General Life, Zilko's Life

#2072 – The Beast from the East

ENGLISH

I have mentioned it a little bit last week that it was extremely cold in Europe. This was caused by what was dubbed as the “Beast from the East”, or locally known as the “Siberian Bear” in the Netherlands, where cold air from Western Russia was “pushed” towards Europe. And by cold, it was really cold. Here is how it was in Amsterdam at some point (at 7 PM-ish) last week:

The Beast from the East

Yep, while the measured temperature was –8°C, the real feel (basically how our skin/body would perceive the temperature, which could be very different from the measured temperature because of other factors, such as cloud coverage, wind, humidity, etc) was –20°C!! 😱😱😱 You know, this winter was my eighth winter, and actually I think this was the coldest I have ever experienced in the Netherlands!

Coincidentally, last week was a school vacation week (de krokusvakantie) so my outdoor tennis lesson was also taking a break! It could be a very “interesting” challenge to play outdoor tennis under such weather; which I have no problem of missing it, haha 😛 . Speaking of an outdoor activity, the following was popular in the Netherlands last week:

Yep, it was so cold that some canals in Amsterdam literally froze! And so many people ice skated there. Even some of my colleagues said they would skate to go to work (Though I am not sure if this actually materialized or not, haha).

I also feel quite lucky to not have arranged any travelling plan (which would surely have involved some flights 😛 ) during the weekend. With this weather, there was a higher chance for an operational delay, of course, or even cancellation. So I am glad I did not have to worry about this at all!

On the more positive side, it was also snowing last week in the Netherlands. And after eight winters, I still find snow really beautiful!! (Even though I have also learned about and experienced first hand many troubles snow could cause, like this experience not too long ago.)

Snowy Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu sudah sedikit kusebutkan bahwa Eropa dilanda suhu udara yang dinginnya ekstrim. Ini disebabkan oleh apa yang disebut “Beast from the East“, atau disebut “Siberian Bear” di Belanda, dimana udara dingin dari Rusia Barat “terdorong” ke Eropa. Dan dengan dingin, maksudnya beneran dingin banget loh. Berikut ini bagaimana kondisi di Amsterdam di satu waktu (sekitar jam 7 malam) minggu lalu:

Beast from the East

Yep, walaupun suhu yang terukur di termometer adalah –8°C, real feel-nya (pada dasarnya persepsi kulit/badan kita akan suhunya, yang mana bisa jadi berbeda dari suhu yang terukur karena adanya faktor-faktor lain kan ya, misalnya keberadaan awan, angin, kelembaban udara, dll) adalah –20°C doong!! 😱😱😱 Tahu kan musim dingin ini adalah musim dingin kedelapanku, dan rasanya minggu lalu ini adalah yang terdingin yang pernah aku alami di Belanda lho!

Kebetulan, minggu lalu adalah minggu libur sekolah (de krokusvakantie) sehingga les tenis outdoor-ku juga memang sudah dijadwalkan ikutan libur! Sepertinya bakal menjadi tantangan yang “menarik” ya untuk bermain tenis outdoor ketika cuacanya sedang kayak gitu; yang mana sebenarnya aku lega juga tidak harus aku lakukan sih, haha 😛 . Ngomongin kegiatan outdoor, aktivitas ini populer loh di Belanda minggu lalu:

Iya, saking dinginnya, ada beberapa kanal di Amsterdam yang membeku! Jadilah banyak yang main ice skating di sana. Bahkan beberapa kolegaku ada yang cerita mereka mau berangkat ke kantor dengan cara ice skating (Nggak tahu sih akhirnya beneran atau engga, haha).

Aku juga merasa beruntung untuk tidak memiliki rencana jalan-jalan di akhir pekan (yang mana jika ada pasti sudah akan melibatkan beberapa penerbangan 😛 ). Dengan cuaca kayak begini, jelas ada peluang yang cukup besar untuk delay, bahkan mungkin pembatalan penerbangan. Jadilah aku merasa lega aku tidak harus khawatir dengan hal ini sama sekali!

Di sisi yang lebih positif, minggu lalu bersalju loh di Belanda. Setelah delapan musim dingin, aku masih suka dengan yang namanya salju!! (Walaupun aku juga sudah belajar dan mengalami sendiri masalah besar yang bisa disebabkan oleh yang namanya salju sih, seperti misalnya pengalaman ini belum lama yang lalu.)

Amsterdam bersalju
Advertisements
EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2071 – A Wintery Weekend Trip to Bologna

ENGLISH

In the first weekend of February I went on a weekend trip to Bologna, which was the second of the two trips I did that week! Now it is time for the story before it becomes too late and obscure! 😀

The transport

My routing on this trip was Amsterdam – Lyon – Bologna – Amsterdam with KLM, HOP! Regional, and KLM Cityhopper, respectively. My flight to Lyon was with a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGN, my fifth (!) time flying this particular plane 😅. I had quite a long transit (about four hours) in Lyon before my HOP! Regional flight to Bologna with their Embraer ERJ145 reg F-GRGK. Because it was an Embraer ERJ145, of course I assigned myself a seat in the left side of the cabin which was a window AND aisle seat at the same time! Haha 😛 .

HOP! Regional’s Embraer ERJ145 reg F-GRGK which brought me to Bologna.

Then on Sunday I took KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EXF to go back to Amsterdam. There was a medical emergency on board this flight and so we tried to get as fast as possible to Schiphol. We landed at runway 36R, thus allowing quick taxi to the terminal, where a team of paramedics were already on standby and immediately entered the plane once the door was opened. All passengers were asked to wait for the patient to be taken care of and escorted out of the plane by the paramedics. It was quite a sight and amazing to see how professional everyone involved in this emergency situation was!

The Weather

Anyway, I went to Bologna thinking that the winter weather there should be “better” than Amsterdam. As it turned out, I was very wrong, lol. In fact, it was snowing in Bologna on the one full day that I was there! Lol 😆

It was snowing in Bologna!

The snow was, of course, not the biggest problem that I had; it was actually the rain! So the weather went alternatingly between the state of snowing and raining, which was really annoying to me, haha 😛 . But well, I tried to enjoy it as much as I could! 😛

The City of Bologna

Bologna

Speaking of Bologna, it had a cute and historical city center (Bologna Centro) with all the old buildings. It appeared to me whomever did the urban planning back then thought of this horrible weather I would have today. What I really liked the most, for this particular day, of the city center was that many tall buildings got their upper floors “extended” towards the sidewalk hence provided a coverage for the pedestrian from weather like this! Hahaha 😛 .

Yeay, a coverage for pedestrian in Bologna Centro

Anyway, the city center of Bologna was, indeed, really nice, especially the architecture. This was, of course, not that surprising to find in Italy, haha. The Centro is basically anchored around the landmark of the city, Le Due Torri, or “The Two Towers” in English (reminding us much of LOTR? 😆 ).

The Two Towers of Bologna

There was also a long straight avenue with a lot of shops connecting the center of the Centro to the railway station.

The Bolognese Food

While the city itself was nice, what stood out the most to me was definitely the food! Lol 😆 . And actually I was quite excited about it. I am quite sure you are likely to have heard of a special dish coming from the city’s region. Well, it is not really a dish, actually, but a “sauce”: the bolognese sauce used for pasta!! So you have ever tried spaghetti bolognese? It is “bolognese” because that sauce was supposed to originate from this city! Haha 😆 . And so it was a no brainer that my first ever dish in the city was a tortellini bolognese with ragu!! 😀

A tortellini bolognese with ragu in Bologna!

And then, a local recommended me to try out tortellini in brodo (tortellini in broth) while staying there. This was another special Bolognese dish, apparently, where the pasta was cooked in a different way. And this dish was perfect for the weather as well. And so I was really happy to find a restaurant serving this dish in the city center.

Tortellini in brodo

And I can tell you while the dish looked simple, it was really, really delicious!! I never thought pasta could be cooked this way! Hahaha 😀

BAHASA INDONESIA

Di akhir pekan pertama Februari, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Bologna, yang mana perjalanan kedua dari dua perjalananku minggu itu! Ceritanya langsung aku tuliskan aja ya sebelum basi! 😀

Transportasi

Ruteku untuk perjalanan ini adalah Amsterdam – Lyon – Bologna – Amsterdam berturutan dengan KLM, HOP! Regional, dan KLM Cityhopper. Penerbanganku ke Lyon dioperasikan dengan Boeing 737-700nya KLM rego PH-BGN, kali kelima (!) aku terbang dengan pesawat yang satu ini dong 😅. Aku transit cukup lama di Lyon (sekitar empat jam) menunggu penerbangan lanjutanku dengan HOP! Regional Embraer ERJ145 rego F-GRGK ke Bologna. Karena pesawatnya Embraer ERJ145, jelas dong aku memilih kursi di sisi kiri pesawat yang mana adalah kursi jendela DAN lorong secara bersamaan! Haha 😛

Embraer ERJ145 milik HOP! Regional rego F-GRGK yang membawaku ke Bologna.

Lalu di hari Minggu aku kembali ke Amsterdam dengan Embraer ERJ190 milik KLM Cityhopper. Btw, di penerbangan ini terjadi kondisi darurat medis sehingga pilotnya berusaha secepat mungkin untuk mendarat di Schiphol. Kami mendarat di landasan pacu 36R, sehingga taxiing ke terminalnya nggak pakai lama, dimana di sana satu tim paramedis sudah siap siaga menunggu dan langsung masuk pesawat begitu pintu dibuka. Semua penumpang diminta untuk duduk dan menunggu untuk pasien darurat ini ditangani oleh paramedis dan diturunkan dari pesawat. Keren banget lah melihat bagaimana profesionalnya semua pihak yang terlibat dalam menangani situasi darurat ini!

Cuaca

Anyway, aku pergi ke Bologna mengira cuaca musim dingin di sana akan “lebih baik” daripada Amsterdam. Ternyata aku salah besar, haha. Malah, cuacanya bersalju dong di Bologna di satu hari penuhku di sana! Huahaha 😆 .

Bersalju loh di Bologna!

Saljunya sih, jelas, bukan masalah bagiku; yang jadi masalah adalah hujannya! Jadi cuacanya itu bergonta-ganti terus antara salju dan hujan, yang mana nyebelin dong ya, haha 😛 . Ah, tapi aku tetap berusaha menikmatinya sih! 😛

Kota Bologna

Bologna

Ngomongin Bologna, kota ini memiliki pusat kota bersejarah yang cantik banget (Bologna Centro) dengan gedung-gedung tuanya. Nah, sepertinya siapa pun yang mendisain tata kota ini dulu sudah memperkiranakn cuaca buruk yang akan aku hadapi hari ini deh. Yang aku paling suka, untuk hari ini terutama, dari pusat kotanya adalah lantai atas gedung-gedung tingginya dibuat “menjorok” ke arah trotoar gitu sehingga memayungi pejalan kaki dari cuaca macam begini! Hahaha 😛 .

Yeay, para pejalan-kaki dipayungi di Bologna Centro

Anyway, tapi bener kok pusat kota Bologna itu cantik banget, terutama arsitekturnya. Ini, tentu saja, nggak mengherankan sih namanya aja di Italia kan ya, haha. Centro-nya sendiri pada dasarnya berpusat di landmark kotanya, Le Due Torri, atau “Dua Menara” dalam bahasa Indonesia (namanya LOTR banget ya? Haha 😆 ).

Dua Menara di Bologna

Ada juga jalan besar lurus panjang yang dipenuhi dengan pertokoan yang menghubungkan pusat kota dan stasiun kereta.

Makanan a la Bologna

Walaupun kotanya sendiri cantik, yang paling spesial bagiku adalah makanannya! Haha 😆 . Dan sebenarnya aku excited banget terhadap yang satu ini. Aku cukup yakin pasti pada pernah mendengar masakan spesial yang asalnya dari daerah kota ini. Eh, bukan masakan sih sebenarnya, tetapi lebih ke “saus”, yaitu saus bolognese yang banyak digunakan untuk pasta!! Pernah makan spaghetti bolognese? Nah namanya “bolognese” karena sausnya itu asalnya adalah dari kota ini! Haha 😆 . Jadi jelas dong ya untuk makan malam pertamaku di kota ini aku memesan tortellini bolognese dengan ragu!! 😀

Tortellini bolognese dengan ragu di Bologna!

Dan kemudian, aku mendapatkan rekomendasi dari seorang lokal dari sana untuk mencoba tortellini in brodo (tortellini dengan kuah) selagi di Bologna. Ini adalah masakan spesial Bologna lainnya, ternyata, dimana pastanya dimasak dengan cara yang anti-mainstream. Kebetulan pula masakan ini cocok banget untuk cuaca macam begini kan ya. Jadilah aku senang banget ketika menemukan restoran di pusat kota yang menyediakannya.

Tortellini in brodo

Dan bisa aku bilang walaupun masakannya nampak sederhana, tetapi rasanya enak banget lho!! Sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku deh kalau pasta bisa dimasak dengan cara ini! Hahaha 😀

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2047 – A Winter Weekend in London (Part II: The Long Way Home)

ENGLISH

Posts in the A Winter Weekend in London mini series:
1. Introduction
2. Part I: London
3. Part II: The Long Way Home

With the departure of my new flight being scheduled at 11:45 AM, I planned to check out at around 8. But before that of course I planned to have the complimentary breakfast that was already included in my reservation. The breakfast was amazing, btw! 🙂

The amazing hotel breakfast

Anyway, it was snowing quite hard when I was checking out. The problem was, it turned out to still be quite early on a Sunday that there was still no overground train running from the station near my hotel. So it appeared that I had no other option than to soldier through the snow and walked to the nearest Piccadilly line Tube station from where I could catch a tube to Heathrow.

Soldiering through snow in London

While at least it was snowing (and not raining) hence “soldiering through it” was still doable, it was still not the most pleasant experience ever! Haha 😆 I arrived at the Tube station like a mess with my coat and body covered in snow, lol 😆 . Long story short, I caught the first metro to Terminal 4 of Heathrow and about 45 minutes later I arrived at the airport.

I checked-in and then cleared the security check via the priority lane thanks to my SkyTeam Elite Plus status 😛 . And then, obviously I went to the awesome SkyTeam Lounge at the airport. I settled myself onto one of the seats and treated myself with some sweets and drinks. I felt like I deserved it after the rough morning I had with the snow, haha 😛 .

The awesome drinks section at the SkyTeam Lounge at Heathrow

Upon checking-in at the lounge, the receptionist asked me if I would like to sign up for the complimentary 15 minutes facial spa treatment by Clarins. Oh wow, this was so awesome and was similar to the same lounge treatment I experienced at the Air France lounge at John F. Kennedy Airport in New York! Obviously I said yes! Haha 😛 The spa treatment was very nice and relaxing; and at the end of it the beautician also gave me a small package of Clarins moisturizer as a gift! :mrgreen:

Facial spa treatment at the SkyTeam Lounge at Heathrow

By checking my Flightradar24 app, I knew my flight would be delayed. It was not surprising given the weather. Even at Heathrow it was snowing quite bad at times. And indeed at around 11:30 AM, it was announced that my flight had been delayed to 1:20 PM. And so I just enjoyed my time at the lounge and, in the meantime, had some lunch as well.

It was snowing badly at Heathrow too

However I kept seeing no sign of a KLM bird departing from Schiphol to Heathrow via my app. On the other hand, it was 1:30 PM already and the departure monitor still indicated the 1:20 PM departure. I then asked the reception and at the time she just got the information from KLM that my flight had been cancelled! 😱She informed me to go back to the KLM ticketing counter in front of the check-in area from where the KLM people would be able to assist me.

It was quite a long hassle to go from the airside to the ticketing counter at the landside of Heathrow, btw, as this was a British airport so I would need to clear immigration as well! And when I was there, long lines had been formed in front of the counter, including the SkyPriority lane! There was nothing I could do at this point than to just wait patiently and see.

Long queues of cancelled passengers at Heathrow

While I was waiting, some officers distributed the compensation guideline from KLM. They also informed us that all flights to Amsterdam had been cancelled today and there was high uncertainty on how things would go the next day. They assured us that KLM was working on rebooking us to the next available flights; but this would take some time because the bad weather problem was at Schiphol, KLM’s base; meaning KLM was facing a huge chaos at the moment.

Cancelled flight

While waiting, I started to look for room availability at the hotels nearby Heathrow. Thankfully I still found some with reasonable last-minute price; which assured me a little bit. I was standing in the line, which only barely moving, for more than an hour.

Until up to a point, the ticketing lady asked if any of us were passengers with Amsterdam as our final destination. Probably around 50 people raised their hands, including myself. She informed us that if we were still to fly, it appeared that we would not be able to fly until Tuesday because Monday’s weather forecast was even worse than today’s (Today was a Sunday). As an alternative, KLM had hired a bus to get to Schiphol with very soon departure. While this was certainly not pleasant, at least we would be able to arrive in Amsterdam on Monday early morning. The bus was totally optional and if we did not want it, KLM would still rebook us to the next available flight to Amsterdam.

The approximated route with the bus if we were up for it.

I decided to take the bus because at this point, I still was not given my new flight confirmation. Beside, this would actually mean the fulfillment of a long forgotten bucket list item of mine, that was to travel with all means of public transportation between the Netherlands and London. Bus was the only one missing (the others were: flights, trains, and ferry services); and perhaps this was the “answer” to this item, haha. Upon signing in, KLM also gave us each a £4.50 voucher for us to spend on food and drink for the bus trip.

View this post on Instagram

When all flights to Amsterdam from London get cancelled due to heavy snow at Schiphol and KLM (the airline) arranges a bus service between the two as the best possible solution due to tomorrow's forecast that isn't any better. Funnily I don't think it is that bad because this actually means the fulfillment of a long forgotten bucket list item of mine that is to travel between the Netherlands and London with all possible means of public transport. Bus was the only one missing as I have (obviously) taken many flights, the Eurostar trains, and the ferry boat services! Lol #Zilkos2017WeekendTrip #travelexperience #selfie #Heathrow #HeathrowSelfie #London #England #travelling #travelwoes #winter #winterproblems #snowproblems #UK #🇬🇧 #✈️ #experience #bucketlist #thisislife #KL1010 #LHRAMS #KLM #frequentflyer #instaselfie #selfienation #thisiswhyitravel #instawinter #wintergram #HeathrowTerminal4 #instaHeathrow

A post shared by Aurelius Zilko (@azilko) on

Long story short, the bus arrived at the bus stop in front of the terminal. I settled onto one of the seats and thankfully the bus was not full and the seat next to me was empty, haha. I was hoping for the bus to have wifi but unfortunately it did not 😛 . After all passengers boarded, we began our land trip to the Netherlands. Yeah, somehow we were all thinking of a comfortable 1 hour flight from London to Amsterdam this morning and we all ended up taking a bus on this route. What an adventure this day had been!

Taking the bus KLM arranged as an alternative to get to Schiphol via land.

During the trip, I got a notification from KLM that I had been rebooked to the first available flight, that would be flight KL1002 with departure time at 08:40 on: Tuesday morning! Haha. Well, I was quite glad that I took this bus option at the time.

Also, the attendee found out that the Channel Tunnel was closed due to the weather. This unfortunately meant we would need to take the slow way to cross the Channel Strate: by the ferry boat. About three hours after departure, we arrived at the Port of Dover where the ferry would depart from. Originally, we planned to take the 19:55 service to Calais in France because (1) it was the earliest scheduled one and (2) it was the shorter ferry route to France from Dover (You know, a ferry boat moves slowly so minimizing the time on the boat would be crucial to minimize the total travel time). However, the ferry would be delayed until 21:30 and so the attendee decided to take the 20:00 to Dunkerque in France. It would be a slightly longer ferry route but this was the fastest possible option that evening. As a side note, it was quite cool though that the security and immigration check were done even without us, the passengers, needing to leave the bus!

Port of Dover in England.

Long story short, we boarded the ferry boat just before 20:00. The total ferrying time would be around two hours so obviously they would not “trap” us inside the bus during the whole time. They let us out to the passengers area in the ferry. With only nine decks, the ferry was much smaller than my “usual” twelve decks Hoek van Holland – Harwich ferry. I went to the restaurant and had a chicken schnitzel (which mushroom sauce tasted weird IMO) as a dinner.

The total journey was two hours. Being a smaller ship, its “sway” was also more promiment than the Hoek van Holland – Harwich ferry I took before. To prevent myself from catching a sea sickness because of this, I decided to walk around the two passengers deck during the entire time, haha. There was one shop, two restaurants, a bar/cafe, an arcade game area, and several lounges on board the ship.

On board the Dover – Dunkerque ferry boat

At around 23:00 local time, we were docking at Dunkerque in France. We went back to our bus and after the door opened, we continued our trip to Schiphol via Belgium. The journey took a little bit longer than expected because the driver needed to be careful with the slippery road due to the snow.  I was already super tired at this time and so I slept pretty much all the way to Schiphol!

About 20 minutes before arriving, the attendee woke us up notifying that we almost arrived at the destination. He wished us well and reminded us not to forget anything on the bus because he, the driver, and the bus would immediately return to the UK after dropping us off at Schiphol! :O That was insane indeed! And so we gave him a round of applause for all the trouble of taking us safely to the Netherlands!

It felt so good to finally arrive at Schiphol!

We arrived at Schiphol at around 3 AM on Monday morning. There I also saw a lot of stranded passengers staying overnight at the troubled airport. As there was no convenient public transport option at this ungodly hour, I decided to take a cab to go straight home. This was, btw, my first time ever taking a cab from Schiphol! Haha 😆 .

And finally after about 30 minutes more of taxi trip which cost €60 (which, in the end, KLM was willing to reimburse as a customer service gesture 😍), I arrived at home!

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam mini seri A Winter Weekend in London:
1. Introduction
2. Part I: London
3. Part II: The Long Way Home

Dengan keberangkatan penerbangan baruku yang jam 11:45 pagi, aku berencana untuk check out sekitar jam 8. Tetapi tentu saja sebelumnya aku sarapan dulu dong karena sarapan sudah termasuk di dalam reservasi kamarku. Sarapannya sendiri enak banget, btw! 🙂

Sarapan yang asyik banget di hotel

Di luar sedang bersalju ketika aku check out. Masalahnya, karena ternyata masih kepagian di suatu hari Minggu maka belum ada kereta yang dijadwalkan berangkat dari stasiun di dekat hotelku. Jadilah nampaknya aku tidak ada pilihan lain selain berjalan kaki menembus salju menuju stasiun tube jalur Piccadilly terdekat dari mana aku bisa naik tube menuju Heathrow.

Berjalan menembus salju di London

Walaupun setidaknya ini hanya lah salju (dan bukannya hujan) sehingga “berjalan menembusnya” masih adalah pilihan yang bisa dilakukan, tetap aja ini bukan lah hal yang mengasyikkan! Haha 😆 . Aku tiba di stasiunnya dengan kacau banget deh dimana mantel dan tubuhku terlumuri salju semua, haha 😆 . Singkat cerita, akhirnya aku menaiki tube dan tiba di Terminal 4 Bandara Heathrow sekitar 45 menit kemudian.

Aku check-in dan kemudian melalui pemeriksaan sekuriti melalui jalur prioritas berkat status SkyTeam Elite Plusku 😛 . Dan kemudian, jelas aku masuk ke Lounge SkyTeam yang kece banget di bandara ini. Aku duduk di salah satu kursinya dan menraktir diriku sendiri dengan kue-kue dan minuman yang enak-enak deh. Ya habis rasanya aku berhak dihadiahi gitu kan setelah pagi keras dengan salju yang baru saja aku hadapi, haha 😛 .

Bagian minumannya Lounge SkyTeam yang kece banget di Heathrow

Nah, ketika check-in di lounge-nya, resepsionisnya bertanya apakah aku mau didaftarkan untuk komplimen facial spa treatment selama 15 menit dari Clarins. Oh wow, asyik banget nih ya dan sama seperti fasilitas di lounge yang aku dapatkan di Lounge Air France di Bandara John F. Kennedy di New York! Jelas aja lah ya aku mau! Huahaha 😛 . Spa treatment-nya asyik banget lho dan memang relaxing banget lah; dan setelahnya beautician-nya juga memberiku satu botol kecil moisturizer-nya Clarins sebagai hadiah! :mrgreen:

Facial spa treatment di Lounge SkyTeam di Heathrow

Melalui app Flightradar24-ku, aku tahu bahwa penerbanganku akan terlambat. Nggak mengherankan sih karena cuacanya. Bahkan di Heathrow-pun juga bersalju lumayan parah lho. Dan memang, sekitar jam 11:30 pagi diumumkan bahwa penerbanganku telah ditunda hingga jam 1:20 siang. Dan jadilah aku bersantai saja di lounge-nya, sekalian makan siang juga.

Di Heathrow juga bersalju lumayan deras

Namun, tetap aja aku tidak melihat tanda-tanda adanya pesawat KLM yang berangkat dari Schiphol ke Heathrow di app-ku. Di sisi lain, jam sudah menunjukkan pukul 1:30 sementara monitornya masih menunjukkan jadwal jam 1:20 siang itu. Jadilah aku bertanya ke resepsionisnya yang mana ketika itu baru saja diberi-tahu bahwa penerbangan KLMku resmi dibatalkan! 😱 Ia memberi-tahuku untuk kembali ke konter tiketnya KLM di area check in dari mana petugasnya KLM akan bisa membantuku.

Agak repot lho untuk kembali dari airside ke konter penjualan tiketnya di landside-nya Heathrow karena ini adalah bandara Inggris yang mana artinya aku harus melewati pemeriksaan imigrasi pula! Dan ketika aku di sana, antrian panjang telah terbentuk di depan konternya, termasuk jalur SkyPrority! Ya sudah, tak ada yang lebih yang bisa kulakukan pada waktu ini kecuali menunggu dengan sabar dan pasrah.

Antrian panjang penumpang yang penerbangannya terbatalkan di Heathrow.

Sembari menunggu, beberapa petugas membagikan petunjuk kompensasi dari KLM. Mereka juga menginformasikan bahwa semua penerbangan tujuan Amsterdam telah dibatalkan hari ini dan ketidak-pastiannya yang amat tinggi untuk keesokan harinya. Mereka meyakinkan kami bahwa KLM sedang berupaya memindahkan kami ke penerbangan pertama yang tersedia; tetapi ini akan memakan waktu karena yang terkena masalah cuaca parah adalah Bandara Schiphol, bandara pusat aktivitasnya KLM. Artinya KLM sendiri sedang menghadapi situasi chaos yang amat besar saat ini.

Penerbanganku dibatalkan.

Sembari menunggu, sekalian aku mencari kamar hotel di dekat Heathrow. Untungnya, aku masih menemukan beberapa dengan harga last minute yang masih masuk akal; yang mana sedikit menenangkanku. Aku menunggu di antriannya, yang nyaris tak bergerak sama sekali, selama lebih dari satu jam.

Hingga di satu waktu, petugas tiketnya bertanya siapa saja kah penumpang dengan tujuan akhir Amsterdam. Mungkin sekitar 50 penumpang mengacungkan jari, termasuk aku. Ia memberi-tahu kami bahwa jika kami masih mau naik pesawat, kemungkinan kami baru bisa berangkat di hari Selasa karena ramalan cuaca hari Seninnya bahkan lebih buruk daripada hari ini (Minggu). Sebagai alternatif, KLM telah menyiapkan sebuah bus untuk mengantarkan kami ke Schiphol yang akan segera diberangkatkan. Jelas ini tidak akan menjadi perjalanan yang nyaman , tetapi setidaknya kami akan dipastikan tiba di Amsterdam di hari Senin subuh. Pilihan bus ini tidak lah wajib sama sekali btw dan jika kami tidak menghendakinya, KLM masih akan tetap memindahkan kami ke penerbangan pertama ke Amsterdam yang memungkinkan.

Perkiraan rutenya apabila kami memilih perjalanan dengan bus.

Aku memutuskan untuk mengambil alternatif dengan bus ini karena juga waktu itu aku belum mendapatkan kepastian konfirmasi penerbangan penggantiku. Di samping itu, ini juga berarti terpenuhinya satu item di bucket list-ku yang sebenarnya sudah terlupakan dan tersisihkan, yaitu untuk bepergian dengan semua moda transportasi umum di antara Belanda dan London. Hanya bus lah satu-satunya yang tersisa (lainnya adalah: pesawat, kereta api, dan kapal feri); jadi ini terasa seperti “jawaban” alam semesta akan item ini, haha. Ketika mendaftarkan-diri di busnya, KLM juga memberikan voucher senilai £4,50 untuk membeli bekal untuk perjalanan panjang dengan bus ini.

View this post on Instagram

When all flights to Amsterdam from London get cancelled due to heavy snow at Schiphol and KLM (the airline) arranges a bus service between the two as the best possible solution due to tomorrow's forecast that isn't any better. Funnily I don't think it is that bad because this actually means the fulfillment of a long forgotten bucket list item of mine that is to travel between the Netherlands and London with all possible means of public transport. Bus was the only one missing as I have (obviously) taken many flights, the Eurostar trains, and the ferry boat services! Lol #Zilkos2017WeekendTrip #travelexperience #selfie #Heathrow #HeathrowSelfie #London #England #travelling #travelwoes #winter #winterproblems #snowproblems #UK #🇬🇧 #✈️ #experience #bucketlist #thisislife #KL1010 #LHRAMS #KLM #frequentflyer #instaselfie #selfienation #thisiswhyitravel #instawinter #wintergram #HeathrowTerminal4 #instaHeathrow

A post shared by Aurelius Zilko (@azilko) on

Singkat cerita, bus kami tiba di depan terminal. Setelah naik, aku duduk di salah satu kursinya dan untungnya busnya tidak penuh sehingga kursi di sebelahku kosong, haha. Aku berharap busnya dilengkapi dengan wifi tetapi sayangnya harapanku tidak dikabulkan 😛 . Setelah semua penumpang naik, perjalanan darat kami ke Belanda dimulai. Iya, entah bagaimana kami memulai hari ini dengan berpikir akan naik penerbangan nyaman selama satu jam dari London ke Amsterdam dan kenyataannya kami sekarang berada di atas bus di rute yang sama. Sungguh sebuah hari yang penuh petualangan ya!

Menaiki bus yang sudah disediakan KLM sebagai alternatif untuk menuju Schiphol melalui jalur darat.

Di perjalanan ini, aku mendapatkan notifikasi dari KLM bahwa aku sudah digantikan tiket di penerbangan pertama yang tersedia, yaitu di penerbangan KL1002 dengan keberangkatan jam 08:40 di: hari Selasa pagi! Haha. Ya, waktu itu sih aku cukup lega aku memilih alternatif dengan bus ini.

Juga, petugas pengantar kami mendapatkan informasi bahwa Terowongan Channel ditutup karena cuaca buruk. Sayangnya, ini berarti kami harus menyeberangi Selat Channel dengan cara yang pelan: yaitu dengan menumpang kapal feri. Jadilah tiga jam setelah keberangkatan, kami tiba di Pelabuhan Dover darimana kapal ferinya akan berangkat. Awalnya, kami berencana naik kapal feri jam 19:55 dengan tujuan Calais di Prancis karena (1) ini adalah jadwal paling awal dan (2) rute ini adalah rute yang lebih pendek ke Prancis (Karena kecepatan kapal feri yang rendah, artinya meminimalisasi waktu di kapal feri juga berarti minimalisasi total waktu perjalanan). Namun, kapal ferinya ternyata terlambat malam itu dan baru akan diberangkatkan jam 21:30. Jadilah petugas pengantar kami memutuskan untuk naik kapal jam 20:00 dengan tujuan Dunkerque di Prancis. Rute feri ini sedikit lebih jauh tetapi ini adalah pilihan tercepat malam itu. Btw untuk catatan sampingan nih, keren lho pemeriksaan sekuriti dan imigrasinya dilakukan tanpa kami, para penumpang, harus turun dari bus!

Pelabuhan Dover di Inggris.

Singkat cerita, kami menaiki kapalnya tepat sebelum jam 20:00. Total perjalanan dengan kapal ferinya adalah dua jam sehingga tentu saja kami tidak akan “dikurung” di dalam bus di perjalanan ini. Kami “dilepas” ke area penumpang di kapalnya. Dengan hanya sembilan dek, kapal ini jauh lebih kecil daripada kapal feri “biasa”-ku dari Hoek van Holland – Harwich yang memiliki dua belas dek. Aku pergi ke restorannya dan memesan schnitzel ayam (yang mana saus jamurnya terasa aneh banget menurutku) untuk makan malam.

Total perjalanannya adalah sekitar dua jam. Karena kaparnya lebih kecil, “goyangan”-nya juga lebih terasa daripada kapal feri Hoek van Holland – Harwich yang kunaiki sebelumnya. Untuk mencegah diriku mabuk laut, aku memutuskan untuk jalan-jalan aja mengelilingi dua dek area penumpang di dalam kapalnya, haha. Ada sebuah toko, dua restoran, sebuah bar/kafe, area game, dan beberapa lounge di kapal ini.

Di dalam kapal feri Dover – Dunkerque

Sekitar jam 23:00 waktu setempat, kami merapat di Dunkerque di Prancis. Kami kembali ke bus dan setelah pintu kapal dibuka, kami melanjutkan perjalanan ke Schiphol dengan melintasi Belgia. Perjalanannya sedikit lebih lama dari perkiraan karena sopirnya harus berhati-hati dengan jalanan yang licin akibat salju. Aku sendiri sangat lelah sehingga aku tertidur di sepanjang perjalanan ke Schiphol!

Sekitar 20 menit sebelum mendarat, pengantarnya membangunkan kami dan memberi-tahu bahwa kami sudah nyaris tiba di tujuan. Ia mengucapkan salam kepada kami dan mengingatkan kami untuk tidak melupakan apa pun di dalam busnya karena ia, sopirnya, dan busnya akan langsung kembali ke Inggris begitu menurunkan kami di Schiphol! :O Gila ya! Dan jadilah kami memberikan tepuk tangan kepada mereka karena telah bercapek-capek mengantarkan kami ke Belanda.

Rasanya senang sekali akhirnya tiba di Schiphol!

Kami tiba di Schiphol sekitar jam 3 subuh di hari Senin. Aku lihat ada banyak penumpang terlantar yang harus menginap semalam di bandara yang lalu-lintasnya terganggu dan kacau balau ini. Karena tidak ada transportasi umum yang jadwalnya enak di jam-jam kayak begini, aku memutuskan untuk naik taksi untuk langsung pulang ke rumah. Ini, btw, adalah pertama kalinya aku naik taksi dari Schiphol lho! Haha 😛 .

Dan akhirnya setelah perjalanan dengan taksi selama 30an menit yang menghabiskan biaya €60 (hampir Rp 1 juta 😅; yang mana ditanggung KLM sebagai customer service gesture 😍), aku akhirnya tiba di rumah juga!

General Life, Life in Holland, Zilko's Life

#2031 – Wintery December

ENGLISH

December 2017, so far, has been really wintery. Perhaps it is the most wintery December of the past three or four years in the Netherlands!

When it was snowing hard in Amsterdam

You know, it all started last weekend when it snowed for the first time this winter. The last time it snowed in December was way back in 2012 if I am not mistaken! And then the snow went overboard over the weekend which messed my weekend trip to London up, haha. It was still snowing quite hard in Amsterdam on Monday. In fact, that day the KNMI (the Dutch meteorological body) issued a red snow warning! Things have started to go back to “normal winter” since then, thankfully.

Aside from the snow, the Christmas vibe has also been getting stronger and stronger now. The Amsterdam Light Festival has officially started and so the city looks really cool now in the evening with all the pretty lights! A few big Christmas trees are also erected in several squares across the city, for instance at the famous Dam Square.

The Christmas tree at Amsterdam’s Dam Square

Also at the office, a lot of my colleagues brought a lot of cakes and cookies and desserts and those sweet stuffs everyday to celebrate the festive season! Oh wow the temptation was indeed super strong this week! I really needed super strong self control so that I did not consume too much of those evil sweet things! Lol 😛 I also got my hair cut this afternoon and upon leaving, I was given a bottle of white wine as a Christmas gift! 😀

Speaking of this week, finally I had the time to start going back to they gym again! I found it interesting btw that after being absent for only about three and a half weeks, I did feel like my body had “weakened” a little bit. The weight which I used to lift with little to no problem posed a bit of a challenge this week, haha! Oh well…

Anyway, so yeah it has been festive here in Amsterdam nowadays!

Amsterdam Light Festival

BAHASA INDONESIA

Desember 2017, sejauh ini, sudah berasa banget nih musim dinginnya. Mungkin ini adalah Desember yang paling “musim dingin” di Belanda dalam tiga atau empat tahun belakangan!

Ketika bersalju lebat di Amsterdam

Semuanya dimulai akhir pekan yang lalu dimana untuk pertama kalinya salju turun musim dingin ini. Terakhir kali bersalju di bulan Desember adalah di tahun 2012 loh kalau nggak salah! Dan kemudian saljunya terus turun dengan lebay di sepanjang akhir pekan itu sampai-sampai mengacaukan perjalanan akhir pekanku ke London, haha. Di hari Senin, salju masih turun dengan lebatnya di Amsterdam. Bahkan, hari itu KNMI (badan meteorologinya Belanda) mengeluarkan peringatan salju level merah! Setelah hari itu, cuaca mulai kembali ke cuaca musim dingin sebagaimana biasanya, untungnya.

Di samping salju, suasana Natal juga sudah semakin terasa lebih kuat sekarang. Festival Lampu Amsterdam (Amsterdam Light Festival) juga sudah resmi dimulai sehingga kotanya nampak kece sekarang di malam hari dengan semua hiasan lampunya! Beberapa pohon Natal besar juga sudah dipasang di beberapa lapangan utama di seluruh penjuru kota, seperti misalnya di Lapangan Dam yang terkenal itu.

Pohon Natal di Lapangan Dam (Dam Square) di Amsterdam

Belum lagi di kantor ada banyak kolega yang membawa kue-kue yang manis-manis ke kantor setiap hari untuk merayakan suasana ini! Ya gimana ini godaannya kok banyak bener gini ya! Aku benar-benar membutuhkan kontrol diri yang kuat nih supaya nggak terlalu banyak ngemil yang manis-manis itu! Hahaha 😛 Aku juga potong rambut siang ini dan ketika akan pulang, aku bahkan diberikan sebotol white wine sebagai hadiah Natal loh! 😀

Ngomongin minggu ini, akhirnya aku ada waktu juga nih untuk kembali ke gym! Aku rasa menarik juga dimana aku absen hanya selama tiga setengah minggu tetapi terasa sekali tubuhku kok kayak sudah sedikit “melemah”, haha. Beban yang biasanya bisa aku angkat tanpa masalah jadi terasa sedikit lebih berat nih minggu ini, haha!

Anyway, jadi ya memang di Amsterdam akhir-akhir suasananya sungguh meriah!

Amsterdam Light Festival
General Life, Zilko's Life

#2027 – A Very “Colorful” Week

ENGLISH

It has been a full working week since I got back home from my November 2017 Trip to Indonesia. So how has this week been?

Well, as in any other week following a long-haul flight crossing several different time zones, the week started with my body fighting the jetlag, haha. I went to work on Monday and it was quite annoying because the jetlag was still quite strong while at the same time I was tuning back to where I left off at work and tried to catch up on what has been going on while I was away.

Speaking of work, there was a track outing event this Thursday where we went: karaoke-ing after work! Haha 😛 . Btw it surprised me that karaoke won the votes (We voted for what activity we would like for the track outing). Anyway, it turned out to be really fun! 😛

Yeah, so my theme this week was, indeed, mainly about recovery. While generally I was getting better as the week passed by, I wasn’t feeling particularly well in the middle of the week. I think I caught a flu because of the jetlag and also the sudden switch of climate from tropical rainy season to European winter. While the flu wasn’t that bad, it was enough to affect my fitness that day a little bit.

I still managed to go to my tennis lesson this week but conflicting agenda and the flu prevented me from going to the gym. I actually thought of fighting through the flu and went to the gym in the middle of the week. But I have learned that I needed to listen to my body and to think of the bigger picture that is my work and upcoming personal plans. So I cancelled my gym plan and tried to not be too harsh on myself, haha. My health is a priority, right? 😛

Speaking of the European winter, this happened yesterday:

Yes, it was snowing!! No matter how many times before I have experienced snow, I still find it very beautiful!! 😍😍😍

So, yeah, this week indeed has been a really “colorful” week for me!!

BAHASA INDONESIA

Sudah satu minggu kerja penuh sekarang semenjak aku kembali dari perjalanan November 2017ku ke Indonesia. Jadi bagaimanakah mingguku ini?

Yah, seperti minggu-minggu lainnya setelah sebuah penerbangan jarak jauh melintasi beberapa zona waktu yang berbeda, minggu ini dimulai dengan badanku melawan efek jetlag yang masih kuat, haha. Aku pergi ke kantor di hari Senin dan hari itu cukup menyebalkan karena jetlagnya masih kuat sementara aku berusaha untuk mencoba mendapatkan ritme pekerjaanku kembali seperti sebelumnya dan di saat yang sama juga berusaha untuk catch up dengan semua perkembangan yang terjadi ketika aku sedang pergi.

Ngomongin kerjaan, ada acara track outing hari Kamis kemarin ini dimana kami pergi: karaokean sepulang kerja doong! Haha 😛 . Btw, tidak kusangka-sangka lho bahwa karaoke akan menang dalam voting (Sebelumnya kami voting aktivitas apa yang ingin kami lakukan di track outing). Anyway, ternyata seru banget lho! 😛

Ya, jadi ya memang begitu deh temaku minggu ini, pemulihan diri. Walaupun secara umum aku semakin pulih seiring dengan berlalunya minggu ini, aku sempat merasa kurang fit di pertengahan minggu. Kayaknya aku kena flu gitu deh karena kombinasi jetlag dan perubahan cuaca dari musim hujan tropis ke musim dingin Eropa. Walaupun nggak terlalu parah, flunya cukup mempengaruhi fitness-ku hari itu.

Aku masih sempat pergi ke les tenisku minggu ini sih tetapi jadwal agendaku yang tubrukan dan flunya itu membuatku sama sekali tidak bisa pergi ke gym minggu ini. Sebenarnya sempat terbesit pikiran untuk tidak menghiraukan flunya dan tetapi memaksakan diri untuk ke gym di pertengahan minggu itu. Tapi aku sudah belajar bahwa aku perlu untuk mendengarkan tubuhku dan memikirkan the bigger picture yaitu pekerjaanku dan rencanaku ke depan ini dalam waktu dekat. Jadilah rencanaku ke gym hari itu kubatalkan dan aku berusaha untuk tidak terlalu kerasa kepada diriku sendiri. Yang namanya kesehatan adalah nomor satu kan? 😛

Ngomongin musim dingin di Eropa, kemarin ini terjadi lhoo:

Iyaa, turun salju dooong!! Nggak peduli sudah berapa kali sebelumnya aku bersentuhan dengan yang namanya salju, bagiku salju itu masih indah bangettt!! 😍😍😍

Jadi, ya begitu lah. Minggu ini memang telah menjadi minggu yang sungguh “berwarna” bagiku!!

Life in Holland, Zilko's Life

#1883 – Wintery February

ENGLISH

As usual, this February has been the coldest month this winter 😛 . While in Amsterdam it was also snowing in January (only for a little bit, though), it was much more frequent in February. In fact, it was more than enough for the snow to pile up!

And those who have experienced snow would fully understand that, indeed, this is the best feeling ever:

Haha 😆

This winter is my seventh winter in the Netherlands. Even then, I still find snow to be really beautiful and magical! Haha 😆 And so obviously I am glad that the winter of 2013/2014 still remains as my only snowless winter 😛 .

BAHASA INDONESIA

Seperti biasa, Februari ini adalah bulan terdingin di musim dingin kali ini 😛 . Walaupun di Amsterdam juga bersalju sih Januari lalu (sedikit doang sih tapinya), saljunya lebih banyak turun di bulan Februari. Dan banyaknya cukup loh untuk saljunya cukup menumpuk gitu! Jadi kan kece ya.

Dan mereka yang memiliki pengalaman dengan salju, pasti memahami banget deh bahwa yang berikut ini adalah best feeling ever:

Haha 😆

Musim dingin kali ini adalah musim dingin ketujuhku di Belanda. Walaupun begitu, bagiku salju itu masih nampak indah, keren, dan kece banget! Haha 😆 Jadi jelas lah ya tentu aku merasa lega bahwa musim dingin tahun 2013/2014 masih bertahan sebagai satu-satunya musim dinginku yang tanpa salju 😛 .

EuroTrip, One Week Trip, Vacation

#1739 – Side Stories from Helsinki

ENGLISH

Posts on the 2016 Baltic Spring Trip series:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga
4. Part IV: Helsinki
5. Part V: Tallinn
6. Part VI: Tallink and Finnair

***

Here are a couple of things I experienced in Helsinki during my 2016 Baltic Spring Trip (see Part IV above).

Finnish Language

The Finnish language is not a member of the Indo-European language family which implies it does not belong to the Germanic language branch. It is also not an Austronesian language. These all mean that I was very unfamiliar with the language as I could not “connect” it with the few languages which I knew.

Nonetheless, probably Finland’s close proximity to Sweden meant there were a lot of Swedish people in the country, at least in the capital (Helsinki). As a result, most of the public signs in the city (at least the ones that I saw) were both in Finnish and Swedish. And I am glad about it!

Look, obviously I do not speak Swedish (lol). However, Swedish is a Germanic language which means it is easy to notice many resemblances with Dutch. And as a result, I still understood (or at least was able to guess) those signs while in Helsinki through my knowledge of Dutch which I could use to interpret Swedish, haha 😆 .

While I did not know what "Hätäuloskäynti" meant, I understood "nödutgång". Presumably, it was the Swedish equivalent of the Dutch word "nooduitgang"
While I did not know what “Hätäuloskäynti” meant, I understood “nödutgång”. Presumably, it was the Swedish equivalent of the Dutch word “nooduitgang”

Even so, this only worked when I had to read something though. Even though of the same language family, the Dutch and Swedish pronunciation were very different. And so when someone read something to me in Swedish, say for which I would understand if I would have just read it, I would most likely not understand what I was told about, haha 😆 .

Btw, indeed English is Germanic too but I feel like I understand Swedish much more from the Dutch side than the English side. So I guess the “distance” within the same family is different between each member. Not that it is surprising.

Winter in Spring

Anyway, I was in Helsinki at the end of March and early of April, which means technically it was supposed to be Spring. And Spring is associated with flowers, trees, grass, sunlight, butterflies, etc. Definitely not with ice and snow. But while I was in Helsinki, I still found this:

Snow!!!
Snow!!!

Yes, there were still traces of ice and snow. It was literally the most snow I saw this last winter 😅😅😅😅😅. A little bit ironic indeed, haha 😆

Even the sea was still frozen
Even the sea was still frozen

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2016 Baltic Spring Trip:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga
4. Part IV: Helsinki
5. Part V: Tallinn
6. Part VI: Tallink and Finnair

***

Berikut ini dua buah cerita dari pengalamanku di Helsinki di perjalanan musim semi 2016ku ke Baltik (cerita utama di Bagian IV).

Bahasa Finlandia

Bahasa Finlandia tidaklah termasuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa language yang mana artinya bahasa ini juga tidak termasuk dalam rumpun bahasa Jermanik. Bahasa ini juga bukan lah bahasa Austronesia. Ini semua berarti aku sama sekali tidak familier dengan bahasanya karena aku jadi “tidak bisa” menghubungkannya dengan sedikit bahasa yang kukuasai.

Toh walaupun begitu, mungkin kedekatan geografisnya Finlandia dengan Swedia berarti ada banyak orang Swedia di negaranya, setidaknya di ibukotanya (Helsinki). Sebagai akibatnya, kebanyakan tanda-tanda di tempat umum (setidaknya yang kulihat) dituliskan dalam bahasa Finlandia dan Swedia. Dan aku senang mereka begitu!

Begini, jelas lah ya aku nggak bisa bahasa Swedia (lol). Namun, bahasa Swedia adalah bahasa Jermanik yang mana artinya mudah untuk menemukan kemiripannya dengan bahasa Belanda. Sebagai akibatnya, aku masih bisa mengerti (setidaknya menebak-nebak) arti dari tanda-tanda itu di Helsinki dengan kemampuan bahasa Belandaku yang bisa kugunakan untuk menebak-nebak arti dalam bahasa Swedia, haha 😆 .

While I did not know what "Hätäuloskäynti" meant, I understood "nödutgång". Presumably, it was the Swedish equivalent of the Dutch word "nooduitgang"
Walau aku tidak tahu apa arti dari “Hätäuloskäynti”, aku mengerti “nödutgång”. Aku asumsikan, ini adalah ekuivalen dalam bahasa Swedia dari kata “nooduitgang” dalam bahasa Belanda

Toh walaupun begitu, ini hanya bisa kulakukan jika aku harus membaca sesuatu sih. Walaupun masih dalam rumpun bahasa yang sama, pengucapan dalam bahasa Belanda dan Swedia itu berbeda banget. Jadi jika ada orang yang membacakan sesuatu dalam bahasa Swedia ke aku, walaupun andaikata pesannya bakal aku mengerti jika pesannya itu aku baca, kemungkinan besar aku nggak akan mengerti apa yang baru diucapkan ke aku deh, haha 😆 .

Btw, memang sih bahasa Inggris juga termasuk rumpun bahasa Jermanik. Namun, aku merasa aku bisa menebak arti dalam bahasa Swedia lebih melalui bahasa Belanda deh daripada bahasa Inggris. Jadi aku rasa “jarak” antara dua bahasa dalam suatu rumpun berbeda-beda ya satu sama lain. Yaa, nggak mengherankan juga sih.

Musim dingin di musim semi

Anyway, aku berada di Helsinki di akhir Maret dan awal April, yang mana artinya secara teknis itu sudah musim semi kan ya. Dan musim semi kan identik dengan bunga-bunga yang bermekaran, pohon-pohon yang menghijau, rumput-rumput yang tumbuh, sinar mahatari, kupu-kupu, dll. Jelas tidak dengan es dan salju kan ya. Namun, ketika di Helsinki aku menemukan ini dong:

Snow!!!
Saljuuu!!!

Iyaa, masih ada banyak bekas-bekas es dan salju loh. Dan ini adalah salju paling banyak yang aku lihat di musim dingin yang baru lewat ini 😅😅😅😅😅. Iya, ironis ya rasanya, haha 😆

Even the sea was still frozen
Bahkan lautnya pun masih beku