#2126 – A Tennis Racket Story

ENGLISH

During my tennis lesson last week, this happened:

A broken tennis racket string

Yep, for the first time ever since I picked up a tennis racket, I had a broke string during play! Haha ๐Ÿ˜† . Thankfully it was during a tennis lesson so I could borrow a racket from the coach for the reminder of the session. Even though of course it wasn’t “optimal” for my game because, you know, every tennis player was accustomed to a certain “feel” of the racket (the grip, the stringing tension, the racket surface size, the presence of a damper, etc). And so it was unlikely that a borrowed racket would be a perfect match to one’s “feel”. But this was, of course, a much better situation than not having a racket to play tennis, haha ๐Ÿ˜› .

Anyway, I bought this racket in October 2015. Actually the racket still felt fine up to last week’s lesson, as since I started working in Amsterdam I haven’t been able to play as often as like when I was still in the university; so the racket hadn’t been *that* worn out. So this made me think that perhaps broken string had little to do with the “weariness” of a racket, haha.

Though, I’m not sure about Agnieszka Radwanska’s racket here ๐Ÿ˜†

This experience made me feel like a “professional player” though, in a way, who quite often had a broken string while playing a match! (Actually I had wondered why I had not had a broken string as I had played for years, whereas it felt like at least in one of two or three professional matches that I watched a string of one of the players’ rackets broke, haha).

Anyway so of course I could have had the racket restrung. But my last experience with racket restringing wasn’t the bestest one. At the time I felt like the string tension after restringing wasn’t the same and it didn’t “feel” right. Okay, a logical explanation for that was perhaps the tension was “wrong”.ย However, as Barney Stinson said…

and so I decided to just go with the easiest option and buy a new racket, haha ๐Ÿ˜› .

I went to a store in Amsterdam Centrum after work on Friday, though before that I already browsed for some options at an online tennis store. I knew that I would like a Wilson racket because Wilson was the brand the Williams sisters used, lol ๐Ÿ˜› (#truefans). I almost bought one at the store, but then I didn’t because at the very last second I decided to choose the model I had seen earlier online: the Blade 104 model used by Venus Williams, haha ๐Ÿ™ˆ. The store in Amsterdam didn’t have this particular model in stock at the time. And yesterday, my new racket was delivered to me ๐Ÿ˜€ . Btw, the nice thing about this online store was that they were able to customize the string too to my own specification! ๐Ÿ™‚

My new Wilson Blade 104 tennis racket

BAHASA INDONESIA

Di les tenisku minggu lalu, ini terjadi:

Senar raket tenis yang putus

Iya dong, untuk pertama kalinya semenjak aku mulai bermain tenis, aku mengalami yang namanya senar raketnya putus ketika aku bermain! Haha ๐Ÿ˜† . Untungnya kejadiannya adalah ketika les sih sehingga aku bisa meminjam raket dari pelatihnya untuk sisa dari sesi les kali itu. Walaupun jelas ini nggak “optimal” karena setiap pemain itu memiliki “feeling“-nya sendiri dengan raketnya (pegangannya, tegangan senarnya, luas permukaan raketnya, apakah pakai damper atau tidak, dll). Dan jadilah raket pinjaman itu seringnya tidak memiliki “feel” yang pas banget dengan kita. Ah, tapi ini adalah situasi yang lebih baik ya daripada main tenis tapi nggak punya raketnya, iya kan, haha ๐Ÿ˜› .

Anyway, raket ini aku beli di bulan Oktober 2015. Sebenarnya raketnya masih baik-baik saja kok sampai sesi les minggu lalu itu, karena toh semenjak aku mulai bekerja di Amsterdamย aku tidak bisa bermain tenis sesering dulu ketika masih di universitas; jadilah raketnya masih belum se-“usang” itu. Ini membuatku berpikir mungkin yang namanya senar yang putus itu tidak ada hubungannya dengan “keusangan” sebuah raket, haha.

Eh tapi kalau apa yang terjadi dengan raketnya Agnieszka Radwanska ini aku nggak tahu juga sih, haha ๐Ÿ˜†

Pengalaman ini membuatku merasa seperti “petenis profesional” nih, di satu sisi, yang mana nampak sering mengalami kejadian senar putus ketika bermain suatu pertandingan! (Sebenarnya sempat terpikirkan olehku lho mengapa kok aku tidak pernah mengalami senar raket tenis yang putus padahal aku sudah main tenis bertahun-tahun, sementara rasanya setidaknya di satu dari dua atau tiga pertandingan profesional yang aku tonton, senar dari salah satu raket yang digunakan pemainnya itu putus, haha).

Anywayย jelas sebenarnya bisa saja raketku di-restring. Tapi pengalaman terakhirku dengan me-restring raketkuย ternyata bukan pengalaman yang terbaik. Maksudnya, waktu itu rasanya tegangan senarnya setelah di-restring nggak sama sehingga “feel” raketnya rasanya jadi aneh gitu. Iya, iya, penjelasan logisnya adalah kemungkinan besar memang tegangannya aja yang waktu itu “salah”. Tapi, seperti katanya Barney Stinson kan…

dan jadilah aku memutuskan mengambil pilihan yang mudah aja dan membeli raket tenis baru, haha ๐Ÿ˜› .

Aku pergi ke sebuah toko peralatan olahraga di Amsterdam Centrum sepulang kerja di hari Jumat; eh tapi sebelumnya aku sudah mengecek satu toko online juga sih. Aku sih sudah tahu aku akan membeli raketnya Wilson lagi karena merk ini adalah merk yang dipakai Williams bersaudari, haha ๐Ÿ˜› (#truefans). Aku nyaris membeli satu raket di tokonya, tapi kemudian last minute aku membatalkan niatan itu karena aku memutuskan untuk membeli model yang sudah aku lihat di internet sebelumnya: model Blade 104ย yang dipakai oleh Venus Williams, haha ๐Ÿ™ˆ. Btw tokonya di centrum pas kebetulan tidak memiliki stok model yang ini waktu itu.ย Dan kemarin, raket baruku akhirnya tiba di tanganku ๐Ÿ˜€ . Btw, asyiknya toko online ini adalah mereka bisa meng-customize string-nya sesuai dengan spesifikasi yang aku inginkan lho! ๐Ÿ™‚

Raket tenis Wilson Blade 104 baruku

Advertisements

#2121 – A Tennis Weekend Story

ENGLISH

Posts in the Tennis Weekend in Roland Garros 2018 series:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

So the main draw of this year’s French Open started about two weeks ago, which means this weekend was, finally, the time for my annual trip to Paris for the tournament this year. Yeay!! ๐Ÿ˜€

At Court Philippe Chatrier again this year

As my ticket this year was for Philippe Chatrier on Saturday, I would get the women’s singles final and men’s doubles final. The “fun” thing was that these two events were, perhaps, the most “unpredictable” ones of all based on the current dynamic of professional tennis. In other words, when the tournament started it was very difficult to predict which players I would watch in both finals! Haha ๐Ÿ˜† .

At last Simona Halep won a grandslam title!

In the end, it turned out the current world no.1, Simona Halep, and the reigning US Open champion, Sloane Stephens, made the women’s singles final. And the teams of Pierre-Hugues Herbet/Nicolas Mahut and Oliver Marach/Mate Pavic made the men’s doubles final. So it turned out both matches would be very interesting, and I was excited for these! ๐Ÿ˜€

Anyway, how was Paris? Well, I didn’t have a lot of time to spend in the city itself, but it was beautiful as always! Haha.

This year I visited Notre Dame in Paris

Btw, as I mentioned before, since the beginning I already knew that I would like to fly for this year’s trip to Paris. And of course I would like to, as much as possible, avoid direct return flights! Haha ๐Ÿ˜† . And so I made myself the following routing:

My routing this weekend. From gcmap.com

Haha ๐Ÿ˜› . Yep, I was back in Toulouse (Airport) for the first time since 2012! ๐Ÿ˜› There was actually another routing with cheaper fare which also was more interesting as it (1) involved an airport I had never used before (Clermont-Ferrand); (2) involved a flight with an airline I had never flown before (Trade Air, which wasย leased by Air France this summer); and (3) involved a Fokker 100, which would have been my first time flying this type in the 21st century (As a kid, I had flown this type with Sempati Air, haha). But this routing only spared a 25 minutes of transfer tim at Clermont-Ferrand, which was really tight and I was not comfortable with. And so I decided to set aside this otherwise fun routing.

Anyway, so yeah, my weekend was fun! ๐Ÿ˜€ As usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Tennis Weekend in Roland Garros 2018:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

Jadi babak utama turnamen tenis French Open tahun ini dimulai sekitar dua minggu yang lalu, yang mana berarti, akhirnya, akhir pekan kemarin adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Paris untuk turnamen ini tahun ini. Hore!! ๐Ÿ˜€

Di Lapangan Philippe Chatrier lagi tahun ini.

Karena tiketku tahun ini adalah Philippe Chatrier di hari Sabtu, aku akan mendapatkan pertandingan final tunggal putri dan final ganda putra. “Keseruan” dari dua pertandingan ini adalah dua events ini adalah yang paling “sulit diprediksi” dari semua events yang dimainkan berdasarkan dinamika dunia tenis profesional saat ini. Dengan kata lain, sebelum turnamen ini dimulai, sulit sekali untuk memprediksikan siapa yang akan aku tonton di kedua final! Haha ๐Ÿ˜† .

Akhirnya Simona Halep menjuarai gelar grandslam juga!

Pada akhirnya, petenis yang saat ini menduduki peringkat 1 dunia, Simona Halep, dan juara bertahan US Open tahun lalu, Sloane Stephens, masuk final tunggal putri. Dan Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut dan Oliver Marach/Mate Pavic memasuki final ganda putra. Jadi ternyata kedua pertandingannya akan menjadi pertandingan yang sangat menarik, dan aku merasa sangat excited untuk menonton keduanya!

Anyway, Parisnya sendiri bagaimana? Ya, nggak banyak sih waktu yang bisa aku habiskan di kotanya ini sendiri, tetapi kotanya masih indah kok seperti biasanya! Haha.

Tahun ini aku mengunjungi Notre Dame di Paris

Btw, seperti yang aku sebutkan sebelumnya, sejak awal untuk tahun ini aku sudah tahu aku akan naik pesawat untuk pergi ke Paris. Dan tentu saja sedapat mungkin aku menhindari penerbangan pp kan ya! Haha ๐Ÿ˜† . Dan jadilah pada akhirnya aku memilih rute berikut ini:

Ruteku akhir pekan ini. Dari gcmap.com

Haha ๐Ÿ˜› . Iya, akhirnya aku kembali juga di (Bandara) Toulouse untuk pertama kalinya semenjak 2012! ๐Ÿ˜› Sebenarnya ada rute lain dengan harga tiket yang lebih murah dan lebih menarik sih karena (1) melibatkan bandara baru yang belum pernah aku lalui sebelumnya (Clermont-Ferrand); (2) melibatkan satu penerbangan dengan maskapai baru yang belum pernah aku terbangi sebelumnya (Trade Air, yang mana disewaย oleh Air France musim panas ini); dan (3) melibatkan pesawat Fokker 100, yang mana akan menjadi kali pertama aku terbang dengan pesawat ini lagi di abad ke-21 (Sewaktu kecil aku pernah terbang dengan pesawat ini dengan maskapai Sempati Air, haha). Namun dengan rute ini, waktu transitku di Clermont-Ferrand hanya lah 25 menit, yang mana mepet banget dan membuatku tidak merasa sreg dengannya. Jadilah rute yang sebenarnya menarik ini aku kesampingkan.

Anyway, jadi ya gitu deh, akhir pekanku kemarin ini seru banget! Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

#2118 – Some Recent Health Stories

ENGLISH

The title sounds dramatic I know, and it brings the impression that sounds much worse than it actually is, haha. So first of all, let me first state that I am fine. I am not ill or anything, haha ๐Ÿ˜› .

Anyway having said that, currently I have a slight knee injury. Well, it is not the knee itself, though, but the muscle just slightly lower to the side of the knee (so I’m not sure if this counts as a “knee” injury? ๐Ÿ˜› ). Perhaps I inadvertently pulled the muscle or something not too long ago, hmm.ย I understand that a way to treat this is by to let it heal naturally. And this can be accelerated by not forcing too much pressure on it. In other words, I need to be easy on my knee, haha.

In a way, this has been slightly frustrating because it has hindered my exercise rhythm and plan. So not too long ago I have decided that I would like to intensify my cardio training a little bit to lower my body fat percentage a bit faster, haha. But most cardio trainings which I have access to depend so much on the use of knees (running/biking/stairs climbing/etc). Of course some are less demanding on the knees than the others. But still, this narrows down the list of options and this is quite challenging ๐Ÿ˜› .

Though, I have learned that I need to listen to my body in order to optimally achieve my goal without sacrificing my health, haha. So I guess this is the instance where I need to watch my exercise and be mindful of the current situation.

Having said that, of course I still go to my weekly tennis lesson; and tennis, to me, is also a form of cardio because I need to move and run a lot during the lesson, haha ๐Ÿ˜› . But the running is less demanding on the knee because the lesson is on a clay court, where the surface is softer. Though, of course tennis is more than just the running as we need to use and control our body weight on each shot; and the knees are actually under higher pressure because some shots would require you to pivot most of your body weight on one of your knees, haha. For instance, as a right-handed player, I pivot my body weight on my right knee when I hit a backhand, and on my left knee when hitting a forehand or a serve.

But well, I find tennis super fun and the “fun” is what I am after from this lesson as well. My mental well being feeds on the “fun”, and this is also important to take care of, haha ๐Ÿ˜† .

Tennis is fun

BAHASA INDONESIA

Judulnya drama banget memang, dan memang memberikan impresi yang lebih buruk daripada kenyataannya, haha. Jadi pertama-tama, aku sebutkan dulu bahwa aku tidak apa-apa kok. Aku tidak sakit atau apa lah, haha ๐Ÿ˜› .

Anywayย walaupun begitu, saat ini aku sedang agak cedera lutut, haha. Eh, bukan lututnya sih sebenarnya, tetapi otot di sebelah samping dan agak ke bawah dari lututnya (jadi ini termasuk cedera “lutut” bukan sih? ๐Ÿ˜› ). Mungkin tidak sengaja beberapa waktu yang lalu ototnya tertarik atau bagaimana gitu, hmm. Aku paham bahwa satu cara perawatannya sih adalah dengan membiarkannya sembuh sendiri. Dan ini bisa dipercepat dengan tidak terlalu banyak memberikan tekanan kepadanya. Dengan kata lain, aku mesti membiarkan lututku beristirahat, haha.

Di satu sisi, kondisi ini agak menyebalkan karena terus-terang ini mengganggu ritme dan rencana latihan olahragaku. Belum lama ini sudah kuputuskan aku ingin sedikit meningkatkan intensitas latihan cardio-ku untuk mempercepat penurunan body fat percentage-ku, haha. Tapi kebanyakan jenis latihan cardio yang bisa kulakukan membutuhkan kondisi lutut yang prima nih (lari/sepedaan/naik tangga/dll). Memang sih sebagian lebih ramah lutut daripada yang lainnya. Tapi ini mengakibatkan pilihan jenis latihan yang lebih sedikit dan situasi ini agak challenging ๐Ÿ˜›

Tapi aku sudah belajar bahwa aku perlu untukย mendengarkan tubuhku sendiriย untuk mencapai tujuanku secara optimal tanpa mengorbankan kesehatanku, haha. Jadi aku rasa ini adalah kasus dimana aku perlu berhati-hati dengan olahraga yang aku lakukan dan paham akan situasinya saat ini ya.

Walaupun begitu, tentu saja aku tetap pergi ke les tenisku setiap minggu, haha; dan tenis, untukku, adalah satu bentuk cardio juga karena aku harus banyak bergerak dan berlari di sepanjang lesnya, haha ๐Ÿ˜› . Tapi larinya sedikit lebih ramah di lutut sih karena lesnya diadakan di lapangan tanha liat, yang mana permukaannya lebih empuk. Walaupun begitu, tentu saja tenis itu lebih dari sekedar lari dimana kita harus menggunakan dan mengontrol berat badan di setiap pukulan; dan sebenarnya justru lutut berada dalam tekanan yang lebih besar sih karena untuk beberapa jenis pukulan kita harus mem-pivot-kan berat badan di salah satu lutut, haha. Misalnya, karena aku adalah pemain non-kidal, aku mem-pivot-kan berat badanku di lutut kanan ketika memukul backhand, dan di lutut kiri ketika memukul forehand atau serve.

Ah, tapi kan tenis itu super seru ya dan “keseruan” ini yang aku cari dari les tenis ini. Kesehatan mentalku kan terjaga dengan adanya “keseruan” ini dalam aktivitasku, dan ini juga penting untuk dijaga dong ya, haha ๐Ÿ˜† .

#2081 – This Year’s Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always arrange a trip to Paris to watch the French Open (Roland Garros) tennis tournament. This year, obviously, is no difference.

Earlier this week the tickets for this year’s tournament was sold to the general public. Of course I had marked this date since months before (lol) and scheduled my working day accordingly ๐Ÿ˜€ .

As usual since 2015, the ticketing website was scheduled to be opened at 10 AM so I had been prepared in front of my screen since minutes before that, haha ๐Ÿ˜† . However when the clocked striked 10, I had a similar encounter asย last yearย where I got a “502 Bad Gateway” error message when trying to access the website. At least it wasn’t as bad as last year, as I finally established the access about two minutes later. But this meant that my position in the queue was not nearly as great as two years ago, as this year I was:

My position in the queue this year

Yep, the 12,545th person in it, haha.ย However, the queue went much faster than last year, though; as I got to the front of the line in only a little over half an hour (compared to last year’s 2+ hours after being place 35,476th).

Anyway, originally I had a plan to visit the tournament during the middle weekend, when the 3rd and 4th round stages of the tournament. This would be a change after going only for the finals in the last three years (Thus witnessing Serena Williams, Garbine Muguruza, Novak Djokovic, and Jelena Ostapenko won the singles titles). There would be more matches in the middle weekend, as more players would still be “alive” in the tournament.

However, I quickly realized that the tickets for the middle week were much higher than I anticipated, haha. Under the usual circumstances, this would not have been that problematic to me, though. However, considering that I would have another big trip planned for later in the year, I felt like it would actually be better and more optimal if I … would go for the women’s singles final again this year! Haha ๐Ÿ˜† .

At Court Philippe Chatrier last year

Yeah, so exciting! Though with the current state of women’s tennis, it is very difficult to predict which two players I would watch in this year’s final. At least, Serena Williams is in the mix after her maternity leave which caused her to miss last year’s tournamentย ๐Ÿ˜€ .

I haven’t fully finalized the trip yet, btw, even though I have booked a hotel. Having said that, I have decided that this year I will, unsurprisingly, just fly to Paris, haha. It is just that I haven’t found an exciting return flight combination yet so I am still playing the wait and see game at the moment, haha ๐Ÿ˜€ .

Anyway, yeah, this is exciting!! ๐Ÿ˜€

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak tahun 2012, aku selalu membuat perjalanan ke Paris untuk menonton turnamen tenis French Open (Roland Garros). Nah, tahun ini juga jelas sama dong ya.

Awal minggu ini tiket untuk edisi tahun ini dari turnamennya mulai dijual untuk umum. Tentu saja tanggal ini sudah kutandai semenjak berbulan-bulan yang lalu (haha) dan jadwal kerjaku kemarin juga sudah kususun untuk menyesuaikan dengannya ๐Ÿ˜€ .

Seperti biasaย semenjak 2015, tiketnya dijadwalkan untuk mulai dijual jam 10 pagi dan jadilah semenjak beberapa menit sebelumnya aku sudah duduk siap di depan layar komputer, haha ๐Ÿ˜† . Namun, ketika jam tepat menunjukkan pukul 10, aku mendapati situasi yang mirip sepertiย tahun lalu dimana aku mendapatkan pesan errorย “502 Bad Gateway” ketika mencoba mengakses website-nya. Setidaknya masalahnya tidak separah tahun lalu, dimana aku berhasil mendapatkan akses sekitar dua menit kemudian. Tetapi ini artinya posisiku di antriannya tidak semengasyikkanย dua tahun yang laluย deh, karena kali ini:

Nomor antrianku tahun ini

Yep, aku adalah orang ke 12.545 di antriannya, haha. Namun, antriannya bergerak dengan cepat sih untungnya; dimana aku sampai di depan antrian dalam waktu setengah jam lebih sedikit saja (nggak seperti tahun lalu yang mana aku harus menunggu 2 jam lebih setelah berada di posisi 35.476 di antriannya).

Anyway, awalnya aku berencana untuk mengunjungi turnamen ini di middle weekend, di babak ketiga dan keempat turnamennya. Ya kan supaya ada pergantian suasana begitu ya setelah hanya pergi ke finalnya sama selama tiga tahun belakangan (Yang mana membuatku menyaksikanย Serena Williams, Garbine Muguruza, Novak Djokovic, danย Jelena Ostapenkoย memenangi gelar tunggalnya). Di middle weekend, ada lebih banyak pertandingan yang dimainkan karena bakal ada lebih banyak petenis yang masih “hidup” di turnamennya.

Namun, aku amati ternyata harga tiket untuk middle week itu lebih mahal daripada sangkaanku, haha. Sebenarnya ini nggak begitu masalah sih. Namun, dengan mempertimbangkan rencana perjalanan besar berikutnya di paruh kedua tahun ini nanti, aku merasa akan lebih baik dan optimal jika … aku pergi untuk menonton final tunggal putri lagi tahun ini! Haha ๐Ÿ˜† .

Di Court Philippe Chatrier tahun lalu

Iya, seru deh! Walaupun sulit sekali sih untuk memprediksi tenis putri sekarang. Sulit untuk memprediksi siapa dua pemain yang akan kutonton di final tahun ini. Setidaknya, Serena Williams termasuk di dalamnya lah setelahย “cuti” hamil yang menyebabkannya melewatkan turnamen ini tahun laluย ๐Ÿ˜€ .

Perjalanan kali ini belum aku finalisasi sih, walaupun aku sudah booking hotel. Walaupun begitu, aku sudah memutuskan bahwa tahun ini, tidak mengherankan tentunya, aku ingin naik pesawat untuk pergi ke Parisnya. Hanya saja aku belum menemukan kombinasi pp yang seru nih sehingga aku masih wait and see saat ini, haha ๐Ÿ˜€ .

Anyway, ini akan menjadi perjalanan yang seru!! ๐Ÿ˜€

#2007 – A DST Weekend

ENGLISH

This weekend was the DST weekend in the Netherlands. And it was my favorite one, where this Sunday was 25 hours in length!! ๐Ÿ˜€

Actually at first I was thinking to go on a weekend trip somewhere this weekend, because the extra hour I would get on Sunday would be very useful to spend while on a trip, no? Haha ๐Ÿ˜› . But I kept failing in finding a good deal for the weekend, up to the point that my colleague reminded me that that Friday would be the last Friday of the month, meaning it would also be the time for my office’s monthly bars event!

And this would be the best one of the ten bars events in a year (Apparently there are no event in January and September) because of its proximity with Halloween!! The event would be Halloween-themed which would make it much more special! Special as in there would be some extra activities (like face paintings, props for photos (Halloween-themed obviously), etc) and as in it would last twice as long! Yeay! ๐Ÿ˜€

And so I decided to drop my travelling plan this weekend (Not that I already had one anyway) so that I could fully enjoy the event, haha. You know, because I would not have to “save” myself for an upcoming trip, like I had to do last year, and I could use the entire weekend for rest if I needed to, haha ๐Ÿ˜› .

Anyway, the event was really fun where I went to one of the bars after work where I met many of my colleagues there. I also decided to get some face painting just because why not! Haha ๐Ÿ˜› . The face painting stand was very busy btw where I had to queue for like one hour before I got my face painted. I was waiting there with a colleague and many other colleagues were passing by anyway so that helped with the waiting, haha. On my turn, the lady asked me how I would want my face painted, in which I had no idea at all. But I felt like half face painting would be cool so I asked her to do that and let her do whatever with the pattern/style ๐Ÿ˜› .

Half face facepainted selfie

And then indeed I used the entire weekend for rest, as I felt really tired! It does not mean I did not do literally anything, though. I went grocery shopping (because I was running out of food at home ๐Ÿ˜† ) and managed one gym session on Sunday morning ๐Ÿ˜› .

I also watched the conclusions of the WTA Finals tournament in Singapore, where my favorite tennis player, Venus Williams, made the final! Speaking of this tournament, while of course since the beginning I was hoping for Venus to win (like always in every tournament she enters), I did not set my expectation to be that high given the slow tennis court in the Singapore Indoor Arena. Slow court generally does not reward attacking tennis game, the type of game Venus plays. And so it was very amazing to watch Venus fought through with her determination and heart!

In the final, she faced Caroline Wozniacki, a top player she had never lost to before. However, slow court favors Wozniacki’s defensive game, making it a tough final for Venus. In the end, Wozniacki won the titleย 6โ€“4, 6โ€“4. While certainly disappointed with Venus’ loss, I still felt like it was quite a successful tournament for her, given all the circumstances.

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini adalah akhir pekan DST di Belanda. Dan ini adalah DST favoritku dimana hari Minggu kemarin memiliki panjang 25 jam loh!! ๐Ÿ˜€

Sebenarnya awalnya aku berpikiran untuk jalan-jalan kemana gitu di akhir pekan ini. Lumayan kan dapat ekstra satu jam di hari Minggu ketika jalan-jalan gitu? Haha ๐Ÿ˜› . Tetapi aku tidak berhasil menemukan tiket yang oke untuk akhir pekan ini, sampai suatu ketika kolegaku di kantor mengingatkan bahwa hari Jumatnya adalah hari Jumat terakhir bulan Oktober, yang berarti adalah waktunya untuk acara bar bulanan kantorku!

Dan edisi kali ini akan menjadi edisi yang paling seru dari sepuluh acara ini dalam satu tahun (Ternyata acaranya tidak diadakan di bulan Januari dan September) karena waktunya yang berdekatan dengan Halloween!! Edisi kali ini akan bertemakan Halloween sehingga acaranya juga lebih spesial gitu deh. Spesial dalam artian akan ada beberapa aktivitas khusus (misalnya face painting, props buat poto-poto (dengan tema Halloween tentunya), dll) dan juga karena acaranya akan berlangsung lebih lama dari biasanya! Hore! ๐Ÿ˜€

Dan jadilah aku memutuskan untuk membatalkan rencana jalan-jalanku akhir pekan ini (Toh memang belum ada rencana juga sih, haha) sehingga aku bisa lebih menikmati acara ini dengan total gitu, haha. Maksudku aku jadi tidak harus terlalu “menjaga diri” soalnya akan jalan-jalan di akhir pekannya kan, seperti yang harus aku lakukan tahun lalu, dan aku bisa menggunakan keseluruhan akhir pekannya untuk istirahat jika perlu, haha ๐Ÿ˜› .

Anyway, acaranya beneran berlangsung seru banget dimana aku pergi ke salah satu barnya sepulang kerja dan bertemu beberapa kolegaku di sana. Aku memutuskan untuk ikutan face painting juga karena mengapa tidak kan! Haha ๐Ÿ˜› . Tapi jelas stand face painting-nya rame banget dimana aku harus mengantri selama sekitar satu jam sebelum mendapatkan giliran. Aku menunggu bersama seorang kolega dan ada banyak kolega lain yang berlalu-lalang juga sih jadi lumayan membantu dalam menghabiskan waktuku selama menunggu, haha. Ketika giliranku tiba, pelukis wajahnya bertanya aku mau dilukis bagaimana, yang mana aku nggak ada ide dong, haha. Tetapi aku kepikiran bahwa model half face kan keren ya jadilah aku memintanya untuk melukis setengah wajahku dan terserah deh wajahku mau dilukis/dimodel apa, haha ๐Ÿ˜› .

Half face facepainted selfie

Dan akhirnya keseluruhan akhir pekannya memang kugunakan untuk istirahat, karena aku merasa lelah banget! Bukan berarti aku nggak ngapa-ngapain juga sih. Aku pergi belanja di supermarket (soalnya aku benar-benar kehabisan stok makanan di rumah, haha ๐Ÿ˜† ) dan pergi ke gym di Minggu pagi ๐Ÿ˜› .

Aku juga menonton akhir dari turnamen WTA Finals di Singapura, dimana petenis favoritku, Venus Williams, masuk final dong! Ngomongin turnamen ini, walaupun jelas dari awal aku mendukung Venus untuk menang (seperti biasanya di setiap turnamen yang ia masuki), aku tidak membuat ekspektasi yang muluk-muluk mengingat lapangan tenis di Singapore Indoor Arenanya adalah lapangan yang bertipe pelan. Lapangan pelan secara umum tidak “ramah” terhadap tipe permainan agresif/penyerang, tipe permainan yang dimainkan Venus. Jadilah aku kagum banget menonton Venus bertarung habis-habisan untuk bisa masuk final dengan kebulatan-tekad dan hatinya!

Di final, ia melawan Caroline Wozniacki, pemain top yang mana ia selalu kalahkan sebelumnya. Namun, lapangan pelan “ramah sekali” dengan tipe permainan defensifnya Wozniacki, sehingga jelas pertandingan final ini akan menjadi sulit untuk Venus. Pada akhirnya,ย Wozniacki menang 6โ€“4, 6โ€“4. Walaupun jelas aku merasa kecewa dengan kekalahannya Venus, toh secara umum menurutku turnamen ini masih bisa dibilang cukup sukses bagi Venus, terutama dengan mempertimbangkan segala kondisinya.

#1962 – An Impulsive Wimbledon 2017 Trip (Part II: Wimbledon 2017)

ENGLISH

Posts in the An Impulsive Wimbledon 2017 Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

***

I took the Tube from Liverpool Street Station to Southfields, the closest Tube station to the All England Lawn Tennis Club, the venue of the tournament. I had to walk for about 20 minutes to my gate (there were several gates as the entry point, and a spectator was assigned to a specific gate based on his/her ticket), which was quite a nice walk in one of London’s posh neighbourhoods ๐Ÿ˜› .

The neighbourhood of Wimbledon

The gate was finally opened at 10:30 AM. The multiple gates system was quite good in my opinion where the queue in each gate was not terribly long. I was handed my official ticket at the gate and then got the thorough security check before I was admitted to the ground. And there I was, feeling very excited that I was back in Wimbledon again this year!! Even more excited because I was finally going to watch a Venus Williams’ official singles match for the first time ever; and it happened to be a Wimbledon final match!!ย ๐Ÿ˜

Venus’ match would not start before 2 PM so I had plenty of time before that. So obviously I went around Wimbledon’s beautiful venue, and planned on taking a selfie at Henman Hill with the Wimbledon 2017 flowers arrangement. While doing so, a BBC live camera was apparently shooting the Henman Hill and so me selfie-ing got broadcasted on live TV, lolย ๐Ÿ˜ฑย .

Selfie-ing at Henman Hill!

After going around for a few rounds, I started to get hungry so I decided to get my favorite dish from two years ago: the southern fried chicken that was only sold at one stall in the whole venue: in the Aorangi food area underneath Court No.1 ๐Ÿ˜› . This time, though, the chicken was a little bit too overcooked and the chips was too much to me that I could not finish it, haha ๐Ÿ˜› . But of course, after that I still had my scoop of strawberry and cream. You know, a trip to Wimbledon is NEVER complete without one!

Southern fried chicken

Because a trip to Wimbledon is NEVER complete without a bowl of strawberry and cream

The weather was not perfect today, where thick cloud was hanging throughout the day and occassional showers fell. So I went underneath the Centre Court, where (finally!) they had put some boards listing the past winners of the championships. As for the (recent) ladies’ singles, here is the partial list:

The list of the ladies’ singles champions

Yep, as you can see, a certain surname is indeed dominating the list since the year 2000! Haha :mrgreen: . Yep, Venus Wiliams and Serena Williams had won twelve Wimbledon singles titles for the seventeen years between 2000 and 2016. The other five were won by Petra Kvitova (twice), Marion Bartoli, Amelie Mauresmo, and Maria Sharapova.

Anyway, I decided to enter the Centre Court not long after, as I got quite tired from walking anyway, haha ๐Ÿ˜† . But since it was still about 45 minutes before the match would start, I decided to go closer to the court first to take my picture taken ๐Ÿ˜› .

Back at Wimbledon Centre Court this year.

Then, I went back to my seat, rested my legs a little bit and charged my camera’s battery while there was still time, haha ๐Ÿ˜† . Just before 2 PM, the match preparation started with the ballkids entering the court, followed by the line-judges. At 2 PM, both finalists, Venus Williams and Garbine Muguruza entered the court. At this time, I felt a little bit emotional seeing Venus Williams walking there, still fighting hard for grandslam singles titles, even at the age of 37, while battling an incurable auto-immune disease! To me, she is a total inspiration.

Seeing Venus Williams entering Wimbledon’s Centre Court for a Wimbledon singles final gave me chill!!

Muguruza won the coin toss and elected to receive, meaning Venus would serve first. The two players warmed up, and then the match started. The match started really competitively and was immediately at a really high level. The match’s first shot was even Venus’ big serve to the T that became an ace.

Venus Williams started the match with an ace

The two players really went toe to toe and so the match was really, really exciting at this point. Muguruza, especially, played really well in my opinion where I felt like she read Venus’ serves really well today. Nonetheless, the match finally reached the score 4*-5 (15-40) on Muguruza’s serve, meaning Venus had two set points, or opportunities, to win the first set. At this time, both players hit amazing shot after shot after shot, producing a long rally in the teens, which ended with Venus’ forehand error that hit the net. And from my observation, this became the turning point of the match.

Garbine Muguruza was reading Venus’ serves well today.

For whatever reason, it appeared to me that Venus dwelled on this point too much, thus affecting her mind state. Since then, she appeared to rapidly lose her timing and focus, and started to hit more and more unforced errors. Muguruza did well where she kept her composure and focus. It was not that Venus did not try. It was obvious that she tried hard; but she just could not string several good points together. As a result? Well, Muguruza won nine straight games since that turning point, closing the match in only 73 minutes and won 7โ€“5, 6โ€“0.

Garbine Muguruza won her second grandslam title.

Venus, being a champion that she is, was being grace in defeat. It was clear that she was disappointed and sad herself, from her voice during the runner-up interview with Sue Barker on court during the trophy ceremony. But indeed, Garbine Muguruza deserved to win today! She played an amazing aggressive tennis and it paid off at Wimbledon. Thus, she won her second grandslam title and became the first player, ever, to have beaten both Serena and Venus Williams in grandslam finals. Her first grandslam title was the French Open last year where she beat Serena, in a match which I also watched in person ๐Ÿ˜ฃ. Though to be honest, I like Garbine Muguruza. But obviously at this time, I still like both Venus and Serena Williams “better” ๐Ÿ˜› .

Garbine Muguruza won Wimbledon 2017.

Venus Williams and her runner-up trophy.

The next match that followed was the men’s doubles final between Lukasz Kubot and Marcelo Melo, the fourth seed, versus Mate Pavic and Oliver Marach, the sixteenth seed. Kubot and Melo had been playing especially well this year. And with their victory over Henri Kontinen and John Peers, the first seed, in the semifinals, Marcelo Melo would take the world no.1 position from Henri Kontinen in the following week.

Anyway, I stayed during the first set of the match, which went toe to toe but in the end, Pavic/Marach got the important break from Kubot/Melo in the twelfth game, and won it 7โ€“5. I decided to stretch my legs after the first set and left my seat. I went around the ground where at the time, some other events were also being held, namely the legends events and the wheelchair events.

A men’s legends match between Lleyton Hewitt/Mark Philippoussis and Mansour Bahrami/Michael Llodra

It was around 6 PM already so I decided to have dinner. I got the sizzling pheri-pheri chicken where I exchanged the bread for extra salad, haha. This dish turned out to be really delicious, btw, and I actually preferred this one than the southern fried chicken I had earlier! Haha ๐Ÿ˜† .

Sizzling pheri-pheri chicken with lots of salad!

I went back to my seat and at the time, Kubot/Melo had won the second and third set 7โ€“5, 7โ€“6, respectively. However, they were down a break in the fourth set already. Pavic/Marach took the fourth set 6โ€“3, meaning the match officially went to the decider fifth set. Both teams held their nerves really well during the decider. Kubot/Melo had the slight advantage of serving first, and so that Pavic/Marach had to face the pressure of serving to keep the match alive for a few times. This pressure almost got to them were Kubot/Melo had a few break points and even championships points; but Pavic/Marach were able to save them all.

An exciting men’s doubles final this year between Lukasz Kubot/Marcello Melo (in the closer side of the court) versus Mate Pavic/Oliver Marach (in the farther side of the court).

The match went toe to toe in the decider, and finally hitting 8*โ€“9 score just after 8 PM. For whatever reason, I felt really tired already (I think Venus’ loss took some energy out of me ๐Ÿ˜› ). I felt like I already had my ticket money worth anyway, even though the final ladies’ doubles match was still scheduled following the men’s doubles final. And so I decided to leave the venue.

I walked back to Southfields station and then took the Tube to Victoria. I checked-in at my hotel in the area and got into my room. I checked the score, and it turned out after more than 4.5 hours, Kubot/Marach finally won the fifth set 13โ€“11, haha. The ladies’ final followed afterwards. The match turned out to be the complete opposite where the second seed, Ekaterina Makarova and Elena Vesnina, double-bagelled (won 6โ€“0, 6โ€“0) the ninth seed, Chan Hao-Ching/Monica Niculescu.

Marcelo Melo’s return to world no.1 was made even sweeter with a Wimbledon title.

And here, my impromptu trip to Wimbledon 2017 officially ended.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri An Impulsive Wimbledon 2017 Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

***

Aku menaiki Tube dari Stasiun Liverpool Street menuju Southfields, stasiun Tube terdekat dengan All England Lawn Tennis Club, lokasi turnamennya. Aku harus berjalan sekitar 20 menit dari sana ke gerbang masukku (ada beberapa gerbang yang digunakan sebagai pintu masuk, dan gerbang untuk setiap penonton sudah ditetapkan secara spesifik berdasarkan tiketnya), yang mana oke juga karena aku berjalan-kaki di salah satu daerahnya London yang terasa posh banget ๐Ÿ˜› .

Lingkungan di areanya Wimbledon

Gerbangnya dibuka jam 10:30 pagi. Sistem beberapa gerbang ini cukup baik menurutku dimana akibatnya antrian di masing-masing gerbang tidak lah terlalu panjang. Tiket resmiku diberikan di gerbang dan setiap penonton harus melewati pemeriksaan sekuriti yang ketat sebelum diizinkan masuk. Dan di sana lah aku, kembali merasa bersemangat banget karena aku kembali di Wimbledon juga tahun ini!! Lebih bersemangat lagi karena akhirnya aku akan menonton sebuah pertandingan tunggal resminya Venus Williams untuk pertama kalinya; mana pertandingannya adalah babak final Wimbledon pula!! ๐Ÿ˜

Pertandingannya Venus baru akan dimainkan jam 2 siang sehingga masih ada banyak waktu sebelum itu. Jelas aku berkeliling arenanya Wimbledon yang memang indah banget itu, dan berencana untuk selfie di Henman Hill dengan rangkaian bunga Wimbledon 2017nya. Ketika sedang selfie-selfie, ternyata kamera siaran langsungnya BBC sedang menyorot Henman Hill dong jadilah aku yang sedang selfie-selfieย ditayangkan langsung di TV, huaaaย ๐Ÿ˜ฑย .

Selfie dulu di Henman Hill!

Setelah berkeliling beberapa kali, aku mulai merasa lapar sehingga aku memutuskan untuk makan menu favoritku dari dua tahun lalu: southern fried chickenย yang hanya dijual di satu konter saja di seluruh arenanya: di food court Aorangi di bawah Lapangan No.1 ๐Ÿ˜› . Kali ini, ayamnya agak terlalu matang dan kentangnya juga kebanyakan sehingga aku tidak habis, haha ๐Ÿ˜› . Tetapi tentu saja, biarpun begitu setelahnya aku tetap membeli strawberry and cream dong ya. Karena tentu saja, perjalanan ke Wimbledon itu TIDAK PERNAH lengkap tanpa seporsi strawberry and cream!

Southern fried chicken

Karena perjalanan ke Wimbledon itu TAK AKAN pernah lengkap tanpa satu mangkok strawberry and cream

Cuaca hari ini tidak lah sempurna, dimana awan menggantung tebal dan terkadang hujan juga turun. Jadilah aku pergi ke bagian bawah Centre Court, dimana (akhirnya!) Wimbledon memasang papan-papan yang berisi daftar nama juara-juara turnamen ini sebelumnya. Dan untuk tunggal putri, berikut ini (sebagian) daftarnya:

Daftar juara tunggal putri

Yep, seperti yang bisa dilihat, satu nama keluarga tertentu memang mendominasi daftar ini ya semenjak tahun 2000! Haha :mrgreen: . Ya, Venus Williams dan Serena Williams telah memenangi dua belas gelar tunggal Wimbledon di tujuh belas tahun antara tahun 2000 dan 2016. Lima lainnya dijuarai oleh Petra Kvitova (dua kali), Marion Bartoli, Amelie Mauresmo, dan Maria Sharapova.

Anyway, aku memutuskan untuk masuk ke Centre Court tak lama setelahnya, karena aku merasa cukup lelah telah berjalan banyak, haha ๐Ÿ˜† . Tapi karena masih 45an menit sebelum pertandingan dimulai, aku turun ke dekat lapangannya dulu untuk foto-foto ๐Ÿ˜› .

Kembali di Wimbledon Centre Court tahun ini.

Lalu, aku kembali ke kursiku, dan mengistirahatkan kakiku sekalian menge-charge baterai kameraku mumpung ada waktu nganggur, haha ๐Ÿ˜† . Sebelum jam 2 siang, persiapan pertandingan dimulai dimana ballkids masuk ke lapangan dan diikuti dengan hakim garis. Tepat jam 2 siang, kedua finalis, Venus Williams dan Garbine Muguruza memasuki lapangan. Waktu ini, entah mengapa aku agak baper gitu melihat Venus Williams berjalan memasuki lapangan, masih bertekad dan berjuang keras untuk menjuarai turnamen grandslam lagi, di umurnya yang sudah 37 tahun, sembari melawan penyakit kekebalan-tubuh yang tidak bisa disembuhkan! Ia sungguh menginspirasiku.

Melihat Venus Williams memasuki Centre Court -nya Wimbledon untuk babak final tunggal putri turnamen ini membuatku merinding!!

Muguruza memenangi coin toss dan memutuskan untuk receive, artinya Venus akan servis duluan. Kedua pemain melakukan pemanasan, dan kemudian pertandingan dimulai. Pertandingan dimulai langsung dengan level yang tinggi dan amat kompetitif. Bahkan pukulan pertamanya adalah servis kerasnya Venus ke T yang menjadi pukulan as.

Venus Williams memulai pertandingan dengan pukulan as.

Keduanya bermain dengan seimbang dan sangat ketat sehingga pertandingannya berlangsung amat, amat seru. Muguruza, terutama, bermain dengan amat baik dimana dari sudut pandangku dia bisa membaca servisnya Venus dengan baik hari ini. Toh walaupun begitu, pada akhirnya pertandingan mencapai posisi skor 4*-5 (15-40) di servisnya Muguruza, yang berarti Venus memiliki dua set pointsย alias kesempatan untuk memenangi set pertama. Di poin ini, kedua pemain memukul pukulan yang brilian, brilian, dan brilian berturut-turutan, sehingga terciptalah reli sebanyak sekian belas pukulan, yang berakhir dengan Venus membuat kesalahan di pukulan forehand. Sepengamatanku, ini menjadi titik balik pertandingan ini.

Garbine Muguruza membaca servisnya Venus Williams dengan amat baik hari ini.

Entah karena alasan apa, nampaknya Venus terlalu memikirkan poin tersebut dan gagal move-onย darinya, yang mana mempengaruhi fokus dan mentalnya. Semenjak poin ini, secara cepat ia mulai kehilangan timing dan fokusnya menurun, dan akibatnya mulai membuat banyak kesalahan-kesalahan sendiri. Muguruza tetap mempertahankan fokus dan ketenangan-dirinya. Bukannya Venus langsung menyerah sih. Memang terlihat ia berusaha keras membalikkan situasi; tetapi masalahnya ia tidak bisa untuk memainkan beberapa poin dengan baik secara berturutan. Sebagai akibatnya? Hmm, semenjak titik balik itu, Muguruza memenangi sembilan game berturutan dan menjuarai turnamen ini dengan skor 7โ€“5, 6โ€“0 dalam 73 menit.

Garbine Muguruza menjuarai gelar grandslam keduanya.

Venus, yang memang bermental juara, berlaku sportif dalam kekalahan. Jelas ia merasa kecewa dan sedih sekali, nampak dari suaranya ketika diwawancara oleh Sue Barker sebagai runner-upย di turnamen ini di upacara pemberian piala. Tapi memang kok, Garbine Muguruza layak menang hari ini! Ia bermain tenis secara agresif dan brilian, dan strategi ini memang cocok untuk Wimbledon. Akibatnya, ia menjuarai gelar grandslam keduanya dan menjadi petenis pertama yang pernah mengalahkan Serena dan Venus Williams di final grandslam. Gelar grandslam pertamanya adalah French Open tahun lalu dimana ia mengalahkan Serena di final, sebuah pertandingan yang mana juga aku tonton langsungย ๐Ÿ˜ฃ. Walaupun sejujurnya, aku juga suka Garbine Muguruza sih. Tapi jelas untuk saat ini, aku masih lebih suka Venus dan Serena Williams ๐Ÿ˜› .

Garbine Muguruza menjuarai Wimbledon 2017.

Venus Williams dengan piala runner-up-nya.

Pertandingan selanjutnya adalah final ganda putra antara Lukasz Kubot dan Marcelo Melo, tim unggulan keempat, melawan Mate Pavic dan Oliver Marach, tim unggulan ke-enam-belas.Kubot dan Melo sudah bermain baik tahun ini. Dan dengan kemenangan mereka melawan Henri Kontinen dan John Peers, tim unggulan pertama, di babak semifinal, Marcelo Melo akan naik ke posisi peringkat 1 dunia menggantikan Henri Kontinen di minggu berikutnya.

Anyway, aku menonton set pertama yang berlangsung seru, tetapi akhirnya Pavic/Marach berhasil mematahkan servisnya Kubot/Meli di game ke-dua-belas, dan memenangi set pertama 7โ€“5. Aku memutuskan untuk meluruskan kaki setelah set pertama. Aku kemudian berkeliling arenanya lagi dimana beberapa pertandingan lain sedang dimainkan, misalnya pertandingan legenda atau tenis kursi roda.

Pertandingan legenda putra antara Lleyton Hewitt/Mark Philippoussis dan Mansour Bahrami/Michael Llodra

Karena sudah jam 6 sore, aku memutuskan untuk makan malam dulu. Aku memesan sizzling pheri-pheri chicken yang mana aku menukar rotinya dengan salad ekstra, haha. Menu ini ternyata enak banget loh, dan sebenarnya aku malah lebih suka menu ini daripada southern fried chicken yang sebelumnya aku makan! Haha ๐Ÿ˜† .

Sizzling pheri-pheri chicken dengan banyak salad!

Aku kembali ke kursiku, dan waktu itu Kubot/Melo sudah memenangi set kedua dan ketiga dengan skor 7โ€“5, 7โ€“6. Namun, mereka tertinggal di set keempat. Pavic/Marach memenangi set keempat 6โ€“3, yang mana artinya pertandingannya masuk ke babak penentuan dimana set kelima harus dimainkan. Kedua tim bermain baik dan tenang di babak penentuan ini. Kubot/Melo sedikit diuntungkan karena servis duluan, sehingga beberapa kali Pavic/Marach berada di situasi bertekanan tinggi dimana servis mereka tidak boleh terpatahkan agar tetap bisa bertahan. Tekanan ini nyaris menghancurkan mereka dimana Kubot/Melo memiliki beberapa break points dan bahkan championships points; tetapi Pavic/Marach berhasil menyelamatkan semuanya.

Babak final ganda putra yang seru banget tahun ini antara Lukasz Kubot/Marcello Melo (di sisi lapangan yang lebih dekat) melawan Mate Pavic/Oliver Marach (di sisi lapangan yang lebih jauh).

Set kelima berlangsung ketat banget, sampai akhirnya mencapai skor 8*โ€“9 setelah jam 8 malam lewat. Entah mengapa, aku tiba-tiba merasa lelah (aku duga sih kekalahannya Venus menghabiskan banyak energiku ๐Ÿ˜› ). Aku merasa toh aku sudah cukup menikmati harga tiket yang harus aku keluarkan; dan walaupun masih ada babak final ganda putri yang belum dimainkan, aku memutuskan untuk meninggalkan arenanya.

Aku berjalan ke Stasiun Southfields dan kemudian naik Tube ke Victoria. Aku check-in di hotelku di daerah situ dan masuk ke kamarku. Aku menyalakan TV dan ternyata setelah 4,5 jam lebih, Kubot/Marach akhirnya memenangi set kelima 13โ€“11, haha. Final ganda putri dimainkan setelahnya. Dan pertandingan ini berkebalikan sekali dengan final ganda putra, dimana tim unggulan kedua, Ekaterina Makarova dan Elena Vesnina, men-double-bagel (menang dengan skor 6โ€“0, 6โ€“0) tim unggulan kesembilan, Chan Hao-Ching/Monica Niculescu.

Kembalinya Marcelo Melo ke peringkat 1 dunia menjadi semakin manis lagi dengan gelar Wimbledon.

Dan di sini, perjalanan dadakanku ke Wimbledon 2017 resmi berakhir.

#1953 – An Impulsive Weekend To … London

ENGLISH

Posts in the An Impulsive Wimbledon 2017 Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

As my Instagram followers (@azilko) have known now, I went to … Wimbledon in London this weekend!! Yeay!! ๐Ÿ˜Ž

This trip was extremely impulsive because I just started to prepare for everything literally on Friday morning. I used the same strategy as two years ago when I went on a similar trip to watch Serena Williams completed the second Serena Slam. I was super, super lucky to get a last-minute official ticket for the ladies’ final this year :mrgreen: .

Back at Wimbledon Centre Court this year.

I already toyed with the idea of this spontaneous trip since I was applying for a UK visa this May actually. I told myself that if Venus Williams made the final, no matter what I would go (provided that I got the ticket, of course). I mean, this would certainly aย once in a lifetime opportunity (Serena Williams did not play Wimbledon this year because of her pregnancy). I already checked everything (how to get there, accommodation, etc) and I knew this would be a costly trip given the last-minute nature. But it was worth the attempt if it was for a possibility to see Venus Williams contesting for a singles grandslam title!! I knew I must try to grab this if I was presented the chance!!

Venus Williams started the match with an ace.

And then on Tuesday, Venus Williams won her quarterfinals match against the reigning French Open champion, Jelena Ostapenko (coincidentally, that day I also posted the Roland Garros part of my 2017 Early Summer Weekend TripS seriesย where I watched Jelena Ostapenko won that title ๐Ÿ˜› ). So suddenly, it appeared to me that I might actually need to execute this plan! Haha ๐Ÿ˜†

The ladies’ singles draw of Wimbedon 2017, after the semifinals. Venus Williams was playing really, really well. Source: Wikipedia

I tried to get the ticket on Thursday but unfortunately I was unsuccessful. However, I still had a second chance which was the last official sales on Friday morning. This time, luckily I got one!! This was actually the better scenario in the sense that I already knew Venus Williams would play Garbine Muguruza on Saturday by this time. Had I bought the ticket on Thursday, it would have been a gamble because the semifinals still had not yet been played at that point, haha. It is quite funny, though, that two years ago I bought the ticket after knowing Serena Williams would play Garbine Muguruza. So is Muguruza my lucky charm? Hmm. Anyway, after getting the ticket, I quickly arranged everything else (how to get there and back, accommodation, etc). And in the evening, I left for London! This was also good as it meant I would endย my flight-free streakย a little bit sooner, haha ๐Ÿ˜› .

Come on, Venus!! We all know you CAN do it!!

Obviously, this was a super fun last-minute weekend trip. As you (might) know, Garbine Muguruza ended up winning the title. As a fan, I cannot say that I did not feel sad with Venus’ loss, especially I was present there witnessing it. It was the classic mental match where one point determined the fate for the rest of the match. The point was 4*-5 (15-40) on Muguruza’s serve in the first set. Nonetheless, I still had fun in the tournament, as I love Wimbledon!! And adding that I finally got to see a Venus Williams’ official singles match (an exhibition match against Kim Clijsters in 2012 doesn’t count ๐Ÿ˜› ), despite the outcome was not ideal to me, made it even better! I hope Venus will bounce back from this loss, as she has been showing great tennis form this year.

This is all I have for now. As usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri An Impulsive Wimbledon 2017 Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi ke … Wimbledon di London akhir pekan ini!! Hore!! ๐Ÿ˜Ž

Jadi begini, perjalanan ini adalah perjalanan super dadakan dimana segalanya baru aku persiapkan hari Jumat paginya. Aku menggunakan strategi yang sama seperti dua tahun laluย ketika aku pergi dalam perjalanan yang serupa untuk menonton Serena Williams menorehkan prestasi Serena Slam keduanya. Aku sungguh beruntung banget bisa mendapatkan tiket resmi last-minute untuk final tunggal putri tahun ini :mrgreen: .

Kembai di Centre Court-nya Wimbledon tahun ini.

Aku sudah bermain dengan ide perjalanan dadakan ini semenjak aku mengajukan permohonan visa UK-ku Mei ini. Aku berjanji kepada diriku bahwa jika Venus Williams main di final, pokoknya aku harus pergi (dengan catatan aku mendapatkan tiketnya sih, tentu saja). Maksudku, ini pasti adalah kesempatan super langkaย (Serena Williams tidak bermain tahun ini karena sedang hamil). Aku juga sudah mengecek semuanya (cara pergi kesana, akomodasi, dll) dan aku tahu ini akan menjadi perjalanan cukup mahal karena dadakan banget. Tapi jelas worth banget untuk dicoba dong untuk kemungkinan menonton Venus Williams berjuang memenangi gelar tunggal grandslam!! Aku tahu kesempatan ini harus aku ambil jika kesempatannya ada!!

Venus Williams memulai pertandingan dengan pukulan as.

Dan di hari Selasa, Venus Williams memenangi pertandingan babak perempat-finalnya melawan juara French Open, Jelena Ostapenko (kebetulan, hari itu aku juga mem-posting ceritaย bagian Roland Garrosย dariย seri 2017 Early Summer Weekend TripS-kuย dimana aku menonton langsung Jelena Ostapenko menjuarai gelar itu ๐Ÿ˜› ). Jadi tiba-tiba saja, kok kayaknya aku harus mengeksekusi rencana ini ya! Haha ๐Ÿ˜†

Undian tunggal putri turnamen Wimbedon 2017, setelah babak semifinal. Venus Williams bermain dengan sangat amat baik. Sumber: Wikipedia

Aku mencoba untuk mendapatkan tiketnya di hari Kamis tetapi sayangnya aku gagal. Namun, masih ada kesempatan kedua di penjualan terakhir di Jumat pagi. Beruntung banget, kali ini aku mendapatkannya!! Ini sebenarnya adalah skenario yang lebih baik sih karena di waktu ini aku sudah tahu Venus Williams akan bermain di babak final melawan Garbine Muguruza di hari Sabtu. Andaikata tiketnya kubeli di hari Kamis, itu masih gambling karena pertandingan semifinalnya masih belum dimainkan waktu itu. Lucu juga btw, dimana dua tahun lalu aku mendapatkan tiketnya setelah tahu Serena Williams akan main melawan Garbine Muguruza di babak final. Apakah ini artinya Garbine Muguruza itu membawa keberuntungan untukku? Haha ๐Ÿ˜› . Anyway, setelah mendapatkan tiketnya, langsung aku mengurus semua hal lainnya (bagaimana pergi kesana, akomodasi, dll). Dan malamnya, aku langsung berangkat ke London! Ini juga oke sih karena artinya flight-free streak-kuย akan berakhir sedikit lebih cepat, haha ๐Ÿ˜› .

Ayo, Venus!! Kita semua tahu kamu BISA!!

Jelas, ini adalah perjalanan akhir bekan dadakan yang seru banget. Seperti yang (mungkin) pada tahu, Garbine Muguruza menjuarai turnamen ini. Sebagai fans, tidak bisa dipungkiri bahwa aku sedih dengan kekalahannya Venus, terutama aku berada di sana menyaksikannya sendiri. Ini adalah pertandingan mental yang klasik dimana satu poin menentukan nasib dari sisa pertandingan. Poin itu adalah 4*-5 (15-40) di servisnya Muguruza di set pertama. Toh walaupun begitu, aku masih menikmati turnamennya kok, karena aku memang suka Wimbledon!! Dan apalagi ditambah bahwa pada akhirnya aku bisa menonton langsung pertandingan tunggal resminya Venus Williams (pertandingan ekshibisi melawan Kim Clijsters di tahun 2012ย tentu tidak dihitung yah ๐Ÿ˜› ), walaupun hasilnya tidaklah ideal untukku, membuatnya semakin seru lagi! Aku sungguh berharap Venus akan segera bangkit kembali dari kekalahan ini, karena sebenarnya dia sudah bermain tenis dengan level yang menakjubkan di tahun ini.

Segini dulu deh untuk saat ini. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.