#2073 – A Star Trek: Voyager Tour in Los Angeles

ENGLISH

I have mentioned a few times (see Part VI and Part VII posts linked below) that I did a mini Star Trek: Voyager tour while in Los Angeles during my recent year end trip to California; pretty much similar to my Digimon Adventure tour in Tokyo almost three years ago. Btw, here are the main posts of this 2017 Year End Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to California
3. Part II: A Tourist in San Francisco
4. Part III: Alcatraz and Yosemite
5. Part IV:ย The City of San Francisco
6. Part V: The City of Los Angeles
7. Part VI: Hollywood and Griffith
8. Part VII: More of LA
9. Part VIII: Back to Europe in Business Class

It was actually quite fun, btw, as it gave me a direction to spend some of my time in Los Angeles, haha. Anyway, so here is the story.

First of all, you might wonder how could I possibly do a Star Trek tour in Los Angeles. Wasn’t the setting of Star Trek in space? While indeed generally the setting of Star Trek was in space, there were, unsurprisingly, a few special Star Trek stories which took place on Earth. In this case, it was the double episode “Future’s End” in Star Trek: Voyager’s season three. Here is a promotional clip I could find of this episode:

A short recap: In the 24th century, Captain Braxton who came back in time from the 29th century wanted to destroy USS Voyager. Obviously the crews of Voyager weren’t going to just let a stranger destroy them and so they fought. During the fight, both parties were accidentally pulled into the 20th century as the graviton field Captain Braxton used to go back in time collapsed. Suddenly, USS Voyager found themselves to be orbiting Earth in the year 1996. The crews got strange reading from Los Angeles and decided to investigate it by beaming a team down there. Btw, this reading was indeed related to Captain Braxton who was thrown back in time to the year 1967.

***

For my tour, I basically followed thisย two-parter article (the movie stills below were taken from the article as well). And so I would like to thank whoever went into the trouble of writing that article! It was very helpful! Haha ๐Ÿ˜† .

Griffith Observatory

Of the episode’s many scenes in Los Angeles, what I remembered the most was the Griffith Observatory scene.

And as you can see, the scene took place during the day. This was one of the reasons why I went to Griffith twice (see Part VI).

Tom Paris and Tuvok at the Griffith Observatory

Me at the Griffith Observatory some “21 years” later

There was also a phaser fight between Tom Paris and Tuvok versus one of Henry Starling’s henchman in front of the monument.

Tuvok firing a phaser

The drop-off area

Anyway, it turned out that the Griffith Observatory in 1996 was much less crowded than in 2017!! There were soo many people when I visited!! Lol ๐Ÿ˜†

Santa Monica

The episode’s first scene in Los Angeles was actually in the Santa Monica Pier (though in the story it was the Venice Boardwalk, which was not where it was shot). Chakotay, Janeway, Tuvok, and Paris stood in front of the carousel.

Chakotay, Janeway, Tuvok, and Paris in Santa Monica.

The Carousel building in Santa Monica Pier.

And then not long after, Chakotay and Janeway spotted the now-homeless Captain Braxton in front of the famous Hot Dog on a Stick stall.

Chakotay and Janeway in front of the Hot Dog on a Stick stall.

Me selfie-ing in front of the Hot Dog on a Stick stall.

They also had a short scene following the homeless Captain Braxton at the Palisides Cliffside Park just nearby the main gate of the Pier.

And obviously I was there too, hahaha ๐Ÿ˜† .

The Palisides Cliffside Park in Santa Monica

Downtown Los Angeles

Some of the scenes also took place in Downtown Los Angeles. The Los Angeles Music Center Plaza with its famous Peace on Earth fountain was chosen as the place where Tuvok and Paris planned to kidnap Henry Starling.

Tuvok, Paris, and Rain attempted to trick Henry Starling.

The east side of the Los Angeles Music Center in 2017.

This plaza was also where the Doctor’s mobile holo emitter was introduced.

The Doctor in Los Angeles

The Los Angeles Music Plaza.

And last but not least, the exterior of Henry Starling’s office building was actually the Metro Building next to Los Angeles Union Station.

The Chronowerx Office Building.

The Metro Building

***

So, yeah, as you can see, I certainly was having fun with this “away mission” in Los Angeles! :mrgreen: . There were some other sites which I did not visit, though, mainly because it was quite tricky to get there, haha.

BAHASA INDONESIA

Aku sebutkan beberapa kali (baca Bagian VI dan Bagian VII melalui tautan di bawah) bahwa aku membuat tur miniย Star Trek: Voyagerย di Los Angeles ketika sedang berlibur akhir tahun di sana baru-baru ini; mirip-mirip lah sepertiย tur Digimon Adventure-ku di Tokyoย hampir tiga tahun yang lalu. Btw, berikut ini posting-posting berisi cerita utama dari seri 2017 Year End Trip-ku:
1. Introduction
2. Part I: Getting to California
3. Part II: A Tourist in San Francisco
4. Part III: Alcatraz and Yosemite
5. Part IV:ย The City of San Francisco
6. Part V: The City of Los Angeles
7. Part VI: Hollywood and Griffith
8. Part VII: More of LA
9. Part VIII: Back to Europe in Business Class

Tur ini seru lho, karena memberiku suatu “pedoman” untuk bagaimana menyusun rencanaku di Los Angeles, haha. Anyway, berikut ini ceritanya.

Pertama-tama, mungkin pada bertanya-tanyaย kok bisa sih tur Star Trek di Los Angeles? Bukannya cerita Star Trek mengambil tempat di luar angkasa? Walaupun secara umum memang ceritanya berlatar di luar angkasa, tetapi, tidak mengejutkan, ada beberapa cerita khusus Star Trek yang mengambil tempat di planet Bumi juga. Dalam kasus ini, yang kumaksud adalah episode dual “Future’s End” di musim ketiganya Star Trek: Voyager. Berikut ini iklan promo dari episode ini dulu:

Sinopsis episodenya begini nih: Di abad ke-24, Kapten Braxton yang kembali ke masa lalu dari abad ke-29 bermaksud menghancurkan USS Voyager. Jelas dong Voyager ogah buat dihancurkan dan mereka kemudian bertempur. Ketika sedang bertempur, kedua pihak tidak sengaja terseret ke abad ke-20 karena graviton field yang digunakan digunakan Kapten Braxton untuk kembali ke masa lalu melemah. Jadilah kru USS Voyager tiba-tiba berada di angkasa mengorbit planet Bumi di tahun 1996. Mereka mendapatkan sinyal aneh yang berasal dari kota Los Angeles dan memutuskan untuk menginvestigasinya dengan mengirimkan beberapa kru turun ke darat. Btw, sinyal ini memang berkaitan dengan Kapten Braxton yang mana terseret ke tahun 1967.

***

Untuk turku, pada dasarnya aku mengikuti arahan artikel dua bagianย ini sih (screenshot dari episodenya yang aku posting di bawah berasal dari artikel tersebut). Jadi aku ingin berterima-kasih kepada orang yang sudah repot-repot menulis artikel tersebut! Membantu sekali lho! Haha ๐Ÿ˜† .

Griffith Observatory

Dari adegan-adegan di Los Angeles, yang paling kuingat adalah adegan di Griffith Observatory.

Dan seperti yang bisa dilihat di atas, adegannya mengambil waktu di siang hari. Makanya aku pergi ke Griffith dua kali sewaktu di LA kemarin (baca Bagian VI).

Tom Paris dan Tuvok di Griffith Observatory.

Aku di Griffith Observatory “21 tahun” kemudian.

Terjadi pula pertarungan dengan phaser antara Tom Paris dan Tuvok melawan salah satu anak buahnya Henry Starling di depan monumennya itu.

Tuvok menembakkan phaser

Area drop-off di Griffith

Anyway, ternyata Griffith Observatory di tahun 1996 itu sepi ya, jauh lebih sepi daripada tahun 2017!! Kemarin sewaktu aku di sana rame banget dong!! Haha ๐Ÿ˜† .

Santa Monica

Adegan pertama episodenya di Los Angeles sebenarnya mengambil tempat di Santa Monica Pier (walaupun di ceritanya tempatnya adalah Venice Boardwalk sih, tetapi syutingnya bukan di Venice). Chakotay, Janeway, Tuvok, dan Paris berdiri di depan gedung carousel.

Chakotay, Janeway, Tuvok, dan Paris di Santa Monica.

Gedung carousel di Santa Monica Pier di tahun 2017.

Dan kemudian tidak lama kemudian, Chakotay dan Janeway melihat Kapten Braxton yang menjadi gelandangan di depan kedai Hot Dog on a Stick yang terkenal itu.

Chakotay dan Janeway di depan kedai Hot Dog on a Stick.

Aku ber-selfie di depan kedai Hot Dog on a Stick di Santa Monica.

Mereka juga membuntuti Kapten Braxton di Taman Palisides Cliffside yang berada di dekat gerbang utama Pier-nya.

Dan jelas aku ada di sana juga doong, hahaha ๐Ÿ˜† .

Taman Palisides Cliffside di Santa Monica

Downtown Los Angeles

Beberapa adegan lain juga mengambil tempat di Downtown Los Angeles. Los Angeles Music Center Plaza dengan air mancur Peace on Earth yang terkenal itu dipilih sebagai tempat dimana Tuvok dan Paris berencana menculik Henry Starling.

Tuvok, Paris, dan Rain mencoba menjebak Starling.

Sisi timur Los Angeles Music Center di tahun 2017.

Di plaza ini juga mobile holo emitter-nya The Doctor diperkenalkan.

The Doctor di Los Angeles.

Los Angeles Music Plaza.

Dan terakhir, eksterior dari gedung kantornya Henry Starling sebenarnya adalah Gedung Metro di sebelahnya Stasiun Union di Los Angeles.

Gedung kantor Chronowerx

Gedung Metro

***

Jadi, ya, seperti yang bisa dilihat, aku sungguh bersenang-senang dengan “misi” ini di Los Angeles! :mrgreen: . Sebenarnya masih ada beberapa tempat lain yang juga digunakan untuk syuting sih, tetapi agak repot untuk pergi kesananya, hahaha.

Advertisements

#2060 – 2017 Year End Trip (Part VI: Hollywood and Griffith)

ENGLISH

Posts in the 2017 Year End Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to California
3. Part II: A Tourist in San Francisco
4. Part III: Alcatraz and Yosemite
5. Part IV:ย The City of San Francisco
6. Part V: The City of Los Angeles
7. Part VI: Hollywood and Griffith
8. Part VII: More of LA
9. Part VIII: Back to Europe in Business Class

Hollywood

The Hollywood Boulevard

Arguably the most famous district of Los Angeles, I stayed at a motel in Hollywood so I had quite some time to explore it, haha. The “main” area of Hollywood was the long Hollywood Boulevard which middle strecth (between its intersection with Highland and Vine street, approximately) was the area where the famous Hollywood Walk of Fame was located. Unsurprisingly, this was the busiest (with tourists) area as well, haha ๐Ÿ˜› .

The Hollywood Walk of Fame was indeed really cool with a lot of stars of Hollywood names! Many I did not know but I recognized a lot of others as well! Btw, I just realized that not only people could make their way to the stars, but also some fictional characters like Bugs Bunny, Mickey Mouse, and Shrek! Haha ๐Ÿ˜†

Neil Patrick Harris’ star

Bugs Bunny’s star

There were a lot of shops, restaurants, cafes, museums, and tour operators along the boulevard. So indeed it was very lively! There were also a lot of people dressed up in (Hollywood) costumes (like Superman, Batman, Wolverine, Wonder Woman, Captain America, etc) whom you could take a photo with (but I assumed in exchange for money). Also there were some men handing out CDs, which I ignored because it looked so shady and I felt like there was a high possibility it could be a scam, haha.

People in costumes

The Hollywood Sign

The Hollywood sign was located on the Hollywood hill, which was not anywhere close to the Hollywood Boulevard at all, haha ๐Ÿ˜† . From my research prior to the trip, I saw a suggestion to look at the sign from the Griffith Observatory. Griffith Observatory was in my list to visit anyway, so I definitely gave it a go, haha…

The Hollywood sign from Griffith Observatory

As it turned out, Griffith Observatory was also still too far away from the sign. I mean, for the photo above I needed to zoom in my camera, haha. Unfortunately, this meant it was impossible to get a good self picture with the sign from Griffith.

Unfortunately, I did not get any closer to the sign than this one. I found it rather tricky and difficult to get closer to it (See Part V); and so I guess this sign is for the next time I am around in Los Angeles then, haha…

Anyway, speaking of the Griffith Observatory …

Griffith Observatory

At the Griffith Observatory

The Griffith Observatory was a very famous site in Los Angeles, and it has been used as a setting of many movies and TV series. While perhaps most famous recently as a setting ofย La La Land, I was also very eager to go there because it was used as a setting in a Star Trek: Voyager‘s episode: Future’s End (I actually did a mini Future’s End Tour in Los Angeles. Perhaps I will write about it in a later post ๐Ÿ˜› ).

I really liked this observatory that I actually went twice there! Haha ๐Ÿ˜† . Both times I used the LADOT bus service from Sunset/Vermont Metro station, which only cost $0.50 one way and free wifi was provided!

The Griffith Observatory

Anyway, my first visit was in the evening. And indeed it was very beautiful, but also very crowded, haha ๐Ÿ˜† . There was a balcony behind the observatory overlooking the city of Los Angeles. The view was especially magnicient especially with those evening lights!

The Griffith Observatory and Los Angeles

Of course I also entered the observatory, which was free of charge (Except if you wanted to see the program in the Samuel Oschin Planetarium)! There were really cool (space-related, obviously) exhibits inside which I thoroughly enjoyed. I could measure my weight in other extraterrestial objects (I was less than 4.5 kg in Pluto, haha ๐Ÿ˜› ) and there were even rocks originating from meteorites! It was so cool that those rocks that were sitting in front of my eyes were not from Earth!

These rocks did not originate from Earth!

What I found amazing was that people could also use the telescope at the Observatory for FREE!! But exactly because it was for free, of course the telescope became hugely popular and so a really, really, really long line of people wanting to try it out was formed, especially that the sky was clear tonight, haha ๐Ÿ˜† . I decided to pass.

The sundial at Griffith Observatory

My second visit was in the afternoon because, obviously, I would like to see the Observatory under the daylight too! (Beside, Star Trek: Voyager’s Future’s End scene at Griffith took place in an afternoon, haha ๐Ÿ˜† ). Again, it was quite a busy afternoon at the observatory as well. Visiting it in the afternoon actually provided me the opportunity to see out more stuffs at display there, though, for instance the sundial just behind the Astronomers Monument.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Year End Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to California
3. Part II: A Tourist in San Francisco
4. Part III: Alcatraz and Yosemite
5. Part IV:ย The City of San Francisco
6. Part V: The City of Los Angeles
7. Part VI: Hollywood and Griffith
8. Part VII: More of LA
9. Part VIII: Back to Europe in Business Class

Hollywood

Hollywood Boulevard

Mungkin adalah distrik paling terkenal di Los Angeles, aku menginap di sebuah motel di Hollywood sehingga aku lumayan memiliki banyak kesempatan untuk menjelajahinya, haha. Area “utama”-nya Hollywood berada di sepanjang Hollywood Boulevard yang panjang itu yang mana bagian tengahnya (di antara perempatan dengan Jalan Highland dan Vine, kurang lebih) adalah area Hollywood Walk of Fame yang terkenal banget itu. Tak mengherankan, area ini juga area yang paling ramai (dengan turis), haha ๐Ÿ˜› .

Hollywood Walk of Fame memang keren banget lho soalnya dipenuhi dengan nama-nama Hollywood! Banyak sih yang aku nggak tahu (haha) tetapi aku mengenali lumayan banyak juga! Btw, aku baru tahu bahwa ternyata yang namanya bisa dituliskan di sana bukan hanya orang saja loh, tetapi juga beberapa karakter fiksional seperti Bugs Bunny, Mickey Mouse, dan Shrek! Haha ๐Ÿ˜†

Bintangnya Neil Patrick Harris

Bintangnya Bugs Bunny

Ada banyak toko, restoran, cafe, museum, dan operator tur di sepanjang boulevard-nya. Jadi memang areanya terasa hidup sekali! Banyak juga orang-orang yang mengenakan kostum (ala Hollywood), seperti Superman, Batman, Wolverine, Wonder Woman, Captain America, dll gitu lah yang mana kita bisa foto-foto bersama (tetapi jelas kayaknya harus bayar). Ada pula beberapa orang yang membagi-bagikan CD, yang mana tidak aku hiraukan karena nampak mencurigakan dan aku merasa kok kayaknya kemungkinannya akan scam besar gitu, haha.

Orang-orang dengan kostum

Tanda Tulisan Hollywood

Tanda Tulisan Hollywood berada di Bukit Hollywood, yang mana lokasinya jauh dari Hollywood Boulevard, haha ๐Ÿ˜† . Dari risetku sebelum perjalanan ini, aku mendapatkan info untuk melihat tandanya dari Griffith Observatory. Karena toh Griffith Observatory juga berada dalam daftar untuk aku kunjungi, ya jelas aku ke sana lah ya, haha…

Tanda tulisan Hollywood dari Griffith Observatory

Ternyata, Griffith Observatory pun masih terlalu jauh dari tandanya. Maksudku, fotoku di atas itu aku ambil dengan menggunakan fiturย zoom-inย di kameraku loh. Sayangnya, ini berarti tidak mungkin juga untuk kita mendapatkan foto bersama tandanya dari Griffith.

Sayangnya, aku tidak sempat untuk pergi ke tempat lain yang lebih dekat dengan tandanya dari ini. Aku merasa transportasinya agak ribet dan sulit untuk ke sana (Baca Bagian V); dan jadi aku rasa tanda ini adalah untuk perjalananku selanjutnya ke Los Angeles dah, haha…

Anyway, ngomongin Griffith Observatory …

Griffith Observatory

Di Griffith Observatory

Griffith Observatory adalah tempat yang terkenal di Los Angeles, dan tempat ini sering digunakan untuk syuting film atau acara TV Hollywood gitu. Walaupun mungkin akhir-akhir paling terkenal karena digunakan sebagai salah satu setting-nyaย La La Land, aku juga amat bersemangat untuk pergi ke sana karena tempat ini digunakan sebagai salah satu setting dari episodeย Future’s End-nya Star Trek: Voyagerย (Sebenarnya aku sempat pergi dalam petualangan mini Future’s End di Los Angeles. Mungkin ini akan aku ceritakan nanti-nanti ๐Ÿ˜› ).

Aku amat menyukai observatorium ini sampai-sampai aku pergi dua kali loh ke sana! Haha ๐Ÿ˜† . Di keduanya aku menggunakan layanan bus LADOT dari stasiun Metro Sunset/Vermont, yang mana harga tiketnya hanyalah $0.50 sekali jalan dan busnya dilengkapi dengan wifi gratis!

Griffith Observatory

Anyway, kunjungan pertamaku adalah di malam hari. Dan memang tempatnya kece banget loh, tetapi juga ramai, haha ๐Ÿ˜† . Ada balkon di bagian belakang observatoriumnya yang menghadap ke arah kota Los Angeles. Pemandangannya keren banget terutama dengan lampu-lampunya!

Griffith Observatory dan Los Angeles

Tentu saja aku juga masuk ke dalam observatoriumnya, yang mana tidak dikenakan biaya (Kecuali kalau mau menonton acara di Planetarium Samuel Oschin)! Ada beberapa pameran (yang berhubungan dengan luar angkasa, tentunya) di dalamnya yang sangat aku nikmati. Aku bisa mengukur berat badanku di beberapa obyek luar angkasa (Berat badanku di Pluto bahkan nggak sampai 4,5 kg loh, haha ๐Ÿ˜› ) dan ada juga beberapa batu dari meteorit! Keren aja bagiku melihat batu-batu di depan mataku sendiri yang mana asalnya bukan dari planet Bumi!

Batu-batu ini tidak berasal dari Bumi loh!

Yang aku rasa juga menarik banget adalah pengunjung bisa menggunakan teleskop di observatoriumnya dengan GRATIS!! Tetapi justru karena gratis ini, sebagai akibatnya teleskopnya, yang pada dasarnya memang sudah populer banget, menjadi ramai banget yang mana antrian untuk menggunakannya juga sangat amat panjang sekali, apalagi malam ini langit juga sedang cerah, haha ๐Ÿ˜† . Ya sudah deh aku memutuskan untuk melewatkannya malam ini.

Jam matahari di Griffith Observatory

Kunjungan kedua kesanaku adalah di siang hari, karena jelas aku ingin melihat observatoriumnya di bawah sinar matahari juga! (Di samping itu, adegannya Satr Trek: Voyager Future’s End di sana juga terjadi di siang hari sih, haha ๐Ÿ˜† ). Lagi, siang itu observatoriumnya sangat sibuk. Mengunjunginya di siang hari juga seru karena aku bisa menggunakan beberapa benda di sana yang hanya bisa digunakan di siang hari, misalnya jam matahari di sebelah Monumen Astronomers.

BERSAMBUNG…

#2035 – Some Side Star Trek Stories

ENGLISH

So you know this Fall I was following the new Star Trek: Discovery and remarathoning Star Trek: Voyager. Of course I use Netflix for both series; and you know Netflix comes with the cool language options feature. Here are a couple about this feature which I found … amusing!

Star Trek in … Klingon and … Indonesian!!

So as you see in the photo above, using the feature we can watch Star Trek: Discovery dubbed in: Indonesian with subtitles in … Klingon! Lol ๐Ÿ˜† .

I think this is a very nice touch of this new series! Though, speaking of the Klingon, this language is widely spoken in the series in the first place anyway (as the Klingons are portrayed as the antagonist). So somehow this feature choice, to me, becomes “less comical” and is actually more in line with the story line. I am not sure what is the original intention, though…

Speaking of the language, while Klingon is not available as a subtitle in the Star Trek: Voyager in Netflix, the Indonesian sub still is! I tried it once to see how the result would be. And here is a short clip of one of my most favorite quotes from Captain Kathryn Janeway from season 1:

To me, it sounds … very strange! Haha ๐Ÿ˜› Somehow, perhaps I have associated the characters with their (original) voices so hearing them “speak” in another language does not make it feel “right” to me, haha.

What do you think?

BAHSA INDONESIA

Jadi ceritanya musim gugur kali ini aku mengikuti serial baru Star Trek: Discoveryย dan menonton ulangย Star Trek: Voyager. Tentu saja aku menggunakanย Netflixย untuk keduanya; dan tahu kan Netflix itu dilengkap dengan fitur pilihan bahasa yang keren. Berikut ini dua hal tentang fitur ini yang aku rasa … menarik dan lucu!

Star Trek dalam … bahasa Klingon dan … bahasa Indonesia!!

Seperti yang bisa dilihat di foto di atas, dengan fitur ini kita bisa menonton Star Trek: Discovery yang di-dubbing dalam: bahasa Indonesia dan dengan teks dalam … bahasa Klingon! Huahaha ๐Ÿ˜† .

Aku merasa ini adalah sentuhan yang oke untuk seri ini! Walaupu, ngomongin bahasa Klingonnya, bahasa ini kan toh ceritanya banyak digunakan di serinya itu sendiri ya (karena bangsa Klingon ditampilkan sebagai antagonis di seri ini). Jadi entah bagaimana pemilihan fitur ini, bagiku, terasa “tidak begitu untuk lucu-lucuan” dan malah menjadi cukup nyambung dengan jalan ceritanya. Tapi aku nggak tahu apakah ini hanya kebetulan belaka sih.

Ngomongin bahasa, walaupun bahasa Klingon tidak tersedia di fitur teks untuk Star Trek: Voyager di Netflix, dubbing bahasa Indonesianya masih ada lho! Sekali aku iseng mengaktifkannya untuk melihat produk akhirnya seperti apa. Dan berikut ini klip singkat dari salah satu quote favoritku dari Kapten Katrhyn Janeway di musim 1:

Untukku malah jadi terdengar … aneh banget! Haha ๐Ÿ˜› . Entah bagaimana, sepertinya aku sudah mengasosiasikan karakternya dengan suara-suara aslinya sehingga mendengar mereka “berbicara” dalam bahasa lain justru membuatnya terasa “janggal” untukku, haha.

Bagaimana menurut kalian?

#2012 – Fall TV Season

ENGLISH

Traditionally the Fall TV season has been my favorite because new seasons of series are, usually, premierred at this time. And this season, thankfully, is no different ๐Ÿ˜› .

For once, obviously there is Star Trek: Discovery!! Anyway, I feel like the focus of this series has been more on the “action” side rather than on the “social/interpersonal/intrapersonal conflict” that is easy to relate to our daily lives normally present in other series. So this is why I have been feeling different “vibes” from this series. Having said that, thankfully the writers do not forget on the character development side, I feel. Nonetheless, all in all, I still enjoy this series, though!

Speaking about Star Trek, actually when I was wondering what should I watch after I finished remarathoning the entire nine seasons of HIMYM, I decided to remarathon Star Trek: Voyager, haha. There were seven seasons of Voyager and because each episode was around 45 minutes (each episode was made for a one-hour show, thus 15-ish minutes for advertisement which I could entirely skip thanks to Netflix, yeay!) so I knew it would take some time before I finished them all. Well, now I am already at the last season, though, haha ๐Ÿ˜› .

Fall also means the return of one of my most favorite reality show: The Apprentice UK! Yes, BBC One runs its thirteenth series this year (including its spin-off, The Apprentice: You’re Fired, on BBC Two)!! And as always, it has been as interesting as ever!! ๐Ÿ˜€

These three shows have kept me “busy” enough that I don’t have the time to watch some other series at the moment! Haha ๐Ÿ˜€ . Anyway, another good news for a reality show (to me) is that The Amazing Race 30 started filming about a month ago, indicating that a 30th season is, well, a reality! Yeay ๐Ÿ˜€ . It will probably air next Spring, though; but with these three other series already keeping myself busy, I am actually glad it is for next year! Haha ๐Ÿ˜›

BAHASA INDONESIA

Biasanya musim gugur untuk urusan per-TV-an adalah musim favoritku karena biasanya musim-musim terbaru dari beberapa acara TV kan dimulai di waktu ini ya. Dan musim gugur kali ini, untungnya, juga begitu ๐Ÿ˜› .

Pertama-tama, jelas dong ya ada Star Trek: Discovery!! Ngomong-ngomong, aku kok merasa fokus dari acara ini berada lebih di sisi “action“-nya ya daripada “urusan konflik sosial/interpersonal/intrapersonal” yang mudah kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari kita seperti yang sering diangkat di seri-seri Star Trek lainnya. Oleh karenanya, aku merasa “aura” seri ini agak berbeda dari seri-seri lainnya itu. Walaupun begitu, untungnya setidaknya penulisnya masih tidak melupakan urusan perkembangan karakternya sih. Namun, secara keseluruhan aku masih menikmati seri ini kok!

Ngomong-ngomong tentang Star Trek, sebenarnya ketika aku galau mesti nonton apa setelah aku selesai menonton ulang keseluruhan sembilan musimnya HIMYM, aku memutuskan untuk menonton ulangย Star Trek: Voyager, haha. Voyager terdiri dari tujuh musim dan karena setiap episode mengambil waktu 45an menit (setiap episode dibuat untuk penayangan satu jam di TV, jadi 15an menit untuk iklan gitu yang mana bisa aku lewatkan berkat Netflix, hore!) sehingga aku tahu akan memakan waktu lumayan juga lah ya sampai menamatkannya. Eh tetapi sekarang aku sudah sampai di musim terakhir sih, haha ๐Ÿ˜› .

Musim gugur juga berarti kembalinya dari salah satu reality show favoritku: The Apprentice UK! Iya, BBC One menayangkan musim ketiga-belasnya tahun ini (dan juga termasuk spin-off-nya The Apprentice: You’re Fired di BBC Two)!! Dan seperti biasa, acara ini selalu menarik untukku!! ๐Ÿ˜€

Tiga acara ini sudah membuatku cukup “sibuk” sehingga aku tidak memiliki waktu untuk menonton acara-acara lain! Haha ๐Ÿ˜€ . Ngomong-ngomong, ada berita baik loh (untukku sih) dimana The Amazing Race 30 sudah mulai filming nih sebulanan yang lalu, yang berarti sudah ada kepastian akan musim ke-30 lah ya! Hore ๐Ÿ˜€ . Acaranya mungkin baru ditayangkan musim semi tahun depan sih; tetapi dengan tiga acara lain ini yang sudah memakan semua waktuku, sebenarnya aku justru lega deh ini baru ditayangkan tahun depan! Haha ๐Ÿ˜›

#1991 – Nostalgia: Star Trek: Voyager

ENGLISH

This post has sat in my draft for more than a year now; as I first wrote it after watching Star Trek Beyond last year (This post would have been numbered in the 1700s had I published it immediately). But since then, due to the (what I thought) neutrality of its topic, this post has acted as a good “back up” in case I would encounter a writer’s block, haha. But then, this neutrality has actually started to fade away recently (more on this soon!). And so it appears that the time has come to let this post live its real life being published here. So here we go! ๐Ÿ™‚

***

So I have mentioned that I am a self-proclaimed Trekkies. However, I must admit that I have not watched all series of Star Trek, haha ๐Ÿ˜† . Growing up in the 1990s and 2000s, obviously I was more familiar with the series that were running in those periods. There were four though: Star Trek: The Next Generation, Star Trek: Deep Space Nine, Star Trek: Voyager, and Star Trek: Enterprise. Of the four, I was the least familiar with Deep Space Nine mainly because it was not aired in Indonesia if I recall correctly.

However, of the other three, my most favorite one was, without a doubt, Star Trek:Voyager.

The premise of the series was interesting. USS Voyager (the primary setting of the series) was just a “middle-class” Interprid series spacecraft designed for exploration missions. However, due to aย freak event in the Pilot episode, the spacecraft wasย transported over 70,000 light years away to the Delta quadrant, the furthest away part of the Milky Way galaxy (from Earth) and also the least known and explored of. Yes, the series was about the journey of USS Voyager and the crews back home across this uncharted section of the galaxy.

One unique (at the time) aspect which I like about the series wasย that the captain of USS Voyager was a woman, Captain Kathryn Janeway. This really gave the series a special outlook with the “motherly” and more “humanly” touch from a captain. You know, not always like the bang bang testosterone action show even though admittedly when I was young(er), the battle part was actually the part I enjoyed the most ๐Ÿ˜› .

The main cast of Star Trek: Voyager. Source: http://cdn.nflximg.com/us/boxshots/tv_sdp_s/70158331.jpg

The main cast of Star Trek: Voyager. Source: http://cdn.nflximg.com/us/boxshots/tv_sdp_s/70158331.jpg

I was introduced into this series byย my dad. Even back then he made me (and my brother) a maquette of USS Voyager fromย styrofoam! Too bad at the moment I don’t have a picture of it.

I did not watch all seven seasons when I was in Indonesia. I remember the show did not air for too long due to the rather low rating. Well, being aired in RCTI literally in the middle of the night at like 2 AM or so, who would actually stay up and watch it? At that time we always recorded it in a VHS video tape, haha ๐Ÿ˜† . But just after I moved to the Netherlands, in the Fall of 2010 I finished watching all seasons, haha ๐Ÿ˜† .

So, who is also a Trekkie and who also loves Star Trek:Voyager? ๐Ÿ™‚

p.s: of course it also helps that Star Trek: Voyager has the most beautiful intro with the musical arrangement of all the Star Trek series, imo:

BAHASA INDONESIA

Posting ini sudah duduk manis di bagian draft-ku selama lebih dari satu tahun sekarang; karena aku mulai menulisnya setelah menonton Star Trek Beyond tahun laluย (Posting ini akan bernomor di rentang 1700an andaikata waktu itu langsung aku publikasikan). Semenjak waktu itu, karena (apa yang kukira) topiknya yang netral, kupikir posting ini bisa kujadikanย posting “cadangan” yang pas untuk jaga-jaga andaikata aku mengalami writer’s block, haha. Tetapi kemudian, kenetralan ini mulai memudar akhir-akhir ini (akan kuceritakan mengapa segera!). Jadilah artinya akhirnya tiba juga saatnya untuk posting ini “hidup” sebagai posting beneran di sini ya. Nah, mari kita mulai saja! ๐Ÿ™‚

***

Pernah kusebutkan bahwa aku mengaku-aku sebagai Trekkies. Namun, aku harus mengaku bahwa aku belum menonton semua serinya Star Trek sih, haha ๐Ÿ˜† . Besar di tahun 1990an dan 2000an, jelas aku lebih familier dengan seri-serinya yang ditayangkan di periode ini. Ada empat: Star Trek: The New Generation, Star Trek: Deep Space Nine, Star Trek: Voyager, dan Star Trek: Enterprise. Dari empat seri ini, aku paling tidak familier dengan Deep Space Nine karena tidak ditayangkan di Indonesia kalau aku tidak salah ingat.

Nah, dari tiga yang lainnya, favoritku adalah, tanpa ragu nih menyebutkannya, Star Trek:Voyager.

Premis seri ini menarik banget, USS Voyager (pesawat luar angkasa yang merupakanย setting utama seri ini) adalah pesawat berukuran “menengah” kelas Interprid yang didisain untuk misi eksplorasi. Karena suatu kecelakaan super aneh di episode pertama, pesawatnya terpindahkan sejauh 70.000 tahun cahaya ke kuadran Delta, bagian terjauh dari Galaksi Bima Sakti (dari Bumi) dan juga yang paling tidak diketahui dan belum tereksplorasi. Yup, premis seri ini adalah cerita bagaimana USS Voyager dan krunya berusaha pulang ke Bumi melintasi bagian galaksi yang belum terpetakan ini.

Satu aspek unik (waktu itu) dari seri ini yang kusuka adalah kapten USS Voyager yang mana merupakan seorang wanita, Kapten Kathryn Janeway. Ini memberikan sudut pandang unik yang “keibuan” dan lebih “manusiawi” dari seorang kapten. Tahu lah, bukan hanya aksi testosteron dar der dor sana-sini untuk sebuah acara aksi. Walaupun harus aku akui sih ketika kecil dulu, bagian perangnya adalah bagian yang paling kusukai, haha ๐Ÿ˜› .

The main cast of Star Trek: Voyager. Source: http://cdn.nflximg.com/us/boxshots/tv_sdp_s/70158331.jpg

Tokoh-tokoh utamaย Star Trek: Voyager. Sumber: http://cdn.nflximg.com/us/boxshots/tv_sdp_s/70158331.jpg

Aku dikenalkan dengan acara ini oleh papaku. Dulu bahkan ia juga membuatkanku (dan adikku) sebuah maketnya USS Voyager dari styrofoam loh! Sayang aku tidak memiliki fotonya sekarang.

Aku tidak menonton kesemua tujuh musimnya di Indonesia dulu. Aku ingat acaranya tidak dimainkan lama karena rating-nya yang cukup rendah. Yah, ditayangkan oleh RCTI di tengah malam sekitar jam 2 subuh gitu, siapa juga yang mau nonton sih ya? Waktu itu, kami merekamnya dengan video tape VHS, haha ๐Ÿ˜† . Tetapi setelah pindah ke Belanda, di musim gugur tahun 2010 aku menyelesaikan menonton kesemua musimnya, haha ๐Ÿ˜† .

Jadi, siapa nih yang juga lah seorang Trekkie dan suka Star Trek: Voyager? ๐Ÿ™‚

p.s: tentu saja sangat membantu dimana Star Trek: Voyager memiliki intro dengan aransemen musik terindah dari semua serinya Star Trek, menurutku sih (bisa ditonton di tautan Youtube berikut ๐Ÿ˜› ).