Life in Holland, Zilko's Life

#2119 – Where Was My Spring?

ENGLISH

Now that it is June already, this means that we in the Netherlands have pretty much entered Summer this year. This would imply that we have just passed Spring, my favorite season of the four. However to be honest, this year has been quite unusual because …

it feels like Spring did not happen here and we just jumped from Winter to Summer! Lol 😆 .

Snowy Amsterdam earlier this year.

You know, we had quite an extended Winter the last time; as enforced by the Beast from the East which made it snow in (early) March and the real feel temperature to reach –20°C!! And then, Summer felt like coming early because the temperature has been warm (for Dutch standard) since late April and this was extended through May as well.

May in Amsterdam

You see, and so this would explain why I perceived Spring to not happen this year (or, it did but only for a very short period of time)! In a way, I feel cheated! Lol 😆 . And now that it is June already, I guess it is futile to hope that the “real” Spring weather would come back. It would be “wiser” (so that I would be less likely to get disappointed) to wait until next year for that to happen, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Karena sudah bulan Juni sekarang, artinya Belanda sudah kurang lebih memasukin Musim Panas tahun ini. Ini berarti kami di Belanda baru saja melewati yang namanya Musim Semi kan, musim favoritku dari keempat musim itu. Tapi sejujurnya, rasanya tahun ini adalah tahun yang agak tidak biasa karena …

rasanya Musim Semi itu tidak terjadi deh di negeri ini dimana kami melompat langsung dari Musim Dingin ke Musim Panas! Huahaha 😆 .

Amsterdam yang bersalju awal tahun ini.

Masih ingat kan, Musim Dingin kemarin berlangsung lumayan lama di Belanda; yang mana ditegaskan oleh the Beast from the East yang membuat cuaca bersalju di (awal) bulan Maret dan real feel suhu udaranya mencapai –20°C!! Dan kemudian, Musim Panas rasanya cepat datang tahun ini dimana suhu udaranya lumayan panas (untuk standar Belanda) semenjak akhir April dan situasi ini berlangsung demikian di sepanjang bulan Mei pula.

Mei di Amsterdam

Ya sekarang jelas kan mengapa aku merasa Musim Semi itu tidak terjadi tahun ini (atau, terjadi sih, tapi singkat banget)! Di satu sisi, rasanya kok kayak dicurangi ya! Huahaha 😆 . Dan karena sekarang sudah bulan Juni, rasanya sia-sia lah untuk berharap cuaca “selayaknya” Musim Semi akan kembali. Rasanya lebih “bijak” (sehingga aku tidak akan dikecewakan dengan harapan palsu) untuk menunggu tahun depan saja deh, haha 😆 .

Advertisements
Life in Holland, Zilko's Life

#2092 – Bubbly Water in Winter

ENGLISH

There was something “strange” with my apartment’s tap water this winter. Often when I took it out, it was very “bubbly” (or “cloudy”). The “bubbles” then quickly rose to the top and the water became clear afterwards. I took three sequential photo of it to illustrate as follows, where it went from 1 to 2 to 3 within around half a minute:

Bubbly water in winter

At first, I was quite concerned about it because I consumed the water (Tap water in Amsterdam is drinkable and is actually of high quality. On a side note, once I went to a dentist in Indonesia and he said my teeth were in great shape, which apparently was quite surprising for people my age (lol), and he hypothesized it might be due to the mineral content of the tap water in the Netherlands). Anyway, so I would argue that my concern was valid.

But then somehow I was too lazy to google it, partly because this was more problematic with the tap water from my kitchen but not so much from my bathroom (though sometimes it was too). This was until one afternoon during lunch at my office. I asked my colleague if he had the same experience at his place.

One cool thing about my work is that there are so many people with PhD degrees from many different disciplines. Though, in particular, many of them have physics-related background; and so does this colleague of mine. He told me that the “bubbles” was just oxygen; and it was formed because of the difference in pressure and temperature between (inside) the water piping outside (where it was cold because of winter) and my apartment. So it was completely harmless, actually. After hearing this explanation, I googled it and indeed this seemed to be the case (See what a good scientist I am? I need proof!), haha 😆 .

***

This never happened to me before, though. This was my first winter in Amsterdam and I spent my previous seven in Delft. I never encountered this “phenomenon” in Delft, btw; so I am actually quite surprised that somehow I only had this experience just now.

But anyway, now we know!!

BAHASA INDONESIA

Ada yang “aneh” dengan air keran di apartemenku musim dingin kemarin ini. Sering ketika airnya kuambil, airnya nampak “berbuih”. “Buih”-nya kemudian dengan cepat naik sendiri ke permukaan dan setelahnya airnya menjadi jernih seperti seharusnya. Aku mengambil tiga foto berurutan untuk menggambarkannya seperti di bawah ini, dimana prosesnya dari 1 ke 2 ke 3 memakan waktu kira-kira setengah menit:

Air berbuih di musim dingin

Awalnya, jelas dong ya aku sedikit khawatir dengan hal ini karena airnya kan aku konsumsi (Air keran di Amsterdam itu bisa diminum loh dan malah berkualitas amat baik. Catatan sampingan nih, pernah suatu kali ketika mampir check up di sebuah klinik dokter gigi di Indonesia, dokter giginya berkata bahwa kondisi gigiku baik sekali, yang mana ternyata tidak lazim untuk orang seumurku (haha), dan ia menduga ini disebabkan oleh kandungan mineral di dalam air keran di Belanda). Anyway, aku rasa kekhawatiranku ini beralasan lah ya.

Tetapi kemudian entah mengapa aku malas meng-google-nya, karena fenomena ini lebih sering muncul dari air keran di dapur saja dan (lebih) jarang dari air keran di kamar mandi (kadang-kadang iya juga sih). Sampai suatu hari ketika makan siang di kantor. Aku bertanya ke seorang kolegaku apakah ia mengalami pengalaman serupa di rumahnya.

Asyiknya kantorku adalah banyak orang yang berlatar-belakang pendidikan S3 (PhD) dari bidang yang bermacam-macam. Dan cukup banyak yang bidangnya adalah cabang dari fisika, termasuk kolegaku ini. Ia menjelaskan bahwa “buih”-nya itu sebenarnya adalah oksigen, dan “buih”-nya terbentuk karena perbedaan yang kontras dalam hal tekanan dan temperatur di dalam pipa di luar (yang mana suhunya dingin ya, kan musim dingin) dan di dalam apartemenku. Jadi sebenarnya buih ini sama sekali tidak bermasalah, apalagi berbahaya. Setelah mendengar penjelasan ini, baru dong aku google dan memang sepertinya memang demikian adanya (Hahaha, ilmuwan yang baik kan aku? Aku butuh bukti!), haha 😆 .

***

Ini belum pernah terjadi padaku sebelumnya lho. Ini adalah musim dingin pertamaku di Amsterdam sih dimana yang tujuh sebelumnya aku lewatkan di Delft. Di Delft aku tidak pernah mendapatkan “fenomena” ini, btw; sehingga sebenarnya aku cukup kaget juga mengapa aku baru mendapatkan pengalaman ini sekarang.

Ah, tapi yang penting sekarang kan jadi tahu ya!!

General Life, Zilko's Life

#2074 – “Warm” Temperature and A Power Bank

ENGLISH

Warm, because of the cold!

You know, last week the Netherlands was hit by the Beast from the East where, at one point, the real feel of the temperature was –20°C.

The Beast from the East

In short, it was really, really cold, haha. However, since last week’s Sunday, thankfully the temperature has started to go back to normal; and it helped that the weather has generally been really nice too.

There turns out to be a side effect of that, though. While the Beast from the East only hit Amsterdam for about half a week, apparently it was enough to alter my perception of “cold”. I was really surprised when earlier this week the temperature’s real feel was in the 5°–10°C range, I found it really, really warm! It felt like I did not need my coat! Haha 😆 . Well, technically, it was 25°–30° “warmer” than last week so perhaps this was less surprising, but still! Haha 😆 .

Power bank

Anyway, just before my weekend trip to Nice I realized that my power bank, which I bought in August 2014 in Yogyakarta, was apparently broken. All this time this power bank had been very useful on my (many) trips so I knew I would like and need to buy a new one. I decided to buy one online and earlier this week the product was delivered to me.

A new power bank (left) and the old one (right)

However, I was surprised by its size because it was: huge (and kind of heavy)! To be honest I did not really check the size indeed when placing the order; and so my mistake indeed. And so I checked if a power bank with this specification was allowed in a plane cabin. Luckily, it was still well within the limit and so this was fine, I guess, haha…

BAHASA INDONESIA

Hangat, karena dingin!

Tahu kan, minggu lalu Belanda diterjang oleh Beast from the East dimana, di satu waktu, real feel dari suhu udaranya mencapai –20°C.

The Beast from the East

Singkatnya, waktu itu dingin banget, haha. Namun, untungnya semenjak hari Minggu yang lalu, temperaturnya mulai berangsur kembali ke rentang normal; dan cuaca yang secara umum oke juga membantu banget dah.

Tetapi ternyata ada efek sampingnya juga lho. Walaupun Beast from the East hanya menerjang Amsterdam selama sekitar setengah minggu saja, ternyata ini pun sudah cukup untuk menggeser perspektifku akan yang namanya “dingin”. Aku merasa kaget awal minggu ini ketika merasa bahwa real feel temperatur di rentang 5°–10°C itu terasa hangat banget! Rasanya aku pengen melepas mantel aja dan pakai baju pantai aja deh *lebay*! Haha 😆 . Yah, secara teknis mah suhu segitu memang 25°–30° “lebih hangat” daripada minggu lalu sih jadi mungkin ini tidak begitu mengherankan ya! Hahaha 😆 .

Power bank

Anyway, tepat sebelum perjalanan akhir pekanku ke Nice aku baru menyadari bahwa power bank-ku, yang aku beli di bulan Agustus 2014 di Yogyakarta, ternyata rusak dong. Sejauh ini power bank ini telah berguna sekali di (banyak) perjalanan-perjalananku sehingga aku tahu aku perlu membeli yang baru. Aku memutuskan untuk memesan satu online dan awal minggu ini barangnya diantar.

Sebuah power bank baru (kiri) dan yang lama (kanan)

Namun, aku dikagetkan sekali dengan ukurannya karena rasanya besar sekali (dan agak berat)! Sejujurnya memang sih aku lupa mengecek ukurannya ketika memesan; jadi sebenarnya ini salahku sendiri sih. Jadilah kemudian aku cek apakah power bank dengan ukuran ini diperbolehkan untuk dibawa ke kabin pesawat. Untungnya, spesifikasinya masih berada di dalam batas limit yang diizinkan sehingga sebenarnya tidak begitu masalah sih ya, haha…

General Life, Zilko's Life

#2072 – The Beast from the East

ENGLISH

I have mentioned it a little bit last week that it was extremely cold in Europe. This was caused by what was dubbed as the “Beast from the East”, or locally known as the “Siberian Bear” in the Netherlands, where cold air from Western Russia was “pushed” towards Europe. And by cold, it was really cold. Here is how it was in Amsterdam at some point (at 7 PM-ish) last week:

The Beast from the East

Yep, while the measured temperature was –8°C, the real feel (basically how our skin/body would perceive the temperature, which could be very different from the measured temperature because of other factors, such as cloud coverage, wind, humidity, etc) was –20°C!! 😱😱😱 You know, this winter was my eighth winter, and actually I think this was the coldest I have ever experienced in the Netherlands!

Coincidentally, last week was a school vacation week (de krokusvakantie) so my outdoor tennis lesson was also taking a break! It could be a very “interesting” challenge to play outdoor tennis under such weather; which I have no problem of missing it, haha 😛 . Speaking of an outdoor activity, the following was popular in the Netherlands last week:

Yep, it was so cold that some canals in Amsterdam literally froze! And so many people ice skated there. Even some of my colleagues said they would skate to go to work (Though I am not sure if this actually materialized or not, haha).

I also feel quite lucky to not have arranged any travelling plan (which would surely have involved some flights 😛 ) during the weekend. With this weather, there was a higher chance for an operational delay, of course, or even cancellation. So I am glad I did not have to worry about this at all!

On the more positive side, it was also snowing last week in the Netherlands. And after eight winters, I still find snow really beautiful!! (Even though I have also learned about and experienced first hand many troubles snow could cause, like this experience not too long ago.)

Snowy Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu sudah sedikit kusebutkan bahwa Eropa dilanda suhu udara yang dinginnya ekstrim. Ini disebabkan oleh apa yang disebut “Beast from the East“, atau disebut “Siberian Bear” di Belanda, dimana udara dingin dari Rusia Barat “terdorong” ke Eropa. Dan dengan dingin, maksudnya beneran dingin banget loh. Berikut ini bagaimana kondisi di Amsterdam di satu waktu (sekitar jam 7 malam) minggu lalu:

Beast from the East

Yep, walaupun suhu yang terukur di termometer adalah –8°C, real feel-nya (pada dasarnya persepsi kulit/badan kita akan suhunya, yang mana bisa jadi berbeda dari suhu yang terukur karena adanya faktor-faktor lain kan ya, misalnya keberadaan awan, angin, kelembaban udara, dll) adalah –20°C doong!! 😱😱😱 Tahu kan musim dingin ini adalah musim dingin kedelapanku, dan rasanya minggu lalu ini adalah yang terdingin yang pernah aku alami di Belanda lho!

Kebetulan, minggu lalu adalah minggu libur sekolah (de krokusvakantie) sehingga les tenis outdoor-ku juga memang sudah dijadwalkan ikutan libur! Sepertinya bakal menjadi tantangan yang “menarik” ya untuk bermain tenis outdoor ketika cuacanya sedang kayak gitu; yang mana sebenarnya aku lega juga tidak harus aku lakukan sih, haha 😛 . Ngomongin kegiatan outdoor, aktivitas ini populer loh di Belanda minggu lalu:

Iya, saking dinginnya, ada beberapa kanal di Amsterdam yang membeku! Jadilah banyak yang main ice skating di sana. Bahkan beberapa kolegaku ada yang cerita mereka mau berangkat ke kantor dengan cara ice skating (Nggak tahu sih akhirnya beneran atau engga, haha).

Aku juga merasa beruntung untuk tidak memiliki rencana jalan-jalan di akhir pekan (yang mana jika ada pasti sudah akan melibatkan beberapa penerbangan 😛 ). Dengan cuaca kayak begini, jelas ada peluang yang cukup besar untuk delay, bahkan mungkin pembatalan penerbangan. Jadilah aku merasa lega aku tidak harus khawatir dengan hal ini sama sekali!

Di sisi yang lebih positif, minggu lalu bersalju loh di Belanda. Setelah delapan musim dingin, aku masih suka dengan yang namanya salju!! (Walaupun aku juga sudah belajar dan mengalami sendiri masalah besar yang bisa disebabkan oleh yang namanya salju sih, seperti misalnya pengalaman ini belum lama yang lalu.)

Amsterdam bersalju
EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2071 – A Wintery Weekend Trip to Bologna

ENGLISH

In the first weekend of February I went on a weekend trip to Bologna, which was the second of the two trips I did that week! Now it is time for the story before it becomes too late and obscure! 😀

The transport

My routing on this trip was Amsterdam – Lyon – Bologna – Amsterdam with KLM, HOP! Regional, and KLM Cityhopper, respectively. My flight to Lyon was with a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGN, my fifth (!) time flying this particular plane 😅. I had quite a long transit (about four hours) in Lyon before my HOP! Regional flight to Bologna with their Embraer ERJ145 reg F-GRGK. Because it was an Embraer ERJ145, of course I assigned myself a seat in the left side of the cabin which was a window AND aisle seat at the same time! Haha 😛 .

HOP! Regional’s Embraer ERJ145 reg F-GRGK which brought me to Bologna.

Then on Sunday I took KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EXF to go back to Amsterdam. There was a medical emergency on board this flight and so we tried to get as fast as possible to Schiphol. We landed at runway 36R, thus allowing quick taxi to the terminal, where a team of paramedics were already on standby and immediately entered the plane once the door was opened. All passengers were asked to wait for the patient to be taken care of and escorted out of the plane by the paramedics. It was quite a sight and amazing to see how professional everyone involved in this emergency situation was!

The Weather

Anyway, I went to Bologna thinking that the winter weather there should be “better” than Amsterdam. As it turned out, I was very wrong, lol. In fact, it was snowing in Bologna on the one full day that I was there! Lol 😆

It was snowing in Bologna!

The snow was, of course, not the biggest problem that I had; it was actually the rain! So the weather went alternatingly between the state of snowing and raining, which was really annoying to me, haha 😛 . But well, I tried to enjoy it as much as I could! 😛

The City of Bologna

Bologna

Speaking of Bologna, it had a cute and historical city center (Bologna Centro) with all the old buildings. It appeared to me whomever did the urban planning back then thought of this horrible weather I would have today. What I really liked the most, for this particular day, of the city center was that many tall buildings got their upper floors “extended” towards the sidewalk hence provided a coverage for the pedestrian from weather like this! Hahaha 😛 .

Yeay, a coverage for pedestrian in Bologna Centro

Anyway, the city center of Bologna was, indeed, really nice, especially the architecture. This was, of course, not that surprising to find in Italy, haha. The Centro is basically anchored around the landmark of the city, Le Due Torri, or “The Two Towers” in English (reminding us much of LOTR? 😆 ).

The Two Towers of Bologna

There was also a long straight avenue with a lot of shops connecting the center of the Centro to the railway station.

The Bolognese Food

While the city itself was nice, what stood out the most to me was definitely the food! Lol 😆 . And actually I was quite excited about it. I am quite sure you are likely to have heard of a special dish coming from the city’s region. Well, it is not really a dish, actually, but a “sauce”: the bolognese sauce used for pasta!! So you have ever tried spaghetti bolognese? It is “bolognese” because that sauce was supposed to originate from this city! Haha 😆 . And so it was a no brainer that my first ever dish in the city was a tortellini bolognese with ragu!! 😀

A tortellini bolognese with ragu in Bologna!

And then, a local recommended me to try out tortellini in brodo (tortellini in broth) while staying there. This was another special Bolognese dish, apparently, where the pasta was cooked in a different way. And this dish was perfect for the weather as well. And so I was really happy to find a restaurant serving this dish in the city center.

Tortellini in brodo

And I can tell you while the dish looked simple, it was really, really delicious!! I never thought pasta could be cooked this way! Hahaha 😀

BAHASA INDONESIA

Di akhir pekan pertama Februari, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Bologna, yang mana perjalanan kedua dari dua perjalananku minggu itu! Ceritanya langsung aku tuliskan aja ya sebelum basi! 😀

Transportasi

Ruteku untuk perjalanan ini adalah Amsterdam – Lyon – Bologna – Amsterdam berturutan dengan KLM, HOP! Regional, dan KLM Cityhopper. Penerbanganku ke Lyon dioperasikan dengan Boeing 737-700nya KLM rego PH-BGN, kali kelima (!) aku terbang dengan pesawat yang satu ini dong 😅. Aku transit cukup lama di Lyon (sekitar empat jam) menunggu penerbangan lanjutanku dengan HOP! Regional Embraer ERJ145 rego F-GRGK ke Bologna. Karena pesawatnya Embraer ERJ145, jelas dong aku memilih kursi di sisi kiri pesawat yang mana adalah kursi jendela DAN lorong secara bersamaan! Haha 😛

Embraer ERJ145 milik HOP! Regional rego F-GRGK yang membawaku ke Bologna.

Lalu di hari Minggu aku kembali ke Amsterdam dengan Embraer ERJ190 milik KLM Cityhopper. Btw, di penerbangan ini terjadi kondisi darurat medis sehingga pilotnya berusaha secepat mungkin untuk mendarat di Schiphol. Kami mendarat di landasan pacu 36R, sehingga taxiing ke terminalnya nggak pakai lama, dimana di sana satu tim paramedis sudah siap siaga menunggu dan langsung masuk pesawat begitu pintu dibuka. Semua penumpang diminta untuk duduk dan menunggu untuk pasien darurat ini ditangani oleh paramedis dan diturunkan dari pesawat. Keren banget lah melihat bagaimana profesionalnya semua pihak yang terlibat dalam menangani situasi darurat ini!

Cuaca

Anyway, aku pergi ke Bologna mengira cuaca musim dingin di sana akan “lebih baik” daripada Amsterdam. Ternyata aku salah besar, haha. Malah, cuacanya bersalju dong di Bologna di satu hari penuhku di sana! Huahaha 😆 .

Bersalju loh di Bologna!

Saljunya sih, jelas, bukan masalah bagiku; yang jadi masalah adalah hujannya! Jadi cuacanya itu bergonta-ganti terus antara salju dan hujan, yang mana nyebelin dong ya, haha 😛 . Ah, tapi aku tetap berusaha menikmatinya sih! 😛

Kota Bologna

Bologna

Ngomongin Bologna, kota ini memiliki pusat kota bersejarah yang cantik banget (Bologna Centro) dengan gedung-gedung tuanya. Nah, sepertinya siapa pun yang mendisain tata kota ini dulu sudah memperkiranakn cuaca buruk yang akan aku hadapi hari ini deh. Yang aku paling suka, untuk hari ini terutama, dari pusat kotanya adalah lantai atas gedung-gedung tingginya dibuat “menjorok” ke arah trotoar gitu sehingga memayungi pejalan kaki dari cuaca macam begini! Hahaha 😛 .

Yeay, para pejalan-kaki dipayungi di Bologna Centro

Anyway, tapi bener kok pusat kota Bologna itu cantik banget, terutama arsitekturnya. Ini, tentu saja, nggak mengherankan sih namanya aja di Italia kan ya, haha. Centro-nya sendiri pada dasarnya berpusat di landmark kotanya, Le Due Torri, atau “Dua Menara” dalam bahasa Indonesia (namanya LOTR banget ya? Haha 😆 ).

Dua Menara di Bologna

Ada juga jalan besar lurus panjang yang dipenuhi dengan pertokoan yang menghubungkan pusat kota dan stasiun kereta.

Makanan a la Bologna

Walaupun kotanya sendiri cantik, yang paling spesial bagiku adalah makanannya! Haha 😆 . Dan sebenarnya aku excited banget terhadap yang satu ini. Aku cukup yakin pasti pada pernah mendengar masakan spesial yang asalnya dari daerah kota ini. Eh, bukan masakan sih sebenarnya, tetapi lebih ke “saus”, yaitu saus bolognese yang banyak digunakan untuk pasta!! Pernah makan spaghetti bolognese? Nah namanya “bolognese” karena sausnya itu asalnya adalah dari kota ini! Haha 😆 . Jadi jelas dong ya untuk makan malam pertamaku di kota ini aku memesan tortellini bolognese dengan ragu!! 😀

Tortellini bolognese dengan ragu di Bologna!

Dan kemudian, aku mendapatkan rekomendasi dari seorang lokal dari sana untuk mencoba tortellini in brodo (tortellini dengan kuah) selagi di Bologna. Ini adalah masakan spesial Bologna lainnya, ternyata, dimana pastanya dimasak dengan cara yang anti-mainstream. Kebetulan pula masakan ini cocok banget untuk cuaca macam begini kan ya. Jadilah aku senang banget ketika menemukan restoran di pusat kota yang menyediakannya.

Tortellini in brodo

Dan bisa aku bilang walaupun masakannya nampak sederhana, tetapi rasanya enak banget lho!! Sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku deh kalau pasta bisa dimasak dengan cara ini! Hahaha 😀

General Life, working life, Zilko's Life

#2069 – Hello, March

ENGLISH

So here we are now, already two months into the year of 2018. Here are some stories from my February.

February

Generally, February is the coldest month of the year in the Netherlands; and this was indeed also the case this year, especially in the last week or so.

Even the real feel in Amsterdam was –20°C yesterday evening, at only 7 PM-ish!!

However, surprisingly the weather was actually quite nice this time! There was even a strecth of days in the middle of the month where it was actually sunny with blue sky!! It was, of course, cold … but sunny!! Haha 😆 .

Bonuses

Anyway, let’s switch over to a more fun topic. So finally, this year I am qualified for the consideration to get an annual bonus and an equity bonus at work (which would be based on my own and the company’s 2017 performance)! I wasn’t qualified last year because at the time I was still “too new” in the company for these bonuses, haha.

I had a short meeting with my manager and my main stakeholder in the middle of the month where they said that I performed well enough to earn the two bonuses! Yeay! I am not going to disclose the nominal here, but I am happy with it. Even though, of course it was also (really) heavily taxed and I have been trying not to think too much about the nominal which I had to pay as tax (which was really a lot to me, haha), which can be quite hard at times, lol 😆 .

A Raise

Bonuses were not the only topic covered in that meeting; as we also discussed about … my raise! Because performed well enough last year, I would get a raise which would start kicking in this March. Yeay! Again, I am not going to disclose the amount, but let’s just say that this time it is much more than what I got last year, haha. So yeah, I am also happy with it 😀 .

***

So yeah, it is fair to say that I am entering the month of March with a good mood 😀 .

BAHASA INDONESIA

Jadi di sini lah kita, sudah dua bulan terlalui tahun 2018. Berikut ini beberapa cerita dari bulan Februariku kemarin.

Februari

Biasanya, Februari adalah bulan yang paling dingin dalam satu tahun di Belanda; dan ini juga benar adanya tahun ini, terutama semingguan terakhir ini.

Bahkan real feel dari suhu udara di Amsterdam adalah –20°C loh semalam, padahal ini baru sekitar jam 7 saja!!

Namun, yang mengagetkan adalah cuacanya cukup baik lho kali ini! Bahkan ada satu deret sekian hari di pertengahan bulan kemarin dimana cuacanya cerah dengan langit yang biru!! Jelas suhunya masih dingin sih … tapi kan setidaknya ada sinar matahari gitu ya!! Haha 😆 .

Bonus

Anyway, mari ngomongin hal yang lebih menyenangkan saja. Jadi akhirnya, tahun ini aku qualified loh untuk dipertimbangkan untuk mendapatkan bonus tahunan dan bonus ekuitas dari kantor (yang mana berdasarkan performaku dan performa kantorku di tahun 2017)! Tahun lalu aku tidak qualified karena waktu itu aku masih “terlalu baru” di kantor untuk dua jenis bonus ini, haha.

Aku bersama manajerku dan stakeholder utamaku berbincang mengenai hal ini di pertengahan bulan kemarin dimana mereka menyebutkan bahwa performaku tahun lalu bagus sehingga aku berhak mendapatkan dua bonus ini! Hore! Aku nggak akan menyebutkan nominalnya di sini sih, tapi yang jelas aku merasa senang lah. Walaupun aku harus membayar pajak yang besar (banget) untuk ini juga sih. Sejauh ini aku telah berusaha untuk tidak terlalu memikirkan besarnya nominal yang harus aku bayarkan sebagai pajak (soalnya beneran banyak banget bagiku!), yang mana kadang-kadang sulit nih, haha 😆 .

Kenaikan Gaji

Bonus bukan lah satu-satunya topik yang dibahas di perbincangan itu; karena kami juga mendiskusikan masalah … kenaikan gaji! Karena performaku tahun lalu bagus, aku mendapatkan kenaikan gaji mulai bulan Maret ini. Hore! Lagi, besarnya tidak akan aku sebutkan di sini, pokoknya yang jelas kenaikannya kali ini jauh lebih besar lah daripada tahun lalu, haha. Jadi iya, aku juga merasa senang dengan ini 😀 .

***

Jadi ya, rasanya cukup fair untuk dibilang bahwa aku memasuki bulan Maret ini dengan mood yang baik 😀 .

General Life, Zilko's Life

#2066 – Some Random Stuffs

ENGLISH

Longer days

I am happy the day has since been getting longer and longer since the Winter Solstice in December, haha (I like longer days much more than shorter days). This means that, nowadays, it is still bright when I leave my office after work! Hahaha 😆 .

Speaking of the last Winter Solstice, the last one was a unique one for me. In theory, we in the Northern Hemisphere were supposed to have the least amount of daylight that day. However, I was flying from Amsterdam to San Francisco that day and so actually I had a lot of daylight! In fact, my Winter Solstice day was actually 33 hours long thanks to the time difference between the Netherlands and California. And I spent most of that day during the day because my flight left Schiphol in the morning! Hahaha 😀

I was flying over Greenland during the last Winter Solstice 😛 .

Shift in passengers distribution

Anyway, last year I shared my observation about the passengers distribution and load on the tram ride during my morning commute. At the time I noticed that going to work earlier than my usual time was not a good idea because the tram was usually really full thanks to the rush hour. However, since then it appears that there has been a shift in the distribution and load.

A few times recently I actually got up a little bit “too early” and I decided to go to work also a little bit earlier, of course expecting a busy tram each time. However, it turned out that the tram ride was fine. It was quite full, but not that full as most of the time I still got a seat. On the other hand, a few other times when I actually left for work at my usual time, the tram was actually really full and I had to stand all the way!

A full tram in Amsterdam.

I am actually wondering if there really is a shift or this is just merely a seasonality effect. You see, I haven’t lived in Amsterdam for a year now so I can’t tell from experience whether this “shift” that I observe is a real shift (for whatever reason) or because of the winter where people behave differently in their morning commute from the summer. So we will see, I guess 😛 .

BAHASA INDONESIA

Siang yang lebih panjang

Aku senang siang hari sekarang bertambah panjang setiap harinya semenjak Winter Solstice Desember kemarin, haha (Aku lebih suka siang yang lama daripada malam yang lama). Ini berarti, sekarang-sekarang ini, masih terang loh ketika aku pulang kerja! Hahaha 😆 .

Ngomongin Winter Solstice, yang terakhir kemarin cukup unik bagiku. Secara teori, kami di belahan Bumi utara seharusnya mendapatkan sinar matahari paling sedikit dalam satu tahun hari itu. Namun, aku terbang dari Amsterdam ke San Francisco hari itu sehingga aku malah mendapatkan banyak sinar matahari! Malahan, hari Winter Solstice-ku memiliki panjang 33 jam loh karena perbedaan waktu antara Belanda dan California. Dan siang di hariku itu lama dan panjang banget karena penerbanganku berangkat dari Schiphol di pagi hari! Hahaha 😀

Aku terbang di atas Greenland ketika Winter Solstice yang lalu :P.

Pergeseran distribusi penumpang

Anyway, tahun lalu aku membagikan observasiku akan distribusi penumpang dan tingkat kepenuhan tram yang kunaiki untuk berangkat kerja di pagi hari. Waktu itu, aku perhatikan bahwa berangkat kerja lebih pagi dari jadwalku biasanya bukan lah ide yang baik karena tramnya penuh gara-gara rush hour. Namun, semenjak waktu itu sepertinya ada pergeseran di distribusi dan tingkat kepenuhannya deh.

Beberapa kali baru-baru ini aku bangun “kepagian” sehingga aku juga memutuskan untuk berangkat kerja lebih awal, tentu saja aku juga bersiap-siap akan menaiki tram yang penuh. Namun, ternyata tramnya oke-oke saja kok. Memang sih penuh, tapi nggak sepenuh itu karena seringnya aku masih dapat tempat duduk. Di sisi lain, beberapa kali di kesempatan lain ketika aku berangkat di jadwalku yang biasanya, tramnya justru penuh banget sehingga aku harus berdiri di sepanjang jalan!

Tram yang penuh di Amsterdam.

Nah aku jadi penasaran apakah memang ada pergeseran distribusi penumpang atau ini hanya efek musiman saja. Maksudku, aku kan tinggal di Amsterdam belum ada satu tahun ya sekarang sehingga aku tidak bisa menggunakan observasi dan pengalamanku untuk menyimpulkan apakah “pergeseran” ini nyata atau semata-mata karena pola orang-orang untuk berangkat kerja di musim dingin berbeda dari musim panas. Jadi kita lihat saja deh, hahaha 😛 .