dan jika aku memutuskan untuk naik tram atau metro dari Amsterdam Centraal ke kantorku, aku harus membayar ekstra sekitar €2,50 (Rp 37.500an) untuk tiket pp-nya.

Untungnya, kantorku memberikanku pilihan NS-Business Card, yang bisa kudapatkan dengan gratis karena aku tinggal di Delft. Dengan kartu ini, aku bisa bepergian dengan kereta api (di kelas dua), tram, bus, dan metro dengan gratis di seluruh Belanda di setiap waktu! Ini artinya, kartunya juga bisa kupakai untuk keperluan pribadi! (Kantorku bahkan menyebutkan keuntungan bepergian untuk keperluan pribadi ini sebagai salah satu keuntungan kartu ini). Jelas dong aku mendaftarkan-diri untuknya. Lumayan banget kan. Nah, aku mendapatkan kartunya minggu lalu, dan mulai minggu ini, kartunya berlaku! Hore!!! :mrgreen: