#1791 – Heatwave and (Almost) A New Academic Year

ENGLISH

This is pretty much the headline here in the Netherlands this week:

Extreme heat warning 😲

Extreme heat warning 😲

😲😲😲😲😲

Yes, there is a warning of extreme heat!! 😱😱😱😱😱

Yes, we are, currently, being struck by a heatwave causing the temperature to be really hot at the moment. Okay, still in the low 30s (Celsius), though, but still, it has been really hot!! This is actually one aspect I don’t really like from summer (aside from the frequent rain; it is a toss up for me between extreme heat or frequent rain).

The forecast says it should be over by weekend; so let us hope it is right, haha 😆 . And at least sometimes the wind blows too and it is not the typical hot wind; so the breeze still feels quite nice 😀 .

Anyway, speaking of this time of the year, it is almost the new academic year here in TU Delft. Six years ago, I arrived in Delft also at around this time. This means that new batches of students have arrived; and Delft has become a much livelier city than it has been the past two months. There were a lot of events going on; not only in the university but also in the city itself. A lot of associations/groups organized an open-house introducing themselves to the new residents of the city.

While I think it is cool, on the other hand I also feel a little bit of inconvenience because of this, to be honest. First of all, with more people, the road becomes more crowded. Second of all, a lot of paths have been blocked to make rooms for these events; and this is on top of the never-ending construction works in the city.

***

But this also reminds me that my time in TU Delft as a PhD student will also come to an end, really soon; as my contract will end just before the new academic year starts.

Yeah…

BAHASA INDONESIA

Yang berikut ini cukup merangkumkan topik utama di Belanda minggu ini:

Extreme heat warning 😲

Peringatan cuaca panas ekstrim  😲

😲😲😲😲😲

Iya, ini adalah peringatan akan datangnya cuaca panas ekstrim!! 😱😱😱😱😱

Iya, sekarang ini Belanda sedang diterjang heatwave (gelombang panas) sehingga suhu udaranya panas banget deh sekarang. Oke, masih di 30an (Celsius) bawah sih, tapi tetap aja, rasanya panas bangettt!! Ini nih satu aspek yang tidak kusukai dari musim panas (selain hujan yang sering sih; susah deh menentukan mana yang lebih tidak kusukai, suhu panas banget atau hujan).

Menurut ramalan cuaca sih seharusnya gelombang panasnya selesai akhir pekan ini; jadi mudah-mudahan ramalannya benar ya, haha 😆 . Setidaknya kadang-kadang angin masih bertiup juga sih; dan untungnya anginnya bukan lah angin yang panas, sehingga hembusan anginnya terasa nyaman 😀 .

Anyway, ngomongin waktu sekarang ini, saat ini sudah hampir waktunya tahun akademik baru dimulai di TU Delft. Enam tahun lalu, aku juga tiba di Delft di tanggal-tanggal segini. Ini artinya, sekarang ini sudah ada banyak kloter mahasiswa baru yang datang; dan Delft menjadi lebih ramai deh daripada dua bulan belakangan ini. Ada banyak acara yang berlangsung; tidak hanya di universitas tetapi juga di kotanya itu sendiri. Ada banyak asosiasi/grup yang mengadakan open-house memperkenalkan diri mereka ke penduduk baru kota ini.

Walau menurutku ini keren, di sisi lain aku juga merasakan sedikit ketidak-nyamanan karenanya sih, sejujurnya. Pertama-tama, dengan ada banyaknya orang, jalanan menjadi semakin ramai. Yang kedua, banyak jalan yang ditutup untuk mengadakan acara-acara ini; dan ini di atas pekerjaan konstruksi yang nggak akan pernah beres disini.

***

Ah, tetapi ini juga mengingatkanku bahwa waktuku di TU Delft sebagai mahasiswa PhD (S3) juga akan berakhir, segera; karena kontrakku akan habis sebelum tahun akademik baru dimulai.

Ya gitu deh…

#1766 – A Weekend Story

ENGLISH

I am aware that this week is a vacation week in Indonesia; but here in the Netherlands it is not. Unless we take some days off (which many people do here at the university, including my professor, but this is mostly due to this week being the first week of the summer period where there is no class), it is a regular working week as usual, haha 😆 .

Anyway, speaking of this weekend, I did not go anywhere. Well, okay, I went to Den Haag on Saturday to get a haircut where I also ended up shopping a little bit due to some summer sale, haha 😆 . And I am glad that in general I was able to get some needed rest this weekend because coming to the weekend, somehow I felt so physically tired. It was not surprising though. My weekend trip the weekend before took the entire weekend so I had no time for some rest that weekend.

My Sunday was pretty much my exercise day where, in total, I exercised for about 4.5 hours the whole day, haha 😆 . Seriously. Yes, I feel healthy now and I am kinda proud of myself for that 🙂 .

It started with a tennis match which I played with a friend. In the match, I played really badly so I lost the match. One of the biggest factors of my loss was my legs were being lazy that day. In tennis, movement is key so you position your body well to hit a good shot. And that is on top of the strategy, technique, etc. You see, I am a competitive person so obviously I was not very happy with the loss. And to release my disappointment, I hit the gym right after the tennis match, haha 😆 .

In the evening, about two hours after dinner, somehow I felt fresh and so I decided to go to Delftse Hout to do some jogging. You know, making use of the still longer day this summer 🙂 . The Delft lake turned out to be smaller than I expected, though. I thought I would do one lap around the lake in about 30 minutes, but it turned out I finished it in less than 15, haha 😆 . And so I circled it twice.

Yeah, it was fun 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Aku tahu kok minggu ini adala minggu liburan di Indonesia; tetapi di Belanda sini engga loh. Kecuali jika kita mengambil cuti (yang mana banyak orang di universitas lakukan sih, termasuk profesorku, tetapi ini lebih disebabkan minggu ini adalah minggu pertama periode musim panas ini jadi kan nggak ada kuliah gitu), minggu ini ya kami semua mesti masuk kerja seperti biasa deh, haha 😆 .

Anyway, ngomongin akhir pekan ini, aku nggak kemana-mana kok. Eh, aku pergi ke Den Haag ding di hari Sabtu untuk potong rambut yang mana pada akhirnya aku juga malah membeli dua potong baju karena sedang ada summer sale, haha 😆 . Aku juga senang aku bisa beristirahat di akhir pekan ini karena masuk ke akhir pekan ini, entah mengapa badanku merasa lelah banget. Nggak mengherankan sih sebenarnya. Perjalanan akhir pekanku akhir pekan sebelumny memakan waktu keseluruhan akhir pekan itu sehingga aku tidak berkesempatan beristirahat waktu itu.

Hari Mingguku adalah hari olahraga dimana, totalnya, aku berolahraga selama sekitar 4,5 jam deh sepanjang hari itu, haha 😆 . Beneran deh. Iya, aku memang merasa sehat deh sekarang dan aku cukup bangga karenanya 🙂 .

Itu semua dimulai dengan sebuah pertandingan tenis dengan seorang temanku. Di pertandingan itu, aku bermain amat buruk sehingga aku kalah. Salah satu faktor terbesar penyebab kekalahanku adalah kakiku yang malas bergerak hari itu. Di tenis, pergerakan adalah kunci penting untuk memosisikan badan kita untuk memukul pukulan yang baik. Dan itu pun di samping strategi, teknik, dll loh. Nah, pada dasarnya aku adalah seorang yang kompetitif sehingga aku sebal dong ya dengan kekalahan semacam itu. Jadilah untuk menyalurkan kekecewaanku, aku pergi ke gym tepat setelah pertandingan tenis itu, haha 😆 .

Malam harinya, sekitar dua jam setelah makan malam, entah mengapa aku merasa berenergi sehingga aku memutuskan untuk pergi ke Delftse Hout untuk jogging. Yaa, sekalian memanfaatkan siang hari yang masih panjang nih musim panas ini 🙂 . Danau Delft ternyata lebih kecil daripada sangkaanku, lho. Kukira satu putaran mengelilingi danau akan membutuhkan waktu 30an menit. Eh ternyata aku menyelesaikannya dalam waktu kurang ari 15 menit saja, haha 😆 . Ya udah jadinya aku mengelilinginya dua kali deh.

Iya, seru memang 🙂 .

#1761 – Some Stories from This Week

ENGLISH

Summer Solstice

This Tuesday was the summer solstice in the Netherlands, which means it was the longest day this year in term of the sunlight.

One thing I love about summer in a four-seasons country is the longer days. The sun rises early and, more importantly, sets very late. For instance, here is how it looked like at 10:30 PM in Delft this Tuesday:

The reason why I love this is that I feel much more productive and energized when the sun is out. This is especially useful at this stage of my PhD research where the end of my PhD contract is looming and I have to finish up my thesis draft very soon, haha 😆 .

Busy for September

Anyway, as I said earlier this month, this coming September will be kind of like a “sabbatical” month for me where I will be unemployed so I can do whatever I want 😛 . And I do want to make use of this month to “recharge” myself, especially my mind.

Very unsurprisingly, I will do that by, well, travelling! Haha 😆 . Up until two weeks ago, I had two destinations (which corresponded to two trips) in my mind. I even had already made some reservations for one of them so the trip was pretty much confirmed. And I can tell you that these destinations are SO awesome (at least for me)!! But unfortunately now is still not the right time to reveal them, just yet 😉 .

However, about two weeks ago I got a news which consequence was that I needed to adjust my travelling plans in September. And by “to adjust”, I mean “to lengthen”, lol 😆 . Instead of two destinations, somehow now I have three destinations. However, this comes with extra “trouble” as well because I need to manage my time in September really well because there are still certain things in the Netherlands which I may need to take care of during the month.

So yeah, the bottom line is, now I am also busy managing my September plan! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Summer Solstice

Hari Selasa ini adalah summer solstice di Belanda, yang mana artinya hari itu adalah hari dengan siang terlama tahun ini dalam hal sinar matahari.

Satu hal yang kusuka dari musim panas di negara empat musim adalah siangnya yang panjang. Matahari terbit awal dan, lebih penting nih, terbenam malam banget. Misalnya saja, berikut ini suasana jam 10:30 malam di Delft hari Selasa ini:

Alasan mengapa aku menyukai ini adalah karena aku merasa lebih produktif dan berenergi ketika matahari bersinar. Ini terutama berguna banget di fase riset PhD (S3)-ku sekarang dimana akhir kontrakku sudah dekat dan aku harus menyelesaikan draft disertasiku sesegera mungkin kan, haha 😆 .

Sibuk untuk September

Ngomong-ngomong seperti yang kubilang awal tahun ini, September ini akan menjadi semacam bulan “sabatikal” untukku dimana aku akan menjadi pengangguran (haha) dan aku bebas dong mau ngapain aja karenanya 😛 . Dan aku ingin memanfaatkan bulan ini untuk “me-recharge” diriku, terutama pikiranku.

Dan sangat amat tidak mengejutkan, itu akan lakukan dengan: jalan-jalan! Haha 😆 . Nah, hingga dua mingguan yang lalu, aku sudah memiliki dua tempat tujuan (yang mana artinya dua perjalanan) dalam pikiranku. Bahkan untuk salah satunya aku sudah membuat reservasi ini dan itu sehingga perjalannya sendiri sudah kurang lebih terkonfirmasi kan ya. Nah, tempat-tempat tujuannya ini warbiasahh banget lah (menurutku sih)!! Tetapi sekarang ini masih belum waktu yang tepat untuk mengungkapkannya nih 😉 .

Namun, sekitar dua minggu lalu aku mendapatkan sebuah berita yang mana konsekuensinya aku perlu sedikit menyesuaikan rencana jalan-jalanku di bulan September ini. Dan dengan “menyesuaikan” maksudku adalah “memperpanjang”, ahahahah 😆 . Jadi bukannya dua destinasi, kini aku malah jadi memiliki tiga destinasi nih. Namun, konsekuensi dari ini adalah “masalah” ekstra yang harus kuselesaikan karena masih ada beberapa hal yang mungkin akan perlu aku urus di Belanda di bulan September ini.

Jadi, intinya adalah, sekarang aku juga cukup pusing memikirkan perencanaan bulan Septemberku! Haha 😆

#1602 – Stormy Weekend

ENGLISH

On the weekend before my departure to Indonesia almost two weeks ago, the Netherlands was struck with another big storm. The wind would be so strong that KNMI (the Dutch meteorology institute) released a code red warning for the country, basically asking everyone to stay home/indoor for the day. Well, this warning made perfect sense because here is what landing at Schiphol Airport was like that day:

You can see that the KLM’s Boeing 777-300ER reg PH-BVB from Osaka-Kansai (flight KL868) could not land smoothly at the runway…

What about me?

Well, the nature that it would be the weekend just before my one month South East Asia trip meant that there were a lot to be done that weekend; including the final moving stage to my new apartment. I had to go to Den Haag that day to get a haircut (obviously this was super important before a trip 😛 ) and buy some stuffs. At first I attempted to bike to the train station but I returned back home after about 100 meter because even then the wind already almost knocked me down in literal sense! 😯

And as expected, the weather in Den Haag (and Delft too) was very stormy that afternoon, as I posted at Instagram that weekend:

But nevertheless, I survived, and that is all what matters, hahaha 🙂 As I said, summer in the Netherlands is full of cloud and rain; and this includes occassional storm 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Di akhir pekan sebelum aku berangkat ke Indonesia nyaris dua minggu yang lalu, ceritanya negeri Belanda diterjang oleh serbuan badai yang besar. Anginnya sangat kencang sampai-sampai KNMI (badan meteorologinya Belanda) mengeluarkan peringatan kode merah untuk satu negara, yang mana intinya mereka meminta semua orang untuk di rumah/di dalam ruangan aja. Yah, peringatannya masuk akal sekali lho karena mendarat di Bandara Schiphol itu kayak gini di waktu itu:

Bisa dilihat bahwa pesawat Boeing 777-300ERnya KLM dengan registrasi PH-BVB dari Osaka-Kansai (penerbangan KL868) itu tidak bisa mendarat dengan mulus di landasan pacunya…

Lantas aku gimana?

Ya karena akhir pekan itu adalah akhir pekan sebelum liburan satu bulan ke Asia Tenggaraku dimulai, artinya ada banyak yang harus aku lakukan akhir pekan itu; dan ini termasuk melakukan proses pemindahan barang final ke apartemen baruku. Aku harus pergi ke Den Haag untuk potong rambut (jelas ini penting dong ya sebelum pergi liburan 😛 ) dan membeli beberapa barang. Awalnya aku berniat mencoba bersepeda untuk berangkat ke stasiun tetapi setelah jalan sekitar 100 meter aku memutuskan untuk kembali karena waktu itu anginnya (dari samping) sudah nyaris membuatku terjatuh! 😯

Dan seperti yang diramalkan, cuaca di Den Haag (dan Delft juga) hari itu sangat berbadai banget, seperti yang aku bagikan di Instagram waktu itu kan:

Walaupun begitu, toh aku bisa bertahan juga dan ini yang penting dong ya, hahaha 🙂 . Seperti yang aku bilang kan, yang namanya musim panas di Belanda itu mah sering mendung dan hujan; dan ini juga termasuk kadang-kadang badai juga 🙂 .

#1594 – One Month South East Asia Trip

ENGLISH

Just like last year, I am also taking a one month holiday this summer, huahaha 😆 . Of course this is possible thanks to my 50 working days holiday allowance that I have this year 😛 . And just like last year and the year before (when I also took a one month holiday), Indonesia is involved in this trip.

However, unlike last year where I stayed the whole time in Indonesia (and went on a ten day trip to Eastern Indonesia), this time I will go to some neighboring countries around Indonesia with some of my good old friends 🙂 . These countries are pretty much mainstream destinations for Indonesian travelers/tourists/visitors to visit though (thanks to the affordable flight tickets 😛 ) so they won’t be that surprising for you: Malaysia and Singapore, haha 🙂 . Actually I did propose Vietnam to my friends but we couldn’t find cheapish ticket to go there. Anyway, as usual, I will not get to the details of this trip just yet, so stay tuned 😉 .

To go to Indonesia (and back), I decided to make the same plan as last year: I am flying Garuda Indonesia because I will need just one transfer to go to/from Amsterdam from/to Yogyakarta, in Jakarta. And Garuda Indonesia is part of SkyTeam too so I can collect some frequent flyer miles as well. But then of course I bought the ticket before Garuda decided to readjust their Jakarta – Amsterdam – London service, haha. It turns out my return flight to Amsterdam will be one that gets readjusted with an extra stopover in Singapore. So on my way back, I will have to stop twice between Yogyakarta and Amsterdam. Well, not that I am complaining about this of course, as this means more time spent on flying! Haha 😆

Anyway, so I can’t wait already!!

Btw, this trip is not one of the two big trips I was talking with my friends here last May 😉 . Yes, indeed aside from my planned year-end trip to the States (and a mystery destination), I have another big trip planned in my agenda this year 😉 . And yes, I am travelling hell a lot this year 🙂 .

Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIA at Schiphol Airport

Will I get PK-GIA again this year? I hope not (and not PK-GIC, PK-GID, or PK-GIE as well 😛 )

BAHASA INDONESIA

Seperti tahun lalu, musim panas ini aku juga mengambil cuti selama sebulan loh, huahaha 😆 . Tentu saja ini bisa kulakukan berkat jatah cutiku yang sebanyak 50 hari kerja tahun ini 😛 . Dan seperti setahun yang lalu dan setahun sebelumnya (yang mana aku juga cuti sebulan), Indonesia terlibat pula dalam liburan kali ini.

Namun, tidak seperti tahun lalu dimana aku hanya di Indonesia aja selama sebulan itu (dan jalan-jalan sepuluh hari ke Indonesia Timur), kali ini aku akan pergi ke dua negara tetangga juga bersama dengan teman-teman lama baikku 🙂 . Kedua negara ini adalah tujuan yang mainstream sih bagi traveler/turis/pengunjung dari Indonesia (berkat tiket pesawat murah 😛 ) jadi nggak akan mengejutkan banget lah: Malaysia dan Singapura, haha 🙂 . Sebenarnya aku sempat mengusulkan untuk pergi ke Vietnam sih tetapi kami nggak menemukan tiket yang murah untuk kesana. Anyway, seperti biasa, aku masih belum akan menceritakan detail rencana perjalanan ini, jadi ditunggu aja 😉 .

Untuk pergi ke Indonesia (dan kembali), aku memutuskan untuk menggunakan rencana yang sama seperti tahun lalu: aku akan terbang dengan Garuda Indonesia karena aku hanya perlu satu transit aja untuk pergi dari/ke Amsterdam ke/dari Yogyakarta, di Jakarta. Dan Garuda Indonesia jugalah anggota dari SkyTeam sehingga aku bisa mengumpulkan frequent flyer miles sekalian dong ya. Tetapi tentu aku membeli tiket ini jauh sebelum Garuda memutuskan untuk menyesuaikan rute Jakarta – Amsterdam – London mereka, haha. Ternyata penerbanganku kembali ke Amsterdam adalah penerbangan yang disesuaikan dengan satu pemberhentian ekstra di Singapura. Jadi nanti pulangnya aku harus transit dua kali deh di antara Yogyakarta dan Amsterdam. Yaaaa, nggak masalah juga sih ya tentu saja, karena ini artinya kan aku bakal terbang lebih lama! Haha 😆

Anyway, sudah nggak sabar nih!!

Btw, perjalanan ini bukanlah satu dari dua rencana perjalanan besar yang aku bicarakan dengan teman-temanku disini Mei lalu 😉 . Ya, memang di samping rencana perjalanan akhir tahunku ke Amerika (dan sebuah destinasi misteri) nanti, aku sudah merencanakan sebuah perjalanan besar lainnya di agendaku tahun ini 😉 . Dan iya, memang aku banyak banget jalan-jalannya tahun ini 🙂 .

#1591 – A Weekend To Wimbledon (Part I)

ENGLISH

About a week and a half ago, I went on a weekend trip to London to watch this year’s Wimbledon final. Just as the story from my weekend trip to Paris for the French Open final this year, I am also splitting this story into two posts. This post is the first one where I cover the non-Wimbledon related stuffs from the trip 🙂

So, here we go…

***

Actually, practically all of my time in London was spent for Wimbledon in this trip, haha. I arrived in London on Saturday morning, went straight to Wimbledon, left the venue at around 9:30 PM, went straight to my hostel, slept, got up, walked to Waterloo station to catch my bus to Gatwick, then flew back to the Netherlands, haha. Therefore, this post will basically just cover the travelling story to/from London 😛

Getting to London

Ferry to Harwich

I took the trains to go to Hoek van Holland Haven, where the ferry accross the Channel would depart. I arrived there at around 20:35, checked-in, passed the immigration desk, and boarded the ship, Stena Britannica. Btw, Stena Britannica was such a huge ship:

Taking the ferry to cross the channel

Boarding Stena Britannica

She had three decks of passengers cabins, one deck for the common area with restaurants, bars, cafes, internet room, a cinema, etc, and a few more decks for the vehicles (with cars and trucks being the most common vehicles). Because I took the overnight service, I must also book a cabin on top of my ferry ticket. If the last time I booked a fancier cabin with window, this time I decided to book the cheapest one with no window, haha 😛 .

Because the departure time was at 22:00, I already had my dinner before leaving. So on board I did not buy any dinner and just sat at the bar having a drink, haha. This time, I feel like there were more people travelling with the ferry though in comparison to my last trip. It probably made sense because now it was in the Summer while my previous trip was in the cold month of February, haha. Also because it was summer, I could still enjoy the view outside after the ferry departed at 22:00. It was quite nice.

Off to the sea!!!

Off to the sea!!!

Anyway because the purpose of my ferry ride was to get a good night sleep before the big day, I went to bed not so long after. I had quite a nice sleep, getting up at 04:45 (UK time). I took a shower, had breakfast (more on this later in the post), and packed my stuffs. Btw, even though they opened the gate at around 06:30, the ship had actually docked at Harwich Port at around 04:30 though. I knew this because the ship made this annoying noise while docking to the pier (but it was actually a good wakeup call now that I think about it), haha. This time the passengers walkway in Harwich was still being renovated, they took us (passengers who travelled on foot) with bus from the carpark deck to the immigration building. It was kinda cool.

Harwich to London

Long story short I passed the immigration check and my train to London departed at 07:33 from Harwich Station. I had to transfer once in Manningtree, but overall it was quite an uneventful train ride. I arrived at London Liverpool Street station at around 08:55. Oh, I could charge my phone on the train too btw, quite cool!

Reserved seat for me on the train from Maningtree to London Liverpool Street

Reserved seat for me on the train from Maningtree to London Liverpool Street

From there, I took the tube directly to Wimbledon. Story about Wimbledon will come in the Part II post.

Back from London

I decided to take Garuda Indonesia’s fifth freedom flight, again, to go back to the Netherlands. So in the morning I had to get up quite early (at 06:30) to get to London Gatwick. I stayed in a hostel near Borough tube station in London while my easyBus coach to Gatwick would depart from Waterloo Station. Because it did not look that far in the map, this morning I decided that I wanted to walk to Waterloo, haha.

Another mocha coffee at Waterloo

Another mocha coffee at Waterloo

Getting to Waterloo Station on foot from my hostel was quite straightforward. I had a quick breakfast and coffee at the station before going to the stop where the coach would leave. This morning I got a very nice and friendly driver (the other time I got a pouty and borderline rude driver who pissed another passenger off (I could see the lady was so upset about it, and her husband tried to comfort her)). Anyway, we departed on time at 08:40 and about one hour later we arrived at Gatwick.

I checked in at Garuda’s desk at Gatwick. If my previous two Amsterdam – London vv flights with Garuda were about 70% full in economy, this time the flight was almost full. The load factor was at least 95% I estimate. But this resulted in me not getting an available window seat. Daaamn! 😦 So the check-in lady gave me an aisle seat; still better than the middle seat but I preferred the window seat of course, haha.

Still on time on the screen though

Still on time on the screen though

I knew the flight was going to get delayed (I checked the progress of the GA88 flight from Jakarta at Flightradar24) because of late departure from Jakarta. I supposed it had something to do with the eruption of Mount Raung in East Java though which forced five airports (including Ngurah Rai Airport in Bali) to be closed at that time. Anyway, because of this I knew I had some time so I went to a Jamie Oliver’s restaurant at Gatwick to have a proper breakfast, haha. Story about this breakfast is in the next section of this post.

After breakfast, I killed some more spare time at a convenience store reading some magazines about aviation and tennis, haha. At 12:10, the boarding gate was announced and I walked to the gate, Gate 51. I was lucky that today Garuda deployed a Boeing 777-300ER which I had never flown on before: PK-GID. So my logbook was getting even more complete with this sponatenous trip. Yay! This means that now, I have flown on 4 of Garuda’s 7 Boeing 777-300ERs: PK-GIA (twice), PK-GIC, PK-GID, and PK-GIE. The other three are PK-GIF, PK-GIG, and PK-GIH. However, I don’t think Garuda will deploy PK-GIH on the Amsterdam route because PK-GIH is in a higher density seating.

A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GID

A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GID

Anyway, at 12:40, the boarding announcement was made and I boarded my Garuda Indonesia’s GA89 flight to Amsterdam with PK-GID. We took off from runway 26L of Gatwick Airport. It was a routine flight but the weather was not quite the best. The seatbet sign was on longer than normal during take-off as we had to manauver around the thick cloud surrounding London. The service was pretty much the same as my previous London-Amsterdam flight with GA89 so I won’t get to too much details here. Except that the flight attendant looked even much busier due to the heavier load 🙂 .

The FAs were busy on this flight. A 39 minutes flight with almost full economy class on a Boeing 777-300ER: BUSY!

The FAs were busy on this flight. A 39 minutes flight with almost full economy class on a Boeing 777-300ER: BUSY!

At 15:25, we landed at runway 18R of Amsterdam Schiphol Airport. As I was sitting on an aisle seat this time, I could not make any landing video 😦 . Then everything that followed was just a routine stuffs. We parked at Gate G03, disembarked the plane, passed the immigration desk, then took the train back to Delft.

Btw here is the actual route today:

The actual flight path of flight GA 89 today. Source: flightaware.nl

The actual flight path of flight GA 89 today. Source: flightaware.nl

The Food

English Breakfast On Board The Ferry

I decided to buy the English breakfast package on board the ferry when I booked the ferry ticket (so I would get a 20% discount 😛 ) for two reasons: (1) I always think a proper breakfast is super important to start a long day and (2) I LOVE English breakfast!! :mrgreen:

It was a buffet breakfast though so of course the quality of the food was just okay. It was good, but definitely not spectacular. But I still liked it anyway.

Buffet English breakfast!!

Buffet English breakfast!!

Brunch at Jamie’s Italian

At Gatwick Airport, as I had the time, I decided to stop by at Jamie’s Italian there to have brunch. It was still around 10 AM so they only had their breakfast menu. I did not go with the butties this time though, lol 😆 , but went for a more substantial one: Steak ‘N’ Eggs. And it was good.

At 11 AM, they started serving their normal menu so, as I still had some time, I ordered a bowl of polenta chips! After finishing it I was SOO full though, haha 😆

BAHASA INDONESIA

Sekitar satu setengah minggu yang lalu, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke London untuk menonton final Wimbledon tahun ini. Seperti cerita dari perjalanan akhir pekanku ke Paris untuk finalnya French Open tahun ini, cerita ini juga aku bagi ke dalam dua posting. Posting ini adalah yang pertama yang meng-cover bagian perjalanan yang tidak berkaitan dengan Wimbledonnya 🙂 .

Mari kita mulai saja…

***

Sebenarnya semua waktuku di London aku habiskan di Wimbledon sih, haha. Aku tiba di London Sabtu pagi, langsung pergi ke Wimbledon, baru keluar dari arenanya jam 9:30 malam, langsung menuju hostelku, tidur, bangun, berjalan kaki ke stasiun Waterloo untuk mengejar busku ke Gatwick, trus terbang kembali ke Belanda deh, haha. Jadilah posting ini pada dasarnya hanya akan melingkupi bagian perjalanan menuju/dari Londonnya aja deh 😛

Menuju London

Feri ke Harwich

Aku menaiki kereta menuju Hoek van Holland Haven, dimana kapal feri menyebrangi Selat Channel akan berangkat. Aku tiba disana sekitar jam 8:35 malam, check-in, melewati meja imigrasi, dan menaiki kapalnya, Stena Britannica. Btw, Stena Britannica adalah kapal yang besar loh:

Taking the ferry to cross the channel

Naik Stena Britannica

Ada tiga dek dengan kabin-kabin penumpang, satu dek untuk area publik dimana terdapat beberapa restoran, bar, kafe, ruang untuk internetan, bioskop, dll, dan juga beberapa dek untuk parkir kendaraan-kendaraan (umumnya sih mobil dan truk yang banyak disana). Karena aku menaiki perjalanan malamnya, aku juga harus memesan sebuah kabin di samping tiket kapal feriku. Jika sebelumnya aku memesan kabin yang agak keren dikit dengan jendela, kali ini aku memesan yang paling murah aja yang nggak ada jendelanya, haha 😛 .

Karena jadwal berangkatnya adalah jam 10 malam, aku sudah makan malam dulu sebelum berangkat. Jadi di kapal aku nggak perlu membeli makan malam lagi deh dan duduk-duduk pewe aja di barnya sambil minum segelas bir, haha. Kali ini, rasanya penumpangnya lebih banyak deh daripada perjalananku sebelumnya dengannya. Mungkin ini disebabkan sekarang ini adalah musim panas ya sementara perjalananku sebelumnya kan di bulan Februari yang dingin itu, haha. Dan karena lagi musim panas, aku masih bisa menikmati pemandangan di luar kapalnya loh setelah keberangkatan jam 10 malam itu. Lumayan seru juga.

Off to the sea!!!

Menerjang lautan!!!

Anyway karena tujuanku naik kapal feri ini adalah agar malam ini aku bisa beristirahat dengan nyenyak sebelum sebuah hari yang menyibukkan, tidak lama kemudian aku tidur deh. Aku tidur lumayan nyenyak malam itu, bangun jam 04:45 pagi (waktu Inggris). Kemudian aku mandi, sarapan (ini akan aku tulis di bagian akhir posting ini), dan mengepak barang-barangku. Btw, walaupun mereka baru membuka pintu kapalnya jam 06:30 pagi, sebenarnya kapalnya sudah mendarat di Pelabuhan Harwich sekitar jam 04:30 loh. Aku tahu ini soalnya kapalnya mengeluarkan suara yang menyebalkan gitu deh ketika sedang merapatkan diri ke pelabuhannya (tetapi kalau dipikir-pikir ini adalah alarm buat bangun yang efektif sih), haha. Kali ini karena belalai untuk penumpangnya Pelabuhan Harwich sedang direnovasi, mereka membawa kami (penumpang tanpa kendaraan pribadi) dengan bus dari dek parkiran kapal di dalam kapalnya ke gedung imigrasi di darat. Lumayan keren juga.

Harwich ke London

Singkat cerita aku melewati pemeriksaan imigrasi dan menaiki keretaku ke London yang berangkat jam 07:33 dari Stasiun Harwich. Aku harus transit sekali ding di Maningtree, tetapi secara keseluruhan ini adalah perjalanan dengan kereta api yang biasa-biasa saja. Aku tiba di Stasiun Liverpool Street di London sekitar jam 08:55. Oh iya, aku bisa menge-charge smartphone-ku di kereta loh, keren ya!

Reserved seat for me on the train from Maningtree to London Liverpool Street

Kursi yang sudah dipesan untukku dari Maningtree ke London Liverpool Street

Dari sana, aku langsung naik tube untuk pergi ke Wimbledon. Cerita dari Wimbledon akan aku tulis di posting bagian dua.

Kembali dari London

Aku memutuskan untuk naik penerbangan kebebasan kelimanya Garuda Indonesia, lagi, untuk kembali ke Belanda. Jadilah paginya aku harus bangun lumayan pagi (jam 06:30) untuk pergi ke Bandara London Gatwick. Aku menginap di sebuah hostel di dekat stasiun tube Borough di London sementara bus easyBus-ku ke Gatwick akan berangkat dari Stasiun Waterloo. Karena nampak nggak jauh, pagi ini aku memutuskan untuk berjalan kaki ke Waterloo, haha.

Another mocha coffee at Waterloo

Kopi mocha di Waterloo

Stasiun Waterloo cukup mudah dicapai dari hostelku dengan berjalan-kaki. Disana aku sarapan sedikit dengan kopi sebelum berjalan ke halte bus dimana busnya akan berangkat. Pagi ini aku mendapatkan pengemudi bus yang menyenangkan dan ramah banget (sebelumnya aku mendapatkan pengemudi yang mukanya cemberut dan agak kasar ke penumpang sampai-sampai ia menyinggung perasaannya seorang penumpang lain (aku bisa melihat ibu-ibu ini jengkel setengah mati, dan suaminya berusaha menenangkannya)). Anyway, kami berangkat tepat waktu jam 08:40 dan sekitar satu jam kemudian tiba di Bandara Gatwick.

Aku check in di konternya Garuda di Gatwick. Jika dua penerbangan Amsterdam – London pp-ku sebelumnya terisi sekitar 70% di kelas ekonomi, kali ini penerbangannya nyaris penuh loh. Tingkat keterisiannya setidaknya 95% lah menurut perkiraanku. Tetapi akibatnya, aku jadi tidak mendapatkan kursi jendela dong karena semuanya sudah penuh. Siaaal! 😦 Jadilah petugasnya memberiku kursi aisle; mendingan kan daripada kursi tengah tetapi aku masih lebih suka kursi jendela, haha.

Still on time on the screen though

Masih tepat waktu di layar

Aku tahu penerbangan ini akan terlambat (ceritanya aku sudah mengecek perkembangannya penerbangan GA88 dari Jakarta di Flightradar24) karena pesawatnya berangkat terlambat dari Jakarta. Aku duga sih ini diakibatkan erupsi Gunung Raung di Jawa Timur yang memaksa lima bandara (termasuk Bandara Ngurah Rai di Bali) ditutup waktu itu. Karena itu, aku tahu bahwa aku memiliki sedikit waktu ekstra sehingga aku pergi ke restoran Jamie Oliver di Gatwick untuk makan pagi yang agak benar sedikit, haha. Cerita makan paginya ada di akhir posting ini.

Setelah sarapan, aku membuang waktu di sebuah toko serba ada dan membaca-baca majalah tentang pesawat dan tenis, haha. Jam 12:10, gerbang keberangkatannya diumumkan dan aku berjalan ke gerbangnya, Gerbang 51. Eh, beruntung loh hari ini Garuda menggunakan Boeing 777-300ER yang belum pernah aku naiki sebelumnya: PK-GID. Jadilah logbook-ku semakin lengkap akibat perjalanan dadakan ini. Hore! Ini artinya sekarang, aku sudah pernah terbang dengan 4 dari 7 Boeing 777-300ERnya Garuda: PK-GIA (dua kali), PK-GIC, PK-GID, dan PK-GIE. Tiga yang lainnya adalah PK-GIF, PK-GIG, dan PK-GIH. Namun, kayaknya Garuda tidak akan menurunkan PK-GIH di rute Amsterdamnya sih karena PK-GIH dikonfigurasi dengan kursi lebih banyak dan padat.

A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GID

Sebuah Boeing 777-300ERnya Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GID

Jam 12:40, penumpang diminta masuk pesawat dan aku menaiki penerbangan Garuda Indonesia GA89ku ke Amsterdam dengan PK-GID. Kami lepas landas dari landasan pacu 26L Bandara Gatwick. Ini adalah penerbangan biasa sih tetapi cuaca hari ini kurang bersahabat. Tanda kenakan sabuk pengaman dinyalakan agak lebih lama daripada biasanya ketika lepas landas karena kami harus bermanuver sedikit menghindari awan tebal di atas London pagi ini. Layanannya kurang lebih sama seperti penerbangan GA89-ku sebelumnya sehingga aku tidak akan menuliskan detailnya lagi. Hanya saja kali ini pramugari dan pramugaranya lebih sibuk karena penumpang yang lebih banyak 🙂 .

The FAs were busy on this flight. A 39 minutes flight with almost full economy class on a Boeing 777-300ER: BUSY!

Para pramugarinya sibuk sekali di penerbangan ini. Sebuah penerbangan singkat selama 39 menit dengan kelas ekonominya sebuah Boeing 777-300ER yang nyaris penuh: SIBUK!

Jam 3:25 sore, kami mendarat di landasan pacu 18R Bandara Schiphol di Amsterdam. Karena aku tidak duduk di jendela, aku tidak bisa merekam video pendaratannya deh 😦 . Lalu, setelahnya adalah sebuah proses rutin. Kami parkir di Gerbang G03, keluar dari pesawat, aku melewati meja imigrasi, dan kemudian naik kereta kembali ke Delft.

Btw berikut ini jejak rekam penerbangan ini hari ini:

The actual flight path of flight GA 89 today. Source: flightaware.nl

Jejak rekam penerbangan GA 89 yang sebenarnya hari ini. Sumber: flightaware.nl

Makanannya

Sarapan Inggris di Feri

Aku memutuskan untuk membeli paket sarapan Inggris di kapal ferinya ketika membeli tiketnya (lumayan karena didiskon sekitar 20%) karena: (1) sarapan yang benar itu penting ya sebelum memulai hari yang menyibukkan dan (2) aku SUKA BANGET sarapan ala Inggris!! :mrgreen:

Ini adalah sarapan buffet sih sehingga jelas kualitas makanannya standar saja deh. Enak sih, tetapi jelas tidak enak banget. Tetapi toh aku masih menikmatinya.

Buffet English breakfast!!

Sarapan Inggris buffet!!

Brunch di Jamie’s Italian

Di Bandara Gatwick, karena aku masih ada waktu, aku memutuskan mampir di Jamie’s Italian disana untuk brunch. Karena waktu itu masih sekitar jam 10 pagi, mereka baru menyediakan menu sarapannya aja. Aku tidak memesan butties kali ini, huahaha 😆 , tetapi memilih sebuah menu yang lebih berbobot: Steak ‘N’ Eggs. Dan keluarnya enak juga.

Jam 11 pagi, mereka mulai menerima pesanan menu normal mereka. Jadilah karena masih ada waktu, aku memesan satu porsi polenta chips! Dan setelah menyelesaikannya, aku jadi merasa kekenyangan deh, haha 😆 .

#1590 – Summer and Vacation

ENGLISH

Another thing which I associate summer with the Netherlands, aside from the frequent rain, is vacation.

In the past two or three weeks, my office building has been almost empty, haha 😆 . My officemates are still around though (they plan to do their vacation a bit later in the summer (read: by “summer” here I mean July and August)). But still, overall the general atmosphere is much less hectic than usual.

Obviously this vacation season has nothing to do with the Eid (Idul Fitri in Indonesia) as it is not celebrated here in the Netherlands. Heck, even officially today is just a normal working day here even though I know it is a big public holiday in Indonesia. Oh, Happy Eid Mubarak for all who celebrate it!

Instead, I think this vacation season is highly related to the school holiday which usually takes place, indeed, in the summer between July and August. Plus it is summer also with mostly rainy weather in the Netherlands so reasonably many people would like to “evacuate” themselves and go somewhere, lol 😆 . And of course because I am working in a university right now, this atmosphere is even stronger.

The less hectic atmosphere can be good or bad, depending on your current working state. As for me, I have a (travelling) plan for later this summer (obviously). I will get to this in an upcoming post soon 🙂 . And for that, I would like to finish the work for my current paper as much as I can before I leave for it. On one hand, the less hectic atmosphere is good because I can focus better for the work. On the other hand, it is also bad because there is much less opportunity to discuss some stuffs/problems with someone else. So, yeah, there are pluses and minuses in everything indeed…

Overall, vacation time is one thing which I love from the summer in the Netherlands. Well, except that if you plan to go somewhere in the summer, the price of everything is, consequently, skyrocketing 😆 .

Even the (very horrible) restaurant in the building is having holiday in the summer

Even the (very horrible) restaurant in the building is having holiday in the summer

BAHASA INDONESIA

Satu hal lain yang mana musim panas aku asosiasikan dengan Belanda, di samping sering hujan, adalah liburan.

Dua atau tiga minggu belakangan ini, gedung kantorku nyaris kosong deh, haha 😆 . Rekan sekantorku masih masuk semua sih (liburan mereka rencanakan masih agak nanti di musim panas ini (baca: dengan “musim panas”, maksudku adalah bulan Juli dan Agustus)). Tetapi tetap saja secara keseluruhan atmosfernya jauh tidak sesibuk hari-hari biasa.

Tentu saja liburan ini tidak ada hubungannya dengan Lebaran ya karena ini kan tidak dirayakan di Belanda. Ya, bahkan hari ini secara resmi adalah hari kerja biasa loh walaupun aku tahu sekarang ini tanggal merah di Indonesia. Oh iya, Selamat Idul Fitri ya bagi yang merayakan!

Menurutku, musim liburan ini erat kaitannya dengan liburan sekolah yang memang biasanya berlangsung antara bulan Juli dan Agustus. Ditambah lagi, msusim panas di Belanda kan sering hujan sehingga tidak mengherankan jika orang-orangnya pada ingin “mengevakuasi” diri mereka dan pergi jalan-jalan kemana gitu, haha 😆 . Dan tentu saja karena sekarang ini aku bekerja di universitas, atmosfernya jadi jauh lebih terasa lagi ya.

Atmosfer yang tidak menyibukkan ini bisa berarti baik dan buruk, tergantung sih status pekerjannya seperti apa. Untukku, aku memiliki rencana (liburan) nanti di musim panas ini (ya iya doong). Aku akan menceritakannya di sebuah posting yang akan segera datang kok 🙂 . Dan untuk itu, aku ingin menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan untuk paper-ku yang sekarang sebelum aku pergi. Di satu sisi, suasana yang tidak sibuk ini bagus karena aku jadi bisa lebih fokus ke pekerjaanku. Di sisi lain, ini juga nggak enak karena lebih sulit untuk bisa berdiskusi dengan orang lain tentang beberapa hal/permasalahan. Yaaa, memang lah ya segalanya ada plus dan minusnya…

Secara umum, liburan adalah salah satu hal yang aku sukai dari musim panas di Belanda. Yaa, kecuali bahwa kalau kita merencanakan mau jalan-jalan kemana gitu di musim panas, akibatnya harga tiketnya juga melonjak tajam, hahaha 😆 .