Big Days · Contemplation · Zilko's Life

#1970 – Seven Years in Europe

ENGLISH

My life in Europe, well, the Netherlands πŸ˜› , started on this day seven years ago, when I got off Garuda Indonesia’s Airbus A330-200 reg PK-GPI at Schiphol Airport as flight GA88 from Jakarta (via Dubai). A total random note: PK-GPI no longer flies for Garuda and is now operated by Chinese’s Beijing Capital Airlines with reg B-8221 πŸ˜› .

The seventhΒ year in retrospect

If last year I mentioned my sixth year was a big one for me, then the seventh year was even a bigger one!

I completed my PhD research this year and so now I can attach the title “PhD” or “Doctor” next to my name if I want to (Well, I earned this πŸ˜› ). I have also decided to leave academia and switch to industry, with me starting my new job in Amsterdam last October. On top of that, I bought myself an apartment earlier this year!

So I guess I do not need to explain why I say my seventh year was bigger than my sixth. In fact, it might be the biggest one since seven years ago. So maybe it is not really an exaggeration to say that I now feel the most “fulfilled” since the day I moved to Europe.

Travelling

Unsurprisingly, I also travelled a lot in the seventh year. I added two new European countries to my list this year, bringing the total to 25 with the addition of Romania and Greece. I also explored further several European countries I had visited before, with my visit to the German’s famous Christmas Market and the wonderful Cinque Terre in Italy. There were also several city trips which I did throughout the year.

I also went on two intercontinental trips this past year. The first one was to my dream destination: Sint Maarten in the Caribbean; and the second one was to Indonesia for Christmas and New Year, the first time I was in Indonesia for both events since I moved to Europe. Both trips were so much fun!

Going to the eighth

My eighth year appears to be like an exciting one at this point. I learned a lot during my seventh year, mainly because of my switch to industry, and I expect to learn even more in this coming year. Oh, and I also already have a few fun trips planned out at this point πŸ˜› .

So yeah, the eighth year indeed sounds like going to be an exciting one!! πŸ˜€

I got my PhD degree in my seventh year in Europe.

BAHASA INDONESIA

Kehidupanku di Eropa, ehm, di Belanda πŸ˜› , dimulai di hari ini tujuh tahun lalu, ketika aku turun dari pesawat Airbus A330-200nya Garuda Indonesia dengan rego PK-GPI di Bandara Schiphol sebagai penerbangan GA88 dari Jakarta (via Dubai). Btw, info random nih: PK-GPI tidak lagi terbang untuk Garuda loh dan sekarang dioperasikan oleh maskapai China, Beijing Capital Airlines, dengan regoΒ B-8221Β πŸ˜› .

Refleksi tahun ketujuh

JikaΒ tahun laluΒ aku sebutkan bahwa tahun keenam adalah tahun yang besar untukku, artinya tahun ketujuh ini adalah tahun yang lebih besar lagi!

Riset PhD (S3)-ku resmi aku selesaikan di tahun ini jadi sekarang aku bisa menambahkan gelar “PhD” atau “Doktor” ke namaku suka-suka gitu deh kalau aku mau (Jelas dong aku berhak untuk melakukan ini πŸ˜› ). Aku juga sudah memutuskan untuk meninggalkan dunia akademia dan pindah ke industri (dunia kerja “reguler”), dengan pekerjaan baru yang aku mulai bulan Oktober lalu di Amsterdam. Di atas itu semua, aku juga membeli sebuah apartemen awal tahun ini!

Jadi aku rasa aku tidak perlu menjelaskan mengapa aku bilang tahun ketujuh ini lebih besar daripada tahun keenam yah. Malahan, mungkin tahun ini adalah yang terbesar semenjak tujuh tahun yang lalu lho. Jadi mungkin tidak berlebihan pula jika kubilang aku merasa paling “komplit” semenjak aku pindah ke Eropa.

Jalan-jalan

Tidak mengherankan, aku juga banyak jalan-jalan dong di tahun ketujuh ini. Aku menambahkan dua negara Eropa baru ke daftarku tahun ini, sehingga totalnya menjadi 25 dengan tambahan Romania dan Yunani. Aku juga mengeksplor lebih dalam beberapa negara Eropa lainnya yang sudah pernah kukunjungi, dengan kunjunganku ke Christmas Market di Jerman yang terkenal banget itu dan Cinque Terre yang kece di Italia. Ada juga beberapa perjalanan city trips ke beberapa kota di sepanjang tahun.

Aku juga pergi dalam dua perjalanan antar-benua setahun belakangan ini. Yang pertama adalah ke tempat impianku: Sint Maarten di Karibia; dan yang kedua ke Indonesia untuk Natal dan Tahun Baru, pertama kalinya aku berada di Indonesia untuk Natal dan Tahun Baru semenjak pindah ke Eropa. Jelas keduanya seru banget!

Masuk ke tahun kedelapan

Sekarang, tahun kedelapan nampak akan menjadi tahun yang seru. Aku banyak belajar di tahun ketujuh, terutama karena kepindahanku ke industri, dan aku yakin aku akan belajar lebih banyak lagi di tahun yang akan datang ini. Oh, dan juga aku sudah merencanakan beberapa perjalanan yang seru nih πŸ˜› .

Jadi, ya, tahun kedelapan memang sepertinya akan menjadi tahun yang amat seru!! πŸ˜€

Advertisements
my apartment · Zilko's Life

#1959 -What I Like About My Apartment

ENGLISH

Some time ago I shared a couple of first world problemsΒ I had with my apartment. And so to balance things out, in this post I would like to share what I (really) like about it. Okay, there are many of reasons (otherwise why would I commit to the biggest purchase I have ever done, so far, in my life in the first place πŸ˜› ), and in this post I will start with one.

And that is that my apartment building is new. By new, I mean it was built in the 2000s. While this means that, indeed, from the outside it does not look like what you might picture of a Dutch house, probably something like this:

Buildings in Amsterdam centrum.

I actually prefer my apartment much better than those “cute” centuries-old Dutch buildings. Why?

First of all, as Barney Stinson’s one rule:


Yes, “new is always better”. Lol πŸ˜† .

In this particular case, especially, this rule is right. You see, science is progressing, even at exponential speed; which means people can build “better” (in whatever sense) buildings now.

My previous apartment in Delft was in the centrum and so it was built a few hundred years ago which, of course, made it look “cool” and very “Dutch”. However, while it was overall a nice apartment, to be honest I did not enjoy it at all during the hot summer days. Why? Well, my conjecture (based on my observation and experience) is that because old buildings appear to be designed to trap the heat inside (for winter time) and so this is exactly what they do. It became really, really uncomfortably hot during those days, even at night, due to the heat! I notice that new(er) buildings (also my previous apartment before that, which was built in the 1960s) tend to have better “air flow” in them, thus making them much more comfortable to live in during the summer as it was chill inside even without air conditioner.

Another “complaint” I have often heard from my colleagues living in old Dutch buildings in Amsterdam is that you would need to be “intimate” with your neighbours. In the sense that, well, they can hear any noise coming from your apartment and this means that the reverse is also true. If you know what I mean, lol πŸ˜† .

I know that I am quite a light sleeper so I would definitely much rather live in a soundproof apartment, haha πŸ˜† . And newer apartments tend to cater that need. The concrete structure is also a good barrier for noise!

Another common “problem” with old pretty Dutch houses in Amsterdam is: rodents! I had this problem in my first ever student studio apartment in Delft and I really, really hated it; even though the studio was relatively new. This was actually a point I made clear to my agent during my apartment hunt: I wanted a house with no rodents problem! Lol πŸ˜† (My agent’s wife bursted her laugh at the time, but she understood my concern). And of course, the best bet for that was new(er) buildings.

A new residential tower in Delft.

Beside, pretty buildings are high-maintenance as well, I believe. I mean, many of those in Amsterdam are also declared monuments. This means that even though you are the owner, you cannot just “renovate” your own place however you like as you would need to consult it first! I even heard sometimes this has to be settled at the court!

***

Well, despite all these, of course it does not mean that new apartment comes with no problems at all. I mean, just remember the mini renovation I had to do with my shower room not too long ago. But still, overall, I still believe there are more pros than cons with newer building than older one; especially when you plan to own it (or part of it)!!

BAHASA INDONESIA

Beberapa waktu yang lalu, aku menyebutkan dua first world problems yang berkenaan dengan apartemenku. Nah supaya adil, di posting ini aku akan menuliskan apa yang kusukai darinya. Oke, jelas ada banyak lah ya alasannya (nggak mungkin juga kan aku mau berkomitmen terhadap kesepakatan pembelian yang melibatkan nominal terbesar yang pernah kulakukan seumur hidup, sejauh ini, jika tidak πŸ˜› ), dan di posting ini aku mulai dengan salah satunya.

Yaitu bahwa gedung apartemenku adalah gedung baru. Dengan baru, maksudku gedungnya dibangun di tahun 2000an. Walaupun memang ini berarti dari luar penampakannya mungkin tidak seperti yang kalian bayangkan akan rumah-rumah Belanda, mungkin seperti ini:

Gedung-gedung di centrum-nya Amsterdam.

Aku sebenarnya malah lebih suka begini loh daripada gedung-gedung Belanda “kece” yang sudah berusia ratusan tahun itu. Kok begitu?

Pertama-tama, seperti satu aturannya Barney Stinson:


Yup, “new is always better“. Huahaha πŸ˜† .

Dan di kasus ini, aturan ini benar sekali. Jelas dong iptek terus berkembang maju, bahkan dengan laju eksponensial; yang mana artinya sekarang manusia bisa membangun bangunan yang “lebih baik” (dalam sudut pandang tertentu).

Apartemenku sebelumnya di Delft berlokasi di centrum yang berarti dibangun sekian ratus tahun yang lalu, sehingga memang penampakannya “kece” dan “Belanda” banget gitu deh. Namun, walaupun apartemennya nyaman, sejujurnya aku tidak terlalu bisa menikmatinya di hari-hari panas di musim panas. Mengapa? Konjekturku (berdasarkan observasi dan pengalamanku) adalah karena bangunan-bangunan tua itu sepertinya dulu didisain untuk memerangkap energi panas (untuk musim dingin) sehingga ya ini lah yang bangunannya lakukan. Sebagai akibatnya, apartemennya sungguh amat tidak nyaman untuk ditinggali di hari-hari musim panas itu, bahkan di malam hari, saking panasnya! Nah, aku perhatikan gedung-gedung yang (lebih) baru (juga apartemenku yang sebelum itu, yang dibangun di tahun 1960an) cenderung memiliki “aliran udara” yang lebih baik di dalamnya, sehingga jauh lebih nyaman untuk ditinggali di musim panas karena tetap terasa ademΒ bahkan tanpa AC.

Satu “komplain” lain yang kerap kudengar dari kolega-kolegaku yang tinggal di gedung-gedung Belanda tua di Amsterdam adalah mau tidak mau kita harus “intim” dengan tetangga-tetangga kita. Dalam artian, mereka bisa mendengar segala suara dari apartemen kita dan artinya yang sebaliknya juga berlaku. If you know what I mean, huahaha πŸ˜† .

Yah, aku kan memangΒ light sleeperΒ ya sehingga jelas aku lebih suka tinggal di apartemen yang kedap suara, haha πŸ˜† . Dan apartemen-apartemen baru cenderung memenuhi kebutuhan ini. Struktur betonnya juga berfungsi sebagai peredam suara yang baik!

Satu “masalah” umum lain dengan rumah-rumah tua Belanda di Amsterdam adalah: tikus! Aku memiliki masalah iniΒ di apartemen studio mahasiswa pertamaku di Delft dan aku sungguh, sungguh membencinya; walaupun studio itu relatif baru sih. Poin ini bahkan aku tegaskan ke agenku lho ketika di tahap pencarian apartemen: Aku tidak mau rumah yang ada tikusnya! Haha πŸ˜† (Istri dari agenku sampai tertawa loh waktu itu, tetapi ia paham banget dengan keinginanku ini kok πŸ˜› ). Dan tentu saja, untuk itu pilihan yang aman adalah gedung-gedung yang (lebih) baru.

Sebuah menara tempat tinggal bari di Delft.

Di samping itu, gedung-gedung cantik itu juga high-maintenance lah. Maksudku, banyak lho gedung-gedung itu di Amsterdam yang dideklarasikan sebagai monumen (mungkin seperti golongan “cagar budaya” gitu kalau di Indonesia). Ini artinya walaupun kita adalah pemilik rumah itu, kita tidak bisa seenaknya “merenovasi” rumah kita karena kita harus mengonsultasikannya dulu! Dengar-dengar bahkan urusannya bisa sampai di pengadilan juga!

***

Yah, walaupun begitu, tentu bukan berarti apartemen baru tidak memiliki masalah lah ya. Misalnya saja, renovasi mini yang mesti kulakukan di kamar mandiku belum lama yang lalu. Tetapi tetap saja, secara keseluruhan aku rasa lebih banyak keuntungan daripada kerugiannya dari tinggal di gedung yang baru; terutama jika kita berencana untuk memilikinya (atau sebagian darinya)!!

my apartment · Zilko's Life

#1952 – Apartment First World Problem

ENGLISH

Now that I live alone in my own apartment, obviously there are some practicality adjustments from when I still lived in Delft. Here was my previous housing situation in Delft: I rent a room in a house which I shared with three other housemates.

Far away

While my housemates and I shared the common areas (kitchen, bathroom, etc), obviously most of my stuffs were in my 16m2 room. And so if I needed anything, I did not need to walk that far to get it, haha.

But now that I live in my own apartment by myself, my stuffs are spread throughout the entire apartment! And so if I need some things, sometimes I have to walk quite far to get them; well, at least much further than back then in Delft! Lol πŸ˜†

Infrared stoves

My apartment is in a new building so that there is no gas supply. And so, instead of the common gas stoves, my apartment is equipped with infrared stoves (Btw, I never knew that infrared waves could be used to cook things priort to acquiring this apartment! Lol πŸ˜† ).

Anyway, I cooked with gas stoves for five years prior to moving to Amsterdam and I actually quite liked them. In my first two years in the Netherlands, though, I got induction stoves in my apartment. What I learned from that time is that I need to really regularly clean the glass surface to not let any residue crystalizes and hardens, because that would make it a nightmare to clean!!

So, yeah, now I must develop of cleaning my infrared stoves (which also have glass surface) regularly! Haha πŸ˜†

BAHASA INDONESIA

Dengan sekarang aku tinggal sendiri diΒ apartemen milikku, jelas ada beberapa penyesuaian dari ketika aku masih tinggal di Delft. Berikut ini situasi tempat tinggalku sebelumnya di Delft: aku menyewa satu kamar di sebuah rumah yang aku shared dengan tiga housemates lain.

Jauh

Walaupun housemates-ku dan aku jelas sama-sama menggunakan area umum di rumah itu (dapur, kamar mandi, dsb), jelas dong kebanyakan barangku berada di dalam kamarku yang berukuran sekitar 16m2. Jadi jika aku membutuhkan apa-apa, aku tidak perlu berjalan jauh untuknya, haha.

Nah, tapi sekarang dengan tinggal di apartemenku sendiri, barang-barangku jelas tersebar di seluruh penjuru apartemen! Jadi jika aku membutuhkan sesuatu, kadang aku harus berjalan jauh untuknya; yah, setidaknya lebih jauh daripada ketika di Delft! Haha πŸ˜†

Kompor infra-merah

Gedung apartemenku adalah bangunan baru yang tidak lagi tersambung dengan sistem suplai gas. Sebagai akibatnya, bukannya kompor gas yang mainstream itu, aku menggunakan kompor infra-merah di apartemenku (Btw, sebelum membeli apartemen ini, aku tidak pernah tahu loh bahwa gelombang infra-merah ternyata bisa digunakan untuk memasak! *Kemana ajaaa?* Hahaha πŸ˜† ).

Anyway, aku memasak dengan kompor gas selama lima tahun sebelum pindah ke Amsterdam dan aku menyukainya. Di dua tahun pertamaku di Belanda, apartemenku menggunakan kompor induksi sih. Yang aku pelajari dari waktu itu adalah aku harus membersihkan permukaan gelasnya itu secara rutin dan sering agar residu-residu kotorannya tidak mengeras. Ini karena kalau sudah mengeras, kotorannya jadi susah banget dibersihkan!!

Jadi iya nih, sekarang aku harus membiasakan untuk membersihkan kompor infra-merahku (yang memiliki permukaan gelas juga) secara rutin! Haha πŸ˜†

General Life · Zilko's Life

#1948 – A Visa and More Expenses

ENGLISH

A Visa

Aside fromΒ recovering my body after my three consecutive weekend trips, there was actually another reason why I have been “taking a break” from travelling lately. It was because I did not have my passport with me as I was applying for a visa!! Btw, of course, yes, travelling domestically within the Netherlands did not count πŸ˜› .

Anyway, I have been to the country which visa I was applying for a few times, though, so it was nothing new. And the country was: the United Kingdom πŸ˜€ .

In the past year or so, I notice there are quite a lot of flight tickets deals to the UK from the Netherlands. Of course, this was quite possibly related to Brexit, which made UK and its poundsterling suddenly cheaper to visit (mainly for mainland Eurozone Europeans). Btw, I last visited the UK in 2015, way before the Brexit, haha. But of course I could not immediately “take advantage” of this currency situation because I would need to submit a visa application first. So finally, this May I decided to just submit one, had my biometric information appointment in mid-June, and last week, I got my passport back with a visa stamped in it!

London, I am back this year!!

Yeay! Now I can start making plans for some visits there! You see, the UK is one of my most favorite European countries: I find it beautiful, (almost) everyone there speaks English (lol πŸ˜† ), generally I like the food, and London (whichΒ people speak with really sexy accent πŸ™ˆ ) is my most favorite European city. There are a few places I haven’t visited in the country and there are a few other places I would like to revisit. Even though too bad Singapore Airlines terminated its Munich – Manchester routeΒ last year.Β This fifth freedom routeΒ would have been a good opportunity for me to finally try Singapore Airlines. Well, we will see, I guess πŸ˜€ .

More Expenses

A mini renovation in the shower room not too long ago.

Anyway, do you remember how not too long ago I sighed about the flow of expenses (related to my apartment) that seemed to be never ending? At the moment, it still feels like so, haha πŸ˜† .

You see, as of recently I had to “splurge” some expenses onΒ mini-renovating my shower roomΒ (though this can actually be seen as a future investment as well, preventing me from a much worse situation and there were signs it was going down there at that time) and getting a new locking system (though this was totally my fault and was more of an emergency). The other day I also got the bill to pay this year’s waste and water-waste tax of my apartment to the tax department, haha.

And also, I just decided to enroll myself in a tennis club nearby, haha πŸ˜› . There were, of course, the membership fee, the registration fee, and the training fee. Though, again, this could be seen as a future investment for my health and sanity, lol πŸ˜† .

It has been a while since the last time I played tennis.

Okay, okay, to be honest I did feel like I made good expenses, i.e. they were all necessary and served for the better good. I even made a Spreadsheet program to accurately monitor how I was doing financially, and it turned out healthy and really fine. So I am okay about it. But still, at the same time I would also like to save and to, at least, “recover” my life savings to as how it was before the purchase of my apartment! Haha πŸ˜† .

BAHASA INDONESIA

Sebuah Visa

Di samping untukΒ memulihkan badanΒ setelahΒ tiga perjalanan akhir pekan berturutan, sebenarnya ada alasan lain mengapa aku “beristirahat” dari jalan-jalan akhir-akhir ini. Ini karena pasporku sedang tidak bersamaku karena aku sedang mengurus permohonan visa!! Btw, jelas dong, jalan-jalan di dalam negeri Belanda mah nggak aku hitung ya πŸ˜› .

Anyway, sebenarnya aku sudah pernah pergi beberapa kali ke negara yang visanya aku urus ini sih, jadi memang bukan negara baru. Dan negara ini adalah: Inggris Raya (United Kingdom/UK) πŸ˜€ .

Setahun belakangan ini, aku amati ada banyak promo tiket ke UK dari Belanda. Memang mungkin ini berkaitan dengan BrexitΒ yah, yang membuat UK dengan poundsterling-nya tiba-tiba lebih murah untuk dikunjungi (terutama bagi negara-negara Eurozone di daratan Eropa). Btw, terakhir kali aku ke UK adalah diΒ tahun 2015, sebelum Brexit, haha. Tetapi jelas aku tidak dapat langsung “menikmati” situasi nilai tukar mata uang ini karena aku harus mengurus permohonan visa dulu kan sebelum pergi ke sana. Nah, jadilah bulan Mei ini aku memutuskan untuk memasukkan satu, kemudian mengurus informasi biometriknya di pertengahan Juni, dan minggu lalu, aku mendapatkan pasporku kembali dengan visa tertempel di dalamnya!!

London, aku akan kembali tahun ini!!

Hore! Sekarang aku bisa mulai membuat rencana untuk pergi ke sana nih! Jadi, UK adalah salah satu negara Eropa favoritku: bagiku negaranya indah, (hampir) semua orang di sana bisa berbahasa Inggris (ya iya lah πŸ˜† ), secara umum aku juga suka makanannya, dan London (yang mana orang-orangnya berbicara dengan aksen yang seksi banget πŸ™ˆ ) adalah kota yang paling kusukai di Eropa. Ada beberapa tempat di sana juga yang belum pernah aku kunjungi dan ada beberapa lainnya yang ingin aku kunjungi kembali. Walaupun sayang banget nihΒ Singapore Airlines menutup rute Munich – Manchester-nya tahun lalu. Rute kebebasan kelimaΒ ini padahal adalah satu kesempatan yang oke untukku akhirnya mencoba terbang dengan Singapore Airlines. Yah, kita lihat saja deh, hehe πŸ˜€ .

Pengeluaran Lagi

Sebuah renovasi mini di kamar mandiku belum berapa lama lalu.

Anyway, mungkin pada ingatΒ tidak seberapa lama yang laluΒ aku mengeluh mengenai arus pengeluaran (yang berkaitan dengan apartemen milikku ini) yang nampaknya tidak berakhir? Yah, sekarang ini rasanya masih sama nih, haha πŸ˜† .

Jadi belum lama ini aku harus “berhura-hura” dengan melakukanΒ renovasi mini kamar mandikuΒ (walaupun ini bisa dipandang sebagai investasi masa depan sih, mencegah situasi yang lebih buruk dari kejadian dan sudah ada tanda-tanda ke sana waktu itu) dan juga mengganti sistem kunci apartemenku (walaupun ini adalah salahku sendiri sih dan lebih ke situasi darurat yah, haha). Selain itu, beberapa waktu yang lalu aku juga mendapat tagihan untuk membayar pajak limbah dan limbah air ke departemen perpajakan, haha.

Oh iya, aku baru saja memutuskan untuk bergabung di sebuah klub tenis di dekat apartemenku, haha πŸ˜› . Dan tentu saja ada yang namanya biaya keanggotaan, biaya registrasi, dan juga biaya latihan. Walaupun, lagi, ini bisa dipandang sebagai investasi masa depan sih untuk kesehatan dan kewarasanku, haha πŸ˜† .

Sudah lumayan lama nih nggak main tenis.

Oke, oke, sejujurnya aku merasa pengeluaran-pengeluaranku itu adalah pengeluaran yang baik sih, yaitu pengeluaran yang perlu dan toh semuanya demi kebaikan dan ada tujuannya. Plus, aku juga sampai-sampai membuat sebuah program di Excel untuk memonitor arus finansialku secara akurat, dan hasilnya toh masih sehat dan baik-baik saja kok. Jadi aku sebenarnya tidak begitu masalah deh dengannya. Hanya saja, di waktu yang sama kan aku juga ingin menabung ya dan “memulihkan” life savings-ku setidaknya seperti sedia kala sebelum membeli apartemen ini! Haha πŸ˜† .

 

General Life · my apartment · Zilko's Life

#1947 – A Mini Renovation and A Program

ENGLISH

Mini Renovation

About three weeks ago, I called a handyman to help me replace the old silicone joint in my shower room (obviously it was already old, dirty, and washed down). After the repair, the handyman told me that he recommended replacing some of the floor tiles because there was a crack on one of them which caused water to slip through making the bed underneath wet and thus causing the tiles to be “wobbly”. At the time the problem was still okay but it could get worse in months if I did not do anything about it.

Fast forward a few weeks earlier while showering, indeed once for a split second I felt like one of the tiles was “wobbly” while I was stepping on it, though at the time I thought it might be just in my head.

Fast forward a few months prior, I hired a contractor to examine the structure and physical condition of the apartment before committing to the purchase. Everything in the apartment was in good condition, except for the shower room where higher humidity was detected underneath the shower, possibly caused by the small tile crack. Indeed, the final report recommended me to replace the tiles once and for all to prevent the potential problem to be an actual one.

I did not tell the handyman any of the two prior knowledge; hence his recommendation was indeed an independent one based on his expertise. And so I finally decided that I wanted to replace some of the tiles. I made another arrangement with the handyman to do the work. The work took two days to complete because we would also need to let everything dry before sealing it.

A mini renovation in the shower room

I am sure this was the type of work I would have never been able to do by myself, haha, so I am glad I hired this handyman. Though, probably I could have made the job “cheaper” by buying the tiles myself before the work. However, the previous weekend was my resting weekend so I could not really go to any hardware store anyway, haha. Oh, well…

A Spreadsheet Program

You see, this obviously adds to the list of my expenses for the apartment! Haha πŸ˜† . Though, I do understand that this is also what comes with owning my own apartment and it actually is better to fix a problem before it gets worse; as it would have cost much more and also the headache that would come with that!

Anyway, so far I feel like I have been good with managing these expenses financially. However, I only do this “calculation” roughly so it does not allow me to do a full-look audit on my financial situation. To make the matter more complicated, I also have other variable spendings such as on travels and future travels, haha πŸ™ˆ.

And so, to be able to do a proper analysis and control, two weeks ago I decided to create an Excel spreadsheet program which breaks my expenses down to several (nested) categories, haha; which even allows me to know how much I save (or not) per month to the cents. The result looks good and healthy, thankfully, thus confirming my initial hunch πŸ˜› .

BAHASA INDONESIA

Renovasi Mini

Tiga minggu yang lalu, aku memanggil seorang tukang untuk membantuku mengganti plastik silikon di kamar mandiku (yang digunakan di persendian supaya air nggak merembes itu; dan jelas yang lama sudah tua, kotor, dan lapuk). Setelah pekerjaannya selesai, tukangnya merekomendasikanku untuk mengganti beberapa tegel di lantai ruang shower karena ada retakan di salah satunya yang memungkinkan air merembes ke bawahnya sehingga tegelnya menjadi “mengambang/goyah” gitu. Waktu itu masalahnya masih belum terlalu parah sih tetapi bisa memburuk dalam beberapa bulan jika tidak aku apa-apakan.

Nah, mundur ke suatu ketika beberapa minggu sebelumnya sewaktu sedang mandi, memang selama sepersekian detik aku merasa salah satu tegelnya “mengambang” gitu ketika menginjaknya, walaupun aku berpikir waktu itu mungkin hanya perasaanku saja, haha.

Mundur lagi ke beberapa bulan sebelumnya, aku menggunakan jasa sebuah kontraktor untuk mengecek struktur dan kondisi fisik apartemennya sebelum berkomitmen terhadap pembeliannya. Semuanya ternyata dalam kondisi yang baik, kecuali memang di kamar mandi dimana kelembaban yang agak tinggi terdeteksi dari bawah ruang shower, kemungkinan disebabkan oleh retakan kecil di salah satu tegelnya. Memang sih di laporan akhirnya, kontraktornya menganjurkan untuk mengganti tegelnya sekalian untuk mencegah potensi masalah ini menjadi masalah beneran.

Aku tidak memberi-tahu dua informasi ini ke si tukang; sehingga rekomendasinya memang adalah rekomendasi independen berdasarkan keahliannya. Dan jadilah aku memutuskan untuk mengganti beberapa tegelnya. Aku membuat janji lain dengan tukangnya untuk pekerjaan ini. Pekerjaan ini memakan waktu dua hari karena kami juga harus membiarkan pekerjaannya kering dulu sebelum menutupnya.

Renovasi mini di kamar mandi.

Aku yakin deh ini adalah tipe pekerjaan yang nggak mungkin banget aku kerjakan sendiri, haha, jadi aku lega deh aku mempekerjakan tukang ini. Walaupun kalau dipikir-pikir lagi bisa sih pekerjaannya aku buat “lebih murah” dengan membeli sendiri dulu tegelnya sebelum pekerjaan ini dimulai. Masalahnya, akhir pekan sebelumnya adalah akhir pekan istirahatkuΒ sehingga nggak sempat juga untukku pergi ke toko perangkat keras, haha. Ya sudah lah…

Sebuah Program Spreadsheet

Nah kan, tentu ini membuat daftar pengeluaran untuk apartemenku semakin panjang! Haha πŸ˜† . Walaupun aku paham sih bahwa ini adalah konsekuensi dari membeli apartemen dan sebenarnya lebih baik menyelesaikan masalah sebelum masalahnya menjadi semakin parah kan ya; karena kalau begitu biayanya juga semakin membengkak dan belum lagi pusingnya!

Anyway, untungnya sejauh ini aku merasa aku bisa mengatur pengeluaranku dengan baik kok secara finansial. Namun, “kalkulasi” ini aku lakukan secara kasar saja sehingga tidak memungkinkanku untuk melakukan audit mendalam terhadap kondisi finansialku. Situasinya juga lebih rumit karena ada beberapa pengeluaran variabel lainnya pula, seperti pengeluaran untuk jalan-jalan dan jalan-jalan yang mendatang, haha πŸ™ˆ.

Nah, jadilah supaya aku bisa melakukan analisa dan kontrol yang akurat, minggu lalu aku memutuskan untuk membuat sebuah program spreadsheet di Excel yang mengklasifikasikan semua pengeluaranku ke beberapa kategori (bertingkat), haha; yang juga memungkinkanku untuk menghitung berapa banyaknya yang kutabung (atau tekornya) hingga ke satuan sen. Hasilnya, untungnya, memang nampak sehat dan baik kok, sesuai dengan perkiraan awalku πŸ˜› .

my apartment · Zilko's Life

#1942 – When I Got Locked Out

ENGLISH

Aside from being the longest day of the year, this year’s summer solstice was also an “unusual” day for me due to an incident that occurred in the morning that day. I am sure you can guess what the incident was just by the title of this post.

Yeah, I got locked out of my own apartment. That morning I forgot to take the keys with me when leaving for work and with those automatic-locking doors, I was then “trapped” outside 😣.

The “Risk”

To be honest, I have always been aware of this risk. However, admittedly I took it for granted and relied on myself to always remember to take the keys with me. And prior to this incident, it was working well. I always consciously checked if I already got my keys before leaving the apartment. As it turned out, the biggest problem with this was the word “consciously”. There would be times where I wouldn’t act totally “consciously”, for instance when I was in a rush or if I was not feeling well.

A friend of mine had suggested me to keep a spare key somewhere else, though, just in case. But you know, I took it for granted and, though I fully agreed, never really did it.

The Solution

I immediately realized I made this big mistake just when I closed my apartment’s door. But it was a little too late as the door was already locked. I told myself to calm down (it was actually a good real “exercise” for me to not panic in an emergency and to think clearly) as there must be a solution.

I decided to still go to the office (thus risking having to open two locked doors (my door and the main entrance) without any keys). As I was googling for solutions, I learned that this was not a rare incident (obviously, haha) and found several locksmiths, some even claimed to be able to come within 30 minutes. I contacted one of them and made an appointment.

Luckily, one of my neighbours was home when I had the appointment so she could open the main entrance door for us, yeay! πŸ˜€ Anyway, my apartment building is a new one so it comes with the more modern and secure locking system. This, however, left the locksmiths no choice but to break my old locking system (so the door could be opened) and replace it with a new one. Damn. But I had no other choice, so …

In the end, the problem was eventually solved, though I also had to pay a price for that, which was a bill of almost €250 (including the new locking system with keys and tax). 😣

Well, lesson learned … the hard way!! 😣

Future Steps

Me being me, obviously I have been trying to figure out how to significantly lower down the risk of the incident from reoccurring.

So far, I have implemented two ideas:
1. As my friend suggested, I keep a spare key somewhere else. Where? Well, obviously a secret! I mean, come on!Β πŸ™ˆ
2. I put a nail next to my door to hang my keys, haha πŸ˜† . This would, hopefully, lower the chance of me acting “non-consciously” at least in regards to my keys.

So, have you ever encountered a similar incident? And can you share some tips?Β 

BAHASA INDONESIA

Di samping hari dengan siang terpanjang tahun ini, summer solstice tahun ini juga lah hari “tidak biasa” bagiku karena sebuah insiden yang terjadi di pagi harinya. Ah, bisa ditebak kok insidennya apa hanya dari judul posting ini.

Iya, aku terkunci di luar apartemenku sendiri. Pagi itu, aku lupa membawa kunciku ketika berangkat ke kantor sementara pintunya adalah pintu dengan kunci otomatis sehingga aku “terjebak” di luar deh 😣.

“Risiko” ini

Sejujurnya, sudah lama aku tahu akan keberadaan risiko ini. Namun, sejujurnya, memang aku meremehkannya dan bersandar kepada diriku untuk selalu ingat membawa kunci kemana-mana. Dan sebelum insiden ini, sistem ini bekerja dengan baik sih. Aku selalu sadar untuk mengecek apakah kunci sudah kubawa sebelum meninggalkan apartemen atau tidak. Ternyata, masalah terbesar dari sistem ini adalah di kata “sadar”. Pasti akan ada sekali waktu dimana aku berlaku tidak sepenuhnya “sadar”, misalnya ketika aku terburu-buru atau ketika sedang tidak enak badan.

Seorang temanku sudah menyaranku untuk menyimpan kunciku di suatu tempat lain sih, untuk jaga-jaga gitu. Tapi ya gitu deh, aku meremehkan risiko ini dan, walaupun sepenuhnya setuju, aku tidak pernah melaksanakannya.

Solusinya

Aku langsung menyadari kesalahanku begitu pintu apartemen aku tutup. Masalahnya, ini sudah terlambat karena pintunya sudah terkunci. Di waktu ini, aku berkata kepada diriku untuk tetap kalem (Insiden ini sebenarnya adalah “latihan” di situasi beneran yang bagus sih untukku, untuk tidak panik di situasi darurat dan tetap berpikir jernih) karena pasti ada solusinya.

Aku memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor (dan merisikokan harus membuka dua pintu yang terkunci (pintuku dan pintu utama apartemen) tanpa kunci). Ketika meng-google solusinya, aku menyadari bahwa ini bukanlah insiden yang langka (jelas lah kalau dipikir-pikir, haha) dan aku menemukan beberapa locksmiths (“tukang kunci” kah bahasa Indonesianya?), beberapa bahkan mengklaim bisa datang dalam waktu maksimal 30 menit. Aku mengontak salah satunya dan membuat janji dengannya.

Untungnya, salah seorang tetanggaku sedang di rumah di waktu perjanjianku itu sehingga ia bisa membukakan pintu utama apartemen untukku, hore! πŸ˜€ Anyway, gedung apartemenku adalah gedung baru sehingga sistem perkunciannya juga lah sistem yang modern dan lebih aman gitu. Masalahnya, dalam kasus ini, ini justru membuat locksmith-ku tidak memiliki pilihan lain selain merusak sistem kunci lamaku (sehingga pintunya bisa dibuka) dan menggantinya dengan yang baru. Sial. Tapi ya mau gimana lagi kan, ya sudah…

Pada akhirnya, masalah ini akhirnya terselesaikan juga, walaupun jelas ada harganya yaitu tagihan senilai hampir €250 (sekitar Rp 3,7 juta, termasuk sistem kunci yang baru berserta kunci-kunci baru dan pajak).😣

Yup, satu pelajaran baru … yang mesti kubayar mahal!! 😣

Langkah-langkah ke depan

Yang namanya Zilko, jelas aku sudah berpikir mencari cara bagaimana untuk menurunkan drastis risiko insiden ini terulang lagi nantinya.

Sejauh ini, aku sudah mengimplementasikan dua ide:
1. Seperti yang disarankan temanku, aku sekarang menyimpan kunci cadangan di tempat lain. Di mana? Ah, ya jelas rahasia doong, haha.Β πŸ™ˆ
2. Aku memasang paku tepat di samping pintu untuk menggantung kunciku, haha πŸ˜† . Ini, mudah-mudahan, mengurangi kemungkinanku untuk berlaku “tidak sadar” setidaknya dalam hal membawa kunci ketika pergi.

Nah, apakah ada yang pernah mengalami situasi serupa? Jika iya, adakah tips yang bisa dibagikan?Β 

General Life · Zilko's Life

#1931 – Netflix

ENGLISH

With my smart TV, I am now connected to Netflix. Even though back then I found the library to not be as large as I expected (I still do), to be honest, the experience has exceeded my expectation so far!

In my free time, I have the options to browse through the library and watch some movies or TV-shows. Of course, not all of themΒ are good. A few times I stumbled across the really bad ones, haha πŸ˜† . But hey, I finished them still which showed that Netflix “worked”.

I am quite surprised, though, that neither the sitcoms Friends or The Big Bang Theory are in the library. Especially with the latter, it would have been superΒ nice given that I have missed the last couple of seasons. Well, at this point I can just hope Netflix will add them in the future.

At least I have the entire nine seasons of How I Met Your Mother

On the other hand, I was also surprised by the range of some of its collections. For instance, there was even Big Bad Beetleborgs there! Haha πŸ˜† .

Overall, while it is nice to find some stuffs I am familiar with, there; I am actually more excited of the stuffs I am unfamiliar with. I am hoping to find some golden gems there. Though, now that I think about it, I worry (a little bit) this will take some of the fun of flying long-haul which one activity I like is to browse the plane’s IFE, which includes itsΒ movies library! Even though, on the other hand, with my Netflix I do not need to worry of a stranger (read: fellow passengers sitting nearby in a plane) judging me with my selection of movies πŸ˜› .

So, does any of you use Netflix as well? And what do you think about it?

BAHASA INDONESIA

DenganΒ smart TV-ku, sekarang aku terkoneksi denganΒ Netflix. Walaupun waktu itu aku merasa perpustakaannya tidak sebesar dan selengkap yang aku kira (aku masih merasa demikian sih), sejujurnya, pengalamanku sejauh ini telah lebih asyik daripada perkiraanku lho!

Di waktu senggangku, kini aku memiliki pilihan untuk membuka perpustakaannya dan menonton film atau acara TV apa gitu. Tentu saja, nggak semuanya bagus. Beberapa kali aku kedapatan yang jelek juga, haha πŸ˜† . Hey, tetapi toh aku menyelesaikan menontonnya kok jadi Netflix-nya “ampuh” juga kan ya.

Aku sedikit kaget, btw, bahwa sitcomΒ FriendsΒ atauΒ The Big Bang TheoryΒ tidak ada di perpustakaannya. Terutama yang kedua, padahal akan membantu banget karena aku kan telah melewatkan sekitar dua musim terakhirnya. Yah, untuk saat ini sih aku cuma bisa berharap Netflix menambahkan keduanya nanti.

Setidaknya aku memiliki keseluruhan sembilan musimnya How I Met Your Mother

Di sisi lain, aku juga dikagetkan dengan variasi koleksinya. Misalnya saja, Big Bad BeetleborgsΒ ada dong! Haha πŸ˜† .

Secara keseluruhan, walaupun rasanya asyik ada beberapa acara yang aku kenal di sana; sebenarnya aku lebih excited untuk acara-acara yang aku belum pernah tonton. Aku berharap untuk menemukan harta karun deh di dalamnya. Walaupun, kalau dipikir-pikir sekarang, ini (sedikit) mengkhawatirkanku akan mengurangi keseruan terbang jarak jauh dimana salah satu aktivitas favoritku adalah membuka-buka kanal IFEnya, yang mana termasuk perpustakaan filmnya! Walaupun, di sisi lain sih, dengan Netflix kan aku tidak perlu khawatir seseorang yang nggak aku kenal (baca: penumpang lain yang duduk di dekatku di pesawat) akan men-judge pilihan filmku kan ya. Huahaha πŸ˜† .

Nah, apakah ada yang menggunakan Netflix juga? Dan bagaimanakah pendapat kalian tentangnya?