#1904 – A (Long) Weekend Story

ENGLISH

The theme of this weekend of mine was to make my apartment in Amsterdam habitable, haha.

The apartment comes “empty”, i.e. I have to fill it in with furnitures so that it becomes livable. Well, at least I am “lucky” that I already get the flooring (in many cases in the Netherlands, often an apartment/house does not come with flooring, even the rental ones!) and the walls are already painted (plain white, though, but I am fine with that 😛 ). So these two factors definitely help a lot!

By furnitures, btw, those are not only the bed, tables, sofa (I ended up getting a sofa bed, btw 😛 ), cupboards, chairs, fridge, washing machine, etc; but also the curtains, lamps, etc that need to be taken care of, haha. Many of my weekends in March were filled with preparing for these stuffs; and I was able to get them all delivered this weekend, haha 😛 .

The delivery of some of my furnitures

I took a special day off on Friday (it did not take away from my regular holiday allowance 😀 ), so that I would have a lot of time for this. Obviously, knowing myself I also arranged for some helpers from the stores to help me set up many of those furnitures. Of course I had to pay extra for these services but to me this was super worth it.

So this weekend I was, basically, supervising these works. And of course I helped myself too, so that more work would be finished. Yep, the hammer drill I bought two weeks ago was for this purpose indeed.

Obviously I had to selfie

So is the work finished already? No, not at all, lol 😆 . Quite far from it, actually, lol 😆 . First of all, I just realized I did not properly measure all the dimensions in my apartment and so I bought the wrong stuffs, lol 😆 . This means there are a few things I still need to buy. Secondly, as expected, though, the work took so much time and energy; especially for me who do not do (nor like doing) this kind of activities in a regular basis, haha. And third of all, especially with the ceiling lamps, I find some of the cabling quite confusing and difficult to handle. It needed lots of creativity.

As a result, I am physically very exhausted, now. I actually don’t think this is a good use of my free time and weekend, both for my physical and mental well-being, lol 😆 . And so I am thinking of getting a handyman’s help to do the rest of the work for me, hahaha 😆 . This might cost some fortune (Obviously. What is expensive in the Netherlands is the wage!), but it is worth it!

The assembly extra service was so worth it!!

Nonetheless, at least I can say I learned a few new skills over this (long) weekend. While, to be honest, I didn’t really enjoy it a lot, at least I felt the joy and satisfaction when the stuffs I assembled worked! Lol 😆 .

BAHASA INDONESIA

Tema akhir pekanku kali ini adalah membuat apartemenku di Amsterdam bisa dihuni, haha.

Jadi ceritanya apartemenku ini aku dapatkan “kosong”, artinya aku harus mengisinya dengan mebel-mebel agar bisa aku tempati. Yah, setidaknya aku “beruntung” sih apartemennya sudah berlantai (cukup umum di Belanda, apartemen/rumah itu belum ada lantainya, termasuk yang untuk disewakan!) dan temboknya juga sudah dicat (putih polos sih, tapi aku nggak apa-apa sih dengan warna ini 😛 ). Jadi kedua faktor ini jelas membantu banget!

Dengan mebel-mebel, btw, bukan hanya ranjang, meja-meja, sofa (akhirnya aku membeli sofa bed sih, 😛 ), kursi-kursi, lemari, kulkas, mesin cuci, dll; tetapi juga gorden, lampu-lampu, dll yang juga harus diurus kan, haha. Nah, kebanyakan akhir pekanku bulan Maret lalu aku gunakan untuk mengurus ini nih. Dan aku meminta semuanya untuk diantar akhir pekan ini, haha 😛 .

Pengantaran sebagian dari mebel-mebelku

Aku mengambil cuti spesial di hari Jumat (jadi jatah cuti biasaku tidak berkurang 😀 ), sehingga aku memiliki banyak waktu untuk ini. Jelas, dengan mengetahui diriku sendiri, aku juga membayar jasa beberapa orang untuk membantuku memasang barang-barang ini. Jelas aku harus membayar ekstra tetapi bagiku ini worth it banget.

Jadilah akhir pekan ini aku mengawasi pekerjaan ini. Dan tentu saja aku juga ikutan membantu, sehingga semakin banyak pekerjaan yang terselesaikan. Iya, memang bor perkusi yang kubeli dua minggu yang lalu untuk ini kok.

Jelas mesti selfie dulu dong

Apakah sekarang pekerjaannya sudah selesai? Ya belum lah! Haha 😆 . Masih jauh dari selesai, haha 😆 . Pertama-tama, aku baru menyadari bahwa aku tidak mengukur dengan benar semua dimensi dari apartemenku sehingga beberapa barang yang kubeli salah dong, haha 😆 . Ini artinya ada beberapa barang lain yang masih mesti aku beli. Yang kedua, sesuai dugaanku sih, kegiatan ini sungguh memakan banyak waktu dan energi; terutama untukku yang memang nggak pernah melakukan (dan memang nggak suka) aktivitas beginian, haha. Dan yang ketiga, untuk lampu plafon, aku merasa beberapa kabelnya agak membingungkan dan sulit untuk dikerjakan. Butuh kreativitas banget!

Sebagai akibatnya, sekarang aku merasa lelah banget secara fisik. Aku rasa ini bukanlah ide yang baik untuk menghabiskan waktu senggang dan akhir pekanku, baik untuk kesehatan fisik dan mentalku, haha 😆 . Jadilah sekarang aku berniat untuk memanggil tukang aja untuk menyelesaikan semua sisa pekerjaannya untukku, hahaha 😆 . Mahal sih (Ya iya lah, di Belanda yang mahal kan memang biaya tenaga kerja!) tapi memang worth it!

Layanan ekstra pemasangannya worth it banget!!

Toh walaupun begitu, setidaknya sekarang aku bisa bilang bahwa aku mempelajari ilmu baru akhir pekan (panjang) ini. Walaupun, jujur, aku nggak begitu menikmatinya, setidaknya aku juga merasakan kebahagiaan dan kepuasan ketika aku berhasil memasang sesuatu dan itu bekerja dengan baik! Hahaha 😆 .

#1897 – A DST Weekend

ENGLISH

Spring DST

Today the Spring DST (Daylight Saving Time) takes place in the Netherlands, meaning today only consists of 23 hours instead of 24. Of the two DSTs within a year, this one is my less favorite. But well, I just have to suck it up and deal with it, haha 😆 .

A Saturday Story

Anyway, so how was Saturday? Well, it went quite well where I was actually quite productive (i.e. some things I needed to take care of were taken care of).

I spent a good part of it in Den Haag where I (finally) got a haircut. “Finally” because the last time I got a haircut was back in mid-January, two weeks before my PhD defense, haha. So I felt like my hair has been a little bit too long lately but I could not find the right time yet in previous weekends to get a haircut 😦 (I had other more urgent stuffs to take care of and, of course, my AvGeek Weekend Trip this month 🙈).

From the barbershop, I went to Gamma to buy:

A hammer drill

Yep, a hammer drill, lol 😆 .

So it turned out that for a big plan of mine (I promise I will share the story here when the right time comes, which is actually quite soon 😛 , and it is related to the “more urgent stuffs” I mentioned above), I would need to have a hammer drill, lol 😆 . So, I got one! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

DST Musim Semi

Hari ini, DST (Daylight Saving Time) musim semi berlangsung di Belanda, artinya hari ini hanya terdiri atas 23 jam saja bukannya 24. Dari dua DST dalam satu tahun, DST yang ini adalah yang tidak aku sukai. Ah, tapi ya mau bagaimana lagi ya, mesti dijalani aja! Haha 😆

Cerita Sabtu

Anyway, bagaimanakah Sabtu kemarin? Yah, berlangsung cukup baik kok dimana aku cukup produktif (baca: beberapa hal yang memang mesti aku urus beneran aku urus).

Hari itu aku habiskan di Den Haag dimana (akhirnya) aku potong rambut. “Akhirnya” karena terakhir kali aku potong rambut adalah pertengahan Januari lalu, dua minggu sebelum sidang PhDku, haha. Jadi memang rasanya rambutku sudah agak kepanjangan gitu deh akhir-akhir ini. Masalahnya, sebelum ini aku tidak memiliki waktu senggang di akhir pekan yang lalu untuk potong rambut 😦 (Ada beberapa urusan lebih penting dan, tentu saja, AvGeek Weekend Trip-ku bulan ini 🙈).

Dari salon, aku pergi ke Gamma untuk membeli:

Sebuah bor

Iya, aku membeli sebuah bor perkusi (hammer drill), huahaha 😆 .

Jadi ternyata untuk sebuah rencana besarku (aku janji ceritanya akan kubagikan di sini ketika waktunya tepat, yang mana sebenarnya tidak terlalu lama lagi kok 😛 ), aku akan membutuhkan bor perkusi gitu deh, haha 😆 .

#1885 – March 1st

ENGLISH

TU Delft

Since the day I arrived in the Netherlands in August 2010, I have always been affiliated with TU Delft. I started as an international Master student back then, a status I held for exactly two years until August 2012. Immediately in September 2012, I started my PhD, which contract ended in August 2016. At the time, though, I was immediately given the hospitality contract because I hadn’t yet had my PhD thesis defense and graduation. So while I was not working for TU Delft anymore (I didn’t receive any salary, bonus, etc), I was still affiliated with TU Delft by this hospitality contract that was meant to support me to my defense. And as you know, I had my PhD defense and graduation at the end of January. So there was no more reason to renew my hospitality contract at the university, which expired this February.

Dusk and EWI building

The EEMCS Faculty at TU Delft

And as today is March 1st, it means that for the first time ever in more than 6.5 years, I am no longer affiliated to TU Delft. Well, of course I still am as an alumni; and TU Delft fills a huge part in my CV now, haha 😛 . But what I mean is, at any given time now I am not officially affiliated to TU Delft.

And for whatever reason, it feels … different! Haha

Weekend

Anyway, last weekend I was finally able to have some much-needed rest! Haha 😆 . I had been travelling non-stops the past four weekends before that (preparing for my defense, to Italy, to Marseille, and to Marseille again, haha). While those were certainly fun, realistically my body also needed some rest. And the fact that I had to spend three hours every single working day commuting now certainly did not help.

I felt a little bit sleep-deprived and I was glad I could catch up on that last weekend, haha.

A Raise

And also, this March means that … I get a raise! Yeay! Haha 😆 . Last week my team leader invited me for a talk and informed me that based on my performance, I deserved a raise. And this raise will kick into effect starting from this March. Haha! 😛

BAHASA INDONESIA

TU Delft

Semenjak aku pindah ke Belanda di bulan Agustus 2010, aku telah selalu terafiliasi dengan TU Delft. Waktu itu aku mulai sebagai mahasiswa internasional Master/S2, dimana status ini kupegang selama tepat dua tahun hingga Agustus 2012. Langsung di bulan September 2012, aku memulai PhD/S3-ku, yang mana kontraknya berakhir Agustus 2016. Waktu itu, aku langsung diberikan kontrak hospitality karena aku masih belum menjalani sidang dan wisuda PhDku. Jadi walaupun aku tidak lagi bekerja untuk TU Delft (artinya aku tidak lagi menerima gaji, bonus, dll), aku masih terafiliasi dengan TU Delft berdasarkan kontrak hospitality ini yang memang dimaksudkan untuk sebatas membantuku menjalani sidangku. Dan seperti yang telah diketahui, aku menjalani sidang dan wisuda PhDku akhir Januari lalu. Jadilah perpanjangan kontrak hospitality di TU Delft ini tidak diperlukan, yang mana kontraknya berakhir di bulan Februari.

Dusk and EWI building

Fakultas EEMCSnya TU Delft

Dan karena sekarang adalah tanggal 1 Maret, artinya untuk pertama kalinya dalam 6,5 tahun, aku tidak lagi terafiliasi dengan TU Delft. Eh, tentu saja masih sih sebagai alumni; dan TU Delft sekarang mengisi cukup banyak bagian dari CVku, haha 😛 . Tetapi maksudku adalah, di setiap waktu sekarang, aku tidak secara resmi terafiliasi dengan TU Delft lagi.

Dan entah mengapa, rasanya itu … berbeda! Haha

Akhir Pekan

Anyway, di akhir pekan kemarin akhirnya aku bisa beristirahat nih! Haha 😆 . Ceritanya aku kan sudah terus-terusan jalan-jalan di empat akhir pekan sebelumnya (mempersiapkan sidang, ke Italia, ke Marseille, dan ke Marseille lagi, haha). Walaupun jelas yang namanya jalan-jalan itu selalu seru dan asyik, secara realistis jelas dong ya badanku membutuhkan istirahat juga. Dan kondisi dimana aku harus menghabiskan tiga jam setiap hari kerja untuk nglaju jelas tidak membantu.

Aku sedikit merasa kekurangan-tidur kemarin ini; dan jadilah aku lega aku bisa menebusnya di akhir pekan kemarin, haha.

Kenaikan Gaji

Dan juga, Maret ini berarti … gajiku naik! Yeay! Haha 😆 . Minggu lalu, team leader-ku mengajakku berbincang dan memberi-tahuku bahwa berdasarkan performaku, aku berhak mendapatkan kenaikan gaji. Dan kenaikan ini akan berlaku mulai dari bulan Maret ini. Haha! 😛

#1880 – A Weekend Trip to … Marseille

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers would have known by now, I went on, yet, another weekend trip this weekend. Yep, I know, I just had a weekend trip a week ago and this weekend I went on another one, haha 😛 .

This time, the destination was … Marseille. Yes!! Marseille, again!! Lol 😆 . I know, my weekend trip last week was also to Marseille and this weekend I was back there! Haha 😛 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

This was actually a coincidence. I planned the trip this weekend way back in August last year when I felt like planning some weekend getaway in the future as I was stressed of finishing my PhD dissertation, haha. Then, it happened that this January, my parents and brother chose Marseille as a city they would like to visit during their trip to Europe. And last weekend was the perfect fit for their schedule.

And so that was it. I went to Marseille in back to back weekends! Haha 😛 .

Actually I planned this weekend trip as my first Avgeek Weekend Trip this year, though, where the focus was on the flights; you know, as I have been to Marseille in 2014 anyway. This time, this is the routing:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

The routing this weekend 😛 . Created with gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, then Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

I am not sure if I will write a post about this trip, though, as I still have my Post PhD Trip series coming up as well. But we will see. But just in case the story won’t be here, here are some photos from the trip! 🙂

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) sudah pada tahu, akhir pekan ini aku pergi dalam rangka sebuah perjalanan akhir pekan lagi loh. Iyaa, memang akhir pekan kemarin aku juga pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan dan sekarang lagi, haha 😛 .

Dan kali ini, tujuannya adalah … Marseille. Iya!! Marseille lagi!! Haha 😆 . Aku tahu, perjalanan akhir pekanku minggu lalu memang ke Marseille dan minggu ini aku kembali lagi ke sana! Haha 😛

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

Hari ini cuacanya kece banget nih di Marseille!! 

Sebenarnya ini hanyalah kebetulan. Perjalanan akhir pekan ini sudah aku rencanakan bulan Agustus lalu ketika aku sedang merasa ingin merencanakan perjalanan akhir pekan gitu untuk yang akan datang karena waktu itu aku sedang stress untuk menyelesaikan disertasi PhDku, haha. Lalu, kebetulan Januari lalu, orangtua dan adikku juga memilih Marseille sebagai salah satu tujuan mereka di kunjungan ke Eropa kali ini. Dan akhir pekan yang lalu adalah waktu yang pas di jadwal mereka.

Ya begitu deh. Aku pergi ke Marseille di dua akhir pekan yang berturutan! Haha 😛 .

Sebenarnya perjalanan kali ini aku rencanakan sebagai Avgeek Weekend Trip pertamaku tahun ini sih, dimana fokusku adalah terbang lagi; karena, toh, aku sudah pernah ke Marseille di tahun 2014. Kali ini, berikut ini ruteku:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

Rute perjalananku akhir pekan kali ini 😛 . Dibuat dengan gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, lalu Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

Aku nggak yakin sih apakah aku akan menuliskan cerita dari perjalanan kali ini, karena toh aku masih harus menuliskan cerita Perjalanan Pasca-PhDku kan. Tapi kita lihat saja. Hanya saja, untuk jaga-jaga jika memang aku tidak akan menuliskannya, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini 🙂 .

#1875 – 2016 Year End Trip (Part VIII: A Weekend In Amsterdam)

ENGLISH

Posts in the 2016 Year End Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Amsterdam to Rome to Shanghai
3. Part II: Shanghai to Bali
4. Part III: Bali
5. Part IV: Yogyakarta
6. Part V: The Food in Yogyakarta
7. Part VI: Yogyakarta to Bali to Shanghai
8. Part VII: Shanghai to Paris to Amsterdam
9. Part VIII: A Weekend in Amsterdam

***

I found it quite funny that my first weekend trip of 2017 was to: Amsterdam! Haha 😆

From Schiphol Airport, my friend and I took a Sprinter train towards Amsterdam Centraal. From there, we went to our hotel nearby, checked-in, and left our luggage in our room.

5 PM during winter solstice

Hello, Amsterdam!

For some reason, I did not feel that tired, despite having just spent 36+ hours flying non-stop from Yogyakarta to Amsterdam via Bali, Shanghai, and Paris! Haha 😆 .

Then, I took my friend to sightsee of the most (in)famous areas of Amsterdam. You know what that is, I am sure, haha 😛 . We had a mini dinner at an Asian restaurant, before going back to the hotel.

Warm noodles and roasted duck

Warm noodles and roasted duck

We checked-out right after our complimentary breakfast the next morning. My friend’s Garuda Indonesia flight to Jakarta was scheduled to leave in the late afternoon so we had the whole morning to tour Amsterdam.

We walked along the Damrak until we reached Rembrandtplein, then walked towards the Heineken Museum. From there, we took the tram towards Museumplein to go to the “I Amsterdam” tourist trap 😛 .

Rijksmuseum, Amsterdam

Rijksmuseum, Amsterdam

I took my friend to an Albert Heijn for him to buy some stroopwafels for gift, before having lunch at an Argentinian restaurant. The steak was okay, even though unfortunately the chimichurri sauce was not ready yet.

Then, it was already time for my friend to go to Schiphol. So we took my bag at the hotel and went to Schiphol. We parted there, as he had to go to Gate G to catch his flight. I took the train to go to Delft and here, my year end vacation to Indonesia officially ended.

THE END.

Bonus:

  1. It was always nice to meet an old friend, as we caught up a lot and talked over many different things. From stupid unimportant ones to the more serious life matters, lol 😆 . So in this sense, too bad we only had less than 24 hours to meet!
  2. Amsterdam on Sunday was, surprisingly, serene and relatively quiet (except in the super touristy area, of course). This swifted my perception a little bit.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2016 Year End Trip:
1. Introduction
2. Part I: Amsterdam to Rome to Shanghai
3. Part II: Shanghai to Bali
4. Part III: Bali
5. Part IV: Yogyakarta
6. Part V: The Food in Yogyakarta
7. Part VI: Yogyakarta to Bali to Shanghai
8. Part VII: Shanghai to Paris to Amsterdam
9. Part VIII: A Weekend in Amsterdam

***

Lucu rasanya bahwa tujuan pertama perjalanan akhir pekan 2017 adalah: Amsterdam! Haha 😆

Dari Bandara Schiphol, aku dan temanku menaiki kereta Sprinter menuju Amsterdam Centraal. Dari sana, kami pergi ke hotel kami di dekat stasiun, check-in, dan kemudian menaruh barang bawaan kami di kamar.

5 PM during winter solstice

Halo, Amsterdam!

Entah mengapai, aku tidak merasa lelah loh, padahal baru saja aku menghabiskan 36 jam lebih terbang non-stop dari Yogyakarta ke Amsterdam via Bali, Shanghai, dan Paris! Haha 😆 .

Lalu, aku membawa temanku untuk melihat-lihat sebuah area di Amsterdam yang “terkenal” itu, haha. Tahu lah ya apa, haha 😛 . Kemudian, kami makan malam di sebuah rumah makan Asia, sebelum kembali ke hotel.

Warm noodles and roasted duck

Mie hangat dan bebek panggang

Kami check-out setelah sarapan di hotel keesokan paginya. Penerbangan Garuda Indonesianya temanku ke Jakarta dijadwalkan berangkat di sore hari sehingga sepagian itu kami bisa jalan-jalan di Amsterdam.

Kami berjalan menyusuri Damrak hingga mencapai Rembrandtplein, dan kemudian berjalan-kaki menuju Museum Heineken. Dari sana, kami menaiki tram menuju Museumplein untuk pergi ke tourist trap tulisan “I Amsterdam” itu 😛 .

Rijksmuseum, Amsterdam

Rijksmuseum, Amsterdam

Aku mengantarkan temanku ke sebuah Albert Heijn untuknya membeli beberapa stroopwafels untuk oleh-oleh, sebelum makan siang di sebuah restoran Argentina. Steak-nya enak sih, tetapi sayangnya saus chimichurrinya masih belum siap.

Lalu, sudah waktunya untuk temanku pergi ke Schiphol. Kami mengambil tasku di hotel dan pergi ke bandara. Kami berpisah di sana, dimana ia harus masuk ke Gerbang G untuk mengejar penerbangannya. Aku menaiki kereta kembali ke Delft dan, di sini, perjalanan akhir tahunku ke Indonesia resmi berakhir.

SELESAI. 

Bonus:

  1. Selalu seru rasanya bisa bertemu teman lama, dimana kami catch up dan banyak ngobrol tentang berbagai macam hal. Mulai dari yang sangat amat nggak penting sampai pembicaraan mengenai kehidupan, haha 😆 . Jadi dari sudut pandang itu, agak sedih juga kami hanya bisa bertemu kurang dari 24 jam.
  2. Amsterdam di hari Minggu itu, ternyata, terasa tenang dan damai (eh, kecuali di area yang turistik banget ya). Ini sedikit menggeser persepsiku akan kota ini deh.

#1859 – Back in the Netherlands

ENGLISH

Two weeks went by really fast. Now, I am already back in the Netherlands; back in the winter after tasting two weeks of (eternal) summer in Indonesia, despite the raining season there, haha 😆 .

This time, my routing to go back to the Netherlands was as interesting as my departure, with only slight difference. Here it is:

My routing this time to go back to Amsterdam. Created with gcmap.com

My routing this time to go back to Amsterdam. Created with gcmap.com

Yep, I was flying Yogyakarta – Bali – Shanghai PVG – Paris CDG – Amsterdam on four different airlines: Garuda Indonesia, China Eastern, Air France, and KLM. Haha 😆

Garuda Indonesia's Boeing 737-800 reg PK-GMO

My first flight of 2017 was with Garuda Indonesia

Choosing to transit in Paris CDG instead of Rome FCO made this routing about 800 km shorter than the departure actually. But in the grand scheme of thing, it made little to no difference as I felt tired with both! Tired but happy, though. Well, especially that I got upgraded to Europe business class on the Paris CDG – Amsterdam sector!! 😍

Dinner service on board KLM's Europe business class

Upgraded to KLM’s Europe business class!!

I arrived at Schiphol on Saturday evening. However, I did not immediately go back to Delft because I had one of my best friends visiting. He just finished his study in Scotland and was on his way to go back for good to Indonesia, so he made a one night stop in Amsterdam.

Rijksmuseum, Amsterdam

Amsterdam for the weekend

So I stayed in Amsterdam that evening; and basically spent most of my weekend there, haha. And now I am (finally) back in Delft and Amsterdam (for work). Damn, back to reality! 😣 .

Anyway, yeah, that is all for now! 🙂

BAHASA INDONESIA

Dua minggu berlalu sungguh cepat. Sekarang ini, aku sudah kembali lagi di Belanda; kembali di musim dingin setelah merasakan dua minggu musim panas (abadi) di Indonesia, walaupun lagi musim hujan juga sih di sana, haha 😆 .

Kali ini, ruteku untuk kembali ke Belanda sama menariknya seperti rute keberangaktanku, hanya dengan sedikit perbedaan saja. Berikut ini rutenya:

My routing this time to go back to Amsterdam. Created with gcmap.com

Ruteku kali ini untuk kembali ke Amsterdam. Dibuat dengan gcmap.com

Yep, aku menerbangi Yogyakarta – Bali – Shanghai PVG – Paris CDG – Amsterdam dengan empat maskapai yang berbeda: Garuda Indonesia, China Eastern, Air France, dan KLM. Huahaha 😆

Garuda Indonesia's Boeing 737-800 reg PK-GMO

Penerbangan pertamaku di tahun 2017 adalah dengan Garuda Indonesia

Memilih untuk transit di Paris CDG bukannya di Roma FCO membuat rute ini sekitar 800 km lebih singkat daripada rute keberangkatanku sebenarnya. Tetapi di big picture-nya sih, perbedaannya tidak begitu signifikan karena toh di keduanya aku juga merasa capek! Eh, capek tapi senang ding. Terutama juga karena aku di-upgrade ke kelas bisnis Eropa di penerbangan Paris CDG – Amsterdamnya!! 😍

Dinner service on board KLM's Europe business class

Di-upgrade ke kelas bisnis Eropanya KLM!!

Aku tiba di Schiphol di hari Sabtu malam. Namun, aku tidak langsung kembali ke Delft karena kebetulan salah satu teman baikku sedang berkunjung. Ia baru saja menyelesaikan studinya di Skotlandia dan sedang dalam perjalanan balik (for good) ke Indonesia, jadilah dia sekalian mampir di Amsterdam.

Rijksmuseum, Amsterdam

Akhir pekan di Amsterdam

Jadilah aku menginal di Amsterdam malam itu; dan pada dasarnya akhir pekan ini aku habiskan di sana sih, haha. Barulah sekarang (akhirnya) aku kembali di Delft dan Amsterdam (untuk kerjaan maksudnya). Ah, kembali ke dunia nyata nih!  😣 .

Anyway, yah, segini dulu deh untuk sekarang! 😀

#1842 – A Weekend Story

ENGLISH

My Instagram followers (@azilko) would have known by now that I went on another trip this weekend. And the destination was, well, Frankfurt, again 😛 . You might remember earlier this year I mentioned that I did not find Frankfurt especially interesting as it I found it to be more of a business rather than a leisure city. So why did I go there, again?

Here is why.

One of the benefits I get from my company is some discounts on hotels for personal use. This benefit is in yearly-term and if I do not use mine this year (2016), it will be gone. So I figured at least I should use some of it before the year ends, haha 😆 .

Last month when looking at my agenda, I saw that I could use this weekend in December for a weekend trip. It also happened that there was a famous event which I had been wanting to visit for years but I had not had the chance yet: the Christmas Market in Germany. So I figured it was the perfect opportunity to combine these two together.

Glühwein and the Christmas Market

Glühwein and the Frankfurt Christmas Market

So I was looking for flight tickets to Germany. Btw, of course I could also consider taking the trains to some closer cities, like Düsseldorf or Cologne, but of course to me a trip without flying would be boring as hell and I would probably just rather not go, lol 😆 . Anyway, and so I found this good deal to Frankfurt. The Christmas Market in Frankfurt even had its own Wikipedia page so I figured it should be good, lol 😆 . So I decided to book the flights.

And then it was time to look for the hotel. Long story short, I found one deal to stay at a famous luxury hotel chain. The normal room rate was about €215 per night, but with my company benefit I would only need to pay €2.25 for the room, lol 😆 . Yes, a 99% discount on a room at one of the most luxurious hotel chain in the world. I don’t know about you but it sounded like a good deal to me 😛 . So I decided to book it! Haha 😆 .

So everything was set, and it was the time to go!

Haha, this is all I can share for now. As usual, here are some teasers from the trip! 🙂

BAHASA INDONESIA

Followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu bahwa aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi akhir pekan ini. Dan tujuannya adalah, yah, Frankfurt, lagi 😛 . Mungkin pada ingat awal tahun ini kusebutkan bahwa bagiku Frankfurt tidaklah terlalu menarik karena berasa lebih seperti kota bisnis dan bukan untuk liburan. Lah, lalu mengapa aku kembali kesana lagi?

Berikut ini ceritanya.

Salah satu benefit yang aku dapatkan dari perusahaanku sekarang adalah diskon di hotel-hotel untuk keperluan pribadi. Benefit ini diberikan dalam termin tahunan dan jika jatahku tahun ini (2016) tidak digunakan, jatahnya akan hangus. Ih, kan sayang dong ya jadilah aku berpikir setidaknya sebagian mesti kumanfaatkan sebelum akhir tahun, haha 😆 .

Bulan lalu ketika mengecek agendaku, aku lihat weekend yang ini di bulan Desember bisa kugunakan untuk sebuah perjalanan akhir pekan. Kebetulan juga ada acara terkenal yang sudah ingin aku kunjungi semenjak lama tetapi aku belum berkesempatan untuk mengunjunginya: Christmas Market di Jerman. Nah, jadi aku rasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk menggabungkan kedua hal ini kan ya.

Glühwein and the Christmas Market

Glühwein dan Christmas Market di Frankfurt.

Jadilah aku mulai mencari-cari tiket pesawat ke Jerman. Btw, sebenarnya bisa aja sih aku naik kereta ke beberapa kota yang dekat, misalnya Düsseldorf atau Cologne, tetapi tentu saja untukku perjalanan tanpa terbang itu sungguh amat membosankan dan mungkin mendingan sekalian nggak pergi lah, hahaha 😆 . Singkat cerita, aku menemukan tiket promo ke Frankfurt. Dan Christmas Market di Frankfurt bahkan memiliki halaman Wikipedia-nya sendiri sehingga seharusnya acaranya bagus juga lah ya, haha 😆 . Jadilah tiketnya aku beli.

Dan kemudian adalah saatnya untuk mencari-cari hotel. Singkat cerita, aku menemukan satu deal di hotelnya salah satu jaringan hotel mewah di dunia. Harga normal kamarnya semalam adalah sekitar €215 (sekitar Rp 3 juta), tetapi dengan benefit dari kantorku, aku cukup membayar €2.25 (sekitar Rp 30 ribu) saja untuknya, huahaha 😆 . Iyaa, diskon 99% untuk sebuah kamar di salah satu jaringan hotel mewah di dunia. Nggak tahu untuk kalian ya, untukku mah ini adalah deal yang oke banget 😛 . Jadilah kamarnya aku pesan! Haha 😆 .

Jadilah semua terencanakan, dan tinggal berangkat aja deh!

Haha, segini dulu yang bisa kuceritakan sekarang. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teaser dari perjalanan ini! 🙂