working life · Zilko's Life

#2007 – A DST Weekend

ENGLISH

This weekend was the DST weekend in the Netherlands. And it was my favorite one, where this Sunday was 25 hours in length!! ๐Ÿ˜€

Actually at first I was thinking to go on a weekend trip somewhere this weekend, because the extra hour I would get on Sunday would be very useful to spend while on a trip, no? Haha ๐Ÿ˜› . But I kept failing in finding a good deal for the weekend, up to the point that my colleague reminded me that that Friday would be the last Friday of the month, meaning it would also be the time for my office’s monthly bars event!

And this would be the best one of the ten bars events in a year (Apparently there are no event in January and September) because of its proximity with Halloween!! The event would be Halloween-themed which would make it much more special! Special as in there would be some extra activities (like face paintings, props for photos (Halloween-themed obviously), etc) and as in it would last twice as long! Yeay! ๐Ÿ˜€

And so I decided to drop my travelling plan this weekend (Not that I already had one anyway) so that I could fully enjoy the event, haha. You know, because I would not have to “save” myself for an upcoming trip, like I had to do last year, and I could use the entire weekend for rest if I needed to, haha ๐Ÿ˜› .

Anyway, the event was really fun where I went to one of the bars after work where I met many of my colleagues there. I also decided to get some face painting just because why not! Haha ๐Ÿ˜› . The face painting stand was very busy btw where I had to queue for like one hour before I got my face painted. I was waiting there with a colleague and many other colleagues were passing by anyway so that helped with the waiting, haha. On my turn, the lady asked me how I would want my face painted, in which I had no idea at all. But I felt like half face painting would be cool so I asked her to do that and let her do whatever with the pattern/style ๐Ÿ˜› .

Half face facepainted selfie

And then indeed I used the entire weekend for rest, as I felt really tired! It does not mean I did not do literally anything, though. I went grocery shopping (because I was running out of food at home ๐Ÿ˜† ) and managed one gym session on Sunday morning ๐Ÿ˜› .

I also watched the conclusions of the WTA Finals tournament in Singapore, where my favorite tennis player, Venus Williams, made the final! Speaking of this tournament, while of course since the beginning I was hoping for Venus to win (like always in every tournament she enters), I did not set my expectation to be that high given the slow tennis court in the Singapore Indoor Arena. Slow court generally does not reward attacking tennis game, the type of game Venus plays. And so it was very amazing to watch Venus fought through with her determination and heart!

In the final, she faced Caroline Wozniacki, a top player she had never lost to before. However, slow court favors Wozniacki’s defensive game, making it a tough final for Venus. In the end, Wozniacki won the titleย 6โ€“4, 6โ€“4. While certainly disappointed with Venus’ loss, I still felt like it was quite a successful tournament for her, given all the circumstances.

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini adalah akhir pekan DST di Belanda. Dan ini adalah DST favoritku dimana hari Minggu kemarin memiliki panjang 25 jam loh!! ๐Ÿ˜€

Sebenarnya awalnya aku berpikiran untuk jalan-jalan kemana gitu di akhir pekan ini. Lumayan kan dapat ekstra satu jam di hari Minggu ketika jalan-jalan gitu? Haha ๐Ÿ˜› . Tetapi aku tidak berhasil menemukan tiket yang oke untuk akhir pekan ini, sampai suatu ketika kolegaku di kantor mengingatkan bahwa hari Jumatnya adalah hari Jumat terakhir bulan Oktober, yang berarti adalah waktunya untuk acara bar bulanan kantorku!

Dan edisi kali ini akan menjadi edisi yang paling seru dari sepuluh acara ini dalam satu tahun (Ternyata acaranya tidak diadakan di bulan Januari dan September) karena waktunya yang berdekatan dengan Halloween!! Edisi kali ini akan bertemakan Halloween sehingga acaranya juga lebih spesial gitu deh. Spesial dalam artian akan ada beberapa aktivitas khusus (misalnya face painting, props buat poto-poto (dengan tema Halloween tentunya), dll) dan juga karena acaranya akan berlangsung lebih lama dari biasanya! Hore! ๐Ÿ˜€

Dan jadilah aku memutuskan untuk membatalkan rencana jalan-jalanku akhir pekan ini (Toh memang belum ada rencana juga sih, haha) sehingga aku bisa lebih menikmati acara ini dengan total gitu, haha. Maksudku aku jadi tidak harus terlalu “menjaga diri” soalnya akan jalan-jalan di akhir pekannya kan, seperti yang harus aku lakukan tahun lalu, dan aku bisa menggunakan keseluruhan akhir pekannya untuk istirahat jika perlu, haha ๐Ÿ˜› .

Anyway, acaranya beneran berlangsung seru banget dimana aku pergi ke salah satu barnya sepulang kerja dan bertemu beberapa kolegaku di sana. Aku memutuskan untuk ikutan face painting juga karena mengapa tidak kan! Haha ๐Ÿ˜› . Tapi jelas stand face painting-nya rame banget dimana aku harus mengantri selama sekitar satu jam sebelum mendapatkan giliran. Aku menunggu bersama seorang kolega dan ada banyak kolega lain yang berlalu-lalang juga sih jadi lumayan membantu dalam menghabiskan waktuku selama menunggu, haha. Ketika giliranku tiba, pelukis wajahnya bertanya aku mau dilukis bagaimana, yang mana aku nggak ada ide dong, haha. Tetapi aku kepikiran bahwa model half face kan keren ya jadilah aku memintanya untuk melukis setengah wajahku dan terserah deh wajahku mau dilukis/dimodel apa, haha ๐Ÿ˜› .

Half face facepainted selfie

Dan akhirnya keseluruhan akhir pekannya memang kugunakan untuk istirahat, karena aku merasa lelah banget! Bukan berarti aku nggak ngapa-ngapain juga sih. Aku pergi belanja di supermarket (soalnya aku benar-benar kehabisan stok makanan di rumah, haha ๐Ÿ˜† ) dan pergi ke gym di Minggu pagi ๐Ÿ˜› .

Aku juga menonton akhir dari turnamen WTA Finals di Singapura, dimana petenis favoritku, Venus Williams, masuk final dong! Ngomongin turnamen ini, walaupun jelas dari awal aku mendukung Venus untuk menang (seperti biasanya di setiap turnamen yang ia masuki), aku tidak membuat ekspektasi yang muluk-muluk mengingat lapangan tenis di Singapore Indoor Arenanya adalah lapangan yang bertipe pelan. Lapangan pelan secara umum tidak “ramah” terhadap tipe permainan agresif/penyerang, tipe permainan yang dimainkan Venus. Jadilah aku kagum banget menonton Venus bertarung habis-habisan untuk bisa masuk final dengan kebulatan-tekad dan hatinya!

Di final, ia melawan Caroline Wozniacki, pemain top yang mana ia selalu kalahkan sebelumnya. Namun, lapangan pelan “ramah sekali” dengan tipe permainan defensifnya Wozniacki, sehingga jelas pertandingan final ini akan menjadi sulit untuk Venus. Pada akhirnya,ย Wozniacki menang 6โ€“4, 6โ€“4. Walaupun jelas aku merasa kecewa dengan kekalahannya Venus, toh secara umum menurutku turnamen ini masih bisa dibilang cukup sukses bagi Venus, terutama dengan mempertimbangkan segala kondisinya.

Advertisements
Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1962 – An Impulsive Wimbledon 2017 Trip (Part II: Wimbledon 2017)

ENGLISH

Posts in the An Impulsive Wimbledon 2017 Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

***

I took the Tube from Liverpool Street Station to Southfields, the closest Tube station to the All England Lawn Tennis Club, the venue of the tournament. I had to walk for about 20 minutes to my gate (there were several gates as the entry point, and a spectator was assigned to a specific gate based on his/her ticket), which was quite a nice walk in one of London’s posh neighbourhoods ๐Ÿ˜› .

The neighbourhood of Wimbledon

The gate was finally opened at 10:30 AM. The multiple gates system was quite good in my opinion where the queue in each gate was not terribly long. I was handed my official ticket at the gate and then got the thorough security check before I was admitted to the ground. And there I was, feeling very excited that I was back in Wimbledon again this year!! Even more excited because I was finally going to watch a Venus Williams’ official singles match for the first time ever; and it happened to be a Wimbledon final match!!ย ๐Ÿ˜

Venus’ match would not start before 2 PM so I had plenty of time before that. So obviously I went around Wimbledon’s beautiful venue, and planned on taking a selfie at Henman Hill with the Wimbledon 2017 flowers arrangement. While doing so, a BBC live camera was apparently shooting the Henman Hill and so me selfie-ing got broadcasted on live TV, lolย ๐Ÿ˜ฑย .

Selfie-ing at Henman Hill!

After going around for a few rounds, I started to get hungry so I decided to get my favorite dish from two years ago: the southern fried chicken that was only sold at one stall in the whole venue: in the Aorangi food area underneath Court No.1 ๐Ÿ˜› . This time, though, the chicken was a little bit too overcooked and the chips was too much to me that I could not finish it, haha ๐Ÿ˜› . But of course, after that I still had my scoop of strawberry and cream. You know, a trip to Wimbledon is NEVER complete without one!

Southern fried chicken
Because a trip to Wimbledon is NEVER complete without a bowl of strawberry and cream

The weather was not perfect today, where thick cloud was hanging throughout the day and occassional showers fell. So I went underneath the Centre Court, where (finally!) they had put some boards listing the past winners of the championships. As for the (recent) ladies’ singles, here is the partial list:

The list of the ladies’ singles champions

Yep, as you can see, a certain surname is indeed dominating the list since the year 2000! Haha :mrgreen: . Yep, Venus Wiliams and Serena Williams had won twelve Wimbledon singles titles for the seventeen years between 2000 and 2016. The other five were won by Petra Kvitova (twice), Marion Bartoli, Amelie Mauresmo, and Maria Sharapova.

Anyway, I decided to enter the Centre Court not long after, as I got quite tired from walking anyway, haha ๐Ÿ˜† . But since it was still about 45 minutes before the match would start, I decided to go closer to the court first to take my picture taken ๐Ÿ˜› .

Back at Wimbledon Centre Court this year.

Then, I went back to my seat, rested my legs a little bit and charged my camera’s battery while there was still time, haha ๐Ÿ˜† . Just before 2 PM, the match preparation started with the ballkids entering the court, followed by the line-judges. At 2 PM, both finalists, Venus Williams and Garbine Muguruza entered the court. At this time, I felt a little bit emotional seeing Venus Williams walking there, still fighting hard for grandslam singles titles, even at the age of 37, while battling an incurable auto-immune disease! To me, she is a total inspiration.

Seeing Venus Williams entering Wimbledon’s Centre Court for a Wimbledon singles final gave me chill!!

Muguruza won the coin toss and elected to receive, meaning Venus would serve first. The two players warmed up, and then the match started. The match started really competitively and was immediately at a really high level. The match’s first shot was even Venus’ big serve to the T that became an ace.

Venus Williams started the match with an ace

The two players really went toe to toe and so the match was really, really exciting at this point. Muguruza, especially, played really well in my opinion where I felt like she read Venus’ serves really well today. Nonetheless, the match finally reached the score 4*-5 (15-40) on Muguruza’s serve, meaning Venus had two set points, or opportunities, to win the first set. At this time, both players hit amazing shot after shot after shot, producing a long rally in the teens, which ended with Venus’ forehand error that hit the net. And from my observation, this became the turning point of the match.

Garbine Muguruza was reading Venus’ serves well today.

For whatever reason, it appeared to me that Venus dwelled on this point too much, thus affecting her mind state. Since then, she appeared to rapidly lose her timing and focus, and started to hit more and more unforced errors. Muguruza did well where she kept her composure and focus. It was not that Venus did not try. It was obvious that she tried hard; but she just could not string several good points together. As a result? Well, Muguruza won nine straight games since that turning point, closing the match in only 73 minutes and won 7โ€“5, 6โ€“0.

Garbine Muguruza won her second grandslam title.

Venus, being a champion that she is, was being grace in defeat. It was clear that she was disappointed and sad herself, from her voice during the runner-up interview with Sue Barker on court during the trophy ceremony. But indeed, Garbine Muguruza deserved to win today! She played an amazing aggressive tennis and it paid off at Wimbledon. Thus, she won her second grandslam title and became the first player, ever, to have beaten both Serena and Venus Williams in grandslam finals. Her first grandslam title was the French Open last year where she beat Serena, in a match which I also watched in person ๐Ÿ˜ฃ. Though to be honest, I like Garbine Muguruza. But obviously at this time, I still like both Venus and Serena Williams “better” ๐Ÿ˜› .

Garbine Muguruza won Wimbledon 2017.
Venus Williams and her runner-up trophy.

The next match that followed was the men’s doubles final between Lukasz Kubot and Marcelo Melo, the fourth seed, versus Mate Pavic and Oliver Marach, the sixteenth seed. Kubot and Melo had been playing especially well this year. And with their victory over Henri Kontinen and John Peers, the first seed, in the semifinals, Marcelo Melo would take the world no.1 position from Henri Kontinen in the following week.

Anyway, I stayed during the first set of the match, which went toe to toe but in the end, Pavic/Marach got the important break from Kubot/Melo in the twelfth game, and won it 7โ€“5. I decided to stretch my legs after the first set and left my seat. I went around the ground where at the time, some other events were also being held, namely the legends events and the wheelchair events.

A men’s legends match between Lleyton Hewitt/Mark Philippoussis and Mansour Bahrami/Michael Llodra

It was around 6 PM already so I decided to have dinner. I got the sizzling pheri-pheri chicken where I exchanged the bread for extra salad, haha. This dish turned out to be really delicious, btw, and I actually preferred this one than the southern fried chicken I had earlier! Haha ๐Ÿ˜† .

Sizzling pheri-pheri chicken with lots of salad!

I went back to my seat and at the time, Kubot/Melo had won the second and third set 7โ€“5, 7โ€“6, respectively. However, they were down a break in the fourth set already. Pavic/Marach took the fourth set 6โ€“3, meaning the match officially went to the decider fifth set. Both teams held their nerves really well during the decider. Kubot/Melo had the slight advantage of serving first, and so that Pavic/Marach had to face the pressure of serving to keep the match alive for a few times. This pressure almost got to them were Kubot/Melo had a few break points and even championships points; but Pavic/Marach were able to save them all.

An exciting men’s doubles final this year between Lukasz Kubot/Marcello Melo (in the closer side of the court) versus Mate Pavic/Oliver Marach (in the farther side of the court).

The match went toe to toe in the decider, and finally hitting 8*โ€“9 score just after 8 PM. For whatever reason, I felt really tired already (I think Venus’ loss took some energy out of me ๐Ÿ˜› ). I felt like I already had my ticket money worth anyway, even though the final ladies’ doubles match was still scheduled following the men’s doubles final. And so I decided to leave the venue.

I walked back to Southfields station and then took the Tube to Victoria. I checked-in at my hotel in the area and got into my room. I checked the score, and it turned out after more than 4.5 hours, Kubot/Marach finally won the fifth set 13โ€“11, haha. The ladies’ final followed afterwards. The match turned out to be the complete opposite where the second seed, Ekaterina Makarova and Elena Vesnina, double-bagelled (won 6โ€“0, 6โ€“0) the ninth seed, Chan Hao-Ching/Monica Niculescu.

Marcelo Melo’s return to world no.1 was made even sweeter with a Wimbledon title.

And here, my impromptu trip to Wimbledon 2017 officially ended.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri An Impulsive Wimbledon 2017 Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

***

Aku menaiki Tube dari Stasiun Liverpool Street menuju Southfields, stasiun Tube terdekat dengan All England Lawn Tennis Club, lokasi turnamennya. Aku harus berjalan sekitar 20 menit dari sana ke gerbang masukku (ada beberapa gerbang yang digunakan sebagai pintu masuk, dan gerbang untuk setiap penonton sudah ditetapkan secara spesifik berdasarkan tiketnya), yang mana oke juga karena aku berjalan-kaki di salah satu daerahnya London yang terasa posh banget ๐Ÿ˜› .

Lingkungan di areanya Wimbledon

Gerbangnya dibuka jam 10:30 pagi. Sistem beberapa gerbang ini cukup baik menurutku dimana akibatnya antrian di masing-masing gerbang tidak lah terlalu panjang. Tiket resmiku diberikan di gerbang dan setiap penonton harus melewati pemeriksaan sekuriti yang ketat sebelum diizinkan masuk. Dan di sana lah aku, kembali merasa bersemangat banget karena aku kembali di Wimbledon juga tahun ini!! Lebih bersemangat lagi karena akhirnya aku akan menonton sebuah pertandingan tunggal resminya Venus Williams untuk pertama kalinya; mana pertandingannya adalah babak final Wimbledon pula!! ๐Ÿ˜

Pertandingannya Venus baru akan dimainkan jam 2 siang sehingga masih ada banyak waktu sebelum itu. Jelas aku berkeliling arenanya Wimbledon yang memang indah banget itu, dan berencana untuk selfie di Henman Hill dengan rangkaian bunga Wimbledon 2017nya. Ketika sedang selfie-selfie, ternyata kamera siaran langsungnya BBC sedang menyorot Henman Hill dong jadilah aku yang sedang selfie-selfieย ditayangkan langsung di TV, huaaaย ๐Ÿ˜ฑย .

Selfie dulu di Henman Hill!

Setelah berkeliling beberapa kali, aku mulai merasa lapar sehingga aku memutuskan untuk makan menu favoritku dari dua tahun lalu: southern fried chickenย yang hanya dijual di satu konter saja di seluruh arenanya: di food court Aorangi di bawah Lapangan No.1 ๐Ÿ˜› . Kali ini, ayamnya agak terlalu matang dan kentangnya juga kebanyakan sehingga aku tidak habis, haha ๐Ÿ˜› . Tetapi tentu saja, biarpun begitu setelahnya aku tetap membeli strawberry and cream dong ya. Karena tentu saja, perjalanan ke Wimbledon itu TIDAK PERNAH lengkap tanpa seporsi strawberry and cream!

Southern fried chicken
Karena perjalanan ke Wimbledon itu TAK AKAN pernah lengkap tanpa satu mangkok strawberry and cream

Cuaca hari ini tidak lah sempurna, dimana awan menggantung tebal dan terkadang hujan juga turun. Jadilah aku pergi ke bagian bawah Centre Court, dimana (akhirnya!) Wimbledon memasang papan-papan yang berisi daftar nama juara-juara turnamen ini sebelumnya. Dan untuk tunggal putri, berikut ini (sebagian) daftarnya:

Daftar juara tunggal putri

Yep, seperti yang bisa dilihat, satu nama keluarga tertentu memang mendominasi daftar ini ya semenjak tahun 2000! Haha :mrgreen: . Ya, Venus Williams dan Serena Williams telah memenangi dua belas gelar tunggal Wimbledon di tujuh belas tahun antara tahun 2000 dan 2016. Lima lainnya dijuarai oleh Petra Kvitova (dua kali), Marion Bartoli, Amelie Mauresmo, dan Maria Sharapova.

Anyway, aku memutuskan untuk masuk ke Centre Court tak lama setelahnya, karena aku merasa cukup lelah telah berjalan banyak, haha ๐Ÿ˜† . Tapi karena masih 45an menit sebelum pertandingan dimulai, aku turun ke dekat lapangannya dulu untuk foto-foto ๐Ÿ˜› .

Kembali di Wimbledon Centre Court tahun ini.

Lalu, aku kembali ke kursiku, dan mengistirahatkan kakiku sekalian menge-charge baterai kameraku mumpung ada waktu nganggur, haha ๐Ÿ˜† . Sebelum jam 2 siang, persiapan pertandingan dimulai dimana ballkids masuk ke lapangan dan diikuti dengan hakim garis. Tepat jam 2 siang, kedua finalis, Venus Williams dan Garbine Muguruza memasuki lapangan. Waktu ini, entah mengapa aku agak baper gitu melihat Venus Williams berjalan memasuki lapangan, masih bertekad dan berjuang keras untuk menjuarai turnamen grandslam lagi, di umurnya yang sudah 37 tahun, sembari melawan penyakit kekebalan-tubuh yang tidak bisa disembuhkan! Ia sungguh menginspirasiku.

Melihat Venus Williams memasuki Centre Court -nya Wimbledon untuk babak final tunggal putri turnamen ini membuatku merinding!!

Muguruza memenangi coin toss dan memutuskan untuk receive, artinya Venus akan servis duluan. Kedua pemain melakukan pemanasan, dan kemudian pertandingan dimulai. Pertandingan dimulai langsung dengan level yang tinggi dan amat kompetitif. Bahkan pukulan pertamanya adalah servis kerasnya Venus ke T yang menjadi pukulan as.

Venus Williams memulai pertandingan dengan pukulan as.

Keduanya bermain dengan seimbang dan sangat ketat sehingga pertandingannya berlangsung amat, amat seru. Muguruza, terutama, bermain dengan amat baik dimana dari sudut pandangku dia bisa membaca servisnya Venus dengan baik hari ini. Toh walaupun begitu, pada akhirnya pertandingan mencapai posisi skor 4*-5 (15-40) di servisnya Muguruza, yang berarti Venus memiliki dua set pointsย alias kesempatan untuk memenangi set pertama. Di poin ini, kedua pemain memukul pukulan yang brilian, brilian, dan brilian berturut-turutan, sehingga terciptalah reli sebanyak sekian belas pukulan, yang berakhir dengan Venus membuat kesalahan di pukulan forehand. Sepengamatanku, ini menjadi titik balik pertandingan ini.

Garbine Muguruza membaca servisnya Venus Williams dengan amat baik hari ini.

Entah karena alasan apa, nampaknya Venus terlalu memikirkan poin tersebut dan gagal move-onย darinya, yang mana mempengaruhi fokus dan mentalnya. Semenjak poin ini, secara cepat ia mulai kehilangan timing dan fokusnya menurun, dan akibatnya mulai membuat banyak kesalahan-kesalahan sendiri. Muguruza tetap mempertahankan fokus dan ketenangan-dirinya. Bukannya Venus langsung menyerah sih. Memang terlihat ia berusaha keras membalikkan situasi; tetapi masalahnya ia tidak bisa untuk memainkan beberapa poin dengan baik secara berturutan. Sebagai akibatnya? Hmm, semenjak titik balik itu, Muguruza memenangi sembilan game berturutan dan menjuarai turnamen ini dengan skor 7โ€“5, 6โ€“0 dalam 73 menit.

Garbine Muguruza menjuarai gelar grandslam keduanya.

Venus, yang memang bermental juara, berlaku sportif dalam kekalahan. Jelas ia merasa kecewa dan sedih sekali, nampak dari suaranya ketika diwawancara oleh Sue Barker sebagai runner-upย di turnamen ini di upacara pemberian piala. Tapi memang kok, Garbine Muguruza layak menang hari ini! Ia bermain tenis secara agresif dan brilian, dan strategi ini memang cocok untuk Wimbledon. Akibatnya, ia menjuarai gelar grandslam keduanya dan menjadi petenis pertama yang pernah mengalahkan Serena dan Venus Williams di final grandslam. Gelar grandslam pertamanya adalah French Open tahun lalu dimana ia mengalahkan Serena di final, sebuah pertandingan yang mana juga aku tonton langsungย ๐Ÿ˜ฃ. Walaupun sejujurnya, aku juga suka Garbine Muguruza sih. Tapi jelas untuk saat ini, aku masih lebih suka Venus dan Serena Williams ๐Ÿ˜› .

Garbine Muguruza menjuarai Wimbledon 2017.
Venus Williams dengan piala runner-up-nya.

Pertandingan selanjutnya adalah final ganda putra antara Lukasz Kubot dan Marcelo Melo, tim unggulan keempat, melawan Mate Pavic dan Oliver Marach, tim unggulan ke-enam-belas.Kubot dan Melo sudah bermain baik tahun ini. Dan dengan kemenangan mereka melawan Henri Kontinen dan John Peers, tim unggulan pertama, di babak semifinal, Marcelo Melo akan naik ke posisi peringkat 1 dunia menggantikan Henri Kontinen di minggu berikutnya.

Anyway, aku menonton set pertama yang berlangsung seru, tetapi akhirnya Pavic/Marach berhasil mematahkan servisnya Kubot/Meli di game ke-dua-belas, dan memenangi set pertama 7โ€“5. Aku memutuskan untuk meluruskan kaki setelah set pertama. Aku kemudian berkeliling arenanya lagi dimana beberapa pertandingan lain sedang dimainkan, misalnya pertandingan legenda atau tenis kursi roda.

Pertandingan legenda putra antara Lleyton Hewitt/Mark Philippoussis dan Mansour Bahrami/Michael Llodra

Karena sudah jam 6 sore, aku memutuskan untuk makan malam dulu. Aku memesan sizzling pheri-pheri chicken yang mana aku menukar rotinya dengan salad ekstra, haha. Menu ini ternyata enak banget loh, dan sebenarnya aku malah lebih suka menu ini daripada southern fried chicken yang sebelumnya aku makan! Haha ๐Ÿ˜† .

Sizzling pheri-pheri chicken dengan banyak salad!

Aku kembali ke kursiku, dan waktu itu Kubot/Melo sudah memenangi set kedua dan ketiga dengan skor 7โ€“5, 7โ€“6. Namun, mereka tertinggal di set keempat. Pavic/Marach memenangi set keempat 6โ€“3, yang mana artinya pertandingannya masuk ke babak penentuan dimana set kelima harus dimainkan. Kedua tim bermain baik dan tenang di babak penentuan ini. Kubot/Melo sedikit diuntungkan karena servis duluan, sehingga beberapa kali Pavic/Marach berada di situasi bertekanan tinggi dimana servis mereka tidak boleh terpatahkan agar tetap bisa bertahan. Tekanan ini nyaris menghancurkan mereka dimana Kubot/Melo memiliki beberapa break points dan bahkan championships points; tetapi Pavic/Marach berhasil menyelamatkan semuanya.

Babak final ganda putra yang seru banget tahun ini antara Lukasz Kubot/Marcello Melo (di sisi lapangan yang lebih dekat) melawan Mate Pavic/Oliver Marach (di sisi lapangan yang lebih jauh).

Set kelima berlangsung ketat banget, sampai akhirnya mencapai skor 8*โ€“9 setelah jam 8 malam lewat. Entah mengapa, aku tiba-tiba merasa lelah (aku duga sih kekalahannya Venus menghabiskan banyak energiku ๐Ÿ˜› ). Aku merasa toh aku sudah cukup menikmati harga tiket yang harus aku keluarkan; dan walaupun masih ada babak final ganda putri yang belum dimainkan, aku memutuskan untuk meninggalkan arenanya.

Aku berjalan ke Stasiun Southfields dan kemudian naik Tube ke Victoria. Aku check-in di hotelku di daerah situ dan masuk ke kamarku. Aku menyalakan TV dan ternyata setelah 4,5 jam lebih, Kubot/Marach akhirnya memenangi set kelima 13โ€“11, haha. Final ganda putri dimainkan setelahnya. Dan pertandingan ini berkebalikan sekali dengan final ganda putra, dimana tim unggulan kedua, Ekaterina Makarova dan Elena Vesnina, men-double-bagel (menang dengan skor 6โ€“0, 6โ€“0) tim unggulan kesembilan, Chan Hao-Ching/Monica Niculescu.

Kembalinya Marcelo Melo ke peringkat 1 dunia menjadi semakin manis lagi dengan gelar Wimbledon.

Dan di sini, perjalanan dadakanku ke Wimbledon 2017 resmi berakhir.

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1953 – An Impulsive Weekend To … London

ENGLISH

Posts in the An Impulsive Wimbledon 2017 Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

As my Instagram followers (@azilko) have known now, I went to … Wimbledon in London this weekend!! Yeay!! ๐Ÿ˜Ž

This trip was extremely impulsive because I just started to prepare for everything literally on Friday morning. I used the same strategy as two years ago when I went on a similar trip to watch Serena Williams completed the second Serena Slam. I was super, super lucky to get a last-minute official ticket for the ladies’ final this year :mrgreen: .

Back at Wimbledon Centre Court this year.

I already toyed with the idea of this spontaneous trip since I was applying for a UK visa this May actually. I told myself that if Venus Williams made the final, no matter what I would go (provided that I got the ticket, of course). I mean, this would certainly aย once in a lifetime opportunity (Serena Williams did not play Wimbledon this year because of her pregnancy). I already checked everything (how to get there, accommodation, etc) and I knew this would be a costly trip given the last-minute nature. But it was worth the attempt if it was for a possibility to see Venus Williams contesting for a singles grandslam title!! I knew I must try to grab this if I was presented the chance!!

Venus Williams started the match with an ace.

And then on Tuesday, Venus Williams won her quarterfinals match against the reigning French Open champion, Jelena Ostapenko (coincidentally, that day I also posted the Roland Garros part of my 2017 Early Summer Weekend TripS seriesย where I watched Jelena Ostapenko won that title ๐Ÿ˜› ). So suddenly, it appeared to me that I might actually need to execute this plan! Haha ๐Ÿ˜†

The ladies’ singles draw of Wimbedon 2017, after the semifinals. Venus Williams was playing really, really well. Source: Wikipedia

I tried to get the ticket on Thursday but unfortunately I was unsuccessful. However, I still had a second chance which was the last official sales on Friday morning. This time, luckily I got one!! This was actually the better scenario in the sense that I already knew Venus Williams would play Garbine Muguruza on Saturday by this time. Had I bought the ticket on Thursday, it would have been a gamble because the semifinals still had not yet been played at that point, haha. It is quite funny, though, that two years ago I bought the ticket after knowing Serena Williams would play Garbine Muguruza. So is Muguruza my lucky charm? Hmm. Anyway, after getting the ticket, I quickly arranged everything else (how to get there and back, accommodation, etc). And in the evening, I left for London! This was also good as it meant I would endย my flight-free streakย a little bit sooner, haha ๐Ÿ˜› .

Come on, Venus!! We all know you CAN do it!!

Obviously, this was a super fun last-minute weekend trip. As you (might) know, Garbine Muguruza ended up winning the title. As a fan, I cannot say that I did not feel sad with Venus’ loss, especially I was present there witnessing it. It was the classic mental match where one point determined the fate for the rest of the match. The point was 4*-5 (15-40) on Muguruza’s serve in the first set. Nonetheless, I still had fun in the tournament, as I love Wimbledon!! And adding that I finally got to see a Venus Williams’ official singles match (an exhibition match against Kim Clijsters in 2012 doesn’t count ๐Ÿ˜› ), despite the outcome was not ideal to me, made it even better! I hope Venus will bounce back from this loss, as she has been showing great tennis form this year.

This is all I have for now. As usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri An Impulsive Wimbledon 2017 Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi ke … Wimbledon di London akhir pekan ini!! Hore!! ๐Ÿ˜Ž

Jadi begini, perjalanan ini adalah perjalanan super dadakan dimana segalanya baru aku persiapkan hari Jumat paginya. Aku menggunakan strategi yang sama seperti dua tahun laluย ketika aku pergi dalam perjalanan yang serupa untuk menonton Serena Williams menorehkan prestasi Serena Slam keduanya. Aku sungguh beruntung banget bisa mendapatkan tiket resmi last-minute untuk final tunggal putri tahun ini :mrgreen: .

Kembai di Centre Court-nya Wimbledon tahun ini.

Aku sudah bermain dengan ide perjalanan dadakan ini semenjak aku mengajukan permohonan visa UK-ku Mei ini. Aku berjanji kepada diriku bahwa jika Venus Williams main di final, pokoknya aku harus pergi (dengan catatan aku mendapatkan tiketnya sih, tentu saja). Maksudku, ini pasti adalah kesempatan super langkaย (Serena Williams tidak bermain tahun ini karena sedang hamil). Aku juga sudah mengecek semuanya (cara pergi kesana, akomodasi, dll) dan aku tahu ini akan menjadi perjalanan cukup mahal karena dadakan banget. Tapi jelas worth banget untuk dicoba dong untuk kemungkinan menonton Venus Williams berjuang memenangi gelar tunggal grandslam!! Aku tahu kesempatan ini harus aku ambil jika kesempatannya ada!!

Venus Williams memulai pertandingan dengan pukulan as.

Dan di hari Selasa, Venus Williams memenangi pertandingan babak perempat-finalnya melawan juara French Open, Jelena Ostapenko (kebetulan, hari itu aku juga mem-posting ceritaย bagian Roland Garrosย dariย seri 2017 Early Summer Weekend TripS-kuย dimana aku menonton langsung Jelena Ostapenko menjuarai gelar itu ๐Ÿ˜› ). Jadi tiba-tiba saja, kok kayaknya aku harus mengeksekusi rencana ini ya! Haha ๐Ÿ˜†

Undian tunggal putri turnamen Wimbedon 2017, setelah babak semifinal. Venus Williams bermain dengan sangat amat baik. Sumber: Wikipedia

Aku mencoba untuk mendapatkan tiketnya di hari Kamis tetapi sayangnya aku gagal. Namun, masih ada kesempatan kedua di penjualan terakhir di Jumat pagi. Beruntung banget, kali ini aku mendapatkannya!! Ini sebenarnya adalah skenario yang lebih baik sih karena di waktu ini aku sudah tahu Venus Williams akan bermain di babak final melawan Garbine Muguruza di hari Sabtu. Andaikata tiketnya kubeli di hari Kamis, itu masih gambling karena pertandingan semifinalnya masih belum dimainkan waktu itu. Lucu juga btw, dimana dua tahun lalu aku mendapatkan tiketnya setelah tahu Serena Williams akan main melawan Garbine Muguruza di babak final. Apakah ini artinya Garbine Muguruza itu membawa keberuntungan untukku? Haha ๐Ÿ˜› . Anyway, setelah mendapatkan tiketnya, langsung aku mengurus semua hal lainnya (bagaimana pergi kesana, akomodasi, dll). Dan malamnya, aku langsung berangkat ke London! Ini juga oke sih karena artinya flight-free streak-kuย akan berakhir sedikit lebih cepat, haha ๐Ÿ˜› .

Ayo, Venus!! Kita semua tahu kamu BISA!!

Jelas, ini adalah perjalanan akhir bekan dadakan yang seru banget. Seperti yang (mungkin) pada tahu, Garbine Muguruza menjuarai turnamen ini. Sebagai fans, tidak bisa dipungkiri bahwa aku sedih dengan kekalahannya Venus, terutama aku berada di sana menyaksikannya sendiri. Ini adalah pertandingan mental yang klasik dimana satu poin menentukan nasib dari sisa pertandingan. Poin itu adalah 4*-5 (15-40) di servisnya Muguruza di set pertama. Toh walaupun begitu, aku masih menikmati turnamennya kok, karena aku memang suka Wimbledon!! Dan apalagi ditambah bahwa pada akhirnya aku bisa menonton langsung pertandingan tunggal resminya Venus Williams (pertandingan ekshibisi melawan Kim Clijsters di tahun 2012ย tentu tidak dihitung yah ๐Ÿ˜› ), walaupun hasilnya tidaklah ideal untukku, membuatnya semakin seru lagi! Aku sungguh berharap Venus akan segera bangkit kembali dari kekalahan ini, karena sebenarnya dia sudah bermain tenis dengan level yang menakjubkan di tahun ini.

Segini dulu deh untuk saat ini. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1950 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part IV: Roland Garros 2017)

ENGLISH

Posts in theย Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

As usual, I went early to Stade Roland Garros, arriving there at around 9 AM and was amongst the first ten spectators at the gate today, haha. Though, as usual as well, the gate was only opened at 10 AM. Just like last year, btw, there were three security checks prior to entering the site ๐Ÿ˜› . Anyway, I had toast sandwich for breakfast, which was okay. I loved the cappuccino, btw, mostly because it looked like this, haha:

Cappuccino

The first matches today would start at 11 AM. I was torn between watching my “usual” women’s legends final at Suzanne Lenglen or the boys (junior) singles final at Court No. 1. In the end, I chose the women’s legends final as I was already quite close to the court anyway, haha.

The final was between the defending champion, Lindsay Davenport/Martina Navratilova, and Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters. Overall, the match was okay though it was clear Kim Clijsters was the best player on court; and there were too many errors from Navratilova and Davenport. Btw, it was nice to get a glimpse of Big Babe Tennis (a term describing women’s tennis being dominated by strong, tall players who play with a lot of power (in the early 2000s)), when Lindsay Davenport and Kim Clijsters were exchanging big cross-court shots in some of the points. Even though Navratilova and Davenport fought, in the end, Austin-Holt/Clijsters won the match 6โ€“3, 3โ€“6, [10โ€“5].

Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters defeated Martina Navratilova/Lindsay Davenportย 6โ€“3, 3โ€“6, [10โ€“5].
After the match, I left Court Suzanne Lenglen and decided to have lunch at the restaurant, planning to have my usual steak with some ratatouille, a dish they always had every year since I first visited Roland Garros in 2012. But it turned out they (finally) changed their menu this year, haha. Instead of a steak, they had grilled aloyau beef presented in sticks, haha. So I had this one (though, arguably, this was still similar-ish to steak anyway ๐Ÿ˜› ).

Grilled aloyau beef

After lunch, I went around the venue a little bit to stretch my legs before, at around 2:30 PM, going to my seat at Court Philippe Chatrier. Btw, at first I wasn’t sure with my seat as it was in one of the top rows in the stand (so it was quite some “distance” from the court), but this turned out to be good because the whole time, the seat was covered by the shade of the press boxes! Haha ๐Ÿ˜† . You know, it was a really hot and sunny day today so it was nice to sit under some shade, really ๐Ÿ˜€ .

Back at Court Philippe Chatrier this year

The women’s singles match started at 3 PM. I just realized this year that the trophy (Coupe Suzanne Lenglen) was brought into the stadium in a Louis Vuitton box, though, haha. This was prior to the finalists entering the court. Anyway, not long after, Jelena Ostapenko and Simona Halep were welcomed in the court and took their seats. Ostapenko won the coin toss and chose to receive.

The coin toss

Then, the match started.

I won’t go to too much tennis details here, but Ostapenko started really well. As a young player in her first grandslam final, she was fierce! I like this attitude from a tennis player. The first set went pretty much neck to neck, until Halep broke Ostapenko’s serve in the tenth game and took the first set 6โ€“4.

Simona Halep took the first set 6โ€“4

Halep took the first three games of the second set, though those were three close games. At this point, Ostapenko was down 4โ€“6, 0โ€“3. I was hoping Ostapenko would not give up at this point and kept on fighting, so that the final would last a little bit longer so my ticket worthed more, lol ๐Ÿ˜› . And, gladly, she was not!! She believed on herself, sticked to her own game, which was to be hyper aggressive, and eventually turned the fortune around. She won six of the next seven games and won the set 6โ€“4!

Jelena Ostapenko took the second set 6โ€“4.

The third set started out similarly, where Ostapenko was immediately down 1โ€“3. Again, at this point she did not give up and kept pressuring Halep with all those aggressive shots. From 1โ€“3 down, she won five straight games and, thus, winning the match 4โ€“6, 6โ€“4, 6โ€“3!! WOW!!

Jelena Ostapenko’s winning moment after hitting a backhand down the line return winner.

Understandably, Halep was upset but she was, as always, gracious in defeat (IMO, Simona Halep is one of those players with great sportsmanship). The trophy ceremony followed afterwards, where Ostapenko was handed her first ever singles trophy, and it happened to be the Coupe Suzanne Lenglen, a grandslam trophy!!

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

It will be interesting to see how Jelena Ostapenko goes from hereon forward. I hope she can keep on this level of play and, especially, her fight to prove that this victory is not just a one time wonder thing. We will see…

Anyway, the men’s doubles match followed afterwards. Btw, the draw of this event also fell apart in this tournament, where two unseeded teams made the final: Ryan Harrison/Michael Venus and Santiago Gonzaels/Donald Young. For whatever reason, I felt really tired already and so I decided to skip this final and went back to my hotel. Well, but only after dinner at the restaurant I always visited every year nearby the venue, of course (read Part III ) ๐Ÿ˜› .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Seperti biasanya, aku berangkat awal ke Stade Roland Garros, dimana aku tiba sekitar jam 9 pagi dan termasuk dalam 10 penonton pertama yang datang hari ini, haha. Walaupun, seperti biasa sih, gerbang baru dibuka jam 10 pagi. Seperti tahun lalu, btw, ada pemeriksaan sekuriti sebanyak tiga kali sebelum masuk ๐Ÿ˜› . Anyway, aku memesan toast sandwich untuk sarapan, yang mana rasanya biasa aja. Aku suka cappuccino-nya, btw, karena penampilannya seperti ini, haha:

Cappuccino

Pertandingan-pertandingan pertama hari ini akan dimulai jam 11 pagi. Aku bingung akan menonton pertandingan “seperti biasa” yaitu final legenda putri di Suzanne Lenglen atau final tunggal putra junior di Lapangan No. 1. Pada akhirnya, aku memilih final legenda putri karena toh aku sudah berada di dekat sana, haha.

Final tahun ini adalah antara juara bertahan, Lindsay Davenport/Martina Navratilova, dan Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters. Secara keseluruhan, ini adalah pertandingan yang oke dimana jelas Kim Clijsters adalah pemain terbaik dari keempatnya kala itu; dan terlalu banyak kesalahan sendiri di tim Navratilova dan Davenport. Btw, asyik rasanya bisa sedikit mencicipi menonton Big Babe Tennis (sebuah istilah yang mendeskripsikan tur tenis putri yang didominasi oleh pemain bertubuh tinggi dan kuat yang bermain dengan pukulan-pukulan keras (di awal tahun 2000an)), dimana Lindsay Davenport dan Kim Clijsters saling memukul pukulan keras cross court di beberapa poin. Walaupun Navratilova dan Davenport berjuang dengan gigih, pada akhirnya Austin-Holt/Clijsters menang 6โ€“3, 3โ€“6, [10โ€“5].

Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters mengalahkan Martina Navratilova/Lindsay Davenportย 6โ€“3, 3โ€“6, [10โ€“5].
Setelah pertandingan berakhir, aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen dan makan siang di restoran di sana, berencana makan steak dengan ratatouilleย seperti biasanya, yang selalu aku makan setiap tahun di kunjunganku ke Roland Garros semenjak tahun 2012. Tetapi ternyata mereka (akhirnya) mengganti menunya tahun ini, haha. Bukannya steak, mereka menyajikan menu daging sapi aloyau panggang yang ditusuk seperti sate, haha. Jadilah aku memesan menu ini (walaupun bisa dibilang mirip-mirip dengan steak sih ๐Ÿ˜› ).

Grilled aloyau beef

Setelah makan siang, aku berkeliling arena untuk meluruskan kaki, dan sekitar jam 2:30 siang, aku masuk menunju kursiku di Lapangan Philippe Chatrier. Btw, awalnya aku kurang sreg dengan kursiku yang berada di salah satu baris teratas di sana (jadi lumayan “jauh” gitu deh dari lapangannya), tetapi ternyata ini ada enaknya juga karena bagian ini justru teduh terkena bayangan ruang-ruang booth media! Haha ๐Ÿ˜† . Jadi ceritanya hari ini kan panas banget gitu mana mataharinya bersinar terik pula. Jadi enak dong ya duduk di bawah bayangan yang teduh gitu, haha ๐Ÿ˜€ .

Kembali di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Pertandingan final tunggal putri dimulai jam 3 sore. Aku baru sadar tahun ini loh bahwa pialanya (Coupe Suzanne Lenglen) dibawa masuk ke stadionnya di dalam sebuah kotak Louis Vuitton (pastinya ori mah ya nggak mungkin KW, haha ๐Ÿ˜› ). Ini dilakukan sebelum kedua finalis dipanggil masuk ke lapangan. Tak lama setelahnya, Jelena Ostapenko dan Simona Halep disambut masuk dan kemudian duduk di kursi mereka. Ostapenko memenangiย coin toss dan memilih untuk receive (Halep servis duluan).

Coin toss

Lalu, pertandingan dimulai.

Aku tak akan menulis terlalu banyak detail tenis di sini. Ostapenko memulai pertandingan dengan baik. Sebagai pemain muda di final grandslam pertamanya, ia sungguh berani sekali! Aku suka deh attitude ini dari seorang pemain tenis! Set pertama berlangsung cukup ketat, hingga Halep mematahkan servis Ostapenko di game kesepuluh dan memenanginya 6โ€“4.

Simona Halep memenangi set pertama 6โ€“4

Halep langsung memenangi tiga game pertama di set kedua, tetapi ketiganya adalah game yang dimainkan dengan ketat. Di saat ini, artinya Ostapenko ketinggalan 4โ€“6, 0โ€“3. Aku hanya berharap Ostapenko tidak menyerah dan terus bertarung, sehingga finalnya berlangsung lama dan aku nggak rugi beli tiketnya, haha. Dan pada akhirnya, Ostapenko beneran memenangi set kedua dong! Ia tetap percaya diri dengan permainan hiper agresifnya, dan akhirnya berhasil membalikkan situasi. Ia memenangi enam dari tujuh game selanjutnya dan mengklaim set kedua 6โ€“4!

Jelena Ostapenko memenangi set kedua 6โ€“4.

Set ketiga dimulai mirip seperti set kedua, dimana Ostapenko langsung tertinggal 1โ€“3. Lagi, di waktu ini ia tidak menyerah dan terus menyerang Halep dengan pukulan-pukulan agresifnya. Dari posisi tertinggal 1โ€“3, ia menang lima game berturutan dan akhirnya memenangi pertandingan dengan skor akhir 4โ€“6, 6โ€“4, 6โ€“3!! WOW!!

Momen kemenangan Jelena Ostapenko setelah memukul sebuah pukulan backhand down the line return winner.

Tak mengherankan, Halep kecewa dengan kekalahannya tetapi, seperti biasa, ia bersikap ksatria dan menerimanya (Menurutku, Simona Halep adalah salah satu pemain yang paling menjunjung sportivitas). Upacara penganugerahan piala diadakan setelahnya, dimana Ostapenko diberikan piala tunggal pertamanya, dan pialanya adalah Coupe Suzanne Lenglen, sebuah piala grandslam!!

Jelena Ostapenko memenangi gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Akan menarik untuk mengikuti bagaimana prestasi Jelena Ostapenko setelah ini. Aku harap sih ia mampu mempertahankan level ini dan, terutama, kegigihannya untuk membuktikan bahwa kemenangan ini bukan lah kebetulan semata. Kita lihat saja…

Anyway, final ganda putra diadakan setelahnya. Btw, undian ganda putra tahun ini juga hancur nih di turnamen ini, dimana dua tim yang tidak diunggulkan masuk ke final: Ryan Harrison/Michael Venus dan Santiago Gonzaels/Donald Young. Namun, entah mengapa aku merasa sungguh lelah sehingga aku memutuskan untuk melewatkan final ini dan pulang ke hotel. Eh, tentu dengan mampir dulu di restoran langgananku di dekat situ untuk makan malam yah (baca Bagian III) ๐Ÿ˜› .

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1937 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Introduction)

ENGLISH

So you know, in the last three weeks I had three weekend trips in three consecutive weekends: Lyon, then Bremen, then Paris, haha. So I was thinking of wrapping these three trips under one “theme”, and what I came up with was “Early Summer 2017 Weekend TripS” series ๐Ÿ˜› .

Posts in theย Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Having three consecutive weekend trips was actually unintentional, though it was situational so it probably was not all that coincidental, haha.

Lion selfie in Lyon

You see, the few public holidays in the Netherlands areย not uniformly spread throughout the year; and most of them fall in between April and May. And as I like to make use of them for some short trips, this results in several trips within a short period of time, haha. And the fact that the French Open is always held at the end of May/early June definitely plays a factor too ๐Ÿ˜› .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Two of the three trips were driven by good flight deals that I found. Well, also because Lyon was a nice city and I had never been to Bremen. Also for Bremen, my flight back from there would be with a Fokker 70, which KLM is retiring by the end of this year. So gotta catch them while I can!!

Back at Court Philippe Chatrier this year

I have to say, though, that it is also quite tiring, haha. I am taking a rest now and have no travelling plan (as of yet) in the coming a few weeks ๐Ÿ˜› . Though, who knows if I decide to change my mind soon too! Hahaha ๐Ÿ˜› .

BAHASA INDONESIA

Pada sudah baca kan, tiga minggu belakangan ini aku baru saja pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan:ย Lyon, laluย Bremen, laluย Paris, haha. Nah jadilah aku berkeinginan untuk memberikan sebuah “tema” untuk tiga perjalanan ini, dan yang kepikiran adalah seri “Early Summer 2017 Weekend TripS”ย ๐Ÿ˜› .

Posting-posting dalam seriย Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Tiga perjalanan akhir pekan yang berturutan sebenarnya terjadi tidak sengaja, walaupun ini juga dikarenakan situasi sih sehingga mungkin bukan lah kebetulan juga, haha.

Lion selfie diย Lyon

Jadi tanggal merah di Belanda (yang sedikit itu) tidak tersebar merata di sepanjang tahun; dan kebanyakan jatuh di bulan April dan Mei. Dan karena aku suka memanfaatkannya untuk acara jalan-jalan, ini berakibat pada beberapa perjalanan dalam periode waktu yang singkat, haha. Dan French Open yang selalu diadakan di akhir Mei/awal Juni juga tentu berkontribusi juga ๐Ÿ˜› .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Dua dari tiga perjalanan ini didasari oleh tiket promo yang aku temukan. Dan juga karena memang Lyon adalah kota yang indah dan aku belum pernah ke Bremen sebelumnya sih. Dan untuk Bremen, penerbanganku kembali dari sana dioperasikan dengan pesawat Fokker 70, yang mana akan dipensiunkan KLM di paruh kedua tahun ini. Jadi aku harus menerbanginya selagi bisa kan ya!!

Kembali lagi di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Harus diakui sih, ini cukup melelahkan juga, haha. Sekarang aku beristirahat saja deh dan tidak memiliki rencana jalan-jalan dalam beberapa (nggak banyak sih) minggu ke depan ๐Ÿ˜› . Eh, tapi nggak tahu juga sih siapa tahu aku berubah pikiran! Haha ๐Ÿ˜› .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1935 – A Roland Garros Weekend Trip

ENGLISH

After going to Lyon two weekends ago and Bremen last weekend, this weekend I went on another weekend trip, hoho ๐Ÿ˜† . Yep, three weekend trips on three consecutive weekends!! Woohoo!!

As my Instagram followers (@azilko) would have known, this weekend was the time for my annual Roland Garros trip this year. Yep, indeed I went toย Paris ๐Ÿ™‚ .

At Court Philippe Chatrier this year

As I shared in April, though, I was less excited for the trip this year (this does not mean I was not excited, I still was, overall, of course!) because of Serena Williams’ withdrawal due to her pregnancy. And so the women’s singles field this year, which final was the main attraction of my trip, was probably the most “open” in recent years with no clear favorite.

Nonetheless, it turned out to still be very fun! The atmosphere of a grandslam tournament was, indeed, one of a kind. Even though Venus Williams did not reach the final (it was not that expected, anyway, as clay was clearly her least favorite surface), the field turned out to still be interesting. In the end, the final was between an unseeded player (because of her 47th ranking), Jelena Ostapenko, and the third seed, Simona Halep, who would ascend to world number 1 if she would win the final! Exciting, wasn’t it?

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

As you might have known by this point, Jelena Ostapenko ended up winning the title! More importantly for me, the final match was such a close match between two players with very different style (Ostapenko with her hyper aggressive game and Halep with her defensive game) and different level of experience (Ostapenko’s highest ranking was 33rd while Halep is a seasonal top 5 players in the last three years or so). To add even more drama, Ostapenko was down 0โ€“3 and 1โ€“3 in the second and third set before, somehow, turned it around and won! Moreover, this was Ostapenko’s first ever singles title. How amazing that it was a grandslam!

Paris selfie this year at Louvre

Anyway, Paris itself was a beautiful city, even though I did not have any time to spend in the city itself. Plus, I was really looking forward to my first class train travels with Thalys to get to and back from there, haha.

Yeah, so overall this was another fun weekend for me. And so understandably now I feel quite tired too ๐Ÿ˜› . As usual, here are a few teasers from the trip.

BAHASA INDONESIA

Setelah pergi keย Lyon dua akhir pekan yang lalu dan keย Bremen akhir pekan kemarin, akhir pekan ini aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi loh, hoho ๐Ÿ˜† . Iyaaa, tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan!! Woohoo!!

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, akhir pekan ini adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Roland Garros tahun ini. Yup, aku pergi ke Paris ๐Ÿ™‚ .

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Seperti yang kuceritakan April kemarin, aku sedikit kurang excited untuk perjalanan ini tahun ini (bukan berarti aku tidak excited sih, secara keseluruhan sih jelas masih excited lah!) karenaย mundurnya Serena Williamsย akibat kehamilannya. Dan jadilah akibatnya turnamen tunggal putri tahun ini, yang mana babak finalnya adalah atraksi utama perjalananku, mungkin adalah yang paling “terbuka” dalam beberapa tahun belakangan dimana tidak ada satu pemain pun yang benar-benar difavoritkan.

Toh walaupun begitu ternyata perjalanannya masih seru! Atmosfer sebuah turnamen grandslam memang berbeda! Walaupun beneran Venus Williams tidak mencapai babak final (tidak mengherankan sih, karena tanah liat memang bukan permukaan favoritnya Venus), toh draw-nya masih cukup menarik. Pada akhirnya, babak finalnya adalah antara pemain muda yang tidak diunggulkan (karena berperingkat 47), Jelena Ostapenko, melawan unggulan ketiga, Simona Halep, yang akan naik ke peringkat 1 dunia apabila ia menang di final. Seru kan?

Jelena Ostapenko menjuarai gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Mungkin sudah pada tahu sekarang, Jelena Ostapenko akhirnya keluar sebagai juara! Yang paling penting bagiku, ternyata pertandingan finalnya berlangsung seru banget! Pertandingan ini dimainkan oleh dua pemain dengan gaya permainan berbeda (Ostapenko dengan gaya hiper agresifnya sementara Halep dengan gaya defensifnya) dan level pengalaman yang berbeda (peringkat tertinggi Ostapenko sebelum ini adalah 33, sementara Halep konsisten berada di 5 besar selama tiga tahunan terakhir). Lebih dramatisnya lagi, Ostapenko tertinggal 0โ€“3 dan 1โ€“3 di set kedua dan ketiga loh sebelum, entah bagaimana, membalikkan posisi dan menang! Lebih keren lagi, ini adalah gelar tunggal pertamanya Ostapenko. Keren banget kan gelar pertamanya adalah gelar grandslam!

Paris selfie tahun ini di Museum Louvre

Ngomong-ngomong, jelas Paris adalah kota yang indah, walaupun aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di kotanya sendiri sih. Plus, aku sungguh excited dengan perjalananku dengan kereta super cepat Thalys di first class, haha.

Iya, jadi secara keseluruhan akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru lagi untukku. Dan tentu aku juga merasa capek sih, haha ๐Ÿ˜› . Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference ๐Ÿ™‚ .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha ๐Ÿ˜› (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha ๐Ÿ˜† . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed!ย ๐Ÿ˜ฃ

I could not access it for minutesย and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queueย ๐Ÿ˜ฃ.

This year I was the 35K-something-th person in the queue ๐Ÿ˜ฃ

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’sย singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha ๐Ÿ˜† . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha ๐Ÿ˜† . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant Iย could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha ๐Ÿ˜† .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago!ย ๐Ÿ˜ฒ

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha ๐Ÿ˜† . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was โ‚ฌ18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! ๐Ÿ™‚

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung ๐Ÿ™‚ .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha ๐Ÿ˜› (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha ๐Ÿ˜† . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualanย tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! ๐Ÿ˜ฃ

Aku tidak bisa membukanyaย selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannyaย ๐Ÿ˜ฃ.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannyaย ๐Ÿ˜ฃ

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang laluย kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha ๐Ÿ˜† . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrierย tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha ๐Ÿ˜† . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha ๐Ÿ˜† .

Btw, di tahunย 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawatย yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu!ย ๐Ÿ˜ฒ

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha ๐Ÿ˜† . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah โ‚ฌ18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! ๐Ÿ™‚