EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1950 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part IV: Roland Garros 2017)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

As usual, I went early to Stade Roland Garros, arriving there at around 9 AM and was amongst the first ten spectators at the gate today, haha. Though, as usual as well, the gate was only opened at 10 AM. Just like last year, btw, there were three security checks prior to entering the site 😛 . Anyway, I had toast sandwich for breakfast, which was okay. I loved the cappuccino, btw, mostly because it looked like this, haha:

Cappuccino

The first matches today would start at 11 AM. I was torn between watching my “usual” women’s legends final at Suzanne Lenglen or the boys (junior) singles final at Court No. 1. In the end, I chose the women’s legends final as I was already quite close to the court anyway, haha.

The final was between the defending champion, Lindsay Davenport/Martina Navratilova, and Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters. Overall, the match was okay though it was clear Kim Clijsters was the best player on court; and there were too many errors from Navratilova and Davenport. Btw, it was nice to get a glimpse of Big Babe Tennis (a term describing women’s tennis being dominated by strong, tall players who play with a lot of power (in the early 2000s)), when Lindsay Davenport and Kim Clijsters were exchanging big cross-court shots in some of the points. Even though Navratilova and Davenport fought, in the end, Austin-Holt/Clijsters won the match 6–3, 3–6, [10–5].

Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters defeated Martina Navratilova/Lindsay Davenport 6–3, 3–6, [10–5].
After the match, I left Court Suzanne Lenglen and decided to have lunch at the restaurant, planning to have my usual steak with some ratatouille, a dish they always had every year since I first visited Roland Garros in 2012. But it turned out they (finally) changed their menu this year, haha. Instead of a steak, they had grilled aloyau beef presented in sticks, haha. So I had this one (though, arguably, this was still similar-ish to steak anyway 😛 ).

Grilled aloyau beef

After lunch, I went around the venue a little bit to stretch my legs before, at around 2:30 PM, going to my seat at Court Philippe Chatrier. Btw, at first I wasn’t sure with my seat as it was in one of the top rows in the stand (so it was quite some “distance” from the court), but this turned out to be good because the whole time, the seat was covered by the shade of the press boxes! Haha 😆 . You know, it was a really hot and sunny day today so it was nice to sit under some shade, really 😀 .

Back at Court Philippe Chatrier this year

The women’s singles match started at 3 PM. I just realized this year that the trophy (Coupe Suzanne Lenglen) was brought into the stadium in a Louis Vuitton box, though, haha. This was prior to the finalists entering the court. Anyway, not long after, Jelena Ostapenko and Simona Halep were welcomed in the court and took their seats. Ostapenko won the coin toss and chose to receive.

The coin toss

Then, the match started.

I won’t go to too much tennis details here, but Ostapenko started really well. As a young player in her first grandslam final, she was fierce! I like this attitude from a tennis player. The first set went pretty much neck to neck, until Halep broke Ostapenko’s serve in the tenth game and took the first set 6–4.

Simona Halep took the first set 6–4

Halep took the first three games of the second set, though those were three close games. At this point, Ostapenko was down 4–6, 0–3. I was hoping Ostapenko would not give up at this point and kept on fighting, so that the final would last a little bit longer so my ticket worthed more, lol 😛 . And, gladly, she was not!! She believed on herself, sticked to her own game, which was to be hyper aggressive, and eventually turned the fortune around. She won six of the next seven games and won the set 6–4!

Jelena Ostapenko took the second set 6–4.

The third set started out similarly, where Ostapenko was immediately down 1–3. Again, at this point she did not give up and kept pressuring Halep with all those aggressive shots. From 1–3 down, she won five straight games and, thus, winning the match 4–6, 6–4, 6–3!! WOW!!

Jelena Ostapenko’s winning moment after hitting a backhand down the line return winner.

Understandably, Halep was upset but she was, as always, gracious in defeat (IMO, Simona Halep is one of those players with great sportsmanship). The trophy ceremony followed afterwards, where Ostapenko was handed her first ever singles trophy, and it happened to be the Coupe Suzanne Lenglen, a grandslam trophy!!

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

It will be interesting to see how Jelena Ostapenko goes from hereon forward. I hope she can keep on this level of play and, especially, her fight to prove that this victory is not just a one time wonder thing. We will see…

Anyway, the men’s doubles match followed afterwards. Btw, the draw of this event also fell apart in this tournament, where two unseeded teams made the final: Ryan Harrison/Michael Venus and Santiago Gonzaels/Donald Young. For whatever reason, I felt really tired already and so I decided to skip this final and went back to my hotel. Well, but only after dinner at the restaurant I always visited every year nearby the venue, of course (read Part III ) 😛 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Seperti biasanya, aku berangkat awal ke Stade Roland Garros, dimana aku tiba sekitar jam 9 pagi dan termasuk dalam 10 penonton pertama yang datang hari ini, haha. Walaupun, seperti biasa sih, gerbang baru dibuka jam 10 pagi. Seperti tahun lalu, btw, ada pemeriksaan sekuriti sebanyak tiga kali sebelum masuk 😛 . Anyway, aku memesan toast sandwich untuk sarapan, yang mana rasanya biasa aja. Aku suka cappuccino-nya, btw, karena penampilannya seperti ini, haha:

Cappuccino

Pertandingan-pertandingan pertama hari ini akan dimulai jam 11 pagi. Aku bingung akan menonton pertandingan “seperti biasa” yaitu final legenda putri di Suzanne Lenglen atau final tunggal putra junior di Lapangan No. 1. Pada akhirnya, aku memilih final legenda putri karena toh aku sudah berada di dekat sana, haha.

Final tahun ini adalah antara juara bertahan, Lindsay Davenport/Martina Navratilova, dan Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters. Secara keseluruhan, ini adalah pertandingan yang oke dimana jelas Kim Clijsters adalah pemain terbaik dari keempatnya kala itu; dan terlalu banyak kesalahan sendiri di tim Navratilova dan Davenport. Btw, asyik rasanya bisa sedikit mencicipi menonton Big Babe Tennis (sebuah istilah yang mendeskripsikan tur tenis putri yang didominasi oleh pemain bertubuh tinggi dan kuat yang bermain dengan pukulan-pukulan keras (di awal tahun 2000an)), dimana Lindsay Davenport dan Kim Clijsters saling memukul pukulan keras cross court di beberapa poin. Walaupun Navratilova dan Davenport berjuang dengan gigih, pada akhirnya Austin-Holt/Clijsters menang 6–3, 3–6, [10–5].

Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters mengalahkan Martina Navratilova/Lindsay Davenport 6–3, 3–6, [10–5].
Setelah pertandingan berakhir, aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen dan makan siang di restoran di sana, berencana makan steak dengan ratatouille seperti biasanya, yang selalu aku makan setiap tahun di kunjunganku ke Roland Garros semenjak tahun 2012. Tetapi ternyata mereka (akhirnya) mengganti menunya tahun ini, haha. Bukannya steak, mereka menyajikan menu daging sapi aloyau panggang yang ditusuk seperti sate, haha. Jadilah aku memesan menu ini (walaupun bisa dibilang mirip-mirip dengan steak sih 😛 ).

Grilled aloyau beef

Setelah makan siang, aku berkeliling arena untuk meluruskan kaki, dan sekitar jam 2:30 siang, aku masuk menunju kursiku di Lapangan Philippe Chatrier. Btw, awalnya aku kurang sreg dengan kursiku yang berada di salah satu baris teratas di sana (jadi lumayan “jauh” gitu deh dari lapangannya), tetapi ternyata ini ada enaknya juga karena bagian ini justru teduh terkena bayangan ruang-ruang booth media! Haha 😆 . Jadi ceritanya hari ini kan panas banget gitu mana mataharinya bersinar terik pula. Jadi enak dong ya duduk di bawah bayangan yang teduh gitu, haha 😀 .

Kembali di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Pertandingan final tunggal putri dimulai jam 3 sore. Aku baru sadar tahun ini loh bahwa pialanya (Coupe Suzanne Lenglen) dibawa masuk ke stadionnya di dalam sebuah kotak Louis Vuitton (pastinya ori mah ya nggak mungkin KW, haha 😛 ). Ini dilakukan sebelum kedua finalis dipanggil masuk ke lapangan. Tak lama setelahnya, Jelena Ostapenko dan Simona Halep disambut masuk dan kemudian duduk di kursi mereka. Ostapenko memenangi coin toss dan memilih untuk receive (Halep servis duluan).

Coin toss

Lalu, pertandingan dimulai.

Aku tak akan menulis terlalu banyak detail tenis di sini. Ostapenko memulai pertandingan dengan baik. Sebagai pemain muda di final grandslam pertamanya, ia sungguh berani sekali! Aku suka deh attitude ini dari seorang pemain tenis! Set pertama berlangsung cukup ketat, hingga Halep mematahkan servis Ostapenko di game kesepuluh dan memenanginya 6–4.

Simona Halep memenangi set pertama 6–4

Halep langsung memenangi tiga game pertama di set kedua, tetapi ketiganya adalah game yang dimainkan dengan ketat. Di saat ini, artinya Ostapenko ketinggalan 4–6, 0–3. Aku hanya berharap Ostapenko tidak menyerah dan terus bertarung, sehingga finalnya berlangsung lama dan aku nggak rugi beli tiketnya, haha. Dan pada akhirnya, Ostapenko beneran memenangi set kedua dong! Ia tetap percaya diri dengan permainan hiper agresifnya, dan akhirnya berhasil membalikkan situasi. Ia memenangi enam dari tujuh game selanjutnya dan mengklaim set kedua 6–4!

Jelena Ostapenko memenangi set kedua 6–4.

Set ketiga dimulai mirip seperti set kedua, dimana Ostapenko langsung tertinggal 1–3. Lagi, di waktu ini ia tidak menyerah dan terus menyerang Halep dengan pukulan-pukulan agresifnya. Dari posisi tertinggal 1–3, ia menang lima game berturutan dan akhirnya memenangi pertandingan dengan skor akhir 4–6, 6–4, 6–3!! WOW!!

Momen kemenangan Jelena Ostapenko setelah memukul sebuah pukulan backhand down the line return winner.

Tak mengherankan, Halep kecewa dengan kekalahannya tetapi, seperti biasa, ia bersikap ksatria dan menerimanya (Menurutku, Simona Halep adalah salah satu pemain yang paling menjunjung sportivitas). Upacara penganugerahan piala diadakan setelahnya, dimana Ostapenko diberikan piala tunggal pertamanya, dan pialanya adalah Coupe Suzanne Lenglen, sebuah piala grandslam!!

Jelena Ostapenko memenangi gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Akan menarik untuk mengikuti bagaimana prestasi Jelena Ostapenko setelah ini. Aku harap sih ia mampu mempertahankan level ini dan, terutama, kegigihannya untuk membuktikan bahwa kemenangan ini bukan lah kebetulan semata. Kita lihat saja…

Anyway, final ganda putra diadakan setelahnya. Btw, undian ganda putra tahun ini juga hancur nih di turnamen ini, dimana dua tim yang tidak diunggulkan masuk ke final: Ryan Harrison/Michael Venus dan Santiago Gonzaels/Donald Young. Namun, entah mengapa aku merasa sungguh lelah sehingga aku memutuskan untuk melewatkan final ini dan pulang ke hotel. Eh, tentu dengan mampir dulu di restoran langgananku di dekat situ untuk makan malam yah (baca Bagian III) 😛 .

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1937 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Introduction)

ENGLISH

So you know, in the last three weeks I had three weekend trips in three consecutive weekends: Lyon, then Bremen, then Paris, haha. So I was thinking of wrapping these three trips under one “theme”, and what I came up with was “Early Summer 2017 Weekend TripS” series 😛 .

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Having three consecutive weekend trips was actually unintentional, though it was situational so it probably was not all that coincidental, haha.

Lion selfie in Lyon

You see, the few public holidays in the Netherlands are not uniformly spread throughout the year; and most of them fall in between April and May. And as I like to make use of them for some short trips, this results in several trips within a short period of time, haha. And the fact that the French Open is always held at the end of May/early June definitely plays a factor too 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Two of the three trips were driven by good flight deals that I found. Well, also because Lyon was a nice city and I had never been to Bremen. Also for Bremen, my flight back from there would be with a Fokker 70, which KLM is retiring by the end of this year. So gotta catch them while I can!!

Back at Court Philippe Chatrier this year

I have to say, though, that it is also quite tiring, haha. I am taking a rest now and have no travelling plan (as of yet) in the coming a few weeks 😛 . Though, who knows if I decide to change my mind soon too! Hahaha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Pada sudah baca kan, tiga minggu belakangan ini aku baru saja pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan: Lyon, lalu Bremen, lalu Paris, haha. Nah jadilah aku berkeinginan untuk memberikan sebuah “tema” untuk tiga perjalanan ini, dan yang kepikiran adalah seri “Early Summer 2017 Weekend TripS” 😛 .

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Tiga perjalanan akhir pekan yang berturutan sebenarnya terjadi tidak sengaja, walaupun ini juga dikarenakan situasi sih sehingga mungkin bukan lah kebetulan juga, haha.

Lion selfie di Lyon

Jadi tanggal merah di Belanda (yang sedikit itu) tidak tersebar merata di sepanjang tahun; dan kebanyakan jatuh di bulan April dan Mei. Dan karena aku suka memanfaatkannya untuk acara jalan-jalan, ini berakibat pada beberapa perjalanan dalam periode waktu yang singkat, haha. Dan French Open yang selalu diadakan di akhir Mei/awal Juni juga tentu berkontribusi juga 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Dua dari tiga perjalanan ini didasari oleh tiket promo yang aku temukan. Dan juga karena memang Lyon adalah kota yang indah dan aku belum pernah ke Bremen sebelumnya sih. Dan untuk Bremen, penerbanganku kembali dari sana dioperasikan dengan pesawat Fokker 70, yang mana akan dipensiunkan KLM di paruh kedua tahun ini. Jadi aku harus menerbanginya selagi bisa kan ya!!

Kembali lagi di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Harus diakui sih, ini cukup melelahkan juga, haha. Sekarang aku beristirahat saja deh dan tidak memiliki rencana jalan-jalan dalam beberapa (nggak banyak sih) minggu ke depan 😛 . Eh, tapi nggak tahu juga sih siapa tahu aku berubah pikiran! Haha 😛 .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1935 – A Roland Garros Weekend Trip

ENGLISH

After going to Lyon two weekends ago and Bremen last weekend, this weekend I went on another weekend trip, hoho 😆 . Yep, three weekend trips on three consecutive weekends!! Woohoo!!

As my Instagram followers (@azilko) would have known, this weekend was the time for my annual Roland Garros trip this year. Yep, indeed I went to Paris 🙂 .

At Court Philippe Chatrier this year

As I shared in April, though, I was less excited for the trip this year (this does not mean I was not excited, I still was, overall, of course!) because of Serena Williams’ withdrawal due to her pregnancy. And so the women’s singles field this year, which final was the main attraction of my trip, was probably the most “open” in recent years with no clear favorite.

Nonetheless, it turned out to still be very fun! The atmosphere of a grandslam tournament was, indeed, one of a kind. Even though Venus Williams did not reach the final (it was not that expected, anyway, as clay was clearly her least favorite surface), the field turned out to still be interesting. In the end, the final was between an unseeded player (because of her 47th ranking), Jelena Ostapenko, and the third seed, Simona Halep, who would ascend to world number 1 if she would win the final! Exciting, wasn’t it?

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

As you might have known by this point, Jelena Ostapenko ended up winning the title! More importantly for me, the final match was such a close match between two players with very different style (Ostapenko with her hyper aggressive game and Halep with her defensive game) and different level of experience (Ostapenko’s highest ranking was 33rd while Halep is a seasonal top 5 players in the last three years or so). To add even more drama, Ostapenko was down 0–3 and 1–3 in the second and third set before, somehow, turned it around and won! Moreover, this was Ostapenko’s first ever singles title. How amazing that it was a grandslam!

Paris selfie this year at Louvre

Anyway, Paris itself was a beautiful city, even though I did not have any time to spend in the city itself. Plus, I was really looking forward to my first class train travels with Thalys to get to and back from there, haha.

Yeah, so overall this was another fun weekend for me. And so understandably now I feel quite tired too 😛 . As usual, here are a few teasers from the trip.

BAHASA INDONESIA

Setelah pergi ke Lyon dua akhir pekan yang lalu dan ke Bremen akhir pekan kemarin, akhir pekan ini aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi loh, hoho 😆 . Iyaaa, tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan!! Woohoo!!

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, akhir pekan ini adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Roland Garros tahun ini. Yup, aku pergi ke Paris 🙂 .

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Seperti yang kuceritakan April kemarin, aku sedikit kurang excited untuk perjalanan ini tahun ini (bukan berarti aku tidak excited sih, secara keseluruhan sih jelas masih excited lah!) karena mundurnya Serena Williams akibat kehamilannya. Dan jadilah akibatnya turnamen tunggal putri tahun ini, yang mana babak finalnya adalah atraksi utama perjalananku, mungkin adalah yang paling “terbuka” dalam beberapa tahun belakangan dimana tidak ada satu pemain pun yang benar-benar difavoritkan.

Toh walaupun begitu ternyata perjalanannya masih seru! Atmosfer sebuah turnamen grandslam memang berbeda! Walaupun beneran Venus Williams tidak mencapai babak final (tidak mengherankan sih, karena tanah liat memang bukan permukaan favoritnya Venus), toh draw-nya masih cukup menarik. Pada akhirnya, babak finalnya adalah antara pemain muda yang tidak diunggulkan (karena berperingkat 47), Jelena Ostapenko, melawan unggulan ketiga, Simona Halep, yang akan naik ke peringkat 1 dunia apabila ia menang di final. Seru kan?

Jelena Ostapenko menjuarai gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Mungkin sudah pada tahu sekarang, Jelena Ostapenko akhirnya keluar sebagai juara! Yang paling penting bagiku, ternyata pertandingan finalnya berlangsung seru banget! Pertandingan ini dimainkan oleh dua pemain dengan gaya permainan berbeda (Ostapenko dengan gaya hiper agresifnya sementara Halep dengan gaya defensifnya) dan level pengalaman yang berbeda (peringkat tertinggi Ostapenko sebelum ini adalah 33, sementara Halep konsisten berada di 5 besar selama tiga tahunan terakhir). Lebih dramatisnya lagi, Ostapenko tertinggal 0–3 dan 1–3 di set kedua dan ketiga loh sebelum, entah bagaimana, membalikkan posisi dan menang! Lebih keren lagi, ini adalah gelar tunggal pertamanya Ostapenko. Keren banget kan gelar pertamanya adalah gelar grandslam!

Paris selfie tahun ini di Museum Louvre

Ngomong-ngomong, jelas Paris adalah kota yang indah, walaupun aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di kotanya sendiri sih. Plus, aku sungguh excited dengan perjalananku dengan kereta super cepat Thalys di first class, haha.

Iya, jadi secara keseluruhan akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru lagi untukku. Dan tentu aku juga merasa capek sih, haha 😛 . Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

General Life · Zilko's Life

#1930 – It’s June!!

ENGLISH

So, it is June already!!

No More TU Delft Account

If as per March 2017 I am no longer affiliated with TU Delft, it is as of today where I (finally) lost all of my TU Delft credentials with the expiration of my “NetID” (TU Delft’s ID/account).

You see, even though my hopitality contract, which was my last contract at TU Delft, expired in February, the deactivation of my NetID was only done three months later. This time was meant for any needed account transitioning from my NetID to something else, for instance informing my contacts about my new emails, etc. The side effect of this, though, was that I still had a few (limited) benefits/TU Delft facilities during these three months, haha 😆 . For instance, I was still able to use my NetID to access several scientific journals.

But as per today, my NetID is officially disactivated, and so all the “benefits” that came with it including my official TU Delft email, haha.

RG 17

Anyway, 1st of June also means the French Open for me! Yeay! And I am very happy with my decision to get a cable TV subscription a few weeks ago because now I have (some) access to the tournament on TV!

French Open 2017 on TV!

The main draw of the tournament started earlier this week (actually on Sunday), though the TV coverage has actually started since last week for the qualifying rounds! Awesome, isn’t it?

So watching the French Open is basically my after-work activity these days, which I do alongside my dinner, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Wah, ternyata sudah bulan Juni ya!!

Akun TU Delft yang kini dimatikan

Jika per Maret 2017 aku tidak lagi terafiliasi dengan TU Delft, baru per hari ini lah dimana aku (akhirnya) tidak lagi memiliki tanda pengenal TU Delft dengan hangusnya “NetID”-ku (akun/IDnya TU Delft).

Jadi walaupun kontrak hospitality-ku, yang mana merupakan kontrak terakhirku di TU Delft, berakhir di bulan Februari, NetIDku masih akan aktif hingga tiga bulan kemudian. Waktu ini dimaksudkan untuk proses transisi yang mungkin diperlukan dari sesuatu yang berkaitan NetIDku ke sesuatu yang lain, misalnya memberi-tahu kontak-kontakku mengenai alamat email baruku, dsb. Efek samping dari ini adalah aku masih mendapatkan beberapa fasilitas/keuntungan (terbatas) dari TU Delft sepanjang tiga bulan ini, haha 😆 . Misalnya, aku masih bisa menggunakan NetIDku untuk mengakses jurnal-jurnal ilmiah.

Tetapi per hari ini, NetIDku resmi dideaktivasi, dan jadilah semua “keuntungan”-nya juga ikutan hilang beserta alamat email TU Delft-ku, haha.

RG 17

Anyway, 1 Juni juga berarti French Open untukku! Hore! Dan aku merasa senang dengan keputusanku untuk berlangganan TV kabel beberapa minggu yang lalu karena sekarang aku jadi memiliki (beberapa) akses ke turnamen ini di TV!

French Open 2017 di TV!

Babak utama turnamen ini dimulai awal minggu ini (di hari Minggu sih sebenarnya), walaupun penayangan TVnya sudah dimulai semenjak minggu lalu untuk babak-babak kualifikasinya! Keren ya!

Jadi menonton French Open adalah aktivitasku setelah pulang kantor deh sekarang-sekarang ini, yang kulakukan sembari makan malam, haha 😆 .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

General Life · Zilko's Life

#1764 – PH-BVA and a RG Video

ENGLISH

KLM and PH-BVA

Last year, KLM asked a question on Facebook and, obviously, I replied:

Replying to a question in Facebook
Replying to a question in Facebook

And you know what? About two weeks ago, this happened:

PH-BVA in "Orange Pride" livery. Photo credit: Gerard Helmer/Airliners.net
PH-BVA in “Orange Pride” livery. Photo credit: Gerard Helmer/Airliners.net

Yeay!! So KLM did follow my suggestion (lol 😎) and colored one of their Boeing 777-300ER, PH-BVA, with this special scheme.

I do love an airplane in special livery. But for this particular one, I actually wonder if it would have looked better had they gone totally orange, haha 😆 . I mean, I know that the color blue is KLM’s trademark, but the contrast between orange and blue make PH-BVA looks, somehow, “unfinished” to me. What do you think?

Anyway, I do want to hop on PH-BVA now! Even though none of the plans I have made involves a KLM’s Boeing 777-300ER (but some do involve their Boeing 747-400s, which I am very excited about! 🙂 ). Does this mean I need to make one? Hmm 🤔🤔🤔

A Roland Garros Video

Anyway, in my second day on my visit to Roland Garros this year, I was very lucky that I was allowed to sit literally in the first row of Court Philippe Chatrier during the Women’s Doubles Final match.

Aside from having one of the best view to watch a world class tennis match, another advantage of this seat is, well, the higher chance that you might get photographed or recorded (in videos) by the coverage of the tournament, haha 😆 . And, well, of you look at this short clip of Caroline Garcia and Kristina Mladenovic’s winning moment (I can’t find the video on Youtube unfortunately 😦 ), if you pause the video at 00:54, you will see me!! Haha 😆 . Here is the screenshot:

Me in the first row of Court Philippe Chatrier
Me in the first row of Court Philippe Chatrier

Hahaha 😆 .

BAHASA INDONESIA

KLM dan PH-BVA

Tahun lalu, KLM bertanya di Facebook dan, jelas, aku menjawabnya doong:

Replying to a question in Facebook
Menjawab sebuah pertanyaan di Facebook

Dan apa yang terjadi? Sekitar dua minggu yang lalu, ini terjadi:

PH-BVA in "Orange Pride" livery. Photo credit: Gerard Helmer/Airliners.net
PH-BVA dengan livery “Orange Pride”. Photo credit: Gerard Helmer/Airliners.net

Yeay!! Jadi KLM mengikuti saranku loh (huahaha 😎) dan mewarnai salah satu pesawat Boeing 777-300ERnya mereka, PH-BVA, dengan skema spesial ini.

Aku suka banget pesawat-pesawat yang diwarnai dengan livery special. Tetapi khusus yang satu ini, aku penasaran apa nggak bakal lebih keren ya andaikata warna oranyenya diaplikasikan di keseluruhan pesawatnya, haha 😆 . Maksudku, aku tahu bahwa warna biru adalah trademark-nya KLM, tetapi kontrasnya warna oranye dan biru membuat PH-BVA nampak seperti pekerjaan yang agak “nggak selesai” gitu deh untukku. Bagaimana menurut kalian?

Anyway, aku jadi pengen terbang dengan PH-BVA nih sekarang! Masalahnya, dari semua penerbangan-penerbangan yang akan datang yang sudah kurencanakan sampai saat ini, nggak ada yang akan melibatkan sebuah Boeing 777-300ERnya KLM nih (walaupun ada yang melibatkan Boeing 747-400nya sih, yang mana ini membuatku excited banget! 🙂 ).  Apakah ini pertanda bahwa aku harus merencanakannya? Hmm 🤔🤔🤔

Sebuah Video Roland Garros

Anyway, di hari kedua di kunjunganku ke Roland Garros tahun ini, aku beruntung banget dimana aku diizinkan duduk di barisan pertama Lapangan Philippe Chatrier untuk menonton pertandingan final ganda putri.

Nah, di samping tentu view yang oke banget untuk menonton sebuah pertandingan tenis kelas dunia, satu keuntungan lainya dari kursi ini adalah kesempatan yang lebih tinggi untuk terfoto atau terekam (di video) yang diambil oleh turnamennya, haha 😆 . Dan, yah, jika video singkat ini yang berisi momen kemenangannya Caroline Garcia dan Kristina Mladenovic ditonton (sayangnya aku nggak bisa menemukan videonya di Youtube nih 😦 ), jika videonya di-pause di 00:54, kalian bakal melihat aku!! Haha 😆 . Berikut ini screenshot-nya:

Me in the first row of Court Philippe Chatrier
Aku di barisan pertama Lapangan Philippe Chatrier

Hahaha 😆 .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1760 – My 2016 Roland Garros Trip (Part III: Roland Garros (Sunday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

While I arrived at Stade Roland Garros some 20 minutes later than my Saturday visit, I was still one of the first spectators to enter the site today, haha 😆 . Anyway, today I got a Ring 3 ticket (the furthest ring from the tennis court but offered the cheapest price) at Court Philippe Chatrier. These were the matches scheduled today:

  1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Exciting!

After entering the site, I went to my seat in Court Philippe Chatrier to see how the view would be from my seat. Well, it turned out it was okay but I knew it would be a bit more challenging to take good photos from up there, haha 😆 . Btw, this was my outfit today:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore
Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

I bought a couple cups of cappuccino and a couple of French pastries for breakfast today. For some reason I wasn’t feeling that hungry this morning. Upon checking the schedule, it turned out that the women’s doubles match was scheduled to start at 11:30 AM so I decided to come back to Court Philippe Chatrier after finishing my coffees.

Then, I saw an announcement in French. Okay, I don’t speak French but I was guessing it stated that for the women’s doubles final, the seating inside Court Philippe Chatrier was free, i.e. we could sit literally anywhere. But then of course I was not sure. So when I entered Philippe Chatrier, I asked the ticket checker girl if that was the case. She confirmed it and actually said that I could sit in one of the green boxes that were literally next to Court Philippe Chatrier if I wanted to!! 😱😱😱😱😱 I mean, those seats were even closer to the court than the Ring 1 seats and those were those super expensive premium seats for premium ticket holders!! 😱😱😱😱😱 So of course I did!! I mean, who wouldn’t?

I chose one box that was still empty that was just next to the court and I quickly settled into a seat in the first row. Yeah, so I was sitting literally in the first row of Court Philippe Chatrier for a grandslam final match!! 😱😱😱😱😱 IT. WAS. SO. AWESOME!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!
I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier this morning!!

1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

First of all, to be consistent, from hereon I will call the team of Makarova/Vesnina as Makarova/Ayah. The reason why I am calling Elena Vesnina “Ayah” can be read in this post of my visit to Wimbledon final last year 😛 .

Anyway, the match did not start evenly where Mladenovic/Garcia were solid while Makarova/Ayah were kinda shaky. In just about 20 minutes, Makarova/Ayah found themselves trailing 0–5 in the first set. But then, they started to find their groove while Mladenovic/Garcia started to make some more errors, allowing Makarova/Ayah more into the first set. However, Mladenovic/Garcia had built too much of a lead and still secured the first set 6–3. In the second set, Makarova/Ayah kept their newly found momentum while Mladenovic/Garcia struggled to find some form. Makarova/Ayah took the second set 6–2. The third set went toe to toe until 4–4. Makarova’s serve was broken and Caroline Garcia held her serve. Hence the French team won their first grandslam title together 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title
Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

After the match, I tried to get some lunch but everything was super busy. I was queuing for the gourmet restaurant but the queue went super slow. So I left and decided to just buy a French sandwich and wrap (which I also had to queue for some time).

2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

This match is the highlight of the tournament, I guess. I mean, a match between the number 1 vs number 2 player in the world! Both had never won Roland Garros before so whoever won would do so. Even for Djokovic, the stake was higher as (1) Roland Garros was the only grandslam title missing in his collection and (2) After winning Wimbledon 2015, US Open 2015, and Australian Open 2016, he now had a chance to complete the “Nole Slam” by winning Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly
Andy Murray started the match strongly

Murray started the match strong where he was being more aggressive. He took the first set 6–3. But then, for some reasons, the situation completely flipped since the start of the second set. Somehow, Murray found himself in defensive position almost all the time allowing Djokovic to dictate most points. I knew that Murray realized this and tried to change the momentum. But it was difficult to do so against the already on-fire world number 1. As a result, Murray started to throw in a bit of more errors.

In the end, Novak Djokovic won his 12th grandslam title, completed the Career Grand Slam, and won the Nole Slam after defeating Andy Murray in four sets 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray gave a really heartwarming runner-up speech btw, where he said that we were very lucky to be in the attendance of the completion of the Nole Slam which was such a rarity in men’s tennis; but it sucked very much for him to be in the opposite site of the net today. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016
Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

After the match, I went to buy a new pair of tennis racket dampers. Then, I left Stade Roland Garros and my 2016 visit to this grandslam tournament this year officially ended 🙂 .

THE END.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Walaupun aku tiba di Stade Roland Garros 20 menit lebih siang daripada kunjungan hari Sabtuku, toh aku masih termasuk salah satu yang pertama yang masuk loh, haha 😆 . Ngomong-ngomong, hari ini aku hanya memiliki tiket Ring 3 saja (Ring terjauh dari lapangan tenisnya tetapi harga tiketnya juga yang termurah) di Lapangan Philippe Chatrier. Berikut ini jadwal pertandingan hari ini:

  1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Seruuu!

Begitu masuk, aku mengecek kursiku di Court Philippe Chatrier untuk mengetes bagaimana kah view yang akan kudapatkan nantinya. Ternyata masih oke-oke saja sih walaupun memang jelas akan lebih sulit untuk mendapatkan foto yang bagus dari atas sana, haha 😆 . Btw, berikut ini outfit-ku hari ini:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore
Membuat jelas mengenai sisi yang kudukung siang nanti dengan apa yang aku pakai

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

Aku membeli dua cangkir kopi cappuccino dan dua buah roti Prancis untuk sarapan. Pagi ini memang aku tidak merasa begitu lapar. Kemudian ketika mengecek jadwalnya, ternyata final ganda putri akan dimulai jam 11:30 pagi di Philippe Chatrier. Jadilah aku langsung kembali ke Philippe Chatrier setelah menyelesaikan kopi dan rotiku.

Lalu, aku melihat sebuah pengumuman dalam bahasa Prancis. Oke, aku nggak bisa bahasa Prancis tetapi dengan ilmu tebak-menebak arti, aku kira pengumuman itu berarti untuk final ganda putri, penonton dibebaskan duduk dimana pun di dalam Philippe Chatrier. Tetapi tentu saja dong ya aku masih nggak yakin. Jadilah ketika memasuki Philippe Chatrier, aku menanyakan ini ke petugas pemeriksa tiketnya. Petugasnya mengiyakan dan bahkan berkata kalau mau, aku juga boleh loh duduk di kotak-kotak hijau di sebelah lapangan tennisnya itu!! 😱😱😱😱😱 Aku syok dong karena kursi-kursi itu kan bahkan lebih dekat ke lapangan tenisnya daripada kursi Ring 1 dan kursi-kursi itu adalah kursi-kursi premium super mahal yang bisa diakses dengan pemegang tiket premium!! 😱😱😱😱😱 Ya jelas aku mau dong ya!! Siapa yang nggak mau coba?

Aku memilih satu kotak yang masih kosong tepat di samping lapangannya dan aku langsung duduk di kursi di barisan pertama. Iya, pagi itu aku duduk di barisan pertama Lapangan Philippe Chatrier untuk menonton sebuah pertandingan final turnamen grandslam!! 😱😱😱😱😱 GILA. KEREN. ABISSS!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!
Aku diperbolehkan duduk di salah satu kursi VIP di Lapangan Philippe Chatrier pagi ini!!

1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

Pertama-tama, supaya konsisten, mulai sekarang aku akan menyebut tim Makarova/Vesnina sebagai Makarova/Ayah. Alasan mengapa aku memanggil Elena Vesnina “Ayah” bisa dibaca di posting ini mengenai kunjunganku ke final Wimbledon tahun lalu 😛 .

Anyway, pertandingannya tidak dimulai dengan level yang seimbang dimana Mladenovic/Garcia bermain solid sementara Makarova/Ayah masih belum klik. Dalam 20 menit, Makarova/Ayah langsung tertinggal 0–5 di set pertama. Tetapi kemudian, mereka mulai menemukan momentum sementara Mladenovic/Garcia mulai membuat error, sehingga Makarova/Ayah mulai mendapatkan kontrol di set pertama. Tetapi, Makarova/Garcia sudah terlanjur unggul jauh sehingga set pertama berhasil mereka amankan 6–3. Di set kedua, Makarova/Ayah memanfaatkan momentum tersebut sementara Mladenovic/Garcia mulai kesulitan sendiri. Makarova/Ayah memenangi set kedua 6–2. Set ketiga berlangsung berimbang hingga posisi 4–4. Servisnya Makarova kemudian terpatahkan dan Caroline Garcia bisa mempertahankan servisnya. Akhirnya tim Prancis ini memenangi gelar grandslam pertama mereka 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title
Caroline Garcia dan Kristina Mladenovic menjuarai gelar grandslam pertama mereka

Setelah pertandinganya, aku mencoba mencari makan siang tetapi semua tempat makannya ramai. Aku mengantri di restoran gourmet tetapi antriannya maju dengan sangat amat pelan. Jadilah aku membatalkan rencana makan disana dan memutuskan membeli sandwich dan wrap ala Prancis aja (yang mana untuk itu aku juga harus cukup mengantri).

2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Pertandingan ini adalah highlight dari turnamen ini. Maksudku, pertandingan antara pemain peringkat 1 dan 2 dunia gitu! Keduanya belum pernah menang Roland Garros sebelumnya. Bahkan untuk Djokovic, yang dipertaruhkan lebih tinggi karena (1) Roland Garros adalah satu-satunya gelar grandslam yang belum ia menangi dan (2) Setelah menjuarai Wimbledon 2015, US Open 2015, dan Australian Open 2016, ia berkesempatan untuk membuat “Nole Slam” menjadi kenyataan dengan titel Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly
Andy Murray memulai pertandingan dengan kuat

Murray memulai pertandingan dengan kuat dimana ia bermain agresif. Akibatnya, set pertama ia amankan 6–3. Tetapi kemudian, entah mengapa, situasinya berbalik mulai di set kedua. Entah bagaimana, Murray bermain lebih defensif sehingga Djokovic bisa mengontrol lebih banyak poin. Aku tahu Murray menyadari ini sehingga ia mencoba mengubah ritme pertandingan untuk mengubah momentum. Masalahnya, tidak mudah untuk melakukan ini ketika lawannya adalah petenis peringkat 1 dunia yang sedang on fire. Sebagai akibatnya Murray mulai membuat lebih banyak kesalahan sendiri.

Pada akhirnya, Novak Djokovic memenangi gelar grandslam ke-12nya, melengkapi Career Grand Slam, dan mencetak Nole Slam dengan mengalahkan Andy Murray dalam empat set 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray memberikan ucapan yang menyentuh btw, dimana ia berkata bahwa kami semua beruntung berada di sana sebagai audiens untuk menyaksikan terciptanya Nole Slam yang mana sangat amat jarang terjadi di tenis putra; tetapi baginya ini terasa sakit sekali sebagai seseorang yang berada di sisi lain dari net hari ini. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016
Novak Djokovic membuat Nole Slam menjadi kenyataan di Roland Garros 2016

Setelah pertandingannya, aku membeli sepasang dampers untuk raket tenisku. Kemudian, aku meninggalkan Stade Roland Garros dan kunjungan tahun 2016ku ke sana resmi berakhir 🙂 .

SELESAI.