#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

#1760 – My 2016 Roland Garros Trip (Part III: Roland Garros (Sunday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

While I arrived at Stade Roland Garros some 20 minutes later than my Saturday visit, I was still one of the first spectators to enter the site today, haha 😆 . Anyway, today I got a Ring 3 ticket (the furthest ring from the tennis court but offered the cheapest price) at Court Philippe Chatrier. These were the matches scheduled today:

  1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Exciting!

After entering the site, I went to my seat in Court Philippe Chatrier to see how the view would be from my seat. Well, it turned out it was okay but I knew it would be a bit more challenging to take good photos from up there, haha 😆 . Btw, this was my outfit today:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

I bought a couple cups of cappuccino and a couple of French pastries for breakfast today. For some reason I wasn’t feeling that hungry this morning. Upon checking the schedule, it turned out that the women’s doubles match was scheduled to start at 11:30 AM so I decided to come back to Court Philippe Chatrier after finishing my coffees.

Then, I saw an announcement in French. Okay, I don’t speak French but I was guessing it stated that for the women’s doubles final, the seating inside Court Philippe Chatrier was free, i.e. we could sit literally anywhere. But then of course I was not sure. So when I entered Philippe Chatrier, I asked the ticket checker girl if that was the case. She confirmed it and actually said that I could sit in one of the green boxes that were literally next to Court Philippe Chatrier if I wanted to!! 😱😱😱😱😱 I mean, those seats were even closer to the court than the Ring 1 seats and those were those super expensive premium seats for premium ticket holders!! 😱😱😱😱😱 So of course I did!! I mean, who wouldn’t?

I chose one box that was still empty that was just next to the court and I quickly settled into a seat in the first row. Yeah, so I was sitting literally in the first row of Court Philippe Chatrier for a grandslam final match!! 😱😱😱😱😱 IT. WAS. SO. AWESOME!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier this morning!!

1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

First of all, to be consistent, from hereon I will call the team of Makarova/Vesnina as Makarova/Ayah. The reason why I am calling Elena Vesnina “Ayah” can be read in this post of my visit to Wimbledon final last year 😛 .

Anyway, the match did not start evenly where Mladenovic/Garcia were solid while Makarova/Ayah were kinda shaky. In just about 20 minutes, Makarova/Ayah found themselves trailing 0–5 in the first set. But then, they started to find their groove while Mladenovic/Garcia started to make some more errors, allowing Makarova/Ayah more into the first set. However, Mladenovic/Garcia had built too much of a lead and still secured the first set 6–3. In the second set, Makarova/Ayah kept their newly found momentum while Mladenovic/Garcia struggled to find some form. Makarova/Ayah took the second set 6–2. The third set went toe to toe until 4–4. Makarova’s serve was broken and Caroline Garcia held her serve. Hence the French team won their first grandslam title together 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

After the match, I tried to get some lunch but everything was super busy. I was queuing for the gourmet restaurant but the queue went super slow. So I left and decided to just buy a French sandwich and wrap (which I also had to queue for some time).

2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

This match is the highlight of the tournament, I guess. I mean, a match between the number 1 vs number 2 player in the world! Both had never won Roland Garros before so whoever won would do so. Even for Djokovic, the stake was higher as (1) Roland Garros was the only grandslam title missing in his collection and (2) After winning Wimbledon 2015, US Open 2015, and Australian Open 2016, he now had a chance to complete the “Nole Slam” by winning Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly

Andy Murray started the match strongly

Murray started the match strong where he was being more aggressive. He took the first set 6–3. But then, for some reasons, the situation completely flipped since the start of the second set. Somehow, Murray found himself in defensive position almost all the time allowing Djokovic to dictate most points. I knew that Murray realized this and tried to change the momentum. But it was difficult to do so against the already on-fire world number 1. As a result, Murray started to throw in a bit of more errors.

In the end, Novak Djokovic won his 12th grandslam title, completed the Career Grand Slam, and won the Nole Slam after defeating Andy Murray in four sets 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray gave a really heartwarming runner-up speech btw, where he said that we were very lucky to be in the attendance of the completion of the Nole Slam which was such a rarity in men’s tennis; but it sucked very much for him to be in the opposite site of the net today. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

After the match, I went to buy a new pair of tennis racket dampers. Then, I left Stade Roland Garros and my 2016 visit to this grandslam tournament this year officially ended 🙂 .

THE END.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Walaupun aku tiba di Stade Roland Garros 20 menit lebih siang daripada kunjungan hari Sabtuku, toh aku masih termasuk salah satu yang pertama yang masuk loh, haha 😆 . Ngomong-ngomong, hari ini aku hanya memiliki tiket Ring 3 saja (Ring terjauh dari lapangan tenisnya tetapi harga tiketnya juga yang termurah) di Lapangan Philippe Chatrier. Berikut ini jadwal pertandingan hari ini:

  1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Seruuu!

Begitu masuk, aku mengecek kursiku di Court Philippe Chatrier untuk mengetes bagaimana kah view yang akan kudapatkan nantinya. Ternyata masih oke-oke saja sih walaupun memang jelas akan lebih sulit untuk mendapatkan foto yang bagus dari atas sana, haha 😆 . Btw, berikut ini outfit-ku hari ini:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Membuat jelas mengenai sisi yang kudukung siang nanti dengan apa yang aku pakai

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

Aku membeli dua cangkir kopi cappuccino dan dua buah roti Prancis untuk sarapan. Pagi ini memang aku tidak merasa begitu lapar. Kemudian ketika mengecek jadwalnya, ternyata final ganda putri akan dimulai jam 11:30 pagi di Philippe Chatrier. Jadilah aku langsung kembali ke Philippe Chatrier setelah menyelesaikan kopi dan rotiku.

Lalu, aku melihat sebuah pengumuman dalam bahasa Prancis. Oke, aku nggak bisa bahasa Prancis tetapi dengan ilmu tebak-menebak arti, aku kira pengumuman itu berarti untuk final ganda putri, penonton dibebaskan duduk dimana pun di dalam Philippe Chatrier. Tetapi tentu saja dong ya aku masih nggak yakin. Jadilah ketika memasuki Philippe Chatrier, aku menanyakan ini ke petugas pemeriksa tiketnya. Petugasnya mengiyakan dan bahkan berkata kalau mau, aku juga boleh loh duduk di kotak-kotak hijau di sebelah lapangan tennisnya itu!! 😱😱😱😱😱 Aku syok dong karena kursi-kursi itu kan bahkan lebih dekat ke lapangan tenisnya daripada kursi Ring 1 dan kursi-kursi itu adalah kursi-kursi premium super mahal yang bisa diakses dengan pemegang tiket premium!! 😱😱😱😱😱 Ya jelas aku mau dong ya!! Siapa yang nggak mau coba?

Aku memilih satu kotak yang masih kosong tepat di samping lapangannya dan aku langsung duduk di kursi di barisan pertama. Iya, pagi itu aku duduk di barisan pertama Lapangan Philippe Chatrier untuk menonton sebuah pertandingan final turnamen grandslam!! 😱😱😱😱😱 GILA. KEREN. ABISSS!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!

Aku diperbolehkan duduk di salah satu kursi VIP di Lapangan Philippe Chatrier pagi ini!!

1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

Pertama-tama, supaya konsisten, mulai sekarang aku akan menyebut tim Makarova/Vesnina sebagai Makarova/Ayah. Alasan mengapa aku memanggil Elena Vesnina “Ayah” bisa dibaca di posting ini mengenai kunjunganku ke final Wimbledon tahun lalu 😛 .

Anyway, pertandingannya tidak dimulai dengan level yang seimbang dimana Mladenovic/Garcia bermain solid sementara Makarova/Ayah masih belum klik. Dalam 20 menit, Makarova/Ayah langsung tertinggal 0–5 di set pertama. Tetapi kemudian, mereka mulai menemukan momentum sementara Mladenovic/Garcia mulai membuat error, sehingga Makarova/Ayah mulai mendapatkan kontrol di set pertama. Tetapi, Makarova/Garcia sudah terlanjur unggul jauh sehingga set pertama berhasil mereka amankan 6–3. Di set kedua, Makarova/Ayah memanfaatkan momentum tersebut sementara Mladenovic/Garcia mulai kesulitan sendiri. Makarova/Ayah memenangi set kedua 6–2. Set ketiga berlangsung berimbang hingga posisi 4–4. Servisnya Makarova kemudian terpatahkan dan Caroline Garcia bisa mempertahankan servisnya. Akhirnya tim Prancis ini memenangi gelar grandslam pertama mereka 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

Caroline Garcia dan Kristina Mladenovic menjuarai gelar grandslam pertama mereka

Setelah pertandinganya, aku mencoba mencari makan siang tetapi semua tempat makannya ramai. Aku mengantri di restoran gourmet tetapi antriannya maju dengan sangat amat pelan. Jadilah aku membatalkan rencana makan disana dan memutuskan membeli sandwich dan wrap ala Prancis aja (yang mana untuk itu aku juga harus cukup mengantri).

2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Pertandingan ini adalah highlight dari turnamen ini. Maksudku, pertandingan antara pemain peringkat 1 dan 2 dunia gitu! Keduanya belum pernah menang Roland Garros sebelumnya. Bahkan untuk Djokovic, yang dipertaruhkan lebih tinggi karena (1) Roland Garros adalah satu-satunya gelar grandslam yang belum ia menangi dan (2) Setelah menjuarai Wimbledon 2015, US Open 2015, dan Australian Open 2016, ia berkesempatan untuk membuat “Nole Slam” menjadi kenyataan dengan titel Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly

Andy Murray memulai pertandingan dengan kuat

Murray memulai pertandingan dengan kuat dimana ia bermain agresif. Akibatnya, set pertama ia amankan 6–3. Tetapi kemudian, entah mengapa, situasinya berbalik mulai di set kedua. Entah bagaimana, Murray bermain lebih defensif sehingga Djokovic bisa mengontrol lebih banyak poin. Aku tahu Murray menyadari ini sehingga ia mencoba mengubah ritme pertandingan untuk mengubah momentum. Masalahnya, tidak mudah untuk melakukan ini ketika lawannya adalah petenis peringkat 1 dunia yang sedang on fire. Sebagai akibatnya Murray mulai membuat lebih banyak kesalahan sendiri.

Pada akhirnya, Novak Djokovic memenangi gelar grandslam ke-12nya, melengkapi Career Grand Slam, dan mencetak Nole Slam dengan mengalahkan Andy Murray dalam empat set 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray memberikan ucapan yang menyentuh btw, dimana ia berkata bahwa kami semua beruntung berada di sana sebagai audiens untuk menyaksikan terciptanya Nole Slam yang mana sangat amat jarang terjadi di tenis putra; tetapi baginya ini terasa sakit sekali sebagai seseorang yang berada di sisi lain dari net hari ini. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

Novak Djokovic membuat Nole Slam menjadi kenyataan di Roland Garros 2016

Setelah pertandingannya, aku membeli sepasang dampers untuk raket tenisku. Kemudian, aku meninggalkan Stade Roland Garros dan kunjungan tahun 2016ku ke sana resmi berakhir 🙂 .

SELESAI.

#1757 – My 2016 Roland Garros Trip (Part I: Roland Garros (Saturday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Today, I got a Ring 1 ticket in Court Philippe Chatrier so the view from my seat was very good because the seat was quite close to the court. And so naturally today I was feeling very excited because these were the scheduled matches in Philippe Chatrier:

  1. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Men’s Doubles Final: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

And you all know that Serena Williams and Bob/Mike Bryan are amongst my favorite players! It was awesome!!

Anyway so I left my hotel at a few minutes passed 8 AM. After buying a few French pastries for breakfast, I took the metro to get to Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!

Back at Roland Garros!

I noticed a significant improvement has been done in this year’s edition of the tournament (compared to previous years):

  1. There are more security checks to enter Stade Roland Garros. Well, considering those infamous events which have happened multiple time in Europe within the last one year or so, this is hardly surprising and I am extremely glad they did so. This certainly made me feel much safer during my visit.
  2. Free wifi was now provided in certain areas in Stade Roland Garros!! Yeay!! 😛

As usual, the gate was opened just a few minutes before 10 AM. The weather was not the best this morning where it was very cloudy and a few drops of rain fell here and there but at least it was not raining (it was not even drizzling). I immediately went to Court Suzanne Lenglen and I bought myself a hotdog package for breakfast (the few French pastries were certainly not enough for the longer run 😛 ).

The main event at Court Philippe Chatrier would start just at 3 PM. And so to start the day I decided to watch two matches (well, one and half actually) in Court Suzanne Lenglen which started at 11 AM. They are:

1. Women’s Legends Doubles Final: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

It was nice to see these retired players played some tennis. Obviously they were not as fast nor athletic nor powerful as they used to be but even so, I felt like none of the four women were at their potential best during the day. In the end, Davenport/Navratilova won the match rather easily, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women’s legends event

2. Men’s Legends Over 45 Doubles Round Robin: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

This experience was my first time watching a men’s legends match. And here, I have to say that these men knew how to put up a very entertaining show in the form of a tennis match. The match was just a legends’ event so it was like “just” an exhibition match and there was no need to be extremely serious. And this was even more true especially when Mansour Bahrami was playing.

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami

You see, nowadays Mansour Bahrami has the reputation as “fun” and “funky” in an exhibition match. And now I could see, with my own eyes, why. He was very funny on the court! Moreover, the other three players also played along so it became such an entertaining exhibition tennis “match” display.

For instance, at 5-all in the tiebreak of the first set, Yannick Noah hit a really good pass which neither Krajicek or Bahrami could chase. So while failingly trying to chase the ball, Bahrami threw a ball he kept in his pocket back to his opponents’ side. Obviously by this rule this was illegal and Bahrami/Krajicek lost the point. But the umpire played along with this stint and awarded the point to Bahrami/Krajicek. Obviously Noah and Pioline “protested” and so this happened:

So this happened

A protest

Haha 😆 .

Yeah, it was very funny!!

***

I decided to leave Court Suzanne Lenglen after the first set because I was hungry for lunch. So I went to the gourmet restaurant and ordered my favorite dish at Roland Garros: steak with Mediterranean ratatouille.

After lunch, I went to Court Philippe Chatrier and settled in my seat. I was quite early there and at that time, Novak Djokovic was still practicing for his tomorrow’s men’s singles final against Andy Murray. A few minutes later, he left the court.

At Court Philippe Chatrier

At Court Philippe Chatrier. I carefully chose this outfit of mine. Can you guess why so?

The main event today started with a ceremony of the induction of Amelie Mauresmo to the International Tennis Hall of Fame. After that, the main showdown of today, the women’s singles final, started.

3. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

This women’s singles final was a rematch of last year’s Wimbledon final, which I also watched live 😛 . Anyway, I was very excited when Serena Williams entered the court:

And I noticed that my hand was shaking when I was taking that short video. I don’t know if it was because I was being nervous or just due to my excitement, haha 😆 .

You all know that Serena Williams is one of my most favorite tennis players, ever. But you might not know that actually I also like Garbiñe Muguruza. Moreover, I do think that she can be on the top of the women’s game some day (sidelining very bad injury of course), and that some day might actually come quite soon. However, in the battle between these two, obviously I would have to go with which of the two which I liked the more; and in this case it was Serena, haha 😆 .

Serena William serving

Serena Williams. Yes so I chose my outfit so that the color would match Serena’s dress #truefans

But as you might already know by now, Muguruza won 7–5, 6–4. Serena did not play at her best (her first serve percentage was quite low which allowed Muguruza too much look on her second serve) but it was obvious that she was fighting hard, including saving four championships points in the second set. However, it was not enough as Muguruza was in the zone today. Muguruza’s strategy today was clear to me: to go for her shots, playing high risk tennis. This was reasonable because if she did not do so, she would most definitely lose the match given her opposition in the final. And her strategy paid off where she basically “painted the lines” in many occassions during the match.

The reward for Muguruza? Well, her first grandslam singles title!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Congratulations, Garbiñe!!

As for Serena, I do hope she wakes up just in time for Wimbledon and the upcoming US Open this year. Come on Serena, you can do it!!

4. Men’s Doubles Final: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Following the women’s singles final was the men’s doubles final between Feliciano López/Marc López and Mike Bryan/Bob Bryan.

The López got an early break in the first set which they managed to hold upon until the end of the set, thus winning it 6–4. The second set was much tighter that a tiebrak was forced to be played. The Bryans saved one championships point during the tiebreak and took claimed the set by winning the tiebreak (8–6).

Feliciano López and Marc López

Feliciano López and Marc López

After the second set, somehow I felt very tired. I think I was more affected by the disappointment of Serena’s loss than I thought I was, haha 😆 . And so I decided to leave the stadium. Well, I still had one day the next day so my justification was that I needed to have a good rest 😛 .

Anyway, it turned out that Feliciano López/Marc López won the third set 6–3 thus the Spaniards won their first grandslam title.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Hari ini, aku memiliki sebuah tiket Ring 1nya Lapangan Philippe Chatrier sehingga pandangan dari kursiku oke banget karena lokasi kursinya yang cukup dekat dengan lapangan tenisnya. Dan jelas dong sebagai akibatnya hari ini aku amat bersemangat karena pertandingan-pertandingan yang dijadwalkan di Philippe Chatrier adalah sebagai berikut:

  1. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Final Ganda Putral: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Dan pasti sudah pada tahu deh Serena Williams dan Bob/Mike Bryan adalah salah sekian dari petenis favoritku! Seruu!!

Anyway jadilah aku berangkat dari hotelku jam 8 pagi lewat sedikit. Setelah membeli beberapa roti Prancis untuk sarapan, aku menaiki metro untuk pergi ke Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!

Kembali di Roland Garros!

Aku amati ada perubahan signifikan di edisi tahun ini dari turnamen ini (dibandingkan tahun-tahun sebelumnya):

  1. Ada beberapa pemeriksaan sekuriti ekstra untuk memasuki Stade Roland Garros. Yaa, mengingat apa yang terjadi di Eropa beberapa kali selama setahun belakangan ini, ini nggak mengherankan lah ya. Ini jelas membuatku merasa jauh lebih aman ketika di sana.
  2. Sekarang ada wifi gratisannya loh di beberapa area di Stade Roland Garros!! Horee!! *penting ini* 😛

Seperti biasa, gerbang masuk dibuka beberapa menit sebelum jam 10 pagi. Cuaca hari ini kurang begitu baik deh dimana langit berawan tebal dan beberapa butiran air terasa jatuh di sana-sini. Tetapi untungnya nggak sampai hujan sih (bahkan nggak gerimis juga). Aku langsung pergi ke area Lapangan Suzanne Lenglen dan membeli satu paket hotdog untuk sarapan (roti Prancisnya jelas cuma mengganjal perut aja kan ya 😛 ).

Pertandingan utama di Philippe Chatrier baru dijadwalkan jam 3 sore. Jadilah hari ini aku mulai dengan menonton dua pertandingan (satu setengah sih sebenarnya) di Suzanne Lenglen yang dimulai jam 11 pagi. Dua pertandingan ini adalah:

1. Final Legenda Putri: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

Seru deh rasanya melihat petenis yang sudah pensiun bermain tenis. Tentu mereka sudah tidak secepat, seatletis, atau sekuat dulu ya. Namun, walaupun begitu aku merasa keempat pemainnya tidak bermain yang terbaik deh hari ini. Pada akhirnya, Davenport/Navratilova menang dengan cukup mudah, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event

Martina Navratilova dan Lindsay Davenport memenangi gelar ganda legenda putri

2. Babak Round Robin Legenda Putra Di Atas 45 Tahun: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

Pengalaman ini adalah kali pertama aku menonton pertandingan legenda putra. Dan dengan ini, harus kubilang bahwa pemain-pemain ini tahu bagaimana mengadakan pertunjukan yang amat menghibur dalam rupa sebuah pertandingan tenis. Karena hanya turnamen legenda saja, di satu sisi pertandingan ini seperti pertandingan ekshibisi gitu sehingga tentu mereka tidak perlu serius-serius amat. Dan pernyataan ini benar sekali terutama ketika Mansour Bahrami berpartisipasi.

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami sekarang terkenal sebagai pemain yang “seru” dan “lucu” di pertandingan ekshibisi. Dan sekarang bisa kusaksikan sendiri bahwa pernyataan ini benar adanya. Dia lucu bangett! Lebih jauh lagi, ketiga pemain lainnya juga ikutan tampil lucu sehingga sebuah pertunjukan ekshibisi tenis yang lucu dan menghibur terciptakan.

Misalnya, di posisi 5-sama di tiebreak set pertama, Yannick Noah memukul sebuah pukulan pass yang bagus sehingga Krajicek atau Bahrami tidak bisa mencapainya. Jadilah ketika berusaha mencoba mengejar bolanya (tentu ia gagal), Bahrami melemparkan sebuah bola tenis yang ia simpan di kantong celananya ke sisi lawan. Jelas dong menurut aturan ini ilegal dan Bahrami/Krajicek kehilangan poin ini. Tetapi wasit pertandingannya ikutan bermain dengan skemanya Bahrami ini adan memberikan poin untuk Bahrami/Krajicek. Nah, jelas dong Noah dan Pioline “protes” sehingga ini terjadi:

So this happened

Sebuah protes

Haha 😆 .

Iyaa, lucu banget memang!!

***

Aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen setelah set pertama karena aku merasa lapar. Jadilah aku pergi ke restoran gourmet untuk makan siang disana dan memesan menu favoritku di Roland Garros: steak dengan ratatouille ala Mediteranea.

Setelah makan siang, aku ke Philippe Chatrier untuk duduk di kursiku. Aku datang agak awal dan waktu itu, Novak Djokovic sedang berlatih untuk pertandingan finalnya keesokan harinya melawan Andy Murray. Beberapa menit setelah aku datang, ia meninggalkan lapangannya.

At Court Philippe Chatrier

Di Philippe Chatrier. Outfit ini aku pilih sedemikian rupa lho. Ada yang bisa menebak mengapa aku memilihnya?

Hari ini acara dimulai dengan upacara masuknya Amelie Mauresmo ke International Tennis Hall of Fame. Setelahnya, acara dimulai dengan event utama: final tunggal putri.

3. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

Final tunggal putri ini adalah ulangan final Wimbledon tahun lalu, yang mana juga aku tonton 😛 . Anyway, aku merasa bersemangat banget loh ketika Serena Williams memasuki lapangannya:

Dan kuperhatikan ternyata tanganku bergetar juga ketika video singkat di atas aku ambil. Entah karena aku grogi atau saking senangnya, haha 😆 .

Tentu sudah pada tahu bahwa Serena Williams adalah salah satu petenis favoritku sepanjang masa. Tetapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa aku juga suka Garbiñe Muguruza. Lebih jauh lagi, aku kira ia bisa menjadi petenis nomor satu di sisi putri suatu hari (dengan mengesampingkan faktor cedera tentunya), dan suatu hari itu mungkin akan segera datang. Namun, di pertandingan antara dua petenis ini, jelas aku memihak yang lebih kufavoritkan dong ya, yang mana dalam hal ini adalah Serena, haha 😆 .

Serena William serving

Serena Williams. Iya, outfit-ku aku pilih supaya warnanya kembaran dengan dress-nya Serena #fanssejati

Tetapi seperti yang mungkin sudah pada tahu sekarang, Muguruza menang 7–5, 6–4. Serena tidak dalam performa terbaiknya (persentasi servis pertamanya terlalu rendah sehingga Muguruza mendapatkan banyak kesempatan di servis kedua) tetapi jelas bahwa ia berjuang segigih mungkin, termasuk ketika menyelamatkan empat championships points di set kedua. Namun, itu tidak cukup karena Muguruza sedang in the zone banget hari ini. Aku bisa membaca jelas strateginya Muguruza: untuk mengambil risiko tinggi. Ini strategi yang masuk akal sih karena kalau tidak, ia sudah hampir dipastikan kalah mengingat siapa lawannya. Dan strateginya berhasil dimana ia “menyapu garis” beberapa kali di momen-momen penting pertandingan ini.

Hadiahnya bagi Muguruza? Yah, gelar grandslam pertamanya!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Garbiñe Muguruza memenangi gelar grandslam pertamanya di Roland Garros 2016

Selamat, Garbiñe!!

Untuk Serena, mudah-mudahan ia segera bangun deh sebelum Wimbledon dan US Open tahun ini. Ayo Serena, kamu bisa!!

4. Final Ganda Putra: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Mengikuti final tunggal putri adalah final ganda putra antara Feliciano López/Marc López dan Mike Bryan/Bob Bryan.

Pasangan López berhasil mematahkan servis lawan di awal pertandingan dan berhasil mempertahankannya sampai akhir set, dan menang 6–4. Set kedua berlangsung lebih ketat dimana tiebreak harus dimainkan. Si kembar Bryan menyelamatkan satu championships point di tiebreak ini dan berhasil mengamankannya dengan memenangi tiebreak-nya (8–6).

Feliciano López and Marc López

Feliciano López dan Marc López

Setelah set kedua, entah mengapa aku merasa amat lelah. Aku kira pengaruh dari kekecewaanku karena kalahnya Serena lebih kuat daripada yang kukira deh, haha 😆 . Dan jadilah setelahnya aku memutuskan untuk pulang. Yaa, aku kan masih memiliki satu hari lagi besoknya ya sehingga justifikasiku adalah aku perlu istirahat 😛 .

Anyway, ternyata Feliciano López/Marc López memenangi set ketiga 6–3 sehingga petenis Spanyol ini memenangi grandslam pertama mereka.

BERSAMBUNG…

#1752 – My 2016 Roland Garros Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

As my Instagram followers (@azilko) would have known by now, this weekend was the weekend of my annual trip to Paris to watch the 2016 French Open (Roland Garros). Yes, I went to Paris this weekend! :mrgreen:

Paris, as usual, was amazing (but still busy and full of tourists here and there, lol 😆 ). The food, per usual, was generally great as well. Of course, as the capital of France, whose food is one of my most favorite cuisine in the world, this was basically a given, haha 😆 . Even though this time I did not have the bestest culinary experience in Paris in general though but this was because food was not in the top of my agenda of course 😛 .

The French Open was super fun per usual. Being a grandslam tournament, it was much “more” than any other “regular” tennis tournaments. The players and the fans care about this tournament more, thus making the atmosphere electric. To be honest, before going on this trip, I was a little bit worried about the tournament scheduling though after the heavy rain which hit Paris early in the second week of the tournament which messed up the whole schedule. But luckily they were able to catch up in the end, even though not without some controversies from the players’ point of view.

From the results point of view, to be honest I had mixed feeling. While I was certainly happy my favorite players made it to the final so I could watch them play those finals live in person, literally all of them lost the matches so I could not leave Stade Roland Garros with the most joyous feeling ever 😦 . But this is the reality of sport. You win some, you lose some. This is what makes it exciting and the competitive nature is what stimulates the players to keep improving and fighting. But as a fans I am hoping they will all do better in the next big tournament, Wimbledon, haha 😆 .

Nevertheless, I am still very very very lucky. Last year, I witnessed the realization of Serena Slam 2.0 when Serena Williams won Wimbledon 2015 (by doing so, she was holding the titles of all four grandslams simultaenously). This weekend, I witnessed the realization of Nole Slam in Paris. Novak Djokovic won Roland Garros 2016 which means that now he holds the titles of the four grandslams! This feat is much rarer in the men’s field where the last time this happened was in 1969 when Rod Laver won all four grandslam tournaments that year.

So all in all, it was such a fun trip and I am glad I was able to make it!! As per usual, here are some teasers from this trip! 😉

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) tentu sudah ketahui sekarang, akhir pekan ini adalah akhir pekan perjalanan tahunanku ke Paris untuk menonton turnamen French Open 2016 (Roland Garros). Iyaa, akhir pekan ini aku berada di Paris! :mrgreen:

Seperti biasa, Paris itu kece dah (tetapi ya masih sibuk dan penuh turis seperti biasanya sih, hahaha 😆 ). Makanannya, seperti biasa, secara umum jelas enak-enak, haha. Nggak mengherankan lah ya, namanya aja ibukotanya Prancis, yang mana makanannya adalah salah satu makanan favoritku di dunia, jadi ini jelas lah ya, haha 😆 . Walaupun makanan yang kumakan di perjalanan kali ini bukan yang paling enak banget yang pernah kumakan di Paris sih; tetapi ini dikarenakan makanan bukanlah prioritas utama di perjalananku kali ini, haha 😛 .

French Open-nya sendiri seru seperti biasanya. Sebagai turnamen grandslam, turnamen ini “lebih” daripada sekedar turnamen-turnamen “biasa” lainnya. Para petenis dan fans jelas memedulikan turnamen ini lebih daripada turnamen lain, sehingga akibatnya atmosfernya seru banget. Sejujurnya, sebelum berangkat, aku sedikit khawatir dengan penjadwalan turnamen ini akibat hujan deras yang mengguyur Paris di awal minggu kedua turnamen ini yang mengakibatkan kacaunya jadwal pertandingan. Tetapi untungnya pada akhirnya mereka berhasil mengejar ketertinggalan sih dari segi jadwal, walaupun tentu bukannya tanpa kontroversi juga dari sudut pandang petenisnya.

Dari sisi hasil pertandingan, sejujurnya aku merasa sedikit kecewa. Walaupun aku merasa senang petenis favoritku masuk final sehingga aku bisa menonton mereka langsung, semuanya kalah dong di final sehingga aku tidak bisa meninggalkan Stade Roland Garros dengan perasaan yang paling senang 😦 . Tetapi ya memang beginilah realita olahraga ya. Kadang menang kadang kalah. Ini yang membuatnya seru dan aura kompetisinya lah yang mendorong pemain untuk terus meningkatkan kemampuan dan terus bertarung. Tetapi sebagai fans aku sih berharap mereka akan mendapatkan hasil yang lebih baik di turnamen besar selanjutnya, Wimbledon, haha 😆 .

Toh walaupun begitu, aku sebenarnya masih sangat sangat sangat beruntung loh. Tahun lalu, aku menyaksikan terwujudnya Serena Slam 2.0 ketika Serena Williams memenangi Wimbledon 2015 (dengan kemenangan itu, ia memegang keempat gelar juara turnamen grandslam bersamaan). Nah, akhir pekan ini, aku menyaksikan terwujudnya Nole Slam di Paris. Novak Djokovic memenangi Roland Garros 2016 yang mana artinya kini ia lah pemegang gelar juara keempat turnamen grandslam! Pencapaian ini jauh lebih jarang di sisi putra dimana terakhir kali ini terjadi adalah di tahun 1969 ketika Rod Laver memenangi kesemua gelar grandslam tahun itu.

Kesimpulannya, perjalanan ini adalah perjalanan yang amat seru dan aku bersyukur banget aku bisa pergi ke Paris!! Seperti biasanya, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini! 😉

#1713 – My 2016 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Since 2012, I have always gone to Paris every year to watch the French Open (or Roland Garros), the second grandslam tennis tournament of the year. And it turns out that this year is no exception! :mrgreen: Yes, that means that I have booked my 2016 Roland Garros tickets!! 😀 Earlier today, I secured my tickets (yes plural) to the tournament’s edition this year! 😀

My experience last year, where they changed the sales system a little bit, helped a lot though. As a result, when I accessed the website, I was only the 570th person in the queue (compared to being the 50,000+th something person last year! 😢). So instead of having to wait for 3.5 hours like last year, this morning I had to wait for about 15 minutes only, haha 😆 .

I was only the 570th person in the queue this year 😎

I was only the 570th person in the queue this year 😎

This also meant that a selection of much better seats were still available when I got the access!! 😍😍😍 This further meant there were a lot more possibilities for me to tailor the trip this year ;).

My experience of watching the women’s singles final last year, where my favorite tennis player, Serena Williams, won her 20th grandslam singles title, was so amazing that I decided to go there for the women’s singles final again this year. But this time, though,  I was able to secure a much much much better seat than last year!! 😍😍😍 This year my seat will be much closer to the tennis court!! Plus, the view and the angle are also much better!

Me with Serena Williams, haha

Myself with Serena Williams in 2015, haha 😎

Furthermore, this year it will be even more amazing because I also decided to buy a ticket for the men’s singles final as well!! 😍😍😍 The men’s tickets got sold out quicker though so I was only able to secure a seat quite up in the stadium. But it was okay as the view was still actually quite descent; plus it was much cheaper anyway 🙂 .

Yeah, so it is going to be fun!! 🙂 I am now hoping that my favorite players will make the finals!! 🙂

***

Speaking of the trip, I have also arranged my accommodation in Paris. Just like the last two years, I decided to (obviously and unsurprisingly) fly to get there (points collectors here 😛 ). I was able to book cheap return flights between Amsterdam and Paris (which turned out to be cheaper than the cheapest return high-speed train ticket! 😱)

I have also reserved a three-night stay at a Parisian hotel 🙂 . Unlike the past three years though, where I mostly stayed around Gare du Nord, I decided to stay in another region of Paris this year 🙂 . Yeah, a little bit of change for once! 🙂

So, yeah, Paris, I am back this year! 😀

BAHASA INDONESIA

Semenjak tahun 2012, aku selalu pergi ke Paris setiap tahun untuk menonton French Open (alias Roland Garros), turnamen tenis berlevel grandslam kedua setiap tahunnya. Dan ternyata, tahun ini pun bukanlah pengecualian! :mrgreen: Iya, memang artinya aku telah mendapatkan tiket Roland Garros tahun 2016 ini!! 😀 Pagi tadi, aku berhasil mengamankan tiket-tiketku (iya, jamak) untuk edisi tahun ini dari turnamen bergengsi ini! 😀

Pengalamanku tahun lalu, dimana waktu itu sistem penjualan tiketnya sedikit diubah, sangat amat membantuku loh. Sebagai akibatnya, ketika aku mengakses website-nya, aku hanyalah orang ke-570 di antrian (bandingkan dengan tahun lalu dimana aku adalah orang ke-50.000+ di antrian! 😢). Jadilah aku tidak perlu mengantri selama 3,5 jam seperti tahun lalu, dimana tadi pagi aku cukup menunggu selama 15 menit saja, haha 😆 .

I was only the 570th person in the queue this year 😎

Aku hanyalah orang ke-570 di antrian tahun ini 😎

Ini juga berarti pilihan kursi yang masih tersedia ketika aku mendapatkan aksesnya juga masih bervariasi banget!! 😍😍😍 Ini juga lebih jauh berarti ada lebih banyak kemungkinan untuk mendisain perjalanan ini tahun ini ;).

Pengalamanku menonton final tunggal putri tahun lalu, dimana petenis favoritku, Serena Williams, memenangi gelar grandslam ke-20nya, sungguh amat sureal dan seru sekali sehingga aku memutuskan untuk menonton final tunggal putri lagi tahun ini. Bedanya, tahun ini aku berhasil mendapatkan kursi yang jauuuuuh lebih asyik dan keren daripada tahun lalu!! 😍😍😍 Tahun ini kursiku akan berlokasi jauh lebih dekat ke lapangan tenisnya!! Plus, view dan sudut-nya oke banget juga!

Me with Serena Williams, haha

Aku dan Serena Williams di tahun 2015, haha 😎

Lebih jauh lagi, perjalanan tahun ini akan jauh lebih seru lagi karena aku juga memutuskan untuk membeli tiket final tunggal putra!! 😍😍😍 Tiket final tunggal putranya habis lebih cepat sih sehingga aku hanya bisa mendapatkan kursi di bagian agak atas dari stadionnya. Ah, tetapi masih nggak masalah sih karena dari situ toh pandangannya masih oke juga; ditambah lagi tiketnya juga lebih murah 🙂 .

Yaa, kayaknya bakal seru banget ya!! 🙂 Aku sekarang berharap petenis favoritku masuk ke babak final!! 🙂

***

Ngomongin perjalanan ini, aku juga sudah mengatur akomodasiku di Paris. Seperti dua tahun belakangan, aku memutuskan untuk (jelas, dan tidak mengherankan) naik pesawat kesana (sekalian ngumpulin poin kan 😛 ). Aku beruntung mendapatkan tiket pesawat pp murah dari Amsterdam ke Paris (yang mana ternyata lebih murah daripada tiket termurah kereta berkecepatan tinggi (high-speed train) loh! 😱)

Aku juga sudah memesan kamar selama tiga malam di sebuah hotel di Paris 🙂 . Tetapi tidak seperti tiga tahun belakangan, dimana aku menginap di area sekitar Gare Du Nord, kali ini aku memutuskan untuk menginap di sebuah area lain di kota Paris 🙂 . Yaa, sekalian ganti suasana gitu kan ya sekali-sekali! 🙂

Jadi, yup, Paris, aku kembali lagi tahun ini! 😀

#1593 – A Weekend To Wimbledon (Part II)

ENGLISH

Earlier this month, I went on a weekend trip to London to watch this year’s Wimbledon final. I have published the post about my trip to/back from London and this post will cover the Wimbledon part of the trip 🙂 .

***

The Experience

Right after arriving at Liverpool Street Station, I took the tube to go to Wimbledon. Here is a useful information: even though there was a tube station called “Wimbledon”, the closest station to the All England Lawn Tennis Club (AELTC), the venue of the tournament, was actually “Southfield”. This year though, there was no way you were not getting this information in Southfield because the station looked like this, haha:

There is no way one does not associate this with Wimbledon

There was no way one did not associate this with Wimbledon

From Southfield, I decided to walk to AELTC. It was a nice 20 minute walk to the gate btw. I had to wait for about half an hour at the gate before they opened it at 10:30 AM. When they did, they checked my ID and my credit card which I used to purchase the ticket in exchange for my ticket.

I entered the ground, and well, my first feeling was: “Finally I am back at Wimbledon!” Seriously, I did not think I would visit Wimbledon this year but thanks to some very nice luck I did!

Back in Wimbledon this year!!

Back in Wimbledon this year!!

Henman Hill

The famous Henman Hill

Anyway, I walked around the ground for a few hours (seriously, lol 😆 ) and at one point I saw Serena Williams warming up at Court No.5! 😯 So I joined the flock of people to see her up close. She was already at the end of her session when I was there so she was already practicing some return and serve. I could see that she did not serve well during the warm up though; so she was serving a lot. And a lady behind me was like: “Gosh, how can she not be tired after hitting all those serves non-stop?” (Serena did practice serving for about ten minutes non-stop).

Btw, if you ask me if I asked for a selfie with Serena; well, I didn’t. Okay, actually, I couldn’t. Because after she finished warming-up, here is how she got off the court:

Escorting Serena Williams out of the practice court

Escorting Serena Williams out of the practice court

Yes, she was escorted by literally TEN bodyguards! 😯 However, I did get the opportunity to take a selfie with her coach though, Patrick Mouratoglou:

A selfie with Patrick Mouratoglou!!

A selfie with Patrick Mouratoglou!!

Yay! 😀

The Matches

As I got a Centre Court ticket, the first match would start at 2 PM with the following schedule:

The schedule of play today for Centre Court

The schedule of play today for Centre Court

See, what a line-up for today!!

Ladies’ Singles Final between [1] Serena Williams (USA) vs [20] Garbine Muguruza (ESP)

The coin tos

The coin toss

No doubt, this was the match of the day in term of prestige and what was at stake. If Serena won this match, she would win a second “Serena Slam”. And especially being a fan of Serena, this was also a big match for me, haha 🙂 .

Serena started slow today, hitting three double faults in the first game alone to get broken. On the other hand, this let Garbine to dictate more of the points so she was leading 4–2. This trailing drama in the first set immediately made me feel involved in the match, even though deep down I believed Serena was going to fight back. And she did. She fought so hard, got the broke back, brought the match back to level, and took another punch to win the first set 6–4.

Serena was so pumped up after winning the first set

Serena was so pumped up after winning the first set

She carried on this momentum onto the start of the second set. She was serving very well and hit her shots very well. As a result, Serena immediately led 5–1 in the second. But then, the same drama reappeared where Serena got nervous and allowed Garbine to, again, play aggressive. Garbine was able to bring the score to 5–4 but then Serena, being the champion that she was, took the final punch and won the second set, thus the match, thus the championships, thus the Serena Slam, 6–4, 6–4!!

Sinking the moment in

Sinking the victory moment in

A BBC interview

A BBC interview with Sue Barker

Yesss!!!

It was such an honor and historical moment for me to witness that. To witness with my own eyes the realization of Serena Slam 2.0, at the Centre Court of the most prestigious tennis tournament in the world: Wimbledon!!

Serena Williams completed the second Serena Slam

Serena Williams completed the second Serena Slam

Gentlemen’ Doubles Final between [4] Jean-Julien Rojer (NED)/Horia Tecau (ROU) vs [13] Jamie Murray (GBR)/John Peers (AUS).

So here is the thing: this would be the second time this year I watched these two teams clashed in a final, with the first being in February in the final of the Rotterdam Open in Rotterdam. That time, Rojer/Tecau won in a super-tiebreak.

Jamie Murray/John Peers

Jamie Murray/John Peers

But obviously the stake was very different this time because this was a grandslam final where the winner would win their first grandslam men’s doubles title. And this was in London so the team of Jamie Murray (Andy Murray’s older brother btw) would get more support from the crowd as well. As for me, I liked both teams but of course I was leaning more towards Jean-Julien Rojer because he was Dutch, haha.

I watched the first set which went very tight where both teams held their serve so they had to play a tiebreak. Rojer/Tecau won the tiebreak 7–5. I left during the second set and first half of the third because I was craving for dinner and needed to stretch my legs a little bit. But when I came back, it was just in time to witness the Dutch/Romanian team won the match 7–6(5), 6–4, 6–4!!

Jean-Julien Rojer and Horia Tecau won!

Jean-Julien Rojer and Horia Tecau won!

Ladies’ Doubles Final between [1] Martina Hingis (SUI)/Sania Mirza (IND) vs [2] Ekaterina Makarova (RUS)/Elena Vesnina (ESP).

This should be a very entertaining match, on paper, because these two teams were the top two seeds of the tournament. Martina Hingis decided to come back to the tour a couple of years ago and focused on doubles. Well, she has always been a good doubles player and she has a very great touch with her racket. So it was nice that I could see her play live!

Also, just to make it more fun, I am going to refer Elena Vesnina as “Ayah” here because her grunt sounded like this:

Haha 😆 . To me it sounded like “Ayah” and it means “father” in Indonesian btw, haha 😆

Makarova/Ayah took the first set 7–5

Makarova/Ayah took the first set 7–5

And wow, this match turned out to be the tightest and most exciting match of the day! Both teams played really well and the score line indicated this! After trading break in the first two games, both teams held their serve. But Makarova/Ayah were able to break Hingis’ serve and won the first set 7–5.

The second set went just as tight and a tiebreak had to be played. This time, the first seed fought back and won it 7–4. In the third set, Hingis/Mirza were immediately down one break and both looked lost. And to be honest, I thought they were done at this point. But then, Mirza was peaking with her shots and did not miss 😆 . They brought the match back to level. At 5-all, the organizers thought it was already too dark for play (it was 9 PM already) so they decided to put the roof on to make Centre Court an indoor grass court with lighting 🙂 .

The roof of Centre Court being closed

The roof of Centre Court being closed

My experience was complete now because in my first time watching tennis in Centre Court, they were actually USING the roof! Super cool!

Anyway, the roof needed 10 minutes to close hence in the meantime the play was suspended. Both teams returned to the court some 15 minutes later and continued their match. Hingis/Mirza were on at this point. They broke Makarova/Ayah’s serve right away and held their own serve in the next game. Hence, they won the match 5–7, 7–6(4), 7–5 for their first grandslam title together!

Martina Hingis and Sania Mirza won the very tight final match for the title!

Martina Hingis and Sania Mirza won the very tight final match for the title!

The Food

Strawberries and Cream

First of all, in Wimbledon, obviously I MUST have a bowl of strawberries and cream. Wimbledon is full of tradition so I also comply! Lol 😆

A trip to Wimbledon is never complete without strawberry and cream

A trip to Wimbledon is never complete without strawberries and cream

Fish and Chips

Also, while in London, I decided to have fish and chips for brunch, haha. However, this time I felt like the fish was smaller than it was two years ago though. But I could not finish it two years ago because it was too big, so I was okay with this. But then, it turned out that I also could not finish it this time for the same reason, lol 😆 .

Southern Fried Chicken

Southern fried chicken, my favorite dish at Wimbledon

Southern fried chicken, my favorite dish at Wimbledon

It is official now. My favorite dish in Wimbledon was the southern Fried Chicken whose stall was underneath Court No.1 just accross the Henman Hill. It was basically crispy battered fried chicken (I would guess they mix the flour with a lot of black pepper, which gave it the spicy taste which I liked) with thin chips. So tasty!!

BAHASA INDONESIA

Awal bulan ini, aku pergi ke London dalam sebuah perjalanan akhir pekan untuk menonton finalnya Wimbledon tahun ini. Aku sudah mempublikasikan sebuah posting tentang perjalananku ke/dari London dan posting ini akan berisi cerita dari bagian Wimbledon dari perjalanan ini 🙂 .

***

Pengalamannya

Begitu tiba di Stasiun Liverpool Street, aku langsung menaiki tube menuju Wimbledon. Btw, berikut ini sebuah informasi yang berguna: walaupun ada stasiun tube yang namanya “Wimbledon”, sebenarnya stasiun tube terdekat dari All England Lawn Tennis Club (AELTC), kompleks turnamennya, adalah stasiun “Southfield”. Tetapi tahun ini rasanya mustahil ding untuk melewatkan informasi ini. Ini karena penampakan stasiun Southfield-nya seperti ini, haha:

There is no way one does not associate this with Wimbledon

Mustahil untuk tidak mengasosiasikan ini dengan Wimbledon

Dari Southfield, aku memutuskan untuk berjalan kaki ke AELTC. Asyik juga berjalan kaki selama 20 menit ke gerbangnya. Aku harus menunggu sekitar setengah jam di luar gerbang sebelum gerbangnya dibuka jam 10:30 pagi. Ketika gerbangnya dibuka, tanda pengenal dan kartu kreditku yang aku gunakan untuk membeli tiketnya diperiksa untuk ditukarkan dengan tiketnya.

Aku memasuki kompleks turnamennya, dan perasaan pertamaku adalah: “Akhirnya aku kembali ke Wimbledon juga!” Beneran lho, aku sama sekali tidak mengira aku akan ke Wimbledon tahun ini tetapi berkat sedikit keberuntungan, aku bisa kesana!

Back in Wimbledon this year!!

Kembali di Wimbledon!!

Henman Hill

Henman Hill yang terkenal itu

Anyway, aku berjalan-jalan mengelilingi kompleksnya selama beberapa jam (beneran, haha 😆 ) dan di satu waktu aku melihat Serena Williams sedang pemanasan di Lapangan No.5! 😯 Jelas dong aku bergabung dengan kerumuman orang-orang yang juga ingin menonton Serena dari dekat. Waktu itu ia sudah berada di akhir sesi pemanasannya sih dimana ia sedang memanaskan return dan servisnya. Aku bisa lihat bahwa pagi itu serve-nya sedang kurang on; jadilah ia banyak memukul serve pagi itu. Dan ibu-ibu di belakangku berkomentar: “Hadeuh itu dia kok nggak capek-capek sih terus-terusan memukul serve seperti itu tanpa jeda?” (Serena memang melatih serve-nya selama sekitar sepuluh menit tanpa henti).

Btw, jika ada yang ingin bertanya aku selfie dengan Serena atau tidak: jawabannya adalah tidak. Oke, sebenarnya karena aku tidak bisa sih. Ya habis dong setelah pemanasannya selesai, beginilah seorang Serena Wiliams keluar dari lapangannya:

Escorting Serena Williams out of the practice court

Mengawal Serena Williams keluar dari lapangan latihan

Iya dong, ia dikawal oleh SEPULUH orang bodyguards! 😯 . Eh, tapi tapi, aku mendapatkan kesempatan untuk selfie bersama pelatihnya loh, Patrick Mouratoglou:

A selfie with Patrick Mouratoglou!!

Selfie dengan Patrick Mouratoglou!!

Hore! 😀

Pertandingannya

Karena aku mendapatkan tiket Centre Court, pertandingan pertama baru dimulai jam 2 siang dengan jadwal sebagai berikut:

The schedule of play today for Centre Court

Jadwal pertandingan hari ini di Centre Court

Pertandingan-pertandingannya seruu!!

Final Tunggal Putri antara [1] Serena Williams (USA) vs [20] Garbine Muguruza (ESP)

The coin tos

Coin toss

Jelas, ini adalah pertandingan paling utama hari ini dalam hal gengsi dan apa yang diperebutkan. Jika Serena memenangi pertandingan ini, ia akan memenangi “Serena Slam” keduanya. Dan sebagai fansnya Serena, jelas ini adalah pertandingan tenis penting juga untukku, haha 🙂 .

Serena memulai pertandingan dengan pelan hari ini, memukul tiga double fault di game pertama sehingga servisnya langsung terpatahkan. Di sisi lain, ini memungkinkan Garbine untuk mendikte permainan sehingga ia kemudian unggul 4–2. Drama langsung tertinggal di awal pertandingan ini membuatku langsung merasa terlibat di pertandingannya, walaupun di dalam lubuk hati aku yakin Serena akan segera melawan balik. Dan ia melawan balik. Ia bertarung dengan keras, ganti mematahkan servis lawan, menyeimbangkan posisinya lagi, dan melangsungkan pukulan terakhir untuk memenangi set pertama 6–4.

Serena was so pumped up after winning the first set

Serena sedang on fire banget ketika memenangi set pertama

Serena membawa momentum ini ke set kedua. Servisnya on dan pukulan-pukulannya tajam dan akurat. Akibatnya, ia langsung unggul 5–1. Tetapi kemudian, drama yang sama kembali muncul dimana Serena mulai grogi dan memungkinkan Garbine untuk, lagi, bermain agresif. Garbine berhasil membuat skor menjadi lebih imbang ke posisi 5–4 tetapi Serena, yang memang bermental juara, melangsungkan pukulan terakhir dan menenangi setnya, artinya pertandingannya, artinya kejuarannya, artinya Serena Slam, 6–4, 6–4!!

Sinking the moment in

Menikmati kemenangan

A BBC interview

Wawancara BBC dengan Sue Barker

Yesss!!!

Benar-benar sebuah kehormatan dan momen yang bersejarah deh bagiku bisa menonton pertandingan ini. Untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri menjadi nyatanya Serena Slam 2.0, di Centre Court-nya turnamen tenis paling bergengsi di dunia: Wimbledon!!

Serena Williams completed the second Serena Slam

Serena Williams memenangi Serena Slam keduanya

Final Ganda Putra antara [4] Jean-Julien Rojer (NED)/Horia Tecau (ROU) vs [13] Jamie Murray (GBR)/John Peers (AUS).

Begini deh ceritanya: ini akan menjadi kali kedua tahun ini aku menonton dua tim ini bertarung di final, dengan yang pertama adalah di bulan Februari di finalnya Rotterdam Open di Rotterdam. Waktu itu, Rojer/Tecau menang melalui sebuah super-tiebreak.

Jamie Murray/John Peers

Jamie Murray/John Peers

Tetapi jelas yang dipertaruhkan kali ini jauh berbeda dong ya karena ini adalah final sebuah grandslam dimana pemenangnya akan memenangi gelar grandslam ganda putra pertama mereka. Dan ini berada di London sehingga timnya Jamie Murray (btw, ia kakaknya Andy Murray) tentu akan mendapatkan lebih banyak dukungan dari penonton. Untukku sih, aku suka kedua tim tetapi kalau disuruh memilih salah satu, aku lebih memilih mendukung timnya Jean-Julien Rojer deh karena ia kan orang Belanda, haha.

Aku menonton set pertama yang berlangsung ketat dimana kedua tim mempertahankan servisnya sehingga tiebreak harus dimainkan. Rojer/Tecau memenanginya 7–5. Aku meninggalkan kursiku di set kedua dan setengah pertama set ketiga karena aku lapar berat dan aku merasa perlu untuk meluruskan kaki. Waktuku kembali adalah waktu yang pas untuk menyaksikan tim Belanda/Romania ini menang 7–6(5), 6–4, 6–4!!

Jean-Julien Rojer and Horia Tecau won!

Jean-Julien Rojer dan Horia Tecau menang!

Final Ganda Putri antara [1] Martina Hingis (SUI)/Sania Mirza (IND) vs [2] Ekaterina Makarova (RUS)/Elena Vesnina (ESP).

Di atas kertas, ini akan menjadi pertandingan yang seru karena keduanya adalah dua tim unggulan teratas. Martina Hingis memutuskan untuk kembali ke tur dua tahun yang lalu untuk fokus di pertandingan ganda. Ya, ia memang seorang pemain ganda yang baik sih dengan touch yang gemilang. Jadi seru rasanya bisa melihatnya bermain langsung!

Eh, untuk seru-seruan, mulai sekarang di posting ini aku akan memanggil Elena Vesnina dengan sebutan “Ayah” ah karena grunt-nya seperti ini:

Haha 😆 . Untukku grunt-nya terdengar seperti meneriakkan kata “Ayah“, haha 😆

Makarova/Ayah took the first set 7–5

Makarova/Ayah memenangi set pertama 7–5

Dan wow, pertandingan ini ternyata adalah pertandingan paling ketat dan paling seru hari ini loh! Kedua tim bermain dengan baik dan skornya mengindikasikan ini! Setelah saling mematahkan servis di dua game pertama, kedua tim mempertahankan servisnya. Namun kemudian, Makarova/Ayah berhasil mematahkan servisnya Hingis dan memenangi set pertama 7–5.

Set kedua juga berlangsung ketat dimana tiebreak harus dimainkan. Kali ini, tim unggulan pertama melawan balik dan memenanginya 7–4. Di set ketiga, Hingis/Mirza langsung tertinggal dan keduanya nampak tersesat. Jujur, aku kira mereka sudah habis waktu itu. Tetapi kemudian Mirza malah peaking dengan pukulan-pukulannya dan semuanya masuk, haha 😆 . Pertandingannya menjadi kembali imbang. Di posisi 5-sama, panitia merasa bahwa suasana sudah terlalu gelap (sudah jam 9 malam waktu itu) sehingga mereka perlu untuk menutup atapnya untuk membuat Centre Court menjadi lapangan rumput indoor dengan penerangan 🙂 .

The roof of Centre Court being closed

Atapnya Centre Court sedang dalam proses ditutup

Pengalamanku komplit sekarang karena di kali pertama aku menonton tenis di Centre Court, mereka juga MENGGUNAKAN atapnya! Kereen!

Anyway, karena dibutuhkan waktu 10 menit untuk menutup atapnya, di waktu ini pertandingan untuk sementara dihentikan. Kedua tim kembali memasuki lapangan 15 menit kemudian dan pertandingan dilanjutkan. Hingis/Mirza langsung on di waktu ini. Servisnya Makarova/Ayah langsung mereka patahkan dan mereka mempertahankan servisnya sendiri di game selanjutnya. Akibatnya, mereka memenangi pertandingannya 5–7, 7–6(4), 7–5 untuk gelar grandslam perdananya mereka bersama-sama!

Martina Hingis and Sania Mirza won the very tight final match for the title!

Martina Hingis dan Sania Mirza memenangi final ganda putri yang ketat!

Makanannya

Strawberries and Cream

Pertama-tama, jelas di Wimbledon aku HARUS makan satu porsi strawberries and cream lah ya. Yaa, Wimbledon kan sarat dengan tradisi sehingga aku juga harus menghormatinya! Huahaha 😆

A trip to Wimbledon is never complete without strawberry and cream

Perjalanan ke Wimbledon tidak akan komplit tanpa strawberries and cream

Fish and Chips

Juga, karena di London, aku memutuskan untuk memesan fish and chips untuk makan siang, haha. Namun, entah mengapa kali ini aku merasa ikannya lebih kecil deh daripada dua tahun yang lalu. Tetapi toh dua tahun lalu aku nggak habis sih soalnya porsinya besar banget, jadi aku tidak masalah. Tetapi ternyata kali ini pun aku tidak habis loh dengan alasan yang ternyata masih sama, haha 😆 .

Southern Fried Chicken

Southern fried chicken, my favorite dish at Wimbledon

Southern fried chicken, makanan favoritku di Wimbledon

Oke, resmi deh. Makanan favoritku di Wimbledon adalah Southern Fried Chicken yang dijual di bawahnya Lapangan No.1 tepat di seberangnya Henman Hill. Pada dasarnya ini adalah menu ayam goreng tepung yang crispy (tetapi aku duga adonan tepungnya dicampur banyak merica hitam, yang menambahkan sedikit rasa pedas yang ternyata aku nikmati) dan kentang goreng. Enaaak!!

#1588 – A Spontaneous Weekend

ENGLISH

My Instagram followers (@azilko) would have known by now that this weekend I went to London to watch the final of the 2015 Wimbledon Championships. Yes, I was back in London just four weeks after my previous weekend trip to London in June, haha 😆 . I will not get to the story of this trip just yet with this post though, so stay tuned for that one. Instead, this post is more about the background behind this trip 🙂 .

If I called my previous weekend trip to London impromptu because I made the arrangement about one week before departing, then this trip was extremely impromptu. I departed on Friday evening (with a ferry ride, just like what I did last year 🙂 ) and I made the decision to go just on Friday morning!! 😯 Seriously!!

How so??

So, you know a Wimbledon ticket is the most extremely difficult ticket to get of all tennis tournaments in the world. And just on Friday morning, I was extremely lucky that I got a ticket for the Saturday’s event with the main event of the ladies’ singles final! And to make it even sweeter, by this time, I already knew who were going to play because the semifinals matches were held on Thursday. I knew I was going to watch: [1] Serena Williams vs [20] Garbiñe Muguruza. And you know I am a big fan of Serena Williams. On top of that, Serena was chasing history where if she won this match, she would win the “Serena Slam” (winning four consecutive grandslams but not in the same calendar year). So it was a super historic match and I got the opportunity to witness it live!! So without a doubt I decided to take it.

I would be lying if I had not, at least, given a thought about this trip before Friday. I mean, aside from the ticket, being in the Netherlands, I also had to consider the trip’s accommodation matter, like how to get there and back, where I would stay, etc. I mean, there was a budget constraint for me as well.

And for this, I found an optimal solution. As the match would be on Saturday morning, I would take the overnight ferry from Hoek van Holland in Rotterdam on Friday evening and I should arrive in London Saturday morning. This meant I only needed to stay one night in London (which I was able to find a cheap hostel room (for London standard)). It was also good because it meant I could work normally on Friday, haha. To go back to the Netherlands, I was able to found a promotion fare by Garuda Indonesia on Sunday. See, it was good!

Yeah, it was such a spontaneous weekend for me!! 🙂

As usual, here are a few teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Followers-ku di Instagram (@azilko) tentunya sudah tahu bahwa akhir pekan kali ini aku pergi ke London untuk menonton finalnya Kejuaraan Wimbledon tahun 2015. Ya, aku kembali ke London hanya empat minggu setelah perjalanan akhir pekanku ke London Juni lalu, haha 😆 . Sekarang ini aku masih belum akan menceritakan perjalanan ini sih disini, jadi ditunggu aja deh ya. Posting ini berisi lebih ke cerita di balik layarnya 🙂 .

Jika perjalanan akhir pekanku ke London yang lalu itu aku sebut dadakan karena aku baru merencanakannya seminggu sebelum berangkat, artinya perjalanan yang kali ini super dadakan banget deh. Aku berangkat hari Jumat malam (naik kapal ferry, sama seperti tahun lalu 🙂 ) dan aku memutuskan untuk pergi itu hari Jumat paginya lho!! 😯 Beneran!!

Kok begitu??

Jadi tahu kan tiket Wimbledon itu amatlah sulit didapatkan daripada semua turnamen tenis lain di planet ini. Dan di hari Jumat pagi itu, aku beruntung banget dimana aku mendapatkan kesempatan untuk membeli tiket untuk hari Sabtunya dimana yang dijadwalkan di hari Sabtu adalah final tunggal putri! Dan yang lebih manis lagi, pada waktu itu, aku sudah tahu siapa yang akan bermain karena pertandingan semifinalnya dimainkan di hari Kamis. Jadi pada waktu membeli tiket aku tahu aku akan menonton: [1] Serena Williams vs [20] Garbiñe Muguruza. Dan tahu dong aku kan nge-fans banget sama Serena Williams. Dan lagi, Serena juga sedang mengejar sejarah dimana apabila ia menang, ia akan memenangi “Serena Slam” (memenangi empat grandslam berturut-turut tetapi tidak dalam satu tahun kalender). Jadi ini adalah pertandingan yang sangat bersejarah; dan aku berkesempatan menyaksikannya langsung! Jadilah tanpa ragu aku mengambilnya.

Bohong apabila aku belum, setidaknya, memikirkan tentang perjalanan ini sebelum Jumat. Maksudku, di samping tiketnya, karena aku di Belanda, aku harus memikirkan masalah akomodasinya tentunya, seperti misalnya bagaimana pergi ke sana dan kembalinya, menginap dimana, dll. Yaa, maklum lah ya, kan ada constraint budget juga bagiku, haha.

Dan untuk hal ini, aku menemukan sebuah solusi optimal. Karena pertandingannya bakal dimulai Sabtu pagi, aku akan berangkat dengan kapal ferry yang perjalanannya di malam hari dari Hoek van Holland di Rotterdam Jumat malam dan aku tiba di Inggris Sabtu pagi. Ini artinya aku hanya perlu menginap semalam saja dong ya di London (yang mana aku beruntung masih bisa menemukan satu hostel murah (untuk ukuran London)). Ini bagus juga karena artinya di hari Jumat aku bisa bekerja seperti biasa, haha. Untuk kembali ke Belanda, aku juga menemukan tiket promonya Garuda Indonesia loh di hari Minggu. Nah kan, semuanya oke deh!

Ya, begitulah. Akhir pekan yang lalu sungguh merupakan akhir pekan yang amat spontan bagiku!! 🙂

Seperti biasa, di atas adalah sedikit teaser dari perjalanan ini 🙂 .