General Life, Tennis, Zilko's Life

#2164 – A Weekend Story

ENGLISH

Despite the title, no, I did not go on a weekend trip this weekend, haha 😆 . I was just in Amsterdam, recovering as I was travelling to Berlin the weekend before.

I started the weekend by … staying up late for a US Open third round match between my two favorite tennis players, Serena Williams and Venus Williams. There is a backstory of this particular meeting, btw. Coming into the tournament, Serena was ranked 26th meaning under normal circumstances, she would have been seeded 26th too in the tournament. However, considering she had just come back from a maternity leave (during which she was ranked number 1 in the world), the USTA, who organized the US Open, decided to exercise their special right to not follow her official ranking for seeding. Serena was bumped up as the 17th seed, just one spot below Venus’ (16th).

To be honest I found this particular reseeding to be rather “pointless” given that it was “only” 9 places up. On top of that, this meant there was a 12.5% chance for Serena to meet Venus in the third round. Had Serena not been reseeded, she could only meet Venus in the fourth round at the earliest. And guess what? Somehow this 12.5% chance became a reality!

I was really annoyed as now my two favorite players could potentially meet that early in the tournament. Though to be fair, usually I am always annoyed when Serena and Venus are drawn in the same half of the draw, especially in bigger tournaments. If it were up to me, they would always be drawn in the opposite halves so that they could only meet in the final, haha 😛 . But this particular instance is especially more annoying because I have a ticket for the women’s singles final! This means that it is guaranteed that the match I will watch this coming Saturday will not be between Serena and Venus!

Anyway, Venus, in my opinion, played well (for her standard this year) in the match but Serena’s level was just amazing. As a result, Serena won the match in comprehensive fashion.

Serena vs Venus at this year’s US Open.

***

The decision to stay up late to watch the match set the tone for the rest of the weekend: where I felt even more need to rest! Lol 😆 . I don’t know, nowadays I find staying up late more tricky to handle than, say, ten years ago. Maybe it’s my age? 😛

Though, of course this did not mean I just became a couch potato all the time doing no physical activity at all, haha. I did my usual weekend chores (grocery shopping, laundry, some light apartment cleaning, etc) and went to the gym on Sunday too. Oh and also, I got a haircut on Saturday, obviously because of my upcoming trip! 😛

BAHASA INDONESIA

Walaupun judulnya demikian, tidak kok, aku tidak pergi jalan-jalan akhir pekan ini, haha 😆 . Aku cuma di Amsterdam aja, beristirahat karena akhir pekan sebelumnya kan aku jalan-jalan ke Berlin.

Akhir pekan ini aku mulai Jumat malam dengan … begadang untuk menonton sebuah pertandingan babak ketiga US Open antara dua petenis favoritku, Serena Williams dan Venus Williams. Oh iya, pertemuan mereka kali ini ada ceritanya loh, btw. Sebelum turnamen ini dimulai, peringkat Serena adalah 26 yang berarti, biasanya, ia juga akan diunggulkan di posisi ke-26 di turnamennya. Namun dengan pertimbangan ia baru saja kembali dari cuti hamil (yang mana sewaktu cuti ia berperingkat 1 di dunia), organizer-nya US Open (USTA) memutuskan untuk menggunakan hak khusus mereka untuk tidak semata-mata mengikuti peringkat dunia resmi dalam mengurutkan pemain unggulan. Serena dinaikkan posisinya ke unggulan ke-17, satu posisi di bawah Venus (16).

Sejujurnya aku merasa perubahan posisi unggulan ini agak “tidak ada gunanya” karena toh “hanya” naik 9 posisi saja. Di samping itu, gara-gara perubahan ini jadi ada peluang sebesar 12,5% untuk Serena akan bertemu Venus di babak ketiga. Andaikata posisi Serena tidak diubah, ia hanya bisa bertemu Venus paling cepat di babak keempat. Dan apa yang terjadi? Peluang sebesar 12,5% ini beneran menjadi kenyataan dong!

Aku jelas merasa sebal dong ya dua pemain favoritku kok jadi berpotensi bertemu di babak awal di turnamen besar ini. Walaupun, sebenarnya sih, biasanya aku juga sebal ketika Serena dan Venus berada di paruh undian yang sama, terutama di turnamen-turnamen besar. Kalau bisa sesuai mauku, maunya sih mereka selalu ditempatkan di paruh yang berbeda sehingga mereka hanya bisa bertemu di babak final saja, haha 😛 . Tapi khusus untuk kejadian kali ini, rasa sebalnya jauh lebih berlipat karena aku kan memiliki tiket untuk final tunggal putri ya! Ini berarti sudah pasti pertandingan yang akan kutonton hari Sabtu ini bukanlah antara Serena dan Venus!

Anyway, menurutku Venus bermain dengan baik (berdasarkan standarnya tahun ini) di pertandingan ini, tetapi Serena bermain dengan level yang amat tinggi. Sebagai akibatnya, Serena menang dengan skor telak.

Serena vs Venus di US Open tahun ini

***

Keputusan untuk begadang untuk menonton pertandingan tenis ini ternyata mempengaruhi mood akhir pekanku ini: dimana aku semakin merasa membutuhkan yang namanya istirahat! Hahaha 😆 . Nggak tahu ya, sekarang-sekarang ini aku merasa begadang itu lebih tricky untuk dihadapi daripada, katakanlah, sepuluh tahun yang lalu. Apa ini ya yang dimaksud dengan faktor U? Haha 😛

Walaupun begitu, bukan berarti juga aku nggak ngapa-ngapain dengan tidak melakukan aktivitas fisik apa pun sih kemarin ini, haha. Aku mengerjakan pekerjaan yang memang biasanya kulakukan di akhir pekan (belanja kebutuhan sehari-hari, laundry, bersih-bersih kecil apartemen, dll) dan juga pergi ke gym di hari Minggu. Oh dan juga, aku potong rambut di hari Sabtu, jelas karena perjalananku yang akan segera datang! 😛

Advertisements
My Interest, Tennis, Zilko's Life

#2126 – A Tennis Racket Story

ENGLISH

During my tennis lesson last week, this happened:

A broken tennis racket string

Yep, for the first time ever since I picked up a tennis racket, I had a broke string during play! Haha 😆 . Thankfully it was during a tennis lesson so I could borrow a racket from the coach for the reminder of the session. Even though of course it wasn’t “optimal” for my game because, you know, every tennis player was accustomed to a certain “feel” of the racket (the grip, the stringing tension, the racket surface size, the presence of a damper, etc). And so it was unlikely that a borrowed racket would be a perfect match to one’s “feel”. But this was, of course, a much better situation than not having a racket to play tennis, haha 😛 .

Anyway, I bought this racket in October 2015. Actually the racket still felt fine up to last week’s lesson, as since I started working in Amsterdam I haven’t been able to play as often as like when I was still in the university; so the racket hadn’t been *that* worn out. So this made me think that perhaps broken string had little to do with the “weariness” of a racket, haha.

Though, I’m not sure about Agnieszka Radwanska’s racket here 😆

This experience made me feel like a “professional player” though, in a way, who quite often had a broken string while playing a match! (Actually I had wondered why I had not had a broken string as I had played for years, whereas it felt like at least in one of two or three professional matches that I watched a string of one of the players’ rackets broke, haha).

Anyway so of course I could have had the racket restrung. But my last experience with racket restringing wasn’t the bestest one. At the time I felt like the string tension after restringing wasn’t the same and it didn’t “feel” right. Okay, a logical explanation for that was perhaps the tension was “wrong”. However, as Barney Stinson said…

and so I decided to just go with the easiest option and buy a new racket, haha 😛 .

I went to a store in Amsterdam Centrum after work on Friday, though before that I already browsed for some options at an online tennis store. I knew that I would like a Wilson racket because Wilson was the brand the Williams sisters used, lol 😛 (#truefans). I almost bought one at the store, but then I didn’t because at the very last second I decided to choose the model I had seen earlier online: the Blade 104 model used by Venus Williams, haha 🙈. The store in Amsterdam didn’t have this particular model in stock at the time. And yesterday, my new racket was delivered to me 😀 . Btw, the nice thing about this online store was that they were able to customize the string too to my own specification! 🙂

My new Wilson Blade 104 tennis racket

BAHASA INDONESIA

Di les tenisku minggu lalu, ini terjadi:

Senar raket tenis yang putus

Iya dong, untuk pertama kalinya semenjak aku mulai bermain tenis, aku mengalami yang namanya senar raketnya putus ketika aku bermain! Haha 😆 . Untungnya kejadiannya adalah ketika les sih sehingga aku bisa meminjam raket dari pelatihnya untuk sisa dari sesi les kali itu. Walaupun jelas ini nggak “optimal” karena setiap pemain itu memiliki “feeling“-nya sendiri dengan raketnya (pegangannya, tegangan senarnya, luas permukaan raketnya, apakah pakai damper atau tidak, dll). Dan jadilah raket pinjaman itu seringnya tidak memiliki “feel” yang pas banget dengan kita. Ah, tapi ini adalah situasi yang lebih baik ya daripada main tenis tapi nggak punya raketnya, iya kan, haha 😛 .

Anyway, raket ini aku beli di bulan Oktober 2015. Sebenarnya raketnya masih baik-baik saja kok sampai sesi les minggu lalu itu, karena toh semenjak aku mulai bekerja di Amsterdam aku tidak bisa bermain tenis sesering dulu ketika masih di universitas; jadilah raketnya masih belum se-“usang” itu. Ini membuatku berpikir mungkin yang namanya senar yang putus itu tidak ada hubungannya dengan “keusangan” sebuah raket, haha.

Eh tapi kalau apa yang terjadi dengan raketnya Agnieszka Radwanska ini aku nggak tahu juga sih, haha 😆

Pengalaman ini membuatku merasa seperti “petenis profesional” nih, di satu sisi, yang mana nampak sering mengalami kejadian senar putus ketika bermain suatu pertandingan! (Sebenarnya sempat terpikirkan olehku lho mengapa kok aku tidak pernah mengalami senar raket tenis yang putus padahal aku sudah main tenis bertahun-tahun, sementara rasanya setidaknya di satu dari dua atau tiga pertandingan profesional yang aku tonton, senar dari salah satu raket yang digunakan pemainnya itu putus, haha).

Anyway jelas sebenarnya bisa saja raketku di-restring. Tapi pengalaman terakhirku dengan me-restring raketku ternyata bukan pengalaman yang terbaik. Maksudnya, waktu itu rasanya tegangan senarnya setelah di-restring nggak sama sehingga “feel” raketnya rasanya jadi aneh gitu. Iya, iya, penjelasan logisnya adalah kemungkinan besar memang tegangannya aja yang waktu itu “salah”. Tapi, seperti katanya Barney Stinson kan…

dan jadilah aku memutuskan mengambil pilihan yang mudah aja dan membeli raket tenis baru, haha 😛 .

Aku pergi ke sebuah toko peralatan olahraga di Amsterdam Centrum sepulang kerja di hari Jumat; eh tapi sebelumnya aku sudah mengecek satu toko online juga sih. Aku sih sudah tahu aku akan membeli raketnya Wilson lagi karena merk ini adalah merk yang dipakai Williams bersaudari, haha 😛 (#truefans). Aku nyaris membeli satu raket di tokonya, tapi kemudian last minute aku membatalkan niatan itu karena aku memutuskan untuk membeli model yang sudah aku lihat di internet sebelumnya: model Blade 104 yang dipakai oleh Venus Williams, haha 🙈. Btw tokonya di centrum pas kebetulan tidak memiliki stok model yang ini waktu itu. Dan kemarin, raket baruku akhirnya tiba di tanganku 😀 . Btw, asyiknya toko online ini adalah mereka bisa meng-customize string-nya sesuai dengan spesifikasi yang aku inginkan lho! 🙂

Raket tenis Wilson Blade 104 baruku
General Life, Zilko's Life

#2123 – A Couple of Recent Sporting Stories

ENGLISH

French Open Coverage

So last week the French Open was concluded. I even went to Paris for the women’s singles final and men’s doubles final last weekend.

Anyway related to this tennis tournament, last year I was happy with my tv cable subscription as it also had two (sometimes three) channels covering some of the main tennis tournaments, including the French Open. This year, however, I was slightly disappointed with the coverage of the French Open 😛 . This was because, especially in the first week of the tournament, quite often the matches that I were most interested in were not aired in those channels (There were more channels for tennis but I would need extra subscription for those).

Though, Venus Williams’ match was aired. Though the result was not what I wished…

It wasn’t “deliberate” or anything, as it was more of my bad luck with the scheduling. I mean, once the channel aired the first round match between Kiki Bertens and Aryna Sabalenka over Serena Williams’ first grandslam match since giving birth to her daughter versus Kristýna Plíšková, haha. I mean, I got it that Kiki Bertens was Dutch and so this was why she got the “priority” as it happened that both matches took place concurrently, but still 😛 (Thankfully, a Belgian channel covered Serena’s match so afterall it was ok).

But you know, somehow I got the general feeling of “disappointment” with this year’s coverage of the French Open in the first week, haha…

The Injury

Anyway speaking of sport, last week I mentioned that I just realized I had a slight knee injury which frustrated me a little bit because it hindered me from my short-term goal of intensifying my cardio training a little bit more to accelerate my body fat percentage loss, haha.

Actually on my gym session that day I published the post, I decided to “test the water” right away by intensifying my cardio session a little bit. Obviously the injury hadn’t been healed yet but at the same time I would like to know how “bad” it actually was. And it turned out to be not as bad as I thought, haha. While I still “felt” it, it didn’t prevent me from finishing my cardio. Though, of course I still used my common sense by not really pushing it too much.

But so far so good! 😀

BAHASA INDONESIA

Penayangan French Open

Jadi ceritanya minggu lalu turnamen tenis French Open selesai. Aku bahkan pergi ke Paris untuk menonton babak final tunggal putri dan ganda putranya akhir pekan kemarin ini.

Anyway berkaitan dengan turnamen tenis ini, tahun lalu aku merasa senang dengan keputusanku untuk berlangganan tv kabel karena aku jadi memiliki dua (kadang tiga) saluran tv yang menayangkan beberapa turnamen-turnamen tenis besar, termasuk French Open ini. Tahun ini, tapinya, aku sedikit merasa kecewa dengan penayangan French Open-nya 😛 . Terutama di minggu pertama turnamennya sih, dimana ada beberapa pertandingan yang mana aku tertarik tetapi tidak ditayangkan di saluran-saluran tersebut (Sebenarnya ada lebih banyak saluran lagi yang menayangkan semua pertandingannya tetapi aku harus berlangganan ekstra untuk itu).

Eh tapi pertandingannya Venus Williams ditayangkan sih. Walaupun hasil pertandingannya tidak sesuai harapanku…

Ini bukannya “disengaja” atau gimana sih, karena sebenarnya ya ini adalah kesialanku aja dengan jadwal pertandingannya. Misalnya, suatu kali salurannya menayangkan pertandingan babak pertama antara Kiki Bertens dan Aryna Sabalenka dong dan bukannya pertandingan grandslam pertama-nya Serena Williams setelah melahirkan anak perempuannya melawan Kristýna Plíšková, haha. Iya sih aku paham Kiki Bertens itu adalah pemain Belanda jadilah ia mendapatkan “prioritas” karena kedua pertandingan ini kebetulan kok dimainkan bersamaa, tapi tetap aja lah ya 😛 (Untungnya waktu itu ada saluran Belgia yang menayangkan pertandingannya Serena sih jadi nggak apa-apa lah).

Tapi intinya adalah, entah mengapa tahun ini aku kok merasa “kecewa” gitu dengan penayangan dari turnamen French Open ini, terutama di minggu pertama, haha…

Cedera

Anyway mumpung ngomongin olahraga, minggu lalu aku ceritakan tentang cedera lutut minorku yang menyebalkanku karena cederanya menjadi penghalang bagiku dalam mencapai tujuan jangka pendekku yaitu meningkatkan intensitas latihan kardio untuk mempercepat proses penurun persentase lemak tubuhku, haha.

Nah jadi sebenarnya di sesi gym-ku di hari posting itu aku publikasikan, aku memutuskan untuk “cek-cek ombak” dengan langsung meningkatkan intensitas sesi kardioku sedikit. Jelas waktu itu cederanya masih belum sembuh, tetapi pada saat yang sama aku juga ingin tahu seberapa “parah” sebenarnya cederanya kan. Dan ternyata tidak separah yang aku takutkan, haha. Walaupun cederanya masih “terasa”, tetapi tidak sampai membuatku tidak bisa menyelesaikan target kardioku kok. Ah, tapi jelas aku masih menggunakan akal sehat juga lah ya dimana aku juga tidak terlalu memaksakan target yang tinggi-tinggi amat dulu.

Tapi sejauh ini, so far so good kok! 😀

General Life, Zilko's Life

#2114 – A Weekend and A Monday

ENGLISH

My general theme for this weekend was … definitely some rest! Haha 😆 . Somehow I felt quite tired coming to this weekend, even though I only had a short week at work last week. But actually, the short week had something to do with the tiredness; as the week was “short” because I started it in Budapest for a long weekend trip, haha.

I have also been quite excited because this weekend, the main draw rounds of this year’s French Open has started! I enjoy this time, btw, when tennis matches (of big tournaments of importance and prestige) are played at “convenient” time for me who is based in Europe, haha 😆 . I mean, it is much less convenient to watch live matches being played in, say, New York for the US Open or Melbourne for the Australian Open with all those time zone differences with Europe, haha 😀 .

Though, too bad Venus Williams already lost in the first round of singles this year 😭

Anyway, this Monday was also quite unique to me as I had to work from home in the morning because I had to supervise the annual air exhaust maintenance of my apartment. It was actually supposed to happen about two weeks ago, btw. But I forgot to confirm the appointment in time because I was so busy and occupied with work. And so we had to reschedule and we agreed on this Monday, haha 😆 .

After the maintenance was done, I went to my office immediately. It was “nice” to go “this late”, though, because it made me miss the morning rush hour, especially on a Monday! Even though on the other hand the public transport frequency was also lower than during the morning rush, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Tema utamaku akhir pekan kemarin ini adalah … jelas istirahat! Haha 😆 . Entah mengapa aku merasa capek ketika memasuki akhir pekan ini, walaupun sebenarnya minggu kerjaku kemarin adalah minggu yang pendek. Tapi sebenarnya justru karena merupakan minggu yang pendek itu sih aku merasa capek; karena minggunya “pendek” karena aku memulainya di Budapest untuk sebuah perjalanan long weekend, haha.

Aku juga lumayan excited akhir pekan kemarin karena ronde babak utama dari turnamen French Open tahun ini sudah dimulai! Aku menikmati waktu sekarang-sekarang ini, btw, ketika pertandingan-pertandingan tenis (dari turnamen besar dan bergengsi) dimainkan di waktu yang “enak” untukku yang berbasis di Eropa, haha 😆 . Maksudku, kan lebih nggak nyaman ya untuk menonton langsung pertandingan yang dimainkan di, misalnya, New York untuk US Open atau Melbourne untuk Australian Open dengan perbedaan waktunya dengan Eropa, haha 😀 .

Walaupun agak sebal dan sedih juga sih Venus Williams sudah kalah di babak pertama kompetisi tunggal tahun ini 😭

Anyway, hari Senin kemarin ini jugalah cukup unik untukku karena aku harus bekerja dari rumah di pagi hari karena aku mesti mengawasi perawatan tahunan exhaust udara apartemenku. Seharusnya perawatannya berlangsung dua mingguan yang lalu sih. Tapi aku lupa mengkonfirmasi jadwalnya karena pikiranku teralihkan dengan kesibukan di kantor. Jadilah kami harus menjadwalkan-ulang, dan kami setuju untuk dilakukan di hari Senin kemarin ini, haha 😆 .

Setelah perawatannya selesai, aku langsung berangkat ke kantor. “Asyik” juga berangkat “siang” begini, karena artinya aku jadi melewatkan rush hour pagi kan, apalagi di hari Senin! Walaupun di sisi lain frekuensi transportasi umumnya juga agak lebih jarang sih dibandingkan di waktu rush hour, haha 😆 .

General Life, Life in Holland, Zilko's Life

#2093 – One Year in Amsterdam

ENGLISH

Having been a home owner for one year also means that I have lived in Amsterdam for (about) a year now!! How time flies! This month last year I was busy (and almost went crazy, lol) with moving from Delft to Amsterdam on top of making my Amsterdam apartment “habitable”, lol 😆 .

But it was all worth the effort! It has been a great year in Amsterdam to me; especially that I do not have to face three hours of commuting every day anymore. Though, as humanly as I have been, there were times in the past one year where I felt a bit annoyed during my (short, 30 minutes one-way) commute to my office (I wish it was much shorter). But everytime I had this feeling, I just reminded myself of the commuting life I had to endure for about half a year before moving here!

I don’t miss commuting during rush hour at all.

Despite having been in this amazing city for a year, to be honest I feel like I haven’t really “maximized” my Amsterdam experience. You know, in the past year I went on a lot of trips, mostly in weekends 🙈. The result of this was less time and opportunity for me to actually explore Amsterdam. The problem is that I have argued that since I live in Amsterdam, technically I can enjoy the city at any time anyway. But this argument has actually been counterproductive because it pushes Amsterdam way down in my priority list instead, lol 😆 .

Though, I guess this is a common problem. During my 6.5 years of life in Delft, I actually never went to the super famous Vermeer Museum; and I only climbed the Nieuwe Kerk tower once and it was only because a good friend of mine was visiting, lol 😆 .

Delft’s Nieuwe Kerk

Ah, speaking of Delft, I actually have not been back there since this month a year ago when I finalized my move to Amsterdam, haha. I don’t know, thus far I haven’t had a reason to visit the beautiful town (Well, actually there was. In the summer last year I was invited to a barbeque by a friend in Delft on a Saturday. The problem was at the time I was travelling to London to watch Venus Williams at Wimbledon). But it appears that I will have one later on this year. We will see…

Anyway, yeah, it has been a great year in Amsterdam! 🙂 Cheers to many more of it!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu

BAHASA INDONESIA

Telah menjadi pemilik rumah selama setahun juga berarti aku sudah tinggal di Amsterdam selama sekitar setahunan sekarang!! Waktu benar-benar cepat berlalu! Bulan ini tahun lalu aku sibuk (stress banget dah, haha ) dengan pindahan dari Delft ke Amsterdam, dan ini pun di samping kesibukan membuat apartemenku di Amsterdam “bisa dihuni”, haha 😆 .

Tapi itu semua worth it banget kok! Satu tahun di Amsterdam ini adalah satu tahun yang baik untukku; apalagi aku tidak harus lagi nglaju selama tiga jam setiap hari kan. Walaupun yang namanya manusia ya, ada lho beberapa kali dalam setahun belakangan dimana aku agak sebal dengan nglaju-ku (yang singkat, cuma 30an menit saja sekali jalan) ke kantor (Maksudnya aku berharap lebih singkat lagi gitu). Tapi setiap kali aku merasa demikian, aku selalu mengingatkan diriku akan kehidupan nglaju-ku yang harus aku jalani selama setengah tahun sebelum pindah ke kota ini!

Aku sama sekali nggak kangen dengan yang namanya nglaju di waktu rush hour dah.

Walaupun sudah tinggal di kota keren ini selama setahun, sejujurnya aku merasa aku belum terlalu “memaksimalkan” pengalaman Amsterdamku. Tahu kan setahun belakangan ini aku juga sering banget pergi jalan-jalan, terutama di akhir pekan 🙈. Akibat dari ini adalah waktu dan kesempatan untuk menjelajahi Amsterdam yang otomatis berkurang. Masalahnya adalah karena aku tinggal di Amsterdam, aku berargumen bahwa kan aku bisa menikmati kotanya kapan aja. Tapi argumen ini justru kontraproduktif karena malah membuat prioritas Amsterdam menjadi turun, hahaha 😆 .

Ah tapi ini masalah umum sih sebenarnya. Selama tinggal 6,5 tahun di Delft, tidak pernah sekali pun lho aku mengunjungi Museum Vermeer yang terkenal itu; dan hanya satu kali saja aku memanjat menaikit menaranya Nieuwe Kerk, itu pun karena pas waktu itu temanku sedang mengunjungiku, hahaha 😆 .

Nieuwe Kerk-nya Delft

Ah, ngomongin Delft nih, sebenarnya aku belum lagi mengunjunginya nih semenjak aku pindah ke Amsterdam bulan ini tahun lalu, haha. Ya habis gimana, sejauh ini aku belum ada alasan untuk mengunjungi kota yang cantik ini (Sebenarnya ada sih. Di musim panas tahun lalu aku diundang barbeque-an di Delft oleh temanku di suatu hari Sabtu. Masalahnya waktu itu aku sedang pergi ke London untuk menonton Venus Williams di Wimbledon). Tetapi sepertinya tidak lama lagi akan ada alasannya sih, haha. Kita lihat saja…

Anyway, ya intinya mah setahun terakhir di Amsterdam ini adalah setahun yang baik! 🙂 Jadi, tos untuk tahun-tahun selanjutnya yang lebih baik lagi!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu
working life, Zilko's Life

#2007 – A DST Weekend

ENGLISH

This weekend was the DST weekend in the Netherlands. And it was my favorite one, where this Sunday was 25 hours in length!! 😀

Actually at first I was thinking to go on a weekend trip somewhere this weekend, because the extra hour I would get on Sunday would be very useful to spend while on a trip, no? Haha 😛 . But I kept failing in finding a good deal for the weekend, up to the point that my colleague reminded me that that Friday would be the last Friday of the month, meaning it would also be the time for my office’s monthly bars event!

And this would be the best one of the ten bars events in a year (Apparently there are no event in January and September) because of its proximity with Halloween!! The event would be Halloween-themed which would make it much more special! Special as in there would be some extra activities (like face paintings, props for photos (Halloween-themed obviously), etc) and as in it would last twice as long! Yeay! 😀

And so I decided to drop my travelling plan this weekend (Not that I already had one anyway) so that I could fully enjoy the event, haha. You know, because I would not have to “save” myself for an upcoming trip, like I had to do last year, and I could use the entire weekend for rest if I needed to, haha 😛 .

Anyway, the event was really fun where I went to one of the bars after work where I met many of my colleagues there. I also decided to get some face painting just because why not! Haha 😛 . The face painting stand was very busy btw where I had to queue for like one hour before I got my face painted. I was waiting there with a colleague and many other colleagues were passing by anyway so that helped with the waiting, haha. On my turn, the lady asked me how I would want my face painted, in which I had no idea at all. But I felt like half face painting would be cool so I asked her to do that and let her do whatever with the pattern/style 😛 .

Half face facepainted selfie

And then indeed I used the entire weekend for rest, as I felt really tired! It does not mean I did not do literally anything, though. I went grocery shopping (because I was running out of food at home 😆 ) and managed one gym session on Sunday morning 😛 .

I also watched the conclusions of the WTA Finals tournament in Singapore, where my favorite tennis player, Venus Williams, made the final! Speaking of this tournament, while of course since the beginning I was hoping for Venus to win (like always in every tournament she enters), I did not set my expectation to be that high given the slow tennis court in the Singapore Indoor Arena. Slow court generally does not reward attacking tennis game, the type of game Venus plays. And so it was very amazing to watch Venus fought through with her determination and heart!

In the final, she faced Caroline Wozniacki, a top player she had never lost to before. However, slow court favors Wozniacki’s defensive game, making it a tough final for Venus. In the end, Wozniacki won the title 6–4, 6–4. While certainly disappointed with Venus’ loss, I still felt like it was quite a successful tournament for her, given all the circumstances.

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini adalah akhir pekan DST di Belanda. Dan ini adalah DST favoritku dimana hari Minggu kemarin memiliki panjang 25 jam loh!! 😀

Sebenarnya awalnya aku berpikiran untuk jalan-jalan kemana gitu di akhir pekan ini. Lumayan kan dapat ekstra satu jam di hari Minggu ketika jalan-jalan gitu? Haha 😛 . Tetapi aku tidak berhasil menemukan tiket yang oke untuk akhir pekan ini, sampai suatu ketika kolegaku di kantor mengingatkan bahwa hari Jumatnya adalah hari Jumat terakhir bulan Oktober, yang berarti adalah waktunya untuk acara bar bulanan kantorku!

Dan edisi kali ini akan menjadi edisi yang paling seru dari sepuluh acara ini dalam satu tahun (Ternyata acaranya tidak diadakan di bulan Januari dan September) karena waktunya yang berdekatan dengan Halloween!! Edisi kali ini akan bertemakan Halloween sehingga acaranya juga lebih spesial gitu deh. Spesial dalam artian akan ada beberapa aktivitas khusus (misalnya face painting, props buat poto-poto (dengan tema Halloween tentunya), dll) dan juga karena acaranya akan berlangsung lebih lama dari biasanya! Hore! 😀

Dan jadilah aku memutuskan untuk membatalkan rencana jalan-jalanku akhir pekan ini (Toh memang belum ada rencana juga sih, haha) sehingga aku bisa lebih menikmati acara ini dengan total gitu, haha. Maksudku aku jadi tidak harus terlalu “menjaga diri” soalnya akan jalan-jalan di akhir pekannya kan, seperti yang harus aku lakukan tahun lalu, dan aku bisa menggunakan keseluruhan akhir pekannya untuk istirahat jika perlu, haha 😛 .

Anyway, acaranya beneran berlangsung seru banget dimana aku pergi ke salah satu barnya sepulang kerja dan bertemu beberapa kolegaku di sana. Aku memutuskan untuk ikutan face painting juga karena mengapa tidak kan! Haha 😛 . Tapi jelas stand face painting-nya rame banget dimana aku harus mengantri selama sekitar satu jam sebelum mendapatkan giliran. Aku menunggu bersama seorang kolega dan ada banyak kolega lain yang berlalu-lalang juga sih jadi lumayan membantu dalam menghabiskan waktuku selama menunggu, haha. Ketika giliranku tiba, pelukis wajahnya bertanya aku mau dilukis bagaimana, yang mana aku nggak ada ide dong, haha. Tetapi aku kepikiran bahwa model half face kan keren ya jadilah aku memintanya untuk melukis setengah wajahku dan terserah deh wajahku mau dilukis/dimodel apa, haha 😛 .

Half face facepainted selfie

Dan akhirnya keseluruhan akhir pekannya memang kugunakan untuk istirahat, karena aku merasa lelah banget! Bukan berarti aku nggak ngapa-ngapain juga sih. Aku pergi belanja di supermarket (soalnya aku benar-benar kehabisan stok makanan di rumah, haha 😆 ) dan pergi ke gym di Minggu pagi 😛 .

Aku juga menonton akhir dari turnamen WTA Finals di Singapura, dimana petenis favoritku, Venus Williams, masuk final dong! Ngomongin turnamen ini, walaupun jelas dari awal aku mendukung Venus untuk menang (seperti biasanya di setiap turnamen yang ia masuki), aku tidak membuat ekspektasi yang muluk-muluk mengingat lapangan tenis di Singapore Indoor Arenanya adalah lapangan yang bertipe pelan. Lapangan pelan secara umum tidak “ramah” terhadap tipe permainan agresif/penyerang, tipe permainan yang dimainkan Venus. Jadilah aku kagum banget menonton Venus bertarung habis-habisan untuk bisa masuk final dengan kebulatan-tekad dan hatinya!

Di final, ia melawan Caroline Wozniacki, pemain top yang mana ia selalu kalahkan sebelumnya. Namun, lapangan pelan “ramah sekali” dengan tipe permainan defensifnya Wozniacki, sehingga jelas pertandingan final ini akan menjadi sulit untuk Venus. Pada akhirnya, Wozniacki menang 6–4, 6–4. Walaupun jelas aku merasa kecewa dengan kekalahannya Venus, toh secara umum menurutku turnamen ini masih bisa dibilang cukup sukses bagi Venus, terutama dengan mempertimbangkan segala kondisinya.

EuroTrip, Miscellaneous, Photo Tales, Weekend Trip

#1969 – Photo Tales (43)

ENGLISH

The theme of this Photo Tales post is some side stories of my impulsive weekend trip in July 2017 to watch Venus Williams’ singles match at the final of Wimbledon. The main story of this series can be found at the following links:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Photo #95

Venus (Shave)

As I already mentioned above, Venus Williams was the reason of this impromptu trip to London. And so I found it funny when I saw these shaves by Gillette being marketted as “Venus” at the on-board store in the ferry boat I took from Hoek van Holland to Harwich. I felt like the universe “knew” and so this coincidence 😛 .

Photo #96

A new Oyster Card

Anyway, during a similar impromptu weekend trip to Wimbledon two years prior, where I witnessed Serena Williams completing her second Serena Slam, I accidentally lost the Oyster Card I bought five years ago. And because I will definitely go back to London, I decided to buy a new Oyster Card this time, pictured above. To be honest, I was a little bit disappointed that it looked more “plain” than the colorful one I bought five years ago, haha 😆 .

Photo #97

Yeay, electric plugs!

The last-minute nature of the trip meant higher risk of me forgetting something. And unfortunately, I did forget something this time: my adapter. You see, the UK uses a different plug type than the rest of Europe (So annoying, I know!). And so not bringing an adapter with me made my life a little bit more difficult there. But fortunately, the hotel I stayed in provided several different plug types, even a USB one, which I found extremely useful!! I was really glad I chose to stay at this hotel! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Tema posting Photo Tales kali ini adalah beberapa cerita sampingan dari perjalanan dadakanku di bulan Juli 2017 untuk menonton pertandingan tunggalnya Venus Williams di finalnya Wimbledon. Posting-posting utama dari seri ini bisa dibaca melalui tautan-tautan berikut:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Foto #95

Venus (Cukur)

Seperti yang kusebutkan di atas, Venus Williams adalah alasan aku pergi dalam perjalanan dadakan ke London ini. Makanya aku merasa lucu ketika melihat cukurnya Gillette yang dipasarkan dengan nama “Venus” ini di toko di dalam kapal ferry yang kunaiki dari Hoek van Holland ke Harwich. Aku merasa kok alam semesta ini “tahu” sehingga kebetulan ini terjadi, haha 😛 .

Foto #96

Oyster Card baru

Anyway, di perjalanan akhir pekan serupa ke Wimbledon dua tahun sebelumnya, dimana aku menyaksikan Serena Williams mencetak Serena Slam keduanya, tak sengaja kartu Oyster Card-ku yang kubeli lima tahun yang lalu hilang. Dan karena toh aku pasti akan kembali lagi ke London, aku memutuskan untuk membeli Oyster Card yang baru kali ini, yang kufoto di atas. Sejujurnya, aku sedikit kecewa soalnya disain Oyster Card ini nampak “biasa” banget alias terlalu polos gitu jika kubandingkan dengan yang berdisain warna-warni yang kubeli lima tahun lalu, haha 😆 .

Foto #97

Hore, colokan listrik!

Namanya perjalanan dadakan, artinya ada risiko lebih tinggi untukku kelupaan sesuatu. Dan sayangnya, aku beneran kelupaan sesuatu kali ini: adaptorku. Jadi ceritanya Inggris Raya itu kan menggunakan colokan yang modelnya berbeda dari semua negara Eropa lainnya gitu kan ya (Nyebelin memang!). Jadilah tidak membawa adaptor itu membuat hidupku agak sedikit lebih repot di sana, haha. Tetapi untungnya hotel tempatku menginap memiliki colokan listrik dengan beberapa tipe loh, bahkan ada colokan USB segala, yang mana sangat amat berguna untukku!! Aku lega banget deh aku memilih untuk menginap di hotel ini! Haha 😆 .