General Life, Zilko's Life

#2153 – A Saturday with IKEA

ENGLISH

No, I did not go to IKEA this Saturday; what I mean is that I had a delivery from IKEA, haha 😆 .

Sticking to my strategy regarding furnishing my own apartment, recently I realized that I needed two small tables: one for the hallway and one for my living room. So, as usual, I browsed IKEA’s online catalogue and saw the products I eventually wanted. And aside from the two tables, I also bought a laundry basket and a toilet accessory, haha.

It has been awhile since I last went to an IKEA here and enjoyed these meatballs, though.

Actually I did this already in early July and the timing was good as I had two “free” weekends between my weekend trip to Geneva and Stuttgart. However, at the time the hallway table with the colour that I wanted was not on stock. They had the same model but in different colour, or I would need to wait until early August for my colour. I almost decided to just proceed with the purchase in July thinking that the timing was great for my schedule. But then, thankfully I quickly came to my senses and decided to, instead, just wait until August! Lol 😆

With my order being delivered on Saturday, obviously I was busy playing around with assembling my two tables that day. And, to be honest, this DIY assembling things yourself stuff could be quite fun too (as long as it was not too much, of course 😛 )! I really liked IKEA’s self-explanatory manuals with all the drawings (without words!).

Though, in the end, it was quite tiring as well; especially the hallway table which apparently involved twenty steps to assemble in the manual! But all in all, I am happy (again) with my purchase this time!

A new table for my hallway

BAHASA INDONESIA

Enggak kok, aku tidak pergi ke IKEA Sabtu kemarin ini; maksudku adalah, aku ada delivery dari IKEA di hari itu, haha 😆 .

Masih setia dengan strategiku dalam hal perabotan apartemenku, akhir-akhir ini aku menyadari aku membutuhkan dua buah meja kecil; satu untuk lorong (hallway maksudnya) di apartemen dan satu untuk ruang keluarga. Jadilah, seperti biasanya, aku melihat-lihat katalognya IKEA di internet dan aku mendapatkan produk-produk yang aku suka. Dan sekalian dengan dua mejanya, aku juga membeli satu keranjang cucian dan aksesoris untuk toilet, haha.

Hmm, sudah lama juga sih ya semenjak terakhir kali aku pergi ke tokonya IKEA di sini dan menikmati meatballs-nya mereka ini.

Sebenarnya ini semua sudah aku lakukan di awal Juli yang lalu yang mana timing-nya pas banget karena aku memiliki dua akhir pekan “bebas” di antara perjalanan akhir pekanku ke Geneva dan Stuttgart. Namun, waktu itu stok meja untuk lorongnya yang warnanya aku suka sedang kosong. Model yang sama masih ada sih tapi warnanya berbeda, atau aku harus menunggu sampai awal Agustus untuk warna yang aku sukai. Aku nyaris saja lho memutuskan untuk langsung membelinya aja di bulan Juli, dengan pertimbangkan mumpung waktunya pas dengan jadwalku nih. Tapi untungnya kemudian akal sehatku sadar dan akhirnya aku memutuskan untuk menunggu sampai Agustus aja! Hahaha 😆

Dengan pesananku yang diantarkan di hari Sabtu, jelas aku sibuk “bermain” memasang dua mejaku ini hari itu. Dan, sejujurnya, memasang sendiri mebel begini bisa lumayan mengasyikkan juga lho (asal jangan banyak-banyak juga sih ya, haha :P)! Aku suka dengan manualnya IKEA yang sangat jelas banget dengan semua gambar-gambar petunjuknya itu (padahal tanpa menggunakan kata-kata!)

Eh, tapi pada akhirnya ini semua tetap membuat lumayan capek juga sih; terutama akibat meja lorongnya yang mana ternyata untuk memasangnya membutuhkan 20 langkah, menurut manualnya. Tapi aku senang (lagi) kok dengan pesananku kali ini!

Sebuah meja baru untuk hallway di apartemenku.
Advertisements
my apartment, Zilko's Life

#2130 – Ironing

ENGLISH

Of all house chores, one which I think of least importance, in terms of effort and the added-value, is ironing, haha 😆 . I mean, I don’t deny that it serves a function. However, given the effort that needs to come with it and what I would get as the added-value, I feel like its function could be … , well, “substituted”. Let me explain…

I have learned (since having to pretty much do all the house chores myself, and that was since moving to the Netherlands in 2010, haha) that the “added-value” you would get from ironing is not constant across different types of clothes. For instance, shirts benefit a lot from ironing but it is less for t-shirts. On top of that, some washing machines and dryers even have this “iron-free” function which would help reduce the wrinkles quite a lot.

All of these mean that if I plan my outfit accordingly, I would be able to minimize my need of ironing. And so my time and energy which would have been spent on this dull activity could be spent somewhere else doing something less dull! Haha 😆 . I could achieve this by, for instance, avoiding wearing shirts as much as possible. No wrinkled shirts that need to be ironed means no need for ironing! Profit! Lol 😆 .

How about work then? Well, I have been fortunate thus far. The university, where I did my Master and PhD, and my current office are both very relaxed and casual in this department; as in there is no need to be all formal and have that typical “white collar” look at work. For all I care, I can just wear a t-shirt and shorts, as long as they look “decent”, to work and noone would bat an eyelid (which some of my colleagues have been doing recently, given the recent Dutch climate, haha). And so I can proceed with my strategy of no shirts as much as possible, which also happens to be very comfortable! 😀

My previous two apartments in Delft, which I rent “all-in” (i.e. both came with furnitures and all that), though, also had an iron and its board. So in case I needed to iron, I had the means to; even though as a result of my pragmatic approach, I did not need to use those them often anyway. And ever since I moved to Amsterdam, thus far I have been able to get away with not having the tools I would have needed for ironing, haha 🙈.

Having said that, lately, slowly but gradually somehow I started to think that perhaps there would no harm in at least having the tools I would have needed in case I would need them. Plus, the fact is that I do have some shirts and other types of clothes, like non-jeans pants, etc, which need to be ironed once in a while anyway. And so just recently I decided to buy an ironing board from a store nearby my apartment and an iron online (which store happened to be running an extra Flying Blue miles earning per euro promotion at the time, good timing! 😛 ).

Yeah, so now I officially have the means I would need to iron in my apartment. And this weekend, I just did! Lol 😆

Anyway, so what do you think of ironing?

Ironing

BAHASA INDONESIA

Dari semua pekerjaan rumah-tangga, satu yang menurutku paling tidak penting, dalam hal banyaknya usaha yang harus dikeluarkan dan nilai-tambah dari pekerjaannya, adalah menyetrika, haha 😆 . Maksudku, aku bukannya bilang menyetrika itu tiada guna ya. Namun, dengan mempertimbangkan besarnya usaha yang harus dikeluarkan untuk melakukannya dan nilai-tambah dari apa yang dihasilkan dari kegiatan ini, aku rasa kok kegunaannya itu … bisa “disubstitusi”. Mari aku jelaskan…

Berdasarkan pengalamanku (semenjak harus mengerjakan semua pekerjaan rumah-tangga sendiri, yaitu semenjak pindah ke Belanda di tahun 2010, haha) “nilai-tambah” dari menyetrika itu tidak konstan terhadap tipe dari pakaian. Misalnya, kemeja memang sangat butuh untuk disetrika sementara kaus tidak terlalu. Di samping itu, toh beberapa mesin cuci dan dryer kan sekarang memiliki fitur “bebas-setrika” ya yang mana lumayan mengurangi kerut-kerutan di pakaiannya itu.

Ini semua berarti apabila apa yang aku kenakan aku rencanakan dengan tepat, aku bisa meminimalisir kebutuhanku akan menyetrika. Dan artinya waktu dan energiku yang bakal dihabiskan untuk aktivitas membosankan ini bisa aku gunakan untuk kegiatan lain yang lebih tidak membosankan! Hahaha 😆 . Ini bisa aku capai dengan, misalnya, menghindari memakai kemeja sebisa mungkin. Kalau tidak ada kemeja yang perlu disetrika artinya aku tidak perlu menyetrika kan ya! Untung deh! Haha 😆

Tapi kantor gimana dong? Hmm, sejauh ini sih aku beruntung sekali. Universitas, tempat dimaa aku merampungkan studi S2 dan S3 (PhD)-ku, dan kantorku sekarang mah santai dan kasual banget untuk urusan ini; dalam artian tidak ada kewajiban untuk mengenakan pakaian formal a la pekerja “kerah putih” seperti anak kantoran gitu. Kalau mau, bisa-bisa saja aku mengenakan kaus dan celana pendek ke kantor kok, selama masih “layak” tentunya ya, dan tidak akan ada yang menggubris (yang mana banyak kolegaku lakukan sih akhir-akhir ini, yang mana memang iklim di Belanda baru-baru in cocok untuk penampilan ini, haha). Dan jadilah aku menjalankan strategi untuk sedapat mungkin tidak mengenakan kemeja, yang mana kebetulan juga nyaman kan ya! 😀

Dua apartemenku yang sebelumnya di Delft, yang mana aku sewa “all-in” (maksudnya sewanya termasuk mebel dan segalanya gitu), sebenarnya juga menyediakan setrika dan papan setrika. Jadi jika aku butuh menyetrika, alat-alatnya sudah disediakan; walaupun memang karena pendekatan pragmatisku ini, aku tidak perlu sering-sering menggunakannya sih. Dan semenjak pindah ke Amsterdam, sejauh ini sih aku masih aman-aman saja kok tanpa setrika, haha 🙈.

Walaupun begitu, akhir-akhir ini, perlahan-lahan tapi pasti aku mulai berpikir bahwa mungkin tidak ada salahnya untuk setidaknya memiliki peralatan yang aku butuhkan untuk menyetrika di apartemenku. Di tambah lagi, toh sebenarnya aku juga memiliki kemeja dan beberapa jenis pakaian, misalnya celana non-jeans, dll, yang sebenarnya butuh disetrika uga kan ya. Dan jadilah belum lama ini aku memutuskan untuk membeli setrika dan papan setrika. Papan setrikanya aku beli di sebuah toko di dekat rumahku, dan setrikanya aku beli online (yang mana kebetulan banget tokonya sedang ada promosi ekstra Flying Blue miles untuk setiap euro yang aku keluarkan, timing-nya pas sekali! 😛 ).

Ya gitu deh, jadilah sekarang resmi sudah aku memiliki peralatan yang aku butuhkan andaikata aku lagi ingin menyetrika di apartemenku. Dan akhir pekan kemarin ini, ini baru saja aku lakukan! Haha 😆 .

Anyway, bagaimanakah pendapat kalian tentang menyetrika?

Menyetrika
General Life, Zilko's Life

#2114 – A Weekend and A Monday

ENGLISH

My general theme for this weekend was … definitely some rest! Haha 😆 . Somehow I felt quite tired coming to this weekend, even though I only had a short week at work last week. But actually, the short week had something to do with the tiredness; as the week was “short” because I started it in Budapest for a long weekend trip, haha.

I have also been quite excited because this weekend, the main draw rounds of this year’s French Open has started! I enjoy this time, btw, when tennis matches (of big tournaments of importance and prestige) are played at “convenient” time for me who is based in Europe, haha 😆 . I mean, it is much less convenient to watch live matches being played in, say, New York for the US Open or Melbourne for the Australian Open with all those time zone differences with Europe, haha 😀 .

Though, too bad Venus Williams already lost in the first round of singles this year 😭

Anyway, this Monday was also quite unique to me as I had to work from home in the morning because I had to supervise the annual air exhaust maintenance of my apartment. It was actually supposed to happen about two weeks ago, btw. But I forgot to confirm the appointment in time because I was so busy and occupied with work. And so we had to reschedule and we agreed on this Monday, haha 😆 .

After the maintenance was done, I went to my office immediately. It was “nice” to go “this late”, though, because it made me miss the morning rush hour, especially on a Monday! Even though on the other hand the public transport frequency was also lower than during the morning rush, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Tema utamaku akhir pekan kemarin ini adalah … jelas istirahat! Haha 😆 . Entah mengapa aku merasa capek ketika memasuki akhir pekan ini, walaupun sebenarnya minggu kerjaku kemarin adalah minggu yang pendek. Tapi sebenarnya justru karena merupakan minggu yang pendek itu sih aku merasa capek; karena minggunya “pendek” karena aku memulainya di Budapest untuk sebuah perjalanan long weekend, haha.

Aku juga lumayan excited akhir pekan kemarin karena ronde babak utama dari turnamen French Open tahun ini sudah dimulai! Aku menikmati waktu sekarang-sekarang ini, btw, ketika pertandingan-pertandingan tenis (dari turnamen besar dan bergengsi) dimainkan di waktu yang “enak” untukku yang berbasis di Eropa, haha 😆 . Maksudku, kan lebih nggak nyaman ya untuk menonton langsung pertandingan yang dimainkan di, misalnya, New York untuk US Open atau Melbourne untuk Australian Open dengan perbedaan waktunya dengan Eropa, haha 😀 .

Walaupun agak sebal dan sedih juga sih Venus Williams sudah kalah di babak pertama kompetisi tunggal tahun ini 😭

Anyway, hari Senin kemarin ini jugalah cukup unik untukku karena aku harus bekerja dari rumah di pagi hari karena aku mesti mengawasi perawatan tahunan exhaust udara apartemenku. Seharusnya perawatannya berlangsung dua mingguan yang lalu sih. Tapi aku lupa mengkonfirmasi jadwalnya karena pikiranku teralihkan dengan kesibukan di kantor. Jadilah kami harus menjadwalkan-ulang, dan kami setuju untuk dilakukan di hari Senin kemarin ini, haha 😆 .

Setelah perawatannya selesai, aku langsung berangkat ke kantor. “Asyik” juga berangkat “siang” begini, karena artinya aku jadi melewatkan rush hour pagi kan, apalagi di hari Senin! Walaupun di sisi lain frekuensi transportasi umumnya juga agak lebih jarang sih dibandingkan di waktu rush hour, haha 😆 .

my apartment, Thoughts, Zilko's Life

#2090 – One Year An Apartment Owner

ENGLISH

April 2018, this means that I have been a home owner for a year now! How does this feel?

Well, to be honest, it still feels kind of the same as before, haha 😆 . I still have to spend some amount of euro each month to “pay” for my accommodation. So that post still exists in my monthly expense. The difference, though, before I paid rent whereas in the past year I have been paying my mortgage 😀 . There are, though, a few extra expenses which I have to spend as a home owner too, ranging from the apartment’s monthly maintenance cost and all the different taxes related to it, haha 😛 .

Of course the benefit of renting a place is the (almost) no strings attached commitment to it. If you don’t like it, you can easily leave. Especially in the Netherlands, a renter is very well protected by law so as a renter you have a lot of rights. On top of that, any maintenance cost related to the place you rent is normally the responsibility of the owner. I experienced this myself in the past year, where I had some non-negligible expenses related to the maintenance of my apartment; which I obviously had to cover myself.

Having said that, I actually enjoy the feeling of “owning” the place I live in. Somehow I value “owning” more than all those flexibilities as a renter here. I don’t know, perhaps this way I feel like I have more of a “surety” which, admittedly, provides more security feeling.

Yeah anyway, cheers to my apartment’s anniversary!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu

BAHASA INDONESIA

April 2018, artinya aku sudah menjadi pemilik rumah selama satu tahun sekarang! Bagaimanakah rasanya?

Hmm, sejujurnya rasanya masih sama aja kayak sebelumnya sih, haha 😆 . Setiap bulan aku masih harus menyisihkan sekian euro untuk “membayar” akomodasiku. Jadi pos ini masih tetap ada di pengeluaran bulananku. Bedanya, sebelumnya aku membayar sewa sementara setahun terakhir ini aku membayar hipotek, haha 😀 . Ada juga beberapa pengeluaran ekstra yang harus aku bayar sebagai pemilik rumah, mulai dari biaya bulanan maintenance apartemen hingga segala jenis pajak yang berkaitan dengannya, haha 😛 .

Tentu saja keuntungan dari menyewa tempat adalah sifat komitmen (nyaris) no strings attached. Kalau nggak suka ya tinggal pindah. Apalagi di Belanda, penyewa rumah itu amat dilindungi oleh hukum loh dimana penyewa memiliki banyak sekali hak. Di atas itu semua, biaya maintenance dari tempat yang disewa adalah tanggung-jawab pemilik. Ini aku alami sendiri setahun belakangan ini, dimana aku ada beberapa pengeluaran yang lumayan berkaitan dengan urusan maintenance apartemen ini; yang mana jelas harus aku tanggung sendiri.

Walaupun begitu, aku menikmati perasaan “memiliki” tempat tinggalku ini. Entah mengapa aku memberikan nilai lebih pada perasaan “memiliki” ini daripada fleksibilitas yang bisa didapatkan sebagai penyewa. Nggak tahu ya, mungkin ini membuatku merasa memiliki “pegangan” gitu yang memberikan perasaan “aman”.

Ya anyway, tos untuk satu tahun apartemenku!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu
General Life, Zilko's Life

#2063 – More IKEA Stuffs

ENGLISH

Last year I mentioned my strategy with the furniture for my apartment, where I chose to take it slowly and so I could afford good products without having to blow my budget at once. One side advantage of this strategy was that I had the capacity (in terms of space) to buy things that became needed along the way (As, obviously my need for furniture was not static over time); which also meant that my apartment was not full of stuffs I did not need, haha 😆 .

My new wall cabinet

Anyway, in the last a few months or so, I realized that one thing has become needed: a bathroom wall cabinet to store my bathroom-related stuffs stock (shampoo, soap, toothpaste, toothbrush, etc). Thus far I stored those in a cabinet in the other room and I realized this was quite inconvenient, haha. And so I decided to browse IKEA’s product, and decided to order one which design I liked. While doing so, I also decided to buy a new hat/coat rack for the hallway because I felt like it was kind of needed for its practicality and to make my hallway looked “busier”, haha. What I liked was that the rack was hanging on the wall, so it did not make the hallway feel uncomfortably “narrower” for people to pass.

And while browsing through IKEA’s online catalogue, I also spotted a cool series of prints of water colour paintings depicting Paris’ Eiffel Tower and New York’s Brooklyn Bridge with cheerful colour. And so I decided to buy the series too!! In terms of colours, it pretty much went along with the print I bought the other day too, I thought. You know, as I said back then I have been looking for things to accessorize my apartment, haha. And this attempt is still not complete yet, btw. And as with my furniture strategy, I choose to take things slowly; though I already have things in mind on what I would like next in terms of these accessories 😀 .

Adding pieces of New York and Paris with cheerful mood to my place

Anyway, last week all these stuffs were delivered. And so my Saturday was quite busy assembling the new bathroom cabinet and the hallway hat/coat rack; plus putting the prints on the wall. You know, IKEA’s stuffs were affordable partly because the customers had to assemble the furniture themselves. While it was not that many stuffs that I bought, it was actually still quite tiring, to be honest! Haha 😆 .

So, yeah, my apartment has just got a little bit “busier”, and I like it! 🙂

Assembling IKEA’s cabinet

BAHASA INDONESIA

Tahun lalu, kuceritakan strategiku mengenai mebel untuk apartemenku, dimana aku memutuskan untuk tidak terburu-buru dalam memenuhi apartemenku sehingga aku mampu untuk membeli produk-produk yang baik tanpa harus membuat budget-ku membengkak parah. Satu keuntungan sampingan dari strategi ini adalah aku jadi memiliki kapasitas (dalam hal ruangan) untuk membeli barang-barang yang kemudian menjadi dibutuhkan sewaktu-waktu (Karena jelas kan kebutuhan kita akan mebel itu tidak statik terhadap waktu); yang mana artinya juga apartemenku tidak jadi penuh oleh barang-barang yang tidak aku butuhkan, haha 😆 .

Lemari dinding baruku

Anyway, beberapa bulan belakangan ini aku baru menyadari bahwa satu mebel menjadi kubutuhkan: lemari yang digantung di dinding untuk kamar mandi untuk menyimpang barang-barang yang berkaitan dengan kamar mandiku (maksudnya kayak stok shampoo, sabun, sikat gigi, pasta gigi, dll gitu). Sebelum ini, stoknya aku simpan di rak di ruangan lain yang mana baru aku sadar ternyata nggak praktis ya (Menurut ngana? Haha 😆 ). Dan jadilah aku mulai melihat-lihat katalognya IKEA, dan memutuskan untuk memesan satu yang disainnya aku suka. Sembari melihat-lihat itu, aku juga memutuskan untuk sekalian memesan rak mantel/topi untuk koridor apartemenku karena memang aku butuhkan juga sih untuk kepraktisan dan juga sekalian berfungsi membuat koridornya lebih “ramai”, haha. Yang aku suka, raknya yang model digantung begitu jadi nggak membuat koridornya terasa lebih sempit untuk jalan.

Nah ketika melihat-lihat katalognya itu, kebetulan aku juga melihat seri prints dari lukisan cat airnya Menara Eiffelnya Paris dan Jembatan Brooklyn-nya New York dengan warna yang ceria. Dan jadilah serinya sekalian aku beli!! Dari segi warna, prints ini serasi dengan print yang kapan hari aku beli, menurutku. Masih ingat kan, waktu itu aku ceritakan bahwa aku sedang mencari hal-hal untuk mendekorasi apartemenku gitu, haha. Dan upaya ini masih belum selesai loh. Dan seperti dengan strategiku untuk mebel, aku juga memutuskan untuk santai-santai saja dalam hal ini; walaupun aku sudah ada bayangan sih mengenai apa yang aku inginkan selanjutnya dalam hal dekorasi 😀 .

Menambahkan potongan-potongan New York dan Paris dengan mood ceria ke apartemenku

Anyway, minggu lalu semua pesananku ini diantar. Jadilah hari Sabtu kemarin aku sibuk memasang lemari kamar mandi dan rak mantel/topi koridorku itu; ditambah juga menggantung prints-nya di dinding. Ya tahu kan, barang-barangnya IKEA itu harganya cukup terjangkau setengahnya karena customer harus memasang sendiri mebelnya. Walaupun nggak banyak yang aku beli, tetapi ternyata masih cukup melelahkan juga loh sejujurnya! Haha 😆 .

Jadi, ya, apartemenku sudah menjadi agak “ramean” sedikit nih, dan aku suka! 🙂

Memasang lemari IKEAku
General Life, Zilko's Life

#2049 – A Story of Fire Alarm Battery

ENGLISH

Here is an experience of mine which shows that the internet is a powerful tool in empowering people by providing information which, in the pre-internet era, could be difficult to get.

***

Not too long ago, the fire alarm in my room started to beep in periodic interval. I remembered facing a similar situation years ago in my first studio (student) apartment in Delft; and if I recalled correctly, it was because the battery would need to be replaced soon. I googled it (just to make sure), and this seemed to be the case.

So that evening I tried to take the fire alarm off to see which battery type it used. But somehow, I couldn’t take the fire alarm off its base. I knew there must be a “trick” to do it but I just couldn’t figure it out. So I went back to Google and I quickly learned how to do it (using a screwdriver (the tool btw not the drink 😛 )). And so I got to see the battery type. A few days later I went to a store to buy a new one and re-installed the fire alarm back on its base.

***

You see, not in a million years I would claim that I was a “mechanical” person with this kind of work. Even to be honest, I don’t enjoy doing this kind of work. However, of course there would be times where I would have to do it, like this time with the fire alarm battery situation for instance, so I just got to suck it up and do it.

To be honest, without the internet, this would have been more difficult (and exponentially more frustrating) to do! For sure. The internet allows me to learn useful information much faster, which enables me to finish a task I don’t enjoy doing before I get too frustrated and perhaps even give up on doing, haha.

So, yeay to the internet!!

Btw, back then in Delft I just asked the caretaker of my apartment to fix it for me 😛 .

BAHASA INDONESIA

Berikut ini sebuah pengalaman yang menunjukkan bahwa internet adalah alat yang ampuh untuk memberdayakan manusia dengan menyediakan informasi yang, di masa-masa sebelum internet, cukup sulit didapatkan.

***

Belum lama ini, alarm kebakaran di kamarku mulai berbunyi dengan interval periodik. Aku ingat aku pernah mengalami situasi serupa dulu di apartemen (mahasiswa) studio pertamaku di Delft. Dan jika ingatanku benar, kemungkinan ini disebabkan karena baterainya sudah mau habis. Aku meng-google-nya untuk memastikan bahwa ingatanku ini benar, dan sepertinya memang demikian.

Jadilah malamnya aku mencoba melepas alarmnya untuk mengecek tipe baterainya. Tetapi entah bagaimana, aku tidak bisa melepaskan alarmnya dari alasnya. Aku tahu pasti ada “trik” untuk melakukannya tetapi aku tidak kepikiran sama sekali. Jadilah aku kembali lagi ke Google dan dengan cepat aku mendapatkan informasi mengenai caranya (yang mana ternyata mesti menggunakan obeng). Jadilah aku bisa melihat tipe baterainya dan beberapa hari kemudian aku bisa mampir ke toko untuk membelinya dan memasang kembali alarmnya di alasnya.

***

Aku tidak akan pernah melabeli diriku sebagai seseorang yang “mekanikal” dalam urusan beginian. Bahkan, aku sama sekali tidak menikmati pekerjaan semacam ini. Hanya saja, jelas lah ya bakal ada waktu-waktu dimana aku tetap harus melakukannya, seperti misalnya situasi baterai alarm ini, jadi ya aku tetap harus memaksakan diri untuknya.

Sejujurnya, tanpa internet, pekerjaan ini bakal jauh lebih sulit dilakukan (dan akan jauh, jauh lebih menyebalkan)! Pasti banget ini. Internet memungkinkanku mendapatkan informasi dengan cepat, sehingga aku bisa menyelesaikan pekerjaan ini sebelum aku mencapai titik dimana aku merasa amat sebal dan mungkin menyerah, haha.

Jadi, hore untuk internet!!

Btw, dulu ketika di Delft sih aku tinggal meminta caretaker dari apartemenku untuk memperbaikinya untukku, haha 😛

General Life, Zilko's Life

#2045 – Jetlag, Utrecht, and A Saturday

ENGLISH

Jetlag

My big theme this week was definitely recovery. You know, trying to get back to my normal daily routine after my two weeks vacation in California which ended last week. And the biggest recovery challenge which I must face this week was definitely the jetlag! Haha 😆 .

It was probably one of the worst jetlag I have ever faced. I guess the nine hours of time difference between California and Amsterdam played a big role in that! It was the worst early this week close to the weekend but got better and better everyday as the week went on. I am not fully recovered yet now, though, but the jetlag is no longer that bad, haha…

Utrecht

This Wednesday a friend of mine and I decided to catch up in Utrecht. She has decided not to extend her work contract there so we felt like we should meet in Utrecht before her contract would end. It was also because there was this awesome Belgian restaurant/bar called Olivier in the centrum which we had wanted to try for ages but hadn’t got the chance to because it was always very busy!

Olivier in Utrecht

So we went to Olivier at 6 PM and it was, as usual, very busy. The waiter told us we would need to wait for like 20-30 minutes. Well, we were fine with it as we could already start ordering some drinks from the bar anyway. We concluded that the place used to be a small church as indicated by the large organ at one side of the room and statues of Joseph and Mary at the other, haha.

Anyway, indeed Olivier was a great place (a millions time better than where we went to on our last dinner outing in Utrecht). I ordered the beef tenderloin medallions which was really good! The beer was great as well, though this was unsurprising  from Belgian beers.

Delicious beef tenderloin medallions at Olivier

A Saturday

My office is organizing a themed party next week and as per this morning I had not yet got a costume, which partly was because the especially difficult and rather unintriguing theme this year to me, haha. Anyway, so I went shopping today. Luckily, I got some idea on what to wear while I was at H&M today, and I decided to buy the “costume”. Well, it was more like an “outfit” than a “costume”, though, but whatever 😛 .

While in the centrum, I also decided to actually start buying stuffs to accessorize my apartment. For a really long time now I have had an idea to put some paintings/prints/photos on the wall. But thus far this idea never materialized because I was too lazy to shop around, haha. And so today I decided to actually start implementing this idea as I was already in the centrum anyway. I decided to buy a print of Joop Plasmeijer’s cheerful “Havengezicht” (Harbour View).

A print of Joop Plasmeijer’s paintings of Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Jetlag

Tema utamaku minggu ini adalah pemulihan. Ya begitu deh, berusaha untuk kembali ke ritme harianku setelah liburan dua minggu di California yang berakhir minggu lalu. Dan tantangan pemulihan terbesar yang harus aku hadapi minggu ini adalah jetlag! Haha 😆 .

Mungkin ini adalah jetlag terparah yang pernah aku hadapi deh. Aku rasa perbedaan waktu sebanyak sembilan jam antara California dan Amsterdam berperan di sini! Jetlagnya parah banget terutama awal minggu ini tetapi semakin membaik kok setiap harinya. Sekarang pun sebenarnya aku masih belum 100% pulih sih tetapi jetlag-nya sudah nggak separah itu lah, haha…

Utrecht

Hari Rabu kemarin aku dan seorang teman memutuskan untuk catch up di Utrecht. Ia telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjanya sehingga kami merasa perlu untuk ketemuan di Utrecht sebelum kontrak kerjanya berakhir. Ini juga karena kebetulan ada restoran/bar Belgia bernama Olivier yang terkenal banget di centrum dan kami belum pernah berkesempatan mencobanya sebelumnya karena tempatnya selalu ramai banget!

Olivier di Utrecht

Jadilah kami pergi ke Olivier jam 6 sore dan, seperti biasa, rame banget! Menurut pelayannya, kami harus menunggu 20-30 menitan sebelum ada meja yang tersedia. Kami nggak masalah dengan ini sih karena toh kami juga sudah bisa mulai memesan minum dari barnya kok sembari menunggu. Nah, kami berkesimpulan bahwa tempat ini dulunya gereja gitu karena ada piano organ besar di satu sisi ruangan dan patung Yosef dan Maria di sisi lainnya, haha.

Anyway, memang Olivier adalah tempat yang oke banget (jauuh lebih oke daripada restoran yang kami kunjungi di acara makan malam kami sebelumnya di Utrecht). Aku memesan menu daging sapi tenderloin medallions yang mana enak banget lho! Birnya juga enak, walaupun ini tentu tidak mengherankan karena namanya aja bir Belgia kan.

Beef tenderloin medallions-nya Olivier yang enak banget.

Sebuah hari Sabtu

Kantorku akan mengadakan pesta bertema minggu depan dan per pagi ini aku masih belum punya kostum untuk itu dong, yang mana setengahnya karena tema tahun ini agak sulit dan tidak begitu membuat excited sih, haha. Anyway, jadilah karena ini aku pergi shopping hari ini. Untungnya, aku mendapatkan ide untuk apa yang akan aku pakai di pestanya di H&M, dan “kostum”-nya langsung aku beli. Eh, sebenarnya lebih ke “outfit” sih daripada “kostum”, tapi ya biar aja lah ya 😛 .

Nah, selagi di centrum, aku juga memutuskan untuk akhirnya beneran memulai mendekorasi apartemenku. Sudah lama banget aku memiliki ide untuk menggantung lukisan/prints/foto-foto gitu di dinding. Tetapi selama ini ide ini belum terealisasikan sama sekali karena aku malas untuk keluar dan melihat-lihat, haha. Dan makanya hari ini ide ini aku materialisasikan karena toh sekalian aku sudah berada di centrum juga. Aku memutuskan untuk membeli sebuah print dari lukisan Havengezicht (Pandangan Pelabuhan)-nya Joop Plasmeijer yang warnanya ceria dan aku suka.

Sebuah print dari lukisan Amsterdamnya Joop Plasmeijer.