#2121 – A Tennis Weekend Story

ENGLISH

Posts in the Tennis Weekend in Roland Garros 2018 series:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

So the main draw of this year’s French Open started about two weeks ago, which means this weekend was, finally, the time for my annual trip to Paris for the tournament this year. Yeay!! 😀

At Court Philippe Chatrier again this year

As my ticket this year was for Philippe Chatrier on Saturday, I would get the women’s singles final and men’s doubles final. The “fun” thing was that these two events were, perhaps, the most “unpredictable” ones of all based on the current dynamic of professional tennis. In other words, when the tournament started it was very difficult to predict which players I would watch in both finals! Haha 😆 .

At last Simona Halep won a grandslam title!

In the end, it turned out the current world no.1, Simona Halep, and the reigning US Open champion, Sloane Stephens, made the women’s singles final. And the teams of Pierre-Hugues Herbet/Nicolas Mahut and Oliver Marach/Mate Pavic made the men’s doubles final. So it turned out both matches would be very interesting, and I was excited for these! 😀

Anyway, how was Paris? Well, I didn’t have a lot of time to spend in the city itself, but it was beautiful as always! Haha.

This year I visited Notre Dame in Paris

Btw, as I mentioned before, since the beginning I already knew that I would like to fly for this year’s trip to Paris. And of course I would like to, as much as possible, avoid direct return flights! Haha 😆 . And so I made myself the following routing:

My routing this weekend. From gcmap.com

Haha 😛 . Yep, I was back in Toulouse (Airport) for the first time since 2012! 😛 There was actually another routing with cheaper fare which also was more interesting as it (1) involved an airport I had never used before (Clermont-Ferrand); (2) involved a flight with an airline I had never flown before (Trade Air, which was leased by Air France this summer); and (3) involved a Fokker 100, which would have been my first time flying this type in the 21st century (As a kid, I had flown this type with Sempati Air, haha). But this routing only spared a 25 minutes of transfer tim at Clermont-Ferrand, which was really tight and I was not comfortable with. And so I decided to set aside this otherwise fun routing.

Anyway, so yeah, my weekend was fun! 😀 As usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Tennis Weekend in Roland Garros 2018:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

Jadi babak utama turnamen tenis French Open tahun ini dimulai sekitar dua minggu yang lalu, yang mana berarti, akhirnya, akhir pekan kemarin adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Paris untuk turnamen ini tahun ini. Hore!! 😀

Di Lapangan Philippe Chatrier lagi tahun ini.

Karena tiketku tahun ini adalah Philippe Chatrier di hari Sabtu, aku akan mendapatkan pertandingan final tunggal putri dan final ganda putra. “Keseruan” dari dua pertandingan ini adalah dua events ini adalah yang paling “sulit diprediksi” dari semua events yang dimainkan berdasarkan dinamika dunia tenis profesional saat ini. Dengan kata lain, sebelum turnamen ini dimulai, sulit sekali untuk memprediksikan siapa yang akan aku tonton di kedua final! Haha 😆 .

Akhirnya Simona Halep menjuarai gelar grandslam juga!

Pada akhirnya, petenis yang saat ini menduduki peringkat 1 dunia, Simona Halep, dan juara bertahan US Open tahun lalu, Sloane Stephens, masuk final tunggal putri. Dan Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut dan Oliver Marach/Mate Pavic memasuki final ganda putra. Jadi ternyata kedua pertandingannya akan menjadi pertandingan yang sangat menarik, dan aku merasa sangat excited untuk menonton keduanya!

Anyway, Parisnya sendiri bagaimana? Ya, nggak banyak sih waktu yang bisa aku habiskan di kotanya ini sendiri, tetapi kotanya masih indah kok seperti biasanya! Haha.

Tahun ini aku mengunjungi Notre Dame di Paris

Btw, seperti yang aku sebutkan sebelumnya, sejak awal untuk tahun ini aku sudah tahu aku akan naik pesawat untuk pergi ke Paris. Dan tentu saja sedapat mungkin aku menhindari penerbangan pp kan ya! Haha 😆 . Dan jadilah pada akhirnya aku memilih rute berikut ini:

Ruteku akhir pekan ini. Dari gcmap.com

Haha 😛 . Iya, akhirnya aku kembali juga di (Bandara) Toulouse untuk pertama kalinya semenjak 2012! 😛 Sebenarnya ada rute lain dengan harga tiket yang lebih murah dan lebih menarik sih karena (1) melibatkan bandara baru yang belum pernah aku lalui sebelumnya (Clermont-Ferrand); (2) melibatkan satu penerbangan dengan maskapai baru yang belum pernah aku terbangi sebelumnya (Trade Air, yang mana disewa oleh Air France musim panas ini); dan (3) melibatkan pesawat Fokker 100, yang mana akan menjadi kali pertama aku terbang dengan pesawat ini lagi di abad ke-21 (Sewaktu kecil aku pernah terbang dengan pesawat ini dengan maskapai Sempati Air, haha). Namun dengan rute ini, waktu transitku di Clermont-Ferrand hanya lah 25 menit, yang mana mepet banget dan membuatku tidak merasa sreg dengannya. Jadilah rute yang sebenarnya menarik ini aku kesampingkan.

Anyway, jadi ya gitu deh, akhir pekanku kemarin ini seru banget! Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

Advertisements

#2114 – A Weekend and A Monday

ENGLISH

My general theme for this weekend was … definitely some rest! Haha 😆 . Somehow I felt quite tired coming to this weekend, even though I only had a short week at work last week. But actually, the short week had something to do with the tiredness; as the week was “short” because I started it in Budapest for a long weekend trip, haha.

I have also been quite excited because this weekend, the main draw rounds of this year’s French Open has started! I enjoy this time, btw, when tennis matches (of big tournaments of importance and prestige) are played at “convenient” time for me who is based in Europe, haha 😆 . I mean, it is much less convenient to watch live matches being played in, say, New York for the US Open or Melbourne for the Australian Open with all those time zone differences with Europe, haha 😀 .

Though, too bad Venus Williams already lost in the first round of singles this year 😭

Anyway, this Monday was also quite unique to me as I had to work from home in the morning because I had to supervise the annual air exhaust maintenance of my apartment. It was actually supposed to happen about two weeks ago, btw. But I forgot to confirm the appointment in time because I was so busy and occupied with work. And so we had to reschedule and we agreed on this Monday, haha 😆 .

After the maintenance was done, I went to my office immediately. It was “nice” to go “this late”, though, because it made me miss the morning rush hour, especially on a Monday! Even though on the other hand the public transport frequency was also lower than during the morning rush, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Tema utamaku akhir pekan kemarin ini adalah … jelas istirahat! Haha 😆 . Entah mengapa aku merasa capek ketika memasuki akhir pekan ini, walaupun sebenarnya minggu kerjaku kemarin adalah minggu yang pendek. Tapi sebenarnya justru karena merupakan minggu yang pendek itu sih aku merasa capek; karena minggunya “pendek” karena aku memulainya di Budapest untuk sebuah perjalanan long weekend, haha.

Aku juga lumayan excited akhir pekan kemarin karena ronde babak utama dari turnamen French Open tahun ini sudah dimulai! Aku menikmati waktu sekarang-sekarang ini, btw, ketika pertandingan-pertandingan tenis (dari turnamen besar dan bergengsi) dimainkan di waktu yang “enak” untukku yang berbasis di Eropa, haha 😆 . Maksudku, kan lebih nggak nyaman ya untuk menonton langsung pertandingan yang dimainkan di, misalnya, New York untuk US Open atau Melbourne untuk Australian Open dengan perbedaan waktunya dengan Eropa, haha 😀 .

Walaupun agak sebal dan sedih juga sih Venus Williams sudah kalah di babak pertama kompetisi tunggal tahun ini 😭

Anyway, hari Senin kemarin ini jugalah cukup unik untukku karena aku harus bekerja dari rumah di pagi hari karena aku mesti mengawasi perawatan tahunan exhaust udara apartemenku. Seharusnya perawatannya berlangsung dua mingguan yang lalu sih. Tapi aku lupa mengkonfirmasi jadwalnya karena pikiranku teralihkan dengan kesibukan di kantor. Jadilah kami harus menjadwalkan-ulang, dan kami setuju untuk dilakukan di hari Senin kemarin ini, haha 😆 .

Setelah perawatannya selesai, aku langsung berangkat ke kantor. “Asyik” juga berangkat “siang” begini, karena artinya aku jadi melewatkan rush hour pagi kan, apalagi di hari Senin! Walaupun di sisi lain frekuensi transportasi umumnya juga agak lebih jarang sih dibandingkan di waktu rush hour, haha 😆 .

#2081 – This Year’s Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always arrange a trip to Paris to watch the French Open (Roland Garros) tennis tournament. This year, obviously, is no difference.

Earlier this week the tickets for this year’s tournament was sold to the general public. Of course I had marked this date since months before (lol) and scheduled my working day accordingly 😀 .

As usual since 2015, the ticketing website was scheduled to be opened at 10 AM so I had been prepared in front of my screen since minutes before that, haha 😆 . However when the clocked striked 10, I had a similar encounter as last year where I got a “502 Bad Gateway” error message when trying to access the website. At least it wasn’t as bad as last year, as I finally established the access about two minutes later. But this meant that my position in the queue was not nearly as great as two years ago, as this year I was:

My position in the queue this year

Yep, the 12,545th person in it, haha. However, the queue went much faster than last year, though; as I got to the front of the line in only a little over half an hour (compared to last year’s 2+ hours after being place 35,476th).

Anyway, originally I had a plan to visit the tournament during the middle weekend, when the 3rd and 4th round stages of the tournament. This would be a change after going only for the finals in the last three years (Thus witnessing Serena Williams, Garbine Muguruza, Novak Djokovic, and Jelena Ostapenko won the singles titles). There would be more matches in the middle weekend, as more players would still be “alive” in the tournament.

However, I quickly realized that the tickets for the middle week were much higher than I anticipated, haha. Under the usual circumstances, this would not have been that problematic to me, though. However, considering that I would have another big trip planned for later in the year, I felt like it would actually be better and more optimal if I … would go for the women’s singles final again this year! Haha 😆 .

At Court Philippe Chatrier last year

Yeah, so exciting! Though with the current state of women’s tennis, it is very difficult to predict which two players I would watch in this year’s final. At least, Serena Williams is in the mix after her maternity leave which caused her to miss last year’s tournament 😀 .

I haven’t fully finalized the trip yet, btw, even though I have booked a hotel. Having said that, I have decided that this year I will, unsurprisingly, just fly to Paris, haha. It is just that I haven’t found an exciting return flight combination yet so I am still playing the wait and see game at the moment, haha 😀 .

Anyway, yeah, this is exciting!! 😀

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak tahun 2012, aku selalu membuat perjalanan ke Paris untuk menonton turnamen tenis French Open (Roland Garros). Nah, tahun ini juga jelas sama dong ya.

Awal minggu ini tiket untuk edisi tahun ini dari turnamennya mulai dijual untuk umum. Tentu saja tanggal ini sudah kutandai semenjak berbulan-bulan yang lalu (haha) dan jadwal kerjaku kemarin juga sudah kususun untuk menyesuaikan dengannya 😀 .

Seperti biasa semenjak 2015, tiketnya dijadwalkan untuk mulai dijual jam 10 pagi dan jadilah semenjak beberapa menit sebelumnya aku sudah duduk siap di depan layar komputer, haha 😆 . Namun, ketika jam tepat menunjukkan pukul 10, aku mendapati situasi yang mirip seperti tahun lalu dimana aku mendapatkan pesan error “502 Bad Gateway” ketika mencoba mengakses website-nya. Setidaknya masalahnya tidak separah tahun lalu, dimana aku berhasil mendapatkan akses sekitar dua menit kemudian. Tetapi ini artinya posisiku di antriannya tidak semengasyikkan dua tahun yang lalu deh, karena kali ini:

Nomor antrianku tahun ini

Yep, aku adalah orang ke 12.545 di antriannya, haha. Namun, antriannya bergerak dengan cepat sih untungnya; dimana aku sampai di depan antrian dalam waktu setengah jam lebih sedikit saja (nggak seperti tahun lalu yang mana aku harus menunggu 2 jam lebih setelah berada di posisi 35.476 di antriannya).

Anyway, awalnya aku berencana untuk mengunjungi turnamen ini di middle weekend, di babak ketiga dan keempat turnamennya. Ya kan supaya ada pergantian suasana begitu ya setelah hanya pergi ke finalnya sama selama tiga tahun belakangan (Yang mana membuatku menyaksikan Serena Williams, Garbine Muguruza, Novak Djokovic, dan Jelena Ostapenko memenangi gelar tunggalnya). Di middle weekend, ada lebih banyak pertandingan yang dimainkan karena bakal ada lebih banyak petenis yang masih “hidup” di turnamennya.

Namun, aku amati ternyata harga tiket untuk middle week itu lebih mahal daripada sangkaanku, haha. Sebenarnya ini nggak begitu masalah sih. Namun, dengan mempertimbangkan rencana perjalanan besar berikutnya di paruh kedua tahun ini nanti, aku merasa akan lebih baik dan optimal jika … aku pergi untuk menonton final tunggal putri lagi tahun ini! Haha 😆 .

Di Court Philippe Chatrier tahun lalu

Iya, seru deh! Walaupun sulit sekali sih untuk memprediksi tenis putri sekarang. Sulit untuk memprediksi siapa dua pemain yang akan kutonton di final tahun ini. Setidaknya, Serena Williams termasuk di dalamnya lah setelah “cuti” hamil yang menyebabkannya melewatkan turnamen ini tahun lalu 😀 .

Perjalanan kali ini belum aku finalisasi sih, walaupun aku sudah booking hotel. Walaupun begitu, aku sudah memutuskan bahwa tahun ini, tidak mengherankan tentunya, aku ingin naik pesawat untuk pergi ke Parisnya. Hanya saja aku belum menemukan kombinasi pp yang seru nih sehingga aku masih wait and see saat ini, haha 😀 .

Anyway, ini akan menjadi perjalanan yang seru!! 😀

#1950 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part IV: Roland Garros 2017)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

As usual, I went early to Stade Roland Garros, arriving there at around 9 AM and was amongst the first ten spectators at the gate today, haha. Though, as usual as well, the gate was only opened at 10 AM. Just like last year, btw, there were three security checks prior to entering the site 😛 . Anyway, I had toast sandwich for breakfast, which was okay. I loved the cappuccino, btw, mostly because it looked like this, haha:

Cappuccino

The first matches today would start at 11 AM. I was torn between watching my “usual” women’s legends final at Suzanne Lenglen or the boys (junior) singles final at Court No. 1. In the end, I chose the women’s legends final as I was already quite close to the court anyway, haha.

The final was between the defending champion, Lindsay Davenport/Martina Navratilova, and Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters. Overall, the match was okay though it was clear Kim Clijsters was the best player on court; and there were too many errors from Navratilova and Davenport. Btw, it was nice to get a glimpse of Big Babe Tennis (a term describing women’s tennis being dominated by strong, tall players who play with a lot of power (in the early 2000s)), when Lindsay Davenport and Kim Clijsters were exchanging big cross-court shots in some of the points. Even though Navratilova and Davenport fought, in the end, Austin-Holt/Clijsters won the match 6–3, 3–6, [10–5].

Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters defeated Martina Navratilova/Lindsay Davenport 6–3, 3–6, [10–5].

After the match, I left Court Suzanne Lenglen and decided to have lunch at the restaurant, planning to have my usual steak with some ratatouille, a dish they always had every year since I first visited Roland Garros in 2012. But it turned out they (finally) changed their menu this year, haha. Instead of a steak, they had grilled aloyau beef presented in sticks, haha. So I had this one (though, arguably, this was still similar-ish to steak anyway 😛 ).

Grilled aloyau beef

After lunch, I went around the venue a little bit to stretch my legs before, at around 2:30 PM, going to my seat at Court Philippe Chatrier. Btw, at first I wasn’t sure with my seat as it was in one of the top rows in the stand (so it was quite some “distance” from the court), but this turned out to be good because the whole time, the seat was covered by the shade of the press boxes! Haha 😆 . You know, it was a really hot and sunny day today so it was nice to sit under some shade, really 😀 .

Back at Court Philippe Chatrier this year

The women’s singles match started at 3 PM. I just realized this year that the trophy (Coupe Suzanne Lenglen) was brought into the stadium in a Louis Vuitton box, though, haha. This was prior to the finalists entering the court. Anyway, not long after, Jelena Ostapenko and Simona Halep were welcomed in the court and took their seats. Ostapenko won the coin toss and chose to receive.

The coin toss

Then, the match started.

I won’t go to too much tennis details here, but Ostapenko started really well. As a young player in her first grandslam final, she was fierce! I like this attitude from a tennis player. The first set went pretty much neck to neck, until Halep broke Ostapenko’s serve in the tenth game and took the first set 6–4.

Simona Halep took the first set 6–4

Halep took the first three games of the second set, though those were three close games. At this point, Ostapenko was down 4–6, 0–3. I was hoping Ostapenko would not give up at this point and kept on fighting, so that the final would last a little bit longer so my ticket worthed more, lol 😛 . And, gladly, she was not!! She believed on herself, sticked to her own game, which was to be hyper aggressive, and eventually turned the fortune around. She won six of the next seven games and won the set 6–4!

Jelena Ostapenko took the second set 6–4.

The third set started out similarly, where Ostapenko was immediately down 1–3. Again, at this point she did not give up and kept pressuring Halep with all those aggressive shots. From 1–3 down, she won five straight games and, thus, winning the match 4–6, 6–4, 6–3!! WOW!!

Jelena Ostapenko’s winning moment after hitting a backhand down the line return winner.

Understandably, Halep was upset but she was, as always, gracious in defeat (IMO, Simona Halep is one of those players with great sportsmanship). The trophy ceremony followed afterwards, where Ostapenko was handed her first ever singles trophy, and it happened to be the Coupe Suzanne Lenglen, a grandslam trophy!!

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

It will be interesting to see how Jelena Ostapenko goes from hereon forward. I hope she can keep on this level of play and, especially, her fight to prove that this victory is not just a one time wonder thing. We will see…

Anyway, the men’s doubles match followed afterwards. Btw, the draw of this event also fell apart in this tournament, where two unseeded teams made the final: Ryan Harrison/Michael Venus and Santiago Gonzaels/Donald Young. For whatever reason, I felt really tired already and so I decided to skip this final and went back to my hotel. Well, but only after dinner at the restaurant I always visited every year nearby the venue, of course (read Part III ) 😛 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Seperti biasanya, aku berangkat awal ke Stade Roland Garros, dimana aku tiba sekitar jam 9 pagi dan termasuk dalam 10 penonton pertama yang datang hari ini, haha. Walaupun, seperti biasa sih, gerbang baru dibuka jam 10 pagi. Seperti tahun lalu, btw, ada pemeriksaan sekuriti sebanyak tiga kali sebelum masuk 😛 . Anyway, aku memesan toast sandwich untuk sarapan, yang mana rasanya biasa aja. Aku suka cappuccino-nya, btw, karena penampilannya seperti ini, haha:

Cappuccino

Pertandingan-pertandingan pertama hari ini akan dimulai jam 11 pagi. Aku bingung akan menonton pertandingan “seperti biasa” yaitu final legenda putri di Suzanne Lenglen atau final tunggal putra junior di Lapangan No. 1. Pada akhirnya, aku memilih final legenda putri karena toh aku sudah berada di dekat sana, haha.

Final tahun ini adalah antara juara bertahan, Lindsay Davenport/Martina Navratilova, dan Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters. Secara keseluruhan, ini adalah pertandingan yang oke dimana jelas Kim Clijsters adalah pemain terbaik dari keempatnya kala itu; dan terlalu banyak kesalahan sendiri di tim Navratilova dan Davenport. Btw, asyik rasanya bisa sedikit mencicipi menonton Big Babe Tennis (sebuah istilah yang mendeskripsikan tur tenis putri yang didominasi oleh pemain bertubuh tinggi dan kuat yang bermain dengan pukulan-pukulan keras (di awal tahun 2000an)), dimana Lindsay Davenport dan Kim Clijsters saling memukul pukulan keras cross court di beberapa poin. Walaupun Navratilova dan Davenport berjuang dengan gigih, pada akhirnya Austin-Holt/Clijsters menang 6–3, 3–6, [10–5].

Tracy Austin-Holt/Kim Clijsters mengalahkan Martina Navratilova/Lindsay Davenport 6–3, 3–6, [10–5].

Setelah pertandingan berakhir, aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen dan makan siang di restoran di sana, berencana makan steak dengan ratatouille seperti biasanya, yang selalu aku makan setiap tahun di kunjunganku ke Roland Garros semenjak tahun 2012. Tetapi ternyata mereka (akhirnya) mengganti menunya tahun ini, haha. Bukannya steak, mereka menyajikan menu daging sapi aloyau panggang yang ditusuk seperti sate, haha. Jadilah aku memesan menu ini (walaupun bisa dibilang mirip-mirip dengan steak sih 😛 ).

Grilled aloyau beef

Setelah makan siang, aku berkeliling arena untuk meluruskan kaki, dan sekitar jam 2:30 siang, aku masuk menunju kursiku di Lapangan Philippe Chatrier. Btw, awalnya aku kurang sreg dengan kursiku yang berada di salah satu baris teratas di sana (jadi lumayan “jauh” gitu deh dari lapangannya), tetapi ternyata ini ada enaknya juga karena bagian ini justru teduh terkena bayangan ruang-ruang booth media! Haha 😆 . Jadi ceritanya hari ini kan panas banget gitu mana mataharinya bersinar terik pula. Jadi enak dong ya duduk di bawah bayangan yang teduh gitu, haha 😀 .

Kembali di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Pertandingan final tunggal putri dimulai jam 3 sore. Aku baru sadar tahun ini loh bahwa pialanya (Coupe Suzanne Lenglen) dibawa masuk ke stadionnya di dalam sebuah kotak Louis Vuitton (pastinya ori mah ya nggak mungkin KW, haha 😛 ). Ini dilakukan sebelum kedua finalis dipanggil masuk ke lapangan. Tak lama setelahnya, Jelena Ostapenko dan Simona Halep disambut masuk dan kemudian duduk di kursi mereka. Ostapenko memenangi coin toss dan memilih untuk receive (Halep servis duluan).

Coin toss

Lalu, pertandingan dimulai.

Aku tak akan menulis terlalu banyak detail tenis di sini. Ostapenko memulai pertandingan dengan baik. Sebagai pemain muda di final grandslam pertamanya, ia sungguh berani sekali! Aku suka deh attitude ini dari seorang pemain tenis! Set pertama berlangsung cukup ketat, hingga Halep mematahkan servis Ostapenko di game kesepuluh dan memenanginya 6–4.

Simona Halep memenangi set pertama 6–4

Halep langsung memenangi tiga game pertama di set kedua, tetapi ketiganya adalah game yang dimainkan dengan ketat. Di saat ini, artinya Ostapenko ketinggalan 4–6, 0–3. Aku hanya berharap Ostapenko tidak menyerah dan terus bertarung, sehingga finalnya berlangsung lama dan aku nggak rugi beli tiketnya, haha. Dan pada akhirnya, Ostapenko beneran memenangi set kedua dong! Ia tetap percaya diri dengan permainan hiper agresifnya, dan akhirnya berhasil membalikkan situasi. Ia memenangi enam dari tujuh game selanjutnya dan mengklaim set kedua 6–4!

Jelena Ostapenko memenangi set kedua 6–4.

Set ketiga dimulai mirip seperti set kedua, dimana Ostapenko langsung tertinggal 1–3. Lagi, di waktu ini ia tidak menyerah dan terus menyerang Halep dengan pukulan-pukulan agresifnya. Dari posisi tertinggal 1–3, ia menang lima game berturutan dan akhirnya memenangi pertandingan dengan skor akhir 4–6, 6–4, 6–3!! WOW!!

Momen kemenangan Jelena Ostapenko setelah memukul sebuah pukulan backhand down the line return winner.

Tak mengherankan, Halep kecewa dengan kekalahannya tetapi, seperti biasa, ia bersikap ksatria dan menerimanya (Menurutku, Simona Halep adalah salah satu pemain yang paling menjunjung sportivitas). Upacara penganugerahan piala diadakan setelahnya, dimana Ostapenko diberikan piala tunggal pertamanya, dan pialanya adalah Coupe Suzanne Lenglen, sebuah piala grandslam!!

Jelena Ostapenko memenangi gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Akan menarik untuk mengikuti bagaimana prestasi Jelena Ostapenko setelah ini. Aku harap sih ia mampu mempertahankan level ini dan, terutama, kegigihannya untuk membuktikan bahwa kemenangan ini bukan lah kebetulan semata. Kita lihat saja…

Anyway, final ganda putra diadakan setelahnya. Btw, undian ganda putra tahun ini juga hancur nih di turnamen ini, dimana dua tim yang tidak diunggulkan masuk ke final: Ryan Harrison/Michael Venus dan Santiago Gonzaels/Donald Young. Namun, entah mengapa aku merasa sungguh lelah sehingga aku memutuskan untuk melewatkan final ini dan pulang ke hotel. Eh, tentu dengan mampir dulu di restoran langgananku di dekat situ untuk makan malam yah (baca Bagian III) 😛 .

#1937 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Introduction)

ENGLISH

So you know, in the last three weeks I had three weekend trips in three consecutive weekends: Lyon, then Bremen, then Paris, haha. So I was thinking of wrapping these three trips under one “theme”, and what I came up with was “Early Summer 2017 Weekend TripS” series 😛 .

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Having three consecutive weekend trips was actually unintentional, though it was situational so it probably was not all that coincidental, haha.

Lion selfie in Lyon

You see, the few public holidays in the Netherlands are not uniformly spread throughout the year; and most of them fall in between April and May. And as I like to make use of them for some short trips, this results in several trips within a short period of time, haha. And the fact that the French Open is always held at the end of May/early June definitely plays a factor too 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Two of the three trips were driven by good flight deals that I found. Well, also because Lyon was a nice city and I had never been to Bremen. Also for Bremen, my flight back from there would be with a Fokker 70, which KLM is retiring by the end of this year. So gotta catch them while I can!!

Back at Court Philippe Chatrier this year

I have to say, though, that it is also quite tiring, haha. I am taking a rest now and have no travelling plan (as of yet) in the coming a few weeks 😛 . Though, who knows if I decide to change my mind soon too! Hahaha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Pada sudah baca kan, tiga minggu belakangan ini aku baru saja pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan: Lyon, lalu Bremen, lalu Paris, haha. Nah jadilah aku berkeinginan untuk memberikan sebuah “tema” untuk tiga perjalanan ini, dan yang kepikiran adalah seri “Early Summer 2017 Weekend TripS” 😛 .

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Tiga perjalanan akhir pekan yang berturutan sebenarnya terjadi tidak sengaja, walaupun ini juga dikarenakan situasi sih sehingga mungkin bukan lah kebetulan juga, haha.

Lion selfie di Lyon

Jadi tanggal merah di Belanda (yang sedikit itu) tidak tersebar merata di sepanjang tahun; dan kebanyakan jatuh di bulan April dan Mei. Dan karena aku suka memanfaatkannya untuk acara jalan-jalan, ini berakibat pada beberapa perjalanan dalam periode waktu yang singkat, haha. Dan French Open yang selalu diadakan di akhir Mei/awal Juni juga tentu berkontribusi juga 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Dua dari tiga perjalanan ini didasari oleh tiket promo yang aku temukan. Dan juga karena memang Lyon adalah kota yang indah dan aku belum pernah ke Bremen sebelumnya sih. Dan untuk Bremen, penerbanganku kembali dari sana dioperasikan dengan pesawat Fokker 70, yang mana akan dipensiunkan KLM di paruh kedua tahun ini. Jadi aku harus menerbanginya selagi bisa kan ya!!

Kembali lagi di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Harus diakui sih, ini cukup melelahkan juga, haha. Sekarang aku beristirahat saja deh dan tidak memiliki rencana jalan-jalan dalam beberapa (nggak banyak sih) minggu ke depan 😛 . Eh, tapi nggak tahu juga sih siapa tahu aku berubah pikiran! Haha 😛 .

#1935 – A Roland Garros Weekend Trip

ENGLISH

After going to Lyon two weekends ago and Bremen last weekend, this weekend I went on another weekend trip, hoho 😆 . Yep, three weekend trips on three consecutive weekends!! Woohoo!!

As my Instagram followers (@azilko) would have known, this weekend was the time for my annual Roland Garros trip this year. Yep, indeed I went to Paris 🙂 .

At Court Philippe Chatrier this year

As I shared in April, though, I was less excited for the trip this year (this does not mean I was not excited, I still was, overall, of course!) because of Serena Williams’ withdrawal due to her pregnancy. And so the women’s singles field this year, which final was the main attraction of my trip, was probably the most “open” in recent years with no clear favorite.

Nonetheless, it turned out to still be very fun! The atmosphere of a grandslam tournament was, indeed, one of a kind. Even though Venus Williams did not reach the final (it was not that expected, anyway, as clay was clearly her least favorite surface), the field turned out to still be interesting. In the end, the final was between an unseeded player (because of her 47th ranking), Jelena Ostapenko, and the third seed, Simona Halep, who would ascend to world number 1 if she would win the final! Exciting, wasn’t it?

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

As you might have known by this point, Jelena Ostapenko ended up winning the title! More importantly for me, the final match was such a close match between two players with very different style (Ostapenko with her hyper aggressive game and Halep with her defensive game) and different level of experience (Ostapenko’s highest ranking was 33rd while Halep is a seasonal top 5 players in the last three years or so). To add even more drama, Ostapenko was down 0–3 and 1–3 in the second and third set before, somehow, turned it around and won! Moreover, this was Ostapenko’s first ever singles title. How amazing that it was a grandslam!

Paris selfie this year at Louvre

Anyway, Paris itself was a beautiful city, even though I did not have any time to spend in the city itself. Plus, I was really looking forward to my first class train travels with Thalys to get to and back from there, haha.

Yeah, so overall this was another fun weekend for me. And so understandably now I feel quite tired too 😛 . As usual, here are a few teasers from the trip.

BAHASA INDONESIA

Setelah pergi ke Lyon dua akhir pekan yang lalu dan ke Bremen akhir pekan kemarin, akhir pekan ini aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi loh, hoho 😆 . Iyaaa, tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan!! Woohoo!!

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, akhir pekan ini adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Roland Garros tahun ini. Yup, aku pergi ke Paris 🙂 .

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Seperti yang kuceritakan April kemarin, aku sedikit kurang excited untuk perjalanan ini tahun ini (bukan berarti aku tidak excited sih, secara keseluruhan sih jelas masih excited lah!) karena mundurnya Serena Williams akibat kehamilannya. Dan jadilah akibatnya turnamen tunggal putri tahun ini, yang mana babak finalnya adalah atraksi utama perjalananku, mungkin adalah yang paling “terbuka” dalam beberapa tahun belakangan dimana tidak ada satu pemain pun yang benar-benar difavoritkan.

Toh walaupun begitu ternyata perjalanannya masih seru! Atmosfer sebuah turnamen grandslam memang berbeda! Walaupun beneran Venus Williams tidak mencapai babak final (tidak mengherankan sih, karena tanah liat memang bukan permukaan favoritnya Venus), toh draw-nya masih cukup menarik. Pada akhirnya, babak finalnya adalah antara pemain muda yang tidak diunggulkan (karena berperingkat 47), Jelena Ostapenko, melawan unggulan ketiga, Simona Halep, yang akan naik ke peringkat 1 dunia apabila ia menang di final. Seru kan?

Jelena Ostapenko menjuarai gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Mungkin sudah pada tahu sekarang, Jelena Ostapenko akhirnya keluar sebagai juara! Yang paling penting bagiku, ternyata pertandingan finalnya berlangsung seru banget! Pertandingan ini dimainkan oleh dua pemain dengan gaya permainan berbeda (Ostapenko dengan gaya hiper agresifnya sementara Halep dengan gaya defensifnya) dan level pengalaman yang berbeda (peringkat tertinggi Ostapenko sebelum ini adalah 33, sementara Halep konsisten berada di 5 besar selama tiga tahunan terakhir). Lebih dramatisnya lagi, Ostapenko tertinggal 0–3 dan 1–3 di set kedua dan ketiga loh sebelum, entah bagaimana, membalikkan posisi dan menang! Lebih keren lagi, ini adalah gelar tunggal pertamanya Ostapenko. Keren banget kan gelar pertamanya adalah gelar grandslam!

Paris selfie tahun ini di Museum Louvre

Ngomong-ngomong, jelas Paris adalah kota yang indah, walaupun aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di kotanya sendiri sih. Plus, aku sungguh excited dengan perjalananku dengan kereta super cepat Thalys di first class, haha.

Iya, jadi secara keseluruhan akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru lagi untukku. Dan tentu aku juga merasa capek sih, haha 😛 . Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

#1930 – It’s June!!

ENGLISH

So, it is June already!!

No More TU Delft Account

If as per March 2017 I am no longer affiliated with TU Delft, it is as of today where I (finally) lost all of my TU Delft credentials with the expiration of my “NetID” (TU Delft’s ID/account).

You see, even though my hopitality contract, which was my last contract at TU Delft, expired in February, the deactivation of my NetID was only done three months later. This time was meant for any needed account transitioning from my NetID to something else, for instance informing my contacts about my new emails, etc. The side effect of this, though, was that I still had a few (limited) benefits/TU Delft facilities during these three months, haha 😆 . For instance, I was still able to use my NetID to access several scientific journals.

But as per today, my NetID is officially disactivated, and so all the “benefits” that came with it including my official TU Delft email, haha.

RG 17

Anyway, 1st of June also means the French Open for me! Yeay! And I am very happy with my decision to get a cable TV subscription a few weeks ago because now I have (some) access to the tournament on TV!

French Open 2017 on TV!

The main draw of the tournament started earlier this week (actually on Sunday), though the TV coverage has actually started since last week for the qualifying rounds! Awesome, isn’t it?

So watching the French Open is basically my after-work activity these days, which I do alongside my dinner, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Wah, ternyata sudah bulan Juni ya!!

Akun TU Delft yang kini dimatikan

Jika per Maret 2017 aku tidak lagi terafiliasi dengan TU Delft, baru per hari ini lah dimana aku (akhirnya) tidak lagi memiliki tanda pengenal TU Delft dengan hangusnya “NetID”-ku (akun/IDnya TU Delft).

Jadi walaupun kontrak hospitality-ku, yang mana merupakan kontrak terakhirku di TU Delft, berakhir di bulan Februari, NetIDku masih akan aktif hingga tiga bulan kemudian. Waktu ini dimaksudkan untuk proses transisi yang mungkin diperlukan dari sesuatu yang berkaitan NetIDku ke sesuatu yang lain, misalnya memberi-tahu kontak-kontakku mengenai alamat email baruku, dsb. Efek samping dari ini adalah aku masih mendapatkan beberapa fasilitas/keuntungan (terbatas) dari TU Delft sepanjang tiga bulan ini, haha 😆 . Misalnya, aku masih bisa menggunakan NetIDku untuk mengakses jurnal-jurnal ilmiah.

Tetapi per hari ini, NetIDku resmi dideaktivasi, dan jadilah semua “keuntungan”-nya juga ikutan hilang beserta alamat email TU Delft-ku, haha.

RG 17

Anyway, 1 Juni juga berarti French Open untukku! Hore! Dan aku merasa senang dengan keputusanku untuk berlangganan TV kabel beberapa minggu yang lalu karena sekarang aku jadi memiliki (beberapa) akses ke turnamen ini di TV!

French Open 2017 di TV!

Babak utama turnamen ini dimulai awal minggu ini (di hari Minggu sih sebenarnya), walaupun penayangan TVnya sudah dimulai semenjak minggu lalu untuk babak-babak kualifikasinya! Keren ya!

Jadi menonton French Open adalah aktivitasku setelah pulang kantor deh sekarang-sekarang ini, yang kulakukan sembari makan malam, haha 😆 .