General Life · working life · Zilko's Life

#1956 – Some Stories This Week

ENGLISH

A Team Outing

On Tuesday, my team organized a team outing, which I obviously joined. I was quite excited because I had to miss the previous opportunity due to a power outage which crippled the entire Dutch railway network. Mind that back then I was still living in Delft and obviously the power outage had to happen on that day of all time, haha 😆 .

Anyway, the activity for the team outing this time was a GPS augmented reality city game in Amsterdam. We were split into several (six) teams and each team was given an iPad and a bag of tools to solve several puzzles. The puzzles were spread throughout the city of Amsterdam and we had to physically go these spots as indicated in the map. In some sense it was like a combination of Pokemon Go and The Amazing Race, haha 😆 . The teams were also competing against each other and we also could check our current standing at any time, haha.

It was fun! Though we (my team) felt like we were being cheated because the answer of one puzzle was wrong gramatically, so our grammatically correct answer was marked as wrong. Though, to be fair, every team got the same set of questions so at least it was wrong for everyone, haha. My team did not do quite well during the game, so our goal was not to come in last. And in the end, we came in fifth, which had it been a leg on The Amazing Race, at least we would have not gotten eliminated, hahaha 😆 .

A team outing like this was fun, though. Beside the, obviously, fun, I felt like I could learn about the characters and personalities of some of my team members, hehe 🙂 . I felt like I could get to know them better.

A haircut

Anyway, it has been more than two months since I got a haircut so it was time for another one. I felt like my hair had been a bit too long anyway.

Actually, a few weeks back I got a flyer in my mailbox about a new barbershop  that was giving away some discount. But I did not feel like trying a new place this time, plus I really liked the last result of the other barbershop. So I decided to come back. This time, though, I learned from my last visit and made an appointment online since a few days before so I wouldn’t need to wait for too long, haha.

I am satisfied with the result, again, but of course no photo (yet 😛 ). Though, this second trip to the barbershop makes me miss the “complimentary” head massage in many Indonesian barbershops when you get your hair washed, haha. In this barbershop, hair wash is already included in the price (whereas in my previous favorite barbeshop in Den Haag, it was separate and I always chose not to use it, haha 😛 ). But from my two visits (and based on some people’s stories in other barbershops here), it appears that hair wash means only hair wash, here. No head massage, haha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Sebuah Team Outing

Di hari Selasa, timku mengadakan acara team outing, yang mana jelas aku ikutan. Aku cukup bersemangat soalnya aku kan terpaksa melewatkan kesempatan sebelumnya karena padamnya listrik yang melumpuhkan jaringan kereta api Belanda. Waktu itu kan aku masih tinggal di Delft dan jelas dong ya mati lampunya harus terjadi di hari team outing bukannya di waktu lain kek, haha 😆 .

Anyway, aktivitas team outing kali ini adalah permainan augmented reality dengan GPS di Amsterdam. Kami dibagi ke beberapa (enam) tim dan masing-masing tim diberikan sebuah iPad dan satu tas berisi barang-barang untuk memecahkan beberapa teka-teki. Nah, teka-tekinya tersebar di seluruh penjuru Amsterdam gitu dan kami harus berjalan-kaki menuju lokasi-lokasinya yang ditunjukkan di peta. Yaa, kurang lebih seperti kombinasi Pokemon Go dan The Amazing Race lah, haha 😆 . Tim-tim ini juga berkompetisi satu sama lain dan kami juga bisa melihat posisi sementara di setiap waktu, haha.

Seru! Walaupun kami (timku) merasa sedikit tercurangi sih karena satu jawaban dari teka-tekinya itu salah dong secara tata bahasa, jadilah jawaban kami yang bertata-bahasa benar justru dianggap salah! Walaupun, untuk fair-nya sih, setiap tim mendapatkan set pertanyaan yang sama sehingga setidaknya kesalahan ini juga diderita semua tim, haha. Timku tidak bermain dengan begitu baik kali ini, jadilah tujuan kami adalah jangan sampai menjadi tim yang paling terakhir. Dan akhirnya, kami menyelesaikan permainan ini di urutan kelima. Yah, setidaknya andaikata ini satu leg The Amazing Race, yang penting kami nggak akan tereliminasi lah ya, hahaha 😆 .

Acara team outing ini memang seru. Selain keasyikannya, aku juga merasa aku bisa lebih membaca karakter dan kepribadian beberapa anggota timku yang lain, hehe 🙂 . Ya rasanya jadi lebih kenal gitu.

Potong rambut

Anyway, sudah lebih dari dua bulan semenjak aku potong rambut sehingga sudah saatnya untuk potong lagi lah ya. Memang toh rasanya rambutku sudah agak panjang nih.

Sebenarnya, beberapa minggu yang lalu aku mendapatkan brosur di kotak posku yang berisi iklan sebuah salon baru yang sedang memberikan diskon. Tetapi aku sedang malas untuk mencoba tempat baru kali ini, apalagi aku juga suka hasil potong salonku yang sebelumnya. Jadilah aku memutuskan untuk kembali ke salon yang kemarin aja. Kali ini, aku belajar dari pengalaman waktu itu dimana aku sudah membuat janji dulu online semenjak beberapa hari sebelumnya sehingga aku nggak perlu menunggu lama, haha.

Aku cukup puas dengan hasilnya, tapi jelas belum foto-foto 😛 . Walaupun kunjungan keduaku ke salon ini membuatku kangen akan pijat kepala “gratisan” yang diberikan di banyak salon di Indonesia sih ketika rambut kita dicuci. Di salon ini, cuci rambut sudah termasuk di dalam harga potong rambutnya (sementara di salon favoritku yang sebelumnya di Den Haag, cuci rambut itu terpisah dan aku selalu memilih untuk tidak cuci rambut, haha 😛 ). Nah, dari dua kunjungan ini (dan berdasarkan cerita beberapa teman lain di salon-salon lain), kayaknya di sini ya cuci rambut itu ya berarti cuci rambut doang. Nggak ada deh itu yang namanya pijat kepala, haha 😛

My Interest · TV Show

#1934 – The Amazing Race 29

ENGLISH

One of the current TV shows (well, if not the “only” show 😛 ) I have been following lately is The Amazing Race 29. And last week, this season was concluded with its final leg in Chicago!

This has been another amazing season of The Amazing Race. Its unique concept of pairing 22 strangers turned out to be a nice one, where some teams got in fights (unsurprisingly) because of their “unfamiliarity” between partners and the personality difference between them. However, this did not really change the overall dynamic in the show, in my opinion, because even teams with pre-existing relationship could still get into fights just because of the stressful environment of the race.

Acropolis was the pitstop of the Athens leg
I also really liked it that the teams were not shy of using the three double u-turns throughout the race! Surely this would make the show more interesting where some teams got pressed because they were being u-turned, or that another team u-turned their “ally” team so to help them they u-turned another team, lol 😆 .

The “design” of the tasks and race, however, felt a little bit clumsy especially in the first half of the season, though this improved a lot towards the end. For instance, it was a no brainer at the Lake Como leg that whoever got u-turned would get eliminated due to the five minutes interval between the one team per ferry ride they had to take. However, the Ninh Binh leg was an extremely brutal leg physically, and so “fun” to watch (but not fun for the racers to race, obviously; and I felt bad for Floyd). It was followed up with the awesome Seoul leg where all of the tasks were “so Korean”, even including playing a video game match against professional!

The racers had to go to Gangnam in the Seoul leg.
*** Spoilers alert, but it has been more than a week anyway so perhaps nothing are “spoilers” anymore 😛 ***

My favorite team of this season was: Brooke and Scott, haha 😆 . This might come as a “surprise” given the “villain” stamp the editors appeared to give them; and that Brooke was a total drama panicky queen. But I did find the dynamic between the two interesting because Scott tried to calm Brooke down and they strategized really well throughout the race, clearly “students” of the show! And in the end, Brooke and Scott ended up winning the 29th season!!

I am glad that The Amazing Race has been renewed to, at least, one more season!! The drop in TV ratings and the more than one year distance between the premiere of season 28 and 29 had “worried” me a little bit, to be honest. Well, now I just can’t wait for the next season!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Satu dari acara TV baru (eh, kalau bukan “satu-satunya” sih 😛 ) yang aku ikuti baru-baru ini adalah The Amazing Race 29. Dan minggu lalu, musim ini berakhir dengan babak terakhirnya di Chicago!

Musim ini adalah musim yang seru lagi dari The Amazing Race. Konsep uniknya dimana mereka memasangkan 22 orang yang tidak mengenal satu sama lain ternyata oke juga, dimana beberapa tim jadi bertengkar (nggak heran) karena “ketidak-kenalan” mereka satu sama lain. Namun, menurutku ini tidak terlalu mengubah dinamik acaranya sih, karena toh walaupun sudah mengenal rekan satu tim sebelumnya pun mereka masih bisa bertengkar kok, ya karena suasana yang stressful dari race-nya kan.

Acropolis adalah pitstop di babak Athena
Aku juga suka banget tim-timnya nggak malu-malu untuk menggunakan tiga double u-turn di sepanjang musim ini! Jelas ini membuat acaranya semakin menarik ya dimana beberapa tim sebel banget dan kemudian marah-marah dong kena u-turn, atau satu tim me-u-turn satu tim “teman”-nya mereka sehingga untuk menolong tim “teman” ini, mereka me-u-turn tim yang lain, haha 😆 .

“Disain” dan tugas-tugas di musim ini nampak cukup ceroboh terutama di setengah pertama musim ini, walaupun ini menjadi jauh lebih baik di akhir-akhir. Misalnya saja, jelas banget di babak Danau Como, siapa yang di-u-turn sudah hampir pasti tereliminasi akibat interval lima menit di antara kapal ferry yang dinaiki masing-masing tim. Namun, babak Ninh Binh adalah babak yang sangat brutal dalam hal fisik, sehingga “seru” untuk ditonton (walaupun jelas tentunya nggak seru untuk racers-nya sih, aku merasa iba terhadap Floyd). Babak ini diikuti dengan babak Seoul yang mana semua tugas-tugasnya “Korea banget”, bahkan termasuk main video game melawan profesional!

Racers harus pergi ke area Gangnam di babak Seoul.
*** Spoilers alert, eh tetapi sudah seminggu lebih ya jadi mungkin sudah nggak ada yang namanya “spoilers” lagi 😛 ***

Tim favoritku musim ini adalah: Brooke dan Scott, haha 😆 . Ini mungkin cukup “mengagetkan” karena label “tokoh jahat” yang ditempelkan editor-nya kepada mereka; dan juga Brooke nampak seperti seorang drama queen yang gampang panik. Tetapi aku merasa dinamik di antara keduanya sangat menarik karena Scott selalu berusaha menenangkan Brooke dan mereka juga berstrategi amat baik di sepanjang musim, jelas deh mereka “mempelajari” acara ini! Dan pada akhirnya, Brooke dan Scott juara!!

Aku merasa lega bahwa The Amazing Race sudah diperpanjang, minimal, satu musim lagi!! Turunnya rating di TV dan adanya jarak setahun lebih di antara mulai ditayangkannya musim 28 dan musim 29 sempat membuatku sedikit “khawatir”, sejujurnya. Dan sekarang, aku sudah nggak sabar nih menunggu musim selanjutnya!! 🙂

General Life · Zilko's Life

#1902 – TAR 29 and Google’s Video

ENGLISH

The Amazing Race 29

Last week, The Amazing Race 29 was premiered. It had really been awhile since the previous season (28th), that was premiered in February 2016 meaning it had been more than one year since the last season! And I missed this show! Especially that geographical reason prevented me from following (thus enjoying the “hype”) of The Amazing Race Asia 5 at the end of last year (even though I managed to watch its first episode that was held in Jakarta).

Anyway, TAR 29 is another “unique” installment of the show where, this season, all participants were strangers and they had to form their own teams at the starting line. To be honest I am not 100% super enthusiastic about this change because this would mean all the team relationships we would see during the show would still be in the “outer” level. Though, on the other hand, I am also interested to see how it would play out throughout the race, haha…

Yeah, I am just excited that The Amazing Race is, finally, back!!

Google’s Video

Anyway, last week, Google Nederland released this video:

They “took credit” of the amazing weather in the Netherlands in the second half of March. Apparently, we all had to thank “Google Wind” whom had repurposed the 1170 windmills in the whole Netherlands to generate wind so strong that it literally blew all cloud away from the country. As a result, per 1 April 2017, they could guarantee clear sky for everyone, lol 😆 .

***

Haha, in my opinion, this was another really smart April Fool’s video by Google; especially for the Dutch market. You know, in the Netherlands pretty much everyone agrees to hate the weather (as Armin van Buuren said in the beginning of the video, apparently for 145 days every year, it rains in the Netherlands *nodding my head*). And I really liked the video because it was really “smooth”, where some actually irrelevant but relevant-sounding terms were thrown in, like Google Cloud and machine learning, haha 😛 .

Though, now that I think about it, indeed in those two weeks when the weather was awesome, it was really windy, hmmm 🤔.

BAHASA INDONESIA

The Amazing Race 29

Minggu lalu, The Amazing Race 29 mulai tayang. Sudah lumayan lama loh semenjak musim sebelumnya (ke-28), yang mulai ditayangkan di bulann February 2016 yang mana artinya sudah satu tahun lebih! Dan aku kangen dengan acara ini! Terutama akibat geografi yang menyulitkanku untuk mengikuti (dan ikut menikmati hingar-bingarnya) The Amazing Race Asia 5 akhir tahun lalu (walaupun aku sempat menonton episode pertamanya yang diadakan di Jakarta sih).

Anyway, TAR 29 ini adalah musim yang “unik” lagi dari acara ini dimana, kali ini, semua pesertanya adalah orang asing dan mereka harus membentuk tim mereka sendiri di garis start. Sejujurnya sih aku nggak terlalu antusias 100% dengan perubahan ini karena artinya semua hubungan yang akan dilihat di acara ini masih berada di level “kulit” aja. Walaupun, di sisi lain, menarik juga sih bagaimana ini akan berkembang di sepanjang race, haha…

Ya, pokoknya sih, aku merasa senang The Amazing Race, akhirnya, kembali!!

Videonya Google

Minggu lalu, Google Nederland merilis video berikut:

Mereka bercerita bahwa mereka lah “biang keladi” dari cuaca di Belanda yang oke banget di dua minggu terakhir bulan Maret. Ternyata, kita semua harus berterima-kasih terhadap produk “Google Wind” yang telah mengalih-fungsikan 1170 kincir angin di seluruh Belanda untuk kini memproduksi angin yang kuat banget sampai-sampai semua awannya ditiup menjauh dari Belanda. Sebagai akibatnya, per 1 April 2017, mereka bisa menjamin langit yang cerah bagi semua penduduk Belanda, huahaha 😆 .

***

Haha, menurutku, ini adalah video April Mop yang cerdas dari Google; terutama untuk pasar Belanda. Tahu lah, di Belanda itu semua orang setuju untuk sama-sama membenci cuacanya (seperti yang disebutkan Armin van Buuren di awal video, ternyata 145 hari dalam setahun itu hujan loh di Belanda *mengangguk-angguk setuju*). Dan aku suka video ini karena “mulus” banget, dimana beberapa istilah yang terdengar relevan padahal sebenarnya tidak juga dimasukkan, misalnya Google Cloud atau machine learning, haha 😛 .

Walaupun, kalau dipikir-pikir lagi, memang di dua minggu ketika cuacanya oke itu angin bertiup kencang sih, hmmm 🤔.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1786 – A Weekend In Geneva (Part II: Geneva)

ENGLISH

Posts in the A Weekend In Geneva series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: Geneva

***

Geneva

Geographically, Geneva is located in the Alps at one end of the Lake Geneva. So as you would imagine that is a recipe for beauty. The combination of the lake and the mountainous view looked very beautiful to me, especially now that I live in the Netherlands, lol 😆 . While this might make you expect the temperature to be quite cool, it was actually not. As a matter of fact, I found it to be much warmer in Geneva than in the Netherlands!

And also as what you would expect from a Swiss city, Geneva was very clean. And this adjective could be applied to pretty much every aspect of the city, including the lake:

The water was so clear the lake bed was visible
The water was so clear the lake bed was visible

Yes, the water of the lake was so clean and clear that even from about 2.5 – 3 meters above the surface, I could see the bed of the lake! 😲😲😲

There are also many tourist attractions in Geneva. Two of the most prominent are Jet d’eau and the United Nations (UN) Office. Jet d’eau is a large fountain in Lake Geneva where water is jetted to an altitude of up to 140 meters by two pumps.

Jet d'eau in Geneva
Jet d’eau in Geneva

As you can see in the photo above, it is huge! For sure you would not miss it! Lol 😆

The UN Office is also a prominent attraction in Geneva. Actually this is one reason that makes Geneva very multi-cultural. The office, however, is located quite in the suburb of the city. So if pretty much every other attraction is within walking distance in the city center, it would be best to take the tram (line 15) to get to the UN Office.

My friend told me that we could actually enter the office and the gardens inside were also beautiful. However, during my visit, I did not have the time to do so unfortunately.

The United Nations Office in Geneva
The United Nations Office in Geneva

As The Amazing Race (TAR) fans would know, one leg of TAR season 28 was in Geneva where Brittany and Jessica were eliminated in that episode. Obviously they visited both Jet d’eau and the UN Office, haha 😆 . From this episode, I also learned about the existence of the longest wooden bench in the world. The bench was part of the detour task where teams had to count how many people could sit on the 120 meters length bench (190-197 people).

Yes, such a random info, lol 😆 . Anyway, I got myself a selfie on the bench obviously, haha 😆 .

The longest wooden bench in the world, as I found out from The Amazing Race 28
The longest wooden bench in the world, as I found out from The Amazing Race 28

Anyway, overall I found Geneva to be a beautiful city with a lot of beautiful and instagenic spots around. However, as it was Switzerland, obviously everything also felt “over-priced”.

The Food

On my first evening, my Yelp app suggested me to go to Cafe de Paris nearby my hotel. There was only one menu this restaurant served: steak. And I love steak so I made the decision without any thinking, lol 😆 . The steak looked like this:

Delicious steak in Geneva
Delicious steak in Geneva provided by Cafe de Paris.

I agree that the whole dish was definitely not the most appetizing dish in terms of the look. However, for this particular one do not get fooled by that. IT WAS AMAZING!! The meat was cooked into perfection (I requested it to be cooked medium-rare) and the salty butter sauce was especially very delicious!!

Seriously, I recommend this restaurant! The price, though? Well, first of all, let me remind you that it was Switzerland. Okay, got it? Well, it was CHF 42.50 for the entire dish. While it certainly felt quite a lot to me, considering it was Switzerland and the dish tasted yummy (You could ask for more salad and fries if you would want actually. I didn’t, it was more than enough for me), I could still accept it.

But don’t worry, there were other “cheaper” options too around Geneva, even though of course you could not compare it with the price of a similar product in other countries 😆 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting
dalam seri A Weekend In Geneva:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: Geneva

***

Jenewa

Secara geografis, Jenewa berlokasi di Pegunungan Alpen di salah satu ujung Danau Jenewa. Jadi tentu bisa dibayangkan bahwa ini adalah resep untuk pemandangan yang indah. Kombinasi danau dan pemandangan pegunungannya nampak keren untukku, apalagi sekarang aku tinggal di Belanda, haha 😆 . Mungkin ini membuat kita berpikiran Jenewa bersuhu sejuk tetapi ini tidak benar. Malah sebenarnya, aku merasa bahwa Jenewa kemarin lebih panas daripada Belanda!

Dan seperti yang kita bayangkan dari sebuah kota Swiss, Jenewa adalah kota yang sangat bersih. Kata sifat ini bisa diterapkan pada segala aspek kota ini, termasuk danaunya:

The water was so clear the lake bed was visible
Saking jernih air danaunya, dasar danaunya pun kelihatan

Iyaa, air di Danau Jenewa sangat bersih dan jernih sampai-sampai dari ketinggian 2,5 – 3 meter di atas permukaan air, dasar danaunya kelihatan dong! 😲😲😲

Ada banyak tempat tujuan turistik di Jenewa. Dua yang paling terkenal mungkin adalah Jet d’eau dan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jet d’eau adalah air mancur raksasa di Danau Jenewa yang memancurkan air ke ketinggian mencapai 140 meter dengan dua buah pompa.

Jet d'eau in Geneva
Jet d’eau di Jenewa

Seperti yang bisa dilihat di foto di atas, air mancurnya besar! Pasti tidak akan terlewatkan deh! Huahaha 😆

Kantor PBB jugalah tempat tujuan terkenal di Jenewa. Sebenarnya ini adalah salah satu alasan utama yang membuat Jenewa sungguh amat multikultural. Kantornya berlokasi di pinggiran kota. Jadi kalau tempat-tempat tujuan lain bisa didatangi dengan berjalan-kaki di pusat kota, kantor PBB ini lebih enak untuk dicapai dengan menggunakan tram (jalur 15).

Temanku memberi-tahuku bahwa kita bisa masuk ke dalam kantornya dimana di dalamnya terdapat taman-taman yang katanya indah. Sayangnya waktu itu aku tidak sempat untuk masuk.

The United Nations Office in Geneva
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa

Tentu seperti yang para fans-nya The Amazing Race (TAR) sudah pada tahu, satu babak TAR musim 28 mengambil tempat di Jenewa dimana waktu itu Brittany dan Jessica tereliminasi. Tentu saja mereka mengunjungi Jet d’eau dan Kantor PBB disana, haha 😆 . Nah, dari episode ini, aku jadi tahu mengenai keberadaan bangku kayu terpanjang di dunia. Bangkunya adalah bagian dari tugas detour dimana kontestan harus menghitung jumlah orang yang bisa duduk di bangku kayu sepanjang 120 meter itu (190-197 orang).

Iya, informasinya random banget memang, haha 😆 . Tetapi jelas dong aku selfie disana, haha 😆 .

The longest wooden bench in the world, as I found out from The Amazing Race 28
Bangku kayu terpanjang di dunia, seperti yang kuketahui dari The Amazing Race 28

Anyway, secara umum Jenewa adalah kota yang indah dengan banyak tempat-tempat yang kece dan instagenik. Namun, yang namanya Swiss sih, apa-apa juga terasa “overpriced” di sana.

Makanannya

Di malam pertamaku disana, aku disarankan Yelp untuk makan di Cafe de Paris di dekat hotelku. Restoran ini hanya menyediakan satu menu masakan saja: steak. Dan karena aku suka steak, jelas aku cobain deh tanpa mikir, haha 😆 . Steak-nya berpenampakan seperti ini:

Delicious steak in Geneva
Steak yang enak banget di Cafe de Paris di Jenewa.

Eh, memang sih masakannya tidak berpenampilan kece banget. Namun, untuk yang satu ini, tolong jangan dilihat dari penampilannya yah. RASANYA ENAK BANGETT!!! Dagingnya dimasak sempurna (aku meminta untuk dimasak medium-rare) dan saus mentega asinnya itu spesial dan enak sekali!!

Beneran deh, restoran ini sangat aku rekomendasikan! Harganya berapa tuh? Hmm, pertama-tama, aku ingatkan lagi ini Swiss yah. Oke, sudah ingat kan? Harganya untuk menu ini adalah CHF 42.50 waktu itu (sekitar Rp 575.000). Walaupun memang terasa mahal, tetapi dengan mempertimbangkan lokasi restoran ini di Swiss dan masakannya yang memang enak (Salad dan kentang gorengnya boleh tambah loh kalau mau. Aku sih tidak nambah karena segitu pun sudah lebih dari cukup untukku), jadi untukku masih bisa kuterima lah.

Tetapi tenang saja, masih ada pilihan lain yang “lebih murah” kok di Jenewa, walaupun tentu tidak adil juga kalau dibandingkan dengan harga menu-menu yang serupa di negara lain 😆 .

General Life · Zilko's Life

#1733 – A Saturday and TAR

ENGLISH

A Saturday

I went to Den Haag yesterday where I had three different agendas in the city (with different level of importance 😛 ).

While in Den Haag, some girl gave me this flower, haha...
While in Den Haag, some girl gave me this flower, haha…

First of all, to get a haircut. And this was the reason why I chose this particular weekend to do it. Why? Well, because this was the optimal time to have a haircut to me (as a function of my upcoming plans), hahaha 😆 . Secondly, to do some shopping, haha 😆 . I got a new jacket and three new t-shirts (for this coming summer) so it was, indeed, quite successful, I think 😛 . And thirdly, to stop by at the orientalmarkt there. Speaking of importance, the last one was indeed the least important one. I squeezed it there because I was already in the city anyway so why not? Haha 😆

Yeah, it was fun 🙂 .

The Amazing Race 28

Fly to Bali, Indonesia
Fly to Bali, Indonesia

Anyway, in March I shared a rumour the current season of The Amazing Race, season 28, visited Indonesia. The rumour turned out to be correct and the Indonesian legs (yes, plural!) were aired last week and this week.

Indeed they visited Bali! The first leg was in the Bali island itself and the second one was in Nusa Lembongan. As usual, what I love about the original series of The Amazing Race (the American version I mean) is often the tasks are about how the locals make their living, so not only about having fun/the beautiful things/etc kind of tasks. For instance, in Bali the contestants had to actually harvest some salt, sell bakso (meatballs), and harvest some seaweed in Nusa Lembongan.

Cole had to sell some bakso for Rp 10,000
Cole had to sell some bakso for Rp 10,000

It was cool that The Amazing Race was back in Indonesia, again! And it felt so nice to fully catch everything that was captured in camera. I mean, a lot of the locals spoke Indonesian here and there during the tasks and it felt good to understand what they said, lol 😆 . I mean, even the judge in the salt harvesting task blurted some words in Indonesian. For instance when Kurt had not put enough salt in the plastic bag and so she couldn’t give him the clue, she said “No, kurang!” (“kurang” in this case means “not enough”). Hahahaha 😆

Kurt and Brodie had to harvest some seaweed in Nusa Lembongan
Kurt and Brodie had to harvest some seaweed in Nusa Lembongan

BAHASA INDONESIA

Sebuah Sabtu

Aku pergi ke Den Haag di hari Sabtu kemarin dengan tiga buah agenda di kota itu (dengan level kepentingan yang berbeda-beda 😛 ).

While in Den Haag, some girl gave me this flower, haha...
Sewaktu di Den Haag kemarin, ada yang ngasih bunga ini gitu deh, haha…

Pertama-tama, adalah untuk potong rambut. Dan ini adalah alasan mengapa aku ke Den Haag di akhir pekan yang ini. Memang mengapa? Yaa, karena untukku akhir pekan ini adalah waktu yang optimal untuk potong rambut (sebagai fungsi dari rencanaku yang akan datang), hahaha 😆 . Kedua, adalah untuk belanja pakaian baru gitu deh, haha 😆 . Aku mendapatkan satu jaket dan tiga kaus baru (untuk musim panas ini). Jadi lumayan sukses lah ya, hahaha 😛 . Dan yang ketiga, untuk mampir di orientalmarkt disana. Ngomongin tentang tingkat kepentingannya, yang terakhir ini memang lah yang paling tidak penting. Aku mampir ke sana karena toh aku sedang berada di Den Haag jadi sekalian aja deh, haha 😆 .

Iya, seru 🙂 .

The Amazing Race 28

Fly to Bali, Indonesia
Fly to Bali, Indonesia

Anyway, Maret lalu aku sebutkan bahwa ada kabar burung bahwa musim kali ini dari The Amazing Race, musim 28, mengunjungi Indonesia. Rumornya ternyata benar loh dan babak-babak Indonesianya (iya, plural) ditayangkan di episode minggu lalu dan minggu ini.

Dan tempat tujuannya di Indonesia beneran Bali! Babak yang pertama berlangsung di pulau Balinya dan yang kedua di Nusa Lembongan. Seperti biasa, yang aku suka dari seri original The Amazing Race (yang versi Amerika maksudnya) adalah sering tugas-tugasnya adalah tentang pencaharian penduduk setempat, jadi nggak selalu tentang hal seru-seruan/yang indah-indah/dll gitu. Misalnya, di Bali para pesertanya diberikan tugas untuk membuat garam dari air laut, berjualan bakso, dan memanen rumput laut di Nusa Lembongan.

Cole had to sell some bakso for Rp 10,000
Cole harus menjual beberapa mangkok bakso seharga Rp 10.000

Seru ya The Amazing Race balik ke Indonesia, lagi! Dan asyik aja rasanya bisa mengerti semuanya yang tertangkap kamera. Maksudku begini, banyak orang-orang setempatnya yang berbicara dengan bahasa Indonesia disana-sini dan ini tertangkap kamera dan asyik aja gitu bisa mengerti apa yang dibicarakan, hahaha 😆 . Maksudku, bahkan ibu-ibu yang merupakan judge di tugas pembuatan garam itu kadang keceplosan bahasa Indonesia loh. Misalnya, ketika Kurt tidak memasukkan cukup garam ke dalam kantong plastiknya, ia berkata “No, kurang!“. Hahahahaha 😆

Kurt and Brodie had to harvest some seaweed in Nusa Lembongan
Kurt dan Brodie harus memanen rumput laut di Nusa Lembongan
General Life · Zilko's Life

#1710 – Some Mid-March Stories

ENGLISH

It is already halfway through March, and here are some stories from Delft this month:

Cold

Ironically, I feel like this month of March has been the coldest month this winter (I am writing this sentence just after coming back home at 9 PM on a Wednesday evening). To be honest I find this really strange because as we are supposed to be entering Spring soon, I would expect it would get a little bit warmer. But nope, it hasn’t been 😆 .

There was actually a sign that this would come, though; when it was snowing for the first time this winter in Delft at the end of February. You know, I was glad that it was snowing so this winter does not become a snow-free winter to me; though actually I should not worry much as it was snowing in Warsaw when I went there for a weekend trip anyway 😆

Well, turned out it was #snowing in #Warszawa anyway 🌨🇵🇱. #Zilkos2016weekendtrip

A post shared by Aurelius Zilko (@azilko) on

Longer Days

If the temperature has been difficult to predict (not surprising afterall after having lived in the Netherlands for more than 5.5 years now 😆 ), there is, at least, one thing that is certain and follows an exact pattern: the days have constantly been longer and longer, yay!! 😀

You know, I have been waiting for this! I do like longer days because it is easier for me to get up early and I become more productive at work as well!!

The Amazing Race 28

Anyway, let us talk about something completely different: The Amazing Race. This February, the 28th season of The Amazing Race was premiered and, of course, I have been following this amazing reality show!

This season is a little bit unique where the contestants are all social-media personalities; in a way like a “celebrity” season of The Amazing Race. To be honest, at first I was quite skeptical about this format. But then it turned out brilliantly! I have been enjoying this season a lot and I do think, at least so far, this season has been much better than the previous one! Too bad they are on a break until early April now, though.

While on it, a spoiler alert here, btw, I read somewhere that they visited Indonesia again this season! Not a new destination though, as it was rumored to be Bali (they already visited Bali in season 22). I think this “rumour” is true though as there are a few shots in this season’s opening that look a lot like Bali. Judge them by yourself:

If you don’t catch them, a very quick shot at 0:44 clearly shows two Balinese dancers 😆 .

BAHASA INDONESIA

Sekarang bulan Maret sudah setengah jalan dan berikut ini beberapa cerita dari Delft bulan ini:

Dingin

Ironis rasanya bulan Maret ini adalah bulan paling dingin musim dingin kali ini (kalimat ini aku tulis setelah pulang ke rumah jam 9 malam di hari Rabu malam). Sejujurnya, aku merasa ini agak sedikit aneh karena seharusnya kita akan memasuki musim semi segera kan ya, jadi aku menyangkanya seharusnya akan bertambah hangat gitu. Eh ternyata tidak 😆

Sebenarnya sudah ada pertanda ini akan terjadi sih: ketika di Delft akhirnya bersalju untuk pertama kalinya musim dingin kali ini. Tahu kan, waktu itu aku senang sekali bahwa salju turun sehingga musim dingin ini tidak menjadi musim dingin tanpa salju untukku; walaupun sebenarnya ternyata aku nggak harus khawatir juga sih karena toh bersalju juga di Warsawa ketika aku kesana untuk sebuah perjalanan akhir pekan 😆

Well, turned out it was #snowing in #Warszawa anyway 🌨🇵🇱. #Zilkos2016weekendtrip

A post shared by Aurelius Zilko (@azilko) on

Hari yang lebih panjang

Jika suhu udara disini susah diprediksi (nggak mengherankan sih sebenarnya, setelah tinggal di Belanda selama lebih dari 5,5 tahun 😆 ), ada satu hal yang lebih pasti dan mengikuti pola yang pasti: siang hari sudah bertambah panjang terus sekarang. Hore!! 😀

Tahu kan, aku sudah menunggu-nunggu ini! Aku suka banget siang yang panjang karena aku jadi lebih mudah untuk bangun pagi dan di kantor aku juga lebih produktif!!

The Amazing Race 28

Anyway, mari ngomongin suatu hal yang amat berbeda: The Amazing Race. Bulan Februari lalu, musim ke-28 dari acara ini mulai ditayangkan dan, jelas lah, aku sudah mengikuti musim ini juga!

Musim kali ini agak unik karena kontestannya adalah para seleb social-media yang followers-nya banyak gitu; jadi di satu sisi musim ini bisa dipandang sebagai semacam musim “selebriti”.  Awalnya aku agak skeptikal akan format ini. Tetapi ternyata kereeen! Sejauh ini, musim ini amat aku nikmati lho dan menurutku, sejauh ini juga, musim ini lebih menarik daripada musim yang sebelumnya! Sayang sih sekarang ini mereka sedang hiatus hingga awal April nanti.

Oh, mumpung ngomongin ini, sedikit spoiler nih, btw, aku baca dimana gitu katanya musim ini mereka ke Indonesia lagi loh! Destinasinya sendiri bukan destinasi baru sih, karena mereka kembali ke Bali (mereka sudah mengunjungi Bali di musim 22). Aku rasa “rumor” ini sih benar adanya karena ada beberapa cuplikan di pembukaannya musim ini yang nampak Bali banget. Coba deh lihat sendiri:

Jika misalnya nggak menangkapnya, sebuah cuplikan super kilat di detik 0:44 dengan jelas menampilkan dua orang penari Bali kan 😆 .

Tennis · TV Show · Zilko's Life

#1649 – Stories from Last Week

ENGLISH

The Amazing Race 27

You know this Fall, one TV show which I am following is The Amazing Race 27. And last week’s episode was a leg in Rotterdam with a pitstop in the Peace Palace, Den Haag!!

To me, it was probably the second time a leg in the Amazing Race felt so personal after their legs in Yogyakarta in season 19 four years ago. It is true that I don’t live in Den Haag or Rotterdam, but I go to these two cities from time to time so I am quite familiar with the whereabouts, especially around the central train stations of course 🙂 . I did feel bad for Denise and James Earl when they decided to wait for the direct train to Den Haag HS instead of an earlier one (by 7 minutes) but with two stops in Schiedam and Delft; because I knew that the first train would reach Den Haag earlier nevertheless despite the extra stops.

And I did a part of their route too last month when I was applying for my Indian visa. After arriving at Den Haag (be at Centraal or HS Station), teams had to go to the Peace Palace (het Vredespaleis) with tram no.1. This was indeed what I did when applying for the visa where the service centre was located just by the Peace Palace! Haha 😆 . Well, too bad though I did not know when it was filming because I saw some people in the episode being there and took some pictures. I would have done the same!

Anyway, I know they also visited Bandung in season 23 two years ago, but somehow those episodes did not feel nearly as personal as it was this time or those two legs in Yogyakarta.

Venus Williams

It is no secret that one of my most favorite female tennis players is Venus Williams. She has had tough a few years where, in 2011, she was diagnosed with the Sjögren’s syndrome which for someone who made a living as a world class professional athlete, must have been a huge blow. But she refused to give up despite the challenge and the tough losses she had to face. Last week, she was playing in a tournament in Zhuhai, China and won it! And as a result, her ranking this week is catapulted back into the world’s top 10, at world number 7, and she ends this year with this rank!!

As a fans, I am so happy and proud!!

Go Venus!

Venus Williams won her 48th singles title at Zhuhai, and returned to the world's top 10! Photo Source: WTA
Venus Williams won her 48th singles title at Zhuhai, and returned to the world’s top 10! Photo Source: WTA

BAHASA INDONESIA

The Amazing Race 27

Tahu kan Musim Gugur ini, satu acara TV yang juga aku ikuti adalah The Amazing Race 27. Dan episode minggu lalu adalah sebuah babak yang setting-nya adalah di kota Rotterdam dengan pitstop di Peace Palace, Den Haag!!

Untukku, episode minggu lalu itu adalah yang kedua kalinya sebuah babak di The Amazing Race terasa begitu personal setelah dua babak mereka di Yogyakarta di musim 19 empat tahun lalu. Memang sih aku tidak tinggal di Den Haag ataupun Rotterdam, tetapi aku cukup sering pergi ke dua kota ini sehingga aku cukup familier dengan seluk-beluknya, terutama di daerah di sekitar stasiun keretanya 🙂 . Aku sampai merasa kasihan lho dengan Denise dan James Earl ketika mereka memutuskan untuk menunggu kereta yang langsung ke Den Haag HS bukannya mengambil kereta yang lebih awal (7 menit) tetapi dengan dua pemberhentian di Schiedam dan Delft; karena aku tahu kereta yang pertama akan tiba di Den Haag lebih cepat walaupun dengan dua pemberhentian ekstra tersebut.

Dan kebetulan aku juga mengikuti sebagian rute mereka bulan lalu ketika sedang mengajukan permohonan visa Indiaku. Setelah tiba di Den Haag (Centraal atau HS), peserta diminta untuk pergi ke Peace Palace (het Vredespaleis) dengan tram nomor 1. Dan memang inilah rute yang juga aku ambil untuk mengurus visa itu karena pusat pengurusannya berada di dekatnya Peace Palace! Haha 😆 . Ya, sayang sih aku nggak tahu ketika mereka sedang merekamnya musim panas lalu karena aku lihat di episode ini ada banyak orang disana dan juga foto-foto. Ih, aku kan pengen begitu juga ya!

Anyway, memang sih mereka juga mengunjungi Bandung di musim 23 dua tahun lalu, tetapi entah mengapa episode itu tidak terasa sepersonal episode kali ini ataupun episode dua babak itu di Yogyakarta.

Venus Williams

Bukan rahasia lagi bahwa salah satu petenis putri yang paling aku sukai adalah Venus Williams. Beberapa tahun terakhir ini adalah tahun yang sulit baginya setelah, di tahun 2011, ia didiagnosa terkena penyakit Sindrom Sjögren yang mana untuk seseorang yang pekerjaannya adalah seorang atlet profesional kelas dunia, ini tentu adalah sebuah berita yang sungguh amat tidak menyenangkan. Tetapi ia menolak untuk menyerah dan walaupun harus menghadapi tantangan berat dan menelan banyak kekalahan pahit. Minggu lalu, ia berpartisipasi di sebuah turnamen besar di Zhuhai, China, dan memenanginya!! Sebagai akibatnya, peringkatnya minggu ini kembali lagi ke dalam 10 besar dunia, di peringkat tujuh, dan ia mengakhiri tahun ini dengan peringkat ini!!

Sebagai seorang fans, jelas aku merasa amat senang dan bangga!!

Ayo Venus!