#1176 – The Story This Week

ENGLISH

Lock-Down Mode

Actually, I have been in a “lock down mode” the whole week this week. I decided to take an exam which was held earlier today, which meant that I had to prepare myself for it this week (the preparation even already started last week actually). Just like this time, actually I do not need the grade from this exam as I am a PhD Candidate now; but I (and my supervisors as well) thought it would be beneficial if I took the exam as I would pressurize myself even more to study the subject. Fair enough, so doing the exam I did.

Nevertheless, an exam is an exam, regardless the grade matters or not; well, this is true at least for me 🙂 . I am never the type of dropping something off when there is no direct consequence in doing so. No. When something is thrown at me and I accept it, I feel like it is my responsibility to do my best on it. So, the point is, I am glad that it is already the weekend now so I can relax, hahaha 😆 .

Anyway, the exam went pretty well I think.

Freezing the Whole Week

Speaking of the weather, it has literally been freezing the whole week this week. So, the hottest temperature in Delft at any point this week was, I think, around –3ºC. Well, the same pond that was frozen last year so we could literally go skating on it hasn’t frozen to the point we can safely skate on it yet though, but some other ponds have.

It also means that the snow that started falling this time hasn’t gone yet. Okay, as much as I am (still) fascinated with snow, it is now getting a little bit more annoying. For one, it becomes very slippery everywhere so we have to be extra cautious when walking or biking somewhere. And secondly, it sucks that ten of the fourteen tennis courts in the Sports Center are still covered with snow so we cannot play on any of them, huahaha 😆 . It also resulted in the cancellation of two tennis courses I was supposed to have in the past two weeks. Okay, there are still four courts inside the balloon; but still, it means less capacity so there is more chance for reservation conflict.

The temperature is expected to rise to between 2–12ºC starting this Sunday and so I am looking forward to it, hahaha.

BAHASA INDONESIA

Mode Mengunci Diri

Sebenarnya, aku berada dalam “mode mengunci diri” sepanjang minggu di minggu ini. Aku memutuskan untuk mengambil satu ujian yang diadakan hari ini, yang mana artinya aku harus mempersiapkan diriku untuk itu sepanjang minggu ini dong ya (sebenarnya persiapannya juga sudah dimulai semenjak minggu lalu sih). Seperti waktu ini, sebenarnya aku tidak membutuhkan nilai dari ujian ini karena aku kan kandidat PhD (S3) sekarang; tetapi aku (dan pembimbingku juga) merasa bahwa mungkin akan berguna jika aku mengambil ujian ini karena aku memberikan tekanan lebih kepada diriku untuk belajar materinya. Benar juga kan, jadilah aku mengikuti ujiannya.

Walaupun begitu, yang namanya ujian itu ya ujian ya, tidak peduli apakah kita butuh nilainya atau tidak; yah, setidaknya ini berlaku untukku sih 🙂 . Aku bukanlah tipe yang suka melepas sesuatu walaupun tidak ada konsekuensi langsung darinya. Bukan. Ketika sesuatu diberikan kepadaku dan aku menerimanya, aku merasa bahwa adalah tanggung-jawabku untuk melakukan yang terbaik untuknya. Jadi, intinya adalah, aku sekarang merasa cukup lega bahwa sekarang sudah akhir pekan sehingga aku bisa bersantai-santai, hahaha 😆 .

Anyway, rasa-rasanya ujiannya berlangsung dengan lancar sih.

Membekukan Sepanjang Minggu

Ngomongin cuaca, cuaca satu minggu ini benar-benar membekukan dalam artian sebenarnya loh. Jadi, suhu udara terpanas di Delft di semua waktu minggu ini, rasa-rasanya, adalah sekitar –3ºC. Yah, kolam yang sama yang membeku tahun lalu sehingga kita bisa main ice-skating di permukaannya belum sepenuhnya membeku sih, tapi beberapa kolam lain sudah loh.

Ini juga berarti bahwa salju yang mulai turun waktu ini juga masih belum hilang. Oke, walaupun aku (masih) suka dengan yang namanya salju, tapi kok makin kesini rasanya makin menyebalkan saja ya salju itu. Pertama, sekarang ini jadi licin banget gitu dimana-mana jadi kita harus berhati-hati kalau sedang berjalan-kaki atau bersepeda. Dan yang kedua, nyebelin kan kalau sepuluh dari empat belas lapangan tenis di Sports Center masih tertutupi salju sehingga nggak bisa main disana, huahaha 😆 . Ini juga mengakibatkan dibatalkannya dua kelas tenis yang seharusnya aku ikuti dua minggu belakangan ini. Oke, masih ada empat lapangan di dalam balon sih; tapi tetap saja ya, karena berarti kapasitasnya juga berkurang, kemungkinan konflik jadwal reservasi jadi semakin tinggi deh.

Suhu udara diramalkan naik ke rentang 2–12ºC mulai hari Minggu ini; dan aku tunggu-tunggu aja deh ya, hahaha.

Advertisements

#1147 – Weekend, Finally!!

ENGLISH

I must say I am really glad that now is now; I mean, the second weekend of November! Why? Well, finally, I can have the much-awaited rest I have been looking for!!

Yes, I have really been busy and it went all the way back to my trip to southern France and Austria. The trip itself was, of course, tiring in the sense that obviously I would feel (physically) tired after going on a trip. Then, after getting back to the Netherlands, I was busy accompanying my parents in the last week of their October trip to Europe. They went back to Indonesia last Sunday; but my Sunday was actually not over yet as I had to do my laundry and also clean my apartment.

I had to submit a paper review on Monday. This was the reason why I read a paper during my southern France and Austria trip, otherwise I wouldn’t have had enough time! Then, I was quite on a mini lock-down mode as I decided to take one exam this Friday. Well, as a PhD, I would not need the grade; but I just thought it would be good if I pressurized myself with having to take the exam as it would force me even more to study the materials, hehehe 🙂 . There was a lot to read and study to prepare for the exam btw, and I only had two days (Tuesday and Wednesday) for that. So I had to really make the most out of those two days.

Wait, only two days? What about Thursday? Well, I would have the third, and last, meeting of the PhD Start Up course on Thursday. And as the previous two meetings, this would take the whole day. This time, the course took place within the campus limit, which was nice in some ways. But now I kinda prefer the other place as I think that place was more suitable for the course’s program. Anyway, I had the exam on Friday. I think it went well. It was just that because I had not been manually writing with my hand for quite some time, my hand hurt a little bit after I finished the exam, where my answers were on eight pages of A4 paper, huahaha 😆 .

Yeah, that is why I am so glad this weekend is this weekend, where I can catch a breathe and relax a little bit.

BAHASA INDONESIA

Harus kubilang bahwa aku lega sekarang adalah sekarang; maksudku, akhir pekan kedua di bulan November ini! Mengapa? Yah, karena akhirnya aku bisa mendapatkan istirahat yang sudah sangat aku nantikan!!

Ya, akhir-akhir ini aku sibuk sekali dan semuanya telah bermula semenjak perjalananku ke Prancis selatan dan Austria. Perjalanannya sendiri, tentu saja, juga melelahkan dalam artian tentu saja aku merasa lelah (secara fisik maksudnya) setelah kembali dari sebuah perjalanan. Lalu, setelah kembali ke Belanda, aku sibuk menemani orangtuaku di minggu terakhir mereka di perjalanan bulan Oktober mereka ke Eropa. Mereka sudah kembali ke Indonesia hari Minggu lalu; tapi hari Mingguku waktu itu juga sebenarnya belum berakhir karena aku juga harus mencuci pakaianku dan juga bersih-bersih apartemen.

Aku harus mengumpulkan satu paper review di hari Senin. Inilah mengapa aku harus membaca sebuah paper di perjalananku ke Prancis selatan dan Austria, karena kalau tidak, aku tidak akan memiliki cukup waktu untuknya! Lalu, aku berada dalam mode mengunci diri mini karena aku memutuskan untuk ikut sebuah ujian hari Jumat ini. Yah, sebagai PhD, aku tidak akan membutuhkan nilainya sih; tapi aku rasa akan baik juga jika aku memberikan tekanan kepada diriku sendiri untuk ikutan ujian karena ini akan lebih memaksaku untuk mempelajari material-nya secara lebih serius kan, hehehe 🙂 . Ada banyak sekali bahan yang harus dibaca dan dipelajari sebagai persiapan ujiannya, hanya saja aku hanya memiliki dua hari untuk itu (Selasa dan Rabu). Jadilah aku harus memaksimalkan dua hari itu.

Eh, tunggu, hanya dua hari saja? Bagaimana dengan hari Kamis? Yah, aku harus mengikuti pertemuan ketiga, dan terakhir, dari kelas PhD Start Up di hari Kamis. Dan seperti dua pertemuan sebelumnya, pertemuan ini akan memakan waktu seharian. Kali ini, kelasnya diadakan di dalam lokasi kampus, yang mana enak juga dari beberapa segi ya. Tapi entah kenapa aku lebih suka tempat yang satunya itu deh karena menurutku lebih cocok untuk program kelasnya. Anyway, ujiannya aku ikuti di hari Jumat. Aku rasa ujiannya berlangsung dengan lancar sih. Hanya saja karena sudah lama aku tidak menulis secara manual dengan tangan, jadilah tanganku sedikit pegal gitu setelah aku menyelesaikan ujiannya, dimana pekerjaanku kutulis dalam delapan halaman kertas folio, huahaha 😆 .

Ya, itulah mengapa aku lega akhir pekan ini adalah akhir pekan ini, dimana aku bisa berhenti sejenak dan sedikit rileks.

#1062 – Tennis Lesson, Busy, and Veggies

ENGLISH

Tennis Lesson Q4

Last Monday, the registration for the tennis lesson for the next period (fourth quarter) was opened. Learning from my previous experience where every slot was gone really fast, I put my eyes more closely this time. I checked the registration website literally every 10 to 15 minutes, hahaha. But even with this effort (I was quite unlucky I guess), I was still a little bit late.

For this period, I plan to take the intermediate course from this general course (held not by a club but by the sport center). It turns out that they only open two intermediate courses this quarter: one on Friday afternoon and one on Thursday morning. The Friday afternoon one is perfect for me schedulewise, but it was already full when I accessed the registration link! Daaamn! Having no other option, I picked the Thursday morning one. And by morning, it would be every Thursday at 9 AM!! Yeah, friggin’ 9 AM!! 😯 But well, it is alright I guess, hahaha. It seems to me that I would be buying more bread (for breakfast) then this quarter…

Busy Busy Busy

I am currently on a “lock down mode” and tomorrow is the D-Day. Looking at past exams, it seems that the exam will require a lot of brain power; and more specifically, rigorousness in basic calculation (it may require some stuffs from calculus as well). So, my approach for this exam would be that I should not consume too much brain power from the morning till the moment before the exam (the exam will start at 2 PM) to keep my brain as fresh as possible for the exam. But it means that I have to study and prepare harder until today (Tuesday). Arrrggghhh, one more day! Come On!!

Veggies

Anyway, finally the price of some of the vegetables in the supermarket is going down lately! Huahaha 😆 . Well, not all (yet) though, but at least it is a good sign. For the past several months, the price has been kinda crazy. For spinach, it was about €4 per kg and for green beans (my favorite) it was even about €5 per kg! 😯 That is why these past few months I had to think twice before buying veggies, hahaha 😆 . And it was not that the veggies was imported. Some was actually local product (though some was, indeed, imported from, like, Spain, Morocco, Italy, etc (How did I know that? Well, because they put this information on every veggies basket/display in the supermarket, huahaha 😆 )). I guess it was the winter (that caused the price to go up) because it would be more troublesome to grow veggies…

P.S: Though a friend of mine who currently lives in Scandinavia said that one should not complain as long as (s)he does not need to buy grocery in Scandinavian rate, huahaha 😆 . But well, everything I wrote above was with Dutch standard, so Scandinavian rate was irrelevant, hahaha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Les Tenis Q4

Senin lalu, pendaftaran untuk les tenis untuk periode depan (kuarter keempat) dibuka. Belajar dari pengalamanku sebelumnya dimana setiap slot terambil begitu cepatnya, aku memasang mata lebih awas kali ini. Aku mengecek web registrasinya setiap sekitar 10 sampai 15 menit sekali, hahaha. Tapi dengan usaha seperti ini pun (akunya yang sial aja sih kayaknya), aku juga agak terlambat loh.

Untuk periode ini, aku berencana mengambil kelas level intermediate untuk kelas regulernya (yang diadakan bukan oleh klub, tapi oleh sport center-nya sendiri). Ternyata kali ini mereka hanya membuka dua kelas level intermediate saja: satu di hari Jumat sore dan satu di Kamis pagi. Yang Jumat sore itu jadwalnya sempurna banget untukku, tapi sudah penuh dong ketika aku membuka link registrasinya! Arrrgghh! Karena nggak ada pilihan lain, ya udah aku ambil yang Kamis pagi aja. Dan maksudnya pagi itu adalah setiap hari Kamis jam 9 pagi!! Ya, jam 9 pagi!! 😯 Ah, tapi nggak masalah sih kayaknya, hahaha. Sepertinya aku bakal membeli roti tawar lebih banyak (buat sarapan) deh kuarter ini…

Sibuk Sibuk Sibuk

Sekarang aku sedang berada dalam mode “lock down” dan besok adalah hari-H-nya. Menilik ujian-ujian sebelumnya, rasanya ujian ini akan membutuhkan banyak sekali brain power; dan lebih spesifiknya, juga ketelitian dalam menghitung gitu (bisa jadi membutuhkan beberapa hal dari kalkulus juga). Jadi, pendekatanku untuk ujian ini adalah aku tidak akan memakai terlalu banyak brain power-ku dari pagi sampai menit-menit menjelang ujian (ujiannya bakal dimulai jam 2 siang) supaya otakku segar untuk ujiannya. Tapi ini artinya aku harus belajar dan mempersiapkan diri dengan lebih keras deh sampai hari ini (Selasa). Arrrggghhh, sehari lagi! Come On!!

Sayuran

Anyway, akhirnya harga beberapa sayuran di supermarket sudah turun loh akhir-akhir ini! Huahaha 😆 . Belum semua sih, tapi setidaknya ini pertanda baik lah ya. Beberapa bulan belakangan ini, harganya gila-gilaan loh. Masa untuk bayam harganya sekitar €4 per kg dan untuk buncis (favoritku nih) malah harganya per kg hampir €5! 😯 Makanya beberapa bulan ini agak mikir-mikir juga deh beli sayuran, wkakaka 😆 . Dan padahal ini sayurannya nggak semuanya diimpor loh. Beberapa sebenarnya produk lokal (walau beberapa memang diimpor sih dari Spanyol, Moroko, Italia, dll (Kok aku tahu? Ya soalnya di tiap keranjang/display sayuran di supermarketnya itu kan ada tulisannya, huahaha 😆 )). Kayaknya sih musim dingin ya penyebab harganya naik gitu karena di musim dingin kan lebih susah buat bertani sayuran…

P.S: kata temanku yang tinggal di Skandinavia, selama belum beli kebutuhan dengan harga Skandinavia, jangan protes deh, huahaha 😆 . Tapi biarin dong ya, apa yang kutulis di atas kan standar Belanda, jadi harga Skandinavia ya tidak relevan lah, hahaha 😛 .

#1060 – Paris, Lock Down, and A Documentary

ENGLISH

Planning the Paris Trip

About two months ago, I bought three tennis tickets (for three consecutive days) for the second grandslam tournament of the year, The French Open, in Paris later on this year in late May/early June. Earlier this week, I finally got my tickets (they were uploaded to my account in their website and what I have to do now are assigning name(s) to those tickets and to print them later on).

The tournament would be held in about a month and a half now so I thought it would be wise for me to start planning this trip in more details. Of course there are two things that are necessary: transportation to/from Paris and accommodation. I haven’t made any decision yet for the former. Though I think I will take train, I haven’t bought the tickets yet as there is still no interesting promotion price as of now and because it is still a month and a half ahead, I think I still can wait for it a little bit longer. So maybe I will finalize this after my trip to Scotland next weekend! 🙂

As for the latter, I have finalized that earlier this week just after I got confirmation about the French Open tickets. I am not going to stay in the same hostel as in my previous trip to Paris. The hostel that I picked for this trip was a little bit more expensive (about €5 more expensive/person/night) but the reviews that I read were mostly positive (much more positive than most reviews of the previous hostel). So I kinda expect this hostel to be a lot nicer than that previous hostel, hahaha.

Having booked the hostel, it means that I also have made a decision on how long I would stay in Paris. All this time I pretty much kept that open (as I thought maybe there would be something else that I would like to also do while I was in Paris). But after some consideration, I decided that my agenda for this trip would be just the French Open, hahaha 😆 . So I will be there for four nights only :D.

Ah, I cannot wait already!! It is going to be a really big event and I am going during the first week of the tournament, so I can expect to see a lot of top players there! hehehe 🙂

Lock Down Mode

These past three days, I have been in a lock down mode. This time, it is a serious lock down mode because I know I have to really focus for this one exam that I am taking next week, hehe. This is actually the reason why I haven’t really been that active (compared to usual) in the blogosphere these past three days. And I think this may also be the case for the several coming days…

So far, the progress seems to be really good, much faster and better than I expected. But I know that I should not take this for granted though, hehe. Ah, I still have five days before the exam!! 🙂

Documentary

One of many things that I like to do before going to bed at night is watching a good documentary show. Of course the topic of the documentary has to be something that I have interest on. And last night, I watched a really good documentary. It was about the question “Is the Universe Infinite?“. What was really good about this documentary was that not only it discussed about the astronomical aspect of the universe, but also a little bit of the mathematical philosophy of “infinity”, like the Zeno paradox and the Hilbert’s Infinite Hotel (though the name “Hilbert’s paradox of the Grand Hotel” was not stated in the documentary) to name two. Really really interesting!!

I don’t know, I always like watching this kind of show before going to sleep. I feel that it makes me a little bit smarter by giving me some more useful piece of information about something and thus expanding my (general) knowledge a little bit more. In particular a documentary about what is out there in the space, it makes me think about how incredibly vast the universe is, and how insignificant the human race is in comparison to that (sure we can view this in a more “positive” point of view by looking at the ‘uniqueness’ of every human being (and hence every human being is “special” and “unique” in this vast universe; adding more “importance” value to each of us); but it is important to understand that that is the other side of the duality). Ah, it feels so serene…

Btw, if you are also interested in the documentary, this is the link:

BAHASA INDONESIA

Merencanakan Trip ke Paris

Sekitar dua bulan yang lalu, aku membeli tiga tiket tenis (untuk tiga hari berturutan) untuk turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open, di Paris yang diadakan akhir Mei/awal Juni nanti. Awal minggu ini, akhirnya aku mendapatkan tiketnya (tiketnya diunggah ke akunku di website resminya mereka dan yang harus aku lakukan adalah meng-assign nama ke tiket-tiket tersebut dan untuk nantinya aku print).

Turnamennya akan dimulai kira-kira satu setengah bulan lagi sehingga aku pikir sudah waktunya bagiku untuk mulai merencanakan perjalanan ini dengan lebih mendetail dong ya. Tentu saja ada dua hal utama yang harus dipikirkan: transportasi ke/dari Paris dan akomodasi. Aku masih belum membuat keputusan untuk yang pertama. Walau aku kira kayaknya aku akan naik kereta kesana sih, tetapi aku masih belum membeli tiketnya karena masih belum ada harga promosi nih dan karena perginya masih satu setengah bulan lagi, kayaknya aku masih bisa deh sedikit menundanya. Jadi mungkin aku akan membuat keputusan tentang ini setelah balik dari perjalananku ke Skotlandia akhir pekan mendatang! 🙂

Untuk yang kedua, aku sudah membuat keputusan awal minggu ini setelah aku mendapat konfirmasi tiket French Open itu. Aku nggak akan menginap di hostel yang sama seperti di perjalananku sebelumnya ke Paris. Hostel yang aku pilih untuk perjalanan kali ini agak lebih mahal dibanding sebelumnya (sekitar €5 lebih mahal per orang per malam) tapi review-nya juga kebanyakan positif banget sih (jauh lebih positif dari kebanyakan review untuk hostel yang lalu). Jadi ya aku berharap hostel ini bakalan lebih bagus daripada yang sebelumnya dong ya, hahaha.

Sudah mem-booking hostel, ini artinya aku juga sudah membuat keputusan akan berapa lama aku akan tinggal di Paris. Sebelumnya, aku biarkan tanggal ini masih terbuka (karena aku pikir siapa tahu kan ada hal lain apa gitu yang sekalian ingin aku lakukan mumpung lagi di Paris). Setelah beberapa pertimbangan, aku memutuskan bahwa agenda untuk perjalanan kali ini ya untuk French Open aja deh, hahaha 😆 . Jadi aku akan menginap disana empat malam aja :D.

Ah, sudah nggak sabar nih!! Turnamen ini akan menjadi event yang besar dan karena aku perginya di minggu pertama dari turnamennya, jadi aku bisa berharap bakal melihat banyak pemain-pemain top dunia dong! hehehe 🙂

Mode “Lock Down

Tiga hari terakhir ini, aku berada dalam mode “lock down” lagi. Kali ini, mode lock down ini adalah lock down yang serius karena aku harus fokus sekali untuk satu ujian yang akan aku ambil minggu depan ini, hehe. Inilah alasan mengapa aku nggak terlalu aktif (dibanding biasanya) di blogosphere selama tiga hari belakangan ini. Dan rasanya ini masih bakalan berlanjut untuk beberapa hari ke depan…

Sejauh ini sih kemajuannya bagus juga, lebih cepat dan lebih baik daripada perkiraanku sebelumnya. Tapi aku tahu bahwa aku tidak boleh meremehkannya sih, hehe. Ah, masih lima hari lagi nih sebelum ujiannya!! 🙂

Dokumenter

Satu dari banyak hal yang aku suka lakukan sebelum tidur malam adalah menonton sebuah acara dokumenter yang bagus. Tentu saja topik yang dibahas juga haruslah sesuatu yang aku minati ya. Dan semalam, aku menonton sebuah acara dokumenter yang bagus sekali loh. Topiknya adalah pertanyaan “Is the Universe Infinite? (Apakah Alam Semesta ini Tak Terhingga?)“. Yang keren dari acara ini adalah acara ini tidak hanya membahas aspek astronomi dari alam semesta itu sendiri, tetapi juga sedikit filosofi matematika tentang “tak terhingga”, dua diantaranya adalah paradoks Zeno dan Hotel Hilbert Tak Terhingga (walaupun nama “Paradoks Hilbert tentang Grand Hotel” ini tidak disebutkan di acaranya sih). Menarik sekali loh!!

Nggak tahu ya, aku suka aja gitu menonton acara seperti ini sebelum tidur. Aku merasa aku bertambah semakin pintar dengan mendapatkan beberapa informasi berguna akan sesuatu sehingga sekaligus mengembangkan pengetahuan (umum)-ku lebih jauh lagi. Khususnya untuk acara dokumenter tentang apa yang ada di luar angkasa sana, acara semacam ini membuatku berpikir bagaimana luasnya alam semesta ini, dan bagaimana tidak signifikannya umat manusia dibandingkan dengan itu (ya, tentu saja ini bisa dipandang dengan sisi pandang yang lebih “positif” ya dengan melihat ‘keunikan’ setiap manusia (sehingga setiap manusia itu “spesial” dan “unik” di alam semesta yang luas; sehingga menambah nilai “kepentingan” di setiap diri manusia); tapi perlu disadari bahwa itu adalah sisi lain dari sebuah dualitas). Ah, rasanya damai gitu…

Btw, kalau tertarik dengan dokumenternya, ada link-nya di atas tuh…

#1059 – Manic Monday

ENGLISH

Long Weekend Continued…

In Holland, this latest Easter long weekend did not end on Sunday, but it continued to Monday, huahaha 😆 . Not bad. And since the EWI building in my campus was also closed for any access on Monday, I decided to make this as an excuse to also take this Monday off.

A little preview for what is coming up within the next eight days for me: starting today (or probably tomorrow, we will see about that :D) I will be on another lock down mode. Yes, I plan to take one exam held next week on Wednesday, and I do really have to lock myself up and study for the materials for at least one full week. I have already started a little work though since about last week, but it was all just a light reading over the materials and not really “intensive” work as I plan for the coming one week. But it is always good though to already have a head start under my belt.

What does that mean? Well, it means that anything not related to that lock down mode that I need to do within the next ten days have to be done last Monday!! The truth was that there were indeed a couple of things that I scheduled to do within these ten day period. And in a way those things made my last Monday quite a manic Monday, haha…

Bad Weather

First of all, it worth noting that the weather this last long weekend was not that friendly. You already know last Saturday it was even hailing when I was at Kinderdijk. The same story still went on on Sunday and Monday. It was so gloomy and light drizzle fell the whole two days. Definitely not fun and ideal for a long weekend…

New Shoes

Anyway, the first thing to do on Monday was to buy a new pair of tennis shoes. After a little bit of thinking and consideration, I decided to buy new shoes for my tennis practices, huahaha 😆 . My current running shoes are, obviously, not designed to endure longer-term usage for tennis, and I am a little worried about that. Beside, these shoes are already almost 3 years old now and quite almost battered in a way, so I think time-wise it is also okay to buy a new pair of exercising shoes. Plus, I have just decided to join a tennis club for the upcoming a few months. So, it is safe to say that my frequency of playing tennis will be quite high.

However, some of the shops were closed yesterday because of the prolonged Easter long-weekend, so basically I had less options, haha. But in the end I finally bought one pair at a store in Den Haag. They are quite expensive though in my opinion, but they are so nice and they do look good (This was another problem for me also: why are the ones that I like the relatively more expensive ones? 😆 ). And indeed, this pair are stronger (more rigid) than my older running shoes (well, because this new pair are tennis shoes anyway, so of course they are more rigid). How much they cost me? Well, it was € 89.95. It sure looks quite a lot; but after thinking about it, for good shoes (not only ‘good’ model, but also good physical and very good design), I think this price is quite reasonable?

After getting back home, I checked some of the price online and indeed this price was good. I mean, a website offered € 88.00 but factoring in shipping cost, it would cost much more, haha. And then I also realized that apparently this model was a (relatively) new model and it was worn by Rafael Nadal during his hard court campaign this year from January to March!! 😯 Huahaha 😆 I did not know that! 🙂 But at least now I am even more sure that this is a good product, hahaha 🙂

Rafael Nadal at the 2012 Australian Open. Yes, I just bought these shoes he was wearing in this photo! Photo credit: Ben Solomon/Tennis Australia

Laundry

My next scheduled date for laundry was actually next week, just about four days before my weekend trip to Scotland (yeah, after the exam, I am going on that weekend trip to Scotland! Ah, I cannot wait!! :D). But because of the lock down mode, I decided to move it forward and did it yesterday instead after coming back from Den Haag for shoes shopping…

Yea, I know, this is so stupid that I even write doing a laundry in a blog. But whatever, this is my blog so I can write whatever I want, no? haha 😛

My old running shoes

My new tennis shoes

BAHASA INDONESIA

Long Weekend Berlanjut…

Di Belanda, long weekend Paskah kali ini tidak berakhir di hari Minggu, tetapi berlanjut hingga hari Senin loh, huahaha 😆 . Lumayan banget lah ya. Dan karena gedung EWI di kampusku juga aksesnya ditutup di hari Senin, ya udah sekalian aku jadikan alasan aja untuk mengambil libur di hari Senin.

Sedikit preview akan aktivitasku sekitar delapan hari ke depan: mulai hari ini (atau besok, kita lihat saja deh :D) aku akan kembali memasuki mode lock down. Ya, aku berencana untuk mengambil satu ujian lagi hari Rabu minggu depan, dan jadilah aku harus mengunci diriku dan belajar materi untuk ujian ini selama setidaknya seminggu penuh. Aku sudah mencicil sedikit semenjak minggu lalu sih, tapi yang sudah aku cicil hanyalah yang ringan-ringan aja dan nggak terlalu “intensif” gitu seperti yang aku rencanakan buat seminggu ke depan. Tapi tetap lumayan lah ya sudah ada beberapa bagian yang dicicil.

Apakah artinya ini? Ya, artinya segala hal yang tidak berhubungan dengan mode lock down-ku itu yang harus aku kerjakan selama sepuluh hari ke depan ya harus aku lakukan Senin kemarin ini!! Nyatanya, memang ada dua hal yang harus aku lakukan deh dalam waktu sepuluh hari ini. Dan dua hal ini, di satu sisi, membuat hari Seninku kemarin cukup menyibukkan juga, haha…

Cuaca Buruk

Pertama-tama, penting untuk disebutkan bahwa cuaca di long weekend ini tidak bersahabat sama sekali. Tahu dong bahkan hari Sabtu kemarin sempat hujan es ketika aku berada di Kinderdijk. Cerita yang sama berlanjut di hari Minggu dan Seninnya. Suasananya itu gloomy banget dan hujan gerimis ringan turun sepanjang dua hari tersebut. Beneran bukanlah cuaca yang mengasyikkan atau ideal deh buat sebuah long weekend

Sepatu Baru

Anyway, hal pertama yang harus kulakukan Senin kemarin adalah membeli sepasang sepatu baru. Setelah dipikir-pikir dan dipertimbangkan dengan masak, aku memutuskan untuk membeli sepasang sepatu baru untuk latihan tenis deh, huahaha 😆 . Sepatu lari-ku sekarang, jelas lah, tidak didisain untuk tahan dipakai latihan tenis dalam jangka waktu panjang, dan aku agak khawatir karenanya. Lagian, sepatu lari ini sudah aku miliki selama hampir 3 tahun deh dan di satu sisi sudah agak-agak butut gitu, jadi aku rasa dari segi waktu oke lah ya untuk membeli sepatu olahraga baru. Lagian kan aku baru saja bergabung di sebuah klub tenis nih untuk beberapa bulan ke depan. Bisa dipastikan frekuensi main tenisnya bakal agak lumayan deh.

Namun, beberapa tokonya tutup kemarin karena long weekend Paskah yang berlanjut sampai Senin, jadi pada dasarnya pilihanku jadi agak berkurang deh, haha. Tapi akhirnya aku membeli sepasang sepatu di sebuah toko di Den Haag. Harganya lumayan mahal juga sih ya menurutku, tapi sepatunya oke dan penampilannya bagus gitu deh (Ini juga yang menjadi masalah deh bagiku: kenapa ya barang yang aku suka itu pas yang harganya relatif lebih mahal? 😆 ). Dan memang sih, sepatu yang ini lebih kuat (lebih kaku) daripada sepatu lari lamaku (ya, ini wajar lah ya karena sepatu tenis kan memang gitu, jadi jelas lebih kaku). Berapakah yang harus aku keluarkan? Hmm, aku membayar € 89.95 untuknya. Memang sepertinya lumayan banyak juga ya; tapi kalau dipikir-pikir lagi, untuk sepatu yang bagus (nggak cuma modelnya tapi juga fisik dan disainnya), rasanya harga segitu cukup masuk akal?

Setelah pulang, iseng aku mengecek harganya online dan harga segini oke juga kok ternyata. Ada sih website yang menjualnya dengan harga € 88.00 tapi kalau memasukkan ongkos kirim, jatuhnya bakal lebih mahal lah ya, haha. Dan kemudian aku juga menyadari bahwa model ini adalah model yang (relatif) baru dan dipakai oleh Rafael Nadal dalam penampilannya di lapangan keras tahun ini dari Januari sampai Maret loh!! 😯 Huahaha 😆 Aku bahkan nggak tahu itu ketika membelinya! 🙂 Tapi setidaknya sekarang aku jadi lebih yakin bahwa ini memang produk yang bagus, hahaha 🙂

Rafael Nadal di Australian Open 2012. Ya, aku baru saja membeli sepatu yang ia pakai di foto ini! Photo credit: Ben Solomon/Tennis Australia

Cucian

Jadwalku untuk mencuci baju sebenarnya adalah minggu depan, sekitar empat hari sebelum perjalanan akhir pekanku ke Skotlandia (ya, setelah ujian, aku akan pergi ke Skotlandia untuk sebuah perjalanan akhir pekan! Ah, nggak sabar nih aku!! :D). Tapi karena mode lock down ini, jadilah aku memajukan jadwal mencuci baju ini dan aku mencucinya kemarin deh setelah pulang dari Den Haag untuk membeli sepatu…

Ya, ya, aku tahu, ini nggak penting banget gitu. Cuma nge-laundry aja ditulis di blog, huahaha 😆 . Tapi biarin dong ya, kan aku yang punya blog jadi suka-suka aku dong? haha 😛

#1054 – End of March

ENGLISH

I cannot believe it is already the end of March! I mean, wow! How fast time flies! Everything, for me, is getting more serious and urgent in April. There is no time to procrastinate in executing some stuffs (or starting to do something). One of them is a new apartment/place to live. My contract with this apartment will end this July, which means that at the end of July I have to move somewhere. Unfortunately, there is no possibility to extend the contract (and I prefer to move somewhere anyway, hahaha :D. The only thing I am not looking forward to is the inconvenience of moving). Ah, hopefully I will get something!!

End of March also marks the end of the Indian Wells – Key Biscayne tennis tournaments series. Every March, two consecutive big tennis tournaments are held in Indian Wells and Key Biscayne, USA. These two tournaments are the two biggest tournaments after the four grandslams – biggest in the sense of some aspects like prize money, draw size, and prestige. Okay, I will not go into details here, but what made me happy from this year’s series was the return of Venus Williams on court in Key Biscayne. In just her first tournament after her withdrawal from last year’s US Open due to Sjögren’s Syndrome, she reached the quarterfinals of Key Biscayne! Along the way, she defeated world no.3 and reigning Wimbledon Champion, Petra Kvitová, and also Ana Ivanović. She, however, looked extremely fatigued in her quarterfinals match where she lost to Agnieszka Radwańska; probably because of her three consecutive three setters she had in her previous three rounds. Even so, still, welcome back Venus Williams!

Anyway, as I mentioned previously, I was on a mini lock down mode on Tuesday and Wednesday. As you might expect, I was taking a small exam. It was an exam for the Elementary I Dutch course. Well, I actually already passed this course last year and I already got an 8. But I kinda wanted to improve this grade, huahaha 😆 , and so I took this “resit” exam. There were 100 questions for this exam, and I did quite well. I got 92, huahaha 😆 . But I am still not sure how much this score will translate to TU Delft’s scoring system though (TU Delft grades’ range is from 0 to 10 with 0.5 steps). So I am still waiting for it.

This Friday was also quite a hectic day for me. I was running a simulation for my thesis work while at the same time I was going to Den Haag to get a hair cut and bought some stuffs in the orientalmarkt. And btw, I chose not to go to this barbershop of course, hahaha. I had to get back in Delft at around 2.30 PM and continued my simulation in my office. At 4 PM, I attended a colloquium held from my research group in my campus about probabilistic inversion. And then, just as usual, after the colloquium: free beer in the pub! hahahaha 😛

Epilogue : Yeah, I know this is not really a structure post of mine. I am sorry about that, but I am really tired right now to write something in a more structured manner…. 😀

BAHASA INDONESIA

Eh, nggak kerasa tiba-tiba sudah akhir bulan Maret aja ya! Wow! Cepet banget gitu! Bulan April ini, banyak hal, bagiku, menjadi semakin serius dan mendesak nih. Nggak ada waktu lagi buat ditunda-tunda gitu deh (atau setidaknya harus mulai dikerjakan). Salah satunya adalah apartemen/rumah baru gitu. Kontrakku dengan apartemen yang sekarang ini akan berakhir Juli ini, yang mana artinya di akhir Juli aku harus pindahan dong. Sayangnya, nggak mungkin deh kontrak yang ini diperpanjang (dan lagian aku juga lebih memilih untuk pindah sih, hahaha 😀 Satu-satunya hal yang bikin malas pindahan adalah keribetannya pindahan itu). Ah, mudah-mudahan aku segera mendapat sesuatu deh!!

Akhir Maret juga ditandai dengan berakhirnya rangkaian turnamen tennis Indian Wells – Key Biscayne. Setiap Maret, dua turnamen tenis besar diadakan berturutan di Indian Wells dan Key Biscayne, USA. Dua turnamen ini adalah dua turnamen terbesar setelah empat grandslam – terbesar dalam aspek total hadiah, jumlah pemain dalam undian, dan gengsi. Oke, aku nggak akan menulis detail-nya disini, tapi satu hal yang membuatku senang tahun ini adalah kembalinya Venus Williams ke lapangan di Key Biscayne. Hanya di turnamen pertamanya semenjak mundurnya ia dari turnamen US Opent tahun lalu karena Sindrom Sjögren’s, ia mencapai perempat-finalnya Key Biscayne loh! Di perjalanannya ke perempat-final itu, ia mengalahkan pemain peringkat 3 dunia dan juara bertahan Wimbledon, Petra Kvitová, dan juga Ana Ivanović. Namun, ia terlihat sangat keletihan di babak perempat-final dimana ia kalah dari Agnieszka Radwańska; mungkin ini disebabkan tiga pertandingan tiga set berturutan yang ia mainkan di tiga babak terakhirnya kali yah. Ah, walaupun begitu, selamat datang kembali Venus Williams!

Anyway, seperti yang kusebutkan sebelumnya, aku berada dalam mode mengunci diri mini hari Selasa dan Rabu lalu. Seperti yang mungkin sudah diduga, aku mengambil sebuah ujian kecil memang. Ujian ini adalah ujian kelas bahasa Belanda level Elementary I. Hmm, sebenarnya aku sudah lulus kelas ini sih tahun lalu dan aku mendapatkan nilai 8 waktu itu. Hanya saja, rasanya kok aku ingin meningkatkan nilai ini ya, huahaha 😆 , dan jadilah aku mengambil ujian “remidi” ini. Di ujian ini ada 100 pertanyaan, dan aku mengerjakannya dengan cukup baik. Aku dapat nilai 92, huahaha 😆 . Tapi masih belum tahu juga sih nilai segini bakal ditransformasi ke nilai berapa di sistem penilaiannya TU Delft (rentang nilai yang digunakan di TU Delft itu adalah dari 0 sampai 10 dengan jarak/lompatan 0,5 gitu). Jadi ya hitungannya aku masih menunggu nilainya juga sih.

Jumat ini juga cukup menyibukkan bagiku. Aku harus menjalankan simulasi untuk tesisku dimana pada saat yang sama aku juga pergi ke Den Haag untuk potong rambut dan sekalian beli beberapa barang di orientalmarkt. Oh ya btw, tentu saja aku tidak pergi ke salon yang ini lah ya, hahaha. Lalu, aku harus kembali ke Delft jam 2.30 siang dan kemudian melanjutkan simulasiku di kantor. Jam 4 sore, aku menghadiri sebuah colloquium yang diadakan oleh grup risetku di kampus tentang probabilistic inversion. Dan lalu, seperti biasanya, setelah colloquium: bir gratis di pub! hahahaha 😛

Epilog : Ya, ya, aku tahu kok, posting yang ini memang nggak terlalu terstruktur dengan rapi. Maaf ya, habisnya aku juga sekarang ini sudah terlalu capek deh untuk menulis sesuatu dengan lebih terstruktur…. 😀 

#1053 – DST Effect, Mini Lock Down, and A “Fire”

ENGLISH

DST Effect

As I said, there was a DST adjustment last weekend where the time was forwarded by one hour on Sunday morning. So, now, we in Europe are already in the summer time, which means that the time difference between Central European Time (GMT+1) and Western Indonesian Time (GMT+7) is only 5 hours.

Apparently, this year, this DST also had a jetlag-ish effect on me, just like last year. The symptom was quite similar though. Hmm, I feel like I have to make more effort in adjusting my (body) time and schedule with this DST. With the other DST, it does not seem that I have to put this ‘much’ effort, hahaha 😆 .

Mini Lock Down Mode

Anyway, currently I am on a mini lock down mode. This is actually a part of my strategies to reach a target that I mentioned two weeks ago though. Ah, there seems to be so much effort (time and energy) that I must invest to reach this target. Frankly, there is little thought in my head asking whether all this extra effort worth it or not. But whatever, I will not give up this time. I know that at least I should give it a try and not give up at this point, where the chance is still open. Come On!! 

But anyway, this time, it is only a mini lock down mode as I don’t think it requires me to be on a full throttle (where sometimes I need to isolate myself, literally), so, yeah … 😀

Fire Evacuation

As part of the aforementioned mini lock down mode which I am in right now, I was thinking about staying a bit late at my office today. Well, it would not be that much late though as I thought I would get back home at around 18:15 or something. But at 17:30, somehow, for the first time since I occupied my office, they decided to have a fire evacuation simulation in the building! All people were asked to leave the building immediately and to not use the elevator (thankfully my office was in the first floor so I only needed to go down one floor to get out); and the notification was repeated over and over in the entire building. So it was, in a way, really like an emergency situation, haha. But it was cool though that they sent a fire truck to the building as well, hmmm. I was quite glad that I reacted quite quickly (by making sure I had my wallet and keys with me); and I decided just to go back home directly…

But still, why today?? When I needed to stay a bit later in my office!! Well, but at least it was only a 45 minutes “lost”, so it was not that much and I think I could compensate that “lost time” at my apartment tonight, hahaha…

[Update] And apparently it was NOT

Just when I was editing this post, my friend told me that it was actually not a simulation 😯 . What? Real fire? 😯 Nope, not that either. Then what was it? So, apparently, today someone accidentally pushed the fire alarm button 🙄 . Ah, that explains the fire truck! Wow, someone really made an accident like a boss today! I mean, really! Forcing people to evacuate a building right away and a fire truck to be sent to the site. Doesn’t he/she deserve an award or something? hahaha… 😆

Btw, it was really cool that the fire truck already arrived at the site in less than 5 minutes since the fire evacuation notice was turned on, hmm.

BAHASA INDONESIA

Efek DST

Seperti yang aku bilang, ada DST yang berlangsung akhir pekan yang lalu dimana waktu dimajukan selama satu jam di hari Minggu pagi. Jadi, sekarang, kita yang di Eropa ini sudah berada di waktu musim panas, yang mana artinya perbedaan waktu antara Central European Time (GMT+1) dan Waktu Indonesia Barat (GMT+7) menjadi 5 jam saja.

Ternyata, tahun ini, DST yang ini juga memiliki efek mirip jetlag loh bagiku, kayak tahun lalu gitu deh. Gejalanya mirip-mirip sih. Kayaknya sih penyesuaian jam (biologis) dan jadwalku dengan DST ini membutuhkan usaha yang lebih gitu deh. Padahal, di DST satunya, rasanya aku nggak perlu mengeluarkan usaha sampai segininya loh, hahaha 😆 .

Mode Lock Down Mini

Anyway, sekarang aku sedang berada dalam mode lock down mini. Ini sebenarnya adalah bagian dari strategiku untuk meraih sebuah target yang sempat aku singgung dua minggu yang lalu. Ah, rasanya ada banyak sekali upaya (waktu dan energi) yang harus aku investasikan untuk mencapai target ini nih. Jujur ya, ada suara kecil di pikiranku yang mulai bertanya apakah semua upaya ekstra ini worth it atau tidak. Ah, tapi nggak peduli lah, aku nggak mau menyerah sekarang. Aku tahu bahwa setidaknya aku harus berusaha dulu dan tidak menyerah di poin ini, dimana kesempatannya masih terbuka. Ayolah, semangat!!

Tapi ngomong-ngomong, kali ini, ini hanyalah mode lock down mini aja sih karena aku rasa aku nggak harus berada dalam kondisi full throttle (dimana kadang aku beneran harus mengisolasi diriku sendiri dah), jadi, ya gitu deh … 😀

Evakuasi Kebakaran

Nah, sebagai bagian dari mode lock down mini yang aku sebutkan di atas itu, aku berencana untuk tinggal di kantorku sedikit agak lamaan hari ini. Hmm, nggak lama-lama amat sih, soalnya aku berencana pulang sekitar jam 18.15an gitu. Tapi, sekitar jam 17.30, tiba-tiba, untuk pertama kalinya semenjak aku menempati kantorku ini, mereka memutuskan untuk mengadakan simulasi evakuasi kebakaran di gedungku dong! Semua orang diminta untuk segera meninggalkan gedung dan nggak menggunakan lift (untungnya kantorku di lantai 1, jadi aku cuma perlu turun satu lantai aja deh buat keluar); dan pengumumannya itu diulang-ulang terus di seluruh penjuru gedung. Jadi ya rasanya beneran kayak situasi darurat gitu deh, haha. Eh, tapi keren juga ya karena mereka sampai-sampai ngebela-belain buat mengirim sebuah truk pemadam kebakaran juga lho, hmmm. Ah, aku cukup lega bahwa aku bereaksi cukup cepat (dengan memastikan dompet dan kunci berada denganku); dan jadilah aku memutuskan untuk pulang sekalian aja…

Ah, tapi, kenapa sih harus hari ini?? Ketika aku berencana untuk tinggal agak lamaan di kantor gitu!!   Tapi setidaknya ini cuma 45 menit aja sih, jadi ya nggak lama-lama amat lah dan waktu yang “hilang” juga bisa aku kompensasikan di apartemenku malam nanti deh, hahaha…

[Update] Dan ternyata BUKAN

Btw, ketika aku sedang meng-edit posting ini, seorang temanku memberi-tahuku bahwa ternyata yang tadi itu bukan simulasi loh 😯 . Apa? Kebakaran beneran? 😯 Enggak, bukan itu juga. Trus apa dong? Jadi, ternyata, tadi itu ada seseorang yang nggak sengaja memencet tombol darurat kebakaran gitu deh di gedungku 🙄 *cape deh*. Ah, ini menjelaskan dikirimnya truk pemadam kebakaran itu! Wow, seseorang benar-benar membuat sebuah ketidak-sengajaan like a boss gitu ya tadi! Beneran deh! Memaksa semua orang untuk langsung mengevakuasi gedung dan sebuah truk pemadam kebakaran untuk langsung dikirim ke lokasi. Ia beneran deh berhak mendapat penghargaan gitu? hahaha… 😆

Btw, keren lho disini, semenjak notifikasi kebakaran itu menyala, nggak sampai 5 menit truk pemadam kebakarannya udah nyampe di lokasi deh, hmm.