#1927 – AvGeek Weekend Trip #8 (AMS – BOD – CDG – AMS)

ENGLISH

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)
8. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–BOD–CDG–AMS)

Twelve days ago I went on another AvGeek Weekend Trip. As I said, at some point I hesitated going on this trip but in the end, and I am glad I did this, I decided to put aside the hesitation and still went. And here is the story of the trip 🙂 .

***

My first flight was scheduled to depart at 14:30, but I arrived at Schiphol at around 11:00 so that it was on time for brunch at KLM’s Crown Lounge, haha 😆 .


Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL 1317
Equipment: Boeing 737-700 reg PH-BGP (“Pelicaan”)
ATD: 15:05 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 16:25 CET (Runway 23 of BOD)

At 13:45 I went to the gate only to find out that a Transavia’s Boeing 737 (in SunWeb livery) was still there but was already ready for pushback. However, this was a sign that my flight would be delayed. This was not the best circumstance especially for today where my connecting time in Bordeaux was quite tight, so I got a little bit anxious, haha 😣.

Well, at least about two minutes after the Transavia flight’s departure, the KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGP that would operate my flight parked at the gate. Indeed it was really quick! Good job, Schiphol!! Haha 😆 .

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGP named “Pelicaan” arrived at the gate some two minutes after the departure of the Transavia flight.

Nonetheless, boarding commenced about 20 minutes behind schedule. There was also a queue for take-off at runway 18L so the plane left the ground 35 minutes after the scheduled departure time, haha.

There was nothing I could do at this point beside to just be in the moment and enjoy. So along with my complimentary snack, I ordered white wine (and this was after a couple glasses of sparkling wine earlier in the lounge). This worked, though, as I felt calmer afterwards.

The complimentary snack service on board KLM’s flight KL1317 to Bordeaux.

Anyway, at 16:25 we landed at runway 23 of Bordeaux Airport. We parked at the gate next to an easyJet’s flight that just arrived from the UK. Knowing there would likely be a border control at the airport, I rushed after deboarding. Indeed there were already quite many people forming lines at the border control, but luckily the lines went quite fast, haha.

I had to change terminals in Bordeaux because I was transferring to a domestic flight but luckily the airport was not really big. I could immediately went to the security check because I already had my boarding pass. And guess what, it was still 10 minutes ahead of boarding time! I made it! Haha 😆 .

Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAK at Bordeaux Airport

Of course, though, I had no time to drop by at Air France’s lounge there as boarding started not long after. Interestingly (I had never experienced this before), we were told to board as quick as possible because the airport would be closed for two hours starting from 17:30 for a training. So we had to make our 17:25 departure otherwise we would be delayed at least until 19:30.


Flight: Air France AF 7637
Equipment: Airbus A321-200 reg F-GTAK
ATD: 17:29 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:27 CET (Runway 27L of CDG)

Boarding went efficiently where I settled onto my comfortable seat 1A. I found it quite funny that at 17:19, when boarding was still ongoing, the captain announced we had 11 minutes for departure, lol 😆 . We took off at 17:29, just in time before the airport closure!! 😀

A few of these planes were already in position as we were taking off from Bordeaux

It was a pleasant domestic flight with Air France; and I especially enjoyed seat 1A! Haha 😛 . About one hour later, we landed at runway 27L of Charles De Gaulle Airport in Paris.

After getting my boarding pass back to Amsterdam, I went to an Air France’s lounge. I came in with no expectation after my latest experience there just one month earlier where I was very disappointed with the meal offers. This time, though, Air France redeemed itself and the service went back to pretty much how it was before. Phew!!

The meal service at Salon Air France

The meal service at Salon Air France

Btw, the brownies in the right picture above was really, really good!


Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL 1246
Equipment: Boeing 737-700 reg PH-BGX (“Scholekster”)
ATD: 20:29 CET (Runway 27L of CDG)
ATA: 21:10 CET (Runway 18R of AMS)

At 19:45, I left the lounge and went to the gate nearby. Not long after, boarding started for flight KL1246, which would be operated by a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGX. The flight was not full today so boarding went quite quickly.

Boarding a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGX as flight KL1246 to Amsterdam.

This was a normal Paris – Amsterdam flight. Probably because it was a late flight, KLM only served a small bag of crackers instead of the usual sandwich/wrap. At least it tasted good, though. Anyway, at 21:10 we landed at the Polderbaan in Schiphol, just six hours after taking off to Bordeaux!! Hahaha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)
8. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–BOD–CDG–AMS)

Dua belas hari yang lalu aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip lagi. Seperti yang waktu itu kuceritakan, aku sedikit ragu untuk pergi dalam perjalanan ini tetapi akhirnya, dan aku lega aku memutuskan ini, aku tetap pergi. Dan berikut ini ceritanya 🙂 .

***

Penerbangan pertamaku dijadwalkan berangkat jam 14:30, tetapi aku tiba di Schiphol sekitar jam 11:00 supaya waktunya pas untuk brunch di Crown Lounge-nya KLM, haha 😆 .


Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL 1317
Pesawat: Boeing 737-700 reg PH-BGP (“Pelicaan”)
ATD: 15:05 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 16:25 CET (Runway 23 of BOD)

Jam 13:45 aku menuju ke gate dimana ternyata sebuah Boeing 737nya Transavia (dengan livery Sunweb) masih terparkir tetapi sudah siap untuk pushback. Hanya saja, ini adalah pertanda bahwa penerbanganku akan terlambat. Dan ini bukanlah situasi terbaik untuk hari ini dimana waktu transitku di Bordeaux amat singkat, jadilah aku sedikit merasa khawatir, haha 😣.

Yah, setidaknya sih sekitar dua menit setelah pesawatnya Transavia berangkat, sebuah Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGP, yang akan mengoperasikan penerbanganku, langsung parkir di gate-ku. Sigap dan cepat banget ya! Good job, Schiphol!! Haha 😆 .

Sebuah Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGP bernama “Pelicaan” tiba di gate sekitar dua menit setelah keberangkatan pesawatnya Transavia.

Toh walaupun begitu, boarding berlangsung 20 menit di belakang jadwal. Kebetulan juga ada antrian untuk lepas landas dari landasan pacu 18L sehingga pesawatnya baru terbang 35 menit terlambat dari jadwal, haha.

Nggak ada yang bisa kulakukan di waktu ini kecuali untuk be in the moment dan menikmatinya. Jadilah untuk menemani snack komplimennya, aku memesan anggur putih (dan ini setelah dua gelas sparkling wine di lounge, haha). Dan trik ini bekerja loh, aku merasa kalem setelahnya.

Layanan snack komplimen di penerbangan KL1317nya KLM ke Bordeaux.

Jam 16:25, kami mendarat di landasan pacu 23 Bandara Bordeaux. Kami parkir di sebelah sebuah pesawatnya easyJet yang baru saja tiba dari Inggris. Karena aku tahu akan ada pemeriksaan paspor di bandara ini, aku berjalan cepat-cepat setelah turun dari pesawat. Benar saja, sudah ada banyak orang di pemeriksaan imigrasi sehingga antrian panjang terbentuk. Untungnya sih pemeriksaannya berlangsung cepat, haha.

Aku harus pindah terminal di Bordeaux karena aku transit ke penerbangan domestik. Untungnya sih bandaranya kecil. Aku dapat langsung menuju pemeriksaan sekuriti karena aku sudah mendapatkan boarding pass. Dan ternyata waktu itu masih 10 menit sebelum jadwal boarding dong! Aku berhasil dan ternyata tidak terlambat! Haha 😆 .

Sebuah Airbus A321-200 reg F-GTAK milik Air France di Bandara Bordeaux

Tentu saja tidak ada waktu untukku mampir di lounge-nya Air France di sana karena boarding berlangsung tak lama kemudian. Menariknya (belum pernah kejadian kepadaku sebelumnya), penumpang diminta untuk naik pesawat secepat mungkin karena bandaranya akan ditutup jam 17:30 selama sekitar dua jam untuk latihan penerbangan. Jadi kami harus berangkat tepat waktu yaitu jam 17:25 sesuai jadwal. Jika tidak, kami harus menunggu setidaknya sampai jam 19:30.


Penerbangan: Air France AF 7637
Pesawat: Airbus A321-200 reg F-GTAK
ATD: 17:29 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:27 CET (Runway 27L of CDG)

Boarding berlangsung efisien dan aku duduk nyaman di kursi 1Aku. Lucu juga rasanya jam 17:19, ketika sebagian penumpang masih boarding, kapten mengumumkan bahwa kami memiliki waktu 11 menit untuk berangkat, haha 😆 . Akhirnya, kami lepas landas jam 17:29, pas banget sebelum penutupan bandaranya!! 😀

Beberapa pesawat ini sudah berbaris ketika kami lepas landas dari Bordeaux.

Ini adalah penerbangan domestik dengan Air France yang nyaman; dimana aku terutama menikmati kursi 1A! Haha 😛 . Sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 27L Bandara Charles De Gaulle di Paris.

Setelah mendapatkan boarding pass-ku untuk kembali ke Amsterdam, aku pergi ke sebuah lounge-nya Air France. Aku masuk tidak dengan ekspektasi apa-apa akibat pengalaman terakhirku kesana sekitar satu bulan sebelumnya dimana aku dikecewakan dengan layanan makanannya. Kali ini, Air France menebus dirinya kembali dan level layanannya kembali ke sedia kala. Fiuh!!

Layanan makan malam di Salon Air France

Layanan makan malam di Salon Air France

Btw, brownies di foto sebelah kanan enak banget loh!


Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL 1246
Pesawat: Boeing 737-700 reg PH-BGX (“Scholekster”)
ATD: 20:29 CET (Runway 27L of CDG)
ATA: 21:10 CET (Runway 18R of AMS)

Jam 19:45, aku beranjak dari lounge dan berjalan menuju gate tidak jauh dari sana. Tak lama kemudian, boarding penerbangan KL1246 dimulai, yang mana akan dioperasikan dengan Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGX. Penerbangan ini tidak penuh hari ini sehingga boarding berlangsung cepat.

Boarding sebuah Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGX sebagai penerbangan KL1246 ke Amsterdam.

Ini adalah penerbangan normal Paris – Amsterdam. Mungkin karena penerbangan malam, KLM hanya memberikan satu bungkus kecil crackers bukannya sandwich/wrap seperti biasanya itu. Tetapi crackers-nya enak sih, haha. Anyway, jam 21:10 pesawat mendarat di Polderbaan di Schiphol, hanya sekitar enam jam setelah aku lepas landas ke Bordeaux!! Hahaha 😆 .

#1922 – An AvGeek Saturday Story

ENGLISH

My Instagram followers (@azilko) would have known by now that I went on another AvGeek Weekend Trip this Saturday! Haha 😆 . Here is the routing this weekend:

The routing this weekend. Created with: gcmap.com

I arranged this trip back when I still lived in Delft so at the time I was still influenced by my three-hour daily commute and consequently I preferred to not get up too early on a Saturday. So as a result this was a day trip (I would be back home in the same evening) with a departure in the afternoon, haha.

To be honest, after some time, a little bit of hesitation grew in my mind because the transits in Bordeaux and Paris-CDG were quite “tight”. I mean, if the Amsterdam – Bordeaux and Bordeaux – Paris CDG flights were on time, then there would be no problem. But the margin of error for any delay was quite small. And guess what? The first flight from Amsterdam to Bordeaux got delayed! 😣

Anyway, I decided to put aside my hesitation. Overall, despite the departure delay, everything turned out to be fine, haha 😆 . And so as usual, it was overall a fun trip on a Saturday for me! :mrgreen: . Here are some teasers:

BAHASA INDONESIA

Followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu sekarang bahwa hari Sabtu ini aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi! Haha 😆 . Berikut ini rutenya kali ini:

Rute akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Perjalanan ini aku susun ketika aku masih tinggal di Delft jadi waktu itu aku masih terpengaruh oleh nglaju tiga jamku dan karenanya aku lebih suka untuk tidak harus bangun pagi di hari Sabtu. Jadilah sebagai akibatnya ini adalah perjalanan satu hari (aku sudah pulang di malam harinya) dengan keberangkatan di siang hari, haha.

Sejujurnya setelah beberapa waktu sedikit perasaan ragu mulai muncul karena waktu transit di Bordeaux dan Paris-CDGnya cukup “mepet”. Jika penerbangan Amsterdam – Bordeaux dan Bordeaux – Paris CDGnya tepat waktu sih tidak masalah. Tetapi margin of error untuk delay juga jadinya kecil banget. Dan apa yang terjadi? Penerbangan pertama di rute Amsterdam – Bordeaux-nya kena delay dong! 😣

Anyway, akhirnya aku memutuskan untuk mengesampingkan perasaan ragu itu. Secara keseluruhan, walau ada delay di penerbangan pertama, ternyata toh semuanya baik-baik saja, haha 😆 . Dan seperti biasa, ini adalah perjalanan seru di hari Sabtu untukku! :mrgreen: . Di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

#1919 – 2017 Easter Long Weekend Trip (Zürich)

ENGLISH

Posts in the 2017 Easter Long Weekend Trip series:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

In short, Zürich was still as how I remembered it from 2011, it was a really beautiful city. It still stands as one of my favorite cities, haha 😆 . Though, this long weekend trip showed me the less nice side of the city too. Well, “less nice” from the perspective of a visitor/tourist.

A Zurich selfie

First of all, apparently almost everything was closed due to the Easter holiday. Consequently, there were not so much activities going on in the city. I just saw (quite many) other tourists walking around in the city centre, haha. This was already enough to make the city atmosphere “dead”.

It was not a busy weekend in Zurich

Though, possibly this was also accentuated by the weather. I have to say I was quite unlucky on this department in this trip. It was raining the entire time I was there. I had to take an umbrella (luckily my hotel provided some for guests to borrow) everytime I went out. You see, the combination of very little activities and rainy weather certainly was not the ideal one.

It was raining the whole time in Zurich

On top of that, everything in Zurich was still as expensive! At the end of the day it was still a Swiss city afterall, haha 😆 . Though, at least this time I was in a better situation financially than in 2011 when I was still living off a Master scholarships living cost allowance (at the time I still had not started my part-time job at the university either), lol 😆 . But still, of course the difference in the price of everything with the Netherlands was apparent, though I could still afford it 😛 .

RIP my money💸💸💸💸💸

Nonetheless, of course I still tried to enjoy it as much as I could, haha. I walked around the city (I didn’t feel like buying the public transport ticket), which was still pretty nice. I walked all the way from the Old Town to the Chinese Garden and back. For whatever reason, I remembered lying down on the grass in front of the Chinese Garden in 2011. It was still there, though obviously this time I did not do the same because of the rain, haha 😆 .

I was back at the Chinese Garden in Zurich

Anyway, this time I tried the Zurcher Geschnetzeltes, a Zurich local delicacy (I didn’t in 2011 as I was travelling on budget that time 😛 ). It was veal stripes served with cream sauce with mushroom and rosti. It was quite delicious and I liked it!! 🙂

Trying out a Zurcher Geschnetzeltes

Yeah, while the condition was not perfect that weekend, overall I still enjoyed my long weekend in one of my favorite cities 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Easter Long Weekend Trip:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Dalam satu kalimat, Zürich masih seperti sebagaimana yang aku ingat dari tahun 2011, kotanya sungguh indah. Kotanya masih merupakan salah satu kota favoritku, haha 😆 . Walaupun, perjalanan long weekend ini juga mengungkapkan sisi kurang begitu manisnya sih. Yah “kurang begitu manis” bagi turis maksudnya, haha.

Zurich selfie dulu dong

Pertama-tama, ternyata hampir semuanya tutup akibat hari Paskah. Sebagai akibatnya, tidak ada banyak aktivitas yang berlangsung di kotanya. Aku hanya melihat (lumayan banyak) turis-turis lain yang berkeliaran di dalam kota, haha. Ini sendiri sudah cukup untuk membuat atmosfer kotanya terasa “mati”.

Di akhir pekan itu Zurich tidak sibuk

Walaupun, suasana ini juga mungkin diperkuat cuacanya sih. Harus kubilang aku cukup tidak beruntung di bidang ini dalam perjalanan ini. Hujan terus turun di sepanjang masa tinggalku di sana. Setiap kali aku pergi ke luar, aku harus membawa payung (untungnya, hotelku menyediakan payung-payung untuk dipinjam tamunya). Nah kan, kombinasi antara aktivitas yang memang tidak banyak dan hujan jelas bukanlah kombinasi yang ideal.

Hujan terus di Zurich

Di atas itu semua, apa-apa di Zurich tetap aja mahal! Yah, bagaimana pun juga Zurich adalah sebuah kota di Swiss sih ya, haha 😆 . Walaupun, setidaknya kali ini kondisi finansialku juga lebih baik sih daripada dulu di tahun 2011 ketika aku masih hidup dengan menggantungkan jatah living cost dari beasiswa (waktu itu pun aku masih belum pekerja paruh waktu di universitas jug), haha 😆 . Namun, jelas perbedaan harga dalam hal apa pun dengan Belanda ya masih terlihat lah, walaupun aku masih mampu membayarnya sih 😛 .

RIP uangku💸💸💸💸💸

Walaupun begitu, jelas aku masih berusaha untuk menikmatinya semaksimal mungkin, haha. Aku berjalan-kaki keliling kota (aku sedang malas untuk membeli tiket transportasi umum), yang mana toh masih asyik-asyik aja. Aku berjalan dari Kota Tua ke Chinese Garden dan kemudian kembali lagi. Entah mengapa, aku ingat dulu tidur-tiduran di rumput di lapangan di depan Chinese Garden di tahun 2011. Lapangan rumputnya masih ada kok, walaupun jelas kali ini aku tidak tidur-tiduran di sana karena sedang hujan, haha 😆 .

Aku kembali di Chinese Garden di Zurich

Anyway, kali ini aku mencoba Zurcher Geschnetzeltes, sebuah masakan lokal Zurich (di tahun 2011 aku tidak mencobanya karena waktu itu budget-ku terbatas 😛 ). Ini adalah masakan potongan daging sapi muda dengan saus krim dengan jamur dan rosti. Rasanya enak juga dan aku lumayan suka! 🙂

Mencoba Zurcher Geschnetzeltes

Ya, walaupun kondisinya tidak sempurna akhir pekan itu, secara keseluruhan aku masih menikmati long weekend di salah satu kota favoritku 🙂 .

#1904 – A (Long) Weekend Story

ENGLISH

The theme of this weekend of mine was to make my apartment in Amsterdam habitable, haha.

The apartment comes “empty”, i.e. I have to fill it in with furnitures so that it becomes livable. Well, at least I am “lucky” that I already get the flooring (in many cases in the Netherlands, often an apartment/house does not come with flooring, even the rental ones!) and the walls are already painted (plain white, though, but I am fine with that 😛 ). So these two factors definitely help a lot!

By furnitures, btw, those are not only the bed, tables, sofa (I ended up getting a sofa bed, btw 😛 ), cupboards, chairs, fridge, washing machine, etc; but also the curtains, lamps, etc that need to be taken care of, haha. Many of my weekends in March were filled with preparing for these stuffs; and I was able to get them all delivered this weekend, haha 😛 .

The delivery of some of my furnitures

I took a special day off on Friday (it did not take away from my regular holiday allowance 😀 ), so that I would have a lot of time for this. Obviously, knowing myself I also arranged for some helpers from the stores to help me set up many of those furnitures. Of course I had to pay extra for these services but to me this was super worth it.

So this weekend I was, basically, supervising these works. And of course I helped myself too, so that more work would be finished. Yep, the hammer drill I bought two weeks ago was for this purpose indeed.

Obviously I had to selfie

So is the work finished already? No, not at all, lol 😆 . Quite far from it, actually, lol 😆 . First of all, I just realized I did not properly measure all the dimensions in my apartment and so I bought the wrong stuffs, lol 😆 . This means there are a few things I still need to buy. Secondly, as expected, though, the work took so much time and energy; especially for me who do not do (nor like doing) this kind of activities in a regular basis, haha. And third of all, especially with the ceiling lamps, I find some of the cabling quite confusing and difficult to handle. It needed lots of creativity.

As a result, I am physically very exhausted, now. I actually don’t think this is a good use of my free time and weekend, both for my physical and mental well-being, lol 😆 . And so I am thinking of getting a handyman’s help to do the rest of the work for me, hahaha 😆 . This might cost some fortune (Obviously. What is expensive in the Netherlands is the wage!), but it is worth it!

The assembly extra service was so worth it!!

Nonetheless, at least I can say I learned a few new skills over this (long) weekend. While, to be honest, I didn’t really enjoy it a lot, at least I felt the joy and satisfaction when the stuffs I assembled worked! Lol 😆 .

BAHASA INDONESIA

Tema akhir pekanku kali ini adalah membuat apartemenku di Amsterdam bisa dihuni, haha.

Jadi ceritanya apartemenku ini aku dapatkan “kosong”, artinya aku harus mengisinya dengan mebel-mebel agar bisa aku tempati. Yah, setidaknya aku “beruntung” sih apartemennya sudah berlantai (cukup umum di Belanda, apartemen/rumah itu belum ada lantainya, termasuk yang untuk disewakan!) dan temboknya juga sudah dicat (putih polos sih, tapi aku nggak apa-apa sih dengan warna ini 😛 ). Jadi kedua faktor ini jelas membantu banget!

Dengan mebel-mebel, btw, bukan hanya ranjang, meja-meja, sofa (akhirnya aku membeli sofa bed sih, 😛 ), kursi-kursi, lemari, kulkas, mesin cuci, dll; tetapi juga gorden, lampu-lampu, dll yang juga harus diurus kan, haha. Nah, kebanyakan akhir pekanku bulan Maret lalu aku gunakan untuk mengurus ini nih. Dan aku meminta semuanya untuk diantar akhir pekan ini, haha 😛 .

Pengantaran sebagian dari mebel-mebelku

Aku mengambil cuti spesial di hari Jumat (jadi jatah cuti biasaku tidak berkurang 😀 ), sehingga aku memiliki banyak waktu untuk ini. Jelas, dengan mengetahui diriku sendiri, aku juga membayar jasa beberapa orang untuk membantuku memasang barang-barang ini. Jelas aku harus membayar ekstra tetapi bagiku ini worth it banget.

Jadilah akhir pekan ini aku mengawasi pekerjaan ini. Dan tentu saja aku juga ikutan membantu, sehingga semakin banyak pekerjaan yang terselesaikan. Iya, memang bor perkusi yang kubeli dua minggu yang lalu untuk ini kok.

Jelas mesti selfie dulu dong

Apakah sekarang pekerjaannya sudah selesai? Ya belum lah! Haha 😆 . Masih jauh dari selesai, haha 😆 . Pertama-tama, aku baru menyadari bahwa aku tidak mengukur dengan benar semua dimensi dari apartemenku sehingga beberapa barang yang kubeli salah dong, haha 😆 . Ini artinya ada beberapa barang lain yang masih mesti aku beli. Yang kedua, sesuai dugaanku sih, kegiatan ini sungguh memakan banyak waktu dan energi; terutama untukku yang memang nggak pernah melakukan (dan memang nggak suka) aktivitas beginian, haha. Dan yang ketiga, untuk lampu plafon, aku merasa beberapa kabelnya agak membingungkan dan sulit untuk dikerjakan. Butuh kreativitas banget!

Sebagai akibatnya, sekarang aku merasa lelah banget secara fisik. Aku rasa ini bukanlah ide yang baik untuk menghabiskan waktu senggang dan akhir pekanku, baik untuk kesehatan fisik dan mentalku, haha 😆 . Jadilah sekarang aku berniat untuk memanggil tukang aja untuk menyelesaikan semua sisa pekerjaannya untukku, hahaha 😆 . Mahal sih (Ya iya lah, di Belanda yang mahal kan memang biaya tenaga kerja!) tapi memang worth it!

Layanan ekstra pemasangannya worth it banget!!

Toh walaupun begitu, setidaknya sekarang aku bisa bilang bahwa aku mempelajari ilmu baru akhir pekan (panjang) ini. Walaupun, jujur, aku nggak begitu menikmatinya, setidaknya aku juga merasakan kebahagiaan dan kepuasan ketika aku berhasil memasang sesuatu dan itu bekerja dengan baik! Hahaha 😆 .

#1897 – A DST Weekend

ENGLISH

Spring DST

Today the Spring DST (Daylight Saving Time) takes place in the Netherlands, meaning today only consists of 23 hours instead of 24. Of the two DSTs within a year, this one is my less favorite. But well, I just have to suck it up and deal with it, haha 😆 .

A Saturday Story

Anyway, so how was Saturday? Well, it went quite well where I was actually quite productive (i.e. some things I needed to take care of were taken care of).

I spent a good part of it in Den Haag where I (finally) got a haircut. “Finally” because the last time I got a haircut was back in mid-January, two weeks before my PhD defense, haha. So I felt like my hair has been a little bit too long lately but I could not find the right time yet in previous weekends to get a haircut 😦 (I had other more urgent stuffs to take care of and, of course, my AvGeek Weekend Trip this month 🙈).

From the barbershop, I went to Gamma to buy:

A hammer drill

Yep, a hammer drill, lol 😆 .

So it turned out that for a big plan of mine (I promise I will share the story here when the right time comes, which is actually quite soon 😛 , and it is related to the “more urgent stuffs” I mentioned above), I would need to have a hammer drill, lol 😆 . So, I got one! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

DST Musim Semi

Hari ini, DST (Daylight Saving Time) musim semi berlangsung di Belanda, artinya hari ini hanya terdiri atas 23 jam saja bukannya 24. Dari dua DST dalam satu tahun, DST yang ini adalah yang tidak aku sukai. Ah, tapi ya mau bagaimana lagi ya, mesti dijalani aja! Haha 😆

Cerita Sabtu

Anyway, bagaimanakah Sabtu kemarin? Yah, berlangsung cukup baik kok dimana aku cukup produktif (baca: beberapa hal yang memang mesti aku urus beneran aku urus).

Hari itu aku habiskan di Den Haag dimana (akhirnya) aku potong rambut. “Akhirnya” karena terakhir kali aku potong rambut adalah pertengahan Januari lalu, dua minggu sebelum sidang PhDku, haha. Jadi memang rasanya rambutku sudah agak kepanjangan gitu deh akhir-akhir ini. Masalahnya, sebelum ini aku tidak memiliki waktu senggang di akhir pekan yang lalu untuk potong rambut 😦 (Ada beberapa urusan lebih penting dan, tentu saja, AvGeek Weekend Trip-ku bulan ini 🙈).

Dari salon, aku pergi ke Gamma untuk membeli:

Sebuah bor

Iya, aku membeli sebuah bor perkusi (hammer drill), huahaha 😆 .

Jadi ternyata untuk sebuah rencana besarku (aku janji ceritanya akan kubagikan di sini ketika waktunya tepat, yang mana sebenarnya tidak terlalu lama lagi kok 😛 ), aku akan membutuhkan bor perkusi gitu deh, haha 😆 .

#1885 – March 1st

ENGLISH

TU Delft

Since the day I arrived in the Netherlands in August 2010, I have always been affiliated with TU Delft. I started as an international Master student back then, a status I held for exactly two years until August 2012. Immediately in September 2012, I started my PhD, which contract ended in August 2016. At the time, though, I was immediately given the hospitality contract because I hadn’t yet had my PhD thesis defense and graduation. So while I was not working for TU Delft anymore (I didn’t receive any salary, bonus, etc), I was still affiliated with TU Delft by this hospitality contract that was meant to support me to my defense. And as you know, I had my PhD defense and graduation at the end of January. So there was no more reason to renew my hospitality contract at the university, which expired this February.

Dusk and EWI building

The EEMCS Faculty at TU Delft

And as today is March 1st, it means that for the first time ever in more than 6.5 years, I am no longer affiliated to TU Delft. Well, of course I still am as an alumni; and TU Delft fills a huge part in my CV now, haha 😛 . But what I mean is, at any given time now I am not officially affiliated to TU Delft.

And for whatever reason, it feels … different! Haha

Weekend

Anyway, last weekend I was finally able to have some much-needed rest! Haha 😆 . I had been travelling non-stops the past four weekends before that (preparing for my defense, to Italy, to Marseille, and to Marseille again, haha). While those were certainly fun, realistically my body also needed some rest. And the fact that I had to spend three hours every single working day commuting now certainly did not help.

I felt a little bit sleep-deprived and I was glad I could catch up on that last weekend, haha.

A Raise

And also, this March means that … I get a raise! Yeay! Haha 😆 . Last week my team leader invited me for a talk and informed me that based on my performance, I deserved a raise. And this raise will kick into effect starting from this March. Haha! 😛

BAHASA INDONESIA

TU Delft

Semenjak aku pindah ke Belanda di bulan Agustus 2010, aku telah selalu terafiliasi dengan TU Delft. Waktu itu aku mulai sebagai mahasiswa internasional Master/S2, dimana status ini kupegang selama tepat dua tahun hingga Agustus 2012. Langsung di bulan September 2012, aku memulai PhD/S3-ku, yang mana kontraknya berakhir Agustus 2016. Waktu itu, aku langsung diberikan kontrak hospitality karena aku masih belum menjalani sidang dan wisuda PhDku. Jadi walaupun aku tidak lagi bekerja untuk TU Delft (artinya aku tidak lagi menerima gaji, bonus, dll), aku masih terafiliasi dengan TU Delft berdasarkan kontrak hospitality ini yang memang dimaksudkan untuk sebatas membantuku menjalani sidangku. Dan seperti yang telah diketahui, aku menjalani sidang dan wisuda PhDku akhir Januari lalu. Jadilah perpanjangan kontrak hospitality di TU Delft ini tidak diperlukan, yang mana kontraknya berakhir di bulan Februari.

Dusk and EWI building

Fakultas EEMCSnya TU Delft

Dan karena sekarang adalah tanggal 1 Maret, artinya untuk pertama kalinya dalam 6,5 tahun, aku tidak lagi terafiliasi dengan TU Delft. Eh, tentu saja masih sih sebagai alumni; dan TU Delft sekarang mengisi cukup banyak bagian dari CVku, haha 😛 . Tetapi maksudku adalah, di setiap waktu sekarang, aku tidak secara resmi terafiliasi dengan TU Delft lagi.

Dan entah mengapa, rasanya itu … berbeda! Haha

Akhir Pekan

Anyway, di akhir pekan kemarin akhirnya aku bisa beristirahat nih! Haha 😆 . Ceritanya aku kan sudah terus-terusan jalan-jalan di empat akhir pekan sebelumnya (mempersiapkan sidang, ke Italia, ke Marseille, dan ke Marseille lagi, haha). Walaupun jelas yang namanya jalan-jalan itu selalu seru dan asyik, secara realistis jelas dong ya badanku membutuhkan istirahat juga. Dan kondisi dimana aku harus menghabiskan tiga jam setiap hari kerja untuk nglaju jelas tidak membantu.

Aku sedikit merasa kekurangan-tidur kemarin ini; dan jadilah aku lega aku bisa menebusnya di akhir pekan kemarin, haha.

Kenaikan Gaji

Dan juga, Maret ini berarti … gajiku naik! Yeay! Haha 😆 . Minggu lalu, team leader-ku mengajakku berbincang dan memberi-tahuku bahwa berdasarkan performaku, aku berhak mendapatkan kenaikan gaji. Dan kenaikan ini akan berlaku mulai dari bulan Maret ini. Haha! 😛

#1880 – A Weekend Trip to … Marseille

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers would have known by now, I went on, yet, another weekend trip this weekend. Yep, I know, I just had a weekend trip a week ago and this weekend I went on another one, haha 😛 .

This time, the destination was … Marseille. Yes!! Marseille, again!! Lol 😆 . I know, my weekend trip last week was also to Marseille and this weekend I was back there! Haha 😛 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

This was actually a coincidence. I planned the trip this weekend way back in August last year when I felt like planning some weekend getaway in the future as I was stressed of finishing my PhD dissertation, haha. Then, it happened that this January, my parents and brother chose Marseille as a city they would like to visit during their trip to Europe. And last weekend was the perfect fit for their schedule.

And so that was it. I went to Marseille in back to back weekends! Haha 😛 .

Actually I planned this weekend trip as my first Avgeek Weekend Trip this year, though, where the focus was on the flights; you know, as I have been to Marseille in 2014 anyway. This time, this is the routing:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

The routing this weekend 😛 . Created with gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, then Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

I am not sure if I will write a post about this trip, though, as I still have my Post PhD Trip series coming up as well. But we will see. But just in case the story won’t be here, here are some photos from the trip! 🙂

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) sudah pada tahu, akhir pekan ini aku pergi dalam rangka sebuah perjalanan akhir pekan lagi loh. Iyaa, memang akhir pekan kemarin aku juga pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan dan sekarang lagi, haha 😛 .

Dan kali ini, tujuannya adalah … Marseille. Iya!! Marseille lagi!! Haha 😆 . Aku tahu, perjalanan akhir pekanku minggu lalu memang ke Marseille dan minggu ini aku kembali lagi ke sana! Haha 😛

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

Hari ini cuacanya kece banget nih di Marseille!! 

Sebenarnya ini hanyalah kebetulan. Perjalanan akhir pekan ini sudah aku rencanakan bulan Agustus lalu ketika aku sedang merasa ingin merencanakan perjalanan akhir pekan gitu untuk yang akan datang karena waktu itu aku sedang stress untuk menyelesaikan disertasi PhDku, haha. Lalu, kebetulan Januari lalu, orangtua dan adikku juga memilih Marseille sebagai salah satu tujuan mereka di kunjungan ke Eropa kali ini. Dan akhir pekan yang lalu adalah waktu yang pas di jadwal mereka.

Ya begitu deh. Aku pergi ke Marseille di dua akhir pekan yang berturutan! Haha 😛 .

Sebenarnya perjalanan kali ini aku rencanakan sebagai Avgeek Weekend Trip pertamaku tahun ini sih, dimana fokusku adalah terbang lagi; karena, toh, aku sudah pernah ke Marseille di tahun 2014. Kali ini, berikut ini ruteku:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

Rute perjalananku akhir pekan kali ini 😛 . Dibuat dengan gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, lalu Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

Aku nggak yakin sih apakah aku akan menuliskan cerita dari perjalanan kali ini, karena toh aku masih harus menuliskan cerita Perjalanan Pasca-PhDku kan. Tapi kita lihat saja. Hanya saja, untuk jaga-jaga jika memang aku tidak akan menuliskannya, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini 🙂 .