#2083 – The Flights to Bordeaux

ENGLISH

I went on a weekend trip to Bordeaux in a weekend in early March. I have decided to split the story into two parts; with this post being the first one covering the part of the trip about the flights, haha…

First of all, unsurprisingly, I took an interesting routing on this trip. Here it was:

The routing to Bordeaux. Created with gcmap.com

Getting to Bordeaux

The first leg of the trip was with a KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BGB flight KL1263 to Nice. The flight was delayed by almost half an hour due to, apparently, a shortage of grounds baggage handlers today. I had quite a tight connection in Nice but half an hour wasn’t that much of a problem, as usually there was some buffer time already included in the schedule so there was some room for recovery.

Anyway, it was a pleasant KLM flight to Nice. Nice Cote D’Azur was one of my most favorite airports in the world mainly because of the beautiful scenery around it. On this flight, here was a view at one point just before landing:

Monaco

Yep, the entire country of Monaco! Hahaha 😆 . Anyway, as I thought, we recovered from the departure delay and actually landed at Nice Cote D’Azur Airport on time.

The inconvenient thing about having a connection in France, other than Paris-Charles De Gaulle, was that I had to exit the terminal and cleared security again, which took some time. I had about 10 minutes in the terminal which I spent at the Infinity Lounge. Then I went to the gate to board my second flight.

A HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLC

My flight to Bordeaux was operated with a HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLC. I was assigned seat 22C, which I initially wasn’t super happy about given it was an aisle seat AND at the back of the plane. But then, it turned out that somehow the entire rear cabin, from row 23 to 26, were literally empty, so I could move to whichever seat I would like! I found it quite strange though because all seats from row 1 to 22 were occupied! Anyway, so I moved to seat 23A.

An empty rear section on board HOP! Regional’s ERJ190 F-HBLC

Again, it was a pleasant short domestic flight with HOP!. I managed to sleep a little bit during the flight; and about one hour later we were flying above the city of Bordeaux and landed at runway 23.

Back to Amsterdam

The Air France Lounge at Bordeaux Airport turned out to be quite nice and comfortable, certainly much better than their lounge at Lyon Airport! And most appropriately, they served these as well:

Bordeaux red wine at Salon Air France at Bordeaux Airport

Haha 😛

Anyway, my Air France’s AF5372 flight to Lyon turned out to be quite unique and interesting. It would be operated by Air Explore, a Slovakian airline wet-leased by Air France to operate some of their domestic routes for HOP!. Today, this flight would be operated by their Boeing 737-800 reg OM-GEX which looked like this:

An Air Explore’s Boeing 737-800 reg OM-GEX in plain white livery

Yeah, a very boring plain white livery, haha 😆 . But I guess it wasn’t that unreasonable given Air Explore’s business model in the wet-leasing market. As Air France wet-leased this plane, the flight was operated by Air Explore’s crews even though the service was as per HOP!’s standard.

We were delayed by about 50 minutes, though. The flight itself was pleasant even though we encountered minor turbulences along the way due to the weather. The crews were nice but I could see they were still not quite used to with HOP!’s service standard yet. Well, I checked that it appeared to be their third day operating for HOP! so it wasn’t surprising to be honest.

Anyway, we landed about 45 minutes at Lyon but this wasn’t a problem to me because I had a 3 hour transit, haha. But not for some other passengers though who had to run to try to catch their connections.

KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGU

My last flight of this trip would be with a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGU to Amsterdam. Upon boarding, I was told by the gate agent that I had been upgraded to Europe Business Class, again! Haha 😆 . I was assigned an aisle seat, though.

After all passengers boarded, the captain announced that we were asked to remain on the ground for 30 minutes more due to poor weather condition at Schiphol which forced them to reduce the airport’s capacity. About 30 minutes later we were finally allow to depart, indeed the crew tried their best to make up the lost time as much as possible. The Boeing 737-700 didn’t need the entire runway length for take-off so we saved some time by taking off from about 1/3 into the 4,000 meter runway.

Anyway, after take-off, the dinner service was provided. The menu was quite “vegetarian” today where the main dish was a salad with beetroot burger. It was quite nice, though, and helped me fill my stomach as it was dinner time. I accompanied it with a bottle of sparkling wine (of course), haha 😀 .

The dinner service in Europe Business Class on board KLM flight KL1416

After dinner, a warm drink service was provided and, as usual, I asked for a green tea. Not long after, we were approaching Schiphol and landed at runway 18C. We parked at Gate D2, and I took the train to go back to Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Bordeaux di awal Maret. Aku putuskan untuk membagi ceritanya menjadi dua bagian; dengan posting ini adalah bagian yang pertama dimana aku fokus pada penerbangan-penerbangannya, haha…

Pertama-tama, tidak mengherankan, aku mengambil rute yang menarik untuk perjalanan ini. Berikut ini rutenya:

Rute ke Bordeaux. Dibuat dengan gcmap.com

Berangkat ke Bordeaux

Bagian pertama dari perjalanan ini adalah dengan Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BGB penerbangan KL1263 ke Nice. Penerbangannya terlambat sekitar setengah jam karena, ternyata, adanya kekurangan staf bagasi hari ini. Waktu transitku di Nice cukup ketat tetapi delay setengah jam tidak begitu masalah lah, apalagi kan di jadwal penerbangannya toh sudah dimasukkan buffer time sehingga penerbangannya masih bisa pulih dari delay ini.

Anyway, penerbangannya sendiri nyaman kok dengan KLM. Bandara Nice Cote D’Azur masih lah salah satu bandara terfavoritku di dunia karena pemandangan alam di sekitarnya yang kece banget. Di penerbangan ini, di satu waktu sebelum mendarat pemandangannya kayak gini loh:

Monako

Iya, satu negara Monako! Hahaha 😆 . Anyway, seperti yang kukira, kami beneran pulih dari keterlambatan tadi dan mendarat di Bandara Nice Cote D’Azur masih tepat waktu.

Nggak nyamannya dari transit di Prancis selain di Paris – Charles De Gaulle adalah aku harus keluar gedung terminalnya dan melewati pemeriksaan sekuriti lagi, yang mana tentu juga memakan waktu. Aku akhirnya hanya memiliki waktu 10an menit saja di terminalnya yang mana kuhabiskan di Infinity Lounge. Setelahnya aku langsung pergi ke gate untuk menaiki penerbangan lanjutanku.

Embraer ERJ190nya HOP! Regional rego F-HBLC

Penerbanganku ke Bordeaux dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya HOP! Regional dengan rego F-HBLC. Aku diberi kursi 22C, yang mana awalnya tidak begitu aku suka karena adalah kursi lorong dan lokasinya di bagian belakang pesawat. Tetapi ternyata malah bagian belakang kabinnya, dari baris 23 hingga 26, itu kosong melompong dong sehingga aku bisa pindah ke kursi mana pun yang kusuka! Rasanya aneh lho karena baris 1 hingga 22 di pesawatnya itu penuh! Anyway, jadilah aku memindahkan diri ke kursi 23A, haha.

Kabin bagian belakang ERJ190nya HOP! Regional rego F-HBLC yang kosong

Lagi, penerbangan ini adalah penerbangan domestik jarak pendek yang nyaman dengan HOP!. Aku tertidur sedikit di penerbangan ini; dan sekitar satu jam kemudian kami sudah terbang di atas kota Bordeaux dan kemudian mendarat di landasan pacu 23.

Kembali ke Amsterdam

Lounge Air France Lounge di Bandara Bordeaux ternyata cukup nyaman, dan jelas jauh lebih bagus daripada yang di Bandara Lyon! Dan selayaknya, mereka menyajikan ini juga:

Anggur merah Bordeaux di Salon Air France di Bandara Bordeaux

Haha 😛 .

Anyway, penerbangan Air France AF5372ku ke Lyon hari ini unik dan menarik loh. Penerbangannya akan dioperasikan oleh Air Explore, sebuah maskapai Slowakia yang di-wet-lease Air France untuk mengoperasikan beberapa rute domestik mereka untuk HOP!. Hari ini, pesawat Boeing 737-800 rego OM-GEX mereka digunakan, yang mana penampakannya kayak gini:

Boeing 737-800 rego OM-GEX milik Air Explore dengan livery putih polos.

Iya, livery pesawatnya putih polos yang mana boring abis ya, haha 😆 . Tapi aku rasa ini masuk akal juga sih mengingat model bisnisnya Air Explore yang memang bergerak di pasar wet-leasing pesawat. Karena Air France meng-wet-lease pesawat ini, penerbangannya juga dioperasikan oleh krunya Air Explore walaupun layanannya sih sesuai dengan standarnya HOP!. A

Penerbangannya terlambat sekitar 50 menit. Penerbangannya sendiri sih cukup nyaman walaupun penuh turbulensi kecil di sepanjang jalan karena alasan cuaca. Krunya sendiri oke tetapi bisa kulihat mereka masih belum terbiasa dengan standar layanannya HOP!. Yah, aku cek sepertinya memang hari itu baru lah hari ketiga mereka dengan HOP! sehingga nggak mengherankan sih ya.

Anyway, kami mendarat terlambat sekitar 45 menit di Lyon tetapi ini bukanlah masalah untukku karena waktu transitku 3 jam, haha. Tetapi tidak demikian bagi beberapa penumpang lain yang harus berlari mencoba mengejar penerbangan lanjutan mereka.

Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGU

Penerbangan terakhirku di perjalanan ini adalah dengan Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGU ke Amsterdam. Ketika naik pesawat, aku diberi-tahu bahwa aku di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa lagi! haha 😆 . Tetapi sayangnya aku diberikan kursi lorong sih.

Setelah semua penumpang naik, kapten penerbangan memberi-tahu bahwa sayangnya kami telah diminta untuk tidak berangkat dulu selama 30 menit karena cuaca buruk di Schiphol yang memaksa mereka untuk mengurangi kapasitas bandara. Sekitar 30 menit kemudian ketika kami diizinkan berangkat, krunya kemudian berusaha untuk mengurangi waktu keterlambatan ini semaksimal mungkin. Boeing 737-700 tidak membutuhkan keseluruhan panjang landasan pacunya Bandara Lyon untuk lepas landas sehingga kami menghemat waktu dengan mulai lepas landas dari sekitar 1/3 dari ujung landasan pacu sepanjang 4.000 meter itu.

Anyway, setelah lepas landas, layanan makan malam disajikan. Menu kali ini agak “vegetarian” dimana makanan utamanya adalah salad dengan burger beetroot.Rasanya lumayan juga sih dan cukup mengganjal perut di waktu makan malam ini. Oh, dan jelas untuk minumnya aku meminta sparkling wine lah ya, haha 😆 .

Layanan makan malam di Kelas Bisnis Eropa di penerbangan KL1416nya KLM

Setelah makan malam, layanan minuman hangat dibagikan dan, seperti biasa, aku meminta teh hijau. Tak lama setelahnya, kami mulai turun menuju Schiphol dan mendarat di landasan pacu 18C. Pesawat diparkir di gerbang D2, dan kemudian aku menaiki kereta kembali ke Amsterdam.

Advertisements

#1979 – AvGeek Weekend Trip #9 with An Air France’s Dreamliner

ENGLISH

In the last weekend of August, I went on an AvGeek Weekend Trip with the main purpose of flying an Air France’s brand new Boeing 787-9 Dreamliner on their short domestic Lyon – Paris-CDG sector. I actually took four flights on this trip (Amsterdam – Paris-CDG – Lyon vv). However, as the other three flights were just regular short-haul flights with Air France and KLM, in this post I will only focus on the trip’s main star, that was the flight with the Dreamliner.

AF 7641 (LYS– CDG)


Flight: Air France AF 7641
Equipment: Boeing 787-9 Dreamliner reg F-HRBA
ATD: 10:37 CET (Runway 17R of LYS)
ATA: 11:31 CET (Runway 08R of CDG)

After having breakfast at my hotel near the airport (the breakfast was great, btw), I went to the airport to check-in and retrieve my boarding pass. Then, I cleared the security check and waited for my flight at Lyon Airport’s underwhelming Air France lounge. I checked my Flightradar24 app to see which of the two Boeing 787-9 Dreamliner Air France would use on their domestic Lyon route today. I saw F-HRBB was leaving for London-Heathrow already so I figured it would be F-HRBA.

An Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner reg F-HRBA at Lyon Airport.

Long story short, at about 09:30 AM, F-HRBA landed at Lyon Airport and parked at the gate. Not long after, boarding commenced. I walked to the plane with excitement (haha) and settled onto my 10A seat in the Premium Economy cabin. Ah, yes, I was given a Premium Economy seat on this flight.

The Premium Economy cabin of Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner reg F-HRBA

It appeared to me that the flight was full. All seats in Business and Premium Economy were occupied, and I also saw a lot of passengers boarding to the Economy Class section. So as a result, boarding took some time to complete, haha. Meanwhile, of course I started to play around with the AVOD screen and selected some music for the short duration of the flight. Being the newest member of the fleet, obviously the AVOD PTV was Air France’s newest “Air France Touch”, the same one as what I found on my Boeing 777-300ER flight AF 117 from Shanghai to Paris earlier this year.

Bienvenue à bord

I tell you, it was so much fun to be able to use an AVOD PTV on an intra-European flight, let alone a European domestic flight! Haha 😆 . After boarding was completed, the door was closed and the plane was pushed back for departure. Obviously, the safety demo wasn’t done manually. Air France’s super chic and “so French” safety demo video was played on the screen:

Btw, this Air France’s safety demo video is one of my most favorite safety demo videos, btw. As you can see, it is so “French”, for instance stating that your seatbelt is not only for your safety, it also “elegantly highlights your waistline“, huahaha 😆 . And the general ambience of the video is so “French” with all the elegance and everything!

Taking off from runway 17R of Lyon Airport with an Air France’s Dreamliner

Anyway, we taxied to runway 17R and took off from there before making a u-turn north towards Paris. Overall, it was a really smooth flight with a Dreamliner. Not long after take-off, the snack service was distributed. It was just the standard Economy Class snack service, though; pretty much the service I would expect in Air France’s Premium Economy anyway.

The snack service on board the short-haul domestic Lyon – Paris route flight AF 7641 with a Dreamliner.

A feature of Boeing 787 Dreamliner is the super cool dimming window. And obviously I could also find this feature on F-HRBA!! Yep, no window shades were needed anymore as the windows could change their color and transparency!

I only used the AVOD PTV for the music (btw, the seat came with a noise-cancelling headphone, which was good!) and the super cool moving map; as I was constrained by the short duration of the flight. I also saw a wifi onboard sign even though I didn’t bother to check it, haha. Anyway, overall it was such a nice flight with an Air France’s Dreamliner!

An Air France Boeing 787-9 Dreamliner Premium Economy selfie

Time flew by when you were having fun. Suddenly, we were approaching Paris already, haha 😆 . We made a quick “tour” above Paris, though, where I could see the Eiffel Tower, Arc De Triomphe, and the famous Champs-Élysées from above. Really cool!! Anyway, we landed at runway 08R of Paris – Charles De Gaulle Airport. Here is the landing video:

The plane parked at a gate in Terminal 2E, Charles De Gaulle’s non-Schengen terminal as it would serve flight AF 334 to Montreal, Canada later today. But that meant that the domestic passengers from Lyon would somehow need to be transported to Terminal 2F. For that, they took us with buses, haha.

After arriving at Terminal 2F, I went to an Air France’s Schengen lounge to wait for my KLM flight back to Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Di akhir pekan terakhir bulan Agustus, aku pergi dalam sebuah perjalanan AvGeek Weekend Trip dengan tujuan utama terbang dengan pesawat baru Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France di rute domestik jarak dekat Lyon – Paris-CDG. Sebenarnya aku menaiki empat penerbangan di perjalanan ini (Amsterdam – Paris-CDG – Lyon pp). Namun, karena tiga penerbangan lainnya adalah penerbangan reguler jarak dekat dengan Air France dan KLM, di posting ini aku hanya akan fokus pada bintang utama perjalanan ini saja, yaitu penerbangan dengan Dreamliner.

AF 7641 (LYS– CDG)


Penerbangan: Air France AF 7641
Pesawat: Boeing 787-9 Dreamliner rego F-HRBA
ATD: 10:37 CET (Runway 17R of LYS)
ATA: 11:31 CET (Runway 08R of CDG)

Setelah sarapan di hotelku di dekat bandara (sarapannya enak, btw), aku pergi ke bandara untuk check-in dan mendapatkan boarding pass-ku. Lalu, aku melalui pemeriksaan sekuriti dan menunggu penerbanganku di lounge-nya Air France yang underwhelming itu di Bandara Lyon. Aku mengecek app Flightradar24-ku untuk mengetahui yang mana dari dua Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France yang akan digunakan di rute domestik Lyon hari ini. Aku lihat F-HRBB sudah berangkat ke London-Heathrow sehingga artinya aku akan mendapatkan F-HRBA.

Sebuah Boeing 787-9 Dreamliner milik Air France dengan rego F-HRBA d Bandara Lyon.

Singkat cerita, sekitar jam 9:30 pagi, F-HRBA mendarat di Lyon dan parkir di salah satu gate. Tak lama setelahnya, boarding dimulai. Aku berjalan ke arah pesawat dengan perasaan excited (haha) dan duduk di kursi 10A di kabin Premium Economy. Oh iya, aku diberikan kursi Premium Economy di penerbangan ini.

Kabin Premium Economy di dalam pesawat Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France dengan rego F-HRBA

Penerbangan ini nampaknya penuh. Semua kursi di kelas Bisnis dan Premium Economy penuh, dan aku lihat ada banyak sekali penumpang yang berjalan ke kelas Ekonomi ketika boarding. Sebagai akibatnya, boarding memang memakan waktu agak lama, haha. Untukku sih, aku menggunakan waktu ini untuk membuka layar AVOD di kursinya dan memilih beberapa musik untuk playlist pendek di penerbangan singkat ini. Yang namanya pesawat terbaru, jelas AVOD PTVnya adalah “Air France Touch”, yang terbaru milik Air France, dan sama seperti yang kutemui di penerbangan AF 117 dengan Boeing 777-300ER dari Shanghai ke Paris awal tahun ini.

Bienvenue à bord

Eh, sesuatu banget lho bisa menggunakan AVOD PTV di penerbangan intra-Eropa, apalagi di penerbangan domestik! Haha 😆 . Setelah boarding selesai, pintu ditutup dan pesawat didorong mundur untuk keberangkatan. Jelas, peragaan keselamatannya tidak dilakukan secara manual. Video peragaan keselamatannya Air France yang chick dan “Prancis banget” dimainkan di layar:

Btw, video peragaan keselamatannya Air France ini adala salah satu video peragaan keselamatan favoritku! Seperti yang bisa dilihat, videonya “Prancis banget”, misalnya menyebutkan bahwa sabuk pengaman tidak hanya menjaga keselamatan Anda, tetapi juga berfungsi untuk “meng-highlight lingkar pinggang Anda dengan elegan“, huahaha 😆 . Dan suasana umum videonya yang terasa “Prancis banget” dengan keelegannya dan semuanya lah pokoknya!

Lepas landas dari landasan pacu 17R Bandara Lyon dengan Dreamliner-nya Air France.

Anyway, pesawat berjalan menuju landasan pacu 17R dan lepas landas dari sana sebelum kemudian berputar ke arah utara untuk menuju Paris. Secara umum, penerbangan ini adalah penerbangan mulus dengan Dreamliner. Tak lama setelah lepas landas, layanan snack diberikan. Layanannya sesuai standar di kelas Ekonomi sih; yang mana toh level yang juga aku jangka dari kelas Premium Economy-nya Air France.

Layanan snack di penerbangan domestik jarak dekat Lyon – Paris penerbangan AF 7641 dengan pesawat Dreamliner.

Satu fitur Boeing 787 Dreamliner adalah jendelanya yang bisa gelap sendiri yang keren banget itu. Dan jelas dong fitur ini juga bisa ditemukan di F-HRBA!! Iya, penutup jendela mekanik nggak diperlukan lagi deh soalnya jendelanya bisa berganti warna dan transparansi sendiri!

AVOD PTVnya hanya kugunakan untuk musik saja (btw, kursinya juga dilengkapi dengan noise-cancelling headphone, yang mana kualitasnya lumayan lho!) dan peta yang keren banget itu; karena toh waktuku terbatas kan dengan durasi singkat penerbangan ini, haha. Aku lihat sebenarnya pesawatnya dilengkapi dengan wifi juga tetapi aku tidak sempat mengeceknya. Secara keseluruhan, penerbangan ini adalah penerbangan yang mengasyikkan dengan Dreamliner-nya Air France!

Selfie Premium Economy wajib di Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France

Waktu berlalu cepat ketika kita merasa senang. Tiba-tiba saja, pesawat sudah mendekati Paris dong, haha 😆 . Sebelum mendarat, pesawat “tur” singkat dulu di atas kota Paris, dimana aku bisa melihat Menara Eiffel, Arc De Triomphe, dan Champs-Élysées yang terkenal itu dari atas. Keren dah!! Anyway, kami mendarat di landasan pacu 08R Bandara Paris – Charles De Gaulle. Berikut ini video pendaratannya:

Pesawat diparkir di Terminal 2E, terminal non-Schengennya Bandara Charles De Gaulle karena pesawatnya akan digunakan untuk melayani penerbangan AF 334 ke Montreal, Kanada siangnya. Tetapi ini berarti penumpang domestik dari Lyon harus ditransportasikan ke Terminal 2F. Untuk itu, beberapa bus mereka gunakan, haha.

Setelah tiba di Terminal 2F, aku pergi ke lounge Schengen-nya Air France untuk menunggu penerbangan KLMku kembali ke Amsterdam.

#1974 – Yet Another Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram followers (@azilko) have known, I went on yet another weekend trip this weekend! Haha 😛 . This time, it was the next edition of my AvGeek Weekend Trip this year.

The idea behind this trip came three months ago, on my way back from Lyon to Amsterdam via Paris during the Lyon part of my Early Summer 2017 Weekend TripS series. At the time, I was waiting for my Lyon – Paris AF 7645 flight at an Air France’s lounge at the airport when I saw this brochure:

😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

Yep!! As it turned out, this summer Air France was going to operate one of its daily domestic Paris – Lyon (vv) flights with their new Boeing 787-9 Dreamliner!! 😍 This gif sums up my reaction at the time:

Super exciting, no? A short domestic flight on a wide-body! On top of that, I had never flown a Boeing 787-9 before. I have flown Boeing 787 twice though, but both with the Boeing 787-8 series: Japan Airlines’ flight JL416 from Paris-CDG to Tokyo-Narita two years ago and LATAM Chile’s fifth freedom flight LA704 from Madrid to Frankfurt last year (in business class). Actually, I would lose my Boeing 787-9 virginity later in the year anyway nonetheless (A bit of a teaser of a big trip I am planning on this year. Still not the right time to share yet, though 😛 ); but it was still nevertheless nice to do it earlier, no? Haha 😜

So the next day after returning from that early summer weekend trip, I browsed for a possibility and I found a return ticket involving the 787 flight with reasonable price and schedule; though I would need to spend a night in Lyon (Airport), though. But it was not a problem so I immediately booked it! Haha 😆 . Yep, finally I was going to fly my second ever domestic flight with a wide-body (the first time being with ANA’s Boeing 777-200 flight NH553 from Tokyo-Haneda to Hakodate two years ago)! :mrgreen:

Yes, so indeed this photo pretty much sums up this weekend of mine:

An Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner reg F-HRBA

But it turned out that it did not stop there. For this domestic flight, I was given a Premium Economy seat!! (Premium Economy is a new class between economy and business class. I have flown Air France’s (older) Premium Economy product once two years ago on the 9 hours Mumbai-Paris flight, btw). Actually at the time of check-in, there was (paid) possibility to switch to a (real) business class seat. However, none of the available seat were window seats so I did not consider that option, haha.

An Air France Boeing 787-9 Dreamliner Premium Economy selfie

So to sum up my weekend: an avgeek weekend trip, a domestic flight with a wide-body, a Premium Economy seat, and a new plane type for my logbook. Indeed it has been a really fun weekend to me!!

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan lagi loh kemarin ini! Haha 😛 . Kali ini, perjalanan ini adalah edisi selanjutnya dari seri AvGeek Weekend Trip-ku tahun ini.

Perjalanan ini lahir dari sebuah kejadian tiga bulan yang lalu, ketika aku sedang dalam perjalanan kembali dari Lyon ke Amsterdam bia Paris di bagian Lyon dari seri Early Summer 2017 Weekend TripS-ku. Waktu itu, ketika sedang menunggu penerbangan AF7645 Lyon – Paris di lounge-nya Air France, aku melihat brosur ini:

😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

Yep!! Ternyata di musim panas ini Air France akan mengoperasikan salah satu dari penerbangan harian domestik Paris – Lyon (pp)-nya dengan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner mereka yang baru!! 😍 Gif berikut merangkum reaksiku waktu itu:

Seru banget kan? Penerbangan domestik jarak dekat dengan pesawat berbadan lebar! Di samping itu, aku kan belum pernah terbang dengan Boeing 787-9 sebelumnya. Aku sudah pernah terbang dengan Boeing 787 dua kali sih, tetapi keduanya adalah dengan seri Boeing 787-8: penerbangannya Japan Airlines JL416 dari Paris-CDG ke Tokyo-Narita dua tahun lalu, dan penerbangan kebebasan kelimanya LATAM Chile LA704 dari Madrid ke Frankfurt tahun lalu (di kelas bisnis). Sebenarnya, toh aku tetap akan terbang dengan Boeing 787-9 untuk pertama kalinya juga tahun ini sih bagaimanapun juga (Sedikit bocoran mengenai sebuah perjalanan besar yang sudah kurencanakan untuk tahun ini. Tapi sekarang masih belum saatnya untuk kuceritakan nih 😛 ); tetapi tetap lebih asyik untuk bisa terbang lebih awal kan ya? Haha 😜

Jadilah keesokan harinya setelah kembali dari perjalanan awal musim panas itu, aku mencari-cari kemungkinannya dan aku menemukan tiket pp yang melibatkan penerbangan dengan 787 itu yang mana harga tiketnya masih bersahabat dan jadwalnya juga ok; walaupun aku harus menginap semalam di (Bandara) Lyon sih. Tetapi ini jelas bukan lah masalah dan tiketnya langsung aku beli! Haha 😆 . Iya, akhirnya aku akan terbang dengan penerbangan domestik dengan pesawat berbadan lebar untuk kedua kalinya (yang pertama adalah di penerbangan NH553 dari Tokyo-Haneda ke Hakodate-nya ANA dengan pesawat Boeing 777-200 dua tahun lalu)! :mrgreen:

Yup, jadi memang foto berikut ini merangkum akhir pekanku kemarin ini:

Sebuah Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France dengan rego F-HRBA

Tetapi ternyata keseruannya tidak berhenti di situ. Untuk penerbangan domestik ini, aku diberikan kursi Premium Economy dong!! (Premium Economy adalah kelas baru di antara kelas ekonomi dan bisnis. Kebetulan aku sudah pernah terbang dengan kelas Premium Economy (lama)-nya Air France sekali dua tahun yang lalu di penerbangan 9 jam dari Mumbai ke Paris, btw). Sebenarnya sewaktu check-in, ada pilihan (berbayar) untuk pindah ke kursi kelas bisnis. Namun, waktu itu tidak ada kursi jendela yang tersedia sehingga pilihannya tidak aku hiraukan, haha.

Selfie Premium Economy-nya Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France.

Jadi, untuk merangkum akhir pekan ini: sebuah perjalanan avgeek weekend trip, sebuah penerbangan domestik dengan pesawat berbadan lebar, kursi Premium Economy, dan satu tipe pesawat baru untuk logbook-ku. Jadi memang akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru!!

#1939 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part I: Lyon)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Lyon

Obviously, I chose not to fly direct to Lyon, haha. In fact, on both ways I had a transit at Paris-CDG. In general, all the flights were standard short-haul flights with Air France so I would not get to too much details here. There was only one “incident” on my way to Lyon that worth sharing, haha 😛 .

I had quite a tight connection at Paris-CDG, at only 50 minutes. So obviously I was not happy to find out that the departure of my flight AF1741 was delayed by 20 minutes! But it did not end there. Once all passengers boarded, the captain announced that Schiphol was very busy at the time and we only got a clearance for departure in another 20 minutes! The string of delays still did not finish here. When we finally left the terminal, it turned out we got a departure slot at:

Runway 36L aka the Polderbaan

Yes, the friggin’ Polderbaan So all in all, consequently we took off from Schiphol one hour (!) behind schedule.

But there was nothing I could do so I just tried to relax (and order some wine on board, lol). Though, I wasn’t all that worried. I already checked online and I found that Air France had a scheduled evening flight to Lyon from Paris-CDG later today. So even in the worst case scenario, I figured they would bump me into that flight. Sure it would cause some inconvenience in terms of my arrival time in Lyon, but I had been to Lyon before anyway so there would be not much that I would miss.

A small bottle of wine to enjoy the moment.

Anyway, 50 minutes later we landed at runway 09L of Paris-CDG. I walked briskly once I deboarded about 5 minutes before the scheduled departure of my connecting flight, on the slightest hope that my connecting flight would probably be delayed too. I checked the transit monitors and went to my gate.

And I found it surprising that my gate was the same gate that I just got off from. Yep, as it turned out, my connecting flight to Lyon would be operated with the same airplane (even with the same crew set)! This was the first time ever I took these kind of flights! Lol 😆 . So consequently the flight to Lyon was also delayed by around 45 minutes! Yep, at the end, everything worked out well (for me)! 😛

I took two different flights (AF1741 and AF7646) with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXA today!

Once all passengers to Lyon boarded, the captain apologized for the delay and explained this was due to late arrival from Amsterdam. Well, I could testify for that! Lol 😛 .

Lyon

Lion selfie in Lyon

It worths mentioning that this trip took place during a very warm weekend in Europe; and this was also true for Lyon. It was really warm when I was there, where the temperature came close to 30°C or so, haha. Despite this, though, obviously I still managed to get around the city, haha 😆 .

I bought a daily public transpotation card to get around Lyon. I stayed near Gare Part Dieu and that was quite some distance from Vieux Lyon (Old Lyon), the most attractive (and touristy) part of the city. Obviously I was not planning to walk there because of the temperature, lol 😆 . The Lyonese trams looked really cool, though. Here is one of them:

A Lyonese tram

Anyway, unsurprisingly it was a busy weekend in Lyon where the Vieux Port was full of people (read: tourists)! I crossed both the Rhone and Saone rivers and walked around the old town. After lunch, I took the funicular to the top of the Fourviere Hill here Lyon’s Notre Dame Basilica was located. The small park next to the basilica provided good bird’s eye view of the city too.

Notre Dame Fourviere in Lyon

I looked at the map and Theatre Gallo-Romains did not look very far away from the basilica. Fortunately this turned out to be true because I decided to walk there, haha 😆 . This Roman theatre appeared like how I remembered it from 2014, it was very well-preserved.

Theatre Gallo-Romains

From there, I took the other funicular line down back to Vieux Lyon. At this point, I felt like I had walked enough and it was really warm anyway, so I decided to: shop! Haha 😆 . Even at one point I decided to just go to the big mall near Gare Part Dieu because it had air-conditioner in it, haha 😆 .

The Food

Lyon is known as the gastronomy capital of France, so obviously food was one main element of this trip, haha, even though I did not go to any Michelin-starred restaurant, unlike the last time.

One dish which I did not have the chance to try the last time I was in Lyon was quenelle de brochet. And so I told myself to not miss it this time around (and gave it a go to miss the andouillette, another Lyon’s specialty, because I was traumatized by the mustard sauce the last time I had it (I hate French mustard)). Anyway, the quenelle tasted good. I would probably not call it my most favorite dish ever because I found the sauce to be really creamy and heavy, but it was definitely much better (for me) than andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Another dish surprised me, btw, because (1) it was, obviously, really good and (2) I told myself why I never thought about it before. It was a “fillet de canard” (duck breast) steak. Really, it tasted very good!! In fact, maybe I will try to cook one myself soon! Hmm 🤔

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke Lyon

Jelas dong aku tidak terbang langsung dari Amsterdam ke Lyon, haha. Di kedua arah, aku transit dulu di Paris-CDG. Secara umum, semua penerbangannya adalah penerbangan standar jarak dekat dengan Air France sehingga aku tidak akan merincinya di sini. Hanya saja, ada satu “insiden” di perjalanan keberangkatanku ke Lyon yang layak diceritakan 😛 .

Waktu transitku cukup ketat di Paris-CDG, hanya 50 menit saja. Jadi jelas aku merasa tidak terlalu senang ketika tahu bahwa penerbangan AF1741ku dijadwalkan berangkat terlambat 20 menit hari ini! Masalahnya lagi, ternyata berita buruknya belum berakhir. Setelah semua penumpang naik pesawat, pilot mengumumkan bahwa Bandara Schiphol sangat sibuk waktu itu sehingga kami baru mendapatkan giliran untuk berangkat 20 menit kemudian! Disini pun masalahnya masih belum berakhir pula. Setelah akhirnya pesawat bergerak, ternyata keberangkatan kami adalah dari:

Landasan pacu 36L alias Polderbaan

Iyaa, Polderbaan laknat itu Semua ini mengakibatkan kami lepas landas satu jam (!) di belakang jadwal.

Berhubung toh semuanya di luar kuasaku, ya sudah aku pasrah saja dan berusaha santai (dan memesan wine dong di pesawat, haha). Tapi aku memang tidak begitu khawatir sih. Aku sudah cek di internet bahwa hari itu Air France memiliki penerbangan malam ke Lyon dari Paris-CDG. Jadi andaikata skenario terburuk terjadi, aku cukup yakin Air France akan memindahkanku ke penerbangan itu. Memang sih ini akan mengakibatkan sedikit ketidak-nyamanan dalam hal waktu tibaku di Lyon, tetapi toh aku sudah pernah ke Lyon sebelumnya jadi tidak terlalu banyak lah yang akan kulewatkan.

Sebotol kecil wine untuk memasrahkan diri kepada situasi.

Anyway, sekitar 50 menit kemudian kami mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris-CDG. Aku berjalan cepat-cepat begitu keluar dari pesawat sekitar 5 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan lanjutanku, dengan berbekal harapan amat kecil penerbanganku selanjutnya mungkin terlambat juga, haha. Aku kemudian mengecek layar monitor transit di bandara untuk mengetahui gerbang keberangkatannya.

Aku cukup kaget ketika melihat bahwa gerbangnya adalah gerbang yang sama dari mana aku baru saja keluar. Iya, ternyata, penerbanganku ke Lyon akan dioperasikan dengan pesawat yang sama (bahkan dengan set kru yang sama)! Ini adalah kali pertama aku mengalami kejadian begini nih! Haha 😆 . Jadilah akibatnya penerbangan ke Lyon juga kena delay selama 45 menit! Iya, pada akhirnya, semuanya baik-baik saja (untukku)! 😛

Aku menaiki dua penerbangan berbeda (AF1741 dan AF7646) dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXA ini hari ini!

Setelah semua penumpang tujuan Lyon naik pesawat, pilotnya meminta-maaf atas keterlambatan ini dan menyebutkan ini disebabkan oleh keterlambatan penerbangan sebelumnya dari Amsterdam. Yah, aku bisa kok bersaksi untuk pernyataan ini! 😛

Lyon

Lion selfie di Lyon

Relevan untuk disebutkan bahwa perjalanan ini berlangsung di akhir pekan yang amat panas di Eropa; dan di Lyon juga demikian. Panas banget deh ketika aku di sana, dimana suhu udaranya mencapai 30°C, haha. Walaupun begini, toh aku masih sempat jalan-jalan di kotanya, haha 😆 .

Aku membeli tiket harian transportasi umum untuk berkeliling Lyon. Aku menginap di dekat Gare Part Dieu yang berjarak cukup jauh dari Vieux Lyon (Lyon Tua), bagian paling kece (dan paling penuh turis) dari Lyon. Jelas, aku ogah berjalan-kaki kesana apalagi lagi panas-panasnya begini, haha 😆 . Btw, disain tram di Lyon keren-keren loh. Berikut ini salah satunya:

Sebuah tramnya Lyon

Anyway, tidak mengherankan akhir pekan ini ramai banget di Lyon dimana Vieux Portnya penuh orang (baca: turis)! Aku menyebrangi kedua sungai Rhone dan Saone dan berjalan-kaki keliling kotanya. Setelah makan siang, aku naik funicular ke atas bukit Fourviere dimana Basilika Notre Dame-nya Lyon berada. Dari taman kecil di samping basilikanya kita bisa melihat pemandangan Lyon dari atas.

Notre Dame Fourviere di Lyon

Aku lihat di peta dan Teater Gallo-Romains nampak tidak jauh dari basilikanya. Untung ini benar karena aku memutuskan untuk berjalan-kaki kesana, haha 😆 . Teater Romawi ini masih seperti yang kuingat dari tahun 2014, sungguh terawat dengan amat baik.

Teater Gallo-Romains

Dari sana, aku menaiki funicular lain untuk turun kembali ke Vieux Lyon. Aku merasa sudah cukup jalan-jalannya dan toh udaranya panas banget, jadilah aku memutuskan untuk: shopping! Haha 😆 . Bahkan di satu waktu aku memutuskan untuk ngemall aja loh di sebuah mall besar di dekat Gare Part Dieu yang dilengkapi dengan AC, haha 😆 .

Makanannya

Lyon dikenal sebagai ibukota kulinernya Prancis, jadi jelas makanan adalah satu elemen penting dari perjalanan ini, haha, walaupun aku tidak pergi ke restoran berbintang Michelin sih kali ini, tidak seperti yang lalu.

Satu menu yang tidak sempat aku cobain ketika terakhir kali aku di Lyon adalah quenelle de brochet. Jadilah aku berencana untuk tidak melewatkannya kali ini (dan tidak berkeberatan untuk melewatkan andouillette, sebuah makanan khasnya Lyon yang satunya, karena aku trauma dengan saus mustard-nya waktu itu (aku tidak suka mustard Prancis!)). Anyway, quenelle-nya enak juga ternyata. Mungkin aku tidak akan mengklaimnya sebagai masakan terfavoritku karena aku merasa sausnya creamy dan “berat” banget, tetapi (untukku) tetap jauh lebih enak daripada andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Satu menu mengagetkanku, btw, karena (1) jelas, rasanya enak banget dan (2) Kok aku nggak kepikiran sebelumnya ya? Haha. Menu ini adalah steak “fillet de canard” (dada bebek). Beneran loh, rasanya enak banget!! Malahan, aku berpikir untuk sekali-sekali mencoba membuatnya sendiri nih! Hmm 🤔

#1906 – AvGeek Weekend Trip #7 (AMS – CDG – LYS – AMS)

ENGLISH

In mid-March, I went on another Avgeek Weekend Trip. At the time I wasn’t sure whether I would write the story or not. Well, as it turned out, I have decided that I would 😀 .

My routing this weekend. Created with gcmap.com

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

While boarding for my Amsterdam-Paris flight AF1341 was on time, I felt a little bit anxious today because it took awhile to complete. You see, my connecting time in Paris was only 50 minutes and two years ago this short transit time backfired on me. At the time I missed my connecting flight in Paris due to delayed departure from Amsterdam (because of de-icing).

The first flight today was with this Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD

Anyway, the flight today was operated with Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD. And, as usual, it was a regular pleasant Amsterdam – Paris flight. As the last time, I felt like the complimentary snack service on board an Air France’s mainline short-haul European flight had decreased in quality a little bit.

The complimentary snack on board flight AF1341. The snack used to be better. This was like HOP!’s level of service last year.

Thank to the buffer time in the schedule, we only got in Paris 5 minutes late. It was not bad at all given that my connecting flight would depart from the same pier.

But then, as it turned out, my connecting Paris – Lyon flight AF7644 was delayed for about 1 hour due to technical problem! Lol 😆 . They had to find a replacement aircraft, which meant they would have to “downgrade” the flight from an A321 to an A320 that was smaller. Consequently, a few passengers were called in the gate, presumably because they needed to be moved to some other flights because of this downgrade. Thankfully, I wasn’t one of them.

Lunch at Air France’s Lounge at Paris-CDG

Anyway, I used this now extra time to have lunch at an Air France’s lounge. The lounge at the pier was closed due to some renovation work so I had to go to the lounge in the next pier. Due to capacity constraint, they did not let qualified passengers to invite guests into the lounge, which infuriated one guy in front of me.

When it was boarding time, I went to the gate. And for the first time ever, my flight would depart from a remote stand of Paris – Charles De Gaulle Airport!! 😍 So they had to take the passengers to the plane with buses, and we got to board via stairs! 😀

Second flight today with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. We gotta board via stairs!

The flight today would be operated with an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. I was originally seated in seat 1A but I was asked to move to seat 1C because I had two toddlers and their mother sitting next to me, and the older toddler would need to sit in a window seat 😣. Anyway, it was another regular flight to Lyon.

At Lyon Airport, I checked-in for my flight back to Amsterdam. After passing security, I went to an Air France’s salon there. I just intended to ask whether the lounge after immigration still welcomed SkyTeam Elite Plus passengers (It did in August, see AvGeek Weekend Trip #4). Luckily I asked because apparently it did not anymore, even though the attendant did not seem to be really sure about it.

Artsy stuff at Lyon – St. Exupery Airport

I waited there a little bit, but then I was bored. You see, Air France’s lounge at Lyon Airport was really underwhelming (read AvGeek Weekend Trip #3). And so I decided to leave, pass the immigration, and try my luck at the lounge after that. It turned out the attendant was correct, the lounge no longer took SkyTeam Elite Plus passengers 😦 . As there was no way to go back to Air France’s lounge, I just waited at the departure hall.

Third flight today with this KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB.

The flight back to Amsterdam would be operated with a KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB. It went on time, really smooth, very efficient, and pleasant; just like any other typical KLM flight 🙂 . Just after 19:30, I was already back at Schiphol, haha 😆 .

I had dinner at the airport before heading back to Delft. And here, this short AvGeek Weekend Trip of mine ended 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Pertengahan Maret lalu, aku pergi dalam sebuah Avgeek Weekend Trip yang lain. Waktu itu aku nggak yakin apakah ceritanya akan kutulis atau tidak. Ternyata, aku ada waktu sekarang sehingga aku akan menceritakannya 😀 .

Ruteku akhir pekan ini. Kubuat dengan gcmap.com

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

Walaupun boarding penerbangan AF1341 Amsterdam-Parisku berlangsung tepat waktu, aku sedikit merasa was-was karena prosesnya berlangsung lama. Begini, waktu transitku di Paris hanya 50 menit saja dan dua tahun lalu waktu transit yang singkat ini membawa pengalaman buruk. Waktu itu, aku ketinggalan penerbangan koneksiku di Paris akibat terlambatnya keberangkatan dari Amsterdam (akibat de-icing).

Penerbangan pertama hari ini adalah dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAD ini

Anyway, penerbangan hari ini akan dioperasikan dengan Airbus A321-100nya Air France dengan rego F-GTAD.Dan, seperti biasa, ini adalah penerbangan yang nyaman dari Amsterdam ke Paris. Seperti yang lalu sih, aku merasa layanan snack di kelas ekonominya Air France di penerbangan jarak pendek intra-Eropa kok sedikit menurun ya kualitasnya.

Layanan snack di penerbangan AF1341. Snack-nya dulu lebih oke nih. Ini sih seperti level layanannya HOP! tahun lalu.

Untung akibat buffer time di jadwal, pesawat hanya terlambat 5 menit saja di Paris. Nggak masalah lah karena penerbangan lanjutanku kan dijadwalkan berangkat di pier yang sama.

Tetapi kemudian, ternyata penerbangan lanjutan AF7644 Paris – Lyonku terlambat 1 jam dong karena masalah teknis, haha 😆 . Mereka harus mencari pesawat pengganti, yang mana artinya pesawatnya harus di-“downgrade” dari A321 ke A320 yang lebih kecil. Sebagai akibatnya, ada beberapa penumpang yang dipanggil ke gerbang, aku duga sih mereka harus dipindahkan ke penerbangan lain karena downgrade ini. Untungnya, aku bukan lah salah satu dari mereka.

Makan siang di Lounge Air France di Paris-CDG

Anyway, waktu ekstra ini kumanfaatkan untuk makan siang di lounge-nya Air France. Lounge di pier-ku sedang ditutup karena sedang direnovasi sehingga aku harus pergi ke lounge di pier sebelah. Karena keterbatasan kapasitas, kali ini mereka tidak mengizinkan penumpang dengan akses ke lounge untuk membawa tamu ke dalam, yang mana membuat bapak-bapak di depanku marah besar.

Waktu naik pesawat, aku pergi ke gerbang. Dan untuk pertama-kalinya, penerbanganku akan diberangkatkan dari tempat parkir remote di bandara Paris – Charles De Gaulle!! 😍 Jadi mereka harus membawa penumpang dengan bus dan kami naik pesawat melalui tangga gitu deh! 😀

Penerbangan kedua hari ini dengan pesawat Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Naik pesawatnya dengan tangga!

Penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Awalnya aku diberikan kursi 1A tetapi aku kemudian dipindah ke kursi 1C karena dua batita dan ibunya yang duduk di sebelahku. Dan batita yang besar mesti duduk di kursi jendela gitu deh 😣. Anyway, penerbangannya sendiri adalah penerbangan reguler ke Lyon.

Di Bandara Lyon, aku check-in untuk penerbanganku ke Amsterdam. Setelah melewati sekuriti, aku pergi ke lounge-nya Air France. Aku hanya berniat untuk bertanya apakah lounge yang berlokasi setelah imigrasi masih menerima penumpang SkyTeam Elite Plus (Agustus lalu sih iya, baca AvGeek Weekend Trip #4). Untung aku bertanya karena ternyata tidak lagi demikian, walaupun petugasnya juga nampak kurang yakin sih.

Hiasan berseni di Bandara Lyon – St. Exupery

Aku menunggu di sana sebentar dan kemudian merasa bosan. Jadi lounge-nya Air France di bandara Lyon memang kurang oke gitu deh (baca AvGeek Weekend Trip #3). Jadilah aku memutuskan untuk keluar, melewati imigrasi, dan untung-untungan dengan lounge setelahnya. Ternyata petugasnya benar, lounge ini tidak lagi menerima penumpang SkyTeam Elite Plus 😦 . Karena tidak mungkin lagi kembali ke lounge-nya Air France, aku menunggu di gerbang keberangkatan saja.

Penerbangan ketiga hari ini dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB.

Penerbangan kembali ke Amsterdam dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB. Penerbangan ini tepat waktu, mulus, efisien, dan nyaman lah; sama seperti standar penerbangannya KLM lainnya 🙂 . Sekitar jam 7:30 malam, aku sudah kembali lagi di Schiphol, haha 😆 .

Aku makan malam di bandara sebelum pulang ke Delft. Dan di sini, perjalanan AvGeek Weekend Trip singkat ini berakhir 🙂 .

#1891 – My Saturday Story

ENGLISH

Soo, my Instagram followers (@azilko) would have known by now that this Saturday I went on my second AvGeek Weekend Trip this year! Haha 😆 .

I booked these flights a few months ago when I was looking at my 2017 calendar and realized that I had not yet made any flying plan for March, lol 😆 🙈 . At the time I was browsing for some possibilities, and booked one that was reasonably priced and scheduled (Nowadays, schedule is even more important to me because I don’t want to get up way too early on a Saturday!)

So consequently it became a little bit difficult to find an “interesting” routing (no need for an extra dimension to be added there!). In the end, what I got was Amsterdam – Paris CDG – Lyon – Amsterdam, haha. Yep, very similar to my fourth AvGeek Weekend Trip last year, except that I did not need to change airports in Paris.

My routing this weekend. Created with gcmap.com

My routing this weekend. Created with gcmap.com

Anyway, just like my first AvGeek Weekend Trip this year, I am not sure yet if I will write a post about this short trip in more details (I haven’t even finished my Post PhD Trips series!). So just in case I won’t, here are some pictures from the trip! 😀

BAHASA INDONESIA

Jadii, followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu sekarang bahwa Sabtu ini aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip keduaku tahun ini! Haha 😆 .

Perjalanan ini aku booking beberapa bulan yang lalu ketika aku melihat kalender 2017ku dan menyadari bahwa aku belum membuat rencana terbang apa-apa di bulan Maret (alasan macam apa ini), haha 😆 🙈 . Waktu itu aku langsung mencari kemungkinannya, dan membeli satu yang harganya oke dan jadwalnya enak (Sekarang ini, jadwal penting banget untukku karena aku nggak mau bangun pagi banget di hari Sabtu!)

Akibatnya memang menjadi agak sulit untuk menemukan rute yang “menarik” (semakin banyak dimensi yang ditambah tentu semakin sulit!). Akhirnya yang kudapatkan adalah tiket Amsterdam – Paris CDG – Lyon – Amsterdam, haha. Iyaa, memang mirip banget dengan AvGeek Weekend Trip keempatku tahun lalu, kecuali kali ini aku tidak perlu berganti bandara di Paris.

My routing this weekend. Created with gcmap.com

Ruteku akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Anyway, seperti AvGeek Weekend Trip pertamaku tahun ini, sekarang aku masih belum yakin apakah aku akan menuliskan posting yang mendetail tentangnya (Bahkan aku belum menyelesaikan seri Post PhD Trips kan!). Jadi untuk jaga-jaga andaikata beneran tidak akan kuceritakan, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini! 😀

#1797 – AvGeek Weekend Trip #4 (AMS – CDG, ORY – LYS – AMS)

ENGLISH

A few weeks ago, I went on my fourth AvGeek Weekend Trip 😛 . While the routing was, rather, “mainstream” this time, I sat in the economy comfort cabin (sort of) on the three flights involved; which became an interesting highlight of this trip. Anyway, so let the trip report begin.

The route map. Created with gcmap.com

The route map this time. Created with gcmap.com

KL 1227 (Amsterdam – Paris CDG)

KL Logo
Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL 1227
Equipment: Boeing 737-900 reg PH-BXP named “Meerkoet”
ATD: 07:28 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 08:20 CET (Runway 27R of CDG)

As the flight was scheduled to depart at 07:15, I got up at 03:00 this morning. Gosh, I was cursing myself for choosing such an early departure. I told myself, though, unless extremely necessary, to not book a flight with such a schedule anymore, lol 😆 . Anyway, so I took the 04:14 night train, whose passengers were mostly people going back home from parties, lol 😆 , and arrived at Schiphol at around 05:00. As usual this year, I waited at the KLM Crown Lounge.

A KLM's Boeing 737-900 reg PH-BXP, first flight

A KLM’s Boeing 737-900 reg PH-BXP, my first flight today.

The gate was not that far away from the lounge. There, a KLM’s Boeing 737-900, named “Meerkoet” with registration PH-BXP, was already waiting for me.

When I arrived at the gate, however, boarding had already commenced and two long lines of economy passengers were already in the process of getting in the plane. As a Sky Priority passenger (due to my Flying Blue Gold membership), I could walk to the front of the lines where the boarding agent let me board immediately; pissing some of those other regular passengers, lol 😆 .

I settled into my 5F seat, which was the in first row in economy today. This also meant that this row was the first row in economy comfort, which provided 3 inches of extra legroom and was actually the same seat as in KLM’s Europe business class.

Seat 5F on board PH-BXP, first flight

Seat 5F on board PH-BXP, my first flight today

Not long after we departed and took off from runway 18L. It was a regular Amsterdam – Paris shuttle, so I would not write that much details into it. Btw, another benefit of sitting in KLM’s economy comfort cabin was that I was amongst the first passengers to get served with the snacks. Especially in a short(er) flight like this, this gave me plenty of time to enjoy my snack and drinks, without having to worry that the plane would land soon, haha 😆 . Anyway, at 08:20, we landed smoothly at runway 27R of Paris – Charles De Gaulle International Airport.

Transferring from Paris CDG to Paris ORY

One reason I made this trip was my curiosity to try the complimentary bus transfer service between Paris Charles De Gaulle Airport and Paris Orly Airport for a SkyTeam Elite Plus passenger. It turned out that we just needed to go to the bus driver and showed our Elite Plus card, and then he would issue the complimentary ticket for us 😉 .

The bus itself was just a regular bus service with wifi. Unsurprisingly the service took the highway allowing rather fast transfer between the two airports.

Paris – Orly Airport

This was my second ever visit to Paris – Orly Airport, the first one being three and a half years ago when I was going from Paris to Rome with a Vueling’s seventh freedom flight. It happened that it turned out that I was using the same terminal, haha 😆 .

My flight would be operated out of the Gate 10 pier, though; unfortunately the pier which had no lounge. Yes, the airside of the airport turned out to be not all connected (there was an Air France lounge in the Gate 20 pier).

AF 7414 (Paris ORY – Lyon)

HOP BritAir

Flight: Air France AF7414 operated by HOP! Brit Air
Equipment: Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH
ATD: 14:01 CET (Runway 20 of ORY)
ATA: 14:38 CET (Runway 36R of LYS)

Long story short, my third domestic flight ever this year was opened for boarding. Btw, it turned out that I was literally on the same flight with the squad of FC Bourg-Péronnas (FBBP), a French football club who was currently in the second tier of the French football league system. Okay, not being a football fans myself, obviously at the time I had no idea who they were. However, all these fit men who were wearing their training uniforms with the FBBP logo, of course, made me curious to find out who they were (they could not be just random football fans as they all looked really fit), haha 😆 .

Seat 1A on board F-HMLH, second flight

Seat 1A on board F-HMLH, my second flight today

Anyway, I quickly settled into my 1A seat. The legroom in this seat was impressive; and luckily seat 1C was empty that day so it was extremely roomy.

After boarding was completed, the captain welcomed us on board and reported on the weather at the destination, which was very cloudy and rainy. It sounded so strange because it was very sunny in Paris at the moment, haha 😆 .

Long story short, after boarding was completed, the flight departed and took off from runway 20 of Paris Orly Airport. The service on board was the standard HOP! level service: sufficient but not overly impressive. The flight attendants were fantastic, though; who were very attentive. One of them gave me both the snack options, haha 😆 .

The flight today was operated with a Bombardier CRJ1000. Gosh, I just loved this regional jet! Especially that I sat in seat 1A, which was the furthest seat away from the engine, the flight was so quiet! Haha 😆 . At 14:38, we landed smoothly at runway 36R of Lyon Airport during a not-so-nice rainy weather.

A HOP! BritAir's Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH, second flight

A HOP! BritAir’s Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH, my second flight today, after arriving in Lyon.

Transitting at Lyon Airport

I wasn’t exactly excited to transit at Lyon Airport, especially after my third AvGeek Weekend Trip where I found out that the Air France lounge at Lyon Airport was underwhelming.

However, the lounge attendant was very nice to me today. When knowing that I was flying internationally to Amsterdam, she told me I could go to the other lounge just after the passport control. Well, the Air France lounge was underwhelming anyway so I thought I would just take my chance (there would be no way to go back). Luckily, it turned out that the other lounge was substantially better! The sofas were much more comfortable; and the snack and drink options were much better! They even had an unlimited supply of macarons!! 😱😱😱😱😱

KL 1416 (Lyon – Amsterdam)

KL Logo
Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL 1416
Equipment: Boeing 737-700 reg PH-BGH named “Grutto”
ATD: 18:31 CET (Runway 36L of LYS)
ATA: 19:44 CET (Runway 18R of AMS)

Boarding commenced on time today. I was the first passenger to board and quickly settled into my 5C seat, which was also in KLM’s economy comfort section. Not long after, however, the purser approached me and asked if I was “Mr. Zilko“, which I, of course, affirmed. Then, he mentioned that in today’s flight, KLM invited the Flying Blue Gold and Platinum members to sit in the front of the plane (read: in the Europe business class cabin). The first row was still empty and I could choose any seat that I wanted.

Seat 1A on board PH-BGH, third flight

Seat 1A on board PH-BGH, my third flight today.

I mean, how else was I supposed to react other than to accept the offer? Haha 😆 . I quickly got up and moved myself to seat 1A, my second flight today in such a seat 😛 . Even though technically in business class, the seat was the same as in economy, though, hence the “Europe business class” term. However, there was a coat hanger at the bulkhead just in front of my seat. So my jacket did not have to be rudely stored in the overhead storage, lol :

A coat hanger

A coat hanger

After boarding was completed, the flight attendant went around the Europe business class cabin offering newspaper. Well, I did not feel like reading so I didn’t take any. Then, we took off from runway 36L of Lyon Saint-Exupery Airport.

Not long after take-off, the purser provided the drink service, which was served in better looking glasses (not the “cheap” plastic or paper cups in economy 😛 ). I opted for a South African white wine and a glass of water. The snack service, however, was the standard regular economy service: two pieces of sandwiches. Haha, yeah, that is why I could not say this flight was in a real KLM Europe business class cabin 😛 . Just before landing, when we were already above the province of Zeeland in the Netherlands, the purser offered me two choices of warm drink services, which I opted for the warm tea. Again, the tea was served in a real mini mug:

A pre-landing warm drink service

A pre-landing warm drink service: a Dilmah tea.

Not long after, we landed at my least favorite runway of Schiphol, the Polderbaan. Consequently, the taxi took so long (about 20 minutes, lol 😆 ) before we reached the terminal building.

A KLM's Boeing 737-700 reg PH-BGH, third flight

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGH, my third flight today.

Anyway, today’s flight was operated with KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGH, named “Grutto”. So this plane officially became the first in KLM fleet which I have flown three times (the first time was in 2012 and the second time was just two and a half months ago 😛 ).

BAHASA INDONESIA

Beberapa minggu yang lalu, aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip yang keempat:P . Walaupun rutenya kali ini cukup “mainstream“, kali ini aku duduk di kabin economy comfort (semacam itu lah) di ketiga penerbangannya yang terlibat; yang mana menjadi satu highlight perjalanan edisi kali ini. Anyway, mari ceritanya langsung kita mulai.

The route map. Created with gcmap.com

Peta rute kali ini. Dibuat dengan gcmap.com

KL 1227 (Amsterdam – Paris CDG)

KL Logo
Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL 1227
Pesawat: Boeing 737-900 reg PH-BXP bernama “Meerkoet”
ATD: 07:28 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 08:20 CET (Runway 27R of CDG)

Karena penerbangan ini dijadwalkan berangkat jam 07:15 pagi, aku bangun jam 3 subuh pagi ini. Duh, aku benar-benar menyalahkan diriku sendiri waktu itu mengapa kok aku memilih penerbangan sepagi ini sih, haha. Aku bilang ke diriku sendiri deh, kecuali amat penting, lain kali mending membeli tiket penerbangan yang jadwalnya lebih enak aja, haha 😆 . Ngomong-ngomong, aku menaiki kereta malam jam 4:14 subuh, yang mana sebagian besar penumpangnya adalah orang-orang yang baru aja pulang dari party, haha 😆 , dan tiba di Schiphol sekitar jam 5. Seperti biasanya tahun ini, aku menunggu di KLM Crown Lounge.

A KLM's Boeing 737-900 reg PH-BXP, first flight

Sebuah Boeing 737-900nya KLM registrasi PH-BXP, penerbangan pertama hari ini.

Di gerbang keberangkatan tidak jauh dari lounge, telah menunggu sebuah Boeing 737-900nya KLM yang bernama “Meerkoet” dengan registrasi PH-BXP.

Ketika aku tiba di gerbangnya, sebenarnya boarding sudah dimulai sehingga antrian panjang naik pesawat penumpang kelas ekonomi sudah terbentuk. Sebagai penumpang Sky Priority (akibat keanggotaan Flying Blue Gold-ku), aku bisa langsung ke depan antrian dimana agen boarding-nya langsung mempersilakan aku naik pesawat; yang diiringi dengan tatapan sebal penumpang reguler yang sudah antri lama, huahaha 😆 .

Aku duduk di kursi 5F-ku, yang berada di barisan pertama kelas ekonomi hari ini. Ini juga berarti kursi ini ada di barisan pertama bagian economy comfort, yang menyediakan ruang kaki ekstra sebanyak 3 inci dan sebenarnya adalah kursi yang sama dengan kursi di kabin kelas bisnis Eropanya KLM.

Seat 5F on board PH-BXP, first flight

Kursi 5F di dalam PH-BXP, penerbangan pertamaku hari ini

Tak lama setelahnya, pesawat berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 18L. Ini adalah penerbangan reguler Amsterdam – Paris sehingga tak banyak yang akan kuceritakan di sini. Btw, satu keuntungan duduk di kabin economy comfort-nya KLM adalah menjadi salah satu penumpang pertama yang mendapatkan layanan snack dan minumannya. Terutama di penerbangan-penerbangan jarak (agak) dekat seperti ini, ini memberikanku lebih banyak waktu untuk menikmati snack dan minumannya, tanpa harus khawatir terburu-buru karena sudah akan segera mendarat, haha 😆 . Anyway, jam 08:20, pesawat mendarat mulus di landasan pacu 27R Bandara Paris – Charles De Gaulle.

Berpindah bandara dari Paris CDG ke Paris ORY

Satu alasan perjalanan ini kususun adalah rasa penasaranku akan layanan transfer bus komplimen antara Bandara Paris Charles De Gaulle dan Bandara Paris Orly untuk penumpang SkyTeam Elite Plus. Ternyata, kita hanya perlu datang ke sopir busnya dengan menunjukkan kartu Elite Plus kita, dan disana ia akan langsung mencetak tiket komplimen kita 😉 .

Layanan busnya sendiri sih seperti layanan bus pada umumnya lah, yang dilengkapi dengan fitur wifi gratis. Tidak mengherankan, layanannya menggunakan jalan tol sehingga transit antara kedua bandara berlangung cepat dan lancar.

Bandara Paris – Orly

Ini adalah kali kedua aku mengunjungi Bandara Paris – Orly, dimana yang pertama adalah tiga setengah tahun lalu ketika aku terbang dari Paris ke Roma dengan penerbangan kebebasan ketujuhnya Vueling. Kebetulan hari ini aku menggunakan terminal yang sama seperti waktu itu, haha 😆 .

Penerbanganku dioperasikan dari Anjungan 10; dimana, sayangnya, tidak ada lounge di anjungan ini. Iya, bagian airside bandaranya ternyata tidak semuanya terkoneksi (dimana Air France memiliki satu lounge di Anjungan 20).

AF 7414 (Paris ORY – Lyon)

HOP BritAir

Penerbangan: Air France AF7414 dioperasikan oleh HOP! Brit Air
Pesawat: Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH
ATD: 14:01 CET (Runway 20 of ORY)
ATA: 14:38 CET (Runway 36R of LYS)

Singkat cerita, boarding penerbangan domestik ketigaku tahun ini dimulai. Btw, kebetulan waktu itu aku berada di penerbangan yang sama dengan timnya FC Bourg-Péronnas (FBBP) loh, sebuah klub sepakbola Prancis yang saat ini berada di divisi duanya sistem liga sepakbola Prancis. Oke, karena aku nggak ngefans dengan sepakbola, sejujurnya waktu itu aku tidak tahu sih mereka itu siapa. Namun, melihat segerombolan laki-laki berperawakan fit yang mengenakan seragam training dengan logo FBBP, aku jadi penasaran dan kemudian aku meng-google FBBP (nggak mungkin fans sepakbola biasa karena, beneran deh, semuanya berbadan oke), haha 😆 .

Seat 1A on board F-HMLH, second flight

Kursi 1A di dalam F-HMLH, penerbangan keduaku hari ini

Anyway, aku langsung mem-pewe-kan diriku di kursi 1A. Ruang kaki di kursi ini lega sekali; dan untungnya saat itu kursi 1C juga kosong sehingga aku merasa leluasa sekali.

Setelah boarding selesai, kapten penerbangan mengucapkan selamat datang dan melaporkan cuaca di tujuan, yang mana saat itu mendung tebal dan sedang hujan. Aneh juga mendengarnya karena saat itu cuaca di Paris cerah sekali, haha 😆 .

Singkat cerita, setelah boarding selesai, pesawat berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 20 Bandara Paris Orly. Servis di pesawat sesuai dengan standarnya HOP!: cukup pas tetapi tidak begitu impresif. Layanan pramugarinya prima sekali saat itu; dimana mereka sungguh perhatian. Salah satunya bahkan memberikanku kedua pilihan snack-nya loh, haha 😆 .

Penerbangan hari ini dioperasikan dengan sebuah Bombardier CRJ 1000. Oh wow, aku suka sekali pesawat jet regional ini deh! Terutama karena aku duduk di kursi 1A, sehingga jarakku dengan mesin adalah yang terjauh di penerbangan ini, penerbangannya terasa tidak berisik sama sekali! Haha 😆 . Sekitar jam 02:38 sore, pesawat mendarat mulus di landasan pacu 36R Bandara Lyon di tengah cuaca hujan cukup lebat.

A HOP! BritAir's Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH, second flight

Sebuah Bombardier CRJ1000 milik HOP! BritAir dengan rego F-HMLH, penerbangan keduaku hari ini, setelah tiba di Lyon

Transit di Bandara Lyon

Sejujurnya aku tidak begitu excited dengan harus transit di Bandara Lyon, terutama setelah pengalamanku di AvGeek Weekend Tripketigaku dimana aku tidak begitu terkesan dengan lounge-nya Air France disana.

Namun, petugas lounge-nya baik banget ke aku hari ini. Ketika tahu bahwa aku akan terbang di penerbangan internasional ke Amsterdam, ia memberi-tahuku bahwa aku bisa pergi ke lounge lain yang berlokasi setelah imigrasi. Yah, karena menurutku toh lounge-nya Air France tidak menarik, jadilah aku merasa keputusan yang rasional adalah gambling aja deh (tidak mungkin untuk kembali andaikata aku tidak suka lounge satunya). Untungnya, ternyata lounge satunya jauuuh lebih keren! Sofanya jauh lebih nyaman; dan pilihan snack dan minumannya jauh lebih oke! Bahkan ya, mereka memiliki supply macarons yang ada habisnya!! 😱😱😱😱😱

KL 1416 (Lyon – Amsterdam)

KL Logo
Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL 1416
Pesawat: Boeing 737-700 reg PH-BGH bernama “Grutto”
ATD: 18:31 CET (Runway 36L of LYS)
ATA: 19:44 CET (Runway 18R of AMS)

Boarding berlangsung tepat waktu hari ini. Aku adalah penumpang pertama yang naik pesawat dimana aku langsung duduk nyaman di kursi 5C-ku, yang juga berada di bagian economy comfort-nya KLM. Tidak lama setelahnya, purser penerbangan ini menghampiriku dan bertanya apakah aku adalah “Mr. Zilko“, yang mana aku iyakan. Kemudian, ia menyebutkan bahwa di penerbangan hari ini, KLM mengundang anggota Flying Blue Gold dan Platinum untuk duduk di bagian depan pesawat (baca: di kabin kelas bisnis Eropa). Barisan pertama kosong waktu itu sehingga aku bebas mau duduk di kursi yang mana pun.

Seat 1A on board PH-BGH, third flight

Kursi 1A di dalam PH-BGH, penerbangan ketigaku hari ini.

Maksudku, memang ada ya reaksi lain yang cocok untuk penawaran semacam ini, selain untuk menerimanya? Haha 😆 . Aku kemudian berdiri dan pindah ke kursi 1A, penerbangan keduaku hari ini di kursi bernomor ini 😛 . Walaupun secara teknis kursi ini berada di kelas bisnis, kursinya sebenarnya sama sih dengan di kelas ekonomi, yang menyebabkan istilah “kelas bisnis Eropa” muncul. Namun, kursi ini dilengkapi dengan gantungan mantel juga loh di tembok di depan kursiku. Jadilah jaketku tidak harus secara semena-mena kuletakkan di tempat penyimpanan di atas kursi deh, haha 😆

A coat hanger

Gantungan mantel

Setelah boarding selesai, seorang pramugari berkeliling kabin kelas bisnis menawarkan beberapa koran. Yah, karena aku sedang tidak ingin membaca, aku tidak mengambil satu pun. Lalu, kami berangkat dan pesawat lepas landas dari landsan pacu 36L Bandara Lyon Saint-Exupery.

Tak lama setelah lepas landas, purser menawarkan layanan minuman, yang disajikan dengan gelas yang oke (bukan dengan gelas plastik atau kertas “murahan” sebagaimana di kelas ekonomi 😛 ). Aku memilih anggur putih Afrika Selatan dan segelas air putih. Layanan snack-nya, tapinya, sama seperti servis di kelas ekonomi biasa: dua potong sandwich. Haha, iya, karena ini lah aku bilang penerbanganku kali ini bukanlah penerbangan di kelas bisnis Eropanya KLM yang sebenarnya 😛 . Sebelum mendarat, ketika sudah berada di atas provinsi Zeeland di Belanda, purser mendatangiku dan menawariku dua buah pilihan minuman hangat, yang mana aku memilih secangkir teh. Lagi, tehnya disajikan dengan cangkir mini yang oke:

A pre-landing warm drink service

Layanan minuman hangat sebelum mendarat: teh Dilmah.

Tidak lama setelahnya, kami mendarat di landasan pacunya Schiphol yang paling tidak aku sukai, Polderbaan. Akibatnya, pesawat harus taxiing lama (sekitar 20 menit, haha 😆 ) sebelum akhirnya kami tiba di gedung terminalnya.

A KLM's Boeing 737-700 reg PH-BGH, third flight

Sebuah Boeing 737-700nya KLM dengan registrasi PH-BGH, penerbangan ketigaku hari ini.

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Boeing 737-700nya KLM dengan registrasi PH-BGH, bernama “Grutto”. Jadilah pesawat ini resmi menjadi pesawat pertama di armadanya KLM yang kuterbangi tiga kali (yang pertama kali di tahun 2012 dan yang kedua kali baru dua setengah bulan lalu 😛 ).