Miscellaneous · Photo Tales

#1450 – Photo Tales (10)

ENGLISH

Photo #18

A typical first week of an academic year in TU Delft
A typical first week of an academic year in TU Delft

The picture above pretty much sums up a typical first week of an academic year here in TU Delft. Yes, the bicycle parking area was literally full! So coming a little bit late would mean careful, thorough, and exhaustive search of an available spot, haha πŸ˜† . From my experience, usually this will wind down as the academic year goes by πŸ˜› .

Photo #19

A bag of Nano Nano candy
A bag of Nano Nano candy

From my one month trip to Indonesia this year, I also brought a small bag of an Indonesian candy, Nano Nano, as pictured above. What I have just realized recently was that the flavor of this orange bag of candy was: orange peel! 😯 Wow! I mean, IΒ always realized it had very unique flavor, but I never thought it was orange peel (nor that I ever read the flavor which was clearly written on the bag, apparently πŸ˜› )

BAHASA INDONESIA

Foto #18

A typical first week of an academic year in TU Delft
Tipikal minggu pertama dari tahun akademik baru di TU Delft

Foto di atas cukup merangkum tipikal minggu pertama di sebuah tahun akademik baru di TU Delft ini. Iya, tempat parkiran sepedanya penuh! Penuh beneran loh. Jadi kalau kita datang agak siang sedikit gitu, artinya kita juga harus siap menjalankan proses pencarian tempat parkir kosong dengan teliti, cermat, dan juga jeli, hahaha πŸ˜† . Dari pengalamanku sih, ini biasanya akan berangsur-angsur memudar seiring dengan berjalannya tahun akademik πŸ˜› .

Foto #19

A bag of Nano Nano candy
Satu bungkus permenΒ Nano Nano

DariΒ liburanku ke Indonesia selama sebulanΒ tahun ini, aku juga membeli satu bungkus kecil permen dari Indonesia, Nano Nano, seperti yang terfoto diatas. Nah, yang baru saja aku sadari akhir-akhir ini adalah ternyata rasa dari Nano Nano bungkus oranye ini adalah rasa kulit jeruk ya! 😯 Wow! Maksudku, memang sih aku sudah tahu kalau rasa dari permen ini memang unik, tetapi aku tidak pernah menyangka itu adalah rasa kulit jeruk (dan, ternyata, aku juga tidak pernah peduli membaca rasanya yang sebenarnya tertulis dengan jelas di bungkusnya πŸ˜› )

Advertisements
PhD Life · Zilko's Life

#1278 – First Day of The Week

ENGLISH

This week is officially the first week of the new academic year in the Netherlands. So obviousy as a result, the life in TU Delft gets busier and “more alive” also. For example, when I went to work at 8:15 AM this morning, the road was so busy and full of cyclists! Hahaha πŸ˜† . It hasn’t been like this in Delft for the summer! (Obviously though, as it was the summer holiday). And as a further consequence, I also get busier, hahaha πŸ˜†

Workshop

Anyway, as I said before, today I had the workshop about the application of a mathematical method in the civil engineering field in a research company in Delft. It was a very interesting workshop as my initial goal of being involved in it was achieved, which was to get the experience on how to conduct a workshop about this mathematical method in reality. Furthermore, and also what to do next, how to perform the next step in the research, etc. It was very exciting!

But the workshop took the whole day though so it was also very tiring! Hahaha πŸ˜†

Dutch Course

The first meeting of my Dutch course was actually set for today. But, well, because I had the workshop, so I had to miss it. Well, I guess in the next meeting I will have to do a bit of longer listening test then (there is a compulsory listening test with computer after every course covering the material of the course that day).

Yup, I think it is enough for today πŸ˜† .

BAHASA INDONESIA

Minggu ini adalah minggu pertama tahun akademik baru di Belanda. Jadi tentu saja sebagai akibatnya, kehidupan di TU Delft juga menjadi semakin menyibukkan dan “lebih banyak aktivitas” juga. Misalnya aja, ketika aku berangkat kerja jam 8:15 pagi tadi, jalanannya rame banget dong dan ada banyak banget yang bersepeda! Hahaha πŸ˜† . Sudah lama juga di Delft nggak kayak gini di musim panas! (Walau tentu nggak mengherankan juga sih ya karena liburan musim panas). Dan sebagai akibat lebih jauhnya lagi, aku juga menjadi semakin sibuk deh, hahaha πŸ˜†

Workshop

Anyway, seperti yangΒ kubilang sebelumnya, hari ini aku ada workshop mengenai aplikasi sebuah metode matematika di bidang teknik sipil di sebuah perusahaan riset di Delft. Workshop-nya memang amat menarik dan tujuan utama aku ingin terlibat dalam workshop ini juga tercapai, yang mana mendapatkan pengalaman mengenai bagaimana cara mengadakan workshop mengenai metode matematika ini di kehidupan nyata. Lebih jauh lagi, dan juga apa yang harus dilakukan selanjutnya, risetnya akan diarahkan kemana, dll. Menarik banget!

Tapi workshop-nya mengambil waktu satu hari jadi rasanya ya capek juga! Hahaha πŸ˜†

Kelas Bahasa Belanda

Sebenarnya pertemuan pertama kelas bahasa Belandaku adalah hari ini. Tapi, yah, karena aku ada workshop-nya itu, jadi aku nggak masuk deh. Ya, artinya akibatnya di pertemuan selanjutnya aku akan mengikuti tes listening yang lebih panjang deh (jadi ada tes listening wajib gitu dengan komputer setelah setiap pertemuan).

Yak, rasanya cukup segini saja cerita hari ini πŸ˜† .

General Life · Zilko's Life

#1269 – Early Week Story

ENGLISH

Today

Just like last week, today I worked in Utrecht for the whole day. And as I said last week, the cafeteria in my Utrecht office was so good (well, at least much better than the ones in TU Delft) so obviously I had my lunch there. And what was for lunch today? They had several choices for warm meal and I chose “babi pangang”, a meal whose name itself was still in Indonesian, even though spelled a little bit differently from how it was in Indonesian (so obviously it was a Dutch adaptation of an Indonesian meal). It was a nice meal even though it was not authentic, AT ALL. I mean, if I ordered a “babi panggang” in Indonesia, I would expect a meal which is so different from the one that I got today.Β But all in all, for a €3.85 meal, I guess I wasn’t supposed to expect anything more spectacular than that, right? Hahaha πŸ™‚ . It was still quite tasty though. So I am not really complaining πŸ˜‰ .

Speaking of going to Utrecht, this morning I decided to cook a vegetarian pasta for breakfast. And it wasn’t just any pasta because I used tortelloniΒ (stuffed with mushroom) this time. Well, obviously I did not make the tortelloni myself (I just bought it from the supermarket, lol πŸ˜† ). I cooked it aglio e olio style, basically with this recipe except that I changed the rosemary with oregano, and added an egg and tofu (because it was vegetarian so I thought I needed some extra protein). The tofu was inspired by the vegetarian meal I had a few weeks agoΒ (at that time, my friend ordered a pasta with tofu). It was quite nice. The change from rosemary to oregano made the meal taste more authentic, IMO.

New Faces

Anyway, when I went grocery-shopping yesterday, the supermarket was quite crowded and I saw a lot of “new” young faces who came in groups of a few people, huahaha πŸ˜† . Then I realized it was almost mid-August already so I assumed they were new students coming into Delft for their study.

Seeing them reminded me of the first a few months of my life living away from my parents. I moved to Bandung to go to university and lucky some of my good friends went to the same university as well (though different majors). And during that time, just after I moved but well before the first semester started, we often went together around Bandung. You know, just like these “kids” now who were going around Delft together, hahaha πŸ˜† . The stories can, probably (I am not so sure now, lol πŸ˜† ), be read here in the August 2006 archive of my old blog.

Prince Friso Passed Away

On Monday, Prince Friso of Orange-Nassau passed away. He had been in a coma for about one and a half year because he was buried in an avalanche in Austria. My deep condolence and may the Prince rest in peace.

Vegetarian aglio e olio mushroom tortelloni with tofu and egg
Vegetarian aglio e olio mushroom tortelloni with tofu and egg
Babi pangang meal that I had as lunch today. It was nice.
Babi pangang meal that I had as lunch today. It was nice.

BAHASA INDONESIA

Hari Ini

SepertiΒ minggu lalu, hari ini aku bekerja di Utrecht seharian. Dan seperti yang aku bilang minggu lalu, kafetaria di kantor Utrecht-ku oke banget (ya, setidaknya lebih oke daripada yang di TU Delft sih) jadi jelas aja aku makan siang disana. Dan makan apakah aku siang tadi? Ada beberapa pilihan untuk makanan berat tadi dan aku memilih “babi pangang”, sebuah masakan yang namanya masih berbahasa Indonesia tetapi dengan pengejaan yang disesuaikan (penulisan “pangang” membuat orang Belanda mampu mengucapkan kata “panggang” dengan benar. Kayak tadi si pelayannya mengucapkan “babi panggang” udah kayak orang Indonesia aja loh, sempurna banget pengucapannya! Huahaha 😎 ). Btw, jadi jelas ini adalah sebuah menuΒ adaptasi Belanda akan masakan IndonesiaΒ lah ya. Enak juga sih walaupun menurutku nggak autentik SAMA SEKALI. Maksudku, kalau aku memesan “babi panggang” di Indonesia, aku bakal membayangkan sebuah menu yang amat berbeda dari yang kudapat tadi. Tapi secara keseluruhan, untuk makanan yang harganya cuma €3.85 aja, rasanya jelas aku tidak boleh mengharapkan sesuatu yang spektakuler banget ya? Hahaha πŸ™‚ . Walapun begitu masih enak juga kok rasanya. Jadi aku nggak komplain juga sih πŸ˜‰ .

Ngomongin pergi ke Utrecht, pagi tadi aku memutuskan untuk memasakn sebuah pasta vegetarian untuk sarapan. Dan ini bukanlah pasta biasa karena aku menggunakan tortelloni (isi jamur). Ya, tentu saja aku nggak membuat tortelloninya sendiri lah (aku beli di supermarket, huahaha πŸ˜† ). Aku memasaknya dengan gaya aglio e olio, pada dasarnya denganΒ resep iniΒ yang aku modifikasi sedikit dengan menggantikan rosemary dengan oregano, dan menambahkan telur dan tahu (karena menu vegetarian jadilah aku menambah protein ke dalamnya). Tahunya sendiri terinspirasi dari menu restoran yang aku makan beberapa minggu yang laluΒ (waktu itu, temanku memesan pasta dengan tahu). Rasanya enak juga loh. Penggantian rosemary dengan oregano membuat rasanya lebih autentik, menurutku sih.

Wajah-Wajah Baru

Anyway, ketika aku berbelanja di supermarket kemarin, supermarketnya rame banget dong dan aku melihat beberapa wajah-wajah muda “baru” yang datang dalam grup, huahaha πŸ˜† . Lalu, aku menyadari bahwa sekarang sudah pertengahan Agustus jadi aku asumsikan mereka adalah mahasiswa baru yang datang ke Delft untuk memulai kuliah mereka.

Melihat mereka mengingatkanku akan bulan-bulan pertama aku hidup sendiri. Aku pindah ke Bandung untuk kuliah dan untungnya beberapa teman baikku bakal kuliah di universitas yang sama pula (walau berbeda jurusan). Waktu itu, setelah pindahan tetapi sebelum perkuliahan dimulai, kami juga sering berkeliling Bandung bareng gitu deh. Iya kan, seperti “anak-anak” ini yang sekarang lagi berkeliling Delft, hahaha πŸ˜† . Cerita-ceritanya, mungkin (nggak yakin juga deh aku, huahaha πŸ˜† ), bisa dibaca diΒ archive bulan Agustus 2006 blog lamaku.

Pangeran Friso Meninggal Dunia

Di hari Senin, Pangeran Friso of Orange-Nassau meninggal dunia. Ia koma selama satu setengah tahun setelah terkubur avalanche (longsoran salju) di Austria. Turut berduka cita dan semoga Pangerannya beristirahat dengan tenang.

General Life · Zilko's Life

#1254 – Postcard, Summer, and Summer Break

ENGLISH

Ok, so let’s talk something other than tennis-related stuffs! And that includes my recent trip to London to watch Wimbledon, hahaha πŸ™‚ .

Postcard

Last week, there was a delivery in my apartment’s mailbox. It was a postcard from the US, well, LA to be precise. Yes, it was a postcard from Andrew! πŸ™‚ So, during my first trip to London in June, I bought him a London postcard and sent it to LA once I was back in Delft (yes, an English postcard sent from the Netherlands, huahaha πŸ˜› ).

Thank you Andrew for the beautiful Vancouver postcard! πŸ™‚

Summer

Uncharacteristically (hahaha πŸ˜† ), the Dutch weather has kinda lived up to its current season, summer, lately. It has been quite hot! Huahaha 😎 . That is why I always wait until it is around 20:30 or 21:00 to move some of my stuffs to my new apartment (so it is not too hot outside to do this kind of activity that requires a bit of more labour work, πŸ˜† ).

Exam Weeks = Over

Last week was the last exam week for the students. It means this week is, officially, the beginning of their long summer holiday. Yes, their, as in “their” that I am not included as one of them, huahaha πŸ˜† . Because I am en employee of the university, I am not automatically entitled to this summer holiday. Well, obviously I still have the right to go on a vacation somewhere during this time period as well; but I must also take some of my holiday allowances for that πŸ˜› .

As a result, there were so many (students) parties last weekend, huahaha πŸ˜† . Like when I was trying to sleep at around midnight, there was quite loud music coming from somewhere nearby my apartment (Btw, now that I think about it, I feel old, lol πŸ˜† ).

The Vancouver postcard from Andrew
The Vancouver postcard from Andrew

BAHASA INDONESIA

Ok, mari membicarakan hal lain selain tenis ya! Dan ini tentu termasuk perjalananku beberapa waktu lalu ke London untuk menonton Wimbledon, hahaha πŸ™‚ .

Kartu Pos

Minggu lalu, aku menerima sebuah kiriman di kotak pos apartemenku. Kirimannya berupa sebuah kartu pos dari Amerika, yah, dari LA sih tepatnya. Ini adalah kirimanΒ kartu pos dari AndrewΒ loh! πŸ™‚ Jadi ceritanya diΒ kunjungan pertamaku ke London di bulan Juni, aku membelikannya sebuah kartu pos dari London dan mengirimnya ke LA begitu aku kembali ke Delft (iya loh, kartu pos Inggris tapi dikirimnya dari Belanda, huahaha πŸ˜› ).

Terima kasih ya Andrew untuk kartu posnya Vancouver yang keren! πŸ™‚

Musim Panas

Tidak seperti biasanya (hahaha πŸ˜† ), cuaca Belanda akhir-akhir ini lumayan cocok loh sama musimnya, yaitu musim panas, soalnya akhir-akhir ini lumayan panas! Huahaha 😎 . Ya, itulah mengapa akhir-akhir ini aku selalu menunggu sampai jam 20:30 atau jam 21:00 gitu untuk memindahkan barang-barangku ke apartemen barukuΒ (jadi kan nggak panas-panas amat gitu ya di luar soalnya aktivitas semacam ini kan membutuhkan pekerjaan fisik juga, πŸ˜† ).

Minggu Ujian = Selesai

Ceritanya minggu lalu adalah minggu terakhir dari minggu ujian bagi mahasiswa. Artinya, minggu ini adalah, secara resmi, permulaan liburan musim panas mereka. Iya, mereka, dalam artian ya “mereka” yang artinya aku tidak termasuk gitu deh, huahaha πŸ˜† . Karena sekarang statusku adalah karyawan di universitas, aku tidak otomatis mendapatkan liburan musim panas ini deh. Tentu bisa-bisa aja sih kalau aku masih mau liburan kemana gitu di waktu-waktu sekarang; tapi ini juga akan mesti memotong jatah cutiΒ gitu deh πŸ˜› .

Sebagai efeknya, ada banyak banget party (mahasiswa) gitu deh akhir pekan kemarin, huahaha πŸ˜† . Kayak misalnya ketika aku sudah mau tidur sekitar tengah malam, ada musik kencang dong dari entah dimana gitu di dekat apartemen (Dan sekarang kalau dipikir-pikir lagi, kok aku jadi merasa tua ya, lol πŸ˜† ).

General Life · Zilko's Life

#1113 – Story of the Past Week

ENGLISH

Introduction Week

Some days ago, I was wondering why there was so much noise around campus as if there were some events going onΒ (and because my apartment was close to the campus, I also heard this noise at home). Then, I realized that last week was apparently the introduction week (or is known as ‘OWee’ here) to the new Dutch students at TU Delft. Because they were Dutch, so I assume they were (mostly, if not all) upcoming freshmen on the Bachelor programme (the Bachelor and Master programmes here are pretty much a one unit so I think it is really rare to find a new Dutch student starting their study at the Master level, hmmm). Hmm, the introduction week activity looked really fun btw, hahaha πŸ™‚

I actually also had the introduction week (for Master students, well, mostly international) when I just came here two years ago btw. And I can tell you that from the new students’ point of view, it was much more fun than the infamous introduction week (initiation, or whatever you want to call it) in Indonesia (I don’t know if this kind of introduction week still exists or not, but I know some universities Β are battling against it). It was mostly filled with games, projects, discussions, etc without the other stupid things (like having to look for non-existing stuffs or making a ridiculous ‘outfit’ or etc).

Helicopter

Anyway, last Friday when I was in my apartment, really loud noise was coming in from my apartment window. It was so very loud and unusual that I became a little bit worried (because my apartment was in the 11th floor and so hearing this loud noise was a bit ‘strange’, right?). So I decided to take a look. And what I saw shocked me, because I saw this:

A helicopter!!! O.o

Yeah, a freaking helicopter was landing just a few meters next to my apartment!! 😯 Yes, I knew it was a very unusual thing so what I did automatically first after seeing this helicopter was to take my camera and took some pictures, huahaha πŸ˜† 😎 . It felt so very random!! You know, a normal day in your house and suddenly you saw a freaking helicopter just a few meters outside through the window.

But then, a friend told me that the helicopter was probably there because there was a guy who was hit by a car, really badly, just a little bit earlier near my apartment . I don’t know if it was a hit-and-run or not, but I think this accident was indeed what made this helicopter land there because I did saw some ambulance and police car in the street seemingly to be the scene . And yeah, I think it was indeed an ambulance helicopter….

About 20 minutes later, the helicopter took off. I am not sure if the victim was transported with the helicopter or not though.

Humidity and exhausting tennis

Last weekend, the temperature was crazy in the Netherlands. It was: crazily HOT!!! It was definitely more than 33Β°C and with the humidity, it felt even much hotter than that!! But anyway, so my friend, Thomas, and I decided to play some tennis on Saturday. And I can tell you people, that playing under such circumstance was so exhausting!! hahaha πŸ˜€

We played a game match, of course, and it also happened to be quite a tight match. It was much tighter than the other match we had this time. My first serve was a little bit off this time, maybe the humidity played some part in making it a little bit less consistent throughout the match (it was there in the first few games as I dictated points behind my first serves; but it became less consistent from thereon)?? Anyway, so, I was up a break in the first set before I got broken back at 5-3; but in the next game I had three set points on my opponent’s serve. But somehow I just lost those three points, and then I lost the first set 5-7. 😯 Damn!! I fought back in the second set, winning it 7-6 through a tiebreak which I won at 10-8 (yeah, it was that tight), huahaha πŸ˜† . I was trailing for most part of the second set, and I had to face three match points (one at 4-5 down and two more during the tiebreak) in the set (I saved one of them with an ace btw, ).

After the conclusion of the second set, apparently we had been playing for 2.5 hours non-stop!! huahaha πŸ˜† . No wonder we were so exhausted and just decided to stop there. At first, in the beginning of the second set, we thought we would play a super tiebreak in the third set if I won the second set, you know, to finish it a bit quicker. The match indeed went to the distance but we were so exhausted that even a super tiebreak seemed to be a big one, and with that humidity!! hahaha πŸ˜€ Well, this made me even appreciate those professional players though who have to train not only their technique but also their stamina. Especially in a grand slam where it is a best of five sets match for the men!! 😯

Some new freshmen during their Introduction Week
Well, I was not the only one who had an idea to take some photos, lol
The helicopter left the scene after like 20 minutes

BAHASA INDONESIA

Introduction Week

Beberapa hari yang lalu, aku merasa penasaran dengan banyaknya suara-suara gitu di sekitar kampus seakan-akan lagi ada banyak eventΒ (dan karena apartemenku berada di dekat kompleks kampus, jadilah suara-suara itu terdengar dari apartemenku juga). Lalu, sadarlah aku bahwa minggu lalu itu ternyata adalah introduction week (semacam minggu Ospek gitu deh, disini disebutnya ‘OWee’) untuk mahasiswa Belanda baru di TU Delft. Karena mereka orang Belanda, aku asumsikan mereka (atau setidaknya kebanyakan deh) adalah mahasiswa baru untuk program S1 gitu sih ya (program S1 dan S2 disini kan satu kesatuan gitu jadi kayaknya jarang banget deh ada mahasiswa Belanda yang baru masuk di program S2, hmmm). Aktivitas di introduction week-nya kayaknya asyik juga tuh, hahaha πŸ™‚

Tentunya aku juga dulu ikutan introduction week dong (untuk mahasiswa S2 tentunya, yang mana yang ikut hampir semuanya mahasiswa internasional) ketika baru tiba disini dua tahun yang lalu. Dan bisa kubilang bahwa dari sudut pandangnya mahasiswa baru, introduction week disini jauh lebih mengasyikkan loh daripada minggu Ospek di Indonesia (atau disebut inisiasi atau apa lah) yang dikenal ‘gitu deh’ (nggak tahu sih sekarang masih gitu atau enggak, cuma memang beberapa universitas sih beberapa waktu belakangan ini mulai menentang Ospek yang kayak gitu ya). Disini acaranya kebanyakan diisi sama permainan-permainan, proyek, diskusi, dll tanpa hal-hal konyol (misalnya harus mencari barang-barang tertentu yang keberadaannya tidak ada di muka Bumi ini, atau membuat ‘kostum’ konyol, dll).

Helikopter

Anyway, Jumat sore lalu ketika aku sedang berada di apartemenku, tiba-tiba ada suara keras banget yang masuk dari jendela apartemenku. Suaranya keras banget dan nggak biasa sehingga aku jadi agak khawatir gitu deh (kan apartemenku berada di lantai 11 jadi mendengar suara keras semacam ini agak ‘aneh’ juga dong ya?). Jadilah aku memutuskan untuk melihat ada apa sih di luar sana. Dan yang kulihat sangat mengejutkanku, karena aku melihat ini:

Helikopter!!! O.o

Yeah, ada helikopter yang lagi mendarat beberapa meter di sebelah apartemenku dong!! 😯 Ya, ya, aku langsung menyadari ini adalah kejadian tidak biasa dan jadilah aku langsung otomatis bereaksi mengambil kameraku dan memfotonya, huahaha πŸ˜† 😎 . Rasanya benar-benar sangat random gitu!! Tahu lah, sedang menjalani hari biasa gitu eh tiba-tiba muncullah helikopter beberapa meter di luar jendela.

Tapi kemudian, seorang teman bilang bahwa mungkin helikopter itu ada disana karena beberapa saat sebelumnya ada seorang lelaki yang ditabrak mobil dengan parah sekali di dekat apartemenkuΒ  . Nggak tahu apakah kejadiannya tabrak-lari atau bukan, cuma yang jelas memang sepertinya kecelakaan ini lah memang yang menyebabkan si helikopter mendarat disitu soalnya aku memang melihat ada beberapa mobil ambulans dan mobil polisi gitu di jalan yang sepertinya lokasi tabrakannyaΒ  . Dan ya, helikopter itu memang sepertinya helikopter ambulans kok….

Sekitar 20 menit kemudian, helikopternya lepas landas deh. Nggak tahu sih apakah korbannya jadinya diangkut dengan helikopternya atau tidak.

Lembab dan tenis yang melelahkan

Akhir pekan yang lalu, suhu udaranya gila dong di Belanda. Suhunya: gila banget PANASNYA!!!Β Β  Aku yakin suhunya di atas 33Β°C dan dengan lembabnya udara di Belanda, rasanya jauh lebih panas daripada itu dong!! Ah, anyway, jadi temanku, Thomas, dan aku memutuskan untuk main tenis gitu deh di hari Sabtu. Dan sekarang aku bisa bilang bahwa main tenis dalam kondisi semacam ini itu amat melelahkan!! hahaha πŸ˜€

Tentu kami bermain pertandingan, tentu saja, dan ternyata pertandingannya kemarin itu pas ketat banget deh. Jauh lebih ketat dari pertandingan lainnya yang dimainkan waktu ini. Servis pertamaku agak sedikit off kali ini, mungkin karena efek kelembabannya juga sehingga servis pertamaku jadi agak kurang konsisten gitu di sepanjang pertandingan (servis pertamaku oke banget di beberapa game pertama karena aku bisa mendikte poin dengan servis pertamaku; tapi kemudian secara perlahan-lahan jadi agak kurang konsisten gitu deh)?? Anyway, jadi, aku unggul dengan satu break di set pertama sebelum servisku dipatahkan balik di posisi 5-3; tapi di game selanjutnya aku mendapatkan tiga set pointΒ di servis lawanku. Tapi entah bagaimana tiga poin itu hilang begitu saja dan berlanjut sehingga aku kalah di set pertama 5-7 dong. 😯 Sial!! Tentu saja aku melawan balik di set kedua, dan memenanginya dengan skor 7-6 yang mana set ini harus diselesaikan dengan tiebreak yang aku menangi dengan skor 10-8 (ya, memang seketat itu deh), huahaha πŸ˜† . Di sepanjang set kedua itu aku hampir selalu dalam posisi tertinggal loh sebenarnya, bahkan aku harus menghadapi tiga match point (satu di posisi tertinggal 4-5 dan dua di tiebreak) di set ini (dan salah satunya aku selamatkan dengan servis as loh,Β ).

Setelah set kedua selesai, ternyata kami sudah bermain selama 2,5 jam non-stop aja dong!!Β  huahaha πŸ˜† . Nggak heran deh ya rasanya capek banget dan kami memutuskan untuk stop. Di awal set kedua, awalnya kami berencana untuk memainkan super tiebreak gitu di set ketiga jika aku memenangi set kedua ini, tahulah, supaya selesainya lebih cepat gitu. Dan pertandingannya ternyata beneran menjadi seri tetapi kami capek banget sehinggaΒ super tiebreak pun kok rasanya masih berat banget gitu ya, dan juga lembab banget!! hahaha πŸ˜€ Ya, ini membuatku jauh lebih menghargai para petenis profesional nih yang berlatih tidak hanya tekniknya tetapi juga stamina mereka. Apalagi kalau di turnamen grand slam gitu kan yang putra memainkan pertandingan best of five sets!! 😯

My Student Life · Zilko's Life

#1111 – Master of Science

ENGLISH

As I said before, I was having my thesis defense for my Master study on 15 August, 2012; which was today. And so, yes, I had my thesis defense earlier today. And because I chose to have an ‘individual graduation ceremony’, I also received my diploma today. And how was it?? Well, first of all:

I passed and got the M.Sc title

Obviously (hahaha :P), I passed the thesis defense and in the end I got the M.Sc title. So yeah, I can use that title behind my name now. And btw, because I also completed this two year programme in the Netherlands, apparently I am also entitled for the equivalent title in the Dutch educational system, which is ‘Ingenieur’ (or ‘IR’). Yeah, it is the same ‘IR’ title as some people who graduated from technical programmes in Indonesia obtained prior to the 1990s (I think ❓ ). So actually ‘IR’ is equivalent to a Master level study…

Anyway, how was the thesis defense itself? Well, it went excellently well, hehehe. As I said previously, I was not nervous at all going to the defense, except that I would have a 40-minute presentation session while when I practiced, I took like 53 minutes for the whole presentation, hahaha πŸ˜† . But I managed to compress some slides and omitted some of the less-important ones. Aside from the unexpected technical problem with the room I booked (of course this was out of my control) which caused us to change room for the thesis defense, it went really well. I presented well and smoothly, well of course a few things could have been better but this is always the case in any presentations one performs anyway, and I think I answered the questions from the thesis committees well. And I was not feeling nervous at all during the defense, which kinda surprised me a little bit but I was really glad with it, hahaha.

Cum Laude

Anyway, now it is already the time to reveal the second target I have had for the past many months or so. This second target is “to graduate with Distinction (Cum Laude) predicate”, huahaha πŸ˜† . I have been working like crazy the past one year to achieve this target. And after getting a 9 as my thesis’ grade, I finally achieved this. Hardwork (or smartwork) does pay off people, trust me!! πŸ™‚ 😎

In TU Delft (at least at my faculty, I think maybe other faculties have different rules or policies regarding this), to graduate with this predicate, a student has to fulfill three criteria: (1) to finish the Master study not longer than two years; (2) to get a minimum grade of 9 in the Master thesis; and (3) to have an average grade of minimum 8 in all courses not including the thesis. And in a university which is known to be “stingy” in grading, where a lot of students are (sometimes) thankful for getting a 6 (because it means they pass the course), fulfilling the third criterion has been very challenging for me :). Well, it may not be that ‘challenging’ if you are a genius (one of my colleagues is, I would say, a genius btw, where he always got like 9, 9.5, 8.5, 10 in his grades, hahaha. He is Russian btw). And I am glad that in the end I managed to achieve it.

Raising the Target

Actually, when I first came to TU Delft two years ago, honestly, I did not go for this Cum Laude predicate. My mindset at the time was to graduate on time, because my scholarship only covered two years of my study at TU Delft (which was a standard study period for an M.Sc programme here). If my study duration extended longer than that period, I would have to pay the ‘excess’ myself; and I did not want to do that. Wouldn’t the money be better spent on something else?? huahaha πŸ˜† .Β So, I was, sort of, in this mindset during the first year of my study. But after one year passed, especially after passing this super crazy exam last year, I evaluated my performance up to that point. And it turned out to be well; unless I did something stupid or crazy, I would be able to graduate on time. At this point, I also realized that this Cum Laude predicate was well within reach. Well, of course I had to work hard for the thesis to get that 9 grade (I had not started my thesis yet at this point last year); but aside from that, I would also have to do something to make my average grade to be at least 8. And it was not impossible, mathematically. But of course I had to work hard (or ‘smart’ as I prefer to call it) to achieve it. So I made some strategies and executed them with the hope of achieving that target in the end. And in the end, obviously, I succeeded, hahaha…

Well, why did I raise my target there and not be ‘happy’ with the first target which was already, practically, in my hand?? Well, first of all, it was a challenge for myself, hehe πŸ™‚ Beside, I think it is ‘easier’ to be even more motivated to work on something when there is a target (or reward) to reach at the end of the work, right? Second of all, in my opinion, being able to accomplish the Cum Laude predicate is something that is very wonderful and a big privilege, of course. It is, sort of, a testament that we have been taking our study very seriously and working hard on that; and this distinction is the fruit of that. Well,Β I am not saying people without this title are not hard-working. This title is just one of many possible indications of someone’s hardwork. πŸ™‚ Third of all, because it was possible for me to grab this distinction, I was thinking that I should just, at least, try. I might not get it in the end, but at least I have tried. I knew I would regret it in the future if I just gave it up withouth a ‘fight’, hehehe πŸ™‚

***

Anyway, this post turns out to be much longer than I expected before, so I think I should stop here. So anyway, yeah, I am free now! πŸ™‚

BAHASA INDONESIA

Seperti yang kubilangΒ sebelumnya, aku menghadapi sidang tesis untuk masa studi S2-ku di tanggal 15 Agustus 2012; yang mana hari ini dong ya. Dan jadilah tadi pagi aku sidang tesis gitu deh. Dan karena aku memilih ‘individual graduation ceremony‘, aku juga telah menerima ijazahku hari ini. Dan bagaimanakah acaranya tadi?? Ya, pertama-tama:

Aku lulus dan mendapatkan gelar M.Sc

Tentu saja (hahaha :P) aku lulus sidang tesisnya dan pada akhirnya aku mendapatkan gelar M.Sc itu. Jadi, ya, aku bisa menggunakan gelar itu di belakang namaku sekarang. Dan btw, karena aku menyelesaikan program S2 selama dua tahun ini di Belanda, ternyata aku juga berhak mendapatkan gelar ekuivalennya dalam sistem pendidikan Belanda loh, yang mana adalah ‘Ingenieur’ (atau disingkat ‘IR’). Ya, memang ini adalah ‘IR’ yang sama dengan gelar yang didapat lulusan sekolah teknik di Indonesia sebelum tahun 1990an sih (kayaknya ya ❓ ). Jadi, sebenarnya gelar ‘IR’ itu setara dengan level S2 loh…

Anyway, bagaimanakah sidang tesisnya? Yah, sidangnya berjalan dengan sangat amat lancar, hehehe. Seperti yang kubilang sebelumnya, aku tidak merasa gugup sama sekali loh sebelum sidang, kecuali bahwa aku akan memiliki waktu presentasi selama 40 menit sementara pada saat latihan, aku membutuhkan waktu 53 menit dong untuk keseluruhan presentasinya, hahaha πŸ˜† . Jadilah aku mempersingkat beberapa slideΒ dan membuang beberapa yang relatif tidak terlalu penting. Di samping masalah teknis tak disangka-sangka dengan ruangan yang aku pesan (tentu saja ini di luar kontrolku ya) yang menyebabkan kami harus pindah ke ruangan lain, presentasinya berjalan dengan amat lancar. Aku presentasi dengan baik dan mulus, yah tentu saja ada beberapa hal yang mungkin bisa lebih baik lah ya tapi toh ini adalah kasus di presentasi apa pun yang dilakukan semua orang, dan aku rasa aku menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anggota komite tesisku dengan baik. Dan aku nggak merasa gugup sama sekali loh selama sidang, yang mana cukup mengejutkanku juga, dan aku bangga karenanya, hahaha.

Cum Laude

Anyway, sekarang adalah saatnya untuk mengungkapkanΒ target keduaΒ yang sudah aku incar selama banyak bulan belakangan ini. Target ini adalah “untuk lulus dengan pujian (predikat Cum Laude)”, huahaha πŸ˜† . Aku sudah bekerja gila-gilaan dah setahun terakhir ini untuk mencapai target ini. Dan setelah mendapatkan nilai 9 di tesisku tadi, akhirnya target ini tercapai juga. Kerja keras (atau kerja cerdas) bener-bener akan membuahkan hasil loh, percaya deh!! πŸ™‚ 😎

Di TU Delft (atau setidaknya di fakultasku sih, karena sepertinya sih fakultas-fakultas lain gitu memiliki kebijakannya sendiri tentang ini), untuk lulus dengan predikat ini, seorang mahasiswa harus memenuhi tiga kriteria ini: (1) menyelesaikan program S2 tidak lebih dari dua tahun; (2) mendapatkan nilai minimal 9 di tesis S2-nya; dan (3) mendapatkan nilai rata-rata minimal 8 di semua mata kuliah yang diambil tidak termasuk tesis. Dan di sebuah universitas yang dikenal “pelit banget” dalam hal pemberian nilai, dimana banyak mahasiswa yang (kadang) bakal bersyukur banget kalau sudah mendapat nilai 6 (soalnya artinya mereka lulus), kriteria ketiga itu cukup menantang bagiku :). Eh, tapinya kalau jenius sih mungkin nggak terlalu ‘menantang’ ya (ada loh satu kolegaku yang, menurutku, jenius banget, dimana nilainya itu selalu 9, 9.5, 8.5, 10 gitu deh, hahaha. Dia orang Rusia btw). Dan akhirnya aku lega karena pada akhirnya aku berhasil mencapainya.

Menaikkan Target

Sebenarnya, ketika aku pertama kali tiba di TU Delft dua tahun yang lalu, jujur ya, aku tidak mengejar predikat Cum Laude ini. Yang ada dalam pikiranku waktu itu adalah untuk lulus tepat waktu, karena beasiswaku kan hanya meng-cover masa studi selama dua tahun di TU Delft (yang mana merupakan masa studi standar untuk sebuah program S2 disini). Nah, kalau masa studiku melebihi ini, ya ‘kelebihannya’ itu aku harus bayar sendiri deh; dan tentunya aku nggak mau begitu dong. Uangnya mending buat yang lain aja kan?? huahaha πŸ˜† . Jadi, ya, selama setahun pertama aku berada pada mindset ini. Namun, setelah setahun berlalu, terutama setelah akuΒ lulusΒ ujian yang gila iniΒ tahun lalu, aku mengevaluasi performaku sampai saat itu. Dan ternyata, hasil yang sudah aku dapatkan bagus juga; kecuali aku melakukan suatu hal tolol atau gila, aku akan lulus tepat waktu. Nah, di waktu ini, aku juga menyadari bahwa predikat Cum Laude ini berada dalam jangkauan untuk bisa diraih. Ya, tentu saja aku harus bekerja keras supaya mendapatkan nilai 9 di tesis itu (kan setahun lalu aku belum mulai mengerjakan tesis); dan di samping itu, aku juga harus melakukan sesuatu agar nilai rata-rataku 8. Dan ini bukannya tidak mungkin ya, setidaknya secara perhitungan matematis. Tapi tentu saja aku harus bekerja keras (atau aku lebih suka menyebutnya bekerja ‘cerdas’) untuk mencapainya. Jadilah aku membuat beberapa strategi dan menjalankannya dengan harapan target tercapai. Dan akhirnya, jelaslah, targetnya berhasil tercapai, hahaha…

Eh, kenapa sih kok aku menaikkan target seperti itu dan nggak ‘puas’ dengan target pertama yang, pada dasarnya, sudah berada di genggaman tangan?? Hmm, pertama-tama, tentu ini adalah untuk memberikan tantangan gitu deh, hehe πŸ™‚ Di samping itu, rasanya akan lebih ‘mudah’ untuk termotivasi dalam mengerjakan sesuatu jika ada target (atau hadiah/penghargaan) yang hendak diraih kan? Yang kedua, menurutku, dapat lulus dengan predikat Cum Laude itu adalah sesuatu yang indah dan merupakan suatu kehormatan. Ini adalah, kurang lebih, sebuah cap bahwa kita telah serius sekali selama masa studi kita dan bekerja keras dan niat selama itu; dan predikat ini adalah buah dari kerja keras itu. Eh, aku bukannyaΒ menyatakan bahwa mereka yang tidak mendapatkan predikat ini bukan pekerja keras ya. Predikat ini tuh hanyalah satu dari banyaknya indikasi akan kerja keras dari seseorang. πŸ™‚ Yang ketiga, karena predikat ini berada dalam jangkauan untuk diraih, aku berpikir bahwa sebaiknya aku, setidaknya, mencoba meraihnya. Memang ada kemungkinan pada akhirnya akan gagal diraih sih, tapi setidaknya tuh aku sudah berusaha. Aku tahu aku akan menyesal di kemudian hari apabila aku merelakannya terlepas dari genggaman tanpa ‘usaha’, hehehe πŸ™‚ .

***

Anyway, posting ini kayaknya udah panjang banget deh ya, lebih panjang daripada perkiraanku sebelumnya, jadi kayaknya aku berhenti disini saja deh. Jadi intinya adalah, ya, aku bebas deh sekarang! πŸ™‚

My Student Life · Zilko's Life

#1110 – Thesis Defense Season

ENGLISH

You know it is a thesis defense season when you receive many invitations to thesis defenses of your friends (or ‘colleagues’ to make it sound like more professional, lol), and you even have one for yourself too.

Yes, lately, thesis defense is pretty much the theme of my life.

You know, I have one coming up this Wednesday; and that is why I have been busy preparing my presentation lately. I have had a lot of time before the defense, which was really good because it allowed me to really take my time and not rush in the presentation-slide making. I have also had the concept about the presentation since months before so it also helped; I did not need to start from zero this week. The slide is done now, and I have 46 slides (including 1 cover, 1 outline, and 1 ‘thank you’ slide :D) for a 40 minutes presentation, hopefully the time is enough, hahaha…

Nervous??

As a matter of fact: NO (at least for now). For this thesis project, I have had a more ‘intimidating’ experience when I had to present my work in an international workshop in Norway last June. Compared to that, I think, the pressure of thesis defense is (supposed to be) nothing. Beside, I am quite confident with the results and work that I have done. Aside from that presentation in Norway, my work has also been presented (by my supervisor) at a global conference in Helsinki (Finland) and at a summer school in Munich (Germany) within the last two months. So, well, I have all the reasons to be confident, right? hahaha πŸ™‚ But we will see, hahaha πŸ™‚

Invitation

And of course I am not the only one who is taking a thesis defense soon. A lot of (or all) my friends (or colleagues) are also having theirs soon. So, yeah, there are a lot of invitations already to attend their defenses as well, hahaha πŸ™‚ This thesis defense season has started since like about three weeks ago actually as I have already attended two of my friends’ thesis defenses… . Yeah, it is going to be fun πŸ™‚

BAHASA INDONESIA

Kita tahu bahwa suatu saat itu sedang musim sidang tesis apabila kita menerima banyak undangan sidang tesis dari teman-teman (atau ‘kolega’ deh ya supaya terdengar lebih profesional, lol), dan kita sendiri juga memiliki jadwal sidang tesis.

Ya, memang akhir-akhir ini, sidang tesis ini adalah tema kehidupanku deh.

Tahu dong, sidang tesiskuΒ akan diadakanΒ hari Rabu ini; dan inilah mengapa aku akhir-akhir ini sedang sibuk mempersiapkan presentasiku. Aku memiliki banyak waktu sebelum sidangnya, yang mana bagus juga karena aku jadi bisa mengerjakannya dengan santai dan tak perlu terburu-buru. Aku sudah memiliki konsep mengenai presentasinya sih semenjak beberapa bulan yang lalu yang mana ini membantu juga; jadi minggu ini aku nggak harus memulai dari nol gitu. Slide-nya sudah selesai sekarang, dan aku memiliki 46 slide (termasuk 1 cover, 1 outline, dan 1 slide ‘terima kasih’ :D) untuk sebuah sesi presentasi selama 40 menit, mudah-mudahan waktunya cukup deh, hahaha…

Gugup??

Sebenarnya sih: TIDAKΒ kok (setidaknya untuk saat ini). Untuk proyek tesisku ini, aku memiliki pengalaman yang lebih ‘mengintimidasi’ ketika aku harus mempresentasikan hasil pekerjaanku di sebuah workshop internasionalΒ di Norwegia Juni lalu. Dibandingkan dengan itu, aku rasa, tekanan dari sidang tesis itu (seharusnya) nggak ada apa-apanya lah ya. Selain itu, toh aku juga percaya diri dengan hasil dan pekerjaanku yang telah kulakukan. Di samping presentasiku di Norwegia itu, pekerjaanku juga telah dipresentasikan (oleh pembimbingku) di sebuah konferensi global di Helsinki (Finlandia) dan di sebuah summer school di Munich (Jerman) selama dua bulan belakangan ini. Jadi, ya, memang seharusnya aku percaya diri kan ya? hahaha πŸ™‚ Tapi kita lihat saja deh, hahaha πŸ™‚

Undangan

Dan tentu saja aku bukanlah satu-satunya yang akan menghadapi sidang tesis dalam waktu dekat. Kebanyakan (atau semua) teman-temanku (atau kolega-kolegaku) juga akan menghadapi sidangnya masing-masing segera. Jadi, ya, sudah ada banyak undangan gitu deh untuk menghadiri sidangnya mereka juga, hahaha πŸ™‚ Musim sidang tesis ini sudah dimulai semenjak sekitar tiga minggu yang lalu sepertinya sih ya dan sejauh ini aku sudah menghadiri dua sidang tesisnya teman… . Jadi, ya, sepertinya akan mengasyikkan πŸ™‚