#2119 – Where Was My Spring?


Now that it is June already, this means that we in the Netherlands have pretty much entered Summer this year. This would imply that we have just passed Spring, my favorite season of the four. However to be honest, this year has been quite unusual because …

it feels like Spring did not happen here and we just jumped from Winter to Summer! Lol 😆 .

Snowy Amsterdam earlier this year.

You know, we had quite an extended Winter the last time; as enforced by the Beast from the East which made it snow in (early) March and the real feel temperature to reach –20°C!! And then, Summer felt like coming early because the temperature has been warm (for Dutch standard) since late April and this was extended through May as well.

May in Amsterdam

You see, and so this would explain why I perceived Spring to not happen this year (or, it did but only for a very short period of time)! In a way, I feel cheated! Lol 😆 . And now that it is June already, I guess it is futile to hope that the “real” Spring weather would come back. It would be “wiser” (so that I would be less likely to get disappointed) to wait until next year for that to happen, haha 😆 .


Karena sudah bulan Juni sekarang, artinya Belanda sudah kurang lebih memasukin Musim Panas tahun ini. Ini berarti kami di Belanda baru saja melewati yang namanya Musim Semi kan, musim favoritku dari keempat musim itu. Tapi sejujurnya, rasanya tahun ini adalah tahun yang agak tidak biasa karena …

rasanya Musim Semi itu tidak terjadi deh di negeri ini dimana kami melompat langsung dari Musim Dingin ke Musim Panas! Huahaha 😆 .

Amsterdam yang bersalju awal tahun ini.

Masih ingat kan, Musim Dingin kemarin berlangsung lumayan lama di Belanda; yang mana ditegaskan oleh the Beast from the East yang membuat cuaca bersalju di (awal) bulan Maret dan real feel suhu udaranya mencapai –20°C!! Dan kemudian, Musim Panas rasanya cepat datang tahun ini dimana suhu udaranya lumayan panas (untuk standar Belanda) semenjak akhir April dan situasi ini berlangsung demikian di sepanjang bulan Mei pula.

Mei di Amsterdam

Ya sekarang jelas kan mengapa aku merasa Musim Semi itu tidak terjadi tahun ini (atau, terjadi sih, tapi singkat banget)! Di satu sisi, rasanya kok kayak dicurangi ya! Huahaha 😆 . Dan karena sekarang sudah bulan Juni, rasanya sia-sia lah untuk berharap cuaca “selayaknya” Musim Semi akan kembali. Rasanya lebih “bijak” (sehingga aku tidak akan dikecewakan dengan harapan palsu) untuk menunggu tahun depan saja deh, haha 😆 .


#2092 – Bubbly Water in Winter


There was something “strange” with my apartment’s tap water this winter. Often when I took it out, it was very “bubbly” (or “cloudy”). The “bubbles” then quickly rose to the top and the water became clear afterwards. I took three sequential photo of it to illustrate as follows, where it went from 1 to 2 to 3 within around half a minute:

Bubbly water in winter

At first, I was quite concerned about it because I consumed the water (Tap water in Amsterdam is drinkable and is actually of high quality. On a side note, once I went to a dentist in Indonesia and he said my teeth were in great shape, which apparently was quite surprising for people my age (lol), and he hypothesized it might be due to the mineral content of the tap water in the Netherlands). Anyway, so I would argue that my concern was valid.

But then somehow I was too lazy to google it, partly because this was more problematic with the tap water from my kitchen but not so much from my bathroom (though sometimes it was too). This was until one afternoon during lunch at my office. I asked my colleague if he had the same experience at his place.

One cool thing about my work is that there are so many people with PhD degrees from many different disciplines. Though, in particular, many of them have physics-related background; and so does this colleague of mine. He told me that the “bubbles” was just oxygen; and it was formed because of the difference in pressure and temperature between (inside) the water piping outside (where it was cold because of winter) and my apartment. So it was completely harmless, actually. After hearing this explanation, I googled it and indeed this seemed to be the case (See what a good scientist I am? I need proof!), haha 😆 .


This never happened to me before, though. This was my first winter in Amsterdam and I spent my previous seven in Delft. I never encountered this “phenomenon” in Delft, btw; so I am actually quite surprised that somehow I only had this experience just now.

But anyway, now we know!!


Ada yang “aneh” dengan air keran di apartemenku musim dingin kemarin ini. Sering ketika airnya kuambil, airnya nampak “berbuih”. “Buih”-nya kemudian dengan cepat naik sendiri ke permukaan dan setelahnya airnya menjadi jernih seperti seharusnya. Aku mengambil tiga foto berurutan untuk menggambarkannya seperti di bawah ini, dimana prosesnya dari 1 ke 2 ke 3 memakan waktu kira-kira setengah menit:

Air berbuih di musim dingin

Awalnya, jelas dong ya aku sedikit khawatir dengan hal ini karena airnya kan aku konsumsi (Air keran di Amsterdam itu bisa diminum loh dan malah berkualitas amat baik. Catatan sampingan nih, pernah suatu kali ketika mampir check up di sebuah klinik dokter gigi di Indonesia, dokter giginya berkata bahwa kondisi gigiku baik sekali, yang mana ternyata tidak lazim untuk orang seumurku (haha), dan ia menduga ini disebabkan oleh kandungan mineral di dalam air keran di Belanda). Anyway, aku rasa kekhawatiranku ini beralasan lah ya.

Tetapi kemudian entah mengapa aku malas meng-google-nya, karena fenomena ini lebih sering muncul dari air keran di dapur saja dan (lebih) jarang dari air keran di kamar mandi (kadang-kadang iya juga sih). Sampai suatu hari ketika makan siang di kantor. Aku bertanya ke seorang kolegaku apakah ia mengalami pengalaman serupa di rumahnya.

Asyiknya kantorku adalah banyak orang yang berlatar-belakang pendidikan S3 (PhD) dari bidang yang bermacam-macam. Dan cukup banyak yang bidangnya adalah cabang dari fisika, termasuk kolegaku ini. Ia menjelaskan bahwa “buih”-nya itu sebenarnya adalah oksigen, dan “buih”-nya terbentuk karena perbedaan yang kontras dalam hal tekanan dan temperatur di dalam pipa di luar (yang mana suhunya dingin ya, kan musim dingin) dan di dalam apartemenku. Jadi sebenarnya buih ini sama sekali tidak bermasalah, apalagi berbahaya. Setelah mendengar penjelasan ini, baru dong aku google dan memang sepertinya memang demikian adanya (Hahaha, ilmuwan yang baik kan aku? Aku butuh bukti!), haha 😆 .


Ini belum pernah terjadi padaku sebelumnya lho. Ini adalah musim dingin pertamaku di Amsterdam sih dimana yang tujuh sebelumnya aku lewatkan di Delft. Di Delft aku tidak pernah mendapatkan “fenomena” ini, btw; sehingga sebenarnya aku cukup kaget juga mengapa aku baru mendapatkan pengalaman ini sekarang.

Ah, tapi yang penting sekarang kan jadi tahu ya!!

#2084 – A New “Theme” for My March


There is a new, big theme for my March starting from this year, that is: doing my tax! Lol 😆

In the Netherlands, in around March many residents get the invitations from the belastingdienst (tax department) to declare their financial situation of the previous year. Aside from the obvious (your income, savings, investment, etc.), you also declare your personal situation with it (as based on your situation, you might qualify for some tax-deductible stuffs, such as the interest part of your mortgage, etc.).

Also, in the Netherlands when you work for a company, your employer normally withholds part of your gross salary that would be paid for tax. In other words, you receive your “nett” salary every month as your employer “has taken care of” your tax for you. But of course the withheld amount is calculated only based on the tax break and your personal situation is not considered.

Therefore, declaring your financial situation is very important because it might be that, due to your personal situation, you are actually qualified for some tax-deductible matters which are not taken into the account yet. In this case, you are paying too much tax and, as a result, you will get a tax refund! 😀

The cool thing is that this can be done online, making it very convenient! Beside, some elements have been “automatically” filled already as the tax department, naturally, has some access to your information via some official bodies.

I got the invitation from the tax department in late February; and I declared my 2017 situation in a weekend this month. It was quite some work, though, as it took me more than one hour to finish my declaration; because there were a lot of detailed questions about some of my expenses, mostly related to my apartment which I bought last year, haha. But it was all “worth it” because at the end of it, it turned out that indeed I paid too much tax last year (as I was eligible for some tax-deductible matters) and so I would get a refund on this amount later on this year! Haha 😛 .


So, does this mean that I did not do my tax before this year? Well, I actually did. However, before last year my life here was much “simpler” as a PhD candidate who rent a place to live. So basically the tax withheld by the university from my gross salary was indeed the correct amount of tax I would need to pay anyway; as I didn’t really qualify for anything tax-deductible. So even if I did fill in the declaration (which I did last year), at the end of it I was told I would get a €0 refund, haha 😆 .


Though, the tax department was not the only body I needed to deal taxes with. As a home-owner in Amsterdam, I needed to also deal with the Amsterdam municipality, haha. Earlier this month, I got a “bill” from the municipality for this year’s sewage, garbage, and real estate taxes, hahaha.

Oh well, I know what to expect with March now; and welcome to real life, I guess, haha 😆 .


Ada tema besar dan penting untuk bulan Maretku mulai tahun ini, yaitu: mengurus pajak! Hahaha 😆

Di Belanda, di sekitar bulan Maret banyak penduduk yang mendapatkan undangan dari Belastingdienst (Departemen Perpajakan) untuk mendeklarasikan situasi finansial mereka di tahun sebelumnya. Selain yang jelas adanya (pendapatan, tabungan, investasi, dll), kita juga diminta mendeklarasikan situasi personal kita (karena berdasarkan situasi personal ini, kita mungkin qualified untuk beberapa pemotongan pajak lho, misalnya dari bunga dari hipotek kita, dll).

Juga, di Belanda ketika kita kerja ikut orang, biasanya kantor kita akan menahan bagian dari gaji kotor kita yang toh semestinya akan dibayarkan untuk pajak. Dengan kata lain, kita hanya menerima gaji “bersih” kita setiap bulan karena kantor sudah “menguruskan” pajak untuk kita. Tetapi tentu saja besarnya yang ditahan ini hanyalah berdasarkan tabel dan besaran pajaknya saja tanpa mempertimbangkan situasi personal kita.

Makanya mendeklarasikan situasi finansial kita itu penting banget karena mungkin saja, karena situasi tersebut, sebenarnya kita qualified untuk mendapatkan beberapa pemotongan pajak yang belum terhitung. Dalam kasus ini, artinya kita membayar terlalu banyak pajak dan, sebagai akibatnya, kita akan mendapatkan tax refund (pengembalian pajak)! 😀 .

Yang keren dari proses ini adalah semuanya bisa dilakukan online, sehingga praktis dan nggak ribet banget dah! Di samping itu, ada beberapa informasi yang sudah “otomatis” terisi karena departemen pajak, tentu saja, memiliki beberapa akses terhadap informasi kita untuk urusan-urusan formal kan.

Aku mendapatkan undangan dari departemen pajak di akhir bulan Februari; dan situasi 2017ku aku deklarasikan di salah satu akhir pekan bulan ini. Walaupun praktis, tapi tetap aja aku membutuhkan lebih dari satu jam untuk menyelesaikannya; karena ada banyak banget pertanyaan mendetail mengenai pengeluaranku, terutama berkaitan dengan apartemen yang kubeli tahun lalu, haha. Tetapi toh semuanya “worth it” sih karena pada akhirnya, ternyata aku beneran membayar terlalu banyak pajak tahun lalu (sehingga aku qualified untuk mendapatkan pemotongan pajak dari beberapa hal) sehingga aku akan mendapatkan refund sejumlah ini nanti! Haha 😛 .


Nah, apakah ini berarti sebelum ini aku tidak mengurus perpajakanku? Hmm, sebenarnya aku mengurusnya sih. Tetapi masalahnya sebelum tahun lalu kehidupanku di sini itu “sederhana” sekali hanya sebagai kandidat PhD yang menyewa tempat tinggal. Sehingga pada dasarnya besarnya pajak yang ditahan universitas dari gaji kotorku ya memang sudah benar besar pajak yang harus aku bayarkan; karena aku tidak qualified untuk pemotongan pajak apa pun. Jadilah biarpun jika aku mengisi deklarasinya (yang mana kulakukan tahun lalu), pada akhirnya aku diberi-tahu akan mendapatkan refund sebesar €0, haha 😆 .


Nah, aku tidak hanya berurusan dengan masalah pajak dengan Departemen Perpajakan saja loh. Sebagai pemilik rumah di Amsterdam, aku juga harus mengurus pajak dengan pemerintah kota Amsterdam, haha. Awal bulan ini, aku mendapatkan “tagihan” dari kota untuk pajak air limbah, sampah, dan real-estate untuk tahun ini, hahaha.

Oh ya gitu deh, aku tahu apa yang harus aku siapkan untuk bulan Maret sekarang; dan selamat datang ke dunia nyata deh ini, haha 😆 .

#2072 – The Beast from the East


I have mentioned it a little bit last week that it was extremely cold in Europe. This was caused by what was dubbed as the “Beast from the East”, or locally known as the “Siberian Bear” in the Netherlands, where cold air from Western Russia was “pushed” towards Europe. And by cold, it was really cold. Here is how it was in Amsterdam at some point (at 7 PM-ish) last week:

The Beast from the East

Yep, while the measured temperature was –8°C, the real feel (basically how our skin/body would perceive the temperature, which could be very different from the measured temperature because of other factors, such as cloud coverage, wind, humidity, etc) was –20°C!! 😱😱😱 You know, this winter was my eighth winter, and actually I think this was the coldest I have ever experienced in the Netherlands!

Coincidentally, last week was a school vacation week (de krokusvakantie) so my outdoor tennis lesson was also taking a break! It could be a very “interesting” challenge to play outdoor tennis under such weather; which I have no problem of missing it, haha 😛 . Speaking of an outdoor activity, the following was popular in the Netherlands last week:

Yep, it was so cold that some canals in Amsterdam literally froze! And so many people ice skated there. Even some of my colleagues said they would skate to go to work (Though I am not sure if this actually materialized or not, haha).

I also feel quite lucky to not have arranged any travelling plan (which would surely have involved some flights 😛 ) during the weekend. With this weather, there was a higher chance for an operational delay, of course, or even cancellation. So I am glad I did not have to worry about this at all!

On the more positive side, it was also snowing last week in the Netherlands. And after eight winters, I still find snow really beautiful!! (Even though I have also learned about and experienced first hand many troubles snow could cause, like this experience not too long ago.)

Snowy Amsterdam


Minggu lalu sudah sedikit kusebutkan bahwa Eropa dilanda suhu udara yang dinginnya ekstrim. Ini disebabkan oleh apa yang disebut “Beast from the East“, atau disebut “Siberian Bear” di Belanda, dimana udara dingin dari Rusia Barat “terdorong” ke Eropa. Dan dengan dingin, maksudnya beneran dingin banget loh. Berikut ini bagaimana kondisi di Amsterdam di satu waktu (sekitar jam 7 malam) minggu lalu:

Beast from the East

Yep, walaupun suhu yang terukur di termometer adalah –8°C, real feel-nya (pada dasarnya persepsi kulit/badan kita akan suhunya, yang mana bisa jadi berbeda dari suhu yang terukur karena adanya faktor-faktor lain kan ya, misalnya keberadaan awan, angin, kelembaban udara, dll) adalah –20°C doong!! 😱😱😱 Tahu kan musim dingin ini adalah musim dingin kedelapanku, dan rasanya minggu lalu ini adalah yang terdingin yang pernah aku alami di Belanda lho!

Kebetulan, minggu lalu adalah minggu libur sekolah (de krokusvakantie) sehingga les tenis outdoor-ku juga memang sudah dijadwalkan ikutan libur! Sepertinya bakal menjadi tantangan yang “menarik” ya untuk bermain tenis outdoor ketika cuacanya sedang kayak gitu; yang mana sebenarnya aku lega juga tidak harus aku lakukan sih, haha 😛 . Ngomongin kegiatan outdoor, aktivitas ini populer loh di Belanda minggu lalu:

Iya, saking dinginnya, ada beberapa kanal di Amsterdam yang membeku! Jadilah banyak yang main ice skating di sana. Bahkan beberapa kolegaku ada yang cerita mereka mau berangkat ke kantor dengan cara ice skating (Nggak tahu sih akhirnya beneran atau engga, haha).

Aku juga merasa beruntung untuk tidak memiliki rencana jalan-jalan di akhir pekan (yang mana jika ada pasti sudah akan melibatkan beberapa penerbangan 😛 ). Dengan cuaca kayak begini, jelas ada peluang yang cukup besar untuk delay, bahkan mungkin pembatalan penerbangan. Jadilah aku merasa lega aku tidak harus khawatir dengan hal ini sama sekali!

Di sisi yang lebih positif, minggu lalu bersalju loh di Belanda. Setelah delapan musim dingin, aku masih suka dengan yang namanya salju!! (Walaupun aku juga sudah belajar dan mengalami sendiri masalah besar yang bisa disebabkan oleh yang namanya salju sih, seperti misalnya pengalaman ini belum lama yang lalu.)

Amsterdam bersalju

#2066 – Some Random Stuffs


Longer days

I am happy the day has since been getting longer and longer since the Winter Solstice in December, haha (I like longer days much more than shorter days). This means that, nowadays, it is still bright when I leave my office after work! Hahaha 😆 .

Speaking of the last Winter Solstice, the last one was a unique one for me. In theory, we in the Northern Hemisphere were supposed to have the least amount of daylight that day. However, I was flying from Amsterdam to San Francisco that day and so actually I had a lot of daylight! In fact, my Winter Solstice day was actually 33 hours long thanks to the time difference between the Netherlands and California. And I spent most of that day during the day because my flight left Schiphol in the morning! Hahaha 😀

I was flying over Greenland during the last Winter Solstice 😛 .

Shift in passengers distribution

Anyway, last year I shared my observation about the passengers distribution and load on the tram ride during my morning commute. At the time I noticed that going to work earlier than my usual time was not a good idea because the tram was usually really full thanks to the rush hour. However, since then it appears that there has been a shift in the distribution and load.

A few times recently I actually got up a little bit “too early” and I decided to go to work also a little bit earlier, of course expecting a busy tram each time. However, it turned out that the tram ride was fine. It was quite full, but not that full as most of the time I still got a seat. On the other hand, a few other times when I actually left for work at my usual time, the tram was actually really full and I had to stand all the way!

A full tram in Amsterdam.

I am actually wondering if there really is a shift or this is just merely a seasonality effect. You see, I haven’t lived in Amsterdam for a year now so I can’t tell from experience whether this “shift” that I observe is a real shift (for whatever reason) or because of the winter where people behave differently in their morning commute from the summer. So we will see, I guess 😛 .


Siang yang lebih panjang

Aku senang siang hari sekarang bertambah panjang setiap harinya semenjak Winter Solstice Desember kemarin, haha (Aku lebih suka siang yang lama daripada malam yang lama). Ini berarti, sekarang-sekarang ini, masih terang loh ketika aku pulang kerja! Hahaha 😆 .

Ngomongin Winter Solstice, yang terakhir kemarin cukup unik bagiku. Secara teori, kami di belahan Bumi utara seharusnya mendapatkan sinar matahari paling sedikit dalam satu tahun hari itu. Namun, aku terbang dari Amsterdam ke San Francisco hari itu sehingga aku malah mendapatkan banyak sinar matahari! Malahan, hari Winter Solstice-ku memiliki panjang 33 jam loh karena perbedaan waktu antara Belanda dan California. Dan siang di hariku itu lama dan panjang banget karena penerbanganku berangkat dari Schiphol di pagi hari! Hahaha 😀

Aku terbang di atas Greenland ketika Winter Solstice yang lalu :P.

Pergeseran distribusi penumpang

Anyway, tahun lalu aku membagikan observasiku akan distribusi penumpang dan tingkat kepenuhan tram yang kunaiki untuk berangkat kerja di pagi hari. Waktu itu, aku perhatikan bahwa berangkat kerja lebih pagi dari jadwalku biasanya bukan lah ide yang baik karena tramnya penuh gara-gara rush hour. Namun, semenjak waktu itu sepertinya ada pergeseran di distribusi dan tingkat kepenuhannya deh.

Beberapa kali baru-baru ini aku bangun “kepagian” sehingga aku juga memutuskan untuk berangkat kerja lebih awal, tentu saja aku juga bersiap-siap akan menaiki tram yang penuh. Namun, ternyata tramnya oke-oke saja kok. Memang sih penuh, tapi nggak sepenuh itu karena seringnya aku masih dapat tempat duduk. Di sisi lain, beberapa kali di kesempatan lain ketika aku berangkat di jadwalku yang biasanya, tramnya justru penuh banget sehingga aku harus berdiri di sepanjang jalan!

Tram yang penuh di Amsterdam.

Nah aku jadi penasaran apakah memang ada pergeseran distribusi penumpang atau ini hanya efek musiman saja. Maksudku, aku kan tinggal di Amsterdam belum ada satu tahun ya sekarang sehingga aku tidak bisa menggunakan observasi dan pengalamanku untuk menyimpulkan apakah “pergeseran” ini nyata atau semata-mata karena pola orang-orang untuk berangkat kerja di musim dingin berbeda dari musim panas. Jadi kita lihat saja deh, hahaha 😛 .

#2059 – Sporting in January


Needless to say that January was quite an eventful month for me. While it was certainly fun, the downside of that was that it was a little bit challenging to get my “sporting rhythm” back! Lol 😆 .

The month started off with the terrible jetlag I got after coming back from my year end trip to California. It took awhile before my body adjusted to the Central European Time (CET). Once it did, some interesting special events took place at work, haha. And then of course there was the two trips in a week I did at the end of the month to two places with great food like the following 😛 .

Another amazing brunch in Copenhagen

A tortellini bolognese with ragu in Bologna!

All of these made my sporting pattern to be quite “sporadic”. It was a little bit annoying because a few times I felt like I started to get some of the “groove” back (via the combination of my visit to the gym and a new tennis lesson season (which will be longer this season)), but then an “elongated break” must follow hence killing off some of the groove, haha 😛 . But hey, a sporadic pattern was better than nothing, right? Beside, looking at the positives, it was actually really nice to have these events “spicing up” what otherwise would have been a dull winter month of January (a cold winter month following a festive Christmas and New Year holiday season), haha 😛 .

Nonetheless, I am glad that my schedule in February thus far and what have been planned ahead seem to look more “regular”. And so I hope I would get my rhythm back as soon as possible!


Sudah jelas ya bulan Januariku kemarin adalah bulan yang cukup berwarna untukku. Walaupun jelas seru, di sisi lain warna-warna itu menjadi tantangan tersendiri untukku mendapatkan kembali “ritme berolahraga”-ku! Hahaha 😆 .

Bulan kemarin ini aku mulai dengan jetlag parah akibat dari perjalanan akhir tahunku ke California. Badanku membutuhkan waktu cukup lama untuk membiasakan kembali dengan zona waktu Central European Time (CET). Begitu adaptasinya selesai, beberapa acara menarik diadakan di kantor, haha. Dan tentu saja adanya dua perjalanan dalam seminggu di akhir bulan ke dua tempat yang makanannya enak-enak seperti berikut ini 😛 .

Brunch yang enak banget di Kopenhagen

Tortellini bolognese dengan ragu di Bologna!

Semua ini membuat pola olahragaku di bulan ini “sporadis”. Rasanya sedikit menyebalkan soalnya beberapa kali begitu aku merasa mulai mendapatkan “groove“-nya kembali (melalui kunjunganku ke gym dan kelas les tenis baru (yang mana kali ini akan lebih panjang dari semester yang lalu)), eh aku harus “absen lumayan panjang” yang mana mengurangi level groove-nya, haha 😛 . Ah, tetapi pola yang sporadis masih mendingan daripada tidak berolahraga sama sekali kan ya? Di samping itu, kalau dilihat dari sisi positifnya, sebenarnya acara-acara itu justru membuat Januari menjadi seru sih, bukannya bulan yang menyebalkan di musim dingin (bulan musim dingin yang, hmm, dingin setelah musim liburan Natal dan Tahun Baru yang seru), haha 😛 .

Tapi bagaimana pun juga, sekarang aku merasa lega dengan jadwalku di bulan Februari ini yang sejauh ini dan ke depannya nampak akan lebih “reguler”. Jadi mudah-mudahan ritmeku segera aku dapatkan kembali!

#2031 – Wintery December


December 2017, so far, has been really wintery. Perhaps it is the most wintery December of the past three or four years in the Netherlands!

When it was snowing hard in Amsterdam

You know, it all started last weekend when it snowed for the first time this winter. The last time it snowed in December was way back in 2012 if I am not mistaken! And then the snow went overboard over the weekend which messed my weekend trip to London up, haha. It was still snowing quite hard in Amsterdam on Monday. In fact, that day the KNMI (the Dutch meteorological body) issued a red snow warning! Things have started to go back to “normal winter” since then, thankfully.

Aside from the snow, the Christmas vibe has also been getting stronger and stronger now. The Amsterdam Light Festival has officially started and so the city looks really cool now in the evening with all the pretty lights! A few big Christmas trees are also erected in several squares across the city, for instance at the famous Dam Square.

The Christmas tree at Amsterdam’s Dam Square

Also at the office, a lot of my colleagues brought a lot of cakes and cookies and desserts and those sweet stuffs everyday to celebrate the festive season! Oh wow the temptation was indeed super strong this week! I really needed super strong self control so that I did not consume too much of those evil sweet things! Lol 😛 I also got my hair cut this afternoon and upon leaving, I was given a bottle of white wine as a Christmas gift! 😀

Speaking of this week, finally I had the time to start going back to they gym again! I found it interesting btw that after being absent for only about three and a half weeks, I did feel like my body had “weakened” a little bit. The weight which I used to lift with little to no problem posed a bit of a challenge this week, haha! Oh well…

Anyway, so yeah it has been festive here in Amsterdam nowadays!

Amsterdam Light Festival


Desember 2017, sejauh ini, sudah berasa banget nih musim dinginnya. Mungkin ini adalah Desember yang paling “musim dingin” di Belanda dalam tiga atau empat tahun belakangan!

Ketika bersalju lebat di Amsterdam

Semuanya dimulai akhir pekan yang lalu dimana untuk pertama kalinya salju turun musim dingin ini. Terakhir kali bersalju di bulan Desember adalah di tahun 2012 loh kalau nggak salah! Dan kemudian saljunya terus turun dengan lebay di sepanjang akhir pekan itu sampai-sampai mengacaukan perjalanan akhir pekanku ke London, haha. Di hari Senin, salju masih turun dengan lebatnya di Amsterdam. Bahkan, hari itu KNMI (badan meteorologinya Belanda) mengeluarkan peringatan salju level merah! Setelah hari itu, cuaca mulai kembali ke cuaca musim dingin sebagaimana biasanya, untungnya.

Di samping salju, suasana Natal juga sudah semakin terasa lebih kuat sekarang. Festival Lampu Amsterdam (Amsterdam Light Festival) juga sudah resmi dimulai sehingga kotanya nampak kece sekarang di malam hari dengan semua hiasan lampunya! Beberapa pohon Natal besar juga sudah dipasang di beberapa lapangan utama di seluruh penjuru kota, seperti misalnya di Lapangan Dam yang terkenal itu.

Pohon Natal di Lapangan Dam (Dam Square) di Amsterdam

Belum lagi di kantor ada banyak kolega yang membawa kue-kue yang manis-manis ke kantor setiap hari untuk merayakan suasana ini! Ya gimana ini godaannya kok banyak bener gini ya! Aku benar-benar membutuhkan kontrol diri yang kuat nih supaya nggak terlalu banyak ngemil yang manis-manis itu! Hahaha 😛 Aku juga potong rambut siang ini dan ketika akan pulang, aku bahkan diberikan sebotol white wine sebagai hadiah Natal loh! 😀

Ngomongin minggu ini, akhirnya aku ada waktu juga nih untuk kembali ke gym! Aku rasa menarik juga dimana aku absen hanya selama tiga setengah minggu tetapi terasa sekali tubuhku kok kayak sudah sedikit “melemah”, haha. Beban yang biasanya bisa aku angkat tanpa masalah jadi terasa sedikit lebih berat nih minggu ini, haha!

Anyway, jadi ya memang di Amsterdam akhir-akhir suasananya sungguh meriah!

Amsterdam Light Festival