EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1999 – A Weekend Story

ENGLISH

This weekend, as my Instagram followers (@azilko), I went on another AvGeek Weekend Trip. Yep, just literally a week after the previous one, haha 😆 . Anyway, the routing this time was quite interesting, in my opinion:

The routing this weekend. Created with: gcmap.com

Yep, I was flying Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow vv 😛 .

You see, ever since introducing AvGeek Weekend Trip last year, I have been wanting to do one with flights to the UK. And my UK visa that I got this summer was basically a green light to make this come true. Of course I was looking for some interesting flights, if possible. Too bad, Singapore Airlines had terminated their Munich – Mancesther fifth-freedom route (It would have been ideal!). Luckily for me, there was still one very intriguing flight to take.

As part of their crew familiarization with their brand new Boeing 787-9 Dreamliner, Air France launched two short-haul routes with this type from Paris. I took one this August on their domestic Lyon – Paris-CDG flight. But this was actually their second familiarization flight that they just introduced in late May. The first one, which they introduced in early February 2017, was a short-haul Paris-CDG – London-Heathrow route. And so I was aiming to fly with this one flight, haha 😆 .

Taking this Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC as flight AF1681 from London-Heathrow to Paris-Charles De Gaulle.

Luckily, I found a good return ticket this summer so I quickly booked it. Just like the Lyon one, the flight left London-Heathrow in the morning so I had to spend a night in London, which I did. What even was more awesome was that I got F-HRBC, Air France’s newest Boeing 787-9 that wasn’t even one month old!

Another lucky point was that the four flights I took on this trip were all operated by airplanes I had never flown before, i.e. four flights and four new registrations for my logbook! Yeay!! So overall, unsurprisingly, this was such a pleasant weekend for me. Here are a few teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini, seperti yang sudah diketahui followers Instagramku (@azilko), aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi loh. Iya, cuma seminggu aja setelah yang sebelumnya, haha 😆 . Ngomong-ngomong, rute kali ini cukup menarik loh menurutku:

Rute kali ini. Dibuat dengan: gcmap.com

Iyaa, aku terbang Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow pp 😛 .

Jadi begini, semenjak memperkenalkan AvGeek Weekend Trip tahun lalu, aku sudah ingin banget untuk pergi dalam setidaknya satu perjalanan tipe ini ke Inggris Raya (UK). Dan visa UK yang kudapatkan musim panas kemarin adalah lampu hijau untuk itu. Tentu saja, sedapat mungkin aku mencari rute yang menarik dong ya. Sayang banget nih Singapore Airlines sudah menutup rute kebebasan-kelima Munich – Mancesther-nya (Padahal rute itu bakalan sempurna banget!). Untungnya bagiku, masih ada satu penerbangan lain yang juga menarik.

Dalam upaya familiarisasi krunya terhadap tipe pesawat baru Boeing 787-9 Dreamliner, Air France meluncurkan dua rute jarak-dekat dengan pesawat tipe ini dari Paris. Aku terbang dengan salah satunya Agustus lalu di rute domestik Lyon – Paris-CDG. Tetapi rute itu sebenarnya adalah rute familiarisasi kedua yang baru mereka perkenalkan akhir Mei lalu. Yang pertama, yang mulai diluncurkan Februari 2017, adalah rute jarak dekat Paris-CDG – London-Heathrow. Dan jadilah aku berusaha mencari tiket yang mencakup penerbangan ini, haha 😆 .

Menaiki Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBCnya Air France ini dari London-Heathrow ke Paris-Charles De Gaulle.

Untungnya, aku menemukan tiket pp musim panas kemarin yang oke dan jadilah langsung aku beli. Seperti Lyon, penerbangannya berangkat dari London-Heathrow di pagi hari sehingga aku harus menginap semalam di London, yang mana memang kulakukan. Yang keren banget adalah aku mendapatkan F-HRBC dong untuk penerbangan ini, yang mana merupakan Boeing 787-9nya Air France yang paling baru yang umurnya bahkan belum ada satu bulan! Masih bau pabrik gitu lah, haha 😛 .

Satu poin keberuntunganku lainnya adalah empat penerbangan yang kunaiki di perjalanan ini semuanya dioperasikan dengan pesawat yang belum pernah kuterbangi sebelumnya loh. Dengan kata lain, empat penerbangan dan empat registrasi baru untuk logbook-ku! Hore!! Jadi secara keseluruhan, tak mengherankan, akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru banget untukku. Di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

Advertisements
EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1996 – AvGeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)

ENGLISH

On Saturday, as my Instagram followers (@azilko), I went on another AvGeek Weekend Trip. The original routing was not new this time, in fact it was the exact reverse of my AvGeek Weekend Trip #7 this March:

My original routing this weekend, Amsterdam – Lyon  – Paris – Amsterdam, the exact reverse of another AvGeek Weekend Trip from earlier this year. Created with gcmap.com

There was no other motivation this time other than my urge of flying, haha 😆 . But this time, though, I only wanted the cheapest option available and so consequently, I didn’t put any effort to find a more interesting routing. Actually, I was slightly tempted to fly out of Amsterdam with KLM’s first flight to Lyon so that I could connect to Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner Lyon – Paris-CDG flight. I have taken this flight just this August, but taking a second flight with it wouldn’t be harmful, no? 😛 But then, while officially the KLM and Air France flights were connected, the connection time was only 25 minutes. I wasn’t particularly comfortable with this and so I decided to let the idea go, haha 😛 .

No 787 this weekend.

But then, what I thought would be a regular trip suddenly turned to be a dramatic one. On Friday afternoon, I was informed that my KLM’s Amsterdam – Lyon flight was cancelled and that I would be moved to another flight. But I was curious because the next flight to Lyon would be so late in the day that I would miss my connection to Paris. So I was intrigued on what the solution would be.

Later that day, I was informed that I was moved to an Amsterdam – Paris flight, a solution which I had thought about. But I noticed something weird. It was indicated that I had a Paris – Lyon connection after that replacement flight. Then, from Lyon I would fly back to Paris and then from Paris to Amsterdam. The problem with this “solution” was that the Paris – Lyon flight would arrive in Lyon three hours after the Lyon – Paris flight.

Moved to a Paris-bound flight with a connecting flight to Lyon, arriving in Lyon three hours after my supposedly 14:55 connecting flight out of Lyon.

From what I understood about the flight ticketing world, this was problematic because I couldn’t just “skip” the Paris – Lyon flight and wait in Paris until the time of my Paris – Amsterdam flight. If I skipped the Paris – Lyon flight, my ticket would be marked “no show” which would lead to my Paris – Amsterdam ticket being cancelled. A bad situation indeed.

And so I decided to call the KLM call centre on Friday evening. The very friendly agent spotted the problem and she was very helpful in solving this Lyon complicacy problem by eliminating Lyon altogether from my ticket. Though, indeed the outcome of this was that instead of flying Amsterdam – Lyon – Paris – Amsterdam this weekend, I only flew Amsterdam – Paris – Amsterdam, lol 😆 .

My first original flight , indeed, got cancelled.

Even though this was, certainly, quite “boring” to me, I felt like it was still quite a useful experience overall to have some ticketing disruption like this. Though, of course I would hope for a similar situation to never ever happen again! Anyway, I will not write any story of this trip beyond this post, though. So here are a few photos from the “boring” trip:

BAHASA INDONESIA

Sabtu kemarin, seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi. Awalnya, rute kali ini tidak lah baru, malahan rutenya adalah kebalikan dari rute AvGeek Weekend Trip #7-ku Maret ini:

Rute awalku akhir pekan ini, Amsterdam – Lyon  – Paris – Amsterdam, kebalikan dari rute AvGeek Weekend Trip lainnya awal tahun ini. Peta dibuat dengan gcmap.com

Tidak ada motivasi lain kali ini selain memang ingin naik pesawat aja, haha 😆 . Kali ini, aku maunya terbang dengan pilihan termurah sehingga aku tidak berusaha untuk mencari rute lain yang lebih menarik. Sebenarnya, awalnya aku sedikit tergoda untuk berangkat dari Amsterdam dengan penerbangan pertamanya KLM ke Lyon sehingga aku bisa connect ke penerbangan Boeing 787-9 Dreamlinernya Air France di rute Lyon – Paris-CDG. Memang sih aku sudah pernah menaiki penerbangan ini Agustus ini, tetapi nggak ada salahnya dong ya naik lagi? 😛 Tetapi kemudian, walaupun memang dua penerbangan KLM dan Air France ini terkoneksi, waktu transitnya hanyalah 25 menit saja. Aku merasa kurang nyaman dengan waktu transit yang hanya segini sehingga ide ini aku urungkan, haha 😛 .

Nggak terbang dengan 787 deh akhir pekan ini.

Tetapi kemudian, apa yang kukira akan menjadi perjalanan biasa tiba-tiba berubah dramatis. Jumat siang, aku diberi kabar bahwa penerbangan KLM Amsterdam – Lyonku dibatalkan dan aku akan dicarikan penerbangan pengganti. Aku penasaran karena penerbangan selanjutnya ke Lyon adalah di sore hari yang mana dengan penerbangan ini, aku tidak akan sempat mengejar penerbangan lanjutanku ke Paris. Jadilah aku penasaran solusinya apa dong ya.

Sorenya di hari Jumat, aku diinformasikan bahwa aku dipindahkan ke penerbangan Amsterdam – Paris, sebuah solusi yang memang sudah aku duga. Tetapi aku melihat ada sesuatu yang aneh. Diindikasikan juga bahwa aku memiliki penerbangan lanjutan Paris – Lyon setelah penerbangan pengganti ke Paris itu. Lalu, dari Lyon aku akan terbang kembali ke Paris dan kemudian dari Paris ke Amsterdam. Masalah dengan “solusi” ini adalah penerbangan Paris – Lyonku akan tiba di Lyon tiga jam setelah penerbangan Lyon – Paris-nya.

Dipindahkan ke penerbangan dengan tujuan Paris dengan penerbangan lanjutan ke Lyon, dengan jadwal tiba di Lyon tiga jam setelah jadwal keberangkatan penerbanganku selanjutnya dari Lyon jam 14:55.

Nah, sependek pengetahuanku akan dunia pertiketan pesawat, situasi ini sungguh bermasalah karena aku tidak bisa “men-drop” begitu saja penerbangan Paris – Lyon ini dan kemudian tinggal di Paris sampai jadwal keberangkatan penerbangan Paris – Amsterdamku. Jika penerbangan Paris – Lyon ini aku drop, tiketku akan ditandai “no show” yang mana akan berakibat pada pembatalan tiket Paris – Amsterdam-ku. Kan berabe dong ya kalau begitu.

Nah, jadilah aku memutuskan untuk menelepon call centre-nya KLM Jumat malam. Petugasnya yang ramah banget membantuku banget dalam menyelesaikan komplikasi Lyon dengan mengeliminasi keterlibatan Lyon dari tiketku. Walaupun memang sih akibatnya perjalananku ini berubah dari bukannya Amsterdam – Lyon – Paris – Amsterdam akhir pekan ini menjadi Amsterdam – Paris – Amsterdam doang, haha 😆 .

Penerbangan pertamaku memang dibatalkan.

Walaupun jelas rute pengganti ini “membosankan” untukku, toh secara umum aku tetap melihat pengalaman tiket yang terkacaukan ini adalah pengalaman yang berguna. Walaupun jelas lah aku berharap ini tidak akan pernah terjadi selama-lamanya lagi lah ya! Anyway, aku tidak akan menuliskan cerita dari perjalanan ini lebih jauh daripada posting ini sih. Jadi di atas aku langsung unggah saja beberapa fotonya.

Aviation · EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1990 – AvGeek Weekend Trip #10 (AMS – OSL – CDG – AMS)

ENGLISH

Not too long ago, I went on another AvGeek Weekend Trip with quite an interesting routing:

The routing this weekend. Map created with gcmap.com

At first, I didn’t plan to write a self-standing post of the trip. But I changed my mind after the experiences I had during the trip, which actually made the trip unique enough for a self-standing post. Anyway, this post is the self-standing post and let just the story begin…

KLM KL1143 (AMS – OSL)

Flight: KLM KL1143
Equipment: Boeing 737-700 reg PH-BGQ named “Wielewaal”
ATD: 09:23 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 10:54 CET (Runway 01L of OSL)

To save some budget, I chose KLM’s 09:20 flight to Oslo (the 11:50 would have been better schedule-wise, but it was also much more expensive). Consequently, I had to depart from home quite early. And I departed a bit too early, actually, where I arrived at the tram stop some 20 minutes before the scheduled service! (I should have checked the transportation app indeed, so it was my fault).

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGQ which would take me to Oslo today.

Long story short, I arrived at Schiphol, waited and had my breakfast at KLM’s Crown Lounge, and boarded the plane: a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGQ. The flight itselft was a pleasant regular intra-European flight with KLM. I sat next to (I assume) a professor who was working on his grant proposal and was so into his work that he refused all the KLM service provided on his flight, haha.

Anyway, as I said in the teaser post, I was lucky that I was sitting on a window seat in the left side of the plane and the flight was landing at runway 01L. This provided me with a really cool bird’s eye view of the city of Oslo!

Oslo, not Solo!

Oslo-Gardermoen Airport

I have been to Oslo before, just a little over two years ago, actually. But somehow, I didn’t remember Oslo-Gardermoen Airport to be as good and cool as I encountered during this trip! Seriously, I found the terminal building to be really beautiful, one of the most beautiful one in Europe that I have been to!

Oslo-Gardermoen Airport

Anyway, one reason why I said KLM’s 11:50 flight would have been better scheduled-wise was that now, I had an almost six hours of transit, haha. I didn’t feel like going to the city of Oslo, so I was “stuck” at the (beautiful) airport. Though, I wasn’t worried at all as I knew that Air France/KLM had a cooperation with a lounge at the airport. The lounge was the OSL Lounge, located pretty much next to SAS’ business lounge.

OSL Lounge at Gardermoen Airport

The lounge itself was actually quite good! It wasn’t the most spacious lounge in terms of space, but the service and facilities were quite nice. There were quite some selections of drink and (typical lounge) food. The seats were generally comfortable as well. There was a row of three or four recliner chairs which I settled myself onto one of them. The chairs were quite old, actually, but they still worked fine and were still quite comfortable.

Air France AF1375 (OSL – CDG)

Flight: Air France AF1375 operated by HOP! Regional
Equipment: Embraer ERJ190 reg F-HBLE
ATD: 17:01 CET (Runway 01L of OSL)
ATA: 18:50 CET (Runway 26L of CDG)

I boarded my second flight today at around 16:10. It was an Air France flight that was operated by HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLE. I sat on my 3F seat in the 2-2 configured plane which was super comfortable today because the seat next to me was vacant, yeay! Haha 😆 Long story short, the plane departed and took off from runway 01L of Oslo-Gardermoen Airport.

Taking off from runway 01L of OSL with HOP! Regional’s Embraer 190

Not long after take-off, the snack service was provided. And I was pleasantly surprised to see that the service standard was higher than the other regular intra-European Air France flights I had taken before. First of all, there were actually options for the sandwich service (chicken or vegetarian sandwich). And second of all, rosé wine was available as one of the wine options! Options and rosé wine were something I had never encountered in short-haul intra-European Air France flights before!

The service on board flight AF1375 from Oslo to Paris. Rosé wine was available and there were chicken or vegetable choices for the sandwich!

I tried to figure out the reason behind this. And then, it hit me that this AF1375 was actually my first intra-European flight with Air France (though operated by HOP! Regional) that was blocked for more than two hours one-way (its scheduled departure time was 16:45 with arrival time of 19:10, making it a 2 hours 25 minutes flight). I knew KLM had different level of service for flights below and above two-hours block, so it was not surprising that Air France appeared to have one too!

Aside from that, it was a pleasant regular flight with Air France and at 18:50, we landed at runway 26L of Paris – Charles De Gaulle Airport. The plane parked at Terminal 2G so I had to take the transfer bus to Terminal 2F.

HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLE at Terminal 2G of Paris-CDG after arriving as flight AF1375 from Oslo.

KLM KL1246 (CDG – AMS)

Flight: KLM KL1246
Equipment: Boeing 737-700 reg PH-BGN named “Jan van Gent”
ATD: 20:25 CET (Runway 27L of CDG)
ATA: 21:10 CET (Runway 18R of AMS)

After a super quick dinner at Salon Air France at Terminal 2F, I boarded my KLM flight back to Amsterdam today, that was a Boeing 737-700 reg PH-BGN flight KL1246, Air France/KLM’s last flight to Amsterdam from Paris. This was actually a pleasant regular short-haul flight with KLM so there was not much to tell from the flight itself.

However, though, from my side I encountered an “interesting” experience. Suddenly just after the snack service began, I started to feel a terrible stomachache where I needed to go to a toilet soon. But then, it was already halfway through the flight (which was a short one anyway) and the flight attendants were still very busy in the aisle distributing the service. On top of that, I was sitting on a window seat with both the aisle and middle seats next to me taken. And so I thought that it was a short flight anyway so we would land at Schiphol soon and in the meantime I could just “hold” it, haha.

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGN which brought me back to Amsterdam today.

But then, as I suspected as it was an evening flight and was the worst scenario for my situation, we landed at the friggin’ Polderbaan! Damn!! So we had to taxi for another like 15 minutes before arriving at Pier D of Schiphol. Even then, it turned out that the nearest toilet to the gate was under maintenance at the time! Well, talking about my “luck” this evening😅.

BAHASA INDONESIA

Pertengahan September kemarin, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi dengan rute yang cukup menarik:

Rute akhir pekan kali ini. Peta dibuat dengan gcmap.com

Awalnya, aku berencana untuk tidak menulis posting tersendiri tentangnya. Tetapi rencana ini harus kuubah karena setelah pengalaman-pengalamanku di perjalanan ini, yang mana membuat perjalanannya cukup unik untuk dijadikan sebuah posting tersendiri. Posting ini adalah posting tersebut, dan langsung kita mulai saja lah ya…

KLM KL1143 (AMS – OSL)

Penerbangan: KLM KL1143
Pesawat: Boeing 737-700 reg PH-BGQ bernama “Wielewaal”
ATD: 09:23 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 10:54 CET (Runway 01L of OSL)

Untuk mengirit biaya, aku memilih penerbangannya KLM jam 09:20 pagi ke Oslo (penerbangan yang jam 11:50 sebenarnya lebih enak sih dari segi jadwal, tetapi masalahnya tiketnya juga lebih mahal lumayan, haha). Sebagai akibatnya, aku harus berangkat pagi deh. Dan aku malah berangkat kepagian lho, dimana aku tiba di halte tramnya 20 menit sebelum tramnya dijadwalkan berangkat! (Iya, seharusnya aku mengecek app transportasi umum dulu sebelum berangkat. Salahku sih memang).

Sebuah Boeing 737-700nya KLM rego PH-BGQ yang akan membawaku ke Oslo hari ini.

Singkat cerita, aku tiba di Schiphol, menunggu sekalian sarapan di KLM Crown Lounge, dan menaiki pesawatku: sebuah Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGQ. Penerbangannya sendiri adalah penerbangan reguler intra-Eropa yang nyaman dengan KLM. Aku duduk di sebelah seorang (yang kuasumsikan) profesor gitu yang sibuk mengerjakan proposal permohonan funding untuk risetnya di sepanjang jalan. Ia sebegitu seriusnya dengan pekerjaannya sampai-sampai semua layanannya KLM di penerbangan ini ia tolak loh, haha.

Anyway, seperti yang kuceritakan di posting yang dulu, aku beruntung aku duduk di kursi jendela di sisi kiri pesawat dan penerbangannya sendiri mendarat di landasan pacu 01L. Ini memberikanku pemandangan kota Oslo dari atas yang mana kece banget!

Oslo, bukan Solo!

Bandara Oslo-Gardermoen

Aku sudah pernah ke Oslo sebelumnya, dua tahun lebih sedikit yang lalu, sebenarnya. Tetapi entah bagaimana, aku tidak ingat dong bahwa Bandara Oslo-Gardemoen itu keren banget seperti yang kulihat di perjalanan ini! Beneran deh, bagiku gedung terminalnya indah banget, termasuk salah satu yang terindah yang pernah kukunjungi di Eropa!

Bandara Oslo-Gardermoen

Anyway, satu alasan mengapa kubilang penerbangannya KLM yang jam 11:50 itu lebih ideal dari segi jadwal karena sekarang aku harus transit selama enam jam, haha. Aku sedang merasa malas untuk pergi ke kota Oslo dan jadilah aku jadi “terjebak” di bandaranya (yang kece banget) kan. Walaupun aku nggak khawatir juga sih karena aku tahu Air France/KLM memiliki kerja-sama dengan sebuah lounge di bandaranya. Lounge-nya adalah OSL Lounge, yang berlokasi di sebelah lounge kelas bisnisnya SAS.

OSL Lounge di Bandara Gardermoen

Lounge-nya sendiri cukup oke lho! Memang sih dari segi ukuran nggak sebegitu besar, tetapi layanan dan fasilitasnya memadai banget kok. Ada cukup banyak pilihan minuman dan makanan (yang mana tipikal makanan lounge gitu sih). Kursi-kursinya juga cukup nyaman. Ada sebaris kursi recliner yang mana salah satunya aku gunakan, haha. Kursinya sudah cukup tua sih, tetapi masih bekerja dengan baik dan cukup nyaman kok.

Air France AF1375 (OSL – CDG)

Penerbangan: Air France AF1375 dioperasikan oleh HOP! Regional
Pesawat: Embraer ERJ190 rego F-HBLE
ATD: 17:01 CET (Runway 01L of OSL)
ATA: 18:50 CET (Runway 26L of CDG)

Aku menaiki penerbangan keduaku sekitar jam 16:10. Ini adalah penerbangannya Air France yang dioperasikan oleh HOP! Regional dengan pesawat Embraer ERJ190 rego F-HBLE. Aku duduk di kursi 3F di pesawat yang dikonfigurasi 2-2 ini yang hari ini nyaman banget soalnya kursi di sebelahku kosong dong, hore! Haha 😆 . Singkat cerita, pesawatnya berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 01L Bandara Oslo-Gardermoen.

Lepas landas dari landasan pacu 01L-nya OSL dengan Embraer 190nya HOP! Regional

Tak lama setelah lepas landas, layanan snack dibagikan. Dan aku dikejutkan (secara positif) dengan standar layanannya yang lebih tinggi daripada standar layanan di penerbangan-penerbangan intra-Eropanya Air France yang sudah pernah kunaiki sebelumnya. Pertama-tama, ada pilihan lho untuk menu sandwich-nya (ayam atau vegetarian). Dan yang kedua, bahkan ada anggur rosé sebagai salah satu pilihan anggurnya! Pilihan dan anggur rosé kan tidak pernah aku temui di penerbangan jarak dekat intra-Eropa dengan Air France sebelumnya!

Layanan di penerbangan AF1375 dari Oslo ke Paris. Anggur rosé tersedia dan ada pilihan sandwich ayam atau vegetarian!

Aku mencoba menerka alasan di balik ini. Dan kemudian, barula aku sadar bahwa penerbangan AF1375 ini adalah penerbangan intra-Eropaku dengan Air France (walaupun dioperasikan oleh HOP! Regional) yang pertama yang diblok berdurasi lebih dari dua jam satu arah (penerbangannya dijadwalkan berangkat jam 16:45 dan tiba jam 19:10, artinya panjangnya 2 jam 25 menit). Aku tahu bahwa KLM memang memiliki pembedaan standar layanan untuk penerbangan di bawah atau di atas blok dua jam, jadi tidak mengherankan kalau Air France memiliki prosedur serupa ya!

Di samping itu, ini adalah penerbangan yang nyaman dengan Air France. Dan jam 18:50, pesawat mendarat di landasan pacu 26L Bandara Paris – Charles De Gaulle. Pesawat parkir di Terminal 2G sehingga aku harus menaiki bus transfer ke Terminal 2F.

Embraer ERJ190 rego F-HBLEnya HOP! Regional di Terminal 2G Paris – CDG setelah tiba dari Oslo sebagai penerbangan AF1375.

KLM KL1246 (CDG – AMS)

Penerbangan: KLM KL1246
Pesawat: Boeing 737-700 rego PH-BGN bernama “Jan van Gent”
ATD: 20:25 CET (Runway 27L of CDG)
ATA: 21:10 CET (Runway 18R of AMS)

Setelah makan malam super kilat di Salon Air France di Terminal 2F, aku menaiki penerbangan KLMku untuk kembali ke Amsterdam. Penerbangannya dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-700 rego PH-BGN penerbangan KL1246, penerbangan Air France/KLM terakhir ke Amsterdam dari Paris hari ini. Ini adalah penerbangan reguler yang nyaman dengan KLM seperti biasanya sehingga sebenarnya nggak banyak yang bisa diceritakan dari penerbangannya sendiri.

Tetapi, aku mengalami kejadian yang “menarik”. Tiba-tiba setelah layanan snack dimulai, aku mulai sakit perut yang cukup parah yang membuatku merasa perlu untuk pergi ke toilet. Tetapi masalahnya, penerbangannya sudah berlangsung setengah jalan (mana ini adalah penerbangan singkat pula) dan pramugari/a-nya juga sedang sibuk di lorong untuk membagikan snack dan minuman. Ditambah lagi, aku duduk di kursi jendela sementara kursi lorong dan tengah di sebelahku terisi. Jadilah aku pikir karena toh penerbangannya singkat, nggak lama lagi pesawat akan mendarat di Schiphol dan untuk sementara itu bisa lah aku “tahan”, haha.

Sebuah Boeing 737-700 rego PH-BGN-nya KLM yang membawaku kembali ke Amsterdam hari ini.

Tetapi kemudian, seperti yang kuduga karena penerbangan malam dan merupakan skenario terburuk untuk situasiku, kami mendarat di Polderbaan laknat itu dong! Sialan!! Pesawat harus taxiing selama sekitar 15 menit sebelum tiba di Pier D di Bandara Schiphol. Setelah itu pun, ternyata toilet yang terdekat dengan gate-nya sedang direnovasi dong waktu itu!  Ini Dewi Fortunaku lagi “liburan” atau bagaimana ini ya malam ini 😅.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1989 – Four Of Four, Finally!!

ENGLISH

My Instagram followers (@azilko) would have known by now that this weekend, I went on another weekend trip!! (Yeah I know, I have been on many of them lately and there are still quite a few planned out! Haha 🙈 ). And this destination was a special one because I was adding a new country into my travel list. And this was a special country, because it was:

Cardiff selfie

Yes, Wales, where I went to its capital, Cardiff!

Wales is important because this means that now, I can claim that I have visited all four countries in the United Kingdom!! Yep, I first visited Scotland in April 2012 when I landed in Glasgow, England in June 2012 when I arrived in London, and Northern Ireland in November 2015 when I landed in Belfast. With me getting off my KLM Cityhopper flight at Cardiff Airport this Saturday, I (finally) visited Wales!!

Anyway, the trip itself was really nice! Unfortunately I was not able to go to the other part of Wales though, for instance the interesting Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch (yes this is a legit place) that apparently was closer to Liverpool than Cardiff, haha 😆 . Nonetheless, Cardiff itself was also a nice city so overall, I enjoyed my weekend there.

Speaking about Wales, I just realized that this is their national symbol:

The Welsh Red Dragon

Yep, a really cool red dragon! I find it one of the coolest symbols ever, don’t you think?

Anyway, as usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Followers Instagramku (@azilko) sudah tahu sekarang bahwa akhir pekan kemarin ini, aku pergi dalam perjalanan akhir pekan lagi loh!! (Iyaa, tahu kok, aku akhir-akhir ini sering pergi dalam perjalanan akhir pekan yah, dan masih ada banyak loh yang sudah aku rencanakan! Haha 🙈). Dan tujuan kali ini spesial banget karena aku menambah satu negara lagi ke daftar negara yang pernah kukunjungi. Kebetulan lagi negara ini spesial, karena negaranya adalah:

Cardiff selfie

Yup, Wales, dimana aku pergi ke ibukotanya kemarin ini, Cardiff!

Wales penting banget karena artinya sekarang aku bisa menyatakan bahwa aku sudah pernah mengunjungi kesemua empat negara di Inggris Raya (United Kingdom)!! Yep, aku pertama kali mengunjungi Skotlandia di bulan April 2012 ketika aku mendarat di Glasgow, Inggris di bulan Juni 2012 ketika aku tiba di London, dan Irlandia Utara di bulan November 2015 ketika aku mendarat di Belfast. Dan dengan diriku turun dari pesawatnya KLM Cityhopper di Bandara Cardiff Sabtu kemarin ini, aku (akhirnya) mengunjungi Wales juga!!

Anyway, perjalanannya sendiri seru banget! Sayang saja aku tidak sempat mengunjungi bagian Wales lainnya juga, seperti misalnya Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch yang menarik itu (iya ini beneran nama tempat loh) yang mana ternyata lokasinya lebih dekat ke Liverpool daripada Cardiff, haha 😆 . Toh walaupun begitu, Cardiff juga masih asyik untuk dikunjungi kok sehingga aku tetap menikmati waktuku selama akhir pekan kemarin ini di sana.

Ngomongin Wales, aku baru sadar loh bahwa lambang negaranya itu ini:

The Welsh Red Dragon

Iya doong, lambangnya berupa seekor naga merah! Aku merasa ini adalah salah satu lambang paling keren deh, iya nggak sih? Haha 😛 .

Anyway, seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teaser dari perjalanan ini.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1987 – A Weekend in Manchester

ENGLISH

I went to Manchester for a weekend not too long ago. So let’s start the story 😀

Getting to/back from Manchester

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGL at Schiphol

I flew on three segments this weekend, a direct Amsterdam – Manchester flight with a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGL and Manchester – Paris and Paris – Amsterdam with Air France’s Airbus A320-200 reg F-HEPA and Airbus A319-100 reg F-GRXE, respectively, haha 😛 .

The weather in the weekend was not in the best condition, though; where there were quite many minor turbulences along the way especially on the two Air France flights I took on Sunday, even more so on the AF1188 flight to Amsterdam. The KLM flight was smooth, though, even though we had to land during rain at Manchester. Here is the landing video was we were landing at runway 23R of the airport:

The KLM flight to Manchester was a little bit “unusual”, though. I was just flying economy but mid-flight, the purser came to my seat, addressed me by name (“Mr. Zilko”), and asked if everything about the flight was alright to me. Wow! As I said before, usually the flight attendants use the neutral “Sir/Ma’am/Miss” in economy! She mentioned that she wanted to make sure everything was alright as she knew that I was flying a lot with KLM/SkyTeam (and for this reason she didn’t ask my seatmates at all, haha 😛 ). Oh wow, I was really impressed by this and was certainly felt really respected for my loyalty. You know, small things like this sometimes can go very far, can’t they? 🙂

Manchester

Manchester Town Hall

I forgot to take into the account the time I would need to spend waiting at immigration when I booked the ticket. The KLM flight was scheduled to land just before 1 PM UK time, so I thought I would have quite plenty of time to spend in Manchester without having to get up too early that day to get to Schiphol, haha. But it turned out that this schedule coincided with the arrival schedule of several other flights from all over Europe as well, thus creating long lines at immigration! And with Manchester Airport’s Terminal 3 being located quite far away from the train station, all in all I could only check-in at my hotel in Manchester just after 3 PM! Haha 😆 .

As I said above, the weather was also not in the best shape today, where it was raining constantly. So I decided to rest at the hotel while waiting for the rain to stop. I knew this would leave me with very little time to explore Manchester; but nonetheless I had been there once before anyway so it was not like I was going to miss much. Especially that I stayed for four nights the last time I was there, haha.

The (famous) Merchants’ Bridge in Castlefield, Manchester

And so I decided to make use of my short exploring time to go to a site I didn’t visit back then in 2013-2014: Castlefield. In my previous trip I saw the famous Merchants’ Bridge in Castlefield from the tram rides but back then I did not know that it was famous, haha. Since then, I have seen a few movies/tv-series with scenes taking place there, so I told myself the next time I would be in Manchester, I needed to cross that bridge, haha 😆 . Castlefield was indeed a nice cute part of the industrial Manchester.

Speaking of the city, one difference I noticed was that I saw more homeless people in the street now than 3.5 years ago. This was certainly not a good sign of the state of the economy, perhaps. But I am not going to get into this as social politics or economy are not the scope of this personal blog at all. So I will just leave it here.

Bridges in Manchester

The Food

I decided to consult to Yelp to find a place for dinner. There, I stumbled across Burger and Lobster that was not amongst the best rated in the app but the “lobster” part in the name caught my attention and made me want some lobster, haha. Now that I think about it, the last time I had a lobster was probably almost two years ago at the famous Neptune Oyster in Boston!

When looking at the menu, I was torn between a full lobster dish (steamed or grilled) or a lobster beef burger. I decided to go with the burger because that was the freaking name of the restaurant: burger and lobster, haha 😆 . A lady sitting across me apparently ordered a full lobster dish and when her order was served, I regretted a little bit that I didn’t opt for that one. But then, I also saw that eating a full lobster was actually not that simple with all the claws and shells and all that; so my regret was immediately gone, haha.

A lobster beef burger

Anyway, the lobster burger was good. I felt like the burger itself was in the smaller size, though; but this was quite possibly because of the expensive lobster meat in it. Though, this was compensated by the chips and side-salad. It was a decent dish, I must say.

The next morning for breakfast, I went to a Frankie and Benny’s. As I entered the restaurant, I realized that it was the same Frankie and Benny’s I had dinner at on New Year’s Eve 3.5 years ago! Somehow it felt really nostalgic! Haha 😆

Traditional English Breakfast

Anyway, the reason I went there was because I remembered from my previous trip that they served traditional English breakfast. And this time, I felt like having one, haha. And it was, indeed, good! 🙂 It was also nice that the hot drink was “bottomless” so I could ask for a refill for my cafe latte, haha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Manchester di sebuah akhir pekan belum lama ini. Jadi mari ceritanya kita mulai 😀 .

Perjalanan ke/dari Manchester

Sebuah Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGL di Schiphol

Aku menaiki tiga penerbangan kali ini, sebuah penerbangan langsung Amsterdam – Manchester dengan Boeing 737-700 rego PH-BGLnya KLM, dan Manchester – Paris dan Paris – Amsterdam dengan Airbus A320-200 rego F-HEPA dan Airbus A319-100 rego F-GRXEnya Air France, haha 😛 .

Cuaca di akhir pekan ini sedang kurang baik sih, dimana ada cukup banyak turbulensi minor di sepanjang jalan terutama di dua penerbangan Air France yang kunaiki di hari Minggu; terutama di penerbangan AF1188 ke Amsterdam yang rasanya kok penuh turbulensi di sepanjang jalan, haha. Penerbangannya KLM sendiri sih mulus, walaupun kami harus mendarat ketika sedang hujan di Manchester. Berikut ini video pendaratan di landasan pacu 23Rnya:

Penerbangan KLM ke Manchester ini agak sedikit “tidak biasa” untukku. Aku hanya terbang di kelas ekonomi saja tetapi di tengah perjalanan, purser-nya datang ke kursiku, menyapaku dengan nama (“Mr. Zilko”), dan bertanya apakah semuanya baik-baik saja denganku di penerbangan ini. Wow! Seperti yang kubilang sebelumnya, biasanya pramugara/i menggunakan panggilan netral “Sir/Ma’am/Miss” di ekonomi kan! Ia menyebutkan bahwa ia ingin memastikan bahwa semuanya baik-baik saja untukku karena ia tahu aku sering terbang dengan KLM/SkyTeam (dan karena alasan ini lah hanya aku saja yang disapa sementara penumpang-penumpang di sebelahku tidak, haha 😛 ). Oh wow, aku sungguh terkesan dengan ini dan merasa loyalitasku dihargai banget. Tahu lah, kadang hal-hal kecil/sepele semacam ini justru bisa berdampak jangka panjang kan ya? 🙂

Manchester

Manchester Town Hall

Aku lupa memperhitungkan waktu menunggu pemeriksaan imigrasi ketika membeli tiket. Penerbangan KLMnya dijadwalkan mendarat sebelum jam 1 siang waktu Inggris sehingga aku kira masih ada cukup banyak waktu lah untukku hari itu jalan-jalan di Manchester tanpa harus bangun pagi banget untuk berangkat ke Schiphol, haha. Tetapi ternyata jadwal ketibaan ini bebarengan dengan jadwal ketibaan beberapa penerbangan maskapai lain dari Eropa sehingga antrian di imigrasinya jadi panjang banget! Dan lagi lokasi Terminal 3 Bandara Manchester yang lumayan jauh dari stasiun keretanya, akhirnya totalnya aku baru bisa check-in di hotelku di Manchester lewat jam 3 sore loh! Haha 😆

Seperti yang kusebutkan sebelumnya, cuaca hari ini memang sedang kurang oke, dimana hujan terus-terusan turun. Jadilah aku memutuskan untuk beristirahat dulu di hotel sambil menunggu hujan reda. Aku tahu ini akan berakibat pada waktuku untuk jalan-jalan di Manchester menjadi semakin sempit lagi; tetapi toh aku sudah pernah kesana sebelumnya sehingga nggak akan banyak yang terlewatkan kan ya. Terutama lagi dulu aku kan menginap empat malam di sana, haha.

Jembatan Merchants’ (yang terkenal) di Castlefield, Manchester

Dan jadilah waktu yang sedikit itu kumanfaatkan untuk jalan-jalan di area yang dulu di tahun 2013-2014 belum sempat aku kunjungi: Castlefield. Di perjalanan dulu aku melihat Jembatan Merchants’ di Castlefield yang terkenal itu dari tram tetapi dulu aku kan nggak tahu kalau jembatannya terkenal, haha. Semenjak waktu itu, aku sudah menonton beberapa film/acara tv yang mana pernah syuting di jembatannya. Jadilah aku pikir kalau aku ke Manchester lagi, aku akan mampir, haha 😆 . Castlefield memang adalah satu bagian Manchester yang menarik dan oke kok untuk jalan-jalan.

Ngomongin kotanya, satu perbedaan yang kuperhatikan adalah ada lebih banyak gelandangan sekarang daripada 3,5 tahun yang lalu. Ini jelas bukan pertanda baik dari ekonominya, mungkin. Ah, tetapi aku nggak akan ngomongin ini karena sosial politik dan ekonomi bukanlah cakupan dari blog personal ini kan ya. Jadi aku berhenti di sini saja deh.

Jembatan-jembatan di Manchester

Makanannya

Aku memutuskan untuk berkonsultasi dengan Yelp untuk makan malam. Di sana, aku melihat restoran Burger and Lobster yang sebenarnya bukan termasuk yang dinilai tinggi-tinggit amat tetapi bagian “lobster” dari namanya menarik perhatianku sampai-sampai aku jadi ingin makan lobster, haha. Kalau dipikir-pikir lagi, kalau nggak salah terakhir kali aku makan lobster adalah nyaris dua tahun yang lalu loh di Neptune Oyster di Boston yang memang terkenal banget itu!

Ketika melihat menunya, aku galau antarai memilih menu lobster utuh (dikukus atau dibakar) atau burger sapi dan lobster. Aku memutuskan untuk memilih burger pada akhirnya karena sesuai dengan nama restorannya kan ya: burger dan lobster, haha 😆 . Nah, seorang wanita yang duduk di seberangku ternyata memesan satu lobster utuh dan ketika pesanannya diantarkan, aku sedikit menyesal aku tidak memesannya. Tetapi kemudian, aku baru ingat bawa makan satu lobster utuh itu ribet karena ada capitnya dan kulitnya itu kan; jadilah penyesalanku langsung sirna, haha.

Sebuah burger sapi dan lobster

Anyway, burgernya sendiri lumayan enak kok. Ukuran burgernya cenderung kecil sih; dan aku duga ini dikarenakan daging lobster yang memang mahal kan. Walaupun begitu, kentang goreng dan saladnya membantu banget kok. Lumayan lah secara keseluruhan.

Keesokan paginya untuk sarapan, aku mampir di Frankie and Benny’s. Ketika aku memasuki restorannya, aku baru menyadari bahwa ini adalah Frankie and Benny’s yang sama dengan dimana aku makan malam di malam tahun baru 3,5 tahun yang lalu! Rasanya kok jadi agak-agak nostalgia gitu! Haha 😆

Sarapan tradisional ala Inggris

Anyway, alasan aku mampir kesana adalah aku ingat dari perjalananku yang lalu bahwa mereka menyediakan sarapan tradisional ala Inggris untuk sarapan. Dan kali ini, aku sedang ingin sarapan itu, haha. Dan memang enak kok! 🙂 Aku juga suka bahwa minuman hangatnya itu bottomless loh, dimana aku bisa meminta refill untuk cafe latte-ku, haha 😛 .

Vacation · EuroTrip · Weekend Trip

#1985 – A Saturday Story

ENGLISH

Yesterday, as my Instagram followers (@azilko) have known, I went on another AvGeek Weekend Trip! Here is the routing this time:

The routing this weekend. Map created with gcmap.com

About a month ago when I was looking at my flights record this year, it appeared to me that I hadn’t flown to anywhere to the northeast of the Netherlands so the map looked rather “bleak”. And so in an attempt to make my flying map “prettier” this year, I figured I would need to somehow fly to this part of Europe, haha 😆 . Of the three possible candidates (Copenhagen, Stockholm, and Oslo), I found the best option (in terms of schedule, fare, and airlines) would be Oslo, haha. And so I booked the ticket.

Where I have flown to/from Amsterdam Schiphol Airport this year prior to yesterday. Notice the lack of red edges to the north of Amsterdam 😛 . Created with gcmap.com

I was flying with KLM from Amsterdam to Oslo and Paris to Amsterdam, and with Air France (operated by HOP! Regional) from Oslo to Paris. As usual, it was such a fun Saturday to me where I flew on three flights on a day. I just realized though that I have not done this since May 2017! Hahaha 😆 . Anyway, I was quite lucky to seat on a window seat in the left side of the plane on my flight to Oslo and the flight landed at runway 01L of Oslo-Gardermoen Airport. With this flight path, the plane had to fly above the city of Oslo and so I could snap a shot of it from above:

Oslo, not Solo!

At first, I didn’t think I would write anything in much more details about this trip. But after the trip, I changed my mind as I feel like the experience worth a stand-alone post! For instance, I was a little bit disappointed that the two KLM flights were operated using two Boeing 737-700s which I had flown before: PH-BGQ and PH-BGN. And so consequently, I couldn’t add new KLM registration to my flying log. Haha 😆 . Anyway, here are a few teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Kemarin, seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi loh! Berikut ini rutenya kali ini:

Rute akhir pekan ini. Peta dibuat dengan gcmap.com

Sekitar satu bulan yang lalu ketika aku iseng mengecek catatan penerbanganku tahun ini, aku perhatikan aku belum terbang ke suatu tujuan di arah timur lautnya Belanda sehingga petanya nampak “membosankan” gitu deh. Nah jadilah supaya membuat peta penerbanganku tahun ini lebih “berwarna”, aku memutuskan bahwa aku perlu nih pergi ke daerah ini di Eropa, huahaha 😆 *alasan macam apa ini*. Nah dari tiga kandidat tujuannya (Kopenhagen, Stockholm, dan Oslo), aku temukan pilihan terbaik (dari segi jadwal, harga tiket, dan maskapai) adalah Oslo, haha. Jadilah tiketnya aku beli.

Rute-rute yang sudah kuterbangi dari/ke Bandara Schiphol di Amsterdam tahun ini sampai dua hari yang lalu. Perhatikan ketiadaan garis merah di arah utara Amsterdam. Peta dibuat dengan gcmap.com

Aku terbang dengan KLM dari Amsterdam ke Oslo dan Paris ke Amsterdam, dan dengan Air France (penerbangannya dioperasikan oleh HOP! Regional sih) dari Oslo ke Paris. Seperti biasa, ini adalah hari Sabtu yang seru untukku dimana aku terbang tiga kali dalam satu hari. Dan aku baru sadar loh terahir kali aku melakukan ini adalah di bulan Mei 2017! Huahaha 😆 Anyway, aku beruntung duduk di kursi jendela di kiri pesawat di penerbangan ke Oslo dan penerbangannya mendarat di landasan pacu 01L Bandara Oslo-Gardermoen. Ini karena dengan rute ini, pesawatnya terbang di atas kota Oslo sehingga aku bisa memfotonya dari atas:

Oslo, bukan Solo!

Awalnya, kukira aku tidak akan menuliskan detail perjalanan ini lebih jauh. Tetapi setelah perjalanannya, aku harus mengubah pendapatku ini karena aku rasa pengalamannya berhak untuk dijadikan satu posting tersendiri! Misalnya saja, aku cukup sebal dong dua penerbangan KLMnya dioperasikan dengan dua Boeing 737-700 yang sudah pernah kunaiki sebelumnya: PH-BGQ dan PH-BGN. Kan flying log-ku jadi nggak bertambah dengan registrasi KLM baru tuh. Haha 😆 Anyway, di atas aku posting beberapa teasers dari perjalanannya.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1982 – A Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram followers (@azilko) have known, I went on yet another weekend trip this weekend! Haha 😛 . This time, I went back to: Manchester!! This was my second trip to Manchester, after the first one being almost four years ago.

Anyway, this trip was a “special” one in the sense that, for the first time ever, I decided to cancel a non-refundable flight ticket. Yep, indeed, originally I intended to go to somewhere else instead of Manchester for the weekend; and that somewhere else was Newcastle. I found a cheap return ticket with KLM and bought it via a travel agency; feeling very sure I would go as, up to that point, I never had to cancel any trip. However, after purchasing the ticket, I just realized that this particular weekend was a super popular one for Newcastle (Apparently John Legend was having a concert there, might be it?); resulting in almost all hotel rooms had been booked. And the rest that were still available were highly overpriced due to, I guess, the very high demand.

For the first time ever, I had to cancel a non-refundable return KLM ticket.

After some calculations and considerations, I decided that the best way to “minimize” the damage was to just drop my Newcastle plan this weekend and go somewhere else. And this was how I “ended up” with Manchester; where I found a good combination between the flight ticket and, lesson-learned now, the hotel room, haha.

Anyway, Manchester was a nice city; just as how I remembered it from almost four years ago. As I stayed for four nights back then, I decided to just take it slow this weekend. Not a bad idea given that I also did not want to tire myself too much anyway, haha. As usual, here are some teasers from the trip.

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam perjalanan akhir pekan lagi loh kemarin ini! Haha 😛 . Kali ini, aku kembali lagi ke: Manchester!! Ini adalah kali keduaku ke Manchester, setelah yang pertama kali hampir empat tahun lalu.

Anyway, perjalanan ini adalah perjalanan yang “spesial” karena, untuk pertama kalinya, aku memutuskan untuk membatalkan sebuah tiket pesawat yang non-refundable, haha. Iya, awalnya memang aku berencana untuk pergi ke suatu tempat lain bukannya Manchester, dan tempat lain itu adalah Newcastle. Aku menemukan tiket pp murah dengan KLM dan membelinya melalui sebuah agen travel; merasa sangat yakin aku akan pergi karena, sampai waktu itu, aku belum pernah membatalkan yang namanya perjalanan. Namun, setelah tiketnya kubeli, aku baru sadar bahwa akhir pekan ini adalah akhir pekan yang super ramai di Newcastle (Ternyata John Legend lagi konser gitu jadi mungkin ini penyebabnya?); dimana sebagai akibatnya hampir semua penginapan sudah habis. Sementara kamar-kamar yang tersisa overpriced banget karena, aku rasa, demand yang memang sedang tinggi banget.

Untuk pertama kalinya seumur hidup aku memilih untuk membatalkan tiket non-refundable KLM pp-ku.

Setelah beberapa perhitungan dan pertimbangan, aku memutuskan bahwa yang terbaik untuk “meminimalisir” damage adalah dengan membatalkan rencanaku ke Newcastle dan pergi ke tempat lain. Dan beginilah aku akhirnya pergi ke Manchester; dimana aku menemukan kombinasi yang oke antara tiket pesawat dan, langsung belajar dari pengalaman nih, kamar hotel, haha.

Anyway, Manchester sendiri adalah kota yang oke; sebagaimana yang kuingat dari empat tahun yang lalu. Karena dulu aku menginap empat malam di sana, kali ini aku memutuskan untuk santai-santai saja. Toh begini juga asyik karena aku juga nggak ingin terlalu capek juga sih, haha. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.