#1883 – Wintery February

ENGLISH

As usual, this February has been the coldest month this winter 😛 . While in Amsterdam it was also snowing in January (only for a little bit, though), it was much more frequent in February. In fact, it was more than enough for the snow to pile up!

And those who have experienced snow would fully understand that, indeed, this is the best feeling ever:

Haha 😆

This winter is my seventh winter in the Netherlands. Even then, I still find snow to be really beautiful and magical! Haha 😆 And so obviously I am glad that the winter of 2013/2014 still remains as my only snowless winter 😛 .

BAHASA INDONESIA

Seperti biasa, Februari ini adalah bulan terdingin di musim dingin kali ini 😛 . Walaupun di Amsterdam juga bersalju sih Januari lalu (sedikit doang sih tapinya), saljunya lebih banyak turun di bulan Februari. Dan banyaknya cukup loh untuk saljunya cukup menumpuk gitu! Jadi kan kece ya.

Dan mereka yang memiliki pengalaman dengan salju, pasti memahami banget deh bahwa yang berikut ini adalah best feeling ever:

Haha 😆

Musim dingin kali ini adalah musim dingin ketujuhku di Belanda. Walaupun begitu, bagiku salju itu masih nampak indah, keren, dan kece banget! Haha 😆 Jadi jelas lah ya tentu aku merasa lega bahwa musim dingin tahun 2013/2014 masih bertahan sebagai satu-satunya musim dinginku yang tanpa salju 😛 .

#1841 – Winter Is Here

ENGLISH

I guess it is official now:

Well, it is December already so it might not be that surprising actually, lol 😆 .

Earlier this week, this was the weather forecast in the Netherlands:

Weather forecast earlier this week

Weather forecast earlier this week

Yeah, the temperature has officially gone subzero now; though as usual, we just get the cold here in winter and not the snow, lol 😆 (Ignore the warning, it did not happen). Consequently, I had to finally admit the situation and open my winter wardrobe and take my winter coat with me; along with my scarves, gloves, and flappy winter hat.

Normal winter ammunition

Normal winter ammunition (from 2014)

On the not so good news, I also did not feel that well earlier this week too. I think I caught a flu. Well, I was not sick per se, but I felt like I was not 100% fit. Maybe somewhere around 75-80%. I combatted that with vitamin C, consuming some soups, and limitted my physical exercises (I skipped my tennis lesson this week (also partly due to the subzero temperature, though 😛 ) and a gym session). This way, I was able to maintain my level of fitness to not drop into the “being sick” category, which was, in my opinion, very important.

A teapot of ginger tea

Some warm tea also tastes better in winter!

Anyway, I feel much better now already, so I am happy about that! 🙂 Well, as I implied in this post, winter is not the season I do not like the most. In fact, I actually quite like it, especially the December part of it where people are already preparing for the Christmas and New Year holiday season!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Aku rasa sudah resmi deh sekarang:

Iya sih, sudah bulan Desember jadi memang tidak mengherankan ya, haha 😆 .

Awal minggu ini, ramalan cuaca di Belanda itu seperti ini:

Weather forecast earlier this week

Ramalan cuaca awal minggu ini

Iya, suhu udaranya sudah resmi turun ke angka negatif nih; walaupun seperti biasa sih, Belanda mah cuma kebagian dinginnya doang, saljunya engga, ahahah 😆 (Abaikan peringatan di ramalan cuaca itu, nggak kejadian kok). Sebagai akibatnya, mau tidak mau aku harus takluk pada situasi ini dan mulai membuka lemari pakaian musim dinginku dan pergi ke luar dengan mengenakan mantel musim dingin; eh, dan juga syal, sarung tangan, dan kupluk musim dingin dengan flap.

Normal winter ammunition

Amunisi standar di musim dingin (foto tahun 2014)

Berita kurang menyenangkannya, aku juga merasa agak kurang enak badan awal minggu ini. Kayaknya aku terkenal flu deh. Yah, aku nggak sampai sakit sih untungnya, tetapi aku merasa tidak dalam konfisi fit 100% gitu. Mungkin sekitar 75-80% lah. Aku berusaha melawannya dengan vitamin C, makan sup, dan membatasi aktivitas fisikku (aku absen dari les tenis-ku minggu ini (ini juga sebagian karena suhu udara di bawah nol derajat itu sih 😛 ) dan meloncati satu jadwal gym-ku). Dengan begini, aku bisa menjaga level kesehatanku untuk tidak sampai jatuh ke level “sakit”, yang mana bagiku penting banget deh ini.

A teapot of ginger tea

Minum teh hangat juga terasa lebih nikmat loh di musim dingin!

Anyway, sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik kok, dan aku senang karenanya! 🙂 Dan, seperti yang aku siratkan di posting ini, musim dingin bukanlah musim yang paling tidak aku sukai. Malahan, sebenarnya aku cukup menyukainya lho, terutama bagian bulan Desembernya dimana orang-orang sudah mulai bersiap-siap menyambut musim liburan Natal dan Tahun Baru kan!! 🙂

#1837 – Why I Don’t Like Fall

ENGLISH

A lot of people say they love Fall/Autumn, mainly because of something like this:

Autumn in Delft Schie

Autumn in Delft five years ago (I am too lazy to take a more recent picture this year 😛 )

, which is correct, btw, and I agree with this particular condition. However, I actually put this season as my least favorite of the four. Here is why. (#antimainstream #SEO)

One word which, to me now, describes this season the best is: gloomy.

And it applies to many things.

In the Netherlands, Fall weather usually means a lot of cloud and, sometimes, mist and, thus, it is wet too. Just like what I recently shared. Therefore, if you look outside, usually what you see is grayness. Dark cloudy sky with thick cloud hanging and people walking with their umbrellas or coat.

The fact that Summer precedes the season also does not help. While usually it also rains quite a lot in the Netherlands in Summer too (this year was an exception though, it was pleasantly rainless! 😛 ), at least the days are longer. And personally, I like longer days. I like it when the sun is up from 5 AM to 10 PM.I feel more energized.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

And my conjecture is (I haven’t bothered looking for actual research on this 😛 ) that this has some collective effect on the people as well. Consciously or not, the gloomy weather affects people’s mood. When many of these people are together (like, e.g. at work), the gloominess radiates in many different forms.

I have only started my current job this October, which was Fall already, so I cannot really say anything about it. However, I have had four Falls during the course of my PhD; and in my experience, this season had always consistently been the most “depressing” periods of my PhD years. Specifically, the toughest period of my PhD years (so far) was the Fall of 2014, i.e. the Fall of my third PhD year, many referred to as the toughest year of PhD in the Netherlands. More or less, this was radiated into some posts in this blog as well.

One of those misty mornings in Delft lately

One of those Fall days here.

It might be a spurious correlation we are observing here; as there are other factors as well which can influence this as well, for instance the end of the year is near so the higher workload, no public holiday (while there are Christmas and New Year in the winter), etc.

As I said, I haven’t bothered looking deepert into this matter. So for this post, it would do even if a spurious correlation, haha 😆 . What is important is, this is generally what I feel about Fall 😛 .

Piles of fallen leaves

Piles of fallen leaves in October, 2011

BAHASA INDONESIA

Banyak orang berkata bahwa mereka suka banget dengan yang namanya Musim Gugur, terutama karena pemandangan kayak begini:

Autumn in Delft Schie

Musim gugur di Delft lima tahun yang lalu (tahun ini malas nih mengambil foto yang lebih up-to-date kekinian gitu 😛 )

, yang mana benar juga sih, btw, dan aku sendiri setuju dengan satu kondisi khusus ini. Namun, sebenarnya secara umum aku harus bilang bahwa musim ini adalah musim yang paling tidak aku sukai dari empat musim yang ada loh. Berikut ini alasannya. (#antimainstream #SEO)

Satu kata yang, untukku saat ini, mendeskripsikan musim ini dengan paling baik adalah: muram (gloomy).

Dan ini mewakili banyak sekali hal loh.

Di Belanda, cuaca musim gugur itu biasanya berarti awan mendung tebal dan, kadang-kadang, berkabut yang mana artinya juga basah. Yah, seperti apa yang aku ceritakan beberapa waktu lalu lah. Makanya, jika kita melihat ke luar, yang terlihat biasanya adalah suasana abu-abu. Langit yang mendung dengan awan-awan tebal dan orang-orang berjalan-kaki dengan payung atau mantelnya.

Kondisi dimana musim panas mendahului musim ini juga tidak membantu. Walaupun di musim panas juga banyak hujan sih di Belanda (tahun ini pengecualian sih, hujannya sedikit! 😛 ), setidaknya hari-harinya kan panjang gitu. Dan untukku pribadi, aku suka dengan hari yang panjang. Kan asyik ya matahari bersinar dari jam 5 subuh sampai jam 10 malam gitu. Aku merasa sungguh berenergi.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

Jam 10:30 malam di Delft tanggal 21 Juni 2015

Dan konjekturku adalah (malas nih untuk meriset lebih mendalam 😛 ), ini mempengaruhi manusia juga. Sadar ataupun tidak, cuaca yang muram ini mempengaruhi mood orang-orang. Dan ketika banyak orang-orang ini berdekatan (misalnya di kantor), kemuramannya cenderung tersebar dalam berbagai macam bentuk.

Aku baru saja memulai pekerjaanku saat ini di bulan Oktober, yang mana artinya sudah masuk musim gugur, makanya aku tidak bisa menyimpulkan apa pun darinya. Namun, aku sudah melalui empat musim gugur sepanjang masa studi PhD (S3)-ku; dan dari pengalamanku, musim ini terus-terusan menjadi bagian dari periode paling “memuramkan” dari tahun-tahun PhD-ku itu. Lebih spesifik lagi, periode tersulit dari tahun-tahun PhD-ku (sejauh ini) adalah musim gugur 2014, yaitu musim gugur dari tahun ketiga PhDku, yang banyak disebut orang-orang sebagai tahun tersulit dari sebuah studi PhD di Belanda. Sedikit banyak, ini teradiasikan di beberapa posting di blog ini juga.

One of those misty mornings in Delft lately

Kadang suasana musim gugur disini itu begini

Memang bisa jadi ini adalah sebuah korelasi palsu (spurious correlation); karena bisa saja kan ada faktor yang juga mempengaruhi ini, misalnya akhir tahun yang dekat sehingga banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak adanya hari libur (kalau di musim dingin setidaknya kan ada Natal dan Tahun Baru), dll.

Seperti yang kubilang, aku malas untuk melihat hal ini lebih jauh. Jadi untuk posting ini, andaikata benar pun korelasi palsu mah nggak apa-apa ya, haha 😆 . Intinya adalah, ini lah yang kurasakan secara umum tentang musim gugur 😛 .

#1836 – My Luck with Rain Lately

ENGLISH

Let’s just say, it has not been great.

Weather-wise, this Fall has not been that great in the Netherlands. It has been a bit colder than usual, really gloomy, and, worst of all, really wet!

Raining in Delft

Raining in Delft

And the last one really annoyed me, be when it happened or when it did not. Two times, recently, I had to soldier through the rain because I forgot to bring an umbrella. When this happened, of course, it reminded me of the old Indonesian saying which roughly translates to “Prepare an umbrella before it starts to rain“. The meaning of this saying can be both figurative or literal; but in this case of course the literal one was applicable 😛 . So the next days, I decided to bring an umbrella just in case it would rain. And guess what? It did not. Moreover, it was sunny! Lol 😆 .

Speaking of rain, one app which I find really useful for living peacefully in handling the rain is the Buienalarm. The app provides prediction of the rain precipitation in your chosen area for the coming hour so. This really helps me in my decision-making process. For instance, I did not just blindly “soldier through” the rain in the previous paragraph. I decided to based on the information that I got from the app, as follows:

Buienalarm

Buienalarm

It was about 6:02 PM in Delft station. A lot of people were stuck due to heavy rain (well, the app said moderate; but from my perspective, moderate rain was basically heavy when I did not have an umbrella with me 😛 ), including myself. It was predicted that the rain would last for the next 45 minutes or so. However, I saw a small opening there. For about five minutes starting from 6:05 PM, the rain would die down a little bit (it would still be raining, but not as hard). So I had an option to make use of this five minutes time-window or to wait 45 minutes before the rain was predicted to completely stop. Well, I chose the former 😛 .

So what I did was just to wait for three minutes more at Delft station. And at 6:05 PM, when the rain died down a little, I soldiered through the rain and ran to my apartment. I was still quite wet, of course, but not as much and I certainly did not have to get stuck at Delft station for another 45 minutes. In my opinion, that helped a lot! 😀

BAHASA INDONESIA

Begini aja deh ya, keberuntunganku dengan hujan akhir-akhir ini tidak lah begitu baik.

Dalam hal cuaca, musim gugur kali ini tidak lah begitu mengasyikkan di Belanda. Suhu udaranya lebih dingin daripada biasa, cuacanya sungguh gloomy, dan, yang paling nyebelin nih, sering hujan!

Raining in Delft

Hujan di Delft

Dan yang terakhir ini sungguh menyebalkanku, baik ketika terjadi maupun tidak. Dua kali, akhir-akhir ini, aku harus berjalan-kaki nekad menembus hujan karena aku lupa membawa payung. Ketika ini terjadi, tentu saja dong aku langsung teringat pepatah “Sedia payung sebelum hujan“. Haha, dalam kasus ini makna pepatah ini mah tersurat banget ya 😛 . Jadilah keesokan harinya, aku memutuskan untuk membawa payung unuk jaga-jaga andaikata hujan. Dan apa yang terjadi? Nggak hujan dong. Malahan, cuacanya cerah! Huahaha 😆 .

Ngomongin hujan, satu app yang aku rasa sungguh berguna untuk hidup damai tentram di Belanda dalam menghadapi hujan adalah Buienalarm. App ini memberikan prediksi curah hujan di tempat pilihan kita sepanjang satu jam-an ke depan. Ini sungguh membantu proses pembuatan-keputusanku. Contohnya, sebenarnya aku nggak hanya sekedar modal nekad aja sih dalam menembuh hujan yang kuceritakan di paragraf sebelumnya. Aku memutuskan begitu berdasarkan informasi yang kudapatkan dari app ini, sebagai berikut:

Buienalarm

Buienalarm

Waktu itu jam 6:02 sore di stasiun Delft. Banyak orang terjebak di sana karena hujan yang deras (yah, menutup app hujannya cuma sedang aja sih; tetapi dari sudut pandangku, hujan yang sedang aja mah sudah aku anggap deras ya soalnya aku kan harus berjalan-kaki dan aku tidak membawa payung 😛 ), termasuk aku. Hujannya diprediksi akan berlangsung selama 45an menit ke depan. Namun, aku melihat sebuah celah di sana. Selama sekitar lima menit mulai dari jam 6:05 sore, hujannya akan sedikit mereda (masih hujan sih, tapi nggak deras). Aku memiliki pilihan untuk menggunakan waktu lima menit ini atau menungguh 45 menit hingga hujannya diprediksikan berhenti. Aku memilih pilihan pertama 😛 .

Jadilah aku memutuskan untuk menunggu selama tiga menitan di Stasiun Delft. Jam 6:05 sore, ketika hujannya sedikit mereda, baru deh aku menembus hujan dan berlari menuju apartemenku. Jelas lah aku masih basah, tetapi nggak parah-parah amat dan jelas aku jadi tidak harus terjebak di Stasiun Delft selamat 45 menit kan. Menurutku, ini mah membantu banget! 😀

#1830 – A Wallet Story

ENGLISH

Thursday last week was a long day for me. I had to be especially early at the office for a training; which meant I had to get up even earlier. In the afternoon, I left later because the training went a little bit over time. Then, the approximately three hours of commute to Amsterdam and back. I arrived at home at around 7 PM and cooked my dinner. I knew I would want to watch the twelfth series of The Apprentice UK at 10 PM, but before that I wanted to go to the gym first as I skipped gym the day before. But then, I found out that I was running out of meat so I decided to go to the supermarket first. So it was unsurprising that I felt so tired by the end of the day, haha 😆 .

On Friday morning, before I walked to the train station to go to work, somehow I felt the urge to check if my wallet was in my bag. I guess, subconsciously, I knew something was not exactly right today. And guess what, I could not find my wallet; even after searching my entire room! 😱😱😱😱😱

I tried to not panic and think rationally, tracing it down to what I did the day before. The two places with the highest likelihood where I could have accidentally left my wallet were the gym and the supermarket. Then I went to the gym first, and I could not find it. At the supermarket, one staff told me the guy responsible for the security, etc, was on the afternoon shift today so she recommended me to come back after 12 PM. Well, I would have to work the entire day today so I guess I could only come back in the evening.

At least I was glad I applied the risk diversification strategy before, where I did not put all my important stuffs in one place (for instance, the wallet). So while my wallet was gone, for now, I still had my passport and Dutch residence-permit card with me. I even still had my NS-Business Card so I could still travel for work without any problem.

Somehow I felt rather calm today; as I had this hunch that everything was alright and the wallet was in the supermarket. I checked my credit card accounts online and saw no unauthorized transaction, a good indication of course so this also helped.

Long story short, I went back to Delft after work and I immediately went straight to the supermarket. I explained the situation to a staff who then called the security guy. I described how the wallet looked like and where I thought I left it. He mentioned someone found the wallet the evening before and handed it to him. He went to the security room and came out with my wallet in his hand. After checking my ID, he gave me back my wallet and everything inside it, safe and sound.

Yeah, some faith in humanity restored before being crushed again by what happened earlier this week!!

You see, this is one of the many reasons why I LOVE my life here in the Netherlands.

BAHASA INDONESIA

Hari Kamis minggu lalu adalah hari yang panjang bagiku. Aku harus tiba di kantor lebih pagi karena ada training; yang mana artinya aku harus bangun lebih pagi juga. Sorenya, aku juga baru bisa pulang lebih malam karena training-nya berlangsung sedikit terlalu lama. Ditambah lagi, aku harus menyisihkan tiga jam nglaju untuk pergi ke Amsterdam dan pulangnya. Aku tiba di rumah jam 7 malam dan setelahnya memasak makan malam. Aku ingin menonton The Apprentice UK musim ke-12 jam 10 malam, tetapi sebelumnya aku ingin pergi ke gym dulu karena sehari sebelumnya gym harus aku loncati. Namun kemudian, ternyata aku kehabisan daging sehingga aku memutuskan untuk belanja di supermarket dulu. Jadi, tidak mengherankan jika pada akhirnya aku merasa lelah kan ya, haha 😆 .

Jumat pagi, sebelum aku berangkat ke stasiun kereta untuk berangkat kerja, entah mengapa aku merasa perlu untuk mengecek dompet di dalam tasku. Mungkin di alam bawah sadar aku menyadari ada yang nggak beres hari ini. Dan apa yang terjadi? Aku tidak bisa menemukan dompetku loh; bahkan setelah aku mencarinya di seluruh kamar! 😱😱😱😱😱

Aku berusaha untuk tidak panik dan berpikir jernih, menjejak ulang apa yang kulakukan sehari sebelumnya. Aku berkesimpulan ada dua tempat yang paling mungkin dimana aku bisa tidak sengaja meninggalkan dompetku: di gym atau di supermarket. Jadilah aku pergi ke gym dulu, dimana disana aku tidak bisa menemukannya. Lalu aku pergi ke supermarket. Hanya saja, salah satu stafnya bilang bahwa petugas sekuriti masuk di shift siang hari ini sehingga ia memintaku untuk kembali setelah jam 12 siang. Waduh, kan aku harus kerja ya hari ini jadilah aku baru bisa kembali kesana malamnya.

Setidaknya aku lega aku menerapkan strategi diversifikasi risiko sebelumnya, dimana aku tidak menyimpan segala benda-benda penting di satu tempat (misalnya, di dalam dompet). Jadi walaupun untuk saat ini dompetku hilang, setidaknya paspor dan kartu residence-permit Belandaku masih aku pegang. Bahkan kartu NS-Business Card juga masih kubawa sehingga aku masih bisa bepergian ke Amsterdam tanpa masalah.

Tapi entah mengapa aku merasa tenang kok hari ini; karena intuisiku berkata bahwa semuanya baik-baik saja dan dompetku ada di supermarketnya itu. Akun-akun kartu kreditku juga kucek melalui internet dan aku tidak melihat adanya aktivitas-aktivitas yang mencurigakan disana, sebuah indikasi baik yang tentu membantuku merasa tenang.

Singkat cerita, setelah kembali di Delft sepulang kerja, langsung aku pergi ke supermarketnya. Aku jelaskan situasinya ke seorang staf yang kemudian memanggil petugas sekuritinya. Dompetku aku deskripsikan kepadanya dan aku sebutkan dimana aku kira dompetnya aku tinggalkan. Ia sebutkan bahwa memang ada yang menemukan sebuah dompet dan kemudian dompetnya diserahkan kepadanya. Ia masuk ke dalam ruang sekuriti dan keluar dengan membawa dompetku di tangannya. Setelah mengecek identitasiku, dompetku beserta segala isinya dikembalikan.

Iyaa, some faith in humanity restored sebelum akhirnya dihancurkan kembali oleh apa yang terjadi awal minggu ini!!

Nah kan, ini adalah satu dari banyak alasan mengapa aku SUKA BANGET dengan kehidupanku di Belanda.

#1791 – Heatwave and (Almost) A New Academic Year

ENGLISH

This is pretty much the headline here in the Netherlands this week:

Extreme heat warning 😲

Extreme heat warning 😲

😲😲😲😲😲

Yes, there is a warning of extreme heat!! 😱😱😱😱😱

Yes, we are, currently, being struck by a heatwave causing the temperature to be really hot at the moment. Okay, still in the low 30s (Celsius), though, but still, it has been really hot!! This is actually one aspect I don’t really like from summer (aside from the frequent rain; it is a toss up for me between extreme heat or frequent rain).

The forecast says it should be over by weekend; so let us hope it is right, haha 😆 . And at least sometimes the wind blows too and it is not the typical hot wind; so the breeze still feels quite nice 😀 .

Anyway, speaking of this time of the year, it is almost the new academic year here in TU Delft. Six years ago, I arrived in Delft also at around this time. This means that new batches of students have arrived; and Delft has become a much livelier city than it has been the past two months. There were a lot of events going on; not only in the university but also in the city itself. A lot of associations/groups organized an open-house introducing themselves to the new residents of the city.

While I think it is cool, on the other hand I also feel a little bit of inconvenience because of this, to be honest. First of all, with more people, the road becomes more crowded. Second of all, a lot of paths have been blocked to make rooms for these events; and this is on top of the never-ending construction works in the city.

***

But this also reminds me that my time in TU Delft as a PhD student will also come to an end, really soon; as my contract will end just before the new academic year starts.

Yeah…

BAHASA INDONESIA

Yang berikut ini cukup merangkumkan topik utama di Belanda minggu ini:

Extreme heat warning 😲

Peringatan cuaca panas ekstrim  😲

😲😲😲😲😲

Iya, ini adalah peringatan akan datangnya cuaca panas ekstrim!! 😱😱😱😱😱

Iya, sekarang ini Belanda sedang diterjang heatwave (gelombang panas) sehingga suhu udaranya panas banget deh sekarang. Oke, masih di 30an (Celsius) bawah sih, tapi tetap aja, rasanya panas bangettt!! Ini nih satu aspek yang tidak kusukai dari musim panas (selain hujan yang sering sih; susah deh menentukan mana yang lebih tidak kusukai, suhu panas banget atau hujan).

Menurut ramalan cuaca sih seharusnya gelombang panasnya selesai akhir pekan ini; jadi mudah-mudahan ramalannya benar ya, haha 😆 . Setidaknya kadang-kadang angin masih bertiup juga sih; dan untungnya anginnya bukan lah angin yang panas, sehingga hembusan anginnya terasa nyaman 😀 .

Anyway, ngomongin waktu sekarang ini, saat ini sudah hampir waktunya tahun akademik baru dimulai di TU Delft. Enam tahun lalu, aku juga tiba di Delft di tanggal-tanggal segini. Ini artinya, sekarang ini sudah ada banyak kloter mahasiswa baru yang datang; dan Delft menjadi lebih ramai deh daripada dua bulan belakangan ini. Ada banyak acara yang berlangsung; tidak hanya di universitas tetapi juga di kotanya itu sendiri. Ada banyak asosiasi/grup yang mengadakan open-house memperkenalkan diri mereka ke penduduk baru kota ini.

Walau menurutku ini keren, di sisi lain aku juga merasakan sedikit ketidak-nyamanan karenanya sih, sejujurnya. Pertama-tama, dengan ada banyaknya orang, jalanan menjadi semakin ramai. Yang kedua, banyak jalan yang ditutup untuk mengadakan acara-acara ini; dan ini di atas pekerjaan konstruksi yang nggak akan pernah beres disini.

***

Ah, tetapi ini juga mengingatkanku bahwa waktuku di TU Delft sebagai mahasiswa PhD (S3) juga akan berakhir, segera; karena kontrakku akan habis sebelum tahun akademik baru dimulai.

Ya gitu deh…

#1788 – Six Years in Europe

ENGLISH

This day six years ago, I officially stepped my feet in Europe for the first time ever in my life after I cleared the Dutch immigration to start my Master study in TU Delft. Ever since then, I have lived in this country famous for its cheese and windmills.

The sixth year in retrospect

My sixth year in the Netherlands was a big one for me. After spending five consecutive years in the Netherlands under a temporary residence permit, starting from around this time last year I could apply for a Dutch permanent residenceship given that I fulfilled all the requirements. Thankfully, the process went smoothly and I was granted the permanent residenceship earlier this year.

Moreover, my sixth year also coincided with my fourth year of PhD. So the last year has also been very busy for me at work where I had to start working on my dissertation. However, I enjoyed this time much more than the time before because I could start seeing the result of my work. If last year I said I was in a happier state of mind than I was two years ago, I think this year I am in an even happier state of mind! Yeah, my (professional) life has been even better, I feel.

So, yeah, the sixth year, indeed, has been a great year.

Travelling

To keep myself sane, I have also continued what I thought was right for myself throughout my sixth year in Europe: to continue travelling (a lot). If, in terms of the number of European countries I have ever visited, I was stuck at 18 last year, I can proudly say that this year the number has increased to 23 with the addition of Northern Ireland, Poland, Latvia, Finland, and Estonia in the list. Aside from those countries, I also explored Scotland, Spain, Sweden, France, Germany, and Switzerland a bit further with my visits to Aberdeen, Bilbao, Stockholm, Rennes, Munich, Frankfurt, and Geneva.

To satisfy my thirst of flying (lol 😆 ), I also introduced a new Avgeek Weekend Trip this year, which has been so much fun! In fact, tomorrow I am going on another one! 😉

I did two long-distance travels within the year too: in October last year to attend my friends’ wedding in India; and my year-end trip to North America where I visited USA (Boston and New York) and Mexico. Both trips were awesome!! 🙂

Going to the seventh

My seventh year is going to be an exciting one. Finally my PhD (I hope 😛 ) will finish within the coming year (it is on the plan). And, more importantly, a new exciting job in Amsterdam has lined up for me to start this coming October!

Yeah, I have to say that I am starting my seventh year in Europe in good spirit. It is a good sign, I hope!! 🙂

River Amstel in Amsterdam

River Amstel in Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Hari ini enam tahun yang lalu, secara resmi aku menginjakkan kakiku untuk pertama kalinya di Eropa seumur hidup setelah aku melewati pemeriksaan imigrasi Belanda untuk memulai studi S2ku di TU Delft. Semenjak saat itu, aku telah tinggal di negeri keju dan kincir angin ini.

Refleksi tahun keenam

Tahun keenamku di Belanda adalah tahun yang besar bagiku. Setelah tinggal selama lima tahun berturut-turut di Belanda dengan residence permit sementara, mulaikira-kira sekitar tanggal ini satu tahun yang lalu aku berhak untuk mengajukan permohonan permanent residence di Belanda dengan catatan semua persyaratannya kupenuhi. Untungnya, prosesnya berlangsung lancar dan awal tahun ini aku mendapatkan izin tinggal permanen itu.

Lebih jauh lagi, tahun keenamku juga merupakan tahun keempat studi PhD/S3-ku. Jadilah setahun belakangan ini aku sibuk banget di kantor untuk menyelesaikan disertasiku. Eh tetapi setahun belakangan ini rasanya lebih kunikmati lho daripada tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena hasil dari pekerjaanku sudah terlihat ya. Jika tahun lalu kusebutkan bahwa aku berada dalam kondisi yang lebih bahagia daripada dua tahun yang lalu, aku rasa tahun ini bahkan aku lebih berbahagia lagi! Iya, kehidupan (profesional)-ku terasa lebih baik aja.

Jadi, ya, tahun keenam ini memang adalah tahun yang baik.

Jalan-jalan

Agar tidak gila, aku juga terus meneruskan melakukan apa yang kurasa tepat untuk diriku di tahun keenam ini: (banyak) jalan-jalan, huahaha 😆 . Jika, dalam hal jumlah negara Eropa yang pernah kukunjungi, tahun lalu aku tidak beranjak dari angka 18, dengan bangga bisa kubilang bahwa sekarang jumlahnya telah naik menjadi 23 loh dengan tambahan Irlandia Utara, Polandia, Latvia, Finlandia, dan Estonia ke dalam daftarnya. Di samping itu, aku juga menjelajahi Skotlandia, Spanyol, Swedia, Prancis, Jerman, dan Swiss lebih jauh dengan kunjunganku ke Aberdeen, Bilbao, Stockholm, Rennes, Munich, Frankfurt, dan Jenewa.

Dan untuk memuaskan hasratku terbang (lol 😆 ), aku juga memperkenalkan Avgeek Weekend Trip yang mulai kulakukan tahun ini, yang mana seru bangeet! Bahkan, besok perjalanan ini akan kulakukan lagi loh! 😉

Setahun ini, aku juga melakukan dua buah perjalanan besar: di bulan Oktober tahun lalu ke India untuk kondangan temanku; dan perjalanan akhir tahun ke Amerika Utara dimana aku mengunjungi Amerika (Boston dan New York) dan Meksiko. Seruu!! 🙂

Masuk ke tahun ketujuh

Tahun ketujuhku akan menjadi tahun yang seru. Akhirnya PhD ini (mudah-mudahan 😛 ) akan terselesaikan juga di tahun ini (rencananya sih begitu). Dan, yang lebih penting lagi, ssebuah pekerjaan baru yang seru telah menungguku di Amsterdam yang akan kumulai bulan Oktober ini!

Iya, harus kubilang bahwa tahun ketujuh ini akan kumulai dengan semangat yang baik. Pertanda baik sih, mudah-mudahan!! 🙂