North America Trip, USA, Vacation

#2174 – The Big Three Oh Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the Big Three Oh Trip series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights Drama
3. Part II: Premium Economy to New York
4. Part III: New York
5. Part IV: The 2018 US Open
6. Part V: New York Attractions
7. Part VI: Washington D.C.
8. Part VII: The National Mall
9. Part VIII: The Museums in D.C.
10. Part IX: Back to Europe

Last week, I was back in the Netherlands from my Big Three Oh Trip to New York and Washington, D.C. This trip happened because I would like to celebrate the “coming of age” moment of becoming a 30 year old this year, lol ๐Ÿ˜† . And as a birthday gift, I bought myself a US Open Final ticket. I felt like this was a perfect opportunity to get one step closer to achieving my dream of completing the “Career Grandslam” (that is to visit all four grandslam tournaments in tennis) ๐Ÿ˜† . After this trip, I am now three quarters of the way to get there ๐Ÿ˜€ .

My third unique grandslam tournament!

And to top it off, I also got to see Serena Williams in that final! This made the ticket price, which cost much more than a similar French Open or Wimbledon ticket, feel much “cheaper”! Haha ๐Ÿ˜† . Even though, as many of us perhaps have known or read about, the match turned … really controversial. This wasn’t necessarily “bad” for my experience, btw, as actually in a way, this was also “exciting” in its own way. Do you know what I mean?

At the Arthur Ashe Stadium this year!

Anyway, New York was super amazing, just as how I remembered itย from two andย a half years ago. Though, this time I did not visit too many paid attractions in the city (I already blew my trip budget on this post on the US Open ticket, lol ๐Ÿ˜† ). Well, only one, though, that was the One World Observatory deck at the new One World Trade Center in Lower Manhattan. But the city itself was a big and cool attraction on its own. And this was not limited only to the physical buildings or parks, but also included the “people”.

Times Square in New York

To me, one special thing about New York is actually how “vibrant” the city is in terms of the people. There are a lot of people everywhere, at every time, and they all move around really fast! This certainly is overwhelming, but I actually love and enjoy being overwhelmed this way! :mrgreen:ย This New York atmosphere made Washington D.C. felt really “laid-back”; and I really felt this contrasting experience just after arriving at D.C. from New York, lol ๐Ÿ˜† .

The charm of Washington D.C. was definitely different than of New York. Being the capital of the United States, I felt like the city was tied closer to the US History and, obviously, the US politics. For once, there were an abundant amount of memorials throughout the city, and they were dedicated to former presidents (like Abraham Lincoln, Thomas Jefferson), historical figure (Martin Luther King, Jr), or historical events (The Vietnam War, The World War II, etc). And, of course, there was the White House, which turned out to be smaller than I thought it was!

The White House was smaller than I thought.

But what surprised me the most from D.C. was … the museums!! First of all, there were tons of museums throughout the city. And second of all, of those that I went to, they were really, really, really good museums! Like, really good and I thoroughly enjoyed my visit! And, to top it off, as I only went to the ones managed by the Smithsonian Institute, they did not charge any entrance fee!! This was certainly great news for my basically zero attractions budget for this trip! ๐Ÿ˜› Oh, and they provided free wifi as well, lol ๐Ÿ˜† .

With THE original studio model of the USS Enterprise NCC1701 from Star Trek: The Original Series at the National Air and Space Museum

So, yeah, I certainly enjoyed this one a half week trip; which went by really fast! I thought I had just arrived in New York when I had to head to Dulles International Airport in D.C. to go back to Europe on Saturday. But this trip also became memorable from the flights point of view, btw. My luggage got missing TWICE on this trip (while I had been lucky enough up to this point to have never experience this, lol ๐Ÿ˜† ) due to a two-hour delay resulting in a tight connection at Paris-CDG and a last-minute change of itinerary which took place due to a bad weather forecast. Though, on the flip side, I got upgraded to Premium Economy on my Air France flight from Paris to New York, haha…

Got upgraded to Premium Economy!

But all in all, this was a great and, certainly, memorable trip which I thoroughly enjoyed. In fact, I sufferred from “post-vacation blues” in the following week where I returned to my “reality”, lol ๐Ÿ˜† .ย Anyway as usual, here are some photos as teasers from this amazing trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Perjalanan Besar Tiga Nol:
1. Introduction
2. Part I: The Flights Drama
3. Part II: Premium Economy to New York
4. Part III: New York
5. Part IV: The 2018 US Open
6. Part V: New York Attractions
7. Part VI: Washington D.C.
8. Part VII: The National Mall
9. Part VIII: The Museums in D.C.
10. Part IX: Back to Europe

Minggu lalu, aku kembali di Belanda dariย Perjalanan besar Tiga Nol-ku ke New York dan Washington, D.C. Perjalanan ini aku adakan untuk merayakan momen “akil balig”-kuย yaitu menjadi berusia 30 tahun tahun ini, haha ๐Ÿ˜† . Sebagai hadiah ulang-tahun untuk diriku sendiri, aku membeli tiket final US Open. Aku merasa ini adalah momen yang pas untuk melangkah satu langkah lebih dekat dalam upaya melengkapi keinginanku untuk mendapatkan “Career Grandslam” (telah mengunjungi kesemua empat turnamen grandslam di tenis), haha ๐Ÿ˜† . Setelah perjalanan ini, aku sudah tiga perempat jalan untuk memenuhinya ๐Ÿ˜€ .

Turnamen grandslam ketigaku!

Dan di atas itu semua, bisa-bisanya aku mendapatkan Serena Williams di final itu! Ini membuat harga tiketnya, yang mana jauh lebih mahal daripada tiket yang serupa di French Open ataupun Wimbledon, terasa jauh “lebih murah”! Haha ๐Ÿ˜† . Walaupun, seperti yang banyak dari kalian sudah ketahui atau baca-baca sih, pertandingan itu menjadi … sebuah pertandingan yang kontroversial. Eh tapi ini tidak semata-mata membuat pengalamannya menjadi “buruk” sih, karena kejadian ini juga lah “exciting” dengan caranya sendiri. Ngerti nggak maksudnya?

Di Stadion Arthur Ashe tahun ini!

Anyway, New York sendiri jelas seru dan keren banget lah, seperti yang kuingat dariย dua setengah tahunย yang lalu. Walaupun kali ini aku tidak banyak mengunjungi atraksi-atraksi berbayar terkenal di kota ini (karena budget-ku untuk pos ini di perjalanan ini sudah kuhabiskan untuk tiket US Open itu, huahaha ๐Ÿ˜† ). Eh, cuma satu atraksi berbayar aja sih, yaitu One World Observatory deck di gedung One World Trade Center yang baru itu di Lower Manhattan. Eh tapi toh kota New York sendiri juga adalah atraksi yang besar dan keren sih. Dan ini tidak sebatas bangunan-bangunan fisiknya saja, tapi juga aspek “orang-orangnya”.

Times Square di New York

Untukku, hal yang spesial dari New York adalah bagaimana “hidup” kotanya dalam hal orang-orangnya. Dalam artian, ada banyak sekali orang dimana-mana, di setiap waktu, dan semuanya bergerak dengan kecepatan yang tinggi! Jelas ini overwhelming, tapi justru aku sangat suka dan menikmati perasaan overwhelming semacam ini! :mrgreen: Atmosfer New York ini membuat Washington D.C. terasa “santai” banget; dan kekontrasan ini sungguh aku rasakan ketika aku baru saja tiba di D.C. dari New York, haha ๐Ÿ˜† .

Pesona Washington D.C. jelas sangat berbeda dari New York. Yang namanya ibukota Amerika Serikat (AS), aku merasa kotanya jauh lebih terikat dengan Sejarah AS dan, jelas, politik AS lah ya. Misalnya saja, ada banyak banget monumen/area peringatan di kotanya yang didedikasikan untuk mantan-mantan presiden (misalnya Abraham Lincoln, Thomas Jefferson), tokoh-tokoh bersejarah (Martin Luther King, Jr), atau kejadian-kejadian bersejarah (Perang Vietnam, Perang Dunia II, dll). Dan, tentu saja Rumah Putih (White House maksudnya) ada di sana juga, yang mana ternyata berukuran lebih kecil daripada bayanganku sebelumnya!

White House ternyata berukuran lebih kecil daripada apa yang aku bayangkan.

Tapi yang paling mengejutkanku dari D.C. adalah … museum-museumnya!! Pertama-tama, ada banyak banget museum di seluruh penjuru kota. Dan yang kedua, museum-museum yang kukunjungi itu bagus-bagus banget, nget, nget dong! Dan, di atas itu semua, karena aku hanya sempat mengunjungi museum yang dikelola oleh Institusi Smithsonian, biaya masuk museumnya pun gratis!! Ini jelas adalah berita baik untuk budget atraksiku yang pada dasarnya nol untuk perjalanan ini! ๐Ÿ˜› Oh, dan di atas itu semua, museum-museumnya menyediakan wifi gratis pula loh, haha ๐Ÿ˜† .

Dengan model studio aslinya USS Enterprise NCC1701 dari Star Trek: The Original Series di National Air and Space Museum

Memang aku sungguh menikmati perjalanan sepanjang satu setengah minggu ini, yang terasa berlalu cepat banget dong! Rasanya aku baru saja tiba di New York ketika aku harus berangkat ke Bandara Internasional Dulles di Washington D.C. untuk kembali ke Eropa di hari Sabtu. Eh tapi perjalanan ini juga menjadi agak berkesan dari sisi penerbangannya juga nih, btw. Bagasiku hilang DUA KALI dong di perjalanan ini (yang mana sampai waktu itu aku cukup beruntung dimana aku belum pernah mengalami yang namanya kehilangan bagasi ini, haha ๐Ÿ˜† ) karena delay dua jam yang mengakibatkan waktu transit menjadi amat singkat di Paris-CDG dan juga akibat perubahan itinerary akibat ramalan cuaca yang buruk. Walaupun, di sisi positifnya, aku di-upgrade ke kelas Premium Economy loh di penerbangan Paris ke New York-ku, haha…

Di-upgrade ke Premium Economy!

Tapi secara keseluruhan, perjalanan ini sungguh seru dan berkesan sekali kok, yang mana sangat amat aku nikmati. Malahan, aku terkena sindrom “pasca-liburan” dah selama semingguan setelah kembali ke “realita”, haha ๐Ÿ˜† . Anyway seperti biasa, di atas aku unggah pula beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

Advertisements
North America Trip, Tennis, Travelling, USA, Vacation

#2161 – The Big Three Oh Trip

ENGLISH

If I tell you that I was born in 1988, you would understand why this year is a big year to me. Yep people, I am turning 30 this year. Like, OMG!!!

As clearly this is a big year in my life, I have decided since long ago that I would make a “big deal” of my birthday this year. By this, of course I mean I will accomplish it by going on an extended trip somewhere far away, to a destination I want doing activities I like/dream of! :mrgreen:

When thinking about where I would like to go, I immediately knew that I would want to be somewhere in North or South America on my birthday. The main reason was that these continents being like 10-17 time zones away from Western Indonesia would mean that I would live my 20s for 10 years AND 10-17 hours, as I spent my 20th birthday in Bandung, Indonesia, lol ๐Ÿ˜† . I mean extending my 20s by 10-17 hours sounds like a great idea, doesn’t it? ๐Ÿ˜›

But still, North and South America are big, and I still need to narrow the list down. And then I realized a fortunate coincidence. You know I am a big fans of tennis and one big dream of my life is to go to all of the four grandslam tournaments. So far I have been to two of them, Roland Garros in Paris (which I visit every year) and Wimbledon in London (which I want to visit every year but having to apply for a UK Visa every time I want to visit obstructs this wish, haha ๐Ÿ˜† ), which means two more are still to be visited: the Australian Open in Melbourne and the US Open in New York!!

I guess you know where this is going now…

New York is in the USA, which visa I already have and is in North America. And my birthday will coincide with the second week of the tournament this year! It felt like the universe was telling me that New York should definitely be the main destination of this big trip!!

I am going to New York again this year!

It is true that I have been to New York for my 2015 year end trip. Here are the posts of that amazing trip, btw:

1.ย Part I: Getting to North America
2.ย Part II: Boston
3.ย Part III: Getting to Mexico
4.ย Part IV: Oaxaca
5.ย Part V: A Mexican Wedding
6.ย Part VI: Huatulco and New Year
7.ย Part VII: Beaches of Huatulco
8.ย Part VIII: Back to USA
9.ย Part IX: Fifth Avenue, New York
10.ย Part X: More from New York
11.ย Part XI: Back to Europe

But I would sooo NOT mind coming back to this amazing city that never sleeps. To be honest, thus far New York is my most favorite American city I have ever been to! :mrgreen: On top of that, my previous visit to New York was in the Winter and this time it would be in the Summer so arguably it would be different! haha ๐Ÿ˜† .

I mean, I guess this Summer the Central Park would not be partially frozen like this ๐Ÿ˜›

Once I made this decision, I started looking for some information on how to get a US Open ticket. Long story short, in early June, just after coming back from my Roland Garros trip this year, I got my ticket for the women’s singles final and a doubles final! It would not be on my birthday, though, but it doesn’t matter at all! ๐Ÿ˜€ Btw, while on this, as it turns out a US Open ticket is more expensive than a Roland Garros or a Wimbledon ticket! Haha ๐Ÿ˜†

Anyway, but of course it would be nice to also add a new destination for this trip. But this was easy as there was one big city quite close to New York which I have not yet visited: Washington, D.C. I immediately knew that I would do this pair on this trip ๐Ÿ™‚ .

Washington, D.C. From http://onlinedrifts.com/the-8-greatest-and-beautiful-place-to-take-pictures-in-washington-dc/

And so when KLM had the Werelddeal weken” promotion back in January, I was looking for a return ticket with this city-pair combination around my birthday. When I found a combination with interesting routing (read: via Paris, haha), I immediately grabbed it! And to travel between New York and Washington, D.C., of course I would fly, which I have booked myself a Delta flight between these two cities. Haha ๐Ÿ˜† . And so here is the flying map of this trip then:

The routing this trip. From gcmap.com

So yeah, I am really, really excited about this trip! I’m going to a city that I love, going to a grandslam tournament, and going to a city I have never been before! :mrgreen:

On top of that, nowย that I know on my birthday I will be in New York which time difference with Bandung is 11 hours in the summer, this means my 20s will be a decade AND 11 hours long! Yeah, an extra 11 hours for being in my 20s, I certainly won’t complain for that!

I can’t wait already!! ๐Ÿ˜€

BAHASA INDONESIA

Jika aku bilang bahwa aku dilahirkan di tahun 1988, pasti pada langsung mengerti mengapa tahun ini adalah tahun yang besar bagiku. Iyaa, jadi tahun ini aku akan berulang-tahun yang ke-30 dong. Aduh, gimana nih, gimana nih!!! *mendadak panik*

Karena jelas tahun ini adalah tahun yang besar di hidupku, sudah aku putuskan semenjak lama bahwa aku akan membuat ulang-tahunku tahun ini “spesial”. Dengan ini, jelas aku akan mencapainya dengan cara pergi dalam perjalanan yang panjang ke suatu tempat yang jauh lah, ke tempat tujuan yang aku inginkan melakukan aktivitas yang aku suka/impikan! :mrgreen:

Ketika berpikir mau pergi kemana, aku langsung tahu bahwa aku ingin pergi ke suatu tempat di Benua Amerika untuk ulang-tahunku. Alasan utamanya sih karena benua ini memiliki perbedaan waktu sebanyak 10-17 jam dari Indonesia Barat yang mana berarti umur 20anku akan sepanjang 10 tahun 10-17 jam, karenaย ulang tahun ke-20ku aku habiskan di Bandung, Indonesia, huahaha ๐Ÿ˜† . Lumayan banget kan ya aku berumur 20annya lebih lama 10-17 jam? ๐Ÿ˜›

Tapi tetap aja, Benua Amerika kan besar banget ya sehingga aku masih harus mempersempit pilihan destinasinya lagi. Dan kemudian aku menyadari kebetulan yang pas banget. Tentu pada tahu bahwa aku adalah fans berat dari tenis dan salah satu impianku adalah mengunjungi kesemua empat turnamen grandslam di dunia. Sejauh ini aku baru pernah mengunjungi dua di antaranya, Roland Garros di Paris (yang selalu aku kunjungi setiap tahun) dan Wimbledon di London (yang maunya sih aku kunjungi setiap tahun tapi persyaratan harus selalu apply Visa UK setiap kali mau ke sana nih yang menghalangi keinginan ini *nasib paspor ijo*, haha ๐Ÿ˜† ), yang mana berarti ada dua lagi yang masih perlu aku kunjungi: Australian Open di Melbourne dan US Open di New York!!

Pasti sudah bisa menebak arahnya ini kemana ya…

New York berada di Amerika Serikat, yang mana visanya sudah aku miliki dan negaranya berada di Benua Amerika. Dan ulang-tahunku akan tepat berada di minggu kedua turnamen ini dong! Aku merasa ini adalah pertanda dari alam semesta bahwa aku mesti pergi ke New York di perjalanan ini!!

Aku akan kembali ke New York tahun ini!

Memang sih aku sudah pernah ke New York untuk perjalanan akhir tahun 2015ku. Berikut ini posting-posting dari perjalanan itu, btw:

1.ย Part I: Getting to North America
2.ย Part II: Boston
3.ย Part III: Getting to Mexico
4.ย Part IV: Oaxaca
5.ย Part V: A Mexican Wedding
6.ย Part VI: Huatulco and New Year
7.ย Part VII: Beaches of Huatulco
8.ย Part VIII: Back to USA
9.ย Part IX: Fifth Avenue, New York
10.ย Part X: More from New York
11.ย Part XI: Back to Europe

Tapi aku mah TIDAK berkeberatan untuk kembali ke kota yang keren banget dan tidak pernah tidur ini. Sejujurnya, sejauh ini New York adalah kota di Amerika Serikat yang paling aku sukai dari yang pernah aku kunjungi! Haha :mrgreen: Di samping itu, kan kunjunganku ke New York yang lalu adalah di musim dingin sementara kali ini kan bakalan di musim panas. Jadi jelas nggak sama dong ya, haha ๐Ÿ˜† .

Maksudku, kayaknya musim panas ini Central Park nggak akan beku sebagian kayak gini kan ya ๐Ÿ˜› .

Begitu keputusan ini aku buat, aku mulai mencari informasi bagaimana caranya mendapatkan tiket US Open. Singkat cerita, di awal Juni, tepat setelah perjalananku ke Roland Garros tahun ini, aku mendapatkan tiket untuk babak final tunggal putri dan sebuah event ganda. Bukan di hari ulang-tahunku sih, tapi nggak papa kok! ๐Ÿ˜€ Btw, mumpung ngomongin ini, ternyata tiket US Open itu lebih mahal dong daripada tiket Roland Garros ataupun Wimbledon! Haha ๐Ÿ˜†

Anyway, tapi tentu saja bakalan lebih seru lagi kalau aku ikut menyertakan tujuan baru di perjalanan ini. Tapi ini sih gampang soalnya ada kota besar yang lumayan dekat dengan New York yang belum pernah aku kunjungi: Washington, D.C. Aku tahu aku akan memasangkan dua kota ini di perjalanan ini ๐Ÿ™‚ .

Washington, D.C. Sumber http://onlinedrifts.com/the-8-greatest-and-beautiful-place-to-take-pictures-in-washington-dc/

Dan jadilah ketika KLM memilikiย promosi “Werelddeal weken” Januari kemarin, aku mencari tiket pp dengan kombinasi ini di sekitar tanggal ulang-tahunku. Dan ketika aku menemukan kombinasi yang oke dengan rute menarik (baca: via Paris, haha), langsung tiketnya aku beli! Dan untuk berpergian dari New York ke Washington, D.C., jelas aku akan naik pesawat juga lah, yang mana aku sudah membeli tiket penerbangannya Delta di antara kedua kota ini. Haha ๐Ÿ˜† . Jadilah begini ini rute penerbanganku kali ini:

Ruteku di perjalanan kali ini. Dari gcmap.com

Jadi ya, aku sudah merasa sangat excited nih untuk perjalanan ini! Aku akan pergi ke sebuah kota yang aku sukai, ke sebuah turnamen grandslam, dan ke kota yang belum pernah kukunjungi sebelumnya! :mrgreen:

Di samping itu, karena sekarang aku sudah tahu di hari ulang-tahunku nanti aku akan berada di New York yang mana perbedaan waktunya dengan Bandung adalah 11 jam di musim panas ini, artinya umur 20an-ku akan sepanjang satu dasawarsa DAN 11 jam! Sebelas jam ekstra di umur 20an, lumayan banget lah ya!

Sudah nggak sabar nih!! ๐Ÿ˜€

Zilko's Life, General Life

#2141 – A Random Tennis Story

ENGLISH

Wimbledon just ended last week, where Angelique Kerber and Novak Djokovic won the singles titles this year. Serena Williams also made an impressive run to the ladies final, despite being ranked 183rd due to her maternity leave and this Wimbledon being only her fourth tournament since coming back from this. Anyway …

And if I was slightly disappointed with the TV coverage of the French Open this year, I was much happier with Wimbledon; despite the tournament coinciding with the World Cup! Haha ๐Ÿ˜† . Though, this was, in large parts, due to two of the British channels in my cable airing the tournament live on top of the “regular” sport channels, haha. But of course it could have been better (like last year) had there been no World Cup ๐Ÿ˜› .

France won the 2018 FIFA World Cup. Photo credit: Shaun Botterill/Getty Images

Anyway, I always try to enjoy the Spring/early Summer tennis season as much as possible because during this time period, both the men’s and women’s top tennis tours are centered around Europe, due to the two grandslam tournaments being played here. This means generally friendlier match schedules to watch (or to follow, if the matches happen to be during work hours, haha ๐Ÿ˜† ) for me, which of course is really nice as I don’t have to stay up really late (or to get up in the middle of the night) to watch a match! ๐Ÿ˜€

But now that the two grandslam tournaments are over, both tours have shifted their focus to North America and, after that, to Asia. There are still a few tournaments in Europe, but those are of smaller ones so they are not “that” exciting. The men’s tour still has a big European leg left at the end of the season after Asia, though, with the Paris Masters tournament and the season-ending ATP Finals in London.

So what this means that for now is that no friendly coverage for me! Haha ๐Ÿ˜†

From now on it is trickier to watch a live tennis match due to the time differences.

BAHASA INDONESIA

Turnamen tenis Wimbledon baru saja berakhir minggu lalu, dimana Angelique Kerber dan Novak Djokovic menjuarai titel tunggalnya tahun ini. Serena Williams juga tampil dengan amat memukau dimana ia mencapai babak final putri, padahal ia berperingkat 183 akibat “cuti hamil”-nya tahun lalu dan turnamen Wimbledon ini baru lah turnamen keempatnya setelah kembali ke tur dari cutinya ini. Ngomong-ngomong …

Dan jika aku sedikitย kecewa dengan penayangan di TVย untuk French Open tahun ini, aku jauh lebih dipuaskan dengan Wimbledon; walaupun jadwal turnamennya kebetulan bebarengan dengan Piala Dunia! Haha ๐Ÿ˜† . Walau ini utamanya disebabkan oleh dua channel Inggris di TV kabelku yang menayangkan turnamennya juga sih di samping channel olahraga “biasa”, haha.ย  Tapi tentu saja memang penayangannya sebenarnya bisa lebih enak lagi (kayak tahun lalu) andaikata tidak ada Piala Dunia ๐Ÿ˜› .

Prancis menjuarai FIFA World Cup tahun 2018 ini. Photo credit: Shaun Botterill/Getty Images

Anyway, aku selalu berusaha untuk menikmati musim tenis di musim semi dan awal musim panas sedapat mungkin karena di waktu-waktu ini, kedua tur utama putra dan putrinya berkutat di Eropa, karena memang dua turnamen grandslam yang dimainkan di sini. Ini berarti jadwal pertandingan yang lebih bersahabat untuk ditonton (atau diikuti sih, kalau pertandingannya kebetulan dimainkan di waktu jam kerja, haha ๐Ÿ˜† ) untukku, karena tentu saja enak ya nggak perlu begadang (atau bangun di tengah malam) untuk menonton sebuah pertandingan! ๐Ÿ˜€

Tapi karena sekarang dua turnamen grandslamnya sudah berlalu, kedua tur sudah berpindah fokus ke Amerika Utara dan, setelahnya, ke Asia. Masih ada beberapa turnamen di Eropa sih sebenarnya, tapi turnamennya adalah turnamen-turnamen kecil sehingga tidak begitu menarik. Tur putra sebenarnya masih ada babak di Eropa akhir tahun nanti setelah Asia, dengan turnamen Paris Masters dan turnamen tutup tahun ATP Finals di London.

Jadi arti dari semua ini sekarang adalah untuk sementara tidak ada lagi penayangan tenis yang jadwalnya bersahabat! Haha ๐Ÿ˜†

Mulai sekarang bakal lebih tricky nih untuk menonton langsung pertandingan-pertandingan tenis akibat perbedaan waktu.
EuroTrip, Tennis, Vacation, Weekend Trip

#2131 – A Weekend in Roland Garros 2018

ENGLISH

Posts in the Tennis Weekend in Roland Garros 2018 series:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

As usual, I arrived at the gate at around 9 AM. This was, of course, a little bit “too early” but this decision would ensure me to be at the front of the line to enter the ground when the gate would be opened ๐Ÿ˜› . Anyway long story short, at 10 AM the gate was opened and, yes, I was back at Roland Garros again this year! ๐Ÿ˜€

The new Court No. 18 at Roland Garros

As I already had a breakfast at my hotel this morning, I decided to use the time to immediately explore the ground. While this was my seventh year in a row to go to Roland Garros, this year was quite “different” because some of the improvement work was already completed! There were three new courts which looked like three mini amphitheatres (as each was enclosed by layers of benches), which were really beautiful! The facilities had been redesigned and moved around as well, and at times this made me feel like it was my first time in Roland Garros as I wasn’t familiar with the layout! Haha ๐Ÿ˜† .

Anyway, as usual, I decided to watch the women’s legends final at Court Suzanne Lenglen as my first event today. This year, the final was between Kim Clijsters/Nathalie Tauziat and Amelie Mauresmo/Nathalie Dechy. Yep, for my first time here, Martina Navratilova wasn’t involved! Haha ๐Ÿ˜€ . Anyway, the match was quite exciting, even though at the very end it was filled with chokes from both sides (Like, each team double-faulted on each of their own’s match point! ๐Ÿ˜…). But finally, Mauresmo/Dechy won 6-7(4), 6-4, [15-13].

Amelie Mauresmo and Nathalie Dechy won the women’s legends event

The match ended at around 1 PM so it was a perfect time for lunch. As I said, I initially wasn’t aware of where the restaurant was (as the “old” place was now part of the two new courts). I asked the information desk and apparently what previously was a store at the basement of Court Philippe Chatrier was now a restaurant! Haha ๐Ÿ˜€ . Anyway, this year the menu was also completely different where the warm meal options were a ham dish or a chicken dish. I opted for the chicken, which I had with pasta and some ratatouille as the side dish.

A chicken leg with pasta and ratatouille for lunch at Roland Garros

After going around for a little bit, I decided to go to my seat at Court Philippe Chatrier. Of course I chose to go in a little bit early so I would have all the time that I needed to take some pictures inside, haha ๐Ÿ˜† . Btw, at the time Oliver Marach and Mate Pavic were warming up for their upcoming men’s doubles final.

At Court Philippe Chatrier again this year

Spectators filled in the stadium quite rapidly after that as people were getting ready for the main match today, the women’s singles final. The match would be contested between the current world no.1, Simona Halep, who up to this point had never won a grandslam title despite reaching the finals three times and lost in three sets in all of those (one of which was last year’s final against Jelena Ostapenko), and the world no.10, Sloane Stephens, a young American player who won the US Open last year.

The coin toss between Simona Halep and Sloane Stephens

Btw, I noticed that Simona Halep had a lot of fans coming to support her today. Around the ground, I saw a lot of people bringing Romanian attributes (flags, wearing clothes of the Romanian flag colours, chanting some yells clearly supporting Halep, etc). But interestingly, today I was sitting in an area of the stadium which somehow was filled by mostly Americans, or at least Sloane’s fans, haha ๐Ÿ˜› . Some of them tried to chant “USA, USA, USA” in response to the “Simona, Simona…” chants by Halep’s supporters, haha.

Simona Halep fans at Roland Garros

Anyway, both players entered the stadium at 3 PM. Halep won the coin toss and elected to receive, meaning Sloane would serve first. I won’t go to too much details here, but Sloane started the match right on fire. She was immediately peaking and played unbelievable level of tennis. Her shots, strategy, movement, and basically everything was right and perfect! Like, she could do nothing wrong! And so she quite quickly took the first set 6โ€“3 and immediately led 2โ€“0 in the second set.

Sloane Stephens started the match right on fire and on point, clicking in every department.

At this point, I started to feel bad for Halep because she was clearly trying and she was playing great herself (she was the more aggressive player of the two on court today); but her opponent was just playing unbelievable tennis and there was nothing could be done about that. But then something started to happen. At the twelfth game, Sloane’s level “finally” started to “drop” a little bit from this “peak”. And if you play tennis you would understand how this could be bad news for Sloane, especially given what was at stake here (a grandslam title). Somehow I feel like this got into Sloane’s mind and it went downward spiral there. Errors started to creep in her game. At the same time, this gave Halep the momentum that she needed. From that point, Halep played brilliantly and won 13 of the next 15 games; and finally clinching the title with a 3โ€“6, 6โ€“4, 6โ€“1 victory! Yes, Simona Halep finally won a grandslam title she truly deserved; and I was feeling really happy for her!!

The moment Simona Halep finally won a grandslam.

The trophy ceremony followed afterwards. Coupe Suzanne Lenglen, which was stored in a Louis Vuitton box, haha, was brought to the court. Arantxa Sanchez then gave the trophy to Simona Halep, who finally was able to get rid of the “Slamless” title some people put on her.

I think Simona’s expression in this photo said it all! “FINALLY!!”

After uploading some Instagram Story videos (haha), I decided that I needed to stretch my leg and to fill my stomach with something; and that something being a subway sandwich, haha.

Learning from my experience two years ago, I knew that Court Philippe Chatrier was open for everyone for the doubles final. So instead of going back to my seat, I decided to try my luck by going to one of the courtside box. Luckily I went in right just in time where I still found a vacant great courtside seat!

My view for the men’s doubles final!

The men’s doubles final was contested between a French duo, Pierre-Hugues Herbet/Nicolas Mahut, who was seeded sixth, and the Austrian-Croatian duo, Oliver Marach/Mate Pavic, the second seed. Btw, Mate Pavic was ranked world no.1 in men’s doubles at the time. Both teams played different style, where Herbet/Mahut were more about the touch and technique whereas Marach/Pavic were more about power and aggression. The match had started when I entered the court and Herbert/Mahut were controlling the momentum already in the first set. They quickly won it 6โ€“2.

Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut took control of the first set.

The second set was much more competitive and exciting. Both teams were pretty much even up to the middle of the set. Then after a poor service game by Marach, Herbet/Mahut gained some momentum by breaking Marach’s serve. But then it was Mahut’s turn to have a poor service game and the match went back even. But Marach/Pavic seized this momentum and got themselves a couple of set points. Herbert/Mahut fought hard and saved those set points so the second set had to go to a tiebreak. Herbet/Mahut played a great tiebreak where they immediately got some lead. In the end, they clinched it 6โ€“2, 7โ€“6(4) and, thus, won their first ever Roland Garros title.

Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut won the men’s doubles title of Roland Garros 2018

It was a great day to be French, for sure. The spectators chanted the French national anthem during the trophy ceremony too.

With the last match of the day being completed, it was time for me to leave as well. And yeah, I just had a great day at Roland Garros!

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Tennis Weekend in Roland Garros 2018:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

Seperti biasanya, aku tiba di gerbang masuk sekitar jam 9 pagi. Agak kepagian sih ini, tapi ini memastikan aku berada di posisi paling depan di antrian masuk ketika gerbangnya dibuka nanti, haha ๐Ÿ˜› . Singkat cerita, gerbangnya dibuka jam 10 pagi dan, iya, aku kembali di Roland Garros lagi tahun ini! ๐Ÿ˜€

Lapangan No. 18 yang baru di Roland Garros

Karena aku sudah sarapan di hotel paginya, aku memutuskan untuk menggunakan waktuku untuk mengeksplor kompleks turnamennya. Walaupun ini adalah tahun ketujuh berturutan aku pergi ke Roland Garros, tahun ini terasa agak “berbeda” karena beberapa pekerjaan konstruksi pengembangan turnamennya sudah selesai! Misalnya saja ada tiga lapangan baru yang nampak seperti amphitheater mini (yang mana masing-masing dikelilingi oleh beberapa tingkat bangku), yang mana nampak indah! Fasilitas di sekitar kompleksnya juga sebagian sudah didisain dan ditata-ulang, sehingga terkadang membuatku merasa ini seperti kunjungan pertamaku di Roland Garros karena aku tidak familier dengan denahnya! Haha ๐Ÿ˜†

Anyway, seperti biasa, aku memutuskan untuk menonton final turnamen legenda putri di Lapangan Suzanne Lenglen hari ini. Tahun ini, finalnya adalah antara Kim Clijsters/Nathalie Tauziat dan Amelie Mauresmo/Nathalie Dechy. Yep, untuk pertama kalinya untukku, Martina Navratilova tidak terlibat dong! Haha ๐Ÿ˜€ . Anyway, pertandingannya lumayan menarik, walaupun bagian akhirnya dipenuhi dengan chokesย dari kedua tim sih (Misalnya, kedua timย double-fault dong di match point-nya masing-masing!๐Ÿ˜…). Tapi pada akhirnya, Mauresmo/Dechy menang 6-7(4), 6-4, [15-13].

Amelie Mauresmo dan Nathalie Dechy memenangi gelar legenda putri.

Pertandingan berakhir sekitar jam 1 siang yang mana merupakan waktu yang pas untuk makan siang. Seperti yang kubilang, awalnya aku tidak tahu lokasi restorannya dimana (karena lokasi yang “lama” kini sudah menjadi bagian dari dua lapangan baru). Aku bertanya ke meja informasi dan ternyata apa yang dulunya toko di lantai basement Lapangan Philippe-Chatrier kini adalah restoran! Haha ๐Ÿ˜€ . Ngomong-ngomong, menu tahun ini juga berbeda banget dimana pilihan makanan hangatnya adalah daging ham atau ayam. Aku memilih ayam, yang mana aku temani dengan pasta dan ratatouille.

Paha ayam dengan pasta dan ratatouille untuk makan siang.

Setelah berkeliling sedikit, aku memutuskan untuk masuk menuju kursiku di Lapangan Philippe Chatrier. Jelas dong aku masuk agak awal supaya ada waktu untuk foto-foto dulu, haha ๐Ÿ˜† . Btw, waktu itu Oliver Marach dan Mate Pavic sedang pemanasan untuk final ganda putra mereka nantinya.

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini.

Penonton mulai masuk ke lapangan dengan cepat setelahnya untuk menonton pertandingan utama hari ini, final tunggal putri. Pertandingannya akan dimainkan oleh pemain peringkat 1 dunia, Simona Halep, yang hingga waktu ini belum pernah menjuarai grandslam walaupun sudah masuk final tiga kali dan kalah dalam tiga set di semuanya (salah satunya adalah final tahun lalu melawan Jelena Ostapenko), dan petenis peringkat 10 dunia, Sloane Stephens, yang mana petenis muda dari Amerika yang menjuarai US Open tahun lalu.

Coin toss antara Simona Halep dan Sloane Stephens

Btw, ada banyak loh fansnya Simona Halep yang datang untuk mendukungnya. Di sekitaran kompleks, ada banyak banget orang-orang yang membawa atribut Romania (bendera, pakaian dengan warna bendera Romania, bahkan mereka memiliki yel-yel sendiri untuk mendukung Halep, dll). Tapi menariknya, hari ini aku bisa-bisanya duduk di area stadionnya yang dipenuhi kebanyakan oleh orang Amerika, atau seenggaknya pendukungnya Sloane Stephens, haha ๐Ÿ˜› . Beberapa dari mereka bersorak “USA, USA, USA” untuk meladeni yel-yel “Simona, Simona…” dari pendukungnya Halep, haha.

Fansnya Simona Halep di Roland Garros

Anyway, kedua pemain memasuki lapangan jam 3 sore. Halep memenangi coin toss dan memilih untuk receive, yang berarti Sloane akan servis duluan. Aku tidak akan menuliskan detailnya di sini, tapi Sloane memulai pertandingan dengan sempurna sekali. Pukulan-pukulannya, strateginya, dan pergerakannya pas dan sempurna banget! Ia seperti tidak mampu membuat kesalahan gitu, segala yang dilakukannya benar dan tepat! Dan jadilah ia dengan lumayan cepat mengambil set pertamaย  6โ€“3 dan langsung unggul 2โ€“0 di set kedua.

Sloane Stephens memulai pertandingan dengan sempurna, segalanya “klik” banget.

Di waktu ini, aku sedikit merasa kasihan terhadap Halep karena ia jelas terus berusaha dan sebenarnya bermain dengan bagus juga (ia bermain lebih agresif daripada Sloane); tapi ya memang lawannya sedang bermain tenis dengan level sempurna dan ini jelas tidak bisa diapa-apakan. Tapi sesuatu mulai terjadi di game kedua-belas. Levelnya Sloane “akhirnya” mulai sedikit “turun” dari level “puncak” ini. Dan jika kamu bermain tenis, pasti paham mengapa ini adalah berita buruk untuk Sloane, terutama dengan mempertimbangkan apa yang dipertaruhkan di sini (gelar grandslam). Entah mengapa rasanya ini masuk ke pikirannya Sloane dan semuanya dengan cepat terjun bebas dari sana. Kesalahan-kesalahan mulai muncul di permainannya. Di waktu yang sama, ini memberikan Halep momentum yang ia butuhkan. Dan dari waktu itu, Halep bermain dengan sangat baik dan memenangi 13 dari 15 game selanjutnya. Akhirnya,ย ia mendapatkan gelarnya dengan kemenangan 3โ€“6, 6โ€“4, 6โ€“1! Iya, Simona Halep akhirnya menjuarai grandslam yang memang berhak ia dapatkan; dan aku ikut merasa senang untuknya!!

Momen dimana Simona Halep akhirnya menjuarai grandslam.

Upacara pemberian piala berlangsung setelahnya. Coupe Suzanne Lenglen, yang disimpan di dalam kotak Louis Vuitton, haha, dibawa ke lapangan. Arantxa Sanchez memberikan pialanya kepada Simona Halep, yang mana akhirnya berhasil menghilangkan gelar “Slamless” disematkan beberapa orang kepadanya.

Aku rasa ekspresinya Simona di foto ini mengungkapkan semuanya! “AKHIRNYA!!”

Setelah upload beberapa video InstaStory (haha), aku meluruskan kakiku dan memutuskan untuk mengganjal perutku dengan sandwich, haha.

Berdasarkan pengalamankuย dua tahun yang lalu, aku tahu bahwa Philippe Chatrier dibuka untuk umum di final ganda putra. Jadilah bukannya kembali ke kursiku, aku mencoba peruntunganku dengan pergi ke salah satu kotak di samping lapangannya. Beruntung sekali aku masuk di waktu yang tepat dimana aku masih bisa menemukan beberapa kotak yang kosong dengan pandangan yang oke banget!

Pandanganku untuk final ganda putra!

Final ganda putranya dimainkan antara duo Prancis, Pierre-Hugues Herbet/Nicolas Mahut, unggulan keenam, dan duo Austria-Kroasia Oliver Marach/Mate Pavic, unggulan kedua. Btw, Mate Pavic merupakan pemain peringkat 1 dunia di ganda putra waktu itu. Kedua tim bermain dengan gaya yang berbeda, dimana Herbet/Mahut lebih tentangย touch dan teknik sementara Marach/Pavic lebih tentang kekuatan dan keagresifan. Pertandingannya sudah dimulai ketika aku masuk ke lapangan dan waktu itu Herbet/Mahut sudah mengontrol momentuk di babak pertama. Mereka dengan cepat memenanginya 6โ€“2.

Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut mengontrol babak pertama.

Babak keduanya lebih kompetitif dan seru. Kedua tim bermain seimbang hingga pertengahan set. Setelah game servis yang buruk dari Marach, Herbet/Mahut mendapatkan momentum dari patahnya servis Marach. Tapi kemudian datanglah giliran Mahut untuk memainkan game servis yang buruk dan pertandingannya kembali seimbang. Tapi Marach/Pavic memanfaatkan momentum ini dan berhasil mendapatkan beberapa set point untuk mereka. Herbert/Mahut berjuang keras menyelamatkan set point-set point tersebut dan berhasil memaksakan tiebreak untuk dimainkan di akhir set kedua. Herbet/Mahut memainkan tiebreakย yang baik dimana mereka langsung mengambil kontrolnya. Pada akhirnya mereka menang 6โ€“2, 7โ€“6(4) dan mendapatkan gelar Roland Garros pertama mereka.

Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut memenangi ganda putra di Roland Garros 2018

Ini adalah hari yang baik untuk orang Prancis, tentunya. Penonton menyanyikan lagu nasional Prancis di upacara pemberian pialanya juga.

Dengan pertandingan terakhir selesai dimainkan; sudah waktunya untukku pulang juga. Dan ya, aku baru saja menghabiskan satu hari yang seru di Roland Garros!

General Life, Zilko's Life

#2123 – A Couple of Recent Sporting Stories

ENGLISH

French Open Coverage

So last week the French Open was concluded. I even went to Paris for the women’s singles final and men’s doubles final last weekend.

Anyway related to this tennis tournament, last year I was happy with my tv cable subscription as it also had two (sometimes three) channels covering some of the main tennis tournaments, including the French Open. This year, however, I was slightly disappointed with the coverage of the French Open ๐Ÿ˜› . This was because, especially in the first week of the tournament, quite often the matches that I were most interested in were not aired in those channels (There were more channels for tennis but I would need extra subscription for those).

Though, Venus Williams’ match was aired. Though the result was not what I wished…

It wasn’t “deliberate” or anything, as it was more of my bad luck with the scheduling. I mean, once the channel aired the first round match between Kiki Bertens and Aryna Sabalenka over Serena Williams’ first grandslam match since giving birth to her daughter versus Kristรฝna Plรญลกkovรก, haha. I mean, I got it that Kiki Bertens was Dutch and so this was why she got the “priority” as it happened that both matches took place concurrently, but still ๐Ÿ˜› (Thankfully, a Belgian channel covered Serena’s match so afterall it was ok).

But you know, somehow I got the general feeling of “disappointment” with this year’s coverage of the French Open in the first week, haha…

The Injury

Anyway speaking of sport, last week I mentioned that I just realized I had a slight knee injury which frustrated me a little bit because it hindered me from my short-term goal of intensifying my cardio training a little bit more to accelerate my body fat percentage loss, haha.

Actually on my gym session that day I published the post, I decided to “test the water” right away by intensifying my cardio session a little bit. Obviously the injury hadn’t been healed yet but at the same time I would like to know how “bad” it actually was. And it turned out to be not as bad as I thought, haha. While I still “felt” it, it didn’t prevent me from finishing my cardio. Though, of course I still used my common sense by not really pushing it too much.

But so far so good! ๐Ÿ˜€

BAHASA INDONESIA

Penayangan French Open

Jadi ceritanya minggu lalu turnamen tenis French Open selesai. Aku bahkan pergi ke Parisย untuk menonton babak final tunggal putri dan ganda putranya akhir pekan kemarin ini.

Anywayย berkaitan dengan turnamen tenis ini, tahun lalu aku merasaย senang dengan keputusanku untuk berlangganan tv kabelย karena aku jadi memiliki dua (kadang tiga) saluran tv yang menayangkan beberapa turnamen-turnamen tenis besar, termasuk French Open ini. Tahun ini, tapinya, aku sedikit merasa kecewa dengan penayangan French Open-nya ๐Ÿ˜› . Terutama di minggu pertama turnamennya sih, dimana ada beberapa pertandingan yang mana aku tertarik tetapi tidak ditayangkan di saluran-saluran tersebut (Sebenarnya ada lebih banyak saluran lagi yang menayangkan semua pertandingannya tetapi aku harus berlangganan ekstra untuk itu).

Eh tapi pertandingannya Venus Williams ditayangkan sih. Walaupun hasil pertandingannya tidak sesuai harapanku…

Ini bukannya “disengaja” atau gimana sih, karena sebenarnya ya ini adalah kesialanku aja dengan jadwal pertandingannya. Misalnya, suatu kali salurannya menayangkan pertandingan babak pertama antara Kiki Bertens dan Aryna Sabalenka dong dan bukannya pertandingan grandslam pertama-nya Serena Williams setelah melahirkan anak perempuannya melawan Kristรฝna Plรญลกkovรก, haha. Iya sih aku paham Kiki Bertens itu adalah pemain Belanda jadilah ia mendapatkan “prioritas” karena kedua pertandingan ini kebetulan kok dimainkan bersamaa, tapi tetap aja lah ya ๐Ÿ˜› (Untungnya waktu itu ada saluran Belgia yang menayangkan pertandingannya Serena sih jadi nggak apa-apa lah).

Tapi intinya adalah, entah mengapa tahun ini aku kok merasa “kecewa” gitu dengan penayangan dari turnamen French Open ini, terutama di minggu pertama, haha…

Cedera

Anywayย mumpung ngomongin olahraga, minggu lalu aku ceritakan tentang cedera lutut minorkuย yang menyebalkanku karena cederanya menjadi penghalang bagiku dalam mencapai tujuan jangka pendekku yaitu meningkatkan intensitas latihan kardio untuk mempercepat proses penurun persentase lemak tubuhku, haha.

Nah jadi sebenarnya di sesi gym-ku di hari posting itu aku publikasikan, aku memutuskan untuk “cek-cek ombak” dengan langsung meningkatkan intensitas sesi kardioku sedikit. Jelas waktu itu cederanya masih belum sembuh, tetapi pada saat yang sama aku juga ingin tahu seberapa “parah” sebenarnya cederanya kan. Dan ternyata tidak separah yang aku takutkan, haha. Walaupun cederanya masih “terasa”, tetapi tidak sampai membuatku tidak bisa menyelesaikan target kardioku kok. Ah, tapi jelas aku masih menggunakan akal sehat juga lah ya dimana aku juga tidak terlalu memaksakan target yang tinggi-tinggi amat dulu.

Tapi sejauh ini, so far so good kok! ๐Ÿ˜€

EuroTrip, Tennis, Vacation, Weekend Trip

#2121 – A Tennis Weekend Story

ENGLISH

Posts in the Tennis Weekend in Roland Garros 2018 series:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

So the main draw of this year’s French Open started about two weeks ago, which means this weekend was, finally, the time for my annual trip to Paris for the tournament this year. Yeay!! ๐Ÿ˜€

At Court Philippe Chatrier again this year

As my ticket this year was for Philippe Chatrier on Saturday, I would get the women’s singles final and men’s doubles final. The “fun” thing was that these two events were, perhaps, the most “unpredictable” ones of all based on the current dynamic of professional tennis. In other words, when the tournament started it was very difficult to predict which players I would watch in both finals! Haha ๐Ÿ˜† .

At last Simona Halep won a grandslam title!

In the end, it turned out the current world no.1, Simona Halep, and the reigning US Open champion, Sloane Stephens, made the women’s singles final. And the teams of Pierre-Hugues Herbet/Nicolas Mahut and Oliver Marach/Mate Pavic made the men’s doubles final. So it turned out both matches would be very interesting, and I was excited for these! ๐Ÿ˜€

Anyway, how was Paris? Well, I didn’t have a lot of time to spend in the city itself, but it was beautiful as always! Haha.

This year I visited Notre Dame in Paris

Btw, as I mentioned before, since the beginning I already knew that I would like to fly for this year’s trip to Paris. And of course I would like to, as much as possible, avoid direct return flights! Haha ๐Ÿ˜† . And so I made myself the following routing:

My routing this weekend. From gcmap.com

Haha ๐Ÿ˜› . Yep, I was back in Toulouse (Airport) for the first time since 2012! ๐Ÿ˜› There was actually another routing with cheaper fare which also was more interesting as it (1) involved an airport I had never used before (Clermont-Ferrand); (2) involved a flight with an airline I had never flown before (Trade Air, which wasย leased by Air France this summer); and (3) involved a Fokker 100, which would have been my first time flying this type in the 21st century (As a kid, I had flown this type with Sempati Air, haha). But this routing only spared a 25 minutes of transfer tim at Clermont-Ferrand, which was really tight and I was not comfortable with. And so I decided to set aside this otherwise fun routing.

Anyway, so yeah, my weekend was fun! ๐Ÿ˜€ As usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Tennis Weekend in Roland Garros 2018:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

Jadi babak utama turnamen tenis French Open tahun ini dimulai sekitar dua minggu yang lalu, yang mana berarti, akhirnya, akhir pekan kemarin adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Paris untuk turnamen ini tahun ini. Hore!! ๐Ÿ˜€

Di Lapangan Philippe Chatrier lagi tahun ini.

Karena tiketku tahun ini adalah Philippe Chatrier di hari Sabtu, aku akan mendapatkan pertandingan final tunggal putri dan final ganda putra. “Keseruan” dari dua pertandingan ini adalah dua events ini adalah yang paling “sulit diprediksi” dari semua events yang dimainkan berdasarkan dinamika dunia tenis profesional saat ini. Dengan kata lain, sebelum turnamen ini dimulai, sulit sekali untuk memprediksikan siapa yang akan aku tonton di kedua final! Haha ๐Ÿ˜† .

Akhirnya Simona Halep menjuarai gelar grandslam juga!

Pada akhirnya, petenis yang saat ini menduduki peringkat 1 dunia, Simona Halep, dan juara bertahan US Open tahun lalu, Sloane Stephens, masuk final tunggal putri. Dan Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut dan Oliver Marach/Mate Pavic memasuki final ganda putra. Jadi ternyata kedua pertandingannya akan menjadi pertandingan yang sangat menarik, dan aku merasa sangat excited untuk menonton keduanya!

Anyway, Parisnya sendiri bagaimana? Ya, nggak banyak sih waktu yang bisa aku habiskan di kotanya ini sendiri, tetapi kotanya masih indah kok seperti biasanya! Haha.

Tahun ini aku mengunjungi Notre Dame di Paris

Btw, seperti yang aku sebutkan sebelumnya, sejak awal untuk tahun ini aku sudah tahu aku akan naik pesawat untuk pergi ke Paris. Dan tentu saja sedapat mungkin aku menhindari penerbangan pp kan ya! Haha ๐Ÿ˜† . Dan jadilah pada akhirnya aku memilih rute berikut ini:

Ruteku akhir pekan ini. Dari gcmap.com

Haha ๐Ÿ˜› . Iya, akhirnya aku kembali juga di (Bandara) Toulouse untuk pertama kalinya semenjak 2012! ๐Ÿ˜› Sebenarnya ada rute lain dengan harga tiket yang lebih murah dan lebih menarik sih karena (1) melibatkan bandara baru yang belum pernah aku lalui sebelumnya (Clermont-Ferrand); (2) melibatkan satu penerbangan dengan maskapai baru yang belum pernah aku terbangi sebelumnya (Trade Air, yang mana disewaย oleh Air France musim panas ini); dan (3) melibatkan pesawat Fokker 100, yang mana akan menjadi kali pertama aku terbang dengan pesawat ini lagi di abad ke-21 (Sewaktu kecil aku pernah terbang dengan pesawat ini dengan maskapai Sempati Air, haha). Namun dengan rute ini, waktu transitku di Clermont-Ferrand hanya lah 25 menit, yang mana mepet banget dan membuatku tidak merasa sreg dengannya. Jadilah rute yang sebenarnya menarik ini aku kesampingkan.

Anyway, jadi ya gitu deh, akhir pekanku kemarin ini seru banget! Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip, Tennis, Vacation, Weekend Trip

#2081 – This Year’s Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always arrange a trip to Paris to watch the French Open (Roland Garros) tennis tournament. This year, obviously, is no difference.

Earlier this week the tickets for this year’s tournament was sold to the general public. Of course I had marked this date since months before (lol) and scheduled my working day accordingly ๐Ÿ˜€ .

As usual since 2015, the ticketing website was scheduled to be opened at 10 AM so I had been prepared in front of my screen since minutes before that, haha ๐Ÿ˜† . However when the clocked striked 10, I had a similar encounter asย last yearย where I got a “502 Bad Gateway” error message when trying to access the website. At least it wasn’t as bad as last year, as I finally established the access about two minutes later. But this meant that my position in the queue was not nearly as great as two years ago, as this year I was:

My position in the queue this year

Yep, the 12,545th person in it, haha.ย However, the queue went much faster than last year, though; as I got to the front of the line in only a little over half an hour (compared to last year’s 2+ hours after being place 35,476th).

Anyway, originally I had a plan to visit the tournament during the middle weekend, when the 3rd and 4th round stages of the tournament. This would be a change after going only for the finals in the last three years (Thus witnessing Serena Williams, Garbine Muguruza, Novak Djokovic, and Jelena Ostapenko won the singles titles). There would be more matches in the middle weekend, as more players would still be “alive” in the tournament.

However, I quickly realized that the tickets for the middle week were much higher than I anticipated, haha. Under the usual circumstances, this would not have been that problematic to me, though. However, considering that I would have another big trip planned for later in the year, I felt like it would actually be better and more optimal if I … would go for the women’s singles final again this year! Haha ๐Ÿ˜† .

At Court Philippe Chatrier last year

Yeah, so exciting! Though with the current state of women’s tennis, it is very difficult to predict which two players I would watch in this year’s final. At least, Serena Williams is in the mix after her maternity leave which caused her to miss last year’s tournamentย ๐Ÿ˜€ .

I haven’t fully finalized the trip yet, btw, even though I have booked a hotel. Having said that, I have decided that this year I will, unsurprisingly, just fly to Paris, haha. It is just that I haven’t found an exciting return flight combination yet so I am still playing the wait and see game at the moment, haha ๐Ÿ˜€ .

Anyway, yeah, this is exciting!! ๐Ÿ˜€

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak tahun 2012, aku selalu membuat perjalanan ke Paris untuk menonton turnamen tenis French Open (Roland Garros). Nah, tahun ini juga jelas sama dong ya.

Awal minggu ini tiket untuk edisi tahun ini dari turnamennya mulai dijual untuk umum. Tentu saja tanggal ini sudah kutandai semenjak berbulan-bulan yang lalu (haha) dan jadwal kerjaku kemarin juga sudah kususun untuk menyesuaikan dengannya ๐Ÿ˜€ .

Seperti biasaย semenjak 2015, tiketnya dijadwalkan untuk mulai dijual jam 10 pagi dan jadilah semenjak beberapa menit sebelumnya aku sudah duduk siap di depan layar komputer, haha ๐Ÿ˜† . Namun, ketika jam tepat menunjukkan pukul 10, aku mendapati situasi yang mirip sepertiย tahun lalu dimana aku mendapatkan pesan errorย “502 Bad Gateway” ketika mencoba mengakses website-nya. Setidaknya masalahnya tidak separah tahun lalu, dimana aku berhasil mendapatkan akses sekitar dua menit kemudian. Tetapi ini artinya posisiku di antriannya tidak semengasyikkanย dua tahun yang laluย deh, karena kali ini:

Nomor antrianku tahun ini

Yep, aku adalah orang ke 12.545 di antriannya, haha. Namun, antriannya bergerak dengan cepat sih untungnya; dimana aku sampai di depan antrian dalam waktu setengah jam lebih sedikit saja (nggak seperti tahun lalu yang mana aku harus menunggu 2 jam lebih setelah berada di posisi 35.476 di antriannya).

Anyway, awalnya aku berencana untuk mengunjungi turnamen ini di middle weekend, di babak ketiga dan keempat turnamennya. Ya kan supaya ada pergantian suasana begitu ya setelah hanya pergi ke finalnya sama selama tiga tahun belakangan (Yang mana membuatku menyaksikanย Serena Williams, Garbine Muguruza, Novak Djokovic, danย Jelena Ostapenkoย memenangi gelar tunggalnya). Di middle weekend, ada lebih banyak pertandingan yang dimainkan karena bakal ada lebih banyak petenis yang masih “hidup” di turnamennya.

Namun, aku amati ternyata harga tiket untuk middle week itu lebih mahal daripada sangkaanku, haha. Sebenarnya ini nggak begitu masalah sih. Namun, dengan mempertimbangkan rencana perjalanan besar berikutnya di paruh kedua tahun ini nanti, aku merasa akan lebih baik dan optimal jika … aku pergi untuk menonton final tunggal putri lagi tahun ini! Haha ๐Ÿ˜† .

Di Court Philippe Chatrier tahun lalu

Iya, seru deh! Walaupun sulit sekali sih untuk memprediksi tenis putri sekarang. Sulit untuk memprediksi siapa dua pemain yang akan kutonton di final tahun ini. Setidaknya, Serena Williams termasuk di dalamnya lah setelahย “cuti” hamil yang menyebabkannya melewatkan turnamen ini tahun laluย ๐Ÿ˜€ .

Perjalanan kali ini belum aku finalisasi sih, walaupun aku sudah booking hotel. Walaupun begitu, aku sudah memutuskan bahwa tahun ini, tidak mengherankan tentunya, aku ingin naik pesawat untuk pergi ke Parisnya. Hanya saja aku belum menemukan kombinasi pp yang seru nih sehingga aku masih wait and see saat ini, haha ๐Ÿ˜€ .

Anyway, ini akan menjadi perjalanan yang seru!! ๐Ÿ˜€