#1935 – A Roland Garros Weekend Trip

ENGLISH

After going to Lyon two weekends ago and Bremen last weekend, this weekend I went on another weekend trip, hoho 😆 . Yep, three weekend trips on three consecutive weekends!! Woohoo!!

As my Instagram followers (@azilko) would have known, this weekend was the time for my annual Roland Garros trip this year. Yep, indeed I went to Paris 🙂 .

At Court Philippe Chatrier this year

As I shared in April, though, I was less excited for the trip this year (this does not mean I was not excited, I still was, overall, of course!) because of Serena Williams’ withdrawal due to her pregnancy. And so the women’s singles field this year, which final was the main attraction of my trip, was probably the most “open” in recent years with no clear favorite.

Nonetheless, it turned out to still be very fun! The atmosphere of a grandslam tournament was, indeed, one of a kind. Even though Venus Williams did not reach the final (it was not that expected, anyway, as clay was clearly her least favorite surface), the field turned out to still be interesting. In the end, the final was between an unseeded player (because of her 47th ranking), Jelena Ostapenko, and the third seed, Simona Halep, who would ascend to world number 1 if she would win the final! Exciting, wasn’t it?

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

As you might have known by this point, Jelena Ostapenko ended up winning the title! More importantly for me, the final match was such a close match between two players with very different style (Ostapenko with her hyper aggressive game and Halep with her defensive game) and different level of experience (Ostapenko’s highest ranking was 33rd while Halep is a seasonal top 5 players in the last three years or so). To add even more drama, Ostapenko was down 0–3 and 1–3 in the second and third set before, somehow, turned it around and won! Moreover, this was Ostapenko’s first ever singles title. How amazing that it was a grandslam!

Paris selfie this year at Louvre

Anyway, Paris itself was a beautiful city, even though I did not have any time to spend in the city itself. Plus, I was really looking forward to my first class train travels with Thalys to get to and back from there, haha.

Yeah, so overall this was another fun weekend for me. And so understandably now I feel quite tired too 😛 . As usual, here are a few teasers from the trip.

BAHASA INDONESIA

Setelah pergi ke Lyon dua akhir pekan yang lalu dan ke Bremen akhir pekan kemarin, akhir pekan ini aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi loh, hoho 😆 . Iyaaa, tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan!! Woohoo!!

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, akhir pekan ini adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Roland Garros tahun ini. Yup, aku pergi ke Paris 🙂 .

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Seperti yang kuceritakan April kemarin, aku sedikit kurang excited untuk perjalanan ini tahun ini (bukan berarti aku tidak excited sih, secara keseluruhan sih jelas masih excited lah!) karena mundurnya Serena Williams akibat kehamilannya. Dan jadilah akibatnya turnamen tunggal putri tahun ini, yang mana babak finalnya adalah atraksi utama perjalananku, mungkin adalah yang paling “terbuka” dalam beberapa tahun belakangan dimana tidak ada satu pemain pun yang benar-benar difavoritkan.

Toh walaupun begitu ternyata perjalanannya masih seru! Atmosfer sebuah turnamen grandslam memang berbeda! Walaupun beneran Venus Williams tidak mencapai babak final (tidak mengherankan sih, karena tanah liat memang bukan permukaan favoritnya Venus), toh draw-nya masih cukup menarik. Pada akhirnya, babak finalnya adalah antara pemain muda yang tidak diunggulkan (karena berperingkat 47), Jelena Ostapenko, melawan unggulan ketiga, Simona Halep, yang akan naik ke peringkat 1 dunia apabila ia menang di final. Seru kan?

Jelena Ostapenko menjuarai gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Mungkin sudah pada tahu sekarang, Jelena Ostapenko akhirnya keluar sebagai juara! Yang paling penting bagiku, ternyata pertandingan finalnya berlangsung seru banget! Pertandingan ini dimainkan oleh dua pemain dengan gaya permainan berbeda (Ostapenko dengan gaya hiper agresifnya sementara Halep dengan gaya defensifnya) dan level pengalaman yang berbeda (peringkat tertinggi Ostapenko sebelum ini adalah 33, sementara Halep konsisten berada di 5 besar selama tiga tahunan terakhir). Lebih dramatisnya lagi, Ostapenko tertinggal 0–3 dan 1–3 di set kedua dan ketiga loh sebelum, entah bagaimana, membalikkan posisi dan menang! Lebih keren lagi, ini adalah gelar tunggal pertamanya Ostapenko. Keren banget kan gelar pertamanya adalah gelar grandslam!

Paris selfie tahun ini di Museum Louvre

Ngomong-ngomong, jelas Paris adalah kota yang indah, walaupun aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di kotanya sendiri sih. Plus, aku sungguh excited dengan perjalananku dengan kereta super cepat Thalys di first class, haha.

Iya, jadi secara keseluruhan akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru lagi untukku. Dan tentu aku juga merasa capek sih, haha 😛 . Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

#1913 – Pregnancy*

ENGLISH

* NOT mine 😛

Last week, a bombshell was dropped:

Serena Williams announced her pregnancy.

To be honest, my initial reaction was “shocked”; considering the stage of her tennis career where she is soo close to break Margaret Court’s all-time 24 grandslam titles (Serena is at 23).

But then, the pregancy news explains everything and, suddenly, it all makes sense. Untypically, Serena withdrew from both Indian Wells and Miami tournaments in March. Then, she did not sign up for Rome tournament, a big tournament where she is the defending champion and is an ideal preparation for the second grandslam of the year, the French Open.

Btw, being 20 weeks pregnant by mid-April, it means she was 8-week pregnant when winning the Australian Open earlier this year!! :shocked: Yes people, an 8-week pregnant Serena was even capable of winning a singles grandslam without even losing a set the whole tournament!! That just told us how great of a tennis player she was.

Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1 while being pregnant. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

In fact, as of this week, a 5-month pregnant Serena Williams is back at world number 1! Seriously.

Back to the French Open matter, you know, I have bought a ticket for a women’s singles final 😣 . From an entirely selfish fans point of view, I am quite disappointed with the news because this means for sure I will not watch Serena Williams in the final this year (I did last year and two years ago). With the current state of the WTA Tour, it is very unpredictable which two players I am going to watch in the final. I am hoping it is not two “random” players, haha. Even further, in this case I would want to see Venus Williams. However, given that it is clay and clay is not Venus’ favorite surface, well… .

Nonetheless, it is also announced that she still intends to come back in 2018. I do hope this will happen and it will be interesting to see how this comeback would go. Serena is known as the queen of comeback, but this one is going to be a little bit of a unique circumstance where she is not coming back from a prolonged injury or health issue.

Anyway, congratulations, Serena and Alexis Ohanian (the co-founder of Reddit, that is her fiancee)!! Honestly, deep down in my heart, I am happy with the news! 🙂

BAHASA INDONESIA

* BUKAN aku kok 😛

Minggu lalu, sebuah berita mengejutkan diturunkan:

Serena Williams mengumumkan kehamilannya.

Sejujurnya, reaksi awalku adalah “kaget” banget; dengan mempertimbangkan karir tenisnya saat ini dimana ia sudah dekat sekali untuk memecahkan rekor sepanjang-waktunya Margaret Court sebanyak 24 gelar tunggal grandslam (Serena berada di angka 23 sekarang).

Tetapi kemudian, berita kehamilan ini menjelaskan semuanya dan, tiba-tiba, semuanya masuk akal sekarang. Tidak seperti biasanya, Serena mundur dari turnamen Indian Wells dan Miami di bulan Maret. Lalu, ia juga tidak mendaftarkan-diri di turnamen Roma, sebuah turnamen besar yang mana ia merupakan juara bertahannya dan ideal untuk persiapan turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open.

Btw, berada di minggu ke-20 kehamilan di pertengahan April, artinya ia sedang hamil 8 minggu dong ketika menjuarai Australian Open awal tahun ini!! :shocked: Iya dong, Serena yang sedang hamil 8 minggu pun mampu menjuarai turnamen grandslam tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen!! Ini sungguh menunjukkan kehebatannya ya.

Serena Williams menjuarai gelar tunggal Australian Open ketujuhnya dan kembali ke peringkat 1 dunia ketika sedang hamil. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

Bahkan, per minggu ini, Serena Williams yang sedang hamil 5 bulan kembali berperingkat 1 dunia loh! Beneran.

Kembali ke topik French Open, tahu kan, aku sudah membeli tiket final tunggal putri 😣 . Dari sudut pandang murni egois seorang fans, aku sedikit kecewa dengan berita ini karena artinya pasti aku tidak akan menonton Serena Williams di final tahun ini (aku menontonnya tahun lalu dan dua tahun lalu). Dengan mempertimbangkan kondisi Tur WTA saat ini, dua pemain yang akan kutonton di final sungguh tidak bisa diprediksi. Aku harap sih bukan dua pemain “random” ya, haha. Lebih jauh lagi, mudah-mudahan Venus Williams lah. Namun, karena ini turnamen tanah liat dan tanah liat bukanlah permukaan favoritnya Venus, hmmm… .

Juga diumumkan niatnya untuk kembali bermain di tahun 2018. Aku berharap ini akan beneran terjadi dan akan menarik untuk melihat bagaimana comeback ini akan berlangsung. Serena terkenal sebagai ratunya comeback tetapi kali ini situasinya sedikit berbeda dimana ia tidak kembali dari cedera lama atau masalah kesehatan.

Anyway, selamat, Serena dan Alexis Ohanian (tunangannya Serena yang merupakan salah seorang pendirinya Reddit)!! Jujur, dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku senang sekali dengan berita ini! 🙂

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

#1869 – The Williamses at the Australian Open 2017

ENGLISH

It is not a secret that my two most favorite female tennis players, ever, are Venus Williams and Serena Williams. Currently, they are in their mid-30s and still play great tennis; especially Serena who is considered to be the greatest female tennis player of all time.

This January, the first grandslam tournament of the year was held, the Australian Open in Melbourne, Australia. Fortunately, both Venus and Serena were drawn into different halves, meaning they could only meet each other in the final (to be honest, nowadays I do feel like they are more often drawn in the same half of the draw than not, which is annoying to me, haha).

After six rounds, the tournament’s draw looked like this:

The women's singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals

The women’s singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals. Source: Wikipedia

Yes people, both Venus and Serena Williams made the final!! This Venus’ reaction after winning her semifinals match against the 25 year-old Coco Vandeweghe pretty much summed up my emotion as well:

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

You might wonder why a player of Venus Williams’ calibre was that excited just by reaching a grandslam final. There is a reason why.

In 2011, Venus announced to the world that she was diagnosed with Sjögren’s syndrome, an auto-immune disease which zapped energy and caused pains. This was definitely not ideal for someone whose profession was a professional athlete. Consequently, she struggled with her tennis since then, losing matches to players she should have never lost and her ranking dropped. Many people wondered why she did not just retire, because to that point she had won so much anyway (be in tennis or financially (she already owned a few companies as well)). But she loved tennis. So much to the point that she was not going to let the incurable disease stop her.

Slowly she learned how to manage her disease while competing professionally. In the past two years or so, it started to pay off. She won more matches and bigger tournaments, ended 2015 ranked no.7, and spent much of 2016 in the top 10. But one thing was still missing: deep runs in the grandslams. She reached the semifinals of Wimbledon last year, but lost there to Angelique Kerber. Finally, her time came at this Australian Open, where she reached the final!!

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

Better, in the final she played her sister, Serena Williams! Yes, the first all-Williams grandslam final since Wimbledon 2009, which happened to be Venus’ last singles grandslam final prior to this one as well!

I took it for granted in 2009, though, confident that another all-Williams grandslam final would, for sure, happen again. Oh, little did I know that I would have to wait seven and a half years before the next one! At one point, I already made a peace with myself that it might never come to reality, haha. However, this made me enjoy this moment even more!

It was difficult for me to pick a side for the final, really. As I wanted both to win, haha. Amazingly, though, both played for different historical tennis record. For Venus, obviously, to win her eighth grandslam at the age of 36 would be amazing. For Serena, a victory would earn her her 23rd grandslam singles title, thus surpassing Steffi Graf’s 22 and becoming the winningest tennis player, male or female, in the open-era!

So it was indeed a win-win situation to me, haha. The only thing I could do was to watch the match and enjoy this moment!! Not that I was complaining, of course! Watching the match felt quite weird, though, where I was genuinely happy with every single point, as all of them were won by the player I was supporting! Lol 😆

In the end, the result was as expected where Serena Williams ended up winning 6–4, 6–4. Thus surpassing Steffi Graf’s record and putting herself just one shy of Margaret Court’s all-time 24 grandslam singles title record. As a cherry on top, she also returned to world no.1 due to the victory, replacing Angelique Kerber from the top of the ranking.

Yup, overall, I am super happy with the result of this year’s women’s singles of the Australian Open!!

Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

BAHASA INDONESIA

Bukan rahasia lagi bahwa dua petenis wanita favoritku, sepanjang masa, adalah Venus Williams dan Serena Williams. Sekarang ini, mereka berada di pertengahan umur 30an dan masih bermain tenis dengan ciamik; terutama Serena yang dianggap sebagai petenis wanita terhebat sepanjang masa.

Januari ini, turnamen grandslam pertama diadakan, Australian Open di Melbourne, Australia. Beruntung, Venus dan Serena berada di sisi undian yang berlawan, artinya mereka hanya bisa bertanding di babak final saja (sejujurnya, akhir-akhir ini kok aku merasa mereka lebih sering berada di sisi undian yang sama ya, yang mana menyebalkan bagiku, haha).

Setelah enam ronde, undian turnamennya nampak seperti ini:

The women's singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals

Undian tunggal putri Australian Open 2017 setelah babak semifinal. Sumber: Wikipedia

Iyaaa, Venus dan Serena Williams masuk final doong!! Reaksinya Venus setelah memenangi pertandingan semifinalnya melawan Coco Vandeweghe yang berumur 25 tahun ini mewakili emosiku banget:

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

Haha, mungkin ada yang heran mengapa kok pemain sekaliber Venus Williams se-excited itu padahal cuma baru masuk babak final saja (kan belum juara). Ada alasannya.

Di tahun 2011, Venus mengumumkan bahwa ia didiagnosa menderita sindrom Sjögren, sebuah penyakit kekebalan tubuh yang menghisap energi penderitanya dan menyebabkan nyeri tubuh luar biasa. Kondisi begini jelas tidak ideal bagi seseorang yang profesinya adalah atlet profesional. Sebagai akibatnya, prestasi tenis Venus menurun, kalah dari pemain-pemain yang seharusnya tidak akan pernah menang melawannya, dan peringkatnya otomatis juga jatuh. Banyak yang heran mengapa ia tidak pensiun saja, toh sampai waktu itu dia sudah banyak menang juga kan (baik di tenis maupun secara finansial (ia sudah memiliki beberapa perusahaan sendiri)). Tetapi ia cinta tenis. Cinta sekali sampai-sampai ia tidak akan membiarkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini menghentikannya.

Perlahan-lahan ia belajar bagaimana mengelola penyakitnya sambil bertanding secara profesional. Dua tahun belakangan, usahanya mulai membuahkan hasil. Ia mulai lebih banyak memenangi pertandingan dan turnamen-turnamen cukup besar, mengakhiri tahun 2015 dengan peringkat 7, dan berada di peringkat 10 besar di hampir sepanjang tahun 2016. Tetapi ada satu hal yang masih hilang: prestasi yang baik di turnamen grandslam. Ia masuk babak semifinalnya Wimbledon tahun lalu, tetapi kalah dari Angelique Kerber. Akhirnya, waktunya tiba juga di Australian Open ini, dimana ia masuk final!!

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

Lebih seru lagi, di final ia bertanding melawan adiknya, Serena Williams! Iyaaa, final grandslam all-Williams pertama semenjak Wimbledon 2009, yang mana kebetulan juga kali terakhir Venus masuk babak final tunggal putri grandslam sebelum ini!!

Di tahun 2009 aku meremehkan situasi, dimana aku percaya banget final grandslam all-Williams selanjutnya pasti akan terjadi lagi. Oh, nggak tahu bahwa aku harus menunggu tujuh setengah tahun sampai yang selanjutnya! Di satu waktu, aku sudah rela untuk menerima kemungkinan bahwa mungkin itu tidak akan menjadi kenyataan, haha. Ah, tapi ini justru membuatku untuk lebih menikmati waktu ini sih!

Sulit bagiku untuk memihak di babak final ini, beneran. Aku ingin keduanya menang aja deh, haha. Kerennya, keduanya bermain untuk menorehkan rekor bersejarah di tenis. Untuk Venus, memenangi gelar grandslam kedelapannya di usia 36 tahun tentu keren banget. Untuk Serena, kemenangan akan memberikannya gelar tunggal grandslam ke-23, artinya melewati rekor 22nya Steffi Graf dan menjadi petenis, putra atau pun putri, yang paling banyak menang di sepanjang sejarah Era Terbuka tenis!

Haha, jadi memang situasinya win-win sih untukku. Yang bisa aku lakukan adalah menonton pertandingannya dan menikmati waktu dan kesempatan ini!! Tentu saja aku tidak komplain! Menonton pertandingan ini rasanya aneh sih, dimana aku merasa senang di setiap poin, karena semuanya dimenangi oleh pemain yang aku dukung! Haha 😆

Namun, pada akhirnya hasilnya sih sesuai dengan perkiraan banyak orang dimana Serena Williams menang 6–4, 6–4. Artinya ia telah memecahkan rekornya Steffi Graf dan sekarang kurang satu saja untuk menyamai rekor all-time-nya Margaret Court sebanyak 24 gelar tunggal grandslam. Sebagai bonus, ia juga kembali ke posisi peringkat 1 dunia akibat kemenangan ini, melengserkan Angelique Kerber dari puncak ranking.

Yup, secara keseluruhan, aku sungguh merasa senang banget dengan hasil tunggal putri Australian Open tahun ini!!

#1838 – Some Stories This Week

ENGLISH

Here are some stories from this week.

A Future Plan

Lol, “a future plan” might sound so serious yet funny at the same time, indeed.

Anyway, when a plan exists, it means there is a goal that we (I) want to achieve. This is the case here. And I am really grateful that my company has played a bit of a role to make this the case. A near-term goal which I have had in mind for a while now, at least, has come to a less vague state. At least now I know some concrete steps which I want to take to achieve this goal.

So what goal that is? Well, as always, I like to be so cryptic and won’t share it here now; as it might jynx it 😛 . However, I have to say it is quite a big life goal. But as usual, when the time comes, for sure I will share what that goal is 😉 .

Having said that, it is still a long process from where I stand now. I guess I need to just make that first step soon and try to enjoy the process as much as possible, as for sure there will be valuable lessons and experiences along the way 😛

Tennis Lesson

Anyway, I have also had my tennis lesson started this week. So this summer I extended my Sports Card membership at TU Delft, making use of the student discount that was, then, still valid as I was still registered as a TU Delft employee 😛 . It was nice to finally hit some tennis balls again after a few weeks off; even though my rhythm was nowhere to be found this week 😛 .

Andy Murray = 2016 Year-End World Number 1!!

Speaking of tennis, I am really happy that by winning the year-end championships (ATP World Tour Finals) in London last week, Andy Murray officially ends 2016 as the world number 1 male tennis player!!

You know, two weeks prior he reached the world number 1 position for the first time ever in his career. To be honest, I had a bit of a worry this stint would only short-live because he had such a tough draw in London, at least on paper, while on the other hand, Novak Djokovic, the other player who could potentially snatch the number 1 ranking back, had an easier draw. So I am super glad he managed to get through that!

Congratulations, Andy! 😀

Andy Murray ended 2016 as the world number 1. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

Andy Murray ended 2016 as the world number 1. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Berikut ini beberapa cerita dari minggu ini.

Sebuah Rencana Masa Depan

Huahaha, “sebuah rencana masa depan” terdengar serius banget tapi lucu juga ya.

Anyway, ketika sebuah rencana terbentuk, artinya ada tujuan yang ingin kita (aku) capai. Memang ini sih kasusnya di sini. Dan aku sungguh bersyukur kantorku sedikit membantuku untuk membuat ini terjadi. Sebuah tujuan jangka menengah yang sudah aku pertimbangkan selama beberapa waktu sekarang, setidaknya, sudah memasuki bentuk yang sedikit lebih jelas. Setidaknya sekarang aku sudah memiliki beberapa langkah kongkrit untuk mencapai tujuan ini.

Memang tujuan apa sih? Ah, mau tau aja atau mau tau banget? Haha. Ah, tapi seperti biasanya, aku mau sok misterius dulu deh sekarang dan tidak akan membagikan ceritanya dulu; takut nge-jynx euy 😛 . Namun, harus kubilang bahwa ini adalah sebuah tujuan yang besar banget lah. Tapi seperti biasa, nanti jika saatnya sudah tiba, tentu sebuah tujuan ini akan kuceritakan di sini 😉 .

Walaupun begitu, prosesnya masih panjang banget dari posisiku sekarang ini. Aku rasa memang aku sebaiknya menutup mata dan langsung membuat langkah pertama itu sih; dan kemudian berusaha menikmati prosesnya semaksimal mungkin karena aku yakin akan ada banyak pelajaran dan pengalaman berharga sepanjang jalan 😛 .

Les Tenis

Anyway, minggu ini les tenisku dimulai lagi. Jadi musim panas lalu aku memperpanjang keanggotaanku di pusat olahraganya TU Delft, memanfaatkan diskon mahasiswa ketika aku masih terdaftar resmi bekerja di TU Delft kan 😛 . Asyik aja akhirnya bisa memukul bola tenis lagi setelah absen beberapa minggu; walaupun ritmeku kacau banget sih minggu ini 😛 .

Andy Murray = Peringkat 1 Dunia Akhir Tahun 2016!!

Ngomongin tenis, aku senang sekali bahwa dengan memenangi turnamen tutup tahun (ATP World Tour Finals) di London minggu lalu, Andy Murray resmi mengakhiri tahun 2016 sebagai petenis pria peringkat 1 dunia!!

Tahun kan, dua minggu sebelumnya ia mencapai peringkat 1 dunia untuk pertama kalinya di kariernya. Sejujurnya, aku sedikit khawatir pencapaian ini akan berlangsung sebentar saja kali ini karena ia mendapatkan undian yang berat di London, setidaknya di atas kertas. Sementara itu, Novak Djokovic, pemain lainnya yang secara matematis bisa merebut peringkat 1 kembali, mendapatkan undian yang lebih ringan. Jadi aku lega deh ia berhasil melalui itu semua!

Selamat, Andy! 😀

 

#1829 – A Saturday Story

ENGLISH

A Meetup (Kopdar)

Early last week, Kutubuku messaged me on Instagram that she would be in Amsterdam for a weekend and invited me for a meetup at a bar on Saturday evening. My Saturday evening agenda was still free so of course I said yes. You see, not only the Indonesia-based bloggers who could organize a kopdar, the Europe-based could too! 😛

Fast forward to Saturday. I arrived a little bit early at Beer Temple, where we were set to meet, and the bar was full at the time. But luckily when we all met, a group (of tourists from England, I knew because I talked with one of the guys, lol 😆 ) just left so we could take their now vacant seats. She visited Amsterdam with ScandiGuy and a Danish friend.

In short, it was a fun evening. We tried many different beers and they showed me a beer app (which apparently was happening now which I was unaware of, lol 😆 ) they were using to collect badges. We ended up at the bar for a good 3.5 hours where we talked and talked about so many different things. I had to leave at 11:30 PM because there was a less frequent train service between Amsterdam and Delft today due to a maintenance. After we parted, though, I just realized that we forgot to take a picture together, lol 😆 . Well, I blame the beers for this, hahaha…

Andy Murray

Andy Murray won in two sets: 6–3, 6–3

Andy Murray in Rotterdam in 2014

Speaking of Saturday, a good tennis news (to me) was made. By advancing to the Paris Masters final, it was guaranteed that Andy Murray would be the new world no.1 when the ranking was updated this Monday, replacing Novak Djokovic at the top of the list.

To be honest, a few months ago looking at how Djokovic dominated tennis for the first half a year, I thought it would be pretty much impossible for someone else to dethrone him from the top this season. However, a combination of Djokovic’s dip in form after the French Open (where he completed the Nole Slam which I witnessed, btw) and Murray’s strong second half of the season (despite losing in the quarterfinals of the US Open) made this achievent a reality!

Wow!! So obviously I am super happy! In my opinion, Andy Murray is a great player in a golden tennis era; but this means the competition was super tough as well where he had to face Roger Federer, Rafael Nadal, and Novak Djokovic all in their prime years too. So to finally reach this pinnacle of the sport was definitely something he deserved. Especially for his perserverence, where he had to “wait” for more than seven years since the first time he hit number 2 (in August 2009) until he hit number 1 (in November 2016).

In a way, I could see this as a replacement for my disappointment when Serena Williams was dethroned from world no.1 in September, where Angelique Kerber took over the spot. I understood why it happened, though, as Serena was hampered by many physical problems this year and decided to focus only on the grandslams, something reasonable, and actually smart, given her age, of course. But still, as a fans I think it was normal to feel a little bit of disappointment from that, haha 😆 .

Anyway, congratulations, Andy!! 💪☝️

Andy Murray, world no. 1. Source: ATP World Tour

 

BAHASA INDONESIA

Kopdar

Awal minggu lalu, Kutubuku DM aku di Instagram bahwa ia akan berada di Amsterdam di akhir pekan dan mengajak untuk kopdaran di sebuah bar Sabtu malam. Karena agenda Sabtu malamku masih lowong, tentu saja aku setuju. Nah kan, yang namanya kopdaran itu nggak cuma mungkin untuk blogger-blogger yang berbasis di Indonesia loh, yang berbasis di Eropa juga bisa! 😛

Fast forward ke hari Sabtu. Aku tiba di Beer Temple, tempat dimana kami janjian, agak terlalu awal dan waktu itu barnya sedang penuh. Untungnya, ketika kami bertemu, ada satu grup (turis dari Inggris, aku tahu karena aku ngobrol sedikit dengan salah satu orangnya, haha 😆 ) baru saja keluar sehingga kita bisa duduk di kursi mereka yang sekarang kosong. Ia mengunjungi Amsterdam bersama ScandiGuy dan seorang teman dari Denmark.

Singkat cerita, ini adalah malam yang menyenangkan. Kami mencoba banyak bir dan mereka menunjukkanku sebuah app bir (yang mana ternyata lagi happening sekarang tapi aku nggak tahu dong, haha 😆 ) yang digunakan untuk mengoleksi badges. Akhirnya kami duduk-duduk di barnya selama 3,5an jam dimana kami ngobrol ngalor-ngidul tentang berbagai macam topik. Aku harus pergi jam 11:30 malam karena malam ini frekuensi kereta antara Amsterdam dan Delft lebih jarang daripada biasanya karena ada pekerjaan maintenance. Setelah kami berpisah, aku baru sadar dong kalau kita lupa foto-foto, haha 😆 . Ah, gara-gara birnya ini pasti, hahaha…

Andy Murray

Andy Murray won in two sets: 6–3, 6–3

Andy Murray di Rotterdam di tahun 2014

Ngomongin hari Sabtu, satu berita tenis yang baik (untukku) muncul. Dengan lolos ke babak final turnamen Paris Masters, telah tergaransi bahwa Andy Murray akan menjadi pemain peringkat 1 dunia ketika peringkatnya di-update hari Senin ini, menggantikan Novak Djokovic di posisi puncak ini.

Sejujurnya, beberapa bulan yang lalu dengan melihat dominasinya Djokovic di setegah tahun pertama, aku rasa nyaris mustahil bagi seseorang lain untuk menggusurnya dari posisi teratas musim ini. Namun, kombinasi dari turunnya performanya Djokovic setelah French Open (dimana ia mencetak Nole Slam yang mana aku saksikan, btw) dan performa kuatnya Murray di paruh kedua musim ini (walaupun ia kalah di perempat-final US Open), pencapaian ini menjadi kenyataan!

Wow!! Jadi jelas dong aku senang sekali! Menurutku, Andy Murray adalah pemain yang bagus di era emas tenis; tetapi ini juga berarti kompetisinya sulit sekali baginya dimana ia juga harus berhadapan dengan Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic yang semuanya sedang dalam tahun-tahun puncaknya juga. Jadi untuk akhirnya mencapai pencapaian ini adalah sesueatu yang sungguh layak ia dapatkan. Terutama karena kegigihannya, dimana ia harus rela “menunggu” lebih dari tujuh tahun semenjak ia pertama kali mencapai peringkat 2 (di bulan Agustus 2009) hingga mencapai peringkat 1 (di bulan November 2016).

Di satu sisi, aku bisa memandang ini sebagai pengganti kekecewaanku dari turunnya Serena Williams dari posisi peringkat 1 dunia, setelah digeser oleh Angelique Kerber. Aku memahami mengapa ini terjadi sih, karena Serena sedang menghadapi masalah dengan cedera fisik dan memutuskan untuk lebih fokus di turnamen grandslam saja, sesuatu yang masuk akal, dan sebenarnya cerdas sih dengan mempertimbangkan usianya. Tapi, tetap aja lah ya sebagai fans tentu aku juga merasakan sedikit kekecewaan, haha 😆 .

Anyway, selamat, Andy!! 💪☝️

Andy Murray, peringkat 1 dunia. Sumber: ATP World Tour

 

#1784 – A “Marathon” Weekend Story

ENGLISH

I think the word “marathon” best-described this weekend of mine. Here is the recorded walking + running distance in my phone’s Health app:

My walking + running distance according to my smartphone

My walking + running distance according to my smartphone

Yes. My phone recorded an activity of 15.61 + 10.80 = 26.41 km of walking or running activity across Saturday and Sunday. And here, I must highlight the word “recorded” because some of my other (physical) activities were not recorded by the app 😛 .

I played tennis for about 1 hour and 45 minutes with a friend of mine on Saturday afternoon. Then, because I was running out of fried onions, I went to the Orientalmarkt in Delft after tennis. Speaking of which, this mid-month they are moving to a new place that will be 2.5 km further away from Delft. Well, actually because of this I don’t think they can claim themselves to be located in Delft anymore as the new place is actually closer to Ypenburg in Den Haag, haha 😆 .

I had to pass the Delftse Hout to get to the current Orientalmarkt. At the time, I noticed some rare pokemons in Delftse Hout that often were not present in Delft. This motivated me to come back to Delftse Hout the evening and the day later, haha 😆 . You see, Pokemon Go is indeed a good motivation for exercising! But too bad I could not find those rare pokemons on my two visits there 😦 . I only found the mainstream ones which were easily caught in Delft anyway (well, except for an Oddish and an Exeggcute).

Also on Sunday afternoon I hit the gym for two hours, haha 😆 . You see, so while I am not sure how much of the biking activity that “disrupts” the measurement my phone did across the weekend, I am fairly certain in total my activity across the weekend worthed more than “just” 26.41 km of walking and running! Haha 😆 .

Consequently, though, I was really hungry on Sunday night. Yes, about 10 km of the recorded activity on Sunday I did in the evening after dinner. So I was actually not surprised that my body was asking for some refueling, lol 😆 . As I was sure it was a “real” hunger not just a “mind-trick” hunger, I listened to it and had, well, fried Indomie noodles at 11 PM! Lol 😆

But no regret 😛 .

BAHASA INDONESIA

Aku rasa kata “maraton” mendeskripsikan akhir pekanku kemarin dengan pas. Berikut ini jarak jalan kaki + aktivitas lari yang terekam di app Health di smartphone-ku:

My walking + running distance according to my smartphone

Jarak jalan kaki + aktivitas lari menurut smartphone-ku

Iya, smartphone-ku merekam aktivitas jalan + lari sejauh 15,61 + 10,80 = 26,41 km di hari Sabtu dan Minggu. Dan disini, kata “merekam” harus kutekankan karena aktivitas (fisik)-ku lainnya ada yang tidak terekam oleh app ini 😛 .

Aku bermain tenis selama sekitar 1 jam 45 menit dengan seorang teman di hari Sabtu. Lalu, karena aku kehabisan bawang goreng, aku pergi ke Orientalmarkt di Delft setelah tenis. Ngomong-ngomong, pertengahan bulan ini mereka akan pindah ke lokasi baru nih yang mana berjarak 2,5 km lebih jauh daripad Delft. Yah, sebenarnya sih dengan begini aku kira mereka tidak akan bisa mengklaim berlokasi di Delft lagi sih ya karena lokasinya berada di area Ypenburg di Den Haag, haha 😆 .

Aku harus melewati Delftse Hout untuk mencapai lokasi Orientalmarkt yang sekarang. Waktu itu, aku lihat ada beberapa pokemon langka di Delftse Hout yang jarang kulihat di Delft. Ini memotivasiku untuk kembali ke Delftse Hout malam hari dan keesokan harinya, haha 😆 . Nah kan, Pokemon Go itu memang bisa menjadi motivasi yang baik untuk berolahraga! Tetapi sayangnya pokemon langkanya nggak ketemu nih di dua kunjunganku kesana itu 😦 . Aku cuma melihat yang mainstream-mainstream doang yang di Delft pun banyak bertebaran dimana-mana (eh, kecuali Oddish dan Exeggcute sih, haha).

Juga, di hari Minggu siang aku ke gym selama dua jam-an, haha 😆 . Nah kan, walaupun aku tidak tahu seberapa banyak aktivitas sepedaanku yang “mengganggu” pengukuran oleh smartphone-ku akhir pekan yang lalu ini, aku cukup yakin secara total aktivitas fisikku lebih daripada “cuma” berjalan-kaki atau berlari sejauh 26,41 km dah! Haha 😆 .

Sebagai akibatnya, sih, aku merasa lapar di hari Minggu malam. Iya, sekitar 10 km dari aktivitas hari Minggu-ku terekam setelah aku makan malam. Jadi sebenarnya aku tidak heran juga badanku meminta untuk “isi bensin” lagi gitu, haha 😆 . Karena aku yakin ini adalah lapar “beneran” dan bukan lapar
“mulut” doang, jadilah aku mendengarkannya. Dan malam itu, aku memasak Indomie goreng deh jam 11 malam! Huahaha 😆 .

Ah, tapi no regret kok 😛 .