EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1953 – An Impulsive Weekend To … London

ENGLISH

Posts in the An Impulsive Wimbledon 2017 Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

As my Instagram followers (@azilko) have known now, I went to … Wimbledon in London this weekend!! Yeay!! 😎

This trip was extremely impulsive because I just started to prepare for everything literally on Friday morning. I used the same strategy as two years ago when I went on a similar trip to watch Serena Williams completed the second Serena Slam. I was super, super lucky to get a last-minute official ticket for the ladies’ final this year :mrgreen: .

Back at Wimbledon Centre Court this year.

I already toyed with the idea of this spontaneous trip since I was applying for a UK visa this May actually. I told myself that if Venus Williams made the final, no matter what I would go (provided that I got the ticket, of course). I mean, this would certainly a once in a lifetime opportunity (Serena Williams did not play Wimbledon this year because of her pregnancy). I already checked everything (how to get there, accommodation, etc) and I knew this would be a costly trip given the last-minute nature. But it was worth the attempt if it was for a possibility to see Venus Williams contesting for a singles grandslam title!! I knew I must try to grab this if I was presented the chance!!

Venus Williams started the match with an ace.

And then on Tuesday, Venus Williams won her quarterfinals match against the reigning French Open champion, Jelena Ostapenko (coincidentally, that day I also posted the Roland Garros part of my 2017 Early Summer Weekend TripS series where I watched Jelena Ostapenko won that title 😛 ). So suddenly, it appeared to me that I might actually need to execute this plan! Haha 😆

The ladies’ singles draw of Wimbedon 2017, after the semifinals. Venus Williams was playing really, really well. Source: Wikipedia

I tried to get the ticket on Thursday but unfortunately I was unsuccessful. However, I still had a second chance which was the last official sales on Friday morning. This time, luckily I got one!! This was actually the better scenario in the sense that I already knew Venus Williams would play Garbine Muguruza on Saturday by this time. Had I bought the ticket on Thursday, it would have been a gamble because the semifinals still had not yet been played at that point, haha. It is quite funny, though, that two years ago I bought the ticket after knowing Serena Williams would play Garbine Muguruza. So is Muguruza my lucky charm? Hmm. Anyway, after getting the ticket, I quickly arranged everything else (how to get there and back, accommodation, etc). And in the evening, I left for London! This was also good as it meant I would end my flight-free streak a little bit sooner, haha 😛 .

Come on, Venus!! We all know you CAN do it!!

Obviously, this was a super fun last-minute weekend trip. As you (might) know, Garbine Muguruza ended up winning the title. As a fan, I cannot say that I did not feel sad with Venus’ loss, especially I was present there witnessing it. It was the classic mental match where one point determined the fate for the rest of the match. The point was 4*-5 (15-40) on Muguruza’s serve in the first set. Nonetheless, I still had fun in the tournament, as I love Wimbledon!! And adding that I finally got to see a Venus Williams’ official singles match (an exhibition match against Kim Clijsters in 2012 doesn’t count 😛 ), despite the outcome was not ideal to me, made it even better! I hope Venus will bounce back from this loss, as she has been showing great tennis form this year.

This is all I have for now. As usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri An Impulsive Wimbledon 2017 Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi ke … Wimbledon di London akhir pekan ini!! Hore!! 😎

Jadi begini, perjalanan ini adalah perjalanan super dadakan dimana segalanya baru aku persiapkan hari Jumat paginya. Aku menggunakan strategi yang sama seperti dua tahun lalu ketika aku pergi dalam perjalanan yang serupa untuk menonton Serena Williams menorehkan prestasi Serena Slam keduanya. Aku sungguh beruntung banget bisa mendapatkan tiket resmi last-minute untuk final tunggal putri tahun ini :mrgreen: .

Kembai di Centre Court-nya Wimbledon tahun ini.

Aku sudah bermain dengan ide perjalanan dadakan ini semenjak aku mengajukan permohonan visa UK-ku Mei ini. Aku berjanji kepada diriku bahwa jika Venus Williams main di final, pokoknya aku harus pergi (dengan catatan aku mendapatkan tiketnya sih, tentu saja). Maksudku, ini pasti adalah kesempatan super langka (Serena Williams tidak bermain tahun ini karena sedang hamil). Aku juga sudah mengecek semuanya (cara pergi kesana, akomodasi, dll) dan aku tahu ini akan menjadi perjalanan cukup mahal karena dadakan banget. Tapi jelas worth banget untuk dicoba dong untuk kemungkinan menonton Venus Williams berjuang memenangi gelar tunggal grandslam!! Aku tahu kesempatan ini harus aku ambil jika kesempatannya ada!!

Venus Williams memulai pertandingan dengan pukulan as.

Dan di hari Selasa, Venus Williams memenangi pertandingan babak perempat-finalnya melawan juara French Open, Jelena Ostapenko (kebetulan, hari itu aku juga mem-posting cerita bagian Roland Garros dari seri 2017 Early Summer Weekend TripS-ku dimana aku menonton langsung Jelena Ostapenko menjuarai gelar itu 😛 ). Jadi tiba-tiba saja, kok kayaknya aku harus mengeksekusi rencana ini ya! Haha 😆

Undian tunggal putri turnamen Wimbedon 2017, setelah babak semifinal. Venus Williams bermain dengan sangat amat baik. Sumber: Wikipedia

Aku mencoba untuk mendapatkan tiketnya di hari Kamis tetapi sayangnya aku gagal. Namun, masih ada kesempatan kedua di penjualan terakhir di Jumat pagi. Beruntung banget, kali ini aku mendapatkannya!! Ini sebenarnya adalah skenario yang lebih baik sih karena di waktu ini aku sudah tahu Venus Williams akan bermain di babak final melawan Garbine Muguruza di hari Sabtu. Andaikata tiketnya kubeli di hari Kamis, itu masih gambling karena pertandingan semifinalnya masih belum dimainkan waktu itu. Lucu juga btw, dimana dua tahun lalu aku mendapatkan tiketnya setelah tahu Serena Williams akan main melawan Garbine Muguruza di babak final. Apakah ini artinya Garbine Muguruza itu membawa keberuntungan untukku? Haha 😛 . Anyway, setelah mendapatkan tiketnya, langsung aku mengurus semua hal lainnya (bagaimana pergi kesana, akomodasi, dll). Dan malamnya, aku langsung berangkat ke London! Ini juga oke sih karena artinya flight-free streak-ku akan berakhir sedikit lebih cepat, haha 😛 .

Ayo, Venus!! Kita semua tahu kamu BISA!!

Jelas, ini adalah perjalanan akhir bekan dadakan yang seru banget. Seperti yang (mungkin) pada tahu, Garbine Muguruza menjuarai turnamen ini. Sebagai fans, tidak bisa dipungkiri bahwa aku sedih dengan kekalahannya Venus, terutama aku berada di sana menyaksikannya sendiri. Ini adalah pertandingan mental yang klasik dimana satu poin menentukan nasib dari sisa pertandingan. Poin itu adalah 4*-5 (15-40) di servisnya Muguruza di set pertama. Toh walaupun begitu, aku masih menikmati turnamennya kok, karena aku memang suka Wimbledon!! Dan apalagi ditambah bahwa pada akhirnya aku bisa menonton langsung pertandingan tunggal resminya Venus Williams (pertandingan ekshibisi melawan Kim Clijsters di tahun 2012 tentu tidak dihitung yah 😛 ), walaupun hasilnya tidaklah ideal untukku, membuatnya semakin seru lagi! Aku sungguh berharap Venus akan segera bangkit kembali dari kekalahan ini, karena sebenarnya dia sudah bermain tenis dengan level yang menakjubkan di tahun ini.

Segini dulu deh untuk saat ini. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1950 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part IV: Roland Garros 2017)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

As usual, I went early to Stade Roland Garros, arriving there at around 9 AM and was amongst the first ten spectators at the gate today, haha. Though, as usual as well, the gate was only opened at 10 AM. Just like last year, btw, there were three security checks prior to entering the site 😛 . Anyway, I had toast sandwich for breakfast, which was okay. I loved the cappuccino, btw, mostly because it looked like this, haha:

Cappuccino

The first matches today would start at 11 AM. I was torn between watching my “usual” women’s legends final at Suzanne Lenglen or the boys (junior) singles final at Court No. 1. In the end, I chose the women’s legends final as I was already quite close to the court anyway, haha.

The final was between the defending champion, Lindsay Davenport/Martina Navratilova, and Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters. Overall, the match was okay though it was clear Kim Clijsters was the best player on court; and there were too many errors from Navratilova and Davenport. Btw, it was nice to get a glimpse of Big Babe Tennis (a term describing women’s tennis being dominated by strong, tall players who play with a lot of power (in the early 2000s)), when Lindsay Davenport and Kim Clijsters were exchanging big cross-court shots in some of the points. Even though Navratilova and Davenport fought, in the end, Austin-Holt/Clijsters won the match 6–3, 3–6, [10–5].

Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters defeated Martina Navratilova/Lindsay Davenport 6–3, 3–6, [10–5].
After the match, I left Court Suzanne Lenglen and decided to have lunch at the restaurant, planning to have my usual steak with some ratatouille, a dish they always had every year since I first visited Roland Garros in 2012. But it turned out they (finally) changed their menu this year, haha. Instead of a steak, they had grilled aloyau beef presented in sticks, haha. So I had this one (though, arguably, this was still similar-ish to steak anyway 😛 ).

Grilled aloyau beef

After lunch, I went around the venue a little bit to stretch my legs before, at around 2:30 PM, going to my seat at Court Philippe Chatrier. Btw, at first I wasn’t sure with my seat as it was in one of the top rows in the stand (so it was quite some “distance” from the court), but this turned out to be good because the whole time, the seat was covered by the shade of the press boxes! Haha 😆 . You know, it was a really hot and sunny day today so it was nice to sit under some shade, really 😀 .

Back at Court Philippe Chatrier this year

The women’s singles match started at 3 PM. I just realized this year that the trophy (Coupe Suzanne Lenglen) was brought into the stadium in a Louis Vuitton box, though, haha. This was prior to the finalists entering the court. Anyway, not long after, Jelena Ostapenko and Simona Halep were welcomed in the court and took their seats. Ostapenko won the coin toss and chose to receive.

The coin toss

Then, the match started.

I won’t go to too much tennis details here, but Ostapenko started really well. As a young player in her first grandslam final, she was fierce! I like this attitude from a tennis player. The first set went pretty much neck to neck, until Halep broke Ostapenko’s serve in the tenth game and took the first set 6–4.

Simona Halep took the first set 6–4

Halep took the first three games of the second set, though those were three close games. At this point, Ostapenko was down 4–6, 0–3. I was hoping Ostapenko would not give up at this point and kept on fighting, so that the final would last a little bit longer so my ticket worthed more, lol 😛 . And, gladly, she was not!! She believed on herself, sticked to her own game, which was to be hyper aggressive, and eventually turned the fortune around. She won six of the next seven games and won the set 6–4!

Jelena Ostapenko took the second set 6–4.

The third set started out similarly, where Ostapenko was immediately down 1–3. Again, at this point she did not give up and kept pressuring Halep with all those aggressive shots. From 1–3 down, she won five straight games and, thus, winning the match 4–6, 6–4, 6–3!! WOW!!

Jelena Ostapenko’s winning moment after hitting a backhand down the line return winner.

Understandably, Halep was upset but she was, as always, gracious in defeat (IMO, Simona Halep is one of those players with great sportsmanship). The trophy ceremony followed afterwards, where Ostapenko was handed her first ever singles trophy, and it happened to be the Coupe Suzanne Lenglen, a grandslam trophy!!

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

It will be interesting to see how Jelena Ostapenko goes from hereon forward. I hope she can keep on this level of play and, especially, her fight to prove that this victory is not just a one time wonder thing. We will see…

Anyway, the men’s doubles match followed afterwards. Btw, the draw of this event also fell apart in this tournament, where two unseeded teams made the final: Ryan Harrison/Michael Venus and Santiago Gonzaels/Donald Young. For whatever reason, I felt really tired already and so I decided to skip this final and went back to my hotel. Well, but only after dinner at the restaurant I always visited every year nearby the venue, of course (read Part III ) 😛 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Seperti biasanya, aku berangkat awal ke Stade Roland Garros, dimana aku tiba sekitar jam 9 pagi dan termasuk dalam 10 penonton pertama yang datang hari ini, haha. Walaupun, seperti biasa sih, gerbang baru dibuka jam 10 pagi. Seperti tahun lalu, btw, ada pemeriksaan sekuriti sebanyak tiga kali sebelum masuk 😛 . Anyway, aku memesan toast sandwich untuk sarapan, yang mana rasanya biasa aja. Aku suka cappuccino-nya, btw, karena penampilannya seperti ini, haha:

Cappuccino

Pertandingan-pertandingan pertama hari ini akan dimulai jam 11 pagi. Aku bingung akan menonton pertandingan “seperti biasa” yaitu final legenda putri di Suzanne Lenglen atau final tunggal putra junior di Lapangan No. 1. Pada akhirnya, aku memilih final legenda putri karena toh aku sudah berada di dekat sana, haha.

Final tahun ini adalah antara juara bertahan, Lindsay Davenport/Martina Navratilova, dan Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters. Secara keseluruhan, ini adalah pertandingan yang oke dimana jelas Kim Clijsters adalah pemain terbaik dari keempatnya kala itu; dan terlalu banyak kesalahan sendiri di tim Navratilova dan Davenport. Btw, asyik rasanya bisa sedikit mencicipi menonton Big Babe Tennis (sebuah istilah yang mendeskripsikan tur tenis putri yang didominasi oleh pemain bertubuh tinggi dan kuat yang bermain dengan pukulan-pukulan keras (di awal tahun 2000an)), dimana Lindsay Davenport dan Kim Clijsters saling memukul pukulan keras cross court di beberapa poin. Walaupun Navratilova dan Davenport berjuang dengan gigih, pada akhirnya Austin-Holt/Clijsters menang 6–3, 3–6, [10–5].

Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters mengalahkan Martina Navratilova/Lindsay Davenport 6–3, 3–6, [10–5].
Setelah pertandingan berakhir, aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen dan makan siang di restoran di sana, berencana makan steak dengan ratatouille seperti biasanya, yang selalu aku makan setiap tahun di kunjunganku ke Roland Garros semenjak tahun 2012. Tetapi ternyata mereka (akhirnya) mengganti menunya tahun ini, haha. Bukannya steak, mereka menyajikan menu daging sapi aloyau panggang yang ditusuk seperti sate, haha. Jadilah aku memesan menu ini (walaupun bisa dibilang mirip-mirip dengan steak sih 😛 ).

Grilled aloyau beef

Setelah makan siang, aku berkeliling arena untuk meluruskan kaki, dan sekitar jam 2:30 siang, aku masuk menunju kursiku di Lapangan Philippe Chatrier. Btw, awalnya aku kurang sreg dengan kursiku yang berada di salah satu baris teratas di sana (jadi lumayan “jauh” gitu deh dari lapangannya), tetapi ternyata ini ada enaknya juga karena bagian ini justru teduh terkena bayangan ruang-ruang booth media! Haha 😆 . Jadi ceritanya hari ini kan panas banget gitu mana mataharinya bersinar terik pula. Jadi enak dong ya duduk di bawah bayangan yang teduh gitu, haha 😀 .

Kembali di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Pertandingan final tunggal putri dimulai jam 3 sore. Aku baru sadar tahun ini loh bahwa pialanya (Coupe Suzanne Lenglen) dibawa masuk ke stadionnya di dalam sebuah kotak Louis Vuitton (pastinya ori mah ya nggak mungkin KW, haha 😛 ). Ini dilakukan sebelum kedua finalis dipanggil masuk ke lapangan. Tak lama setelahnya, Jelena Ostapenko dan Simona Halep disambut masuk dan kemudian duduk di kursi mereka. Ostapenko memenangi coin toss dan memilih untuk receive (Halep servis duluan).

Coin toss

Lalu, pertandingan dimulai.

Aku tak akan menulis terlalu banyak detail tenis di sini. Ostapenko memulai pertandingan dengan baik. Sebagai pemain muda di final grandslam pertamanya, ia sungguh berani sekali! Aku suka deh attitude ini dari seorang pemain tenis! Set pertama berlangsung cukup ketat, hingga Halep mematahkan servis Ostapenko di game kesepuluh dan memenanginya 6–4.

Simona Halep memenangi set pertama 6–4

Halep langsung memenangi tiga game pertama di set kedua, tetapi ketiganya adalah game yang dimainkan dengan ketat. Di saat ini, artinya Ostapenko ketinggalan 4–6, 0–3. Aku hanya berharap Ostapenko tidak menyerah dan terus bertarung, sehingga finalnya berlangsung lama dan aku nggak rugi beli tiketnya, haha. Dan pada akhirnya, Ostapenko beneran memenangi set kedua dong! Ia tetap percaya diri dengan permainan hiper agresifnya, dan akhirnya berhasil membalikkan situasi. Ia memenangi enam dari tujuh game selanjutnya dan mengklaim set kedua 6–4!

Jelena Ostapenko memenangi set kedua 6–4.

Set ketiga dimulai mirip seperti set kedua, dimana Ostapenko langsung tertinggal 1–3. Lagi, di waktu ini ia tidak menyerah dan terus menyerang Halep dengan pukulan-pukulan agresifnya. Dari posisi tertinggal 1–3, ia menang lima game berturutan dan akhirnya memenangi pertandingan dengan skor akhir 4–6, 6–4, 6–3!! WOW!!

Momen kemenangan Jelena Ostapenko setelah memukul sebuah pukulan backhand down the line return winner.

Tak mengherankan, Halep kecewa dengan kekalahannya tetapi, seperti biasa, ia bersikap ksatria dan menerimanya (Menurutku, Simona Halep adalah salah satu pemain yang paling menjunjung sportivitas). Upacara penganugerahan piala diadakan setelahnya, dimana Ostapenko diberikan piala tunggal pertamanya, dan pialanya adalah Coupe Suzanne Lenglen, sebuah piala grandslam!!

Jelena Ostapenko memenangi gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Akan menarik untuk mengikuti bagaimana prestasi Jelena Ostapenko setelah ini. Aku harap sih ia mampu mempertahankan level ini dan, terutama, kegigihannya untuk membuktikan bahwa kemenangan ini bukan lah kebetulan semata. Kita lihat saja…

Anyway, final ganda putra diadakan setelahnya. Btw, undian ganda putra tahun ini juga hancur nih di turnamen ini, dimana dua tim yang tidak diunggulkan masuk ke final: Ryan Harrison/Michael Venus dan Santiago Gonzaels/Donald Young. Namun, entah mengapa aku merasa sungguh lelah sehingga aku memutuskan untuk melewatkan final ini dan pulang ke hotel. Eh, tentu dengan mampir dulu di restoran langgananku di dekat situ untuk makan malam yah (baca Bagian III) 😛 .

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1937 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Introduction)

ENGLISH

So you know, in the last three weeks I had three weekend trips in three consecutive weekends: Lyon, then Bremen, then Paris, haha. So I was thinking of wrapping these three trips under one “theme”, and what I came up with was “Early Summer 2017 Weekend TripS” series 😛 .

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Having three consecutive weekend trips was actually unintentional, though it was situational so it probably was not all that coincidental, haha.

Lion selfie in Lyon

You see, the few public holidays in the Netherlands are not uniformly spread throughout the year; and most of them fall in between April and May. And as I like to make use of them for some short trips, this results in several trips within a short period of time, haha. And the fact that the French Open is always held at the end of May/early June definitely plays a factor too 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Two of the three trips were driven by good flight deals that I found. Well, also because Lyon was a nice city and I had never been to Bremen. Also for Bremen, my flight back from there would be with a Fokker 70, which KLM is retiring by the end of this year. So gotta catch them while I can!!

Back at Court Philippe Chatrier this year

I have to say, though, that it is also quite tiring, haha. I am taking a rest now and have no travelling plan (as of yet) in the coming a few weeks 😛 . Though, who knows if I decide to change my mind soon too! Hahaha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Pada sudah baca kan, tiga minggu belakangan ini aku baru saja pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan: Lyon, lalu Bremen, lalu Paris, haha. Nah jadilah aku berkeinginan untuk memberikan sebuah “tema” untuk tiga perjalanan ini, dan yang kepikiran adalah seri “Early Summer 2017 Weekend TripS” 😛 .

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Tiga perjalanan akhir pekan yang berturutan sebenarnya terjadi tidak sengaja, walaupun ini juga dikarenakan situasi sih sehingga mungkin bukan lah kebetulan juga, haha.

Lion selfie di Lyon

Jadi tanggal merah di Belanda (yang sedikit itu) tidak tersebar merata di sepanjang tahun; dan kebanyakan jatuh di bulan April dan Mei. Dan karena aku suka memanfaatkannya untuk acara jalan-jalan, ini berakibat pada beberapa perjalanan dalam periode waktu yang singkat, haha. Dan French Open yang selalu diadakan di akhir Mei/awal Juni juga tentu berkontribusi juga 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Dua dari tiga perjalanan ini didasari oleh tiket promo yang aku temukan. Dan juga karena memang Lyon adalah kota yang indah dan aku belum pernah ke Bremen sebelumnya sih. Dan untuk Bremen, penerbanganku kembali dari sana dioperasikan dengan pesawat Fokker 70, yang mana akan dipensiunkan KLM di paruh kedua tahun ini. Jadi aku harus menerbanginya selagi bisa kan ya!!

Kembali lagi di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Harus diakui sih, ini cukup melelahkan juga, haha. Sekarang aku beristirahat saja deh dan tidak memiliki rencana jalan-jalan dalam beberapa (nggak banyak sih) minggu ke depan 😛 . Eh, tapi nggak tahu juga sih siapa tahu aku berubah pikiran! Haha 😛 .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1935 – A Roland Garros Weekend Trip

ENGLISH

After going to Lyon two weekends ago and Bremen last weekend, this weekend I went on another weekend trip, hoho 😆 . Yep, three weekend trips on three consecutive weekends!! Woohoo!!

As my Instagram followers (@azilko) would have known, this weekend was the time for my annual Roland Garros trip this year. Yep, indeed I went to Paris 🙂 .

At Court Philippe Chatrier this year

As I shared in April, though, I was less excited for the trip this year (this does not mean I was not excited, I still was, overall, of course!) because of Serena Williams’ withdrawal due to her pregnancy. And so the women’s singles field this year, which final was the main attraction of my trip, was probably the most “open” in recent years with no clear favorite.

Nonetheless, it turned out to still be very fun! The atmosphere of a grandslam tournament was, indeed, one of a kind. Even though Venus Williams did not reach the final (it was not that expected, anyway, as clay was clearly her least favorite surface), the field turned out to still be interesting. In the end, the final was between an unseeded player (because of her 47th ranking), Jelena Ostapenko, and the third seed, Simona Halep, who would ascend to world number 1 if she would win the final! Exciting, wasn’t it?

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

As you might have known by this point, Jelena Ostapenko ended up winning the title! More importantly for me, the final match was such a close match between two players with very different style (Ostapenko with her hyper aggressive game and Halep with her defensive game) and different level of experience (Ostapenko’s highest ranking was 33rd while Halep is a seasonal top 5 players in the last three years or so). To add even more drama, Ostapenko was down 0–3 and 1–3 in the second and third set before, somehow, turned it around and won! Moreover, this was Ostapenko’s first ever singles title. How amazing that it was a grandslam!

Paris selfie this year at Louvre

Anyway, Paris itself was a beautiful city, even though I did not have any time to spend in the city itself. Plus, I was really looking forward to my first class train travels with Thalys to get to and back from there, haha.

Yeah, so overall this was another fun weekend for me. And so understandably now I feel quite tired too 😛 . As usual, here are a few teasers from the trip.

BAHASA INDONESIA

Setelah pergi ke Lyon dua akhir pekan yang lalu dan ke Bremen akhir pekan kemarin, akhir pekan ini aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi loh, hoho 😆 . Iyaaa, tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan!! Woohoo!!

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, akhir pekan ini adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Roland Garros tahun ini. Yup, aku pergi ke Paris 🙂 .

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Seperti yang kuceritakan April kemarin, aku sedikit kurang excited untuk perjalanan ini tahun ini (bukan berarti aku tidak excited sih, secara keseluruhan sih jelas masih excited lah!) karena mundurnya Serena Williams akibat kehamilannya. Dan jadilah akibatnya turnamen tunggal putri tahun ini, yang mana babak finalnya adalah atraksi utama perjalananku, mungkin adalah yang paling “terbuka” dalam beberapa tahun belakangan dimana tidak ada satu pemain pun yang benar-benar difavoritkan.

Toh walaupun begitu ternyata perjalanannya masih seru! Atmosfer sebuah turnamen grandslam memang berbeda! Walaupun beneran Venus Williams tidak mencapai babak final (tidak mengherankan sih, karena tanah liat memang bukan permukaan favoritnya Venus), toh draw-nya masih cukup menarik. Pada akhirnya, babak finalnya adalah antara pemain muda yang tidak diunggulkan (karena berperingkat 47), Jelena Ostapenko, melawan unggulan ketiga, Simona Halep, yang akan naik ke peringkat 1 dunia apabila ia menang di final. Seru kan?

Jelena Ostapenko menjuarai gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Mungkin sudah pada tahu sekarang, Jelena Ostapenko akhirnya keluar sebagai juara! Yang paling penting bagiku, ternyata pertandingan finalnya berlangsung seru banget! Pertandingan ini dimainkan oleh dua pemain dengan gaya permainan berbeda (Ostapenko dengan gaya hiper agresifnya sementara Halep dengan gaya defensifnya) dan level pengalaman yang berbeda (peringkat tertinggi Ostapenko sebelum ini adalah 33, sementara Halep konsisten berada di 5 besar selama tiga tahunan terakhir). Lebih dramatisnya lagi, Ostapenko tertinggal 0–3 dan 1–3 di set kedua dan ketiga loh sebelum, entah bagaimana, membalikkan posisi dan menang! Lebih keren lagi, ini adalah gelar tunggal pertamanya Ostapenko. Keren banget kan gelar pertamanya adalah gelar grandslam!

Paris selfie tahun ini di Museum Louvre

Ngomong-ngomong, jelas Paris adalah kota yang indah, walaupun aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di kotanya sendiri sih. Plus, aku sungguh excited dengan perjalananku dengan kereta super cepat Thalys di first class, haha.

Iya, jadi secara keseluruhan akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru lagi untukku. Dan tentu aku juga merasa capek sih, haha 😛 . Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1760 – My 2016 Roland Garros Trip (Part III: Roland Garros (Sunday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

While I arrived at Stade Roland Garros some 20 minutes later than my Saturday visit, I was still one of the first spectators to enter the site today, haha 😆 . Anyway, today I got a Ring 3 ticket (the furthest ring from the tennis court but offered the cheapest price) at Court Philippe Chatrier. These were the matches scheduled today:

  1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Exciting!

After entering the site, I went to my seat in Court Philippe Chatrier to see how the view would be from my seat. Well, it turned out it was okay but I knew it would be a bit more challenging to take good photos from up there, haha 😆 . Btw, this was my outfit today:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore
Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

I bought a couple cups of cappuccino and a couple of French pastries for breakfast today. For some reason I wasn’t feeling that hungry this morning. Upon checking the schedule, it turned out that the women’s doubles match was scheduled to start at 11:30 AM so I decided to come back to Court Philippe Chatrier after finishing my coffees.

Then, I saw an announcement in French. Okay, I don’t speak French but I was guessing it stated that for the women’s doubles final, the seating inside Court Philippe Chatrier was free, i.e. we could sit literally anywhere. But then of course I was not sure. So when I entered Philippe Chatrier, I asked the ticket checker girl if that was the case. She confirmed it and actually said that I could sit in one of the green boxes that were literally next to Court Philippe Chatrier if I wanted to!! 😱😱😱😱😱 I mean, those seats were even closer to the court than the Ring 1 seats and those were those super expensive premium seats for premium ticket holders!! 😱😱😱😱😱 So of course I did!! I mean, who wouldn’t?

I chose one box that was still empty that was just next to the court and I quickly settled into a seat in the first row. Yeah, so I was sitting literally in the first row of Court Philippe Chatrier for a grandslam final match!! 😱😱😱😱😱 IT. WAS. SO. AWESOME!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!
I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier this morning!!

1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

First of all, to be consistent, from hereon I will call the team of Makarova/Vesnina as Makarova/Ayah. The reason why I am calling Elena Vesnina “Ayah” can be read in this post of my visit to Wimbledon final last year 😛 .

Anyway, the match did not start evenly where Mladenovic/Garcia were solid while Makarova/Ayah were kinda shaky. In just about 20 minutes, Makarova/Ayah found themselves trailing 0–5 in the first set. But then, they started to find their groove while Mladenovic/Garcia started to make some more errors, allowing Makarova/Ayah more into the first set. However, Mladenovic/Garcia had built too much of a lead and still secured the first set 6–3. In the second set, Makarova/Ayah kept their newly found momentum while Mladenovic/Garcia struggled to find some form. Makarova/Ayah took the second set 6–2. The third set went toe to toe until 4–4. Makarova’s serve was broken and Caroline Garcia held her serve. Hence the French team won their first grandslam title together 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title
Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

After the match, I tried to get some lunch but everything was super busy. I was queuing for the gourmet restaurant but the queue went super slow. So I left and decided to just buy a French sandwich and wrap (which I also had to queue for some time).

2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

This match is the highlight of the tournament, I guess. I mean, a match between the number 1 vs number 2 player in the world! Both had never won Roland Garros before so whoever won would do so. Even for Djokovic, the stake was higher as (1) Roland Garros was the only grandslam title missing in his collection and (2) After winning Wimbledon 2015, US Open 2015, and Australian Open 2016, he now had a chance to complete the “Nole Slam” by winning Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly
Andy Murray started the match strongly

Murray started the match strong where he was being more aggressive. He took the first set 6–3. But then, for some reasons, the situation completely flipped since the start of the second set. Somehow, Murray found himself in defensive position almost all the time allowing Djokovic to dictate most points. I knew that Murray realized this and tried to change the momentum. But it was difficult to do so against the already on-fire world number 1. As a result, Murray started to throw in a bit of more errors.

In the end, Novak Djokovic won his 12th grandslam title, completed the Career Grand Slam, and won the Nole Slam after defeating Andy Murray in four sets 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray gave a really heartwarming runner-up speech btw, where he said that we were very lucky to be in the attendance of the completion of the Nole Slam which was such a rarity in men’s tennis; but it sucked very much for him to be in the opposite site of the net today. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016
Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

After the match, I went to buy a new pair of tennis racket dampers. Then, I left Stade Roland Garros and my 2016 visit to this grandslam tournament this year officially ended 🙂 .

THE END.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Walaupun aku tiba di Stade Roland Garros 20 menit lebih siang daripada kunjungan hari Sabtuku, toh aku masih termasuk salah satu yang pertama yang masuk loh, haha 😆 . Ngomong-ngomong, hari ini aku hanya memiliki tiket Ring 3 saja (Ring terjauh dari lapangan tenisnya tetapi harga tiketnya juga yang termurah) di Lapangan Philippe Chatrier. Berikut ini jadwal pertandingan hari ini:

  1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Seruuu!

Begitu masuk, aku mengecek kursiku di Court Philippe Chatrier untuk mengetes bagaimana kah view yang akan kudapatkan nantinya. Ternyata masih oke-oke saja sih walaupun memang jelas akan lebih sulit untuk mendapatkan foto yang bagus dari atas sana, haha 😆 . Btw, berikut ini outfit-ku hari ini:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore
Membuat jelas mengenai sisi yang kudukung siang nanti dengan apa yang aku pakai

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

Aku membeli dua cangkir kopi cappuccino dan dua buah roti Prancis untuk sarapan. Pagi ini memang aku tidak merasa begitu lapar. Kemudian ketika mengecek jadwalnya, ternyata final ganda putri akan dimulai jam 11:30 pagi di Philippe Chatrier. Jadilah aku langsung kembali ke Philippe Chatrier setelah menyelesaikan kopi dan rotiku.

Lalu, aku melihat sebuah pengumuman dalam bahasa Prancis. Oke, aku nggak bisa bahasa Prancis tetapi dengan ilmu tebak-menebak arti, aku kira pengumuman itu berarti untuk final ganda putri, penonton dibebaskan duduk dimana pun di dalam Philippe Chatrier. Tetapi tentu saja dong ya aku masih nggak yakin. Jadilah ketika memasuki Philippe Chatrier, aku menanyakan ini ke petugas pemeriksa tiketnya. Petugasnya mengiyakan dan bahkan berkata kalau mau, aku juga boleh loh duduk di kotak-kotak hijau di sebelah lapangan tennisnya itu!! 😱😱😱😱😱 Aku syok dong karena kursi-kursi itu kan bahkan lebih dekat ke lapangan tenisnya daripada kursi Ring 1 dan kursi-kursi itu adalah kursi-kursi premium super mahal yang bisa diakses dengan pemegang tiket premium!! 😱😱😱😱😱 Ya jelas aku mau dong ya!! Siapa yang nggak mau coba?

Aku memilih satu kotak yang masih kosong tepat di samping lapangannya dan aku langsung duduk di kursi di barisan pertama. Iya, pagi itu aku duduk di barisan pertama Lapangan Philippe Chatrier untuk menonton sebuah pertandingan final turnamen grandslam!! 😱😱😱😱😱 GILA. KEREN. ABISSS!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!
Aku diperbolehkan duduk di salah satu kursi VIP di Lapangan Philippe Chatrier pagi ini!!

1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

Pertama-tama, supaya konsisten, mulai sekarang aku akan menyebut tim Makarova/Vesnina sebagai Makarova/Ayah. Alasan mengapa aku memanggil Elena Vesnina “Ayah” bisa dibaca di posting ini mengenai kunjunganku ke final Wimbledon tahun lalu 😛 .

Anyway, pertandingannya tidak dimulai dengan level yang seimbang dimana Mladenovic/Garcia bermain solid sementara Makarova/Ayah masih belum klik. Dalam 20 menit, Makarova/Ayah langsung tertinggal 0–5 di set pertama. Tetapi kemudian, mereka mulai menemukan momentum sementara Mladenovic/Garcia mulai membuat error, sehingga Makarova/Ayah mulai mendapatkan kontrol di set pertama. Tetapi, Makarova/Garcia sudah terlanjur unggul jauh sehingga set pertama berhasil mereka amankan 6–3. Di set kedua, Makarova/Ayah memanfaatkan momentum tersebut sementara Mladenovic/Garcia mulai kesulitan sendiri. Makarova/Ayah memenangi set kedua 6–2. Set ketiga berlangsung berimbang hingga posisi 4–4. Servisnya Makarova kemudian terpatahkan dan Caroline Garcia bisa mempertahankan servisnya. Akhirnya tim Prancis ini memenangi gelar grandslam pertama mereka 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title
Caroline Garcia dan Kristina Mladenovic menjuarai gelar grandslam pertama mereka

Setelah pertandinganya, aku mencoba mencari makan siang tetapi semua tempat makannya ramai. Aku mengantri di restoran gourmet tetapi antriannya maju dengan sangat amat pelan. Jadilah aku membatalkan rencana makan disana dan memutuskan membeli sandwich dan wrap ala Prancis aja (yang mana untuk itu aku juga harus cukup mengantri).

2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Pertandingan ini adalah highlight dari turnamen ini. Maksudku, pertandingan antara pemain peringkat 1 dan 2 dunia gitu! Keduanya belum pernah menang Roland Garros sebelumnya. Bahkan untuk Djokovic, yang dipertaruhkan lebih tinggi karena (1) Roland Garros adalah satu-satunya gelar grandslam yang belum ia menangi dan (2) Setelah menjuarai Wimbledon 2015, US Open 2015, dan Australian Open 2016, ia berkesempatan untuk membuat “Nole Slam” menjadi kenyataan dengan titel Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly
Andy Murray memulai pertandingan dengan kuat

Murray memulai pertandingan dengan kuat dimana ia bermain agresif. Akibatnya, set pertama ia amankan 6–3. Tetapi kemudian, entah mengapa, situasinya berbalik mulai di set kedua. Entah bagaimana, Murray bermain lebih defensif sehingga Djokovic bisa mengontrol lebih banyak poin. Aku tahu Murray menyadari ini sehingga ia mencoba mengubah ritme pertandingan untuk mengubah momentum. Masalahnya, tidak mudah untuk melakukan ini ketika lawannya adalah petenis peringkat 1 dunia yang sedang on fire. Sebagai akibatnya Murray mulai membuat lebih banyak kesalahan sendiri.

Pada akhirnya, Novak Djokovic memenangi gelar grandslam ke-12nya, melengkapi Career Grand Slam, dan mencetak Nole Slam dengan mengalahkan Andy Murray dalam empat set 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray memberikan ucapan yang menyentuh btw, dimana ia berkata bahwa kami semua beruntung berada di sana sebagai audiens untuk menyaksikan terciptanya Nole Slam yang mana sangat amat jarang terjadi di tenis putra; tetapi baginya ini terasa sakit sekali sebagai seseorang yang berada di sisi lain dari net hari ini. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016
Novak Djokovic membuat Nole Slam menjadi kenyataan di Roland Garros 2016

Setelah pertandingannya, aku membeli sepasang dampers untuk raket tenisku. Kemudian, aku meninggalkan Stade Roland Garros dan kunjungan tahun 2016ku ke sana resmi berakhir 🙂 .

SELESAI.

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1757 – My 2016 Roland Garros Trip (Part I: Roland Garros (Saturday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Today, I got a Ring 1 ticket in Court Philippe Chatrier so the view from my seat was very good because the seat was quite close to the court. And so naturally today I was feeling very excited because these were the scheduled matches in Philippe Chatrier:

  1. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Men’s Doubles Final: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

And you all know that Serena Williams and Bob/Mike Bryan are amongst my favorite players! It was awesome!!

Anyway so I left my hotel at a few minutes passed 8 AM. After buying a few French pastries for breakfast, I took the metro to get to Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!
Back at Roland Garros!

I noticed a significant improvement has been done in this year’s edition of the tournament (compared to previous years):

  1. There are more security checks to enter Stade Roland Garros. Well, considering those infamous events which have happened multiple time in Europe within the last one year or so, this is hardly surprising and I am extremely glad they did so. This certainly made me feel much safer during my visit.
  2. Free wifi was now provided in certain areas in Stade Roland Garros!! Yeay!! 😛

As usual, the gate was opened just a few minutes before 10 AM. The weather was not the best this morning where it was very cloudy and a few drops of rain fell here and there but at least it was not raining (it was not even drizzling). I immediately went to Court Suzanne Lenglen and I bought myself a hotdog package for breakfast (the few French pastries were certainly not enough for the longer run 😛 ).

The main event at Court Philippe Chatrier would start just at 3 PM. And so to start the day I decided to watch two matches (well, one and half actually) in Court Suzanne Lenglen which started at 11 AM. They are:

1. Women’s Legends Doubles Final: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

It was nice to see these retired players played some tennis. Obviously they were not as fast nor athletic nor powerful as they used to be but even so, I felt like none of the four women were at their potential best during the day. In the end, Davenport/Navratilova won the match rather easily, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event
Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women’s legends event

2. Men’s Legends Over 45 Doubles Round Robin: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

This experience was my first time watching a men’s legends match. And here, I have to say that these men knew how to put up a very entertaining show in the form of a tennis match. The match was just a legends’ event so it was like “just” an exhibition match and there was no need to be extremely serious. And this was even more true especially when Mansour Bahrami was playing.

Mansour Bahrami
Mansour Bahrami

You see, nowadays Mansour Bahrami has the reputation as “fun” and “funky” in an exhibition match. And now I could see, with my own eyes, why. He was very funny on the court! Moreover, the other three players also played along so it became such an entertaining exhibition tennis “match” display.

For instance, at 5-all in the tiebreak of the first set, Yannick Noah hit a really good pass which neither Krajicek or Bahrami could chase. So while failingly trying to chase the ball, Bahrami threw a ball he kept in his pocket back to his opponents’ side. Obviously by this rule this was illegal and Bahrami/Krajicek lost the point. But the umpire played along with this stint and awarded the point to Bahrami/Krajicek. Obviously Noah and Pioline “protested” and so this happened:

So this happened
A protest

Haha 😆 .

Yeah, it was very funny!!

***

I decided to leave Court Suzanne Lenglen after the first set because I was hungry for lunch. So I went to the gourmet restaurant and ordered my favorite dish at Roland Garros: steak with Mediterranean ratatouille.

After lunch, I went to Court Philippe Chatrier and settled in my seat. I was quite early there and at that time, Novak Djokovic was still practicing for his tomorrow’s men’s singles final against Andy Murray. A few minutes later, he left the court.

At Court Philippe Chatrier
At Court Philippe Chatrier. I carefully chose this outfit of mine. Can you guess why so?

The main event today started with a ceremony of the induction of Amelie Mauresmo to the International Tennis Hall of Fame. After that, the main showdown of today, the women’s singles final, started.

3. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

This women’s singles final was a rematch of last year’s Wimbledon final, which I also watched live 😛 . Anyway, I was very excited when Serena Williams entered the court:

And I noticed that my hand was shaking when I was taking that short video. I don’t know if it was because I was being nervous or just due to my excitement, haha 😆 .

You all know that Serena Williams is one of my most favorite tennis players, ever. But you might not know that actually I also like Garbiñe Muguruza. Moreover, I do think that she can be on the top of the women’s game some day (sidelining very bad injury of course), and that some day might actually come quite soon. However, in the battle between these two, obviously I would have to go with which of the two which I liked the more; and in this case it was Serena, haha 😆 .

Serena William serving
Serena Williams. Yes so I chose my outfit so that the color would match Serena’s dress #truefans

But as you might already know by now, Muguruza won 7–5, 6–4. Serena did not play at her best (her first serve percentage was quite low which allowed Muguruza too much look on her second serve) but it was obvious that she was fighting hard, including saving four championships points in the second set. However, it was not enough as Muguruza was in the zone today. Muguruza’s strategy today was clear to me: to go for her shots, playing high risk tennis. This was reasonable because if she did not do so, she would most definitely lose the match given her opposition in the final. And her strategy paid off where she basically “painted the lines” in many occassions during the match.

The reward for Muguruza? Well, her first grandslam singles title!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016
Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Congratulations, Garbiñe!!

As for Serena, I do hope she wakes up just in time for Wimbledon and the upcoming US Open this year. Come on Serena, you can do it!!

4. Men’s Doubles Final: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Following the women’s singles final was the men’s doubles final between Feliciano López/Marc López and Mike Bryan/Bob Bryan.

The López got an early break in the first set which they managed to hold upon until the end of the set, thus winning it 6–4. The second set was much tighter that a tiebrak was forced to be played. The Bryans saved one championships point during the tiebreak and took claimed the set by winning the tiebreak (8–6).

Feliciano López and Marc López
Feliciano López and Marc López

After the second set, somehow I felt very tired. I think I was more affected by the disappointment of Serena’s loss than I thought I was, haha 😆 . And so I decided to leave the stadium. Well, I still had one day the next day so my justification was that I needed to have a good rest 😛 .

Anyway, it turned out that Feliciano López/Marc López won the third set 6–3 thus the Spaniards won their first grandslam title.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Hari ini, aku memiliki sebuah tiket Ring 1nya Lapangan Philippe Chatrier sehingga pandangan dari kursiku oke banget karena lokasi kursinya yang cukup dekat dengan lapangan tenisnya. Dan jelas dong sebagai akibatnya hari ini aku amat bersemangat karena pertandingan-pertandingan yang dijadwalkan di Philippe Chatrier adalah sebagai berikut:

  1. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Final Ganda Putral: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Dan pasti sudah pada tahu deh Serena Williams dan Bob/Mike Bryan adalah salah sekian dari petenis favoritku! Seruu!!

Anyway jadilah aku berangkat dari hotelku jam 8 pagi lewat sedikit. Setelah membeli beberapa roti Prancis untuk sarapan, aku menaiki metro untuk pergi ke Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!
Kembali di Roland Garros!

Aku amati ada perubahan signifikan di edisi tahun ini dari turnamen ini (dibandingkan tahun-tahun sebelumnya):

  1. Ada beberapa pemeriksaan sekuriti ekstra untuk memasuki Stade Roland Garros. Yaa, mengingat apa yang terjadi di Eropa beberapa kali selama setahun belakangan ini, ini nggak mengherankan lah ya. Ini jelas membuatku merasa jauh lebih aman ketika di sana.
  2. Sekarang ada wifi gratisannya loh di beberapa area di Stade Roland Garros!! Horee!! *penting ini* 😛

Seperti biasa, gerbang masuk dibuka beberapa menit sebelum jam 10 pagi. Cuaca hari ini kurang begitu baik deh dimana langit berawan tebal dan beberapa butiran air terasa jatuh di sana-sini. Tetapi untungnya nggak sampai hujan sih (bahkan nggak gerimis juga). Aku langsung pergi ke area Lapangan Suzanne Lenglen dan membeli satu paket hotdog untuk sarapan (roti Prancisnya jelas cuma mengganjal perut aja kan ya 😛 ).

Pertandingan utama di Philippe Chatrier baru dijadwalkan jam 3 sore. Jadilah hari ini aku mulai dengan menonton dua pertandingan (satu setengah sih sebenarnya) di Suzanne Lenglen yang dimulai jam 11 pagi. Dua pertandingan ini adalah:

1. Final Legenda Putri: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

Seru deh rasanya melihat petenis yang sudah pensiun bermain tenis. Tentu mereka sudah tidak secepat, seatletis, atau sekuat dulu ya. Namun, walaupun begitu aku merasa keempat pemainnya tidak bermain yang terbaik deh hari ini. Pada akhirnya, Davenport/Navratilova menang dengan cukup mudah, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event
Martina Navratilova dan Lindsay Davenport memenangi gelar ganda legenda putri

2. Babak Round Robin Legenda Putra Di Atas 45 Tahun: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

Pengalaman ini adalah kali pertama aku menonton pertandingan legenda putra. Dan dengan ini, harus kubilang bahwa pemain-pemain ini tahu bagaimana mengadakan pertunjukan yang amat menghibur dalam rupa sebuah pertandingan tenis. Karena hanya turnamen legenda saja, di satu sisi pertandingan ini seperti pertandingan ekshibisi gitu sehingga tentu mereka tidak perlu serius-serius amat. Dan pernyataan ini benar sekali terutama ketika Mansour Bahrami berpartisipasi.

Mansour Bahrami
Mansour Bahrami

Mansour Bahrami sekarang terkenal sebagai pemain yang “seru” dan “lucu” di pertandingan ekshibisi. Dan sekarang bisa kusaksikan sendiri bahwa pernyataan ini benar adanya. Dia lucu bangett! Lebih jauh lagi, ketiga pemain lainnya juga ikutan tampil lucu sehingga sebuah pertunjukan ekshibisi tenis yang lucu dan menghibur terciptakan.

Misalnya, di posisi 5-sama di tiebreak set pertama, Yannick Noah memukul sebuah pukulan pass yang bagus sehingga Krajicek atau Bahrami tidak bisa mencapainya. Jadilah ketika berusaha mencoba mengejar bolanya (tentu ia gagal), Bahrami melemparkan sebuah bola tenis yang ia simpan di kantong celananya ke sisi lawan. Jelas dong menurut aturan ini ilegal dan Bahrami/Krajicek kehilangan poin ini. Tetapi wasit pertandingannya ikutan bermain dengan skemanya Bahrami ini adan memberikan poin untuk Bahrami/Krajicek. Nah, jelas dong Noah dan Pioline “protes” sehingga ini terjadi:

So this happened
Sebuah protes

Haha 😆 .

Iyaa, lucu banget memang!!

***

Aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen setelah set pertama karena aku merasa lapar. Jadilah aku pergi ke restoran gourmet untuk makan siang disana dan memesan menu favoritku di Roland Garros: steak dengan ratatouille ala Mediteranea.

Setelah makan siang, aku ke Philippe Chatrier untuk duduk di kursiku. Aku datang agak awal dan waktu itu, Novak Djokovic sedang berlatih untuk pertandingan finalnya keesokan harinya melawan Andy Murray. Beberapa menit setelah aku datang, ia meninggalkan lapangannya.

At Court Philippe Chatrier
Di Philippe Chatrier. Outfit ini aku pilih sedemikian rupa lho. Ada yang bisa menebak mengapa aku memilihnya?

Hari ini acara dimulai dengan upacara masuknya Amelie Mauresmo ke International Tennis Hall of Fame. Setelahnya, acara dimulai dengan event utama: final tunggal putri.

3. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

Final tunggal putri ini adalah ulangan final Wimbledon tahun lalu, yang mana juga aku tonton 😛 . Anyway, aku merasa bersemangat banget loh ketika Serena Williams memasuki lapangannya:

Dan kuperhatikan ternyata tanganku bergetar juga ketika video singkat di atas aku ambil. Entah karena aku grogi atau saking senangnya, haha 😆 .

Tentu sudah pada tahu bahwa Serena Williams adalah salah satu petenis favoritku sepanjang masa. Tetapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa aku juga suka Garbiñe Muguruza. Lebih jauh lagi, aku kira ia bisa menjadi petenis nomor satu di sisi putri suatu hari (dengan mengesampingkan faktor cedera tentunya), dan suatu hari itu mungkin akan segera datang. Namun, di pertandingan antara dua petenis ini, jelas aku memihak yang lebih kufavoritkan dong ya, yang mana dalam hal ini adalah Serena, haha 😆 .

Serena William serving
Serena Williams. Iya, outfit-ku aku pilih supaya warnanya kembaran dengan dress-nya Serena #fanssejati

Tetapi seperti yang mungkin sudah pada tahu sekarang, Muguruza menang 7–5, 6–4. Serena tidak dalam performa terbaiknya (persentasi servis pertamanya terlalu rendah sehingga Muguruza mendapatkan banyak kesempatan di servis kedua) tetapi jelas bahwa ia berjuang segigih mungkin, termasuk ketika menyelamatkan empat championships points di set kedua. Namun, itu tidak cukup karena Muguruza sedang in the zone banget hari ini. Aku bisa membaca jelas strateginya Muguruza: untuk mengambil risiko tinggi. Ini strategi yang masuk akal sih karena kalau tidak, ia sudah hampir dipastikan kalah mengingat siapa lawannya. Dan strateginya berhasil dimana ia “menyapu garis” beberapa kali di momen-momen penting pertandingan ini.

Hadiahnya bagi Muguruza? Yah, gelar grandslam pertamanya!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016
Garbiñe Muguruza memenangi gelar grandslam pertamanya di Roland Garros 2016

Selamat, Garbiñe!!

Untuk Serena, mudah-mudahan ia segera bangun deh sebelum Wimbledon dan US Open tahun ini. Ayo Serena, kamu bisa!!

4. Final Ganda Putra: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Mengikuti final tunggal putri adalah final ganda putra antara Feliciano López/Marc López dan Mike Bryan/Bob Bryan.

Pasangan López berhasil mematahkan servis lawan di awal pertandingan dan berhasil mempertahankannya sampai akhir set, dan menang 6–4. Set kedua berlangsung lebih ketat dimana tiebreak harus dimainkan. Si kembar Bryan menyelamatkan satu championships point di tiebreak ini dan berhasil mengamankannya dengan memenangi tiebreak-nya (8–6).

Feliciano López and Marc López
Feliciano López dan Marc López

Setelah set kedua, entah mengapa aku merasa amat lelah. Aku kira pengaruh dari kekecewaanku karena kalahnya Serena lebih kuat daripada yang kukira deh, haha 😆 . Dan jadilah setelahnya aku memutuskan untuk pulang. Yaa, aku kan masih memiliki satu hari lagi besoknya ya sehingga justifikasiku adalah aku perlu istirahat 😛 .

Anyway, ternyata Feliciano López/Marc López memenangi set ketiga 6–3 sehingga petenis Spanyol ini memenangi grandslam pertama mereka.

BERSAMBUNG…