#1837 – Why I Don’t Like Fall

ENGLISH

A lot of people say they love Fall/Autumn, mainly because of something like this:

Autumn in Delft Schie

Autumn in Delft five years ago (I am too lazy to take a more recent picture this year 😛 )

, which is correct, btw, and I agree with this particular condition. However, I actually put this season as my least favorite of the four. Here is why. (#antimainstream #SEO)

One word which, to me now, describes this season the best is: gloomy.

And it applies to many things.

In the Netherlands, Fall weather usually means a lot of cloud and, sometimes, mist and, thus, it is wet too. Just like what I recently shared. Therefore, if you look outside, usually what you see is grayness. Dark cloudy sky with thick cloud hanging and people walking with their umbrellas or coat.

The fact that Summer precedes the season also does not help. While usually it also rains quite a lot in the Netherlands in Summer too (this year was an exception though, it was pleasantly rainless! 😛 ), at least the days are longer. And personally, I like longer days. I like it when the sun is up from 5 AM to 10 PM.I feel more energized.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

And my conjecture is (I haven’t bothered looking for actual research on this 😛 ) that this has some collective effect on the people as well. Consciously or not, the gloomy weather affects people’s mood. When many of these people are together (like, e.g. at work), the gloominess radiates in many different forms.

I have only started my current job this October, which was Fall already, so I cannot really say anything about it. However, I have had four Falls during the course of my PhD; and in my experience, this season had always consistently been the most “depressing” periods of my PhD years. Specifically, the toughest period of my PhD years (so far) was the Fall of 2014, i.e. the Fall of my third PhD year, many referred to as the toughest year of PhD in the Netherlands. More or less, this was radiated into some posts in this blog as well.

One of those misty mornings in Delft lately

One of those Fall days here.

It might be a spurious correlation we are observing here; as there are other factors as well which can influence this as well, for instance the end of the year is near so the higher workload, no public holiday (while there are Christmas and New Year in the winter), etc.

As I said, I haven’t bothered looking deepert into this matter. So for this post, it would do even if a spurious correlation, haha 😆 . What is important is, this is generally what I feel about Fall 😛 .

Piles of fallen leaves

Piles of fallen leaves in October, 2011

BAHASA INDONESIA

Banyak orang berkata bahwa mereka suka banget dengan yang namanya Musim Gugur, terutama karena pemandangan kayak begini:

Autumn in Delft Schie

Musim gugur di Delft lima tahun yang lalu (tahun ini malas nih mengambil foto yang lebih up-to-date kekinian gitu 😛 )

, yang mana benar juga sih, btw, dan aku sendiri setuju dengan satu kondisi khusus ini. Namun, sebenarnya secara umum aku harus bilang bahwa musim ini adalah musim yang paling tidak aku sukai dari empat musim yang ada loh. Berikut ini alasannya. (#antimainstream #SEO)

Satu kata yang, untukku saat ini, mendeskripsikan musim ini dengan paling baik adalah: muram (gloomy).

Dan ini mewakili banyak sekali hal loh.

Di Belanda, cuaca musim gugur itu biasanya berarti awan mendung tebal dan, kadang-kadang, berkabut yang mana artinya juga basah. Yah, seperti apa yang aku ceritakan beberapa waktu lalu lah. Makanya, jika kita melihat ke luar, yang terlihat biasanya adalah suasana abu-abu. Langit yang mendung dengan awan-awan tebal dan orang-orang berjalan-kaki dengan payung atau mantelnya.

Kondisi dimana musim panas mendahului musim ini juga tidak membantu. Walaupun di musim panas juga banyak hujan sih di Belanda (tahun ini pengecualian sih, hujannya sedikit! 😛 ), setidaknya hari-harinya kan panjang gitu. Dan untukku pribadi, aku suka dengan hari yang panjang. Kan asyik ya matahari bersinar dari jam 5 subuh sampai jam 10 malam gitu. Aku merasa sungguh berenergi.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

Jam 10:30 malam di Delft tanggal 21 Juni 2015

Dan konjekturku adalah (malas nih untuk meriset lebih mendalam 😛 ), ini mempengaruhi manusia juga. Sadar ataupun tidak, cuaca yang muram ini mempengaruhi mood orang-orang. Dan ketika banyak orang-orang ini berdekatan (misalnya di kantor), kemuramannya cenderung tersebar dalam berbagai macam bentuk.

Aku baru saja memulai pekerjaanku saat ini di bulan Oktober, yang mana artinya sudah masuk musim gugur, makanya aku tidak bisa menyimpulkan apa pun darinya. Namun, aku sudah melalui empat musim gugur sepanjang masa studi PhD (S3)-ku; dan dari pengalamanku, musim ini terus-terusan menjadi bagian dari periode paling “memuramkan” dari tahun-tahun PhD-ku itu. Lebih spesifik lagi, periode tersulit dari tahun-tahun PhD-ku (sejauh ini) adalah musim gugur 2014, yaitu musim gugur dari tahun ketiga PhDku, yang banyak disebut orang-orang sebagai tahun tersulit dari sebuah studi PhD di Belanda. Sedikit banyak, ini teradiasikan di beberapa posting di blog ini juga.

One of those misty mornings in Delft lately

Kadang suasana musim gugur disini itu begini

Memang bisa jadi ini adalah sebuah korelasi palsu (spurious correlation); karena bisa saja kan ada faktor yang juga mempengaruhi ini, misalnya akhir tahun yang dekat sehingga banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak adanya hari libur (kalau di musim dingin setidaknya kan ada Natal dan Tahun Baru), dll.

Seperti yang kubilang, aku malas untuk melihat hal ini lebih jauh. Jadi untuk posting ini, andaikata benar pun korelasi palsu mah nggak apa-apa ya, haha 😆 . Intinya adalah, ini lah yang kurasakan secara umum tentang musim gugur 😛 .

#1710 – Some Mid-March Stories

ENGLISH

It is already halfway through March, and here are some stories from Delft this month:

Cold

Ironically, I feel like this month of March has been the coldest month this winter (I am writing this sentence just after coming back home at 9 PM on a Wednesday evening). To be honest I find this really strange because as we are supposed to be entering Spring soon, I would expect it would get a little bit warmer. But nope, it hasn’t been 😆 .

There was actually a sign that this would come, though; when it was snowing for the first time this winter in Delft at the end of February. You know, I was glad that it was snowing so this winter does not become a snow-free winter to me; though actually I should not worry much as it was snowing in Warsaw when I went there for a weekend trip anyway 😆

Well, turned out it was #snowing in #Warszawa anyway 🌨🇵🇱. #Zilkos2016weekendtrip

A post shared by Aurelius Zilko (@azilko) on

Longer Days

If the temperature has been difficult to predict (not surprising afterall after having lived in the Netherlands for more than 5.5 years now 😆 ), there is, at least, one thing that is certain and follows an exact pattern: the days have constantly been longer and longer, yay!! 😀

You know, I have been waiting for this! I do like longer days because it is easier for me to get up early and I become more productive at work as well!!

The Amazing Race 28

Anyway, let us talk about something completely different: The Amazing Race. This February, the 28th season of The Amazing Race was premiered and, of course, I have been following this amazing reality show!

This season is a little bit unique where the contestants are all social-media personalities; in a way like a “celebrity” season of The Amazing Race. To be honest, at first I was quite skeptical about this format. But then it turned out brilliantly! I have been enjoying this season a lot and I do think, at least so far, this season has been much better than the previous one! Too bad they are on a break until early April now, though.

While on it, a spoiler alert here, btw, I read somewhere that they visited Indonesia again this season! Not a new destination though, as it was rumored to be Bali (they already visited Bali in season 22). I think this “rumour” is true though as there are a few shots in this season’s opening that look a lot like Bali. Judge them by yourself:

If you don’t catch them, a very quick shot at 0:44 clearly shows two Balinese dancers 😆 .

BAHASA INDONESIA

Sekarang bulan Maret sudah setengah jalan dan berikut ini beberapa cerita dari Delft bulan ini:

Dingin

Ironis rasanya bulan Maret ini adalah bulan paling dingin musim dingin kali ini (kalimat ini aku tulis setelah pulang ke rumah jam 9 malam di hari Rabu malam). Sejujurnya, aku merasa ini agak sedikit aneh karena seharusnya kita akan memasuki musim semi segera kan ya, jadi aku menyangkanya seharusnya akan bertambah hangat gitu. Eh ternyata tidak 😆

Sebenarnya sudah ada pertanda ini akan terjadi sih: ketika di Delft akhirnya bersalju untuk pertama kalinya musim dingin kali ini. Tahu kan, waktu itu aku senang sekali bahwa salju turun sehingga musim dingin ini tidak menjadi musim dingin tanpa salju untukku; walaupun sebenarnya ternyata aku nggak harus khawatir juga sih karena toh bersalju juga di Warsawa ketika aku kesana untuk sebuah perjalanan akhir pekan 😆

Well, turned out it was #snowing in #Warszawa anyway 🌨🇵🇱. #Zilkos2016weekendtrip

A post shared by Aurelius Zilko (@azilko) on

Hari yang lebih panjang

Jika suhu udara disini susah diprediksi (nggak mengherankan sih sebenarnya, setelah tinggal di Belanda selama lebih dari 5,5 tahun 😆 ), ada satu hal yang lebih pasti dan mengikuti pola yang pasti: siang hari sudah bertambah panjang terus sekarang. Hore!! 😀

Tahu kan, aku sudah menunggu-nunggu ini! Aku suka banget siang yang panjang karena aku jadi lebih mudah untuk bangun pagi dan di kantor aku juga lebih produktif!!

The Amazing Race 28

Anyway, mari ngomongin suatu hal yang amat berbeda: The Amazing Race. Bulan Februari lalu, musim ke-28 dari acara ini mulai ditayangkan dan, jelas lah, aku sudah mengikuti musim ini juga!

Musim kali ini agak unik karena kontestannya adalah para seleb social-media yang followers-nya banyak gitu; jadi di satu sisi musim ini bisa dipandang sebagai semacam musim “selebriti”.  Awalnya aku agak skeptikal akan format ini. Tetapi ternyata kereeen! Sejauh ini, musim ini amat aku nikmati lho dan menurutku, sejauh ini juga, musim ini lebih menarik daripada musim yang sebelumnya! Sayang sih sekarang ini mereka sedang hiatus hingga awal April nanti.

Oh, mumpung ngomongin ini, sedikit spoiler nih, btw, aku baca dimana gitu katanya musim ini mereka ke Indonesia lagi loh! Destinasinya sendiri bukan destinasi baru sih, karena mereka kembali ke Bali (mereka sudah mengunjungi Bali di musim 22). Aku rasa “rumor” ini sih benar adanya karena ada beberapa cuplikan di pembukaannya musim ini yang nampak Bali banget. Coba deh lihat sendiri:

Jika misalnya nggak menangkapnya, sebuah cuplikan super kilat di detik 0:44 dengan jelas menampilkan dua orang penari Bali kan 😆 .

#1602 – Stormy Weekend

ENGLISH

On the weekend before my departure to Indonesia almost two weeks ago, the Netherlands was struck with another big storm. The wind would be so strong that KNMI (the Dutch meteorology institute) released a code red warning for the country, basically asking everyone to stay home/indoor for the day. Well, this warning made perfect sense because here is what landing at Schiphol Airport was like that day:

You can see that the KLM’s Boeing 777-300ER reg PH-BVB from Osaka-Kansai (flight KL868) could not land smoothly at the runway…

What about me?

Well, the nature that it would be the weekend just before my one month South East Asia trip meant that there were a lot to be done that weekend; including the final moving stage to my new apartment. I had to go to Den Haag that day to get a haircut (obviously this was super important before a trip 😛 ) and buy some stuffs. At first I attempted to bike to the train station but I returned back home after about 100 meter because even then the wind already almost knocked me down in literal sense! 😯

And as expected, the weather in Den Haag (and Delft too) was very stormy that afternoon, as I posted at Instagram that weekend:

But nevertheless, I survived, and that is all what matters, hahaha 🙂 As I said, summer in the Netherlands is full of cloud and rain; and this includes occassional storm 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Di akhir pekan sebelum aku berangkat ke Indonesia nyaris dua minggu yang lalu, ceritanya negeri Belanda diterjang oleh serbuan badai yang besar. Anginnya sangat kencang sampai-sampai KNMI (badan meteorologinya Belanda) mengeluarkan peringatan kode merah untuk satu negara, yang mana intinya mereka meminta semua orang untuk di rumah/di dalam ruangan aja. Yah, peringatannya masuk akal sekali lho karena mendarat di Bandara Schiphol itu kayak gini di waktu itu:

Bisa dilihat bahwa pesawat Boeing 777-300ERnya KLM dengan registrasi PH-BVB dari Osaka-Kansai (penerbangan KL868) itu tidak bisa mendarat dengan mulus di landasan pacunya…

Lantas aku gimana?

Ya karena akhir pekan itu adalah akhir pekan sebelum liburan satu bulan ke Asia Tenggaraku dimulai, artinya ada banyak yang harus aku lakukan akhir pekan itu; dan ini termasuk melakukan proses pemindahan barang final ke apartemen baruku. Aku harus pergi ke Den Haag untuk potong rambut (jelas ini penting dong ya sebelum pergi liburan 😛 ) dan membeli beberapa barang. Awalnya aku berniat mencoba bersepeda untuk berangkat ke stasiun tetapi setelah jalan sekitar 100 meter aku memutuskan untuk kembali karena waktu itu anginnya (dari samping) sudah nyaris membuatku terjatuh! 😯

Dan seperti yang diramalkan, cuaca di Den Haag (dan Delft juga) hari itu sangat berbadai banget, seperti yang aku bagikan di Instagram waktu itu kan:

Walaupun begitu, toh aku bisa bertahan juga dan ini yang penting dong ya, hahaha 🙂 . Seperti yang aku bilang kan, yang namanya musim panas di Belanda itu mah sering mendung dan hujan; dan ini juga termasuk kadang-kadang badai juga 🙂 .

#1488 – Some Current Stories About This Winter

ENGLISH

So obviously it is winter already here in the Netherlands. And winter positively correlates with low(er) temperature, which has also been the case lately. Like at one point last week, the temperature outside at 14:00 or 2 PM was 0°C.

0°C but felt like –4°C

0°C but felt like –4°C

And as the screenshot of a weather app indicated above, even though technically the temperature was at 0°C, its real feel was –4°C! So this meant that if one went out at that time, even though the temperature was technically 0°C, what (s)he felt on his/her skin was a coldness of a –4°C temperature. Haha 😆 .

Okay, before some of you laugh at me for making a big deal of just “warm” winter temperature of around 0°C, let me make it clear here that I am not complaining at all here with this post. As I actually like cold weather much much better than hot weather, haha 😆 .

Hail

Anyway, what is a worse weather when you are outside than raining? Well, to me, it is hailing! And given that it is winter already, it is no surprise probably that it has happened here in the Netherlands.

Two times this week when I was cycling back home after work during a wet day, it was drizzling a little bit. So as usual I put all my winter ammunition together and on top of that, I made use of my jacket’s hoodie. But obviously nothing covered my (frontal) face. And guess what, just after I left my office, the drizzle started to metamorph to hail. Damn! And you (probably) know how it felt. Yes, obviously it hurt on the skin. But thankfully it did not happen for so long and I survived my cycling trip back home, haha 😛 .

Complaint

Speaking of winter, now I realize that probably I should complain a little bit more. In the past one week or so, the heater in my office did not work well. Btw, the heater is a centralized multifunctional heater which can turn into an AC mode during the summer period to cool the room up (or down? 😛 ). Anyway, by not working well, I mean, instead of producing warm air like it was supposed to during this period of time, it produced cold air as if it was in the summer mode. Obviously this was a problem.

My supervisor asked me why I did not complain. Well, that was true, I thought, lol 😆 . So I filed a complaint to the secretary who forwarded the complaint to the service desk. Then, a few hours later, a mechanic came and fixed the problem. Well, yes people, apparently there was a problem with the heater which would have not been solved by now had I not filed that damn complaint. See? Lol 😆

BAHASA INDONESIA

Jelas sekarang ini sudah musim dingin di Belanda sini. Dan musim dingin berkorelasi positif dengan suhu udara yang (lebih) rendah kan ya, yang mana memang sudah terjadi sih akhir-akhir ini. Seperti misalnya di suatu waktu minggu lalu, suhu udara di luar di jam 14:00 alias jam 2 siang adalah 0°C loh.

0°C but felt like –4°C

0°C tetapi rasanya seperti –4°C

Dan seperti yang diindikasikan di screenshot sebuah aplikasi cuaca di atas, walaupun secara teknis suhu udara waktu itu adalah 0°C, tetapi rasanya adalah –4°C! Ini artinya jika seseorang keluar ruangan di waktu itu, walaupun suhu udaranya secara teknis 0°C, yang ia rasakan di kulit adalah kedinginan –4°C. Haha 😆 .

Oke, sebelum diejek karena suhu udara baru segini aja yang mana masih tergolong musim dingin “hangat” sudah dijadiin satu bahan posting, aku tegaskan disini bahwa aku tidak komplain loh ya ini. Ini karena sebenarnya aku lebih menyukai cuaca dingin daripada panas, haha 😆 .

Hujan Es

Ngomong-ngomong, cuaca apakah yang lebih buruk daripada hujan ketika kita berada di luar? Yah, untukku, jawabannya adalah hujan es! Dan karena sekarang ini sudah musim dingin, mungkin tidak mengejutkan bahwa hujan es juga sudah terjadi loh di Belanda.

Dua kali minggu ini ketika aku bersepeda pulang kerja di hari yang basah, cuaca saat itu sedang sedikit gerimis. Seperti biasa, aku mengenakan amunisi musim dinginku dan di samping itu, kupluk jaketku aku kenakan juga. Tetapi tentu saja mukaku tidak ter-cover apa-apa. Dan apa yang terjadi? Begitu aku meninggalkan kantor, gerimisnya mulai berubah menjadi hujan es dong! Ih! Dan (mungkin) pada tahu bagaimana rasanya ya. Ya, jelas rasanya sakit perih gitu deh di kulit. Tetapi untungnya hujan esnya tidak berlangsung lama dan aku bisa bertahan bersepeda sampai di rumah, haha 😛 .

Komplain

Ngomongin musim dingin, aku sekarang menyadari bahwa mungkin aku harus komplain lebih banyak. Seminggu terakhir ini, pemanas ruangan (heater) di kantorku tidak bekerja seperti yang seharusnya. Btw, heater-nya adalah heater yang tersentralisasi yang juga multifungsi karena bisa berfungsi sebagai AC di musim panas untuk mendinginkan ruangan. Ngomong-ngomong, dengan tidak bekerja seperti yang seharusnya, maksudku adalah bukannya menghasilkan udara yang hangat seperti yang seharusnya heater-nya lakukan di waktu-waktu sekarang, heater-nya malah mengeluarkan udara yang dingin dong seakan-akan sekarang ini sedang musim panas. Jelas ini merupakan masalah lah ya.

Profesorku berkata kok aku nggak komplain aja sih. Eh, benar juga ya, pikirku, huahaha 😆 . Jadilah aku komplain melalui sekretarisku yang kemudian mem-forward komplainku ke service desk. Beberapa jam kemudian, ada mekanik yang datang dan memperbaiki masalahnya. Iya loh, ternyata memang ada masalah aja gitu di heater-nya yang mana sekarang ini belum akan terperbaiki andaikata aku tidak komplain. Nah kan? Hahaha 😆

#1481 – Maybe, It Is Winter Already

ENGLISH

Now that it is the end of November already (wow time does fly really fast!), I think I have to admit to myself that, probably, winter has, indeed, already come. In the sense that in the past two weeks, the temperature has (dramatically) dropped and I started to feel that it is cold now, haha.

Up until the end of last week, probably I was a little bit in a denial about the cold. I mean, I could definitely feel the cold but I forced myself as much as I could to ignore it convincing myself it was still fine. By that, I mean, I still did not take out my winter ammunition (read: winter clothes, haha 😆 ). So all this time I was still wearing my spring/autumn outfits. But earlier this week, I gave up.

As much as I like cold weather more than hot weather (not “warm” because the word “warm” implies some comfort, while what I mean here is the unbearable heat so there is no comfort out of it), what I don’t like from cold weather is the situation where I must prepare myself more thoroughly before I can go out, haha. I have to keep telling myself not to be tricked by the “warmness” of the indoors, like my apartment or my office where obviously I have the heaters to warm them up, so I should not be lazy with the preparation because it is important.

For example, on Wednesday, I was lazy enough to add an extra layer of pants, to wear gloves, and to take my winter hat with flaps, simply because it was warm enough in my apartment (well, obviously), lol 😆 . As a result, when I got out, the coldness of the air (it was around 2°C probably) struck me. Well, I was still able to convince myself it was fine though, as I biked through the 10 minutes commute time to work. Even though when I arrived at the office I ended up shivering a little bit, lol 😆 . But it wasn’t that bad. It was only until the afternoon where I realized I forgot to take my phone with me so I decided to come back home to pick it up. I had to go through all of that again; and once I was at home, I gave up and I decided to gear my winter ammunition up, lol 😆 .

The temperature has not been that cold though, honestly, since certainly I have experienced much colder temperature before. But still, it does not mean that going out in this temperature now with a spring/autumn outfit (or probably even summer outfit) is fine. Some adjustments need to be made.

So, hello again my winter coat, scarf, gloves, winter hat with flaps, and extra layer of clothing! 😆

Normal winter ammunition

Normal winter ammunition

BAHASA INDONESIA

Karena sekarang sudah akhir bulan November (ya ampun waktu cepat banget ya berlalunya!), aku rasa aku harus mengakui ke diri sendiri bahwa, mungkin, musim dingin itu sudah datang, haha. Dalam artian, dua minggu belakangan ini suhu udara disini sudah turun (drastis) loh dan aku mulai merasakan yang namanya udara dingin, haha.

Sampai akhir minggu lalu, mungkin aku berada dalam mode penyangkalan (denial maksudnya) tentang udara dingin ini. Maksudku, jelas aku merasakan udara dinginnya ya tetapi aku masih bisa memaksakan diri untuk sedapat mungkin mengabaikannya dan meyakinkan diri sendiri bahwa suhu segini masih biasa-biasa aja, huahaha. Dengan itu, maksudku adalah aku masih belum mengeluarkan amunisi musim dinginku loh (baca: pakaian khusus musim dingin) dari lemari, haha 😆 . Jadi memang sebelum ini aku masih pede-pede aja gitu memakai pakaian musim semi/gugur, haha. Tetapi awal minggu ini, akhirnya aku menyerah deh.

Walaupun aku lebih suka yang namanya udara dingin daripada udara panas (bukan “hangat” ya karena kata “hangat” kan mengandung nuansa kenyamanan, padahal yang aku maksud disini adalah panas yang menyengat sekali sehingga membuat suasana jadi tidak nyaman gitu), yang kurang aku sukai dari udara dingin adalah keribetan yang harus dilalui sebelum bisa pergi keluar, huahaha 😆 . Aku harus terus berkata ke diriku sendiri untuk tidak tertipu dengan “kehangatan” di dalam ruangan, seperti apartemenku atau kantorku misalnya karena jelas disana ada penghangat ruangannya kan, jadi aku tidak boleh malas untuk melalui keribetan ini karena penting.

Sebagai contoh, di hari Rabu kemarin, ceritanya aku malas gitu deh untuk memakai celana ekstra untuk dirangkap, untuk memakai sarung tangan, dan untuk membawa kupluk musim dingin dengan flaps, hanya karena di dalam apartemenku itu rasanya hangat (eh, ya iya lah ya), huahaha 😆 . Sebagai hasilnya, ketika keluar ruangan, kedinginan udara di luar (sekitar 2°C kayaknya) langsung menerjangku, haha. Eh, tetapi aku masih bisa lho meyakinkan diriku bahwa itu tidak apa-apa, dan aku langsung berangkat kerja deh dengan sepedaan 10 menit ke kantor. Ya memang sih akhirnya ketika aku sampai di kantor aku sedikit menggigil, huahaha 😆 . Tetapi masih nggak masalah lah. Tetapi ini hanya sampai di siang hari saja, dimana aku baru sadar bahwa hapeku ketinggalan di rumah. Jadilah siangnya itu aku memutuskan pulang sebentar untuk mengambil hape. Jadilah aku harus menerjangnya lagi; dan begitu tiba di rumah, nyerah dah dan aku memutuskan untuk langsung mengeluarkan amunisi musim dinginku, huahahaha 😆 .

Sebenarnya suhu udaranya belum dingin-dingin banget sih kalau cuma segini mah karena aku pernah mengalami suhu udara yang lebih rendah lagi. Tetapi tetap aja lah ya ini bukan berarti dengan suhu sekarang masih enak-enak aja kalau keluar dengan memakai pakaian musim semi/gugur (apalagi musim panas). Jadi memang penyesuaian harus dilakukan.

Jadi, halo aku ucapkan kepada mantel musim dinginku, syal, sarung tangan, kupluk musim dingin dengan flaps, dan pakaian dengan lapisan ekstra! 😆

#1464 – A Gloomy Week

ENGLISH

… both in literal and figurative sense.

***

Because of the fall season, usually the month of October is quite a gloomy (or “depressing”, if I may say that) month. The day gets dark sooner and sooner, and usually the weather does not help at all. Just like this week. It has been foggy, drizzling, and gloomy all week. I don’t recall seeing much sunlight this week here.

I believe that the weather is correlated with someone’s mood. When the day presents someone with his/her favorite weather, it will boost his/her mood up; and so the otherwise. So probably what I have been feeling this week is also affected by this gloomy weather.

In general, I have been feeling also gloomy this week. As of late obviously my life has centered around work, this PhD research. I know I haven’t been talking that much about my research here. Even when I do, it has always been the brighter side of it. But honestly, I would be lying if I say there has been no problem, or “challenge” for some people, at all and my research has been smooth-sailing. A PhD research is no easy. It is no smooth ride in a comfortable luxury car. Hell yeah we are trying to solve problems which noone in the entire world has solved. So honestly, yeah, sometimes I feel frustrated as well. But I don’t think this situation is unique only for me.

Talks with some colleagues, friends, and my housemates (who are doing their PhDs as well, even though in different field than mine) reveal that everyone doing a PhD, at least at one point during their study, must have endured the same feeling, the same situation. But still, knowing this does not make it easier, because we still have to face it anyway. We all know the way out is to face it, fight hard, and keep on trying. But to do that, we need to be in the right mindset; and, oh, in the right mood too. If you are not in the mood to do some difficult work, you won’t be able to work efficiently, or creatively.

So that is why it is nice to have some colleagues in the office. Probably this is the reason why they pack more than one PhD student in an office room. We are meant to talk with each other, to encourage each other. And encouragement from our colleague is one of the strongest, at least in my opinion as of now (probably I will change my mind in the future, lol 😆 ), since they exactly know our situation. Being colleagues, at least we are in the same or very similar field. We know the people, we know the professors who are also our supervisors, we know the situation in our department. Obviously any form of encouragement from other people help too. But we can say they are not in our shoes; hell they probably do not know what shoes we are wearing now. But our colleagues, well, at least they are familiar with our shoes.

This reminds me of something. My blog. This blog. I believe another good way to channel out my frustration is through writing. Just write a post as open and honest as I can about what the situation is and how I feel about it. However, due to the nature of the possible situation, I don’t feel comfortable at all if I am writing a public post about it.

But then I remembered something. One of the reasons I chose WordPress as the host of this blog was the possibility to write a password-protected post. Thus far I have never used this feature. But maybe it is about time to finally make use of it.

***
Now that I should close this post shortly, I realize that it has been such a gloomy post, haha 😆 . Probably at the moment the gloominess is peaking. It is Friday evening now when I am writing this post, it is already dark outside, and it is foggy. Yeah, probably the weather today (and this week) has something to do with it 😛

Such gloomy and foggy weather it has been this week

Such gloomy and foggy weather it has been this week

BAHASA INDONESIA

… baik dalam artian sebenarnya maupun sebagai sebuah ungkapan.

***

Karena sudah musim gugur, biasanya bulan Oktober adalah sebuah bulan yang memang muram, alias gloomy (atau “bikin depresi” kalau boleh dibilang begitu). Siang menjadi semakin pendek dan semakin pendek, dan biasanya cuacanya juga tidak mendukung pula. Seperti minggu ini deh. Selama satu minggu cuacanya terus-terusan berkabut, gerimis, dan pokoknya gloomy gitu sepanjang minggu. Rasanya aku tidak banyak melihat sinar matahari deh minggu ini.

Aku percaya bahwa cuaca itu berkorelasi dengan mood-nya seseorang. Jika cuaca di suatu hari adalah cuaca favoritnya seseorang, ini akan meningkatkan mood seseorang itu; dan juga sebaliknya. Nah, mungkin perasaanku minggu ini terpengaruh oleh cuaca gloomy ini.

Secara umum, aku juga merasa gloomy sepanjang minggu ini. Jelas bahwa kehidupanku akhir-akhir ini berkisar di sekitaran pekerjaan, riset S3-ku sekarang. Memang aku tidak banyak menceritakannya disini sih. Bahkan ketika aku menulis sesuatu tentangnya, biasanya aku hanya bercerita yang baik-baiknya saja. Tetapi sejujurnya yah, aku jelas berbohong andaikata aku bilang bahwa tidak ada masalah sama sekali, atau mungkin istilah “tantangan” lebih disukai sebagian orang, dan risetku mulus-mulus aja tanpa masalah. Nggak mungkin. Yang namanya riset S3 itu sulit. Selain itu juga ini bukanlah mengendarai mobil mewah di jalan yang mulus. Ya iya lah, namanya aja kita berusaha memecahkan suatu permasalahan yang tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu caranya. Jadi, sejujurnya, ya, kadang aku jelas merasakan yang namanya frustrasi juga. Tetapi aku rasa situasi ini bukan aku saja yang mengalami.

Perbincangan dengan beberapa kolega, teman, dan housemates-ku (yang mana juga sedang ambil S3 juga, tetapi bidangnya lain dariku) membukakan mataku bahwa semua orang yang sedang mengambil S3, setidaknya satu kali waktu di masa studinya, pasti pernah merasakan hal yang sama. Ah, tetapi mengetahui ini jelas tidak membuatnya menjadi lebih mudah ya, karena toh kita harus tetap menghadapinya. Kita tahu bahwa satu-satunya jalan keluar adalah dengan menghadapinya, berjuang keras, dan terus mencoba. Tetapi untuk itu, kita harus memiliki mindset yang tepat; dan, oh, mood yang mendukung juga. Jika kita tidak sedang dalam mood yang baik ketika akan melakukan suatu pekerjaan yang sulit, kita tidak akan bisa bekerja dengan efisien, apalagi kreatif.

Jadilah mengapa asyik rasanya memiliki kolega di kantor. Mungkin inilah alasan mengapa mereka menentukan bahwa satu ruangan kantor diisi oleh lebih dari satu mahasiswa S3. Kami dimaksudkan untuk berbincang satu sama lain, untuk saling mendukung juga. Dan bentuk dukungan dari kolega itu termasuk salah satu yang terkuat lho, menurutku sekarang sih (bisa saja kapan-kapan pendapatku ini berubah, haha 😆 ), karena mereka benar-benar tahu situasi kita. Karena mereka adalah kolega kita, jelas artinya bidang kita sama atau mirip satu sama lain. Kita juga tahu orang-orangnya, tahu para profesor yang merupakan pembimbing-pembimbing kita, dan juga situasi di jurusan. Memang sih bentuk dukungan dari siapa pun jelas menghangatkan perasaan. Tetapi kita bisa bilang bahwa mereka tidak berada di situasi kita. They are not in our shoes, ungkapan bahasa Inggrisnya. Mereka bahkan tidak tahu sepatu apa yang kita pakai. Tetapi kolega-kolega kita, yah, setidaknya mereka lumayan familiar dengan sepatu ini. Kan?

Ini mengingatkanku akan sesuatu loh. Blogku. Blog ini. Aku tahu bahwa bagiku, salah satu cara lain untuk menyalurkan rasa frustrasi adalah dengan menulis. Menulis sebuah posting seterbuka dan sejujur mungkin mengenai sebuah situasi yang membuatku frustrasi dan bagaimana perasaanku saat itu tentangnya. Masalahnya, karena konten dari situasinya, kadang aku merasa tidak nyaman kalau posting semacam ini terbuka untuk umum, alias public.

Tetapi kemudian aku teringat sesuatu. Salah satu alasan aku memilih untuk pindah ke WordPress ini adalah kemungkinan untuk menulis sebuah posting yang diproteksi dengan password. Selama ini aku belum pernah menggunakan fitur ini sih. Tetapi mungkin saat untuk akhirnya menggunakannya akan segera tiba, haha.

***
Nah, karena sekarang sudah saatnya bagiku untuk segera mengakhirki posting ini, aku baru sadar bahwa nuansa posting ini kok amatlah gloomy juga ya, haha 😆 . Ah, mungkin ke-gloomy-annya sedang memuncak sekarang. Saat ini adalah hari Jumat malam ketika aku mengetik posting ini, di luar sudah gelap, dan juga berkabut. Ya, mungkin ada hubungannya dengan cuaca hari ini (dan minggu ini) 😛

#1457 – Fall Season (Literally)

ENGLISH

If on Tuesday I was talking about the fall TV season, now I am going to talk about the actual fall season, haha 😆 . Since it is October already, we are already entering the fall season, or het najaar in Dutch, in the Netherlands. And here are something that I have to deal with because of this season:

Getting Colder

I have to accept the fact that it has started to get gradually colder now. The temperature has consistently floated within the teens of Celsius. which is fine and this band of temperature is actually my favorite. However, after a beautiful summer this year (with relatively less rain, yay!) and my one month trip to the tropics (read: Indonesia), I do have to make an effort to accept that the temperature has, indeed, gone colder.

And by this I mean I have had to open my winter cabinet, haha 😆 . No more days where we can just wear a t-shirt and shorts to get out. Well, actually noone would prohibit you from doing so though, lol 😆 . Noone would prohibit you from doing so, but risk is at your own 😛 . Now at least I must wear long jeans or trousers and a sweater, or at least long-sleeves. I still feel that I don’t need my winter jackets yet though, so they are still stored neatly in the cabinet. But I have taken some of my sweaters out.

I don’t know, the psychology about fall is a little bit strange in my experience. It seems that we (or probably just me? Lol 😆 ) don’t want to accept that fall has started (which equivalently means summer is over). So we tend to postpone opening our winter cabinet as long as possible until we come to the conclusion that “Yes, fall is here, I need my warmer clothes otherwise I will suffer outside“; this the point which I refer to as the “acceptance”-that-fall-has-come point, haha 😆 .

It is the complete opposite with spring, where we would happily store all our winter outfits in the cabinet and start wearing our summer clothes; even though the temperature is also in the teens.

Getting Darker

One thing that, for sure, I will miss from the summer time is the long daylight. In the summer, most of the time the sun sets at or after 21:00 in the Netherlands, which peaks at around 22:30 in June. Now, well, this week the sun sets at around 19:00; and it will get sooner and sooner as winter approach. Plus, we will have a DST later on this month as well which will make it even earlier.

I love long daylight. I feel like I can be more productive when the day is longer. Plus, I tend to be in better mood when the sun is out, especially for work-related stuffs. Working when the sky is dark does feel more depressing than the counterpart.

Getting Rainier

But the most annoying thing with this fall weather, to me, is the more frequent rain. Twice this week only has rain played around with me. On Wednesday, after I finished working out at the gym, apparently it was raining quite heavily (for Dutch standard) outside. Obviously I did not know this before since the gym was inside the Sport Centre main building. I waited for a little bit and decided to just bike through it since at one point it seemed that the rain had started to die down a little. But then, when I was still almost halfway back home, it started pouring again. Damn!

The second one was a day later, while I was having my tennis lesson. Midway through the lesson, it started to rain. Damn! We took a shelter in a small hut for about five minutes before continuing the lesson again when the rain had come a little bit lighter. But the rain did change my rhythm and the courts a lot, since the courts were clay courts. So the ball bounce changed quite dramatically. Even though playing tennis through the rain is not really foreign to me, I still prefer playing when it is not, haha 😆 .

A rainy evening in Delft

A rainy evening in Delft

BAHASA INDONESIA

Jika Selasa lalu aku membicarakan mengenai musim gugur di acara-acara TV, kali ini aku ingin bercerita tentang musim gugur yang sebenarnya, hahaha 😆 . Jadi karena sekarang ini sudah bulan Oktober, kami sudah mulai memasuki musim gugur, alias het najaar dalam bahasa Belanda, di Belanda. Dan berikut ini beberapa hal yang harus aku hadapi berkaitan dengan musim ini:

Menjadi Semakin Dingin

Aku harus menerima kenyataan bahwa sekarang temperatur perlahan-lahan telah turun dan menjadi semakin dingin. Sekarang ini suhu udara sudah stabil berada di kisaran belasan derajat Celsius, yang mana sebenarnya baik-baik saja sih dan kisaran temperatur ini sebenarnya adalah temperatur favoritku loh. Namun, setelah musim panas yang indah tahun ini (dengan relatif sedikit hujan, hore!) dan juga perjalananku selama satu bulan ke daerah tropis (baca: Indonesia), aku benar-benar harus berusaha untuk menerima kenyataan bahwa memang suhu udaranya sudah semakin dingin.

Dan dengan ini maksudku adalah aku harus membuka lemari musim dinginku, haha 😆 . Nggak ada lagi deh hari-hari dimana kita bisa keluar dengan kaus dan celana pendek aja. Eh, sebenarnya bisa-bisa aja sih kalau mau mah, haha 😆 . Siapa juga yang melarang. Cuma risikonya mah ditanggung sendiri ya, haha 😛 . Sekarang setidaknya aku harus mengenakan celana panjang dan sweater deh, setidaknya lengan panjang lah. Aku masih merasa belum perlu mengenakan jaket musim dinginku sih, jadi mereka masih tersimpan rapi di dalam lemari. Tapi aku sudah mulai mengeluarkan beberapa sweater-ku.

Nggak tahu ya, psikologi di musim gugur itu agak lucu berdasarkan pengalamanku. Sepertinya kita ini (Eh, “kita”? Jangan-jangan cuma aku aja ya, huahaha 😆 ) sulit menerima kenyataan bahwa musim gugur sudah dimulai (yang mana ekuivalen dengan pernyataan bahwa musim panas sudah berakhir). Jadi kita cenderung menunda-nunda membuka lemari musim dingin selama mungkin, sampai pada akhirnya kita menyerah dan mengakui “Ya, musim gugur memang sudah datang, jadi aku perlu mengenakan pakaian yang lebih hangat karena kalau tidak di luar bakal menderita“; dan di saat inilah aku bilang bahwa kita “menerima” bahwa musim gugur sudah datang, haha 😆 .

Ini berkebalikan dengan musim semi, dimana kita dengan sukaria menyimpang semua pakaian musim dingin ke dalam lemari dan mulai mengenakan pakaian musim panas; walaupun sebenarnya suhu udaranya juga berada di kisaran belasan.

Menjadi Semakin Gelap

Satu hal yang pasti akan aku rindukan dari musim panas adalah siang hari yang panjang. Di musim panas, biasanya matahari terbenam pada atau setelah jam 21:00 di Belanda, yang mana puncaknya adalah sekitar jam 22:30 di bulan Juni. Sekarang, yah, minggu ini sih matahari terbenam sekitar jam 19:00; dan jam ini akan semakin maju dan semakin maju karena musim dingin segera tiba. Apalagi akan ada DST di akhir bulan ini nanti yang mana akan membuat waktu matahari terbenam ini semakin maju.

Aku suka siang yang panjang. Aku merasa aku bisa lebih produktif ketika siangnya panjang. Ditambah lagi, rasanya mood-nya lebih menyenangkan gitu ketika matahari bersinar, terutama ketika harus bekerja. Bekerja ketika langit gelap itu rasanya lebih membuat depresi daripada kebalikannya loh.

Menjadi Lebih Sering Hujan

Tetapi yang paling menyebalkan dari musim gugur ini, untukku ya, adalah hujan yang menjadi lebih sering. Dua kali sudah minggu ini aku dikerjain oleh hujan. Di hari Rabu, setelah selesai berolahraga di gym, ternyata di luar sedang hujan lumayan deras loh (untuk ukuran Belanda). Tentu saja aku tidak tahu ini sebelumnya karena gym-nya kan berada di dalam gedung utama Sport Centre. Aku menunggu sedikit dan akhirnya memutuskan untuk bersepeda menerjang hujan, karena hujannya nampak mulai reda. Tetapi kemudian, belum ada setengah jalan, hujannya malah bertambah deras dong. Sial!

Yang kedua adalah sehari setelahnya, ketika aku sedang mengikuti les tenisku. Di tengah-tengah les, hujan mulai turun. Sial! Kami berteduh sebentar di bawah pondokan di dekat lapangan selama sekitar lima menit sebelum lesnya dilanjutkan lagi ketika hujannya sudah agak reda. Tapi hujannya telah mempengaruhi ritmeku dan juga lapangannya, karena lapangannya kan lapangan tanah liat. Jadi pantulan bolanya jadi berubah total deh. Walaupun bermain tenis di saat hujan bukanlah konsep yang asing untukku, aku masih lebih memilih bermain ketika nggak hujan deh, haha 😆 .