General Life, Tennis, Zilko's Life

#2164 – A Weekend Story

ENGLISH

Despite the title, no, I did not go on a weekend trip this weekend, haha 😆 . I was just in Amsterdam, recovering as I was travelling to Berlin the weekend before.

I started the weekend by … staying up late for a US Open third round match between my two favorite tennis players, Serena Williams and Venus Williams. There is a backstory of this particular meeting, btw. Coming into the tournament, Serena was ranked 26th meaning under normal circumstances, she would have been seeded 26th too in the tournament. However, considering she had just come back from a maternity leave (during which she was ranked number 1 in the world), the USTA, who organized the US Open, decided to exercise their special right to not follow her official ranking for seeding. Serena was bumped up as the 17th seed, just one spot below Venus’ (16th).

To be honest I found this particular reseeding to be rather “pointless” given that it was “only” 9 places up. On top of that, this meant there was a 12.5% chance for Serena to meet Venus in the third round. Had Serena not been reseeded, she could only meet Venus in the fourth round at the earliest. And guess what? Somehow this 12.5% chance became a reality!

I was really annoyed as now my two favorite players could potentially meet that early in the tournament. Though to be fair, usually I am always annoyed when Serena and Venus are drawn in the same half of the draw, especially in bigger tournaments. If it were up to me, they would always be drawn in the opposite halves so that they could only meet in the final, haha 😛 . But this particular instance is especially more annoying because I have a ticket for the women’s singles final! This means that it is guaranteed that the match I will watch this coming Saturday will not be between Serena and Venus!

Anyway, Venus, in my opinion, played well (for her standard this year) in the match but Serena’s level was just amazing. As a result, Serena won the match in comprehensive fashion.

Serena vs Venus at this year’s US Open.

***

The decision to stay up late to watch the match set the tone for the rest of the weekend: where I felt even more need to rest! Lol 😆 . I don’t know, nowadays I find staying up late more tricky to handle than, say, ten years ago. Maybe it’s my age? 😛

Though, of course this did not mean I just became a couch potato all the time doing no physical activity at all, haha. I did my usual weekend chores (grocery shopping, laundry, some light apartment cleaning, etc) and went to the gym on Sunday too. Oh and also, I got a haircut on Saturday, obviously because of my upcoming trip! 😛

BAHASA INDONESIA

Walaupun judulnya demikian, tidak kok, aku tidak pergi jalan-jalan akhir pekan ini, haha 😆 . Aku cuma di Amsterdam aja, beristirahat karena akhir pekan sebelumnya kan aku jalan-jalan ke Berlin.

Akhir pekan ini aku mulai Jumat malam dengan … begadang untuk menonton sebuah pertandingan babak ketiga US Open antara dua petenis favoritku, Serena Williams dan Venus Williams. Oh iya, pertemuan mereka kali ini ada ceritanya loh, btw. Sebelum turnamen ini dimulai, peringkat Serena adalah 26 yang berarti, biasanya, ia juga akan diunggulkan di posisi ke-26 di turnamennya. Namun dengan pertimbangan ia baru saja kembali dari cuti hamil (yang mana sewaktu cuti ia berperingkat 1 di dunia), organizer-nya US Open (USTA) memutuskan untuk menggunakan hak khusus mereka untuk tidak semata-mata mengikuti peringkat dunia resmi dalam mengurutkan pemain unggulan. Serena dinaikkan posisinya ke unggulan ke-17, satu posisi di bawah Venus (16).

Sejujurnya aku merasa perubahan posisi unggulan ini agak “tidak ada gunanya” karena toh “hanya” naik 9 posisi saja. Di samping itu, gara-gara perubahan ini jadi ada peluang sebesar 12,5% untuk Serena akan bertemu Venus di babak ketiga. Andaikata posisi Serena tidak diubah, ia hanya bisa bertemu Venus paling cepat di babak keempat. Dan apa yang terjadi? Peluang sebesar 12,5% ini beneran menjadi kenyataan dong!

Aku jelas merasa sebal dong ya dua pemain favoritku kok jadi berpotensi bertemu di babak awal di turnamen besar ini. Walaupun, sebenarnya sih, biasanya aku juga sebal ketika Serena dan Venus berada di paruh undian yang sama, terutama di turnamen-turnamen besar. Kalau bisa sesuai mauku, maunya sih mereka selalu ditempatkan di paruh yang berbeda sehingga mereka hanya bisa bertemu di babak final saja, haha 😛 . Tapi khusus untuk kejadian kali ini, rasa sebalnya jauh lebih berlipat karena aku kan memiliki tiket untuk final tunggal putri ya! Ini berarti sudah pasti pertandingan yang akan kutonton hari Sabtu ini bukanlah antara Serena dan Venus!

Anyway, menurutku Venus bermain dengan baik (berdasarkan standarnya tahun ini) di pertandingan ini, tetapi Serena bermain dengan level yang amat tinggi. Sebagai akibatnya, Serena menang dengan skor telak.

Serena vs Venus di US Open tahun ini

***

Keputusan untuk begadang untuk menonton pertandingan tenis ini ternyata mempengaruhi mood akhir pekanku ini: dimana aku semakin merasa membutuhkan yang namanya istirahat! Hahaha 😆 . Nggak tahu ya, sekarang-sekarang ini aku merasa begadang itu lebih tricky untuk dihadapi daripada, katakanlah, sepuluh tahun yang lalu. Apa ini ya yang dimaksud dengan faktor U? Haha 😛

Walaupun begitu, bukan berarti juga aku nggak ngapa-ngapain dengan tidak melakukan aktivitas fisik apa pun sih kemarin ini, haha. Aku mengerjakan pekerjaan yang memang biasanya kulakukan di akhir pekan (belanja kebutuhan sehari-hari, laundry, bersih-bersih kecil apartemen, dll) dan juga pergi ke gym di hari Minggu. Oh dan juga, aku potong rambut di hari Sabtu, jelas karena perjalananku yang akan segera datang! 😛

Advertisements
EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2143 – A Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers know, I went on another weekend trip this weekend. This time, I went to:

A Porsche car

Wait, where was that supposed to be, you say? 😛 Well, here is a clue, that was a Porsche car, and you know, Porsche’s headquarter is located in … Stuttgart. Yep, I went to Stuttgart this weekend! 😀

While technically I have been to Stuttgart seven years ago (OMG it has been SEVEN years since then?? 😱), at the time my friends and I stayed at Winnenden, a small town nearby Stuttgart, and in Stuttgart we focused on two of the most famous museums there: the Mercedes Benz Museum and the Porsche Museum. In other words, we did not really explore the city of Stuttgart itself as we had only allocated less than 24 hours there before continuing our adventure to Konstanz.

So in a way this still felt like a trip to a “new” destination to me, as my plan was to just explore the city of Stuttgart during the weekend! 😀 I felt like a weekend should be enough especially that my plan was just to go around the old town area, haha 🙂 .

And indeed, Stuttgart was nice, but the city center was rather really small to explore. I was also rather quite unfortunate with the weather where it was raining yet warm at the same time. Yeah, I felt it was ironic that this Summer has been (and still is) really hot with almost no rain in Europe but the one time I went on a trip, it was raining in my destination! Lol 😆

My flight route map this weekend. Created with gcmap.com

As for my way to get there and back, I took exactly the same routing (but in reverse direction) as my first ever Avgeek Weekend Trip in 2016. I was taking KLM Cityhopper’s direct Amsterdam-Stuttgart flight on Saturday, and the HOP! Regional and Air France combo via Paris to get back to Amsterdam on Sunday.

Anyway, it was such a nice weekend indeed. It was quite a short break (I am tempted to say “mini vacation” but I’m not sure if based on the duration this would qualify as a “vacation”, haha) that I also needed this Summer actually! :mrgreen:

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan lagi akhir pekan kemarin ini. Dan kali ini, aku pergi ke:

Sebuah mobil Porsche

Eh eh, memangnya jelas ya tujuannya kemana hanya dari foto di atas? 😛 Hmmm, satu petunjuk lagi nih, mobil di atas adalah mobil Porsche, dan tahu kan headquarter-nya Porsche itu berlokasi di … Stuttgart. Yep, aku pergi ke Stuttgart akhir pekan ini! 😀

Walaupun secara teknis memang aku sudah pernah ke Stuttgart tujuh tahun yang lalu (Astaga sudah TUJUH tahun aja dong semenjak waktu itu?? 😱), waktu itu aku dan dua temanku menginapnya di Winnenden, sebuah kota kecil banget di dekatnya Stuttgart, dan di Stuttgart-nya pun kami fokus pada dua museum paling terkenal di sana: Museum Mercedes Benz dan Museum Porsche. Dengan kata lain, waktu itu kami tidak sempat menjelajahi kota Stuttgart-nya sendiri karena kami hanya mengalokasikan waktu kurang dari 24 jam sebelum melanjutkan petualangan kami ke Konstanz.

Jadilah di satu sisi perjalanan ini masih terasa seperti perjalanan ke destinasi “baru” untukku, karena memang rencanaku adalah jalan-jalan di kota Stuttgart-nya aja di akhir pekan! 😀 Dan aku merasa satu akhir pekan cukup lah karena aku hanya berencana untuk berkeliling di area kota tuanya aja, haha 🙂 .

Dan memang, Stuttgart cantik juga, tapi pusat kotanya tergolong kecil sih untuk dikelilingi. Aku juga agak kurang beruntung dengan hal cuaca dimana kemarin ini hujan tapi panas di saat yang sama. Iya, ironis ya rasanya dimana musim panas ini sejauh ini kan (dan juga masih) panas dengan nyaris tanpa hujan di Eropa tapi kok sekalinya aku jalan-jalan malah hujan di tempat tujuanku! Haha 😆

Rute penerbanganku akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Untuk masalah transportasiku kesana dan kembalinya, aku mengambil rute yang sama persis (tapi arahnya berkebalikan) dari Avgeek Weekend Trip pertamaku di tahun 2016. Aku menaiki penerbangan langsung KLM Cityhopper di rute Amsterdam-Stuttgart di hari Sabtu, dan kemudian kombo HOP! Regional dan Air France via Paris untuk kembali ke Amsterdam di hari Minggu.

Anyway, memang akhir pekan ini adalah akhir pekan yang asyik. Dan juga merupakan sebuah break singkat (Aku agak tergoda untuk menuliskan “liburan mini” nih tapi aku nggak yakin apakah berdasarkan durasinya perjalanan ini cocok untuk disebut “liburan”, haha) yang memang aku butuhkan nih di musim panas ini! :mrgreen:

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2140 – A Short Weekend in Geneva

ENGLISH

I went on a weekend trip to Geneva at the end of June. Here is the story of that short trip…

I didn’t get that much sleep that night as I got back home late the night before due to the annual Summer Party, so I woke up feeling … , well, let’s just say I would need a lot of coffee to get through today’s travel! Haha 😆 . Long story short I arrived at Schiphol and, as usual, waited for my flight at the KLM Crown Lounge.

An Air France’s Airbus A321-100 reg F-GMZE

My first flight today would be operated by Air France with their Airbus A321-100 reg F-GMZE. It had been awhile since I flew this series of A321, and only my second time ever, actually (the first time being on an Alitalia’s three years ago). Being one of the older Air France frames mainly serving “secondary” routes, the seats on board F-GMZE were the “older” intra-European ones, though. Anyway, boarding commenced on time and I settled nicely onto my 1A seat.

The flight itself went pleasantly and it was really on time. Though, I felt like somehow the snack quality in economy on board short-haul Air France’s flights had deteriorated lately. On this flight, Air France served sandwiches with two options: tuna or egg. I chose the egg one, which looked sloppy:

The complimentary snack on board an Air France fight

and … cheap, didn’t it?

Anyway, transitting at Marseille Airport was also not as nice as I had to go out to the landside, changed terminal on foot under the 37°C Mediterranean heat, and cleared security to get back to the airside again. Though thankfully, unlike my previous transfer at Toulouse Airport, I had a long transfer time this time so I did not need to hurry, haha.

The second flight to Geneva was operated by HOP! Regional with their Embraer ERJ145 reg F-GRGD. Again, it was a pleasant, really smooth, and on time flight. I love flying with an ERJ145, though. It is a small plane so I just love taking this kind of selfies on board, haha:

The mandatory Embraer ERJ145 selfie on board HOP! Regional’s F-GRGD

I then checked in at my hotel after arriving in Geneva. After a quick rest, I went out for dinner. I knew I wanted the same steak that I had two years ago there. It wasn’t difficult to find the restaurant, haha. And the steak was still as delicious as it was two years ago! I was really satisfied!! 😀

This steak in Geneva was still as good as it was two years ago!

I went on a short walk after dinner but not for too long. While it hadn’t really been a long day, to my body it was because I didn’t get a good long sleep the night before. And so I decided to go back to the hotel not long after. Well, after enjoying the sunset and took a selfie to capture the moment, of course, haha…

A selfie with Le Jet d’Eau during sunset.

The next day I decided to take it easy again as I had nonetheless explored Geneva two years ago so I didn’t feel “rushed” at all. I had my complimentary breakfast at the hotel and checked-out just before 11 AM. I walked to Le Jet d’Eau, and then went to a Starbucks because it was really, really warm today! Starbucks did feel like an oasis! Haha 😛 .

Anyway, as Geneva was really close to the French border, I did notice a strong France influenced there. Most of the shops were closed on a Sunday! Even the main shopping street was “dead” with almost no store operating, haha… .

The food option at the Air France Lounge at Geneva Airport

I then went to the airport. I got my boarding pass at KLM’s checkin desk and proceeded to the Air France/KLM Lounge. I found the lounge decent enough especially if the waiting time was not too long. This was because the seats weren’t the most comfortable and, what I mainly missed, there was no warm food option, which I really missed.

Long story short, I boarded my KLM flight back to Amsterdam, which was operated with their Boeing 737-700 reg PH-BGR. As usual, it was a pleasant regular short-haul flight with KLM.

Yeah, that is the story of my short weekend in Geneva this summer! 😀

BAHASA INDONESIA

Aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Geneva di akhir Juni yang lalu. Berikut ini cerita dari perjalanan singkat ini…

Aku tidak tidur lama di malam sebelum keberangkatan karena aku pulang malam semalam sebelumnya karena aku ikutan Summer Party tahunan kantorku, jadilah ketika bangun aku merasa … , hmm, aku bakal butuh kopi bergelas-gelas deh hari ini! Haha 😆 . Singkat cerita, tibalah aku di Schiphol dan seperti biasa aku menunggu penerbanganku di KLM Crown Lounge.

Sebuah Airbus A321-100 rego F-GMZEnya Air France.

Penerbangan pertamaku hari ini akan dioperasikan oleh Air France dengan pesawat Airbus A321-100 rego F-GMZE. Sudah lumayan lama semenjak terakhir aku terbang dengan seri A321 ini, dan ini hanya lah kali kedua sebenarnya (kali pertama adalah dengan Alitalia tiga tahun yang lalu). Karena merupakan salah satu pesawat tertuanya Air France yang kebanyakan melayani rute-rute “sekunder”, kursi di dalam F-GMZE adalah kursi intra-Eropa model lama. Anyway, boarding berlangsung tepat waktu dan aku duduk manis di kursi 1Aku.

Penerbangannya sendiri berlangsung nyaman dan tepat waktu banget. Walaupun begitu, aku kok merasa akhir-akhir ini kualitas snack di kelas ekonomi di penerbangan jarak dekatnya Air France menurun ya. Di penerbangan ini, Air France menawarkan sandwich dengan dua pilihan isi: tuna atau telur. Aku memilih yang isi telur, dan penampakannya tidak rapi kayak gini:

Layanan snack di penerbangannya Air France

dan … nampak murahan nggak sih?

Anyway, pindah pesawat di Bandara Marseille juga nggak begitu nyaman karena aku harus keluar bandara ke area landside, pindah terminal dengan berjalan-kaki di bawah terik matahari Mediterania yang panasnya 37°C, dan melewati pemeriksaan sekuriti untuk kembali ke area airside. Tapi tidak seperti pengalaman transitku sebelumnya di Bandara Toulouse, seenggaknya kali ini waktu transitku lama sih sehingga aku tidak perlu terburu-buru, haha.

Penerbangan kedua ke Geneva hari ini dioperasikan oleh HOP! Regional dengan pesawat Embraer ERJ145 rego F-GRGD. Lagi, penerbangan ini adalah penerbangan nyaman, mulus banget, dan tepat waktu. Aku suka banget deh terbang dengan ERJ145. Pesawatnya adalah pesawat kecil jadi seru aja gitu untuk berfoto selfie kayak gin, haha:

Selfie Embraer ERJ145 wajib di dalam F-GRGDnya HOP! Regional

Aku kemudian check-in di hotelku setelah tiba di Geneva. Setelah beristirahat sejenak, aku keluar untuk makan malam. Aku tahu aku ingin kembali di restoran steak yang kukunjungi dua tahun yang lalu. Nggak sulit kok untuk menemukan restorannya, haha. Dan steak-nya masih seenak dua tahun yang lalu! Puas banget deh!! 😀

Steak di Geneva ini masih seenak dua tahun yang lalu!!

Aku kemudian berjalan-kaki sejenak setelah makan malam tapi nggak lama sih. Walaupun sebenarnya bukan lah hari yang tergolong panjang, tapi bagi badanku hari ini sudah terasa panjang banget karena semalam sebelumnya aku tidak cukup beristirahat. Jadilah aku memutuskan untuk kembali ke hotel tak lama setelahnya. Yah, tentu saja setelah menikmati sunset yang lagi kece banget hari itu dan berfoto selfie untuk mengabadikan momennya, haha…

Selfie dengan Le Jet d’Eau ketika sunset.

Keesokan harinya juga aku memutuskan untuk bersantai saja karena toh aku sudah pernah mengelilingi Geneva dua tahun yang lalu sehingga aku tidak merasa “diburu-buru”. Aku sarapan di hotelku, yang mana kamarku sudah termasuk sarapan, dan kemudian check-out sekitar jam 11 pagi. Aku berjalan-kaki ke Le Jet d’Eau, dan kemudian mampir di Starbucks karena hari ini panas banget dong! Saking panasnya Starbucks jadi berasa seperti oasis! Haha 😆 .

Anyway, karena Geneva toh memang dekat dengan perbatasan dengan Prancis, aku merasakan pengaruh Prancis yang kuat di sana. Kebanyakan toko tutup di hari Minggu itu! Bahkan jalan pertokoan utamanya terasa “mati” karena hampir tidak ada toko yang buka, haha… .

Pilihan makanan di Lounge Air France Lounge di Bandara Geneva

Jadilah kemudian aku pergi ke bandara. Aku mendapatkan boarding pass-ku di konter check-in-nya KLM dan kemudian menuju ke lounge-nya Air France/KLM. Aku merasa lounge-nya oke lah terutama jika waktu tunggu kita tidak lama. Ini karena kursinya sebenarnya tidak begitu nyaman banget dan, yang paling berpengaruh untukku, tidak ada pilihan makanan hangatnya, haha.

Singkat cerita aku kemudian menaiki penerbangan KLMku kembali ke Amsterdam, yang mana dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-700 rego PH-BGR hari ini. Seperti biasa, ini adalah penerbangan jarak-dekat reguler yang nyaman dengan KLM.

Jadi ya gitu deh cerita perjalanan singkatku ke Geneva di musim panas ini! 😀

General Life, Zilko's Life

#2114 – A Weekend and A Monday

ENGLISH

My general theme for this weekend was … definitely some rest! Haha 😆 . Somehow I felt quite tired coming to this weekend, even though I only had a short week at work last week. But actually, the short week had something to do with the tiredness; as the week was “short” because I started it in Budapest for a long weekend trip, haha.

I have also been quite excited because this weekend, the main draw rounds of this year’s French Open has started! I enjoy this time, btw, when tennis matches (of big tournaments of importance and prestige) are played at “convenient” time for me who is based in Europe, haha 😆 . I mean, it is much less convenient to watch live matches being played in, say, New York for the US Open or Melbourne for the Australian Open with all those time zone differences with Europe, haha 😀 .

Though, too bad Venus Williams already lost in the first round of singles this year 😭

Anyway, this Monday was also quite unique to me as I had to work from home in the morning because I had to supervise the annual air exhaust maintenance of my apartment. It was actually supposed to happen about two weeks ago, btw. But I forgot to confirm the appointment in time because I was so busy and occupied with work. And so we had to reschedule and we agreed on this Monday, haha 😆 .

After the maintenance was done, I went to my office immediately. It was “nice” to go “this late”, though, because it made me miss the morning rush hour, especially on a Monday! Even though on the other hand the public transport frequency was also lower than during the morning rush, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Tema utamaku akhir pekan kemarin ini adalah … jelas istirahat! Haha 😆 . Entah mengapa aku merasa capek ketika memasuki akhir pekan ini, walaupun sebenarnya minggu kerjaku kemarin adalah minggu yang pendek. Tapi sebenarnya justru karena merupakan minggu yang pendek itu sih aku merasa capek; karena minggunya “pendek” karena aku memulainya di Budapest untuk sebuah perjalanan long weekend, haha.

Aku juga lumayan excited akhir pekan kemarin karena ronde babak utama dari turnamen French Open tahun ini sudah dimulai! Aku menikmati waktu sekarang-sekarang ini, btw, ketika pertandingan-pertandingan tenis (dari turnamen besar dan bergengsi) dimainkan di waktu yang “enak” untukku yang berbasis di Eropa, haha 😆 . Maksudku, kan lebih nggak nyaman ya untuk menonton langsung pertandingan yang dimainkan di, misalnya, New York untuk US Open atau Melbourne untuk Australian Open dengan perbedaan waktunya dengan Eropa, haha 😀 .

Walaupun agak sebal dan sedih juga sih Venus Williams sudah kalah di babak pertama kompetisi tunggal tahun ini 😭

Anyway, hari Senin kemarin ini jugalah cukup unik untukku karena aku harus bekerja dari rumah di pagi hari karena aku mesti mengawasi perawatan tahunan exhaust udara apartemenku. Seharusnya perawatannya berlangsung dua mingguan yang lalu sih. Tapi aku lupa mengkonfirmasi jadwalnya karena pikiranku teralihkan dengan kesibukan di kantor. Jadilah kami harus menjadwalkan-ulang, dan kami setuju untuk dilakukan di hari Senin kemarin ini, haha 😆 .

Setelah perawatannya selesai, aku langsung berangkat ke kantor. “Asyik” juga berangkat “siang” begini, karena artinya aku jadi melewatkan rush hour pagi kan, apalagi di hari Senin! Walaupun di sisi lain frekuensi transportasi umumnya juga agak lebih jarang sih dibandingkan di waktu rush hour, haha 😆 .

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2113 – A Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland (Part I: Luzern)

ENGLISH

Posts in the Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Getting to Luzern

As there was no airport in Luzern, I had to fly to Zürich, the closest city with an international airport, and then took the train from there. As my flight was scheduled to leave at 3:15 PM, I left my office for the airport just after lunch. As usual, at Schiphol I waited at the KLM Crown Lounge.

A KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXZ at Schiphol

My flight today would be operated with a KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXZ. Upon boarding, the gate notified me that I got upgraded to Europe Business Class again! Yeay! :mrgreen: And so I settled onto my new 1F seat on board PH-BXZ.

Got upgraded to Europe Business Class!!

Boarding went efficiently today where all passengers (the flight was completely full, 100% in economy and seven of the eight Europe Business Class seats were taken), but Zürich Airport was very busy so we had to wait before getting the clearance for departure. Long story short, we departed not long after and the one hour flight to Zürich started.

Not long after take off, the early dinner service was provided, which was a delicious salmon salad with some side dishes. As for the drink, I obviusly asked for the sparkling wine and a glass of water, haha. The rest of the flight was a pleasant and uneventful flight. At 4:35 PM we landed at runway 14 of Zürich Airport.

The early dinner service on KLM’s Europe Business Class flight to Zürich

At the airport, I bought a one-way train ticket to Luzern costing CHF 30. There was no direct connection departing shortly so I decided to take an option with a 20 minutes transit at Zürich HB. Long story short, I arrived at Luzern at about 6:30 PM.

Luzern

A Luzern selfie

Luzern was a very pretty Swiss town, though rather petite in size, haha. I stayed for two nights there and felt like this was definitely a little bit too much for the town itself. However, there were several other interesting places nearby the city, like the Pilatus Railway, which I didn’t get the chance to visit because I didn’t have the time, haha.

Anyway, the main attraction of Luzern was the impossible-to-miss Kapellbrücke (the Chapel Bridge), a wooden pedestrian bridge crossing the Reuss River in the Altstadt Area of the city. The bridge was also connected to the Wasserturm (Water Tower) which apparently was once used as a prison and torture chamber 😅.

The Chapel Bridge and the Water Tower in Luzern

The Altstadt itself was also beautiful, as the buildings from the Medieval age were very well-preserved! The Kapellbrücke wasn’t the only wooden bridge in Luzern, btw. A bit further down the Reuss, there was the shorter Spreuerbrücke which was also a beautiful wooden bridge. This other bridge was located next to a dam on the river which also served as a recreational area. Oh btw, I was very lucky this weekend where the weather was amazing so many people took the chance to go out as well, hence the lively atmosphere!

Anyway, just like Zürich, Luzern was also quite hilly in the Altstadt. On top of one of the hills, btw, stood a Medieval fortification with several towers that were open for public (and were free of charge to visit). It was so well the effort to climb all the way up there, because the view was magnificent! Lake Luzern was visible with a backdrop of the amazing Alps Mountain. Incredible!!

Lake Luzern and the Alps in the background.

The Kapellbrücke and the Altstadt weren’t the only “tourist” destinations in the city. Das Löwendenkmal (the Lion Monument), a rock relief of a mortally-wounded lion, was also famous; and beautiful! You could really feel the mourn the sculptor would like to portray with it.

The Lion Monument in Luzern

Anyway, food-wise I was happy that I got the chance to have a raclette on this trip to Luzern! It didn’t look as I expected (As somehow I expected the waitress to pour the molten cheese to my plate in front of me; and the dish was served ready), but it tasted great!! 😀

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Akhir Pekan Koningsdag 2018 di Swiss:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Menuju Luzern

Karena di Luzern tidak ada bandara, aku harus terbang ke Zürich, kota terdekat dengan bandara internasional, dan dari sana naik kereta menuju Luzern. Karena penerbanganku dijadwalkan berangkat jam 3:15 sore, aku berangkat dari kantor setelah makan siang. Seperti biasa, di Schiphol aku menunggu di Crown Lounge-nya KLM.

Sebuah Boeing 737-800 milik KLM rego PH-BXZ di Schiphol

Penerbanganku hari ini akan dioperasikan KLM dengan Boeing 737-800 rego PH-BXZ. Ketika boarding, gerbangnya memberi-tahuku bahwa aku di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa lagi dong! Hore! :mrgreen: Dan jadilah kemudian aku duduk di kursi 1F di dalam PH-BXZ.

Di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa!!

Boarding berlangsung efisien hari ini (dimana penerbangannya penuh, kelas ekonomi penuh 100% dan tujuh dari delapan kursi Kelas Bisnis Eropa terisi), tetapi Bandara Zürich amat sibuk sehingga kami harus menunggu sebentar sebelum diizinkan berangkat. Singkat cerita, kami berangkat tak lama kemudian dan penerbangan satu jam ke Zürich dimulai.

Tak lama setelah lepas landas, layanan makan sore ringan disajikan, yang mana berupa salad ikan salmon dan beberapa menu sampingan. Untuk minuman, jelas dong ya aku meminta sparkling wine dan segelas air putih, haha. Sisa perjalanannya berlangsung nyaman dan uneventful. Jam 4:35 sore, pesawat mendarat di landasan pacu 14 Bandara Zürich.

Layanan makan sore di Kelas Bisnis Eropa KLM KL1961 menuju Zürich

Di bandaranya, aku membeli tiket kereta satu arah ke Luzern seharga CHF30. Tidak ada layanan langsung yang akan segera diberangkatkan waktu itu sehingga aku memutuskan untuk memilih opsi dengan transit 20 menit di Zürich HB. Singkat cerita, aku akhirnya tiba di Luzern sekitar jam 6:30 sore.

Luzern

Selfie di Luzern

Luzern adalah kota kecil di Swiss yang kece banget, walaupun ukurannya tergolong kecil, haha. Aku menginap dua malam di sana dan rasanya waktu segini jelas terlalu panjang untuk kotanya saja. Namun, ada beberapa tempat yang juga menarik di sekitar kotanya, misalnya Pilatus Railway, yang mana tidak sempat aku kunjungi karena tidak sempat, haha.

Anyway, atraksi paling utama di Luzern adalah Kapellbrücke (Jembatan Kapel) yang nggak mungkin terlewatkan deh. Ini adalah sebuah jembatan kayu untuk pejalan-kaki menyeberangi Sungai Reuss di area Altstadt. Jembatannya juga terhubung dengan Wasserturm (Menara Air) yang mana ternyata dulu pernah digunakan sebagai penjara dan ruang penyiksaan 😅.

Jembatan Kapel dan Menara Air di Luzern

Altstadt-nya sendiri juga indah, dimana gedung-gedungnya yang dari abad pertengahan dirawat dengan baik! Oh iya, Kapellbrücke bukanlah satu-satunya jembatan kayu di Luzern, btw. Di sungai Reuss juga terdapat jembatan Spreuerbrücke yang lebih pendek dan juga merupakan jembatan kayu. Jembatan lain ini berlokasi di sebelah sebuah dam yang juga berfungsi sebagai area rekreasi. Oh iya, aku beruntung sekali akhir pekan ini dimana cuacanya sedang oke banget sehingga banyak orang yang memanfaatkannya dengan pergi ke luar. Sebagai akibatnya, atmosfer kotanya terasa hidup!

Anyway, seperti Zürich, Luzern jugalah berbukit-bukit di Altstadt-nya. Di salah satu bukitnya berdiri benteng dari abad pertengahan dengan beberapa menara yang dibuka untuk umum (dan tanpa dikenakan biaya masuk). Worth it banget deh memanjat ke puncak salah satu menaranya, karena pemandangannya kece banget! Danau Luzern terlihat jelas dengan latar belakang Pegunungan Alpen. Indah banget!!

Danau Luzern dan Pegunungan Alpen sebagai latar belakang.

Kapellbrücke dan Altstadt bukanlah satu-satunya atraksi “turis” di kota ini. Das Löwendenkmal (Monumen Singa), sebuah relief batu akan seekor singa yang nyaris mati karena terluka parah, juga terkenal; dan indah! Perasaan muram benar-benar terpancarkan dari karya seni ini!!

Monumen Singa di Luzern

Anyway, untuk urusan makanan aku senang aku mendapatkan kesempatan untuk makan raclette di perjalanan ke Luzern ini! Penampakan masakannya tidak seperti bayanganku sih food-wise (Entah bagaimana aku bayangkan pelayannya akan menuangkan keju yang sudah dilelehkan ke piring di depanku; sementara kenyataannya masakannya disajikan “sudah jadi”), tetapi yang penting mah rasanya enak ya!! 😀

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2111 – A Long Weekend Story

ENGLISH

Posts in the Long Weekend in Budapest series:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

As my Instagram (@azilko) followers have known now, I went on a trip this weekend taking the advantage that it was a long weekend! 😀 This Monday was the Whit Monday (Pentecost Monday) which was a public holiday in the Netherlands. Btw, this was the last public holiday in this country this year until Christmas in late December!! 😣

In a way I have made it my goal this year to make my travels more “interesting”. One way to achieve this is by going to new places, preferably those destinations I have wanted to go to but haven’t got the opportunity. And this weekend, I went to one of those destinations: Budapest, in Hungary! 😀

Budapest selfie

I have heard and read many stories from people about how amazing Budapest was for travelling! Naturally this intrigues me a lot! 😀 But Budapest, somehow, hasn’t been the “easiest” destination for me because, as you know, I am very picky with my flights and its location that is quite far away from the Netherlands. Consequently, there are only “few” options for me because a regular weekend trip wouldn’t be enough time-wise, I feel. This means I would need to make use of a long weekend, but of course it is more difficult to find a good deal on flight tickets for a long weekend. I found a reasonable deal with Air France/KLM back in November last year (The ticket wasn’t super cheap per se, but it was reasonable for a long weekend) and decided to grab it, haha 😀 .

Though, the deal was to return to Amsterdam via Paris (with a tight 40 minutes connection) on Tuesday (more on this later as things unraveled interestingly for this one), meaning I had to “extend” the long weekend by one day in Budapest. Yeah, I did take one day of my holiday allowances for a long weekend this year despite what I wrote two weeks ago, haha 😛 . But it would be well worth-it for Budapest, I felt, which made it acceptable 😛 .

Budapest is seriously pretty

Anyway, so how was Budapest? Indeed, Budapest was seriously really, really pretty! I was also especially lucky with the weather as well where it was pretty much sunny (only with few cloud) during my entire stay there. Plus, coming from Western Europe, everything also felt cheap! Hahaha 😆 .

Here are some photos as teasers:

 

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Long Weekend in Budapest:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

Seperti yang followers Instagram (@azilko)-ku ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan kemarin ini karena adalah long weekend! 😀 Senin kemarin ini adalah Whit Monday (Pentekosta Senin) yang merupakan tanggal merah di Belanda. Btw, ini adalah tanggal merah terakhir di negara ini tahun ini sebelum Natal akhir Desember nanti dong!! 😣

Kurang lebih sudah kubulatkan tekad bahwa salah satu tujuanku tahun ini adalah membuat acara jalan-jalanku lebih “menarik”. Nah, satu cara untuk mencapainya adalah dengan pergi ke tempat-tempat baru, terutama tempat-tempat yang memang sudah ingin aku kunjungi tapi belum kesampaian. Dan akhir pekan kemarin ini, aku pergi ke salah satunya: Budapest di Hungaria! 😀

Budapest selfie

Aku sudah sering mendengar atau membaca banyak cerita dari orang-orang tentang kecenya Budapest untuk jalan-jalan! Ya jelas dong ya aku kan jadi penasaran! 😀 Tetapi Budapest sejauh ini menjadi tujuan yang “tidak mudah” untuk kukunjungi karena, tahu lah, aku kan picky banget ya untuk urusan penerbangannya dan juga lokasi kotanya yang mana lumayan jauh dari Belanda. Sebagai akibatnya, hanya ada “sedikit” pilihan untukku karena perjalanan akhir pekan biasa bakalan kurang panjang, aku rasa. Ini berarti aku harus memanfaatkan long weekend, tetapi tentu saja lebih sulit mendapatkan tiket promo di long weekend kan ya. Aku melihat ada deal yang oke lah dengan Air France/KLM di bulan November tahun lalu (Tiketnya nggak murah-murah banget sih, tapi oke lah dengan mempertimbangkan tanggalnya yang berada di long weekend) dan memutuskan untuk membelinya, haha 😀 .

Walaupun, untuk memanfaatkan deal ini aku harus kembali ke Amsterdam via Paris (dengan waktu transit yang ketat (40 menit)) di hari Selasa (Eh ada lanjutannya sih tentang ini, ceritanya kusimpan untuk nanti deh karena situasinya menarik), sehingga aku harus “memperpanjang” long weekend-ku selama satu hari di Budapest. Iya, akhirnya aku mengambil satu hari cuti untuk long weekend tahun biarpun aku menulis ini dua minggu yang lalu, haha 😛 . Tetapi karena tujuannya adalah Budapest, aku rasa bakal worth-it lah 😛 .

Budapest itu memang cantik banget

Anyway, jadi bagimana nih Budapest? Budapest memang beneran cantik banget! Aku juga beruntung terutama dengan urusan cuaca dimana cuacanya cerah (hanya sedikit awan) di keseluruhan masa tinggalku di sana. Ditambah lagi, datang dari Eropa Barat, apa-apa juga terasa murah! Huahaha 😆 .

Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2100 – A Koningsdag Long Weekend Story

ENGLISH

Posts in the Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

This weekend was a long weekend in the Netherlands because Friday was the Koningsdag (the King’s birthday) which was a national holiday! Yeay!! Considering that it would have been about a year since I moved to Amsterdam, last year I was thinking that perhaps this year I would enjoy the Koningsdag in Amsterdam for the first time since 2011 (I was too exhausted to go last year because I just finished my moving from Delft). But last year I also predicted that because this year’s Koningsdag would be on a Friday, I would probably go on a long weekend trip somewhere instead.

And as my Instagram followers (@azilko) have known now, this prediction turned out to be accurate, because I did go on a long weekend trip 🙈. Yep, just a week later after my weekend trip to Munich, I went on another one because why not! Lol 😆 . But this time, I went to a new destination: Lucerne (Luzern) in Switzerland!! 😀

Lake Lucerne and Switzerland

It has been years since I wanted to visit this beautiful Swiss city; but the non-existence of an airport in Lucerne and the city being Swiss (read: an expensive European destination) made it never really come atop of my priority list. To finally realize this, I felt like a long weekend this year would be ideal as I would need to fly to/from Zurich; provided that I found a good deal on the flight ticket, which I obviously did 😀 . In the end I spent two nights in Lucerne and one night in Zurich.

And indeed Lucerne was very beautiful, especially the Altstadt area with the Medieval Chapel Bridge crossing River Reuss. It was such a small town though so two nights were definitely more than enough for the town itself. Though, a friend of mine suggested me to go to Pilatus for the steepest train ride in the world and I didn’t have the time for this as two nights were too short to include Pilatus in my itinerary, haha. I was also very lucky that the weather was great during my entire stay in Switzerland.

A Luzern selfie

Below you can find some photos as teasers from this long weekend trip!

***

Anyway, so perhaps I will finally enjoy Koningsdag in Amsterdam next year then! 😀

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Akhir Pekan Koningsdag 2018 di Swiss:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Akhir pekan kemarin ini adalah long weekend di Belanda karena hari Jumat yang lalu adalah Koningsdag (ulang tahunnya Raja) sehingga satu negara diliburkan! Hore!! Dengan mempertimbangkan akan sudah satu tahun semenjak aku pindah ke Amsterdam, tahun lalu aku berpikir mungkin tahun ini aku akan menikmati Koningsdag di Amsterdam untuk pertama kalinya semenjak 2011 (Tahun lalu aku terlalu capek untuk pergi karena aku baru saja selesai pindahan dari Delft). Tetapi tahun lalu juga kuprediksikan bahwa karena Koningsdag tahun ini akan jatuh di hari Jumat, ada kemungkinan aku malah akan jalan-jalan kemana gitu.

Dan seperti yang followers Instagramku (@azilko) sudah ketahui sekarang, prediksi ini beneran menjadi kenyataan dong, dimana aku memanfaatkannya untuk jalan-jalan 🙈. Iyaa, cuma semingguan saja semenjak akhir pekanku ke Munich, aku pergi dalam acara perjalanan yang lainnya karena mengapa tidak! Huahaha 😆 . Tapi kali ini, aku mengunjungi destinasi yang baru: Lucerne (Luzern) di Swiss!! 😀

Danau Luzern dan Swiss

Sudah lama banget sebenarnya semenjak aku ingin jalan-jalan ke kota yang Instagrammable di Swiss ini; tetapi ketiadaan bandara di Lucerne dan kotanya yang berlokasi di Swiss (baca: satu negara tujuan di Eropa yang mahal) membuat kotanya tidak pernah mencapai urutan teratas dalam daftar prioritasku. Untuk akhirnya merealisasikan keinginan ini, aku merasa satu long weekend tahun ini akan ideal untuknya karena aku perlu untuk terbang dari/ke Zurich dulu; dengan kondisi aku menemukan tiket pesawat yang oke, yang mana benar aku temukan 😀 . Pada akhirnya aku menghabiskan dua malam di Lucerne dan semalam di Zurich.

Dan memang Lucerne ini kece banget, terutama area Altstadt-nya dengan Jembatan Kapel yang bergaya abad pertengahan menyeberangi Sungai Reuss. Kota ini berukuran kecil sih sehingga sebenarnya dua malam itu lebih dari cukup lah untuknya. Eh, tapi seorang temanku menyarankanku untuk pergi ke Pilatus untuk menaiki kereta api dengan jalur tercuram di dunia dan aku tidak memiliki waktu untuk ini karena dua malam itu terlalu singkat untuk memasukkan Pilatus ke dalam itinerary-ku, haha. Oh iya aku juga sungguh beruntung dimana cuaca di sepanjang waktu di Swiss kemarin oke banget!

Selfie di Luzern

Di atas adalah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini!

***

Anyway, jadi mungkin aku akan akhirnya menikmati Koningsdag di Amsterdam tahun depan deh! 😀