#2114 – A Weekend and A Monday


My general theme for this weekend was … definitely some rest! Haha 😆 . Somehow I felt quite tired coming to this weekend, even though I only had a short week at work last week. But actually, the short week had something to do with the tiredness; as the week was “short” because I started it in Budapest for a long weekend trip, haha.

I have also been quite excited because this weekend, the main draw rounds of this year’s French Open has started! I enjoy this time, btw, when tennis matches (of big tournaments of importance and prestige) are played at “convenient” time for me who is based in Europe, haha 😆 . I mean, it is much less convenient to watch live matches being played in, say, New York for the US Open or Melbourne for the Australian Open with all those time zone differences with Europe, haha 😀 .

Though, too bad Venus Williams already lost in the first round of singles this year 😭

Anyway, this Monday was also quite unique to me as I had to work from home in the morning because I had to supervise the annual air exhaust maintenance of my apartment. It was actually supposed to happen about two weeks ago, btw. But I forgot to confirm the appointment in time because I was so busy and occupied with work. And so we had to reschedule and we agreed on this Monday, haha 😆 .

After the maintenance was done, I went to my office immediately. It was “nice” to go “this late”, though, because it made me miss the morning rush hour, especially on a Monday! Even though on the other hand the public transport frequency was also lower than during the morning rush, haha 😆 .


Tema utamaku akhir pekan kemarin ini adalah … jelas istirahat! Haha 😆 . Entah mengapa aku merasa capek ketika memasuki akhir pekan ini, walaupun sebenarnya minggu kerjaku kemarin adalah minggu yang pendek. Tapi sebenarnya justru karena merupakan minggu yang pendek itu sih aku merasa capek; karena minggunya “pendek” karena aku memulainya di Budapest untuk sebuah perjalanan long weekend, haha.

Aku juga lumayan excited akhir pekan kemarin karena ronde babak utama dari turnamen French Open tahun ini sudah dimulai! Aku menikmati waktu sekarang-sekarang ini, btw, ketika pertandingan-pertandingan tenis (dari turnamen besar dan bergengsi) dimainkan di waktu yang “enak” untukku yang berbasis di Eropa, haha 😆 . Maksudku, kan lebih nggak nyaman ya untuk menonton langsung pertandingan yang dimainkan di, misalnya, New York untuk US Open atau Melbourne untuk Australian Open dengan perbedaan waktunya dengan Eropa, haha 😀 .

Walaupun agak sebal dan sedih juga sih Venus Williams sudah kalah di babak pertama kompetisi tunggal tahun ini 😭

Anyway, hari Senin kemarin ini jugalah cukup unik untukku karena aku harus bekerja dari rumah di pagi hari karena aku mesti mengawasi perawatan tahunan exhaust udara apartemenku. Seharusnya perawatannya berlangsung dua mingguan yang lalu sih. Tapi aku lupa mengkonfirmasi jadwalnya karena pikiranku teralihkan dengan kesibukan di kantor. Jadilah kami harus menjadwalkan-ulang, dan kami setuju untuk dilakukan di hari Senin kemarin ini, haha 😆 .

Setelah perawatannya selesai, aku langsung berangkat ke kantor. “Asyik” juga berangkat “siang” begini, karena artinya aku jadi melewatkan rush hour pagi kan, apalagi di hari Senin! Walaupun di sisi lain frekuensi transportasi umumnya juga agak lebih jarang sih dibandingkan di waktu rush hour, haha 😆 .


#2113 – A Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland (Part I: Luzern)


Posts in the Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Getting to Luzern

As there was no airport in Luzern, I had to fly to Zürich, the closest city with an international airport, and then took the train from there. As my flight was scheduled to leave at 3:15 PM, I left my office for the airport just after lunch. As usual, at Schiphol I waited at the KLM Crown Lounge.

A KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXZ at Schiphol

My flight today would be operated with a KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXZ. Upon boarding, the gate notified me that I got upgraded to Europe Business Class again! Yeay! :mrgreen: And so I settled onto my new 1F seat on board PH-BXZ.

Got upgraded to Europe Business Class!!

Boarding went efficiently today where all passengers (the flight was completely full, 100% in economy and seven of the eight Europe Business Class seats were taken), but Zürich Airport was very busy so we had to wait before getting the clearance for departure. Long story short, we departed not long after and the one hour flight to Zürich started.

Not long after take off, the early dinner service was provided, which was a delicious salmon salad with some side dishes. As for the drink, I obviusly asked for the sparkling wine and a glass of water, haha. The rest of the flight was a pleasant and uneventful flight. At 4:35 PM we landed at runway 14 of Zürich Airport.

The early dinner service on KLM’s Europe Business Class flight to Zürich

At the airport, I bought a one-way train ticket to Luzern costing CHF 30. There was no direct connection departing shortly so I decided to take an option with a 20 minutes transit at Zürich HB. Long story short, I arrived at Luzern at about 6:30 PM.


A Luzern selfie

Luzern was a very pretty Swiss town, though rather petite in size, haha. I stayed for two nights there and felt like this was definitely a little bit too much for the town itself. However, there were several other interesting places nearby the city, like the Pilatus Railway, which I didn’t get the chance to visit because I didn’t have the time, haha.

Anyway, the main attraction of Luzern was the impossible-to-miss Kapellbrücke (the Chapel Bridge), a wooden pedestrian bridge crossing the Reuss River in the Altstadt Area of the city. The bridge was also connected to the Wasserturm (Water Tower) which apparently was once used as a prison and torture chamber 😅.

The Chapel Bridge and the Water Tower in Luzern

The Altstadt itself was also beautiful, as the buildings from the Medieval age were very well-preserved! The Kapellbrücke wasn’t the only wooden bridge in Luzern, btw. A bit further down the Reuss, there was the shorter Spreuerbrücke which was also a beautiful wooden bridge. This other bridge was located next to a dam on the river which also served as a recreational area. Oh btw, I was very lucky this weekend where the weather was amazing so many people took the chance to go out as well, hence the lively atmosphere!

Anyway, just like Zürich, Luzern was also quite hilly in the Altstadt. On top of one of the hills, btw, stood a Medieval fortification with several towers that were open for public (and were free of charge to visit). It was so well the effort to climb all the way up there, because the view was magnificent! Lake Luzern was visible with a backdrop of the amazing Alps Mountain. Incredible!!

Lake Luzern and the Alps in the background.

The Kapellbrücke and the Altstadt weren’t the only “tourist” destinations in the city. Das Löwendenkmal (the Lion Monument), a rock relief of a mortally-wounded lion, was also famous; and beautiful! You could really feel the mourn the sculptor would like to portray with it.

The Lion Monument in Luzern

Anyway, food-wise I was happy that I got the chance to have a raclette on this trip to Luzern! It didn’t look as I expected (As somehow I expected the waitress to pour the molten cheese to my plate in front of me; and the dish was served ready), but it tasted great!! 😀


Posting-posting dalam seri Akhir Pekan Koningsdag 2018 di Swiss:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Menuju Luzern

Karena di Luzern tidak ada bandara, aku harus terbang ke Zürich, kota terdekat dengan bandara internasional, dan dari sana naik kereta menuju Luzern. Karena penerbanganku dijadwalkan berangkat jam 3:15 sore, aku berangkat dari kantor setelah makan siang. Seperti biasa, di Schiphol aku menunggu di Crown Lounge-nya KLM.

Sebuah Boeing 737-800 milik KLM rego PH-BXZ di Schiphol

Penerbanganku hari ini akan dioperasikan KLM dengan Boeing 737-800 rego PH-BXZ. Ketika boarding, gerbangnya memberi-tahuku bahwa aku di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa lagi dong! Hore! :mrgreen: Dan jadilah kemudian aku duduk di kursi 1F di dalam PH-BXZ.

Di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa!!

Boarding berlangsung efisien hari ini (dimana penerbangannya penuh, kelas ekonomi penuh 100% dan tujuh dari delapan kursi Kelas Bisnis Eropa terisi), tetapi Bandara Zürich amat sibuk sehingga kami harus menunggu sebentar sebelum diizinkan berangkat. Singkat cerita, kami berangkat tak lama kemudian dan penerbangan satu jam ke Zürich dimulai.

Tak lama setelah lepas landas, layanan makan sore ringan disajikan, yang mana berupa salad ikan salmon dan beberapa menu sampingan. Untuk minuman, jelas dong ya aku meminta sparkling wine dan segelas air putih, haha. Sisa perjalanannya berlangsung nyaman dan uneventful. Jam 4:35 sore, pesawat mendarat di landasan pacu 14 Bandara Zürich.

Layanan makan sore di Kelas Bisnis Eropa KLM KL1961 menuju Zürich

Di bandaranya, aku membeli tiket kereta satu arah ke Luzern seharga CHF30. Tidak ada layanan langsung yang akan segera diberangkatkan waktu itu sehingga aku memutuskan untuk memilih opsi dengan transit 20 menit di Zürich HB. Singkat cerita, aku akhirnya tiba di Luzern sekitar jam 6:30 sore.


Selfie di Luzern

Luzern adalah kota kecil di Swiss yang kece banget, walaupun ukurannya tergolong kecil, haha. Aku menginap dua malam di sana dan rasanya waktu segini jelas terlalu panjang untuk kotanya saja. Namun, ada beberapa tempat yang juga menarik di sekitar kotanya, misalnya Pilatus Railway, yang mana tidak sempat aku kunjungi karena tidak sempat, haha.

Anyway, atraksi paling utama di Luzern adalah Kapellbrücke (Jembatan Kapel) yang nggak mungkin terlewatkan deh. Ini adalah sebuah jembatan kayu untuk pejalan-kaki menyeberangi Sungai Reuss di area Altstadt. Jembatannya juga terhubung dengan Wasserturm (Menara Air) yang mana ternyata dulu pernah digunakan sebagai penjara dan ruang penyiksaan 😅.

Jembatan Kapel dan Menara Air di Luzern

Altstadt-nya sendiri juga indah, dimana gedung-gedungnya yang dari abad pertengahan dirawat dengan baik! Oh iya, Kapellbrücke bukanlah satu-satunya jembatan kayu di Luzern, btw. Di sungai Reuss juga terdapat jembatan Spreuerbrücke yang lebih pendek dan juga merupakan jembatan kayu. Jembatan lain ini berlokasi di sebelah sebuah dam yang juga berfungsi sebagai area rekreasi. Oh iya, aku beruntung sekali akhir pekan ini dimana cuacanya sedang oke banget sehingga banyak orang yang memanfaatkannya dengan pergi ke luar. Sebagai akibatnya, atmosfer kotanya terasa hidup!

Anyway, seperti Zürich, Luzern jugalah berbukit-bukit di Altstadt-nya. Di salah satu bukitnya berdiri benteng dari abad pertengahan dengan beberapa menara yang dibuka untuk umum (dan tanpa dikenakan biaya masuk). Worth it banget deh memanjat ke puncak salah satu menaranya, karena pemandangannya kece banget! Danau Luzern terlihat jelas dengan latar belakang Pegunungan Alpen. Indah banget!!

Danau Luzern dan Pegunungan Alpen sebagai latar belakang.

Kapellbrücke dan Altstadt bukanlah satu-satunya atraksi “turis” di kota ini. Das Löwendenkmal (Monumen Singa), sebuah relief batu akan seekor singa yang nyaris mati karena terluka parah, juga terkenal; dan indah! Perasaan muram benar-benar terpancarkan dari karya seni ini!!

Monumen Singa di Luzern

Anyway, untuk urusan makanan aku senang aku mendapatkan kesempatan untuk makan raclette di perjalanan ke Luzern ini! Penampakan masakannya tidak seperti bayanganku sih food-wise (Entah bagaimana aku bayangkan pelayannya akan menuangkan keju yang sudah dilelehkan ke piring di depanku; sementara kenyataannya masakannya disajikan “sudah jadi”), tetapi yang penting mah rasanya enak ya!! 😀

#2111 – A Long Weekend Story


Posts in the Long Weekend in Budapest series:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

As my Instagram (@azilko) followers have known now, I went on a trip this weekend taking the advantage that it was a long weekend! 😀 This Monday was the Whit Monday (Pentecost Monday) which was a public holiday in the Netherlands. Btw, this was the last public holiday in this country this year until Christmas in late December!! 😣

In a way I have made it my goal this year to make my travels more “interesting”. One way to achieve this is by going to new places, preferably those destinations I have wanted to go to but haven’t got the opportunity. And this weekend, I went to one of those destinations: Budapest, in Hungary! 😀

Budapest selfie

I have heard and read many stories from people about how amazing Budapest was for travelling! Naturally this intrigues me a lot! 😀 But Budapest, somehow, hasn’t been the “easiest” destination for me because, as you know, I am very picky with my flights and its location that is quite far away from the Netherlands. Consequently, there are only “few” options for me because a regular weekend trip wouldn’t be enough time-wise, I feel. This means I would need to make use of a long weekend, but of course it is more difficult to find a good deal on flight tickets for a long weekend. I found a reasonable deal with Air France/KLM back in November last year (The ticket wasn’t super cheap per se, but it was reasonable for a long weekend) and decided to grab it, haha 😀 .

Though, the deal was to return to Amsterdam via Paris (with a tight 40 minutes connection) on Tuesday (more on this later as things unraveled interestingly for this one), meaning I had to “extend” the long weekend by one day in Budapest. Yeah, I did take one day of my holiday allowances for a long weekend this year despite what I wrote two weeks ago, haha 😛 . But it would be well worth-it for Budapest, I felt, which made it acceptable 😛 .

Budapest is seriously pretty

Anyway, so how was Budapest? Indeed, Budapest was seriously really, really pretty! I was also especially lucky with the weather as well where it was pretty much sunny (only with few cloud) during my entire stay there. Plus, coming from Western Europe, everything also felt cheap! Hahaha 😆 .

Here are some photos as teasers:



Posting-posting dalam seri Long Weekend in Budapest:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

Seperti yang followers Instagram (@azilko)-ku ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan kemarin ini karena adalah long weekend! 😀 Senin kemarin ini adalah Whit Monday (Pentekosta Senin) yang merupakan tanggal merah di Belanda. Btw, ini adalah tanggal merah terakhir di negara ini tahun ini sebelum Natal akhir Desember nanti dong!! 😣

Kurang lebih sudah kubulatkan tekad bahwa salah satu tujuanku tahun ini adalah membuat acara jalan-jalanku lebih “menarik”. Nah, satu cara untuk mencapainya adalah dengan pergi ke tempat-tempat baru, terutama tempat-tempat yang memang sudah ingin aku kunjungi tapi belum kesampaian. Dan akhir pekan kemarin ini, aku pergi ke salah satunya: Budapest di Hungaria! 😀

Budapest selfie

Aku sudah sering mendengar atau membaca banyak cerita dari orang-orang tentang kecenya Budapest untuk jalan-jalan! Ya jelas dong ya aku kan jadi penasaran! 😀 Tetapi Budapest sejauh ini menjadi tujuan yang “tidak mudah” untuk kukunjungi karena, tahu lah, aku kan picky banget ya untuk urusan penerbangannya dan juga lokasi kotanya yang mana lumayan jauh dari Belanda. Sebagai akibatnya, hanya ada “sedikit” pilihan untukku karena perjalanan akhir pekan biasa bakalan kurang panjang, aku rasa. Ini berarti aku harus memanfaatkan long weekend, tetapi tentu saja lebih sulit mendapatkan tiket promo di long weekend kan ya. Aku melihat ada deal yang oke lah dengan Air France/KLM di bulan November tahun lalu (Tiketnya nggak murah-murah banget sih, tapi oke lah dengan mempertimbangkan tanggalnya yang berada di long weekend) dan memutuskan untuk membelinya, haha 😀 .

Walaupun, untuk memanfaatkan deal ini aku harus kembali ke Amsterdam via Paris (dengan waktu transit yang ketat (40 menit)) di hari Selasa (Eh ada lanjutannya sih tentang ini, ceritanya kusimpan untuk nanti deh karena situasinya menarik), sehingga aku harus “memperpanjang” long weekend-ku selama satu hari di Budapest. Iya, akhirnya aku mengambil satu hari cuti untuk long weekend tahun biarpun aku menulis ini dua minggu yang lalu, haha 😛 . Tetapi karena tujuannya adalah Budapest, aku rasa bakal worth-it lah 😛 .

Budapest itu memang cantik banget

Anyway, jadi bagimana nih Budapest? Budapest memang beneran cantik banget! Aku juga beruntung terutama dengan urusan cuaca dimana cuacanya cerah (hanya sedikit awan) di keseluruhan masa tinggalku di sana. Ditambah lagi, datang dari Eropa Barat, apa-apa juga terasa murah! Huahaha 😆 .

Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

#2100 – A Koningsdag Long Weekend Story


Posts in the Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

This weekend was a long weekend in the Netherlands because Friday was the Koningsdag (the King’s birthday) which was a national holiday! Yeay!! Considering that it would have been about a year since I moved to Amsterdam, last year I was thinking that perhaps this year I would enjoy the Koningsdag in Amsterdam for the first time since 2011 (I was too exhausted to go last year because I just finished my moving from Delft). But last year I also predicted that because this year’s Koningsdag would be on a Friday, I would probably go on a long weekend trip somewhere instead.

And as my Instagram followers (@azilko) have known now, this prediction turned out to be accurate, because I did go on a long weekend trip 🙈. Yep, just a week later after my weekend trip to Munich, I went on another one because why not! Lol 😆 . But this time, I went to a new destination: Lucerne (Luzern) in Switzerland!! 😀

Lake Lucerne and Switzerland

It has been years since I wanted to visit this beautiful Swiss city; but the non-existence of an airport in Lucerne and the city being Swiss (read: an expensive European destination) made it never really come atop of my priority list. To finally realize this, I felt like a long weekend this year would be ideal as I would need to fly to/from Zurich; provided that I found a good deal on the flight ticket, which I obviously did 😀 . In the end I spent two nights in Lucerne and one night in Zurich.

And indeed Lucerne was very beautiful, especially the Altstadt area with the Medieval Chapel Bridge crossing River Reuss. It was such a small town though so two nights were definitely more than enough for the town itself. Though, a friend of mine suggested me to go to Pilatus for the steepest train ride in the world and I didn’t have the time for this as two nights were too short to include Pilatus in my itinerary, haha. I was also very lucky that the weather was great during my entire stay in Switzerland.

A Luzern selfie

Below you can find some photos as teasers from this long weekend trip!


Anyway, so perhaps I will finally enjoy Koningsdag in Amsterdam next year then! 😀


Posting-posting dalam seri Akhir Pekan Koningsdag 2018 di Swiss:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Akhir pekan kemarin ini adalah long weekend di Belanda karena hari Jumat yang lalu adalah Koningsdag (ulang tahunnya Raja) sehingga satu negara diliburkan! Hore!! Dengan mempertimbangkan akan sudah satu tahun semenjak aku pindah ke Amsterdam, tahun lalu aku berpikir mungkin tahun ini aku akan menikmati Koningsdag di Amsterdam untuk pertama kalinya semenjak 2011 (Tahun lalu aku terlalu capek untuk pergi karena aku baru saja selesai pindahan dari Delft). Tetapi tahun lalu juga kuprediksikan bahwa karena Koningsdag tahun ini akan jatuh di hari Jumat, ada kemungkinan aku malah akan jalan-jalan kemana gitu.

Dan seperti yang followers Instagramku (@azilko) sudah ketahui sekarang, prediksi ini beneran menjadi kenyataan dong, dimana aku memanfaatkannya untuk jalan-jalan 🙈. Iyaa, cuma semingguan saja semenjak akhir pekanku ke Munich, aku pergi dalam acara perjalanan yang lainnya karena mengapa tidak! Huahaha 😆 . Tapi kali ini, aku mengunjungi destinasi yang baru: Lucerne (Luzern) di Swiss!! 😀

Danau Luzern dan Swiss

Sudah lama banget sebenarnya semenjak aku ingin jalan-jalan ke kota yang Instagrammable di Swiss ini; tetapi ketiadaan bandara di Lucerne dan kotanya yang berlokasi di Swiss (baca: satu negara tujuan di Eropa yang mahal) membuat kotanya tidak pernah mencapai urutan teratas dalam daftar prioritasku. Untuk akhirnya merealisasikan keinginan ini, aku merasa satu long weekend tahun ini akan ideal untuknya karena aku perlu untuk terbang dari/ke Zurich dulu; dengan kondisi aku menemukan tiket pesawat yang oke, yang mana benar aku temukan 😀 . Pada akhirnya aku menghabiskan dua malam di Lucerne dan semalam di Zurich.

Dan memang Lucerne ini kece banget, terutama area Altstadt-nya dengan Jembatan Kapel yang bergaya abad pertengahan menyeberangi Sungai Reuss. Kota ini berukuran kecil sih sehingga sebenarnya dua malam itu lebih dari cukup lah untuknya. Eh, tapi seorang temanku menyarankanku untuk pergi ke Pilatus untuk menaiki kereta api dengan jalur tercuram di dunia dan aku tidak memiliki waktu untuk ini karena dua malam itu terlalu singkat untuk memasukkan Pilatus ke dalam itinerary-ku, haha. Oh iya aku juga sungguh beruntung dimana cuaca di sepanjang waktu di Swiss kemarin oke banget!

Selfie di Luzern

Di atas adalah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini!


Anyway, jadi mungkin aku akan akhirnya menikmati Koningsdag di Amsterdam tahun depan deh! 😀

#2067 – Rest, Finally!!


This weekend, I have been … resting!! Haha 😆 .

In the entire last week somehow I felt tired. I mean, I had enough energy to work and do all my other daily activities (including some exercises almost everyday), but I just felt tired. Even during my tennis lesson, my eye-hand coordination was definitely worse than usual, where it took my body extra effort to perform how my mind would like myself to play, haha. And then I realized that, indeed, it has been awhile since the last time I had a full weekend to recover and recharge myself!

In fact, it has been four weeks! Three weeks ago, I went on two trips in the same week (to Copenhagen and to Bologna; their posts are going to be published soon 😉 ). Then two weekends ago I had to assemble my new IKEA stuffs. And then last week I went on a weekend trip to Nice (the post will follow the two posts above 😉 ). While the trips were certainly fun (and good for my mind), my body did not get the (physical) rest it really deserved.

So coming to this weekend, this was basically how I felt:

Haha 😆

Even though, of course it was not like I did nothing for the whole weekend and just slept for the entirety of it. I still managed to clean my kitchen on Saturday, where I really cleaned it especially the stubborn grease (with the help of vinegar; and this Saturday I realized I had never used the vinegar since I bought it months ago, lol 😆 . I guess vinegar is indeed very useful for matters way beyond cooking 😛 ). I also went to the gym on Sunday, as it was freezing outside this weekend (with real feel of –6°C 😅) so outdoor activity did not sound really fun! So overall it has been quite a productive weekend in my opinion, haha 🙂 .

And now, I am ready to embrace the coming week! 🙂


Akhir pekan ini, yang aku lakukan adalah … beristirahat!! Haha 😆 .

Jadi satu minggu penuh kemarin ini aku merasa capek. Maksudku, aku masih cukup berenergi untuk bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hariku lainnya sih (termasuk berolahraga hampir setiap hari), tetapi aku merasa capek gitu. Bahkan di les tenisku minggu kemarin ini, koordinasi mata-tangan-ku jauh lebih buruk daripada biasanya deh, dimana tubuhku harus mengeluarkan effort lebih banyak untuk melaksanakan bagaimana otakku ingin aku bermain, haha. Dan kemudian aku baru sadar, bahwa ternyata memang sudah cukup lama juga semenjak terakhir kali aku memiliki satu akhir pekan penuh untuk beristirahat dan memulihkan diriku kembali!

Tepatnya, sudah empat minggu! Tiga minggu yang lalu, aku pergi dalam dua perjalanan di dalam satu minggu (ke Kopenhagen dan Bologna, posting-posting-nya akan segera aku publikasikan 😉 ). Lalu dua akhir pekan yang lalu aku harus memasang sendiri mebel-mebel baru IKEAku. Dan kemudian minggu lalu aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Nice (posting-nya akan menyusul dua posting di atas 😉 ). Walaupun perjalanan-perjalanan itu seru dan asyik (dan baik sih untuk pikiran), tetapi kan badanku jadi tidak mendapatkan kesempatan untuk beristirahat ya.

Jadilah ketika memasuki akhir pekan ini, kurang lebih begini lah perasaanku:

Haha 😆

Walaupun tentu saja sih bukan berarti aku sama sekali nggak ngapa-ngapain di akhir pekan ini dan cuma tidur saja. Aku masih sempat membersihkan dapur di hari Sabtu, dimana aku benar-benar membersihkannya terutama dari bekas-bekas minyak membandel (dengan bantuan cuka; dan Sabtu kemarin ini aku baru sadar aku baru pertama kali ini menggunakan cuka yang aku beli beberapa bulan yang lalu, haha 😆 . Ternyata memang ya cuka itu berguna untuk hal-hal lebih dari sekedar urusan masak-memasak 😛 ). Aku juga pergi ke gym di hari Minggu, soalnya suhu di luar dingin banget nih akhir pekan ini (real feel-nya –6°C 😅) sehingga bikin malas untuk beraktivitas di luar kan ya, haha. Jadi secara keseluruhan rasanya aku bisa bilang bahwa akhir pekan ini cukup produktif menurutku, haha 🙂 .

Dan sekarang, aku merasa siap untuk menghadapi minggu yang baru! 🙂

#2064 – Another Weekend Story


As my Instagram (@azilko) followers have known by now, I went on … another weekend trip this past weekend!! Hahaha 🙈. According to my KLM profile, here was the routing this weekend.


Yep, big lol 😆 . Even though actually I had a 21 hours of “transit” in Nice under this routing. So indeed it was actually a short weekend trip to Nice (I have no idea why KLM arranged the trip profile like that because I actually bought a return ticket to Nice, haha). Anyway, on a map this routing looks like this:

The routing this weekend. Created with gcmap.com

The flights were operated by Air France and HOP! Brit Air, on an Air France’s Airbus A321-200 F-GTAY, an Airbus A320-200 F-HBNF, an Airbus A319-100 F-GPMA, and a HOP! Brit Air’s Bombardier CRJ1000 F-HMLJ.

I have been to Nice once before, way back in October 2012. I remembered having nice experience in Nice that time and so I decided to come back for a weekend trip in February, while also hoping to be lucky enough to get good Cote D’Azur weather!! 😛 You know I was lucky on my second weekend trip to Marseille in a month last year, haha 😆 .

The beautiful Nice Cote D’Azur.

And, as expected, Nice was indeed nice 😛 . It was too bad that my time in Nice was not that much this time actually. The weather itself turned out to be rather “mixed”, where it was quite horrible on Saturday (it rained) but was amazing on Sunday. Anyway, here are a few photos as teasers from this short trip:


Seperti yang followers Instagram (@azilko)-ku ketahui, aku pergi dalam … sebuah perjalanan akhir pekan lagi akhir pekan kemarin ini!! Hahaha 🙈. Menurut profil KLMku, berikut ini ruteku kemarin:


Huahaha 😆 . Walaupun sebenarnya waktu “transit”-ku di Nice adalah sekitar 21 jam sih. Jadi sebenarnya perjalanan ini memang lah perjalanan akhir pekan singkat ke Nice (Aku nggak tahu juga sih kenapa KLM menampilkan perjalanan ini seperti itu di profilku padahal ketika aku membeli tiketnya, aku membeli tiket pp ke Nice kok, haha). Anyway, di peta rutenya nampak seperti ini:

Rute akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Penerbangan-penerbangannya dioperasikan oleh Air France dan HOP! Brit Air, dengan pesawatnya Air France yang Airbus A321-200 rego F-GTAY, Airbus A320-200 rego F-HBNF, Airbus A319-100 rego F-GPMA, dan pesawatnya HOP! Brit Air yang Bombardier CRJ1000 rego F-HMLJ.

Aku sudah pernah ke Nice sekali sebelumnya, dulu banget tapinya di bulan Oktober 2012. Aku ingat pengalamanku waktu itu asyik banget di kota ini makanya aku memutuskan untuk kembali dalam sebuah perjalanan akhir pekan di bulan Februari, sekalian berharap mudah-mudahan cuacanya adalah cuaca a la Cote D’Azur yang asyik!! 😛 Ya habisnya tahun lalu kan aku beruntung di perjalanan akhir pekan kedua ke Marseille dalam sebulan, haha 😆 .

Nice Cote D’Azur yang kece banget.

Dan, seperti yang kuduga, Nice was indeed nice 😛 . Sayang sih sebenarnya waktuku di Nice tidak terlalu lama. Cuacanya sendiri ternyata gado-gado banget, dimana nyebelin di hari Sabtu (hujan soalnya, haha) tetapi perfect banget di hari Minggu. Ya gitu deh, di atas adalah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

#2043 – A Winter Weekend in London (Part I: London)


Before the story becomes too old, here is the story of my weekend trip to London which took place last month in December. Posts in the A Winter Weekend in London mini series:
1. Introduction
2. Part I: London
3. Part II: The Long Way Home

KLM KL 983 (Amsterdam – London-City)

Flight: KLM KL 983 operated by CityJet
Equipment: Avro RJ 85 reg EI-RJW
ATD: 09:04 CET (Runway 36L of AMS)
ATA: 08:48 GMT (Runway 27 of LCY)

Learning from my latest experience in London, I decided that I would want to fly to London City Airport (LCY) this time around. Beside, I felt like I had an unfinished business with LCY because the last time my flight did not land at runway 09, haha 😛 . However, in its winter schedule KLM only scheduled two daily flights to LCY on a Saturday. Unfortunately, both flights were at the ungodly hours of 08:05 and 08:40 departure. Of course I chose the lesser of the two evil that was the 08:40 flight, haha 😛 .

I already checked-in online and secure the awesome 3F seat. This way, if the flight would land at runway 09 as I had hoped today, I would get the amazing view of London upon landing! 😀 However, upon boarding, I got notified that I was upgraded to Europe Business Class on this flight (which I assumed partially because the cancellation of the 08:05 flight) and was assigned an aisle 2C seat!! While this was certainly awesome, deep down I was also a little bit annoyed because if we were to land at runway 09 at LCY, I would not get my London view! Haha 😛

Anyway, the flight today would be operated with the cute CityJet’s Avro RJ85 reg EI-RJW. EI-RJW was parked at a remote stand today so we were taken by a bus to the plane. I boarded the plane and settled onto my 2C seat. The seat position was quite awkward btw because of the “misalignment” of row 1 that only had two seats, thus I felt like part of “my space” was “intruded” by boarding passengers during boarding.

The breakfast service in Europe Business Class on board KLM flight KL983 operated by CityJet

It turned out we were taking off from the Polderbaan this morning so it was quite a long taxi to the runway. Not long after take-off, the breakfast service commenced. I was given the breakfast menu which consisted of ham, cheese, yoghurt, and some fresh fruit. I accompanied those with coffee because I did not want people to judge by ordering champagne on a morning flight 😛 . As with my previous flight on board Europe Business Class between London-City and Amsterdam, the meal occupied myself pretty much through the entire duration of the short flight.

It turned KLM knew better and I was lucky today, because we did not land at runway 09! We flew straight from Amsterdam and landed at runway 27, the same runway as in my previous trip. So I was really glad to get upgraded to Europe Business Class this time because I did not miss any view upon landing! Hahaha 😛 . Thanks KLM 😛

A CityJet’s Avro RJ85 reg EI-RJW at London City Airport

Anyway, I just loved arrival at London-City Airport. It was super effecient, again, where it took me less than 20 minutes to get off the airport after EI-RJW touched down at runway 27.


Months ago upon searching for ideas of what to visit in London, I stumbled upon the following Garuda Indonesia’s post on Instagram:

Oh wow! Certainly I found it really cute and so I immediately put Camden Market as a place to visit on this weekend trip, haha. And so from London City Airport I took the DLR towards Bank, and then changed to a tube to Camden Town.

It was sunny at the Camden Market in London this morning.

London was quite sunny this morning, but don’t be fooled by this appearance because it was still like 1°C outside at the time! Haha 😛 .

Anyway, Camden Market was quite cool where some shops indeed put up some decoration on their buildings, adding special “vibe” to it. Btw for some reason the market was very crowded today. I tried to enjoy it while at the same time was looking for the building with the plane 😛 . However, after looking for it for about an hour, I still could not find it. And so I resorted to Google to look for its location. And at the location, it turned out that:

The plane had been taken down in Camden

Yeah, it turned out that the plane had been taken down! Damn!!  Well, no wonder I could not find it and it kinda disappointed me a little bit! Haha…

Anyway, it was almost noon already so I decided to go straight to my hotel to check in and get some rest. My hotel was located in western London so it took me quite some time to get there, haha.

Once I was in my room and got connected to the wifi, I received a notification from KLM that my flight to Amsterdam for the next day had been cancelled due to bad weather forecast and that they were working on rebooking me to another flight. I kept checking the rebooking option via my KLM app (which was just as up to date, it was really cool, btw!) but could not find a convenient option. The only options that I got were the 06:30 AM or the 06:15 AM flights via Paris. Obviously I wasn’t going to take a flight that early! After waiting for some time, finally I got an opening at the 11:45 AM flight and I decided to grab it!

I also decided to order a lunch at the hotel while dealing with my cancelled flight situation.

The flight drama turned out to “awaken” me and somehow I did not feel the need to nap anymore. So after securing a seat on the 11:45 AM flight, I was getting ready to go out again.

I decided to walk east and reached the Royal Albert Hall before turning south to the Natural History Museum which I last visited in 2013. The museum was quite busy this evening as there was an ice skating rink and a carrousel there.

Christmas vibe at the Natural History Museum in London

For whatever reason, London was super busy this evening too. The tube was so full of people that it actually became really uncomfortable! Originally planning to go to my favorite area of the City of London by the River Thames, I had to switch it last minute to Covent Garden and Soho, haha. Even then, it did not mean that I avoided the crowd because it was also very busy there!

Piccadilly Circus in London

Understanding that I would not be able to get a seat at a descent restaurant, I decided to have dinner at a walk-in Japanese fast food restaurant and had a chicken katsu curry that was really cheap (but also wasn’t the best Japanese dish ever as well). From there, I took the tube to go back to the hotel.

At the hotel, I ended the day by taking a very comfortable hot bath before going to bed, haha…



Posting-posting dalam serial mini A Winter Weekend in London:
1. Introduction
2. Part I: London
3. Part II: The Long Way Home

KLM KL 983 (Amsterdam – London-City)

Penerbangan: KLM KL 983 operated by CityJet
Pesawat: Avro RJ 85 reg EI-RJW
ATD: 09:04 CET (Runway 36L of AMS)
ATA: 08:48 GMT (Runway 27 of LCY)

Belajar dari pengalamanku yang sebelumnya di London, kali ini aku memutuskan untuk terbang ke Bandara London City (LCY) saja. Di samping itu, masih ada perasaan “belum selesai” dengan LCY karena terakhir kali kan penerbanganku tidak mendarat di landasan pacu 09, haha 😛 . Namun, di musim dingin ini KLM hanya memiliki jadwal penerbangan dua kali sehari saja ke LCY di hari Sabtu. Sayangnya, keduanya adalah di jam yang malesin banget yaitu keberangkatan jam 08:05 dan 08:40 pagi. Ya sudah, aku memilih yang lebih tidak malesin yaitu penerbangan jam 08:40, haha 😛 .

Aku sudah check-in online dan mengamankan kursi 3F yang asyik banget. Dengan begini, jika memang penerbangannya mendarat di landasan pacu 09 seperti harapanku, aku akan mendapatkan pemandangan kota London yang kece ketika mendarat! 😀 Namun, ketika boarding, aku diberi-tahu bahwa ternyata aku di-upgrade ke kelas bisnis Eropa dong di penerbangan ini (yang mana aku asumsikan setengahnya disebabkan karena penerbangan jam 08:05 yang dibatalkan) dan kursiku dipindahkan ke kursi lorong 2C!! Walaupun ini jelas asyik banget, tetapi di dalam hatiku ada sedikit perasaan sebal karena jika beneran pesawatnya mendarat di landasan pacu 09, artinya aku tidak akan mendapatkan pemandangan kece Londonku itu kan! Haha 😛

Anyway, penerbangan hari ini akan dioperasikan dengan Avro RJ85nya CityJet dengan rego EI-RJW. EI-RJW diparkir di tempat parkir remote sehingga kami diantarkan kesana dengan bus. Aku naik ke pesawatnya dan duduk di kursi 2Cku. Posisi kursinya agak awkward btw karena agak “tidak lurus” dengan baris 1 yang hanya memiliki dua kursi, sehingga terasa “ruangku” sedikit “terusik” oleh penumpang yang sedang naik pesawat ketika boarding.

Layanan sarapan di kelas bisnis Eropa di dalam penerbangan KLM KL983 dioperasikan oleh CityJet

Ternyata kami akan lepas landas dari Polderbaan pagi ini sehingga taxiing-nya lama. Tak lama setelah lepas landas, layanan sarapan diberikan. Aku diberikan satu nampan sarapan yang berisi ham, keju, yoghurt, dan potongan buah segar. Aku menemaninya dengan segelas kopi soalnya aku nggak mau orang men-judge jika aku memesan champagne di penerbangan pagi 😛 . Seperti penerbanganku yang lalu di kelas bisnis Eropa di antara London-City dan Amsterdam, makanan ini menyibukanku di hampir sepanjang perjalanan penerbangan jarak pendek ini.

Eh ternyata KLM tahu lebih baik dan aku beruntung hari ini, karena kami tidak mendarat di landasan pacu 09! Kami terbang lurus dari Amsterdan dan mendarat di landasan pacu 27, sama seperti penerbanganku yang lalu. Jadilah aku lega aku di-upgrade ke kelas bisnis Eropa kali ini karena toh aku tidak melewatkan apa pun dari segi pemandangan ketika mendarat! Hahaha 😛 . Terima kasih KLM 😛 .

Sebuah Avro RJ85 rego EI-RJW milik CityJet di Bandara London City

Anyway, aku suka banget dengan ketibaan di Bandara London City. Sangat efisien lagi lho, dimana aku hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit untuk keluar dari bandara setelah EI-RJW menyentuh ujung landasan pacu 27.


Berbulan-bulan sebelumnya ketika mencari ide untuk tempat baru di London untuk kukunjungi, aku melihat posting-nya Garuda Indonesia di Instagram berikut ini:

Oh wow! Kan lucu banget ya dan jadilah aku memasukkan Pasar Camden sebagai tempat untuk kukunjungi di perjalanan ini, haha. Jadilah dari Bandara London City, aku naik DLR ke Bank, dan kemudian berganti naik tube menuju Camden Town.

Cuacanya cerah pagi ini di Pasar Camden di London.

London bercuaca cerah lho pagi ini, tetapi jangan tertipu dengan kecerahannya karena toh suhunya tetap aja 1°C waktu itu! Haha 😛 .

Anyway, Pasar Camden ternyata keren juga dimana memang beberapa tokonya memasang dekorasi gitu di gedung mereka, sehingga atmosfernya terasa spesial. Btw, entah kenapa pasarnya ramai banget dengan pengunjung nih hari ini. Aku mencoba menikmatinya sementara pada saat yang sama juga mencari gedung dengan pesawatnya itu 😛 . Namun, setelah mencari-carinya selama satu jam-an, aku tidak kunjung menemukannya. Jadilah aku meng-google lokasi persisnya. Dan ketika aku pergi ke lokasi yang ditunjukkan itu, ternyata:

Dekorasi pesawatnya sudah diturunkan di Camden

Iya dong ternyata pesawatnya sudah diturunkan! Sial!!   Ya pantes aja ya kok aku nggak bisa menemukannya dan jadilah aku merasa kecewa! Haha…

Anyway, karena sudah nyaris tengah hari aku memutuskan untuk pergi ke hotelku untuk check in dan beristirahat. Hotelku berada di London barat sehingga aku membutuhkan cukup banyak waktu untuk kesana, haha.

Setelah berada di kamarku dan terkoneksi dengan internet, aku mendapatkan notifikasi dari KLM bahwa penerbanganku ke Amsterdam keesokan harinya dibatalkan karena cuaca buruk dan mereka sedang berusaha mencarikan penerbangan pengganti untukku. Aku terus mengecek pilihan-pilihan yang muncul melalui app-nya KLM (yang mana up to date banget lho, keren banget deh app-nya!) tetapi aku tidak bisa menemukan pengganti yang enak. Pilihan-pilihan yang kutemukan hanyalah penerbangan jam 06:30 pagi atau jam 06:15 pagi via Paris. Eh jelas aja dong ya aku ogah naik penerbangan jam segitu! Setelah kutunggu beberapa saat, akhirnya aku melihat ada satu kursi di penerbangan jam 11:45 pagi dan langsung kursinya aku ambil!

Aku juga memutuskan untuk makan siang di hotel aja sembari mengurus situasi penerbanganku yang dibatalkan itu.

Drama penerbangannya ternyata “membangunkanku” dan entah mengapa aku jadi merasa tidak perlu tidur siang lagi. Jadilah setelah tiket jam 11:45 itu kupastikan, aku bersiap-siap untuk keluar.

Aku berjalan-kaki ke arah timur hingga mencapai Royal Albert Hall dan kemudian berbelok ke selatan ke Natural History Museum yang terakhir kukunjungi di tahun 2013. Museumnya cukup sibuk malam itu karena ada rink untuk ice skating dan carrousel.

Suasana Natal di Natural History Museum di London

Entah mengapa, London amat sibuk malam ini. Tube-nya penuh sesak dengan orang sehingga terasa tidak nyaman! Aku yang awalnya berencana pergi ke tempat favoritku yaitu City of London di sisi Sungai Thames harus akhirnya berpindah tujuan ke Covent Garden dan Soho. Walaupun begini, bukan berarti aku menghindari keramaian karena di dua tempat ini juga ramai banget!

Piccadilly Circus di London

Karena tahu nggak mungkin aku bisa mendapatkan kursi kosong di restoran yang bagusan dikit tanpa reservasi, aku memutuskan untuk makan malam di restoran walk-in dengan menu fast food ala Jepang. Aku memesan kari chicken katsu yang harganya murah banget (tetapi ya jelas bukan makanan Jepang paling enak yang pernah kumakan sih, haha). Dari sana aku naik tube untuk kembali ke hotel.

Di hotel, hari ini kuakhiri dengan mandi berendam dengan air hangat yang mana enak banget sebelum akhirnya tidur, haha…