#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

#1764 – PH-BVA and a RG Video

ENGLISH

KLM and PH-BVA

Last year, KLM asked a question on Facebook and, obviously, I replied:

Replying to a question in Facebook

Replying to a question in Facebook

And you know what? About two weeks ago, this happened:

PH-BVA in "Orange Pride" livery. Photo credit: Gerard Helmer/Airliners.net

PH-BVA in “Orange Pride” livery. Photo credit: Gerard Helmer/Airliners.net

Yeay!! So KLM did follow my suggestion (lol 😎) and colored one of their Boeing 777-300ER, PH-BVA, with this special scheme.

I do love an airplane in special livery. But for this particular one, I actually wonder if it would have looked better had they gone totally orange, haha 😆 . I mean, I know that the color blue is KLM’s trademark, but the contrast between orange and blue make PH-BVA looks, somehow, “unfinished” to me. What do you think?

Anyway, I do want to hop on PH-BVA now! Even though none of the plans I have made involves a KLM’s Boeing 777-300ER (but some do involve their Boeing 747-400s, which I am very excited about! 🙂 ). Does this mean I need to make one? Hmm 🤔🤔🤔

A Roland Garros Video

Anyway, in my second day on my visit to Roland Garros this year, I was very lucky that I was allowed to sit literally in the first row of Court Philippe Chatrier during the Women’s Doubles Final match.

Aside from having one of the best view to watch a world class tennis match, another advantage of this seat is, well, the higher chance that you might get photographed or recorded (in videos) by the coverage of the tournament, haha 😆 . And, well, of you look at this short clip of Caroline Garcia and Kristina Mladenovic’s winning moment (I can’t find the video on Youtube unfortunately 😦 ), if you pause the video at 00:54, you will see me!! Haha 😆 . Here is the screenshot:

Me in the first row of Court Philippe Chatrier

Me in the first row of Court Philippe Chatrier

Hahaha 😆 .

BAHASA INDONESIA

KLM dan PH-BVA

Tahun lalu, KLM bertanya di Facebook dan, jelas, aku menjawabnya doong:

Replying to a question in Facebook

Menjawab sebuah pertanyaan di Facebook

Dan apa yang terjadi? Sekitar dua minggu yang lalu, ini terjadi:

PH-BVA in "Orange Pride" livery. Photo credit: Gerard Helmer/Airliners.net

PH-BVA dengan livery “Orange Pride”. Photo credit: Gerard Helmer/Airliners.net

Yeay!! Jadi KLM mengikuti saranku loh (huahaha 😎) dan mewarnai salah satu pesawat Boeing 777-300ERnya mereka, PH-BVA, dengan skema spesial ini.

Aku suka banget pesawat-pesawat yang diwarnai dengan livery special. Tetapi khusus yang satu ini, aku penasaran apa nggak bakal lebih keren ya andaikata warna oranyenya diaplikasikan di keseluruhan pesawatnya, haha 😆 . Maksudku, aku tahu bahwa warna biru adalah trademark-nya KLM, tetapi kontrasnya warna oranye dan biru membuat PH-BVA nampak seperti pekerjaan yang agak “nggak selesai” gitu deh untukku. Bagaimana menurut kalian?

Anyway, aku jadi pengen terbang dengan PH-BVA nih sekarang! Masalahnya, dari semua penerbangan-penerbangan yang akan datang yang sudah kurencanakan sampai saat ini, nggak ada yang akan melibatkan sebuah Boeing 777-300ERnya KLM nih (walaupun ada yang melibatkan Boeing 747-400nya sih, yang mana ini membuatku excited banget! 🙂 ).  Apakah ini pertanda bahwa aku harus merencanakannya? Hmm 🤔🤔🤔

Sebuah Video Roland Garros

Anyway, di hari kedua di kunjunganku ke Roland Garros tahun ini, aku beruntung banget dimana aku diizinkan duduk di barisan pertama Lapangan Philippe Chatrier untuk menonton pertandingan final ganda putri.

Nah, di samping tentu view yang oke banget untuk menonton sebuah pertandingan tenis kelas dunia, satu keuntungan lainya dari kursi ini adalah kesempatan yang lebih tinggi untuk terfoto atau terekam (di video) yang diambil oleh turnamennya, haha 😆 . Dan, yah, jika video singkat ini yang berisi momen kemenangannya Caroline Garcia dan Kristina Mladenovic ditonton (sayangnya aku nggak bisa menemukan videonya di Youtube nih 😦 ), jika videonya di-pause di 00:54, kalian bakal melihat aku!! Haha 😆 . Berikut ini screenshot-nya:

Me in the first row of Court Philippe Chatrier

Aku di barisan pertama Lapangan Philippe Chatrier

Hahaha 😆 .

#1760 – My 2016 Roland Garros Trip (Part III: Roland Garros (Sunday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

While I arrived at Stade Roland Garros some 20 minutes later than my Saturday visit, I was still one of the first spectators to enter the site today, haha 😆 . Anyway, today I got a Ring 3 ticket (the furthest ring from the tennis court but offered the cheapest price) at Court Philippe Chatrier. These were the matches scheduled today:

  1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Exciting!

After entering the site, I went to my seat in Court Philippe Chatrier to see how the view would be from my seat. Well, it turned out it was okay but I knew it would be a bit more challenging to take good photos from up there, haha 😆 . Btw, this was my outfit today:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

I bought a couple cups of cappuccino and a couple of French pastries for breakfast today. For some reason I wasn’t feeling that hungry this morning. Upon checking the schedule, it turned out that the women’s doubles match was scheduled to start at 11:30 AM so I decided to come back to Court Philippe Chatrier after finishing my coffees.

Then, I saw an announcement in French. Okay, I don’t speak French but I was guessing it stated that for the women’s doubles final, the seating inside Court Philippe Chatrier was free, i.e. we could sit literally anywhere. But then of course I was not sure. So when I entered Philippe Chatrier, I asked the ticket checker girl if that was the case. She confirmed it and actually said that I could sit in one of the green boxes that were literally next to Court Philippe Chatrier if I wanted to!! 😱😱😱😱😱 I mean, those seats were even closer to the court than the Ring 1 seats and those were those super expensive premium seats for premium ticket holders!! 😱😱😱😱😱 So of course I did!! I mean, who wouldn’t?

I chose one box that was still empty that was just next to the court and I quickly settled into a seat in the first row. Yeah, so I was sitting literally in the first row of Court Philippe Chatrier for a grandslam final match!! 😱😱😱😱😱 IT. WAS. SO. AWESOME!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier this morning!!

1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

First of all, to be consistent, from hereon I will call the team of Makarova/Vesnina as Makarova/Ayah. The reason why I am calling Elena Vesnina “Ayah” can be read in this post of my visit to Wimbledon final last year 😛 .

Anyway, the match did not start evenly where Mladenovic/Garcia were solid while Makarova/Ayah were kinda shaky. In just about 20 minutes, Makarova/Ayah found themselves trailing 0–5 in the first set. But then, they started to find their groove while Mladenovic/Garcia started to make some more errors, allowing Makarova/Ayah more into the first set. However, Mladenovic/Garcia had built too much of a lead and still secured the first set 6–3. In the second set, Makarova/Ayah kept their newly found momentum while Mladenovic/Garcia struggled to find some form. Makarova/Ayah took the second set 6–2. The third set went toe to toe until 4–4. Makarova’s serve was broken and Caroline Garcia held her serve. Hence the French team won their first grandslam title together 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

After the match, I tried to get some lunch but everything was super busy. I was queuing for the gourmet restaurant but the queue went super slow. So I left and decided to just buy a French sandwich and wrap (which I also had to queue for some time).

2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

This match is the highlight of the tournament, I guess. I mean, a match between the number 1 vs number 2 player in the world! Both had never won Roland Garros before so whoever won would do so. Even for Djokovic, the stake was higher as (1) Roland Garros was the only grandslam title missing in his collection and (2) After winning Wimbledon 2015, US Open 2015, and Australian Open 2016, he now had a chance to complete the “Nole Slam” by winning Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly

Andy Murray started the match strongly

Murray started the match strong where he was being more aggressive. He took the first set 6–3. But then, for some reasons, the situation completely flipped since the start of the second set. Somehow, Murray found himself in defensive position almost all the time allowing Djokovic to dictate most points. I knew that Murray realized this and tried to change the momentum. But it was difficult to do so against the already on-fire world number 1. As a result, Murray started to throw in a bit of more errors.

In the end, Novak Djokovic won his 12th grandslam title, completed the Career Grand Slam, and won the Nole Slam after defeating Andy Murray in four sets 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray gave a really heartwarming runner-up speech btw, where he said that we were very lucky to be in the attendance of the completion of the Nole Slam which was such a rarity in men’s tennis; but it sucked very much for him to be in the opposite site of the net today. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

After the match, I went to buy a new pair of tennis racket dampers. Then, I left Stade Roland Garros and my 2016 visit to this grandslam tournament this year officially ended 🙂 .

THE END.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Walaupun aku tiba di Stade Roland Garros 20 menit lebih siang daripada kunjungan hari Sabtuku, toh aku masih termasuk salah satu yang pertama yang masuk loh, haha 😆 . Ngomong-ngomong, hari ini aku hanya memiliki tiket Ring 3 saja (Ring terjauh dari lapangan tenisnya tetapi harga tiketnya juga yang termurah) di Lapangan Philippe Chatrier. Berikut ini jadwal pertandingan hari ini:

  1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Seruuu!

Begitu masuk, aku mengecek kursiku di Court Philippe Chatrier untuk mengetes bagaimana kah view yang akan kudapatkan nantinya. Ternyata masih oke-oke saja sih walaupun memang jelas akan lebih sulit untuk mendapatkan foto yang bagus dari atas sana, haha 😆 . Btw, berikut ini outfit-ku hari ini:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Membuat jelas mengenai sisi yang kudukung siang nanti dengan apa yang aku pakai

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

Aku membeli dua cangkir kopi cappuccino dan dua buah roti Prancis untuk sarapan. Pagi ini memang aku tidak merasa begitu lapar. Kemudian ketika mengecek jadwalnya, ternyata final ganda putri akan dimulai jam 11:30 pagi di Philippe Chatrier. Jadilah aku langsung kembali ke Philippe Chatrier setelah menyelesaikan kopi dan rotiku.

Lalu, aku melihat sebuah pengumuman dalam bahasa Prancis. Oke, aku nggak bisa bahasa Prancis tetapi dengan ilmu tebak-menebak arti, aku kira pengumuman itu berarti untuk final ganda putri, penonton dibebaskan duduk dimana pun di dalam Philippe Chatrier. Tetapi tentu saja dong ya aku masih nggak yakin. Jadilah ketika memasuki Philippe Chatrier, aku menanyakan ini ke petugas pemeriksa tiketnya. Petugasnya mengiyakan dan bahkan berkata kalau mau, aku juga boleh loh duduk di kotak-kotak hijau di sebelah lapangan tennisnya itu!! 😱😱😱😱😱 Aku syok dong karena kursi-kursi itu kan bahkan lebih dekat ke lapangan tenisnya daripada kursi Ring 1 dan kursi-kursi itu adalah kursi-kursi premium super mahal yang bisa diakses dengan pemegang tiket premium!! 😱😱😱😱😱 Ya jelas aku mau dong ya!! Siapa yang nggak mau coba?

Aku memilih satu kotak yang masih kosong tepat di samping lapangannya dan aku langsung duduk di kursi di barisan pertama. Iya, pagi itu aku duduk di barisan pertama Lapangan Philippe Chatrier untuk menonton sebuah pertandingan final turnamen grandslam!! 😱😱😱😱😱 GILA. KEREN. ABISSS!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!

Aku diperbolehkan duduk di salah satu kursi VIP di Lapangan Philippe Chatrier pagi ini!!

1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

Pertama-tama, supaya konsisten, mulai sekarang aku akan menyebut tim Makarova/Vesnina sebagai Makarova/Ayah. Alasan mengapa aku memanggil Elena Vesnina “Ayah” bisa dibaca di posting ini mengenai kunjunganku ke final Wimbledon tahun lalu 😛 .

Anyway, pertandingannya tidak dimulai dengan level yang seimbang dimana Mladenovic/Garcia bermain solid sementara Makarova/Ayah masih belum klik. Dalam 20 menit, Makarova/Ayah langsung tertinggal 0–5 di set pertama. Tetapi kemudian, mereka mulai menemukan momentum sementara Mladenovic/Garcia mulai membuat error, sehingga Makarova/Ayah mulai mendapatkan kontrol di set pertama. Tetapi, Makarova/Garcia sudah terlanjur unggul jauh sehingga set pertama berhasil mereka amankan 6–3. Di set kedua, Makarova/Ayah memanfaatkan momentum tersebut sementara Mladenovic/Garcia mulai kesulitan sendiri. Makarova/Ayah memenangi set kedua 6–2. Set ketiga berlangsung berimbang hingga posisi 4–4. Servisnya Makarova kemudian terpatahkan dan Caroline Garcia bisa mempertahankan servisnya. Akhirnya tim Prancis ini memenangi gelar grandslam pertama mereka 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

Caroline Garcia dan Kristina Mladenovic menjuarai gelar grandslam pertama mereka

Setelah pertandinganya, aku mencoba mencari makan siang tetapi semua tempat makannya ramai. Aku mengantri di restoran gourmet tetapi antriannya maju dengan sangat amat pelan. Jadilah aku membatalkan rencana makan disana dan memutuskan membeli sandwich dan wrap ala Prancis aja (yang mana untuk itu aku juga harus cukup mengantri).

2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Pertandingan ini adalah highlight dari turnamen ini. Maksudku, pertandingan antara pemain peringkat 1 dan 2 dunia gitu! Keduanya belum pernah menang Roland Garros sebelumnya. Bahkan untuk Djokovic, yang dipertaruhkan lebih tinggi karena (1) Roland Garros adalah satu-satunya gelar grandslam yang belum ia menangi dan (2) Setelah menjuarai Wimbledon 2015, US Open 2015, dan Australian Open 2016, ia berkesempatan untuk membuat “Nole Slam” menjadi kenyataan dengan titel Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly

Andy Murray memulai pertandingan dengan kuat

Murray memulai pertandingan dengan kuat dimana ia bermain agresif. Akibatnya, set pertama ia amankan 6–3. Tetapi kemudian, entah mengapa, situasinya berbalik mulai di set kedua. Entah bagaimana, Murray bermain lebih defensif sehingga Djokovic bisa mengontrol lebih banyak poin. Aku tahu Murray menyadari ini sehingga ia mencoba mengubah ritme pertandingan untuk mengubah momentum. Masalahnya, tidak mudah untuk melakukan ini ketika lawannya adalah petenis peringkat 1 dunia yang sedang on fire. Sebagai akibatnya Murray mulai membuat lebih banyak kesalahan sendiri.

Pada akhirnya, Novak Djokovic memenangi gelar grandslam ke-12nya, melengkapi Career Grand Slam, dan mencetak Nole Slam dengan mengalahkan Andy Murray dalam empat set 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray memberikan ucapan yang menyentuh btw, dimana ia berkata bahwa kami semua beruntung berada di sana sebagai audiens untuk menyaksikan terciptanya Nole Slam yang mana sangat amat jarang terjadi di tenis putra; tetapi baginya ini terasa sakit sekali sebagai seseorang yang berada di sisi lain dari net hari ini. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

Novak Djokovic membuat Nole Slam menjadi kenyataan di Roland Garros 2016

Setelah pertandingannya, aku membeli sepasang dampers untuk raket tenisku. Kemudian, aku meninggalkan Stade Roland Garros dan kunjungan tahun 2016ku ke sana resmi berakhir 🙂 .

SELESAI.

#1757 – My 2016 Roland Garros Trip (Part I: Roland Garros (Saturday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Today, I got a Ring 1 ticket in Court Philippe Chatrier so the view from my seat was very good because the seat was quite close to the court. And so naturally today I was feeling very excited because these were the scheduled matches in Philippe Chatrier:

  1. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Men’s Doubles Final: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

And you all know that Serena Williams and Bob/Mike Bryan are amongst my favorite players! It was awesome!!

Anyway so I left my hotel at a few minutes passed 8 AM. After buying a few French pastries for breakfast, I took the metro to get to Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!

Back at Roland Garros!

I noticed a significant improvement has been done in this year’s edition of the tournament (compared to previous years):

  1. There are more security checks to enter Stade Roland Garros. Well, considering those infamous events which have happened multiple time in Europe within the last one year or so, this is hardly surprising and I am extremely glad they did so. This certainly made me feel much safer during my visit.
  2. Free wifi was now provided in certain areas in Stade Roland Garros!! Yeay!! 😛

As usual, the gate was opened just a few minutes before 10 AM. The weather was not the best this morning where it was very cloudy and a few drops of rain fell here and there but at least it was not raining (it was not even drizzling). I immediately went to Court Suzanne Lenglen and I bought myself a hotdog package for breakfast (the few French pastries were certainly not enough for the longer run 😛 ).

The main event at Court Philippe Chatrier would start just at 3 PM. And so to start the day I decided to watch two matches (well, one and half actually) in Court Suzanne Lenglen which started at 11 AM. They are:

1. Women’s Legends Doubles Final: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

It was nice to see these retired players played some tennis. Obviously they were not as fast nor athletic nor powerful as they used to be but even so, I felt like none of the four women were at their potential best during the day. In the end, Davenport/Navratilova won the match rather easily, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women’s legends event

2. Men’s Legends Over 45 Doubles Round Robin: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

This experience was my first time watching a men’s legends match. And here, I have to say that these men knew how to put up a very entertaining show in the form of a tennis match. The match was just a legends’ event so it was like “just” an exhibition match and there was no need to be extremely serious. And this was even more true especially when Mansour Bahrami was playing.

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami

You see, nowadays Mansour Bahrami has the reputation as “fun” and “funky” in an exhibition match. And now I could see, with my own eyes, why. He was very funny on the court! Moreover, the other three players also played along so it became such an entertaining exhibition tennis “match” display.

For instance, at 5-all in the tiebreak of the first set, Yannick Noah hit a really good pass which neither Krajicek or Bahrami could chase. So while failingly trying to chase the ball, Bahrami threw a ball he kept in his pocket back to his opponents’ side. Obviously by this rule this was illegal and Bahrami/Krajicek lost the point. But the umpire played along with this stint and awarded the point to Bahrami/Krajicek. Obviously Noah and Pioline “protested” and so this happened:

So this happened

A protest

Haha 😆 .

Yeah, it was very funny!!

***

I decided to leave Court Suzanne Lenglen after the first set because I was hungry for lunch. So I went to the gourmet restaurant and ordered my favorite dish at Roland Garros: steak with Mediterranean ratatouille.

After lunch, I went to Court Philippe Chatrier and settled in my seat. I was quite early there and at that time, Novak Djokovic was still practicing for his tomorrow’s men’s singles final against Andy Murray. A few minutes later, he left the court.

At Court Philippe Chatrier

At Court Philippe Chatrier. I carefully chose this outfit of mine. Can you guess why so?

The main event today started with a ceremony of the induction of Amelie Mauresmo to the International Tennis Hall of Fame. After that, the main showdown of today, the women’s singles final, started.

3. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

This women’s singles final was a rematch of last year’s Wimbledon final, which I also watched live 😛 . Anyway, I was very excited when Serena Williams entered the court:

And I noticed that my hand was shaking when I was taking that short video. I don’t know if it was because I was being nervous or just due to my excitement, haha 😆 .

You all know that Serena Williams is one of my most favorite tennis players, ever. But you might not know that actually I also like Garbiñe Muguruza. Moreover, I do think that she can be on the top of the women’s game some day (sidelining very bad injury of course), and that some day might actually come quite soon. However, in the battle between these two, obviously I would have to go with which of the two which I liked the more; and in this case it was Serena, haha 😆 .

Serena William serving

Serena Williams. Yes so I chose my outfit so that the color would match Serena’s dress #truefans

But as you might already know by now, Muguruza won 7–5, 6–4. Serena did not play at her best (her first serve percentage was quite low which allowed Muguruza too much look on her second serve) but it was obvious that she was fighting hard, including saving four championships points in the second set. However, it was not enough as Muguruza was in the zone today. Muguruza’s strategy today was clear to me: to go for her shots, playing high risk tennis. This was reasonable because if she did not do so, she would most definitely lose the match given her opposition in the final. And her strategy paid off where she basically “painted the lines” in many occassions during the match.

The reward for Muguruza? Well, her first grandslam singles title!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Congratulations, Garbiñe!!

As for Serena, I do hope she wakes up just in time for Wimbledon and the upcoming US Open this year. Come on Serena, you can do it!!

4. Men’s Doubles Final: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Following the women’s singles final was the men’s doubles final between Feliciano López/Marc López and Mike Bryan/Bob Bryan.

The López got an early break in the first set which they managed to hold upon until the end of the set, thus winning it 6–4. The second set was much tighter that a tiebrak was forced to be played. The Bryans saved one championships point during the tiebreak and took claimed the set by winning the tiebreak (8–6).

Feliciano López and Marc López

Feliciano López and Marc López

After the second set, somehow I felt very tired. I think I was more affected by the disappointment of Serena’s loss than I thought I was, haha 😆 . And so I decided to leave the stadium. Well, I still had one day the next day so my justification was that I needed to have a good rest 😛 .

Anyway, it turned out that Feliciano López/Marc López won the third set 6–3 thus the Spaniards won their first grandslam title.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Hari ini, aku memiliki sebuah tiket Ring 1nya Lapangan Philippe Chatrier sehingga pandangan dari kursiku oke banget karena lokasi kursinya yang cukup dekat dengan lapangan tenisnya. Dan jelas dong sebagai akibatnya hari ini aku amat bersemangat karena pertandingan-pertandingan yang dijadwalkan di Philippe Chatrier adalah sebagai berikut:

  1. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Final Ganda Putral: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Dan pasti sudah pada tahu deh Serena Williams dan Bob/Mike Bryan adalah salah sekian dari petenis favoritku! Seruu!!

Anyway jadilah aku berangkat dari hotelku jam 8 pagi lewat sedikit. Setelah membeli beberapa roti Prancis untuk sarapan, aku menaiki metro untuk pergi ke Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!

Kembali di Roland Garros!

Aku amati ada perubahan signifikan di edisi tahun ini dari turnamen ini (dibandingkan tahun-tahun sebelumnya):

  1. Ada beberapa pemeriksaan sekuriti ekstra untuk memasuki Stade Roland Garros. Yaa, mengingat apa yang terjadi di Eropa beberapa kali selama setahun belakangan ini, ini nggak mengherankan lah ya. Ini jelas membuatku merasa jauh lebih aman ketika di sana.
  2. Sekarang ada wifi gratisannya loh di beberapa area di Stade Roland Garros!! Horee!! *penting ini* 😛

Seperti biasa, gerbang masuk dibuka beberapa menit sebelum jam 10 pagi. Cuaca hari ini kurang begitu baik deh dimana langit berawan tebal dan beberapa butiran air terasa jatuh di sana-sini. Tetapi untungnya nggak sampai hujan sih (bahkan nggak gerimis juga). Aku langsung pergi ke area Lapangan Suzanne Lenglen dan membeli satu paket hotdog untuk sarapan (roti Prancisnya jelas cuma mengganjal perut aja kan ya 😛 ).

Pertandingan utama di Philippe Chatrier baru dijadwalkan jam 3 sore. Jadilah hari ini aku mulai dengan menonton dua pertandingan (satu setengah sih sebenarnya) di Suzanne Lenglen yang dimulai jam 11 pagi. Dua pertandingan ini adalah:

1. Final Legenda Putri: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

Seru deh rasanya melihat petenis yang sudah pensiun bermain tenis. Tentu mereka sudah tidak secepat, seatletis, atau sekuat dulu ya. Namun, walaupun begitu aku merasa keempat pemainnya tidak bermain yang terbaik deh hari ini. Pada akhirnya, Davenport/Navratilova menang dengan cukup mudah, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event

Martina Navratilova dan Lindsay Davenport memenangi gelar ganda legenda putri

2. Babak Round Robin Legenda Putra Di Atas 45 Tahun: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

Pengalaman ini adalah kali pertama aku menonton pertandingan legenda putra. Dan dengan ini, harus kubilang bahwa pemain-pemain ini tahu bagaimana mengadakan pertunjukan yang amat menghibur dalam rupa sebuah pertandingan tenis. Karena hanya turnamen legenda saja, di satu sisi pertandingan ini seperti pertandingan ekshibisi gitu sehingga tentu mereka tidak perlu serius-serius amat. Dan pernyataan ini benar sekali terutama ketika Mansour Bahrami berpartisipasi.

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami sekarang terkenal sebagai pemain yang “seru” dan “lucu” di pertandingan ekshibisi. Dan sekarang bisa kusaksikan sendiri bahwa pernyataan ini benar adanya. Dia lucu bangett! Lebih jauh lagi, ketiga pemain lainnya juga ikutan tampil lucu sehingga sebuah pertunjukan ekshibisi tenis yang lucu dan menghibur terciptakan.

Misalnya, di posisi 5-sama di tiebreak set pertama, Yannick Noah memukul sebuah pukulan pass yang bagus sehingga Krajicek atau Bahrami tidak bisa mencapainya. Jadilah ketika berusaha mencoba mengejar bolanya (tentu ia gagal), Bahrami melemparkan sebuah bola tenis yang ia simpan di kantong celananya ke sisi lawan. Jelas dong menurut aturan ini ilegal dan Bahrami/Krajicek kehilangan poin ini. Tetapi wasit pertandingannya ikutan bermain dengan skemanya Bahrami ini adan memberikan poin untuk Bahrami/Krajicek. Nah, jelas dong Noah dan Pioline “protes” sehingga ini terjadi:

So this happened

Sebuah protes

Haha 😆 .

Iyaa, lucu banget memang!!

***

Aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen setelah set pertama karena aku merasa lapar. Jadilah aku pergi ke restoran gourmet untuk makan siang disana dan memesan menu favoritku di Roland Garros: steak dengan ratatouille ala Mediteranea.

Setelah makan siang, aku ke Philippe Chatrier untuk duduk di kursiku. Aku datang agak awal dan waktu itu, Novak Djokovic sedang berlatih untuk pertandingan finalnya keesokan harinya melawan Andy Murray. Beberapa menit setelah aku datang, ia meninggalkan lapangannya.

At Court Philippe Chatrier

Di Philippe Chatrier. Outfit ini aku pilih sedemikian rupa lho. Ada yang bisa menebak mengapa aku memilihnya?

Hari ini acara dimulai dengan upacara masuknya Amelie Mauresmo ke International Tennis Hall of Fame. Setelahnya, acara dimulai dengan event utama: final tunggal putri.

3. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

Final tunggal putri ini adalah ulangan final Wimbledon tahun lalu, yang mana juga aku tonton 😛 . Anyway, aku merasa bersemangat banget loh ketika Serena Williams memasuki lapangannya:

Dan kuperhatikan ternyata tanganku bergetar juga ketika video singkat di atas aku ambil. Entah karena aku grogi atau saking senangnya, haha 😆 .

Tentu sudah pada tahu bahwa Serena Williams adalah salah satu petenis favoritku sepanjang masa. Tetapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa aku juga suka Garbiñe Muguruza. Lebih jauh lagi, aku kira ia bisa menjadi petenis nomor satu di sisi putri suatu hari (dengan mengesampingkan faktor cedera tentunya), dan suatu hari itu mungkin akan segera datang. Namun, di pertandingan antara dua petenis ini, jelas aku memihak yang lebih kufavoritkan dong ya, yang mana dalam hal ini adalah Serena, haha 😆 .

Serena William serving

Serena Williams. Iya, outfit-ku aku pilih supaya warnanya kembaran dengan dress-nya Serena #fanssejati

Tetapi seperti yang mungkin sudah pada tahu sekarang, Muguruza menang 7–5, 6–4. Serena tidak dalam performa terbaiknya (persentasi servis pertamanya terlalu rendah sehingga Muguruza mendapatkan banyak kesempatan di servis kedua) tetapi jelas bahwa ia berjuang segigih mungkin, termasuk ketika menyelamatkan empat championships points di set kedua. Namun, itu tidak cukup karena Muguruza sedang in the zone banget hari ini. Aku bisa membaca jelas strateginya Muguruza: untuk mengambil risiko tinggi. Ini strategi yang masuk akal sih karena kalau tidak, ia sudah hampir dipastikan kalah mengingat siapa lawannya. Dan strateginya berhasil dimana ia “menyapu garis” beberapa kali di momen-momen penting pertandingan ini.

Hadiahnya bagi Muguruza? Yah, gelar grandslam pertamanya!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Garbiñe Muguruza memenangi gelar grandslam pertamanya di Roland Garros 2016

Selamat, Garbiñe!!

Untuk Serena, mudah-mudahan ia segera bangun deh sebelum Wimbledon dan US Open tahun ini. Ayo Serena, kamu bisa!!

4. Final Ganda Putra: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Mengikuti final tunggal putri adalah final ganda putra antara Feliciano López/Marc López dan Mike Bryan/Bob Bryan.

Pasangan López berhasil mematahkan servis lawan di awal pertandingan dan berhasil mempertahankannya sampai akhir set, dan menang 6–4. Set kedua berlangsung lebih ketat dimana tiebreak harus dimainkan. Si kembar Bryan menyelamatkan satu championships point di tiebreak ini dan berhasil mengamankannya dengan memenangi tiebreak-nya (8–6).

Feliciano López and Marc López

Feliciano López dan Marc López

Setelah set kedua, entah mengapa aku merasa amat lelah. Aku kira pengaruh dari kekecewaanku karena kalahnya Serena lebih kuat daripada yang kukira deh, haha 😆 . Dan jadilah setelahnya aku memutuskan untuk pulang. Yaa, aku kan masih memiliki satu hari lagi besoknya ya sehingga justifikasiku adalah aku perlu istirahat 😛 .

Anyway, ternyata Feliciano López/Marc López memenangi set ketiga 6–3 sehingga petenis Spanyol ini memenangi grandslam pertama mereka.

BERSAMBUNG…

#1752 – My 2016 Roland Garros Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

As my Instagram followers (@azilko) would have known by now, this weekend was the weekend of my annual trip to Paris to watch the 2016 French Open (Roland Garros). Yes, I went to Paris this weekend! :mrgreen:

Paris, as usual, was amazing (but still busy and full of tourists here and there, lol 😆 ). The food, per usual, was generally great as well. Of course, as the capital of France, whose food is one of my most favorite cuisine in the world, this was basically a given, haha 😆 . Even though this time I did not have the bestest culinary experience in Paris in general though but this was because food was not in the top of my agenda of course 😛 .

The French Open was super fun per usual. Being a grandslam tournament, it was much “more” than any other “regular” tennis tournaments. The players and the fans care about this tournament more, thus making the atmosphere electric. To be honest, before going on this trip, I was a little bit worried about the tournament scheduling though after the heavy rain which hit Paris early in the second week of the tournament which messed up the whole schedule. But luckily they were able to catch up in the end, even though not without some controversies from the players’ point of view.

From the results point of view, to be honest I had mixed feeling. While I was certainly happy my favorite players made it to the final so I could watch them play those finals live in person, literally all of them lost the matches so I could not leave Stade Roland Garros with the most joyous feeling ever 😦 . But this is the reality of sport. You win some, you lose some. This is what makes it exciting and the competitive nature is what stimulates the players to keep improving and fighting. But as a fans I am hoping they will all do better in the next big tournament, Wimbledon, haha 😆 .

Nevertheless, I am still very very very lucky. Last year, I witnessed the realization of Serena Slam 2.0 when Serena Williams won Wimbledon 2015 (by doing so, she was holding the titles of all four grandslams simultaenously). This weekend, I witnessed the realization of Nole Slam in Paris. Novak Djokovic won Roland Garros 2016 which means that now he holds the titles of the four grandslams! This feat is much rarer in the men’s field where the last time this happened was in 1969 when Rod Laver won all four grandslam tournaments that year.

So all in all, it was such a fun trip and I am glad I was able to make it!! As per usual, here are some teasers from this trip! 😉

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) tentu sudah ketahui sekarang, akhir pekan ini adalah akhir pekan perjalanan tahunanku ke Paris untuk menonton turnamen French Open 2016 (Roland Garros). Iyaa, akhir pekan ini aku berada di Paris! :mrgreen:

Seperti biasa, Paris itu kece dah (tetapi ya masih sibuk dan penuh turis seperti biasanya sih, hahaha 😆 ). Makanannya, seperti biasa, secara umum jelas enak-enak, haha. Nggak mengherankan lah ya, namanya aja ibukotanya Prancis, yang mana makanannya adalah salah satu makanan favoritku di dunia, jadi ini jelas lah ya, haha 😆 . Walaupun makanan yang kumakan di perjalanan kali ini bukan yang paling enak banget yang pernah kumakan di Paris sih; tetapi ini dikarenakan makanan bukanlah prioritas utama di perjalananku kali ini, haha 😛 .

French Open-nya sendiri seru seperti biasanya. Sebagai turnamen grandslam, turnamen ini “lebih” daripada sekedar turnamen-turnamen “biasa” lainnya. Para petenis dan fans jelas memedulikan turnamen ini lebih daripada turnamen lain, sehingga akibatnya atmosfernya seru banget. Sejujurnya, sebelum berangkat, aku sedikit khawatir dengan penjadwalan turnamen ini akibat hujan deras yang mengguyur Paris di awal minggu kedua turnamen ini yang mengakibatkan kacaunya jadwal pertandingan. Tetapi untungnya pada akhirnya mereka berhasil mengejar ketertinggalan sih dari segi jadwal, walaupun tentu bukannya tanpa kontroversi juga dari sudut pandang petenisnya.

Dari sisi hasil pertandingan, sejujurnya aku merasa sedikit kecewa. Walaupun aku merasa senang petenis favoritku masuk final sehingga aku bisa menonton mereka langsung, semuanya kalah dong di final sehingga aku tidak bisa meninggalkan Stade Roland Garros dengan perasaan yang paling senang 😦 . Tetapi ya memang beginilah realita olahraga ya. Kadang menang kadang kalah. Ini yang membuatnya seru dan aura kompetisinya lah yang mendorong pemain untuk terus meningkatkan kemampuan dan terus bertarung. Tetapi sebagai fans aku sih berharap mereka akan mendapatkan hasil yang lebih baik di turnamen besar selanjutnya, Wimbledon, haha 😆 .

Toh walaupun begitu, aku sebenarnya masih sangat sangat sangat beruntung loh. Tahun lalu, aku menyaksikan terwujudnya Serena Slam 2.0 ketika Serena Williams memenangi Wimbledon 2015 (dengan kemenangan itu, ia memegang keempat gelar juara turnamen grandslam bersamaan). Nah, akhir pekan ini, aku menyaksikan terwujudnya Nole Slam di Paris. Novak Djokovic memenangi Roland Garros 2016 yang mana artinya kini ia lah pemegang gelar juara keempat turnamen grandslam! Pencapaian ini jauh lebih jarang di sisi putra dimana terakhir kali ini terjadi adalah di tahun 1969 ketika Rod Laver memenangi kesemua gelar grandslam tahun itu.

Kesimpulannya, perjalanan ini adalah perjalanan yang amat seru dan aku bersyukur banget aku bisa pergi ke Paris!! Seperti biasanya, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini! 😉

#1713 – My 2016 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Since 2012, I have always gone to Paris every year to watch the French Open (or Roland Garros), the second grandslam tennis tournament of the year. And it turns out that this year is no exception! :mrgreen: Yes, that means that I have booked my 2016 Roland Garros tickets!! 😀 Earlier today, I secured my tickets (yes plural) to the tournament’s edition this year! 😀

My experience last year, where they changed the sales system a little bit, helped a lot though. As a result, when I accessed the website, I was only the 570th person in the queue (compared to being the 50,000+th something person last year! 😢). So instead of having to wait for 3.5 hours like last year, this morning I had to wait for about 15 minutes only, haha 😆 .

I was only the 570th person in the queue this year 😎

I was only the 570th person in the queue this year 😎

This also meant that a selection of much better seats were still available when I got the access!! 😍😍😍 This further meant there were a lot more possibilities for me to tailor the trip this year ;).

My experience of watching the women’s singles final last year, where my favorite tennis player, Serena Williams, won her 20th grandslam singles title, was so amazing that I decided to go there for the women’s singles final again this year. But this time, though,  I was able to secure a much much much better seat than last year!! 😍😍😍 This year my seat will be much closer to the tennis court!! Plus, the view and the angle are also much better!

Me with Serena Williams, haha

Myself with Serena Williams in 2015, haha 😎

Furthermore, this year it will be even more amazing because I also decided to buy a ticket for the men’s singles final as well!! 😍😍😍 The men’s tickets got sold out quicker though so I was only able to secure a seat quite up in the stadium. But it was okay as the view was still actually quite descent; plus it was much cheaper anyway 🙂 .

Yeah, so it is going to be fun!! 🙂 I am now hoping that my favorite players will make the finals!! 🙂

***

Speaking of the trip, I have also arranged my accommodation in Paris. Just like the last two years, I decided to (obviously and unsurprisingly) fly to get there (points collectors here 😛 ). I was able to book cheap return flights between Amsterdam and Paris (which turned out to be cheaper than the cheapest return high-speed train ticket! 😱)

I have also reserved a three-night stay at a Parisian hotel 🙂 . Unlike the past three years though, where I mostly stayed around Gare du Nord, I decided to stay in another region of Paris this year 🙂 . Yeah, a little bit of change for once! 🙂

So, yeah, Paris, I am back this year! 😀

BAHASA INDONESIA

Semenjak tahun 2012, aku selalu pergi ke Paris setiap tahun untuk menonton French Open (alias Roland Garros), turnamen tenis berlevel grandslam kedua setiap tahunnya. Dan ternyata, tahun ini pun bukanlah pengecualian! :mrgreen: Iya, memang artinya aku telah mendapatkan tiket Roland Garros tahun 2016 ini!! 😀 Pagi tadi, aku berhasil mengamankan tiket-tiketku (iya, jamak) untuk edisi tahun ini dari turnamen bergengsi ini! 😀

Pengalamanku tahun lalu, dimana waktu itu sistem penjualan tiketnya sedikit diubah, sangat amat membantuku loh. Sebagai akibatnya, ketika aku mengakses website-nya, aku hanyalah orang ke-570 di antrian (bandingkan dengan tahun lalu dimana aku adalah orang ke-50.000+ di antrian! 😢). Jadilah aku tidak perlu mengantri selama 3,5 jam seperti tahun lalu, dimana tadi pagi aku cukup menunggu selama 15 menit saja, haha 😆 .

I was only the 570th person in the queue this year 😎

Aku hanyalah orang ke-570 di antrian tahun ini 😎

Ini juga berarti pilihan kursi yang masih tersedia ketika aku mendapatkan aksesnya juga masih bervariasi banget!! 😍😍😍 Ini juga lebih jauh berarti ada lebih banyak kemungkinan untuk mendisain perjalanan ini tahun ini ;).

Pengalamanku menonton final tunggal putri tahun lalu, dimana petenis favoritku, Serena Williams, memenangi gelar grandslam ke-20nya, sungguh amat sureal dan seru sekali sehingga aku memutuskan untuk menonton final tunggal putri lagi tahun ini. Bedanya, tahun ini aku berhasil mendapatkan kursi yang jauuuuuh lebih asyik dan keren daripada tahun lalu!! 😍😍😍 Tahun ini kursiku akan berlokasi jauh lebih dekat ke lapangan tenisnya!! Plus, view dan sudut-nya oke banget juga!

Me with Serena Williams, haha

Aku dan Serena Williams di tahun 2015, haha 😎

Lebih jauh lagi, perjalanan tahun ini akan jauh lebih seru lagi karena aku juga memutuskan untuk membeli tiket final tunggal putra!! 😍😍😍 Tiket final tunggal putranya habis lebih cepat sih sehingga aku hanya bisa mendapatkan kursi di bagian agak atas dari stadionnya. Ah, tetapi masih nggak masalah sih karena dari situ toh pandangannya masih oke juga; ditambah lagi tiketnya juga lebih murah 🙂 .

Yaa, kayaknya bakal seru banget ya!! 🙂 Aku sekarang berharap petenis favoritku masuk ke babak final!! 🙂

***

Ngomongin perjalanan ini, aku juga sudah mengatur akomodasiku di Paris. Seperti dua tahun belakangan, aku memutuskan untuk (jelas, dan tidak mengherankan) naik pesawat kesana (sekalian ngumpulin poin kan 😛 ). Aku beruntung mendapatkan tiket pesawat pp murah dari Amsterdam ke Paris (yang mana ternyata lebih murah daripada tiket termurah kereta berkecepatan tinggi (high-speed train) loh! 😱)

Aku juga sudah memesan kamar selama tiga malam di sebuah hotel di Paris 🙂 . Tetapi tidak seperti tiga tahun belakangan, dimana aku menginap di area sekitar Gare Du Nord, kali ini aku memutuskan untuk menginap di sebuah area lain di kota Paris 🙂 . Yaa, sekalian ganti suasana gitu kan ya sekali-sekali! 🙂

Jadi, yup, Paris, aku kembali lagi tahun ini! 😀

#1576 – 2015 French Open Trip (Part II: Roland Garros)

ENGLISH

Previously on 2015 French Open Trip: Zilko went to Paris to watch the second grandslam tournament of the year: the 2015 French Open. Now, it is time for the story from the tournament itself.

***

Lucky Boy

I got a ticket for Saturday, which was for the women’s singles final and men’s doubles final. I was happy with the result of these two events so far, because both matches would involve my favorite players: Serena Williams in the women’s singles final and the Bryan brothers in the men’s doubles final.

But then, on Friday evening, the day where the men’s singles semifinals were played, the second match of the day between the male tennis player world number 1, Novak Djokovic, and the world no.3, Andy Murray, had to be suspended at 6–3, 6–3, 5–7, 3–3, because of darkness. As a result, they had to resume the match the day after, which was Saturday, the day I got a ticket! Yes, so that Saturday I got a bonus of a semifinal match between Novak Djokovic and Andy Murray as well! HELL YEAH!!!

The Experience

Because of this bonus match, I decided to come early to Roland Garros. The women’s singles final was scheduled at 3 PM but the resumption of the men’s singles semifinals was scheduled at 1 PM. So I arrived at the grounds at around 9 AM, haha. The gate was still closed at that time so we had to wait for a bit before they opened the gate at around 10 AM.

I have to say that that morning in Stade Roland Garros was much more lively than I expected. I mean, it was the finals day, so only a few players (who reached the finals) were still alive in the draw. So I expected it to be much less crowded than the first week (all my previous visits to Roland Garros were in the first week). But then, even though indeed it was not as crowded, it was still quite lively with a lot of junior players and some retired players (who competed in the Legend’s event) were there as well!

Juan Carlos Ferrero

For instance, I saw Juan Carlos Ferrero in the morning

So it was quite nice.

The Matches

I watched four matches today:

  1. Women’s legend’s final between Martina Navratilova (USA)/Kim Clijsters (BEL) vs Lindsay Davenport (USA)/Mary Joe Fernandez (USA).
  2. Men’s singles semifinals between [1] Novak Djokovic (SRB) and [3] Andy Murray (GBR)
  3. Women’s singles final between [1] Serena Williams (USA) vs [13] Lucie Šafářová (CZE)
  4. Men’s doubles final between [1] Bob Bryan (USA)/Mike Bryan (USA) vs [3] Ivan Dodig (CRO)/Marcelo Melo (BRA)

The first one was held in Court Suzanne Lenglen (my first time in Suzanne Lenglen actually) and the next three were in Court Philippe Chatrier.

Women’s legend’s final between Martina Navratilova (USA)/Kim Clijsters (BEL) vs Lindsay Davenport (USA)/Mary Joe Fernandez (USA)

The legend’s event at a grandslam tournament is always interesting for tennis fans because it always brings out the nostalgia atmosphere. For instance, here, I could see the 58 year old Martina Navratilova playing a tennis match. She was playing with the 32 year old Kim Clijsters who retired in 2012. Against them were the three-time grandslam champion, Lindsay Davenport, and a former top 4 player in the 1990s, Mary Joe Fernandez.

Kim Clijsters and Martina Navratilova won the Woman's Legend event

Kim Clijsters and Martina Navratilova won the Woman’s Legend event

The four players still played good tennis. Obviously the level was not as high as the professional players. But here, I can see that two things do not get away with age or rust: champion mentality and technique. In the super-tiebreak, Navratilova/Clijsters were down two match points at 7–9. But then, Martina Navratilova saved both points with her legendary touch at the net!! In the end, Navratilova/Clijsters won 2–6, 6–2, [11–9].

Men’s singles semifinal between [1] Novak Djokovic (SRB) and [3] Andy Murray (GBR)

Andy Murray is my favorite male tennis player now. But honestly, I did not expect a lot from him today because he was facing a tough opponent, Novak Djokovic, on Murray’s historically weakest surface, clay. So I was just hoping him to make it a closer contest. The match being 2–1 in sets for Djokovic and it was tied at 3–3 in the fourth set, there was a chance it could be over in just three games, lol 😆 .

Novak Djokovic preparing to hit a serve

Novak Djokovic preparing to hit a serve

Andy Murray returning a Novak Djokovic's serve

Andy Murray returning a Novak Djokovic’s serve

But luckily, Murray was able to win the fourth set 7–5 and so he forced a fifth set to be played. Djokovic, however, was playing amazingly in the fifth set, especially at the crucial points. Murray did not play bad, but Djokovic just outclassed him and won 6–1, even though the score did not justify the fifth set.

Men’s doubles final between [1] Bob Bryan (USA)/Mike Bryan (USA) vs [3] Ivan Dodig (CRO)/Marcelo Melo (BRA)

I have watched the Bryans brothers played in Roland Garros before in 2012. But it was in the first round so it was nice that I could watch their match in the final now. Against them were a team who were in their second grandslam final (they lost to the Bryans in Wimbledon in 2013), Ivan Dodig and Marcelo Melo. Btw, this match made me realize there were so many Brazilians there today. They were supporting Melo who was Brazilian, haha.

The Bryan brothers strategizing

The Bryan brothers strategizing

The match turned out to be a very good and close match. Both teams held their serve in the first set where the Bryans sneaked it out in the tiebreak. In the second set, the Bryans were able to gain an early break advantage. But at some point, Dodig/Melo squandered it back on Mike Bryan’s serve and the Croatian/Brazilian team took the second set in the tiebreak. The third set was very neck to neck where now both teams played good doubles tennis. At 5 all on Mike Bryan’s serve, however, Dodig/Melo were able to sneak out a break advantage and eventually closed the match out 7–5. It was their first grandslam title.

Women’s singles final between [1] Serena Williams (USA) vs [13] Lucie Šafářová (CZE)

And here is the match which was the reason I felt so blessed for getting a ticket for the final. As a fan of Serena Williams, it was a blessing that I was able to witness her playing in a grandslam final. I mean, it was my opportunity to see her in the best tennis stage! Realistically, she is 33 years of age now, so who knows how many more years she will be playing, right? So while she is still playing, I want to enjoy watching her playing as much as possible, and now I gotta watch her play a grandslam final! 😀

The coint toss for the women's singles final

The coint toss for the women’s singles final

Anyway, as we all could see, the match was all Serena’s. She appeared to have passed the worst stage of the flu which clearly hampered her in her semifinal match (she could not even practice the day before the final because of it). She started the match really strongly, building a 6–3, 4–1 (40–15) lead. To this moment I was feeling normal because it looked like it would be a routine win for Serena.

But then she started to look a little bit nervous and tight, starting to make uncharacteristic errors. Sensing this, Lucie took an advantage and imposed her game more. Somehow, she was able to bring the second set back to level and forced a tiebreak, which she won. She carried this momentum to the third set, building a 2–0 lead immediately. And here, I have started to feel more nervous and was mentally so into the match, haha 😆 . But then, being a champion that she was, Serena unleashed her champion mentality, regrouped, and won the next six games. Thus, winning the match 6–3, 6–7(2), 6–2 and her 20th grandslam singles title!

Lucie Šafářová hitting a backhand

Lucie Šafářová hitting a backhand

Serena Williams hitting a forehand

Serena Williams hitting a forehand

During the match though, I was annoyed with an old man who was sitting behind me who kept yelling “Allez Lucie!!” on pretty much every single point, including when Serena made some errors, haha 😆 . As to me? Well, I tried to keep calm and keep everything within myself even though deep down I was nervous and at the same time annoyed with that old man (and some other ladies who were also cheering for Šafářová, haha). But when Serena finally got her first match point, I could not hold it anymore and screamed “Come on Serena!!!“, hahaha 😆 . And when Serena won, I screamed “Yeeesssssss!!!!” really loudly, haha 😛 . I was so happy that I was shaking! Really!!

Serena Williams expressing her emotiong after winning the title

I pretty much shared the same emotion with Serena Williams here: “Yeaaaaah!!!”

This “drama” of Serena somehow losing grounds for a bit and Lucie taking an advantage of it made the match more “exciting” actually and made me get into the match more and become involved mentally. Seriously, this match had a lot of interesting stuffs: from Serena being forced to hit a left-handed forehand (Serena is a right-hander), like this:

Serena Williams hitting a left-handed forehand in the final. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Serena Williams hitting a left-handed forehand in the final. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Btw, at that moment, I was like “Did I just see that? That Serena just hit a left-handed forehand? And it went in? Wow!“. Lol, I could not believe what I just saw. And then in the heat of the moment, apparently Serena cursed a few times (“apparently” as I did not hear iy myself but indeed she got a warning from the umpire). Yeah, the match turned out to be a quite dramatic one, haha 😆 .

Serena Williams and Le Coupe Suzanne Lenglen

Serena Williams and Le Coupe Suzanne Lenglen

The Experience (continued)

So yeah, now I can say that a grandslam final is the best tennis match we can ever see as tennis fans. This is because everyone cares about this match, because there is no other match that is more important than a grandslam final. Everyone is involved. The players. The officials. The spectators. So the atmosphere in the stadium is really amazing.

Me with Serena Williams, haha

It was so great that I got a photo with Serena Williams, haha

The Food

Anyway, so let’s talk about the food here. Being there for just one day, I only had a breakfast and a late lunch during my stay there. For breakfast, I went with the normal tuna sandwich.

Beef steak with ratatouille

Beef steak with ratatouille, my favorite dish at Roland Garros

For lunch, I ordered my favorite dish for lunch at Roland Garros: a beef steak with ratatouille. It is not the most delicious steak in the entire planet indeed; but somehow I just love this dish! Every year when I go to Roland Garros, I always order one! 😀

THE END.

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam 2015 French Open Trip: Zilko pergi ke Paris untuk menonton turnamen grandslam kedua tahun ini: French Open 2015. Sekarang adalah saatnya untuk cerita dari turnamen bergengsi ini.

***

Beruntung

Aku memiliki tiket untuk hari Sabtu, yang mana jadwalnya adalah final tunggal putri dan final ganda putra. Aku cukup senang dengan hasil dari turnamen ini sejauh ini, karena kedua pertandingannya akan melibatkan petenis favoritku: Serena Williams di final tunggal putri dan Bryan bersaudara di final ganda putra.

Tetapi kemudian, Jumat malam, hari dimana semifinal tunggal putra dimainkan, pertandingan semifinal kedua antara petenis putra peringkat 1 dunia, Novak Djokovic, dan peringkat 3 dunia, Andy Murray, harus dihentikan di posisi 6–3, 6–3, 5–7, 3–3 karena sudah gelap. Pertandingannya baru bisa dilanjutkan sehari setelahnya, yaitu hari Sabtu, hari dimana aku memiliki sebuah tiket! Iya, sebagai akibatnya, di hari Sabtu aku mendapatkan bonus pertandingan semifinal antara Novak Djokovic dan Andy Murray dong! ASYIK BANGETTTT!!!

Pengalamannya

Karena pertandingan bonus ini, aku memutuskan untuk datang awal deh ke Roland Garros. Final tunggal putri dijadwalkan mulai jam 3 sore tetapi semifinal tunggal putranya dijadwalkan jam 1 siang. Jadilah aku tiba di arenanya sekitar jam 9 pagi, haha. Gerbangnya masih ditutup waktu itu jadi aku harus menunggu sebentar sampai mereka membukanya sekitar jam 10 pagi.

Harus aku bilang bahwa pagi itu, Stade Roland Garros lebih ramai daripada bayanganku. Maksudku, ini kan sudah final ya jadi hanya sedikit pemain saja (yang mencapai babak final) yang masih hidup di turnamennya kan. Jadi aku kira suasananya bakalan jauh lebih sepi daripada minggu pertama turnamen (sebelum ini, semua kunjunganku ke Roland Garros adalah di minggu pertama). Tetapi kemudian, walaupun memang tidak seramai minggu pertama, tetapi masih cukup ramai juga kok dimana banyak petenis junior dan beberapa eks-pemain (yang berkompetisi di event legenda) hadir juga!

Juan Carlos Ferrero

Misalnya, pagi itu aku melihat Juan Carlos Ferrero

Jadi asyik lah.

Pertandingan Tenis

Aku menonton empat pertandingan tenis hari ini:

  1. Final legenda putri antara Martina Navratilova (USA)/Kim Clijsters (BEL) vs Lindsay Davenport (USA)/Mary Joe Fernandez (USA).
  2. Semifinal tunggal putra antara [1] Novak Djokovic (SRB) vs [3] Andy Murray (GBR)
  3. Final tunggal putri antara [1] Serena Williams (USA) vs [13] Lucie Šafářová (CZE)
  4. Final ganda putra antara [1] Bob Bryan (USA)/Mike Bryan (USA) vs [3] Ivan Dodig (CRO)/Marcelo Melo (BRA)

Pertandingan pertama diadakan di Lapangan Suzanne Lenglen (kali pertama aku memasuki Lapangan Suzanne Lenglen loh ini) dan ketiga selanjutnya di Lapangan Philippe Chatrier.

Final legenda putri antara Martina Navratilova (USA)/Kim Clijsters (BEL) vs Lindsay Davenport (USA)/Mary Joe Fernandez (USA)

Event legenda di sebuah grandslam selalu menarik untuk ditonton bagi penggemar tenis karena membawa banyak memori nostalgia dengannya. Misalnya saja, kali ini, aku bisa menyaksikan Martina Navratilova yang berumur 58 tahun bermain sebuah pertandingan tenis loh. Ia berpasangan dengan Kim Clijsters yang berusia 32 tahun yang pensiun di tahun 2012. Lawan mereka hari itu adalah juara grandslam tiga kali, Lindsay Davenport, dan mantan pemain 4 besar di tahun 1990an, Mary Joe Fernandez.

Kim Clijsters and Martina Navratilova won the Woman's Legend event

Kim Clijsters dan Martina Navratilova memenangi gelar legenda putri

Keempat pemain ini masih memainkan tenis dengan baik. Jelas lah ya levelnya sudah tidak setinggi level pemain profesional lagi. Tetapi disini, aku amati ada dua hal yang tidak bisa hilang dengan waktu dan usia: mental juara dan teknik. Di super-tiebreak, Navratilova/Clijsters menghadapi dua match point untuk lawan di posisi 7–9. Tetapi kemudian, Martina Navratilova menyelamatkan kedua poin itu dengan touch legendarisnya di net!! Dan pada akhirnya Navratilova/Clijsters menang 2–6, 6–2, [11–9].

Semifinal tunggal putra antara [1] Novak Djokovic (SRB) vs [3] Andy Murray (GBR)

Andy Murray adalah petenis putra favoritku sekarang. Tetapi jujur saja, aku tidak berharap banyak darinya hari ini karena ia menghadapi lawan yang amat berat, Novak Djokovic, di permukaan terlemahnya Murray, tanah liat. Jadi aku hanya berharap mudah-mudahan Murray bisa membuat ini menjadi pertandingan yang menarik. Dan karena pertandingannya berada di posisi 2–1 dalam hal set untuk Djokovic dan sedang imbang 3–3 di set keempat, ada kemungkinan pertandingan ini bisa beres dalam tiga games saja kan ya, haha 😆 .

Novak Djokovic preparing to hit a serve

Novak Djokovic akan memukul sebuah serve

Andy Murray returning a Novak Djokovic's serve

Andy Murray mengembalikan serve-nya Djokovic

Tetapi untungnya, Murray berhasil memenangi set keempat 7–5 dan memaksa set kelima untuk dimainkan. Djokovic, tapinya, kemudian bermain dengan brilian di set kelima, terutama di poin-poin penting. Murray tidak bermain buruk, tetapi Djokovic yang terlalu bagus sehingga menang 6–1, walaupun skor ini tidak mengindikasikan ketatnya set kelima sih.

Final ganda putra antara [1] Bob Bryan (USA)/Mike Bryan (USA) vs [3] Ivan Dodig (CRO)/Marcelo Melo (BRA)

Aku sudah pernah menonton Bryan bersaudara di Roland Garros sebelumnya di tahun 2012. Tetapi waktu itu hanyalah babak pertama sehingga tetap seru dong ya sekarang aku bisa menonton mereka di final. Lawan mereka adalah tim yang baru memasuki final grandslam keduanya (mereka kalah dari si kembar Bryan di Wimbledon tahun 2013), Ivan Dodig dan Marcelo Melo. Btw, pertandingan ini membuatku menyadari bahwa hari itu ada banyak banget orang Brazil disana loh. Mereka semua mendukung Melo yang mana memang berasal dari Brazil, haha.

The Bryan brothers strategizing

Bryan bersaudara mendiskusikan strategi

Pertandingannya ternyata adalah pertandingan yang amat seru dan ketat. Kedua tim mempertahankan servisnya di set pertama dimana Bryan bersaudara memenanginya di tiebreak. Di set kedua, Bryan bersaudara mendapatkan keuntungan satu break. Tetapi kemudian, Dodig/Melo merebutnya kembali di servisnya Mike Bryan dan tim dari Kroasia/Brazil ini memenangi set kedua di tiebreak. Set ketiga berlangsung amat ketat dimana kedua tim memainkan tenis ganda berlevel tinggi. Di posisi 5 sama, servisnya Mike Bryan terpatahkan lagi. Kemudian Dodig/Melo berhasil menutup pertandingan dengan skor 7–5. Ini adalah gelar grandslam pertama mereka.

Final tunggal putri antara [1] Serena Williams (USA) vs [13] Lucie Šafářová (CZE)

Dan inilah pertandingan yang paling aku tunggu-tunggu dan membuatku senang sekali aku memiliki tiket untuk finalnya. Sebagai fans-nya Serena Williams, jelas aku bersyukur banget dong ya aku bisa menyaksikannya memainkan sebuah final grandslam. Maksudku, ini adalah kesempatan untuk menontonnya bermain di panggung tenis terbaik di dunia! Realistis saja, di usianya yang sudah 33 tahun, tidak ada yang tahu berapa lama lagi ia akan bermain kan? Jadi mumpung ia masih bermain, aku ingin menikmati permainannya semaksimal mungkin, dan sekarang aku bisa menontonnya di final grandslam! 😀

The coint toss for the women's singles final

Coin toss untuk final tunggal putri

Seperti yang bisa kita lihat, pertandingannya secara keseluruhan tergantung dari Serena. Ia nampak sudah melewati fase terburuk dari sakit flunya yang jelas mempengaruhi performanya di semifinal (ia bahkan tidak bisa berlatih sehari sebelum final karena ini). Ia memulai pertandingan dengan baik dan langsung unggul 6–3, 4–1 (40–15). Sampai saat ini aku merasa biasa saja (tetapi senang) karena pertandingannya nampak akan menjadi sebuah kemenangan rutin bagi Serena.

Tetapi kemudian, ia mulai nampak grogi dan tegang sehingga mulai membuat kesalahan-kesalahan sendiri yang tidak biasa. Merasakan ini, Lucie memanfaatkannya dan mulai masuk ke pertandingannya. Entah bagaimana, ia bisa menyamakan kembali kedudukan di set kedua dan memaksa tiebreak untuk dimainkan, yang mana ia menangi. Ia membawa momentum ini ke set ketiga dan langsung membangun keunggulan 2–0. Dan disini, aku mulai merasa tegang dan deg-degan nih dan secara mental aku mulai masuk juga ke pertandingannya, haha 😆 . Tetapi kemudian, disini lah Serena mengeluarkan mental juaranya. Ia menenangkan dirinya kembali dan langsung memenangi enam game selanjutnya. Pada akhirnya, Serena Williams menang 6–3, 6–7(2), 6–2 dan juga gelar grandslam ke-20nya!

Lucie Šafářová hitting a backhand

Lucie Šafářová memukul backhand

Serena Williams hitting a forehand

Serena Williams memukul forehand

Di sepanjang pertandingan ini, aku merasa sebal sama bapak-bapak tua di belakangku yang selalu berteriak “Allez Lucie!!” (“Ayo, Lucie!!” dalam bahasa Prancis) di setiap poin, termasuk ketika Serena membuat kesalahan, haha 😆 . Untukku sendiri? Ya, aku berusaha untuk tetap kalem dan menyimpan semua gejolak emosi di dalam diriku deh walaupun pada saat yang sama sebenarnya aku deg-degan dan emosi banget sama bapak-bapak itu (dan beberapa ibu-ibu di depan yang mendukung Šafářová, haha). Tetapi ketika akhirnya Serena mencapai match point pertamanya, aku tidak bisa membendungnya lagi dan berteriak “Come on Serena!!!“, hahaha 😆 . Dan ketika akhirnya Serena menang, aku berteriak “Yeeesssssss!!!!” dengan keras, haha 😛 . Saking senangnya, aku sampai gemetaran loh. Beneran! Haha 😆

Serena Williams expressing her emotiong after winning the title

Kurang lebih emosiku mirip seperti emosinya Serena Williams di foto ini deh: “Yeaaaaah!!!”

“Drama” akibat kegrogiannya Serena yang dimanfaatkan Lucie ini sebenarnya membuat pertandingannya menjadi lebih “seru” dan membuatku terlibat secara emosional lebih dalam. Beneran loh, pertandingan ini memiliki banyak kejadian menarik: mulai dari Serena dipaksa memukul sebuah forehand kidal (Serena tidak kidal), seperti ini:

Serena Williams hitting a left-handed forehand in the final. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Serena Williams memukul forehand kidal di final. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Btw, waktu ini terjadi, reaksiku adalah “Eh, apa yang barusan aku lihat? Serena memukul forehand kidal? Dan bolanya masuk? Wow!“. Haha, aku memang tidak bisa mempercayai apa yang baru saja aku saksikan. Dan saking tegangnya, ternyata Serena juga bersumpah-serapah beberapa kali (“ternyata” karena aku sih tidak mendengarnya dari kursiku tetapi ia memang mendapatkan teguran dari wasit). Ya, pertandingannya memang menjadi sebuah pertandingan yang dramatis, haha 😆 .

Serena Williams and Le Coupe Suzanne Lenglen

Serena Williams dan Le Coupe Suzanne Lenglen

Pengalamannya (lanjutan)

Begitulah, sekarang aku bisa bilang bahwa final grandslam adalah pertandingan tenis terbaik yang bisa kita lihat sebagai fans. Ini adalah karena semua orang peduli dengan pertandingan ini, tidak ada pertandingan lain yang lebih penting. Semuanya terlibat. Pemainnya. Panitianya. Penontonnya. Sebagai akibatnya, atmosfer di stadionnya juga amatlah seru.

Me with Serena Williams, haha

Seru banget dimana aku mendapatkan sebuah foto bersama Serena Williams, haha

Makanannya

Anyway, mari kita membicarakan makanan. Karena disana hanya sehari, aku hanya sarapan dan makan siang telat disana. Untuk sarapan, aku memesan tuna sandwich.

Beef steak with ratatouille

Steak sapi dan ratatouille, makanan favoritku di Roland Garros

Untuk makan siang, aku memesan menu favoritku di Roland Garros: steak sapi dengan ratatouille. Ini memang bukanlah steak paling enak di seluruh dunia ya; tetapi aku suka saja gitu! Setiap tahun setiap kali ke Roland Garros, aku selalu memesan satu! 😀

SELESAI.