EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1965 – A Weekend in Berlin

ENGLISH

I went to Berlin for a weekend trip at the end of July. Here is the story of that trip.

Getting To/Back From Berlin

Deboarding a KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BCD at Berlin-Tegel Airport

I flew direct with KLM between Amsterdam and Berlin in both directions. There was not much to tell about my departure flight with PH-BCD, a KLM’s Boeing 737-800, which was a regular pleasant short-haul flight with KLM. My returning flight with PH-BGX, a KLM’s Boeing 737-700, however, was far more interesting because: I got upgraded to Europe Business Class, again! Yeay!! 😎

The main difference between the two cabins, IMO, is not the seat, as the seats in Europe Business Class are the same as in economy except with blocked middle seat and a bit of extra legroom. It is, definitely, the food service. The following were the services on my departure flight to Berlin in economy (left) and my return flight from Berlin in Europe Business Class (right):

Snack service in Economy Class
Service in Europe Business Class

Obviously Europe Business Class comes with a sparkling wine (champagne) as a drink option as well 😆 . After the meal the purser went around asking if we (the business class passengers) wanted anything else for a drink. I asked for a tea.

Btw, in business class the purser also referred me as “Mr. Zilko”. When she served my meal, she said something along the line as “Mr. Zilko, here is your meal, enjoy“; whereas in economy the flight attendants normally just use the neutral “Sir/Ma’m/Miss“.

Cheers from 41,000 feet

Berlin

As I said before, Berlin turned out to be a very vibrant and nice city that it immediately became my most favorite German city; and actually one of my most favorite European cities as well. Mostly it was the atmosphere, though, where it did not feel like “business-centric” a la Frankfurt or “too touristic”. I don’t know, it is a little bit difficult to describe. Another reason is obviously the very many interesting places across the very big city.

Alexanderplatz and Berlin Mitte

Berliner Dom, the cathedral of Berlin

Most of Berlin’s attractions are located in the Mitte area, stretching from Alexanderplatz in the east, possibly the busiest square in the city, to Tiergarten in the west. On Saturday, I walked all the way from Alexanderplatz up to the Siegessäule in Tiergarten, which I can tell you know was a long walk of almost 5 km. I walked for a total of around 15.2 km on Saturday, btw 😆 .

But indeed a long the way lied many of Berlin’s famous landmarks and architectures, such as the Berlin TV Tower, the cathedral of Berlin, and the Branderburg Gate. So unsurprisingly, this was probably the most touristy area of the city as well where I saw a lot of horse carriages and rickshaws running on the main street.

The famous Brandenburg Gate

Berlin Wall and the “Dark” History

Another aspect Berlin is famous (or, rather, infamous) for is its “dark” history. You must have heard about the existence of the Berlin Wall, a wall dividing the city into West and East Berlin during the Cold War that was torn down starting in 1989 thus unifiying the city back together. Part of that wall still exists and now becomes some sort of monument. I like the one in the east side, called the East Side Gallery, where one side of the wall is used for murals.

A remnant of the Berlin Wall which divided the city into West and East Berlin during the Cold War.

Another remnant of the cold war was Checkpoint Charlie, a Berlin Wall crossing point between the two parts of the city. The guard house still exists (sort of) and now becomes a tourist attraction. Even now there are actors dressed as allied military policemen standing in front of the guard house.

At the “Checkpoint Charlie” in Berlin

Not so far way from the Brandenburg Gate was the Holocaust Memorial, a memorial to the victims of the Holocaust. I really found the design of the memorials really beautiful and artsy which formed some sort of maze.

The Holocaust Memorial in Berlin.

Summer Heat

Anyway, going to Berlin in the middle of summer, I mistakenly did not expect a lot of heat. Well, this was actually due to the weather forecast from which I learned that it would be cloudy a lot during the weekend but low precipitation so I didn’t really need to bring an umbrella. However, I was wrong big time because not only that it was not cloudy, it was actually scorching hot and apparently at some point the temperature was:

38.5 Celsius!!

Crazy!! 😖

The Food

In general I liked the food in Berlin as well, also that overall I did not find it to be expensive (especially in comparison to the Netherlands). However, though, I felt like the waiters there were very “forefront” about tipping, even directly asking me how much I would tip them. I am not sure if this was because probably I dined in touristy area or so. But for those more familiar with Berlin, is this really the general practice there? I mean, in other German cities I have been to, I never experienced this straight-forwardness.

Currywurst in Berlin.

Anyway, I really liked the gourmet-ish currywurst that I had in my first afternoon there. It came with fries and salad, so it did not taste anything like the “cheap” currywurst sold on the street in the entire Germany. It tasted much more “proper”, in my opinion 😛 . Other than that, though, I had an Argentinian steak and a schnitzel during my stay there. The steak was great, but the schnitzel was standard.

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Berlin untuk sebuah perjalanan akhir pekan di akhir Juli. Berikut ini ceritanya.

Pergi ke/dari Berlin

Turun dari pesawat Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BCD di Bandara Berlin-Tegel.

Aku terbang langsung dengan KLM di perjalanan ke Berlin dan kembalinya. Nggak banyak sih yang ingin kuceritakan dari penerbangan keberangkatanku dengan PH-BCD, sebuah Boeing 737-800nya KLM, yang mana merupakan penerbangan reguler yang nyaman dengan KLM di rute jarak pendek. Penerbangan kepulangannya dengan PH-BGX, sebuah Boeing 737-700nya KLM, tapinya, jauh lebih menarik karena: aku di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa, lagi dong! Horee!! 😎

Perbedaan utama dari dua kabin ini, menurutku, bukanlah kursinya, karena kursi di Kelas Bisnis Eropa itu pada dasarnya sama aja kayak kursi di kelas ekonomi tetapi kursi tengahnya dikosongi dan dengan legroom yang lebih lapang. Perbedaan utamanya jelaslah di layanan makanannya. Berikut ini adalah layanan di penerbangan keberangkatanku ke Berlin di kelas ekonomi (kiri) dan penerbangan kepulanganku dari Berlin di kelas bisnis Eropa (kanan):

Layanan makanan di kelas ekonomi
Layanan makanan di kelas bisnis Eropa

Jelas lah ya kelas bisnis Eropa juga menawarkan champagne sebagai salah satu pilihan minumannya, haha 😆 . Dan setelah selesai makan, purser-nya berkeliling bertanya apakah kami (penumpang kelas bisnis) ingin minum apa lagi gitu. Aku meminta segelas teh hangat.

Btw, di kelas bisnis purser-nya juga memanggilku dengan sebutan “Mr. Zilko” loh. Ketika menyajikan makananku, ia kurang lebih berkata “Mr. Zilko, here is your meal, enjoy“; sementara kalau di ekonomi kan paling pramugari/a-nya menggunakan panggilan netral semacam “Sir/Ma’m/Miss” gitu ya, haha.

Cheers dari ketinggian 41.000 kaki

Berlin

Seperti yang sudah kusebutkan, ternyata Berlin adalah kota yang hidup banget dan asyik sehingga otomatis langsung menjadi kota di Jerman favoritku; dan bahkan sebagai salah satu kota favoritku di Eropa loh. Utamanya karena atmosfernya sih, asyik banget gitu dimana tidak terasa “bisnis banget” a la Frankfurt tetapi tidak juga “terlalu touristy“. Hmm, memang cukup sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata, haha. Salah satu alasan lainnya jelas karena ada banyak banget tempat menarik di kota yang berukuran besar ini.

Alexanderplatz dan Berlin Mitte

Berliner Dom, katedralnya Berlin

Kebanyakan atraksinya Berlin berada di area Mitte, yang terentang dari Alexanderplatz di timur, mungkin lapangan paling sibuknya Berlin, sampai ke Tiergarten di barat. Di hari Sabtu, aku berjalan-kaki loh dari Alexanderplatz sampai Siegessäule di Tiergarten, yang mana ternyata jauh juga dimana jaraknya hampir 5 km. Btw hari Sabtu itu aku berjalan-kaki sejauh sekitar 15,2 km loh totalnya, haha 😆 .

Tetapi memang kok di sepanjang jalan ini banyak banget landmark-nya Berlin yang kece-kece, misalnya Menara TVnya Berlin, katedralnya Berlin, dan juga Gerbang Brandenburg. Jadi, tidak mengherankan, area ini mungkin adalah area yang paling touristy di kota ini dimana aku banyak melihat kereta kuda dan becak juga di jalanannya.

Gerbang Brandenburg yang terkenal itu

Tembok Berlin dan Sejarah “Kelam”

Satu aspek lain yang terkenal dari Berlin adalah sejarah “kelam”-nya. Pasti pernah dengan kan mengenai keberadaan Tembok Brlin, sebuah tembok yang membagi kotanya menjadi Berlin Barat dan Timur sewaktu Perang Dingin dan diruntuhkan mulai tahun 1989 sehingga kotanya bersatu kembali. Nah, sebagian dari tembok itu masih berdiri dan sekarang dijadikan monumen. Aku suka bagiannya di sisi timur, yang disebut East Side Gallery, dimana salah satu sisi temboknya diisi banyak mural.

Satu peninggalan Tembok Berlin yang membagi kotanya menjadi Berlin Barat dan Timur sewaktu Perang Dingin.

Satu peninggalan dari Perang Dingin lainnya adalah Checkpoint Charlie, tempat penyeberangan Tembok Berlin di antara kedua bagian kota. Bangunan penjagaannya masih ada (kurang lebih begitu) dan kini menjadi atraksi turis, haha. Bahkan ada aktor yang berkostum sebagai polisi militernya Sekutu di sana loh.

Di “Checkpoint Charlie” di Berlin

Tak jauh dari Gerbang Brandenburg adalah Holocaust Memorial, tempat untuk mengenang korban dari Holocaust. Aku suka sekali disainnya yang bagiku nampak indah dan berseni sekali yang membentuk semacam labirin.

Holocaust Memorial di Berlin.

Panasnya musim panas

Anyway, pergi ke Berlin di tengah-tengah musim panas, aku malah tidak mempersiapkan diri akan panasnya loh. Ya habis gimana, ramalan cuacanya mengatakan cuaca akan mendung tetapi curah hujan rendah sehingga aku tidak perlu membawa payung. Ternyata, aku salah banget karena selain cuacanya tidak mendung, malah panas banget loh dan ternyata di satu waktu mencapai:

38,5 derajat Celsius!!

Gila kaaan!! 😖

Makanannya

Secara umum aku juga suka makanan di Berlin, apalagi bagiku rasanya tidak terlalu mahal (jika dibandingkan dengan Belanda), haha. Namun, aku kok merasa pelayan-pelayannya cukup agresif juga ya dalam hal meminta tips, bahkan bertanya langsung kepadaku aku ingin memberikan tips berapa. Aku nggak tahu sih apakah ini disebabkan aku makan di tempat-tempat yang banyak turisnya atau gimana. Bagi yang familer dengan Berlin, apakah memang seperti itu di sana? Soalnya, di kota-kota Jerman lainnya, aku tidak pernah menghadapi situasi se-straight-forward ini.

Currywurst di Berlin.

Anyway, aku suka banget currywurst yang nampak lebih gourmet sebagai makan siang pertamaku di sana. Sosisnya disajikan dengan kentang goreng dan salad, dan tidak terasa seperti currywurst “murahan” yang banyak dijual di jalanan di seluruh Jerman. Rasanya lebih “proper” gitu, haha. Selain itu, aku malah makan steak ala Argentina dan schnitzel. Steak-nya sendiri enak tetapi schnitzelnya standar lah.

Advertisements
EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1960 – A Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram followers (@azilko) have known, I went on a weekend trip this weekend! But now, the destination was not in the UK, though it would have been understandable if you would guess so because of my recent UK visa application, it was actually Berlin, in Germany, haha.

At the “Checkpoint Charlie” in Berlin

I planned this trip before I got my UK visa. And I already knew at the time that I would likely to go on a rather lengthy “flight-free” streak due to the application so I would better make a plan to not make it any lengthier, haha. At the time I found an okay return ticket to Berlin with KLM so I thought why not. Though, indeed luckily my streak was broken two weeks earlier with my impulsive weekend trip to London two weeks ago. I had never been to Berlin before and I had heard good stuffs about it.

Anyway, as it turned out: I LOVE Berlin!! 😍 Berlin was indeed very beautiful and there were a lot of interesting places all around the city. So far, Berlin has become my most favorite German city!!

But it turned out that a weekend was definitely not enough for a first-time visit there, haha. So I definitely need to go back again sometimes in the future. Hmm…

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan kemarin ini! Tetapi, kali ini tujuannya bukan di Inggris Raya (UK), walaupun masuk akal sih kalau menebak aku pergi ke sana karena aplikasi visa UK-ku baru-baru ini. Tujuannya adalah Berlin di Jerman, haha.

Di “Checkpoint Charlie” di Berlin

Aku sudah merencanakan perjalanan ini sebelum aku mendapatkan visa UK-ku. Waktu itu aku sudah tahu sepertinya aku akan memasuki periode “bebas terbang” yang agak panjang karena aplikasi visaku itu sehingga aku harus mulai membuat rencana supaya periodenya nggak berkepanjangan dong ya, haha. Waktu itu, aku menemukan tiket pp yang harganya oke ke Berlin dengan KLM sehingga aku berpikir mengapa tidak. Walaupun pada akhirnya aku beruntung sih periode ini berakhir dua minggu lebih cepat dengan perjalanan akhir pekan dadakanku ke London dua minggu yang lalu. Aku belum pernah ke Berlin sebelumnya dan aku sudah sering mendengar cerita yang seru dari sana.

Anyway, jadi ternyata aku SUKA BANGET sama Berlin!! 😍 Jadi ternyata Berlin memang kota yang indah banget dan ada banyak sekali tempat menarik di seluruh kotanya. Sejauh ini, Berlin telah menjadi kota di Jerman yang paling kusukai deh, hehe.

Namun, ternyata satu akhir pekan aja nggak cukup deh untuk perjalanan pertama kali ke kota ini, haha. Jadi memang kapan-kapan aku harus kembali lagi nih. Hmm…

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1943 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part II: Bremen)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Bremen

The routing this long weekend to Bremen. Created with: gcmap.com

To get to Bremen, I transitted in Paris, haha 😆 . Even, I actually spent a night there where I arrived late in the afternoon and my flight to Bremen was scheduled on Sunday morning. I flew KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXY to get to Paris. It was a regular short-haul KLM flight so I wouldn’t get to too much details. Only that it was delayed but this, obviously, did not bother me that much.

Air France’s new lounge at Terminal 2G of Paris-CDG

Another reason I chose this routing was that my flight to Bremen would depart from Terminal 2G. A few months back, I read that Air France had just opened a new lounge in this terminal. Their old lounge there was very small and felt cramped; so I was curious how the new lounge was. And, wow, I was actually impressed!

The lounge was much more spacious than the old one!

For once, it was much more spacious than the old one. The food, drinks, etc were pretty much as per the standard of their other lounges at Paris-CDG, though. However, one feature made this lounge my favorite one at the airport: the unobstructed view towards runway 26L and 26R, making it a perfect (and comfortable) planespotting spot! 😍

Spotting a Vietnam Airlines’ Airbus A350-900 landing at runway 26L

Anyway, my AF1324 flight to Bremen was operated by HOP! Regional’s Embraer ERJ170 reg F-HBXN today. The flight was not busy at all, with load factor I estimated to be at around 25-30% only.

From Bremen, I went straight to Amsterdam. And as I mentioned, one factor I chose this flight was because KLM Cityhopper deployed one of their remaining Fokker 70s, which was PH-KZL today! KLM Cityhopper is retiring this type this Fall, and so I get to catch them while I can!! 😀 Btw, I arrived at the airport too early today and so when I went to the lounge, I was the only passenger there! Yes, the entire lounge was for myself! Haha 😛

I will definitely miss this Fokker 70’s unique 2-3 layout AND spacious legroom (an expensive commodity when flying in economy these days)!!

Bremen

The first thing I noticed about Bremen was that, apparently it was a city of tram! How did I notice? Well, it was literally stated at the tram stop at the airport, haha 😆

Bremen – City of Trams

Anyway, overall I found Bremen to be a nice little town. So actually, as a tourist, I don’t think you would need trams to go around the city center, where most of the city attractions are located. Well, probably unless you stay somewhere quite far away.

The Altstadt of Bremen

Bremen was the setting (sort of) of a popular German fairy tale, Die Bremer Stadtmusikanten (The Town Musicians of Bremen). I was introduced to this story when I was in elementary school, through one of my good friends back then who was really good at drawing (Once he made some comic strips based on this story). The story was so popular that it became the “symbol” of the city. And even there was a famous bronze statue there by the Rathaus, which I obviously took a selfie with 😛 . I was really happy that I could visit it, especially that it reminisced me about my childhood as well 🙂 . Btw there is a statue based on the same story in Riga, Latvia. So I guess the story is indeed famous in Eastern Europe as well.

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

In my opinion, the most interesting part of Bremen was the Altstadt (Old Town) with all the beautiful old German buildings. Probably because I was there during a national holiday, I only saw people (possibly tourists) in the Altstadt. Everywhere else I went to, I saw no people and most shops appeared to be closed! Haha…

It was not a busy day in Bremen

As for the food, unfortunately I did not have a lot of opportunity to explore, haha. I had steak as my first lunch there. Then, I went to a tapas bar for dinner because thick cloud was hanging low appearing like it was going to rain so that I would not have the privilege to choose my restaurant, lol 😆 . Well, at least the bar was still having its happy hour for their cocktails (40% discount! 😛 ), which I ordered a good glass of long island ice tea, and the paella was good! And as my last brunch there, I had a Viennese schnitzel, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke/dari Bremen

Ruteku long weekend ini ke Bremen. Dibuat dengan: gcmap.com

Untuk berangkat ke Bremen, aku transit dulu di Paris, haha 😆 . Bahkan, aku menginap semalam loh di sana dimana aku tiba di malam hari dan penerbanganku ke Bremen dijadwalkan berangkat Minggu pagi. Aku terbang dengan Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BXY ke Paris. Ini adalah penerbangan standar jarak dekatnya KLM sehingga aku nggak akan bercerita tentangnya. Hanya saja penerbangannya sedikit terlambat sih tetapi jelas ini tidak mempengaruhiku.

Lounge barunya Air France di Terminal 2G Bandara Paris-CDG

Satu alasan lain aku memilih rute ini adalah karena penerbanganku ke Bremen akan berangkat dari Terminal 2G. Beberapa bulan sebelumnya, aku membaca bahwa Air France baru saja membuka lounge baru di terminal ini. Lounge lamanya mereka di sana berukuran kecil banget dan, karenanya, terasa amat sesak; jadi jelas lah ya aku penasaran dengan yang baru ini. Dan, wow, aku sungguh terkesan lho!

Lounge barunya jauh lebih luas dan lapang daripada yang lama!

Pertama-tama, ukurannya jauh lebih luas dan lapang daripada yang lama. Makanan dan minumannya sih berstandar kurang lebih sama lah dengan lounge-lounge lain mereka di Paris-CDG. Namun, ada satu fitur yang membuat lounge ini menjadi favoritku di bandara ini: pandangan tak terhalang ke landasan pacu 26L dan 26R, sehingga tempat ini menjadi tempat yang sempurna (dan nyaman) untuk planespotting! 😍

Spotting sebuah Airbus A350-900nya Vietnam Airlines mendarat di landasan pacu 26L

Anyway, penerbanganku ke Bremen dioperasikan oleh Embraer ERJ170nya HOP! Regional dengan rego F-HBXN. Penerbangan hari ini sama sekali tidak penuh, aku perkirakan kursinya hanya terisi sekitar 25-30% saja.

Dari Bremen, aku langsung kembali ke Amsterdam. Seperti yang kusebutkan, satu alasan aku memilih penerbangan ini adalah karena KLM Cityhopper menggunakan salah satu Fokker 70nya, yang mana hari ini adalah PH-KZL! KLM Cityhopper akan memensiunkan tipe ini musim gugur ini sehingga aku harus sebisa mungkin terbang dengannya dulu dong ya! 😀 Btw, aku tiba di bandara agak awal hari ini sehingga ketika aku pergi ke lounge-nya, aku adalah satu-satunya penumpang di sana loh! Iyaa, satu lounge buat aku sendiri! Haha 😛 .

Aku jelas akan kangen dengan layout 2-3nya Fokker 70 yang unik ini DAN legroom-nya yang lega banget (sebuah komoditas mahal ketika terbang di kelas ekonomi sekarang ini)!!

Bremen

Hal pertama yang aku tangkap dari Bremen adalah, ternyata kota ini adalah kota tram loh! Kok tahu? Yaa, soalnya tertulis begitu sih di halte tram di bandaranya, haha 😆 .

Bremen – Kota Tram

Anyway, secara keseluruhan Bremen adalah kota kecil yang cantik. Jadi sebenarnya, sebagai turis, aku rasa kita tidak membutuhkan tramnya sih untuk berkeliling pusat kotanya, dimana kebanyakan atraksinya berada. Eh, mungkin kecuali kalau kita menginap agak di luar kotanya ya.

Altstadt di Bremen

Bremen adalah setting (kurang lebih) dari sebuah cerita rakyat Jerman yang terkenal, Die Bremer Stadtmusikanten (Para Musisi Kota Bremen). Aku mengenal cerita ini ketika masih SD dulu melalui seorang teman baikku waktu itu yang jago menggambar (Sekali waktu ia membuat comic strips gitu berdasarkan cerita ini). Ceritanya populer banget sampai-sampai menjadi “simbol” dari kota ini loh. Bahkan ada sebuah patung perunggu yang terkenal banget yang berlokasi di sebelahnya Rathaus, yang mana jelas aku selfie di situ dong 😛 . Senang sekali rasanya aku bisa mampir di sana, sedikit mengingatkanku akan masa kecil dulu 🙂 . Btw ada sebuah patung berdasarkan cerita yang sama juga loh di Riga, Latvia. Jadi sepertinya ceritanya populer juga ya di Eropa Timur.

Selfie wajib di Bremen dengan Die Bremer Stadtmusikanten

Menurutku, bagian paling menarik dari Bremen adalah Altstadt-nya (Kota Tua) dimana terdapat bangunan-bangunan tua ala Jerman. Mungkin karena aku di sana ketika tanggal merah, aku hanya melihat keramaian (mungkin oleh turis) di Altstadt. Selebih dari itu, di lokasi-lokasi lain aku nyaris tidak melihat orang loh, bahkan kebanyakan tokonya pun tutup! Haha…

Ini bukanlah hari yang ramai di Bremen

Untuk urusan makanan, sayangnya aku tidak memiliki banyak kesempatan untuk mencoba ini-itu, haha. Aku makan steak sebagai makan siang pertamaku di sana. Lalu, aku pergi ke sebuah bar tapas untuk makan malam karena awan tebal menggantung sehingga nampak seperti akan hujan deras sehingga aku tidak memiliki kebebasan untuk pilih-pilih restoran, haha 😆 . Setidaknya waktu itu masih happy hour sih di barnya untuk cocktail (diskon 40% loh, lumayan!), yang mana aku memesan segelas long island ice tea, dan paellanya juga enak! , Dan untuk brunch keesokan harinya, aku makan schnitzel ala Vienna, haha 😆 .

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1937 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Introduction)

ENGLISH

So you know, in the last three weeks I had three weekend trips in three consecutive weekends: Lyon, then Bremen, then Paris, haha. So I was thinking of wrapping these three trips under one “theme”, and what I came up with was “Early Summer 2017 Weekend TripS” series 😛 .

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Having three consecutive weekend trips was actually unintentional, though it was situational so it probably was not all that coincidental, haha.

Lion selfie in Lyon

You see, the few public holidays in the Netherlands are not uniformly spread throughout the year; and most of them fall in between April and May. And as I like to make use of them for some short trips, this results in several trips within a short period of time, haha. And the fact that the French Open is always held at the end of May/early June definitely plays a factor too 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Two of the three trips were driven by good flight deals that I found. Well, also because Lyon was a nice city and I had never been to Bremen. Also for Bremen, my flight back from there would be with a Fokker 70, which KLM is retiring by the end of this year. So gotta catch them while I can!!

Back at Court Philippe Chatrier this year

I have to say, though, that it is also quite tiring, haha. I am taking a rest now and have no travelling plan (as of yet) in the coming a few weeks 😛 . Though, who knows if I decide to change my mind soon too! Hahaha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Pada sudah baca kan, tiga minggu belakangan ini aku baru saja pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan: Lyon, lalu Bremen, lalu Paris, haha. Nah jadilah aku berkeinginan untuk memberikan sebuah “tema” untuk tiga perjalanan ini, dan yang kepikiran adalah seri “Early Summer 2017 Weekend TripS” 😛 .

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Tiga perjalanan akhir pekan yang berturutan sebenarnya terjadi tidak sengaja, walaupun ini juga dikarenakan situasi sih sehingga mungkin bukan lah kebetulan juga, haha.

Lion selfie di Lyon

Jadi tanggal merah di Belanda (yang sedikit itu) tidak tersebar merata di sepanjang tahun; dan kebanyakan jatuh di bulan April dan Mei. Dan karena aku suka memanfaatkannya untuk acara jalan-jalan, ini berakibat pada beberapa perjalanan dalam periode waktu yang singkat, haha. Dan French Open yang selalu diadakan di akhir Mei/awal Juni juga tentu berkontribusi juga 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Dua dari tiga perjalanan ini didasari oleh tiket promo yang aku temukan. Dan juga karena memang Lyon adalah kota yang indah dan aku belum pernah ke Bremen sebelumnya sih. Dan untuk Bremen, penerbanganku kembali dari sana dioperasikan dengan pesawat Fokker 70, yang mana akan dipensiunkan KLM di paruh kedua tahun ini. Jadi aku harus menerbanginya selagi bisa kan ya!!

Kembali lagi di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Harus diakui sih, ini cukup melelahkan juga, haha. Sekarang aku beristirahat saja deh dan tidak memiliki rencana jalan-jalan dalam beberapa (nggak banyak sih) minggu ke depan 😛 . Eh, tapi nggak tahu juga sih siapa tahu aku berubah pikiran! Haha 😛 .

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1932 – Another Long Weekend Story

ENGLISH

Yeay for two consecutive long weekends! After last weekend, this weekend was also a long weekend in the Netherlands with this Monday being the “Whitmonday”.

As my Instagram followers (@azilko) would have known by now, just like last weekend when I went to Lyon, I also made use of this long weekend for a short weekend trip! This time, though, I went to a new destination: Bremen, in Germany! Haha 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

When checking the list of this year’s Dutch public holiday about a month ago, I realized that this Whitmonday would be the last one in the Netherlands before Christmas. That would mean a period of 6+ months without any public holiday! So I figured I needed to make use of this opportunity! Haha 😛 .

At the time I found a good deal with flights to Bremen (with an overnight transit in Paris on the way out and a Fokker 70 flight on the way in). As I had never been to Bremen before, I quickly booked the tickets, haha.

The routing this long weekend. Created with: gcmap.com

And I am really glad I went on this trip! Bremen, while being a not so big city, was pretty! It was really fun! Here are a few photos as teasers from this trip! 🙂

BAHASA INDONESIA

Hore dua long weekend berturutan! Setelah akhir pekan kemarin, akhir pekan ini juga lah long weekend di Belanda dimana hari Senin ini adalah “Whitmonday”.

Dan seperti yang followers Instagramku (@azilko) sudah ketahui sekarang, seperti akhir pekan kemarin yang kumanfaatkan dengan pergi ke Lyon, aku juga memanfaatkan long weekend yang ini untuk jalan-jalan! Kali ini tujuannya adalah tujuan baru untukku: Bremen, di Jerman! Haha 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Ketika melihat daftar tanggal merah di Belanda tahun ini sekitar satu bulan yang lalu, aku menyadari bahwa Whitmonday ini adalah tanggal merah terakhir di Belanda sebelum Natal. Iya dong artinya sekarang kita sudah masuk ke dalam periode 6 bulan lebih tanpa tanggal merah sama sekali! Makanya aku perlu memanfaatkan kesempatan ini kan! Haha 😛 .

Waktu itu aku menemukan sebuah deal yang oke untuk penerbangan ke Bremen (dengan transit satu malam di Paris di perjalanan keberangkatan dan penerbangan dengan Fokker 70 sewaktu pulangnya). Karena aku belum pernah ke Bremen sebelumnya, langsung dong tiketnya aku beli, haha.

Rute long weekend kali ini. Dibuat dengan: gcmap.com

Dan aku senang sekali akhir pekan ini kumanfaatkan untuk jalan-jalan! Bremen, walaupun nggak besar-besar amat, lumayan cakep juga! Seru banget rasanya! Dan di atas, seperti biasa, aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini! 🙂

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1846 – The Frankfurt Christmas Market

ENGLISH

Earlier this month, I went to Frankfurt in a weekend trip to go to the famous Christmas Market being held there. So how was the Christmas Market? Well, here is the story 🙂 .

***

It was really exciting when the tram was stopping at Römerberg, Frankfurt’s famous square that hosted the Christmas Market. Unsurprisingly, though, I was not the only one having an idea to visit the market this weekend:

Frankfurt Christmas Market
Frankfurt Christmas Market

Yes, it was SO full of people!! Lol 😆

I concluded that Christmas Market was, indeed, a big thing in Germany. And I was not the only foreigner there as well; as I heard several different languages being spoken there.

The timing of the trip was also great as just earlier that week, Sintha posted a story about the Christmas Market and she recommended the weißer glühwein (white glühwein). I really liked it when I had something to look for while visiting, as it gave me an extra purpose! But then it turned out that it was not that difficult at all to find glühwein sellers in the Christmas Market; as there were MANY booths selling them! Haha 😆 . Apparently, indeed glühwein was a famous typical Christmas Market drink in Germany! Haha 😆 .

It wasn't difficult at all to find glühwein at the market.
It wasn’t difficult at all to find glühwein at the market.

In short, glühwein was a mug of wine that was served warm. So indeed it was interesting, as I had never had a wine served warm on purpose before! It was perfect for the occassion too since it was winter already and this part of Europe was struck by cold wind that week. So unsurprisingly, most people there walked with a mug of glühwein (the mugs were so cute with the Christmas-y patterns 😀 )

Anyway, so I went to one of the sellers and saw that 1 mug of weißer glühwein was sold for €3. It was okay, I thought; so I ordered one. But then the guy asked €6 from me. I was surprised at first but then I realized that the extra €3 was a deposit for the mug. I was given my glühwein and a chip which I could exchange for the €3 after I finished by returning the mug, haha 😛 .

Glühwein and the Christmas Market
Glühwein in a cute Christmasy mug 😛 .

I ordered the weißer glühwein though I am not sure if the guy actually gave me one. It tasted more like red than white wine, in my opinion, haha. Nonetheless, it was nice; though I am still curious how the actual white one would taste like (I normally like white wine more than red; though it still depends on the occassion 😛 ).

Anyway, the market was really nice. It was not super big (as it was constrained by the size of the square as well), but in a way this played a role in creating the festive atmosphere. There were even two Merry-Go-Rounds there! Haha 😆 .

Frankfurt Christmas Market
Frankfurt Christmas Market

After about one hour going around the market, I decided that it was enough as it started to get colder as well. You know, I did not feel that well earlier that week and I was afraid the flu would hit me back as technically I was still recovering. So I decided to take the tram and went back to my hotel to rest.

And that concluded the story of my first visit to a German Christmas Market! 🙂

BAHASA INDONESIA

Awal bulan ini, aku pergi ke Frankfurt untuk mengunjungi Christmas Market yang terkenal itu. Bagaimanakah Christmas Market-nya? Berikut ini ceritanya 🙂 .

***

Seru sekali rasanya ketika tram-ku berhenti di Römerberg, lapangan terkenalnya Frankfurt dimana Christmas Market-nya diadakan. Tidak mengherankan sih, aku bukan lah satu-satunya yang memiliki ide untuk mengunjungi pasarnya di akhir pekan ini:

Frankfurt Christmas Market
Frankfurt Christmas Market

Iyaaa, RAME BANGET dong!!! Huahaha 😆

Aku simpulkan bahwa Christmas Market itu, memang, sesuatu banget lah di Jerman. Dan aku bukannya satu-satunya orang asing juga lho; aku sempat mendengar ada beberapa bahasa lain yang diomongkan disana.

Waktu perjalanan ini juga pas banget dimana awal minggu itu, kebetulan Sintha menuliskan posting tentang Christmas Market dimana ia merekomendasikan weißer glühwein (glühwein putih). Aku suka ketika aku ada sesuatu untuk dicari ketika mengunjungi suatu tempat, rasanya seperti ada tujuan gitu! Tetapi ternyata tidak sulit sama sekali loh untuk menemukan penjual glühwein di Christmas Market-nya; penjualnya ada BANYAK! Haha 😆 . Ternyata, memang glühwein adalah minuman khas Christmas Market di Jerman! Haha 😆 .

It wasn't difficult at all to find glühwein at the market.
Tidak sulit sama sekali untuk menemukan glühwein di pasarnya.

Singkatnya, glühwein adalah segelas anggur (wine) yang disajikan hangat. Jadi memang menarik ya, soalnya aku sama sekali belum pernah minum anggur yang sengaja disajikan hangat sebelumnya! Ini juga pas untuk kondisi saat itu dimana sudah musim dingin dan Eropa saat itu sedang diterjang angin dingin gitu deh. Jadi tidak mengherankan, kebanyakan orang disana berjalan dengan membawa segelas glühwein di tangannya (gelasnya juga lucu dengan ukiran-ukiran ala Natal gitu 😀 ).

Anyway, jadilah aku mampir di salah satu penjualnya dan membaca segelas weißer glühwein dijual seharga €3. Oke lah, aku pikir; jadilah aku pesan satu. Tetapi kemudian penjualnya meminta €6 dariku dong. Awalnya aku kaget, tetapi kemudian aku sadari bahwa €3-nya adalah deposit untuk gelasnya. Aku diberikan sebuah chip bersamaan dengan glühwein-ku dan chip-nya bisa kutukarkan dengan €3-nya ketika gelasnya kukembalikan, haha 😛 .

Glühwein and the Christmas Market
Glühwein dengan gelas ala Natal yang lucu 😛 .

Aku memesan weißer glühwein walaupun aku tidak yakin bahwa orangnya memberikanku ini sih. Rasanya sih lebih seperti anggur merah daripada putih, menurutku, haha. Toh walaupun begitu rasanya masih enak lah; walaupun aku masih penasaran juga sih rasanya yang putih bagaimana (Umumnya, aku lebih suka anggur putih daripada anggur merah; walaupun ini tergantung situasinya juga 😛 ).

Anyway, pasarnya sendiri seru deh. Dari segi ukuran sih nggak besar-besar amat (kan terbatas dengan ukuran lapangannya juga), tetapi di satu sisi ini juga membuat atmosfernya lebih meriah. Bahkan ada dua Komidi Putar juga lho! Haha 😆 .

Frankfurt Christmas Market
Frankfurt Christmas Market

Setelah berkeliling selama sekitar satu jam, aku memutuskan untuk pulang karena cuaca juga semakin dingin. Tahu kan, awal minggu itu aku merasa sedikit kurang enak badan dan aku khawatir flu-nya akan menyerang balik karena secara teknis aku kan masih dalam masa pemulihan. Jadilah aku menaiki tram dan kembali ke hotel.

Dan begitu lah cerita dari kunjungan pertamaku ke sebuah Christmas Market di Jerman! 🙂

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1842 – A Weekend Story

ENGLISH

My Instagram followers (@azilko) would have known by now that I went on another trip this weekend. And the destination was, well, Frankfurt, again 😛 . You might remember earlier this year I mentioned that I did not find Frankfurt especially interesting as it I found it to be more of a business rather than a leisure city. So why did I go there, again?

Here is why.

One of the benefits I get from my company is some discounts on hotels for personal use. This benefit is in yearly-term and if I do not use mine this year (2016), it will be gone. So I figured at least I should use some of it before the year ends, haha 😆 .

Last month when looking at my agenda, I saw that I could use this weekend in December for a weekend trip. It also happened that there was a famous event which I had been wanting to visit for years but I had not had the chance yet: the Christmas Market in Germany. So I figured it was the perfect opportunity to combine these two together.

Glühwein and the Christmas Market
Glühwein and the Frankfurt Christmas Market

So I was looking for flight tickets to Germany. Btw, of course I could also consider taking the trains to some closer cities, like Düsseldorf or Cologne, but of course to me a trip without flying would be boring as hell and I would probably just rather not go, lol 😆 . Anyway, and so I found this good deal to Frankfurt. The Christmas Market in Frankfurt even had its own Wikipedia page so I figured it should be good, lol 😆 . So I decided to book the flights.

And then it was time to look for the hotel. Long story short, I found one deal to stay at a famous luxury hotel chain. The normal room rate was about €215 per night, but with my company benefit I would only need to pay €2.25 for the room, lol 😆 . Yes, a 99% discount on a room at one of the most luxurious hotel chain in the world. I don’t know about you but it sounded like a good deal to me 😛 . So I decided to book it! Haha 😆 .

So everything was set, and it was the time to go!

Haha, this is all I can share for now. As usual, here are some teasers from the trip! 🙂

BAHASA INDONESIA

Followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu bahwa aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi akhir pekan ini. Dan tujuannya adalah, yah, Frankfurt, lagi 😛 . Mungkin pada ingat awal tahun ini kusebutkan bahwa bagiku Frankfurt tidaklah terlalu menarik karena berasa lebih seperti kota bisnis dan bukan untuk liburan. Lah, lalu mengapa aku kembali kesana lagi?

Berikut ini ceritanya.

Salah satu benefit yang aku dapatkan dari perusahaanku sekarang adalah diskon di hotel-hotel untuk keperluan pribadi. Benefit ini diberikan dalam termin tahunan dan jika jatahku tahun ini (2016) tidak digunakan, jatahnya akan hangus. Ih, kan sayang dong ya jadilah aku berpikir setidaknya sebagian mesti kumanfaatkan sebelum akhir tahun, haha 😆 .

Bulan lalu ketika mengecek agendaku, aku lihat weekend yang ini di bulan Desember bisa kugunakan untuk sebuah perjalanan akhir pekan. Kebetulan juga ada acara terkenal yang sudah ingin aku kunjungi semenjak lama tetapi aku belum berkesempatan untuk mengunjunginya: Christmas Market di Jerman. Nah, jadi aku rasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk menggabungkan kedua hal ini kan ya.

Glühwein and the Christmas Market
Glühwein dan Christmas Market di Frankfurt.

Jadilah aku mulai mencari-cari tiket pesawat ke Jerman. Btw, sebenarnya bisa aja sih aku naik kereta ke beberapa kota yang dekat, misalnya Düsseldorf atau Cologne, tetapi tentu saja untukku perjalanan tanpa terbang itu sungguh amat membosankan dan mungkin mendingan sekalian nggak pergi lah, hahaha 😆 . Singkat cerita, aku menemukan tiket promo ke Frankfurt. Dan Christmas Market di Frankfurt bahkan memiliki halaman Wikipedia-nya sendiri sehingga seharusnya acaranya bagus juga lah ya, haha 😆 . Jadilah tiketnya aku beli.

Dan kemudian adalah saatnya untuk mencari-cari hotel. Singkat cerita, aku menemukan satu deal di hotelnya salah satu jaringan hotel mewah di dunia. Harga normal kamarnya semalam adalah sekitar €215 (sekitar Rp 3 juta), tetapi dengan benefit dari kantorku, aku cukup membayar €2.25 (sekitar Rp 30 ribu) saja untuknya, huahaha 😆 . Iyaa, diskon 99% untuk sebuah kamar di salah satu jaringan hotel mewah di dunia. Nggak tahu untuk kalian ya, untukku mah ini adalah deal yang oke banget 😛 . Jadilah kamarnya aku pesan! Haha 😆 .

Jadilah semua terencanakan, dan tinggal berangkat aja deh!

Haha, segini dulu yang bisa kuceritakan sekarang. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teaser dari perjalanan ini! 🙂