#2126 – A Tennis Racket Story

ENGLISH

During my tennis lesson last week, this happened:

A broken tennis racket string

Yep, for the first time ever since I picked up a tennis racket, I had a broke string during play! Haha 😆 . Thankfully it was during a tennis lesson so I could borrow a racket from the coach for the reminder of the session. Even though of course it wasn’t “optimal” for my game because, you know, every tennis player was accustomed to a certain “feel” of the racket (the grip, the stringing tension, the racket surface size, the presence of a damper, etc). And so it was unlikely that a borrowed racket would be a perfect match to one’s “feel”. But this was, of course, a much better situation than not having a racket to play tennis, haha 😛 .

Anyway, I bought this racket in October 2015. Actually the racket still felt fine up to last week’s lesson, as since I started working in Amsterdam I haven’t been able to play as often as like when I was still in the university; so the racket hadn’t been *that* worn out. So this made me think that perhaps broken string had little to do with the “weariness” of a racket, haha.

Though, I’m not sure about Agnieszka Radwanska’s racket here 😆

This experience made me feel like a “professional player” though, in a way, who quite often had a broken string while playing a match! (Actually I had wondered why I had not had a broken string as I had played for years, whereas it felt like at least in one of two or three professional matches that I watched a string of one of the players’ rackets broke, haha).

Anyway so of course I could have had the racket restrung. But my last experience with racket restringing wasn’t the bestest one. At the time I felt like the string tension after restringing wasn’t the same and it didn’t “feel” right. Okay, a logical explanation for that was perhaps the tension was “wrong”. However, as Barney Stinson said…

and so I decided to just go with the easiest option and buy a new racket, haha 😛 .

I went to a store in Amsterdam Centrum after work on Friday, though before that I already browsed for some options at an online tennis store. I knew that I would like a Wilson racket because Wilson was the brand the Williams sisters used, lol 😛 (#truefans). I almost bought one at the store, but then I didn’t because at the very last second I decided to choose the model I had seen earlier online: the Blade 104 model used by Venus Williams, haha 🙈. The store in Amsterdam didn’t have this particular model in stock at the time. And yesterday, my new racket was delivered to me 😀 . Btw, the nice thing about this online store was that they were able to customize the string too to my own specification! 🙂

My new Wilson Blade 104 tennis racket

BAHASA INDONESIA

Di les tenisku minggu lalu, ini terjadi:

Senar raket tenis yang putus

Iya dong, untuk pertama kalinya semenjak aku mulai bermain tenis, aku mengalami yang namanya senar raketnya putus ketika aku bermain! Haha 😆 . Untungnya kejadiannya adalah ketika les sih sehingga aku bisa meminjam raket dari pelatihnya untuk sisa dari sesi les kali itu. Walaupun jelas ini nggak “optimal” karena setiap pemain itu memiliki “feeling“-nya sendiri dengan raketnya (pegangannya, tegangan senarnya, luas permukaan raketnya, apakah pakai damper atau tidak, dll). Dan jadilah raket pinjaman itu seringnya tidak memiliki “feel” yang pas banget dengan kita. Ah, tapi ini adalah situasi yang lebih baik ya daripada main tenis tapi nggak punya raketnya, iya kan, haha 😛 .

Anyway, raket ini aku beli di bulan Oktober 2015. Sebenarnya raketnya masih baik-baik saja kok sampai sesi les minggu lalu itu, karena toh semenjak aku mulai bekerja di Amsterdam aku tidak bisa bermain tenis sesering dulu ketika masih di universitas; jadilah raketnya masih belum se-“usang” itu. Ini membuatku berpikir mungkin yang namanya senar yang putus itu tidak ada hubungannya dengan “keusangan” sebuah raket, haha.

Eh tapi kalau apa yang terjadi dengan raketnya Agnieszka Radwanska ini aku nggak tahu juga sih, haha 😆

Pengalaman ini membuatku merasa seperti “petenis profesional” nih, di satu sisi, yang mana nampak sering mengalami kejadian senar putus ketika bermain suatu pertandingan! (Sebenarnya sempat terpikirkan olehku lho mengapa kok aku tidak pernah mengalami senar raket tenis yang putus padahal aku sudah main tenis bertahun-tahun, sementara rasanya setidaknya di satu dari dua atau tiga pertandingan profesional yang aku tonton, senar dari salah satu raket yang digunakan pemainnya itu putus, haha).

Anyway jelas sebenarnya bisa saja raketku di-restring. Tapi pengalaman terakhirku dengan me-restring raketku ternyata bukan pengalaman yang terbaik. Maksudnya, waktu itu rasanya tegangan senarnya setelah di-restring nggak sama sehingga “feel” raketnya rasanya jadi aneh gitu. Iya, iya, penjelasan logisnya adalah kemungkinan besar memang tegangannya aja yang waktu itu “salah”. Tapi, seperti katanya Barney Stinson kan…

dan jadilah aku memutuskan mengambil pilihan yang mudah aja dan membeli raket tenis baru, haha 😛 .

Aku pergi ke sebuah toko peralatan olahraga di Amsterdam Centrum sepulang kerja di hari Jumat; eh tapi sebelumnya aku sudah mengecek satu toko online juga sih. Aku sih sudah tahu aku akan membeli raketnya Wilson lagi karena merk ini adalah merk yang dipakai Williams bersaudari, haha 😛 (#truefans). Aku nyaris membeli satu raket di tokonya, tapi kemudian last minute aku membatalkan niatan itu karena aku memutuskan untuk membeli model yang sudah aku lihat di internet sebelumnya: model Blade 104 yang dipakai oleh Venus Williams, haha 🙈. Btw tokonya di centrum pas kebetulan tidak memiliki stok model yang ini waktu itu. Dan kemarin, raket baruku akhirnya tiba di tanganku 😀 . Btw, asyiknya toko online ini adalah mereka bisa meng-customize string-nya sesuai dengan spesifikasi yang aku inginkan lho! 🙂

Raket tenis Wilson Blade 104 baruku

Advertisements

#2123 – A Couple of Recent Sporting Stories

ENGLISH

French Open Coverage

So last week the French Open was concluded. I even went to Paris for the women’s singles final and men’s doubles final last weekend.

Anyway related to this tennis tournament, last year I was happy with my tv cable subscription as it also had two (sometimes three) channels covering some of the main tennis tournaments, including the French Open. This year, however, I was slightly disappointed with the coverage of the French Open 😛 . This was because, especially in the first week of the tournament, quite often the matches that I were most interested in were not aired in those channels (There were more channels for tennis but I would need extra subscription for those).

Though, Venus Williams’ match was aired. Though the result was not what I wished…

It wasn’t “deliberate” or anything, as it was more of my bad luck with the scheduling. I mean, once the channel aired the first round match between Kiki Bertens and Aryna Sabalenka over Serena Williams’ first grandslam match since giving birth to her daughter versus Kristýna Plíšková, haha. I mean, I got it that Kiki Bertens was Dutch and so this was why she got the “priority” as it happened that both matches took place concurrently, but still 😛 (Thankfully, a Belgian channel covered Serena’s match so afterall it was ok).

But you know, somehow I got the general feeling of “disappointment” with this year’s coverage of the French Open in the first week, haha…

The Injury

Anyway speaking of sport, last week I mentioned that I just realized I had a slight knee injury which frustrated me a little bit because it hindered me from my short-term goal of intensifying my cardio training a little bit more to accelerate my body fat percentage loss, haha.

Actually on my gym session that day I published the post, I decided to “test the water” right away by intensifying my cardio session a little bit. Obviously the injury hadn’t been healed yet but at the same time I would like to know how “bad” it actually was. And it turned out to be not as bad as I thought, haha. While I still “felt” it, it didn’t prevent me from finishing my cardio. Though, of course I still used my common sense by not really pushing it too much.

But so far so good! 😀

BAHASA INDONESIA

Penayangan French Open

Jadi ceritanya minggu lalu turnamen tenis French Open selesai. Aku bahkan pergi ke Paris untuk menonton babak final tunggal putri dan ganda putranya akhir pekan kemarin ini.

Anyway berkaitan dengan turnamen tenis ini, tahun lalu aku merasa senang dengan keputusanku untuk berlangganan tv kabel karena aku jadi memiliki dua (kadang tiga) saluran tv yang menayangkan beberapa turnamen-turnamen tenis besar, termasuk French Open ini. Tahun ini, tapinya, aku sedikit merasa kecewa dengan penayangan French Open-nya 😛 . Terutama di minggu pertama turnamennya sih, dimana ada beberapa pertandingan yang mana aku tertarik tetapi tidak ditayangkan di saluran-saluran tersebut (Sebenarnya ada lebih banyak saluran lagi yang menayangkan semua pertandingannya tetapi aku harus berlangganan ekstra untuk itu).

Eh tapi pertandingannya Venus Williams ditayangkan sih. Walaupun hasil pertandingannya tidak sesuai harapanku…

Ini bukannya “disengaja” atau gimana sih, karena sebenarnya ya ini adalah kesialanku aja dengan jadwal pertandingannya. Misalnya, suatu kali salurannya menayangkan pertandingan babak pertama antara Kiki Bertens dan Aryna Sabalenka dong dan bukannya pertandingan grandslam pertama-nya Serena Williams setelah melahirkan anak perempuannya melawan Kristýna Plíšková, haha. Iya sih aku paham Kiki Bertens itu adalah pemain Belanda jadilah ia mendapatkan “prioritas” karena kedua pertandingan ini kebetulan kok dimainkan bersamaa, tapi tetap aja lah ya 😛 (Untungnya waktu itu ada saluran Belgia yang menayangkan pertandingannya Serena sih jadi nggak apa-apa lah).

Tapi intinya adalah, entah mengapa tahun ini aku kok merasa “kecewa” gitu dengan penayangan dari turnamen French Open ini, terutama di minggu pertama, haha…

Cedera

Anyway mumpung ngomongin olahraga, minggu lalu aku ceritakan tentang cedera lutut minorku yang menyebalkanku karena cederanya menjadi penghalang bagiku dalam mencapai tujuan jangka pendekku yaitu meningkatkan intensitas latihan kardio untuk mempercepat proses penurun persentase lemak tubuhku, haha.

Nah jadi sebenarnya di sesi gym-ku di hari posting itu aku publikasikan, aku memutuskan untuk “cek-cek ombak” dengan langsung meningkatkan intensitas sesi kardioku sedikit. Jelas waktu itu cederanya masih belum sembuh, tetapi pada saat yang sama aku juga ingin tahu seberapa “parah” sebenarnya cederanya kan. Dan ternyata tidak separah yang aku takutkan, haha. Walaupun cederanya masih “terasa”, tetapi tidak sampai membuatku tidak bisa menyelesaikan target kardioku kok. Ah, tapi jelas aku masih menggunakan akal sehat juga lah ya dimana aku juga tidak terlalu memaksakan target yang tinggi-tinggi amat dulu.

Tapi sejauh ini, so far so good kok! 😀

#1913 – Pregnancy*

ENGLISH

* NOT mine 😛

Last week, a bombshell was dropped:

Serena Williams announced her pregnancy.

To be honest, my initial reaction was “shocked”; considering the stage of her tennis career where she is soo close to break Margaret Court’s all-time 24 grandslam titles (Serena is at 23).

But then, the pregancy news explains everything and, suddenly, it all makes sense. Untypically, Serena withdrew from both Indian Wells and Miami tournaments in March. Then, she did not sign up for Rome tournament, a big tournament where she is the defending champion and is an ideal preparation for the second grandslam of the year, the French Open.

Btw, being 20 weeks pregnant by mid-April, it means she was 8-week pregnant when winning the Australian Open earlier this year!! :shocked: Yes people, an 8-week pregnant Serena was even capable of winning a singles grandslam without even losing a set the whole tournament!! That just told us how great of a tennis player she was.

Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1 while being pregnant. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

In fact, as of this week, a 5-month pregnant Serena Williams is back at world number 1! Seriously.

Back to the French Open matter, you know, I have bought a ticket for a women’s singles final 😣 . From an entirely selfish fans point of view, I am quite disappointed with the news because this means for sure I will not watch Serena Williams in the final this year (I did last year and two years ago). With the current state of the WTA Tour, it is very unpredictable which two players I am going to watch in the final. I am hoping it is not two “random” players, haha. Even further, in this case I would want to see Venus Williams. However, given that it is clay and clay is not Venus’ favorite surface, well… .

Nonetheless, it is also announced that she still intends to come back in 2018. I do hope this will happen and it will be interesting to see how this comeback would go. Serena is known as the queen of comeback, but this one is going to be a little bit of a unique circumstance where she is not coming back from a prolonged injury or health issue.

Anyway, congratulations, Serena and Alexis Ohanian (the co-founder of Reddit, that is her fiancee)!! Honestly, deep down in my heart, I am happy with the news! 🙂

BAHASA INDONESIA

* BUKAN aku kok 😛

Minggu lalu, sebuah berita mengejutkan diturunkan:

Serena Williams mengumumkan kehamilannya.

Sejujurnya, reaksi awalku adalah “kaget” banget; dengan mempertimbangkan karir tenisnya saat ini dimana ia sudah dekat sekali untuk memecahkan rekor sepanjang-waktunya Margaret Court sebanyak 24 gelar tunggal grandslam (Serena berada di angka 23 sekarang).

Tetapi kemudian, berita kehamilan ini menjelaskan semuanya dan, tiba-tiba, semuanya masuk akal sekarang. Tidak seperti biasanya, Serena mundur dari turnamen Indian Wells dan Miami di bulan Maret. Lalu, ia juga tidak mendaftarkan-diri di turnamen Roma, sebuah turnamen besar yang mana ia merupakan juara bertahannya dan ideal untuk persiapan turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open.

Btw, berada di minggu ke-20 kehamilan di pertengahan April, artinya ia sedang hamil 8 minggu dong ketika menjuarai Australian Open awal tahun ini!! :shocked: Iya dong, Serena yang sedang hamil 8 minggu pun mampu menjuarai turnamen grandslam tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen!! Ini sungguh menunjukkan kehebatannya ya.

Serena Williams menjuarai gelar tunggal Australian Open ketujuhnya dan kembali ke peringkat 1 dunia ketika sedang hamil. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

Bahkan, per minggu ini, Serena Williams yang sedang hamil 5 bulan kembali berperingkat 1 dunia loh! Beneran.

Kembali ke topik French Open, tahu kan, aku sudah membeli tiket final tunggal putri 😣 . Dari sudut pandang murni egois seorang fans, aku sedikit kecewa dengan berita ini karena artinya pasti aku tidak akan menonton Serena Williams di final tahun ini (aku menontonnya tahun lalu dan dua tahun lalu). Dengan mempertimbangkan kondisi Tur WTA saat ini, dua pemain yang akan kutonton di final sungguh tidak bisa diprediksi. Aku harap sih bukan dua pemain “random” ya, haha. Lebih jauh lagi, mudah-mudahan Venus Williams lah. Namun, karena ini turnamen tanah liat dan tanah liat bukanlah permukaan favoritnya Venus, hmmm… .

Juga diumumkan niatnya untuk kembali bermain di tahun 2018. Aku berharap ini akan beneran terjadi dan akan menarik untuk melihat bagaimana comeback ini akan berlangsung. Serena terkenal sebagai ratunya comeback tetapi kali ini situasinya sedikit berbeda dimana ia tidak kembali dari cedera lama atau masalah kesehatan.

Anyway, selamat, Serena dan Alexis Ohanian (tunangannya Serena yang merupakan salah seorang pendirinya Reddit)!! Jujur, dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku senang sekali dengan berita ini! 🙂

#1869 – The Williamses at the Australian Open 2017

ENGLISH

It is not a secret that my two most favorite female tennis players, ever, are Venus Williams and Serena Williams. Currently, they are in their mid-30s and still play great tennis; especially Serena who is considered to be the greatest female tennis player of all time.

This January, the first grandslam tournament of the year was held, the Australian Open in Melbourne, Australia. Fortunately, both Venus and Serena were drawn into different halves, meaning they could only meet each other in the final (to be honest, nowadays I do feel like they are more often drawn in the same half of the draw than not, which is annoying to me, haha).

After six rounds, the tournament’s draw looked like this:

The women's singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals

The women’s singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals. Source: Wikipedia

Yes people, both Venus and Serena Williams made the final!! This Venus’ reaction after winning her semifinals match against the 25 year-old Coco Vandeweghe pretty much summed up my emotion as well:

Venus Williams Omg GIF by Australian Open - Find & Share on GIPHY

You might wonder why a player of Venus Williams’ calibre was that excited just by reaching a grandslam final. There is a reason why.

In 2011, Venus announced to the world that she was diagnosed with Sjögren’s syndrome, an auto-immune disease which zapped energy and caused pains. This was definitely not ideal for someone whose profession was a professional athlete. Consequently, she struggled with her tennis since then, losing matches to players she should have never lost and her ranking dropped. Many people wondered why she did not just retire, because to that point she had won so much anyway (be in tennis or financially (she already owned a few companies as well)). But she loved tennis. So much to the point that she was not going to let the incurable disease stop her.

Slowly she learned how to manage her disease while competing professionally. In the past two years or so, it started to pay off. She won more matches and bigger tournaments, ended 2015 ranked no.7, and spent much of 2016 in the top 10. But one thing was still missing: deep runs in the grandslams. She reached the semifinals of Wimbledon last year, but lost there to Angelique Kerber. Finally, her time came at this Australian Open, where she reached the final!!

Venus Williams GIF by Australian Open - Find & Share on GIPHY

Better, in the final she played her sister, Serena Williams! Yes, the first all-Williams grandslam final since Wimbledon 2009, which happened to be Venus’ last singles grandslam final prior to this one as well!

I took it for granted in 2009, though, confident that another all-Williams grandslam final would, for sure, happen again. Oh, little did I know that I would have to wait seven and a half years before the next one! At one point, I already made a peace with myself that it might never come to reality, haha. However, this made me enjoy this moment even more!

It was difficult for me to pick a side for the final, really. As I wanted both to win, haha. Amazingly, though, both played for different historical tennis record. For Venus, obviously, to win her eighth grandslam at the age of 36 would be amazing. For Serena, a victory would earn her her 23rd grandslam singles title, thus surpassing Steffi Graf’s 22 and becoming the winningest tennis player, male or female, in the open-era!

So it was indeed a win-win situation to me, haha. The only thing I could do was to watch the match and enjoy this moment!! Not that I was complaining, of course! Watching the match felt quite weird, though, where I was genuinely happy with every single point, as all of them were won by the player I was supporting! Lol 😆

In the end, the result was as expected where Serena Williams ended up winning 6–4, 6–4. Thus surpassing Steffi Graf’s record and putting herself just one shy of Margaret Court’s all-time 24 grandslam singles title record. As a cherry on top, she also returned to world no.1 due to the victory, replacing Angelique Kerber from the top of the ranking.

Yup, overall, I am super happy with the result of this year’s women’s singles of the Australian Open!!

Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

BAHASA INDONESIA

Bukan rahasia lagi bahwa dua petenis wanita favoritku, sepanjang masa, adalah Venus Williams dan Serena Williams. Sekarang ini, mereka berada di pertengahan umur 30an dan masih bermain tenis dengan ciamik; terutama Serena yang dianggap sebagai petenis wanita terhebat sepanjang masa.

Januari ini, turnamen grandslam pertama diadakan, Australian Open di Melbourne, Australia. Beruntung, Venus dan Serena berada di sisi undian yang berlawan, artinya mereka hanya bisa bertanding di babak final saja (sejujurnya, akhir-akhir ini kok aku merasa mereka lebih sering berada di sisi undian yang sama ya, yang mana menyebalkan bagiku, haha).

Setelah enam ronde, undian turnamennya nampak seperti ini:

The women's singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals

Undian tunggal putri Australian Open 2017 setelah babak semifinal. Sumber: Wikipedia

Iyaaa, Venus dan Serena Williams masuk final doong!! Reaksinya Venus setelah memenangi pertandingan semifinalnya melawan Coco Vandeweghe yang berumur 25 tahun ini mewakili emosiku banget:

Venus Williams Omg GIF by Australian Open - Find & Share on GIPHY

Haha, mungkin ada yang heran mengapa kok pemain sekaliber Venus Williams se-excited itu padahal cuma baru masuk babak final saja (kan belum juara). Ada alasannya.

Di tahun 2011, Venus mengumumkan bahwa ia didiagnosa menderita sindrom Sjögren, sebuah penyakit kekebalan tubuh yang menghisap energi penderitanya dan menyebabkan nyeri tubuh luar biasa. Kondisi begini jelas tidak ideal bagi seseorang yang profesinya adalah atlet profesional. Sebagai akibatnya, prestasi tenis Venus menurun, kalah dari pemain-pemain yang seharusnya tidak akan pernah menang melawannya, dan peringkatnya otomatis juga jatuh. Banyak yang heran mengapa ia tidak pensiun saja, toh sampai waktu itu dia sudah banyak menang juga kan (baik di tenis maupun secara finansial (ia sudah memiliki beberapa perusahaan sendiri)). Tetapi ia cinta tenis. Cinta sekali sampai-sampai ia tidak akan membiarkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini menghentikannya.

Perlahan-lahan ia belajar bagaimana mengelola penyakitnya sambil bertanding secara profesional. Dua tahun belakangan, usahanya mulai membuahkan hasil. Ia mulai lebih banyak memenangi pertandingan dan turnamen-turnamen cukup besar, mengakhiri tahun 2015 dengan peringkat 7, dan berada di peringkat 10 besar di hampir sepanjang tahun 2016. Tetapi ada satu hal yang masih hilang: prestasi yang baik di turnamen grandslam. Ia masuk babak semifinalnya Wimbledon tahun lalu, tetapi kalah dari Angelique Kerber. Akhirnya, waktunya tiba juga di Australian Open ini, dimana ia masuk final!!

Venus Williams GIF by Australian Open - Find & Share on GIPHY

Lebih seru lagi, di final ia bertanding melawan adiknya, Serena Williams! Iyaaa, final grandslam all-Williams pertama semenjak Wimbledon 2009, yang mana kebetulan juga kali terakhir Venus masuk babak final tunggal putri grandslam sebelum ini!!

Di tahun 2009 aku meremehkan situasi, dimana aku percaya banget final grandslam all-Williams selanjutnya pasti akan terjadi lagi. Oh, nggak tahu bahwa aku harus menunggu tujuh setengah tahun sampai yang selanjutnya! Di satu waktu, aku sudah rela untuk menerima kemungkinan bahwa mungkin itu tidak akan menjadi kenyataan, haha. Ah, tapi ini justru membuatku untuk lebih menikmati waktu ini sih!

Sulit bagiku untuk memihak di babak final ini, beneran. Aku ingin keduanya menang aja deh, haha. Kerennya, keduanya bermain untuk menorehkan rekor bersejarah di tenis. Untuk Venus, memenangi gelar grandslam kedelapannya di usia 36 tahun tentu keren banget. Untuk Serena, kemenangan akan memberikannya gelar tunggal grandslam ke-23, artinya melewati rekor 22nya Steffi Graf dan menjadi petenis, putra atau pun putri, yang paling banyak menang di sepanjang sejarah Era Terbuka tenis!

Haha, jadi memang situasinya win-win sih untukku. Yang bisa aku lakukan adalah menonton pertandingannya dan menikmati waktu dan kesempatan ini!! Tentu saja aku tidak komplain! Menonton pertandingan ini rasanya aneh sih, dimana aku merasa senang di setiap poin, karena semuanya dimenangi oleh pemain yang aku dukung! Haha 😆

Namun, pada akhirnya hasilnya sih sesuai dengan perkiraan banyak orang dimana Serena Williams menang 6–4, 6–4. Artinya ia telah memecahkan rekornya Steffi Graf dan sekarang kurang satu saja untuk menyamai rekor all-time-nya Margaret Court sebanyak 24 gelar tunggal grandslam. Sebagai bonus, ia juga kembali ke posisi peringkat 1 dunia akibat kemenangan ini, melengserkan Angelique Kerber dari puncak ranking.

Yup, secara keseluruhan, aku sungguh merasa senang banget dengan hasil tunggal putri Australian Open tahun ini!!

#1829 – A Saturday Story

ENGLISH

A Meetup (Kopdar)

Early last week, Kutubuku messaged me on Instagram that she would be in Amsterdam for a weekend and invited me for a meetup at a bar on Saturday evening. My Saturday evening agenda was still free so of course I said yes. You see, not only the Indonesia-based bloggers who could organize a kopdar, the Europe-based could too! 😛

Fast forward to Saturday. I arrived a little bit early at Beer Temple, where we were set to meet, and the bar was full at the time. But luckily when we all met, a group (of tourists from England, I knew because I talked with one of the guys, lol 😆 ) just left so we could take their now vacant seats. She visited Amsterdam with ScandiGuy and a Danish friend.

In short, it was a fun evening. We tried many different beers and they showed me a beer app (which apparently was happening now which I was unaware of, lol 😆 ) they were using to collect badges. We ended up at the bar for a good 3.5 hours where we talked and talked about so many different things. I had to leave at 11:30 PM because there was a less frequent train service between Amsterdam and Delft today due to a maintenance. After we parted, though, I just realized that we forgot to take a picture together, lol 😆 . Well, I blame the beers for this, hahaha…

Andy Murray

Andy Murray won in two sets: 6–3, 6–3

Andy Murray in Rotterdam in 2014

Speaking of Saturday, a good tennis news (to me) was made. By advancing to the Paris Masters final, it was guaranteed that Andy Murray would be the new world no.1 when the ranking was updated this Monday, replacing Novak Djokovic at the top of the list.

To be honest, a few months ago looking at how Djokovic dominated tennis for the first half a year, I thought it would be pretty much impossible for someone else to dethrone him from the top this season. However, a combination of Djokovic’s dip in form after the French Open (where he completed the Nole Slam which I witnessed, btw) and Murray’s strong second half of the season (despite losing in the quarterfinals of the US Open) made this achievent a reality!

Wow!! So obviously I am super happy! In my opinion, Andy Murray is a great player in a golden tennis era; but this means the competition was super tough as well where he had to face Roger Federer, Rafael Nadal, and Novak Djokovic all in their prime years too. So to finally reach this pinnacle of the sport was definitely something he deserved. Especially for his perserverence, where he had to “wait” for more than seven years since the first time he hit number 2 (in August 2009) until he hit number 1 (in November 2016).

In a way, I could see this as a replacement for my disappointment when Serena Williams was dethroned from world no.1 in September, where Angelique Kerber took over the spot. I understood why it happened, though, as Serena was hampered by many physical problems this year and decided to focus only on the grandslams, something reasonable, and actually smart, given her age, of course. But still, as a fans I think it was normal to feel a little bit of disappointment from that, haha 😆 .

Anyway, congratulations, Andy!! 💪☝️

Andy Murray, world no. 1. Source: ATP World Tour

 

BAHASA INDONESIA

Kopdar

Awal minggu lalu, Kutubuku DM aku di Instagram bahwa ia akan berada di Amsterdam di akhir pekan dan mengajak untuk kopdaran di sebuah bar Sabtu malam. Karena agenda Sabtu malamku masih lowong, tentu saja aku setuju. Nah kan, yang namanya kopdaran itu nggak cuma mungkin untuk blogger-blogger yang berbasis di Indonesia loh, yang berbasis di Eropa juga bisa! 😛

Fast forward ke hari Sabtu. Aku tiba di Beer Temple, tempat dimana kami janjian, agak terlalu awal dan waktu itu barnya sedang penuh. Untungnya, ketika kami bertemu, ada satu grup (turis dari Inggris, aku tahu karena aku ngobrol sedikit dengan salah satu orangnya, haha 😆 ) baru saja keluar sehingga kita bisa duduk di kursi mereka yang sekarang kosong. Ia mengunjungi Amsterdam bersama ScandiGuy dan seorang teman dari Denmark.

Singkat cerita, ini adalah malam yang menyenangkan. Kami mencoba banyak bir dan mereka menunjukkanku sebuah app bir (yang mana ternyata lagi happening sekarang tapi aku nggak tahu dong, haha 😆 ) yang digunakan untuk mengoleksi badges. Akhirnya kami duduk-duduk di barnya selama 3,5an jam dimana kami ngobrol ngalor-ngidul tentang berbagai macam topik. Aku harus pergi jam 11:30 malam karena malam ini frekuensi kereta antara Amsterdam dan Delft lebih jarang daripada biasanya karena ada pekerjaan maintenance. Setelah kami berpisah, aku baru sadar dong kalau kita lupa foto-foto, haha 😆 . Ah, gara-gara birnya ini pasti, hahaha…

Andy Murray

Andy Murray won in two sets: 6–3, 6–3

Andy Murray di Rotterdam di tahun 2014

Ngomongin hari Sabtu, satu berita tenis yang baik (untukku) muncul. Dengan lolos ke babak final turnamen Paris Masters, telah tergaransi bahwa Andy Murray akan menjadi pemain peringkat 1 dunia ketika peringkatnya di-update hari Senin ini, menggantikan Novak Djokovic di posisi puncak ini.

Sejujurnya, beberapa bulan yang lalu dengan melihat dominasinya Djokovic di setegah tahun pertama, aku rasa nyaris mustahil bagi seseorang lain untuk menggusurnya dari posisi teratas musim ini. Namun, kombinasi dari turunnya performanya Djokovic setelah French Open (dimana ia mencetak Nole Slam yang mana aku saksikan, btw) dan performa kuatnya Murray di paruh kedua musim ini (walaupun ia kalah di perempat-final US Open), pencapaian ini menjadi kenyataan!

Wow!! Jadi jelas dong aku senang sekali! Menurutku, Andy Murray adalah pemain yang bagus di era emas tenis; tetapi ini juga berarti kompetisinya sulit sekali baginya dimana ia juga harus berhadapan dengan Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic yang semuanya sedang dalam tahun-tahun puncaknya juga. Jadi untuk akhirnya mencapai pencapaian ini adalah sesueatu yang sungguh layak ia dapatkan. Terutama karena kegigihannya, dimana ia harus rela “menunggu” lebih dari tujuh tahun semenjak ia pertama kali mencapai peringkat 2 (di bulan Agustus 2009) hingga mencapai peringkat 1 (di bulan November 2016).

Di satu sisi, aku bisa memandang ini sebagai pengganti kekecewaanku dari turunnya Serena Williams dari posisi peringkat 1 dunia, setelah digeser oleh Angelique Kerber. Aku memahami mengapa ini terjadi sih, karena Serena sedang menghadapi masalah dengan cedera fisik dan memutuskan untuk lebih fokus di turnamen grandslam saja, sesuatu yang masuk akal, dan sebenarnya cerdas sih dengan mempertimbangkan usianya. Tapi, tetap aja lah ya sebagai fans tentu aku juga merasakan sedikit kekecewaan, haha 😆 .

Anyway, selamat, Andy!! 💪☝️

Andy Murray, peringkat 1 dunia. Sumber: ATP World Tour

 

#1769 – A Weekend with Wimbledon

ENGLISH

The main theme of my weekend was definitely the final stage of this year’s Wimbledon, the third grandslam tournament of the year, haha 😆 .

This Wimbledon was great for my favorites. While it was not surprising at all that Serena Williams went deep in the tournament, I was very happy that Venus Williams also reached the semifinal stage! It was her first grandslam semifinal appearance since US Open 2010, and first in Wimbledon since Wimbledon 2009! So for this reason I had a mixed feeling after the semifinal stage: Serena advanced to the final while Venus was stopped by Angelique Kerber. Obviously I was sad that there would be no all-Williams final this year. On the other hand, I knew I would have felt a really huge and deep regret had both Williams reached the final because I would have not been able to go to London and watch the match live because I did not have a valid UK visa! Haha 😆 . I was thinking of applying for one a few months ago but I ended up not doing that. #Indonesianpassportholdersproblem

Back in Wimbledon this year!!

I wish I was in Wimbledon this year!! This was from last year

Anyway, here is the plot: Prior to Wimbledon, Serena had reached the finals of the two other grandslams this year. However, the results were untypical: she lost both. To Kerber in Australia and to Garbiñe Muguruza in France (a match which I actually witnessed with my own eyes 😦 ). So while she was still the favorite coming to this final, a bigger question mark had formed.

Serena and Kerber played a great ladies singles final where both players pretty much went toe to toe. Kerber, especially, was very impressive with her defensive skill where she was able to handle the barrage of Serena’s attack. This was one of the main reasons how she beat Serena in Australia, though. However, Serena was ready for it this time and was in a very solid mental state. Kerber showed glimpse of lapse of concentration in both sets, which cost her the match. Serena won 7–5, 6–3. Finally, she won her 22nd grandslam singles title and, thus, tying the open-era record set by Steffi Graf in 1999. This released huge amount of pressure from herself, and I love her reaction after the victory:

Yess!! 22 Baby!!

Meanwhile in the ladies doubles draw’, the Williams sisters, ranked 251st in the world (due to inactivity), also made the final. Later on that evening, they beat the fifth seed Timea Babos and Yaroslava Shvedova 6–3, 6–4 to win their sixth Wimbledon doubles title!!

So, yeah, all in all I am very happy with the outcome but I still feel just a little bit sad for not being able to witness that day myself 😛 . I mean, my last-minute visit to Wimbledon last year was amazing so I imagine that had I been able to come to London this year, it would probably have been even more amazing!! But well…

Serena and Venus Williams won the ladies doubles title in 2016. Their first grandslam doubles title since Wimbledon 2012! Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Serena and Venus Williams won the ladies doubles title in 2016. Their first grandslam doubles title since Wimbledon 2012! Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

In the men’s singles draw, Novak Djokovic surprisingly fell in the third round, suddenly making Andy Murray, my favorite male tennis player now, the big favorite to win the title. Funnily, though, Murray’s plot this year was very similar with Serena’s. Murray reached the final in Australia and France where he lost both to Djokovic (in Paris, I also witnessed this match myself 😦 ).

Murray reached the final where he faced Milos Raonic on Sunday. It was Murray’s 11 grandslam finals and for the first time ever, he did not have to face either Djokovic or Roger Federer. In the end, Murray won in straight sets to win his second Wimbledon and third grandslam title overall!!

Yeah, this weekend was a good weekend for my favorite!! 😀 Collectively, this result is the best one (to me) since the US Open 2012! haha 😛 .

Serena Williams won Wimbledon 2016. Photo credit: Adam Pretty/Getty Images Europe

Serena Williams won Wimbledon 2016. Photo credit: Adam Pretty/Getty Images Europe

Andy Murray won Wimbledon 2016. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

Andy Murray won Wimbledon 2016. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Tema utama akhir pekanku kemarin jelas adalah babak finalnya Wimbledon, turnamen grandslam ketiga tahun ini, haha 😆 .

Wimbledon kali ini baik bagi petenis favoritku. Ketika jelas tidak mengagetkan bahwa Serena Williams masuk babak akhir dari turnamen ini, aku senang banget Venus Williams masuk ke babak semifinal! Ini adalah semifinal grandslam pertamanya semenjak US Open 2010, dan pertama di Wimbledon semenjak Wimbledon 2009! Oleh karena alasan itu lah perasaanku campur aduk dengan hasil babak semifinalnya: Serena maju ke final sementara Venus kalah di semifinal dari Angelique Kerber. Jelas aku sedih lah ya final all-Williams tidak terjadi tahun ini. Di sisi lain, aku tahu aku sungguh akan merasa sangat amat menyesal andaikata kedua Williams masuk ke final karena aku tidak akan bisa pergi ke London untuk menonton finalnya langsung karena aku nggak punya visa UK yang masih berlaku! Haha 😆 . Beberapa bulan lalu aku sempat kepikiran untuk mengajukan visa UK lagi tetapi nggak aku lakukan. #Masalahpemegangpasporijo

Back in Wimbledon this year!!

Ugh, andaikata aku pergi ke Wimbledon tahun ini!! Foto ini dari tahun lalu

Anyway, berikut ini jalan ceritanya: Sebelum Wimbledon ini, Serena mencapai babak final di dua turnamen grandslam sebelumnya. Masalahnya, hasilnya nggak biasa banget: ia kalah di keduanya. Kalah dari Kerber di Australia dan dari Garbiñe Muguruza di Prancis (sebuah pertandingan yang kusaksikan langsung dengan mata kepala sendiri 😦 ). Jadi walaupun ia masih lah favorit untuk menang di final ini, ada sebuah tanda tanya besar yang menggantung.

Serena dan Kerber bermain final tunggal putri yang sangat seru dimana kedua pemain bermain seimbang. Kerber, terutama, impresif banget dengan kemampuan defensifnya dimana ia bisa melayani hujan serangannya Serena. Ini adalah satu alasan mengapa ia bisa menang dari Serena di Australia. Namun, kali ini Serena sudah siap untuk itu dan berada pada kondisi fokus mental yang tepat. Konsentrasi Kerber hilang sebentar di kedua set, dan ini menyebabkan kekalahannya. Serena menang 7–5, 6–3. Akhirnya, gelar grandslam ke-22 ia dapatkan juga dan, dengan ini, ia menyamai rekor era terbuka yang ditorehkan Steffi Graf di tahun 1999. Ini melepaskan banyak sekali tekanan dari dirinya, dan aku sukaaa banget reaksinya setelah kemenangannya:

Iyaaaa!! 22 Baby!!

Sementara itu, di sisi ganda putri, Williams bersaudari yang berperingkat 251 sedunia (karena sudah lama nggak main ganda) juga masuk di babak final. Di malam harinya, mereka mengalahkan Timea Babos dan Yaroslava Shvedova 6–3, 6–4 untuk memenangi gelar ganda Wimbledon keenam mereka!!

Jadi, ya, secara keseluruhan jelas aku senang sekali dengan hasil ini walaupun agak sedih juga sih nggak bisa menontonnya secara langsung 😛 . Maksudku, perjalanan dadakanku ke Wimbledon tahun lalu kan seru banget ya sehingga aku bayangkan andaikata tahun ini aku juga bisa ke London, pasti bakal lebih seru lagi deh dengan hasil yang seperti ini!! Ah, sudahlah…

Serena and Venus Williams won the ladies doubles title in 2016. Their first grandslam doubles title since Wimbledon 2012! Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Serena dan Venus Williams menjuarai gelar ganda putri Wimbledon 2016. Gelar grandslam ganda pertama mereka semenjak Wimbledon 2012!  Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Di sisi tunggal putra, secara mengejutkan Novak Djokovic kalah di babak ketiga sehingga Andy Murray, petenis putra favoritku sekarang, adalah favorit untuk juara. Lucunya, jalan cerita Murray tahun ini mirip dengan jalan cerita Serena. Murray mencapai babak final di Australia dan Prancis dimana di keduanya ia kalah dari Djokovic (di Paris, pertandingan ini juga kusaksikan dengan mata kepala sendiri 😦 ).

Murray mencapai babak final dimana ia menghadapi Milos Raonic di hari Minggu. Ini adalah final grandslamnya Murray yang kesebelas dimana untuk pertama kalinya, ia tidak harus menghadapi Djokovic atau Roger Federer. Pada akhirnya, Murray menang straight sets untuk memenangi gelar Wimbledon kedua dan grandslam ketiganya!!

Iyaa, akhir pekan ini adalah akhir pekan yang baik untuk favoritku!! 😀 Secara keseluruhan, hasil ini adalah hasil terbaik (untukku) semenjak US Open 2012! haha 😛 .

#1757 – My 2016 Roland Garros Trip (Part I: Roland Garros (Saturday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Today, I got a Ring 1 ticket in Court Philippe Chatrier so the view from my seat was very good because the seat was quite close to the court. And so naturally today I was feeling very excited because these were the scheduled matches in Philippe Chatrier:

  1. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Men’s Doubles Final: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

And you all know that Serena Williams and Bob/Mike Bryan are amongst my favorite players! It was awesome!!

Anyway so I left my hotel at a few minutes passed 8 AM. After buying a few French pastries for breakfast, I took the metro to get to Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!

Back at Roland Garros!

I noticed a significant improvement has been done in this year’s edition of the tournament (compared to previous years):

  1. There are more security checks to enter Stade Roland Garros. Well, considering those infamous events which have happened multiple time in Europe within the last one year or so, this is hardly surprising and I am extremely glad they did so. This certainly made me feel much safer during my visit.
  2. Free wifi was now provided in certain areas in Stade Roland Garros!! Yeay!! 😛

As usual, the gate was opened just a few minutes before 10 AM. The weather was not the best this morning where it was very cloudy and a few drops of rain fell here and there but at least it was not raining (it was not even drizzling). I immediately went to Court Suzanne Lenglen and I bought myself a hotdog package for breakfast (the few French pastries were certainly not enough for the longer run 😛 ).

The main event at Court Philippe Chatrier would start just at 3 PM. And so to start the day I decided to watch two matches (well, one and half actually) in Court Suzanne Lenglen which started at 11 AM. They are:

1. Women’s Legends Doubles Final: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

It was nice to see these retired players played some tennis. Obviously they were not as fast nor athletic nor powerful as they used to be but even so, I felt like none of the four women were at their potential best during the day. In the end, Davenport/Navratilova won the match rather easily, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women’s legends event

2. Men’s Legends Over 45 Doubles Round Robin: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

This experience was my first time watching a men’s legends match. And here, I have to say that these men knew how to put up a very entertaining show in the form of a tennis match. The match was just a legends’ event so it was like “just” an exhibition match and there was no need to be extremely serious. And this was even more true especially when Mansour Bahrami was playing.

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami

You see, nowadays Mansour Bahrami has the reputation as “fun” and “funky” in an exhibition match. And now I could see, with my own eyes, why. He was very funny on the court! Moreover, the other three players also played along so it became such an entertaining exhibition tennis “match” display.

For instance, at 5-all in the tiebreak of the first set, Yannick Noah hit a really good pass which neither Krajicek or Bahrami could chase. So while failingly trying to chase the ball, Bahrami threw a ball he kept in his pocket back to his opponents’ side. Obviously by this rule this was illegal and Bahrami/Krajicek lost the point. But the umpire played along with this stint and awarded the point to Bahrami/Krajicek. Obviously Noah and Pioline “protested” and so this happened:

So this happened

A protest

Haha 😆 .

Yeah, it was very funny!!

***

I decided to leave Court Suzanne Lenglen after the first set because I was hungry for lunch. So I went to the gourmet restaurant and ordered my favorite dish at Roland Garros: steak with Mediterranean ratatouille.

After lunch, I went to Court Philippe Chatrier and settled in my seat. I was quite early there and at that time, Novak Djokovic was still practicing for his tomorrow’s men’s singles final against Andy Murray. A few minutes later, he left the court.

At Court Philippe Chatrier

At Court Philippe Chatrier. I carefully chose this outfit of mine. Can you guess why so?

The main event today started with a ceremony of the induction of Amelie Mauresmo to the International Tennis Hall of Fame. After that, the main showdown of today, the women’s singles final, started.

3. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

This women’s singles final was a rematch of last year’s Wimbledon final, which I also watched live 😛 . Anyway, I was very excited when Serena Williams entered the court:

And I noticed that my hand was shaking when I was taking that short video. I don’t know if it was because I was being nervous or just due to my excitement, haha 😆 .

You all know that Serena Williams is one of my most favorite tennis players, ever. But you might not know that actually I also like Garbiñe Muguruza. Moreover, I do think that she can be on the top of the women’s game some day (sidelining very bad injury of course), and that some day might actually come quite soon. However, in the battle between these two, obviously I would have to go with which of the two which I liked the more; and in this case it was Serena, haha 😆 .

Serena William serving

Serena Williams. Yes so I chose my outfit so that the color would match Serena’s dress #truefans

But as you might already know by now, Muguruza won 7–5, 6–4. Serena did not play at her best (her first serve percentage was quite low which allowed Muguruza too much look on her second serve) but it was obvious that she was fighting hard, including saving four championships points in the second set. However, it was not enough as Muguruza was in the zone today. Muguruza’s strategy today was clear to me: to go for her shots, playing high risk tennis. This was reasonable because if she did not do so, she would most definitely lose the match given her opposition in the final. And her strategy paid off where she basically “painted the lines” in many occassions during the match.

The reward for Muguruza? Well, her first grandslam singles title!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Congratulations, Garbiñe!!

As for Serena, I do hope she wakes up just in time for Wimbledon and the upcoming US Open this year. Come on Serena, you can do it!!

4. Men’s Doubles Final: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Following the women’s singles final was the men’s doubles final between Feliciano López/Marc López and Mike Bryan/Bob Bryan.

The López got an early break in the first set which they managed to hold upon until the end of the set, thus winning it 6–4. The second set was much tighter that a tiebrak was forced to be played. The Bryans saved one championships point during the tiebreak and took claimed the set by winning the tiebreak (8–6).

Feliciano López and Marc López

Feliciano López and Marc López

After the second set, somehow I felt very tired. I think I was more affected by the disappointment of Serena’s loss than I thought I was, haha 😆 . And so I decided to leave the stadium. Well, I still had one day the next day so my justification was that I needed to have a good rest 😛 .

Anyway, it turned out that Feliciano López/Marc López won the third set 6–3 thus the Spaniards won their first grandslam title.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Hari ini, aku memiliki sebuah tiket Ring 1nya Lapangan Philippe Chatrier sehingga pandangan dari kursiku oke banget karena lokasi kursinya yang cukup dekat dengan lapangan tenisnya. Dan jelas dong sebagai akibatnya hari ini aku amat bersemangat karena pertandingan-pertandingan yang dijadwalkan di Philippe Chatrier adalah sebagai berikut:

  1. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Final Ganda Putral: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Dan pasti sudah pada tahu deh Serena Williams dan Bob/Mike Bryan adalah salah sekian dari petenis favoritku! Seruu!!

Anyway jadilah aku berangkat dari hotelku jam 8 pagi lewat sedikit. Setelah membeli beberapa roti Prancis untuk sarapan, aku menaiki metro untuk pergi ke Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!

Kembali di Roland Garros!

Aku amati ada perubahan signifikan di edisi tahun ini dari turnamen ini (dibandingkan tahun-tahun sebelumnya):

  1. Ada beberapa pemeriksaan sekuriti ekstra untuk memasuki Stade Roland Garros. Yaa, mengingat apa yang terjadi di Eropa beberapa kali selama setahun belakangan ini, ini nggak mengherankan lah ya. Ini jelas membuatku merasa jauh lebih aman ketika di sana.
  2. Sekarang ada wifi gratisannya loh di beberapa area di Stade Roland Garros!! Horee!! *penting ini* 😛

Seperti biasa, gerbang masuk dibuka beberapa menit sebelum jam 10 pagi. Cuaca hari ini kurang begitu baik deh dimana langit berawan tebal dan beberapa butiran air terasa jatuh di sana-sini. Tetapi untungnya nggak sampai hujan sih (bahkan nggak gerimis juga). Aku langsung pergi ke area Lapangan Suzanne Lenglen dan membeli satu paket hotdog untuk sarapan (roti Prancisnya jelas cuma mengganjal perut aja kan ya 😛 ).

Pertandingan utama di Philippe Chatrier baru dijadwalkan jam 3 sore. Jadilah hari ini aku mulai dengan menonton dua pertandingan (satu setengah sih sebenarnya) di Suzanne Lenglen yang dimulai jam 11 pagi. Dua pertandingan ini adalah:

1. Final Legenda Putri: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

Seru deh rasanya melihat petenis yang sudah pensiun bermain tenis. Tentu mereka sudah tidak secepat, seatletis, atau sekuat dulu ya. Namun, walaupun begitu aku merasa keempat pemainnya tidak bermain yang terbaik deh hari ini. Pada akhirnya, Davenport/Navratilova menang dengan cukup mudah, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event

Martina Navratilova dan Lindsay Davenport memenangi gelar ganda legenda putri

2. Babak Round Robin Legenda Putra Di Atas 45 Tahun: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

Pengalaman ini adalah kali pertama aku menonton pertandingan legenda putra. Dan dengan ini, harus kubilang bahwa pemain-pemain ini tahu bagaimana mengadakan pertunjukan yang amat menghibur dalam rupa sebuah pertandingan tenis. Karena hanya turnamen legenda saja, di satu sisi pertandingan ini seperti pertandingan ekshibisi gitu sehingga tentu mereka tidak perlu serius-serius amat. Dan pernyataan ini benar sekali terutama ketika Mansour Bahrami berpartisipasi.

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami sekarang terkenal sebagai pemain yang “seru” dan “lucu” di pertandingan ekshibisi. Dan sekarang bisa kusaksikan sendiri bahwa pernyataan ini benar adanya. Dia lucu bangett! Lebih jauh lagi, ketiga pemain lainnya juga ikutan tampil lucu sehingga sebuah pertunjukan ekshibisi tenis yang lucu dan menghibur terciptakan.

Misalnya, di posisi 5-sama di tiebreak set pertama, Yannick Noah memukul sebuah pukulan pass yang bagus sehingga Krajicek atau Bahrami tidak bisa mencapainya. Jadilah ketika berusaha mencoba mengejar bolanya (tentu ia gagal), Bahrami melemparkan sebuah bola tenis yang ia simpan di kantong celananya ke sisi lawan. Jelas dong menurut aturan ini ilegal dan Bahrami/Krajicek kehilangan poin ini. Tetapi wasit pertandingannya ikutan bermain dengan skemanya Bahrami ini adan memberikan poin untuk Bahrami/Krajicek. Nah, jelas dong Noah dan Pioline “protes” sehingga ini terjadi:

So this happened

Sebuah protes

Haha 😆 .

Iyaa, lucu banget memang!!

***

Aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen setelah set pertama karena aku merasa lapar. Jadilah aku pergi ke restoran gourmet untuk makan siang disana dan memesan menu favoritku di Roland Garros: steak dengan ratatouille ala Mediteranea.

Setelah makan siang, aku ke Philippe Chatrier untuk duduk di kursiku. Aku datang agak awal dan waktu itu, Novak Djokovic sedang berlatih untuk pertandingan finalnya keesokan harinya melawan Andy Murray. Beberapa menit setelah aku datang, ia meninggalkan lapangannya.

At Court Philippe Chatrier

Di Philippe Chatrier. Outfit ini aku pilih sedemikian rupa lho. Ada yang bisa menebak mengapa aku memilihnya?

Hari ini acara dimulai dengan upacara masuknya Amelie Mauresmo ke International Tennis Hall of Fame. Setelahnya, acara dimulai dengan event utama: final tunggal putri.

3. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

Final tunggal putri ini adalah ulangan final Wimbledon tahun lalu, yang mana juga aku tonton 😛 . Anyway, aku merasa bersemangat banget loh ketika Serena Williams memasuki lapangannya:

Dan kuperhatikan ternyata tanganku bergetar juga ketika video singkat di atas aku ambil. Entah karena aku grogi atau saking senangnya, haha 😆 .

Tentu sudah pada tahu bahwa Serena Williams adalah salah satu petenis favoritku sepanjang masa. Tetapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa aku juga suka Garbiñe Muguruza. Lebih jauh lagi, aku kira ia bisa menjadi petenis nomor satu di sisi putri suatu hari (dengan mengesampingkan faktor cedera tentunya), dan suatu hari itu mungkin akan segera datang. Namun, di pertandingan antara dua petenis ini, jelas aku memihak yang lebih kufavoritkan dong ya, yang mana dalam hal ini adalah Serena, haha 😆 .

Serena William serving

Serena Williams. Iya, outfit-ku aku pilih supaya warnanya kembaran dengan dress-nya Serena #fanssejati

Tetapi seperti yang mungkin sudah pada tahu sekarang, Muguruza menang 7–5, 6–4. Serena tidak dalam performa terbaiknya (persentasi servis pertamanya terlalu rendah sehingga Muguruza mendapatkan banyak kesempatan di servis kedua) tetapi jelas bahwa ia berjuang segigih mungkin, termasuk ketika menyelamatkan empat championships points di set kedua. Namun, itu tidak cukup karena Muguruza sedang in the zone banget hari ini. Aku bisa membaca jelas strateginya Muguruza: untuk mengambil risiko tinggi. Ini strategi yang masuk akal sih karena kalau tidak, ia sudah hampir dipastikan kalah mengingat siapa lawannya. Dan strateginya berhasil dimana ia “menyapu garis” beberapa kali di momen-momen penting pertandingan ini.

Hadiahnya bagi Muguruza? Yah, gelar grandslam pertamanya!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Garbiñe Muguruza memenangi gelar grandslam pertamanya di Roland Garros 2016

Selamat, Garbiñe!!

Untuk Serena, mudah-mudahan ia segera bangun deh sebelum Wimbledon dan US Open tahun ini. Ayo Serena, kamu bisa!!

4. Final Ganda Putra: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Mengikuti final tunggal putri adalah final ganda putra antara Feliciano López/Marc López dan Mike Bryan/Bob Bryan.

Pasangan López berhasil mematahkan servis lawan di awal pertandingan dan berhasil mempertahankannya sampai akhir set, dan menang 6–4. Set kedua berlangsung lebih ketat dimana tiebreak harus dimainkan. Si kembar Bryan menyelamatkan satu championships point di tiebreak ini dan berhasil mengamankannya dengan memenangi tiebreak-nya (8–6).

Feliciano López and Marc López

Feliciano López dan Marc López

Setelah set kedua, entah mengapa aku merasa amat lelah. Aku kira pengaruh dari kekecewaanku karena kalahnya Serena lebih kuat daripada yang kukira deh, haha 😆 . Dan jadilah setelahnya aku memutuskan untuk pulang. Yaa, aku kan masih memiliki satu hari lagi besoknya ya sehingga justifikasiku adalah aku perlu istirahat 😛 .

Anyway, ternyata Feliciano López/Marc López memenangi set ketiga 6–3 sehingga petenis Spanyol ini memenangi grandslam pertama mereka.

BERSAMBUNG…