Life in Holland, Zilko's Life

#2119 – Where Was My Spring?


Now that it is June already, this means that we in the Netherlands have pretty much entered Summer this year. This would imply that we have just passed Spring, my favorite season of the four. However to be honest, this year has been quite unusual because …

it feels like Spring did not happen here and we just jumped from Winter to Summer! Lol 😆 .

Snowy Amsterdam earlier this year.

You know, we had quite an extended Winter the last time; as enforced by the Beast from the East which made it snow in (early) March and the real feel temperature to reach –20°C!! And then, Summer felt like coming early because the temperature has been warm (for Dutch standard) since late April and this was extended through May as well.

May in Amsterdam

You see, and so this would explain why I perceived Spring to not happen this year (or, it did but only for a very short period of time)! In a way, I feel cheated! Lol 😆 . And now that it is June already, I guess it is futile to hope that the “real” Spring weather would come back. It would be “wiser” (so that I would be less likely to get disappointed) to wait until next year for that to happen, haha 😆 .


Karena sudah bulan Juni sekarang, artinya Belanda sudah kurang lebih memasukin Musim Panas tahun ini. Ini berarti kami di Belanda baru saja melewati yang namanya Musim Semi kan, musim favoritku dari keempat musim itu. Tapi sejujurnya, rasanya tahun ini adalah tahun yang agak tidak biasa karena …

rasanya Musim Semi itu tidak terjadi deh di negeri ini dimana kami melompat langsung dari Musim Dingin ke Musim Panas! Huahaha 😆 .

Amsterdam yang bersalju awal tahun ini.

Masih ingat kan, Musim Dingin kemarin berlangsung lumayan lama di Belanda; yang mana ditegaskan oleh the Beast from the East yang membuat cuaca bersalju di (awal) bulan Maret dan real feel suhu udaranya mencapai –20°C!! Dan kemudian, Musim Panas rasanya cepat datang tahun ini dimana suhu udaranya lumayan panas (untuk standar Belanda) semenjak akhir April dan situasi ini berlangsung demikian di sepanjang bulan Mei pula.

Mei di Amsterdam

Ya sekarang jelas kan mengapa aku merasa Musim Semi itu tidak terjadi tahun ini (atau, terjadi sih, tapi singkat banget)! Di satu sisi, rasanya kok kayak dicurangi ya! Huahaha 😆 . Dan karena sekarang sudah bulan Juni, rasanya sia-sia lah untuk berharap cuaca “selayaknya” Musim Semi akan kembali. Rasanya lebih “bijak” (sehingga aku tidak akan dikecewakan dengan harapan palsu) untuk menunggu tahun depan saja deh, haha 😆 .

General Life, Zilko's Life

#2116 – June Already


Oh wow, it is June already as of today which means we have passed the entire month of May! And so I would like to use this opportunity to look back into this month.

First of all, overall May this year was quite unique in the Netherlands in terms of the weather. The sun was shining on many of its days, many more than one would expect in this country, haha 😆 , and actually made it feel like the Summer already. And as a result, it actually forced me to buy some sunscreens last weekend too, haha 😆 . And I was really lucky because at the time there was a 50% discount on sunscreen products! Bless this great timing! 😀 Btw, of course I bought two products: one for my regular skin and one for my face, both were SPF 50+ 😛 .

The weather was generally great in Amsterdam this May, it felt like Summer!

On the other hand, I was also really busy at work in May. There were many more tasks to be performed and completed, of many different scales too, which could be quite challenging to handle. But thankfully, I think I handled the situation well and delivered good performance *tapping myself on my back 😛 *.

Though, the combination of all those could also be quite overwhelming for my mind and body, I think; as indicated by the existence of the drama which I had to encounter in the middle of the month; and the quite frequent tiredness feeling I had when it was almost a weekend time, haha 😆 . You know, the weather could play a role as well as, to be honest, I prefer cold to (very) warm weather! 😀

Anyway, so let’s see how June will turn up this time around 🙂 .


Oh wow, tiba-tiba sekarang sudah bulan Juni aja ya yang mana artinya satu bulan Mei sudah terlewati! Dan jadilah aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk menengok balik bulan ini.

Pertama-tama, bulan Mei tahun ini berlangsung cukup unik di Belanda dalam hal cuaca. Matahari bersinar cerah di banyak hari, jauh lebih banyak daripada apa yang biasanya diharapkan di negeri ini, haha 😆 , dan sebenarnya membuat rasanya seperti sudah musim panas! Sebagai akibatnya, jadilah mau tidak mau akhir pekan kemarin aku membeli sunscreen, haha 😆 . Dan aku beruntung banget karena waktu itu sedang ada diskon 50% dong untuk produk sunscreen! Waktunya pas banget ya! 😀 . Btw, tentu saja aku membeli dua macam produk: satu untuk kulit biasa dan satu lagi untuk kulit wajah, dua-duanya yang SPF 50+ 😛 .

Cuaca di Amsterdam juga secara umum oke bulan Mei kemarin, rasanya kayak sudah musim panas saja!

Di sisi lain, bulan Mei kemarin aku sibuk banget di kantor. Ada banyak banget kerjaan yang harus diselesaikan, yang mana datang dengan ukuran/skala yang berbeda-beda, sehingga lumayan menantang untuk dihadapi. Tapi untungnya, rasanya aku menghadapi situasi ini dan berhasil mengerjakannya dengan baik *memuji diri sendiri, haha 😛 *.

Walaupun kombinasi dari semua itu adalah tubuh dan pikiranku yang sepertinya cukup overwhelmed karenanya; yang diindikasikan dengan kemunculan drama yang harus aku hadapi di pertengahan bulan; dan seringnya aku merasa capek ketika sudah hampir akhir pekan, haha 😆 . Ya tahu kan, cuaca yang kusebutkan di atas juga berpengaruh karena kan, sejujurnya, aku lebih suka cuaca dingin daripada cuaca panas (banget)! 😀

Anyway, kita lihat saja deh bulan Juni ini bagaimana 🙂 .

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2110 – A Summery Spring in Munich


I went on a short weekend trip to Munich in mid-April. As I have shared, I forgot to bring my pocket camera on the trip; which unintentionally turned the trip into an experiment for me to measure the “value” of a pocket camera during a trip of mine. As it turned out, it was very valuable because I noticed that I didn’t take as many pictures on the trip, and the trip was generally less enjoyable without my camera! Consequently, this post won’t have as many pictures as usual simply because I did not take enough for that.

Anyway, a bit uncharacteristically, I also took KLM’s direct return Amsterdam – Munich flights for this trip, i.e. without any transit! Both flights were operated by Boeing 737-800, PH-BCA named “Flamingo” on the way to Munich and PH-BXL named “Sperwere” on the way back to Amsterdam. Both were pleasant intra-European flights with KLM as usual and so there is not much too share.

A KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BCA

As I also had pretty much half a day in Munich this time, I decided to focus on the area which I had heard nice things about but didn’t yet visit on my first trip there two years ago. And the area was the famous Englischer Garten (The English Garden), a large park in the northeastern park of the city.

Mid-April and one layer of clothes in Munich. Say whaaatt?

It was supposed to be Spring in Western Europe, but the weather at the time was quite unique, where the it was really sunny and the temperature was hovering around the high 20s Centigrade. To be honest it felt more like Summer than Spring to me, a season which I preferred less, haha 😛 . Nonetheless, especially after a harsh and long Winter and the day being a Saturday, many people decided to take advantage of it by going to the garden. As a result, the Englischer Garten was so full of people, many of them were sunbathing, when I was there! Lol 😆 .

The English Garden in Munich when the weather was great

Anyway, I found the Englisher Garten to be beautiful, and it certainly made the city livable! It was also very big, but one needed not to worry because a lot of signages and maps were installed throughout the garden. Uniquely, and perhaps confusingly, one landmark of the garden was the Chinesischer Turm (the Chinese Tower). Yep, a “Chinese” tower in an “English” garden in Munich, “Germany”, haha 😆 .

A Chinese Tower in an English Garden in Germany

As you know, I am not the biggest fan of warm weather. While the weather today wasn’t very warm (I mean, it was nothing like the humid tropical condition on a sunny day!), it was still warm enough to make me feel a little bit uncomfortable outside. So after wandering in the Englischer Garten for about two hours, I decided to go back to the hotel to shower and rest.

Crispy knuckle of suckling pig

As for the food, of course I had local German cuisine on the two full meals I had there. For lunch, I had a turkey schnitzel, which was tasty with an ideal serving size (haha 😆 ). And for dinner, I had a rösche spanferkelhaxn, translated as crispy knuckle of suckling pig which was served with the Bavarian spitzkrout (sour cabbage) and kartoffelknödel (potato dumplings). While I liked the meat, just as before, I didn’t really enjoy the cabbage and potato, haha. It was overall very tasty, though 😀 .


Aku pergi dalam perjalanan akhir pekan singkat ke Munich di pertengahan April. Seperti yang sudah kubilang, aku lupa membawa kamera sakuku di perjalanan ini; yang mana justru tidak sengaja membuat perjalanan ini menjadi suatu percobaan bagiku untuk mengukur “nilai” dari kamera saku di perjalananku. Ternyata, kamera saku itu amat bernilai. Ini kuamati dari tidak-banyaknya foto yang aku ambil di perjalanan ini, dan perjalanannya sendiri agak lebih kurang asyik sih tanpa kamera! Sebagai akibatnya, tidak banyak foto yang aku unggah di posting ini karena ya memang tidak ada banyak foto yang aku ambil.

Anyway, agak tidak seperti biasanya, aku terbang langsung pp Amsterdam – Munich dengan KLM di perjalanan ini, alias tanpa transit! Keduanya dioperasikan dengan Boeing 737-800, PH-BCA dengan nama “Flamingo” di keberangkatan dan PH-BXL dengan nama “Sperwer” di kepulangan. Keduanya adalah penerbangan reguler dan nyaman intra-Eropa dengan KLM sehingga tak banyak yang mau kuceritakan di sini.

Sebuah Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BCA

Karena aku hanya memiliki waktu setengah harian saja di Munich kali ini, aku memutuskan untuk fokus di area yang aku dengar cantik tapi belum sempat aku kunjungi di perjalananku dua tahun yang lalu. Dan area ini adalah Englischer Garten (Taman Inggris), sebuah taman besar dan terkenal di timur laut kotanya.

Mid-April and one layer of clothes in Munich. Say whaaatt?

Waktu itu seharusnya adalah Musim Semi di Eropa Barat, tapi cuaca waktu itu cukup unik, dimana matahari bersinar cerah dan temperaturnya berada di kisaran hampir 30 derajat. Sejujurnya rasanya lebih kayak Musim Panas daripada Musim Semi deh, sebuah musim yang lebih tidak aku sukai, haha 😛 . Walaupun begitu, waktu itu kan Eropa baru saja melewati Musim Dingin panjang dan keras ya, jadilah banyak orang yang memanfaatkan cuaca ini dengan pergi ke tamannya. Sebagai akibatnya, Englischer Garten rame banget waktu itu, dimana tentu banyak yang berjemur! Haha 😆 .

Taman Inggris di Munich ketika cuaca cerah

Anyway, Englischer Garten memang indah, dan membuat kotanya enak untuk dibuat hidup! Tamannya juga besar, tetapi pengunjung tidak perlu khawatir akan tersasar karena ada banyak petunjuk dan papan peta di seluruh tamannya. Uniknya, dan mungkin membingungkan, satu landmark terkenal di tamannya adalah Chinesischer Turm (Menara China). Iya, menara “China” di sebuah taman “Inggris” di Munich di “Jerman”, haha 😆 .

Chinesischer Turm di Taman Inggris di Jerman

Tentu sudah pada tahu bahwa aku bukanlah seorang fans dari cuaca panas, haha. Walaupun cuaca di Munich hari ini nggak panas yang gila banget (Maksudnya, nggak kayak cuaca lembab di daerah Tropis ketika matahari bersinar cerah!), tetapi cuacanya sudah cukup panas untuk membuatku merasa agak tidak nyaman berada di luar berlama-lama, haha. Jadilah setelah jalan-jalan di Englischer Garten selama sekitar dua jam-an, aku memutuskan kembali ke hotel untuk mandi dan beristirahat.

Crispy knuckle of suckling pig

Untuk urusan makanan, jelas dong aku menikmati masakan setempat di dua kali makanku di sana. Untuk makan siang, aku makan schnitzel daging kalkun, yang mana enak dan ukuran porsinya pun ideal (haha 😆 ). Untuk makan malam, aku makan rösche spanferkelhaxn, yang mana kurang lebih berarti lutut babi crispy yang disajikan dengan spitzkrout (kubis asam) ala Bavaria dan kartoffelknödel (kentang). Walaupun aku suka dagingnya, seperti dulu, aku juga masih kurang bisa menikmati kubis dan kentangnya, haha. Tapi secara keseluruhan enak sih D: .

General Life, Zilko's Life

#2088 – Some Stories This Week


On Monday earlier this week I was back from my 2018 Spring Trip to New Orleans and Chicago. And with seven hours of time difference between Chicago and Amsterdam (New Orleans was in the same time zone as Chicago), I have been battling the jetlag this week! Lol 😆

And the jetlag is not over yet, though, as I am still pretty much recovering from it. While thus far this jetlag hasn’t been as bad as the previous one, it has been very tricky to handle because I went back straight to work on Tuesday! Haha 😆 . But my tennis lesson on Thursday evening helped a lot in the recovery process! So indeed exercise actually helps a lot in jetlag fighting!

Speaking of work, this week has also been really busy to me. Especially yesterday where my entire day was pretty much filled with meetings! Lol 😆 . Anyway, I am glad now that it is a weekend already so I can finally have some rest 😀 . It also helps that Spring appears to have finally kicked in in the Netherlands 🙂 .


Di hari Senin awal minggu ini aku kembali dari perjalanan musim semi 2018ku ke New Orleans dan Chicago. Dan perbedaan waktu tujuh jam antara Chicago dan Amsterdam (New Orleans berada di zona waktu yang sama dengan Chicago) berarti aku harus bertarung melawan jetlag minggu ini! Haha 😆

Dan jetlag-nya masih belum pulih benar nih, karena aku masih merasakan efeknya. Walaupun sejauh ini jetlag-nya tidak separah yang lalu, jetlag ini lumayan tricky karena aku langsung kembali kerja di hari Selasa! Haha 😆 . Tetapi les tenisku hari Kamis kemarin membantu sekali sih dalam proses pemulihannya! Jadi memang benar adanya bahwa olahraga itu membantu tubuh memulihkan diri dari jetlag!

Ngomongin kerjaan, minggu ini adalah minggu yang sibuk di kantor. Terutama kemarin dimana satu hariku penuh terisi dengan meeting dan meeting! Haha 😆 . Dan jadilah aku lega sekarang adalah akhir pekan sehingga akhirnya aku bisa beristirahat 😀 . Membantu juga dimana akhirnya sepertinya Musim Semi mulai berlangsung di Belanda 🙂 .


#2082 – A DST Weekend


So yesterday was when the Daylight Saving Time (DST) officially kicked in in Europe, when the time was moved forward by one hour from 2 AM to 3 AM. This meant there were only 23 hours this Sunday.

I have mentioned here a few times that this is my less favorite DST of the year. And especially so this year because yesterday my Spring trip started! When I booked my ticket this January, I didn’t consider the DST and so I ended up with a morning flight departing out of Schiphol at 08:35 AM to start the trip! Lol 😆

And so to avoid this, which was a real risk that should never be underestimated:

(Forgetting to move the clock forward by an hour on a Spring DST like this Sunday would cause your alarm set at 4 AM to only beep at 5 AM due to the time change), I decided to spend a night at Schiphol on the evening prior to the trip. This way, the risk would be much lower. Plus, it would be less of a hassle for me because I would already be at the airport in the morning of departure. I would not need to worry about getting to Schiphol at the ungodly early hours on a Sunday, haha 😆 .

Having said that, this trip actually made the DST really unique. You know, my Sunday was supposed to be 23 hours in length. But my flights that day made my Sunday be 30 hours in length, due to the seven hours time difference between the Netherlands and Louisiana, haha. This was similar to my latest Winter Solstice when I was flying from Amsterdam to San Francisco that day. A day that was supposed to be short actually became (much) longer 😛 .


Kemarin adalah Daylight Saving Time (DST) di Eropa, dimana waktu dimajukan satu jam dari jam 2 subuh ke jam 3. Ini berarti hari Minggu kemarin hanya terdiri atas 23 jam saja.

Sudah beberapa kali kusebutkan bahwa DST ini adalah DST yang tidak aku sukai. Terutama tahun ini sih karena kebetulan kemarin adalah permulaan dari perjalanan musim semiku! Ketika tiketnya aku booking Januari ini, aku tidak mempertimbangkan DST sama sekali dan jadilah aku mendapatkan tiket keberangkatan dari Schiphol di pagi hari jam 08:35 pagi dong! Haha 😆 .

Dan untuk mencegah yang berikut ini kejadian, yang mana merupakan risiko yang jangan pernah disepelekan lho:

(Lupa memajukan jam selama satu jam di hari DST musim semi seperti hari Minggu kemarin menyebabkan alarm yang disetel jam 4 pagi untuk baru berbunyi jam 5 pagi karena pergeseran waktu), aku memutuskan untuk menginap di Schiphol semalam sebelum perjalanannya dimulai. Dengan begini, risikonya menjadi lebih kecil. Ditambah lagi, ini jelas lebih praktis karena aku sudah berada di bandara di pagi keberangkatan. Aku tidak perlu untuk pusing-pusing mencari cara untuk berangkat ke Schiphol di pagi-pagi buta di hari Minggu kan ya, haha 😆 .

Walaupun begitu, perjalanan ini justru membuat DST kali ini unik loh. Jadi seharusnya hari Mingguku memiliki panjang 23 jam kan. Tapi penerbangan-penerbanganku hari itu membuat hari Mingguku menjadi berpanjang 30 jam, karena perbedaan waktu tujuh jam antara Belanda dan Louisiana, haha. Mirip-mirip nih dengan Winter Solstice terakhirku ketika aku terbang dari Amsterdam ke San Francisco hari itu. Suatu hari yang seharusnya pendek menjadi (jauh) lebih panjang 😛 .

Life in Holland, Zilko's Life

#1924 – My Favorite Season: Spring


I have shared before that I do not like Fall. So a relevant follow-up question is “What is your favorite, then?“. Well, to that, the answer is: definitely Spring! Haha 😆 .

First of all, here is a (good) Spring day in the Netherlands:

Yep, those are all flowers, not carpets! Lol 😆

Anyway, Spring is the opposite of Fall in many different levels, from the clear-cut scientific definition to how (my) life here is in general.

It is true, though, that even in Spring, the weather isn’t always perfect like in the video above. In fact, it is not most of the time. However, despite that, overall it is still “net positive”.

I think the fact that Winter preceeds Spring helps a lot. First of all, days are getting longer and longer each day. And I personally like longer days. Secondly, the same temperature as in Fall is perceived as “warmer”, haha.

This also affects people too. I observe that people are more in cheerful mood during the Spring, which sometimes is also reflected in how they dress. Ultimately, life feels much better and, as a consequence, I feel more productive at work too, which is always a good thing, haha 😛 .

Yeah, so, indeed, Spring is my most favorite season!!


Sebelumnya telah kubagikan bahwa aku tidak suka musim gugur. Jadi pertanyaan berikutnya yang memang relevan adalah “Kalau begitu musim favoritmu musim apa dong?“. Untuk itu, jawabannya jelas adalah: musim semi! Haha 😆 .

Pertama-tama, hari (baik) musim semi di Belanda itu kayak gini:

Iyaa, itu semua bunga loh, bukan karpet! Haha 😆

Anyway, musim semi itu kebalikan dari musim gugur di banyak sisi, mulai dari definisi ilmiahnya yang jelas hingga bagaimana kehidupan(ku) secara umum di sini.

Memang sih, cuaca musim semi itu tidak selalu sempurna seperti di video di atas. Malahan, seringnya sih cuacanya nggak oke, haha. Toh walaupun begitu, secara keseluruhan masih “positif”.

Aku kira musim dingin yang mendahului musim semi jelas membantu banget. Pertama-tama, siang hari bertambah panjang terus setiap harinya. Dan aku sendiri suka banget dengan siang hari yang panjang. Yang kedua, suhu udara yang sama dengan di musim gugur jadi terasa “lebih hangat” gitu deh, haha.

Ini juga mempengaruhi orang-orang. Aku amati orang-orang ber-mood lebih ceria di musim semi, yang mana terkadang terpancar juga di pemilihan pakaiannya, haha. Jelas, ini membuat hidup terasa lebih enak dan, sebagai akibatnya, aku lebih produktif di kantor juga, yang mana jelas bagus dong ya, haha 😛 .

Jadi, iya, musim semi adalah musim favoritku!!

Photo Tales

#1899 – Photo Tales (39)


Photo #86

A delicious Southern Italian dinner

Some weeks ago a friend of mine told me about this Italian restaurant ran by an Italian family in Rotterdam that was so good but only opened during the weekday. Quite strange, indeed. We joked that they had enough customers already that they did not feel the need to open their restaurants in the most popular time for people to go out and dine: the weekend, haha.

Finally, last Tuesday I got the chance to try it. And indeed it was good!! My friend and I decided to share a carpaccio as an appetizer to share, while for the main course I ordered a very delicious beef steak that was served with salad and, well, pasta!

Photo #87

Yeay it is Spring finally!

Finally, the past two weeks or so, Spring has come to full effect in the Netherlands!! Yeay for less layers of clothes to wear!! 😛


Foto #86

Makan malam ala Italia Selatan yang enak banget!

Beberapa minggu yang lalu seorang temanku memberi-tahuku mengenai restoran Italia yang dikelola oleh satu keluarga asal Italia di Rotterdam yang enak banget tetapi cuma buka di hari biasa (hari kerja/weekday) saja. Aneh ya. Kami sih bercanda sepertinya mereka sudah memiliki cukup pengunjung saking ramainya sehingga mereka merasa tidak perlu membuka restoran mereka di waktu populer orang-orang untuk keluar makan: akhir pekan, haha.

Nah, akhirnya hari Selasa minggu lalu aku berkesempatan mencobanya. Dan ternyata memang enak lho!! Aku dan temanku memesan carpaccio sebagai menu pembuka untuk dibagi dua. Untuk makanan utama, aku memesan steak yang memang enak dan disajikan dengan salad dan, tentu saja, pasta!

Foto #87

Hore akhirnya musim semi!

Akhirnya, dua minggu terakhir ini, musim semi sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya di Belanda!! Horee nggak harus memakai berlapis-lapis pakaian lagi!! 😛