North America Trip, USA, Vacation

#2174 – The Big Three Oh Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the Big Three Oh Trip series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights Drama
3. Part II: Premium Economy to New York
4. Part III: New York
5. Part IV: The 2018 US Open
6. Part V: New York Attractions
7. Part VI: Washington D.C.
8. Part VII: The National Mall
9. Part VIII: The Museums in D.C.
10. Part IX: Back to Europe

Last week, I was back in the Netherlands from my Big Three Oh Trip to New York and Washington, D.C. This trip happened because I would like to celebrate the “coming of age” moment of becoming a 30 year old this year, lol ๐Ÿ˜† . And as a birthday gift, I bought myself a US Open Final ticket. I felt like this was a perfect opportunity to get one step closer to achieving my dream of completing the “Career Grandslam” (that is to visit all four grandslam tournaments in tennis) ๐Ÿ˜† . After this trip, I am now three quarters of the way to get there ๐Ÿ˜€ .

My third unique grandslam tournament!

And to top it off, I also got to see Serena Williams in that final! This made the ticket price, which cost much more than a similar French Open or Wimbledon ticket, feel much “cheaper”! Haha ๐Ÿ˜† . Even though, as many of us perhaps have known or read about, the match turned … really controversial. This wasn’t necessarily “bad” for my experience, btw, as actually in a way, this was also “exciting” in its own way. Do you know what I mean?

At the Arthur Ashe Stadium this year!

Anyway, New York was super amazing, just as how I remembered itย from two andย a half years ago. Though, this time I did not visit too many paid attractions in the city (I already blew my trip budget on this post on the US Open ticket, lol ๐Ÿ˜† ). Well, only one, though, that was the One World Observatory deck at the new One World Trade Center in Lower Manhattan. But the city itself was a big and cool attraction on its own. And this was not limited only to the physical buildings or parks, but also included the “people”.

Times Square in New York

To me, one special thing about New York is actually how “vibrant” the city is in terms of the people. There are a lot of people everywhere, at every time, and they all move around really fast! This certainly is overwhelming, but I actually love and enjoy being overwhelmed this way! :mrgreen:ย This New York atmosphere made Washington D.C. felt really “laid-back”; and I really felt this contrasting experience just after arriving at D.C. from New York, lol ๐Ÿ˜† .

The charm of Washington D.C. was definitely different than of New York. Being the capital of the United States, I felt like the city was tied closer to the US History and, obviously, the US politics. For once, there were an abundant amount of memorials throughout the city, and they were dedicated to former presidents (like Abraham Lincoln, Thomas Jefferson), historical figure (Martin Luther King, Jr), or historical events (The Vietnam War, The World War II, etc). And, of course, there was the White House, which turned out to be smaller than I thought it was!

The White House was smaller than I thought.

But what surprised me the most from D.C. was … the museums!! First of all, there were tons of museums throughout the city. And second of all, of those that I went to, they were really, really, really good museums! Like, really good and I thoroughly enjoyed my visit! And, to top it off, as I only went to the ones managed by the Smithsonian Institute, they did not charge any entrance fee!! This was certainly great news for my basically zero attractions budget for this trip! ๐Ÿ˜› Oh, and they provided free wifi as well, lol ๐Ÿ˜† .

With THE original studio model of the USS Enterprise NCC1701 from Star Trek: The Original Series at the National Air and Space Museum

So, yeah, I certainly enjoyed this one a half week trip; which went by really fast! I thought I had just arrived in New York when I had to head to Dulles International Airport in D.C. to go back to Europe on Saturday. But this trip also became memorable from the flights point of view, btw. My luggage got missing TWICE on this trip (while I had been lucky enough up to this point to have never experience this, lol ๐Ÿ˜† ) due to a two-hour delay resulting in a tight connection at Paris-CDG and a last-minute change of itinerary which took place due to a bad weather forecast. Though, on the flip side, I got upgraded to Premium Economy on my Air France flight from Paris to New York, haha…

Got upgraded to Premium Economy!

But all in all, this was a great and, certainly, memorable trip which I thoroughly enjoyed. In fact, I sufferred from “post-vacation blues” in the following week where I returned to my “reality”, lol ๐Ÿ˜† .ย Anyway as usual, here are some photos as teasers from this amazing trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Perjalanan Besar Tiga Nol:
1. Introduction
2. Part I: The Flights Drama
3. Part II: Premium Economy to New York
4. Part III: New York
5. Part IV: The 2018 US Open
6. Part V: New York Attractions
7. Part VI: Washington D.C.
8. Part VII: The National Mall
9. Part VIII: The Museums in D.C.
10. Part IX: Back to Europe

Minggu lalu, aku kembali di Belanda dariย Perjalanan besar Tiga Nol-ku ke New York dan Washington, D.C. Perjalanan ini aku adakan untuk merayakan momen “akil balig”-kuย yaitu menjadi berusia 30 tahun tahun ini, haha ๐Ÿ˜† . Sebagai hadiah ulang-tahun untuk diriku sendiri, aku membeli tiket final US Open. Aku merasa ini adalah momen yang pas untuk melangkah satu langkah lebih dekat dalam upaya melengkapi keinginanku untuk mendapatkan “Career Grandslam” (telah mengunjungi kesemua empat turnamen grandslam di tenis), haha ๐Ÿ˜† . Setelah perjalanan ini, aku sudah tiga perempat jalan untuk memenuhinya ๐Ÿ˜€ .

Turnamen grandslam ketigaku!

Dan di atas itu semua, bisa-bisanya aku mendapatkan Serena Williams di final itu! Ini membuat harga tiketnya, yang mana jauh lebih mahal daripada tiket yang serupa di French Open ataupun Wimbledon, terasa jauh “lebih murah”! Haha ๐Ÿ˜† . Walaupun, seperti yang banyak dari kalian sudah ketahui atau baca-baca sih, pertandingan itu menjadi … sebuah pertandingan yang kontroversial. Eh tapi ini tidak semata-mata membuat pengalamannya menjadi “buruk” sih, karena kejadian ini juga lah “exciting” dengan caranya sendiri. Ngerti nggak maksudnya?

Di Stadion Arthur Ashe tahun ini!

Anyway, New York sendiri jelas seru dan keren banget lah, seperti yang kuingat dariย dua setengah tahunย yang lalu. Walaupun kali ini aku tidak banyak mengunjungi atraksi-atraksi berbayar terkenal di kota ini (karena budget-ku untuk pos ini di perjalanan ini sudah kuhabiskan untuk tiket US Open itu, huahaha ๐Ÿ˜† ). Eh, cuma satu atraksi berbayar aja sih, yaitu One World Observatory deck di gedung One World Trade Center yang baru itu di Lower Manhattan. Eh tapi toh kota New York sendiri juga adalah atraksi yang besar dan keren sih. Dan ini tidak sebatas bangunan-bangunan fisiknya saja, tapi juga aspek “orang-orangnya”.

Times Square di New York

Untukku, hal yang spesial dari New York adalah bagaimana “hidup” kotanya dalam hal orang-orangnya. Dalam artian, ada banyak sekali orang dimana-mana, di setiap waktu, dan semuanya bergerak dengan kecepatan yang tinggi! Jelas ini overwhelming, tapi justru aku sangat suka dan menikmati perasaan overwhelming semacam ini! :mrgreen: Atmosfer New York ini membuat Washington D.C. terasa “santai” banget; dan kekontrasan ini sungguh aku rasakan ketika aku baru saja tiba di D.C. dari New York, haha ๐Ÿ˜† .

Pesona Washington D.C. jelas sangat berbeda dari New York. Yang namanya ibukota Amerika Serikat (AS), aku merasa kotanya jauh lebih terikat dengan Sejarah AS dan, jelas, politik AS lah ya. Misalnya saja, ada banyak banget monumen/area peringatan di kotanya yang didedikasikan untuk mantan-mantan presiden (misalnya Abraham Lincoln, Thomas Jefferson), tokoh-tokoh bersejarah (Martin Luther King, Jr), atau kejadian-kejadian bersejarah (Perang Vietnam, Perang Dunia II, dll). Dan, tentu saja Rumah Putih (White House maksudnya) ada di sana juga, yang mana ternyata berukuran lebih kecil daripada bayanganku sebelumnya!

White House ternyata berukuran lebih kecil daripada apa yang aku bayangkan.

Tapi yang paling mengejutkanku dari D.C. adalah … museum-museumnya!! Pertama-tama, ada banyak banget museum di seluruh penjuru kota. Dan yang kedua, museum-museum yang kukunjungi itu bagus-bagus banget, nget, nget dong! Dan, di atas itu semua, karena aku hanya sempat mengunjungi museum yang dikelola oleh Institusi Smithsonian, biaya masuk museumnya pun gratis!! Ini jelas adalah berita baik untuk budget atraksiku yang pada dasarnya nol untuk perjalanan ini! ๐Ÿ˜› Oh, dan di atas itu semua, museum-museumnya menyediakan wifi gratis pula loh, haha ๐Ÿ˜† .

Dengan model studio aslinya USS Enterprise NCC1701 dari Star Trek: The Original Series di National Air and Space Museum

Memang aku sungguh menikmati perjalanan sepanjang satu setengah minggu ini, yang terasa berlalu cepat banget dong! Rasanya aku baru saja tiba di New York ketika aku harus berangkat ke Bandara Internasional Dulles di Washington D.C. untuk kembali ke Eropa di hari Sabtu. Eh tapi perjalanan ini juga menjadi agak berkesan dari sisi penerbangannya juga nih, btw. Bagasiku hilang DUA KALI dong di perjalanan ini (yang mana sampai waktu itu aku cukup beruntung dimana aku belum pernah mengalami yang namanya kehilangan bagasi ini, haha ๐Ÿ˜† ) karena delay dua jam yang mengakibatkan waktu transit menjadi amat singkat di Paris-CDG dan juga akibat perubahan itinerary akibat ramalan cuaca yang buruk. Walaupun, di sisi positifnya, aku di-upgrade ke kelas Premium Economy loh di penerbangan Paris ke New York-ku, haha…

Di-upgrade ke Premium Economy!

Tapi secara keseluruhan, perjalanan ini sungguh seru dan berkesan sekali kok, yang mana sangat amat aku nikmati. Malahan, aku terkena sindrom “pasca-liburan” dah selama semingguan setelah kembali ke “realita”, haha ๐Ÿ˜† . Anyway seperti biasa, di atas aku unggah pula beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

Advertisements
North America Trip, USA, Vacation

#2171 – Back in Europe!

ENGLISH

Yesterday afternoon, my KLM flight KL1234 landed at Schiphol Airport, marking the end of my amazing Big Three Oh Trip this year to New York and Washington, DC. The trip was, undoubtedly, really fun, especially that finally I got to visit the US Open, my third grandslam tournament. This means I am not three quarters of the way to complete my “career grandslam” (having visited all four grandslam tournaments in the world, haha ๐Ÿ˜› ).

I visited my third unique grandslam tournament in 2018, the US Open.

But if I have to name one thing which stood the most in this trip, it was definitely the “drama”. I feel like this was definitely one of the (if not the) most dramatic trips I have ever taken. First of all, it is likely that you have heard/read of what happened at the US Open final. Yep, I was there … to witness the sequence of events unravelling in front of my eyes. And second of all, my checked-in luggage managed to get lost … TWICE (yep, not once, but twice! And prior to this trip, I had been really lucky to never experience once in my life! So what were the odds?). I will obviously get to these stories a little bit later. But anyways, this trip is definitely one I will not likely to forget, haha.

Anyway but other than that, New York was as amazing as I remembered it from two and a half years agoย and Washington, D.C., while not as “overwhelmingly lively” as New York, had its own charm as well. Yep, in short, other than the dramas, this was a great trip!! Though,ย the weather was … not the best in both cities, haha ๐Ÿ˜† . First of all, it was really humid, so it felt really hot (as in I kept sweating everytime I was outside) even when it was cloudy.

The NY weather, 40ยฐC real feel at one point, and it was going to rain soon.ย 

You know I “complained” about this year’s uncharacteristically hot Summer in Europe, clearly indicating that I am not a big fan (pun intended ๐Ÿ˜› ) of hot weather. Though, this experience now makes me understand the occassional reference to New York’s hot summer in those movies/tv series ๐Ÿ˜› . Having said that, at least in the weather department I still can say that I was really lucky asย Hurricane Florence made a late change of course that was to get a little bit further away from where I was. Yeah, it could definitely have been worse. So perhaps actually I need to be grateful.

Anyway obviously I have not yet had the time to start writing about this amazing trip. I will get into the trip’s story a little bit later, though; so please bear with me ๐Ÿ˜› .ย And also because right now, obviously I am still jetlagged thanks to the six hours timezone difference between the Netherlands and the East Coast ๐Ÿ˜› . I hope my recovery from this jetlag won’t take too long this time around.

This is all I have for now. See you soon! ๐Ÿ™‚

I turned … 30 in New York this year.

BAHASA INDONESIA

Kemarin siang, penerbangan KLM KL1234 mendarat di Bandara Schiphol, yang menandai akhir dariย Perjalanan besar Tiga Nol-kuย tahun ini ke New York dan Washington, DC. Perjalanannya, jelas banget, seruuu, apalagi aku juga berkesempatan menonton US Open kan, turnamen grandslam ketigaku. Ini berarti aku sudah tiga perempat jalan nih dalam upaya melengkapi prestasi “career grandslam” (telah mengunjungi kesemua empat turnamen grandslam di dunia, haha ๐Ÿ˜› ).

Aku mengunjungi turnamen grandslam ketigaku, US Open, tahun ini.

Tapi kalau aku diminta untuk menyebutkan satu hal yang menonjol dari perjalanan ini, dengan mudah akan aku bilang “drama”-nya. Aku merasa perjalanan ini adalah salah satu perjalanan yang (kalau bukan yang) paling dramatis dari semua perjalanan yang pernah kujalani. Pertama-tama, kemungkinan besar kalian sudah tahu lah ya apa yang terjadi di finalnya US Open. Iya, aku berada di sana … dan menyaksikan rangkaian peristiwanya terjadi di depan mataku sendiri. Dan yang kedua, bisa-bisanya dong bagasiku hilang … DUA KALI (iya, bukan sekali aja, tapi dua kali! Padahal seumur hidup sebelum perjalanan ini aku (beruntung) tidak pernah mengalami kejadian ini. Ini gimana cerita peluangnya? Haha). Jelas cerita-cerita ini akan kutulis lebih mendalam lagi nanti. Tapi untuk saat ini, rasanya tidak mengherankan kalau kubilang sepertinya perjalanan ini aku selalu teringat bagiku, haha.

Anywayย  tapi selain itu semua sih, New York keren dan asyik banget, sebagaimana yang kuingat darinyaย dua setengah tahun yang laluย dan Washington, D.C., walaupun tidak “sehidup rame banget” kayak New York, memiliki pesonanya sendiri. Jadi ya, secara singkatnya, selain bagian dramanya, perjalanan ini adalah perjalanan yang super seru!! Walau, cuacanya … lagi nggak oke di kedua kota ini, haha ๐Ÿ˜† . Pertama-tama, udara di sana lembab banget, jadi ya rasanya selalu panas gitu (maksudnya aku selalu berkeringat ketika berada di luar ruangan) bahkan ketika cuacanya sedang mendung.

Cuaca di NY, real feel 40ยฐC, dan nggak lama setelahnya akan hujan pula.

Ya tahu kan aku “komplain” akan cuaca yang panasnya sama sekali nggak biasa di Eropa tahun ini, yang mana menunjukkan aku anaknya memang nggak suka panas ๐Ÿ˜› .ย Walaupun dengan pengalaman ini kini aku jadi bisa memahami referensi akan musim panas di New York yang panas banget di film-film/acara TV itu deh ๐Ÿ˜› . Eh tapi walaupun begitu, di sisi cuaca sebenarnya masih bisa dibilang aku beruntung sekali lho karenaย Hurricane Florenceย tiba-tiba berbelok menjauhi area dimana aku berada. Iya, sebenarnya cuacanya bisa jadi lebih parah lagi deh. Jadi sepertinya justru sebaiknya aku bersyukur!

Anywayย jelas saat ini aku masih belum berkesempatan untuk mulai menulis cerita perjalanan seru ini. Ini akan segera aku mulai kok; jadi tolong sabar ya ๐Ÿ˜› . Dan juga karena sekarang aku masih jetlag nih akibat perbedaan waktu enam jam antara Belanda dan East Coast-nya Amerika ๐Ÿ˜› . Mudah-mudahan aku cepat pulih dari jetlag kali ini.

Segini dulu ya untuk saat ini ๐Ÿ™‚ .

Ulang-tahun ke-… 30-ku aku habiskan di New York.

 

Big Days, Zilko's Life

#2166 – Turning … 30

ENGLISH

First of all, hello from … New York!! :mrgreen:

Yep, I am in the Big Apple at the moment, obviously for my Big Three Oh Trip, after arriving here two days ago. And btw, yes, today is the main reason why this trip is taking place now. Today, I am turning … thirty!!ย ๐Ÿ˜ฑ

It feels really surreal, to be honest; in a mixed way. I mean, to be honest, I still feel really young; though I am not sure how much this is caused by I literally just spent 10 years and 11 hours (haha) of my life being in my 20s. But on the other hand, no matter what people say, being 30 still feels like a really big deal! There definitely is a big difference between being a 29 year-old and a 30 year-old. Being the latter feels like a lot of “responsibilites” are suddenly placed on my shoulders, even though the nature of those “responsibilities” are super abstract and unclear. The former, on the other hand, is still perceived as being “young” and “free” quite possibly due to the digit of “2” there.

Anyway, while it feels really, really different, to be honest I am quite excited about this. You know, as Arman says, “Life begins at 30…”, hahaha ๐Ÿ˜† . I think this is true. I feel like the general theme of my 20s was to “find my path” in life. And I think I might have done just that, which becomes the foundation of my life moving forward where … life just begins! ๐Ÿ˜›

But for now, well, let me enjoy New York first!! :mrgreen: Ciao!!

ENGLISH

Pertama-tama, halo dari … New York!! :mrgreen:

Yep, saat ini aku sedang berada di Big Apple, jelas untuk Perjalanan Tiga Nol-ku, setelah tiba di kota ini dua hari yang lalu. Dan btw, yep, hari ini adalah alasan aku mengadakan perjalanan ini. Hari ini, aku beranjak berumur … tiga puluh!!ย ๐Ÿ˜ฑ

Rasanya campur aduk banget deh, sejujurnya. Maksudku, sungguh beneran aku masih merasa amat muda; walaupun nggak tahu juga sih apakah ini karena pengaruh aku baru saja menghabiskan 10 tahun dan 11 jam (haha) berumur 20an. Tapi di sisi lain, walaupun apa yang dikata orang, umur 30 itu tetap rasanya “penting” dan “monumental” banget! Jelas banget ada perbedaan besar antara menjadi seseorang yang berumur 29 dan berumur 30. Ketika menjadi yang kedua, rasanya “tanggung-jawab” tiba-tiba langsung terbebankan ke pundakku, walaupun maksud dari “tanggung-jawab” itu apa abstrak banget dan nggak jelas gitu deh, haha. Ketika menjadi yang pertama, di sisi lain, kita masih dipandang “muda” dan “bebas”, mungkin karena digit “2” yang berada di depannya.

Anyway, walau rasanya berbeda, sejujurnya aku cukup excited juga kok dengan ini. Kan kayak yang dibilangย Arman ya, “Life begins at 30…”, hahaha ๐Ÿ˜† . Aku kira ini benar juga. Aku merasa tema utama umur 20anku adalah untuk “menemukan jalanku” dalam hidup ini. Dan sepertinya, rasanya, toh aku sudah menemukannya kok, yang mana akan menjadi pondasi untukku melangkah ke depan dimana … yang namanya hidup itu baru dimulai! ๐Ÿ˜›

Ah tapi untuk sekarang sih, aku ingin menikmati New York dulu lah ya!! :mrgreen: Ciao!!

North America Trip, Tennis, Travelling, USA, Vacation

#2161 – The Big Three Oh Trip

ENGLISH

If I tell you that I was born in 1988, you would understand why this year is a big year to me. Yep people, I am turning 30 this year. Like, OMG!!!

As clearly this is a big year in my life, I have decided since long ago that I would make a “big deal” of my birthday this year. By this, of course I mean I will accomplish it by going on an extended trip somewhere far away, to a destination I want doing activities I like/dream of! :mrgreen:

When thinking about where I would like to go, I immediately knew that I would want to be somewhere in North or South America on my birthday. The main reason was that these continents being like 10-17 time zones away from Western Indonesia would mean that I would live my 20s for 10 years AND 10-17 hours, as I spent my 20th birthday in Bandung, Indonesia, lol ๐Ÿ˜† . I mean extending my 20s by 10-17 hours sounds like a great idea, doesn’t it? ๐Ÿ˜›

But still, North and South America are big, and I still need to narrow the list down. And then I realized a fortunate coincidence. You know I am a big fans of tennis and one big dream of my life is to go to all of the four grandslam tournaments. So far I have been to two of them, Roland Garros in Paris (which I visit every year) and Wimbledon in London (which I want to visit every year but having to apply for a UK Visa every time I want to visit obstructs this wish, haha ๐Ÿ˜† ), which means two more are still to be visited: the Australian Open in Melbourne and the US Open in New York!!

I guess you know where this is going now…

New York is in the USA, which visa I already have and is in North America. And my birthday will coincide with the second week of the tournament this year! It felt like the universe was telling me that New York should definitely be the main destination of this big trip!!

I am going to New York again this year!

It is true that I have been to New York for my 2015 year end trip. Here are the posts of that amazing trip, btw:

1.ย Part I: Getting to North America
2.ย Part II: Boston
3.ย Part III: Getting to Mexico
4.ย Part IV: Oaxaca
5.ย Part V: A Mexican Wedding
6.ย Part VI: Huatulco and New Year
7.ย Part VII: Beaches of Huatulco
8.ย Part VIII: Back to USA
9.ย Part IX: Fifth Avenue, New York
10.ย Part X: More from New York
11.ย Part XI: Back to Europe

But I would sooo NOT mind coming back to this amazing city that never sleeps. To be honest, thus far New York is my most favorite American city I have ever been to! :mrgreen: On top of that, my previous visit to New York was in the Winter and this time it would be in the Summer so arguably it would be different! haha ๐Ÿ˜† .

I mean, I guess this Summer the Central Park would not be partially frozen like this ๐Ÿ˜›

Once I made this decision, I started looking for some information on how to get a US Open ticket. Long story short, in early June, just after coming back from my Roland Garros trip this year, I got my ticket for the women’s singles final and a doubles final! It would not be on my birthday, though, but it doesn’t matter at all! ๐Ÿ˜€ Btw, while on this, as it turns out a US Open ticket is more expensive than a Roland Garros or a Wimbledon ticket! Haha ๐Ÿ˜†

Anyway, but of course it would be nice to also add a new destination for this trip. But this was easy as there was one big city quite close to New York which I have not yet visited: Washington, D.C. I immediately knew that I would do this pair on this trip ๐Ÿ™‚ .

Washington, D.C. From http://onlinedrifts.com/the-8-greatest-and-beautiful-place-to-take-pictures-in-washington-dc/

And so when KLM had the Werelddeal weken” promotion back in January, I was looking for a return ticket with this city-pair combination around my birthday. When I found a combination with interesting routing (read: via Paris, haha), I immediately grabbed it! And to travel between New York and Washington, D.C., of course I would fly, which I have booked myself a Delta flight between these two cities. Haha ๐Ÿ˜† . And so here is the flying map of this trip then:

The routing this trip. From gcmap.com

So yeah, I am really, really excited about this trip! I’m going to a city that I love, going to a grandslam tournament, and going to a city I have never been before! :mrgreen:

On top of that, nowย that I know on my birthday I will be in New York which time difference with Bandung is 11 hours in the summer, this means my 20s will be a decade AND 11 hours long! Yeah, an extra 11 hours for being in my 20s, I certainly won’t complain for that!

I can’t wait already!! ๐Ÿ˜€

BAHASA INDONESIA

Jika aku bilang bahwa aku dilahirkan di tahun 1988, pasti pada langsung mengerti mengapa tahun ini adalah tahun yang besar bagiku. Iyaa, jadi tahun ini aku akan berulang-tahun yang ke-30 dong. Aduh, gimana nih, gimana nih!!! *mendadak panik*

Karena jelas tahun ini adalah tahun yang besar di hidupku, sudah aku putuskan semenjak lama bahwa aku akan membuat ulang-tahunku tahun ini “spesial”. Dengan ini, jelas aku akan mencapainya dengan cara pergi dalam perjalanan yang panjang ke suatu tempat yang jauh lah, ke tempat tujuan yang aku inginkan melakukan aktivitas yang aku suka/impikan! :mrgreen:

Ketika berpikir mau pergi kemana, aku langsung tahu bahwa aku ingin pergi ke suatu tempat di Benua Amerika untuk ulang-tahunku. Alasan utamanya sih karena benua ini memiliki perbedaan waktu sebanyak 10-17 jam dari Indonesia Barat yang mana berarti umur 20anku akan sepanjang 10 tahun 10-17 jam, karenaย ulang tahun ke-20ku aku habiskan di Bandung, Indonesia, huahaha ๐Ÿ˜† . Lumayan banget kan ya aku berumur 20annya lebih lama 10-17 jam? ๐Ÿ˜›

Tapi tetap aja, Benua Amerika kan besar banget ya sehingga aku masih harus mempersempit pilihan destinasinya lagi. Dan kemudian aku menyadari kebetulan yang pas banget. Tentu pada tahu bahwa aku adalah fans berat dari tenis dan salah satu impianku adalah mengunjungi kesemua empat turnamen grandslam di dunia. Sejauh ini aku baru pernah mengunjungi dua di antaranya, Roland Garros di Paris (yang selalu aku kunjungi setiap tahun) dan Wimbledon di London (yang maunya sih aku kunjungi setiap tahun tapi persyaratan harus selalu apply Visa UK setiap kali mau ke sana nih yang menghalangi keinginan ini *nasib paspor ijo*, haha ๐Ÿ˜† ), yang mana berarti ada dua lagi yang masih perlu aku kunjungi: Australian Open di Melbourne dan US Open di New York!!

Pasti sudah bisa menebak arahnya ini kemana ya…

New York berada di Amerika Serikat, yang mana visanya sudah aku miliki dan negaranya berada di Benua Amerika. Dan ulang-tahunku akan tepat berada di minggu kedua turnamen ini dong! Aku merasa ini adalah pertanda dari alam semesta bahwa aku mesti pergi ke New York di perjalanan ini!!

Aku akan kembali ke New York tahun ini!

Memang sih aku sudah pernah ke New York untuk perjalanan akhir tahun 2015ku. Berikut ini posting-posting dari perjalanan itu, btw:

1.ย Part I: Getting to North America
2.ย Part II: Boston
3.ย Part III: Getting to Mexico
4.ย Part IV: Oaxaca
5.ย Part V: A Mexican Wedding
6.ย Part VI: Huatulco and New Year
7.ย Part VII: Beaches of Huatulco
8.ย Part VIII: Back to USA
9.ย Part IX: Fifth Avenue, New York
10.ย Part X: More from New York
11.ย Part XI: Back to Europe

Tapi aku mah TIDAK berkeberatan untuk kembali ke kota yang keren banget dan tidak pernah tidur ini. Sejujurnya, sejauh ini New York adalah kota di Amerika Serikat yang paling aku sukai dari yang pernah aku kunjungi! Haha :mrgreen: Di samping itu, kan kunjunganku ke New York yang lalu adalah di musim dingin sementara kali ini kan bakalan di musim panas. Jadi jelas nggak sama dong ya, haha ๐Ÿ˜† .

Maksudku, kayaknya musim panas ini Central Park nggak akan beku sebagian kayak gini kan ya ๐Ÿ˜› .

Begitu keputusan ini aku buat, aku mulai mencari informasi bagaimana caranya mendapatkan tiket US Open. Singkat cerita, di awal Juni, tepat setelah perjalananku ke Roland Garros tahun ini, aku mendapatkan tiket untuk babak final tunggal putri dan sebuah event ganda. Bukan di hari ulang-tahunku sih, tapi nggak papa kok! ๐Ÿ˜€ Btw, mumpung ngomongin ini, ternyata tiket US Open itu lebih mahal dong daripada tiket Roland Garros ataupun Wimbledon! Haha ๐Ÿ˜†

Anyway, tapi tentu saja bakalan lebih seru lagi kalau aku ikut menyertakan tujuan baru di perjalanan ini. Tapi ini sih gampang soalnya ada kota besar yang lumayan dekat dengan New York yang belum pernah aku kunjungi: Washington, D.C. Aku tahu aku akan memasangkan dua kota ini di perjalanan ini ๐Ÿ™‚ .

Washington, D.C. Sumber http://onlinedrifts.com/the-8-greatest-and-beautiful-place-to-take-pictures-in-washington-dc/

Dan jadilah ketika KLM memilikiย promosi “Werelddeal weken” Januari kemarin, aku mencari tiket pp dengan kombinasi ini di sekitar tanggal ulang-tahunku. Dan ketika aku menemukan kombinasi yang oke dengan rute menarik (baca: via Paris, haha), langsung tiketnya aku beli! Dan untuk berpergian dari New York ke Washington, D.C., jelas aku akan naik pesawat juga lah, yang mana aku sudah membeli tiket penerbangannya Delta di antara kedua kota ini. Haha ๐Ÿ˜† . Jadilah begini ini rute penerbanganku kali ini:

Ruteku di perjalanan kali ini. Dari gcmap.com

Jadi ya, aku sudah merasa sangat excited nih untuk perjalanan ini! Aku akan pergi ke sebuah kota yang aku sukai, ke sebuah turnamen grandslam, dan ke kota yang belum pernah kukunjungi sebelumnya! :mrgreen:

Di samping itu, karena sekarang aku sudah tahu di hari ulang-tahunku nanti aku akan berada di New York yang mana perbedaan waktunya dengan Bandung adalah 11 jam di musim panas ini, artinya umur 20an-ku akan sepanjang satu dasawarsa DAN 11 jam! Sebelas jam ekstra di umur 20an, lumayan banget lah ya!

Sudah nggak sabar nih!! ๐Ÿ˜€

North America Trip, TV Show, USA, Vacation

#2112 – American Idol and Love Yourself

ENGLISH

When I went to New York for my year end 2015 trip, I was glad toย be able to watch an episode of American Idol before the show was cancelled. At the time, that 15th season had been announced as its last season. As a (formerly) fans of the show, certainly I was happy to still have the opportunity to watch it in America while the show was still on, haha. Btw, here are the main posts of that amazing year-end trip of mine:
1.ย Part I: Getting to North America
2.ย Part II: Boston
3.ย Part III: Getting to Mexico
4.ย Part IV: Oaxaca
5.ย Part V: A Mexican Wedding
6.ย Part VI: Huatulco and New Year
7.ย Part VII: Beaches of Huatulco
8.ย Part VIII: Back to USA
9.ย Part IX: Fifth Avenue, New York
10.ย Part X: More from New York
11.ย Part XI: Back to Europe

But then fast forward about a year later, it was announced that the show would be revived when ABC acquired its right and so the show didn’t really get “cancelled” after all, lol ๐Ÿ˜† . I found it a little bit awkward when I had already been a little bit emotional at the time which, apparently, was only for nothing, lol ๐Ÿ˜† .

ABC announced that the show would be back for its the 16th seasonย in the 2017-2018 season and, funnily, somehow it coincided with my Spring Trip to the States earlier this year! Lol ๐Ÿ˜† . Here are the main posts of this recent awesome trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

But just like in my New York trip in early January 2016, I happened to be in the States also during the audition episodes of the series, haha ๐Ÿ˜† . And the coincidence did not stop here. I was in New Orleans at the time, and here is one of the auditions that was aired that day:

I mean, yep, the contestant chose a song that started with “There is a house in New Orleans“, while I was in New Orleans, LOL ๐Ÿ˜† . I just can’t even!!

Anyway, this time I got a chance to watch two episodes actually. The first one was the last episode of the judges’ audition stage while the second one was the first part of the Hollywood stage. As usual, in the Hollywood stage the contestants had to perform in groups and sang a song of their choice.

And this Hollywood stage, btw, infatuated me with … a Justin Bieber song ๐Ÿ™ˆ. I mean, OMG ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ! I never thought this would happen, but Justin Bieber’s “Love Yourself” was actually good! Haha ๐Ÿ˜† . But as usual, when I liked a song I also looked for its covers, which usually are in plenty of supply in Youtube nowadays. And for this song, I found a cover which I really liked, even (much) more than the original. Unsurprisingly, though, it was a cover by theย Postmodern Jukebox.

Haha ๐Ÿ˜† . What do you think?

So yeah, that is the story of American Idol’s resurrection which succesfully intoxicate my brain with a Justin Bieber’s song, lol ๐Ÿ˜† .

BAHASA INDONESIA

Ketika aku pergi ke New York untuk perjalanan akhir tahun 2015ku, aku merasa senang masih bisa menonton satu episodenya American Idolย sebelum acaranya berakhir. Waktu itu, sudah diumumkan bahwa musim ke-15 akan menjadi musim terakhirnya. Sebagai (dulunya) fans dari acara ini, jelas dong ya aku senang bisa mendapatkan menonton acaranya ketika sedang berada di Amerika, haha. Btw, berikut ini posting-posting yang berisi cerita perjalanan seru akhir tahunku dulu itu:
1.ย Part I: Getting to North America
2.ย Part II: Boston
3.ย Part III: Getting to Mexico
4.ย Part IV: Oaxaca
5.ย Part V: A Mexican Wedding
6.ย Part VI: Huatulco and New Year
7.ย Part VII: Beaches of Huatulco
8.ย Part VIII: Back to USA
9.ย Part IX: Fifth Avenue, New York
10.ย Part X: More from New York
11.ย Part XI: Back to Europe

Nah, fast forward sekitar satu tahun kemudian, ada berita bahwa acaranya akan dihidupkan kembali ketika ABC mendapatkan hak untuk acaranya sehingga American Idol nggak jadi “berakhir” deh, haha ๐Ÿ˜† . Agak nyebelin juga ya karena aku sudah sempat agak mellow-mellow gimana gitu waktu itu yang mana eh ternyata acaranya batal berakhir, huahaha ๐Ÿ˜† .

ABC mengumumkan bahwa acaranya akan kembali untuk musim ke-16ย di periode tayang 2017-2018 dan, lucunya, ini pas bebarengan dengan perjalanan musim semiku ke Amerika awal tahun ini! Haha ๐Ÿ˜† . Berikut ini posting-posting utama perjalananku yang seru baru-baru ini tersebut:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

Tapi sama seperti dulu ketika di New York di awal bulan Januari 2016, aku di Amerika kemarin sewaktu acaranya masih dalam tahap penayangan babak audisinya, haha ๐Ÿ˜† . Dan kebetulannya masih belum berhenti di situ lho. Acaranya ditayangkan ketika aku berada di New Orleans waktu itu, dan berikut ini salah satu audisi yang ditayangkan di episode hari itu:

Iyaa, kontestannya memilih menyanyikan lagu yang dibuka dengan lirik “There is a house in New Orleans“, ketika aku lagi di New Orleans, huahaha ๐Ÿ˜† . Kok bisa-bisanya ya!!

Ngomong-ngomong, kali ini aku mendapatkan kesempatan untuk menonton dua episode. Episode pertama adalah episode terakhir dari tahap audisi sementara yang kedua adalah bagian pertama dari tahap eliminasi di Hollywood. Seperti biasa, di tahap Hollywood kontestannya harus tampil dalam grup dan menyanyikan satu lagu yang mereka pilih sendiri.

Dan tahap Hollywood ini, btw, membuatku suka dengan … salah satu lagunya Justin Bieber dongย ๐Ÿ™ˆ. Ya ampun apa-apaan iniiย ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ! Nggak pernah aku sangka sebelumnya, tapi harus dibilang bahwa lagu “Love Yourself“-nya Justin Bieber itu memang enak ya! Haha ๐Ÿ˜† . Tapi seperti biasa, ketika aku suka dengan sebuah lagu, aku juga suka mencari versi cover-nya gitu, yang mana sekarang mah banyak bertebaran di Youtube ya.ย Dan untuk lagu ini, aku menemukan satu cover yang aku suka banget, bahkan (jauh) lebih aku sukai daripada versi aslinya. Tak mengherankan, cover ini adalah milikย Postmodern Jukebox.

Haha ๐Ÿ˜† . Bagaimana menurut kalian?

Ya, jadi ya begitu deh cerita American Idol yang hidup kembali yang mana dengan sukses meracuniku dengan lagunya Justin Bieber, hahaha ๐Ÿ˜† .

Aviation, North America Trip, Trip Report, USA, Vacation

#2107 – 2018 Spring Break (Part VII: Air France AF137 ORD-CDG in Business Class)

ENGLISH

Posts in the 2018 Spring Break series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

Two days before my Air France flights back to Amsterdam via Paris, a part of Air France workers went on strike which meant Air France had to cancel some of their (global) flights. One of these was their daily Paris – Chicago flight that day.

Then on the day of my departure, just before going to the airport, I got a call from Air France’s Chicago office offerring me to switch to KLM’s direct Chicago – Amsterdam flight free of charge. I, of course, declined the offer.

Flight: Air France AF137
Equipment: Airbus A330-200 reg F-GZCH
ATD: 17:37 CDT (Runway 28R of ORD)
ATA: 08:23 CET (Runway 08R of CDG)

After taking the L train to O’Hare Airport and proceeded to Terminal 5, I checked-in at Air France/KLM’s counters. It turned out the agent was the one who contacted me before, haha. He then told me that I had been upgraded to Business Class on the Chicago – Paris flight. Yeay!! ๐Ÿ˜€

I then cleared security and headed to the Air France/KLM Lounge at Terminal 5. The lounge turned out to be quite small, though I still found it impressive that Air France/KLM operated their own lounge despite Chicago not being a SkyTeam hub (Air France and KLM each only operated one daily flight to Chicago). Anyway, I found the lounge to be sufficient, despite the lack of power ports.

Air France Lounge at Chicago O’Hare Airport

My flight today would be operated with Air France’s Airbus A330-200 reg F-GZCH. Long story short, I walked to the gate, boarded the plane, and turned left to the Business Class cabin ๐Ÿ˜€ . I took off my coat, which not long after was retrieved by a cabin crew to store it in a cabinet, and settled onto my 2K seat.

The business class cabin on board Air France’s Airbus A330-200 F-GZCH

“Unfortunately”, F-GZCH was still equipped with the old Business Class cabin in 2-2-2 configuration. Plus, the seat was still of the older “angled-lie-flat” one, i.e. we could flatten the seat out, but it would still be angled (not fully horizontal like in KLM’s Boeing 747-400 World Business Class). Despite so, it was still much better than economy so I’d still take it, lol ๐Ÿ˜† .

On my business class seat board an Air France’s Airbus A330-200 F-GZCH

The cabin crew went around distributing newspapers, amenity kits, and drinks before departure. The amenity kit pouches were Air France branded and came in a few different colours (I obviously chose the blue one) and for the drink I got myself a champagne, lol ๐Ÿ˜† .

Pre-departure drink service: French champagne

After boarding was completed, we began our pushback and, hence, departure to Paris. The safety video was played on the IFE screen. While it was still the same version, I noticed that Air France had changed the music. Somehow I liked the older music better, though. Anyway, here is the new “version” of the video:

Anyway, it was quite a quick taxi to the departure runway, which was runway 28R today. After taking-off, we made a turn towards Paris. Being seat on the right side of the plane, this provided me with a great view of Chicago in the background! ๐Ÿ˜€

Chicago O’Hare Airport and Downtown Chicago in the background

After the seatbelt sign was switched off, I took off my shoes and stored it in the shoes bag that was provided in the seat. The bag also contained a pair of slippers and socks, which I, then, of course used.

Such a comfortable flight this would be!!

The cabin crew distributed warm towels and the menu book for this flight. And then, they went on another round of drink service and, again, I had a glass of champagne, haha ๐Ÿ™ˆ .

French champagne service after take-off

The dinner service commenced not long after. There was no choice for the appetizer, which consisted of bresaola, shrimps on ratatoille, and salad with pecans. I accompanied it with a glass of 2016 Loire Blanc. It was, as expected, good!

The appetizer

Then the main course followed with four options: pan-seared tournedos, scallops in lobster sauce, chicken supreme in foie gras sauce, or red bell pepper gnocchi. I was torn between the scallops or the chicken, but in the end settled for the scallops which also came with a serving of basmati rice and carrots. A plate of gourmet cheeses was also served accompanying the main dish. It was really good!!

The main course: scallops in lobster sauce and a plate of gourmet cheeses

The dessert then followed, with two options: a sorbet with fruit salad or bites of cake, tart, and sponge. Initially I opted for the sorbet but then changed my mind to the small bites, haha. I accompanied the dessert with a glass of warm green tea ๐Ÿ˜€ .

Mini bites for dessert

After dinner, naturally I was trying to get some rest. We were already at the northeastern point of Canada at this point, so this was already about 1/3 way through to Paris! But first, I was browsing what was offerred in the IFE. As mentioned above, unfortunately F-GZCH was still equipped with the old seat and hence also the old IFE system. The content was rather disappointing and the screen was rather small.

Trying to get some rest, and notice the small-ish screen

I then flattened my seat, put my eyepad and blanket on (which were of better quality than in economy), and tried to get some rest. While I wasn’t able to get into deep sleep, this helped a lot as I could still get some rest! A few times I made a few trips to the lavatory, which smelled really good in business class because of the special perfumes, haha. They galley was also full of drink and premium snacks available for business class passengers to grab. The cabin crew was also very courteous. When seeing me in the galley, he asked me if I would like a cup of tea or coffee. I said I was fine and probably would ask for the coffee later just before breakfast.

The business class galley

As we were approaching Ireland, the cabin crew slowly brighten the cabin (They must have closed my window shades when I was asleep, without me noticing!). Not long after, they distributed warm towels and I got my cup of (powdered) cappuccino.ย Breakfast was then served, which consisted of some pastries, bread rools, fresh fruit, yoghurt, and some warm drinks. It was good.

The breakfast service.

Not long after, we began our descent to Paris-Charles De Gaulle Airport. We flew over the city of Paris before landing at runway 08R of the airport. The plane parked at Concourse L. I disembarked the plane, cleared security and immigration before heading to Terminal 2F for my connecting flight to Amsterdam.

***

I’m not going to share my AF1640 flight to Amsterdam in too much details now. Only that it was operated with Air France’s A321-200 reg F-GTAH and was delayed for about 40 minutes. I was also flying economy on this flight, though I didn’t really mind, haha.

And here, my one week 2018 Spring Break to New Orleans and Chicago officially ended.

THE END.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2018 Spring Break:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

Dua hari sebelum penerbangan Air France-ku ke Amsterdam via Paris, sebagianย karyawannya Air France memutuskan untuk mogok kerjaย yang menyebabkan pembatalan sebagian penerbangan (global)-nya Air France. Salah satunya yang kena adalah penerbangan Paris – Chicago hari itu.

Lalu di hari keberangkatanku, tepat sebelum aku berangkat ke bandara, aku mendapatkan telepon dari kantor Chicagonya Air France yang menawarkanku untuk pindah ke penerbangan langsung Chicago – Amsterdam dengan KLM. Aku, tentu saja, menolak penawaran ini.

Penerbangan: Air France AF137
Pesawat: Airbus A330-200 reg F-GZCH
ATD: 17:37 CDT (Runway 28R of ORD)
ATA: 08:23 CET (Runway 08R of CDG)

Setelah naik kereta L menuju Bandara O’Hare dan berjalan ke Terminal 5, aku check-in di konternya Air France/KLM. Ternyata agen yang melayaniku adalah yang meneleponku sebelumnya, haha. Ia kemudian memberi-tahuku bahwa aku di-upgrade ke kelas bisnis di penerbangan Chicago – Paris. Hore!! ๐Ÿ˜€

Setelah pemeriksaan sekuriti, aku pergi ke lounge Air France/KLM di Terminal 5. Lounge-nya berukuran cukup kecil ternyata. Walaupun begitu aku masih cukup kagum sih Air France/KLM memiliki lounge-nya sendiri di Chicago padahal bandara ini bukanlah hubย dari SkyTeam (Air France dan KLM masing-masing hanya mengoperasikan satu penerbangan per hari ke Chicago). Anyway, lounge-nya bisa dibilang cukup oke lah walaupun nggak spesial-spesial amat, tetapi colokan listriknya tidak begitu banyak.

Lounge Air France di Bandara Chicago O’Hare

Penerbanganku hari ini akan dioperasikan dengan pesawat Airbus A330-200nya Air France dengan rego F-GZCH. Singkat cerita, aku berjalan ke gerbang keberangkatan, naik ke pesawat, dan kemudian berbelok kiri ke kabin kelas bisnis ๐Ÿ˜€ . Aku melepaskan mantelku, yang mana tidak lama kemudian diambil oleh seorang pramugara untuk disimpankan di kloset mantel, dan duduk nyaman di kursi 2K.

Kabin kelas bisnis di pesawat Airbus A330-200 F-GZCHnya Air France

“Sayangnya”, F-GZCH masih dilengkapi dengan kabin kelas bisnis model lamanya Air France dengan konfigurasi kursi 2-2-2. Ditambah lagi, kursinya pun masih yang bertipe “angled-lie-flat“, alias bisa diratakan tetapi masih “bersudut” (jadi tidak benar-benar horizontal seperti di World Business Class Boeing 747-400nya KLM). Walaupun begitu, kursi ini masih jauh lebih nyaman daripada kursi di kelas ekonomi sih jadi aku mah nggak komplain lah ya, hahaha ๐Ÿ˜† .

Di kursi kelas bisnisku di pesawat Airbus A330-200 F-GZCHnya Air France

Pramugarinya membagikan koran, amenity kits, dan minuman sebelum berangkat. Pouch amenity kit-nya bermerk Air France dan datang dengan beberapa pilihan warna (Tentu aku memilih yang berwarna biru) dan untuk minumnya aku memilih segelas champagne, haha ๐Ÿ˜† .

Layanan minuman sebelum berangkat: champagne Prancis

Setelah boardingย selesai, pushback dimulai sehingga pesawat mulai diberangkatkan ke Paris. Peragaan video keselamatan dimainkan di layar IFEnya. Walaupun masihย merupakanย versi yang sama, aku perhatikan Air France telah mengubah musiknya. Aku lebih suka musik yang lama nih. Berikut ini “versi” baru videonya:

Anyway, setelah taxiing yang singkat, kami lepas landas dari landasan pacu 28R. Pesawat kemudian berbelok ke arah Paris. Karena duduk di sisi kanan pesawat, aku mendapatkan pemandangan kota Chicago yang keren banget sebagai latar belakang! ๐Ÿ˜€

Bandara Chicago O’Hare dan Downtown Chicago di latar belakang.

Setelah tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, aku melepas sepatuku dan menyimpannya di tas sepatu yang disediakan di setiap kursi. Tasnya juga berisi sandal dan kaus kaki, yang mana jelas kemudian aku pakai.

Penerbangannya bakal nyaman nih!!

Awak kabin kemudian membagikan handuk hangat dan buku menu untuk penerbangan ini. Kemudian layanan minuman kembali diberikan, dan aku memilih segelas champagne lagi, hahaย ๐Ÿ™ˆ .

Champagne Prancis setelah lepas landas

Layanan makan malam disajikan tidak lama kemudian. Tidak ada pilihan untuk makanan pembuka, yang terdiri atas ham bresaola, udang di atas ratatouille, dan salad dengan kacang pecan. Aku menemaninya dengan segelas 2016 Loire Blanc. Seperti penampilannya, memang enak!

Makanan pembuka

Lalu makanan utama disajikan yang datang dengan empat pilihan: pan-seared tournedos, scallops dengan saus lobster, ayam dengan saus foie gras, atau gnocchi paprika merah. Awalnya aku galau antara scallops atau ayamnya, tetapi kemudian memilih scallops yang disajikan bersama dengan nasi basmati dan wortel. Sepiring keju gourmet juga disajikan bersamaan dengan makanan utama ini. Rasanya enak!!

Makanan utama: scallops dengan saus lobster dan sepiring keju gourmet

Pencuci mulut kemudian disajikan, dengan dua pilihan: es krim sorbet dengan buah-buahan atau potongan mini kue, tart, dan sponge. Awalnya aku memilih es krim sorbet tetapi kemudian berganti pilihan ke potongan-potongan mini itu dengan segelas teh hijau hangat ๐Ÿ˜€ .

Pencuci mulut mini dan teh hijau hangat.

Setelah makan malam, jelas aku mencoba beristirahat. Kami sudah berada di atas ujung timur laut Kanada waktu ini, yang mana artinya sudah sekitar 1/3 perjalanan ke Paris! Tetapi pertama-tama, jelas aku sudah mem-browsing IFEnya. Seperti yang kusebutkan di atas, F-GZCH masih dilengkapi dengan kursi yang lama sehingga sistem IFEnya pun masih sistem lama. Isinya sedikit mengecewakan dan layarnya berukuran relatif kecil.

Mencoba beristirahat, dan perhatikan layarnya yang berukuran agak kecil.

Aku kemudian meratakan kursiku, memasang penutup mata dan selimut (yang mana berkualitas lebih baik daripada yang di ekonomi, haha), dan mencoba beristirahat. Walaupun aku tidak mencapai fase tidur nyenyak, toh aku bisa beristirahat dengan lumayan! Beberapa kali aku pergi ke toilet, yang mana wangi loh karena diberi parfum, haha. Galley-nya juga penuh dengan minuman dan snack premium untuk penumpang kelas bisnis. Awak kabinnya juga perhatian sekali. Ketika melihatku di galley, ia bertanya apakah aku ingin dibuatkan teh atau kopi. Aku bilang tidak perlu untuk saat itu dan nanti saja sebelum sarapan.

Galley kelas bisnis

Ketika pesawat sudah mendekati Irlandia, awak kabin mulai perlahan-lahan menerangkan kabin pesawat (Mereka menutupkan penutup jendelaku ketika aku tertidur, tanpa menggangguku lho!). Tak lama setelahnya, handuk hangat dibagikan dan aku mendapatkan secangkir cappuccino (dari bubuk bungkusan). Sarapan kemudian dibagikan, yang terdiri atas beberapa potong roti, buah-buahan segar, yoghurt, dan minuman hangat. Enak.

Layanan sarapan.

Tidak lama setelahnya, pesawat mulai turun ke Bandara Charles De Gaulle di Paris. Kami terbang di atas kota Paris sebelum mendarat di landasan pacu 08R. Pesawat diparkir di Concourse L. Aku menuruni pesawat, melewati pemeriksaan sekuriti dan imigrasi, sebelum kemudian berjalan ke Terminal 2F untuk penerbangan lanjutanku ke Amsterdam.

***

Aku tidak akan menuliskan terlalu mendetail penerbangan AF1640ku ke Amsterdam. Hanya saja penerbangannya dioperasikan dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAH dan terlambat sekitar 40an menit. Aku juga duduk di kelas ekonomi sih di penerbangan ini, tetapi tidak masalah bagiku, haha.

Dan di sini, liburan musim semi 2018 satu mingguku ke New Orleans dan Chicago resmi berakhir.

SELESAI.

North America Trip, USA, Vacation

#2101 – 2018 Spring Break (Part V: Chicago the City)

ENGLISH

Posts in the 2018 Spring Break series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

I stayed in an area called The Loop, which was the central business district of Chicago. IMO this was a good decision because the area was central with respect to the city. Being the central business district of Chicago, The Loop was full with skyscrapers. This was something which I thoroughly enjoyed and like as, to me as a city person, this felt “so American”, just like in New York! Haha ๐Ÿ˜† . For this reason I was feeling so pumped on my first evening there! Haha ๐Ÿ˜† .

Chicago

Being a big metropolitan city, Chicago was equipped with a quite extensive public transport system called The “L”ย (for “ELevated”), which was connected to both Midway and O’Hare Airport. Though, aside from my to tips from/to the airports, I only used this system once because I felt like I could reach the attractions I would like to visit from my hotel on foot, mostly. Though, perhaps this wasn’t the best idea because Chicago was such a big city! Haha ๐Ÿ˜† .

An L station in Chicago

Anyway, as a “real” tourist in Chicago, the first attraction I visited was “The Bean”, haha ๐Ÿ˜† . It was a sculpture at Millennium Park officially named “Cloud Gate”, but was nicknamed “The Bean” because of the shape, haha. The Bean was quite crowded the day I visited, which wasn’t surprising at all, I guess; an indeed it was cool, especially with the backdrop of some of Chicago’s skyscrapers in the background!

Being touristy at Chicago’s The Bean

From The Bean, I walked to the Millennium Park, then to the adjascent Maggie Daley Park, and then along the lakeside park all the way south to the Buckingham Fountain, which was under renovation at the time. Anyway, Chicago was located next to the gigantic Lake Michigan, which area was about 51 times larger than Lake Toba in Indonesia.

Lake Michigan

The northern border of The Loop was the Chicago River, which flowed to Lake Michigan. There was a nice riverwalk along the river, and several water taxis operated there as well. Again, the view there was super cool (to me) because skyscrapers stood on both sides of the river, creating a rather unusual view in my eyes! ๐Ÿ˜€

Chicago and the Chicago River

To the north of the river was a section of the long Michigan Avenue called the Magnificent Mile. This was an upscale shopping district area with a lot of cool buildings and skyscrapers too, haha ๐Ÿ˜€ . The famous Hancock Tower, a building a Sim City 4 player would be familiar with (haha), was located at the northern section of this Magnificent Mile. It was really cool!

The Hancock Tower and Water Tower Place in Chicago

To the east of the Magnicient Mile was the Navy Pier. Because this area looked nice on the map, I went there. However, it turned out to be just a large pier with some attractions which suited visitors with children more, IMO, haha.

Anyway, one aspect about Chicago that I noticed was just how ridiculously CLEAN the city was! Everywhere I went, everything was so clean, including the pathways and sidewalks! I mean, just take a look at the following random photo I took of a sidewalk:

Chicago

It was super clean, wasn’t it? And this wasn’t unique to this specific part of the city only. I mean, I wouldn’t associate any other big modern cities (Well, perhaps except Tokyo ๐Ÿ˜› ) with this level of cleanliness!

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2018 Spring Break:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

Aku menginap di area yang disebutย The Loop, yang mana merupakan distrik pusat bisnisnya Chicago. Menurutku ini adalah keputusan yang tepat karena areanya berada di pusat kota. Yang namanya pusat bisnisnya Chicago, The Loop dipenuhi oleh pencakar-pencakar langit. Ini adalah sesuatu yang amat aku nikmati karena, sebagai anak kota (haha), ini terasa “Amerika banget”, kayak New York gitu deh! Haha ๐Ÿ˜† . Karena ini lah aku sungguh merasa bersemangat di malam pertamaku di sana!

Chicago

Yang namanya kota besar, Chicago juga dilengkapi dengan sistem transportasi umum yang lumayan ekstensif yang disebut The “L”ย (untuk “ELevated”), yang terkoneksi dengan Bandara Midway dan O’Hare. Walaupun begitu, selain dua perjalananku dari/ke bandara-bandara ini, aku hanya menggunakan sistem ini satu kali saja karena aku merasa aku bisa kok mencapai tujuan-tujuan yang ingin aku kunjungi dengan berjalan-kaki dari hotel. Walaupun mungkin ini bukan ide terbaik juga karena bagaimanapun Chicago adalah kota yang besar! Haha ๐Ÿ˜† .

Sebuah stasiun L di Chicago

Anyway, sebagai turis “sejati” jelas dong ya yang aku kunjungi pertama adalah “The Bean”, haha ๐Ÿ˜† . The Bean adalah patung di Taman Millennium yang nama resminya adalah “Cloud Gate”, tetapi diberi julukan “The Bean” karena bentuknya yang mirip kacang, haha. The Bean ramai banget di waktu aku kesana, nggak mengherankan sih; dan memang keren banget terutama dengan latar belakang beberapa pencakar langitnya Chicago!

Foto wajib turis di The Bean

Dari The Bean, aku berjalan ke Taman Millenium, lalu ke Taman Maggie Daley di sebelahnya, dan taman di sisi danau ke arah selatan ke Air Mancur Buckingham, yang mana sedang direnovasi ketika aku di sana, haha. Ngomong-ngomong, Chicago ini terletak di tepian Danau Michigan yang raksasa banget lho, yang mana luasnya sekitar 51 kali lipatnya Danau Toba!

Danau Michigan

Batas utaranya The Loop adalah Sungai Chicago, yang mengalir menuju Danau Michigan. Ada area riverwalk yang kece banget di sepanjang sungainya, dan ada beberapa taksi air yang beroperasi di sana. Lagi, pemandangan di sini kece banget (untukku) karena terdapat banyak pencakar langit di kedua sisi sungainya, sehingga pemandangannya cukup tidak biasa di mataku! ๐Ÿ˜€

Chicago dan Sungai Chicago

Di sisi utara sungainya terdapat satu bagian Michigan Avenue yang disebut Magnificent Mile. Pada dasarnya ini adalah area shopping kelas atas dengan banyak bangunan dan pencakar langit yang keren-keren, haha ๐Ÿ˜€ . Menara Hancock yang terkenal itu, sebuah gedung yang pasti akan dikenali oleh pemain Sim City 4 (haha), terdapat di bagian utara Magnificent Mile ini. Keren!

Menara Hancock dan Menara Water di Chicago

Di sebelah timur Magnificent Mile terdapat yang disebut Navy Pier. Karena area ini nampak keren di peta, aku pergi kesana. Namun ternyata ini hanyalah sebuah dermaga besar dengan beberapa atraksi di atasnya yang lebih cocok untuk pengunjung yang membawa anak kecil sih menurutku, haha.

Anyway, satu aspek tentang Chicago yang aku perhatikan adalah kotanya BERSIH banget! Kemana pun aku pergi, segalanya itu bersih banget lho, termasuk jalanan dan trotoarnya! Maksudku, coba deh lihat satu foto ngasal yang aku ambil ketika sedang berjalan-kaki ini:

Chicago

Bersih banget kan? Dan kebersihan ini tidak hanya di area ini saja lho. Maksudku, biasanya aku tidak akan mengasosiasikan kota besar dan modern (kecuali Tokyo sih ๐Ÿ˜› ) dengan kebersihan yang levelnya sebegininya!

BERSAMBUNG…