#2069 – Hello, March

ENGLISH

So here we are now, already two months into the year of 2018. Here are some stories from my February.

February

Generally, February is the coldest month of the year in the Netherlands; and this was indeed also the case this year, especially in the last week or so.

Even the real feel in Amsterdam was –20°C yesterday evening, at only 7 PM-ish!!

However, surprisingly the weather was actually quite nice this time! There was even a strecth of days in the middle of the month where it was actually sunny with blue sky!! It was, of course, cold … but sunny!! Haha 😆 .

Bonuses

Anyway, let’s switch over to a more fun topic. So finally, this year I am qualified for the consideration to get an annual bonus and an equity bonus at work (which would be based on my own and the company’s 2017 performance)! I wasn’t qualified last year because at the time I was still “too new” in the company for these bonuses, haha.

I had a short meeting with my manager and my main stakeholder in the middle of the month where they said that I performed well enough to earn the two bonuses! Yeay! I am not going to disclose the nominal here, but I am happy with it. Even though, of course it was also (really) heavily taxed and I have been trying not to think too much about the nominal which I had to pay as tax (which was really a lot to me, haha), which can be quite hard at times, lol 😆 .

A Raise

Bonuses were not the only topic covered in that meeting; as we also discussed about … my raise! Because performed well enough last year, I would get a raise which would start kicking in this March. Yeay! Again, I am not going to disclose the amount, but let’s just say that this time it is much more than what I got last year, haha. So yeah, I am also happy with it 😀 .

***

So yeah, it is fair to say that I am entering the month of March with a good mood 😀 .

BAHASA INDONESIA

Jadi di sini lah kita, sudah dua bulan terlalui tahun 2018. Berikut ini beberapa cerita dari bulan Februariku kemarin.

Februari

Biasanya, Februari adalah bulan yang paling dingin dalam satu tahun di Belanda; dan ini juga benar adanya tahun ini, terutama semingguan terakhir ini.

Bahkan real feel dari suhu udara di Amsterdam adalah –20°C loh semalam, padahal ini baru sekitar jam 7 saja!!

Namun, yang mengagetkan adalah cuacanya cukup baik lho kali ini! Bahkan ada satu deret sekian hari di pertengahan bulan kemarin dimana cuacanya cerah dengan langit yang biru!! Jelas suhunya masih dingin sih … tapi kan setidaknya ada sinar matahari gitu ya!! Haha 😆 .

Bonus

Anyway, mari ngomongin hal yang lebih menyenangkan saja. Jadi akhirnya, tahun ini aku qualified loh untuk dipertimbangkan untuk mendapatkan bonus tahunan dan bonus ekuitas dari kantor (yang mana berdasarkan performaku dan performa kantorku di tahun 2017)! Tahun lalu aku tidak qualified karena waktu itu aku masih “terlalu baru” di kantor untuk dua jenis bonus ini, haha.

Aku bersama manajerku dan stakeholder utamaku berbincang mengenai hal ini di pertengahan bulan kemarin dimana mereka menyebutkan bahwa performaku tahun lalu bagus sehingga aku berhak mendapatkan dua bonus ini! Hore! Aku nggak akan menyebutkan nominalnya di sini sih, tapi yang jelas aku merasa senang lah. Walaupun aku harus membayar pajak yang besar (banget) untuk ini juga sih. Sejauh ini aku telah berusaha untuk tidak terlalu memikirkan besarnya nominal yang harus aku bayarkan sebagai pajak (soalnya beneran banyak banget bagiku!), yang mana kadang-kadang sulit nih, haha 😆 .

Kenaikan Gaji

Bonus bukan lah satu-satunya topik yang dibahas di perbincangan itu; karena kami juga mendiskusikan masalah … kenaikan gaji! Karena performaku tahun lalu bagus, aku mendapatkan kenaikan gaji mulai bulan Maret ini. Hore! Lagi, besarnya tidak akan aku sebutkan di sini, pokoknya yang jelas kenaikannya kali ini jauh lebih besar lah daripada tahun lalu, haha. Jadi iya, aku juga merasa senang dengan ini 😀 .

***

Jadi ya, rasanya cukup fair untuk dibilang bahwa aku memasuki bulan Maret ini dengan mood yang baik 😀 .

Advertisements

#2032 – November 2017 Indonesia Trip (Part III: Yogyakarta)

ENGLISH

Posts in the November 2017 Indonesia Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

The Weather Situation

With the trip taking place in November, I knew that weather-wise it would not be ideal. This was definitely the case where I barely saw the sun during the almost two weeks there, haha. The upside of this, though, was that the temperature was generally cool during my entire stay there at roughly around 25°C.

However, I certainly did not expect the situation occurring in the second week:

The “Cempaka” Cyclone

A cyclone (named “Cempaka”) was formed to the south of Java and caused bad weather in many parts of the island, including Yogyakarta *Insert Insta Story’s “Superzoom” feature here*.  It was pouring non-stop for days and caused a lot of troubles, including floods and landslides. Thankfully I was fine.

Activities and Places

Anyway, let’s move on to the more fun topics. I spent a lot of my time in Yogyakarta hanging out with my friends. We went to some malls, many restaurants, even I got to play tennis for an hour at UGM, haha.

Embung Tambakboyo

I also found out a new-ish place in Yogyakarta called Embung Tambakboyo. This was a small reservoir to the northeast of Yogyakarta where locals used for recreational activities. I saw a lot of people jogging there, which was certainly fun to do especially when the temperature wasn’t that hot. I would say this was a place more for the locals than for tourists; and I am not saying this in a negative light because I believe a good city should provide a place for recreational activities for its people too! 🙂

Once we also planned to go to the currently “hip” Abhayagiri near Ratu Boko. However, we went there without a reservation and it happened that they were fully booked that day. Darn! As we were already there anyway, I decided to, at least, take a picture of the Prambanan Temple from the hill, haha 😛 .

The Prambanan Temple

The Food

This time, somehow I did not really go “full throttle” on the culinary aspect, i.e. the food, haha. This is not to say that I wasn’t savouring myself into the wide range of delicious Indonesian cuisine; but rather I was properly managing my diet during a trip, haha. As a result of this, though, I did not gain a lot of weight after the trip! 😛

Crispy tofu at Raisin Resto

Anyway, I am not going to list what I had there. I will just post them in the gallery below and let the photos speak for themselves 😛 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri November 2017 Indonesia Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

Situasi Cuaca

Karena perjalanannya mengambil waktu di bulan November, jelas dari awal aku sudah tahu sepertinya urusan cuaca tidak lah akan ideal. Dan memang ini lah yang beneran terjadi dimana aku hampir sama sekali nggak melihat yang namanya matahari di waktu hampir dua mingguku di sana, haha. Sisi positifnya dari ini adalah suhu udara yang terbilang sejuk di sepanjang waktuku di sana, yakni berkisar di suhu 25°C.

Namun, jelas aku sama sekali tidak menyangka ini akan terjadi di minggu keduaku:

Siklon “Cempaka”

Sebuah siklon (yang bernama “Cempaka”) terbentuk di selatan pulau Jawa dan menyebabkan cuaca buruk di banyak tempat di pulaunya, termasuk Yogyakarta *Masukkan fitur “Superzoom”-nua Insta Story di sini*.  Waktu itu hujan super deras terus-menerus selama sekian hari yang menyebabkan banyak sekali masalah, termasuk banjir dan tanah longsor. Untungnya aku baik-baik saja sih.

Aktivitas dan Tempat-Tempatnya

Anyway, mari ngomongin topik yang lebih menyenangkan saja. Aku menghabiskan banyak waktuku di Yogyakarta bersama teman-temanku. Kami pergi ke beberapa mall, banyak restoran, dan bahkan aku sempat bermain tenis selama satu jam loh di UGM, haha.

Embung Tambakboyo

Aku juga baru tahu ada tempat lumayan baru di Yogyakarta yang disebut Embung Tambakboyo. Tempat ini adalah sebuah waduk kecil di timur laut Yogyakarta dimana warga setempat menggunakannya untuk berekreasi. Waktu itu aku lihat ada banyak orang yang jogging di sana, yang mana tentu memang nyaman dilakukan ketika cuacanya nggak panas. Aku bilang tempat ini lebih untuk warga setempat sih daripada turis; dan aku tidak bilang ini adalah hal buruk lho ya karena menurutku sebuah kota yang baik adalah kota yang menyediakan tempat rekreasi bagi warganya! 🙂

Sekali waktu kami juga berencana pergi ke tempat yang lagi “kekinian”, yaitu Abhayagiri di dekat Ratu Boko. Namun, waktu itu kami pergi kesana tanpa membuat reservasi terlebih dahulu dan kebetulan hari itu tempatnya sudah fully booked dong. Sial! Tapi ya sudah lah, mau bagaimana lagi kan. Dan karena sudah jauh-jauh sampai di sana, aku memutuskan untuk, setidaknya, mengambil foto Candi Prambanan dari atas bukitnya, haha 😛 .

Candi Prambanan

Makanannya

Kali ini, aku tidak terlalu “gas pol” dalam urusan kuliner, haha. Eh ini bukan berarti aku tidak memanjakan diriku dengan masakan Indonesia yang enak-enak itu ya; tetapi lebih ke aku mengatur apa yang aku makan dengan lebih bijaksana di dalam sebuah perjalanan, haha. Sebagai akibatnya, ya memang berat badanku nggak naik banyak setelah perjalanan ini! 😛

Tahu crispy di Raisin Resto

Anyway, aku tidak akan mendaftar apa saja yang kumakan selama aku di sana. Aku hanya akan mengunggah fotonya ke galeri di atas dan membiarkan foto-fotonya berbicara sendiri dah 😛 .

#1837 – Why I Don’t Like Fall

ENGLISH

A lot of people say they love Fall/Autumn, mainly because of something like this:

Autumn in Delft Schie

Autumn in Delft five years ago (I am too lazy to take a more recent picture this year 😛 )

, which is correct, btw, and I agree with this particular condition. However, I actually put this season as my least favorite of the four. Here is why. (#antimainstream #SEO)

One word which, to me now, describes this season the best is: gloomy.

And it applies to many things.

In the Netherlands, Fall weather usually means a lot of cloud and, sometimes, mist and, thus, it is wet too. Just like what I recently shared. Therefore, if you look outside, usually what you see is grayness. Dark cloudy sky with thick cloud hanging and people walking with their umbrellas or coat.

The fact that Summer precedes the season also does not help. While usually it also rains quite a lot in the Netherlands in Summer too (this year was an exception though, it was pleasantly rainless! 😛 ), at least the days are longer. And personally, I like longer days. I like it when the sun is up from 5 AM to 10 PM.I feel more energized.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

And my conjecture is (I haven’t bothered looking for actual research on this 😛 ) that this has some collective effect on the people as well. Consciously or not, the gloomy weather affects people’s mood. When many of these people are together (like, e.g. at work), the gloominess radiates in many different forms.

I have only started my current job this October, which was Fall already, so I cannot really say anything about it. However, I have had four Falls during the course of my PhD; and in my experience, this season had always consistently been the most “depressing” periods of my PhD years. Specifically, the toughest period of my PhD years (so far) was the Fall of 2014, i.e. the Fall of my third PhD year, many referred to as the toughest year of PhD in the Netherlands. More or less, this was radiated into some posts in this blog as well.

One of those misty mornings in Delft lately

One of those Fall days here.

It might be a spurious correlation we are observing here; as there are other factors as well which can influence this as well, for instance the end of the year is near so the higher workload, no public holiday (while there are Christmas and New Year in the winter), etc.

As I said, I haven’t bothered looking deepert into this matter. So for this post, it would do even if a spurious correlation, haha 😆 . What is important is, this is generally what I feel about Fall 😛 .

Piles of fallen leaves

Piles of fallen leaves in October, 2011

BAHASA INDONESIA

Banyak orang berkata bahwa mereka suka banget dengan yang namanya Musim Gugur, terutama karena pemandangan kayak begini:

Autumn in Delft Schie

Musim gugur di Delft lima tahun yang lalu (tahun ini malas nih mengambil foto yang lebih up-to-date kekinian gitu 😛 )

, yang mana benar juga sih, btw, dan aku sendiri setuju dengan satu kondisi khusus ini. Namun, sebenarnya secara umum aku harus bilang bahwa musim ini adalah musim yang paling tidak aku sukai dari empat musim yang ada loh. Berikut ini alasannya. (#antimainstream #SEO)

Satu kata yang, untukku saat ini, mendeskripsikan musim ini dengan paling baik adalah: muram (gloomy).

Dan ini mewakili banyak sekali hal loh.

Di Belanda, cuaca musim gugur itu biasanya berarti awan mendung tebal dan, kadang-kadang, berkabut yang mana artinya juga basah. Yah, seperti apa yang aku ceritakan beberapa waktu lalu lah. Makanya, jika kita melihat ke luar, yang terlihat biasanya adalah suasana abu-abu. Langit yang mendung dengan awan-awan tebal dan orang-orang berjalan-kaki dengan payung atau mantelnya.

Kondisi dimana musim panas mendahului musim ini juga tidak membantu. Walaupun di musim panas juga banyak hujan sih di Belanda (tahun ini pengecualian sih, hujannya sedikit! 😛 ), setidaknya hari-harinya kan panjang gitu. Dan untukku pribadi, aku suka dengan hari yang panjang. Kan asyik ya matahari bersinar dari jam 5 subuh sampai jam 10 malam gitu. Aku merasa sungguh berenergi.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

Jam 10:30 malam di Delft tanggal 21 Juni 2015

Dan konjekturku adalah (malas nih untuk meriset lebih mendalam 😛 ), ini mempengaruhi manusia juga. Sadar ataupun tidak, cuaca yang muram ini mempengaruhi mood orang-orang. Dan ketika banyak orang-orang ini berdekatan (misalnya di kantor), kemuramannya cenderung tersebar dalam berbagai macam bentuk.

Aku baru saja memulai pekerjaanku saat ini di bulan Oktober, yang mana artinya sudah masuk musim gugur, makanya aku tidak bisa menyimpulkan apa pun darinya. Namun, aku sudah melalui empat musim gugur sepanjang masa studi PhD (S3)-ku; dan dari pengalamanku, musim ini terus-terusan menjadi bagian dari periode paling “memuramkan” dari tahun-tahun PhD-ku itu. Lebih spesifik lagi, periode tersulit dari tahun-tahun PhD-ku (sejauh ini) adalah musim gugur 2014, yaitu musim gugur dari tahun ketiga PhDku, yang banyak disebut orang-orang sebagai tahun tersulit dari sebuah studi PhD di Belanda. Sedikit banyak, ini teradiasikan di beberapa posting di blog ini juga.

One of those misty mornings in Delft lately

Kadang suasana musim gugur disini itu begini

Memang bisa jadi ini adalah sebuah korelasi palsu (spurious correlation); karena bisa saja kan ada faktor yang juga mempengaruhi ini, misalnya akhir tahun yang dekat sehingga banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak adanya hari libur (kalau di musim dingin setidaknya kan ada Natal dan Tahun Baru), dll.

Seperti yang kubilang, aku malas untuk melihat hal ini lebih jauh. Jadi untuk posting ini, andaikata benar pun korelasi palsu mah nggak apa-apa ya, haha 😆 . Intinya adalah, ini lah yang kurasakan secara umum tentang musim gugur 😛 .

#1710 – Some Mid-March Stories

ENGLISH

It is already halfway through March, and here are some stories from Delft this month:

Cold

Ironically, I feel like this month of March has been the coldest month this winter (I am writing this sentence just after coming back home at 9 PM on a Wednesday evening). To be honest I find this really strange because as we are supposed to be entering Spring soon, I would expect it would get a little bit warmer. But nope, it hasn’t been 😆 .

There was actually a sign that this would come, though; when it was snowing for the first time this winter in Delft at the end of February. You know, I was glad that it was snowing so this winter does not become a snow-free winter to me; though actually I should not worry much as it was snowing in Warsaw when I went there for a weekend trip anyway 😆

Longer Days

If the temperature has been difficult to predict (not surprising afterall after having lived in the Netherlands for more than 5.5 years now 😆 ), there is, at least, one thing that is certain and follows an exact pattern: the days have constantly been longer and longer, yay!! 😀

You know, I have been waiting for this! I do like longer days because it is easier for me to get up early and I become more productive at work as well!!

The Amazing Race 28

Anyway, let us talk about something completely different: The Amazing Race. This February, the 28th season of The Amazing Race was premiered and, of course, I have been following this amazing reality show!

This season is a little bit unique where the contestants are all social-media personalities; in a way like a “celebrity” season of The Amazing Race. To be honest, at first I was quite skeptical about this format. But then it turned out brilliantly! I have been enjoying this season a lot and I do think, at least so far, this season has been much better than the previous one! Too bad they are on a break until early April now, though.

While on it, a spoiler alert here, btw, I read somewhere that they visited Indonesia again this season! Not a new destination though, as it was rumored to be Bali (they already visited Bali in season 22). I think this “rumour” is true though as there are a few shots in this season’s opening that look a lot like Bali. Judge them by yourself:

If you don’t catch them, a very quick shot at 0:44 clearly shows two Balinese dancers 😆 .

BAHASA INDONESIA

Sekarang bulan Maret sudah setengah jalan dan berikut ini beberapa cerita dari Delft bulan ini:

Dingin

Ironis rasanya bulan Maret ini adalah bulan paling dingin musim dingin kali ini (kalimat ini aku tulis setelah pulang ke rumah jam 9 malam di hari Rabu malam). Sejujurnya, aku merasa ini agak sedikit aneh karena seharusnya kita akan memasuki musim semi segera kan ya, jadi aku menyangkanya seharusnya akan bertambah hangat gitu. Eh ternyata tidak 😆

Sebenarnya sudah ada pertanda ini akan terjadi sih: ketika di Delft akhirnya bersalju untuk pertama kalinya musim dingin kali ini. Tahu kan, waktu itu aku senang sekali bahwa salju turun sehingga musim dingin ini tidak menjadi musim dingin tanpa salju untukku; walaupun sebenarnya ternyata aku nggak harus khawatir juga sih karena toh bersalju juga di Warsawa ketika aku kesana untuk sebuah perjalanan akhir pekan 😆

Hari yang lebih panjang

Jika suhu udara disini susah diprediksi (nggak mengherankan sih sebenarnya, setelah tinggal di Belanda selama lebih dari 5,5 tahun 😆 ), ada satu hal yang lebih pasti dan mengikuti pola yang pasti: siang hari sudah bertambah panjang terus sekarang. Hore!! 😀

Tahu kan, aku sudah menunggu-nunggu ini! Aku suka banget siang yang panjang karena aku jadi lebih mudah untuk bangun pagi dan di kantor aku juga lebih produktif!!

The Amazing Race 28

Anyway, mari ngomongin suatu hal yang amat berbeda: The Amazing Race. Bulan Februari lalu, musim ke-28 dari acara ini mulai ditayangkan dan, jelas lah, aku sudah mengikuti musim ini juga!

Musim kali ini agak unik karena kontestannya adalah para seleb social-media yang followers-nya banyak gitu; jadi di satu sisi musim ini bisa dipandang sebagai semacam musim “selebriti”.  Awalnya aku agak skeptikal akan format ini. Tetapi ternyata kereeen! Sejauh ini, musim ini amat aku nikmati lho dan menurutku, sejauh ini juga, musim ini lebih menarik daripada musim yang sebelumnya! Sayang sih sekarang ini mereka sedang hiatus hingga awal April nanti.

Oh, mumpung ngomongin ini, sedikit spoiler nih, btw, aku baca dimana gitu katanya musim ini mereka ke Indonesia lagi loh! Destinasinya sendiri bukan destinasi baru sih, karena mereka kembali ke Bali (mereka sudah mengunjungi Bali di musim 22). Aku rasa “rumor” ini sih benar adanya karena ada beberapa cuplikan di pembukaannya musim ini yang nampak Bali banget. Coba deh lihat sendiri:

Jika misalnya nggak menangkapnya, sebuah cuplikan super kilat di detik 0:44 dengan jelas menampilkan dua orang penari Bali kan 😆 .

#1602 – Stormy Weekend

ENGLISH

On the weekend before my departure to Indonesia almost two weeks ago, the Netherlands was struck with another big storm. The wind would be so strong that KNMI (the Dutch meteorology institute) released a code red warning for the country, basically asking everyone to stay home/indoor for the day. Well, this warning made perfect sense because here is what landing at Schiphol Airport was like that day:

You can see that the KLM’s Boeing 777-300ER reg PH-BVB from Osaka-Kansai (flight KL868) could not land smoothly at the runway…

What about me?

Well, the nature that it would be the weekend just before my one month South East Asia trip meant that there were a lot to be done that weekend; including the final moving stage to my new apartment. I had to go to Den Haag that day to get a haircut (obviously this was super important before a trip 😛 ) and buy some stuffs. At first I attempted to bike to the train station but I returned back home after about 100 meter because even then the wind already almost knocked me down in literal sense! 😯

And as expected, the weather in Den Haag (and Delft too) was very stormy that afternoon, as I posted at Instagram that weekend:

But nevertheless, I survived, and that is all what matters, hahaha 🙂 As I said, summer in the Netherlands is full of cloud and rain; and this includes occassional storm 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Di akhir pekan sebelum aku berangkat ke Indonesia nyaris dua minggu yang lalu, ceritanya negeri Belanda diterjang oleh serbuan badai yang besar. Anginnya sangat kencang sampai-sampai KNMI (badan meteorologinya Belanda) mengeluarkan peringatan kode merah untuk satu negara, yang mana intinya mereka meminta semua orang untuk di rumah/di dalam ruangan aja. Yah, peringatannya masuk akal sekali lho karena mendarat di Bandara Schiphol itu kayak gini di waktu itu:

Bisa dilihat bahwa pesawat Boeing 777-300ERnya KLM dengan registrasi PH-BVB dari Osaka-Kansai (penerbangan KL868) itu tidak bisa mendarat dengan mulus di landasan pacunya…

Lantas aku gimana?

Ya karena akhir pekan itu adalah akhir pekan sebelum liburan satu bulan ke Asia Tenggaraku dimulai, artinya ada banyak yang harus aku lakukan akhir pekan itu; dan ini termasuk melakukan proses pemindahan barang final ke apartemen baruku. Aku harus pergi ke Den Haag untuk potong rambut (jelas ini penting dong ya sebelum pergi liburan 😛 ) dan membeli beberapa barang. Awalnya aku berniat mencoba bersepeda untuk berangkat ke stasiun tetapi setelah jalan sekitar 100 meter aku memutuskan untuk kembali karena waktu itu anginnya (dari samping) sudah nyaris membuatku terjatuh! 😯

Dan seperti yang diramalkan, cuaca di Den Haag (dan Delft juga) hari itu sangat berbadai banget, seperti yang aku bagikan di Instagram waktu itu kan:

Walaupun begitu, toh aku bisa bertahan juga dan ini yang penting dong ya, hahaha 🙂 . Seperti yang aku bilang kan, yang namanya musim panas di Belanda itu mah sering mendung dan hujan; dan ini juga termasuk kadang-kadang badai juga 🙂 .

#1488 – Some Current Stories About This Winter

ENGLISH

So obviously it is winter already here in the Netherlands. And winter positively correlates with low(er) temperature, which has also been the case lately. Like at one point last week, the temperature outside at 14:00 or 2 PM was 0°C.

0°C but felt like –4°C

0°C but felt like –4°C

And as the screenshot of a weather app indicated above, even though technically the temperature was at 0°C, its real feel was –4°C! So this meant that if one went out at that time, even though the temperature was technically 0°C, what (s)he felt on his/her skin was a coldness of a –4°C temperature. Haha 😆 .

Okay, before some of you laugh at me for making a big deal of just “warm” winter temperature of around 0°C, let me make it clear here that I am not complaining at all here with this post. As I actually like cold weather much much better than hot weather, haha 😆 .

Hail

Anyway, what is a worse weather when you are outside than raining? Well, to me, it is hailing! And given that it is winter already, it is no surprise probably that it has happened here in the Netherlands.

Two times this week when I was cycling back home after work during a wet day, it was drizzling a little bit. So as usual I put all my winter ammunition together and on top of that, I made use of my jacket’s hoodie. But obviously nothing covered my (frontal) face. And guess what, just after I left my office, the drizzle started to metamorph to hail. Damn! And you (probably) know how it felt. Yes, obviously it hurt on the skin. But thankfully it did not happen for so long and I survived my cycling trip back home, haha 😛 .

Complaint

Speaking of winter, now I realize that probably I should complain a little bit more. In the past one week or so, the heater in my office did not work well. Btw, the heater is a centralized multifunctional heater which can turn into an AC mode during the summer period to cool the room up (or down? 😛 ). Anyway, by not working well, I mean, instead of producing warm air like it was supposed to during this period of time, it produced cold air as if it was in the summer mode. Obviously this was a problem.

My supervisor asked me why I did not complain. Well, that was true, I thought, lol 😆 . So I filed a complaint to the secretary who forwarded the complaint to the service desk. Then, a few hours later, a mechanic came and fixed the problem. Well, yes people, apparently there was a problem with the heater which would have not been solved by now had I not filed that damn complaint. See? Lol 😆

BAHASA INDONESIA

Jelas sekarang ini sudah musim dingin di Belanda sini. Dan musim dingin berkorelasi positif dengan suhu udara yang (lebih) rendah kan ya, yang mana memang sudah terjadi sih akhir-akhir ini. Seperti misalnya di suatu waktu minggu lalu, suhu udara di luar di jam 14:00 alias jam 2 siang adalah 0°C loh.

0°C but felt like –4°C

0°C tetapi rasanya seperti –4°C

Dan seperti yang diindikasikan di screenshot sebuah aplikasi cuaca di atas, walaupun secara teknis suhu udara waktu itu adalah 0°C, tetapi rasanya adalah –4°C! Ini artinya jika seseorang keluar ruangan di waktu itu, walaupun suhu udaranya secara teknis 0°C, yang ia rasakan di kulit adalah kedinginan –4°C. Haha 😆 .

Oke, sebelum diejek karena suhu udara baru segini aja yang mana masih tergolong musim dingin “hangat” sudah dijadiin satu bahan posting, aku tegaskan disini bahwa aku tidak komplain loh ya ini. Ini karena sebenarnya aku lebih menyukai cuaca dingin daripada panas, haha 😆 .

Hujan Es

Ngomong-ngomong, cuaca apakah yang lebih buruk daripada hujan ketika kita berada di luar? Yah, untukku, jawabannya adalah hujan es! Dan karena sekarang ini sudah musim dingin, mungkin tidak mengejutkan bahwa hujan es juga sudah terjadi loh di Belanda.

Dua kali minggu ini ketika aku bersepeda pulang kerja di hari yang basah, cuaca saat itu sedang sedikit gerimis. Seperti biasa, aku mengenakan amunisi musim dinginku dan di samping itu, kupluk jaketku aku kenakan juga. Tetapi tentu saja mukaku tidak ter-cover apa-apa. Dan apa yang terjadi? Begitu aku meninggalkan kantor, gerimisnya mulai berubah menjadi hujan es dong! Ih! Dan (mungkin) pada tahu bagaimana rasanya ya. Ya, jelas rasanya sakit perih gitu deh di kulit. Tetapi untungnya hujan esnya tidak berlangsung lama dan aku bisa bertahan bersepeda sampai di rumah, haha 😛 .

Komplain

Ngomongin musim dingin, aku sekarang menyadari bahwa mungkin aku harus komplain lebih banyak. Seminggu terakhir ini, pemanas ruangan (heater) di kantorku tidak bekerja seperti yang seharusnya. Btw, heater-nya adalah heater yang tersentralisasi yang juga multifungsi karena bisa berfungsi sebagai AC di musim panas untuk mendinginkan ruangan. Ngomong-ngomong, dengan tidak bekerja seperti yang seharusnya, maksudku adalah bukannya menghasilkan udara yang hangat seperti yang seharusnya heater-nya lakukan di waktu-waktu sekarang, heater-nya malah mengeluarkan udara yang dingin dong seakan-akan sekarang ini sedang musim panas. Jelas ini merupakan masalah lah ya.

Profesorku berkata kok aku nggak komplain aja sih. Eh, benar juga ya, pikirku, huahaha 😆 . Jadilah aku komplain melalui sekretarisku yang kemudian mem-forward komplainku ke service desk. Beberapa jam kemudian, ada mekanik yang datang dan memperbaiki masalahnya. Iya loh, ternyata memang ada masalah aja gitu di heater-nya yang mana sekarang ini belum akan terperbaiki andaikata aku tidak komplain. Nah kan? Hahaha 😆

#1481 – Maybe, It Is Winter Already

ENGLISH

Now that it is the end of November already (wow time does fly really fast!), I think I have to admit to myself that, probably, winter has, indeed, already come. In the sense that in the past two weeks, the temperature has (dramatically) dropped and I started to feel that it is cold now, haha.

Up until the end of last week, probably I was a little bit in a denial about the cold. I mean, I could definitely feel the cold but I forced myself as much as I could to ignore it convincing myself it was still fine. By that, I mean, I still did not take out my winter ammunition (read: winter clothes, haha 😆 ). So all this time I was still wearing my spring/autumn outfits. But earlier this week, I gave up.

As much as I like cold weather more than hot weather (not “warm” because the word “warm” implies some comfort, while what I mean here is the unbearable heat so there is no comfort out of it), what I don’t like from cold weather is the situation where I must prepare myself more thoroughly before I can go out, haha. I have to keep telling myself not to be tricked by the “warmness” of the indoors, like my apartment or my office where obviously I have the heaters to warm them up, so I should not be lazy with the preparation because it is important.

For example, on Wednesday, I was lazy enough to add an extra layer of pants, to wear gloves, and to take my winter hat with flaps, simply because it was warm enough in my apartment (well, obviously), lol 😆 . As a result, when I got out, the coldness of the air (it was around 2°C probably) struck me. Well, I was still able to convince myself it was fine though, as I biked through the 10 minutes commute time to work. Even though when I arrived at the office I ended up shivering a little bit, lol 😆 . But it wasn’t that bad. It was only until the afternoon where I realized I forgot to take my phone with me so I decided to come back home to pick it up. I had to go through all of that again; and once I was at home, I gave up and I decided to gear my winter ammunition up, lol 😆 .

The temperature has not been that cold though, honestly, since certainly I have experienced much colder temperature before. But still, it does not mean that going out in this temperature now with a spring/autumn outfit (or probably even summer outfit) is fine. Some adjustments need to be made.

So, hello again my winter coat, scarf, gloves, winter hat with flaps, and extra layer of clothing! 😆

Normal winter ammunition

Normal winter ammunition

BAHASA INDONESIA

Karena sekarang sudah akhir bulan November (ya ampun waktu cepat banget ya berlalunya!), aku rasa aku harus mengakui ke diri sendiri bahwa, mungkin, musim dingin itu sudah datang, haha. Dalam artian, dua minggu belakangan ini suhu udara disini sudah turun (drastis) loh dan aku mulai merasakan yang namanya udara dingin, haha.

Sampai akhir minggu lalu, mungkin aku berada dalam mode penyangkalan (denial maksudnya) tentang udara dingin ini. Maksudku, jelas aku merasakan udara dinginnya ya tetapi aku masih bisa memaksakan diri untuk sedapat mungkin mengabaikannya dan meyakinkan diri sendiri bahwa suhu segini masih biasa-biasa aja, huahaha. Dengan itu, maksudku adalah aku masih belum mengeluarkan amunisi musim dinginku loh (baca: pakaian khusus musim dingin) dari lemari, haha 😆 . Jadi memang sebelum ini aku masih pede-pede aja gitu memakai pakaian musim semi/gugur, haha. Tetapi awal minggu ini, akhirnya aku menyerah deh.

Walaupun aku lebih suka yang namanya udara dingin daripada udara panas (bukan “hangat” ya karena kata “hangat” kan mengandung nuansa kenyamanan, padahal yang aku maksud disini adalah panas yang menyengat sekali sehingga membuat suasana jadi tidak nyaman gitu), yang kurang aku sukai dari udara dingin adalah keribetan yang harus dilalui sebelum bisa pergi keluar, huahaha 😆 . Aku harus terus berkata ke diriku sendiri untuk tidak tertipu dengan “kehangatan” di dalam ruangan, seperti apartemenku atau kantorku misalnya karena jelas disana ada penghangat ruangannya kan, jadi aku tidak boleh malas untuk melalui keribetan ini karena penting.

Sebagai contoh, di hari Rabu kemarin, ceritanya aku malas gitu deh untuk memakai celana ekstra untuk dirangkap, untuk memakai sarung tangan, dan untuk membawa kupluk musim dingin dengan flaps, hanya karena di dalam apartemenku itu rasanya hangat (eh, ya iya lah ya), huahaha 😆 . Sebagai hasilnya, ketika keluar ruangan, kedinginan udara di luar (sekitar 2°C kayaknya) langsung menerjangku, haha. Eh, tetapi aku masih bisa lho meyakinkan diriku bahwa itu tidak apa-apa, dan aku langsung berangkat kerja deh dengan sepedaan 10 menit ke kantor. Ya memang sih akhirnya ketika aku sampai di kantor aku sedikit menggigil, huahaha 😆 . Tetapi masih nggak masalah lah. Tetapi ini hanya sampai di siang hari saja, dimana aku baru sadar bahwa hapeku ketinggalan di rumah. Jadilah siangnya itu aku memutuskan pulang sebentar untuk mengambil hape. Jadilah aku harus menerjangnya lagi; dan begitu tiba di rumah, nyerah dah dan aku memutuskan untuk langsung mengeluarkan amunisi musim dinginku, huahahaha 😆 .

Sebenarnya suhu udaranya belum dingin-dingin banget sih kalau cuma segini mah karena aku pernah mengalami suhu udara yang lebih rendah lagi. Tetapi tetap aja lah ya ini bukan berarti dengan suhu sekarang masih enak-enak aja kalau keluar dengan memakai pakaian musim semi/gugur (apalagi musim panas). Jadi memang penyesuaian harus dilakukan.

Jadi, halo aku ucapkan kepada mantel musim dinginku, syal, sarung tangan, kupluk musim dingin dengan flaps, dan pakaian dengan lapisan ekstra! 😆