EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1946 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part III: Thalys and Paris)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Thalys First Class

Aside from, obviously, the tennis tournament, one thing I was excited about this trip was how to get (and back from) to Paris, as I was travelling First Class with the high-speed train, Thalys.

A Thalys high-speed train at Gare Du Nord

I went straight from work to Amsterdam Centraal Station, well ahead of the departure because I was curious with the NS International Lounge which I could, of course, access with my ticket. In short, the lounge was underwhelming. While it was nice to be able to sit on a comfortable sofa while waiting for the train, that was pretty much it. Each person was only entitled to one serving of non-alcoholic drink as the service (They served alcohols (beers, wines) but were not free of charge). So the next time I travel first class, I wouldn’t bother to arrive at the station early just for the lounge, haha.

NS International Lounge at Amsterdam Centraal

Thalys arranges a 1-2 seat configuration in their First Class coaches (and 2-2 in Second Class). Upon booking, obviously I chose the “1” seat as it was a window AND aisle seat at the same time. My favorite kind of seat! Haha 😆 . The seat itself was quite comfortable. While it couldn’t be turned into a “flat” seat, who would need a flat seat anyway on a max. 3.5 hours train ride? Each seat also had an electric socket and each passenger was allowed to a 100 Mb complimentary data package, which was quite generous IMO.

On board Thalys’ First Class coach

There were a light snack and a dinner service on my outbound trip and a lunch service on my inbound trip. The heavy meal was served between Brussels and Paris. It made sense, as this was the longest leg and appeared to be the busiest one too. Overall, though, the meal service was just okay; pretty much similar to what you could expect on economy class long-haul flights with full service airlines. Though, this was certainly better than Second Class because nothing was served there, haha. What stood out, for me was that they served rosé wine as one option for the drinks! 😀

The dinner service on board Thalys’ First Class to Paris. The soft cheese was really good!!

From my observation, the crews appeared to be “mixed” in terms of their level of service. Some were really good and attentive, some others were not really.

Anyway, travelling with a high-speed train was always fun! Especially when travelling at full speed next to a highway, just like this:

Yep, at approximately 300 km/hour, obviously those cars in the highway were so “slow”, haha. And yep, the ride was super smooth.

Paris and French Food

Arriving on Friday evening, spending the entire Saturday at Stade Roland Garros, and leaving on Sunday at around noon meant that I did not have any time to explore Paris. Well, to be honest I did not mind at all because I have been to Paris a few times before, haha.

Though, I still managed to stop by at Louvre for my Paris selfie this year 😛

Another aspect of Paris that I really loved was, obviously, the food!!

The positive side of the, rather, underwhelming dinner service on board the Thalys ride to Paris was that I was still quite hungry upon arrival. So I went to a restaurant and ordered my must-have dish everytime I went to Paris: confit de canard! Haha 😆 . This confit de canard was not the best one, but I liked it much better than the one I had last year which did not come with any salad, haha.

My must-have dish every time I am in Paris: confit de canard

After my visit to Roland Garros, I went to my favorite restaurant nearby and ordered an escalope de veau. Actually I ordered this dish there every year, haha. Another dish which I had was bavette boeuf. Well, what can I say, French food never disappoints!

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Thalys First Class

Di samping, jelas, turnamen tenisnya, satu hal lain yang aku tunggu-tunggu dari perjalanan ini mode transportasiku pergi ke (dan kembali dari) Paris, karena aku akan naik First Class-nya kereta super cepat, Thalys.

Kereta super cepat Thalys di Gare Du Nord

Aku langsung pergi ke Stasiun Amsterdam Centraal sepulang kerja, cukup lama sebelum waktu keberangkatan karena aku penasaran dengan Lounge Internasionalnya NS di sana yang bisa kuakses dengan tiketku. Secara singkat, lounge-nya ternyata underwhelming. Memang sih enak bisa menunggu sambil duduk-duduk di sofa yang nyaman, tetapi ya sudah itu aja. Setiap pengunjung hanya mendapatkan jatah satu minuman non-alkohol (Mereka juga menyediakan minuman beralkohol tetapi tidak cuma-cuma). Jadi lain kali ketika aku naik First Class lagi, aku nggak akan membela-belain diri datang awal hanya untuk lounge-nya deh, haha.

NS International Lounge di Amsterdam Centraal

Susunan kursi di First Class-nya Thalys adalah 1-2 (sementara 2-2 di Second Class). Ketika memesan tiket, jelas dong aku memilih kursi “1” karena ini adalah kursi window DAN aisle pada saat yang bersamaan. Kursi favoritku nih yang begini! Haha 😆 . Kursinya sendiri cukup nyaman. Memang sih nggak bisa dibuat menjadi kursi “rata”, tetapi siapa juga yang membutuhkan kursi rata di perjalanan maksimal 3,5 jam-an aja kan? Setiap kursi juga dilengkapi dengan colokan listrik dan setiap penumpang mendapatkan paket data 100 Mb secara cuma-cuma, lumayan sih menurutku.

Di dalam gerbong First Class-nya Thalys

Ada layanan snack ringan dan makan malam di perjalanan keberangkatanku dan layanan makan siang di perjalanan kepulangan. Layanan makan beratnya selalu disajikan di antara Brussels dan Paris. Masuk akal sih, karena ini adalah bagian terpanjang dan yang, nampaknya, paling ramai juga. Secara umum, untukku layanan makanannya biasa saja deh; kurang lebih seperti apa yang kita dapatkan di penerbangan jarak jauh di kelas ekonomi dengan maskapai full-service. Walaupun begitu, ini sudah lebih baik daripada Second Class sih karena di sana kan nggak diberikan apa-apa ya, haha. Yang asyik adalah, mereka menyediakan rosé wine sebagai salah satu pilihan minumannya! 😀

Layanan makan malam di First Classnya Thalys ke Paris. Kejunya enak banget!!

Sepengamatanku, krunya sendiri “campur-campur” dalam hal level pelayanannya. Beberapa sangat baik dan perhatian, sementara yang lainnya kurang begitu baik.

Anyway, naik kereta super cepat itu selalu seru loh! Terutama ketika keretanya sedang bergerak dengan kecepatan penuh di sebelah sebuah jalan tol, seperti berikut ini:

Yup, dengan kecepatan sekitar 300 km/jam, jelas dong ya itu mobil-mobil di jalan tol pada disalipin dengan mudah saking “pelan”-nya, haha. Dan iya, keretanya memang mulus banget.

Paris dan Masakan Prancis

Tiba di Jumat malam, seharian di Stade Roland Garros di hari Sabtu, dan pulang di tengah hari Minggu, artinya memang aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di Paris. Yah, sejujurnya sih aku tidak masalah dengan itu karena toh aku sudah pernah ke Paris beberapa kali sebelumnya, haha.

Walaupun begitu, aku masih menyempatkan diri mampir di Louvre untuk Paris selfie-ku tahun ini 😛 .

Satu aspek lain dari Paris yang aku suka adalah, jelas, makanannya!!

Sisi positif dari layanan makan malam yang agak mengecewakan di perjalanan dengan Thalys ke Paris adalah aku masih merasa cukup lapar ketika tiba di sana. Jadilah aku mencari restoran yang menyajikan masakan yang harus aku makan setiap kali aku ke Paris: confit de canard! Haha 😆 . Confit de canard yang ini bukan lah yang paling enak yang pernah kumakan sih, tetapi aku masih lebih menyukainya daripada yang kudapatkan tahun lalu yang nggak ada saladnya dong, haha.

Masakan yang harus selalu kupesan setiap kali ke Paris: confit de canard

Setelah kunjunganku ke Roland Garros, aku pergi ke restoran favoritku di dekat sana dan memesan escalope de veau. Sebenarnya aku selalu memesan masakan ini sih setiap kali di sana, haha. Satu masakan lain yang kupesan adalah bavette boeuf. Ah, yang namanya masakan Prancis mah memang nggak pernah mengecewakan!

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1937 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Introduction)

ENGLISH

So you know, in the last three weeks I had three weekend trips in three consecutive weekends: Lyon, then Bremen, then Paris, haha. So I was thinking of wrapping these three trips under one “theme”, and what I came up with was “Early Summer 2017 Weekend TripS” series 😛 .

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Having three consecutive weekend trips was actually unintentional, though it was situational so it probably was not all that coincidental, haha.

Lion selfie in Lyon

You see, the few public holidays in the Netherlands are not uniformly spread throughout the year; and most of them fall in between April and May. And as I like to make use of them for some short trips, this results in several trips within a short period of time, haha. And the fact that the French Open is always held at the end of May/early June definitely plays a factor too 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Two of the three trips were driven by good flight deals that I found. Well, also because Lyon was a nice city and I had never been to Bremen. Also for Bremen, my flight back from there would be with a Fokker 70, which KLM is retiring by the end of this year. So gotta catch them while I can!!

Back at Court Philippe Chatrier this year

I have to say, though, that it is also quite tiring, haha. I am taking a rest now and have no travelling plan (as of yet) in the coming a few weeks 😛 . Though, who knows if I decide to change my mind soon too! Hahaha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Pada sudah baca kan, tiga minggu belakangan ini aku baru saja pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan: Lyon, lalu Bremen, lalu Paris, haha. Nah jadilah aku berkeinginan untuk memberikan sebuah “tema” untuk tiga perjalanan ini, dan yang kepikiran adalah seri “Early Summer 2017 Weekend TripS” 😛 .

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Tiga perjalanan akhir pekan yang berturutan sebenarnya terjadi tidak sengaja, walaupun ini juga dikarenakan situasi sih sehingga mungkin bukan lah kebetulan juga, haha.

Lion selfie di Lyon

Jadi tanggal merah di Belanda (yang sedikit itu) tidak tersebar merata di sepanjang tahun; dan kebanyakan jatuh di bulan April dan Mei. Dan karena aku suka memanfaatkannya untuk acara jalan-jalan, ini berakibat pada beberapa perjalanan dalam periode waktu yang singkat, haha. Dan French Open yang selalu diadakan di akhir Mei/awal Juni juga tentu berkontribusi juga 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Dua dari tiga perjalanan ini didasari oleh tiket promo yang aku temukan. Dan juga karena memang Lyon adalah kota yang indah dan aku belum pernah ke Bremen sebelumnya sih. Dan untuk Bremen, penerbanganku kembali dari sana dioperasikan dengan pesawat Fokker 70, yang mana akan dipensiunkan KLM di paruh kedua tahun ini. Jadi aku harus menerbanginya selagi bisa kan ya!!

Kembali lagi di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Harus diakui sih, ini cukup melelahkan juga, haha. Sekarang aku beristirahat saja deh dan tidak memiliki rencana jalan-jalan dalam beberapa (nggak banyak sih) minggu ke depan 😛 . Eh, tapi nggak tahu juga sih siapa tahu aku berubah pikiran! Haha 😛 .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1935 – A Roland Garros Weekend Trip

ENGLISH

After going to Lyon two weekends ago and Bremen last weekend, this weekend I went on another weekend trip, hoho 😆 . Yep, three weekend trips on three consecutive weekends!! Woohoo!!

As my Instagram followers (@azilko) would have known, this weekend was the time for my annual Roland Garros trip this year. Yep, indeed I went to Paris 🙂 .

At Court Philippe Chatrier this year

As I shared in April, though, I was less excited for the trip this year (this does not mean I was not excited, I still was, overall, of course!) because of Serena Williams’ withdrawal due to her pregnancy. And so the women’s singles field this year, which final was the main attraction of my trip, was probably the most “open” in recent years with no clear favorite.

Nonetheless, it turned out to still be very fun! The atmosphere of a grandslam tournament was, indeed, one of a kind. Even though Venus Williams did not reach the final (it was not that expected, anyway, as clay was clearly her least favorite surface), the field turned out to still be interesting. In the end, the final was between an unseeded player (because of her 47th ranking), Jelena Ostapenko, and the third seed, Simona Halep, who would ascend to world number 1 if she would win the final! Exciting, wasn’t it?

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

As you might have known by this point, Jelena Ostapenko ended up winning the title! More importantly for me, the final match was such a close match between two players with very different style (Ostapenko with her hyper aggressive game and Halep with her defensive game) and different level of experience (Ostapenko’s highest ranking was 33rd while Halep is a seasonal top 5 players in the last three years or so). To add even more drama, Ostapenko was down 0–3 and 1–3 in the second and third set before, somehow, turned it around and won! Moreover, this was Ostapenko’s first ever singles title. How amazing that it was a grandslam!

Paris selfie this year at Louvre

Anyway, Paris itself was a beautiful city, even though I did not have any time to spend in the city itself. Plus, I was really looking forward to my first class train travels with Thalys to get to and back from there, haha.

Yeah, so overall this was another fun weekend for me. And so understandably now I feel quite tired too 😛 . As usual, here are a few teasers from the trip.

BAHASA INDONESIA

Setelah pergi ke Lyon dua akhir pekan yang lalu dan ke Bremen akhir pekan kemarin, akhir pekan ini aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi loh, hoho 😆 . Iyaaa, tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan!! Woohoo!!

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, akhir pekan ini adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Roland Garros tahun ini. Yup, aku pergi ke Paris 🙂 .

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Seperti yang kuceritakan April kemarin, aku sedikit kurang excited untuk perjalanan ini tahun ini (bukan berarti aku tidak excited sih, secara keseluruhan sih jelas masih excited lah!) karena mundurnya Serena Williams akibat kehamilannya. Dan jadilah akibatnya turnamen tunggal putri tahun ini, yang mana babak finalnya adalah atraksi utama perjalananku, mungkin adalah yang paling “terbuka” dalam beberapa tahun belakangan dimana tidak ada satu pemain pun yang benar-benar difavoritkan.

Toh walaupun begitu ternyata perjalanannya masih seru! Atmosfer sebuah turnamen grandslam memang berbeda! Walaupun beneran Venus Williams tidak mencapai babak final (tidak mengherankan sih, karena tanah liat memang bukan permukaan favoritnya Venus), toh draw-nya masih cukup menarik. Pada akhirnya, babak finalnya adalah antara pemain muda yang tidak diunggulkan (karena berperingkat 47), Jelena Ostapenko, melawan unggulan ketiga, Simona Halep, yang akan naik ke peringkat 1 dunia apabila ia menang di final. Seru kan?

Jelena Ostapenko menjuarai gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Mungkin sudah pada tahu sekarang, Jelena Ostapenko akhirnya keluar sebagai juara! Yang paling penting bagiku, ternyata pertandingan finalnya berlangsung seru banget! Pertandingan ini dimainkan oleh dua pemain dengan gaya permainan berbeda (Ostapenko dengan gaya hiper agresifnya sementara Halep dengan gaya defensifnya) dan level pengalaman yang berbeda (peringkat tertinggi Ostapenko sebelum ini adalah 33, sementara Halep konsisten berada di 5 besar selama tiga tahunan terakhir). Lebih dramatisnya lagi, Ostapenko tertinggal 0–3 dan 1–3 di set kedua dan ketiga loh sebelum, entah bagaimana, membalikkan posisi dan menang! Lebih keren lagi, ini adalah gelar tunggal pertamanya Ostapenko. Keren banget kan gelar pertamanya adalah gelar grandslam!

Paris selfie tahun ini di Museum Louvre

Ngomong-ngomong, jelas Paris adalah kota yang indah, walaupun aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di kotanya sendiri sih. Plus, aku sungguh excited dengan perjalananku dengan kereta super cepat Thalys di first class, haha.

Iya, jadi secara keseluruhan akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru lagi untukku. Dan tentu aku juga merasa capek sih, haha 😛 . Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1759 – My 2016 Roland Garros Trip (Part II: Paris)

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Getting to/from Paris

Obviously I chose to fly to get to/from Paris, haha 😆 .

KL Logo

Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL1233 and KL1234
Equipment: Boeing 737-800 reg PH-BXY and Boeing 737-700 reg PH-BGH

Both flights were regular Amsterdam – Paris vv flight with KLM. So actually there is not much to share about here, haha 😆 . Btw, upon arriving at Paris – Charles De Gaulle Airport, appropriately, I was greeted by Rafael Nadal, hahaha 😆

Arriving in Paris and I was greeted by Rafael Nadal
Arriving in Paris and I was greeted by Rafael Nadal

Paris

I was lucky that my trip to Paris was, at least, not during the Paris flood (you see, it was something serious as there is even a dedicated Wikipedia article of it!). So the situation there was already recovering and, while still being hindered a little bit, everything was already working quite well (including the metro, which was very important to me).

Paris was, well, Paris 🙂 . What more can I say 🙂 .

In the very little time I had outside of my visit to Roland Garros, I decided to go to the super famous Arc De Triomphe in Champs Elysees. Why? Well, because I felt like it, haha 😆 . I mean, I have been to Paris several times before so I have pretty much seen quite many of Paris’ main attractions 😛 .

2016 Arc De Triomphe selfie
2016 Arc De Triomphe selfie

Champs Elysees was, as always, one of a kind. Most people you would see there dressed themselves very well; you know, probably to live up to the expectation of being in the most famous shopping street in one of the fashion capitals of the world, haha 😆 . I was lured to enter one of the shops there, which obviously was just a spontaneous impulse because I had no shopping plan with only one backpack with me for the whole weekend, lol 😆 . And you know what, I almost bought one or two t-shirts there for my upcoming but still unrevealed big trip this September 😉 . But then luckily my sanity quickly gained control and I put those t-shirts back in the display 😛 .

The Food

Obviously my focus was not on the food at all and so I did not use the app Yelp during this trip. But I did have some expectation that I should have got, at least, good food in general considering that it was Paris, haha 😆 . While it was still, overall, good, indeed; somehow I felt a little bit underwhelmed. For instance, for my first dinner in Paris, as always I had my favorite Parisian dish: confit de canard (duck confit). And it looked like this:

A very basic confit de canard dish
A very basic confit de canard dish

Something was clearly missing from the dish, wasn’t it? Yeah, it was the side salad! Okay, even though the star of a confit de canard dish is always the duck, I do feel like the dish still needs its secondary elements to be complete. The duck leg itself was cooked really well; and the french fries and ketchup made the dish substantial enough for a dinner. But I did really miss the salad.

As a result, after returning to my hotel that evening, I decided to go to the restaurant and ordered a mini Parisian salad (which wasn’t mini at all in my opinion)! Haha 😆 .

A petit Parisian salad
A petit Parisian salad

I also went to the restaurant near Stade Roland Garros in which two years ago I had an amazing escalope de veau dish. Even though I was disappointed last year with the dish, I decided to give it another try this year. It turned out that the dish was okay this year. It was not super amazing (the veal was too well-done to me), but it was not as “disappointing” as last year, haha…

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri the My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)
***

Ke Paris

Jelas dong aku naik pesawat untuk pergi ke Paris, haha 😆

KL Logo

Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL1233 dan KL1234
Pesawat: Boeing 737-800 reg PH-BXY dan Boeing 737-700 reg PH-BGH

Kedua penerbangan adalah penerbangan regulernya KLM di rute Amsterdam – Paris pp. Jadilah aku merasa tidak perlu banyak menuliskannya lah ya, haha 😆 . Btw, ketika tiba di Bandara Paris – Charles De Gaulle, aku disambut dengan sangat amat pantas oleh Rafael Nadal loh, hahaha 😆

Arriving in Paris and I was greeted by Rafael Nadal
Tiba di Paris dan aku disambut oleh Rafael Nadal

Paris

Aku beruntung aku pergi ke Paris, setidaknya, tidak ketika banjir Paris terjadi (jelas kan banjirnya serius, sampai-sampai ada artikel Wikipedia khusus tentangnya!). Jadilah ketika itu situasinya sudah dalam masa pemulihan dan, walaupun masih ada sedikit gangguan di sana-sini, secara umum semua hal di Paris sudah bekerja dengan baik kok (termasuk metronya, yang mana krusial banget untukku).

Paris itu, yah, Paris 🙂 . Mau dideskripsikan bagaimana lagi ya 🙂 .

Di waktuku yang amat sedikit di luar kunjunganku ke Roland Garros, aku memutuskan untuk mampir di Arc De Triomphe yang super terkenal itu di Champs Elysees. Mengapa? Yaa, karena pengen aja, haha 😆 . Maksudku, aku sudah beberapa kali ke Paris sebelumnya sehingga rasanya aku sudah melihat sebagian besar atraksi-atraksi utamanya Paris 😛 .

2016 Arc De Triomphe selfie
2016 Arc De Triomphe selfie

Champs Elysees itu, seperti biasa, memang unik banget ya. Kebanyakan orang yang kita lihat di sana itu modis-modis; ya tahu lah ya, mungkin agar cocok dengan ekspektasi jalan-jalan di sebuah jalanan pertokoan paling terkenal di salah satu ibukota fashion dunia, haha 😆 . Oh iya, aku terbujuk untuk masuk ke sebuah toko di sana, yang mana jelas adalah tindakan spontan karena aku sama sekali tidak ada rencana belanja di Paris dengan hanya satu tas ransel saja yang kubawa untuk keseluruhan perjalanan ini, haha 😆 . Dan tahu nggak, aku nyaris membeli satu atau dua kaus loh untuk perjalanan besarku bulan September nanti yang memang belum aku umumkan 😉 . Tetapi untung akal sehatku segera mengambil alih situasi dan aku nggak jadi belanja 😛 .

Makanannya

Jelas fokusku bukanlah makanan di perjalanan kali ini dan jadilah aku tidak menggunakan app Yelp sama sekali. Tetapi aku sedikit memiliki ekspektasi akan apa yang aku harapkan sih, yaitu setidaknya makanan yang secara umum enak lah ya di Paris, haha 😆 . Walaupun secara umum memang makanannya beneran enak, tetapi aku kok sedikit merasa kecewa ya. Misalnya saja, di makan malam pertamaku di sana, aku memesan masakan Paris favoritku: confit de canard. Dan penampakannya seperti ini:

A very basic confit de canard dish
Confit de canard yang amat dasar

Masakan ini jelas kekurangan sesuatu kan? Iya, kekurangan salad! Oke, memang sih yang namanya bintang dari sebuah masakan confit de canard adalah selalu daging bebeknya. Namun, aku rasa masakannya masih memerlukan elemen sekundernya agar bisa dibilang komplit. Memang sih daging bebeknya ini dimasak dengan enak; dan kentang gorengnya juga membuat menunya mengenyangkan kok. Hanya saja, aku masih merasa kekurangan saladnya!

Sebagai akibatnya, setelah kembali ke hotel malamnya, aku mampir di restorannya hotel untuk memesan salad Paris ukuran kecil loh (yang mana menurutku ukurannya sih nggak kecil ya)! Haha 😆 .

A petit Parisian salad
Sebuah salad Paris ukuran kecil

Aku juga memutuskan mampir di restoran di dekat Stade Roland Garros yang mana dua tahun lalu aku makan menu escalope de veau yang enak banget di sana. Walaupun tahun lalu aku sedikit kecewa dengan menunya, aku memutuskan untuk mampir lagi tahun ini. Walaupun memang masakannya nggak enak-enak banget yang gimana (dagingnya terlalu matang untukku), tetapi bukannya “mengecewakan” juga seperti tahun lalu sih, haha…

BERSAMBUNG…

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1757 – My 2016 Roland Garros Trip (Part I: Roland Garros (Saturday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Today, I got a Ring 1 ticket in Court Philippe Chatrier so the view from my seat was very good because the seat was quite close to the court. And so naturally today I was feeling very excited because these were the scheduled matches in Philippe Chatrier:

  1. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Men’s Doubles Final: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

And you all know that Serena Williams and Bob/Mike Bryan are amongst my favorite players! It was awesome!!

Anyway so I left my hotel at a few minutes passed 8 AM. After buying a few French pastries for breakfast, I took the metro to get to Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!
Back at Roland Garros!

I noticed a significant improvement has been done in this year’s edition of the tournament (compared to previous years):

  1. There are more security checks to enter Stade Roland Garros. Well, considering those infamous events which have happened multiple time in Europe within the last one year or so, this is hardly surprising and I am extremely glad they did so. This certainly made me feel much safer during my visit.
  2. Free wifi was now provided in certain areas in Stade Roland Garros!! Yeay!! 😛

As usual, the gate was opened just a few minutes before 10 AM. The weather was not the best this morning where it was very cloudy and a few drops of rain fell here and there but at least it was not raining (it was not even drizzling). I immediately went to Court Suzanne Lenglen and I bought myself a hotdog package for breakfast (the few French pastries were certainly not enough for the longer run 😛 ).

The main event at Court Philippe Chatrier would start just at 3 PM. And so to start the day I decided to watch two matches (well, one and half actually) in Court Suzanne Lenglen which started at 11 AM. They are:

1. Women’s Legends Doubles Final: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

It was nice to see these retired players played some tennis. Obviously they were not as fast nor athletic nor powerful as they used to be but even so, I felt like none of the four women were at their potential best during the day. In the end, Davenport/Navratilova won the match rather easily, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event
Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women’s legends event

2. Men’s Legends Over 45 Doubles Round Robin: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

This experience was my first time watching a men’s legends match. And here, I have to say that these men knew how to put up a very entertaining show in the form of a tennis match. The match was just a legends’ event so it was like “just” an exhibition match and there was no need to be extremely serious. And this was even more true especially when Mansour Bahrami was playing.

Mansour Bahrami
Mansour Bahrami

You see, nowadays Mansour Bahrami has the reputation as “fun” and “funky” in an exhibition match. And now I could see, with my own eyes, why. He was very funny on the court! Moreover, the other three players also played along so it became such an entertaining exhibition tennis “match” display.

For instance, at 5-all in the tiebreak of the first set, Yannick Noah hit a really good pass which neither Krajicek or Bahrami could chase. So while failingly trying to chase the ball, Bahrami threw a ball he kept in his pocket back to his opponents’ side. Obviously by this rule this was illegal and Bahrami/Krajicek lost the point. But the umpire played along with this stint and awarded the point to Bahrami/Krajicek. Obviously Noah and Pioline “protested” and so this happened:

So this happened
A protest

Haha 😆 .

Yeah, it was very funny!!

***

I decided to leave Court Suzanne Lenglen after the first set because I was hungry for lunch. So I went to the gourmet restaurant and ordered my favorite dish at Roland Garros: steak with Mediterranean ratatouille.

After lunch, I went to Court Philippe Chatrier and settled in my seat. I was quite early there and at that time, Novak Djokovic was still practicing for his tomorrow’s men’s singles final against Andy Murray. A few minutes later, he left the court.

At Court Philippe Chatrier
At Court Philippe Chatrier. I carefully chose this outfit of mine. Can you guess why so?

The main event today started with a ceremony of the induction of Amelie Mauresmo to the International Tennis Hall of Fame. After that, the main showdown of today, the women’s singles final, started.

3. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

This women’s singles final was a rematch of last year’s Wimbledon final, which I also watched live 😛 . Anyway, I was very excited when Serena Williams entered the court:

And I noticed that my hand was shaking when I was taking that short video. I don’t know if it was because I was being nervous or just due to my excitement, haha 😆 .

You all know that Serena Williams is one of my most favorite tennis players, ever. But you might not know that actually I also like Garbiñe Muguruza. Moreover, I do think that she can be on the top of the women’s game some day (sidelining very bad injury of course), and that some day might actually come quite soon. However, in the battle between these two, obviously I would have to go with which of the two which I liked the more; and in this case it was Serena, haha 😆 .

Serena William serving
Serena Williams. Yes so I chose my outfit so that the color would match Serena’s dress #truefans

But as you might already know by now, Muguruza won 7–5, 6–4. Serena did not play at her best (her first serve percentage was quite low which allowed Muguruza too much look on her second serve) but it was obvious that she was fighting hard, including saving four championships points in the second set. However, it was not enough as Muguruza was in the zone today. Muguruza’s strategy today was clear to me: to go for her shots, playing high risk tennis. This was reasonable because if she did not do so, she would most definitely lose the match given her opposition in the final. And her strategy paid off where she basically “painted the lines” in many occassions during the match.

The reward for Muguruza? Well, her first grandslam singles title!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016
Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Congratulations, Garbiñe!!

As for Serena, I do hope she wakes up just in time for Wimbledon and the upcoming US Open this year. Come on Serena, you can do it!!

4. Men’s Doubles Final: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Following the women’s singles final was the men’s doubles final between Feliciano López/Marc López and Mike Bryan/Bob Bryan.

The López got an early break in the first set which they managed to hold upon until the end of the set, thus winning it 6–4. The second set was much tighter that a tiebrak was forced to be played. The Bryans saved one championships point during the tiebreak and took claimed the set by winning the tiebreak (8–6).

Feliciano López and Marc López
Feliciano López and Marc López

After the second set, somehow I felt very tired. I think I was more affected by the disappointment of Serena’s loss than I thought I was, haha 😆 . And so I decided to leave the stadium. Well, I still had one day the next day so my justification was that I needed to have a good rest 😛 .

Anyway, it turned out that Feliciano López/Marc López won the third set 6–3 thus the Spaniards won their first grandslam title.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Hari ini, aku memiliki sebuah tiket Ring 1nya Lapangan Philippe Chatrier sehingga pandangan dari kursiku oke banget karena lokasi kursinya yang cukup dekat dengan lapangan tenisnya. Dan jelas dong sebagai akibatnya hari ini aku amat bersemangat karena pertandingan-pertandingan yang dijadwalkan di Philippe Chatrier adalah sebagai berikut:

  1. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Final Ganda Putral: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Dan pasti sudah pada tahu deh Serena Williams dan Bob/Mike Bryan adalah salah sekian dari petenis favoritku! Seruu!!

Anyway jadilah aku berangkat dari hotelku jam 8 pagi lewat sedikit. Setelah membeli beberapa roti Prancis untuk sarapan, aku menaiki metro untuk pergi ke Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!
Kembali di Roland Garros!

Aku amati ada perubahan signifikan di edisi tahun ini dari turnamen ini (dibandingkan tahun-tahun sebelumnya):

  1. Ada beberapa pemeriksaan sekuriti ekstra untuk memasuki Stade Roland Garros. Yaa, mengingat apa yang terjadi di Eropa beberapa kali selama setahun belakangan ini, ini nggak mengherankan lah ya. Ini jelas membuatku merasa jauh lebih aman ketika di sana.
  2. Sekarang ada wifi gratisannya loh di beberapa area di Stade Roland Garros!! Horee!! *penting ini* 😛

Seperti biasa, gerbang masuk dibuka beberapa menit sebelum jam 10 pagi. Cuaca hari ini kurang begitu baik deh dimana langit berawan tebal dan beberapa butiran air terasa jatuh di sana-sini. Tetapi untungnya nggak sampai hujan sih (bahkan nggak gerimis juga). Aku langsung pergi ke area Lapangan Suzanne Lenglen dan membeli satu paket hotdog untuk sarapan (roti Prancisnya jelas cuma mengganjal perut aja kan ya 😛 ).

Pertandingan utama di Philippe Chatrier baru dijadwalkan jam 3 sore. Jadilah hari ini aku mulai dengan menonton dua pertandingan (satu setengah sih sebenarnya) di Suzanne Lenglen yang dimulai jam 11 pagi. Dua pertandingan ini adalah:

1. Final Legenda Putri: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

Seru deh rasanya melihat petenis yang sudah pensiun bermain tenis. Tentu mereka sudah tidak secepat, seatletis, atau sekuat dulu ya. Namun, walaupun begitu aku merasa keempat pemainnya tidak bermain yang terbaik deh hari ini. Pada akhirnya, Davenport/Navratilova menang dengan cukup mudah, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event
Martina Navratilova dan Lindsay Davenport memenangi gelar ganda legenda putri

2. Babak Round Robin Legenda Putra Di Atas 45 Tahun: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

Pengalaman ini adalah kali pertama aku menonton pertandingan legenda putra. Dan dengan ini, harus kubilang bahwa pemain-pemain ini tahu bagaimana mengadakan pertunjukan yang amat menghibur dalam rupa sebuah pertandingan tenis. Karena hanya turnamen legenda saja, di satu sisi pertandingan ini seperti pertandingan ekshibisi gitu sehingga tentu mereka tidak perlu serius-serius amat. Dan pernyataan ini benar sekali terutama ketika Mansour Bahrami berpartisipasi.

Mansour Bahrami
Mansour Bahrami

Mansour Bahrami sekarang terkenal sebagai pemain yang “seru” dan “lucu” di pertandingan ekshibisi. Dan sekarang bisa kusaksikan sendiri bahwa pernyataan ini benar adanya. Dia lucu bangett! Lebih jauh lagi, ketiga pemain lainnya juga ikutan tampil lucu sehingga sebuah pertunjukan ekshibisi tenis yang lucu dan menghibur terciptakan.

Misalnya, di posisi 5-sama di tiebreak set pertama, Yannick Noah memukul sebuah pukulan pass yang bagus sehingga Krajicek atau Bahrami tidak bisa mencapainya. Jadilah ketika berusaha mencoba mengejar bolanya (tentu ia gagal), Bahrami melemparkan sebuah bola tenis yang ia simpan di kantong celananya ke sisi lawan. Jelas dong menurut aturan ini ilegal dan Bahrami/Krajicek kehilangan poin ini. Tetapi wasit pertandingannya ikutan bermain dengan skemanya Bahrami ini adan memberikan poin untuk Bahrami/Krajicek. Nah, jelas dong Noah dan Pioline “protes” sehingga ini terjadi:

So this happened
Sebuah protes

Haha 😆 .

Iyaa, lucu banget memang!!

***

Aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen setelah set pertama karena aku merasa lapar. Jadilah aku pergi ke restoran gourmet untuk makan siang disana dan memesan menu favoritku di Roland Garros: steak dengan ratatouille ala Mediteranea.

Setelah makan siang, aku ke Philippe Chatrier untuk duduk di kursiku. Aku datang agak awal dan waktu itu, Novak Djokovic sedang berlatih untuk pertandingan finalnya keesokan harinya melawan Andy Murray. Beberapa menit setelah aku datang, ia meninggalkan lapangannya.

At Court Philippe Chatrier
Di Philippe Chatrier. Outfit ini aku pilih sedemikian rupa lho. Ada yang bisa menebak mengapa aku memilihnya?

Hari ini acara dimulai dengan upacara masuknya Amelie Mauresmo ke International Tennis Hall of Fame. Setelahnya, acara dimulai dengan event utama: final tunggal putri.

3. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

Final tunggal putri ini adalah ulangan final Wimbledon tahun lalu, yang mana juga aku tonton 😛 . Anyway, aku merasa bersemangat banget loh ketika Serena Williams memasuki lapangannya:

Dan kuperhatikan ternyata tanganku bergetar juga ketika video singkat di atas aku ambil. Entah karena aku grogi atau saking senangnya, haha 😆 .

Tentu sudah pada tahu bahwa Serena Williams adalah salah satu petenis favoritku sepanjang masa. Tetapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa aku juga suka Garbiñe Muguruza. Lebih jauh lagi, aku kira ia bisa menjadi petenis nomor satu di sisi putri suatu hari (dengan mengesampingkan faktor cedera tentunya), dan suatu hari itu mungkin akan segera datang. Namun, di pertandingan antara dua petenis ini, jelas aku memihak yang lebih kufavoritkan dong ya, yang mana dalam hal ini adalah Serena, haha 😆 .

Serena William serving
Serena Williams. Iya, outfit-ku aku pilih supaya warnanya kembaran dengan dress-nya Serena #fanssejati

Tetapi seperti yang mungkin sudah pada tahu sekarang, Muguruza menang 7–5, 6–4. Serena tidak dalam performa terbaiknya (persentasi servis pertamanya terlalu rendah sehingga Muguruza mendapatkan banyak kesempatan di servis kedua) tetapi jelas bahwa ia berjuang segigih mungkin, termasuk ketika menyelamatkan empat championships points di set kedua. Namun, itu tidak cukup karena Muguruza sedang in the zone banget hari ini. Aku bisa membaca jelas strateginya Muguruza: untuk mengambil risiko tinggi. Ini strategi yang masuk akal sih karena kalau tidak, ia sudah hampir dipastikan kalah mengingat siapa lawannya. Dan strateginya berhasil dimana ia “menyapu garis” beberapa kali di momen-momen penting pertandingan ini.

Hadiahnya bagi Muguruza? Yah, gelar grandslam pertamanya!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016
Garbiñe Muguruza memenangi gelar grandslam pertamanya di Roland Garros 2016

Selamat, Garbiñe!!

Untuk Serena, mudah-mudahan ia segera bangun deh sebelum Wimbledon dan US Open tahun ini. Ayo Serena, kamu bisa!!

4. Final Ganda Putra: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Mengikuti final tunggal putri adalah final ganda putra antara Feliciano López/Marc López dan Mike Bryan/Bob Bryan.

Pasangan López berhasil mematahkan servis lawan di awal pertandingan dan berhasil mempertahankannya sampai akhir set, dan menang 6–4. Set kedua berlangsung lebih ketat dimana tiebreak harus dimainkan. Si kembar Bryan menyelamatkan satu championships point di tiebreak ini dan berhasil mengamankannya dengan memenangi tiebreak-nya (8–6).

Feliciano López and Marc López
Feliciano López dan Marc López

Setelah set kedua, entah mengapa aku merasa amat lelah. Aku kira pengaruh dari kekecewaanku karena kalahnya Serena lebih kuat daripada yang kukira deh, haha 😆 . Dan jadilah setelahnya aku memutuskan untuk pulang. Yaa, aku kan masih memiliki satu hari lagi besoknya ya sehingga justifikasiku adalah aku perlu istirahat 😛 .

Anyway, ternyata Feliciano López/Marc López memenangi set ketiga 6–3 sehingga petenis Spanyol ini memenangi grandslam pertama mereka.

BERSAMBUNG…

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1752 – My 2016 Roland Garros Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

As my Instagram followers (@azilko) would have known by now, this weekend was the weekend of my annual trip to Paris to watch the 2016 French Open (Roland Garros). Yes, I went to Paris this weekend! :mrgreen:

Paris, as usual, was amazing (but still busy and full of tourists here and there, lol 😆 ). The food, per usual, was generally great as well. Of course, as the capital of France, whose food is one of my most favorite cuisine in the world, this was basically a given, haha 😆 . Even though this time I did not have the bestest culinary experience in Paris in general though but this was because food was not in the top of my agenda of course 😛 .

The French Open was super fun per usual. Being a grandslam tournament, it was much “more” than any other “regular” tennis tournaments. The players and the fans care about this tournament more, thus making the atmosphere electric. To be honest, before going on this trip, I was a little bit worried about the tournament scheduling though after the heavy rain which hit Paris early in the second week of the tournament which messed up the whole schedule. But luckily they were able to catch up in the end, even though not without some controversies from the players’ point of view.

From the results point of view, to be honest I had mixed feeling. While I was certainly happy my favorite players made it to the final so I could watch them play those finals live in person, literally all of them lost the matches so I could not leave Stade Roland Garros with the most joyous feeling ever 😦 . But this is the reality of sport. You win some, you lose some. This is what makes it exciting and the competitive nature is what stimulates the players to keep improving and fighting. But as a fans I am hoping they will all do better in the next big tournament, Wimbledon, haha 😆 .

Nevertheless, I am still very very very lucky. Last year, I witnessed the realization of Serena Slam 2.0 when Serena Williams won Wimbledon 2015 (by doing so, she was holding the titles of all four grandslams simultaenously). This weekend, I witnessed the realization of Nole Slam in Paris. Novak Djokovic won Roland Garros 2016 which means that now he holds the titles of the four grandslams! This feat is much rarer in the men’s field where the last time this happened was in 1969 when Rod Laver won all four grandslam tournaments that year.

So all in all, it was such a fun trip and I am glad I was able to make it!! As per usual, here are some teasers from this trip! 😉

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) tentu sudah ketahui sekarang, akhir pekan ini adalah akhir pekan perjalanan tahunanku ke Paris untuk menonton turnamen French Open 2016 (Roland Garros). Iyaa, akhir pekan ini aku berada di Paris! :mrgreen:

Seperti biasa, Paris itu kece dah (tetapi ya masih sibuk dan penuh turis seperti biasanya sih, hahaha 😆 ). Makanannya, seperti biasa, secara umum jelas enak-enak, haha. Nggak mengherankan lah ya, namanya aja ibukotanya Prancis, yang mana makanannya adalah salah satu makanan favoritku di dunia, jadi ini jelas lah ya, haha 😆 . Walaupun makanan yang kumakan di perjalanan kali ini bukan yang paling enak banget yang pernah kumakan di Paris sih; tetapi ini dikarenakan makanan bukanlah prioritas utama di perjalananku kali ini, haha 😛 .

French Open-nya sendiri seru seperti biasanya. Sebagai turnamen grandslam, turnamen ini “lebih” daripada sekedar turnamen-turnamen “biasa” lainnya. Para petenis dan fans jelas memedulikan turnamen ini lebih daripada turnamen lain, sehingga akibatnya atmosfernya seru banget. Sejujurnya, sebelum berangkat, aku sedikit khawatir dengan penjadwalan turnamen ini akibat hujan deras yang mengguyur Paris di awal minggu kedua turnamen ini yang mengakibatkan kacaunya jadwal pertandingan. Tetapi untungnya pada akhirnya mereka berhasil mengejar ketertinggalan sih dari segi jadwal, walaupun tentu bukannya tanpa kontroversi juga dari sudut pandang petenisnya.

Dari sisi hasil pertandingan, sejujurnya aku merasa sedikit kecewa. Walaupun aku merasa senang petenis favoritku masuk final sehingga aku bisa menonton mereka langsung, semuanya kalah dong di final sehingga aku tidak bisa meninggalkan Stade Roland Garros dengan perasaan yang paling senang 😦 . Tetapi ya memang beginilah realita olahraga ya. Kadang menang kadang kalah. Ini yang membuatnya seru dan aura kompetisinya lah yang mendorong pemain untuk terus meningkatkan kemampuan dan terus bertarung. Tetapi sebagai fans aku sih berharap mereka akan mendapatkan hasil yang lebih baik di turnamen besar selanjutnya, Wimbledon, haha 😆 .

Toh walaupun begitu, aku sebenarnya masih sangat sangat sangat beruntung loh. Tahun lalu, aku menyaksikan terwujudnya Serena Slam 2.0 ketika Serena Williams memenangi Wimbledon 2015 (dengan kemenangan itu, ia memegang keempat gelar juara turnamen grandslam bersamaan). Nah, akhir pekan ini, aku menyaksikan terwujudnya Nole Slam di Paris. Novak Djokovic memenangi Roland Garros 2016 yang mana artinya kini ia lah pemegang gelar juara keempat turnamen grandslam! Pencapaian ini jauh lebih jarang di sisi putra dimana terakhir kali ini terjadi adalah di tahun 1969 ketika Rod Laver memenangi kesemua gelar grandslam tahun itu.

Kesimpulannya, perjalanan ini adalah perjalanan yang amat seru dan aku bersyukur banget aku bisa pergi ke Paris!! Seperti biasanya, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini! 😉