EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1943 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part II: Bremen)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Bremen

The routing this long weekend to Bremen. Created with: gcmap.com

To get to Bremen, I transitted in Paris, haha 😆 . Even, I actually spent a night there where I arrived late in the afternoon and my flight to Bremen was scheduled on Sunday morning. I flew KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXY to get to Paris. It was a regular short-haul KLM flight so I wouldn’t get to too much details. Only that it was delayed but this, obviously, did not bother me that much.

Air France’s new lounge at Terminal 2G of Paris-CDG

Another reason I chose this routing was that my flight to Bremen would depart from Terminal 2G. A few months back, I read that Air France had just opened a new lounge in this terminal. Their old lounge there was very small and felt cramped; so I was curious how the new lounge was. And, wow, I was actually impressed!

The lounge was much more spacious than the old one!

For once, it was much more spacious than the old one. The food, drinks, etc were pretty much as per the standard of their other lounges at Paris-CDG, though. However, one feature made this lounge my favorite one at the airport: the unobstructed view towards runway 26L and 26R, making it a perfect (and comfortable) planespotting spot! 😍

Spotting a Vietnam Airlines’ Airbus A350-900 landing at runway 26L

Anyway, my AF1324 flight to Bremen was operated by HOP! Regional’s Embraer ERJ170 reg F-HBXN today. The flight was not busy at all, with load factor I estimated to be at around 25-30% only.

From Bremen, I went straight to Amsterdam. And as I mentioned, one factor I chose this flight was because KLM Cityhopper deployed one of their remaining Fokker 70s, which was PH-KZL today! KLM Cityhopper is retiring this type this Fall, and so I get to catch them while I can!! 😀 Btw, I arrived at the airport too early today and so when I went to the lounge, I was the only passenger there! Yes, the entire lounge was for myself! Haha 😛

I will definitely miss this Fokker 70’s unique 2-3 layout AND spacious legroom (an expensive commodity when flying in economy these days)!!

Bremen

The first thing I noticed about Bremen was that, apparently it was a city of tram! How did I notice? Well, it was literally stated at the tram stop at the airport, haha 😆

Bremen – City of Trams

Anyway, overall I found Bremen to be a nice little town. So actually, as a tourist, I don’t think you would need trams to go around the city center, where most of the city attractions are located. Well, probably unless you stay somewhere quite far away.

The Altstadt of Bremen

Bremen was the setting (sort of) of a popular German fairy tale, Die Bremer Stadtmusikanten (The Town Musicians of Bremen). I was introduced to this story when I was in elementary school, through one of my good friends back then who was really good at drawing (Once he made some comic strips based on this story). The story was so popular that it became the “symbol” of the city. And even there was a famous bronze statue there by the Rathaus, which I obviously took a selfie with 😛 . I was really happy that I could visit it, especially that it reminisced me about my childhood as well 🙂 . Btw there is a statue based on the same story in Riga, Latvia. So I guess the story is indeed famous in Eastern Europe as well.

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

In my opinion, the most interesting part of Bremen was the Altstadt (Old Town) with all the beautiful old German buildings. Probably because I was there during a national holiday, I only saw people (possibly tourists) in the Altstadt. Everywhere else I went to, I saw no people and most shops appeared to be closed! Haha…

It was not a busy day in Bremen

As for the food, unfortunately I did not have a lot of opportunity to explore, haha. I had steak as my first lunch there. Then, I went to a tapas bar for dinner because thick cloud was hanging low appearing like it was going to rain so that I would not have the privilege to choose my restaurant, lol 😆 . Well, at least the bar was still having its happy hour for their cocktails (40% discount! 😛 ), which I ordered a good glass of long island ice tea, and the paella was good! And as my last brunch there, I had a Viennese schnitzel, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke/dari Bremen

Ruteku long weekend ini ke Bremen. Dibuat dengan: gcmap.com

Untuk berangkat ke Bremen, aku transit dulu di Paris, haha 😆 . Bahkan, aku menginap semalam loh di sana dimana aku tiba di malam hari dan penerbanganku ke Bremen dijadwalkan berangkat Minggu pagi. Aku terbang dengan Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BXY ke Paris. Ini adalah penerbangan standar jarak dekatnya KLM sehingga aku nggak akan bercerita tentangnya. Hanya saja penerbangannya sedikit terlambat sih tetapi jelas ini tidak mempengaruhiku.

Lounge barunya Air France di Terminal 2G Bandara Paris-CDG

Satu alasan lain aku memilih rute ini adalah karena penerbanganku ke Bremen akan berangkat dari Terminal 2G. Beberapa bulan sebelumnya, aku membaca bahwa Air France baru saja membuka lounge baru di terminal ini. Lounge lamanya mereka di sana berukuran kecil banget dan, karenanya, terasa amat sesak; jadi jelas lah ya aku penasaran dengan yang baru ini. Dan, wow, aku sungguh terkesan lho!

Lounge barunya jauh lebih luas dan lapang daripada yang lama!

Pertama-tama, ukurannya jauh lebih luas dan lapang daripada yang lama. Makanan dan minumannya sih berstandar kurang lebih sama lah dengan lounge-lounge lain mereka di Paris-CDG. Namun, ada satu fitur yang membuat lounge ini menjadi favoritku di bandara ini: pandangan tak terhalang ke landasan pacu 26L dan 26R, sehingga tempat ini menjadi tempat yang sempurna (dan nyaman) untuk planespotting! 😍

Spotting sebuah Airbus A350-900nya Vietnam Airlines mendarat di landasan pacu 26L

Anyway, penerbanganku ke Bremen dioperasikan oleh Embraer ERJ170nya HOP! Regional dengan rego F-HBXN. Penerbangan hari ini sama sekali tidak penuh, aku perkirakan kursinya hanya terisi sekitar 25-30% saja.

Dari Bremen, aku langsung kembali ke Amsterdam. Seperti yang kusebutkan, satu alasan aku memilih penerbangan ini adalah karena KLM Cityhopper menggunakan salah satu Fokker 70nya, yang mana hari ini adalah PH-KZL! KLM Cityhopper akan memensiunkan tipe ini musim gugur ini sehingga aku harus sebisa mungkin terbang dengannya dulu dong ya! 😀 Btw, aku tiba di bandara agak awal hari ini sehingga ketika aku pergi ke lounge-nya, aku adalah satu-satunya penumpang di sana loh! Iyaa, satu lounge buat aku sendiri! Haha 😛 .

Aku jelas akan kangen dengan layout 2-3nya Fokker 70 yang unik ini DAN legroom-nya yang lega banget (sebuah komoditas mahal ketika terbang di kelas ekonomi sekarang ini)!!

Bremen

Hal pertama yang aku tangkap dari Bremen adalah, ternyata kota ini adalah kota tram loh! Kok tahu? Yaa, soalnya tertulis begitu sih di halte tram di bandaranya, haha 😆 .

Bremen – Kota Tram

Anyway, secara keseluruhan Bremen adalah kota kecil yang cantik. Jadi sebenarnya, sebagai turis, aku rasa kita tidak membutuhkan tramnya sih untuk berkeliling pusat kotanya, dimana kebanyakan atraksinya berada. Eh, mungkin kecuali kalau kita menginap agak di luar kotanya ya.

Altstadt di Bremen

Bremen adalah setting (kurang lebih) dari sebuah cerita rakyat Jerman yang terkenal, Die Bremer Stadtmusikanten (Para Musisi Kota Bremen). Aku mengenal cerita ini ketika masih SD dulu melalui seorang teman baikku waktu itu yang jago menggambar (Sekali waktu ia membuat comic strips gitu berdasarkan cerita ini). Ceritanya populer banget sampai-sampai menjadi “simbol” dari kota ini loh. Bahkan ada sebuah patung perunggu yang terkenal banget yang berlokasi di sebelahnya Rathaus, yang mana jelas aku selfie di situ dong 😛 . Senang sekali rasanya aku bisa mampir di sana, sedikit mengingatkanku akan masa kecil dulu 🙂 . Btw ada sebuah patung berdasarkan cerita yang sama juga loh di Riga, Latvia. Jadi sepertinya ceritanya populer juga ya di Eropa Timur.

Selfie wajib di Bremen dengan Die Bremer Stadtmusikanten

Menurutku, bagian paling menarik dari Bremen adalah Altstadt-nya (Kota Tua) dimana terdapat bangunan-bangunan tua ala Jerman. Mungkin karena aku di sana ketika tanggal merah, aku hanya melihat keramaian (mungkin oleh turis) di Altstadt. Selebih dari itu, di lokasi-lokasi lain aku nyaris tidak melihat orang loh, bahkan kebanyakan tokonya pun tutup! Haha…

Ini bukanlah hari yang ramai di Bremen

Untuk urusan makanan, sayangnya aku tidak memiliki banyak kesempatan untuk mencoba ini-itu, haha. Aku makan steak sebagai makan siang pertamaku di sana. Lalu, aku pergi ke sebuah bar tapas untuk makan malam karena awan tebal menggantung sehingga nampak seperti akan hujan deras sehingga aku tidak memiliki kebebasan untuk pilih-pilih restoran, haha 😆 . Setidaknya waktu itu masih happy hour sih di barnya untuk cocktail (diskon 40% loh, lumayan!), yang mana aku memesan segelas long island ice tea, dan paellanya juga enak! , Dan untuk brunch keesokan harinya, aku makan schnitzel ala Vienna, haha 😆 .

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1939 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part I: Lyon)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Lyon

Obviously, I chose not to fly direct to Lyon, haha. In fact, on both ways I had a transit at Paris-CDG. In general, all the flights were standard short-haul flights with Air France so I would not get to too much details here. There was only one “incident” on my way to Lyon that worth sharing, haha 😛 .

I had quite a tight connection at Paris-CDG, at only 50 minutes. So obviously I was not happy to find out that the departure of my flight AF1741 was delayed by 20 minutes! But it did not end there. Once all passengers boarded, the captain announced that Schiphol was very busy at the time and we only got a clearance for departure in another 20 minutes! The string of delays still did not finish here. When we finally left the terminal, it turned out we got a departure slot at:

Runway 36L aka the Polderbaan

Yes, the friggin’ Polderbaan So all in all, consequently we took off from Schiphol one hour (!) behind schedule.

But there was nothing I could do so I just tried to relax (and order some wine on board, lol). Though, I wasn’t all that worried. I already checked online and I found that Air France had a scheduled evening flight to Lyon from Paris-CDG later today. So even in the worst case scenario, I figured they would bump me into that flight. Sure it would cause some inconvenience in terms of my arrival time in Lyon, but I had been to Lyon before anyway so there would be not much that I would miss.

A small bottle of wine to enjoy the moment.

Anyway, 50 minutes later we landed at runway 09L of Paris-CDG. I walked briskly once I deboarded about 5 minutes before the scheduled departure of my connecting flight, on the slightest hope that my connecting flight would probably be delayed too. I checked the transit monitors and went to my gate.

And I found it surprising that my gate was the same gate that I just got off from. Yep, as it turned out, my connecting flight to Lyon would be operated with the same airplane (even with the same crew set)! This was the first time ever I took these kind of flights! Lol 😆 . So consequently the flight to Lyon was also delayed by around 45 minutes! Yep, at the end, everything worked out well (for me)! 😛

I took two different flights (AF1741 and AF7646) with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXA today!

Once all passengers to Lyon boarded, the captain apologized for the delay and explained this was due to late arrival from Amsterdam. Well, I could testify for that! Lol 😛 .

Lyon

Lion selfie in Lyon

It worths mentioning that this trip took place during a very warm weekend in Europe; and this was also true for Lyon. It was really warm when I was there, where the temperature came close to 30°C or so, haha. Despite this, though, obviously I still managed to get around the city, haha 😆 .

I bought a daily public transpotation card to get around Lyon. I stayed near Gare Part Dieu and that was quite some distance from Vieux Lyon (Old Lyon), the most attractive (and touristy) part of the city. Obviously I was not planning to walk there because of the temperature, lol 😆 . The Lyonese trams looked really cool, though. Here is one of them:

A Lyonese tram

Anyway, unsurprisingly it was a busy weekend in Lyon where the Vieux Port was full of people (read: tourists)! I crossed both the Rhone and Saone rivers and walked around the old town. After lunch, I took the funicular to the top of the Fourviere Hill here Lyon’s Notre Dame Basilica was located. The small park next to the basilica provided good bird’s eye view of the city too.

Notre Dame Fourviere in Lyon

I looked at the map and Theatre Gallo-Romains did not look very far away from the basilica. Fortunately this turned out to be true because I decided to walk there, haha 😆 . This Roman theatre appeared like how I remembered it from 2014, it was very well-preserved.

Theatre Gallo-Romains

From there, I took the other funicular line down back to Vieux Lyon. At this point, I felt like I had walked enough and it was really warm anyway, so I decided to: shop! Haha 😆 . Even at one point I decided to just go to the big mall near Gare Part Dieu because it had air-conditioner in it, haha 😆 .

The Food

Lyon is known as the gastronomy capital of France, so obviously food was one main element of this trip, haha, even though I did not go to any Michelin-starred restaurant, unlike the last time.

One dish which I did not have the chance to try the last time I was in Lyon was quenelle de brochet. And so I told myself to not miss it this time around (and gave it a go to miss the andouillette, another Lyon’s specialty, because I was traumatized by the mustard sauce the last time I had it (I hate French mustard)). Anyway, the quenelle tasted good. I would probably not call it my most favorite dish ever because I found the sauce to be really creamy and heavy, but it was definitely much better (for me) than andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Another dish surprised me, btw, because (1) it was, obviously, really good and (2) I told myself why I never thought about it before. It was a “fillet de canard” (duck breast) steak. Really, it tasted very good!! In fact, maybe I will try to cook one myself soon! Hmm 🤔

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke Lyon

Jelas dong aku tidak terbang langsung dari Amsterdam ke Lyon, haha. Di kedua arah, aku transit dulu di Paris-CDG. Secara umum, semua penerbangannya adalah penerbangan standar jarak dekat dengan Air France sehingga aku tidak akan merincinya di sini. Hanya saja, ada satu “insiden” di perjalanan keberangkatanku ke Lyon yang layak diceritakan 😛 .

Waktu transitku cukup ketat di Paris-CDG, hanya 50 menit saja. Jadi jelas aku merasa tidak terlalu senang ketika tahu bahwa penerbangan AF1741ku dijadwalkan berangkat terlambat 20 menit hari ini! Masalahnya lagi, ternyata berita buruknya belum berakhir. Setelah semua penumpang naik pesawat, pilot mengumumkan bahwa Bandara Schiphol sangat sibuk waktu itu sehingga kami baru mendapatkan giliran untuk berangkat 20 menit kemudian! Disini pun masalahnya masih belum berakhir pula. Setelah akhirnya pesawat bergerak, ternyata keberangkatan kami adalah dari:

Landasan pacu 36L alias Polderbaan

Iyaa, Polderbaan laknat itu Semua ini mengakibatkan kami lepas landas satu jam (!) di belakang jadwal.

Berhubung toh semuanya di luar kuasaku, ya sudah aku pasrah saja dan berusaha santai (dan memesan wine dong di pesawat, haha). Tapi aku memang tidak begitu khawatir sih. Aku sudah cek di internet bahwa hari itu Air France memiliki penerbangan malam ke Lyon dari Paris-CDG. Jadi andaikata skenario terburuk terjadi, aku cukup yakin Air France akan memindahkanku ke penerbangan itu. Memang sih ini akan mengakibatkan sedikit ketidak-nyamanan dalam hal waktu tibaku di Lyon, tetapi toh aku sudah pernah ke Lyon sebelumnya jadi tidak terlalu banyak lah yang akan kulewatkan.

Sebotol kecil wine untuk memasrahkan diri kepada situasi.

Anyway, sekitar 50 menit kemudian kami mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris-CDG. Aku berjalan cepat-cepat begitu keluar dari pesawat sekitar 5 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan lanjutanku, dengan berbekal harapan amat kecil penerbanganku selanjutnya mungkin terlambat juga, haha. Aku kemudian mengecek layar monitor transit di bandara untuk mengetahui gerbang keberangkatannya.

Aku cukup kaget ketika melihat bahwa gerbangnya adalah gerbang yang sama dari mana aku baru saja keluar. Iya, ternyata, penerbanganku ke Lyon akan dioperasikan dengan pesawat yang sama (bahkan dengan set kru yang sama)! Ini adalah kali pertama aku mengalami kejadian begini nih! Haha 😆 . Jadilah akibatnya penerbangan ke Lyon juga kena delay selama 45 menit! Iya, pada akhirnya, semuanya baik-baik saja (untukku)! 😛

Aku menaiki dua penerbangan berbeda (AF1741 dan AF7646) dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXA ini hari ini!

Setelah semua penumpang tujuan Lyon naik pesawat, pilotnya meminta-maaf atas keterlambatan ini dan menyebutkan ini disebabkan oleh keterlambatan penerbangan sebelumnya dari Amsterdam. Yah, aku bisa kok bersaksi untuk pernyataan ini! 😛

Lyon

Lion selfie di Lyon

Relevan untuk disebutkan bahwa perjalanan ini berlangsung di akhir pekan yang amat panas di Eropa; dan di Lyon juga demikian. Panas banget deh ketika aku di sana, dimana suhu udaranya mencapai 30°C, haha. Walaupun begini, toh aku masih sempat jalan-jalan di kotanya, haha 😆 .

Aku membeli tiket harian transportasi umum untuk berkeliling Lyon. Aku menginap di dekat Gare Part Dieu yang berjarak cukup jauh dari Vieux Lyon (Lyon Tua), bagian paling kece (dan paling penuh turis) dari Lyon. Jelas, aku ogah berjalan-kaki kesana apalagi lagi panas-panasnya begini, haha 😆 . Btw, disain tram di Lyon keren-keren loh. Berikut ini salah satunya:

Sebuah tramnya Lyon

Anyway, tidak mengherankan akhir pekan ini ramai banget di Lyon dimana Vieux Portnya penuh orang (baca: turis)! Aku menyebrangi kedua sungai Rhone dan Saone dan berjalan-kaki keliling kotanya. Setelah makan siang, aku naik funicular ke atas bukit Fourviere dimana Basilika Notre Dame-nya Lyon berada. Dari taman kecil di samping basilikanya kita bisa melihat pemandangan Lyon dari atas.

Notre Dame Fourviere di Lyon

Aku lihat di peta dan Teater Gallo-Romains nampak tidak jauh dari basilikanya. Untung ini benar karena aku memutuskan untuk berjalan-kaki kesana, haha 😆 . Teater Romawi ini masih seperti yang kuingat dari tahun 2014, sungguh terawat dengan amat baik.

Teater Gallo-Romains

Dari sana, aku menaiki funicular lain untuk turun kembali ke Vieux Lyon. Aku merasa sudah cukup jalan-jalannya dan toh udaranya panas banget, jadilah aku memutuskan untuk: shopping! Haha 😆 . Bahkan di satu waktu aku memutuskan untuk ngemall aja loh di sebuah mall besar di dekat Gare Part Dieu yang dilengkapi dengan AC, haha 😆 .

Makanannya

Lyon dikenal sebagai ibukota kulinernya Prancis, jadi jelas makanan adalah satu elemen penting dari perjalanan ini, haha, walaupun aku tidak pergi ke restoran berbintang Michelin sih kali ini, tidak seperti yang lalu.

Satu menu yang tidak sempat aku cobain ketika terakhir kali aku di Lyon adalah quenelle de brochet. Jadilah aku berencana untuk tidak melewatkannya kali ini (dan tidak berkeberatan untuk melewatkan andouillette, sebuah makanan khasnya Lyon yang satunya, karena aku trauma dengan saus mustard-nya waktu itu (aku tidak suka mustard Prancis!)). Anyway, quenelle-nya enak juga ternyata. Mungkin aku tidak akan mengklaimnya sebagai masakan terfavoritku karena aku merasa sausnya creamy dan “berat” banget, tetapi (untukku) tetap jauh lebih enak daripada andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Satu menu mengagetkanku, btw, karena (1) jelas, rasanya enak banget dan (2) Kok aku nggak kepikiran sebelumnya ya? Haha. Menu ini adalah steak “fillet de canard” (dada bebek). Beneran loh, rasanya enak banget!! Malahan, aku berpikir untuk sekali-sekali mencoba membuatnya sendiri nih! Hmm 🤔

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1937 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Introduction)

ENGLISH

So you know, in the last three weeks I had three weekend trips in three consecutive weekends: Lyon, then Bremen, then Paris, haha. So I was thinking of wrapping these three trips under one “theme”, and what I came up with was “Early Summer 2017 Weekend TripS” series 😛 .

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Having three consecutive weekend trips was actually unintentional, though it was situational so it probably was not all that coincidental, haha.

Lion selfie in Lyon

You see, the few public holidays in the Netherlands are not uniformly spread throughout the year; and most of them fall in between April and May. And as I like to make use of them for some short trips, this results in several trips within a short period of time, haha. And the fact that the French Open is always held at the end of May/early June definitely plays a factor too 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Two of the three trips were driven by good flight deals that I found. Well, also because Lyon was a nice city and I had never been to Bremen. Also for Bremen, my flight back from there would be with a Fokker 70, which KLM is retiring by the end of this year. So gotta catch them while I can!!

Back at Court Philippe Chatrier this year

I have to say, though, that it is also quite tiring, haha. I am taking a rest now and have no travelling plan (as of yet) in the coming a few weeks 😛 . Though, who knows if I decide to change my mind soon too! Hahaha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Pada sudah baca kan, tiga minggu belakangan ini aku baru saja pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan: Lyon, lalu Bremen, lalu Paris, haha. Nah jadilah aku berkeinginan untuk memberikan sebuah “tema” untuk tiga perjalanan ini, dan yang kepikiran adalah seri “Early Summer 2017 Weekend TripS” 😛 .

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Tiga perjalanan akhir pekan yang berturutan sebenarnya terjadi tidak sengaja, walaupun ini juga dikarenakan situasi sih sehingga mungkin bukan lah kebetulan juga, haha.

Lion selfie di Lyon

Jadi tanggal merah di Belanda (yang sedikit itu) tidak tersebar merata di sepanjang tahun; dan kebanyakan jatuh di bulan April dan Mei. Dan karena aku suka memanfaatkannya untuk acara jalan-jalan, ini berakibat pada beberapa perjalanan dalam periode waktu yang singkat, haha. Dan French Open yang selalu diadakan di akhir Mei/awal Juni juga tentu berkontribusi juga 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Dua dari tiga perjalanan ini didasari oleh tiket promo yang aku temukan. Dan juga karena memang Lyon adalah kota yang indah dan aku belum pernah ke Bremen sebelumnya sih. Dan untuk Bremen, penerbanganku kembali dari sana dioperasikan dengan pesawat Fokker 70, yang mana akan dipensiunkan KLM di paruh kedua tahun ini. Jadi aku harus menerbanginya selagi bisa kan ya!!

Kembali lagi di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Harus diakui sih, ini cukup melelahkan juga, haha. Sekarang aku beristirahat saja deh dan tidak memiliki rencana jalan-jalan dalam beberapa (nggak banyak sih) minggu ke depan 😛 . Eh, tapi nggak tahu juga sih siapa tahu aku berubah pikiran! Haha 😛 .

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1932 – Another Long Weekend Story

ENGLISH

Yeay for two consecutive long weekends! After last weekend, this weekend was also a long weekend in the Netherlands with this Monday being the “Whitmonday”.

As my Instagram followers (@azilko) would have known by now, just like last weekend when I went to Lyon, I also made use of this long weekend for a short weekend trip! This time, though, I went to a new destination: Bremen, in Germany! Haha 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

When checking the list of this year’s Dutch public holiday about a month ago, I realized that this Whitmonday would be the last one in the Netherlands before Christmas. That would mean a period of 6+ months without any public holiday! So I figured I needed to make use of this opportunity! Haha 😛 .

At the time I found a good deal with flights to Bremen (with an overnight transit in Paris on the way out and a Fokker 70 flight on the way in). As I had never been to Bremen before, I quickly booked the tickets, haha.

The routing this long weekend. Created with: gcmap.com

And I am really glad I went on this trip! Bremen, while being a not so big city, was pretty! It was really fun! Here are a few photos as teasers from this trip! 🙂

BAHASA INDONESIA

Hore dua long weekend berturutan! Setelah akhir pekan kemarin, akhir pekan ini juga lah long weekend di Belanda dimana hari Senin ini adalah “Whitmonday”.

Dan seperti yang followers Instagramku (@azilko) sudah ketahui sekarang, seperti akhir pekan kemarin yang kumanfaatkan dengan pergi ke Lyon, aku juga memanfaatkan long weekend yang ini untuk jalan-jalan! Kali ini tujuannya adalah tujuan baru untukku: Bremen, di Jerman! Haha 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Ketika melihat daftar tanggal merah di Belanda tahun ini sekitar satu bulan yang lalu, aku menyadari bahwa Whitmonday ini adalah tanggal merah terakhir di Belanda sebelum Natal. Iya dong artinya sekarang kita sudah masuk ke dalam periode 6 bulan lebih tanpa tanggal merah sama sekali! Makanya aku perlu memanfaatkan kesempatan ini kan! Haha 😛 .

Waktu itu aku menemukan sebuah deal yang oke untuk penerbangan ke Bremen (dengan transit satu malam di Paris di perjalanan keberangkatan dan penerbangan dengan Fokker 70 sewaktu pulangnya). Karena aku belum pernah ke Bremen sebelumnya, langsung dong tiketnya aku beli, haha.

Rute long weekend kali ini. Dibuat dengan: gcmap.com

Dan aku senang sekali akhir pekan ini kumanfaatkan untuk jalan-jalan! Bremen, walaupun nggak besar-besar amat, lumayan cakep juga! Seru banget rasanya! Dan di atas, seperti biasa, aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini! 🙂

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1928 – A Long Weekend Story

ENGLISH

This weekend has been a long weekend in the Netherlands, which started on Thursday as it was the Ascension Day. Actually it was like Koningsdag (King’s Day) this year, though, where it was only Thursday that was a public holiday; Friday was not. But unlike that Koningsdag “long” weekend, I decided to take this Friday off from work, haha 😆 .

And my Instagram followers (@azilko) would have known by now that I did this for a long weekend trip. This time, I decided to go (back) to Lyon in France! Haha 😆 .

Lion selfie in Lyon

Obviously I have been once to Lyon before: in November 2014. Yeah, “once”, because on my subsequent “visits” to Lyon since then, I only stayed at the airport transitting for my AvGeek Weekend Trips, lol 😆 . Anyway, I found Lyon to be a nice city from my 2014 trip and I also found a good deal with Air France to fly there (via Paris 😛 ) so why not. Beside, I was a little bit disappointed during that 2014 trip where everything was closed on my second day there (Well, it was Sunday and it was French, in retrospect I probably should have known better, but still… 😛 ) . So this could be a “payback” time for that, haha 😛 .

Anyway, in short, I enjoyed this short getaway in Lyon. Lyon was still a nice city, just as I remembered it from the last time. Especially the weather was much better this time around than that time (though, it was really, really hot at around 30°C!!)

As usual, here are several teasers from the trip 🙂 .

 

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini adalah long weekend loh di Belanda, yang mana dimulai hari Kamis kemarin sebagai Hari Kenaikan Isa Almasih. Sebenarnya ini seperti akhir pekan Koningsdag (Hari Raja) tahun ini sih, dimana hanya hari Kamis saja lah yang merupakan tanggal merah; Jumat mah engga. Tetapi tidak seperti “long” weekend Koningsdag yang lalu, aku memutuskan untuk mengambil cuti di hari Jumat ini, haha 😆 .

Dan followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu bahwa aku memanfaatkan waktu ini untuk jalan-jalan. Kali ini, tujuannya adalah (kembali) ke Lyon, Prancis! Haha 😆 .

Lion selfie di Lyon

Jelas aku sudah pernah satu kali ke Obviously Lyon sebelumnya: di bulan November 2014. Iya, “satu kali”, karena di “kunjungan-kunjunganku” ke Lyon selanjutnya, aku cuma berada di bandaranya doang untuk transit dalam rangka AvGeek Weekend Trips-ku, haha 😆 . Anyway, aku cukup suka dengan kota Lyon dari perjalanan tahun 2014ku itu dan kebetulan aku juga menemukan deal tiket pesawat kesana dengan Air France (via Paris 😛 ) yang lumayan oke jadi mengapa tidak kan. Di samping itu, aku sedikit dikecewakan di perjalanan tahun 2014ku itu dimana apa-apa tutup di hari keduaku di sana (Yah, hari itu hari Minggu sih dan namanya juga Prancis. Kalau dipikir-pikir sekarang seharusnya aku sudah tahu akan begitu lah ya waktu itu, tapi tetap aja… 😛 ). Jadilah perjalanan ini bisa dipandang sebagai “pembalasan” dari waktu itu, haha 😛 .

Anyway, singkatnya, aku sungguh menikmati perjalanan singkat ke Lyon ini. Lyon adalah kota yang indah, persis seperti ingatanku dari tahun 2014 dulu. Terutama juga cuaca kali ini lebih mendukung daripada dulu. Walaupun panas banget sih, udaranya mencapai suhu sekitar 30°C loh!!

Seperti biasa, di atas adalah teasers dari perjalanan kali ini. 🙂

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1919 – 2017 Easter Long Weekend Trip (Zürich)

ENGLISH

Posts in the 2017 Easter Long Weekend Trip series:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

In short, Zürich was still as how I remembered it from 2011, it was a really beautiful city. It still stands as one of my favorite cities, haha 😆 . Though, this long weekend trip showed me the less nice side of the city too. Well, “less nice” from the perspective of a visitor/tourist.

A Zurich selfie

First of all, apparently almost everything was closed due to the Easter holiday. Consequently, there were not so much activities going on in the city. I just saw (quite many) other tourists walking around in the city centre, haha. This was already enough to make the city atmosphere “dead”.

It was not a busy weekend in Zurich

Though, possibly this was also accentuated by the weather. I have to say I was quite unlucky on this department in this trip. It was raining the entire time I was there. I had to take an umbrella (luckily my hotel provided some for guests to borrow) everytime I went out. You see, the combination of very little activities and rainy weather certainly was not the ideal one.

It was raining the whole time in Zurich

On top of that, everything in Zurich was still as expensive! At the end of the day it was still a Swiss city afterall, haha 😆 . Though, at least this time I was in a better situation financially than in 2011 when I was still living off a Master scholarships living cost allowance (at the time I still had not started my part-time job at the university either), lol 😆 . But still, of course the difference in the price of everything with the Netherlands was apparent, though I could still afford it 😛 .

RIP my money💸💸💸💸💸

Nonetheless, of course I still tried to enjoy it as much as I could, haha. I walked around the city (I didn’t feel like buying the public transport ticket), which was still pretty nice. I walked all the way from the Old Town to the Chinese Garden and back. For whatever reason, I remembered lying down on the grass in front of the Chinese Garden in 2011. It was still there, though obviously this time I did not do the same because of the rain, haha 😆 .

I was back at the Chinese Garden in Zurich

Anyway, this time I tried the Zurcher Geschnetzeltes, a Zurich local delicacy (I didn’t in 2011 as I was travelling on budget that time 😛 ). It was veal stripes served with cream sauce with mushroom and rosti. It was quite delicious and I liked it!! 🙂

Trying out a Zurcher Geschnetzeltes

Yeah, while the condition was not perfect that weekend, overall I still enjoyed my long weekend in one of my favorite cities 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Easter Long Weekend Trip:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Dalam satu kalimat, Zürich masih seperti sebagaimana yang aku ingat dari tahun 2011, kotanya sungguh indah. Kotanya masih merupakan salah satu kota favoritku, haha 😆 . Walaupun, perjalanan long weekend ini juga mengungkapkan sisi kurang begitu manisnya sih. Yah “kurang begitu manis” bagi turis maksudnya, haha.

Zurich selfie dulu dong

Pertama-tama, ternyata hampir semuanya tutup akibat hari Paskah. Sebagai akibatnya, tidak ada banyak aktivitas yang berlangsung di kotanya. Aku hanya melihat (lumayan banyak) turis-turis lain yang berkeliaran di dalam kota, haha. Ini sendiri sudah cukup untuk membuat atmosfer kotanya terasa “mati”.

Di akhir pekan itu Zurich tidak sibuk

Walaupun, suasana ini juga mungkin diperkuat cuacanya sih. Harus kubilang aku cukup tidak beruntung di bidang ini dalam perjalanan ini. Hujan terus turun di sepanjang masa tinggalku di sana. Setiap kali aku pergi ke luar, aku harus membawa payung (untungnya, hotelku menyediakan payung-payung untuk dipinjam tamunya). Nah kan, kombinasi antara aktivitas yang memang tidak banyak dan hujan jelas bukanlah kombinasi yang ideal.

Hujan terus di Zurich

Di atas itu semua, apa-apa di Zurich tetap aja mahal! Yah, bagaimana pun juga Zurich adalah sebuah kota di Swiss sih ya, haha 😆 . Walaupun, setidaknya kali ini kondisi finansialku juga lebih baik sih daripada dulu di tahun 2011 ketika aku masih hidup dengan menggantungkan jatah living cost dari beasiswa (waktu itu pun aku masih belum pekerja paruh waktu di universitas jug), haha 😆 . Namun, jelas perbedaan harga dalam hal apa pun dengan Belanda ya masih terlihat lah, walaupun aku masih mampu membayarnya sih 😛 .

RIP uangku💸💸💸💸💸

Walaupun begitu, jelas aku masih berusaha untuk menikmatinya semaksimal mungkin, haha. Aku berjalan-kaki keliling kota (aku sedang malas untuk membeli tiket transportasi umum), yang mana toh masih asyik-asyik aja. Aku berjalan dari Kota Tua ke Chinese Garden dan kemudian kembali lagi. Entah mengapa, aku ingat dulu tidur-tiduran di rumput di lapangan di depan Chinese Garden di tahun 2011. Lapangan rumputnya masih ada kok, walaupun jelas kali ini aku tidak tidur-tiduran di sana karena sedang hujan, haha 😆 .

Aku kembali di Chinese Garden di Zurich

Anyway, kali ini aku mencoba Zurcher Geschnetzeltes, sebuah masakan lokal Zurich (di tahun 2011 aku tidak mencobanya karena waktu itu budget-ku terbatas 😛 ). Ini adalah masakan potongan daging sapi muda dengan saus krim dengan jamur dan rosti. Rasanya enak juga dan aku lumayan suka! 🙂

Mencoba Zurcher Geschnetzeltes

Ya, walaupun kondisinya tidak sempurna akhir pekan itu, secara keseluruhan aku masih menikmati long weekend di salah satu kota favoritku 🙂 .

EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1915 – 2017 Easter Long Weekend Trip (The Transport)

ENGLISH

Posts in the 2017 Easter Long Weekend Trip series:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

My routing to get to/back from Zurich was quite interesting:

The routing this long weekend. Created with gcmap.com

Yep, I flew Amsterdam – Paris CDG – Rome FCO – Amsterdam, haha 😆 .

Departure to Zurich

My KLM Amsterdam – Paris flight departed from an “unusual” gate at Schiphol. Usually, an Air France/KLM Amsterdam – Paris vv flight uses a gate in Pier C of Schiphol. This one, though, used gate D61, thus indicating (to me) that the plane was used from a non-Schengen route before my KL1233 flight to Paris.

Delayed flight to Paris

Anyway, the flight was delayed today due to its late arrival from Birmingham (See, my guess was correct 😀 ). I wasn’t worried with my connection as the delay wasn’t that bad and I had enough transit time in Paris.

It was another full flight today with a Boeing 737-800 reg PH-BXE that was named “Havik”. It was a regular Amsterdam – Paris flight where we took off from Polderbaan and landed at runway 27R of Paris – Charles De Gaulle.

A KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXE

Obviously, I waited at a Salon Air France in Paris. During my latest AvGeek Weekend Trip, the lounge was closed for a renovation. So obviously I was quite excited to see the “new” lounge.

I was disappointed with the renovation result. The small alley connecting the two sides of the lounge was removed and I only noticed minor changes with the furniture. What disappointed me the most was, however, the food service. Only few things were served in the food area. Considering this was an Air France lounge in their main hub (Paris – Charles De Gaulle Airport), this was sad.

The food service at an Air France’s lounge in Paris. This looked sad to me.

My flight AF1814 to Zurich departed on time. It was operated with an Airbus A318 reg F-GUGK. We took off from runway 26R of Paris – CDG and then headed east towards Zurich. As before, I felt like the complimentary snack quality in Air France decreased this year. They served vegetarian sandwich in this flight. While it was bigger than KLM’s sandwich, it was much less tasty to me; which was a shame considering they were French 😦 .

A vegetarian sandwich as a complimentary snack

Anyway, about one hour later, we landed at runway 28 of Zurich – Kloten Airport. Here is the landing video:

To my liking, we parked at a remote stand upon arrival, where the passengers were, then, brought by a bus to the terminal building, haha.

An Air France’s Airbus A318 reg F-GUGK

Back to the Netherlands

I was excited especially for my first flight because: (1) it would be operated with an airline I had never tried before (Alitalia CityLiner) and (2) it would be operated with an airplane type I had never tried before (Embraer ERJ175). Yeay!! 😀

I arrived at Zurich – Kloten Airport about two hours before the flight. After checking-in and passing security, I headed to a Dnata lounge. The lounge was nice enough for an “off airport” SkyTeam lounge (Zurich Airport was more of a Star Alliance Airport, given that it was the main hub of Swiss International Air Lines). I was still full with my complimentary breakfast at the hotel, though, so I was not really in the mood of eating anything in the lounge anyway.

Dnata Lounge at Zurich – Kloten

Boarding went quite smoothly, where the 88-seater Alitalia CityLine Embraer ERJ175 reg EI-RDG was ready to take us to Rome – Fiumicino. It was a regular Alitalia flight, where a bag of mini chocolate biscuits was served with some limited selection of drinks. The weather in Rome was also nice today, as we were landing in runway 34R of Fiumicino Airport. Here is the landing video:

Again, I was happy that the plane parked at a remote stand today, haha 😛 .

An Alitalia CityLiner’s Embraer ERJ175 reg EI-RDG upon arrival in Rome-Fiumicino

My transit time was not very long today and I knew that Alitalia’s lounge was quite far away. So I decided to walk briskly there, had a quick lunch for 15 minutes, then went back to the departure area, haha 😛 . The food in the lounge was quite good, though, in my opinion. The lounge lady was also super friendly. Yeah, still pretty much the same impression of the last time 🙂 .

The food service at Alitalia’s Schengen lounge

My AZ110 flight back to Amsterdam was operated with an Airbus A320-200 reg EI-DTA. Here is a timelapsed video of the departure from Rome-Fiumicino:

It was an uneventful flight with Alitalia. This flight made me realize that, indeed, Alitalia had cut “cost” big time with their services on board. When I asked the flight attendant what they served as drinks, it turned out that they only had water, tea, coffee, and cola. Yep, that was all. No juice, no beer/wine. For snacks, on the 2 hours and 15 minutes flight to Amsterdam, the choices were only biscuits or crackers. Given that Alitalia has been struggling financially, this might not be of a big surprise, though.

Complimentary snack and drink on board Alitalia’s AZ110

We landed at runway 36R of Schiphol Airport. This was a convenient runway where the taxi time to the terminal building was very short, haha. I got off the plane, and then took the train back to Amsterdam. Here, my short long weekend ended 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Easter Long Weekend Trip:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Ruteku untuk pergi ke/kembali dari Zurich cukup menarik:

Ruteku long weekend ini. Dibuat dengan gcmap.com

Yep, aku terbang Amsterdam – Paris CDG – Rome FCO – Amsterdam, haha 😆 .

Keberangkatan ke Zurich

Penerbangan KLM Amsterdam – Parisku berangkat dari gate yang agak “nggak biasa” di Schiphol. Biasanya, penerbangan Air France/KLM rute Amsterdam – Paris pp menggunakan sebuah gate di Pier C Schiphol. Kali ini, yang digunakan adalah gate D61, yang mana (untukku) mengindikasikan pesawatnya digunakan di rute non-Schengen di penerbangan sebelumnya.

Penerbangan ke Paris terlambat

Anyway, penerbangannya sedikit terlambat hari ini akibat pesawatnya terlambat tiba dari Birmingham (Nah kan, tebakanku benar 😀 ). Aku sih tidak khawatir dengan keterlambatan sebentar ini karena waktu transitku di Paris cukup panjang.

Penerbangan ini penuh dengan pesawat Boeing 737-800 dengan rego PH-BXE dan bernama “Havik”. Ini adalah penerbangan biasa di rute Amsterdam – Paris dimana kami lepas landas dari Polderbaan dan mendarat di landasan pacu 27R Bandara Paris – Charles De Gaulle.

Sebuah Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BXE

Jelas, aku menunggu di Salon Air France di Paris. Nah, di waktu AvGeek Weekend Trip terakhirku, lounge-nya sedang ditutup akibat pekerjaan renovasi. Jelas dong kali ini aku penasaran dengan lounge “baru”-nya.

Aku sungguh kecewa dengan hasil renovasinya. Gang kecil yang menghubungkan dua sisi lounge-nya kini tidak ada lagi dan aku hanya melihat adanya sedikit perubahan saja dengan mebel-mebelnya. Yang paling mengecewakan adalah layanan makanannya. Hanya sedikit sekali yang disajikan hari itu. Dengan mempertimbangkan ini adalah lounge-nya Air France di bandara yang merupakan markas mereka sendiri (Paris – Charles De Gaulle), menurutku ini menyedihkan.

Layanan makanan di lounge-nya Air France di Paris. Untukku, ini nampak menyedihkan.

Penerbangan AF1814ku ke Zurich berangkat tepat waktu. Penerbangan ini dioperasikan dengan sebuah Airbus A318 dengan rego F-GUGK. Kami lepas landas dari landasan pacu 26R Bandara Paris – CDG dan kemudian bergerak menuju arah timur. Seperti yang lalu, aku merasa layanan snack di penerbangannya Air France juga menurun kualitasnya. Mereka menyajikan sandwich vegetarian di penerbangan ini. Walaupun ukurannya lebih besar daripada sandwichnya KLM, rasanya lebih tidak enak untukku; yang mana sungguh disayangkan dengan mengingat mereka kan maskapai Prancis ya 😦 .

Sandwich vegetarian sebagai layanan snack

Anyway, sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 28 Bandara Zurich – Kloten. Berikut ini video pendaratannya:

Yang aku suka, kami parkir di sebuah tempat parkir remote loh, dimana penumpang dibawa dengan bus ke gedung terminal, haha.

Sebuah Airbus A318 milik Air France dengan rego F-GUGK

Kembali ke Belanda

Aku merasa bersemangat terutama dengan penerbangan pertama hari ini karena (1) akan dioperasikan dengan maskapai yang belum pernah kunaiki sebelumnya (Alitalia CityLiner) dan (2) akan dioperasikan dengan tipe pesawat yang belum pernah kunaiki sebelumnya (Embraer ERJ175). Hore! 😀

Aku tiba di Bandara Zurich – Kloten sekitar dua jam sebelum keberangkatan. Setelah check-in dan melewati sekuriti, aku menuju ke Lounge Dnata. Lounge-nya cukup oke untuk ukuran lounge SkyTeam “airport luar” (Bandara Zurich adalah bandara Star Alliance karena merupakan markasnya Swiss International Air Lines). Aku masih kenyang sih dari sarapanku di hotel, sehingga aku sedang tidak ingin makan apa-apa di lounge-nya.

Lounge Dnata di Zurich – Kloten

Boarding berlangsung lancar, dimana Embraer ERj175nya Alitalia CityLiner yang berkursi 88 buah itu siap mengantarkan kami ke Roma – Fiumicino. Ini adalah penerbangan reguler dengan Alitalia, dimana sebungkus biskuit coklat disajikan dengan pilihan minuman yang terbatas. Cuaca di Roma juga sedang baik hari ini, seperti yang nampak ketika mendarat di landasan pacu 34 Bandara Roma – Fiumicino seperti di video berikut:

Lagi, aku senang pesawatnya parkir di tempat parkir remote, haha 😛 .

Sebuah Embraer ERJ175 milik Alitalia CityLiner dengan rego EI-RDG ketika tiba di Roma-Fiumicino

Waktuku transit tidak terlalu lama sementara aku tahu lounge-nya Alitalia cukup jauh. Jadilah aku berjalan cepat kesana, makan siang cepat-cepat selama 15 menit, dan kembali ke area keberangkatan, haha 😛 . Makanan di lounge-nya lumayan oke, menurutku. Petugas lounge-nya juga ramah banget. Ya, impresi positifku masih seperti ketika terakhir kali aku ke sana 🙂 .

Layanan makanan di lounge Schengen-nya Alitalia

Penerbangan AZ110ku kembali ke Amsterdam dioperasikan dengan pesawat Airbus A320-200 dengan rego EI-DTA. Berikut ini video timelapse keberangkatan dari Roma-Fiumicino:

Ini adalah penerbangan uneventful dengan Alitalia. Di penerbangan ini, aku disadarkan dengan pemotongan “biaya” besar-besarannya Alitalia dengan layanan mereka di pesawat. Ketika aku bertanya ke salah seorang pramugara mengenai pilihan minuman, dijawab mereka hanya menyediakan air putih, teh, kopi, atau cola. Iya, itu doang. Nggak ada jus, nggak ada bir/anggur. Untuk snack, di penerbangan 2 jam 15 menit ke Amsterdam ini hanya diberikan pilihan biskuit atau crackers. Yah, dengan mempertimbangkan kesulitan finansialnya Alitalia, ini tidak lah begitu mengherankan sih ya.

Layanan snack dan minuman di penerbangan AZ110nya Alitalia

Kami mendarat di landasan pacu 36R Bandara Schiphol. Landasan pacu yang nyaman banget dimana waktu taxiing-nya singkat, haha. Aku keluar dari pesawat, dan kemudian menaiki kereta kembali ke Amsterdam. Di sini, perjalanan singkat long weekend-ku berakhir 🙂 .