EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1953 – An Impulsive Weekend To … London


Posts in the An Impulsive Wimbledon 2017 Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

As my Instagram followers (@azilko) have known now, I went to … Wimbledon in London this weekend!! Yeay!! 😎

This trip was extremely impulsive because I just started to prepare for everything literally on Friday morning. I used the same strategy as two years ago when I went on a similar trip to watch Serena Williams completed the second Serena Slam. I was super, super lucky to get a last-minute official ticket for the ladies’ final this year :mrgreen: .

Back at Wimbledon Centre Court this year.

I already toyed with the idea of this spontaneous trip since I was applying for a UK visa this May actually. I told myself that if Venus Williams made the final, no matter what I would go (provided that I got the ticket, of course). I mean, this would certainly a once in a lifetime opportunity (Serena Williams did not play Wimbledon this year because of her pregnancy). I already checked everything (how to get there, accommodation, etc) and I knew this would be a costly trip given the last-minute nature. But it was worth the attempt if it was for a possibility to see Venus Williams contesting for a singles grandslam title!! I knew I must try to grab this if I was presented the chance!!

Venus Williams started the match with an ace.

And then on Tuesday, Venus Williams won her quarterfinals match against the reigning French Open champion, Jelena Ostapenko (coincidentally, that day I also posted the Roland Garros part of my 2017 Early Summer Weekend TripS series where I watched Jelena Ostapenko won that title 😛 ). So suddenly, it appeared to me that I might actually need to execute this plan! Haha 😆

The ladies’ singles draw of Wimbedon 2017, after the semifinals. Venus Williams was playing really, really well. Source: Wikipedia

I tried to get the ticket on Thursday but unfortunately I was unsuccessful. However, I still had a second chance which was the last official sales on Friday morning. This time, luckily I got one!! This was actually the better scenario in the sense that I already knew Venus Williams would play Garbine Muguruza on Saturday by this time. Had I bought the ticket on Thursday, it would have been a gamble because the semifinals still had not yet been played at that point, haha. It is quite funny, though, that two years ago I bought the ticket after knowing Serena Williams would play Garbine Muguruza. So is Muguruza my lucky charm? Hmm. Anyway, after getting the ticket, I quickly arranged everything else (how to get there and back, accommodation, etc). And in the evening, I left for London! This was also good as it meant I would end my flight-free streak a little bit sooner, haha 😛 .

Come on, Venus!! We all know you CAN do it!!

Obviously, this was a super fun last-minute weekend trip. As you (might) know, Garbine Muguruza ended up winning the title. As a fan, I cannot say that I did not feel sad with Venus’ loss, especially I was present there witnessing it. It was the classic mental match where one point determined the fate for the rest of the match. The point was 4*-5 (15-40) on Muguruza’s serve in the first set. Nonetheless, I still had fun in the tournament, as I love Wimbledon!! And adding that I finally got to see a Venus Williams’ official singles match (an exhibition match against Kim Clijsters in 2012 doesn’t count 😛 ), despite the outcome was not ideal to me, made it even better! I hope Venus will bounce back from this loss, as she has been showing great tennis form this year.

This is all I have for now. As usual, here are some teasers from the trip:


Posting-posting dalam seri An Impulsive Wimbledon 2017 Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi ke … Wimbledon di London akhir pekan ini!! Hore!! 😎

Jadi begini, perjalanan ini adalah perjalanan super dadakan dimana segalanya baru aku persiapkan hari Jumat paginya. Aku menggunakan strategi yang sama seperti dua tahun lalu ketika aku pergi dalam perjalanan yang serupa untuk menonton Serena Williams menorehkan prestasi Serena Slam keduanya. Aku sungguh beruntung banget bisa mendapatkan tiket resmi last-minute untuk final tunggal putri tahun ini :mrgreen: .

Kembai di Centre Court-nya Wimbledon tahun ini.

Aku sudah bermain dengan ide perjalanan dadakan ini semenjak aku mengajukan permohonan visa UK-ku Mei ini. Aku berjanji kepada diriku bahwa jika Venus Williams main di final, pokoknya aku harus pergi (dengan catatan aku mendapatkan tiketnya sih, tentu saja). Maksudku, ini pasti adalah kesempatan super langka (Serena Williams tidak bermain tahun ini karena sedang hamil). Aku juga sudah mengecek semuanya (cara pergi kesana, akomodasi, dll) dan aku tahu ini akan menjadi perjalanan cukup mahal karena dadakan banget. Tapi jelas worth banget untuk dicoba dong untuk kemungkinan menonton Venus Williams berjuang memenangi gelar tunggal grandslam!! Aku tahu kesempatan ini harus aku ambil jika kesempatannya ada!!

Venus Williams memulai pertandingan dengan pukulan as.

Dan di hari Selasa, Venus Williams memenangi pertandingan babak perempat-finalnya melawan juara French Open, Jelena Ostapenko (kebetulan, hari itu aku juga mem-posting cerita bagian Roland Garros dari seri 2017 Early Summer Weekend TripS-ku dimana aku menonton langsung Jelena Ostapenko menjuarai gelar itu 😛 ). Jadi tiba-tiba saja, kok kayaknya aku harus mengeksekusi rencana ini ya! Haha 😆

Undian tunggal putri turnamen Wimbedon 2017, setelah babak semifinal. Venus Williams bermain dengan sangat amat baik. Sumber: Wikipedia

Aku mencoba untuk mendapatkan tiketnya di hari Kamis tetapi sayangnya aku gagal. Namun, masih ada kesempatan kedua di penjualan terakhir di Jumat pagi. Beruntung banget, kali ini aku mendapatkannya!! Ini sebenarnya adalah skenario yang lebih baik sih karena di waktu ini aku sudah tahu Venus Williams akan bermain di babak final melawan Garbine Muguruza di hari Sabtu. Andaikata tiketnya kubeli di hari Kamis, itu masih gambling karena pertandingan semifinalnya masih belum dimainkan waktu itu. Lucu juga btw, dimana dua tahun lalu aku mendapatkan tiketnya setelah tahu Serena Williams akan main melawan Garbine Muguruza di babak final. Apakah ini artinya Garbine Muguruza itu membawa keberuntungan untukku? Haha 😛 . Anyway, setelah mendapatkan tiketnya, langsung aku mengurus semua hal lainnya (bagaimana pergi kesana, akomodasi, dll). Dan malamnya, aku langsung berangkat ke London! Ini juga oke sih karena artinya flight-free streak-ku akan berakhir sedikit lebih cepat, haha 😛 .

Ayo, Venus!! Kita semua tahu kamu BISA!!

Jelas, ini adalah perjalanan akhir bekan dadakan yang seru banget. Seperti yang (mungkin) pada tahu, Garbine Muguruza menjuarai turnamen ini. Sebagai fans, tidak bisa dipungkiri bahwa aku sedih dengan kekalahannya Venus, terutama aku berada di sana menyaksikannya sendiri. Ini adalah pertandingan mental yang klasik dimana satu poin menentukan nasib dari sisa pertandingan. Poin itu adalah 4*-5 (15-40) di servisnya Muguruza di set pertama. Toh walaupun begitu, aku masih menikmati turnamennya kok, karena aku memang suka Wimbledon!! Dan apalagi ditambah bahwa pada akhirnya aku bisa menonton langsung pertandingan tunggal resminya Venus Williams (pertandingan ekshibisi melawan Kim Clijsters di tahun 2012 tentu tidak dihitung yah 😛 ), walaupun hasilnya tidaklah ideal untukku, membuatnya semakin seru lagi! Aku sungguh berharap Venus akan segera bangkit kembali dari kekalahan ini, karena sebenarnya dia sudah bermain tenis dengan level yang menakjubkan di tahun ini.

Segini dulu deh untuk saat ini. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.

My Interest · Tennis

#1869 – The Williamses at the Australian Open 2017


It is not a secret that my two most favorite female tennis players, ever, are Venus Williams and Serena Williams. Currently, they are in their mid-30s and still play great tennis; especially Serena who is considered to be the greatest female tennis player of all time.

This January, the first grandslam tournament of the year was held, the Australian Open in Melbourne, Australia. Fortunately, both Venus and Serena were drawn into different halves, meaning they could only meet each other in the final (to be honest, nowadays I do feel like they are more often drawn in the same half of the draw than not, which is annoying to me, haha).

After six rounds, the tournament’s draw looked like this:

The women's singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals
The women’s singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals. Source: Wikipedia

Yes people, both Venus and Serena Williams made the final!! This Venus’ reaction after winning her semifinals match against the 25 year-old Coco Vandeweghe pretty much summed up my emotion as well:

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

You might wonder why a player of Venus Williams’ calibre was that excited just by reaching a grandslam final. There is a reason why.

In 2011, Venus announced to the world that she was diagnosed with Sjögren’s syndrome, an auto-immune disease which zapped energy and caused pains. This was definitely not ideal for someone whose profession was a professional athlete. Consequently, she struggled with her tennis since then, losing matches to players she should have never lost and her ranking dropped. Many people wondered why she did not just retire, because to that point she had won so much anyway (be in tennis or financially (she already owned a few companies as well)). But she loved tennis. So much to the point that she was not going to let the incurable disease stop her.

Slowly she learned how to manage her disease while competing professionally. In the past two years or so, it started to pay off. She won more matches and bigger tournaments, ended 2015 ranked no.7, and spent much of 2016 in the top 10. But one thing was still missing: deep runs in the grandslams. She reached the semifinals of Wimbledon last year, but lost there to Angelique Kerber. Finally, her time came at this Australian Open, where she reached the final!!

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

Better, in the final she played her sister, Serena Williams! Yes, the first all-Williams grandslam final since Wimbledon 2009, which happened to be Venus’ last singles grandslam final prior to this one as well!

I took it for granted in 2009, though, confident that another all-Williams grandslam final would, for sure, happen again. Oh, little did I know that I would have to wait seven and a half years before the next one! At one point, I already made a peace with myself that it might never come to reality, haha. However, this made me enjoy this moment even more!

It was difficult for me to pick a side for the final, really. As I wanted both to win, haha. Amazingly, though, both played for different historical tennis record. For Venus, obviously, to win her eighth grandslam at the age of 36 would be amazing. For Serena, a victory would earn her her 23rd grandslam singles title, thus surpassing Steffi Graf’s 22 and becoming the winningest tennis player, male or female, in the open-era!

So it was indeed a win-win situation to me, haha. The only thing I could do was to watch the match and enjoy this moment!! Not that I was complaining, of course! Watching the match felt quite weird, though, where I was genuinely happy with every single point, as all of them were won by the player I was supporting! Lol 😆

In the end, the result was as expected where Serena Williams ended up winning 6–4, 6–4. Thus surpassing Steffi Graf’s record and putting herself just one shy of Margaret Court’s all-time 24 grandslam singles title record. As a cherry on top, she also returned to world no.1 due to the victory, replacing Angelique Kerber from the top of the ranking.

Yup, overall, I am super happy with the result of this year’s women’s singles of the Australian Open!!

Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac
Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac


Bukan rahasia lagi bahwa dua petenis wanita favoritku, sepanjang masa, adalah Venus Williams dan Serena Williams. Sekarang ini, mereka berada di pertengahan umur 30an dan masih bermain tenis dengan ciamik; terutama Serena yang dianggap sebagai petenis wanita terhebat sepanjang masa.

Januari ini, turnamen grandslam pertama diadakan, Australian Open di Melbourne, Australia. Beruntung, Venus dan Serena berada di sisi undian yang berlawan, artinya mereka hanya bisa bertanding di babak final saja (sejujurnya, akhir-akhir ini kok aku merasa mereka lebih sering berada di sisi undian yang sama ya, yang mana menyebalkan bagiku, haha).

Setelah enam ronde, undian turnamennya nampak seperti ini:

The women's singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals
Undian tunggal putri Australian Open 2017 setelah babak semifinal. Sumber: Wikipedia

Iyaaa, Venus dan Serena Williams masuk final doong!! Reaksinya Venus setelah memenangi pertandingan semifinalnya melawan Coco Vandeweghe yang berumur 25 tahun ini mewakili emosiku banget:

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

Haha, mungkin ada yang heran mengapa kok pemain sekaliber Venus Williams se-excited itu padahal cuma baru masuk babak final saja (kan belum juara). Ada alasannya.

Di tahun 2011, Venus mengumumkan bahwa ia didiagnosa menderita sindrom Sjögren, sebuah penyakit kekebalan tubuh yang menghisap energi penderitanya dan menyebabkan nyeri tubuh luar biasa. Kondisi begini jelas tidak ideal bagi seseorang yang profesinya adalah atlet profesional. Sebagai akibatnya, prestasi tenis Venus menurun, kalah dari pemain-pemain yang seharusnya tidak akan pernah menang melawannya, dan peringkatnya otomatis juga jatuh. Banyak yang heran mengapa ia tidak pensiun saja, toh sampai waktu itu dia sudah banyak menang juga kan (baik di tenis maupun secara finansial (ia sudah memiliki beberapa perusahaan sendiri)). Tetapi ia cinta tenis. Cinta sekali sampai-sampai ia tidak akan membiarkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini menghentikannya.

Perlahan-lahan ia belajar bagaimana mengelola penyakitnya sambil bertanding secara profesional. Dua tahun belakangan, usahanya mulai membuahkan hasil. Ia mulai lebih banyak memenangi pertandingan dan turnamen-turnamen cukup besar, mengakhiri tahun 2015 dengan peringkat 7, dan berada di peringkat 10 besar di hampir sepanjang tahun 2016. Tetapi ada satu hal yang masih hilang: prestasi yang baik di turnamen grandslam. Ia masuk babak semifinalnya Wimbledon tahun lalu, tetapi kalah dari Angelique Kerber. Akhirnya, waktunya tiba juga di Australian Open ini, dimana ia masuk final!!

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

Lebih seru lagi, di final ia bertanding melawan adiknya, Serena Williams! Iyaaa, final grandslam all-Williams pertama semenjak Wimbledon 2009, yang mana kebetulan juga kali terakhir Venus masuk babak final tunggal putri grandslam sebelum ini!!

Di tahun 2009 aku meremehkan situasi, dimana aku percaya banget final grandslam all-Williams selanjutnya pasti akan terjadi lagi. Oh, nggak tahu bahwa aku harus menunggu tujuh setengah tahun sampai yang selanjutnya! Di satu waktu, aku sudah rela untuk menerima kemungkinan bahwa mungkin itu tidak akan menjadi kenyataan, haha. Ah, tapi ini justru membuatku untuk lebih menikmati waktu ini sih!

Sulit bagiku untuk memihak di babak final ini, beneran. Aku ingin keduanya menang aja deh, haha. Kerennya, keduanya bermain untuk menorehkan rekor bersejarah di tenis. Untuk Venus, memenangi gelar grandslam kedelapannya di usia 36 tahun tentu keren banget. Untuk Serena, kemenangan akan memberikannya gelar tunggal grandslam ke-23, artinya melewati rekor 22nya Steffi Graf dan menjadi petenis, putra atau pun putri, yang paling banyak menang di sepanjang sejarah Era Terbuka tenis!

Haha, jadi memang situasinya win-win sih untukku. Yang bisa aku lakukan adalah menonton pertandingannya dan menikmati waktu dan kesempatan ini!! Tentu saja aku tidak komplain! Menonton pertandingan ini rasanya aneh sih, dimana aku merasa senang di setiap poin, karena semuanya dimenangi oleh pemain yang aku dukung! Haha 😆

Namun, pada akhirnya hasilnya sih sesuai dengan perkiraan banyak orang dimana Serena Williams menang 6–4, 6–4. Artinya ia telah memecahkan rekornya Steffi Graf dan sekarang kurang satu saja untuk menyamai rekor all-time-nya Margaret Court sebanyak 24 gelar tunggal grandslam. Sebagai bonus, ia juga kembali ke posisi peringkat 1 dunia akibat kemenangan ini, melengserkan Angelique Kerber dari puncak ranking.

Yup, secara keseluruhan, aku sungguh merasa senang banget dengan hasil tunggal putri Australian Open tahun ini!!


#1769 – A Weekend with Wimbledon


The main theme of my weekend was definitely the final stage of this year’s Wimbledon, the third grandslam tournament of the year, haha 😆 .

This Wimbledon was great for my favorites. While it was not surprising at all that Serena Williams went deep in the tournament, I was very happy that Venus Williams also reached the semifinal stage! It was her first grandslam semifinal appearance since US Open 2010, and first in Wimbledon since Wimbledon 2009! So for this reason I had a mixed feeling after the semifinal stage: Serena advanced to the final while Venus was stopped by Angelique Kerber. Obviously I was sad that there would be no all-Williams final this year. On the other hand, I knew I would have felt a really huge and deep regret had both Williams reached the final because I would have not been able to go to London and watch the match live because I did not have a valid UK visa! Haha 😆 . I was thinking of applying for one a few months ago but I ended up not doing that. #Indonesianpassportholdersproblem

Back in Wimbledon this year!!
I wish I was in Wimbledon this year!! This was from last year

Anyway, here is the plot: Prior to Wimbledon, Serena had reached the finals of the two other grandslams this year. However, the results were untypical: she lost both. To Kerber in Australia and to Garbiñe Muguruza in France (a match which I actually witnessed with my own eyes 😦 ). So while she was still the favorite coming to this final, a bigger question mark had formed.

Serena and Kerber played a great ladies singles final where both players pretty much went toe to toe. Kerber, especially, was very impressive with her defensive skill where she was able to handle the barrage of Serena’s attack. This was one of the main reasons how she beat Serena in Australia, though. However, Serena was ready for it this time and was in a very solid mental state. Kerber showed glimpse of lapse of concentration in both sets, which cost her the match. Serena won 7–5, 6–3. Finally, she won her 22nd grandslam singles title and, thus, tying the open-era record set by Steffi Graf in 1999. This released huge amount of pressure from herself, and I love her reaction after the victory:

Yess!! 22 Baby!!

Meanwhile in the ladies doubles draw’, the Williams sisters, ranked 251st in the world (due to inactivity), also made the final. Later on that evening, they beat the fifth seed Timea Babos and Yaroslava Shvedova 6–3, 6–4 to win their sixth Wimbledon doubles title!!

So, yeah, all in all I am very happy with the outcome but I still feel just a little bit sad for not being able to witness that day myself 😛 . I mean, my last-minute visit to Wimbledon last year was amazing so I imagine that had I been able to come to London this year, it would probably have been even more amazing!! But well…

Serena and Venus Williams won the ladies doubles title in 2016. Their first grandslam doubles title since Wimbledon 2012! Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe
Serena and Venus Williams won the ladies doubles title in 2016. Their first grandslam doubles title since Wimbledon 2012! Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

In the men’s singles draw, Novak Djokovic surprisingly fell in the third round, suddenly making Andy Murray, my favorite male tennis player now, the big favorite to win the title. Funnily, though, Murray’s plot this year was very similar with Serena’s. Murray reached the final in Australia and France where he lost both to Djokovic (in Paris, I also witnessed this match myself 😦 ).

Murray reached the final where he faced Milos Raonic on Sunday. It was Murray’s 11 grandslam finals and for the first time ever, he did not have to face either Djokovic or Roger Federer. In the end, Murray won in straight sets to win his second Wimbledon and third grandslam title overall!!

Yeah, this weekend was a good weekend for my favorite!! 😀 Collectively, this result is the best one (to me) since the US Open 2012! haha 😛 .

Serena Williams won Wimbledon 2016. Photo credit: Adam Pretty/Getty Images Europe
Serena Williams won Wimbledon 2016. Photo credit: Adam Pretty/Getty Images Europe
Andy Murray won Wimbledon 2016. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe
Andy Murray won Wimbledon 2016. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe


Tema utama akhir pekanku kemarin jelas adalah babak finalnya Wimbledon, turnamen grandslam ketiga tahun ini, haha 😆 .

Wimbledon kali ini baik bagi petenis favoritku. Ketika jelas tidak mengagetkan bahwa Serena Williams masuk babak akhir dari turnamen ini, aku senang banget Venus Williams masuk ke babak semifinal! Ini adalah semifinal grandslam pertamanya semenjak US Open 2010, dan pertama di Wimbledon semenjak Wimbledon 2009! Oleh karena alasan itu lah perasaanku campur aduk dengan hasil babak semifinalnya: Serena maju ke final sementara Venus kalah di semifinal dari Angelique Kerber. Jelas aku sedih lah ya final all-Williams tidak terjadi tahun ini. Di sisi lain, aku tahu aku sungguh akan merasa sangat amat menyesal andaikata kedua Williams masuk ke final karena aku tidak akan bisa pergi ke London untuk menonton finalnya langsung karena aku nggak punya visa UK yang masih berlaku! Haha 😆 . Beberapa bulan lalu aku sempat kepikiran untuk mengajukan visa UK lagi tetapi nggak aku lakukan. #Masalahpemegangpasporijo

Back in Wimbledon this year!!
Ugh, andaikata aku pergi ke Wimbledon tahun ini!! Foto ini dari tahun lalu

Anyway, berikut ini jalan ceritanya: Sebelum Wimbledon ini, Serena mencapai babak final di dua turnamen grandslam sebelumnya. Masalahnya, hasilnya nggak biasa banget: ia kalah di keduanya. Kalah dari Kerber di Australia dan dari Garbiñe Muguruza di Prancis (sebuah pertandingan yang kusaksikan langsung dengan mata kepala sendiri 😦 ). Jadi walaupun ia masih lah favorit untuk menang di final ini, ada sebuah tanda tanya besar yang menggantung.

Serena dan Kerber bermain final tunggal putri yang sangat seru dimana kedua pemain bermain seimbang. Kerber, terutama, impresif banget dengan kemampuan defensifnya dimana ia bisa melayani hujan serangannya Serena. Ini adalah satu alasan mengapa ia bisa menang dari Serena di Australia. Namun, kali ini Serena sudah siap untuk itu dan berada pada kondisi fokus mental yang tepat. Konsentrasi Kerber hilang sebentar di kedua set, dan ini menyebabkan kekalahannya. Serena menang 7–5, 6–3. Akhirnya, gelar grandslam ke-22 ia dapatkan juga dan, dengan ini, ia menyamai rekor era terbuka yang ditorehkan Steffi Graf di tahun 1999. Ini melepaskan banyak sekali tekanan dari dirinya, dan aku sukaaa banget reaksinya setelah kemenangannya:

Iyaaaa!! 22 Baby!!

Sementara itu, di sisi ganda putri, Williams bersaudari yang berperingkat 251 sedunia (karena sudah lama nggak main ganda) juga masuk di babak final. Di malam harinya, mereka mengalahkan Timea Babos dan Yaroslava Shvedova 6–3, 6–4 untuk memenangi gelar ganda Wimbledon keenam mereka!!

Jadi, ya, secara keseluruhan jelas aku senang sekali dengan hasil ini walaupun agak sedih juga sih nggak bisa menontonnya secara langsung 😛 . Maksudku, perjalanan dadakanku ke Wimbledon tahun lalu kan seru banget ya sehingga aku bayangkan andaikata tahun ini aku juga bisa ke London, pasti bakal lebih seru lagi deh dengan hasil yang seperti ini!! Ah, sudahlah…

Serena and Venus Williams won the ladies doubles title in 2016. Their first grandslam doubles title since Wimbledon 2012! Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe
Serena dan Venus Williams menjuarai gelar ganda putri Wimbledon 2016. Gelar grandslam ganda pertama mereka semenjak Wimbledon 2012!  Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Di sisi tunggal putra, secara mengejutkan Novak Djokovic kalah di babak ketiga sehingga Andy Murray, petenis putra favoritku sekarang, adalah favorit untuk juara. Lucunya, jalan cerita Murray tahun ini mirip dengan jalan cerita Serena. Murray mencapai babak final di Australia dan Prancis dimana di keduanya ia kalah dari Djokovic (di Paris, pertandingan ini juga kusaksikan dengan mata kepala sendiri 😦 ).

Murray mencapai babak final dimana ia menghadapi Milos Raonic di hari Minggu. Ini adalah final grandslamnya Murray yang kesebelas dimana untuk pertama kalinya, ia tidak harus menghadapi Djokovic atau Roger Federer. Pada akhirnya, Murray menang straight sets untuk memenangi gelar Wimbledon kedua dan grandslam ketiganya!!

Iyaa, akhir pekan ini adalah akhir pekan yang baik untuk favoritku!! 😀 Secara keseluruhan, hasil ini adalah hasil terbaik (untukku) semenjak US Open 2012! haha 😛 .

Tennis · TV Show · Zilko's Life

#1649 – Stories from Last Week


The Amazing Race 27

You know this Fall, one TV show which I am following is The Amazing Race 27. And last week’s episode was a leg in Rotterdam with a pitstop in the Peace Palace, Den Haag!!

To me, it was probably the second time a leg in the Amazing Race felt so personal after their legs in Yogyakarta in season 19 four years ago. It is true that I don’t live in Den Haag or Rotterdam, but I go to these two cities from time to time so I am quite familiar with the whereabouts, especially around the central train stations of course 🙂 . I did feel bad for Denise and James Earl when they decided to wait for the direct train to Den Haag HS instead of an earlier one (by 7 minutes) but with two stops in Schiedam and Delft; because I knew that the first train would reach Den Haag earlier nevertheless despite the extra stops.

And I did a part of their route too last month when I was applying for my Indian visa. After arriving at Den Haag (be at Centraal or HS Station), teams had to go to the Peace Palace (het Vredespaleis) with tram no.1. This was indeed what I did when applying for the visa where the service centre was located just by the Peace Palace! Haha 😆 . Well, too bad though I did not know when it was filming because I saw some people in the episode being there and took some pictures. I would have done the same!

Anyway, I know they also visited Bandung in season 23 two years ago, but somehow those episodes did not feel nearly as personal as it was this time or those two legs in Yogyakarta.

Venus Williams

It is no secret that one of my most favorite female tennis players is Venus Williams. She has had tough a few years where, in 2011, she was diagnosed with the Sjögren’s syndrome which for someone who made a living as a world class professional athlete, must have been a huge blow. But she refused to give up despite the challenge and the tough losses she had to face. Last week, she was playing in a tournament in Zhuhai, China and won it! And as a result, her ranking this week is catapulted back into the world’s top 10, at world number 7, and she ends this year with this rank!!

As a fans, I am so happy and proud!!

Go Venus!

Venus Williams won her 48th singles title at Zhuhai, and returned to the world's top 10! Photo Source: WTA
Venus Williams won her 48th singles title at Zhuhai, and returned to the world’s top 10! Photo Source: WTA


The Amazing Race 27

Tahu kan Musim Gugur ini, satu acara TV yang juga aku ikuti adalah The Amazing Race 27. Dan episode minggu lalu adalah sebuah babak yang setting-nya adalah di kota Rotterdam dengan pitstop di Peace Palace, Den Haag!!

Untukku, episode minggu lalu itu adalah yang kedua kalinya sebuah babak di The Amazing Race terasa begitu personal setelah dua babak mereka di Yogyakarta di musim 19 empat tahun lalu. Memang sih aku tidak tinggal di Den Haag ataupun Rotterdam, tetapi aku cukup sering pergi ke dua kota ini sehingga aku cukup familier dengan seluk-beluknya, terutama di daerah di sekitar stasiun keretanya 🙂 . Aku sampai merasa kasihan lho dengan Denise dan James Earl ketika mereka memutuskan untuk menunggu kereta yang langsung ke Den Haag HS bukannya mengambil kereta yang lebih awal (7 menit) tetapi dengan dua pemberhentian di Schiedam dan Delft; karena aku tahu kereta yang pertama akan tiba di Den Haag lebih cepat walaupun dengan dua pemberhentian ekstra tersebut.

Dan kebetulan aku juga mengikuti sebagian rute mereka bulan lalu ketika sedang mengajukan permohonan visa Indiaku. Setelah tiba di Den Haag (Centraal atau HS), peserta diminta untuk pergi ke Peace Palace (het Vredespaleis) dengan tram nomor 1. Dan memang inilah rute yang juga aku ambil untuk mengurus visa itu karena pusat pengurusannya berada di dekatnya Peace Palace! Haha 😆 . Ya, sayang sih aku nggak tahu ketika mereka sedang merekamnya musim panas lalu karena aku lihat di episode ini ada banyak orang disana dan juga foto-foto. Ih, aku kan pengen begitu juga ya!

Anyway, memang sih mereka juga mengunjungi Bandung di musim 23 dua tahun lalu, tetapi entah mengapa episode itu tidak terasa sepersonal episode kali ini ataupun episode dua babak itu di Yogyakarta.

Venus Williams

Bukan rahasia lagi bahwa salah satu petenis putri yang paling aku sukai adalah Venus Williams. Beberapa tahun terakhir ini adalah tahun yang sulit baginya setelah, di tahun 2011, ia didiagnosa terkena penyakit Sindrom Sjögren yang mana untuk seseorang yang pekerjaannya adalah seorang atlet profesional kelas dunia, ini tentu adalah sebuah berita yang sungguh amat tidak menyenangkan. Tetapi ia menolak untuk menyerah dan walaupun harus menghadapi tantangan berat dan menelan banyak kekalahan pahit. Minggu lalu, ia berpartisipasi di sebuah turnamen besar di Zhuhai, China, dan memenanginya!! Sebagai akibatnya, peringkatnya minggu ini kembali lagi ke dalam 10 besar dunia, di peringkat tujuh, dan ia mengakhiri tahun ini dengan peringkat ini!!

Sebagai seorang fans, jelas aku merasa amat senang dan bangga!!

Ayo Venus!

My Interest · Tennis

#1412 – 2014 Wimbledon Championships


Today, the third grandslam tournament of the year, the Wimbledon Championships, was concluded. As usual, here is a review and some of my takes on it.

Ladies’ Singles

The ladies’ singles was, as usual, very open. Even though Serena Williams was (still) the favorite coming to the tournament, she hadn’t been performing well in the grandslam this year. So she wasn’t as a heavy favorite coming to this tournament as last year.

In the end, the ladies’ singles draw fell apart once again. Serena Williams lost in the third round to Alize Cornet; in a match which, in my opinion, was strange because Serena was not herself in the second and third set by playing so passively. She was brilliant in the first set though, dominating the match which was the reason why she won it handily 6–1. So that is why I (still) do not understand why suddenly she “changed” this in the second and third (which ultimately cost her the match). Maria Sharapova lost in the fourth round to Angelique Kerber; Li Na lost in the third round as well. The best match of the tournament, in my opinion, was between the 2011 champion, Petra Kvitova, and the five time Wimbledon champion, Venus Williams. Too bad it had to happen in the third round. It was a high-quality match throughout, and in the end Kvitova won 5–7, 7–6(2), 7–5.

In the end, Petra Kvitova reached her second Wimbledon and grandslam final, where she would face a young rising Canadian, Eugenie Bouchard. Bouchard has been quite consistent this year, reaching the semifinals of the Australian Open and French Open as well (though, arguably, she also profited a little bit from her open draw; but nevertheless, she still did her job, which was winning these matches 🙂 ). Anyway, in the final, Kvitova played magnificently and showed that at the moment, she was in a different class than Bouchard. In the end, Kvitova won her second Wimbledon and grandslam title after beating Bouchard 6–3, 6–0 in just 55 minutes.

Gentlemen’s Singles

Andy Murray was the defending champion and he came to this tournament having just appointed Amelie Mauresmo as his coach; a decision which was quite controversial in the sense that Amelie is a woman (I mean, come on people. Does gender really matter? 🙄 ). He performed very well in the first week but lost to Grigor Dimitrov in the quarterfinals. Rafael Nadal also had a bad Wimbledon for the third straight time, failing to reach the quarterfinals after losing in four sets to a young rising player from Australia, Nick Kyrgios.

But in the end, the Big Four still pretty much showcased their dominance, where Novak Djokovic and Roger Federer reached the final. The final was an exciting match; and it offerred some drama as well. Djokovic was up 5–2 in the fourth set where he was already 2 sets up. He was serving for the match at 5–3 but then got broken, and at 5–4 on Federer’s serve, he got a championship point; which Federer saved with an ace. Federer won five games in a row in that set and sealed it 7–5! Djokovic also called the trainer early in the fifth set. But in the end, he was able to hang in there and finally won the match 6–7(7), 6–4, 7–6(4), 5–7, 6–4 to claim his second Wimbledon title.

Petra Kvitova won her second Wimbledon title in 2014. Photo credit: Pool/Getty Images Europe
Petra Kvitova won her second Wimbledon title in 2014. Photo credit: Pool/Getty Images Europe
Novak Djokovic won his second Wimbledon title in 2014. Photo credit: Al Bello/Getty Images Europe
Novak Djokovic won his second Wimbledon title in 2014. Photo credit: Al Bello/Getty Images Europe


Hari ini, turnamen grandslam ketiga tahun ini, Kejuaraan Wimbledon, telah selesai. Seperti biasa, berikut ini review singkatku beserta pendapatku tentangnya.

Tunggal Putri

Tunggal putri, seperti biasa, sangat terbuka tahun ini. Walaupun Serena Williams (masih) yang paling difavoritkan, sejauh ini tahun ini ia masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan di turnamen-turnamen grandslam. Jadi ia tidak difavoritkan dengan amat berat di turnamen ini, tidak seperti tahun lalu.

Pada akhirnya, sisi tunggal putrinya benar-benar terbuka lagi. Serena Williams kalah di babak ketiga dari Alize Cornet; di sebuah pertandingan yang, menurutku, sangat aneh karena Serena tidak seperti dirinya sendiri di set kedua dan ketiga dimana ia bermain dengan amat pasif. Ia bermain dengan brilian di set pertama sih, sehingga bisa memenanginya dengan mudah 6–1. Makanya aku (masih) belum mengerti mengapa kok tiba-tiba ia “mengubah” permainannya di set kedua dan set ketiga itu yang mana akhirnya mengakibatkan ia kalah. Maria Sharapova kalah di babak keempat dari Angelique Kerber; dan Li Na kalah di babak ketiga juga. Pertandingan terserunya sendiri, menurutku, sih antara juara tahun 2011, Petra Kvitova, dan juara Wimbledon lima kali, Venus Williams. Sayang banget pertandingan klasik ini harus terjadi di babak ketiga. Kualitasnya sungguh tinggi di sepanjang pertandingan, dan pada akhirnya Kvitova menang tipis 5–7, 7–6(2), 7–5.

Pada akhirnya, Petra Kvitova mencapai babak final Wimbledon dan grandslam keduanya, dimana ia akan bermain melawan pemain muda dari Kanada, Eugenie Bouchard. Bouchard sendiri telah tampil cukup konsisten tahun ini, dimana ia juga mencapai babak semifinalnya Australian Open dan French Open juga (walaupun bisa dikatakan ia beruntung sih karena sisi undiannya terbuka lebar; tetapi walaupun begitu toh hanya ia yang mampu meyelesaikan tugasnya, yaitu bermain dan terus menang 🙂 ). Ngomong-ngomong, di final, Kvitova bermain dengan amat luar biasa dan menunjukkan pada waktu itu bahwa ia berada di kelas yang berbeda dari Bouchard. Pada akhirnya, Kvitova memenangi gelar Wimbledon dan grandslam keduanya dengan mengalahkan Bouchard 6–3, 6–0 hanya dalam waktu 55 menit.

Tunggal Putra

Andy Murray adalah juara bertahan dan ia masuk ke turnamen ini dengan baru saja menunjuk Amelie Mauresmo sebagai pelatihnya; sebuah keputusan yang cukup kontroversial karena Amelie adalah seorang wanita (Duh, plis deh ya masak zaman sekarang hal beginian masih dipermasalahkan sih? 🙄 ). Ia bermain dengan amat baik di minggu pertama tetapi kemudian kalah dari Grigor Dimitrov di perempat final. Rafael Nadal juga mengalami Wimbledon yang buruk untuk ketiga tahun berturut-turut dimana ia kalah sebelum perempat final. Kali ini ia kalah dalam empat set dari pemain muda asal Australia, Nick Kyrgios.

Toh pada akhirnya, Big Four di tenis putra masih menunjukkan dominasinya, dimana Novak Djokovic dan Roger Federer berhasil menembus putaran final. Finalnya berlangsung amat seru; dan ada dramanya juga loh. Djokovic sebenarnya unggul 5–2 di set keempat dimana ia sudah memenangi 2 set. Ia memegang servis untuk memenangi pertandingan di posisi 5–3 tetapi servisnya dipatahkan, dan di posisi 5–4 di servisnya Federer sebenarnya ia mendapatkan sebuah championship point; yang mana diselamatkan Federer dengan sebuah pukulan ace. Federer memenangi lima games berturut-turut di set keempat itu dan memenanginya 7–5! Djokovic juga memanggil trainer di awal set kelima. Tetapi pada akhirnya ia mampu bertahan disana dan akhirnya menang 6–7(7), 6–4, 7–6(4), 5–7, 6–4 untuk merebut gelar Wimbledon keduanya.

General Life · Zilko's Life

#1409 – My Friday and Saturday Story


Friday Story

I went out with my friends on Friday evening after work and we decided to have dinner at a Thai restaurant in the centrum. We just found out that apparently they had this day menu for €18.95 for a four-course meal (an appetizer, a soup, a main course, and a dessert or tea/coffee). We could not really choose the menu though as it was already one package, but we found it as a good deal anyway so we went for it. I found the main course being not too Thai though (it was more like South East Asian adaptation of Chinese food and an opor (one type of Indonesian curry)), but it was still good. After that we went to the Beestenmarkt to have some drinks.

Really Bad Saturday

In general, last Saturday was not really my day which made me not in a really good mood the entire day, haha. Here is why.

I played a tennis match on Saturday; and I was sooo bad. I mean, it was one of those days where I could not concentrate at all so my shots went awry and wild. I could not put the ball in the court, as everything went wide, long, or to the net. I was fine during the warm-up but on the match, it was all gone, for some reasons. I don’t know, I felt like I was physically there on the court but my mind was somewhere else, haha 😆 . So it is indeed true though that tennis is not only about the technique, but also the mental aspect, haha 😆 .

Speaking of tennis, Serena Williams also lost in the third round of Wimbledon on Saturday, so it made my day even worse, haha. It was a very strange match though where Serena was playing aggressive first-strike tennis in the first but for some reasons, she went awful starting in the second set where she was being so passive. In the end she lost 6–1, 3–6, 4–6 to Alizé Cornet. Really, really, strange! Even the commentators could not put a word on it, hahaha 😆 . And this came one day after Venus Williams lost a three-set thriller (yet again) to Petra Kvitová 7–5, 6–7(2), 5–7. But this match was, at least, better where both players played really good tennis not giving many opportunities for their opponent to strike. It was, at least, a very close match with high quality.

Using My Right As A Citizen

When I checked my mail box on Saturday evening, I found a letter from the Overseas Presidential Election Committees (I have to admit I made up this name myself, from its Indonesian name “Panitia Pemilihan Luar Negeri” 😛 ) where I could submit my vote for the upcoming Indonesian presidential election and send it back to them by mail. Wow, as usual, time has been flying so fast! It means it has been five years since the previous presidential election in 2009! Hahaha 😆 .

Actually, the official election will be held on July 9th, but I guess it starts a little bit earlier for Indonesians abroad so the vote counts can come in just in time 🙂 . I feel like it is important for me to participate in the election. Even if the candidate that I vote for does not win, at least I have voiced my right as a citizen and there will be no regret 🙂 .

Btw, it is very nice that here in the Netherlands I have the option to submit my vote by mail. I mean, it is so practical than having to go to Den Haag to submit my vote (and possibly spend one day there as there is only one place to vote in the entire country, which is in Den Haag; so imagine the line! 😯 ). Okay the downside is that I have to miss the “inked finger” hype (in Indonesia, after you use your right to vote, you have to dunk your finger(s) into a small bottle of ink as a proof that you have used your right). But that is a small “sacrifice” (if allowed to be called like that 😆 ) compared to the grand scheme of practicality but still having the opportunity to exercise my right as a citizen, haha 😛 .


Cerita Jumat

Aku pergi dengan beberapa teman di haru Jumat malam setelah kerja dan kami memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran Thailand di centrum. Waktu itu, kami baru tahu bahwa ternyata mereka memiliki menu paket seharga €18,95 untuk menu empat-course (makanan pembuka, sup, makanan utama, dan pencuci mulut atau teh/kopi). Di menu ini kami nggak bisa memilih masakannya sih karena sudah ditentukan dalam satu paket, tetapi toh menurutku kami penawaran ini lumayan juga jadi kami ambil deh. Makanan utamanya sendiri menurutku sih tidak terlalu Thailand banget (lebih seperti menu Chinese food di Asia Tenggara gitu (capcay dan daging sapi saus tiram) dan opor), tetapi masih oke lah. Setelahnya kami pergi ke Beestenmarkt deh untuk duduk-duduk sambil menikmati beberapa minuman.

Sabtu Yang Amat Buruk

Secara keseluruhan, hari Sabtu kemarin bukanlah hari yang baik untukku sehingga mood-ku agak kurang enak deh sepanjang hari, haha. Inilah mengapa.

Aku bermain pertandingan tenis di hari Sabtu; dan aku bermain buruk sekali. Maksudku, sepertinya memang kemarin bukan hariku dimana aku tidak bisa berkonsentrasi sehingga semua pukulanku kacau balau dan liar banget. Bolanya nggak bisa masuk di lapangan, semuanya keluar atau kena net, haha. Padahal sewaktu pemanasan nggak masalah loh, tetapi begitu mulai bermain kok semuanya hilang yah. Nggak tahu deh, secara fisik aku memang berada di lapangan tetapi pikiranku sepertinya berada di tempat lain, haha 😆 . Jadi memang benar bahwa bermain tenis itu tidak hanya masalah teknik saja tetapi juga mental, haha 😆 .

Nah mumpung ngomongin tenis, Serena Williams kalah dong di babak ketiga Kejuaraan Wimbledon di hari Sabtu, jadi hariku menjadi semakin suram aja deh rasanya, haha. Dan pertandingannya kemarin adalah pertandingan yang sangat aneh dimana Serena bermain agresif dan sungguh mendikte di set pertama tetapi kemudian, entah mengapa, ia berubah mulai di set kedua dimana ia bermain lebih pasif. Pada akhirnya ia kalah 6–1, 3–6, 4–6 dari Alizé Cornet. Aneh, aneh sekali! Bahkan komentatornya sampai kehilangan kata-kata loh, hahaha 😆 . Dan ini terjadi setelah Venus Williams kalah di pertandingan tiga set super ketat (lagi-lagi) dari Petra Kvitová 7–5, 6–7(2), 5–7. Tetapi setidaknya pertandingan ini lebih baik sih karena kedua pemain memang memainkan tenis yang sungguh bagus dan tidak memberikan banyak kesempatan bagi lawan. Jadi setidaknya pertandingannya seru sekali dengan kualitas tinggi.

Menggunakan Hak Sebagai Warga Negara

Ketika aku mengecek kotak suratku di hari Sabtu malam, aku menemukan surat dari Panitia Pemilihan Luar Negeri dimana aku bisa mulai memberikan suaraku untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan datang ini melalui pos. Wow, seperti biasa, waktu benar-benar sudah berlalu dengan cepat ya karena ini artinya sudah lima tahun semenjak Pilpres sebelumnya di tahun 2009! Hahaha 😆 .

Sebenarnya, Pilpres di Indonesia akan diadakan tanggal 9 Juli, tetapi aku rasa sih untuk pemilih di luar negeri, Pilpres ini diadakan lebih awal sehingga total suaranya bisa masuk di Indonesia tepat waktu nantinya 🙂 . Aku merasa bahwa ini penting bagiku untuk berpartisipasi di Pemilu kali ini. Walaupun andaikata kandidat yang aku pilih tidak menang, setidaknya aku sudah memberikan suaraku sebagai warga negara sehingga tidak akan ada penyesalan nantinya kan 🙂 .

Btw, menurutku sangat praktis lho di Belanda aku memiliki pilihan untuk memberikan suara melalui pos. Maksudku, jauh lebih praktis kan daripada harus pergi ke Den Haag untuk memberikan suaraku (dan kemungkinan menghabiskan waktu seharian disana karena hanya ada satu tempat saja buat nyoblos di seluruh negara ini, di Den Haag itu; jadi bisa dibayangkan deh nanti antriannya seperti apa! 😯 ). Oke, memang sih kekurangannya aku jadi tidak bisa ikutan mencelupkan jari tangan di tinta setelah nyoblos kan, haha 😆 . Ah, tetapi ini kan hanya “pengorbanan” kecil saja (kalau boleh disebut sebagai pengorbanan, haha 😛 ) dibandingkan hal yang lebih penting yaitu kepraktisan sementara di saat yang sama masih bisa menggunakan hakku sebagai warga negara, haha 😛 .

My Interest · Tennis · Zilko's Life

#1392 – This Week


If the word that best described last week was “meeting”, this week it must be none other than “tennis”, hahaha 😆

Tennis Play

For my routine (lately I mean), I played a lot of tennis this week. On Monday, I broke my own record by playing 2.5 hours of (almost) consecutive tennis. I played a singles match and I actually won btw, haha 😛 . Then on Tuesday I played for about 1 hour and 45 minutes. And on Thursday, I broke my newly set record on Monday by playing consecutively for 3 hours! 😯 Haha 😛

I feel so fit, as apparently I was feeling fine after that 3 hours of play. I mean, of course I was tired after that play, but it was just normal tired, not super tired. So I feel good about it 🙂


Speaking of tennis, I also did an experiment this week. I had a quick chat with my friend whom I played with on Monday and this made me want to try the string dampener on my racket. I wanted to see how it “changed” anything. So I bought one for €1.50 and put it on my racket.

As of now, I have noticed two different effects coming with this dampener: (1) the sound of impact (with the ball) changes and I like the new one much better (it sounds so much better); (2) it feels that there is less vibration (which makes sense because it is actually a vibration dampener). But for the latter, I need to test it further to clarify whether it is indeed true or not though, haha 😛 .

French Open

While speaking about tennis, obviously I am excited that next week (read: starting this coming Sunday), the second grandslam of the year, the French Open, will start (with the main draw matches)! Yay!!

However, I do not like the women’s singles draw though (I am fine with the men’s singles draw) as I think the draw is so skewed in term of the players. One or two sections are packed with a lot of “hot” players while the others appear to be “lighter”. But well, this is what it is and it is part of the game, haha. Plus, there is a possibility for Serena and Venus Williams to meet in the third round! I mean, I know that they will have to play each other at some point anyway; but I hate the fact that it is likely to happen at the earlier stage of the tournament! 😦

Okay, I should probably shut up now because I do not want to make any prediction nor say anything more about the tournament before it starts because I do not want to jynx my favorites, haha 😛 .

A tennis string dampener
A tennis string dampener


Jika kata yang paling cocok untuk mendeskripsikan minggu lalu adalah “meeting“, minggu ini kata yang cocok adalah “tenis”, hahaha 😆

Main Tenis

Untuk standar rutinku (akhir-akhir ini maksudnya), aku banyak bermain tenis loh minggu ini. Di hari Senin aku mencetak rekor dengan bermain tenis selama 2,5 jam tanpa (nyaris) berhenti. Aku juga main pertandingan tunggal hari itu dan aku menang loh btw, haha 😛 . Lalu di hari Selasa aku main selama sekitar 1 jam 45 menit. Dan kemudian di hari Kamis, rekor yang baru aku cetak di hari Senin itu langsung aku pecahkan dengan bermain selama 3 jam non-stop! 😯 Haha 😛

Aku merasa sehat deh jadinya, karena ternyata rasanya baik-baik saja tuh setelah bermain 3 jam berturut-turut. Maksudku, jelas lah ya ada rasa capek setelahnya, tetapi capeknya itu capek yang biasa saja itu, bukan capek yang sangat amat. Jadilah aku merasa senang akannya 🙂


Ngomongin tenis, minggu ini aku juga mengadakan sebuah eksperimen. Jadi ceritanya aku ngobrol juga dengan teman yang bermain denganku di hari Senin itu dan ini membuatku ingin mencoba string dampener di raketku. Aku ingin merasakan apa sih yang “berubah” dengan penggunaanya. Jadilah aku membeli satu seharga €1,50 dan memasangnya di raketku.

Sampai saat ini, aku baru melihat adanya dua perbedaan yang aku rasakan setelah pemasangan dampener ini: (1) suara impact raket-nya (dengan bola) berubah dan aku jauh lebih menyukai suara yang baru ini (suaranya terdengar lebih keren); (2) rasanya memang ada lebih sedikit getaran di raketku (yang mana masuk akal juga karena namanya aja dampener (peredam getaran) kan). Tetapi untuk yang kedua ini, aku masih perlu untuk mengetesnya lebih lanjut sih untuk mengklarifikasi apakah ini benar atau tidak, haha 😛 .

French Open

Mumpung masih ngomongin tenis, tentu saja dong aku merasa amat bersemangat karena minggu depan (baca: mulai hari Minggu ini sebenarnya), turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open, akan dimulai (dengan pertandingan main draw-nya)! Hore!!

Namun, aku tidak suka draw tunggal putrinya nih (aku nggak masalah dengan draw tunggal putra) karena aku rasa draw-nya tidak terbagi dengan merata dalam hal para pemainnya. Satu atau dua bagiannya penuh banget dengan pemain-pemain yang lagi “on fire” sementara bagian lain “lebih ringan”. Ah, tapi ya memang begitu sih dan ini juga memang bagian dari permainannya kan, haha. Ditambah lagi, ada kemungkinan bagi Serena dan Venus Williams untuk bertemu di babak ketiga! Maksudku, aku tahu bahwa toh mereka akan bermain melawan satu sama lain juga pada akhirnya; tetapi aku tidak suka dengan fakta bahwa ini bisa terjadi di babak-babak awal sebuah turnamen! 😦

Oke, mungkin sebaiknya aku diam deh mulai dari sekarang karena aku tidak ingin membuat prediksi apa pun atau mengatakan apa pun lagi lebih jauh sebelum turnamen ini dimulai karena aku tidak ingi menge-jynx para pemain favoritku, haha 😛 .