#2076 – A Tale of Power Bank Hunting

ENGLISH

I have previously mentioned that not too long ago I bought a new power bank because my older one was broken; and I had found power bank to be very useful. At the time I wasn’t very happy with it because I found it to be too large and was rather heavy, thus making it quite inconvenient for my travels. Yeah, I bought the product online and it was, indeed, my mistake that I did not carefully check these dimensions; the downside of online shopping, haha. On the other hand it had a lot of capacity and was still well within the allowed range to be brought to a flight cabin.

A new power bank (left) and the old one (right)

However, after some (quick) consideration I decided to return the product because I couldn’t look past the inconvenience of it on my travels .Yeah, the cool thing about purchasing stuffs in the Netherlands is the “cooling off” period where we can return a product we have just bought (and, of course, get a refund)! But of course this is not for all products. This was my first time, ever, returning a product because I changed my mind, though, haha 😆 . Btw, I bought the power bank from a big electronic store in the Netherlands who had a cooperation with the postal service, so returning the product was free of charge! Haha 😀 .

The process went very smoothly, btw. I got a confirmation from the store in about 24 hours that they had received my shipment (Even they bothered to take two pictures of the shipment 😅) and that my payment would be fully refunded. Technically the process was much quicker than that as the part which took the most time of that 24 hours was the shipping back, haha 😆 . The refund took place about three working days later where I got it in my credit card account.

But of course at the end of the day I still needed a new power bank; and so I went to the store one day after work (No online shopping this time around! I felt like I needed to touch and see the product first before buying one! Lol 😆 ). Long story short, I bought one with much smaller capacity but with convenient size and weight to carry around. It actually was roughly similar, dimension-wise, to my old one, haha.

A new(er) power bank (left) and the old one (right)

Thus far, I am quite happy with it!

Yeah, this is the story of me getting a new power bank this month 😆.

BAHASA INDONESIA

Sudah kuceritakan sebelumnya belum lama ini bahwa aku membeli power bank baru karena yang lama rusak; dan sejauh ini aku merasa power bank itu sungguh berguna. Waktu itu aku tidak terlalu puas dengan produk baru ini karena bagiku terasa terlalu besar dan agak berat, sehingga kurang praktis untuk dibawa-bawa ketika jalan-jalan. Iya, barangnya aku beli online dan memang sih salahku aku tidak mengecek dua dimensi ini dengan teliti; ya sisi buruk dari belanja online memang ini, haha. Di sisi lain, sebenarnya produk ini berkapasitas besar banget dan dimensinya masih di dalam batas untuk diperbolehkan dibawa ke kabin pesawat sih.

Power bank baru (kiri) dan yang lama (kanan)

Namun, setelah pertimbangan (kilat), akhirnya aku memutuskan untuk mengembalikan (retur) produk ini karena bagiku ketidak-praktisannya untuk dibawa jalan-jalan itu mengganggu banget. Iya, asyiknya belanja di Belanda adalah adanya periode “cooling off” dimana kita bisa mengembalikan produk yang baru saja kita beli (dan, tentu saja, uangnya dikembalikan)! Eh setahuku ini nggak berlaku untuk semua produk sih tapinya. Biarpun begini, ini adalah pertama kalinya sih aku mengembalikan suatu produk karena aku berubah pikiran, haha 😆 . Btw, aku membeli power bank-nya dari toko elektronik besar di Belanda yang bekerja-sama dengan layanan pos, sehingga ongkir pengembalian produknya pun gratis loh! Haha 😀 .

Proses returnya pun berjalan dengan amat mulus, btw. Aku mendapatkan konfirmasi dari tokonya dalam waktu 24 jam bahwa barangnya sudah mereka terima kembali (Bahkan mereka mengirimkan dua foto barangnya segala loh 😅) dan pembayaranku akan dikembalikan penuh. Secara teknis sebenarnya prosesnya jauh lebih cepat daripada itu karena yang memakan waktu paling banyak dari 24 jam itu adalah pengirimannya, haha 😆 . Pengembalian pembayarannya sendiri berlangsung sekitar tiga hari kerja kemudian dimana pembayaranku dikembalikan di akun kartu kreditku.

Tetapi tentu saja ya pada akhirnya toh aku masih membutuhkan power bank baru; jadilah suatu sore aku mampir di tokonya sepulang kerja (Nggak mau belanja online deh kali ini! Aku merasa perlu untuk memegang dan melihat barangnya dulu sebelum membeli! Haha 😆 ). Singkat cerita, aku membeli satu yang kapasitasnya lebih kecil tetapi ukuran dan beratnya praktis banget untuk dibawa jalan-jalan. Ukurannya kurang lebih sama sih dengan power bank lamaku, haha.

Power bank yang (lebih) baru (kiri) dan yang lama (kanan).

Sejauh ini, aku cukup puas dengannya!

Yak, begini lah ceritaku membeli power bank bulan ini, huahaha 😆.

Advertisements

#2063 – More IKEA Stuffs

ENGLISH

Last year I mentioned my strategy with the furniture for my apartment, where I chose to take it slowly and so I could afford good products without having to blow my budget at once. One side advantage of this strategy was that I had the capacity (in terms of space) to buy things that became needed along the way (As, obviously my need for furniture was not static over time); which also meant that my apartment was not full of stuffs I did not need, haha 😆 .

My new wall cabinet

Anyway, in the last a few months or so, I realized that one thing has become needed: a bathroom wall cabinet to store my bathroom-related stuffs stock (shampoo, soap, toothpaste, toothbrush, etc). Thus far I stored those in a cabinet in the other room and I realized this was quite inconvenient, haha. And so I decided to browse IKEA’s product, and decided to order one which design I liked. While doing so, I also decided to buy a new hat/coat rack for the hallway because I felt like it was kind of needed for its practicality and to make my hallway looked “busier”, haha. What I liked was that the rack was hanging on the wall, so it did not make the hallway feel uncomfortably “narrower” for people to pass.

And while browsing through IKEA’s online catalogue, I also spotted a cool series of prints of water colour paintings depicting Paris’ Eiffel Tower and New York’s Brooklyn Bridge with cheerful colour. And so I decided to buy the series too!! In terms of colours, it pretty much went along with the print I bought the other day too, I thought. You know, as I said back then I have been looking for things to accessorize my apartment, haha. And this attempt is still not complete yet, btw. And as with my furniture strategy, I choose to take things slowly; though I already have things in mind on what I would like next in terms of these accessories 😀 .

Adding pieces of New York and Paris with cheerful mood to my place

Anyway, last week all these stuffs were delivered. And so my Saturday was quite busy assembling the new bathroom cabinet and the hallway hat/coat rack; plus putting the prints on the wall. You know, IKEA’s stuffs were affordable partly because the customers had to assemble the furniture themselves. While it was not that many stuffs that I bought, it was actually still quite tiring, to be honest! Haha 😆 .

So, yeah, my apartment has just got a little bit “busier”, and I like it! 🙂

Assembling IKEA’s cabinet

BAHASA INDONESIA

Tahun lalu, kuceritakan strategiku mengenai mebel untuk apartemenku, dimana aku memutuskan untuk tidak terburu-buru dalam memenuhi apartemenku sehingga aku mampu untuk membeli produk-produk yang baik tanpa harus membuat budget-ku membengkak parah. Satu keuntungan sampingan dari strategi ini adalah aku jadi memiliki kapasitas (dalam hal ruangan) untuk membeli barang-barang yang kemudian menjadi dibutuhkan sewaktu-waktu (Karena jelas kan kebutuhan kita akan mebel itu tidak statik terhadap waktu); yang mana artinya juga apartemenku tidak jadi penuh oleh barang-barang yang tidak aku butuhkan, haha 😆 .

Lemari dinding baruku

Anyway, beberapa bulan belakangan ini aku baru menyadari bahwa satu mebel menjadi kubutuhkan: lemari yang digantung di dinding untuk kamar mandi untuk menyimpang barang-barang yang berkaitan dengan kamar mandiku (maksudnya kayak stok shampoo, sabun, sikat gigi, pasta gigi, dll gitu). Sebelum ini, stoknya aku simpan di rak di ruangan lain yang mana baru aku sadar ternyata nggak praktis ya (Menurut ngana? Haha 😆 ). Dan jadilah aku mulai melihat-lihat katalognya IKEA, dan memutuskan untuk memesan satu yang disainnya aku suka. Sembari melihat-lihat itu, aku juga memutuskan untuk sekalian memesan rak mantel/topi untuk koridor apartemenku karena memang aku butuhkan juga sih untuk kepraktisan dan juga sekalian berfungsi membuat koridornya lebih “ramai”, haha. Yang aku suka, raknya yang model digantung begitu jadi nggak membuat koridornya terasa lebih sempit untuk jalan.

Nah ketika melihat-lihat katalognya itu, kebetulan aku juga melihat seri prints dari lukisan cat airnya Menara Eiffelnya Paris dan Jembatan Brooklyn-nya New York dengan warna yang ceria. Dan jadilah serinya sekalian aku beli!! Dari segi warna, prints ini serasi dengan print yang kapan hari aku beli, menurutku. Masih ingat kan, waktu itu aku ceritakan bahwa aku sedang mencari hal-hal untuk mendekorasi apartemenku gitu, haha. Dan upaya ini masih belum selesai loh. Dan seperti dengan strategiku untuk mebel, aku juga memutuskan untuk santai-santai saja dalam hal ini; walaupun aku sudah ada bayangan sih mengenai apa yang aku inginkan selanjutnya dalam hal dekorasi 😀 .

Menambahkan potongan-potongan New York dan Paris dengan mood ceria ke apartemenku

Anyway, minggu lalu semua pesananku ini diantar. Jadilah hari Sabtu kemarin aku sibuk memasang lemari kamar mandi dan rak mantel/topi koridorku itu; ditambah juga menggantung prints-nya di dinding. Ya tahu kan, barang-barangnya IKEA itu harganya cukup terjangkau setengahnya karena customer harus memasang sendiri mebelnya. Walaupun nggak banyak yang aku beli, tetapi ternyata masih cukup melelahkan juga loh sejujurnya! Haha 😆 .

Jadi, ya, apartemenku sudah menjadi agak “ramean” sedikit nih, dan aku suka! 🙂

Memasang lemari IKEAku

#2045 – Jetlag, Utrecht, and A Saturday

ENGLISH

Jetlag

My big theme this week was definitely recovery. You know, trying to get back to my normal daily routine after my two weeks vacation in California which ended last week. And the biggest recovery challenge which I must face this week was definitely the jetlag! Haha 😆 .

It was probably one of the worst jetlag I have ever faced. I guess the nine hours of time difference between California and Amsterdam played a big role in that! It was the worst early this week close to the weekend but got better and better everyday as the week went on. I am not fully recovered yet now, though, but the jetlag is no longer that bad, haha…

Utrecht

This Wednesday a friend of mine and I decided to catch up in Utrecht. She has decided not to extend her work contract there so we felt like we should meet in Utrecht before her contract would end. It was also because there was this awesome Belgian restaurant/bar called Olivier in the centrum which we had wanted to try for ages but hadn’t got the chance to because it was always very busy!

Olivier in Utrecht

So we went to Olivier at 6 PM and it was, as usual, very busy. The waiter told us we would need to wait for like 20-30 minutes. Well, we were fine with it as we could already start ordering some drinks from the bar anyway. We concluded that the place used to be a small church as indicated by the large organ at one side of the room and statues of Joseph and Mary at the other, haha.

Anyway, indeed Olivier was a great place (a millions time better than where we went to on our last dinner outing in Utrecht). I ordered the beef tenderloin medallions which was really good! The beer was great as well, though this was unsurprising  from Belgian beers.

Delicious beef tenderloin medallions at Olivier

A Saturday

My office is organizing a themed party next week and as per this morning I had not yet got a costume, which partly was because the especially difficult and rather unintriguing theme this year to me, haha. Anyway, so I went shopping today. Luckily, I got some idea on what to wear while I was at H&M today, and I decided to buy the “costume”. Well, it was more like an “outfit” than a “costume”, though, but whatever 😛 .

While in the centrum, I also decided to actually start buying stuffs to accessorize my apartment. For a really long time now I have had an idea to put some paintings/prints/photos on the wall. But thus far this idea never materialized because I was too lazy to shop around, haha. And so today I decided to actually start implementing this idea as I was already in the centrum anyway. I decided to buy a print of Joop Plasmeijer’s cheerful “Havengezicht” (Harbour View).

A print of Joop Plasmeijer’s paintings of Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Jetlag

Tema utamaku minggu ini adalah pemulihan. Ya begitu deh, berusaha untuk kembali ke ritme harianku setelah liburan dua minggu di California yang berakhir minggu lalu. Dan tantangan pemulihan terbesar yang harus aku hadapi minggu ini adalah jetlag! Haha 😆 .

Mungkin ini adalah jetlag terparah yang pernah aku hadapi deh. Aku rasa perbedaan waktu sebanyak sembilan jam antara California dan Amsterdam berperan di sini! Jetlagnya parah banget terutama awal minggu ini tetapi semakin membaik kok setiap harinya. Sekarang pun sebenarnya aku masih belum 100% pulih sih tetapi jetlag-nya sudah nggak separah itu lah, haha…

Utrecht

Hari Rabu kemarin aku dan seorang teman memutuskan untuk catch up di Utrecht. Ia telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjanya sehingga kami merasa perlu untuk ketemuan di Utrecht sebelum kontrak kerjanya berakhir. Ini juga karena kebetulan ada restoran/bar Belgia bernama Olivier yang terkenal banget di centrum dan kami belum pernah berkesempatan mencobanya sebelumnya karena tempatnya selalu ramai banget!

Olivier di Utrecht

Jadilah kami pergi ke Olivier jam 6 sore dan, seperti biasa, rame banget! Menurut pelayannya, kami harus menunggu 20-30 menitan sebelum ada meja yang tersedia. Kami nggak masalah dengan ini sih karena toh kami juga sudah bisa mulai memesan minum dari barnya kok sembari menunggu. Nah, kami berkesimpulan bahwa tempat ini dulunya gereja gitu karena ada piano organ besar di satu sisi ruangan dan patung Yosef dan Maria di sisi lainnya, haha.

Anyway, memang Olivier adalah tempat yang oke banget (jauuh lebih oke daripada restoran yang kami kunjungi di acara makan malam kami sebelumnya di Utrecht). Aku memesan menu daging sapi tenderloin medallions yang mana enak banget lho! Birnya juga enak, walaupun ini tentu tidak mengherankan karena namanya aja bir Belgia kan.

Beef tenderloin medallions-nya Olivier yang enak banget.

Sebuah hari Sabtu

Kantorku akan mengadakan pesta bertema minggu depan dan per pagi ini aku masih belum punya kostum untuk itu dong, yang mana setengahnya karena tema tahun ini agak sulit dan tidak begitu membuat excited sih, haha. Anyway, jadilah karena ini aku pergi shopping hari ini. Untungnya, aku mendapatkan ide untuk apa yang akan aku pakai di pestanya di H&M, dan “kostum”-nya langsung aku beli. Eh, sebenarnya lebih ke “outfit” sih daripada “kostum”, tapi ya biar aja lah ya 😛 .

Nah, selagi di centrum, aku juga memutuskan untuk akhirnya beneran memulai mendekorasi apartemenku. Sudah lama banget aku memiliki ide untuk menggantung lukisan/prints/foto-foto gitu di dinding. Tetapi selama ini ide ini belum terealisasikan sama sekali karena aku malas untuk keluar dan melihat-lihat, haha. Dan makanya hari ini ide ini aku materialisasikan karena toh sekalian aku sudah berada di centrum juga. Aku memutuskan untuk membeli sebuah print dari lukisan Havengezicht (Pandangan Pelabuhan)-nya Joop Plasmeijer yang warnanya ceria dan aku suka.

Sebuah print dari lukisan Amsterdamnya Joop Plasmeijer.

#1910 – Furniture Shopping

ENGLISH

The two months or so, I have been busy with, well, furniture shopping! This is certainly what comes with buying my own apartment, haha.

As I knew that this would be a big shopping spree, I needed to follow some rigorous planning on how I would proceed with it. This was because, clearly, my time was limited and, more importantly, so was my budget, haha 😆 .

Planning

I started with the most fun part of it. I asked my agent the floormap of my apartment and then listed what I would want to have in each room. The floormap allowed me to have quite precise estimate on the size of the stuffs that I wanted. Btw, this was the most fun part because at this stage I was not thinking of my budget yet, lol 😆 .

When I was, sort of, done, I started to attach rough numbers to each of the item. I summed them all, added some percentage of it on top as my “margins”, and ended up with such a big number! Lol 😆 .

Clearly this could potentially be a problem if I wasn’t careful. So I needed a strategy…

A Strategy

A strategy briefly entered my mind where I would buy a lot of “cheap” stuffs (possibly from Ikea 😛 ) so I would have a fully furnished apartment that would still be within my budget. However, I quickly dismissed this strategy as I did not think this would be the best, especially in the long run. This apartment would literally be mine so it would be wiser to invest in better quality furniture! Haha…

As I would live here in longer-term, all I needed at this point were the “necessities”, i.e. the basic furnitures I would need to have to make this apartment, at least, livable. I did not need everything I wanted by now; as I would be able to buy the others along the way. Without blowing my budget, this would allow me to buy “better” products.

Execution

A strategy set up, I then executed it. In order to get “better” products, I also asked around (read: my friends and colleagues). They gave me really valuable advices on which stores and (type of) products they would recommend. I seriously studied those advices, especially on the very necessary furnitures (e.g. bed, washing machine, fridge, sofa).

Though this meant I would need to invest more time (as there were several stores to check out (instead of one)), it was actually quite fun and I enjoyed it! Haha 😆 . While doing so I needed to watch my budget, though. I wouldn’t say I had a small budget for furniture, but of course it was also not infinite 😛 .

While it was certainly super comfortable and awesome and stuffs (I tried it), obviously I was not going to buy this €5000 (after discount price) bed.

About two weeks ago, most of those furnitures were delivered and assembled, and so I could start living in my own apartment. But still, this is all not done yet! It feels like there are still more things that I need!! Haha 😆 . But well, I don’t need to hurry and it is better to do it slowly, I think 😀 .

BAHASA INDONESIA

Dua bulanan terakhir, aku telah disibukkan dengan belanja mebel! Yah, ini mah jelas apa yang menjadi bonus dari yang namanya membeli apartemenku sendiri lah ya, haha.

Karena aku tahu belanja ini akan menjadi belanja yang besar banget, jelas aku membutuhkan perencanaan yang matang untuknya. Ini karena, jelas, waktuku terbatas dan, yang lebih penting, budget-ku juga, haha 😆 .

Perencanaan

Perencanaan aku mulai dengan bagian paling menyenangkan. Aku meminta kopian denah apartemenku dan kemudian mendaftar apa saja yang ingin aku miliki di setiap ruangan. Denah ini membantuku membuat estimasi yang cukup akurat mengenai ukuran barang-barang yang kuinginkan. Btw, ini adalah bagian paling menyenangkan karena aku masih belum mempertimbangkan budget-ku, haha 😆 .

Ketika aku sudah selesai, aku mulai mengaitkan perkiraan biaya kasar ke masing-masing item. Aku menjumlahkan semuanya dan menambahkan sekian persen di atasnya untuk “jaga-jaga”, dan hasilnya aku mendapatkan bilangan yang besar banget! Huahaha 😆 .

Jelas banget ini bisa menjadi masalah apabila aku tidak berhati-hari. Jadilah jelas aku membutuhkan sebuah strategi…

Sebuah Strategi

Sebuah strategi sempat memasuki pikiranku dimana aku akan membeli banyak barang-barang “murah” (mungkin dari Ikea 😛 ) sehingga aku akan memiliki apartemen dengan mebel lengkap tetapi biayanya terjangkau. Namun, tidak lama strategi ini langsung kubuang karena aku rasa ini bukanlah strategi terbaik, terutama untuk jangka panjang. Apartemen ini akan menjadi milikku sehingga lebih bijak apabila aku membeli barang-barang yang berkualitas lebih baik! Haha…

Karena aku akan tinggal disini untuk jangka panjang, yang kubutuhkan saat ini adalah “yang esensial-esensial” dulu, yaitu mebel-mebel yang harus ada supaya apartemen ini, setidaknya, bisa ditinggali. Aku toh tidak membutuhkan semuanya sekarang kan; dan yang lain-lain itu bisa kubeli sembari jalan. Tanpa membuat budget-ku membengkak, ini memungkinkanku untuk membeli produk-produk yang “lebih baik”.

Eksekusi

Sebuah strategi sudah terbentuk, saatnya untuk melaksanakannya. Untuk mendapatkan produk yang “lebih baik”, aku juga mengumpulkan informasi dari sekitarku (baca: teman-teman dan kolega-kolega). Mereka benar-benar memberikan saran yang berguna banget untuk toko-toko dan (tipe) produk yang mereka rekomendasikan. Aku sungguh-sungguh mempertimbangkan masukan-masukan itu, terutama untuk mebel-mebel utama (misalnya ranjang, mesin cuci, kulkas, sofa).

Walaupun ini berarti aku harus menghabiskan lebih banyak waktu (karena ada beberapa toko yang harus aku cek (bukannya satu)), toh ini rasanya seru dan aku menikmatinya! Haha 😆 . Ketika melakukannya aku harus memperhatikan budget-ku sih. Sebenarnya menurutku budget-ku sih nggak kecil-kecil amat, tetapi kan juga bukan berarti tak terbatas ya 😛 .

Walaupun memang sangat nyaman, enak, dan keren banget lah (aku sudah cobain), jelas dong aku tidak membeli ranjang seharga €5000an ini (sekitar Rp 75 juta), ini pun harga setelah diskon.

Sekitar dua minggu yang lalu, sebagian mebel itu sudah diantar dan sudah dipasang, sehingga kini aku sudah bisa meninggali apartemenku. Tapi tetap aja, ini semua belum selesai! Rasanya masih ada aja yang mesti dibeli!! Hahaha 😆 . Tapi mah sebaiknya jangan buru-buru dan pelan-pelan aja lah ya 😀 .

#1766 – A Weekend Story

ENGLISH

I am aware that this week is a vacation week in Indonesia; but here in the Netherlands it is not. Unless we take some days off (which many people do here at the university, including my professor, but this is mostly due to this week being the first week of the summer period where there is no class), it is a regular working week as usual, haha 😆 .

Anyway, speaking of this weekend, I did not go anywhere. Well, okay, I went to Den Haag on Saturday to get a haircut where I also ended up shopping a little bit due to some summer sale, haha 😆 . And I am glad that in general I was able to get some needed rest this weekend because coming to the weekend, somehow I felt so physically tired. It was not surprising though. My weekend trip the weekend before took the entire weekend so I had no time for some rest that weekend.

My Sunday was pretty much my exercise day where, in total, I exercised for about 4.5 hours the whole day, haha 😆 . Seriously. Yes, I feel healthy now and I am kinda proud of myself for that 🙂 .

It started with a tennis match which I played with a friend. In the match, I played really badly so I lost the match. One of the biggest factors of my loss was my legs were being lazy that day. In tennis, movement is key so you position your body well to hit a good shot. And that is on top of the strategy, technique, etc. You see, I am a competitive person so obviously I was not very happy with the loss. And to release my disappointment, I hit the gym right after the tennis match, haha 😆 .

In the evening, about two hours after dinner, somehow I felt fresh and so I decided to go to Delftse Hout to do some jogging. You know, making use of the still longer day this summer 🙂 . The Delft lake turned out to be smaller than I expected, though. I thought I would do one lap around the lake in about 30 minutes, but it turned out I finished it in less than 15, haha 😆 . And so I circled it twice.

Yeah, it was fun 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Aku tahu kok minggu ini adala minggu liburan di Indonesia; tetapi di Belanda sini engga loh. Kecuali jika kita mengambil cuti (yang mana banyak orang di universitas lakukan sih, termasuk profesorku, tetapi ini lebih disebabkan minggu ini adalah minggu pertama periode musim panas ini jadi kan nggak ada kuliah gitu), minggu ini ya kami semua mesti masuk kerja seperti biasa deh, haha 😆 .

Anyway, ngomongin akhir pekan ini, aku nggak kemana-mana kok. Eh, aku pergi ke Den Haag ding di hari Sabtu untuk potong rambut yang mana pada akhirnya aku juga malah membeli dua potong baju karena sedang ada summer sale, haha 😆 . Aku juga senang aku bisa beristirahat di akhir pekan ini karena masuk ke akhir pekan ini, entah mengapa badanku merasa lelah banget. Nggak mengherankan sih sebenarnya. Perjalanan akhir pekanku akhir pekan sebelumny memakan waktu keseluruhan akhir pekan itu sehingga aku tidak berkesempatan beristirahat waktu itu.

Hari Mingguku adalah hari olahraga dimana, totalnya, aku berolahraga selama sekitar 4,5 jam deh sepanjang hari itu, haha 😆 . Beneran deh. Iya, aku memang merasa sehat deh sekarang dan aku cukup bangga karenanya 🙂 .

Itu semua dimulai dengan sebuah pertandingan tenis dengan seorang temanku. Di pertandingan itu, aku bermain amat buruk sehingga aku kalah. Salah satu faktor terbesar penyebab kekalahanku adalah kakiku yang malas bergerak hari itu. Di tenis, pergerakan adalah kunci penting untuk memosisikan badan kita untuk memukul pukulan yang baik. Dan itu pun di samping strategi, teknik, dll loh. Nah, pada dasarnya aku adalah seorang yang kompetitif sehingga aku sebal dong ya dengan kekalahan semacam itu. Jadilah untuk menyalurkan kekecewaanku, aku pergi ke gym tepat setelah pertandingan tenis itu, haha 😆 .

Malam harinya, sekitar dua jam setelah makan malam, entah mengapa aku merasa berenergi sehingga aku memutuskan untuk pergi ke Delftse Hout untuk jogging. Yaa, sekalian memanfaatkan siang hari yang masih panjang nih musim panas ini 🙂 . Danau Delft ternyata lebih kecil daripada sangkaanku, lho. Kukira satu putaran mengelilingi danau akan membutuhkan waktu 30an menit. Eh ternyata aku menyelesaikannya dalam waktu kurang ari 15 menit saja, haha 😆 . Ya udah jadinya aku mengelilinginya dua kali deh.

Iya, seru memang 🙂 .

#1733 – A Saturday and TAR

ENGLISH

A Saturday

I went to Den Haag yesterday where I had three different agendas in the city (with different level of importance 😛 ).

While in Den Haag, some girl gave me this flower, haha...

While in Den Haag, some girl gave me this flower, haha…

First of all, to get a haircut. And this was the reason why I chose this particular weekend to do it. Why? Well, because this was the optimal time to have a haircut to me (as a function of my upcoming plans), hahaha 😆 . Secondly, to do some shopping, haha 😆 . I got a new jacket and three new t-shirts (for this coming summer) so it was, indeed, quite successful, I think 😛 . And thirdly, to stop by at the orientalmarkt there. Speaking of importance, the last one was indeed the least important one. I squeezed it there because I was already in the city anyway so why not? Haha 😆

Yeah, it was fun 🙂 .

The Amazing Race 28

Fly to Bali, Indonesia

Fly to Bali, Indonesia

Anyway, in March I shared a rumour the current season of The Amazing Race, season 28, visited Indonesia. The rumour turned out to be correct and the Indonesian legs (yes, plural!) were aired last week and this week.

Indeed they visited Bali! The first leg was in the Bali island itself and the second one was in Nusa Lembongan. As usual, what I love about the original series of The Amazing Race (the American version I mean) is often the tasks are about how the locals make their living, so not only about having fun/the beautiful things/etc kind of tasks. For instance, in Bali the contestants had to actually harvest some salt, sell bakso (meatballs), and harvest some seaweed in Nusa Lembongan.

Cole had to sell some bakso for Rp 10,000

Cole had to sell some bakso for Rp 10,000

It was cool that The Amazing Race was back in Indonesia, again! And it felt so nice to fully catch everything that was captured in camera. I mean, a lot of the locals spoke Indonesian here and there during the tasks and it felt good to understand what they said, lol 😆 . I mean, even the judge in the salt harvesting task blurted some words in Indonesian. For instance when Kurt had not put enough salt in the plastic bag and so she couldn’t give him the clue, she said “No, kurang!” (“kurang” in this case means “not enough”). Hahahaha 😆

Kurt and Brodie had to harvest some seaweed in Nusa Lembongan

Kurt and Brodie had to harvest some seaweed in Nusa Lembongan

BAHASA INDONESIA

Sebuah Sabtu

Aku pergi ke Den Haag di hari Sabtu kemarin dengan tiga buah agenda di kota itu (dengan level kepentingan yang berbeda-beda 😛 ).

While in Den Haag, some girl gave me this flower, haha...

Sewaktu di Den Haag kemarin, ada yang ngasih bunga ini gitu deh, haha…

Pertama-tama, adalah untuk potong rambut. Dan ini adalah alasan mengapa aku ke Den Haag di akhir pekan yang ini. Memang mengapa? Yaa, karena untukku akhir pekan ini adalah waktu yang optimal untuk potong rambut (sebagai fungsi dari rencanaku yang akan datang), hahaha 😆 . Kedua, adalah untuk belanja pakaian baru gitu deh, haha 😆 . Aku mendapatkan satu jaket dan tiga kaus baru (untuk musim panas ini). Jadi lumayan sukses lah ya, hahaha 😛 . Dan yang ketiga, untuk mampir di orientalmarkt disana. Ngomongin tentang tingkat kepentingannya, yang terakhir ini memang lah yang paling tidak penting. Aku mampir ke sana karena toh aku sedang berada di Den Haag jadi sekalian aja deh, haha 😆 .

Iya, seru 🙂 .

The Amazing Race 28

Fly to Bali, Indonesia

Fly to Bali, Indonesia

Anyway, Maret lalu aku sebutkan bahwa ada kabar burung bahwa musim kali ini dari The Amazing Race, musim 28, mengunjungi Indonesia. Rumornya ternyata benar loh dan babak-babak Indonesianya (iya, plural) ditayangkan di episode minggu lalu dan minggu ini.

Dan tempat tujuannya di Indonesia beneran Bali! Babak yang pertama berlangsung di pulau Balinya dan yang kedua di Nusa Lembongan. Seperti biasa, yang aku suka dari seri original The Amazing Race (yang versi Amerika maksudnya) adalah sering tugas-tugasnya adalah tentang pencaharian penduduk setempat, jadi nggak selalu tentang hal seru-seruan/yang indah-indah/dll gitu. Misalnya, di Bali para pesertanya diberikan tugas untuk membuat garam dari air laut, berjualan bakso, dan memanen rumput laut di Nusa Lembongan.

Cole had to sell some bakso for Rp 10,000

Cole harus menjual beberapa mangkok bakso seharga Rp 10.000

Seru ya The Amazing Race balik ke Indonesia, lagi! Dan asyik aja rasanya bisa mengerti semuanya yang tertangkap kamera. Maksudku begini, banyak orang-orang setempatnya yang berbicara dengan bahasa Indonesia disana-sini dan ini tertangkap kamera dan asyik aja gitu bisa mengerti apa yang dibicarakan, hahaha 😆 . Maksudku, bahkan ibu-ibu yang merupakan judge di tugas pembuatan garam itu kadang keceplosan bahasa Indonesia loh. Misalnya, ketika Kurt tidak memasukkan cukup garam ke dalam kantong plastiknya, ia berkata “No, kurang!“. Hahahahaha 😆

Kurt and Brodie had to harvest some seaweed in Nusa Lembongan

Kurt dan Brodie harus memanen rumput laut di Nusa Lembongan

#1665 – Oliebollen and A Saturday

ENGLISH

Oliebollen

One Dutch Christmas tradition which I always really really love is the oliebollen, haha 😆 . This is one of the many things which, every year, I always look forward to from Christmas 🙂 .

My relationship with oliebollen has come a long way since before I moved to the Netherlands. But of course this is very unsurprising since oliebollen is also quite well-known in Indonesia, haha 😆 . When I was younger, my oma liked to, once in awhile, cook oliebollen for me and my brother, along with the white powdery sugar of course! And we loved it so much! 😀 So that is why 😛 .

Anyway, a question though: “What is better than delicious oliebollen?“. Well, I got an answer for that last week, it was “FREE delicious oliebollen“, lol 😆 😈 . So a student association in my faculty organized a free oliebollen party at my building’s bar on Friday last week. Okay the beer wasn’t free but the beer in my building’s bar was already really cheap anyway. Of course my colleagues and I decided to join (who wouldn’t?). Too bad though each of us could only get one due to the limited supply (and obviously people kept coming 😛 ).

Okay, it was not all “too bad” actually now that I think about it. You know, oliebollen is actually not very healthy at all and, you know, I have been trying to live healthier in the past a few months. So limiting my consumption of oliebollen certainly isn’t a bad idea afterall. Even though on Saturday I could not resist the temptation and got myself another two pieces of those evil delicious Christmas bastards…

Saturday…

Speaking of Saturday, I went to Den Haag. I had three main agendas there (1) to get a haircut (my North America trip is coming soon so a haircut is a must 😛 ); (2) to buy some stuffs from the orientalmarkt; and (3) to do some shopping! Haha 😆

So about two weeks ago when I was coming back from my weekend trip to Northern Ireland, at Schiphol I saw this guy wearing fancy black men’s boots. And I actually thought they looked really cool especially for winter and I wanted a pair for myself, haha 😆 . I mean, most of the time I like to wear sneakers as I find them very comfortable. However, I do think there are occassions where sneakers are not really appropriate so I need to have other types of shoes as well (I do have formal shoes though). So I set my mind: I wanted a pair of boots with zipper (because the zipper makes them look sexier in my opinion AND it makes the boots very practical to put on).

Long story short (which involved me getting myself a new cardigan and t-shirt as well 😛 ), I got myself a pair of new black Hush Puppies leather boots 😛 .  As they were made from leather, the SA gave me an instruction on how to maintain them though. Ah, such high-maintenance being you are, my new boots! 😛

BAHASA INDONESIA

Oliebollen

Salah satu tradisi Natal Belanda yang amat aku sukai adalah oliebollen, haha 😆 . Ini adalah satu dari banyak hal yang, setiap tahunnya, aku tunggu-tunggu dari Natal 🙂 .

Sejarah hubunganku dengan oliebollen itu sudah ada lama semenjak sebelum aku pindah ke Belanda. Nggak mengherankan juga sih secara oliebollen kan lumayan terkenal juga ya di Indonesia, haha 😆 . Dulu ketika masih kecil, omaku suka, sesekali, membuatkan oliebollen untukku dan adikku, lengkap dengan gula bubuk putihnya itu juga tentunya! Dan kami suka banget! 😀 Jadi begitu deh sejarahnya 😛 .

Anyway, sebuah pertanyaan nih: “Apa hayo yang lebih enak daripada oliebollen yang enak?“. Yah, minggu lalu aku mendapatkan jawabannya, yaitu “oliebollen yang enak dan GRATIS“, muahahaha 😆 😈 . Jadi ceritanya sebuah himpunan mahasiswa di fakultasku mengadakan pesta oliebollen gratis gitu deh di bar di gedung kantorku di hari Jumat minggu lalu. Birnya nggak gratis sih tetapi bir di bar di gedung kantorku mah murah banget. Jelas dong aku dan kolegaku ikutan. Sayangnya masing-masing dari kami hanya dijatah satu buah oliebollen aja karena keterbatasan persediaan (Dan jelas yang datang banyak banget :P. Ya iya lah, snack enak dan gratis, siapa yang nggak mau coba ya? 😛 ).

Oke, nggak “sayangnya” juga sih sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi. Tahu kan, oliebollen itu sebenarnya sangat amat tidak sehat dan toh beberapa bulan belakangan ini aku mencoba untuk hidup lebih sehat. Jadi membatasi jumlah konsumsi oliebollen bukanlah ide yang buruk juga. Walaupun di hari Sabtunya aku tidak mampu menahan godaan dan malah membeli dua buah snack Natal enak nan durjana itu sih…

Sabtu…

Ngomongin hari Sabtu, aku pergi ke Den Haag. Aku memiliki tiga agenda untuk aku lakukan disana: (1) untuk potong rambut (kan perjalanan ke Amerika Utaraku hampir tiba jadi potong rambut itu wajib aku lakukan dong ya 😛 ); (2) untuk membeli beberapa barang di orientalmarkt; dan (3) untuk shopping! Haha 😆

Jadi sekitar dua minggu yang lalu ketika pulang dari perjalanan akhir pekanku ke Irlandia Utara, di Bandara Schiphol aku melihat seorang laki-laki yang memakai sepatu boots pria hitam yang nampak elegan. Dan aku berpikir bahwa kok sepatunya nampak super keren banget ya terutama untuk musim dingin dan tiba-tiba aku jadi pengen juga deh, haha 😆 . Maksudku, seringnya aku memakai sepatu kets karena menurutku sepatu kets amat nyaman untuk dipakai. Namun, aku rasa ada beberapa acara dimana sepatu kets jelas tidak cocok dong ya sehingga aku harus punya beberapa tipe sepatu lainnya juga (eh, kalau sepatu formal aku punya sih). Jadilah di dalam otak aku tanamkan pikiran: aku ingin sepasang sepatu boots yang ada rit-nya (karena rit-nya membuat sepatunya nampak lebih seksi menurutku DAN membuat sepatunya lebih praktis untuk dipakai kan).

Singkat cerita (yang panjangnya melibatkan aku membeli sebuah cardigan dan kaus baru untukku juga 😛 ), aku mendapatkan sepasang sepatu boots kulit hitam merk Hush Puppies 😛 . Karena dibuat dari kulit, SA-nya memberiku instruksi bagaimana cara merawat sepatunya dong. Ah, dasar kamu sepatu boots baru yang high-maintenance banget ya! 😛