#2066 – Some Random Stuffs

ENGLISH

Longer days

I am happy the day has since been getting longer and longer since the Winter Solstice in December, haha (I like longer days much more than shorter days). This means that, nowadays, it is still bright when I leave my office after work! Hahaha ๐Ÿ˜† .

Speaking of the last Winter Solstice, the last one was a unique one for me. In theory, we in the Northern Hemisphere were supposed to have the least amount of daylight that day. However, I was flying from Amsterdam to San Francisco that day and so actually I had a lot of daylight! In fact, my Winter Solstice day was actually 33 hours long thanks to the time difference between the Netherlands and California. And I spent most of that day during the day because my flight left Schiphol in the morning! Hahaha ๐Ÿ˜€

I was flying over Greenland during the last Winter Solstice ๐Ÿ˜› .

Shift in passengers distribution

Anyway, last year I shared my observation about the passengers distribution and load on the tram ride during my morning commute. At the time I noticed that going to work earlier than my usual time was not a good idea because the tram was usually really full thanks to the rush hour. However, since then it appears that there has been a shift in the distribution and load.

A few times recently I actually got up a little bit “too early” and I decided to go to work also a little bit earlier, of course expecting a busy tram each time. However, it turned out that the tram ride was fine. It was quite full, but not that full as most of the time I still got a seat. On the other hand, a few other times when I actually left for work at my usual time, the tram was actually really full and I had to stand all the way!

A full tram in Amsterdam.

I am actually wondering if there really is a shift or this is just merely a seasonality effect. You see, I haven’t lived in Amsterdam for a year now so I can’t tell from experience whether this “shift” that I observe is a real shift (for whatever reason) or because of the winter where people behave differently in their morning commute from the summer. So we will see, I guess ๐Ÿ˜› .

BAHASA INDONESIA

Siang yang lebih panjang

Aku senang siang hari sekarang bertambah panjang setiap harinya semenjak Winter Solstice Desember kemarin, haha (Aku lebih suka siang yang lama daripada malam yang lama). Ini berarti, sekarang-sekarang ini, masih terang loh ketika aku pulang kerja! Hahaha ๐Ÿ˜† .

Ngomongin Winter Solstice, yang terakhir kemarin cukup unik bagiku. Secara teori, kami di belahan Bumi utara seharusnya mendapatkan sinar matahari paling sedikit dalam satu tahun hari itu. Namun, aku terbang dari Amsterdam ke San Franciscoย hari itu sehingga aku malah mendapatkan banyak sinar matahari! Malahan, hari Winter Solstice-ku memiliki panjang 33 jam loh karena perbedaan waktu antara Belanda dan California. Dan siang di hariku itu lama dan panjang banget karena penerbanganku berangkat dari Schiphol di pagi hari! Hahaha ๐Ÿ˜€

Aku terbang di atas Greenland ketika Winter Solstice yang lalu :P.

Pergeseran distribusi penumpang

Anyway, tahun lalu aku membagikanย observasiku akan distribusi penumpang dan tingkat kepenuhanย tram yang kunaiki untuk berangkat kerja di pagi hari. Waktu itu, aku perhatikan bahwa berangkat kerja lebih pagi dari jadwalku biasanya bukan lah ide yang baik karena tramnya penuh gara-garaย rush hour. Namun, semenjak waktu itu sepertinya ada pergeseran di distribusi dan tingkat kepenuhannya deh.

Beberapa kali baru-baru ini aku bangun “kepagian” sehingga aku juga memutuskan untuk berangkat kerja lebih awal, tentu saja aku juga bersiap-siap akan menaiki tram yang penuh. Namun, ternyata tramnya oke-oke saja kok. Memang sih penuh, tapi nggak sepenuh itu karena seringnya aku masih dapat tempat duduk. Di sisi lain, beberapa kali di kesempatan lain ketika aku berangkat di jadwalku yang biasanya, tramnya justru penuh banget sehingga aku harus berdiri di sepanjang jalan!

Tram yang penuh di Amsterdam.

Nah aku jadi penasaran apakah memang ada pergeseran distribusi penumpang atau ini hanya efek musiman saja. Maksudku, aku kan tinggal di Amsterdam belum ada satu tahun ya sekarang sehingga aku tidak bisa menggunakan observasi dan pengalamanku untuk menyimpulkan apakah “pergeseran” ini nyata atau semata-mata karena pola orang-orang untuk berangkat kerja di musim dingin berbeda dari musim panas. Jadi kita lihat saja deh, hahaha ๐Ÿ˜› .

Advertisements

#2059 – Sporting in January

ENGLISH

Needless to say that January was quite an eventful month for me. While it was certainly fun, the downside of that was that it was a little bit challenging to get my “sporting rhythm” back! Lol ๐Ÿ˜† .

The month started off with the terrible jetlag I got after coming back from my year end trip to California. It took awhile before my body adjusted to the Central European Time (CET). Once it did, some interesting special events took place at work, haha. And then of course there was the two trips in a week I did at the end of the month to two places with great food like the following ๐Ÿ˜› .

Another amazing brunch in Copenhagen

A tortellini bolognese with ragu in Bologna!

All of these made my sporting pattern to be quite “sporadic”. It was a little bit annoying because a few times I felt like I started to get some of the “groove” back (via the combination of my visit to the gym and a new tennis lesson season (which will be longer this season)), but then an “elongated break” must follow hence killing off some of the groove, haha ๐Ÿ˜› . But hey, a sporadic pattern was better than nothing, right? Beside, looking at the positives, it was actually really nice to have these events “spicing up” what otherwise would have been a dull winter month of January (a cold winter month following a festive Christmas and New Year holiday season), haha ๐Ÿ˜› .

Nonetheless, I am glad that my schedule in February thus far and what have been planned ahead seem to look more “regular”. And so I hope I would get my rhythm back as soon as possible!

BAHASA INDONESIA

Sudah jelas ya bulan Januariku kemarin adalah bulan yang cukup berwarna untukku. Walaupun jelas seru, di sisi lain warna-warna itu menjadi tantangan tersendiri untukku mendapatkan kembali “ritme berolahraga”-ku! Hahaha ๐Ÿ˜† .

Bulan kemarin ini aku mulai denganย jetlag parahย akibat dari perjalanan akhir tahunku ke California. Badanku membutuhkan waktu cukup lama untuk membiasakan kembali dengan zona waktu Central European Time (CET). Begitu adaptasinya selesai, beberapa acaraย menarik diadakan di kantor, haha. Dan tentu saja adanya dua perjalanan dalam seminggu di akhir bulan ke dua tempat yang makanannya enak-enak seperti berikut ini ๐Ÿ˜› .

Brunch yang enak banget di Kopenhagen

Tortellini bolognese dengan ragu di Bologna!

Semua ini membuat pola olahragaku di bulan ini “sporadis”. Rasanya sedikit menyebalkan soalnya beberapa kali begitu aku merasa mulai mendapatkan “groove“-nya kembali (melalui kunjunganku ke gym dan kelas les tenis baru (yang mana kali ini akan lebih panjang dari semester yang lalu)), eh aku harus “absen lumayan panjang” yang mana mengurangi level groove-nya, haha ๐Ÿ˜› . Ah, tetapi pola yang sporadis masih mendingan daripada tidak berolahraga sama sekali kan ya? Di samping itu, kalau dilihat dari sisi positifnya, sebenarnya acara-acara itu justru membuat Januari menjadi seru sih, bukannya bulan yang menyebalkan di musim dingin (bulan musim dingin yang, hmm, dingin setelah musim liburan Natal dan Tahun Baru yang seru), haha ๐Ÿ˜› .

Tapi bagaimana pun juga, sekarang aku merasa lega dengan jadwalku di bulan Februari ini yang sejauh ini dan ke depannya nampak akan lebih “reguler”. Jadi mudah-mudahan ritmeku segera aku dapatkan kembali!

#2031 – Wintery December

ENGLISH

December 2017, so far, has been really wintery. Perhaps it is the most wintery December of the past three or four years in the Netherlands!

When it was snowing hard in Amsterdam

You know, it all started last weekend when it snowed for the first time this winter. The last time it snowed in December was way back in 2012 if I am not mistaken! And then the snow went overboard over the weekend which messed my weekend trip to London up, haha. It was still snowing quite hard in Amsterdam on Monday. In fact, that day the KNMI (the Dutch meteorological body) issued a red snow warning! Things have started to go back to “normal winter” since then, thankfully.

Aside from the snow, the Christmas vibe has also been getting stronger and stronger now. The Amsterdam Light Festival has officially started and so the city looks really cool now in the evening with all the pretty lights! A few big Christmas trees are also erected in several squares across the city, for instance at the famous Dam Square.

The Christmas tree at Amsterdam’s Dam Square

Also at the office, a lot of my colleagues brought a lot of cakes and cookies and desserts and those sweet stuffs everyday to celebrate the festive season! Oh wow the temptation was indeed super strong this week! I really needed super strong self control so that I did not consume too much of those evil sweet things! Lol ๐Ÿ˜› I also got my hair cut this afternoon and upon leaving, I was given a bottle of white wine as a Christmas gift! ๐Ÿ˜€

Speaking of this week, finally I had the time to start going back to they gym again! I found it interesting btw that after being absent for only about three and a half weeks, I did feel like my body had “weakened” a little bit. The weight which I used to lift with little to no problem posed a bit of a challenge this week, haha! Oh well…

Anyway, so yeah it has been festive here in Amsterdam nowadays!

Amsterdam Light Festival

BAHASA INDONESIA

Desember 2017, sejauh ini, sudah berasa banget nih musim dinginnya. Mungkin ini adalah Desember yang paling “musim dingin” di Belanda dalam tiga atau empat tahun belakangan!

Ketika bersalju lebat di Amsterdam

Semuanya dimulai akhir pekan yang laluย dimana untuk pertama kalinya salju turun musim dingin ini. Terakhir kali bersalju di bulan Desember adalah di tahun 2012 loh kalau nggak salah! Dan kemudian saljunya terus turun dengan lebay di sepanjang akhir pekan itu sampai-sampai mengacaukanย perjalanan akhir pekanku ke London, haha. Di hari Senin, salju masih turun dengan lebatnya di Amsterdam. Bahkan, hari itu KNMI (badan meteorologinya Belanda) mengeluarkan peringatan salju level merah! Setelah hari itu, cuaca mulai kembali ke cuaca musim dingin sebagaimana biasanya, untungnya.

Di samping salju, suasana Natal juga sudah semakin terasa lebih kuat sekarang. Festival Lampu Amsterdam (Amsterdam Light Festival) juga sudah resmi dimulai sehingga kotanya nampak kece sekarang di malam hari dengan semua hiasan lampunya! Beberapa pohon Natal besar juga sudah dipasang di beberapa lapangan utama di seluruh penjuru kota, seperti misalnya di Lapangan Dam yang terkenal itu.

Pohon Natal di Lapangan Dam (Dam Square) di Amsterdam

Belum lagi di kantor ada banyak kolega yang membawa kue-kue yang manis-manis ke kantor setiap hari untuk merayakan suasana ini! Ya gimana ini godaannya kok banyak bener gini ya! Aku benar-benar membutuhkan kontrol diri yang kuat nih supaya nggak terlalu banyak ngemil yang manis-manis itu! Hahaha ๐Ÿ˜› Aku juga potong rambut siang ini dan ketika akan pulang, aku bahkan diberikan sebotol white wine sebagai hadiah Natal loh! ๐Ÿ˜€

Ngomongin minggu ini, akhirnya aku ada waktu juga nih untuk kembali ke gym! Aku rasa menarik juga dimana aku absen hanya selama tiga setengah minggu tetapi terasa sekali tubuhku kok kayak sudah sedikit “melemah”, haha. Beban yang biasanya bisa aku angkat tanpa masalah jadi terasa sedikit lebih berat nih minggu ini, haha!

Anyway, jadi ya memang di Amsterdam akhir-akhir suasananya sungguh meriah!

Amsterdam Light Festival

#2018 – The Second DST, Utrecht and Monday

ENGLISH

This post has sat in the Draft section for too long, since the beginning of November just after this year’s second DST, actually, haha. And so I figure it is time to publish it ๐Ÿ˜€ .

The somehow “negative” effect of the second DST this year.ย 

Speaking of the DST, normally the second DST is my favorite where, at the very least, there is no effect to me. This year, however, somehow it has been different. If anything, I feel like the DST has more of a “negative” effect on my daily life, which I found weird. After thinking about it for some time, I believe I have found an explanation for this, that actually is reasonable!

Up to two years ago, my life in the Netherlands was revolving around the university at this time of the year. Actually, my last second DST while in university was three years ago, because two years ago I was in India this time aroundย where DST was, of course, not observed, haha. And you probably know how life as a PhD in a (reputable) university was, haha. To me, I almost always worked at least until around 8 PM or so, when it was already dark anyway so there was no effect made by the DST, haha.

It was dark already anyway when I finished day at the university

Last year, while I already left university, I still lived in Delft and had to commute everyday to Amsterdam for work. At this time, the DST really helped a lot because before the DST, it was still dark when I left for work from Delft but after the DST, it became bright! It certainly lifted my mood and energy to start the day!

This year, however, the “brighter” morning did not matter because I could leave for work much later than when I was still in Delft. And so it was already bright anyway in my “morning” with or without the DST. The difference, however, was when I finished my day at work. Before the DST, I normally left my office before sunset so it was still quite bright outside. The DST, however, would mean that the exact same time would fall just after sunset, where it was already quite dark outside. And somehow, this made my day suddenly felt more “tiring” because (probably) unconsciously my brain thought I was suddenly working longer than usual, haha…

Oh well…

Utrecht and Monday, possibly not the best pair

Anyway, that week I also went to Utrecht to catch up with a friend. And here is one thing I learned from that.

It appeared to us that probably Monday was not the best day to eat out in Utrecht. Why? Because most restaurants were closed! Haha ๐Ÿ˜› You see, during the day I was googling for possible good restaurants to eat. I actually found a few, but only to find out that all of them were indeed closed on Monday! Haha…

I ended up having this iron steak that day.

Btw, yes, it is common for restaurants in the Netherlands to not open everyday (Chains are, of course, different). Usually they take one day of the week as a “day off”; but, of course, usually this day is not Friday or Saturday, arguably the “busiest” days for restaurants ๐Ÿ˜› . And it appears that Monday might be the slowest day for restaurant business in Utrecht and so many of them choose this day as their day off, hmm.

BAHASA INDONESIA

Posting ini sudah duduk manis di bagian Draft kelamaan nih, semenjak awal November setelah DST keduaย tahun ini, haha. Jadi aku rasa sudah waktunya untuk dipublikasikan lah ya ๐Ÿ˜€ .

Efek yang entah mengapa “negatif” dari DST kedua tahun iniย 

Ngomongin DST, biasanya DST kedua adalah favoritku dimana, setidaknya, DSTnya tidak berefek bagiku. Tetapi tahun ini, entah mengapa DST ini rasanya berbeda. Bahkan, aku merasa DSTnya justru memiliki efek “negatif” bagi kehidupan sehari-hariku, yang mana aku rasa aneh lho. Setelah kupikir-pikir sekian waktu, sepertinya aku sudah menemukan penjelasannya, yang mana masuk akal!

Hingga dua tahun yang lalu, hidupku di Belanda berkutat di sekitar universitas kan di waktu-waktu ini. Sebenarnya, DST kedua terakhirku ketika di universitas adalah tiga tahun yang lalu sih, karena dua tahun yang lalu kanย aku sedang berada di India di waktu iniย dimana DST tidak diberlakukan, haha. Dan tahu lah kehidupan sebagai mahasiswa PhD di universitas (ternama) itu kayak apa, haha. Untukku, aku hampir selalu bekerja sampai setidaknya jam 8 malam setiap hari, jadi ya toh memang sudah gelap juga sih ketika pulang dan DSTnya tidak mengubah apa pun, haha.

Toh sudah gelap ketika aku pulang dari kerjaanku di universitas

Tahun lalu, aku sudah meninggalkan universitas tetapi aku masih tinggal di Delft sehingga aku harusย nglaju setiap hari ke Amsterdamย untuk ngantor. Waktu itu, DSTnya membantu sekali karena sebelum DST, masih gelap dong ketika aku berangkat kerja dari Delft tetapi setelah DST, tiba-tiba suasananya jadi terang! Ini jelas mengangkat mood dan energiku untuk memulai hari kan ya!

Tahun ini, tapinya, pagi yang “lebih terang” tidak berefek karena aku toh bisa berangkat kerja lebih siang daripada ketika aku masih di Delft. Jadilah toh pagiku juga terus “terang” baik dengan ataupun tanpa DST. Namun, perbedaannya ada ketika aku pulang kerja. Sebelum DST, biasanya aku pulang kerja sebelum matahari terbenam sehingga di luar masih lumayan terang lah. Dengan DST, artinya waktu pulangku yang sama jadi berada setelah matahari terbenam, artinya di luar juga sudah gelap. Dan menurutku, ini tiba-tiba membuat hariku terasa lebih “melelahkan” karena (mungkin) alam tidak sadarku mengira bahwa aku bekerja lebih lama daripada biasanya dengan cara lembur, haha…

Yah…

Utrecht dan Senin, mungkin bukan kombinasi terbaik

Anyway, minggu itu aku juga pergi ke Utrecht untuk catch up dengan seorang temanku. Dan berikut ini satu hal yang kupelajari dari hari itu.

Kami baru sadar bahwa sepertinya hari Senin bukanlah hari terbaik untuk makan di luar di Utrecht. Mengapa? Karena kebanyakan restorannya tutup! Haha ๐Ÿ˜› Jadi ceritanya hari itu sebenarnya aku sudah googling beberapa restoran yang oke gitu. Aku menemukan beberapa, tetapi ternyata restoran-restoran itu tutup dong di hari Senin! Haha…

Pada akhirnya aku makan iron steak ini hari itu.

Btw, iya, lumrah kok bagi restoran-restoran di Belanda untuk tidak buka setiap hari (Kalau restoran chains mah lain cerita tentunya ya). Biasanya, mereka mengambil satu hari dalam seminggu untuk “libur”; tetapi tentu saja biasanya hari libur ini bukan hari Jumat atau Sabtu, yang mana hari “teramai” untuk restoran kan ya, haha ๐Ÿ˜› . Dan mungkin Senin adalah hari paling sepi untuk bisnis restoran di Utrecht sehingga kebanyakan dari mereka memilih hari ini sebagai hari libur, hmm.

#2008 – October Summary

ENGLISH

Oh wow, somehow it is November already; which means that we have passed the entire month of October. Speaking of October …

… three weekend trips

I went on three weekend trips during the month. Interestingly, though, they were on three consecutive weekends and they were all Avgeek Weekend Trips! Haha ๐Ÿ˜›

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2.ย Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3.ย Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Despite all three trips being “only” Avgeek Weekend Trip (in the sense that the focus was more on the flights so I tend to do much less (physically-taxing) activities (i.e. walking I mean, haha) during those kind of trips), their consecutive nature apparently still made those tiring overall! Haha ๐Ÿ˜› In fact, I was uncharacteristically tired already during the third one and so in the aftermath I was craving for more sleep. Luckily I still had the whole Sunday for that purpose that weekend. And I actually suspect if these trips had something to do with me also feeling quite tired this past weekend! Nevertheless, those trips were certainly really fun and I enjoyed them a lot ๐Ÿ™‚ .

Especially that I got to fly Air France’s brand new (not even a month old) Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC this October.

… Fall

And October means the Fall season has also begun. And I have also expressed that Fall is my least favorite seasonย of all. So far this year, it has not been different. It has been raining quite a lot in the Netherlands, most days were at the very least cloudy, and the general “mood” has been gloomy. You know, normal Fall, haha ๐Ÿ˜› .

In fact, here is how the weather was like while I was taking off from Schiphol during my first Avgeek Weekend Trip in October:

Yeah, I am actually looking forward for the next season! Or that I hope the second half of the season will (uncharacteristically) turn better! ๐Ÿ˜›

BAHASA INDONESIA

Oh wow, tiba-tiba sekarang sudah bulan November aja ya; yang mana artinya kita sudah melewati satu bulan Oktober secara penuh. Ngomongin tentang Oktober …

… tiga perjalanan akhir pekan

Aku pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan sepanjang bulan itu. Menariknya, ketiganya adalah di tiga akhir pekan berturutan dan ketiganya adalah Avgeek Weekend Trips! Haha ๐Ÿ˜›

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2.ย Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3.ย Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Walaupun ketiganya “hanya” Avgeek Weekend Trip (dalam artian fokusnya adalah di penerbangan-penerbangannya sehingga aku cenderung untuk tidak terlalu banyak beraktivitas (secara fisik) (maksudnya tidak terlalu banyak jalan kaki, haha) di perjalanan ini), ternyata karena berturutan toh ternyata masih melelahkan juga! Haha ๐Ÿ˜› Malahan, tidak biasanya aku sudah mulai merasa capek ketika sedang berada di perjalanan yang ketiga sehingga sepulangnya aku merasa ingin banyak tidur banget! Untungnya, di akhir pekan itu aku masih memiliki satu hari Minggu penuh yang bisa kumanfaatkan untuk itu. Dan sebenarnya aku agak curiga bahwa mungkin perjalanan-perjalanan ini juga sedikit menyebabkanku merasa lumayan lelah akhir pekan kemarin ini! Eh walaupun begitu, perjalanan-perjalanan iu sungguh seru dan aku amat menikmatinya ๐Ÿ™‚ .

Terutama kan aku berkesempatan terbang dengan pesawat super barunya (bahkan usianya belum ada satu bulan) Air France ini, Boeing 787-9 Dreamliner rego F-HRBC Oktober kemarin.

… Musim Gugur

Dan Oktober juga berarti musim gugur sudah dimulai. Dan sudah kusebutkan bahwa musim gugur adalah musim yang paling tidak aku favoritkan. Sejauh ini tahun ini, ternyata juga masih begitu kok. Di Belanda sering banget hujan di musim gugur ini, kebanyakan hari-harinya bercuaca berawan (tebal), sehingga “mood” umumnya juga terasa gloomy gitu. Ya gitu kan, musim gugur mah memang begini, haha ๐Ÿ˜› .

Malahan, berikut ini contoh cuacanya ketika aku lepas landas dari Schiphol di Avgeek Weekend Trip pertamaku Oktober ini:

Ya gitu deh, aku sudah nggak sabar untuk masuk ke musim selanjutnya aja deh! Atau ya mudah-mudahan paruh kedua musim ini akan (tidak biasanya) berubah menjadi lebih oke gitu! ๐Ÿ˜›

#1970 – Seven Years in Europe

ENGLISH

My life in Europe, well, the Netherlands ๐Ÿ˜› , started on this day seven years ago, when I got off Garuda Indonesia’s Airbus A330-200 reg PK-GPI at Schiphol Airport as flight GA88 from Jakarta (via Dubai). A total random note: PK-GPI no longer flies for Garuda and is now operated by Chinese’s Beijing Capital Airlines with reg B-8221 ๐Ÿ˜› .

The seventhย year in retrospect

If last year I mentioned my sixth year was a big one for me, then the seventh year was even a bigger one!

I completed my PhD research this year and so now I can attach the title “PhD” or “Doctor” next to my name if I want to (Well, I earned this ๐Ÿ˜› ). I have also decided to leave academia and switch to industry, with me starting my new job in Amsterdam last October. On top of that, I bought myself an apartment earlier this year!

So I guess I do not need to explain why I say my seventh year was bigger than my sixth. In fact, it might be the biggest one since seven years ago. So maybe it is not really an exaggeration to say that I now feel the most “fulfilled” since the day I moved to Europe.

Travelling

Unsurprisingly, I also travelled a lot in the seventh year. I added two new European countries to my list this year, bringing the total to 25 with the addition of Romania and Greece. I also explored further several European countries I had visited before, with my visit to the German’s famous Christmas Market and the wonderful Cinque Terre in Italy. There were also several city trips which I did throughout the year.

I also went on two intercontinental trips this past year. The first one was to my dream destination: Sint Maarten in the Caribbean; and the second one was to Indonesia for Christmas and New Year, the first time I was in Indonesia for both events since I moved to Europe. Both trips were so much fun!

Going to the eighth

My eighth year appears to be like an exciting one at this point. I learned a lot during my seventh year, mainly because of my switch to industry, and I expect to learn even more in this coming year. Oh, and I also already have a few fun trips planned out at this point ๐Ÿ˜› .

So yeah, the eighth year indeed sounds like going to be an exciting one!! ๐Ÿ˜€

I got my PhD degree in my seventh year in Europe.

BAHASA INDONESIA

Kehidupanku di Eropa, ehm, di Belanda ๐Ÿ˜› , dimulai di hari ini tujuh tahun lalu, ketika aku turun dari pesawat Airbus A330-200nya Garuda Indonesia dengan rego PK-GPI di Bandara Schiphol sebagai penerbangan GA88 dari Jakarta (via Dubai). Btw, info random nih: PK-GPI tidak lagi terbang untuk Garuda loh dan sekarang dioperasikan oleh maskapai China, Beijing Capital Airlines, dengan regoย B-8221ย ๐Ÿ˜› .

Refleksi tahun ketujuh

Jikaย tahun laluย aku sebutkan bahwa tahun keenam adalah tahun yang besar untukku, artinya tahun ketujuh ini adalah tahun yang lebih besar lagi!

Riset PhD (S3)-ku resmi aku selesaikan di tahun ini jadi sekarang aku bisa menambahkan gelar “PhD” atau “Doktor” ke namaku suka-suka gitu deh kalau aku mau (Jelas dong aku berhak untuk melakukan ini ๐Ÿ˜› ). Aku juga sudah memutuskan untuk meninggalkan dunia akademia dan pindah ke industri (dunia kerja “reguler”), dengan pekerjaan baru yang aku mulai bulan Oktober lalu di Amsterdam. Di atas itu semua, aku juga membeli sebuah apartemen awal tahun ini!

Jadi aku rasa aku tidak perlu menjelaskan mengapa aku bilang tahun ketujuh ini lebih besar daripada tahun keenam yah. Malahan, mungkin tahun ini adalah yang terbesar semenjak tujuh tahun yang lalu lho. Jadi mungkin tidak berlebihan pula jika kubilang aku merasa paling “komplit” semenjak aku pindah ke Eropa.

Jalan-jalan

Tidak mengherankan, aku juga banyak jalan-jalan dong di tahun ketujuh ini. Aku menambahkan dua negara Eropa baru ke daftarku tahun ini, sehingga totalnya menjadi 25 dengan tambahan Romania dan Yunani. Aku juga mengeksplor lebih dalam beberapa negara Eropa lainnya yang sudah pernah kukunjungi, dengan kunjunganku ke Christmas Market di Jerman yang terkenal banget itu dan Cinque Terre yang kece di Italia. Ada juga beberapa perjalanan city trips ke beberapa kota di sepanjang tahun.

Aku juga pergi dalam dua perjalanan antar-benua setahun belakangan ini. Yang pertama adalah ke tempat impianku: Sint Maarten di Karibia; dan yang kedua ke Indonesia untuk Natal dan Tahun Baru, pertama kalinya aku berada di Indonesia untuk Natal dan Tahun Baru semenjak pindah ke Eropa. Jelas keduanya seru banget!

Masuk ke tahun kedelapan

Sekarang, tahun kedelapan nampak akan menjadi tahun yang seru. Aku banyak belajar di tahun ketujuh, terutama karena kepindahanku ke industri, dan aku yakin aku akan belajar lebih banyak lagi di tahun yang akan datang ini. Oh, dan juga aku sudah merencanakan beberapa perjalanan yang seru nih ๐Ÿ˜› .

Jadi, ya, tahun kedelapan memang sepertinya akan menjadi tahun yang amat seru!! ๐Ÿ˜€

#1944 – End of June

ENGLISH

Oh wow it is the end of June already!ย The start of the monthย felt like just yesterday but of course it wasn’t and, as usual, time flew by really fast.

Overall June has been a good month for me here. First of all, the Dutch weather turned out to be, in general, surprisingly great, haha ๐Ÿ˜† . My work was also fine and I actually felt quite satisfied about it. My office also organized some really fun events during the month. More on this on a latter post, though. I also did quite some travels, two trips to be precise. But both of them took place in the first half of the month. To even things out, I took it slowly and just stayed in Amsterdam in its second half, haha.

Anyway, to make it a full circle (sort of), if I started June by being excited about the French Open (well, the tournament actually started a week before that, haha ๐Ÿ˜› ), now I am ending June by being excited about Wimbledon! This week the qualifying stage takes place with the main events starting next week.ย I always love this time of the year in tennis season. For whatever reasons, seeing a green grass tennis court on TV with a match being played on it makes me really happy!

So, how was June for you?

Wimbledon 2017 has started!!

BAHASA INDONESIA

Oh wow tiba-tiba sekarang sudah akhir bulan Juni aja! Rasanya seperti baru kemarinย kita masuk ke bulan iniย tetapi tentu saja seperti biasa, waktu berlalu dengan cepat.

Secara keseluruhan, Juni adalah bulan yang baik untukku. Pertama-tama, cuaca di Belanda ternyata, secara umum, kece loh dan ini mengejutkan, haha ๐Ÿ˜† . Kerjaan di kantor juga baik-baik saja dan aku merasa puas dengannya. Apalagi, kantorku mengadakan beberapa acara seru juga di bulan ini. Cerita ini aku simpan untuk posting nanti-nanti yah. Dan tentu saja aku juga jalan-jalan dong, di dua perjalanan tepatnya. Tetapi keduanya berlangsung di setengah pertama bulan ini. Jadi biar seimbang, aku santai-santai saja di Amsterdam di setengah keduanya, haha.

Anyway, agar siklusnya komplit (kurang lebih begitu), jika bulan Juni aku mulai dengan merasa senang karena French Open dimainkan (yah, sebenarnya turnamennya dimulai sekitar seminggu sebelum itu sih), sekarang aku mengakhiri Juni dengan merasa senang karena Wimbledon sudah dimulai loh! Minggu ini babak kualifikasinya dimulai dan babak utama akan dimulai minggu depan. Aku suka deh waktu-waktu sekarang ini dalam hal jadwal turnamen tenis. Entah mengapa, melihat lapangan tenis berpermukaan rumput di TV dimana sebuah pertandingan dimainkan itu membuatku senang!

Nah, bagaimanakah bulan Juni untukmu?

Wimbledon 2017 sudah dimulai!!