Big Days · Contemplation · Zilko's Life

#1970 – Seven Years in Europe

ENGLISH

My life in Europe, well, the Netherlands 😛 , started on this day seven years ago, when I got off Garuda Indonesia’s Airbus A330-200 reg PK-GPI at Schiphol Airport as flight GA88 from Jakarta (via Dubai). A total random note: PK-GPI no longer flies for Garuda and is now operated by Chinese’s Beijing Capital Airlines with reg B-8221 😛 .

The seventh year in retrospect

If last year I mentioned my sixth year was a big one for me, then the seventh year was even a bigger one!

I completed my PhD research this year and so now I can attach the title “PhD” or “Doctor” next to my name if I want to (Well, I earned this 😛 ). I have also decided to leave academia and switch to industry, with me starting my new job in Amsterdam last October. On top of that, I bought myself an apartment earlier this year!

So I guess I do not need to explain why I say my seventh year was bigger than my sixth. In fact, it might be the biggest one since seven years ago. So maybe it is not really an exaggeration to say that I now feel the most “fulfilled” since the day I moved to Europe.

Travelling

Unsurprisingly, I also travelled a lot in the seventh year. I added two new European countries to my list this year, bringing the total to 25 with the addition of Romania and Greece. I also explored further several European countries I had visited before, with my visit to the German’s famous Christmas Market and the wonderful Cinque Terre in Italy. There were also several city trips which I did throughout the year.

I also went on two intercontinental trips this past year. The first one was to my dream destination: Sint Maarten in the Caribbean; and the second one was to Indonesia for Christmas and New Year, the first time I was in Indonesia for both events since I moved to Europe. Both trips were so much fun!

Going to the eighth

My eighth year appears to be like an exciting one at this point. I learned a lot during my seventh year, mainly because of my switch to industry, and I expect to learn even more in this coming year. Oh, and I also already have a few fun trips planned out at this point 😛 .

So yeah, the eighth year indeed sounds like going to be an exciting one!! 😀

I got my PhD degree in my seventh year in Europe.

BAHASA INDONESIA

Kehidupanku di Eropa, ehm, di Belanda 😛 , dimulai di hari ini tujuh tahun lalu, ketika aku turun dari pesawat Airbus A330-200nya Garuda Indonesia dengan rego PK-GPI di Bandara Schiphol sebagai penerbangan GA88 dari Jakarta (via Dubai). Btw, info random nih: PK-GPI tidak lagi terbang untuk Garuda loh dan sekarang dioperasikan oleh maskapai China, Beijing Capital Airlines, dengan rego B-8221 😛 .

Refleksi tahun ketujuh

Jika tahun lalu aku sebutkan bahwa tahun keenam adalah tahun yang besar untukku, artinya tahun ketujuh ini adalah tahun yang lebih besar lagi!

Riset PhD (S3)-ku resmi aku selesaikan di tahun ini jadi sekarang aku bisa menambahkan gelar “PhD” atau “Doktor” ke namaku suka-suka gitu deh kalau aku mau (Jelas dong aku berhak untuk melakukan ini 😛 ). Aku juga sudah memutuskan untuk meninggalkan dunia akademia dan pindah ke industri (dunia kerja “reguler”), dengan pekerjaan baru yang aku mulai bulan Oktober lalu di Amsterdam. Di atas itu semua, aku juga membeli sebuah apartemen awal tahun ini!

Jadi aku rasa aku tidak perlu menjelaskan mengapa aku bilang tahun ketujuh ini lebih besar daripada tahun keenam yah. Malahan, mungkin tahun ini adalah yang terbesar semenjak tujuh tahun yang lalu lho. Jadi mungkin tidak berlebihan pula jika kubilang aku merasa paling “komplit” semenjak aku pindah ke Eropa.

Jalan-jalan

Tidak mengherankan, aku juga banyak jalan-jalan dong di tahun ketujuh ini. Aku menambahkan dua negara Eropa baru ke daftarku tahun ini, sehingga totalnya menjadi 25 dengan tambahan Romania dan Yunani. Aku juga mengeksplor lebih dalam beberapa negara Eropa lainnya yang sudah pernah kukunjungi, dengan kunjunganku ke Christmas Market di Jerman yang terkenal banget itu dan Cinque Terre yang kece di Italia. Ada juga beberapa perjalanan city trips ke beberapa kota di sepanjang tahun.

Aku juga pergi dalam dua perjalanan antar-benua setahun belakangan ini. Yang pertama adalah ke tempat impianku: Sint Maarten di Karibia; dan yang kedua ke Indonesia untuk Natal dan Tahun Baru, pertama kalinya aku berada di Indonesia untuk Natal dan Tahun Baru semenjak pindah ke Eropa. Jelas keduanya seru banget!

Masuk ke tahun kedelapan

Sekarang, tahun kedelapan nampak akan menjadi tahun yang seru. Aku banyak belajar di tahun ketujuh, terutama karena kepindahanku ke industri, dan aku yakin aku akan belajar lebih banyak lagi di tahun yang akan datang ini. Oh, dan juga aku sudah merencanakan beberapa perjalanan yang seru nih 😛 .

Jadi, ya, tahun kedelapan memang sepertinya akan menjadi tahun yang amat seru!! 😀

Zilko's Life

#1900 – Amsterdam, Here I Come!!

ENGLISH

Since starting working in Amsterdam last October, I have been commuting every working day between Delft and Amsterdam. My observation at the time turned out to be robust enough, where I needed to spend about three hours everyday just to commute; unless when there was a train disruption, in which case it would be longer.

While I started to get used to it, I realized this was still not sustainable in the long run. There was basically less and less rationale for me to still live in Delft as time went on. The cheaper rent in Delft became irrelevant anyway (it has been so since I started working actually), as I got more than good enough salary to afford Amsterdam’s (expensive *cough*) accommodation, haha. And now that I have officially finished my PhD in TU Delft, I can say there is no more reason for me to still live in Delft.

The moment I became a Doctor, also the moment where living in Delft became significantly less reasonable.

Yep, it is now all obvious to me. I have decided that I am moving to Amsterdam.

I write this post because I have made concrete steps in realizing this decision. In fact, it is already confirmed that I am moving to the capital this month, haha 😆 . Further details into this shall become one special upcoming post. So stay tuned for that! 🙂

But yeah, after moving to Delft almost seven years ago, it is about time for me to close the Delft chapter of my life really soon. Yep, this might sound super dramatic considering Amsterdam is only about 55 km from Delft, haha. But still… .

Having lived in Delft this long. In this town I got my Master and Doctorate (PhD) degrees. In this town my life in Europe started. Yup, Delft will always be a big and important part of my life 🙂 .

Marktplein in Delft as viewed from the top of the Nieuwe Kerk
Delft

BAHASA INDONESIA

Semenjak mulai bekerja di Amsterdam bulan Oktober lalu, aku telah nglaju di setiap hari kerja antara Delft dan Amsterdam. Pengamatanku waktu itu cukup akurat, dimana setiap hari aku perlu menghabiskan sekitar tiga jam di jalan; kecuali jika ada gangguan kereta api yang mana dalam kasus ini waktunya tentu lebih lama lagi.

Walaupun aku mulai terbiasa dengan rutinitas ini, aku menyadari bahwa ini tetap sama sekali tidak berkelanjutan (sustainable) untuk jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, semakin sedikit keuntungan bagiku untuk tetap tinggal di Delft. Biaya sewa akomodasi yang lebih murah di Delft juga (sebenarnya semenjak awal mulai kerja) tidak relevan, karena toh aku mendapatkan gaji yang jauh lebih dari cukup untuk mampu tinggal di sebuah akomodasi di Amsterdam (yang mahal itu *uhuk*), haha. Dan juga sekarang aku telah menyelesaikan PhD (S3)-ku di TU Delft, artinya semakin tidak ada lagi alasan untukku tetap tinggal di Delft.

Momen aku menjadi seorang Doktor, juga momen dimana tinggal di Delft menjadi jauh lebih tidak masuk akal lagi.

Yep, kini semuanya sudah jelas untukku. Aku telah memutuskan untuk pindah ke Amsterdam.

Posting ini aku tulis karena aku telah membuat langkah-langkah nyata untuk merealisasikan keputusan ini (jadi bukan omdo, haha 😛 ). Malahan, sudah terkonfirmasi kok bahwa aku akan pindah ke ibukota bulan ini, haha 😆 . Cerita lebih mendetail mengenai ini adalah bahan satu posting yang akan datang. Jadi ditunggu aja ceritanya! 🙂

Tetapi, ya, jadilah semenjak aku pindah ke Delft nyaris tujuh tahun yang lalu, kini sudah waktunya untukku menutup bab Delft dalam hidupku. Iyaa, memang terdengar dramatis dan berlebihan banget ya. Apalagi Amsterdam kan cuma sekitar 55 km aja dari Delft, haha. Tetapi tetap aja… .

Aku sudah tinggal di Delft sedemikian lama. Di kota ini lah aku mendapatkan gelar Master (S2) dan Doktoral (S3)-ku. Di kota ini lah kehidupanku di Eropa dimulai. Ya, Delft akan tetap menjadi satu bagian besar dan penting dalam hidupku 🙂 .

Big Days · PhD Life · Zilko's Life

#1881 – My PhD Defense and Graduation

ENGLISH

At the end of January, I successfully defended my PhD dissertation and, therefore, was awarded my PhD degree. And here is the story of how that day, one of the most important days of my entire life, went.

1. The suiting up

There was a strict dress code that I must follow for the defense. And by strict, I could not just dress formally as I would like or do. For the professors, they even determined the specific shade of gray ( 😛 ) for their ties (seriously!).

The suit rental shop in Delft
The suit rental shop in Delft

Anyway, thankfully there is a suit rental shop in Delft who knows all these rules and caters for this kind of event. For today, I made an appointment with them at 10:30 to get my tuxedo. I picked my parents and brother up at their hotel and went to this shop. There, I was suited up and met two associate professors in my committees who would need to rent their designated suits for the event too.

The whole look was very nice, though. My mom especially loved the fabric of the vest, haha. Well, having to pay €99 just for renting the whole outfit (plus €25 for the shoes), I expected that, lol 😆 .

Suited-up!
Suited-up!

2. The trip to the defense room

Then, we had to go to the defense room in TU Delft Aula. I planned to take bus number 69 which stopped just in front of the aula so it was very convenient. But then, bus number 60 arrived and somehow I saw the “0” as “9” causing me to take the wrong bus! Duh! Drama which I certainly did not need for today 😣.

As a result, we got off at a bus stop that was quite far away from the aula. There was no scheduled bus service towards the Aula, so our best option was to walk there 😣. Well, luckily I put some time margins in our plan so we still had the time to go there. But still…

Before the defense started
Before the defense started

Long story short, we arrived at the defense room. I was greeted by the beadle (the MC, sort of) who briefed me with everything and helped me to prepare myself. It was still 40 minutes before the start of the defense. My family tried to calm me down by taking some photos, haha. Then, my guests also started to arrive. (This was an open defense so basically all people were allowed to come and watch).

3. The defense

The starting point of the defense
How the defense started

At exactly 12:30 PM, the beadle and my thesis defense committees (consisting of eight members, of which five were full professors) entered the room. We all had to stand up and the eight committee members sat at their designated places. The audiences were asked to sit down while I was asked to go to the podium.

The rector magnificus (chairman), who acted as the moderator, introduced the eight committee members to the audience. Then, the one-hour long questioning started….

Listening seriously to the question being asked
Listening seriously to the question being asked

To be honest, I was very nervous during the defense, haha. But I expected it, though. One week prior, a British stand-up comedian presented (at a work event) giving some advice on how to do public speaking in an intimidating event. I decided to give this advice a try!

Defending
Defending

Overall, I think I did fine in answering the questions thrown at me. Some of those were like “What the hell?” questions, lol, but I handled them well. My promotor, who got the last turn to ask, just finished his first question when I saw the beadle entering the room, meaning the 3600 seconds of defense time was almost over. I had not got the chance to fully answer the question when the beadle finally said “Hora est!“. And everything must stop as it had been exactly one hour.

Almost "Hora Est!"
Almost “Hora Est!”

I was asked to return to my seat. The eight committee members followed the beadle to a separate room to discuss the result.

4. The agonizing wait

As they left the room, the audience gave me a big applause. As for me, I just felt tired. And relieved. But mostly tired, though, haha.

Some of my guests came to my seat to congratulate me. The advice from the British stand-up comedian turned out to be a really good one, as they told me I looked composed and was very confidence in defending my work and arguments. I told them that in the inside, I was crazy nervous as hell! Haha 😆

I was so tired that I did not feel like standing at this time so I pretty much just sat the whole time. I felt like my defense went well, but still there was a bit of anxiety over what the committees were discussing at this time.

5. The graduation

The committee marching with my diploma to the defense room
The committee marching with my diploma to the defense room

About 15 minutes later after the defense, the beadle, followed by the eight committee members, entered the room. As before, everyone had to stand up while the nine people took their places.

I was, then, asked to go forward to stand before the rector magnificus. He declared that I had successfully defended my thesis and the committees had all agreed that I deserved to be awarded the degree of “Doctor”.

The rector magnificus then gave the floor to my promotor, who officially “awarded” me with my degree and handed over my (big) diploma. And, thus, as of 13:48 Dutch time today, officially I was promoted to Dr. Ir. A. A. Zilko.

The moment I became a Doctor
The moment I became a Doctor.

Then, the rector magnificus swore me my responsibility to the society now that I had become a Doctor, an independent scholar. With this, my argument and opinion could affect the society so I must be wise with it. After my promotion, the eight committee members and the audiences were asked to sit down (they were standing the whole time during my promotion).

A graduation speech
A graduation speech

Then, the rector magnificus gave the floor to my copromotor (my daily supervisor). As I worked very closely with her during my PhD years, she was given the opportunity to be the first person to officially address me as “Dr. Zilko” and gave a speech about my promotion and the years we have worked together. Actually, we had known each other for almost seven years, as she was also the one who awarded me my Master scholarship to the Netherlands in early 2010, a big turning-point event of my life. So, yeah, it was quite emotional indeed 🙂 .

6. The reception

My graduation was followed with a reception. But first, the mandatory official group photo at the famous stairs just in front of the defense room:

The famous stairs photo
The famous stairs photo

The reception took place in the common area downstairs. Everything had been set up according to my request (Weeks before, I must determine, among other things, how many pieces of cookies I would want to serve in the reception. Seriously! 😅)

With my diploma
With my diploma

Anyway, I was led to a table by the beadle, who opened the diploma and presented it on the table for me. My parents and brother were asked to stand by my left. Then, the guests formed a line to congratulate me (then my parents and brother) one by one, starting with the committees 🙂 . During the reception, I also received a lot of gifts from my colleagues and friends! Thank you guys!! ☺️

Gifts!!
Gifts!!

The reception lasted for almost an hour. After everyone left, I took care of the payment stuffs with the staff there, and then I left the Aula.

7. The aftermath (rest)

We took the right bus to go back to the Delft centrum this time, haha. I asked my parents and brother to head back to their hotel for some rest, while I returned to the suit rental shop to returned my tuxedo. Along the way, a lot of strangers congratulated me. I guess it was very visible when a guy with a full tuxedo holding a big red cylinder, then he must have just successfully defended his PhD dissertation!

8. The dinner

Beef cutlet as the main course
Beef cutlet as the main course

I also decided to organize a dinner with the committee members in the evening in a nice restaurant in the city center of Delft (its rating in Yelp and Trip Advisor was superb). Unfortunately my promotor could not attend due to his recurring asthma problem. One of the professors was late due to an emergency at work, so we started dinner rather quite late.

My choice of restaurant turned out to be great, as the dinner was really nice! Overall it was a nice evening; even my supervisor advised my parents to practise more conversational English, haha 😆 .

Graduation dinner groupfie
Graduation dinner groupfie

***

Yeah, that is it. The story of one of the biggest days of my entire life. And I feel blessed to be able to have that experience! ☺️

BAHASA INDONESIA

Di akhir bulan Januari, aku sukses menjalani sidang disertasi PhD/S3-ku dan, oleh karenanya, aku mendapatkan gelar S3ku. Nah, posting ini akan berisi cerita bagaimana hari itu, salah satu hari terpenting di keseluruhan hidupku, berlangsung.

1. Suiting up

Ada aturan dress code super ketat yang harus aku patuhi untuk mengikuti sidang. Dan dengan ketat, maksudku aku tidak bisa hanya mengenakan pakaian formal seperti biasanya. Bahkan bagi profesor-profesornya, mereka harus memakai dasi abu-abu yang mana shade of gray-nya ( 😛 ) sudah ditentukan dong, jadi nggak bisa asal sembarang warna abu-abu (beneran!).

The suit rental shop in Delft
Toko persewaan pakaian formal di Delft

Anyway, untungnya ada toko persewaan pakaian formal di Delft yang sudah paham semua aturan ini dan melayani acara-acara semacam ini. Jadilah untuk hari ini aku membuat janji dengan mereka jam 10:30 pagi untuk mendapatkan tuksedoku. Aku menjemput orangtua dan adikku di hotel mereka dan berjalan ke tokonya. Di sana, aku dipakaikan pakaianku dan juga bertemu dua associate professors yang juga merupakan anggota komite sidang disertasiku yang akan mengambil pakaian mereka.

Penampilan tuksedonya memang keren sih. Mamaku terutama suka bahan rompinya. Yah, yang namanya harus membayar €99 (sekitar Rp 1,4 juta) cuma buat menyewa pakaiannya aja (untuk sepatu aku harus menambah €25 (sekitar Rp 350 ribu) loh), jelas aku berekspektasi amat tinggi lah ya, haha 😆 .

Suited-up!
Suited-up!

2. Perjalanan ke ruang sidang

Lalu, kami harus pergi ke ruangan sidangku di Aula-nya TU Delft. Aku berencana menaiki bus nomor 69 yang berhenti tepat di depan Aula sehingga nyaman kan ya. Tetapi kemudian, bus nomor 60 datang dan entah bagaimana aku membaca “0” sebagai “9” dong sehingga kami salah naik bus!! Duh! Drama begini jelas tidak aku butuhkan buat hari seperti ini lah ya 😣.

Sebagai akibatnya, kami harus turun di halte bus yang agak jauh dari Aula. Karena tidak ada layanan bus kesana, pilihan terbaik kami adalah berjalan kaki 😣. Untungnya sih aku memang sudah memasukkan waktu ekstra di perencanaanku sehingga kami masih ada waktu untuk kesana. Tetapi tetap aja lah ya…

Before the defense started
Foto-foto dulu sebelum sidang

Singkat cerita, kami tiba di ruangan sidangnya. Aku disambut oleh bedel-ku (bisa dipandang sebagai semacam MC gitu) yang menjelaskan semuanya kepadaku dan membantuku untuk mempersiapkan diriku. Masih ada 40 menit sebelum sidang dimulai. Keluargaku berusaha menenangkanku dengan foto-foto, haha. Lalu, tamu-tamuku juga mulai berdatangan satu-satu (ini adalah sidang terbuka sehingga semua orang umum diperbolehkan menonton).

3. Sidang

The starting point of the defense
Bagaimana sidang dimulai

Tepat jam 12:30, bedel dan komite sidang disertasiku (terdiri atas delapan anggota, dimana lima di antaranya adalah profesor) memasuki ruangan. Kami semua diharuskan berdiri ketika mereka masuk dan duduk di tempatnya masing-masing. Kemudian, para penonton diminta duduk sementara aku diminta maju ke podium.

Rector magnificus (pemimpin sidang), yang bertugas sebagai moderator, memperkenalkan delapan anggota komite ini ke para penonton. Lalu, sidang yang berisi cecaran pertanyaan bertubi-tubi selama satu jam dimulai…

Listening seriously to the question being asked
Serius mendengarkan pertanyaan yang sedang disampaikan

Jujur, aku sungguh gugup sekali di sidang ini. Tetapi aku sudah menyangkanya sih. Kebetulan satu minggu sebelumnya, seorang stand-up comedian asal Inggris presentasi di kantor memberikan masukan-masukan untuk public speaking di sebuah acara yang mengintimidasi. Nah, aku memutuskan untuk mencoba mempraktekkan masukan-masukannya itu!

Defending
Disidang

Secara keseluruhan, rasanya aku menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan kepadaku dengan baik. Beberapa pertanyaannya adalah “pertanyaan macam apa sih ini?“, huahaha, tetapi aku juga bisa meladeninya dengan lumayan lah. Profesor promotor-ku, yang mendapatkan giliran terakhir bertanya, baru saja menyelesaikan pertanyaan pertamanya ketika aku melihat bedelnya memasuki ruangan, artinya waktu 3600 detik untuk sidang ini sudah nyaris selesai. Aku tidak memiliki cukup waktu untuk menjawab pertanyaannya dengan komplit, ketika bedel berkata “Hora est!“. Dan semuanya harus berhenti karena sidang sudah berlangsung selama tepat satu jam.

Almost "Hora Est!"
Nyaris “Hora Est!”

Aku diminta untuk kembali ke kursiku. Delapan anggota komite mengikuti bedel memasuki ruangan lain untuk mendiskusikan hasil sidang.

4. Menunggu hasil

Tepat setelah mereka meninggalkan ruangan sidang, para penonton memberikan aplaus kepadaku. Untukku sih, aku merasa lelah. Dan lega juga sih. Tetapi lebih banyak lelahnya sih, haha.

Beberapa tamuku mendatangiku di kursiku untuk menyelamatiku. Ternyata masukan-masukan dari stand-up comedian asal Inggris itu adalah masukan-masukan yang bagus, karena mereka berkata aku nampak sungguh tenang dan percaya-diri sekali dalam mempertahankan pekerjaan dan argumen-argumenku. Padahal di dalam hati gila aku sungguh tegang dan grogi banget! Haha 😆

Aku lelah sekali sampai-sampai aku merasa malas untuk berdiri sehingga aku duduk saja deh sepanjang waktu ini. Aku merasa sidangku berjalan baik sih, tetapi tetap aja lah ya was-was juga kira-kira apa ya yang didiskusikan komiteku saat ini.

5. Wisuda

The committee marching with my diploma to the defense room
Komiteku berbaris memasuki ruangan sidang dengan diplomaku

Sekitar 15 menit setelah sidang, bedel, diikuti oleh delapan anggota komiteku, memasuki ruangan. Seperti sebelumnya, semua orang diminta berdiri ketika mereka masuk dan menempati tempat mereka.

Kemudian aku diminta maju untuk berdiri di hadapan rector magnificus. Ia mengumumkan bahwa aku telah sukses mempertahankan disertasiku dan semua anggota komite telah menyetujui bahwa aku berhak untuk menyandang gelar “Doktor”.

Setelahnya, profesor promotorku secara resmi “menganugerahiku” dengan gelar Doktor dan memberikan ijazah (yang ukurannya besar banget, haha). Dan, jadilah, tepat jam 13:48 waktu Belanda hari ini, secara resmi aku dipromosikan menjadi Dr. Ir. A. A. Zilko.

The moment I became a Doctor
Momen-momen aku menjadi seorang Doktor.

Lalu, oleh rector magnificus aku disumpah dengan tanggung-jawab terhadap masyarakat karena sekarang aku telah menjadi seorang Doktor, seorang ilmuwan independen. Dengan gelar ini, pendapat dan pandanganku bisa mempengaruhi banyak orang sehingga aku harus menggunakannya dengan bijak. Setelah promosiku, kedelapan anggota komite dan penonton dipersilakan duduk (mereka diharuskan berdiri di sepanjang proses wisudaku).

A graduation speech
Sebuah sambutan kelulusan

Kemudian, kopromotorku (pembimbing harianku) dipersilakan untuk memberikan sambutan. Karena dengan ia lah aku banyak bekerja selama tahun-tahun PhDku, ia diberikan kesempatan untuk menjadi orang pertama yang memanggilku dengan sebutan “Dr. Zilko” dan dipersilakan memberikan sambutan dan kesan-pesan mengenai wisuda dan tahun-tahun dimana kami bekerja bersama. Sebenarnya, kami sudah kenal selama sekitar tujuh tahun loh, karena ia pula lah yang memberikan beasiswa Master/S2 kepadaku ke Belanda di awal tahun 2010, sebuah titik-balik dalam hidupku. Iyaa, memang agak emosional begitu deh 🙂 .

6. Resepsi

Wisudaku diikuti dengan resepsi. Tetapi sebelum itu, kami harus membuat foto grup wajib resmi di tangga di depan ruang sidang yang terkenal itu:

The famous stairs photo
Foto tangga yang terkenal itu

Resepsinya sendiri bertempat di area umum di lantai bawah. Semuanya sudah dipersiapkan sesuai permintaanku (Beberapa minggu sebelumnya, aku harus memutuskan, salah satunya, berapa potong biskuit yang ingin aku sajikan di resepsi ini. Iya loh segitunya! 😅)

With my diploma
Harus berpose dengan ijazahku lah ya, haha

Anyway, aku dipandu ke sebuah meja oleh bedel, yang membuka ijazah dan memamerkannya di meja untukku. Orangtua dan adikku diminta untuk berdiri di sisi kiriku. Lalu, para tamu berbaris untuk menyelamatiku (dan kemudian orangtua dan adikku) satu per satu, dimulai oleh anggota komiteku 🙂 . Di sepanjang resepsi ini, aku juga menerima banyak hadiah dari kolega-kolega dan teman-temanku! Terima kasih ya semuanya!! ☺️

Gifts!!
Kado!!

Resepsi berlangsung sekitar satu jam. Setelah semuanya pulang, aku menyelesaikan urusan pembayaran dengan staf di sana dan kemudian aku pulang.

7. Setelah sidang dan wisuda (istirahat sejenak)

Untuk pulangnya kami menaiki bus yang benar, haha. Orangtua dan adikku aku minta pulang ke hotel saja, sementara aku mengembalikan tuksedoku di toko persewaan pakaian formalnya. Di sepanjang jalan, ada banyak orang yang tidak aku kenal menyelamatiku. Aku kira kelihatan banget ya ketika seseorang dengan tuksedo super rapi berjalan-kaki sambil membawa sebuah silinder raksasa berwarna merah, pasti ia baru saja menjalani sidang disertasi PhDnya!

8. Makan malam

Beef cutlet as the main course
Beef cutlet sebagai menu utama

Aku juga memutuskan untuk mengadakan acara makan malam dengan anggota komiteku malam ini di sebuah restoran yang oke di pusat Delft (rating-nya di Yelp dan Trip Advisor tinggi, haha). Sayangnya, promotorku tidak bisa datang karena asmanya yang kumat. Salah satu profesorku juga datang akibat urusan mendadak di kantor, jadilah makan malamnya dimulai agak terlambat.

Pilihan restoranku adalah pilihan yang baik, karena makan malamnya enak! Secara keseluruhan, ini adalah malam yang oke; dimana pembimbingku menyarankan orangtuaku untuk les bahasa Inggris untuk memperlancar conversation-nya! Haha 😆 .

Graduation dinner groupfie
Goupfie makan malam wisuda dan kelulusanku

***

Yak, begitu deh. Cerita dari salah satu hari terpenting dalam sepanjang hidupku. Dan aku merasa beruntung aku bisa menjalani pengalaman ini! ☺️

PhD Life

#1870 – Dr. Ir. A. A. Zilko

ENGLISH

Just a really quick update. As of a few hours ago today, officially I can call myself:

Dr. Ir. A. A. Zilko.

Or, using my international titles:

A. A. Zilko, S.Si, M.Sc, Ph.D.

Haha 😆

Yep, this afternoon I had my PhD defense. Obviously it went well and so this post 😛 .

Anyway, I must stop here as this is all I have for now!! 🙂

The moment I became a Doctor
The moment I became a Doctor

BAHASA INDONESIA

Update kilat nih. Per beberapa jam yang lalu hari ini, secara resmi aku berhak memanggil diriku:

Dr. Ir. A. A. Zilko.

Atau, dengan menggunakan gelar yang internasional:

A. A. Zilko, S.Si, M.Sc, Ph.D.

Haha 😆

Yep, siang tadi aku menjalani sidang PhD/S3ku. Jelas sidangnya berjalan dengan baik sehingga posting ini muncul kan 😛 .

Anyway, untuk sementara segini dulu ya!! 🙂

Contemplation · Thoughts

#1854 – 2016 In Review

ENGLISH

Previous years posts:
1. 2008
2. 2011
3. 2012
4. 2013
5. 2014
6. 2015

Yep, it is that time of the year again! The year 2016 is coming to an end and I need to close it out here, i.e. posting my last post of the year. And as usual, I would like this post to be about the year 2016 in review, from my personal perspective.

In general, 2016 was a big year for me; arguably the biggest one in recent years. It was even bigger than 2012 where I finished my Master study and decided to do a PhD. This year, even though not officially yet, I finished my PhD study and has decided to move to industry after getting a new nice job in Amsterdam. Certainly this was a pivotal moment in my life, thus this year becoming a big deal in the history of myself (lol 😆 ).

Even though not as diverse (destination-wise) as 2015, I also did a lot of travelling this year; which I still did in a monthly basis, haha 😛 . Most of them were weekend trips, where I even introduced a new type of weekend trip: Avgeek Weekend Trip, haha 🙂 .

Anyway, without further ado let us get to the usual, the month by month review!

**

January 2016

I started the year by flying business class from Mexico to the USA, to the city of my dream: New York. I stayed in New York for almost one week where I explored the city; from visiting all those famous touristic sites to watching a Broadway show. It was totally really fun, New York was super awesome!!

New York
It is up to you, New York, New York.
Brooklyn Bridge
The Brooklyn Bridge
Central Park
The famous Central Park in New York
The Charging Bull
The Charging Bull in Wall Street

After recovering from the awful eastward jetlag, it was business as usual. I went back to work where I put my focus on finishing my two journal publications which I had been working on up to that point.

February 2016

I started February by going on my first weekend trip of the year to the city of Bilbao in Spain. I got upgraded to Europe Business Class on my way there, btw.

Bilbao and the Nervión River
Bilbao and the Nervión River
Dinner at a one Michelin star restaurant, and I had this Pigeon Five Way
A one Michelin star restaurant in Bilbao

Mid-February, I got the good news where my application for the Dutch permanent residenceship (PR) was granted. My older highly skilled migrant-based residence permit, thus, automatically expired and I was given the new card.

To end February, it was snowing in Delft and I went on another weekend trip to Warsaw in Poland.

Warsaw
Warsaw
A demonstration in Warsaw
A demonstration in Warsaw

March 2016

March was mostly about work, and this time I could (finally) put more time and focus on my dissertation.

At the end of March, I started my Spring trip to Baltic which spanned across March and April. I spent the March-part of the trip in Stockholm (Sweden) and Riga (Latvia).

Stockholm City Hall
Stockholm City Hall
Riga, Latvia
Riga, Latvia

April 2016

I started the month by spending the April-part of the trip in Helsinki (Finland) and Tallinn (Estonia).

The amazing Rock Church in Helsinki
The Rock Church in Helsinki
Tallinn, Estonia
Tallinn, Estonia

A week later, I started my first ever Avgeek Weekend Trip where I was flying Amsterdam – Paris CDG – Stuttgart – Amsterdam over the course of the weekend with Air France, CityJet, and KLM Cityhopper.

While working on my dissertation, I also started to actively looking for some career opportunity this month. I decided to submit an application to an Amsterdam-based company while at the same time a recruiter contacted me to potentially offer a job in the south of Netherlands.

May 2016

I went on a long weekend trip to Rennes in France in May. In this trip, I also went to Mont Saint-Michel, a site I had been wanting to visit for years!

Jardin Saint-Georges in Rennes
Jardin Saint-Georges in Rennes
Le Mont Saint Michel
Le Mont Saint-Michel

Mid-May, I went to Munich in Germany for a conference trip. Yes, my last conference trip during my PhD years. I did not have to present anything there, even though my supervisor actually presented my research.

The Staatskanzlei in Munich
The Staatskanzlei in Munich
Marienplatz in Munich
Marienplatz in Munich

Meanwhile, I got good news from the two jobs I was in touch with in April. After some consideration, I decided to take the offer made from the Amsterdam-based company.

June 2016

I started the month by going on my annual trip to Paris, to watch Roland Garros! 🙂 I got tickets for both days of finals of the tournament this year. Too bad, though, the players I supported, Serena Williams and Andy Murray lost both of their finals matches 😦 .

Garbine Muguruza won her first grandslam title after defeating Serena Williams
Garbine Muguruza won Roland Garros
Andy Murray serving
Andy Murray serving at Roland Garros

Another highlight from the month was my second Avgeek Weekend Trip where I flew Amsterdam – Madrid – Frankfurt – Amsterdam. The Madrid – Frankfurt part of the trip was done on board LATAM Chile’s business class 😀 .

The business class cabin
LATAM Chile’s business class cabin

July 2016

My theme for July was to work hard finishing my dissertation. It had come to the point were it started to materialize (form-wise). Mid-July, I managed to snag another Avgeek Weekend Trip to France (Lyon and Nice).

Le Mont Blanc, the highest mountain in Europe
Le Mont Blanc, the highest mountain in Europe

To close out July, I went on a weekend trip to Geneva in Switzerland. I was supposed to fly Kuwait Airways to get to Geneva from Frankfurt; but then for a mysterious reason I was moved to a Lufthansa CityLine flight.

The Broken Chair in Geneva
The famous Broken Chair in Geneva
The longest wooden bench in the world, as I found out from The Amazing Race 28
The longest wooden bench in the world in Geneva

August 2016

August was the last month of my PhD contract at TU Delft. So I needed to make sure that my dissertation was ready by the end of the month. So much pressure indeed! To release some of those pressure, I secured a short Avgeek Weekend Trip in the middle of the month to Paris and Lyon, haha.

A pre-landing warm drink service
I was invited to sit in Europe business class from Lyon to Amsterdam.

At the end of August, my parents came from Indonesia for a trip around Europe and the Caribbean with me in the following month.

September 2016

The theme of this month was: my sabbatical month!! Officially I was unemployeed the whole month and I made use of this rare time of my life to do some travel in Europe and the Caribbean with my parents. In Europe, we went to Bucharest in Romania and Santorini in Greece (with stops in Brasov and Athens as well).

Bucharest
Bucharest
Oia
Oia, Santorini

In the Caribbean, we went to an island I had been wanting to go in the last decade or so: Sint Maarten, mainly for the Maho Beach and Princess Juliana International Airport (SXM). It was so nice to have another dream come true!!

A KLM's Boeing 747-400 reg PH-BFG
Flying A KLM’s Boeing 747-400 too!!
Indeed! I ❤️ SXM
Yup! I ❤️ SXM
An Air France's Airbus A340-300 landing at SXM
An Air France’s Airbus A340-300 at SXM.
Marigot
Marigot, Saint Martin (French-side).

My parents went back to Indonesia at the end of the month, and I made use of this time to rest and to prepare myself for the next chapter of my life.

October 2016

I started my new job in Amsterdam this month. It was definitely a new environment so I needed to adapt and build myself into that. On top of that, I had to deal with the three hours of commute every single day. It was a bit tough in the beginning, but slowly I was getting used to it.

I went on another Avgeek Weekend Trip at the end of the month to Copenhagen and Stockholm.

A Cimber's Bombardier CRJ900 reg OY-KFG operating for SAS
A Cimber’s Bombardier CRJ900 reg OY-KFG operating for SAS

November 2016

I had settled better at my new job in Amsterdam at this point; where I enjoyed it more and more. I also went on a short weekend trip to Vienna in Austria mid-month.

Hofburg, Vienna
Hofburg, Vienna

December 2016

I started December with a short weekend trip to Frankfurt, in Germany to go to the famous Christmas Market there.

Frankfurt Christmas Market
Frankfurt Christmas Market
Glühwein
The famous glühwein

And now, I am enjoying my time in Indonesia 🙂

***

Yeah, this summed up my 2016!! Let 2017 be even better and more awesome!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Posting-posting tahun-tahun sebelumnya:
1. 2008
2. 2011
3. 2012
4. 2013
5. 2014
6. 2015

Yep, sudah akhir tahun nih! Tahun 2016 akan segera berakhir dan aku perlu menutupnya di sini, yaitu dengan posting terakhirku tahun ini. Dan seperti biasa, aku ingin menuliskan review kehidupan tahun 2016ku.

Secara umum, 2016 adalah tahun yang besar untukku; mungkin adalah tahun terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan lebih besar daripada 2012 dimana waktu itu aku menyelesaikan studi Master (S2)-ku dan memutuskan untuk lanjut ke jenjang PhD (S3). Tahun ini, walaupun masih belum resmi sih, aku sudah menyelesaikan studi PhD-ku itu dan telah memutuskan untuk berpindah haluan ke industri setelah mendapatkan pekerjaan yang oke di Amsterdam. Jelas ini adalah batu loncatan penting dalam hidupku, yang mana otomatis tahun ini menjadi tahun penting di sejarah kehidupanku kan (haha 😆 ).

Walaupun tidak se-macam-macam (dari segi tempat tujuan) tahun 2015, aku juga melakukan cukup banyak jalan-jalan tahun ini; yang masih bisa kulakukan setiap bulan, haha 😛 . Kebanyakan perjalanan akhir pekan sih, dimana aku juga memperkenalkan satu tipe perjalanan akhir pekan baru: Avgeek Weekend Trip, haha 🙂 .

Anyway, langsung saja kita mulai cerita bulan per bulannya seperti biasa!

**

Januari 2016

Tahun ini aku mulai dengan terbang di kelas bisnis dari Meksiko ke Amerika Serikat, ke sebuah kota impianku: New York. Aku tinggal di New York selama sekitar satu minggu dimana aku menjelajahi kotanya; mulai dari mengunjungi tempat-tempat turistik yang terkenal itu hingga menonton pertunjukan Broadway. Seru banget deh, New York memang keren abis!!

It's up to you, New York, New York!
It’s up to you, New York, New York!
The bustling FIfth Avenue of New York
Fifth Avenue di New York
Lady Liberty
Nyonya Liberty di New York.
Hello, Brooklyn Bridge
Brooklyn Bridge

Setelah memulihkan diri dari jetlag, semuanya kembali ke kehidupan sehari-hari sih. Aku kembali ke kantor dimana fokusku adalah menyelesaikan dua publikasi journal paper-ku yang telah menyibukkanku selama beberapa bulan terakhir sampai waktu itu.

Februari 2016

Februari aku mulai dengan perjalanan akhir pekan pertamaku tahun ini ke kota Bilbao di Spanyol. Aku juga di-upgrade ke kelas bisnis Eropa di perjalananku kesana, btw.

The Guggenheim Museum
Guggenheim Museum di Bilbao
The Vizcaya Bridge in Portugalete
Jembatan Vizcaya di Portugalete

Di pertengahan Februari, aku mendapatkan berita baik dimana aplikasi permohonan kependudukan-tetapku di Belanda (PR) dikabulkan. Jadilah otomatis residence permit lamaku yang bergantung pada status highly skilled migrant hangus dan aku diberikan kartu yang baru.

Untuk menghakhirki Februari, salju turun di Delft dan aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan lagi ke Warsawa di Polandia.

The centrum of Warsaw
Warsawa
A sunset in Warsaw Central
Sunset di Warsawa

Maret 2016

Maret berisi kerja dan kerja, dan kali ini (akhirnya) aku bisa lebih fokus dalam penulisan disertasiku.

Di akhir Maret, aku pergi dalam sebuah perjalanan musim semi ke Baltik yang berlangsung sampai bulan April. Di bulan ini, aku berada di Stockholm (Swedia) dan Riga (Latvia) untuk perjalanan ini.

Stockholm, Sweden
Gamla Stan di Stockholm
The distinctive Riga Radio & TV Tower
Menara radio dan TV di Riga

April 2016

Bulan ini kumulai dengan perjalanan musim semiku dimana aku pergi ke Helsinki (Finlandia) dan Tallinn (Estonia).

The Cathedral of Helsinki
Katedral Helsinki
St. Catherine's Passage in Tallinn
Gang St. Catherine’s di Tallinn

Seminggu kemudian, aku memulai Avgeek Weekend Trip pertamaku dimana aku terbang Amsterdam – Paris CDG – Stuttgart – Amsterdam di satu akhir pekan dengan Air France, CityJet, dan KLM Cityhopper.

Sembari disibukkan dengan disertasiku, aku juga mulai mencari peluang-peluang karier di bulan ini. Aku memutuskan untuk mengajukan satu aplikasi ke sebuah perusahaan di Amsterdam dan pada saat yang sama aku dikontak oleh seorang recruiter yang menawariku sebuah kesempatan untuk sebuah pekerjaan di Belanda selatan.

Mei 2016

Aku pergi dalam sebuah perjalanan long weekend ke Rennes di Prancis di bulan ini. Di perjalanan ini, aku bisa pergi ke Mont Saint-Michel, sebuah tempat yang sudah lama ingin aku kunjungi!

Rennes Old Town
Kota Tua Rennes
You can also rent a horse carriage
Le Mont Saint-Michel.

Pertengahan Mei, aku pergi ke Munich di Jerman untuk sebuah konferensi. Iya, perjalanan konferensi terakhirku di tahun-tahun PhDku. Aku nggak harus presentasi sih di sana, walaupun pembimbingku mempresentasikuan risetku.

The Isartor in Munich
Isartor di Munich
A proof that I visited the Allianz Arena in Munich
Allianz Arena di Munich

Sementara itu, aku mendapatkan berita baik dari kedua lowongan pekerjaan di bulan April itu. Setelah beberapa pertimbangan, aku memutuskan untuk mengambil tawaran yang dibuat oleh perusahaan di Amsterdam.

Juni 2016

Bulan ini aku mulai dengan perjalanan tahunanku ke Paris untuk menonton Roland Garros! 🙂 Aku mendapatkan tiket untuk kedua hari finalnya tahun ini. Sayangnya, petenis-petenis yang kudukung, Serena Williams dan Andy Murray, kalah di babak final 😦 .

Serena William serving
Serena Williams di Roland Garros tahun ini.
Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016
Novak Djokovic menjuarai Roland Garros.

Satu highlight lagi bulan ini adalah Avgeek Weekend Trip keduaku dimana aku menerbangi rute Amsterdam – Madrid – Frankfurt – Amsterdam. Dan rute Madrid – Frankfurt-nya aku terbangi dengan kelas bisnisnya LATAM Chile loh 😀 .

The complimentary snack service in business class
Snack di kelas bisnis.

Juli 2016

Tema bulan Juliku adalah kerja keras untuk menyelesaikan disertasiku. Waktu itu, bentuk disertasiku sudah mulai nampak nyata. Di pertengahan Juli, aku bisa menyelipkan sebuah Avgeek Weekend Trip ke Prancis (Lyon dan Nice).

Approaching runway 04L of Nice Cote D'Azur International Airport.
Cote D’Azur yang kece di Prancis selatan.

Untuk mengakhiri Juli, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Jenewa di Swiss. Aku seharusnya terbang dengan Kuwait Airways dari Frankfurt ke Jenewa; tetapi entah karena alasan apa aku dipindahkan ke penerbangan Lufthansa CityLine.

L'horloge fleurie in Geneva
L’horloge fleurie di Jenewa
Jet d'eau in Geneva
Jet d’eau di Jenewa

Agustus 2016

Agustus adalah bulan terakhir kontrak PhDku di TU Delft. Jadi aku harus memastikan bahwa disertasiku akan siap di akhir bulan ini. Iyaa, banyak banget tekanannya! Untuk sedikit menyalurkan tekanan itu, aku pergi dalam sebuah Avgeek Weekend Trip di pertengahan bulan dimana aku pergi ke Paris dan Lyon, haha.

A HOP! BritAir's Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH, second flight
Sebuah Bombardier CRJ1000nya HOP! BritAir’s Bombardier

Di akhir Agustus, orangtuaku datang berkunjung dari Indonesia untuk sebuah perjalanan selama satu bulan berkeliling Eropa dan Karibia di bulan selanjutnya.

September 2016

Tema bulan ini adalah: bulan sabatikalku!! Secara resmi aku adalah pengangguran di sepanjang bulan ini sehingga aku memanfaatkan waktu yang jarang ada dalam hidupku ini untuk jalan-jalan di Eropa dan Karibia bersama dengan orangtuaku. Di Eropa, kami pergi ke Bucharest di Romania dan Santorini di Yunani (dengan sekalian mampir di Brasov dan Athena juga).

The Dracula Castle
The Dracula Castle
Oia
Oia, Santorini.

Di Karibia, kami pergi ke sebuah pulau yang sudah kira-kira satu dekade terakhir ini ingin aku kunjungi: Sint Maarten, terutama Pantai Maho dan Bandara Internasional Princess Juliana (SXM) di sana. Senang sekali rasanya dimana satu mimpiku menjadi kenyataan lagi!!

The Mullet Bay in Sint Maarten
Pantai Mullet di Sint Maarten
A Delta's Boeing 757-200 landing at SXM
Boeing 757-200nya Delta mendarat di SXM
In Sint Maarten!!
Di Sint Maarten!!
Maho beach
Pantai Maho

Orangtuaku kembali ke Indonesia di akhir bulan ini, dan aku memanfaatkan waktu ini untuk beristirahat dan mempersiapkan diriku untuk memulai babak baru dalam kehidupanku.

Oktober 2016

Pekerjaan baruku di Amsterdam aku mulai bulan ini. Jelas ini adalah lingkungan yang baru sehingga aku perlu menyesuaikan diriku. Di samping itu, aku juga harus nglaju selama tiga jam setiap hari. Awalnya ini berat juga, tetapi perlahan-lahan aku mulai terbiasa.

Bulan ini aku tutup dengan Avgeek Weekend Trip lagi dimana aku pergi ke Kopenhagen dan Stockholm.

A gourmet weekend dinner at Stockholm - Arlanda
Makan malam di Stockholm – Arlanda

November 2016

Aku sudah mulai mendapatkan ritme di pekerjaan baruku di Amsterda di waktu ini; dimana aku semakin menikmatinya. Aku juga pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan singkat ke Vienna di Austria di pertengahan bulan.

The Naturhistorische Museum in Vienna
Museum Sejarah Alam di Vienna

December 2016

Desember aku mulai dengan perjalanan akhir pekan singkat ke Frankfurt di Jerman untuk menikmati Christas Market di sana.

It wasn't difficult at all to find glühwein at the market.
Frankfurt Christmas Market.
A glühwein booth
Penjual glühwein

Dan kini, aku menikmati waktu liburanku di Indonesia 🙂 .

***

Yah, begini deh tahun 2016ku!! Semoga tahun 2017 menjadi tahun yang lebih baik dan semakin seru lagi!! 🙂

General Life · Tennis · Zilko's Life

#1838 – Some Stories This Week

ENGLISH

Here are some stories from this week.

A Future Plan

Lol, “a future plan” might sound so serious yet funny at the same time, indeed.

Anyway, when a plan exists, it means there is a goal that we (I) want to achieve. This is the case here. And I am really grateful that my company has played a bit of a role to make this the case. A near-term goal which I have had in mind for a while now, at least, has come to a less vague state. At least now I know some concrete steps which I want to take to achieve this goal.

So what goal that is? Well, as always, I like to be so cryptic and won’t share it here now; as it might jynx it 😛 . However, I have to say it is quite a big life goal. But as usual, when the time comes, for sure I will share what that goal is 😉 .

Having said that, it is still a long process from where I stand now. I guess I need to just make that first step soon and try to enjoy the process as much as possible, as for sure there will be valuable lessons and experiences along the way 😛

Tennis Lesson

Anyway, I have also had my tennis lesson started this week. So this summer I extended my Sports Card membership at TU Delft, making use of the student discount that was, then, still valid as I was still registered as a TU Delft employee 😛 . It was nice to finally hit some tennis balls again after a few weeks off; even though my rhythm was nowhere to be found this week 😛 .

Andy Murray = 2016 Year-End World Number 1!!

Speaking of tennis, I am really happy that by winning the year-end championships (ATP World Tour Finals) in London last week, Andy Murray officially ends 2016 as the world number 1 male tennis player!!

You know, two weeks prior he reached the world number 1 position for the first time ever in his career. To be honest, I had a bit of a worry this stint would only short-live because he had such a tough draw in London, at least on paper, while on the other hand, Novak Djokovic, the other player who could potentially snatch the number 1 ranking back, had an easier draw. So I am super glad he managed to get through that!

Congratulations, Andy! 😀

Andy Murray ended 2016 as the world number 1. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe
Andy Murray ended 2016 as the world number 1. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Berikut ini beberapa cerita dari minggu ini.

Sebuah Rencana Masa Depan

Huahaha, “sebuah rencana masa depan” terdengar serius banget tapi lucu juga ya.

Anyway, ketika sebuah rencana terbentuk, artinya ada tujuan yang ingin kita (aku) capai. Memang ini sih kasusnya di sini. Dan aku sungguh bersyukur kantorku sedikit membantuku untuk membuat ini terjadi. Sebuah tujuan jangka menengah yang sudah aku pertimbangkan selama beberapa waktu sekarang, setidaknya, sudah memasuki bentuk yang sedikit lebih jelas. Setidaknya sekarang aku sudah memiliki beberapa langkah kongkrit untuk mencapai tujuan ini.

Memang tujuan apa sih? Ah, mau tau aja atau mau tau banget? Haha. Ah, tapi seperti biasanya, aku mau sok misterius dulu deh sekarang dan tidak akan membagikan ceritanya dulu; takut nge-jynx euy 😛 . Namun, harus kubilang bahwa ini adalah sebuah tujuan yang besar banget lah. Tapi seperti biasa, nanti jika saatnya sudah tiba, tentu sebuah tujuan ini akan kuceritakan di sini 😉 .

Walaupun begitu, prosesnya masih panjang banget dari posisiku sekarang ini. Aku rasa memang aku sebaiknya menutup mata dan langsung membuat langkah pertama itu sih; dan kemudian berusaha menikmati prosesnya semaksimal mungkin karena aku yakin akan ada banyak pelajaran dan pengalaman berharga sepanjang jalan 😛 .

Les Tenis

Anyway, minggu ini les tenisku dimulai lagi. Jadi musim panas lalu aku memperpanjang keanggotaanku di pusat olahraganya TU Delft, memanfaatkan diskon mahasiswa ketika aku masih terdaftar resmi bekerja di TU Delft kan 😛 . Asyik aja akhirnya bisa memukul bola tenis lagi setelah absen beberapa minggu; walaupun ritmeku kacau banget sih minggu ini 😛 .

Andy Murray = Peringkat 1 Dunia Akhir Tahun 2016!!

Ngomongin tenis, aku senang sekali bahwa dengan memenangi turnamen tutup tahun (ATP World Tour Finals) di London minggu lalu, Andy Murray resmi mengakhiri tahun 2016 sebagai petenis pria peringkat 1 dunia!!

Tahun kan, dua minggu sebelumnya ia mencapai peringkat 1 dunia untuk pertama kalinya di kariernya. Sejujurnya, aku sedikit khawatir pencapaian ini akan berlangsung sebentar saja kali ini karena ia mendapatkan undian yang berat di London, setidaknya di atas kertas. Sementara itu, Novak Djokovic, pemain lainnya yang secara matematis bisa merebut peringkat 1 kembali, mendapatkan undian yang lebih ringan. Jadi aku lega deh ia berhasil melalui itu semua!

Selamat, Andy! 😀

 

General Life · Zilko's Life

#1810 – The First Day

ENGLISH

Officially, today is my first day with my new job in Amsterdam. Yeay for no longer being unemployed. But boo for my sabbatical month is now over 😦 .

However, as you are aware of, today is a Saturday. So technically I will only start to actually work this coming Monday, lol 😆 . Yeah, what a way to start a new job, right? With a weekend! Lol 😆 It is quite funny though that the exact same situation happened about four years ago when I started my PhD in TU Delft!

Life Update

Once I got the position, I immediately thought about moving to the neighbourhood of Amsterdam. It was for the obvious: practicality. I did a quick research at the time and found a few options that appeared good enough (location-wise and price-wise). However, when I dug in deeper into those options in July, I found out that they were not as good as they first appeared to be. In the sense that, on top of the monthly rent, I would have to invest a lot into the apartment/house with any of them. On the other hand, the ones which required few to no investment would cost a ton. Well, you get what you pay for, they say 😛 .

River Amstel in Amsterdam
House-rent in Amsterdam is not cheap

This situation made me rethink and reanalyze my options. And after a few considerations, I decided to extend my stay in Delft and, in the meantime, to commute everyday between Delft and Amsterdam. It is not that bad anyway, as my apartment in Delft is quite close to the railway station and my Amsterdam office is just two metro stations away from Amsterdam Centraal. I expect to spend at most 1.5 hour one way in each direction, door to door. I think it is still tolerable, but we will see how it actually goes, haha 😆 .

This Week Stories

Earlier this week I mentioned that I intended on using this week as my resting week. And so that was exactly what I did 😀 . But of course it did not mean that I did nothing and just ate and slept.

The Dracula Castle
The story from my trip to the Dracula Castle is ready!

First of all, I made use of my time this week to finish the stories of my Sabbatical Month trip to Romania, Greece, and Sint Maarten! Haha 😆 . It did take a lot of time but they are all pretty much ready now, just waiting for the moments to get published 😛 . There are some side stories which I might want to share as well, but writing those posts can always be done in the future, haha 😛 .

The Mullet Bay
The stories from the Caribbean is also ready

Secondly, as I had the time anyway, I exercised quite a lot this week. Even on Wednesday and Friday, I went to the gym twice a day! Haha 😆 . The tennis lesson at TU Delft also started two weeks ago (though I just joined last week as two weeks ago I was still in the Caribbean drinking cocktails), so I also did that.

Thirdly, in recent times one popular healthy food seems to be the smoothie bowls. I had been dying to try to make one myself, but the fact that I had no blender in my apartment hindered that. And the initial thought of moving to Amsterdam also prevented me in buying a blender because I thought I was going to move anyway so it would be better to buy one after I moved. But then, as you know now, the plan changed, lol 😆 . So this week I decided to buy a new blender and started to experiment with smoothie bowls! It is so much fun, btw! As one dish has millions of variations and looks, depending on what you put inside! Haha 😆 . For the moment I feel like my smoothie is still not thick enough, though, so I am still trying to get the grip there. But it is getting better 😀 .

BAHASA INDONESIA

Secara resmi, hari ini adalah hari pertamaku di pekerjaan baruku di Amsterdam. Hore, nggak lagi pengangguran deh. Tetapi sedih juga bulan sabatikalku sudah berakhir sekarang 😦 .

Namun, seperti yang kita semua sadari, hari ini adalah hari Sabtu. Jadi secara teknis aku baru akan mulai bekerja hari Senin nanti sih, huahaha 😆 . Iya, asyik banget ya suatu pekerjaan dimulai begini? Dimulai dengan libur akhir pekan! Huahaha 😆 . Eh, lucu juga lho bahwa situasi yang sama persis juga terjadi empat tahun lalu ketika aku memulai posisi S3 (PhD)-ku di TU Delft!

Update Kehidupan

Begitu aku mendapatkan posisinya, langsung terpikir bahwa aku akan pindah ke area Amsterdam. Alasannya jelas lah ya: supaya praktis. Waktu itu aku meriset kilat pilihan-pilihan yang ada di sana dan beberapa nampak cukup oke (dari segi lokasi maupun harga). Namun, ketika pilihan-pilihan itu aku pelajari lebih mendalam kira-kira di bulan Juli, aku menemukan bahwa mereka tidak lah seideal kesan pertama yang kudapatkan. Dalam artian, di samping biaya sewa bulanan, aku harus inves banyak di apartemen/rumahnya. Di sisi lain, biaya sewa pilihan-pilihan yang tidak memerlukan banyak inves juga mahal banget. Ya gitu deh, ada harga ada rupa, haha 😆 .

River Amstel in Amsterdam
Harga sewa rumah di Amsterdam itu tidak lah murah

Situasi ini membuatku memikirkan dan menganalisa ulang pilihan-pilihanku. Dan setelah pertimbangan ini-itu, aku memutuskan untuk memperpanjang masa tinggalku di Delft dan, sementara itu, nglaju deh setiap hari di antara Delft dan Amsterdam. Bukannya nggak enak juga sih, karena apartemenku di Delft kan berlokasi cukup dekat dengan stasiun kereta dan kantor Amsterdamku juga hanya lah dua stasiun metro saja jauhnya dari Amsterdam Centraal. Aku hitung-hitung sih seharusnya waktu tempuhku maksimal 1,5 jam deh satu arah dari pintu ke pintu. Aku rasa ini masih oke lah, tetapi kita lihat saja deh bagaimana nanti kenyataannya, haha 😆 .

Cerita Minggu ini

Awal minggu ini kusebutkan bahwa aku berencana menggunakan minggu ini untuk beristirahat. Dan memang itu yang kulakukan 😀 . Eh, tetapi bukannya aku nggak ngapa-ngapain dan makan tidur doang yah.

The Dracula Castle
Cerita perjalananku ke Kastil Drakula sudah siap kok!

Pertama-tama, aku menggunakan waktuku minggu ini untuk menyelesaikan rangkaian posting cerita perjalanan Bulan Sabatikalku ke Romania, Yunani, dan Sint Maarten! Haha 😆 . Ini memakan banyak sekali waktu lho tetapi sekarang semuanya sudah siap kok, tinggal tunggu jadwal tayangnya aja, haha 😛 . Ada juga beberapa cerita sampingan yang mungkin ingin kutuliskan, tetapi posting-posting ini mah bisa menunggu nanti kan ya, haha 😛 .

The Mullet Bay
Cerita dari Karibia juga sudah siap 😀

Yang kedua, karena ada waktu, aku banyak berolahraga minggu ini. Bahkan di hari Rabu dan Jumat, dalam sehari aku ke gym sampai dua kali loh! Haha 😆 . Les tenis di TU Delft juga sudah dimulai dua minggu yang lalu (walaupun aku baru mulai minggu lalu karena dua minggu lalu aku masih berada di Karibia sambil minum cocktail), jadi aku juga melakukan itu.

Yang ketiga, baru-baru ini satu makanan sehat yang lagi happening kan smoothie bowls ya. Aku sudah penasaran banget ingin mencoba membuat sendiri, tetapi kondisi dimana di apartemenku tidak ada blender menghambat keinginan itu. Dan pemikiran awalku untuk pindah ke Amsterdam juga membuatku tidak membeli blender karena kupikir aku akan pindah sehingga mendingan belinya setelah pindah aja. Tetapi, seperti yang sudah pada ketahui sekarang, rencananya berubah, haha 😆 . Jadilah minggu ini aku memutuskan untuk membeli sebuah blender baru dan mulai mainan membuat smoothie bowls dengannya! Seru deh! Ini karena satu masakan memiliki jutaan variasi dan penampilan, tergantung dari apa yang kita masukkan di dalamnya! Haha 😆 . Untuk saat ini, buatanku masih kurang kental sih, jadi aku masih berusaha untuk mendapatkan feel-nya. Tetapi semakin lama semakin oke juga kok 😀 .