Life in Holland · Zilko's Life

#1883 – Wintery February

ENGLISH

As usual, this February has been the coldest month this winter 😛 . While in Amsterdam it was also snowing in January (only for a little bit, though), it was much more frequent in February. In fact, it was more than enough for the snow to pile up!

And those who have experienced snow would fully understand that, indeed, this is the best feeling ever:

Haha 😆

This winter is my seventh winter in the Netherlands. Even then, I still find snow to be really beautiful and magical! Haha 😆 And so obviously I am glad that the winter of 2013/2014 still remains as my only snowless winter 😛 .

BAHASA INDONESIA

Seperti biasa, Februari ini adalah bulan terdingin di musim dingin kali ini 😛 . Walaupun di Amsterdam juga bersalju sih Januari lalu (sedikit doang sih tapinya), saljunya lebih banyak turun di bulan Februari. Dan banyaknya cukup loh untuk saljunya cukup menumpuk gitu! Jadi kan kece ya.

Dan mereka yang memiliki pengalaman dengan salju, pasti memahami banget deh bahwa yang berikut ini adalah best feeling ever:

Haha 😆

Musim dingin kali ini adalah musim dingin ketujuhku di Belanda. Walaupun begitu, bagiku salju itu masih nampak indah, keren, dan kece banget! Haha 😆 Jadi jelas lah ya tentu aku merasa lega bahwa musim dingin tahun 2013/2014 masih bertahan sebagai satu-satunya musim dinginku yang tanpa salju 😛 .

Advertisements
Life in Holland · Zilko's Life

#1850 – Winter Solstice

ENGLISH

If I mentioned one of the reasons I do not like Fall was the shorter days, then I must also not like Winter as well from this perspective. In fact, today is the Winter solstice, i.e. the shortest day and longest night of the year.

This was how it looked like outside when I was on my way to work at around 07:45 AM:

07:45 during winter solstice
07:45 during winter solstice

And here is how it was when I was on my way back from work at around 05:00 PM in Amsterdam:

5 PM during winter solstice
5 PM during winter solstice

Yep, technically I did not work overtime today but I went to work before the sun rose and left after the sun set! Lol 😆 . In fact, there was only 7 hours and 40 minutes of sunlight today:

Only 7 hours and 40 minutes of daylight today
Only 7 hours and 40 minutes of daylight today

And to top it off, the cloud cover was 99% above Amsterdam today! Yep, those little amount of sunlight was even covered by (thick) cloud! Haha 😦 .

From the perspective of length of day, today is the most depressing day of the year, haha 😆 . On the flip side, though, this means that it is going to get better from now on, where the days are getting longer and longer, until we hit the Summer solstice in June.

This reminds me, though, that it has been exactly half a year since this year’s Summer solstice. Wow, time really went by really, really fast!!

Santa selfie
At least I met Santa today :mrgreen:

BAHASA INDONESIA

Jika aku menyebutkan bahwa salah satu alasan aku tidak suka musim gugur adalah siang hari yang pendek, maka aku semestinya tidak suka musim dingin juga dari sudut pandang ini. Malahan, hari ini adalah Winter solstice loh, yaitu hari dengan siang terpendek dan malam terpanjang tahun ini.

Begini lah suasana di luar ketika aku dalam perjalanan ke kantor sekitar jam 07:45 pagi:

07:45 during winter solstice
Jam 7:45 pagi ketika winter solstice

Dan begini lah suasananya ketika aku pulang kerja, sekitar jam 05:00 sore di Amsterdam:

5 PM during winter solstice
Jam 5 sore ketika winter solstice

Yep, secara teknis aku tidak bekerja lembur hari ini tetapi aku berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam! Haha 😆 . Malahan, hari ini Belanda hanya mendapatkan sinar matahari selama 7 jam 40 menit saja loh:

Only 7 hours and 40 minutes of daylight today
Hari ini matahari cuma bersinar selama 7 jam 40 menit saja.

Dan yang semakin melengkapinya lagi, langit Belanda hari ini adalah 99% berawan dong! Yep, sinar matahari yang cuma sedikit itu pun ditutupi oleh awan (tebal)! Haha 😦

Dari sudut pandang lamanya siang, hari ini adalah hari paling memuramkan tahun ini, haha 😆 . Sisi positifnya sih ini berarti situasi akan menjadi semakin dan semakin enak dari sekarang, dimana siang akan bertambah panjang setiap hari, hingga kita mencapai Summer solstice di bulan Juni.

Wah, jadi teringat nih, artinya sekarang sudah tepat setengah tahun semenjak Summer solstice tahun ini. Wow, waktu benar-benar cepat berlalu!!

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1846 – The Frankfurt Christmas Market

ENGLISH

Earlier this month, I went to Frankfurt in a weekend trip to go to the famous Christmas Market being held there. So how was the Christmas Market? Well, here is the story 🙂 .

***

It was really exciting when the tram was stopping at Römerberg, Frankfurt’s famous square that hosted the Christmas Market. Unsurprisingly, though, I was not the only one having an idea to visit the market this weekend:

Frankfurt Christmas Market
Frankfurt Christmas Market

Yes, it was SO full of people!! Lol 😆

I concluded that Christmas Market was, indeed, a big thing in Germany. And I was not the only foreigner there as well; as I heard several different languages being spoken there.

The timing of the trip was also great as just earlier that week, Sintha posted a story about the Christmas Market and she recommended the weißer glühwein (white glühwein). I really liked it when I had something to look for while visiting, as it gave me an extra purpose! But then it turned out that it was not that difficult at all to find glühwein sellers in the Christmas Market; as there were MANY booths selling them! Haha 😆 . Apparently, indeed glühwein was a famous typical Christmas Market drink in Germany! Haha 😆 .

It wasn't difficult at all to find glühwein at the market.
It wasn’t difficult at all to find glühwein at the market.

In short, glühwein was a mug of wine that was served warm. So indeed it was interesting, as I had never had a wine served warm on purpose before! It was perfect for the occassion too since it was winter already and this part of Europe was struck by cold wind that week. So unsurprisingly, most people there walked with a mug of glühwein (the mugs were so cute with the Christmas-y patterns 😀 )

Anyway, so I went to one of the sellers and saw that 1 mug of weißer glühwein was sold for €3. It was okay, I thought; so I ordered one. But then the guy asked €6 from me. I was surprised at first but then I realized that the extra €3 was a deposit for the mug. I was given my glühwein and a chip which I could exchange for the €3 after I finished by returning the mug, haha 😛 .

Glühwein and the Christmas Market
Glühwein in a cute Christmasy mug 😛 .

I ordered the weißer glühwein though I am not sure if the guy actually gave me one. It tasted more like red than white wine, in my opinion, haha. Nonetheless, it was nice; though I am still curious how the actual white one would taste like (I normally like white wine more than red; though it still depends on the occassion 😛 ).

Anyway, the market was really nice. It was not super big (as it was constrained by the size of the square as well), but in a way this played a role in creating the festive atmosphere. There were even two Merry-Go-Rounds there! Haha 😆 .

Frankfurt Christmas Market
Frankfurt Christmas Market

After about one hour going around the market, I decided that it was enough as it started to get colder as well. You know, I did not feel that well earlier that week and I was afraid the flu would hit me back as technically I was still recovering. So I decided to take the tram and went back to my hotel to rest.

And that concluded the story of my first visit to a German Christmas Market! 🙂

BAHASA INDONESIA

Awal bulan ini, aku pergi ke Frankfurt untuk mengunjungi Christmas Market yang terkenal itu. Bagaimanakah Christmas Market-nya? Berikut ini ceritanya 🙂 .

***

Seru sekali rasanya ketika tram-ku berhenti di Römerberg, lapangan terkenalnya Frankfurt dimana Christmas Market-nya diadakan. Tidak mengherankan sih, aku bukan lah satu-satunya yang memiliki ide untuk mengunjungi pasarnya di akhir pekan ini:

Frankfurt Christmas Market
Frankfurt Christmas Market

Iyaaa, RAME BANGET dong!!! Huahaha 😆

Aku simpulkan bahwa Christmas Market itu, memang, sesuatu banget lah di Jerman. Dan aku bukannya satu-satunya orang asing juga lho; aku sempat mendengar ada beberapa bahasa lain yang diomongkan disana.

Waktu perjalanan ini juga pas banget dimana awal minggu itu, kebetulan Sintha menuliskan posting tentang Christmas Market dimana ia merekomendasikan weißer glühwein (glühwein putih). Aku suka ketika aku ada sesuatu untuk dicari ketika mengunjungi suatu tempat, rasanya seperti ada tujuan gitu! Tetapi ternyata tidak sulit sama sekali loh untuk menemukan penjual glühwein di Christmas Market-nya; penjualnya ada BANYAK! Haha 😆 . Ternyata, memang glühwein adalah minuman khas Christmas Market di Jerman! Haha 😆 .

It wasn't difficult at all to find glühwein at the market.
Tidak sulit sama sekali untuk menemukan glühwein di pasarnya.

Singkatnya, glühwein adalah segelas anggur (wine) yang disajikan hangat. Jadi memang menarik ya, soalnya aku sama sekali belum pernah minum anggur yang sengaja disajikan hangat sebelumnya! Ini juga pas untuk kondisi saat itu dimana sudah musim dingin dan Eropa saat itu sedang diterjang angin dingin gitu deh. Jadi tidak mengherankan, kebanyakan orang disana berjalan dengan membawa segelas glühwein di tangannya (gelasnya juga lucu dengan ukiran-ukiran ala Natal gitu 😀 ).

Anyway, jadilah aku mampir di salah satu penjualnya dan membaca segelas weißer glühwein dijual seharga €3. Oke lah, aku pikir; jadilah aku pesan satu. Tetapi kemudian penjualnya meminta €6 dariku dong. Awalnya aku kaget, tetapi kemudian aku sadari bahwa €3-nya adalah deposit untuk gelasnya. Aku diberikan sebuah chip bersamaan dengan glühwein-ku dan chip-nya bisa kutukarkan dengan €3-nya ketika gelasnya kukembalikan, haha 😛 .

Glühwein and the Christmas Market
Glühwein dengan gelas ala Natal yang lucu 😛 .

Aku memesan weißer glühwein walaupun aku tidak yakin bahwa orangnya memberikanku ini sih. Rasanya sih lebih seperti anggur merah daripada putih, menurutku, haha. Toh walaupun begitu rasanya masih enak lah; walaupun aku masih penasaran juga sih rasanya yang putih bagaimana (Umumnya, aku lebih suka anggur putih daripada anggur merah; walaupun ini tergantung situasinya juga 😛 ).

Anyway, pasarnya sendiri seru deh. Dari segi ukuran sih nggak besar-besar amat (kan terbatas dengan ukuran lapangannya juga), tetapi di satu sisi ini juga membuat atmosfernya lebih meriah. Bahkan ada dua Komidi Putar juga lho! Haha 😆 .

Frankfurt Christmas Market
Frankfurt Christmas Market

Setelah berkeliling selama sekitar satu jam, aku memutuskan untuk pulang karena cuaca juga semakin dingin. Tahu kan, awal minggu itu aku merasa sedikit kurang enak badan dan aku khawatir flu-nya akan menyerang balik karena secara teknis aku kan masih dalam masa pemulihan. Jadilah aku menaiki tram dan kembali ke hotel.

Dan begitu lah cerita dari kunjungan pertamaku ke sebuah Christmas Market di Jerman! 🙂

Life in Holland · Zilko's Life

#1843 – Staying Warm in Winter

ENGLISH

Life in winter means we have to find the resources to stay warm. This is important in the Netherlands now as winter has officially come. Aside from, obviously, wearing winter clothes (thus adding extra minutes to get ready in the morning as there are many different stuffs to wear, lol 😆 ), here are some of the others:

Warm Shower

Generally, I like warm shower anyway; but actually even more so during winter. It just feels so good to enter the shower cubicle where warm water was already pouring!! Even more so last night, when I showered after my outdoor tennis lesson for one hour!

But then, of course, I have to face the harsh reality where I need to find the courage to get off the cubicle and back in the cold, lol 😆 .

Heater

To be honest I have a love and hate relationship with heater. I love it because, obviously, it keeps the room temperature comfortable enough for me to be in. On the other hand, it makes the air in the room to be really dry.

The consequence of the latter is that I need to drink water more frequently. Despite this, in the night I still turn my heater on when I sleep; I mean, for the obvious reason. Consequently, though, I almost always wake up in the middle of the night because I need to drink something. Even so, it does not mean that my body actually needs the water; sometimes it is just the dry throat due to the dry air. So sometimes, I also wake up just because of the urge to go to the toilet 😆 . This means that I rarely have an uninterrupted 7 – 8 hours of sleep every night, haha 😆 .

Warm Food/Drink

And, obviously, warm drink or (liquidy) food, like soup, taste even better in winter months!

***

And you, what do you do to stay warm? 🙂

A big portion of corn soup
This bowl corn soup would have tasted so good now!! 😣

BAHASA INDONESIA

Hidup di musim dingin berarti kita harus mencari sumber-sumber agar kita tetap hangat. Ini penting nih di Belanda sekarang karena musim dingin telah resmi datang. Di samping, jelas, memakai pakaian musim dingin (yang mana artinya kita harus menyisihkan sekian menit ekstra di pagi hari karena ada banyak banget yang harus dipakai, huahaha :lol :), berikut ini beberapa lainnya:

Mandi dengan air hangat

Secara umum, aku suka mandi (pakai shower maksudnya) dengan air hangat; tetapi terlebih lagi di musim dingin. Rasanya nikmat banget deh masuk ke kotak tempat shower itu ketika air hangatnya sudah mengucur!! Apalagi semalam, ketika aku mandi setelah les tenis outdoor selama satu jam!

Tetapi tentu saja sih, di satu waktu ketika mandi itu aku harus menghadapi kenyataan kejam dimana aku harus menemukan keberanian untuk selesai mandi dan kembali ke udara dingin di luar sana, hahaha 😆 .

Pemanas ruangan

Sejujurnya, aku memiliki hubungan yang manis dan pahit dengan pemanas ruangan. Aku menyukainya karena, jelas, pemanas ruangan itu membuat suhu udara di dalam ruangan cukup nyaman untuk berada di dalamnya kan ya. Di sisi lain, ini membuat udara di dalam kamar menjadi amat kering.

Konsekuensi dari yang kedua adalah, aku jadi harus minum air putih lebih sering. Walaupun begini, di malam hari aku masih menyalakan pemanas ruanganku ketika tidur; maksudku, jelas lah ya. Konsekuensinya, aku hampir selalu terbangun di tengah malam karena aku merasa kehausan. Walaupun begitu, ini bukan berarti tubuhku membutuhkan airnya loh; sering ini hanya karena tenggorokan yang kering saja akibat udara kamar yang kering. Jadi, lumayan sering juga aku terbangun di tengah malam karena aku kebelet untuk ke toilet, haha 😆 . Iya, ini berarti jarang aku tidur selama 7 – 8 jam non-stop tanpa terbangun di malam hari, haha 😆 .

Makanan/minuman hangat

Dan, jelas, minuman atau makanan (berkuah) hangat, misalnya sup, itu rasanya lebih nikmat di bulan-bulan musim dingin!

***

Dan kamu, apa yang kamu lakukan agar tetap hangat? 🙂

General Life · Zilko's Life

#1841 – Winter Is Here

ENGLISH

I guess it is official now:

Well, it is December already so it might not be that surprising actually, lol 😆 .

Earlier this week, this was the weather forecast in the Netherlands:

Weather forecast earlier this week
Weather forecast earlier this week

Yeah, the temperature has officially gone subzero now; though as usual, we just get the cold here in winter and not the snow, lol 😆 (Ignore the warning, it did not happen). Consequently, I had to finally admit the situation and open my winter wardrobe and take my winter coat with me; along with my scarves, gloves, and flappy winter hat.

Normal winter ammunition
Normal winter ammunition (from 2014)

On the not so good news, I also did not feel that well earlier this week too. I think I caught a flu. Well, I was not sick per se, but I felt like I was not 100% fit. Maybe somewhere around 75-80%. I combatted that with vitamin C, consuming some soups, and limitted my physical exercises (I skipped my tennis lesson this week (also partly due to the subzero temperature, though 😛 ) and a gym session). This way, I was able to maintain my level of fitness to not drop into the “being sick” category, which was, in my opinion, very important.

A teapot of ginger tea
Some warm tea also tastes better in winter!

Anyway, I feel much better now already, so I am happy about that! 🙂 Well, as I implied in this post, winter is not the season I do not like the most. In fact, I actually quite like it, especially the December part of it where people are already preparing for the Christmas and New Year holiday season!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Aku rasa sudah resmi deh sekarang:

Iya sih, sudah bulan Desember jadi memang tidak mengherankan ya, haha 😆 .

Awal minggu ini, ramalan cuaca di Belanda itu seperti ini:

Weather forecast earlier this week
Ramalan cuaca awal minggu ini

Iya, suhu udaranya sudah resmi turun ke angka negatif nih; walaupun seperti biasa sih, Belanda mah cuma kebagian dinginnya doang, saljunya engga, ahahah 😆 (Abaikan peringatan di ramalan cuaca itu, nggak kejadian kok). Sebagai akibatnya, mau tidak mau aku harus takluk pada situasi ini dan mulai membuka lemari pakaian musim dinginku dan pergi ke luar dengan mengenakan mantel musim dingin; eh, dan juga syal, sarung tangan, dan kupluk musim dingin dengan flap.

Normal winter ammunition
Amunisi standar di musim dingin (foto tahun 2014)

Berita kurang menyenangkannya, aku juga merasa agak kurang enak badan awal minggu ini. Kayaknya aku terkenal flu deh. Yah, aku nggak sampai sakit sih untungnya, tetapi aku merasa tidak dalam konfisi fit 100% gitu. Mungkin sekitar 75-80% lah. Aku berusaha melawannya dengan vitamin C, makan sup, dan membatasi aktivitas fisikku (aku absen dari les tenis-ku minggu ini (ini juga sebagian karena suhu udara di bawah nol derajat itu sih 😛 ) dan meloncati satu jadwal gym-ku). Dengan begini, aku bisa menjaga level kesehatanku untuk tidak sampai jatuh ke level “sakit”, yang mana bagiku penting banget deh ini.

A teapot of ginger tea
Minum teh hangat juga terasa lebih nikmat loh di musim dingin!

Anyway, sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik kok, dan aku senang karenanya! 🙂 Dan, seperti yang aku siratkan di posting ini, musim dingin bukanlah musim yang paling tidak aku sukai. Malahan, sebenarnya aku cukup menyukainya lho, terutama bagian bulan Desembernya dimana orang-orang sudah mulai bersiap-siap menyambut musim liburan Natal dan Tahun Baru kan!! 🙂

EuroTrip · One Week Trip · Vacation

#1739 – Side Stories from Helsinki

ENGLISH

Posts on the 2016 Baltic Spring Trip series:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga
4. Part IV: Helsinki
5. Part V: Tallinn
6. Part VI: Tallink and Finnair

***

Here are a couple of things I experienced in Helsinki during my 2016 Baltic Spring Trip (see Part IV above).

Finnish Language

The Finnish language is not a member of the Indo-European language family which implies it does not belong to the Germanic language branch. It is also not an Austronesian language. These all mean that I was very unfamiliar with the language as I could not “connect” it with the few languages which I knew.

Nonetheless, probably Finland’s close proximity to Sweden meant there were a lot of Swedish people in the country, at least in the capital (Helsinki). As a result, most of the public signs in the city (at least the ones that I saw) were both in Finnish and Swedish. And I am glad about it!

Look, obviously I do not speak Swedish (lol). However, Swedish is a Germanic language which means it is easy to notice many resemblances with Dutch. And as a result, I still understood (or at least was able to guess) those signs while in Helsinki through my knowledge of Dutch which I could use to interpret Swedish, haha 😆 .

While I did not know what "Hätäuloskäynti" meant, I understood "nödutgång". Presumably, it was the Swedish equivalent of the Dutch word "nooduitgang"
While I did not know what “Hätäuloskäynti” meant, I understood “nödutgång”. Presumably, it was the Swedish equivalent of the Dutch word “nooduitgang”

Even so, this only worked when I had to read something though. Even though of the same language family, the Dutch and Swedish pronunciation were very different. And so when someone read something to me in Swedish, say for which I would understand if I would have just read it, I would most likely not understand what I was told about, haha 😆 .

Btw, indeed English is Germanic too but I feel like I understand Swedish much more from the Dutch side than the English side. So I guess the “distance” within the same family is different between each member. Not that it is surprising.

Winter in Spring

Anyway, I was in Helsinki at the end of March and early of April, which means technically it was supposed to be Spring. And Spring is associated with flowers, trees, grass, sunlight, butterflies, etc. Definitely not with ice and snow. But while I was in Helsinki, I still found this:

Snow!!!
Snow!!!

Yes, there were still traces of ice and snow. It was literally the most snow I saw this last winter 😅😅😅😅😅. A little bit ironic indeed, haha 😆

Even the sea was still frozen
Even the sea was still frozen

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2016 Baltic Spring Trip:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga
4. Part IV: Helsinki
5. Part V: Tallinn
6. Part VI: Tallink and Finnair

***

Berikut ini dua buah cerita dari pengalamanku di Helsinki di perjalanan musim semi 2016ku ke Baltik (cerita utama di Bagian IV).

Bahasa Finlandia

Bahasa Finlandia tidaklah termasuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa language yang mana artinya bahasa ini juga tidak termasuk dalam rumpun bahasa Jermanik. Bahasa ini juga bukan lah bahasa Austronesia. Ini semua berarti aku sama sekali tidak familier dengan bahasanya karena aku jadi “tidak bisa” menghubungkannya dengan sedikit bahasa yang kukuasai.

Toh walaupun begitu, mungkin kedekatan geografisnya Finlandia dengan Swedia berarti ada banyak orang Swedia di negaranya, setidaknya di ibukotanya (Helsinki). Sebagai akibatnya, kebanyakan tanda-tanda di tempat umum (setidaknya yang kulihat) dituliskan dalam bahasa Finlandia dan Swedia. Dan aku senang mereka begitu!

Begini, jelas lah ya aku nggak bisa bahasa Swedia (lol). Namun, bahasa Swedia adalah bahasa Jermanik yang mana artinya mudah untuk menemukan kemiripannya dengan bahasa Belanda. Sebagai akibatnya, aku masih bisa mengerti (setidaknya menebak-nebak) arti dari tanda-tanda itu di Helsinki dengan kemampuan bahasa Belandaku yang bisa kugunakan untuk menebak-nebak arti dalam bahasa Swedia, haha 😆 .

While I did not know what "Hätäuloskäynti" meant, I understood "nödutgång". Presumably, it was the Swedish equivalent of the Dutch word "nooduitgang"
Walau aku tidak tahu apa arti dari “Hätäuloskäynti”, aku mengerti “nödutgång”. Aku asumsikan, ini adalah ekuivalen dalam bahasa Swedia dari kata “nooduitgang” dalam bahasa Belanda

Toh walaupun begitu, ini hanya bisa kulakukan jika aku harus membaca sesuatu sih. Walaupun masih dalam rumpun bahasa yang sama, pengucapan dalam bahasa Belanda dan Swedia itu berbeda banget. Jadi jika ada orang yang membacakan sesuatu dalam bahasa Swedia ke aku, walaupun andaikata pesannya bakal aku mengerti jika pesannya itu aku baca, kemungkinan besar aku nggak akan mengerti apa yang baru diucapkan ke aku deh, haha 😆 .

Btw, memang sih bahasa Inggris juga termasuk rumpun bahasa Jermanik. Namun, aku merasa aku bisa menebak arti dalam bahasa Swedia lebih melalui bahasa Belanda deh daripada bahasa Inggris. Jadi aku rasa “jarak” antara dua bahasa dalam suatu rumpun berbeda-beda ya satu sama lain. Yaa, nggak mengherankan juga sih.

Musim dingin di musim semi

Anyway, aku berada di Helsinki di akhir Maret dan awal April, yang mana artinya secara teknis itu sudah musim semi kan ya. Dan musim semi kan identik dengan bunga-bunga yang bermekaran, pohon-pohon yang menghijau, rumput-rumput yang tumbuh, sinar mahatari, kupu-kupu, dll. Jelas tidak dengan es dan salju kan ya. Namun, ketika di Helsinki aku menemukan ini dong:

Snow!!!
Saljuuu!!!

Iyaa, masih ada banyak bekas-bekas es dan salju loh. Dan ini adalah salju paling banyak yang aku lihat di musim dingin yang baru lewat ini 😅😅😅😅😅. Iya, ironis ya rasanya, haha 😆

Even the sea was still frozen
Bahkan lautnya pun masih beku
EuroTrip · One Week Trip · Vacation

#1728 – 2016 Baltic Spring Trip (Part IV: Helsinki)

ENGLISH

Previous posts on the 2016 Baltic Spring Trip series:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga

Previously on 2016 Baltic Spring Trip: Zilko went to the Baltic region for Spring this year. After spending three days in Stockholm and one day in Riga, he was now in the capital of Finland, Helsinki, and was eager to find out what Helsinki had to offer.

***

Helsinki

The Cathedral of Helsinki
The Cathedral of Helsinki

In general, I wasn’t as lucky in Helsinki weather-wise because it was foggy a lot during almost my entire stay in the city. Nevertheless, I still found Helsinki to be very interesting. While it was up there in the north, probably it was actually more “Russian” than “Scandinavian”; though this was not surprising at all given that Finland was not a Scandinavian country 😛 .

Apparently some architecture of some areas of the city was Russian that at some point, several American production companies shooted some movies in Helsinki to depict Russia, haha 😆 . The language was also very different, as its root was definitely not German (more on this in a later post, probably 😉 ). And so I am very glad that I chose to visit Helsinki as well in this trip. It felt really new and different!!

Downtown Helsinki

The biggest and most famous landmarks of Helsinki were in the form of cathedrals or churches. And obviously I did not skip them. The most impressive one was the #2 destination in Helsinki according to Trip Advisor: the Temppeliaukion kirkko (The Rock Church).

The amazing Rock Church in Helsinki
The amazing Rock Church in Helsinki

The name was self-explanatory, as you can see in the photo above. While the church was certainly not Saint Peter’s Basilica grandeur or Sagrada Familia majestic, I still found it to be very charming and unique! I just felt the combination of the natural rock and the man-made structure to be very balanced and thoughtfully designed!

Getting around Helsinki was also not very difficult. There was a decent public transportation system and I decided to buy a three-day pass for €16; quite a fair price in my opinion. I made use of this card to get around the city, where I visited a few nice parks and also some interesting neighbourhoods with unique architecture 🙂 .

I like Helsinki. The city appeared to be modern to me (with a lot of shops, modern buildings, etc) while at the same time still maintained a good-portion of its traditional heritage side as well.

Downtown Helsinki
Downtown Helsinki

Suomenlinna

If the Temppeliaukion kirrko was the #2 destination in Helsinki according to Trip Advisor, what was the first then? Well, it was the Suomenlinna, a sea fortress located on six small islands just off the coast of Helsinki. There was a regular ferry ride from Helsinki to the islands that was part of the Helsinki public transportation system. And so obviously I went there as well.

As I said above, it was foggy a lot when I was in Helsinki. And unfortunately, the time I went to Suomenlinna was no exception. Nonetheless, while the fog made it very difficult to take great pictures of the beautiful fortress, at the same time it actually made my visit really unique. Somehow, Suomenlinna felt a little bit “magical” to me with the fog! I think the combination of the fog and the old-style traditional houses and buildings there created this rather “spooky” but “cool” atmosphere.

Foggy Suomenlinna
Foggy Suomenlinna

Despite the fog, I still find Suomenlinna to be a beautiful place. And so I do recommend a visit to Suomenlinna if you are around in Helsinki and you have the time 🙂 .

The Food

Soy Ramen in Helsinki
Soy Ramen in Helsinki

I found it quite strange (at first) that it was not that easy to find a restaurant that served Finnish dish. During my entire stay in Helsinki, I had meals at Mexican, Japanese, American, burger, and pizza restaurants. You see? Lol 😆 . A little bit frustrated by this, one evening I opened my Trip Advisor app to look for a Finnish restaurant nearby me. Luckily I found one with a rather good review in the city center, and I went there. 

The menu choice looked interesting to me, with some of the dishes had really funny names. I decided to go for one, so I ordered a dish called “The weather may change but vendace stays the same“. Yeah, exactly! Like, what the hell was that? I googled “vendace” and turned out it was a kind of small Nordic fish. Okay, at least I had an idea that I would be eating fish that evening, lol 😆 . The dish turned out to look like this:

"The weather may change but vendace stays the same"
“The weather may change but vendace stays the same”

It did not look too bad, did it? 🙂 Taste-wise though, I found the fish to be a little bit too bland that I had to add salt and pepper to add some flavor to it 😐 .

I should have known better as obviously I fell into the funny name “trap”. I mean, maybe a funny name is chosen to a dish to attract some attention to compensate for its mediocrity?

Okay, to be fair, it was not bad though. The potatoes were actually cooked well and I liked the cucumbers and lemon slice as well 🙂 . The fish was actually cooked well, it was just my tongue preferred a little bit more flavor…

TO BE CONTINUED…

Next on 2016 Baltic Spring Trip:
– Crossing the Gulf of Finland
– One day in Tallinn, Estonia
– Having a meal cooked by one of the best chefs in the world
– Flying Finnair
– Back to the Netherlands

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri 2016 Baltic Spring Trip:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga

Sebelumnya dalam 2016 Baltic Spring Trip: Zilko pergi ke daerah Baltic di musim semi tahun ini. Setelah menghabiskan tiga hari di Stockholm dan satu hari di Riga, ia kini berada di ibukotanya Finlandia, Helsinki.

***

Helsinki

The Cathedral of Helsinki
Katedral Helsinki

Secara umum, aku kurang beruntung dalam hal cuaca di Helsinki karena cuacanya amat berkabut di hampir keseluruhan masa tinggalku disana. Toh walaupun begitu, aku tetap merasa Helsinki adalah kota yang amat menarik. Walau lokasinya di utara sana, aku rasa kotanya lebih “Rusia” daripada “Skandinavia” gitu deh. Nggak mengherankan juga sih karena Finlandia kan memang bukanlah negara Skandinavia 😛 .

Ternyata arsitektur di beberapa bagian kota Helsinki bergaya Rusia sehingga pernah beberapa kali, beberapa rumah produksi filmnya Amerika syuting di Helsinki untuk menggambarkan Rusia, haha 😆 . Bahasanya juga amat berbeda karena bukan berakar dari bahasa Jerman (ini akan aku bahas di posting yang akan datang deh, kalau ingat 😉 ). Dan makanya aku sekarang lega aku memasukkan Helsinki ke dalam rencana perjalanan ini. Rasa mengunjungi tempat barunya aku dapatkan banget!!

Pusat Kota Helsinki

Tempat wisata terbesar dan paling terkenal di Helsinki adalah katedral-katedral dan gereja-gereja yang berada di seluruh penjuru kota. Jelas dong aku tidak melewatkan mereka. Yang paling mengagumkanku adalah tempat tujuan nomor #2 di Helsinki menurut Trip Advisor: Temppeliaukion kirkko (Gereja Batu).

The amazing Rock Church in Helsinki
Gereja Batu yang keren di Helsinki

Nama gerejanya memang sangat merepresentasikan gerejanya sendiri ya, seperti yang terlihat di foto di atas. Walaupun jelas gerejanya tidak seagung Basilika Santo Petrus atau se-wow Sagrada Familia, menurutku gerejanya memiliki daya tarik tersendiri yang unik! Kombinasi antara batu-batuan alami dan struktur buatan manusianya nampak sangat seimbang dan dipertimbangkan dengan matang!

Berkeliling Helsinki juga tidaklah sulit. Sistem transportasi umumnya cukup oke dan aku memutuskan untuk membeli kartu pas selama tiga hari seharga €16; harga yang masuk akal menurutku. Aku memanfaatkan kartu ini untuk mengelilingi kotanya, dimana aku mengunjungi beberapa taman yang menarik dan juga beberapa bagian kotanya yang menarik dengan arsitektur yang unik 🙂 .

Aku suka Helsinki. Kotanya nampak modern (ada banyak pertokoan, gedung-gedung modern, dll) sementara pada saat yang sama banyak bagian peninggalan tradisionalnya yang masih dijaga dan dirawat baik.

Downtown Helsinki
Helsinki

Suomenlinna

Jika Temppeliaukion kirrko adalah tujuan #2 di Helsinki menurut Trip Advisor, lantas nomor#1-nya apa dong? Jawabannya adalah Suomenlinna, sebuah benteng laut yang berlokasi di enam pulau di dekat Helsinki. Ada layanan kapal ferry reguler dari Helsinki kesana yang mana termasuk dalam sistem transportasi umumnya Helsinki. Jadilah jelas aku kesana juga.

Seperti yang kubilang di atas, cuaca berkabut banget ketika aku di Helsinki. Sayangnya, cuacanya juga begini ketika aku ke Suomenlinna. Walaupun kabutnya membuat situasi menjadi sulit untuk mendapatkan foto yang oke di benteng yang indah ini, tetapi di sisi lain ini membuat kunjunganku menjadi unik juga. Suomenlinna, entah mengapa, terasa “ajaib” ketika berkabut begini! Aku rasa kombinasi kabut dan bangunan-bangunan tua disana menghasilkan suasana yang “seram-seram sedap” gitu deh, haha.

Foggy Suomenlinna
Suomenlinna yang berkabut

Walaupun berkabut, menurutku Suomenlinna adalah tempat yang indah. Jadilah aku memang merekomendasikan kunjungan ke Suomenlinna jika kebetulan berada di Helsinki dan ada waktu 🙂 .

Makanannya

Soy Ramen in Helsinki
Ramen di Helsinki

(Awalnya) aku merasa aneh bahwa tidak mudah untuk menemukan restoran yang menjual masakan ala Finlandia. Di masa tinggalku di Helsinki, aku makan di restoran Meksiko, Jepang, Amerika, burger, dan pizza. Nah kan? Hahaha 😆 . Merasa sedikit sebal karena ini, suatu sore aku menggunakan Trip Advisor untuk mencari rumah makan yang menjual makanan Finlandia. Untung aku menemukan satu yang reviewnya lumayan oke dan lokasinya di pusat kota, dan jadilah aku kesana.

Pilihan menunya menarik untukku, dimana beberapa menunya memiliki nama yang menarik. Aku memutuskan untuk memilih menu yang bernama “Cuaca mungkin berubah tetapi vendace selalu sama“. Iya, apa maksudnya ya itu? Haha. Kemudian aku meng-google vendace dan ternyata vendace adalah sejenis ikan kecil dari daerah Nordik. Oke deh, setidaknya aku jadi tahu malam itu aku akan makan ikan deh, haha 😆 . Penampakan menunya seperti ini:

"The weather may change but vendace stays the same"
“Cuaca mungkin berubah tetapi vendace selalu sama”

Penampakannya mah lumayan ya? 🙂 Tetapi sayangnya, aku rasa ikannya terlalu hambar sampai-sampai aku merasa mesti menambahkan garam dan merica ke ikannya untuk mendapatkan sedikit rasa 😐 .

Seharusnya aku sudah bisa menebaknya dan tidak jatuh ke dalam “jebakan” nama. Maksudku, mungkin nama suatu menu dibuat lucu agar menu itu menarik perhatian kan padahal rasanya mah biasa-biasa aja?

Oke, sebenarnya secara keseluruhan menunya bukannya tidak enak sih. Kentangnya dimasak dengan oke dan aku suka tambahan timun dan irisan lemonnya juga 🙂 . Ikannya sendiri sebenarnya dimasak dengan oke, hanya saja lidahku mengharapkan lebih banyak rasa…

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2016 Baltic Spring Trip:
– Menyebrangi Teluk Finlandia
– Satu hari di Tallinn, Estonia
– Makan makanan yang dimasak oleh salah satu koki terbaik di dunia
– Terbang dengan Finnair
– Kembali ke Netherlands