Aviation · My Interest

#2009 – KLM’s Fokker 70

ENGLISH

I believe I have mentioned this a few times here in this blog. And finally, the time has come. This weekend, KLM officially retired all their Fokker 70s from operation, with the last flight being flight KL1070 from London-Heathrow operated by, fittingly, PH-KZU.

KLM Cityhopper’s Fokker 70 reg PH-KZU in Anthony Fokker special livery.

Here is the official special video from KLM of their Fokker 70’s last ever commercial flight that day:

As a true avgeek, obviously the thought of flying with one of these last flights one more time had crossed my mind. In fact, in September KLM officially published the final schedules of these beauty. But then, I also quickly learned the fact that the ticket price for these flights had significantly soared. For instance, here is how the ticket for the last Fokker 70 flight KL1070 was in comparison to the other KLM’s (many) daily flights from London-Heathrow to Amsterdam:

The ticket price for the last Fokker 70 flight

I mean, as much as I would have loved to be a part of this, I still had some sense as well, thankfully, haha. I decided to give it a pass. Nevertheless, I just flew with a Fokker 70 not too long ago anyway 🙂 .

My last flight with a KLM Cityhopper’s Fokker 70 was with this PH-KZB on the way to Cardiff in September.

However, I will surely miss these Fokkers! I mean, of course they are of the older planes. In fact, Fokker 70’s launch customer was Indonesia’s Sempati Air! But to be honest, these days flying an older plane isn’t actually always bad. You see, Fokker 70 was developed in the 1990s, way before the boom of LCCs. And my conjecture is that Fokker 70 was, understandably, not designed for LCC airlines. This means: in the designing process, they took into the account passengers’ comfort more (In very simplified terms, with LCC airlines, you would want to fit as many people as possible in the plane). As an evidence of this, here is the legroom in a standard economy seat on board a KLM Cityhopper’s Fokker 70:

The regular economy seat legroom on board PH-WXD.

Yep, it even allowed me to stretch my legs! Haha 😛

On the other hand, of course being from an older generation means that this type is not the quiettest plane ever built; especially when you are seated at the rear of the plane where the two engines are located. However, I would definitely miss the following view from a window seat at the rear of the plane:

Taking off from runway 04R of Copenhagen Airport (CPH) with a Fokker 70.

Aside from the view, another aspect of the plane design which I will definitely miss is the integrated door and stairs design! I don’t know, I just really like this combo design! Okay, a few other plane types, such as the Bombardier CRJ series, are also equipped with main doors like this. But still, this means that this already “vulnurable” design has become even more endangered! Haha 😛

I adore Fokker 70’s stairs-door!!

Yeah, it is definitely quite a sad time for me when a plane type is being retired from the fleet of an airline, especially if the type is rather “anti-mainstream” (like the retirement of KLM’s MD11 three years ago). Even though in this case, unlike the MD11, several airlines are still operating the Fokker 70s. In fact, the Fokker 70s KLM Cityhopper just retired are now still active with a few other airliners, namely Air Niugini of Papua New Guinea and fly AllWays of Suriname, haha.

Anyway, here are some photos from the trips I have taken with this beauty over the years with KLM Cityhopper:

BAHASA INDONESIA

Aku yakin hal ini sudah aku sebutkan beberapa kali di blog ini. Dan akhirnya, waktunya tiba juga. Akhir pekan kemarin, KLM secara resmi memensiunkan semua pesawat Fokker 70nya, dengan penerbangan terakhirnya adalah penerbangan KL1070 dari London-Heathrow yang dioperasikan dengan, seperti selayaknya, PH-KZU.

Fokker 70nya KLM Cityhopper rego PH-KZU dengan livery spesial Anthony Fokker.

Berikut ini video spesial resmi dari KLM yang berisikan penerbangan komersil terakhir mereka dengan Fokker 70 hari itu:

Sebagai avgeek sejati, jelas dong aku sempat kepikiran untuk terbang dengan salah satu penerbangan terakhir ini. Malahan, September kemarin KLM resmi mengumumkan jadwal terakhir dari si ganteng ini. Tetapi kemudian, aku juga disadarkan bahwa harga tiket untuk penerbangan-penerbangan terakhir ini juga sudah naik banyak banget dong. Misalnya saja, berikut ini harga tiket untuk penerbangan terakhir Fokker 70 KL1070 dibandingkan dengan penerbangan-penerbangan KLM lainnya dari London-Heathrow ke Amsterdam:

Harga tiket untuk penerbangan terakhir dengan pesawat Fokker 70

Ya walaupun suka tapi aku mah, untungnya, masih realistis dan berakal-sehat lah ya, haha. Aku memutuskan untuk melewatkan kesempatan ini. Toh aku juga baru saja terbang dengan sebuah Fokker 70 belum lama ini kan 🙂 .

Penerbangan terakhirku dengan Fokker 70nya KLM Cityhopper adalah dengan PH-KZB ini di perjalananku ke Cardiff September kemarin.

Namun, aku tahu pasti bahwa aku akan kangen dengan para Fokker ini! Memang sih mereka adalah pesawat tua. Malahan, launch customer-nya Fokker 70 itu adalah maskapai Indonesia Sempati Air loh! Tetapi sebenarnya, sekarang-sekarang ini mah terbang dengan pesawat tua itu tidak lah selalu buruk. Mengapa? Jadi disain pesawat Fokker 70 ini dikembangkan di tahun 1990an, artinya sebelum maskapai LCC menjamur dan booming. Dan konjekturku adalah Fokker 70 didisain bukan untuk maskapai LCC. Ini berarti: dalam disainnya, perancangnya lebih mempertimbangkan kenyamanan penumpang (Secara sederhananya, untuk maskapai LCC, pokoknya kita ingin memasukkan sebanyak mungkin penumpang ke dalam pesawat). Sebagai tanda dari ini, berikut ini ruang kaki di kursi ekonomi reguler di dalam pesawat Fokker 70nya KLM Cityhopper:

Ruang kaki di kursi kelas ekonomi reguler di dalam PH-WXD.

Iya loh, bahkan bisa selonjoran! Haha 😛 .

Di sisi lain, tentu saja pesawat tua juga berarti memang tipe ini bukanlah yang bermesin paling senyap sih; apalagi kalau duduknya pas di belakang di dekat dua mesinnya itu, haha. Eh, tapi duduk di kursi belakang Fokker 70 itu juga memberikan pemandangan yang jelas akan aku kangeni ini loh:

Lepas landas dari landasan pacu 04R Bandara Kopenhagen (CPH) dengan sebuah Fokker 70.

Di samping pemandangannya, satu aspek lain dari disain pesawatnya yang akan aku kangeni adalah pintunya yang terintegrasi dengan tangga! Nggak tahu ya, aku suka aja gitu dengan disain kombo ini! Oke, memang sih ada sedikit tipe pesawat lainnya, misalnya Bombardier seri CRJ, yang juga dilengkapi dengan pintu berjenis ini. Tapi tetap aja lah, ini artinya disain yang sudah “langka” ini menjadi semakin terancam punah kan! Haha 😛 .

Aku suka banget pintu-tangganya Fokker 70!!

Iya, memang adalah waktu sedih bagiku ketika sebuah tipe pesawat dipensiunkan oleh sebuah maskapai, apalagi kalau tipenya cukup “anti-mainstream” kan ya (seperti misalnya ketika KLM memensiunkan MD11 tiga tahun yang lalu). Walaupun dalam kasus ini, nggak seperti ketika MD11 dulu, masih ada beberapa maskapai lain yang mengoperasikan Fokker 70 sih. Malahan, sebenarnya Fokker 70-Fokker 70nya yang dipensiunkan KLM Cityhopper ini sekarang masih aktif beroperasi untuk beberapa maskapai lain loh, misalnya Air Niugini di Papua Nugini dan fly AllWays di Suriname, haha.

Anyway, di atas aku buat sebuah galeri berisi foto-foto dari perjalanan-perjalananku dengan si ganteng ini beberapa tahun belakangan dengan KLM Cityhopper.

Advertisements
EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1997 – A Weekend in Cardiff

ENGLISH

Not too long ago I went on a weekend trip to Cardiff, a trip which “completed” my travel goal list of visiting all four countries in the United Kingdom, haha. And here is the story of that trip.

Cardiff selfie

Getting to/from Cardiff

I was flying direct to Cardiff Airport this time in both ways, partly due to non-stop flights being the only option with SkyTeam to get to Cardiff from Amsterdam, haha. The flights themselves were typical pleasant short-haul flights with KLM so there was not much to share here. The airplanes, however, were quite special.

The two flights I took were operated by two very “contrasting” airplane types: a Fokker 70 on the departure flight and an Embraer 175 on the returning flight. KLM Cityhopper is actually retiring all of its remaining Fokker 70s by the end of this month, including the 21.5 years old PH-KZB which took me to Cardiff, and is replacing them all with the much newer Embraer 175s, including the 4 months young PH-EXN which brought me back to Amsterdam!

A KLM Cityhopper’s 21.5 years old Fokker 70 reg PH-KZB at Cardiff
A KLM Cityhopper’s 4 months young Embraer 175 reg PH-EXN

Awesome, isn’t it? Even though, for sure I will miss those beautiful Fokker 70s even though the newer KLM’s Embraer 175s are super cool as well especially that they are equipped with the new winglets as well! Anyway, here is the landing video at runway 30 of Cardiff Airport with PH-KZB:

Oh how I will miss this beautiful view with the rear engine like this!!

Cardiff

One thing I noticed in Cardiff, the capital of Wales, was how proud the city was for being Welsh. Almost every signs were written in two languages (English and Welsh); and in this trip I learned that “Wales” was actually the “English” name of the country, which in Welsh was “Cymru”. To some degree this was probably similar to “Borneo” and “Kalimantan”, or “Celebes” and “Sulawesi”, haha. And they were particularly proud of their national symbol, which looked like this:

The Welsh Red Dragon

Well, certainly I understood them! Haha 😆

It was obvious that Cardiff was (or is) an industrial city; making it probably not the prettiest city ever. However, it was also obvious that the city had put efforts to make it look “nicer”, with the installement of a lot of art works (sculptures) here and there.

An art installment in Cardiff.

To me, there were two “parts” of Cardiff: the city centre and the Cardiff bay. I spent my entire first day in the city centre, where there were a lot of shops and a modern mall and was basically where the “pulse” of the city, I felt, ran. This was also the part of the city with more “historical” sites, like the Cardiff Castle. I found the entrance fee a bit too expensive so I did not feel like going in. Instead, I just went to the garden next to it and took some photos of the castle from there, haha 😛 .

Cardiff Castle

I visited the Cardiff bay on my second day, which felt more “modern” to me. Again, there were also quite many art installments in this part of the city. There was a sporting event going on in Cardiff bay while I was there, called the “Survival of the Fittest”. In short it was basically like a race with a lot of physical, but (looked) fun, challenges along the way. The concept was, in a way, similar to the famous tv-show Ninja Warriors.

One obstacle at the “Survival of the Fittest”

Cardiff was definitely a “lively” city, btw. On Saturday evening, it was extremely difficult for me to get a seat at a restaurant! At one restaurant, the waitress informed me that I would have to wait for three hours (!) before I could get a seat. Of course I bailed! Haha. That evening, eventually I settled at a Japanese restaurant having a chicken ramen. Well, it had been awhile since the last time I had ramen anyway so it was okay, haha 😛 .

A tasty buttermilk chicken

Speaking of food, I am afraid I didn’t really go on a culinary adventure there. Aside from the ramen, I had lunch at a Jamie’s Italian (As this was a choice which would never be wrong to me! Haha) and at The Dock, a restaurant in Cardiff Bay. I ordered a tasty buttermilk chicken with sweet potato chips and a dipping sauce. It was good!

So all in all, yeah, I enjoyed my time in Cardiff. It was definitely a nice way to “taste” what Wales was like. Though, for the next time, I would like to see more of what Wales could offer!

BAHASA INDONESIA

Belum lama lalu aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Cardiff, sebuah perjalanan yang akhirnya “melengkapi” daftar travel goal-ku untuk pergi ke semua empat negara di Inggris Raya (United Kingdom). Dan berikut ini cerita dari perjalanannya.

Cardiff selfie

Pergi ke/kembali dari Cardiff

Aku menaiki penerbangan langsung ke Bandara Cardiff di kedua arah, setengahnya karena penerbangan non-stop adalah satu-satunya pilihan dengan SkyTeam untuk pergi ke sana dari Amsterdam, haha. Penerbangannya sendiri adalah dua penerbangan standar dengan KLM sehingga tidak banyak yang bisa kuceritakan sekarang. Pesawatnya, tapinya, cukup spesial untuk diceritakan.

Dua penerbangan yang kunaiki ini dioperasikan oleh dua tipe pesawat yang sangat “kontras” satu sama lain: Fokker 70 di penerbangan keberangkatan dan Embraer 175 di penerbangan kepulangan. Jadi ceritanya KLM Cityhopper akan memensiunkan semua pesawat Fokker 70nya di akhir bulan ini, termasuk PH-KZB yang sudah berumur 21,6 tahun yang membawaku ke Cardiff, dan menggantinya dengan pesawat generasi baru Embraer 175, termasuk dengan PH-EXN yang baru berumur 4 bulan yang membawaku pulang ke Amsterdam!

Sebuah Fokker 70-nya KLM Cityhopper yang berumur 21,5 tahun, PH-KZB
Sebuah Embraer 175-nya KLM Cityhopper yang berumur 4 bulan, PH-EXN

Keren kaaan? Walaupun iya sih aku jelas akan kangen dengan Fokker 70 yang kece itu walaupun Embraer 175nya KLM juga keren sih terutama karena dilengkapi dengan winglet generasi terbarunya! Ngomong-ngomong, berikut ini video pendaratannya di landasan pacu 30 Bandara Cardiff dengan PH-KZB:

Ah, aku jelas akan kangen dengan view yang melibatkan mesin belakang seperti ini!!

Cardiff

Satu hal yang aku perhatikan dari Cardiff, ibukotanya Wales, adalah kebanggaannya akan Wales. Hampir semua penanda dituliskan dalam dua bahasa (bahasa Inggris dan bahasa Wales); dan di perjalanan ini aku baru tahu dong bahwa “Wales” itu adalah nama “bahasa Inggris”-nya negara ini, yang mana dalam bahasa Wales disebut “Cymru”. Menurutku ini mirip dengan istilah “Borneo” dan “Kalimantan”, juga “Celebes” dan “Sulawesi”, haha. Dan mereka juga nampak bangga banget dengan simbol negaranya, yang mana berpenampakan kayak gini:

Naga Merahnya Wales

Yah, nggak mengherankan lah ya! Haha 😆

Nampak jelas bahwa Cardiff (dulunya) adalah kota industri; sehingga memang kotanya bukanlah kota yang paling indah gitu deh. Namun, nampak jelas pula bahwa kotanya telah berusaha untuk “mempercantik diri”, dengan memasang banyak karya-karya seni (patung-patung atau monumen gitu) dimana-mana.

Sebuah patung karya seni di Cardiff.

Untukku, ada dua “bagian” dari Cardiff: pusat kota dan Cardiff Bay. Aku menghabiskan hari pertamaku di pusat kota, dimana banyak terdapat pertokoan dan mall modern juga dan pada dasarnya merupakan tempat “denyut nadi” kota ini. Bagian ini juga lah bagian bersejarah dari kotanya, dimana, misalnya, Kastil Cardiff berlokasi. Aku merasa harga tiket masuknya agak terlalu mahal sehingga aku malas masuk waktu itu. Jadilah aku jalan-jalan di taman di sebelahnya dan foto-foto dari sana aja, haha 😛 .

Kastil Cardiff

Aku mengunjungi Cardiff Bay di hari keduaku, yang mana terasa lebih “modern” untukku. Lagi, ada banyak karya seni di sana. Waktu itu sedang ada acara olahraga yang belangsung, bernama “Survival of the Fittest”. Secara singkat ini adalah semacam perlombaan dengan rintangan-rintangan yang nampak physical gitu, tetapi (nampak) seru. Konsepnya, secara umum, mungkin mirip dengan acara tv Ninja Warriors yang terkenal itu.

Satu rintangan di “Survival of the Fittest”

Cardiff jelas adalah kota yang “hidup”, btw. Di hari Sabtu malam, susah banget untukku mendapatkan kursi kosong di restoran! Di satu restoran, pelayannya memberi-tahuku bahwa restorannya sudah penuh dan aku harus menunggu tiga jam (!) sampai ada kursi kosong. Ih ya jelas aku batal mampir lah ya, haha. Malam itu, akhirnya aku makan di sebuah restoran Jepang dan memesan ramen ayam. Yah, sudah lumayan lama juga sih semenjak aku makan ramen jadi oke lah, haha 😛 .

Seporsi buttermilk chicken yang enak.

Ngomongin makanannya, sayangnya aku tidak terlalu banyak berwisata-kuliner di sana. Selain ramen itu, aku makan siang di Jamie’s Italian (Pilihan ini nggak akan pernah salah untukku soalnya! Haha) dan The Dock, sebuah restoran di Cardiff Bay. Aku memesan ayam buttermilk dengan ubi (sweet potato) goreng dan saus. Enak!

Jadi secara keseluruhan, ya, aku menikmati waktuku di Cardiff. Perjalanan ini adalah perjalanan yang oke untuk “mencicipi” Wales. Untuk kali berikutnya, aku penasaran untuk melihat bagian lain dari Wales!

Aviation · EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1971 – A Summer Weekend in London (Part I: The Flights)

ENGLISH

Posts in the A Summer Weekend in London series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: London

KL977 (AMS-LCY)

I was quite excited for this trip because it would be the first time I flew on a non-Schengen flight out of Schiphol since September 2016 when I flew to Sint Maarten! Haha 😆 . This also meant that I hadn’t used KLM’s non-Schengen Crown Lounge since then. I just realized though that I liked the Schengen lounge better actually.

Anyway, obviously I chose a KLM flight to get to London-City; and what excited me even more was the flight would be operated with one of the two Avro RJ85s they leased from CityJet! Yep, Avro RJ85! The cute regional jet with four engines!!


Flight: KLM KL 977 operated by CityJet
Equipment: Avro RJ85 reg EI-RJU
ATD: 12:11 CET (Runway 36L of AMS)
ATA: 11:55 BST (Runway 27 of LCY)

Boarding was slightly delayed today, but it went on quite smoothly. After all passengers boarded, however, the captain announced that due to a congestion on the departure runway (due to bad weather in Amsterdam today), we were only cleared to depart in 20 minutes. But not long after, the captain announced that the Polderbaan was open for departure and if he agreed to use this runway, we could depart now. He thought the long taxi there was better than sitting in the tarmac for 20 minutes doing nothing, haha; and I fully agreed with him on this case. So there we went, another departure from Polderbaan! Haha 😆

Another departure from Polderbaan

Anyway, I loved flying the Avro RJ85. It was a small plane but was very stable on air; thus comfortable even though the 3-3 configuration felt a little bit “cramped” in my opinion for its fuselage size. As it was a flight operated for KLM, the snack service was as per KLM’s standard:

The snack service on board CityJet’s flight KL977

which was decent for a short 45 minutes. Having said that, the cabin crews were CityJet’s, even when the flight was operated for KLM. Well, at least they wore CityJet’s uniform.

An aspect I was excited for this particular flight was the landing. I was really, really hoping we would land at runway 09 of London-City Airport. The view while landing there would be spectacular as the plane would have to descend above the city of London along with the cool skyscrapers! This was one of the reasons why LCY was my favorite. I landed there in 2013 but didn’t take a video so I planned to do so this time, haha.

But then, as we were flying from the east, we kept descending and descending above the River Thames without making any turn. Then I realized that we were NOT landing at runway 09 but at runway 27 instead! DAMN!!! Damn you wind direction!! Here is the landing video at runway 27:

Well, I guess this means I would need to fly to London City again in the future? Hahaha 😆 .

Anyway, another reason why I loved London City Airport was its small and compact size. A small airport meant short taxi and quick line at immigration (and baggage belt). I got off the airport in, like, literally less than 20 minutes since EI-RJU touched down at runway 27.

Deboarding at London City Airport from this CityJet’s Avro RJ 85 reg EI-RJU.

KL994 (LCY-AMS)

To go back to Amsterdam, I chose a KLM flight that was operated by KLM Cityhopper. Btw, KLM’s mainline Boeing 737 fleet cannot fly to London City Airport because the airport is too small for them. The runway length is just 1,508 meter; that is only around 2/3 of, say, the length of Adisutjipto Airport’s runway in Yogyakarta.

It was a small airport and unfortunately SkyTeam did not have a lounge partner there. But the general waiting area was nonetheless comfortable, especially that I scored a seat by the window which had electrical plugs and free wifi and offered this view:

An amazing view at the departure area of London City Airport

😍😍😍😍😍

I sat there for a good two-hour, haha.


Flight: KLM KL 994 operated by KLM Cityhopper
Equipment: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 18:08 BST (Runway 27 of LCY)
ATA: 19:51 CET (Runway 36R of AMS)

Boarding today was, unfortunately, quite chaotic. I found it weird actually that given the high frequency of KLM flights between London City and Amsterdam (up to 7 times daily on a weekday), there was no SkyPriority sign and line to help the boarding process. Sure SkyPriority passengers were announced to board first but it was basically useless as there was no actual line and in reality passengers standing closer to the gate would board first anyway.

A KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZF

Btw, when scanning my mobile boarding pass, the scanner notified the boarding agent that, apparently, I had been upgraded to Europe Business Class! YESSS!!! Haha 😆 . I was moved from my original 9F seat to 1D and was given a new boarding pass. The downside of this, though, was that I no longer had a window seat 😞. Anyway, so I boarded PH-EZF, a KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190, and settled onto my 1D seat. And of course the legroom was amazing, haha 😆 .

Amazing legroom in Europe Business Class; row 1

It was literally a full flight today, i.e. the load factor in both economy and Europe business class were 100%. So I was intrigued with our take-off today given London City Airport’s short runway, haha. We took off from runway 27; and it turned out that a full Embraer ERJ190 didn’t always need the full 1,508 meter of runway length to take off.

Take off was quite bumpy today, as we were making a u-turn above the city of London (which beautiful view I couldn’t really see due to my aisle seat) towards Amsterdam. After the fasten seat belt sign was turned off, the flight attendant offered any drink to us, which I asked for a cup of green tea. She brought me my green tea and my dinner service. Upon which I also asked for a bottle of champagne, hahaha 😛.

The dinner service on board flight KL994 in Europe Business Class

To my delight, the dinner service today was different from the dinner service on board my previous KLM Europe Business Class flight just two weeks earlier. The main dish was salad with chicken teriyaki skewer and two pieces of warm bread which were really nice. A small cup of potato-salmon salad was also served as the appetizer along with a small cup of chocolate and caramel dessert. This dish kept me busy during the entire flight, where we had started our descent towards Schiphol when I finished it. Though, I still had about a third glass of champagne which I finished in one gulp (🙈) because the crews already had to prepare for landing, haha.

Anyway, we landed at runway 36R of Schiphol and it was not a long taxi to the Fokker Farm. We were taken by a bus to the terminal. I cleared immigration, and went back home to Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Summer Weekend in London:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: London

KL977 (AMS-LCY)

Aku cukup excited dengan perjalanan ini karena ini adalah kali pertama aku terbang di penerbangan non-Schengen dari Bandara Schiphol semenjak September 2016 ketika aku terbang ke Sint Maarten! Haha 😆 . Ini juga berarti KALI itu adalah kali terakhir aku mampir di lounge Crown Lounge-nya KLM yang non-Schengen. Aku baru menyadari bahwa aku lebih suka lounge Schengen daripada non-Schengen-nya deh.

Anyway, jelas dong aku memilih penerbangannya KLM untuk pergi ke London City; dan yang membuat bersemangat pagi ini adalah penerbangannya akan dioperasikan dengan satu dari dua pesawat Avro RJ 85 yang mereka sewa dari CityJet! Iyaa, pesawat Avro RJ 85 itu! Pesawat jet regional imut dengan empat mesin!!


Penerbangan: KLM KL 977 dioperasikan oleh CityJet
Pesawat: Avro RJ85 reg EI-RJU
ATD: 12:11 CET (Runway 36L of AMS)
ATA: 11:55 BST (Runway 27 of LCY)

Boarding berlangsung sedikit terlambat hari ini, tetapi lancar. Setelah semua penumpang naik, sayangnya kapten mendapatkan berita bahwa akibat kemacetan di landasan pacu keberangkatan (akibat cuaca buruk di Amsterdam saat itu), kami baru mendapatkan giliran berangkat 20 menit kemudian. Tetapi tak lama setelahnya, kaptennya mengumumkan bahwa Polderbaan baru saja dibuka untuk keberangkatan dan jika ia setuju untuk menggunakan landasan pacu ini, kami diperbolehkan berangkat saat itu juga. Menurut pertimbangannya, lebih baik taxiing lama kesana daripada diam saja di tarmac selama 20an menit kan, haha; dan aku setuju dengannya kali ini. Jadi ya gitu deh, satu keberangkatan dari Schiphol melalui Polderbaan lagi untukku, haha 😆 .

Keberangkatan dari Polderbaan lagi

Anyway, aku suka deh terbang dengan Avro RJ 85. Pesawatnya kecil tetapi terbangnya stabil banget; sehingga nyaman walaupun konfigurasi kursi 3-3nya terasa “sesak” sih menurutku untuk ukuran lebar kabin yang hanya segitu. Karena penerbangannya dioperasikan untuk KLM, layanan snack-nya juga sesuai standarnya KLM:

Layanan snack di penerbangan KL 977nya CityJet

yang mana oke lah untuk penerbangan singkat selama 45 menit. Walaupun snack-nya adalah dari KLM, sepertinya pramugarinya adalah pramugarinya CityJet. Yah, setidaknya sih mereka mengenakan seragamnya CityJet.

Satu aspek yang membuatku bersemangat dengan penerbangan ini adalah pendaratannya di London. Aku sungguh berharap kami akan mendarat di landasan pacu 09 Bandara London City. Pemandangan ketika mendarat di sana akan spektakuler banget karena pesawatnya harus bergerak turun di atas kota London di antara pencakar-pencakar langitnya itu. Kan kece banget yaaa!! Inilah salah satu alasan mengapa LCY adalah bandara favoritku, haha. Aku mendarat di sana di tahun 2013 tetapi waktu itu tidak aku video sehingga kali ini aku ingin mem-videonya, haha.

Tetapi kemudian, karena kami terbang dari arah timur, kami terus turun dan turun di atas Sungai Thames tanpa berbelok. Jadilah aku menyadari bahwa kami TIDAK sedang mendarat di landasan pacu 09 melainkan di landasan pacu 27 dong! SIAALL!!! Dasar nih arah anginnya kok nyebelin begini hari ini, haha 😛 !! Berikut ini video pendaratannya:

Yah, mungkin ini artinya aku harus terbang lagi ke London City kapan-kapan gitu? Hahaha 😆 .

Anyway, satu faktor lain yang aku suka Bandara London City adalah ukurannya yang kecil. Sebuah bandara kecil juga berarti taxiing yang singkat dan antri imigrasi yang nggak panjang (juga bagasi), haha. Hari ini, aku bisa keluar dari bandara sekitar kurang dari 20 menit loh semenjak EI-RJU menyentuh landasan pacu 27.

Menuruni pesawat Avro RJ85nya CityJet dengan rego EI-RJU ini di Bandara London City.

KL994 (LCY-AMS)

Untuk kembali ke Amstedam, aku memilih penerbangannya KLM yang dioperasikan oleh KLM Cityhopper. Btw, pesawat mainline Boeing 737-nya KLM tidak bisa mendarat di Bandara London City karena ukuran bandaranya terlalu kecil untuknya. Bayangkan, panjang landasan pacunya hanya 1.508 meter saja; yaitu sekitar 2/3 dari, misalnya, panjang landasan pacunya Bandara Adisutjipto di Yogyakarta.

Ini adalah bandara kecil sehingga sayangnya SkyTeam tidak memiliki lounge di sana. Tetapi toh ruang tunggunya cukup nyaman kok, apalagi aku mendapatkan satu kursi di sebelah jendela yang dilengkapi dengan wifi gratis dan colokan listrik dengan pemandangan kayak gini:

Pemandangan yang kece banget dari area keberangkatan Bandara London City

😍😍😍😍😍

Aku duduk di sana sekitar dua jam-an lah, haha.


Penerbangan: KLM KL 994 dioperasikan oleh KLM Cityhopper
Pesawat: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 18:08 BST (Runway 27 of LCY)
ATA: 19:51 CET (Runway 36R of AMS)

Boarding hari ini, sayangnya, berlangsung kacau. Aku merasa aneh sebenarnya dengan frekuensi cukup tingginya penerbangannya KLM dari Bandara London City ke Amsterdam (sampai 7 kali sehari di hari biasa), kok tidak ada tanda SkyPriority dan antrian yang berbeda gitu untuk mempercepat proses boarding. Memang sih diumumkan bahwa penumpang SkyPriority diminta naik pesawat duluan, tapi kenyataannya mah percuma aja karena nggak ada antrian dan yang berdiri paling dekat dengan gerbangnya ya bakal naik pesawat duluan, haha.

Sebuah Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZF

Btw, ketika meng-scan mobile boarding pass-ku, scanner-nya mengeluarkan bunyi dan memberi-tahu petugasnya bahwa, ternyata, aku telah di-upgrade ke kelas bisnis Eropa dooong! YESSS!!! Haha 😆 . Aku dipindahkan dari kursi 9F ke kursi 1D dan diberikan boarding pass baru. Tapi sisi nggak enaknya adalah aku jadi tidak lagi duduk di kursi jendela nih 😞. Anyway, jadilah aku menaiki PH-EZF, sebuah Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper, dan duduk di kursi 1Dku. Jelas legroom-nya mantap lah, haha 😆 .

Legroom yang mantap di kelas bisnis Eropa, baris 1.

Penerbangan hari ini adalam penerbangan yang penuh, dalam artian load factor di kelas ekonomi dan kelas bisnis Eropa adalah 100% di kedua kelas. Jadilah aku penasaran bagaimana lepas landasnya dari Bandara London City yang landasan-pacunya pendek itu, haha. Kami lepas landas dari landasan pacu 27, dimana mesin langsung dimaksimalkan dari awal; dan ternyata dengan begini sebuah Embraer ERJ190 yang penuh toh tidak membutuhkan keseluruhan panjang 1.508 meter landasan pacu itu untuk terbang.

Lepas landas sendiri berlangsung cukup bumpy hari ini, ketika kami berputar balik di atasnya kota London (yang mana pemandangan kecenya tidak bisa kulihat karena kursi aisle-ku) menuju Amsterdam. Setelah lampu tanda sabuk pengaman dipadamkan, pramugarinya menawarkan minuman, dan aku meminta segelas teh hijau. Ia membawakan teh hijauku beserta layanan makanannya. Jadilah sekalian aku minta champagne juga dong ya, hahaha 😛.

Layanan makan malam di kelas bisnis Eropa penerbangan KL994.

Yang membuatku senang, menu layanan makan malam kali ini berbeda loh daripada menu layanan makan malam di penerbangan kelas bisnis Eropaku dengan KLM sebelumnya, yang mana dua minggu sebelumnya. Menu utamanya adalah salad dengan sate ayam dengan saus teriyaki dengan dua potong roti hangat yang mana rasanya enak. Satu cup kecil salad kentang-salmon juga disajikan sebagai hidangan pembuka dengan satu cup kecil coklat dan karamel untuk pencuci mulut. Menghabiskan satu menu ini memakan waktu keseluruhan penerbangannya untukku, haha, dimana pesawat sudah mulai turun menuju Bandara Schiphol ketika aku selesai. Walaupun, sekitar 1/3 gelas champagne-nya masih tersisa sih yang langsung aku habiskan sekali teguk (🙈) karena pramugari/a-nya sudah harus bersiap-siap untuk mendarat, haha.

Anyway, kami mendarat di landasan pacu 36R Bandara Schiphol dan pesawat parkir di Fokker Farm. Kami diantar dengan bus ke terminalnya. Setelah pengecekan imigrasi, aku naik kereta kembali ke Amsterdam.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1967 – Another Weekend Story

ENGLISH

Posts in the A Summer Weekend in London series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: London

As my Instagram followers (@azilko) have known, I went on yet another weekend trip this weekend! Haha 😛 . This time, I went back to: London!!

The ultimate mandatory tourist-in-London selfie

Yep, I know that I was just literally in London a month ago for an impromptu weekend trip for Wimbledon. But indeed that was the point, that trip was entirely for Wimbledon so I didn’t have any time to enjoy London, my favorite European city, itself, haha.

To make this trip more fun, I decided that I would fly to my most favorite airport of London (London is served by six airports, btw): London City Airport (LCY)! At the time I realized that despite this airport being my favorite, the last time I flew there was actually in 2013 when I was flying back to Rotterdam with CityJet’s Fokker 50 after a conference in London in my first year of PhD. That was already more than FOUR years ago! 😱

I got upgraded to Europe Business Class AGAIN!!

And also, remember that two weeks ago I got upgraded to Europe Business Class on my KLM Berlin to Amsterdam flight. As it turned out, this time I got upgraded to Europe Business Class AGAIN on my KLM Cityhoppr KL994 flight from London City to Amsterdam!! Awesome, eh!! Hahaha 😆

I knew London was my favorite city so I knew what to expect. I knew that I would enjoy it because, well, London. So all in all it was, indeed, a really fun weekend. As usual, here are some teasers of the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Summer Weekend in London:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: London

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, aku jalan-jalan lagi loh akhir pekan ini! Haha 😛 . Kali ini, tujuannya adalah: London!!

Selfie turis-di-London wajib yang London banget.

Iyaa, tahu kok aku memang baru saja pergi ke London bulan lalu untuk sebuah perjalanan akhir pekan super dadakan untuk menonton Wimbledon. Tapi ya justru di situlah intinya, perjalanan ini kan murni untuk Wimbledon aja sehingga aku tidak memiliki waktu untuk menikmati London itu sendiri, yang mana merupakan kota favoritku di Eropa, haha.

Nah untuk membuat perjalanan ini semakin seru, aku memutuskan untuk terbang ke bandara favoritku di London (London memiliki enam bandara, btw): Bandara London City (LCY)! Waktu itu aku baru menyadari bahwa walaupun bandara ini bandara favoritku, terakhir kali aku terbang kesana adalah di tahun 2013 ketika aku pulang ke Rotterdam dengan pesawat Fokker 50nya CityJet setelah sebuah konferensi di London di tahun pertama PhD/S3-ku. Yang mana artinya sudah lebih dari EMPAT tahun yang lalu dong ya! 😱

Aku di-upgrade ke kelas bisnis Eropa LAGI dong!!

Apalagi ya, dua minggu yang lalu kan aku di-upgrade ke kelas bisnis Eropa di penerbangan KLM Berlin ke Amsterdam tuh. Nah, kali ini ternyata aku di-upgrade ke kelas bisnis Eropa LAGI dong di penerbangan KLM Cityhopper KL994-ku dari London City ke Amsterdam!! Asyik banget ya!! Hahaha 😆

Aku tahu London adalah kota favoritku sehingga ya aku tahu perjalanan ini bakal seru dan aku akan sangat menikmatinya karena, yah, London, haha. Jadi secara keseluruhan perjalanan ini memang asyik banget dah. Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

Aviation · EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1906 – AvGeek Weekend Trip #7 (AMS – CDG – LYS – AMS)

ENGLISH

In mid-March, I went on another Avgeek Weekend Trip. At the time I wasn’t sure whether I would write the story or not. Well, as it turned out, I have decided that I would 😀 .

My routing this weekend. Created with gcmap.com

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

While boarding for my Amsterdam-Paris flight AF1341 was on time, I felt a little bit anxious today because it took awhile to complete. You see, my connecting time in Paris was only 50 minutes and two years ago this short transit time backfired on me. At the time I missed my connecting flight in Paris due to delayed departure from Amsterdam (because of de-icing).

The first flight today was with this Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD

Anyway, the flight today was operated with Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD. And, as usual, it was a regular pleasant Amsterdam – Paris flight. As the last time, I felt like the complimentary snack service on board an Air France’s mainline short-haul European flight had decreased in quality a little bit.

The complimentary snack on board flight AF1341. The snack used to be better. This was like HOP!’s level of service last year.

Thank to the buffer time in the schedule, we only got in Paris 5 minutes late. It was not bad at all given that my connecting flight would depart from the same pier.

But then, as it turned out, my connecting Paris – Lyon flight AF7644 was delayed for about 1 hour due to technical problem! Lol 😆 . They had to find a replacement aircraft, which meant they would have to “downgrade” the flight from an A321 to an A320 that was smaller. Consequently, a few passengers were called in the gate, presumably because they needed to be moved to some other flights because of this downgrade. Thankfully, I wasn’t one of them.

Lunch at Air France’s Lounge at Paris-CDG

Anyway, I used this now extra time to have lunch at an Air France’s lounge. The lounge at the pier was closed due to some renovation work so I had to go to the lounge in the next pier. Due to capacity constraint, they did not let qualified passengers to invite guests into the lounge, which infuriated one guy in front of me.

When it was boarding time, I went to the gate. And for the first time ever, my flight would depart from a remote stand of Paris – Charles De Gaulle Airport!! 😍 So they had to take the passengers to the plane with buses, and we got to board via stairs! 😀

Second flight today with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. We gotta board via stairs!

The flight today would be operated with an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. I was originally seated in seat 1A but I was asked to move to seat 1C because I had two toddlers and their mother sitting next to me, and the older toddler would need to sit in a window seat 😣. Anyway, it was another regular flight to Lyon.

At Lyon Airport, I checked-in for my flight back to Amsterdam. After passing security, I went to an Air France’s salon there. I just intended to ask whether the lounge after immigration still welcomed SkyTeam Elite Plus passengers (It did in August, see AvGeek Weekend Trip #4). Luckily I asked because apparently it did not anymore, even though the attendant did not seem to be really sure about it.

Artsy stuff at Lyon – St. Exupery Airport

I waited there a little bit, but then I was bored. You see, Air France’s lounge at Lyon Airport was really underwhelming (read AvGeek Weekend Trip #3). And so I decided to leave, pass the immigration, and try my luck at the lounge after that. It turned out the attendant was correct, the lounge no longer took SkyTeam Elite Plus passengers 😦 . As there was no way to go back to Air France’s lounge, I just waited at the departure hall.

Third flight today with this KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB.

The flight back to Amsterdam would be operated with a KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB. It went on time, really smooth, very efficient, and pleasant; just like any other typical KLM flight 🙂 . Just after 19:30, I was already back at Schiphol, haha 😆 .

I had dinner at the airport before heading back to Delft. And here, this short AvGeek Weekend Trip of mine ended 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Pertengahan Maret lalu, aku pergi dalam sebuah Avgeek Weekend Trip yang lain. Waktu itu aku nggak yakin apakah ceritanya akan kutulis atau tidak. Ternyata, aku ada waktu sekarang sehingga aku akan menceritakannya 😀 .

Ruteku akhir pekan ini. Kubuat dengan gcmap.com

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

Walaupun boarding penerbangan AF1341 Amsterdam-Parisku berlangsung tepat waktu, aku sedikit merasa was-was karena prosesnya berlangsung lama. Begini, waktu transitku di Paris hanya 50 menit saja dan dua tahun lalu waktu transit yang singkat ini membawa pengalaman buruk. Waktu itu, aku ketinggalan penerbangan koneksiku di Paris akibat terlambatnya keberangkatan dari Amsterdam (akibat de-icing).

Penerbangan pertama hari ini adalah dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAD ini

Anyway, penerbangan hari ini akan dioperasikan dengan Airbus A321-100nya Air France dengan rego F-GTAD.Dan, seperti biasa, ini adalah penerbangan yang nyaman dari Amsterdam ke Paris. Seperti yang lalu sih, aku merasa layanan snack di kelas ekonominya Air France di penerbangan jarak pendek intra-Eropa kok sedikit menurun ya kualitasnya.

Layanan snack di penerbangan AF1341. Snack-nya dulu lebih oke nih. Ini sih seperti level layanannya HOP! tahun lalu.

Untung akibat buffer time di jadwal, pesawat hanya terlambat 5 menit saja di Paris. Nggak masalah lah karena penerbangan lanjutanku kan dijadwalkan berangkat di pier yang sama.

Tetapi kemudian, ternyata penerbangan lanjutan AF7644 Paris – Lyonku terlambat 1 jam dong karena masalah teknis, haha 😆 . Mereka harus mencari pesawat pengganti, yang mana artinya pesawatnya harus di-“downgrade” dari A321 ke A320 yang lebih kecil. Sebagai akibatnya, ada beberapa penumpang yang dipanggil ke gerbang, aku duga sih mereka harus dipindahkan ke penerbangan lain karena downgrade ini. Untungnya, aku bukan lah salah satu dari mereka.

Makan siang di Lounge Air France di Paris-CDG

Anyway, waktu ekstra ini kumanfaatkan untuk makan siang di lounge-nya Air France. Lounge di pier-ku sedang ditutup karena sedang direnovasi sehingga aku harus pergi ke lounge di pier sebelah. Karena keterbatasan kapasitas, kali ini mereka tidak mengizinkan penumpang dengan akses ke lounge untuk membawa tamu ke dalam, yang mana membuat bapak-bapak di depanku marah besar.

Waktu naik pesawat, aku pergi ke gerbang. Dan untuk pertama-kalinya, penerbanganku akan diberangkatkan dari tempat parkir remote di bandara Paris – Charles De Gaulle!! 😍 Jadi mereka harus membawa penumpang dengan bus dan kami naik pesawat melalui tangga gitu deh! 😀

Penerbangan kedua hari ini dengan pesawat Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Naik pesawatnya dengan tangga!

Penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Awalnya aku diberikan kursi 1A tetapi aku kemudian dipindah ke kursi 1C karena dua batita dan ibunya yang duduk di sebelahku. Dan batita yang besar mesti duduk di kursi jendela gitu deh 😣. Anyway, penerbangannya sendiri adalah penerbangan reguler ke Lyon.

Di Bandara Lyon, aku check-in untuk penerbanganku ke Amsterdam. Setelah melewati sekuriti, aku pergi ke lounge-nya Air France. Aku hanya berniat untuk bertanya apakah lounge yang berlokasi setelah imigrasi masih menerima penumpang SkyTeam Elite Plus (Agustus lalu sih iya, baca AvGeek Weekend Trip #4). Untung aku bertanya karena ternyata tidak lagi demikian, walaupun petugasnya juga nampak kurang yakin sih.

Hiasan berseni di Bandara Lyon – St. Exupery

Aku menunggu di sana sebentar dan kemudian merasa bosan. Jadi lounge-nya Air France di bandara Lyon memang kurang oke gitu deh (baca AvGeek Weekend Trip #3). Jadilah aku memutuskan untuk keluar, melewati imigrasi, dan untung-untungan dengan lounge setelahnya. Ternyata petugasnya benar, lounge ini tidak lagi menerima penumpang SkyTeam Elite Plus 😦 . Karena tidak mungkin lagi kembali ke lounge-nya Air France, aku menunggu di gerbang keberangkatan saja.

Penerbangan ketiga hari ini dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB.

Penerbangan kembali ke Amsterdam dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB. Penerbangan ini tepat waktu, mulus, efisien, dan nyaman lah; sama seperti standar penerbangannya KLM lainnya 🙂 . Sekitar jam 7:30 malam, aku sudah kembali lagi di Schiphol, haha 😆 .

Aku makan malam di bandara sebelum pulang ke Delft. Dan di sini, perjalanan AvGeek Weekend Trip singkat ini berakhir 🙂 .

Aviation · Trip Report · Weekend Trip

#1894 – AvGeek Weekend Trip #6 (AMS – CDG, ORY – MRS – BOD – AMS)

ENGLISH

In mid-February, I did my first Avgeek Weekend Trip of 2017 to Marseille (via Paris on the outbound and via Bordeaux in the inbound 😛 ). At the time I wasn’t sure whether I would write the story or not. Well, as it turned out, I have decided that I would 😀 .

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com
The routing this time 😛 . Created with gcmap.com

***

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)

AF 1341 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Flight: Air France AF1341
Equipment: Airbus A321-200 reg F-GTAM
ATD: 11:42 CET (Runway 09 of AMS)
ATA: 12:30 CET (Runway 09L of CDG)

The weather in Amsterdam was not quite cooperative this morning. The fog was quite thick which limited Schiphol’s runways use for safety reason. Consequently, my 10:40 flight was delayed to 11:30. Luckily I spared quite a lot of transit time in Paris so I wasn’t worried at all. I just enjoyed my now extra time at KLM Crown Lounge, haha.

Air France's Airbus A321-200 reg F-GTAM
A foggy morning at Schiphol and an Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAM

Anyway, today’s flight was operated with Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAM. It was a regular Air France’s Amsterdam-Paris flight so I wouldn’t get to too much details here. However, I did feel that the quality of the complimentary snack they served on the flight had been reduced, though.

Landing at runway 09L of Paris - Charles De Gaulle Airport
Landing at runway 09L of Paris – Charles De Gaulle Airport

Paris – Orly

Just like in my 4th AvGeek Weekend Trip, I had to change airports in Paris, haha. Thank to my Flying Blue Gold membership, I was entitled for free transfer between the two airports with Le Bus Direct (one way journey would have cost €21).

Salon Air France at Orly Airport
Salon Air France at Orly Airport

Unlike in my 4th AvGeek Weekend Trip, this time my flight was scheduled to depart from Hall 20 of Orly Airport. And there was an Air France lounge in this hall, yeay! Haha 😆 . Anyway, the lounge was descent, though the food selection could have been more substantial especially given that it was the after lunch-time period, in my opinion.

AF 6016 (Paris ORY – Marseille)

AF Logo
Flight: Air France AF6016
Equipment: Airbus A319-100 reg F-GPMF
ATD: 16:18 CET (Runway 08 of ORY)
ATA: 17:19 CET (Runway 31L of MRS)

My flight AF6016 departed on time today. It was operated with an Air France’s Airbus A319-100 reg F-GPMF. After boarding, I settled onto my 1F seat. It wasn’t a full flight today. In fact, the two seats next to me were empty, so it was really nice! Haha 😛

Taking off from runway 08 of Paris - Orly Airport
Taking off from runway 08 of Paris – Orly Airport

We took off from runway 08 of Paris – Orly Airport, and then made a southward turn towards Marseille. Again, it was a pleasant uneventful flight with Air France. A mini snack and drink service was provided about halfway through to Marseille. About an hour later, we landed at runway 31L of Marseille Provence Airport.

Marseille

As you know, just a week before, I also spent my weekend in Marseille. So it indeed felt quite “weird” for me to be back there this weekend, haha 😆 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!
A beautiful sunny day in Marseille!!

Obviously there was not much difference; but the weather was much better this weekend. There was almost no cloud and on Sunday, the sun was shining and it was about 16°C!!

AF 7017 (Marseille – Bordeaux)

AF Logo
Flight: Air France AF7017
Equipment: Airbus A320-200 reg F-GXG
ATD: 15:15 CET (Runway 31R of MRS)
ATA: 16:04 CET (Runway 23 of BOD)

The lounge at Marseille Provence Airport was small but, in my opinion, provided really good service. I really loved it! 🙂

Air France's Airbus A320-200 reg F-GKXG
Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXG

Anyway, the flight today was operated by Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXG. Luckily, it departed on time (I had quite a tight connection time in Bordeaux). I settled onto my bulkhead 2A seat after boarding. Again, the domestic flight was not full this afternoon.

As before, this as another pleasant and uneventful flight with Air France. At 16:04, we landed at runway 23 of Bordeaux–Mérignac Airport. Here is the landing video:

Quick Transit in Bordeaux

My domestic flight from Marseille parked at Terminal B while my connecting international flight to Amsterdam was scheduled to depart from Terminal A at 17:00. So I was quite in a rush to move between the two terminals given my quite tight transit time. Having said that, I found our gate in Terminal B to be super convenient as it was basically next to the airport exit door! Lol 😆

KL 1318 (Bordeaux – Amsterdam)

KLM Cityhopper logo

Flight: KLM KL1318 operated by KLM Cityhopper
Equipment: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 17:07 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:46 CET (Runway 36C of AMS)

This flight to Amsterdam was quite a full flight with a lot of connecting passengers (out of Amsterdam). So no wonder the crew tried to leave Bordeaux as soon as possible given the headwind to Amsterdam we would face today.

KLM Cityhopper's Embraer 190 reg PH-EZF
KLM Cityhopper’s Embraer 190 reg PH-EZF at Bordeaux Airport

Anyway, the flight would be operated with KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZF. Not long after settling in my seat 9A, we departed and took off from runway 23.

At around 17:30, the complimentary snack service (a wrap, which was quite nice) was distributed. Overall it was a pleasant flight with KLM, as usual. Btw, this flight also highlighted the noisiness of an Embraer ERJ190, hence enhancing further my take on ERJ190 vs CRJ1000, haha.

Sunset on board flight KL1318
Sunset on board flight KL1318

At 18:46, we landed at Schiphol Airport. The taxiing was quite long today, despite we were not landing in the Polderbaan, haha. We parked at the famous Fokker Farm and were taken by a bus to the airport terminal. I had my dinner at a restaurant at the airport before heading back to Delft with train.

BAHASA INDONESIA

Di pertengahan Februari, aku pergi dalam rangka Avgeek Weekend Trip pertama tahun 2017 ke Marseille (via Paris sewaktu berangkat dan via Bordeaux pulangnya, haha 😛 ). Waktu itu aku tidak yakin apakah aku akan menulis ceritanya atau tidak. Nah, ternyata, aku sudah memutuskan aku akan menuliskannya 😀 .

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com
Rute kali ini 😛 . Dibuat dengan gcmap.com

***

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)

AF 1341 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF1341
Pesawat: Airbus A321-200 reg F-GTAM
ATD: 11:42 CET (Runway 09 of AMS)
ATA: 12:30 CET (Runway 09L of CDG)

Cuaca di Amsterdam sedang kurang bersahabat pagi ini. Kabutnya cukup tebal sehingga penggunaan landasan pacunya Schiphol jadi terbatas untuk alasan keamanan. Akibatnya, penerbangan jam 10:40ku jadi ditunda hingga jam 11:30. Untungnya, aku memiliki waktu transit yang lumayan lama sih di Paris sehingga aku tidak khawatir. Jadilah aku menikmati waktu ekstraku di KLM Crown Lounge ini, haha.

Air France's Airbus A321-200 reg F-GTAM
Pagi yang berkabut di Schiphol dan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAM

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAM. Ini adalah penerbangan regulernya Air France di rute Amsterdam-Paris sehingga aku tidak akan menuliskan banyak detail. Hanya saja, aku merasa bahwa kualitas snack yang dibagikan di penerbangan ini kok agak menurun yah, hmm.

Landing at runway 09L of Paris - Charles De Gaulle Airport
Mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris – Charles De Gaulle

Paris – Orly

Seperti di AvGeek Weekend Trip ke-4ku, aku harus berganti bandara di Paris, haha. Berkat keanggotaan Flying Blue Gold-ku, aku bisa mendapatkan transfer gratis di antara dua bandara ini dengan Le Bus Direct (tiket satu arahhnya dijual normal dengan harga €21).

Salon Air France at Orly Airport
Salon Air France di Bandara Orly

Tidak seperti di AvGeek Weekend Trip ke-4ku, kali ini penerbanganku dijadwalkan di Hall 20 Bandara Orly. Dan di sana ada lounge-nya Air France loh, hore! Haha 😆 . Lounge-nya cukup nyaman, walaupun pilihan makanannya terlalu ringan sih apalagi waktu itu kan setelah jam makan siang ya, menurutku loh.

AF 6016 (Paris ORY – Marseille)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF6016
Pesawat: Airbus A319-100 reg F-GPMF
ATD: 16:18 CET (Runway 08 of ORY)
ATA: 17:19 CET (Runway 31L of MRS)

Penerbangan AF6016ku berangkat tepat waktu. Airbus A319-100nya Air France dengan rego F-GPMF digunakan hari ini. Setelah naik pesawat, aku duduk di kursi 1F-ku. Penerbangan hari ini tidak penuh. Malahan, dua kursi di sebelahku kosong dong. Asyik ya! Haha 😛 .

Taking off from runway 08 of Paris - Orly Airport
Lepas landas dari landasan pacu 08 Bandara Paris – Orly

Kami lepas landas dari landasan pacu 08 Bandara Paris – Orly, dan kemudian berbelok ke arah selatan menuju Marseille. Lagi, ini adalah penerbangan yang nyaman dan uneventful dengan Air France. Layanan snack mini dan minuman juga dibagikan di tengah perjalanan. Sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 31L Bandara Marseille Provence.

Marseille

Seperti yang sudah pada tahu, seminggu sebelumnya juga aku menghabiskan akhir pekan di Marseille. Jadi memang “aneh” rasanya aku kembali lagi ke sana akhir pekan ini, haha 😆 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!
Hari yang indah dan cerah di Marseille!!

Jelas tidak ada banyak perbedaan; tetapi cuaca kali ini jauh lebih enak nih. Hampir tidak ada awan dan di hari Minggu, matahari bersinar cerah dengan suhu udara 16°C!!

AF 7017 (Marseille – Bordeaux)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF7017
Pesawat: Airbus A320-200 reg F-GXG
ATD: 15:15 CET (Runway 31R of MRS)
ATA: 16:04 CET (Runway 23 of BOD)

Lounge di Bandara Marseille Provence kecil tetapi, menurutku, layanannya oke banget loh. Aku sukaa! 🙂

Air France's Airbus A320-200 reg F-GKXG
Sebuah Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXG

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200 reg F-GKXG milik Air France. Untungnya, penerbangannya tepat waktu (waktu transitku cukup ketat di Bordeaux). Aku duduk di kursi 2Aku setelah naik pesawat. Lagi, penerbangan domestik ini tidaklah penuh.

Seperti yang lalu, ini adalah penerbangan nyaman dan uneventful dengan Air France. Jam 16:04, kami mendarat di landasan pacu 23 Bandara Bordeaux–Mérignac. Berikut ini video pendaratannya:

Transit Kilat di Bordeaux

Penerbangan domestikku dari Marseille diparkir di Terminal B sementara penerbangan koneksi internasionalku dijadwalkan di Terminal A jam 5 sore. Jadilah aku agak terburu-buru untuk pindah terminal akibat waktu transitku yang mepet. Eh, walaupun begitu, aku merasa gerbangku di Terminal B itu nyaman banget loh karena pada dasarnya berada tepat di sebelahnya pintu keluar bandara! Haha 😆 .

KL 1318 (Bordeaux – Amsterdam)

KLM Cityhopper logo

Penerbangan: KLM KL1318 dioperasikan oleh KLM Cityhopper
Pesawat: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 17:07 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:46 CET (Runway 36C of AMS)

Penerbangan ke Amsterdam ini cukup penuh dan ada banyak penumpang transitnya (via Amsterdam). Jadi tidak heran krunya berusaha untuk berangkat dari Bordeaux secepat mungkin akibat headwind yang akan kami hadapi di perjalanan ke Amsterdam hari ini.

KLM Cityhopper's Embraer 190 reg PH-EZF
Embraer 190nya KLM Cityhopper rego PH-EZF di Bandara Bordeaux

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZF. Tak lama setelah duduk di kursi 9Aku, kami berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 23.

Sekitar jam 5:30 sore, layanan snack dibagikan (berupa sebuah wrap, yang mana cukup enak juga). Secara umum, ini adalah penerbangan yang nyaman dengan KLM, seperti biasanya. Btw, penerbangan ini juga menggaris-bawahi keberisikan Embraer ERJ190, sehingga memang mempertegas pendapatku akan ERJ190 vs CRJ1000, haha.

Sunset on board flight KL1318
Senja di penerbangan KL1318

Jam 18:46, kami mendarat di Bandara Schiphol. Taxiing-nya lumayan lama hari ini, padahal kami tidak mendarat di Polderbaan, haha. Kami parkir di Fokker Farm dan kemudian dibawa bus ke gedung terminal bandara. Aku makan malam di sebuah restoran di sana sebelum kembali ke Delft dengan kereta.

EuroTrip · Weekend Trip

#1891 – My Saturday Story

ENGLISH

Soo, my Instagram followers (@azilko) would have known by now that this Saturday I went on my second AvGeek Weekend Trip this year! Haha 😆 .

I booked these flights a few months ago when I was looking at my 2017 calendar and realized that I had not yet made any flying plan for March, lol 😆 🙈 . At the time I was browsing for some possibilities, and booked one that was reasonably priced and scheduled (Nowadays, schedule is even more important to me because I don’t want to get up way too early on a Saturday!)

So consequently it became a little bit difficult to find an “interesting” routing (no need for an extra dimension to be added there!). In the end, what I got was Amsterdam – Paris CDG – Lyon – Amsterdam, haha. Yep, very similar to my fourth AvGeek Weekend Trip last year, except that I did not need to change airports in Paris.

My routing this weekend. Created with gcmap.com
My routing this weekend. Created with gcmap.com

Anyway, just like my first AvGeek Weekend Trip this year, I am not sure yet if I will write a post about this short trip in more details (I haven’t even finished my Post PhD Trips series!). So just in case I won’t, here are some pictures from the trip! 😀

BAHASA INDONESIA

Jadii, followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu sekarang bahwa Sabtu ini aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip keduaku tahun ini! Haha 😆 .

Perjalanan ini aku booking beberapa bulan yang lalu ketika aku melihat kalender 2017ku dan menyadari bahwa aku belum membuat rencana terbang apa-apa di bulan Maret (alasan macam apa ini), haha 😆 🙈 . Waktu itu aku langsung mencari kemungkinannya, dan membeli satu yang harganya oke dan jadwalnya enak (Sekarang ini, jadwal penting banget untukku karena aku nggak mau bangun pagi banget di hari Sabtu!)

Akibatnya memang menjadi agak sulit untuk menemukan rute yang “menarik” (semakin banyak dimensi yang ditambah tentu semakin sulit!). Akhirnya yang kudapatkan adalah tiket Amsterdam – Paris CDG – Lyon – Amsterdam, haha. Iyaa, memang mirip banget dengan AvGeek Weekend Trip keempatku tahun lalu, kecuali kali ini aku tidak perlu berganti bandara di Paris.

My routing this weekend. Created with gcmap.com
Ruteku akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Anyway, seperti AvGeek Weekend Trip pertamaku tahun ini, sekarang aku masih belum yakin apakah aku akan menuliskan posting yang mendetail tentangnya (Bahkan aku belum menyelesaikan seri Post PhD Trips kan!). Jadi untuk jaga-jaga andaikata beneran tidak akan kuceritakan, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini! 😀