EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1939 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part I: Lyon)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Lyon

Obviously, I chose not to fly direct to Lyon, haha. In fact, on both ways I had a transit at Paris-CDG. In general, all the flights were standard short-haul flights with Air France so I would not get to too much details here. There was only one “incident” on my way to Lyon that worth sharing, haha 😛 .

I had quite a tight connection at Paris-CDG, at only 50 minutes. So obviously I was not happy to find out that the departure of my flight AF1741 was delayed by 20 minutes! But it did not end there. Once all passengers boarded, the captain announced that Schiphol was very busy at the time and we only got a clearance for departure in another 20 minutes! The string of delays still did not finish here. When we finally left the terminal, it turned out we got a departure slot at:

Runway 36L aka the Polderbaan

Yes, the friggin’ Polderbaan So all in all, consequently we took off from Schiphol one hour (!) behind schedule.

But there was nothing I could do so I just tried to relax (and order some wine on board, lol). Though, I wasn’t all that worried. I already checked online and I found that Air France had a scheduled evening flight to Lyon from Paris-CDG later today. So even in the worst case scenario, I figured they would bump me into that flight. Sure it would cause some inconvenience in terms of my arrival time in Lyon, but I had been to Lyon before anyway so there would be not much that I would miss.

A small bottle of wine to enjoy the moment.

Anyway, 50 minutes later we landed at runway 09L of Paris-CDG. I walked briskly once I deboarded about 5 minutes before the scheduled departure of my connecting flight, on the slightest hope that my connecting flight would probably be delayed too. I checked the transit monitors and went to my gate.

And I found it surprising that my gate was the same gate that I just got off from. Yep, as it turned out, my connecting flight to Lyon would be operated with the same airplane (even with the same crew set)! This was the first time ever I took these kind of flights! Lol 😆 . So consequently the flight to Lyon was also delayed by around 45 minutes! Yep, at the end, everything worked out well (for me)! 😛

I took two different flights (AF1741 and AF7646) with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXA today!

Once all passengers to Lyon boarded, the captain apologized for the delay and explained this was due to late arrival from Amsterdam. Well, I could testify for that! Lol 😛 .

Lyon

Lion selfie in Lyon

It worths mentioning that this trip took place during a very warm weekend in Europe; and this was also true for Lyon. It was really warm when I was there, where the temperature came close to 30°C or so, haha. Despite this, though, obviously I still managed to get around the city, haha 😆 .

I bought a daily public transpotation card to get around Lyon. I stayed near Gare Part Dieu and that was quite some distance from Vieux Lyon (Old Lyon), the most attractive (and touristy) part of the city. Obviously I was not planning to walk there because of the temperature, lol 😆 . The Lyonese trams looked really cool, though. Here is one of them:

A Lyonese tram

Anyway, unsurprisingly it was a busy weekend in Lyon where the Vieux Port was full of people (read: tourists)! I crossed both the Rhone and Saone rivers and walked around the old town. After lunch, I took the funicular to the top of the Fourviere Hill here Lyon’s Notre Dame Basilica was located. The small park next to the basilica provided good bird’s eye view of the city too.

Notre Dame Fourviere in Lyon

I looked at the map and Theatre Gallo-Romains did not look very far away from the basilica. Fortunately this turned out to be true because I decided to walk there, haha 😆 . This Roman theatre appeared like how I remembered it from 2014, it was very well-preserved.

Theatre Gallo-Romains

From there, I took the other funicular line down back to Vieux Lyon. At this point, I felt like I had walked enough and it was really warm anyway, so I decided to: shop! Haha 😆 . Even at one point I decided to just go to the big mall near Gare Part Dieu because it had air-conditioner in it, haha 😆 .

The Food

Lyon is known as the gastronomy capital of France, so obviously food was one main element of this trip, haha, even though I did not go to any Michelin-starred restaurant, unlike the last time.

One dish which I did not have the chance to try the last time I was in Lyon was quenelle de brochet. And so I told myself to not miss it this time around (and gave it a go to miss the andouillette, another Lyon’s specialty, because I was traumatized by the mustard sauce the last time I had it (I hate French mustard)). Anyway, the quenelle tasted good. I would probably not call it my most favorite dish ever because I found the sauce to be really creamy and heavy, but it was definitely much better (for me) than andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Another dish surprised me, btw, because (1) it was, obviously, really good and (2) I told myself why I never thought about it before. It was a “fillet de canard” (duck breast) steak. Really, it tasted very good!! In fact, maybe I will try to cook one myself soon! Hmm 🤔

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke Lyon

Jelas dong aku tidak terbang langsung dari Amsterdam ke Lyon, haha. Di kedua arah, aku transit dulu di Paris-CDG. Secara umum, semua penerbangannya adalah penerbangan standar jarak dekat dengan Air France sehingga aku tidak akan merincinya di sini. Hanya saja, ada satu “insiden” di perjalanan keberangkatanku ke Lyon yang layak diceritakan 😛 .

Waktu transitku cukup ketat di Paris-CDG, hanya 50 menit saja. Jadi jelas aku merasa tidak terlalu senang ketika tahu bahwa penerbangan AF1741ku dijadwalkan berangkat terlambat 20 menit hari ini! Masalahnya lagi, ternyata berita buruknya belum berakhir. Setelah semua penumpang naik pesawat, pilot mengumumkan bahwa Bandara Schiphol sangat sibuk waktu itu sehingga kami baru mendapatkan giliran untuk berangkat 20 menit kemudian! Disini pun masalahnya masih belum berakhir pula. Setelah akhirnya pesawat bergerak, ternyata keberangkatan kami adalah dari:

Landasan pacu 36L alias Polderbaan

Iyaa, Polderbaan laknat itu Semua ini mengakibatkan kami lepas landas satu jam (!) di belakang jadwal.

Berhubung toh semuanya di luar kuasaku, ya sudah aku pasrah saja dan berusaha santai (dan memesan wine dong di pesawat, haha). Tapi aku memang tidak begitu khawatir sih. Aku sudah cek di internet bahwa hari itu Air France memiliki penerbangan malam ke Lyon dari Paris-CDG. Jadi andaikata skenario terburuk terjadi, aku cukup yakin Air France akan memindahkanku ke penerbangan itu. Memang sih ini akan mengakibatkan sedikit ketidak-nyamanan dalam hal waktu tibaku di Lyon, tetapi toh aku sudah pernah ke Lyon sebelumnya jadi tidak terlalu banyak lah yang akan kulewatkan.

Sebotol kecil wine untuk memasrahkan diri kepada situasi.

Anyway, sekitar 50 menit kemudian kami mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris-CDG. Aku berjalan cepat-cepat begitu keluar dari pesawat sekitar 5 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan lanjutanku, dengan berbekal harapan amat kecil penerbanganku selanjutnya mungkin terlambat juga, haha. Aku kemudian mengecek layar monitor transit di bandara untuk mengetahui gerbang keberangkatannya.

Aku cukup kaget ketika melihat bahwa gerbangnya adalah gerbang yang sama dari mana aku baru saja keluar. Iya, ternyata, penerbanganku ke Lyon akan dioperasikan dengan pesawat yang sama (bahkan dengan set kru yang sama)! Ini adalah kali pertama aku mengalami kejadian begini nih! Haha 😆 . Jadilah akibatnya penerbangan ke Lyon juga kena delay selama 45 menit! Iya, pada akhirnya, semuanya baik-baik saja (untukku)! 😛

Aku menaiki dua penerbangan berbeda (AF1741 dan AF7646) dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXA ini hari ini!

Setelah semua penumpang tujuan Lyon naik pesawat, pilotnya meminta-maaf atas keterlambatan ini dan menyebutkan ini disebabkan oleh keterlambatan penerbangan sebelumnya dari Amsterdam. Yah, aku bisa kok bersaksi untuk pernyataan ini! 😛

Lyon

Lion selfie di Lyon

Relevan untuk disebutkan bahwa perjalanan ini berlangsung di akhir pekan yang amat panas di Eropa; dan di Lyon juga demikian. Panas banget deh ketika aku di sana, dimana suhu udaranya mencapai 30°C, haha. Walaupun begini, toh aku masih sempat jalan-jalan di kotanya, haha 😆 .

Aku membeli tiket harian transportasi umum untuk berkeliling Lyon. Aku menginap di dekat Gare Part Dieu yang berjarak cukup jauh dari Vieux Lyon (Lyon Tua), bagian paling kece (dan paling penuh turis) dari Lyon. Jelas, aku ogah berjalan-kaki kesana apalagi lagi panas-panasnya begini, haha 😆 . Btw, disain tram di Lyon keren-keren loh. Berikut ini salah satunya:

Sebuah tramnya Lyon

Anyway, tidak mengherankan akhir pekan ini ramai banget di Lyon dimana Vieux Portnya penuh orang (baca: turis)! Aku menyebrangi kedua sungai Rhone dan Saone dan berjalan-kaki keliling kotanya. Setelah makan siang, aku naik funicular ke atas bukit Fourviere dimana Basilika Notre Dame-nya Lyon berada. Dari taman kecil di samping basilikanya kita bisa melihat pemandangan Lyon dari atas.

Notre Dame Fourviere di Lyon

Aku lihat di peta dan Teater Gallo-Romains nampak tidak jauh dari basilikanya. Untung ini benar karena aku memutuskan untuk berjalan-kaki kesana, haha 😆 . Teater Romawi ini masih seperti yang kuingat dari tahun 2014, sungguh terawat dengan amat baik.

Teater Gallo-Romains

Dari sana, aku menaiki funicular lain untuk turun kembali ke Vieux Lyon. Aku merasa sudah cukup jalan-jalannya dan toh udaranya panas banget, jadilah aku memutuskan untuk: shopping! Haha 😆 . Bahkan di satu waktu aku memutuskan untuk ngemall aja loh di sebuah mall besar di dekat Gare Part Dieu yang dilengkapi dengan AC, haha 😆 .

Makanannya

Lyon dikenal sebagai ibukota kulinernya Prancis, jadi jelas makanan adalah satu elemen penting dari perjalanan ini, haha, walaupun aku tidak pergi ke restoran berbintang Michelin sih kali ini, tidak seperti yang lalu.

Satu menu yang tidak sempat aku cobain ketika terakhir kali aku di Lyon adalah quenelle de brochet. Jadilah aku berencana untuk tidak melewatkannya kali ini (dan tidak berkeberatan untuk melewatkan andouillette, sebuah makanan khasnya Lyon yang satunya, karena aku trauma dengan saus mustard-nya waktu itu (aku tidak suka mustard Prancis!)). Anyway, quenelle-nya enak juga ternyata. Mungkin aku tidak akan mengklaimnya sebagai masakan terfavoritku karena aku merasa sausnya creamy dan “berat” banget, tetapi (untukku) tetap jauh lebih enak daripada andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Satu menu mengagetkanku, btw, karena (1) jelas, rasanya enak banget dan (2) Kok aku nggak kepikiran sebelumnya ya? Haha. Menu ini adalah steak “fillet de canard” (dada bebek). Beneran loh, rasanya enak banget!! Malahan, aku berpikir untuk sekali-sekali mencoba membuatnya sendiri nih! Hmm 🤔

Aviation · EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1906 – AvGeek Weekend Trip #7 (AMS – CDG – LYS – AMS)

ENGLISH

In mid-March, I went on another Avgeek Weekend Trip. At the time I wasn’t sure whether I would write the story or not. Well, as it turned out, I have decided that I would 😀 .

My routing this weekend. Created with gcmap.com

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

While boarding for my Amsterdam-Paris flight AF1341 was on time, I felt a little bit anxious today because it took awhile to complete. You see, my connecting time in Paris was only 50 minutes and two years ago this short transit time backfired on me. At the time I missed my connecting flight in Paris due to delayed departure from Amsterdam (because of de-icing).

The first flight today was with this Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD

Anyway, the flight today was operated with Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD. And, as usual, it was a regular pleasant Amsterdam – Paris flight. As the last time, I felt like the complimentary snack service on board an Air France’s mainline short-haul European flight had decreased in quality a little bit.

The complimentary snack on board flight AF1341. The snack used to be better. This was like HOP!’s level of service last year.

Thank to the buffer time in the schedule, we only got in Paris 5 minutes late. It was not bad at all given that my connecting flight would depart from the same pier.

But then, as it turned out, my connecting Paris – Lyon flight AF7644 was delayed for about 1 hour due to technical problem! Lol 😆 . They had to find a replacement aircraft, which meant they would have to “downgrade” the flight from an A321 to an A320 that was smaller. Consequently, a few passengers were called in the gate, presumably because they needed to be moved to some other flights because of this downgrade. Thankfully, I wasn’t one of them.

Lunch at Air France’s Lounge at Paris-CDG

Anyway, I used this now extra time to have lunch at an Air France’s lounge. The lounge at the pier was closed due to some renovation work so I had to go to the lounge in the next pier. Due to capacity constraint, they did not let qualified passengers to invite guests into the lounge, which infuriated one guy in front of me.

When it was boarding time, I went to the gate. And for the first time ever, my flight would depart from a remote stand of Paris – Charles De Gaulle Airport!! 😍 So they had to take the passengers to the plane with buses, and we got to board via stairs! 😀

Second flight today with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. We gotta board via stairs!

The flight today would be operated with an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. I was originally seated in seat 1A but I was asked to move to seat 1C because I had two toddlers and their mother sitting next to me, and the older toddler would need to sit in a window seat 😣. Anyway, it was another regular flight to Lyon.

At Lyon Airport, I checked-in for my flight back to Amsterdam. After passing security, I went to an Air France’s salon there. I just intended to ask whether the lounge after immigration still welcomed SkyTeam Elite Plus passengers (It did in August, see AvGeek Weekend Trip #4). Luckily I asked because apparently it did not anymore, even though the attendant did not seem to be really sure about it.

Artsy stuff at Lyon – St. Exupery Airport

I waited there a little bit, but then I was bored. You see, Air France’s lounge at Lyon Airport was really underwhelming (read AvGeek Weekend Trip #3). And so I decided to leave, pass the immigration, and try my luck at the lounge after that. It turned out the attendant was correct, the lounge no longer took SkyTeam Elite Plus passengers 😦 . As there was no way to go back to Air France’s lounge, I just waited at the departure hall.

Third flight today with this KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB.

The flight back to Amsterdam would be operated with a KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB. It went on time, really smooth, very efficient, and pleasant; just like any other typical KLM flight 🙂 . Just after 19:30, I was already back at Schiphol, haha 😆 .

I had dinner at the airport before heading back to Delft. And here, this short AvGeek Weekend Trip of mine ended 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Pertengahan Maret lalu, aku pergi dalam sebuah Avgeek Weekend Trip yang lain. Waktu itu aku nggak yakin apakah ceritanya akan kutulis atau tidak. Ternyata, aku ada waktu sekarang sehingga aku akan menceritakannya 😀 .

Ruteku akhir pekan ini. Kubuat dengan gcmap.com

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

Walaupun boarding penerbangan AF1341 Amsterdam-Parisku berlangsung tepat waktu, aku sedikit merasa was-was karena prosesnya berlangsung lama. Begini, waktu transitku di Paris hanya 50 menit saja dan dua tahun lalu waktu transit yang singkat ini membawa pengalaman buruk. Waktu itu, aku ketinggalan penerbangan koneksiku di Paris akibat terlambatnya keberangkatan dari Amsterdam (akibat de-icing).

Penerbangan pertama hari ini adalah dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAD ini

Anyway, penerbangan hari ini akan dioperasikan dengan Airbus A321-100nya Air France dengan rego F-GTAD.Dan, seperti biasa, ini adalah penerbangan yang nyaman dari Amsterdam ke Paris. Seperti yang lalu sih, aku merasa layanan snack di kelas ekonominya Air France di penerbangan jarak pendek intra-Eropa kok sedikit menurun ya kualitasnya.

Layanan snack di penerbangan AF1341. Snack-nya dulu lebih oke nih. Ini sih seperti level layanannya HOP! tahun lalu.

Untung akibat buffer time di jadwal, pesawat hanya terlambat 5 menit saja di Paris. Nggak masalah lah karena penerbangan lanjutanku kan dijadwalkan berangkat di pier yang sama.

Tetapi kemudian, ternyata penerbangan lanjutan AF7644 Paris – Lyonku terlambat 1 jam dong karena masalah teknis, haha 😆 . Mereka harus mencari pesawat pengganti, yang mana artinya pesawatnya harus di-“downgrade” dari A321 ke A320 yang lebih kecil. Sebagai akibatnya, ada beberapa penumpang yang dipanggil ke gerbang, aku duga sih mereka harus dipindahkan ke penerbangan lain karena downgrade ini. Untungnya, aku bukan lah salah satu dari mereka.

Makan siang di Lounge Air France di Paris-CDG

Anyway, waktu ekstra ini kumanfaatkan untuk makan siang di lounge-nya Air France. Lounge di pier-ku sedang ditutup karena sedang direnovasi sehingga aku harus pergi ke lounge di pier sebelah. Karena keterbatasan kapasitas, kali ini mereka tidak mengizinkan penumpang dengan akses ke lounge untuk membawa tamu ke dalam, yang mana membuat bapak-bapak di depanku marah besar.

Waktu naik pesawat, aku pergi ke gerbang. Dan untuk pertama-kalinya, penerbanganku akan diberangkatkan dari tempat parkir remote di bandara Paris – Charles De Gaulle!! 😍 Jadi mereka harus membawa penumpang dengan bus dan kami naik pesawat melalui tangga gitu deh! 😀

Penerbangan kedua hari ini dengan pesawat Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Naik pesawatnya dengan tangga!

Penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Awalnya aku diberikan kursi 1A tetapi aku kemudian dipindah ke kursi 1C karena dua batita dan ibunya yang duduk di sebelahku. Dan batita yang besar mesti duduk di kursi jendela gitu deh 😣. Anyway, penerbangannya sendiri adalah penerbangan reguler ke Lyon.

Di Bandara Lyon, aku check-in untuk penerbanganku ke Amsterdam. Setelah melewati sekuriti, aku pergi ke lounge-nya Air France. Aku hanya berniat untuk bertanya apakah lounge yang berlokasi setelah imigrasi masih menerima penumpang SkyTeam Elite Plus (Agustus lalu sih iya, baca AvGeek Weekend Trip #4). Untung aku bertanya karena ternyata tidak lagi demikian, walaupun petugasnya juga nampak kurang yakin sih.

Hiasan berseni di Bandara Lyon – St. Exupery

Aku menunggu di sana sebentar dan kemudian merasa bosan. Jadi lounge-nya Air France di bandara Lyon memang kurang oke gitu deh (baca AvGeek Weekend Trip #3). Jadilah aku memutuskan untuk keluar, melewati imigrasi, dan untung-untungan dengan lounge setelahnya. Ternyata petugasnya benar, lounge ini tidak lagi menerima penumpang SkyTeam Elite Plus 😦 . Karena tidak mungkin lagi kembali ke lounge-nya Air France, aku menunggu di gerbang keberangkatan saja.

Penerbangan ketiga hari ini dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB.

Penerbangan kembali ke Amsterdam dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB. Penerbangan ini tepat waktu, mulus, efisien, dan nyaman lah; sama seperti standar penerbangannya KLM lainnya 🙂 . Sekitar jam 7:30 malam, aku sudah kembali lagi di Schiphol, haha 😆 .

Aku makan malam di bandara sebelum pulang ke Delft. Dan di sini, perjalanan AvGeek Weekend Trip singkat ini berakhir 🙂 .

EuroTrip · Weekend Trip

#1891 – My Saturday Story

ENGLISH

Soo, my Instagram followers (@azilko) would have known by now that this Saturday I went on my second AvGeek Weekend Trip this year! Haha 😆 .

I booked these flights a few months ago when I was looking at my 2017 calendar and realized that I had not yet made any flying plan for March, lol 😆 🙈 . At the time I was browsing for some possibilities, and booked one that was reasonably priced and scheduled (Nowadays, schedule is even more important to me because I don’t want to get up way too early on a Saturday!)

So consequently it became a little bit difficult to find an “interesting” routing (no need for an extra dimension to be added there!). In the end, what I got was Amsterdam – Paris CDG – Lyon – Amsterdam, haha. Yep, very similar to my fourth AvGeek Weekend Trip last year, except that I did not need to change airports in Paris.

My routing this weekend. Created with gcmap.com
My routing this weekend. Created with gcmap.com

Anyway, just like my first AvGeek Weekend Trip this year, I am not sure yet if I will write a post about this short trip in more details (I haven’t even finished my Post PhD Trips series!). So just in case I won’t, here are some pictures from the trip! 😀

BAHASA INDONESIA

Jadii, followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu sekarang bahwa Sabtu ini aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip keduaku tahun ini! Haha 😆 .

Perjalanan ini aku booking beberapa bulan yang lalu ketika aku melihat kalender 2017ku dan menyadari bahwa aku belum membuat rencana terbang apa-apa di bulan Maret (alasan macam apa ini), haha 😆 🙈 . Waktu itu aku langsung mencari kemungkinannya, dan membeli satu yang harganya oke dan jadwalnya enak (Sekarang ini, jadwal penting banget untukku karena aku nggak mau bangun pagi banget di hari Sabtu!)

Akibatnya memang menjadi agak sulit untuk menemukan rute yang “menarik” (semakin banyak dimensi yang ditambah tentu semakin sulit!). Akhirnya yang kudapatkan adalah tiket Amsterdam – Paris CDG – Lyon – Amsterdam, haha. Iyaa, memang mirip banget dengan AvGeek Weekend Trip keempatku tahun lalu, kecuali kali ini aku tidak perlu berganti bandara di Paris.

My routing this weekend. Created with gcmap.com
Ruteku akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Anyway, seperti AvGeek Weekend Trip pertamaku tahun ini, sekarang aku masih belum yakin apakah aku akan menuliskan posting yang mendetail tentangnya (Bahkan aku belum menyelesaikan seri Post PhD Trips kan!). Jadi untuk jaga-jaga andaikata beneran tidak akan kuceritakan, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini! 😀

Aviation · EuroTrip · Trip Report · Weekend Trip

#1797 – AvGeek Weekend Trip #4 (AMS – CDG, ORY – LYS – AMS)

ENGLISH

A few weeks ago, I went on my fourth AvGeek Weekend Trip 😛 . While the routing was, rather, “mainstream” this time, I sat in the economy comfort cabin (sort of) on the three flights involved; which became an interesting highlight of this trip. Anyway, so let the trip report begin.

The route map. Created with gcmap.com
The route map this time. Created with gcmap.com

KL 1227 (Amsterdam – Paris CDG)

KL Logo
Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL 1227
Equipment: Boeing 737-900 reg PH-BXP named “Meerkoet”
ATD: 07:28 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 08:20 CET (Runway 27R of CDG)

As the flight was scheduled to depart at 07:15, I got up at 03:00 this morning. Gosh, I was cursing myself for choosing such an early departure. I told myself, though, unless extremely necessary, to not book a flight with such a schedule anymore, lol 😆 . Anyway, so I took the 04:14 night train, whose passengers were mostly people going back home from parties, lol 😆 , and arrived at Schiphol at around 05:00. As usual this year, I waited at the KLM Crown Lounge.

A KLM's Boeing 737-900 reg PH-BXP, first flight
A KLM’s Boeing 737-900 reg PH-BXP, my first flight today.

The gate was not that far away from the lounge. There, a KLM’s Boeing 737-900, named “Meerkoet” with registration PH-BXP, was already waiting for me.

When I arrived at the gate, however, boarding had already commenced and two long lines of economy passengers were already in the process of getting in the plane. As a Sky Priority passenger (due to my Flying Blue Gold membership), I could walk to the front of the lines where the boarding agent let me board immediately; pissing some of those other regular passengers, lol 😆 .

I settled into my 5F seat, which was the in first row in economy today. This also meant that this row was the first row in economy comfort, which provided 3 inches of extra legroom and was actually the same seat as in KLM’s Europe business class.

Seat 5F on board PH-BXP, first flight
Seat 5F on board PH-BXP, my first flight today

Not long after we departed and took off from runway 18L. It was a regular Amsterdam – Paris shuttle, so I would not write that much details into it. Btw, another benefit of sitting in KLM’s economy comfort cabin was that I was amongst the first passengers to get served with the snacks. Especially in a short(er) flight like this, this gave me plenty of time to enjoy my snack and drinks, without having to worry that the plane would land soon, haha 😆 . Anyway, at 08:20, we landed smoothly at runway 27R of Paris – Charles De Gaulle International Airport.

Transferring from Paris CDG to Paris ORY

One reason I made this trip was my curiosity to try the complimentary bus transfer service between Paris Charles De Gaulle Airport and Paris Orly Airport for a SkyTeam Elite Plus passenger. It turned out that we just needed to go to the bus driver and showed our Elite Plus card, and then he would issue the complimentary ticket for us 😉 .

The bus itself was just a regular bus service with wifi. Unsurprisingly the service took the highway allowing rather fast transfer between the two airports.

Paris – Orly Airport

This was my second ever visit to Paris – Orly Airport, the first one being three and a half years ago when I was going from Paris to Rome with a Vueling’s seventh freedom flight. It happened that it turned out that I was using the same terminal, haha 😆 .

My flight would be operated out of the Gate 10 pier, though; unfortunately the pier which had no lounge. Yes, the airside of the airport turned out to be not all connected (there was an Air France lounge in the Gate 20 pier).

AF 7414 (Paris ORY – Lyon)

HOP BritAir

Flight: Air France AF7414 operated by HOP! Brit Air
Equipment: Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH
ATD: 14:01 CET (Runway 20 of ORY)
ATA: 14:38 CET (Runway 36R of LYS)

Long story short, my third domestic flight ever this year was opened for boarding. Btw, it turned out that I was literally on the same flight with the squad of FC Bourg-Péronnas (FBBP), a French football club who was currently in the second tier of the French football league system. Okay, not being a football fans myself, obviously at the time I had no idea who they were. However, all these fit men who were wearing their training uniforms with the FBBP logo, of course, made me curious to find out who they were (they could not be just random football fans as they all looked really fit), haha 😆 .

Seat 1A on board F-HMLH, second flight
Seat 1A on board F-HMLH, my second flight today

Anyway, I quickly settled into my 1A seat. The legroom in this seat was impressive; and luckily seat 1C was empty that day so it was extremely roomy.

After boarding was completed, the captain welcomed us on board and reported on the weather at the destination, which was very cloudy and rainy. It sounded so strange because it was very sunny in Paris at the moment, haha 😆 .

Long story short, after boarding was completed, the flight departed and took off from runway 20 of Paris Orly Airport. The service on board was the standard HOP! level service: sufficient but not overly impressive. The flight attendants were fantastic, though; who were very attentive. One of them gave me both the snack options, haha 😆 .

The flight today was operated with a Bombardier CRJ1000. Gosh, I just loved this regional jet! Especially that I sat in seat 1A, which was the furthest seat away from the engine, the flight was so quiet! Haha 😆 . At 14:38, we landed smoothly at runway 36R of Lyon Airport during a not-so-nice rainy weather.

A HOP! BritAir's Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH, second flight
A HOP! BritAir’s Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH, my second flight today, after arriving in Lyon.

Transitting at Lyon Airport

I wasn’t exactly excited to transit at Lyon Airport, especially after my third AvGeek Weekend Trip where I found out that the Air France lounge at Lyon Airport was underwhelming.

However, the lounge attendant was very nice to me today. When knowing that I was flying internationally to Amsterdam, she told me I could go to the other lounge just after the passport control. Well, the Air France lounge was underwhelming anyway so I thought I would just take my chance (there would be no way to go back). Luckily, it turned out that the other lounge was substantially better! The sofas were much more comfortable; and the snack and drink options were much better! They even had an unlimited supply of macarons!! 😱😱😱😱😱

KL 1416 (Lyon – Amsterdam)

KL Logo
Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL 1416
Equipment: Boeing 737-700 reg PH-BGH named “Grutto”
ATD: 18:31 CET (Runway 36L of LYS)
ATA: 19:44 CET (Runway 18R of AMS)

Boarding commenced on time today. I was the first passenger to board and quickly settled into my 5C seat, which was also in KLM’s economy comfort section. Not long after, however, the purser approached me and asked if I was “Mr. Zilko“, which I, of course, affirmed. Then, he mentioned that in today’s flight, KLM invited the Flying Blue Gold and Platinum members to sit in the front of the plane (read: in the Europe business class cabin). The first row was still empty and I could choose any seat that I wanted.

Seat 1A on board PH-BGH, third flight
Seat 1A on board PH-BGH, my third flight today.

I mean, how else was I supposed to react other than to accept the offer? Haha 😆 . I quickly got up and moved myself to seat 1A, my second flight today in such a seat 😛 . Even though technically in business class, the seat was the same as in economy, though, hence the “Europe business class” term. However, there was a coat hanger at the bulkhead just in front of my seat. So my jacket did not have to be rudely stored in the overhead storage, lol :

A coat hanger
A coat hanger

After boarding was completed, the flight attendant went around the Europe business class cabin offering newspaper. Well, I did not feel like reading so I didn’t take any. Then, we took off from runway 36L of Lyon Saint-Exupery Airport.

Not long after take-off, the purser provided the drink service, which was served in better looking glasses (not the “cheap” plastic or paper cups in economy 😛 ). I opted for a South African white wine and a glass of water. The snack service, however, was the standard regular economy service: two pieces of sandwiches. Haha, yeah, that is why I could not say this flight was in a real KLM Europe business class cabin 😛 . Just before landing, when we were already above the province of Zeeland in the Netherlands, the purser offered me two choices of warm drink services, which I opted for the warm tea. Again, the tea was served in a real mini mug:

A pre-landing warm drink service
A pre-landing warm drink service: a Dilmah tea.

Not long after, we landed at my least favorite runway of Schiphol, the Polderbaan. Consequently, the taxi took so long (about 20 minutes, lol 😆 ) before we reached the terminal building.

A KLM's Boeing 737-700 reg PH-BGH, third flight
A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGH, my third flight today.

Anyway, today’s flight was operated with KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGH, named “Grutto”. So this plane officially became the first in KLM fleet which I have flown three times (the first time was in 2012 and the second time was just two and a half months ago 😛 ).

BAHASA INDONESIA

Beberapa minggu yang lalu, aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip yang keempat:P . Walaupun rutenya kali ini cukup “mainstream“, kali ini aku duduk di kabin economy comfort (semacam itu lah) di ketiga penerbangannya yang terlibat; yang mana menjadi satu highlight perjalanan edisi kali ini. Anyway, mari ceritanya langsung kita mulai.

The route map. Created with gcmap.com
Peta rute kali ini. Dibuat dengan gcmap.com

KL 1227 (Amsterdam – Paris CDG)

KL Logo
Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL 1227
Pesawat: Boeing 737-900 reg PH-BXP bernama “Meerkoet”
ATD: 07:28 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 08:20 CET (Runway 27R of CDG)

Karena penerbangan ini dijadwalkan berangkat jam 07:15 pagi, aku bangun jam 3 subuh pagi ini. Duh, aku benar-benar menyalahkan diriku sendiri waktu itu mengapa kok aku memilih penerbangan sepagi ini sih, haha. Aku bilang ke diriku sendiri deh, kecuali amat penting, lain kali mending membeli tiket penerbangan yang jadwalnya lebih enak aja, haha 😆 . Ngomong-ngomong, aku menaiki kereta malam jam 4:14 subuh, yang mana sebagian besar penumpangnya adalah orang-orang yang baru aja pulang dari party, haha 😆 , dan tiba di Schiphol sekitar jam 5. Seperti biasanya tahun ini, aku menunggu di KLM Crown Lounge.

A KLM's Boeing 737-900 reg PH-BXP, first flight
Sebuah Boeing 737-900nya KLM registrasi PH-BXP, penerbangan pertama hari ini.

Di gerbang keberangkatan tidak jauh dari lounge, telah menunggu sebuah Boeing 737-900nya KLM yang bernama “Meerkoet” dengan registrasi PH-BXP.

Ketika aku tiba di gerbangnya, sebenarnya boarding sudah dimulai sehingga antrian panjang naik pesawat penumpang kelas ekonomi sudah terbentuk. Sebagai penumpang Sky Priority (akibat keanggotaan Flying Blue Gold-ku), aku bisa langsung ke depan antrian dimana agen boarding-nya langsung mempersilakan aku naik pesawat; yang diiringi dengan tatapan sebal penumpang reguler yang sudah antri lama, huahaha 😆 .

Aku duduk di kursi 5F-ku, yang berada di barisan pertama kelas ekonomi hari ini. Ini juga berarti kursi ini ada di barisan pertama bagian economy comfort, yang menyediakan ruang kaki ekstra sebanyak 3 inci dan sebenarnya adalah kursi yang sama dengan kursi di kabin kelas bisnis Eropanya KLM.

Seat 5F on board PH-BXP, first flight
Kursi 5F di dalam PH-BXP, penerbangan pertamaku hari ini

Tak lama setelahnya, pesawat berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 18L. Ini adalah penerbangan reguler Amsterdam – Paris sehingga tak banyak yang akan kuceritakan di sini. Btw, satu keuntungan duduk di kabin economy comfort-nya KLM adalah menjadi salah satu penumpang pertama yang mendapatkan layanan snack dan minumannya. Terutama di penerbangan-penerbangan jarak (agak) dekat seperti ini, ini memberikanku lebih banyak waktu untuk menikmati snack dan minumannya, tanpa harus khawatir terburu-buru karena sudah akan segera mendarat, haha 😆 . Anyway, jam 08:20, pesawat mendarat mulus di landasan pacu 27R Bandara Paris – Charles De Gaulle.

Berpindah bandara dari Paris CDG ke Paris ORY

Satu alasan perjalanan ini kususun adalah rasa penasaranku akan layanan transfer bus komplimen antara Bandara Paris Charles De Gaulle dan Bandara Paris Orly untuk penumpang SkyTeam Elite Plus. Ternyata, kita hanya perlu datang ke sopir busnya dengan menunjukkan kartu Elite Plus kita, dan disana ia akan langsung mencetak tiket komplimen kita 😉 .

Layanan busnya sendiri sih seperti layanan bus pada umumnya lah, yang dilengkapi dengan fitur wifi gratis. Tidak mengherankan, layanannya menggunakan jalan tol sehingga transit antara kedua bandara berlangung cepat dan lancar.

Bandara Paris – Orly

Ini adalah kali kedua aku mengunjungi Bandara Paris – Orly, dimana yang pertama adalah tiga setengah tahun lalu ketika aku terbang dari Paris ke Roma dengan penerbangan kebebasan ketujuhnya Vueling. Kebetulan hari ini aku menggunakan terminal yang sama seperti waktu itu, haha 😆 .

Penerbanganku dioperasikan dari Anjungan 10; dimana, sayangnya, tidak ada lounge di anjungan ini. Iya, bagian airside bandaranya ternyata tidak semuanya terkoneksi (dimana Air France memiliki satu lounge di Anjungan 20).

AF 7414 (Paris ORY – Lyon)

HOP BritAir

Penerbangan: Air France AF7414 dioperasikan oleh HOP! Brit Air
Pesawat: Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH
ATD: 14:01 CET (Runway 20 of ORY)
ATA: 14:38 CET (Runway 36R of LYS)

Singkat cerita, boarding penerbangan domestik ketigaku tahun ini dimulai. Btw, kebetulan waktu itu aku berada di penerbangan yang sama dengan timnya FC Bourg-Péronnas (FBBP) loh, sebuah klub sepakbola Prancis yang saat ini berada di divisi duanya sistem liga sepakbola Prancis. Oke, karena aku nggak ngefans dengan sepakbola, sejujurnya waktu itu aku tidak tahu sih mereka itu siapa. Namun, melihat segerombolan laki-laki berperawakan fit yang mengenakan seragam training dengan logo FBBP, aku jadi penasaran dan kemudian aku meng-google FBBP (nggak mungkin fans sepakbola biasa karena, beneran deh, semuanya berbadan oke), haha 😆 .

Seat 1A on board F-HMLH, second flight
Kursi 1A di dalam F-HMLH, penerbangan keduaku hari ini

Anyway, aku langsung mem-pewe-kan diriku di kursi 1A. Ruang kaki di kursi ini lega sekali; dan untungnya saat itu kursi 1C juga kosong sehingga aku merasa leluasa sekali.

Setelah boarding selesai, kapten penerbangan mengucapkan selamat datang dan melaporkan cuaca di tujuan, yang mana saat itu mendung tebal dan sedang hujan. Aneh juga mendengarnya karena saat itu cuaca di Paris cerah sekali, haha 😆 .

Singkat cerita, setelah boarding selesai, pesawat berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 20 Bandara Paris Orly. Servis di pesawat sesuai dengan standarnya HOP!: cukup pas tetapi tidak begitu impresif. Layanan pramugarinya prima sekali saat itu; dimana mereka sungguh perhatian. Salah satunya bahkan memberikanku kedua pilihan snack-nya loh, haha 😆 .

Penerbangan hari ini dioperasikan dengan sebuah Bombardier CRJ 1000. Oh wow, aku suka sekali pesawat jet regional ini deh! Terutama karena aku duduk di kursi 1A, sehingga jarakku dengan mesin adalah yang terjauh di penerbangan ini, penerbangannya terasa tidak berisik sama sekali! Haha 😆 . Sekitar jam 02:38 sore, pesawat mendarat mulus di landasan pacu 36R Bandara Lyon di tengah cuaca hujan cukup lebat.

A HOP! BritAir's Bombardier CRJ1000 reg F-HMLH, second flight
Sebuah Bombardier CRJ1000 milik HOP! BritAir dengan rego F-HMLH, penerbangan keduaku hari ini, setelah tiba di Lyon

Transit di Bandara Lyon

Sejujurnya aku tidak begitu excited dengan harus transit di Bandara Lyon, terutama setelah pengalamanku di AvGeek Weekend Tripketigaku dimana aku tidak begitu terkesan dengan lounge-nya Air France disana.

Namun, petugas lounge-nya baik banget ke aku hari ini. Ketika tahu bahwa aku akan terbang di penerbangan internasional ke Amsterdam, ia memberi-tahuku bahwa aku bisa pergi ke lounge lain yang berlokasi setelah imigrasi. Yah, karena menurutku toh lounge-nya Air France tidak menarik, jadilah aku merasa keputusan yang rasional adalah gambling aja deh (tidak mungkin untuk kembali andaikata aku tidak suka lounge satunya). Untungnya, ternyata lounge satunya jauuuh lebih keren! Sofanya jauh lebih nyaman; dan pilihan snack dan minumannya jauh lebih oke! Bahkan ya, mereka memiliki supply macarons yang ada habisnya!! 😱😱😱😱😱

KL 1416 (Lyon – Amsterdam)

KL Logo
Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL 1416
Pesawat: Boeing 737-700 reg PH-BGH bernama “Grutto”
ATD: 18:31 CET (Runway 36L of LYS)
ATA: 19:44 CET (Runway 18R of AMS)

Boarding berlangsung tepat waktu hari ini. Aku adalah penumpang pertama yang naik pesawat dimana aku langsung duduk nyaman di kursi 5C-ku, yang juga berada di bagian economy comfort-nya KLM. Tidak lama setelahnya, purser penerbangan ini menghampiriku dan bertanya apakah aku adalah “Mr. Zilko“, yang mana aku iyakan. Kemudian, ia menyebutkan bahwa di penerbangan hari ini, KLM mengundang anggota Flying Blue Gold dan Platinum untuk duduk di bagian depan pesawat (baca: di kabin kelas bisnis Eropa). Barisan pertama kosong waktu itu sehingga aku bebas mau duduk di kursi yang mana pun.

Seat 1A on board PH-BGH, third flight
Kursi 1A di dalam PH-BGH, penerbangan ketigaku hari ini.

Maksudku, memang ada ya reaksi lain yang cocok untuk penawaran semacam ini, selain untuk menerimanya? Haha 😆 . Aku kemudian berdiri dan pindah ke kursi 1A, penerbangan keduaku hari ini di kursi bernomor ini 😛 . Walaupun secara teknis kursi ini berada di kelas bisnis, kursinya sebenarnya sama sih dengan di kelas ekonomi, yang menyebabkan istilah “kelas bisnis Eropa” muncul. Namun, kursi ini dilengkapi dengan gantungan mantel juga loh di tembok di depan kursiku. Jadilah jaketku tidak harus secara semena-mena kuletakkan di tempat penyimpanan di atas kursi deh, haha 😆

A coat hanger
Gantungan mantel

Setelah boarding selesai, seorang pramugari berkeliling kabin kelas bisnis menawarkan beberapa koran. Yah, karena aku sedang tidak ingin membaca, aku tidak mengambil satu pun. Lalu, kami berangkat dan pesawat lepas landas dari landsan pacu 36L Bandara Lyon Saint-Exupery.

Tak lama setelah lepas landas, purser menawarkan layanan minuman, yang disajikan dengan gelas yang oke (bukan dengan gelas plastik atau kertas “murahan” sebagaimana di kelas ekonomi 😛 ). Aku memilih anggur putih Afrika Selatan dan segelas air putih. Layanan snack-nya, tapinya, sama seperti servis di kelas ekonomi biasa: dua potong sandwich. Haha, iya, karena ini lah aku bilang penerbanganku kali ini bukanlah penerbangan di kelas bisnis Eropanya KLM yang sebenarnya 😛 . Sebelum mendarat, ketika sudah berada di atas provinsi Zeeland di Belanda, purser mendatangiku dan menawariku dua buah pilihan minuman hangat, yang mana aku memilih secangkir teh. Lagi, tehnya disajikan dengan cangkir mini yang oke:

A pre-landing warm drink service
Layanan minuman hangat sebelum mendarat: teh Dilmah.

Tidak lama setelahnya, kami mendarat di landasan pacunya Schiphol yang paling tidak aku sukai, Polderbaan. Akibatnya, pesawat harus taxiing lama (sekitar 20 menit, haha 😆 ) sebelum akhirnya kami tiba di gedung terminalnya.

A KLM's Boeing 737-700 reg PH-BGH, third flight
Sebuah Boeing 737-700nya KLM dengan registrasi PH-BGH, penerbangan ketigaku hari ini.

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Boeing 737-700nya KLM dengan registrasi PH-BGH, bernama “Grutto”. Jadilah pesawat ini resmi menjadi pesawat pertama di armadanya KLM yang kuterbangi tiga kali (yang pertama kali di tahun 2012 dan yang kedua kali baru dua setengah bulan lalu 😛 ).

Aviation · Trip Report · Weekend Trip

#1777 – AvGeek Weekend Trip #3 (AMS – LYS – NCE – AMS)

ENGLISH

Earlier this month, I went on my third ever AvGeek Weekend Trip where I (technically) went to Lyon and Nice on a Saturday. Both cities were not really the focuses of this trip, but rather the flights 😛 . So let the trip report begin!!

Flying Amsterdam - Lyon - Nice - Amsterdam on Saturday. Map created with gcmap.com
Flying Amsterdam – Lyon – Nice – Amsterdam on a Saturday. Map created with gcmap.com

KL 1413 (Amsterdam – Lyon)

KLM Cityhopper logo

Flight: KLM KL 1413 operated by KLM Cityhopper
Equipment: Embraer ERJ190 reg PH-EZD
ATD: 08:14 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 09:24 CET (Runway 36L of LYS)

While the schedule departure time of this first flight was “better” than my previous AvGeek Weekend Trip, I still had to get up quite early today, haha 😆 . I took the 05:14 train to Schiphol and arrived at the airport at around 06:00. I passed the security check in no time and went to the lounge.

A KLM Cityhopper's Embraer E190 reg PH-EZD
A KLM Cityhopper’s Embraer E190 reg PH-EZD

Anyway, I went to the gate where not long after boarding started. The flight would be operated with an Embraer ERJ190 reg PH-EZD which was already in KLM’s new dolphin livery. Yeay! Not long after, we departed from runway 24 and went straight to Lyon.

I always love European flights with routes involving the Alps. In the case of this Amsterdam – Lyon flight, here is a view I got:

Le Mont Blanc, the highest mountain in Europe
Le Mont Blanc, the highest mountain in Europe

Yes, Mont Blanc, the highest mountain in Western Europe. Cool, isn’t it! 😉

The flight itself was a typical KLM flight. A sandwich service was served (Btw, I love KLM’s sandwich service nowadays!) alongside with some choices of drinks during the flight. Anyway, about 1 hour after departure, we landed at runway 36L of Lyon – Saint Exupery Airport.

Transitting at Lyon

Extra ID check at the French borders
Extra ID check at the French borders

Currently, France is in the emergency state. Consequently, even though I was flying within the Schengen area, there was an extra identity (passport and visa) check at the border. Also, an Air Transat flight from Montreal with a widebody Airbus A330-200 just landed a few minutes prior. The problem was only three booths were opened so naturally a really long line formed. Damn! Well, I had a really long transit time in Lyon anyway so it was not really a big problem actually, haha 😆 .

After clearing the immigration, I went upstairs to the departure area and passed the security check. I went to the Air France’s lounge at the airport. The lounge was really underwhelming though, where I found the seats to be rather uncomfortable and the choices of snack and drinks were rather limited. There was even no lunch service provided 😦 .

AF 7028 (Lyon – Nice)

HOP BritAir

Flight: Air France AF 7028 operated by HOP! Brit Air
Equipment: Bombardier CRJ1000 reg F-HMLI
ATD: 15:25 CET (Runway 36R of LYS)
ATA: 16:04 CET (Runway 04L of NCE)

Boarding commenced on time at one of the remote gates of Lyon – Saint Exupery Airport. I was very excited because this would be my first domestic flight in Europe this year (seventh overall) and my first flight with a Bombardier CRJ1000 since August 2014! Moreover, this would be my first ever flight with HOP! Brit Air, yeay! 😀

A HOP! Brit Air's Bombardier CRJ1000 reg G-HMLI
A HOP! Brit Air’s Bombardier CRJ1000 reg F-HMLI

Not long after boarding finished, we took off from runway 36R of Lyon – Saint Exupery Airport and made a 180° bank to the southern direction. The service on board was as per HOP! standard: light snack and drinks so it was nothing really special. It was a rather short 45 minutes flight from Lyon to Nice where the view throughout the flight was incredible with all the mountains and valleys! 😍

A mountainous view in Southern France
A mountainous view in Southern France

But it did not stop there. As I said, Nice Cote D’Azur Airport is still, in my opinion, the second most beautiful European airport which I have ever visited. As we were approaching the French Riviera, the view changed from mountainous to coastal with the tosca sea, which was amazing!!

Approaching runway 04L of Nice Cote D'Azur International Airport.
A Cote D’Azur view.

We made a few turns above the Mediterranean sea before we lined up for landing at runway 04L of Nice Cote D’Azur Airport. Here is the landing video, btw, and just look at how beautiful the color of the sea was!! 😍😍😍

Transitting in Nice

After passing the security check and immigration control, I waited at a small but packed lounge at Nice Cote D’Azur Airport. While the lounge was better than the lounge in Lyon, it was not by that much margin also, haha.

There were a lot of people travelling today, probably because it was a Saturday in the summer and a lot of people were going back home from a nice vacation in the French Riviera.

KL 1272 (Nice – Amsterdam)

KL Logo

Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL 1272
Equipment: Boeing 737-900 reg PH-BXO (SkyTeam livery)
ATD: 20:10 CET (Runway 04R of NCE)
ATA: 21:42 CET (Runway 36R of AMS)

I was very excited when I found out that my flight today would be operated with PH-BXO. First of all, PH-BXO was a Boeing 737-900 so I loved it. Moreover, it was a special KLM’s Boeing 737-900 since it was in the SkyTeam livery!! Yeay!! So for the second consecutive time, my flight to Amsterdam would be with a KLM bird in this livery!! 😀

A KLM's Boeing 737-900 reg PH-BXO in SkyTeam livery
A KLM’s Boeing 737-900 reg PH-BXO in SkyTeam livery

Anyway, boarding did not go smoothly today where we had to wait for about 10 minutes in the airbridge before being allowed to enter the plane. So I was confused what was the point of letting us pass the boarding pass check if we were not allowed, yet, to enter the plane? 😦 .

We took off from runway 04R of Nice Cote D’Azur Airport and then flew to the northeast direction towards Amsterdam. Not long after take-off, the sandwich service was distributed again. And, again, I just loved KLM’s simple sandwich service!! 🙂

KLM's sandwich service
KLM’s sandwich service

The rest of the flight went rather uneventful. After about 1.5 hours, we landed at my least favorite runway in Schiphol, the Polderbaan. After taxiing for about 20 minutes, the plane parked at the gate at the tip of Pier D where the walk to the terminal was really far away. I literally had to run to catch the 22:16 train back to Delft. Luckily I made it to the station on time! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Di bulan ini, aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip-ku yang ketiga dimana aku (secara teknis) pergi ke Lyon dan Nice di suatu hari Sabtu. Kedua kota ini bukanlah fokus dari perjalanan ini sih, melainkan penerbangannya, hehe 😛 . Jadi marilah trip report ini kita mulai langsung saja!!

Flying Amsterdam - Lyon - Nice - Amsterdam on Saturday. Map created with gcmap.com
Terbang Amsterdam – Lyon – Nice – Amsterdam di suatu Sabtu. Peta dibuat dengan gcmap.com

KL 1413 (Amsterdam – Lyon)

KLM Cityhopper logo

Penerbangan: KLM KL 1413 dioperasikan oleh KLM Cityhopper
Pesawat: Embraer ERJ190 reg PH-EZD
ATD: 08:14 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 09:24 CET (Runway 36L of LYS)

Walaupun dari segi jam keberangkatan jadwal penerbangan pertama ini “lebih baik”lah daripada AvGeek Weekend Trip yang sebelumnya, aku tetap harus bangun pagi hari ini, haha 😆 . Aku menaiki kereta jam 05:14 pagi ke Schiphol dan aku tiba di bandaranya sekitar jam 6. Setelah pemeriksaan sekuriti, aku menunggu di lounge.

A KLM Cityhopper's Embraer E190 reg PH-EZD
Sebuah Embraer E190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZD

Anyway, aku tiba di gerbang keberangkatan tepat sebelum boarding dimulai. Penerbangan ini akan dioperasikan dengan sebuah Embraer ERJ190 dengan registrasi PH-EZD yang sudah dicat dengan livery lumba-lumba barunya KLM itu loh. Hore! Tak lama kemudian, pesawat berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 24 dan bergerak menuju Lyon.

Aku suka banget penerbangan Eropa yang mana rutenya melibatkan Pegunungan Alpen. Dalam kasus penerbangan Amsterdam – Lyon ini, aku mendapatkan pemandangan seperti ini:

Le Mont Blanc, the highest mountain in Europe
Le Mont Blanc, gunung tertinggi di Eropa

Iya, itu adalah Mont Blanc (namanya berarti Gunung Putih dalam bahasa Prancis), gunung tertinggi di Eropa Barat. Keren ya! 😉

Penerbangannya sendiri adalah penerbangan tipikal dengan KLM. Layanan sandwich dibagikan (Btw, aku suka deh layanan sandwich-nya KLM akhir-akhir ini!) bersama dengan pilihan minumam. Sekitar satu jam setelah berangkat, pesawat mendarat di landasan pacu 36L Bandara Lyon – Saint Exupery.

Transit di Lyon

Extra ID check at the French borders
Pemeriksaan identitas ekstra di perbatasan Prancis

Saat ini, Prancis sedang berstatus darurat. Sebagai akibatnya, walaupun aku terbang di dalam area Schengen, ada pemeriksaan identitas ekstra (paspor dan visa) di perbatasan/pintu masuk. Nah, saat itu kebetulan pula sebuah penerbangannya Air Transat dari Montreal dengan pesawat berbadan lebar Airbus A330-200 baru saja mendarat beberapa menit yang lalu. Masalahnya adalah, hanya tiga konter saja dong yang dibuka untuk pemeriksaan sehingga antrian yang sangat panjang terbentuk. Sial! Ah, untungnya waktu transitku lama sih sehingga ini bukan lah masalah besar untukku, haha 😆 .

Setelah melewati pemeriksaan imigrasi, aku naik ke atas ke area keberangkatan dan melewati pemeriksaan sekuriti. Aku menuju lounge-nya Air France disana. Sayangnya, lounge-nya sedikit mengecewakan dimana kursi-kursinya kurang nyaman dan pilihan snack beserta minumannya amat terbatas. Bahkan saat jam makan siang, tidak ada menu makan siang yang disediakan dong 😦 .

AF 7028 (Lyon – Nice)

HOP BritAir

Penerbangan: Air France AF 7028 dioperasikan oleh HOP! Brit Air
Pesawat: Bombardier CRJ1000 reg F-HMLI
ATD: 15:25 CET (Runway 36R of LYS)
ATA: 16:04 CET (Runway 04L of NCE)

Boarding berlangsung tepat waktu di sebuah gerbang yang lokasinya berada di ujung terminal Bandara Lyon – Saint Exupery. Aku merasa bersemangat karena ini adalah penerbangan domestik pertamaku di Eropa tahun ini (dan yang ketujuh totalnya) dan penerbangan pertamaku dengan sebuah Bombardier CRJ1000 semenjak Agustus 2014! Lebih jauh lagi, ini adalah kali pertamaku terbang dengan maskapai HOP! Brit Air, hore! 😀

A HOP! Brit Air's Bombardier CRJ1000 reg G-HMLI
Sebuah Bombardier CRJ1000 HOP! Brit Air dengan rego F-HMLI

Tak lama setelah boarding selesai, penerbangan berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 36R Bandara Lyon – Saint Exupery. Pesawat kemudian berputar arah 180° menuju ke selatan. Servis di dalam penerbangan ini sesuai dengan standarnya HOP!: snack ringan dan minuman sehingga tidak lah begitu spesial. Ini adalah penerbangan singkat selama 45 menit dari Lyon ke Nice dimana pemandangan di sepanjang jalannya indah banget dengan pegunungan dan lembah-lembahnya itu! 😍

A mountainous view in Southern France
Pegunungan di Prancis Selatan

Tetapi ini belum lah selesai. Seperti yang pernah kubilang, Bandara Cote D’Azur-nya Nice adalah bandara terindah kedua di Eropa yang pernah aku kunjungi, menurutku lho ya. Ketika memasuki area French Riviera, pemandangannya berganti suasana dari pegunungan menjadi lautan dengan warna biru tosca, keren banget!!

Approaching runway 04L of Nice Cote D'Azur International Airport.
Sebuah pemandangan di Cote D’Azur

Pesawat berbelok beberapa kali di atas Laut Tengah sebelum akhirnya mempaskan diri dengan landasan pacu 04L Bandara Nice Cote D’Azur. Berikut ini video pendaratannya dan bisa dilihat deh lautnya yang berwarna keren banget itu!! 😍😍😍

Transit di Nice

Setelah melewati pemeriksaan sekuriti dan paspor, aku menunggu di sebuah lounge yang kecil tapi rame banget di Bandara Nice Cote D’Azur. Walaupun lounge-nya lebih nyaman daripada lounge yang di Lyon, tetapi tidak jauh lebih nyaman juga sih, haha.

Hari ini ada banyak banget orang yang bepergian dari Nice. Mungkin karena hari Sabtu di musim panas ya dimana banyak yang pulang setelah berlibur di French Riviera.

KL 1272 (Nice – Amsterdam)

KL Logo

Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL 1272
Pesawat: Boeing 737-900 reg PH-BXO (SkyTeam livery)
ATD: 20:10 CET (Runway 04R of NCE)
ATA: 21:42 CET (Runway 36R of AMS)

Aku merasa bersemangat banget hari ini ketika mengetahui bahwa penerbanganku akan dioperasikan dengan PH-BXO. Pertama-tama, PH-BXO adalah sebuah Boeing 737-900 jadi kan aku suka gitu. Lebih jauh lagi, pesawat Boeing 737-900nya KLM ini spesial karena dicat dengan livery SkyTeam!! Horee!! Artinya adalah kali kedua berturut-turut nih penerbanganku ke Amsterdam dioperasikan dengan burungnya KLM yang bercat livery ini!!:D

A KLM's Boeing 737-900 reg PH-BXO in SkyTeam livery
Sebuah Boeing 737-900nya KLM dengan rego PH-BXO dengan livery SkyTeam

Anyway, boarding tidak berlangsung mulus hari ini dimana kami harus menunggu selama sekitar 10an menit di dalam gabarata sebelum diizinkan masuk pesawat. Aku heran deh apa baiknya membiarkan penumpang melewati pemeriksaan boarding pass jika toh pesawat masih belum siap untuk dinaiki? 😦

Singkat cerita, pesawat lepas landas dari landasan pacu 04R Bandara Nice Cote D’Azur dan kemudian berbelok menuju ke arah timur laut menuju Amsterdam. Tak lama setelah lepas landas, layanan sandwich dibagikan. Dan, lagi, aku sukaa layanan sandwich sederhananya KLM!! 🙂

KLM's sandwich service
Layanan sandwich-nya KLM

Sisa penerbangan ini berlangsung uneventful. Sekitar 1,5 jam kemudian, pesawat mendarat di landasan pacunya Schiphol yang paling tidak kusukai, Polderbaan. Setelah taxiing selama 20an menit, pesawat akhirnya diparkir di sebuah gerbang di ujung pier D sehingga aku harus berjalan jauh banget untuk mencapai gedung terminalnya. Aku beneran harus berlari-lari lho agar keburu mengejar kereta jam 22:16 tujuan Delft. Untungnya aku bisa tiba di stasiunnya tepat waktu! Haha 😆

Aviation · Weekend Trip

#1772 – An(other) Avgeek Saturday

ENGLISH

As my Instagram followers (@azilko) would have known by now, yesterday I went on another weekend trip. Yeay! :mrgreen: Well, it was the third edition this year of my Avgeek Weekend Trip series where I was flying this route:

Flying Amsterdam - Lyon - Nice - Amsterdam on Saturday. Map created with gcmap.com
Flying Amsterdam – Lyon – Nice – Amsterdam on Saturday. Map created with gcmap.com

The star of this trip was actually the rather low-key domestic Lyon – Nice service. I was more excited for this domestic flight because:

  1. Here in Europe, I feel like I rarely fly a domestic flight anymore, haha 😆 . In fact, this LYS-NCE was only my seventh domestic flight in Europe, EVER!  And it would be only my second domestic flight this year, after my Oaxaca – Mexico City flight with Aeromexico Connect this January.
  2. It would be operated by an airline I had never flown before: HOP! Brit Air (another Air France’s subsidiary under the HOP! brand) with their Bombardier CRJ1000 aircraft. The last time I flown a CRJ1000 was almost two years ago with Garuda Indonesia’s GA 680 flight from Makassar to Lombok Praya.
  3. To me, Nice Cote D’Azur Airport is the second most beautiful airport (which I have ever visited) in Europe (the title of the most beautiful one is, still, held by Innsbruck Airport in Austria). So a chance to visit it again was definitely more than welcome!!
Approaching runway 04L of Nice Cote D'Azur International Airport.
The view upon landing at Nice Cote D’Azur International Airport.

I mentioned that in my first Avgeek Weekend Trip, I was able to spend €0 on matters other than flights ticket and my one night hotel room in Paris (okay, plus the train tickets to Schiphol too). I tried to push the envelope even further to see if I was able to reduce my expense even more. One way to possibly do that would be to do all the flights within the same day so I would not need to rent a hotel room. And it turned out to be possible!! 🙂

The trip was also “interesting” in a way given that on Thursday evening, a terrorist attack took place in Nice 😣. I decided to still go because I thought in Nice I would only stay in the airside of Nice Cote D’Azur Airport. In theory the airside was safer because all people who would have made it there must have passed security screening, which should have been even tighter after an attack like this.

Surreal
But it still felt quite strange seeing this news while I was in Nice

And you can see now that I am posting this post so, yes, I am safe 🙂 .

Anyway, overall yesterday was such a nice (and tiring) Saturday to me!! 🙂 And also, I got a nice surprise from KLM where my returning Nice – Amsterdam flight was upgraded from Boeing 737-800 to Boeing 737-900!! Moreover, the Boeing 737-900 was PH-BXO, i.e. the one with the SkyTeam livery!! Yeay!! 😀

As usual, here are some teasers of the trip 😉 .

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers-ku di Instagram (@azilko) sudah pada tahu, kemarin aku pergi dalam rangka sebuah perjalanan akhir pekan lagi loh. Hore! :mrgreen: Perjalanan ini adalah edisi ketiga tahun ini dari seri Avgeek Weekend Trip-ku dimana aku menerbangi rute berikut ini:

Flying Amsterdam - Lyon - Nice - Amsterdam on Saturday. Map created with gcmap.com
Menerbangi rute Amsterdam – Lyon – Nice – Amsterdam di hari Sabtu. Peta dibuat dengan gcmap.com

Bintang utama perjalanan ini justru penerbangan domestik jarak dekat Lyon – Nice. Aku bersemangat banget menerbangi rute ini karena:

  1. Di Eropa, rasanya aku jarang banget nih terbang di sebuah rute domestik, hahaha 😆 . Malahan, penerbangan LYS-NCE ini baru lah penerbangan domestikku yang ketujuh loh selama di Eropa ini!! Dan untuk tahun ini, penerbangan ini adalah penerbangan domestik yang kedua setelah penerbangan Oaxaca – Mexico City-ku dengan Aeromexico Connect bulan Januari lalu.
  2. Penerbangan ini akan dioperasikan oleh sebuah maskapai penerbangan yang belum pernah kuterbangi sebelumnya: HOP! Brit Air (anak perusahaan Air France lainnya yang dipasarkan dengan merk HOP!) dengan pesawat Bombardier CRJ1000 mereka. Terakhir kali aku terbang dengan sebuah CRJ1000 adalah hampir dua tahun yang lalu ketika aku terbang dengan Garuda Indonesia di penerbangan GA 680nya dari Makassar ke Lombok Praya.
  3. Untukku, Bandara Nice Cote D’Azur adalah bandara paling indah kedua (yang pernah kukunjungi) di Eropa (titel bandara terindah bagiku masih dipegang oleh Bandara Innsbruck di Austria). Jadi kesempatan untuk kesana lagi jelas tak akan kulewatkan lah ya!!
Approaching runway 04L of Nice Cote D'Azur International Airport.
Pemandangan ketika mendarat di Bandara Internasional Nice Cote D’Azur.

Kusebutkan bahwa di perjalanan pertama Avgeek Weekend Trip-ku, pengeluaranku adalah €0 untuk hal-hal di luar tiket pesawat dan sewa kamar hotel semalam di Paris (oke, dan tiket kereta ke Schiphol sih). Nah, aku berusaha untuk memecahkan rekor ini untuk mengetes apakah mungkin pengeluarannya aku buat semakin minimal lagi. Satu cara yang mungkin untuk mencapai itu adalah dengan terbang di hari yang sama sehingga aku tidak membutuhkan kamar hotel. Ah, ternyata mungkin lho!! 🙂

Perjalanannya sendiri juga “menarik” di satu sisi dimana di hari Kamis malam, sebuah serangan teroris terjadi di Nice 😣. Aku memutuskan untuk tetap berangkat karena toh di Nice aku hanya akan berada di sisi airside Bandara Nice Cote D’Azur. Seharusnya sisi airside lebih aman kan ya karena semua orang yang mencapai sana kan sudah melewati pemeriksaan sekuriti, yang mana tentunya semakin ketat setelah kejadian begini.

Surreal
Tetapi masih saja aneh rasanya menonton berita ini ketika aku juga sedang berada di Nice

Dan sekarang aku mem-posting posting ini kan sehingga, memang, aku aman kok 🙂 .

Begitu lah, secara umum kemarin adalah hari Sabtu yang seru (dan melelahkan) untukku!! 🙂 Dan juga, aku mendapatkan kejutan dari KLM dimana penerbangan kembaliku dari Nice ke Amsterdam di-upgrade dari pesawat Boeing 737-800 ke Boeing 737-900!! Lebih jauh lagi, Boeing 737-900nya adalah PH-BXO yang bercat livery SkyTeam!! Hore!! 😀

Seperti biasanya, di atas kuunggah beberapa teasers dari perjalanan ini 😉 .

Miscellaneous · Photo Tales

#1485 – Photo Tales (13)

ENGLISH

This is another special edition of the series Photo Tales, which means consecutive special edition after the previous one was too, haha. Anyway, so these three photos were taken during my weekend trip to Lyon in mid-November.

Photo #24

What was that?
What was that?

I still no idea what that was. Well, of course not the Airbus A319-112 owned by Brussels Airlines with registration code OO-SSC in the special Star Alliance livery which just landed at runway 18R of Lyon Saint Exupéry airport as flight SN 3587 from Brussels in the foreground, obviously. But the steam/smoke in the background…

Photo #25

The symbol of Lyon as mounted in the Notre Dame basilica
The symbol of Lyon as mounted in the Notre Dame basilica

If someone asked you what was likely to be the symbol of the city of Lyon (assuming you are not from Lyon nor French and have no knowledge whatsoever about the city before, other than this city exists in France), what would be your best guess? To me, judging from its name, I would go with a lion (as Lyon ≈ lion), haha. I mean, it was so obvious, wasn’t it?

And it was apparently the right answer btw!

The photo of a statue of a lion with wings above was taken just outside the Notre Dame basilica in the Fourvière hill in Lyon.

Photo #26

The River Saône was high
The River Saône was high

So the rivers were high when I was in Lyon, as it turned out. Like this one from the banks of the Saône river in the city centre, for example. Actually, down the stairs, there was a riverside boulevard. But as you can see, you cannot see it because of the water level height 😆 .

Well, I am just glad that it did not go worse, as in, for instance, it flooded the city like my experience in Lourdes about two years prior where the River Pau was flooding Lourdes due to the unusually high precipitation in the area.

BAHASA INDONESIA

Ini adalah edisi spesial lagi dari rangkaian posting Photo Tales, yang mana artinya ini adalah edisi spesial berturut-turut setelah yang sebelumnya juga dong ya, haha. Anyway, berikut ini tiga buah foto yang aku ambil di perjalanan akhir pekanku ke Lyon pertengahan November lalu.

Foto #24

What was that?
Apakah itu?

Aku masih tidak tahu apa itu lho. Eh, tentu saja bukan pesawat Airbus A319-112 milik Brussels Airlines dengan kode registrasi OO-SSC dengan livery special Star Alliance yang baru saja mendarat di landasan pacu 18R Bandara Lyon Saint Exupéry dengan nomor penerbangan SN 3587 dari Brussels itu yah; kalau pesawat ini kan jelas banget kan ya itu, haha. Maksudku adalah asap/uap yang ada di belakangnya itu…

Foto #25

The symbol of Lyon as mounted in the Notre Dame basilica
Simbol kota Lyon seperti yang terpasang di Basilika Notre Dame

Jika seseorang bertanya kepadamu kira-kira apakah simbol dari kota Lyon (dengan asumsi kamu tidak berasal dari Lyon dan bukan orang Prancis dan sama sekali tidak tahu tentang kota ini sebelumnya, kecuali bahwa ini adalah sebuah kota di Prancis), kira-kira apakah tebakanmu? Untukku sih, berdasarkan namanya, aku akan menebak singa deh (kan Lyon ≈ lion = singa), haha. Lah, soalnya jelas gitu kan ya?

Dan ternyata ini adalah jawaban yang benar loh btw!

Foto sebuah patung singa bersayap di atas aku ambil di luar Basilika Notre Dame di atas bukit Fourvière di Lyon.

Foto #26

The River Saône was high
Sungai Saône sedang pasang

Jadi ceritanya sungai-sungai di Lyon sedang pasang ketika aku disana. Seperti yang nampak di foto ini yang aku ambil di tepian sungai Saône di pusat kotanya, misalnya. Jadi seharusnya di bawah tangganya itu ada boulevard di tepian sungai gitu. Tetapi seperti yang bisa kita lihat, kita tidak bisa melihatnya karena permukaan airnya sedang tinggi, haha 😆 .

Yah, aku sih masih bersyukur aja ya ini tidak menjadi situasi yang lebih buruk, dalam artian, misalnya, tiba-tiba kotanya jadi banjir gitu. Seperti pengalamanku di Lourdes sekitar dua tahun sebelumnya dimana kala itu Sungai Pau membanjiri Lourdes akibat curah hujan yang jauh lebih tinggi daripada biasanya di area sekitar sana.