EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1953 – An Impulsive Weekend To … London

ENGLISH

Posts in the An Impulsive Wimbledon 2017 Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

As my Instagram followers (@azilko) have known now, I went to … Wimbledon in London this weekend!! Yeay!! 😎

This trip was extremely impulsive because I just started to prepare for everything literally on Friday morning. I used the same strategy as two years ago when I went on a similar trip to watch Serena Williams completed the second Serena Slam. I was super, super lucky to get a last-minute official ticket for the ladies’ final this year :mrgreen: .

Back at Wimbledon Centre Court this year.

I already toyed with the idea of this spontaneous trip since I was applying for a UK visa this May actually. I told myself that if Venus Williams made the final, no matter what I would go (provided that I got the ticket, of course). I mean, this would certainly a once in a lifetime opportunity (Serena Williams did not play Wimbledon this year because of her pregnancy). I already checked everything (how to get there, accommodation, etc) and I knew this would be a costly trip given the last-minute nature. But it was worth the attempt if it was for a possibility to see Venus Williams contesting for a singles grandslam title!! I knew I must try to grab this if I was presented the chance!!

Venus Williams started the match with an ace.

And then on Tuesday, Venus Williams won her quarterfinals match against the reigning French Open champion, Jelena Ostapenko (coincidentally, that day I also posted the Roland Garros part of my 2017 Early Summer Weekend TripS series where I watched Jelena Ostapenko won that title 😛 ). So suddenly, it appeared to me that I might actually need to execute this plan! Haha 😆

The ladies’ singles draw of Wimbedon 2017, after the semifinals. Venus Williams was playing really, really well. Source: Wikipedia

I tried to get the ticket on Thursday but unfortunately I was unsuccessful. However, I still had a second chance which was the last official sales on Friday morning. This time, luckily I got one!! This was actually the better scenario in the sense that I already knew Venus Williams would play Garbine Muguruza on Saturday by this time. Had I bought the ticket on Thursday, it would have been a gamble because the semifinals still had not yet been played at that point, haha. It is quite funny, though, that two years ago I bought the ticket after knowing Serena Williams would play Garbine Muguruza. So is Muguruza my lucky charm? Hmm. Anyway, after getting the ticket, I quickly arranged everything else (how to get there and back, accommodation, etc). And in the evening, I left for London! This was also good as it meant I would end my flight-free streak a little bit sooner, haha 😛 .

Come on, Venus!! We all know you CAN do it!!

Obviously, this was a super fun last-minute weekend trip. As you (might) know, Garbine Muguruza ended up winning the title. As a fan, I cannot say that I did not feel sad with Venus’ loss, especially I was present there witnessing it. It was the classic mental match where one point determined the fate for the rest of the match. The point was 4*-5 (15-40) on Muguruza’s serve in the first set. Nonetheless, I still had fun in the tournament, as I love Wimbledon!! And adding that I finally got to see a Venus Williams’ official singles match (an exhibition match against Kim Clijsters in 2012 doesn’t count 😛 ), despite the outcome was not ideal to me, made it even better! I hope Venus will bounce back from this loss, as she has been showing great tennis form this year.

This is all I have for now. As usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri An Impulsive Wimbledon 2017 Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi ke … Wimbledon di London akhir pekan ini!! Hore!! 😎

Jadi begini, perjalanan ini adalah perjalanan super dadakan dimana segalanya baru aku persiapkan hari Jumat paginya. Aku menggunakan strategi yang sama seperti dua tahun lalu ketika aku pergi dalam perjalanan yang serupa untuk menonton Serena Williams menorehkan prestasi Serena Slam keduanya. Aku sungguh beruntung banget bisa mendapatkan tiket resmi last-minute untuk final tunggal putri tahun ini :mrgreen: .

Kembai di Centre Court-nya Wimbledon tahun ini.

Aku sudah bermain dengan ide perjalanan dadakan ini semenjak aku mengajukan permohonan visa UK-ku Mei ini. Aku berjanji kepada diriku bahwa jika Venus Williams main di final, pokoknya aku harus pergi (dengan catatan aku mendapatkan tiketnya sih, tentu saja). Maksudku, ini pasti adalah kesempatan super langka (Serena Williams tidak bermain tahun ini karena sedang hamil). Aku juga sudah mengecek semuanya (cara pergi kesana, akomodasi, dll) dan aku tahu ini akan menjadi perjalanan cukup mahal karena dadakan banget. Tapi jelas worth banget untuk dicoba dong untuk kemungkinan menonton Venus Williams berjuang memenangi gelar tunggal grandslam!! Aku tahu kesempatan ini harus aku ambil jika kesempatannya ada!!

Venus Williams memulai pertandingan dengan pukulan as.

Dan di hari Selasa, Venus Williams memenangi pertandingan babak perempat-finalnya melawan juara French Open, Jelena Ostapenko (kebetulan, hari itu aku juga mem-posting cerita bagian Roland Garros dari seri 2017 Early Summer Weekend TripS-ku dimana aku menonton langsung Jelena Ostapenko menjuarai gelar itu 😛 ). Jadi tiba-tiba saja, kok kayaknya aku harus mengeksekusi rencana ini ya! Haha 😆

Undian tunggal putri turnamen Wimbedon 2017, setelah babak semifinal. Venus Williams bermain dengan sangat amat baik. Sumber: Wikipedia

Aku mencoba untuk mendapatkan tiketnya di hari Kamis tetapi sayangnya aku gagal. Namun, masih ada kesempatan kedua di penjualan terakhir di Jumat pagi. Beruntung banget, kali ini aku mendapatkannya!! Ini sebenarnya adalah skenario yang lebih baik sih karena di waktu ini aku sudah tahu Venus Williams akan bermain di babak final melawan Garbine Muguruza di hari Sabtu. Andaikata tiketnya kubeli di hari Kamis, itu masih gambling karena pertandingan semifinalnya masih belum dimainkan waktu itu. Lucu juga btw, dimana dua tahun lalu aku mendapatkan tiketnya setelah tahu Serena Williams akan main melawan Garbine Muguruza di babak final. Apakah ini artinya Garbine Muguruza itu membawa keberuntungan untukku? Haha 😛 . Anyway, setelah mendapatkan tiketnya, langsung aku mengurus semua hal lainnya (bagaimana pergi kesana, akomodasi, dll). Dan malamnya, aku langsung berangkat ke London! Ini juga oke sih karena artinya flight-free streak-ku akan berakhir sedikit lebih cepat, haha 😛 .

Ayo, Venus!! Kita semua tahu kamu BISA!!

Jelas, ini adalah perjalanan akhir bekan dadakan yang seru banget. Seperti yang (mungkin) pada tahu, Garbine Muguruza menjuarai turnamen ini. Sebagai fans, tidak bisa dipungkiri bahwa aku sedih dengan kekalahannya Venus, terutama aku berada di sana menyaksikannya sendiri. Ini adalah pertandingan mental yang klasik dimana satu poin menentukan nasib dari sisa pertandingan. Poin itu adalah 4*-5 (15-40) di servisnya Muguruza di set pertama. Toh walaupun begitu, aku masih menikmati turnamennya kok, karena aku memang suka Wimbledon!! Dan apalagi ditambah bahwa pada akhirnya aku bisa menonton langsung pertandingan tunggal resminya Venus Williams (pertandingan ekshibisi melawan Kim Clijsters di tahun 2012 tentu tidak dihitung yah 😛 ), walaupun hasilnya tidaklah ideal untukku, membuatnya semakin seru lagi! Aku sungguh berharap Venus akan segera bangkit kembali dari kekalahan ini, karena sebenarnya dia sudah bermain tenis dengan level yang menakjubkan di tahun ini.

Segini dulu deh untuk saat ini. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.

Advertisements
General Life · Zilko's Life

#1949 – The Longest “Flight-Free” Streak

ENGLISH

As my last flight was almost five weeks ago when I flew KLM Cityhopper’s KL 1758 from Bremen to Amsterdam, this means that I am currently in the longest “flight-free” period since November 2014. At the time, I went flight-free for about 12 weeks between my Garuda Indonesia’s GA 88 from Jakarta to Amsterdam and KLM Cityhopper’s KL 1413 from Amsterdam to Lyon. Yep, since then, I have at least flown once every five weeks, haha 😛 .

KLM Cityhopper’s Fokker 70 reg PH-KZL which brought me to Amsterdam almost five weeks ago

The reasons for this were my UK visa application and also my decision to take Thalys to go to Paris about four weeks ago. I know, a total random information indeed, hahaha 😆 .

So obviously (or more like “understandably”), I miss flying, lol 😆 . And consequently, I have made a lot of future flying plans. In fact, just like last year, this past week I really felt like what is portrayed in the following (edited) Sarah Andersen’s (@sarahandersencomics on Instagram) comic strip:

Oh well…

Haha 🙈.

And to be honest, even at this point I know that I haven’t booked all the flights I will, for sure, take before the end of the year 🙈. Yep, indeed that I have some big trips coming up this year. But this is still not the right time to reveal those, yet. 😛

Anyway, everyone has their own way to indulge themselves. I guess I can say that, for now, this is mine, haha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Karena penerbangan terakhirku adalah hampir lima minggu yang lalu ketika aku terbang dengan penerbangan KL 1758-nya KLM Cityhopper dari Bremen ke Amsterdam, ini artinya sekarang aku berada dalam periode “tanpa-terbang” terpanjang nih semenjak bulan November 2014. Waktu itu, aku tidak terbang selama sekitar 12 minggu di antara penerbangan Garuda Indonesia GA 88 dari Jakarta ke Amsterdam dan KLM Cityhopper KL 1413 dari Amsterdam ke Lyon. Iya, semenjak waktu itu, aku selalu terbang setidaknya satu kali dalam selang lima minggu, haha 😛 .

Fokker 70nya KLM Cityhopper dengan rego PH-KZL yang menerbangkanku ke Amsterdam hampir lima minggu lalu

Alasan di balik ini adalah permohonan visa UK-ku dan juga keputusanku untuk naik Thalys di perjalananku ke Paris sekitar empat minggu yang lalu. Iya, iya, memang informasi random ini, hahaha 😆 .

Jadi jelas dong (atau mungkin “maklum”), aku kangen terbang, hahaha 😆 . Dan sebagai akibatnya, aku sudah membuat banyak rencana terbang nih ke depannya. Sampai-sampai, seperti tahun lalu, seminggu terakhir ini aku merasakan apa yang digambarkan oleh komik (yang telah ku-edit sedikit) buatan Sarah Andersen (@sarahandersencomics di Instagram) berikut ini:

Ya gitu deh…

Haha 🙈.

Dan sejujurnya nih, bahkan saat ini aku tahu pasti loh aku masih belum memesan semua penerbangan yang, pasti, akan kuterbangi sebelum akhir tahun 🙈. Yep, memang aku memiliki beberapa rencana jalan-jalan besar tahun ini. Tapi sekarang ini masih belum saatnya untuk aku bagikan ceritanya 😛 .

Anyway, setiap orang memiliki caranya sendiri untuk memanjakan dirinya. Aku rasa bisa kubilang bahwa, untuk saat ini, ini lah caraku ya, haha 😛 .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

Asia Trip · Indonesia Trip · Long Trip · Southeast Asia · Vacation

#1848 – 2016 Year End Trip (The Destination)

ENGLISH

Every year since I moved to the Netherlands, with the exception of 2011, I always went on a trip at the end of the year: 2010 (Italy), 2012 (France and Italy), 2013 (England), 2014 (India), and 2015 (USA and Mexico).

I did not want to break the streak this year; so earlier this year I started thinking about what my options were. At first, the seemingly best candidate was to go to USA again. However, if in 2015 I went to the East Coast (Boston and New York), this time it was the West Coast, more specifically California (Los Angeles and San Francisco; and maybe a few other destinations nearby). I seriously considered this option.

However, at the time I kept failing in finding a good deal return ticket to either LAX or SFO; mainly because I was very constraint with time (due to my new job 😛 ). This went on for months in which I started to also get a more clear picture of my general (travelling) plan for 2017. As a result, another destination candidate started to look better and more optimal while California started to look less and less.

The turning point was that in July I found a return ticket with very interesting flights routing and affordable price to this other destination. So in the end, I decided to drop California this year, and instead I am going to:

Indonesia

Hahaha 😆 .

You know, I could not go to Indonesia this summer because I had to make use of all my remaining contract period at TU Delft to finish my PhD dissertation. Nonetheless, this allowed me to go there for Christmas and New Year this year, which means it will be the first time since 2009 I will be in Indonesia for this occassion 🙂 .

Speaking of the interesting routing this year, here is my routings to Yogyakarta, Indonesia in 2013, 2014, and 2015.

My previous routings. Created with gcmap.com
My previous routings. Created with gcmap.com

In 2013 I flew with Emirates to Singapore via Dubai (to catch their Airbus A380 flights) and continued with Indonesia AirAsia’s Singapore – Yogyakarta flight. In 2014 and 2015 I took the quickest possible flights between Amsterdam and Yogyakarta, with Garuda Indonesia via Jakarta.

This time, here is my routing:

My routing this year. Created with gcmap.com
My routing this year. Created with gcmap.com

Huahaha 😆 .

Yes, to go to Yogyakarta, I am flying via Rome, Shanghai PVG, and Bali 😛 . As a comparison, with Garuda Indonesia the total one way distance is 7,448 miles (11,809 km) while with this routing, it is 9,624 miles (15,488 km).

This routing will be operated with three different airlines, two of them are new to me (You see, another factor which makes this even more interesting!): Alitalia, China Eastern Airlines, and NAM Air. To be honest I do not put too much of an expectation on my China Eastern legs of this trip, as I have read mixed reviews about them, haha. But we will see!

A China Eastern's Airbus A330-200
A China Eastern’s Airbus A330-200 I spotted at Frankfurt Airport this summer. I will fly the same type.

To go back to the Netherlands, I will take a slightly different route and airlines. It will be Yogyakarta – Bali – Shanghai  PVG – Paris CDG – Amsterdam; and operated by four different airlines: Garuda Indonesia, China Eastern Airlines, Air France, and KLM. This will be slightly shorter than the departure routing, at 9,127 miles (14,688 km).

***

Anyway, unlike in 2013, 2014, and 2015 where I could spend one month, each, in Indonesia (or around), I do not have that privilege this time. I no longer work in a university so I do not have as many holiday allowances as before, haha 😆 . Well, technically I could this time, but I would not have enough allowance left for next year, which I do not want to happen 😛 . So this time I will only spend about less than two weeks there 🙂 .

I cannot wait already!! 😀

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak aku pindah ke Belanda, kecuali tahun 2011, aku selalu pergi dalam sebuah perjalanan di akhir tahun: 2010 (Italia), 2012 (Prancis dan Italia), 2013 (Inggris), 2014 (India), dan 2015 (Amerika dan Meksiko).

Tahun ini aku tidak ingin mematahkan tradisi ini; jadilah semenjak awal tahun ini aku mulai mempertimbangkan pilihan-pilihanku. Awalnya, yang nampak sebagai kandidat terbaik adalah pergi ke Amerika lagi. Namun, jika di tahun 2015 aku pergi ke sisi Pantai Timur (Boston dan New York), kali ini aku mau pergi ke Pantai Barat, lebih tepatnya California (Los Angeles dan San Francisco; dan mungkin beberapa tempat di sekitarnya). Aku sungguh mempertimbangkan pilihan ini.

Masalahnya, waktu itu aku gagal terus dalam mencari tiket-tiket pp yang oke ke LAX atau SFO; terutama karena aku sungguh terikat oleh waktu (karena pekerjaan baruku 😛 ). Ini berlangsung berbulan-bulan dimana aku juga mulai mendapatkan bayangan yang lebih jelas akan rencana (jalan-jalan)-ku secara umum untuk tahun 2017. Sebagai akibatnya, sebuah destinasi lain mulai nampak sebagai kandidat yang lebih baik dan optimal sementara California nampak semakin kurang menarik.

Titik baliknya adalah di bulan Juli dimana aku menemukan tiket pp dengan rute yang amat menarik dengan harga tiket yang oke ke sebuah destinasi lain ini. Jadilah pada akhirnya, aku resmi membatalkan niatku pergi ke California tahun ini, dan aku akan pergi ke:

Indonesia

Hahaha 😆 .

Tahu kan, aku tidak bisa pergi ke Indonesia di musim panas ini karena aku harus menggunakan keseluruhan sisa masa kontrakku di TU Delft untuk menyelesaikan disertasi S3-ku. Toh walaupun begitu, ini justru membuatku bisa pergi ke sana di masa-masa Natal dan Tahun Baru kali ini, yang mana artinya untuk pertama kalinya semenjak tahun 2009, aku akan berada di Indonesia untuknya 🙂 .

Ngomongin rute yang menarik tahun ini, berikut ini rute-ruteku yang lalu untuk pergi ke Yogyakarta di tahun 2013, 2014, dan 2015.

My previous routings. Created with gcmap.com
Rute-ruteku sebelumnya. Dibuat dengan gcmap.com

Di tahun 2013 aku terbang dengan Emirates ke Singapura via Dubai (untuk nyobain Airbus A380nya mereka) dan dilanjutkan dengan penerbangan Singapura – Yogyakartanya Indonesia AirAsia. Di tahun 2014 dan 2015 aku menaiki rute penerbangan paling singkat yang mungkin dari Amsterdam ke Yogyakarta, yaitu dengan Garuda Indonesia via Jakarta.

Nah, untuk yang kali ini, berikut ini ruteku nanti:

My routing this year. Created with gcmap.com
Ruteku tahun ini. Dibuat dengan gcmap.com

Huahaha 😆 .

Iyaa, untuk pergi ke Yogyakarta, aku transit di Roma, Shanghai PVG, dan Bali 😛 . Sebagai perbandingan, dengan Garuda Indonesia total jarak satu arahnya adalah 7.448 mil (11.809 km) sementara dengan rute ini, totalnya adalah 9.624 mil (15.488 km).

Rute ini akan dioperasikan oleh tiga maskapai yang berbeda, dua di antaranya baru untukku (Nah kan, satu faktor lagi yang membuat rute ini semakin menarik buatku!): Alitalia, China Eastern Airlines, dan NAM Air. Sejujurnya sih aku sekarang tidak berekspektasi tinggi-tinggi amat dengan China Eastern di penerbangan ini karena dari review-review yang kubaca, semuanya cenderung mixed dalam hal layanan, haha. Tapi kita lihat saja deh ya!

A China Eastern's Airbus A330-200
Sebuah Airbus A330-200nya China Eastern di Bandara Frankfurt musim panas ini. Aku akan terbang dengan pesawat bertipe sama.

Untuk kembali ke Belanda, rute dan maskapai yang akan kunaiki sedikit berbeda. Rutenya adalah Yogyakarta – Bali – Shanghai PVG – Paris CDG – Amsterdam; dan akan dioperasikan oleh empat maskapai yang berbeda: Garuda Indonesia, China Eastern Airlines, Air France, dan KLM. Rute ini sedikit lebih pendek daripada rute keberangkatannya, yaitu sejauh 9.127 mil (14.688 km).

***

Anyway, tidak seperti di tahun 2013, 2014, dan 2015 dimana aku bisa menghabiskan satu bulan, per perjalanan, di Indonesia (atau sekitarnya), kali ini aku tidak memiliki kemewahan itu. Aku tidak lagi bekerja di universitas sehingga jatah cutiku lebih terbatas, haha 😆 . Eh, sebenarnya bisa-bisa aja sih kalau mau, hanya saja akibatnya sisa jatah cutiku untuk tahun depan tidak akan banyak, yang mana jelas aku nggak mau dong ya 😛 . Jadilah kali ini aku akan berada di sana selama kurang dari dua minggu saja 🙂 .

Ah, sudah nggak sabar nih!! 😀

North America Trip · The Caribbean · Vacation

#1801 – Hello from The Caribbean!!

ENGLISH

Hello from Sint Maarten in the Caribbean!!

Yes, currently I am in the Sint Maarten part of my Sabbatical September Trips!!

Oh, btw, here is a map of Sint Maarten in case you don’t know where on earth that is:

Sint Maarten is part of the Kingdom of the Netherlands and as a Dutch permanent resident, I am exempted from being required a visa to enter the island.

Anyway, I am very excited that finally I am here!! The following photo pretty much sums it all why I have really been wanting to go here.

A KLM's Boeing 747-406 reg PH-BFB landing at Princess Juliana International Airport (SXM), in Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net
A KLM’s Boeing 747-406 reg PH-BFB landing at Princess Juliana International Airport (SXM), in Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net
First of all, Sint Maarten is the home of the airport I have been wanting to go to since many years ago: Princess Juliana International Airport (SXM). I think this airport is pretty much the dream airport destination of many avgeeks out there, haha 😆 . I mean, just look at the photo above, stunning, no? 🙂

Second of all, just look at the airline and the airplane in the photo above! It is a KLM plane so the flight was originating from Amsterdam. And then, it is a Boeing 747-400, the Queen of the Skies whose reign is about to end very soon with the looming retirements of the currently remaining fleets, including in KLM.

Here is a direct quote from the KLM link above:

“If you happen to fly KLM in the near future in a KLM 747, remember this: you’re making airline history”

You see, I am making airline history and making a dream of mine come true with this trip!! 😊😊😊😊😊

So, ciao!! I am going to enjoy the Carribean!!

***

p.s: Little did I know when I bought the ticket that I was extremely lucky. Starting from October this year, KLM will change the plane they assign to SXM from Boeing 747-400 to an Airbus A330-200!! 😱😱😱😱😱 How fortunate I am!!!

BAHASA INDONESIA

Halo dari Sint Maarten di Karibia.

Iyaa, sekarang ini aku sedang berada di bagian Sint Maarten dari rangkaian perjalanan cuti panjang Septemberku!!

Oh, btw, berikut ini peta Sint Maarten andaikata ada yang tidak tahu negeri ini ada dimana di Bumi ini:

Sint Maarten adalah jajahan bagian dari Kerajaan Belanda dan sebagai penduduk tetapnya Belanda, aku mendapatkan pengecualian dari kebutuhan visa untuk masuk kesana.

Anyway, senang banget nih rasanya akhirnya aku bisa berada disini!! Foto berikut ini merangkum semua alasan mengapa aku sudah ingin banget kesini.

A KLM's Boeing 747-406 reg PH-BFB landing at Princess Juliana International Airport (SXM), in Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net
Sebuah Boeing 747-40g milik KLM beregistrasi PH-BFB sedang mendarat di Bandara Internasional Princess Juliana (SXM), di Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net
Pertama-tama, Sint Maarten adalah rumah bagi bandara yang sudah ingin banget aku kunjungi semenjak bertahun-tahun yang lalu: Bandara Internasional Princess Juliana (SXM). Aku cukup yakin bandara ini adalah bandara impian bagi banyak avgeek di luar sana, haha 😆 . Maksudku, apa coba yang nggak kece dari foto di atas? 🙂

Yang kedua, lihat deh maskapai penerbangan dan pesawat di dalam foto di atas! Itu adalah pesawatnya KLM sehingga penerbangan di foto itu asalnya adalah dari Amsterdam. Dan kedua, pesawatnya adalah sebuah Boeing 747-400, the Queen of the Skies yang masa kejayaannya akan segera padam seiring dengan pemensiunan yang akan segera terjadi kepada pesawat-pesawat yang masih beroperasi saat ini, termasuk di KLM.

Nah, berikut itu kutipan (yang kuterjemahkan) dari tautan artikelnya KLM di atas:

“Jika kebetulan kamu akan terbang dengan KLM dalam waktu dekat dengan sebuah 747-nya KLM, ingat ini: kamu sedang membuat sejarah dunia penerbangan”

Nah kan, sekarang ini aku sedang menorehkan sebuah sejarah penerbangan sekaligus membuat mimpiku menjadi nyata dengan perjalanan ini!! 😊😊😊😊😊

Segitu dulu deh ya, ciao!! Aku ingin menikmati Karibia sekarang!!

***

p.s: Ketika tiketnya kubeli, aku tidak sadar bahwa aku sedang beruntung sekali. Mulai bulan Oktober tahun ini, KLM akan mengganti pesawat yang mereka kirim ke SXM dari Boeing 747-400 menjadi Airbus A330-200 saja!! 😱😱😱😱😱 Untuuuung!!!

Vacation

#1787 – September 2016: My Sabbatical Month

ENGLISH

The Background

In (literally) two weeks, my PhD contract is going to end while I will start my new job in October. I deliberately arranged it like this so I can take the entire September off and give zero f* about the world. You know, after a long period of continuous stressful working life, it is always good to take some time off and recharge my brain and energy before starting a new chapter in my life 🙂 .

And unsurprisingly, I will make use of this month for some travelling!! Yeay!! 😎

The Thoughts and Original Planning

As soon as I got the confirmation that my new job would start in October, I immediately thought about going on two different trips in September. Okay, I had had this thought since long before but now that it was confirmed that time-wise it was possible, it was time for me to make the trips actually happen 🙂 . Anyway,

Destination #1: Romania

The first one was obvious since the beginning because I had been invited to attend a good friend of mine’s wedding in an Eastern European country, Romania (I have been invited since last year). I promised him I would come and it also happened that he had planned his wedding to be during my sabbatical month. You see, so the timing is extremely perfect!!

Romania. Photo Source: http://mentalfloss.com/article/53461/sneak-peek-inside-dracula%E2%80%99s-castle
Romania. Photo Source: http://mentalfloss.com/article/53461/sneak-peek-inside-dracula%E2%80%99s-castle

Destination #2: Sint Maarten

Romania alone was certainly not enough for me. For this very rare period of my life where I would have pretty much zero contractual responsibility, I wanted a “big” trip as well. Plus, I knew I could afford it (time-wise and budget-wise) so I thought,

“Well, why not making one dream of mine come true?”

I am talking about the dream I mentioned here a couple of years ago, btw.  Yes, I am talking about one big destination in my bucket list: Sint Maarten in the Caribbean, that is a colony of the Netherlands.

A KLM's Boeing 747-406 reg PH-BFB landing at Princess Juliana International Airport (SXM), in Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net
A KLM’s Boeing 747-406 reg PH-BFB landing at Princess Juliana International Airport (SXM), in Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net

In May, KLM had this Vijf Dagen Voordeel offer where they sold a return ticket to Sint Maarten at €50 lower than my personal threshold of a return ticket being “cheap”. So without a doubt I quickly grabbed it (even though it turned out two weeks later they dropped the price even further by €25, damn it! Haha 😆 ).

A Surprise

Initially I thought two trips should be enough for September, especially considering one of them would be a trans-Atlantic trip and there might be stuffs which I would need to take care of in the Netherlands during the month. So I pretty much settled with these plans.

But then in mid-June, my parents called and told me that they were thinking of going to Europe in September and asked what I thought about it. This was a complete surprise to me!

I did think it was a good idea so I told them so but I also explained the two travelling plans I had already made and that they would have to go along with the plans. No question. They agreed but made sure that visa would not be an issue for the Caribbean part of the trip. I assured them so as I already checked the visa requirements (well, more like the visa exemptions actually 😛 ) a few times via a few different sources, haha 😆 .

Destination #3: Greece

Santorini, Greece. Photo Source: https://familyworldquest.com/2014/06/25/breathtaking-oia-a-photographers-paradise/
Santorini, Greece. Photo Source: https://familyworldquest.com/2014/06/25/breathtaking-oia-a-photographers-paradise/

But then because my parents would have made all the way to Europe, they would also want to visit another destination. Well, actually there was a long enough time gap between the Romania trip and the Sint Maarten trip. As we would be in Romania anyway and for some reason my mom had been wanting to go to Greece for ages, I suggested why not making a detour to Greece as well as geographically it was not that far (thought the flight tickets are still expensive due to the high season IMO 😛 ). They thought it was a good idea and agreed.

Epilogue

Yeah, I think this September is going to be gooood!! 😀

My September 2016 flying map. Created with gcmap.com
My September 2016 flying map. Created with gcmap.com

It will be quite tiring as well though, but it will be worth it! Hahaha 🙂

BAHASA INDONESIA

Latar Belakang

Dalam waktu dua minggu (dalam artian sebenarnya), kontrak PhD/S3-ku akan berakhir dan aku akan memulai pekerjaan baruku di bulan Oktober. Sengaja aku susun seperti ini sehingga aku bisa liburan di sepanjang bulan September tanpa perlu memedulikan urusan dunia. Maklum lah ya, setelah suatu periode panjang hidup yang penuh dengan ke-stress-an secara terus-menerus, rasanya penting banget untuk berhenti sejenak dan mengisi ulang tenaga otak sebelum memulai babak baru di kehidupan ini 🙂 .

Dan, tak mengherankan pastinya, aku akan memanfaatkan bulan ini dengan jalan-jalan!! Yeay!! 😎

Rencana awalku

Begitu aku mendapatkan konfirmasi pekerjaan baruku akan dimulai di bulan Oktober, aku langsung terpikir dua buah perjalanan di bulan September. Oke, pikiran ini sudah aku miliki semenjak lama sebelumnya sih. Namun, pikiran ini baru bisa beneran terealisasikan menjadi rencana setelah aku mendapatkan konfirmasi waktu mulai kerjaku itu 🙂 . Anyway, kedua rencana itu adalah sebagai berikut:

Tujuan #1: Romania

Tujuan pertama ini sudah amat jelas akan kulakukan karena aku diundang untuk menghadiri pernikahan teman baikku di sebuah negara Eropa Timur, Romania (aku sudah diundang dari tahun lalu loh). Aku berjanji aku akan datang dan kebetulan pula ia merencanakan pernikahannya di bulan liburanku ini. Jadi waktunya pas banget lah ya!!

Romania. Photo Source: http://mentalfloss.com/article/53461/sneak-peek-inside-dracula%E2%80%99s-castle
Romania. Sumber: http://mentalfloss.com/article/53461/sneak-peek-inside-dracula%E2%80%99s-castle

Tujuan #2: Sint Maarten

Romania jelas dong tidak cukup untukku. Untuk masa-masa yang jarang ada di hidupku ini dimana aku memiliki, bisa dibilang, nol tanggung-jawab, aku ingin perjalanan yang “besar” pula. Plus, aku tahu aku mampu untuk itu (baik dari segi waktu maupun budget) sehingga aku pikir,

“Hmm, mengapa tidak membuat suatu impianku menjadi kenyataan?”

Dan aku membicarakan mengenai impian yang kusebutkan di sini beberapa tahun lalu, btw. Iya, aku membicarakan sebuah destinasi di dalam bucket list-ku: Sint Maarten di Karibia, yang sedang dijajah merupakan salah satu koloninya Belanda.

A KLM's Boeing 747-406 reg PH-BFB landing at Princess Juliana International Airport (SXM), in Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net
Sebuah Boeing 747-406nya KLM ber-rege PH-BFB sedang mendarat di Bandara Princess Juliana (SXM) di Sint Maarten. Photo credit: HGabor/Airliners.net

Di bulan Mei, KLM mengadakan promosi Vijf Dagen Voordeel dimana mereka menjual harga tiket pp ke Sint Maarten €50 lebih murah daripada batas suatu harga tiket kesana aku katakan “murah”. Jadilah tanpa ragu aku membelinya (walaupun ternyata dua minggu kemudian harganya diturunkan lebih jauh sebesar €25, kurang ajar! Haha 😆 ).

Sebuah kejutan

Awalnya, aku kira dua perjalanan cukup lah untuk September. Apalagi salah satunya adalah perjalanan melintasi samudra Atlantik. Belum lagi kemungkinan akan ada urusan-urusan yang perlu kukerjakan di Belanda di bulan ini. Jadilah aku cukup puas dengan rencana-rencanaku ini.

Tetapi kemudian di pertengahan Juni, orangtuaku menghubungiku dan berkata bahwa mereka memiliki pikiran untuk pergi ke Eropa bulan September ini dan bertanya apa pendapatku tentang pikiran ini. Wah, ini sungguh mengejutkanku!

Aku rasa ini adalah ide yang bagus sehingga aku bilang begitu. Hanya saja, mereka kujelaskan mengenai dua rencana jalan-jalanku sehingga mereka harus mau menurut denganku. Nggak ada tawar-menawar dah. Mereka nggak masalah sih hanya saja mereka meminta aku memastikan bahwa urusan visa tidak akan menjadi masalah di Karibia. Aku yakinkan bahwa aku sudah mengecek persyaratan visanya (ehm, lebih ke pengecualian kebutuhan visa sih 😛 ) beberapa kali melalui beberapa sumber yang berbeda, haha 😆 .

Tujuan #3: Yunani

Santorini, Greece. Photo Source: https://familyworldquest.com/2014/06/25/breathtaking-oia-a-photographers-paradise/
Santorini, Yunani.Sumber: https://familyworldquest.com/2014/06/25/breathtaking-oia-a-photographers-paradise/

Tetapi kemudian karena orangtuaku sudah jauh-jauh ke Eropa, mereka ingin mengunjungi destinasi lain juga. Yah, memang ada waktu di antara perjalananku ke Romania dan Sint Maarten sih. Dan karena toh kita akan berada di Romania dan entah mengapa mamaku sudah lama banget ingin pergi ke Yunani, aku sarankan untuk pergi ke Yunani. Secara geografis kan sudah dekat (tetapi tiket pesawatnya tetap aja mahal sih karena sedang musim liburan, hahaha 😆 ). Mereka setuju.

Epilog

Iyaa, September ini bakal seru banget lah!! 😀

My September 2016 flying map. Created with gcmap.com
Peta penerbanganku bulan September 2016 ini. Dibuat dengan: gcmap.com

Tapi kayaknya bakal bikin capek juga sih. Ah, tapi yang penting seru kan ya! Hahaha 🙂

Zilko's Life

#1761 – Some Stories from This Week

ENGLISH

Summer Solstice

This Tuesday was the summer solstice in the Netherlands, which means it was the longest day this year in term of the sunlight.

One thing I love about summer in a four-seasons country is the longer days. The sun rises early and, more importantly, sets very late. For instance, here is how it looked like at 10:30 PM in Delft this Tuesday:

The reason why I love this is that I feel much more productive and energized when the sun is out. This is especially useful at this stage of my PhD research where the end of my PhD contract is looming and I have to finish up my thesis draft very soon, haha 😆 .

Busy for September

Anyway, as I said earlier this month, this coming September will be kind of like a “sabbatical” month for me where I will be unemployed so I can do whatever I want 😛 . And I do want to make use of this month to “recharge” myself, especially my mind.

Very unsurprisingly, I will do that by, well, travelling! Haha 😆 . Up until two weeks ago, I had two destinations (which corresponded to two trips) in my mind. I even had already made some reservations for one of them so the trip was pretty much confirmed. And I can tell you that these destinations are SO awesome (at least for me)!! But unfortunately now is still not the right time to reveal them, just yet 😉 .

However, about two weeks ago I got a news which consequence was that I needed to adjust my travelling plans in September. And by “to adjust”, I mean “to lengthen”, lol 😆 . Instead of two destinations, somehow now I have three destinations. However, this comes with extra “trouble” as well because I need to manage my time in September really well because there are still certain things in the Netherlands which I may need to take care of during the month.

So yeah, the bottom line is, now I am also busy managing my September plan! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Summer Solstice

Hari Selasa ini adalah summer solstice di Belanda, yang mana artinya hari itu adalah hari dengan siang terlama tahun ini dalam hal sinar matahari.

Satu hal yang kusuka dari musim panas di negara empat musim adalah siangnya yang panjang. Matahari terbit awal dan, lebih penting nih, terbenam malam banget. Misalnya saja, berikut ini suasana jam 10:30 malam di Delft hari Selasa ini:

Alasan mengapa aku menyukai ini adalah karena aku merasa lebih produktif dan berenergi ketika matahari bersinar. Ini terutama berguna banget di fase riset PhD (S3)-ku sekarang dimana akhir kontrakku sudah dekat dan aku harus menyelesaikan draft disertasiku sesegera mungkin kan, haha 😆 .

Sibuk untuk September

Ngomong-ngomong seperti yang kubilang awal tahun ini, September ini akan menjadi semacam bulan “sabatikal” untukku dimana aku akan menjadi pengangguran (haha) dan aku bebas dong mau ngapain aja karenanya 😛 . Dan aku ingin memanfaatkan bulan ini untuk “me-recharge” diriku, terutama pikiranku.

Dan sangat amat tidak mengejutkan, itu akan lakukan dengan: jalan-jalan! Haha 😆 . Nah, hingga dua mingguan yang lalu, aku sudah memiliki dua tempat tujuan (yang mana artinya dua perjalanan) dalam pikiranku. Bahkan untuk salah satunya aku sudah membuat reservasi ini dan itu sehingga perjalannya sendiri sudah kurang lebih terkonfirmasi kan ya. Nah, tempat-tempat tujuannya ini warbiasahh banget lah (menurutku sih)!! Tetapi sekarang ini masih belum waktu yang tepat untuk mengungkapkannya nih 😉 .

Namun, sekitar dua minggu lalu aku mendapatkan sebuah berita yang mana konsekuensinya aku perlu sedikit menyesuaikan rencana jalan-jalanku di bulan September ini. Dan dengan “menyesuaikan” maksudku adalah “memperpanjang”, ahahahah 😆 . Jadi bukannya dua destinasi, kini aku malah jadi memiliki tiga destinasi nih. Namun, konsekuensi dari ini adalah “masalah” ekstra yang harus kuselesaikan karena masih ada beberapa hal yang mungkin akan perlu aku urus di Belanda di bulan September ini.

Jadi, intinya adalah, sekarang aku juga cukup pusing memikirkan perencanaan bulan Septemberku! Haha 😆