#2121 – A Tennis Weekend Story


Posts in the Tennis Weekend in Roland Garros 2018 series:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

So the main draw of this year’s French Open started about two weeks ago, which means this weekend was, finally, the time for my annual trip to Paris for the tournament this year. Yeay!! 😀

At Court Philippe Chatrier again this year

As my ticket this year was for Philippe Chatrier on Saturday, I would get the women’s singles final and men’s doubles final. The “fun” thing was that these two events were, perhaps, the most “unpredictable” ones of all based on the current dynamic of professional tennis. In other words, when the tournament started it was very difficult to predict which players I would watch in both finals! Haha 😆 .

At last Simona Halep won a grandslam title!

In the end, it turned out the current world no.1, Simona Halep, and the reigning US Open champion, Sloane Stephens, made the women’s singles final. And the teams of Pierre-Hugues Herbet/Nicolas Mahut and Oliver Marach/Mate Pavic made the men’s doubles final. So it turned out both matches would be very interesting, and I was excited for these! 😀

Anyway, how was Paris? Well, I didn’t have a lot of time to spend in the city itself, but it was beautiful as always! Haha.

This year I visited Notre Dame in Paris

Btw, as I mentioned before, since the beginning I already knew that I would like to fly for this year’s trip to Paris. And of course I would like to, as much as possible, avoid direct return flights! Haha 😆 . And so I made myself the following routing:

My routing this weekend. From gcmap.com

Haha 😛 . Yep, I was back in Toulouse (Airport) for the first time since 2012! 😛 There was actually another routing with cheaper fare which also was more interesting as it (1) involved an airport I had never used before (Clermont-Ferrand); (2) involved a flight with an airline I had never flown before (Trade Air, which was leased by Air France this summer); and (3) involved a Fokker 100, which would have been my first time flying this type in the 21st century (As a kid, I had flown this type with Sempati Air, haha). But this routing only spared a 25 minutes of transfer tim at Clermont-Ferrand, which was really tight and I was not comfortable with. And so I decided to set aside this otherwise fun routing.

Anyway, so yeah, my weekend was fun! 😀 As usual, here are some teasers from the trip:


Posting-posting dalam seri Tennis Weekend in Roland Garros 2018:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

Jadi babak utama turnamen tenis French Open tahun ini dimulai sekitar dua minggu yang lalu, yang mana berarti, akhirnya, akhir pekan kemarin adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Paris untuk turnamen ini tahun ini. Hore!! 😀

Di Lapangan Philippe Chatrier lagi tahun ini.

Karena tiketku tahun ini adalah Philippe Chatrier di hari Sabtu, aku akan mendapatkan pertandingan final tunggal putri dan final ganda putra. “Keseruan” dari dua pertandingan ini adalah dua events ini adalah yang paling “sulit diprediksi” dari semua events yang dimainkan berdasarkan dinamika dunia tenis profesional saat ini. Dengan kata lain, sebelum turnamen ini dimulai, sulit sekali untuk memprediksikan siapa yang akan aku tonton di kedua final! Haha 😆 .

Akhirnya Simona Halep menjuarai gelar grandslam juga!

Pada akhirnya, petenis yang saat ini menduduki peringkat 1 dunia, Simona Halep, dan juara bertahan US Open tahun lalu, Sloane Stephens, masuk final tunggal putri. Dan Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut dan Oliver Marach/Mate Pavic memasuki final ganda putra. Jadi ternyata kedua pertandingannya akan menjadi pertandingan yang sangat menarik, dan aku merasa sangat excited untuk menonton keduanya!

Anyway, Parisnya sendiri bagaimana? Ya, nggak banyak sih waktu yang bisa aku habiskan di kotanya ini sendiri, tetapi kotanya masih indah kok seperti biasanya! Haha.

Tahun ini aku mengunjungi Notre Dame di Paris

Btw, seperti yang aku sebutkan sebelumnya, sejak awal untuk tahun ini aku sudah tahu aku akan naik pesawat untuk pergi ke Paris. Dan tentu saja sedapat mungkin aku menhindari penerbangan pp kan ya! Haha 😆 . Dan jadilah pada akhirnya aku memilih rute berikut ini:

Ruteku akhir pekan ini. Dari gcmap.com

Haha 😛 . Iya, akhirnya aku kembali juga di (Bandara) Toulouse untuk pertama kalinya semenjak 2012! 😛 Sebenarnya ada rute lain dengan harga tiket yang lebih murah dan lebih menarik sih karena (1) melibatkan bandara baru yang belum pernah aku lalui sebelumnya (Clermont-Ferrand); (2) melibatkan satu penerbangan dengan maskapai baru yang belum pernah aku terbangi sebelumnya (Trade Air, yang mana disewa oleh Air France musim panas ini); dan (3) melibatkan pesawat Fokker 100, yang mana akan menjadi kali pertama aku terbang dengan pesawat ini lagi di abad ke-21 (Sewaktu kecil aku pernah terbang dengan pesawat ini dengan maskapai Sempati Air, haha). Namun dengan rute ini, waktu transitku di Clermont-Ferrand hanya lah 25 menit, yang mana mepet banget dan membuatku tidak merasa sreg dengannya. Jadilah rute yang sebenarnya menarik ini aku kesampingkan.

Anyway, jadi ya gitu deh, akhir pekanku kemarin ini seru banget! Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.


#2087 – A Weekend in Beautiful Bordeaux


I went on a weekend trip to Bordeaux in a weekend in early March. Not too long ago I shared about the transportation part of the trip; and now is the time for the trip itself 🙂 .


In one sentence, Bordeaux turned out to be a really beautiful city!! I actually couldn’t believe I “waited” this long to finally go there, haha 😆 . It was also big (for European standard) that I walked really, really a lot that weekend to get around (I could have bought a daily pass for the public transport, which I now recommend, haha; but at the time I honestly thought I wouldn’t need it as I (wrongly) assumed the city center would not be that big).

Porte Cailhau in Bordeaux

As with other (typical) European cities, the most beautiful area of Bordeaux was definitely the city centre. The buildings were just very beautiful with amazing architecture, and were well preserved! I mean, look at Porte Cailhau in the photo above, isn’t it charming and gives away an awesome castle vibe? 😀 You could just walk around the city center and got awed by the buildings!

Cathedrale St. Andre in Bordeaux

The city lied on the Garonne River, that was very big. The quayside of this river was really magnificent. I strolled along the river there all the way from Pont de Pierre to Pont Jacques Chaban-Delmas, which was about 3.5 km long (Remember when I mentioned above that the city was big? Haha 😀 ). Closer to Pont De Pierre, the buildings were from the 18th century thus providing classic beautiful look; and got more and more modern towards Pont Jacques Chaban-Delmas.

Pont Jacques Chaban-Delmas in Bordeaux

It also helped that the weather was great too when I was there (even though the forecast wasn’t great). The sun was shining and it was actually quite warm with temperature ranging in the 15° – 20°C scale! So indeed it was very comfortable! Thankfully I brought my sunglasses this time as it was the perfect time for it to come out of hibernation, haha 😆

A Bordeaux selfie, an opportunity for my sunglasses to come out of hibernation.

To some degree the beautiful city was, sort of kinda, expected (Well, this was Europe! Duh!). However, Bordeaux surprised me big time with the … very beautiful sunset!! I mean, here is the sunset moment on my Saturday there:

Incredibly beautiful sunset in Bordeaux

Like, seriously, it was perhaps the prettiest sunset I had ever witnessed especially in a city! I mean, just look at that sky and the light pattern!! The beauty was just ridiculous, wasn’t it?

The Food

Aside from the beautiful city, Bordeaux (and the region) was very famous for its:

Red wine because Bordeaux

Yep, wine! Haha 😆 So coming to this trip indeed I made wine as a “priority”, where I would drink wine whenever I could, haha 😛 . And so I did, except on my last dinner where I opted for a cocktail because happy hour in Bordeaux was between 5 and 8 PM! Lol 😆 . Anyway, Bordeaux wine was indeed special!

As for the food, I couldn’t really find any local dishes during my research period so I didn’t go on a mission to try out something. But despite this, though, the food did not disappoint. Well, this was how I always expected from French cuisine anyway, as they always delivered in my experience!

Magret de Canard in Bordeaux


So yeah, I guess you can tell from this post that I really loved Bordeaux. And so indeed this means that it is likely that I will come back there in the future! Haha 😆 .


Aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Bordeaux di satu akhir pekan di awal Maret. Belum lama yang lalu aku ceritakan mengenai transportasiku ke sana; sekarang adalah waktunya untuk cerita dari perjalanannya itu sendiri 🙂 .


Dalam satu kalimat, Bordeaux itu ternyata indah dan kece banget lho!! Aku sampai heran sendiri deh mengapa kok aku baru sekarang pergi kesananya, haha 😆 . Kotanya sendiri juga berukuran besar (untuk standar Eropa) yang mana aku berjalan-kaki banyaak banget di akhir pekan itu untuk mengelilinginya (Sebenarnya aku bisa saja sih membeli pass transportasi umum satu hari di sana, yang mana aku rekomendasikan btw, haha; tapi waktu itu beneran aku kira aku tidak akan membutuhkannya karena aku asumsikan (yang mana ternyata salah) bahwa pusat kotanya nggak besar-besar amat).

Porte Cailhau di Bordeaux

Seperti (tipikal) kota-kota Eropa lainnya, bagian paling indah dari Bordeaux adalah pusat kotanya. Gedung-gedungnya kece banget dengan arsitektur yang keren-keren, dan semuanya terawat dengan baik! Maksudku, coba deh lihat Porte Cailhau di foto di atas, bagus kan dan ada kesan-kesan kastilnya gitu! 😀 Berjalan-kaki mengelilingi pusat kotanya saja sudah membuatku terpana oleh bangunan-bangunannya!

Cathedrale St. Andre di Bordeaux

Kota ini berada di Sungai Garonne, yang mana merupakan sungai yang besar. Di sisi sungai ini juga terdapat boulevard yang besar banget untuk pejalan-kaki yang keren banget. Aku berjalan menyusuri sungai ini dari Pont de Pierre hingga Pont Jacques Chaban-Delmas, yang mana kira-kira sepajang 3,5 km loh (Masih ingat kan aku sebutkan di atas kalau kota ini besar? Haha 😀 ). Di area di sekitar Pont De Pierre, bangunan-bangunannya berasal dari abad ke-18 sehingga penampilannya klasik kece gitu; dan aksennya berubah menjadi semakin modern ketika kita semakin mendekat Pont Jacques Chaban-Delmas.

Pont Jacques Chaban-Delmas di Bordeaux

Beruntung juga cuacanya oke ketika aku disana (walaupun ramalannya jelek). Matahari bersinar cerah dan suhu udaranya juga hangat di 15° – 20°C! Jadi nyaman banget kan ya! Untungnya aku tidak lupa membawa kacamataku kali ini sehingga sudah saatnya untuk aku keluarkan dari hibernasinya, haha 😆 .

Bordeaux selfie, kesempatan bagi kacamata hitamku untuk keluar dari hibernasi.

Kotanya yang kece mungkin masih bisa dibilang sesuai dengan dugaan ya (Namanya aja Eropa! Gimana sih? Haha). Namun, Bordeaux mengejutkanku dengan … sunset-nya yang ternyata kece banget doooong!! Berikut ini waktu matahari terbenam di hari Sabtuku di sana:

Matahari terbenam di Bordeaux

Beneran deh, rasanya ini adalah sunset paling kece yang pernah aku lihat terutama dari kota! Maksudku, lihat deh langitnya dan juga pola-pola semburat cahayanya!! Kecantikannya cetar banget kan ya?


Di samping kotanya, Bordeaux (dan area sekitarnya) terkenal akan:

Red wine karena Bordeaux

Iya, anggur (wine)-nya! Haha 😆 . Jadilah di perjalanan ini anggur aku buat sebagai “prioritas” dimana aku akan meminumnya ketika ada kesempatan, haha 😛 . Dan ini beneran aku lakukan, kecuali di makan malam terakhirku dimana aku memesan cocktail soalnya happy hour di Bordeaux itu ternyata antara jam 5 dan jam 8 malam dong! Huahaha 😆 . Anyway, anggur Bordeaux memang spesial!

Untuk urusan makanan, aku tidak berhasil menemukan menu khas dari daerah ini di risetku sehingga aku tidak menargetkan apa-apa dalam hal ini. Biarpun begini, makanannya tidak mengecewakan. Yah, memang begini sih yang namanya masakan Prancis, selalu enak dari pengalamanku!

Magret de Canard di Bordeaux


Yep, dari posting ini jelas ya aku menikmati waktu dan perjalananku di Bordeaux. Jadi memang sepertinya bisa dibilang aku akan kembali ke sana nanti! Haha 😆

#2078 – A Nice Weekend in Nice


In mid-February, I went on a weekend trip to Cote D’Azur. Here is the story of this short nice trip to Nice 😀 .

Getting There

I had a very interesting routing on this trip, as shown in the following map:

The routing this weekend. Created with gcmap.com

Haha 😆 . The first three flights were operated by Air France while the last one to Amsterdam was by HOP! Brit Air. All flights were regular pleasant flights with Air France so there was not much to say about the flights themselves specifically.

Taking this Air France’s Airbus A319-100 from Nice to Nantes.

Maybe just that I was excited for the HOP! Brit Air’s flight because it was operated with a Bombardier CRJ1000 which was relatively uncommon! Haha 😛 . Speaking of CRJ1000, it was my first flight with this type at Schiphol. And I just realized that apparently a CRJ1000 was too long for the Fokker Farm and so we had to park at the antimainstream D apron remote stand area at Schiphol! It was my first time there! Haha 😛 .

Parking at Schiphol’s antimainstream D apron remote stand!

Also, my first flight to Paris was delayed for 80 minutes. This delay was unusual because all of us (including the crews) only knew about this delay once all passengers boarded. Apparently there was a cargo handling problem where the ground staffs needed to unload all cargo from the plane, check those, and load them back in. This was all for safety reason, btw. Even though this did not affect me that much (as I assigned myself a 3 hours transit at Paris-CDG just in case something like this would happen) other than having to sit for an extra hour on board F-GTAY, this wasn’t the case for many other passengers who had much tighter, even intercontinental, connection at Paris! I felt for the crews, though, because some passengers expressed their frustration at them. But the crews remained calm and professional in this situation, which was nice to see.

And also, the always beautiful Nice Cote D’Azur. You can easily see the airport 😀 .


Anyway, Nice was as how I remembered it, it was nice, haha 😆 . This trip actually made me ask myself why I have not visited this Cote D’Azur city more often! I mean, this was only my second time there, the previous and only other time was 5.5 years ago!

The dark side of the Mediterranean Sea

The weather turned out to be “mixed” on this trip, because it was horrible on Saturday (because it rained, haha) while it was really perfect on Sunday! Actually I realized that I wore too much clothes (so it became quite uncomfortable) but I had no other option as I was on my way to the airport, haha. Also, I forgot to bring my sunglasses so at times I had to squint! Lol 😆

Promenade Des Anglais with the perfect Cote D’Azur weather on Sunday.

You could call this both lucky and unlucky. It happened that this weekend was the opening weekend of Carnaval De Nice; and I had no idea about this until I was in town. This meant that I did not plan my trip around this event at all, where I did not have a ticket nor prepared myself for it (The event was in the evening and I was already tired by then! Lol 😆 ). The better side of this was that there were some unusual carnaval-related stuffs around the city which made it look “unique” and more festive than normal, though, haha…

Carnaval De Nice

Speaking of food, with only a short time there, I only had time for a dinner. I decided to stop by at a restaurant near my hotel in the city centre. Upon looking at the menu book, I recognized a dish that was called “Niçois dish”. Yep, a dish literally with that name, which sort of challenged us by saying that “You don’t get any more local than this dish!“. Lol. So obviously I ordered one.

A delicious “Niçois Dish”

And indeed it was really good! As typical in the region, this dish was clearly a fusion (sort of say) between French and Italian cuisine, where beef stew was served with tagliatelle and several vegetarian side dishes!

This trip was indeed a nice getaway to Nice; but it was just too short. So in conclusion, I think I need to visit Nice more often, and stay longer! Lol 😆 .


Di pertengahan Februari yang lalu, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Cote D’Azur. Dan berikut ini cerita perjalanan singkat ke Nice yang nice ini 😀 .


Ruteku di perjalanan ini cukup menarik, seperti yang ditunjukkan di peta berikut ini:

Rute di akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Haha 😆 . Tiga penerbangan pertama adalah dengan Air France sementara yang terakhir adalah dengan HOP! Brit Air. Semuanya adalah penerbangan reguler yang nyaman dengan Air France sehingga tidak banyak yang bisa kutuliskan di sini dari penerbangan-penerbangannya.

Aku naik Airbus A319-100 milik Air France ini dari Nice ke Nantes.

Eh, mungkin cuma aku merasa excited dengan penerbangannya HOP! Brit Air sih karena penerbangannya dioperasikan dengan pesawat Bombardier CRJ1000 yang tergolong langka kan ya! Haha 😛 . Ngomongin CRJ1000, aku baru sadar bahwa ternyata pesawat tipe ini tuh terlalu panjang loh untuk Fokker Farm-nya Schiphol sehingga pesawat harus diparkir di tempat parkir remote apron D! Huaa, kali pertama nih aku berada di apron antimainstream ini! Haha 😛 .

Parkir di apron D-nya Schiphol yang antimainstream!

Juga, penerbangan pertamaku ke Paris terlambat 80 menit. Keterlambatan ini cukup unik karena kami semua (termasuk kru penerbangan) baru tahu akan keterlambatan ini ketika semua penumpang sudah naik pesawat. Ternyata ada masalah dengan cargo handling-nya dimana petugas darat harus mengeluarkan semua kargo dari pesawat, mengeceknya, dan kemudian memasukkan semuanya kembali. Ini semua demi alasan keselamatan penerbangan, btw. Walaupun keterlambatan ini tidak terlalu menggangguku (aku sengaja memilih penerbangan dengan waktu transit 3 jam di Paris-CDG untuk jaga-jaga andai kejadian semacam ini terjadi) selain harus duduk satu jam lebih lama di dalam F-GTAY, tetapi tidak demikian bagi banyak penumpang lain yang memiliki waktu koneksi yang jauh lebih singkat, bahkan koneksi ke penerbangan antar-benua, di Paris! Aku bersimpati terhadap pramugara/i-nya btw, karena beberapa penumpang melampiaskan kekesalannya kepada mereka. Tetapi pramugara/i-nya tetap kalem dan profesional dalam situasi ini, yang mana membuat senang deh melihatnya.

Dan juga, Nice Cote D’Azur yang selalu kece nan indah banget. Bandaranya bisa dilihat dengan jelas kan 😀 .


Anyway, Nice memang sebagaimana yang kuingat, kotanya asyik, haha 😆 . Perjalanan ini membuatku bertanya kepada diri sendiri mengapa aku tidak mengunjungi kota di Cote D’Azur ini lebih sering! Maksudku, ini baru kali keduaku loh di sana, dan yang sebelumnya dan kali pertama adalah 5,5 tahun yang lalu!

Sisi gelap dari Laut Tengah

Cuacanya sendiri “gado-gado” banget di perjalanan ini, dimana cuacanya menjengkelkan di hari Sabtu (soalnya hujan, haha) tetapi sempurna banget di hari Minggu! Bahkan, aku merasa aku memakai terlalu banyak pakaian hari itu (sehingga agak terasa kurang nyaman) tetapi nggak ada pilihan lain soalnya aku sudah otw ke bandara, haha. Dan juga aku kelupaan membawa kacamata hitamku sehingga aku harus memicingkan mata! Haha 😆 .

Promenade Des Anglais dengan cuaca Cote D’Azur yang sempurna di hari Minggu.

Yang berikut ini bisa dibilang beruntung maupun sial. Kebetulan akhir pekan ini adalah akhir pekan pembukaan dari Carnaval De Nice; dan aku sama sekali tidak tahu akan hal ini sampai ketika aku tiba di sana. Ini artinya rencanaku di perjalanan ini tidak aku sesuaikan dengan jadwal acara ini, dimana aku tidak memiliki tiket maupun tidak siap secara fisik untuknya (Acaranya berlangsung di lama hari dan aku sudah kecapaian waktu itu! Haha 😆 ). Sisi baiknya adalah ada beberapa hiasan yang berkaitan dengan karnaval di kotanya sehingga nampak “unik” dan lebih meriah daripada biasanya, haha…

Carnaval De Nice

Ngomongin makanan, karena waktuku hanya sebentar di sana, aku hanya memiliki waktu untuk satu kali makan malam saja. Aku memutuskan untuk mampir di sebuah restoran di dekat hotel. Ketika melihat menunya, aku melihat sebuah menu yang namanya adalah “Masakan Niçois”. Iya, masakan yang namanya seperti menantang kita dengan berkata “Nggak mungkin deh lebih lokal/khas daripada masakan ini!“. Haha. Jadi jelas dong ya aku memesannya.

“Masakan Niçois” yang enak banget.

Dan ternyata memang enak! Seperti tipikal di daerah ini, masakannya nampak seperti fusion (kurang lebih begitu) antara makanan Prancis dan Italia, dimana beef stew disajikan dengan tagliatelle dan beberapa masakan sampingan vegetarian!

Perjalanan ini memang adalah perjalanan yang seru ke Nice; tetapi memang terlalu singkat. Jadi kesimpulannya, sepertinya aku harus mempertimbangkan untuk mengunjungi Nice lebih sering, dan menginap agak lamaan dikit gitu di sana! Haha 😆 .

#2075 – A Weekend Story


As my Instagram (@azilko) followers have known now, I went on a weekend trip this past weekend!! And this time, I went to Bordeaux in France!

A Bordeaux selfie

Under some obscure definition, this was not my “first time” to Bordeaux. The TGV train I took to go to Lourdes from Paris in October 2012 passed Bordeaux’s Saint Jean Station; and last year I was transitting at Bordeaux – Merignac Airport twice on two Avgeek Weekend Trips. Lol. But of course under the most commonly used definition, those “visits” did not count 😛 .

Considering that Bordeaux was famous for the wine, I figured that I should arrange an actual weekend trip there. And so I did!

Red wine because Bordeaux

As for how to get to Bordeaux, of course I chose to fly (duh!); and of course I booked myself non-direct return flights ticket with interesting routing. Here it was this weekend:

The routing to Bordeaux. Created with gcmap.com

Hahaha 😆 .What even more interesting was that my Air France’s Bordeaux – Lyon flight was operated by HOP! with an … Air Explore’s Boeing 737-800! Yep, a new airline for my logbook thanks to Air France wet-leasing this plane from Air Explore! 😀 Oh, and also, I got upgraded to Europe Business Class on KLM’s Lyon – Amsterdam flight 😀 .

Anyway, Bordeaux turned out to be magnificent!! I actually can’t believe I waited this “long” to go there! Here are some photos from the trip as teasers:


Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam perjalanan akhir pekan lagi akhir pekan kemarin!! Dan kali ini, aku pergi ke Bordeaux di Prancis!

Bordeaux selfie

Berdasarkan definisi aneh dan anti-mainstream, sebenarnya ini bukan lah “kali pertama” aku ke Bordeaux. Kereta TGV yang aku naiki untuk pergi ke Lourdes dari Paris di bulan Oktober 2012 kan lewat Stasiun Saint Jean di Bordeaux; dan tahun lalu aku transit dua kali di Bandara Bordeaux – Merignac dalam dua Avgeek Weekend Trips. Huahaha. Tapi tentu saja berdasarkan definisi yang umumnya digunakan, “kunjungan-kunjungan” itu tidak dihitung lah ya 😛 .

Dengan mempertimbangkan Bordeaux itu terkenal akan minuman anggur (wine)-nya, aku tahu aku harus merancang sebuah perjalanan akhir pekan kesana. Jadilah aku rancang beneran!

Anggur merah karena Bordeaux

Untuk masalah bagaimana pergi ke Bordeaux-nya, jelas lah ya aku maunya naik pesawat (menurut ngana?); dan tentu saja aku membeli tiket pesawat pp yang pakai transit dengan rute yang menarik. Berikut ini rutenya kemarin:

Rute ke Bordeaux. Dibuat dengan gcmap.com

Hahaha 😆 . Yang lebih menarik lagi adalah penerbangan Air France Bordeaux – Lyon-ku dioperasikan oleh HOP! dengan … Boeing 737-800nya Air Explore! Iya, maskapai baru untuk logbook-ku berkat Air France yang meng-wet-lease pesawat ini dari Air Explore! 😀 Oh iya, aku juga di-upgrade ke kelas bisnis Eropa loh di penerbangan KLM Lyon – Amsterdam.

Anyway, Bordeaux ternyata bagus banget lho!! Aku terheran-heran sendiri mengapa baru sekarang aku pergi kesananya!! Di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini sebagai teasers.

#2064 – Another Weekend Story


As my Instagram (@azilko) followers have known by now, I went on … another weekend trip this past weekend!! Hahaha 🙈. According to my KLM profile, here was the routing this weekend.


Yep, big lol 😆 . Even though actually I had a 21 hours of “transit” in Nice under this routing. So indeed it was actually a short weekend trip to Nice (I have no idea why KLM arranged the trip profile like that because I actually bought a return ticket to Nice, haha). Anyway, on a map this routing looks like this:

The routing this weekend. Created with gcmap.com

The flights were operated by Air France and HOP! Brit Air, on an Air France’s Airbus A321-200 F-GTAY, an Airbus A320-200 F-HBNF, an Airbus A319-100 F-GPMA, and a HOP! Brit Air’s Bombardier CRJ1000 F-HMLJ.

I have been to Nice once before, way back in October 2012. I remembered having nice experience in Nice that time and so I decided to come back for a weekend trip in February, while also hoping to be lucky enough to get good Cote D’Azur weather!! 😛 You know I was lucky on my second weekend trip to Marseille in a month last year, haha 😆 .

The beautiful Nice Cote D’Azur.

And, as expected, Nice was indeed nice 😛 . It was too bad that my time in Nice was not that much this time actually. The weather itself turned out to be rather “mixed”, where it was quite horrible on Saturday (it rained) but was amazing on Sunday. Anyway, here are a few photos as teasers from this short trip:


Seperti yang followers Instagram (@azilko)-ku ketahui, aku pergi dalam … sebuah perjalanan akhir pekan lagi akhir pekan kemarin ini!! Hahaha 🙈. Menurut profil KLMku, berikut ini ruteku kemarin:


Huahaha 😆 . Walaupun sebenarnya waktu “transit”-ku di Nice adalah sekitar 21 jam sih. Jadi sebenarnya perjalanan ini memang lah perjalanan akhir pekan singkat ke Nice (Aku nggak tahu juga sih kenapa KLM menampilkan perjalanan ini seperti itu di profilku padahal ketika aku membeli tiketnya, aku membeli tiket pp ke Nice kok, haha). Anyway, di peta rutenya nampak seperti ini:

Rute akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Penerbangan-penerbangannya dioperasikan oleh Air France dan HOP! Brit Air, dengan pesawatnya Air France yang Airbus A321-200 rego F-GTAY, Airbus A320-200 rego F-HBNF, Airbus A319-100 rego F-GPMA, dan pesawatnya HOP! Brit Air yang Bombardier CRJ1000 rego F-HMLJ.

Aku sudah pernah ke Nice sekali sebelumnya, dulu banget tapinya di bulan Oktober 2012. Aku ingat pengalamanku waktu itu asyik banget di kota ini makanya aku memutuskan untuk kembali dalam sebuah perjalanan akhir pekan di bulan Februari, sekalian berharap mudah-mudahan cuacanya adalah cuaca a la Cote D’Azur yang asyik!! 😛 Ya habisnya tahun lalu kan aku beruntung di perjalanan akhir pekan kedua ke Marseille dalam sebulan, haha 😆 .

Nice Cote D’Azur yang kece banget.

Dan, seperti yang kuduga, Nice was indeed nice 😛 . Sayang sih sebenarnya waktuku di Nice tidak terlalu lama. Cuacanya sendiri ternyata gado-gado banget, dimana nyebelin di hari Sabtu (hujan soalnya, haha) tetapi perfect banget di hari Minggu. Ya gitu deh, di atas adalah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

#1946 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part III: Thalys and Paris)


Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Thalys First Class

Aside from, obviously, the tennis tournament, one thing I was excited about this trip was how to get (and back from) to Paris, as I was travelling First Class with the high-speed train, Thalys.

A Thalys high-speed train at Gare Du Nord

I went straight from work to Amsterdam Centraal Station, well ahead of the departure because I was curious with the NS International Lounge which I could, of course, access with my ticket. In short, the lounge was underwhelming. While it was nice to be able to sit on a comfortable sofa while waiting for the train, that was pretty much it. Each person was only entitled to one serving of non-alcoholic drink as the service (They served alcohols (beers, wines) but were not free of charge). So the next time I travel first class, I wouldn’t bother to arrive at the station early just for the lounge, haha.

NS International Lounge at Amsterdam Centraal

Thalys arranges a 1-2 seat configuration in their First Class coaches (and 2-2 in Second Class). Upon booking, obviously I chose the “1” seat as it was a window AND aisle seat at the same time. My favorite kind of seat! Haha 😆 . The seat itself was quite comfortable. While it couldn’t be turned into a “flat” seat, who would need a flat seat anyway on a max. 3.5 hours train ride? Each seat also had an electric socket and each passenger was allowed to a 100 Mb complimentary data package, which was quite generous IMO.

On board Thalys’ First Class coach

There were a light snack and a dinner service on my outbound trip and a lunch service on my inbound trip. The heavy meal was served between Brussels and Paris. It made sense, as this was the longest leg and appeared to be the busiest one too. Overall, though, the meal service was just okay; pretty much similar to what you could expect on economy class long-haul flights with full service airlines. Though, this was certainly better than Second Class because nothing was served there, haha. What stood out, for me was that they served rosé wine as one option for the drinks! 😀

The dinner service on board Thalys’ First Class to Paris. The soft cheese was really good!!

From my observation, the crews appeared to be “mixed” in terms of their level of service. Some were really good and attentive, some others were not really.

Anyway, travelling with a high-speed train was always fun! Especially when travelling at full speed next to a highway, just like this:

Yep, at approximately 300 km/hour, obviously those cars in the highway were so “slow”, haha. And yep, the ride was super smooth.

Paris and French Food

Arriving on Friday evening, spending the entire Saturday at Stade Roland Garros, and leaving on Sunday at around noon meant that I did not have any time to explore Paris. Well, to be honest I did not mind at all because I have been to Paris a few times before, haha.

Though, I still managed to stop by at Louvre for my Paris selfie this year 😛

Another aspect of Paris that I really loved was, obviously, the food!!

The positive side of the, rather, underwhelming dinner service on board the Thalys ride to Paris was that I was still quite hungry upon arrival. So I went to a restaurant and ordered my must-have dish everytime I went to Paris: confit de canard! Haha 😆 . This confit de canard was not the best one, but I liked it much better than the one I had last year which did not come with any salad, haha.

My must-have dish every time I am in Paris: confit de canard

After my visit to Roland Garros, I went to my favorite restaurant nearby and ordered an escalope de veau. Actually I ordered this dish there every year, haha. Another dish which I had was bavette boeuf. Well, what can I say, French food never disappoints!


Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Thalys First Class

Di samping, jelas, turnamen tenisnya, satu hal lain yang aku tunggu-tunggu dari perjalanan ini mode transportasiku pergi ke (dan kembali dari) Paris, karena aku akan naik First Class-nya kereta super cepat, Thalys.

Kereta super cepat Thalys di Gare Du Nord

Aku langsung pergi ke Stasiun Amsterdam Centraal sepulang kerja, cukup lama sebelum waktu keberangkatan karena aku penasaran dengan Lounge Internasionalnya NS di sana yang bisa kuakses dengan tiketku. Secara singkat, lounge-nya ternyata underwhelming. Memang sih enak bisa menunggu sambil duduk-duduk di sofa yang nyaman, tetapi ya sudah itu aja. Setiap pengunjung hanya mendapatkan jatah satu minuman non-alkohol (Mereka juga menyediakan minuman beralkohol tetapi tidak cuma-cuma). Jadi lain kali ketika aku naik First Class lagi, aku nggak akan membela-belain diri datang awal hanya untuk lounge-nya deh, haha.

NS International Lounge di Amsterdam Centraal

Susunan kursi di First Class-nya Thalys adalah 1-2 (sementara 2-2 di Second Class). Ketika memesan tiket, jelas dong aku memilih kursi “1” karena ini adalah kursi window DAN aisle pada saat yang bersamaan. Kursi favoritku nih yang begini! Haha 😆 . Kursinya sendiri cukup nyaman. Memang sih nggak bisa dibuat menjadi kursi “rata”, tetapi siapa juga yang membutuhkan kursi rata di perjalanan maksimal 3,5 jam-an aja kan? Setiap kursi juga dilengkapi dengan colokan listrik dan setiap penumpang mendapatkan paket data 100 Mb secara cuma-cuma, lumayan sih menurutku.

Di dalam gerbong First Class-nya Thalys

Ada layanan snack ringan dan makan malam di perjalanan keberangkatanku dan layanan makan siang di perjalanan kepulangan. Layanan makan beratnya selalu disajikan di antara Brussels dan Paris. Masuk akal sih, karena ini adalah bagian terpanjang dan yang, nampaknya, paling ramai juga. Secara umum, untukku layanan makanannya biasa saja deh; kurang lebih seperti apa yang kita dapatkan di penerbangan jarak jauh di kelas ekonomi dengan maskapai full-service. Walaupun begitu, ini sudah lebih baik daripada Second Class sih karena di sana kan nggak diberikan apa-apa ya, haha. Yang asyik adalah, mereka menyediakan rosé wine sebagai salah satu pilihan minumannya! 😀

Layanan makan malam di First Classnya Thalys ke Paris. Kejunya enak banget!!

Sepengamatanku, krunya sendiri “campur-campur” dalam hal level pelayanannya. Beberapa sangat baik dan perhatian, sementara yang lainnya kurang begitu baik.

Anyway, naik kereta super cepat itu selalu seru loh! Terutama ketika keretanya sedang bergerak dengan kecepatan penuh di sebelah sebuah jalan tol, seperti berikut ini:

Yup, dengan kecepatan sekitar 300 km/jam, jelas dong ya itu mobil-mobil di jalan tol pada disalipin dengan mudah saking “pelan”-nya, haha. Dan iya, keretanya memang mulus banget.

Paris dan Masakan Prancis

Tiba di Jumat malam, seharian di Stade Roland Garros di hari Sabtu, dan pulang di tengah hari Minggu, artinya memang aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di Paris. Yah, sejujurnya sih aku tidak masalah dengan itu karena toh aku sudah pernah ke Paris beberapa kali sebelumnya, haha.

Walaupun begitu, aku masih menyempatkan diri mampir di Louvre untuk Paris selfie-ku tahun ini 😛 .

Satu aspek lain dari Paris yang aku suka adalah, jelas, makanannya!!

Sisi positif dari layanan makan malam yang agak mengecewakan di perjalanan dengan Thalys ke Paris adalah aku masih merasa cukup lapar ketika tiba di sana. Jadilah aku mencari restoran yang menyajikan masakan yang harus aku makan setiap kali aku ke Paris: confit de canard! Haha 😆 . Confit de canard yang ini bukan lah yang paling enak yang pernah kumakan sih, tetapi aku masih lebih menyukainya daripada yang kudapatkan tahun lalu yang nggak ada saladnya dong, haha.

Masakan yang harus selalu kupesan setiap kali ke Paris: confit de canard

Setelah kunjunganku ke Roland Garros, aku pergi ke restoran favoritku di dekat sana dan memesan escalope de veau. Sebenarnya aku selalu memesan masakan ini sih setiap kali di sana, haha. Satu masakan lain yang kupesan adalah bavette boeuf. Ah, yang namanya masakan Prancis mah memang nggak pernah mengecewakan!

#1939 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part I: Lyon)


Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Lyon

Obviously, I chose not to fly direct to Lyon, haha. In fact, on both ways I had a transit at Paris-CDG. In general, all the flights were standard short-haul flights with Air France so I would not get to too much details here. There was only one “incident” on my way to Lyon that worth sharing, haha 😛 .

I had quite a tight connection at Paris-CDG, at only 50 minutes. So obviously I was not happy to find out that the departure of my flight AF1741 was delayed by 20 minutes! But it did not end there. Once all passengers boarded, the captain announced that Schiphol was very busy at the time and we only got a clearance for departure in another 20 minutes! The string of delays still did not finish here. When we finally left the terminal, it turned out we got a departure slot at:

Runway 36L aka the Polderbaan

Yes, the friggin’ Polderbaan So all in all, consequently we took off from Schiphol one hour (!) behind schedule.

But there was nothing I could do so I just tried to relax (and order some wine on board, lol). Though, I wasn’t all that worried. I already checked online and I found that Air France had a scheduled evening flight to Lyon from Paris-CDG later today. So even in the worst case scenario, I figured they would bump me into that flight. Sure it would cause some inconvenience in terms of my arrival time in Lyon, but I had been to Lyon before anyway so there would be not much that I would miss.

A small bottle of wine to enjoy the moment.

Anyway, 50 minutes later we landed at runway 09L of Paris-CDG. I walked briskly once I deboarded about 5 minutes before the scheduled departure of my connecting flight, on the slightest hope that my connecting flight would probably be delayed too. I checked the transit monitors and went to my gate.

And I found it surprising that my gate was the same gate that I just got off from. Yep, as it turned out, my connecting flight to Lyon would be operated with the same airplane (even with the same crew set)! This was the first time ever I took these kind of flights! Lol 😆 . So consequently the flight to Lyon was also delayed by around 45 minutes! Yep, at the end, everything worked out well (for me)! 😛

I took two different flights (AF1741 and AF7646) with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXA today!

Once all passengers to Lyon boarded, the captain apologized for the delay and explained this was due to late arrival from Amsterdam. Well, I could testify for that! Lol 😛 .


Lion selfie in Lyon

It worths mentioning that this trip took place during a very warm weekend in Europe; and this was also true for Lyon. It was really warm when I was there, where the temperature came close to 30°C or so, haha. Despite this, though, obviously I still managed to get around the city, haha 😆 .

I bought a daily public transpotation card to get around Lyon. I stayed near Gare Part Dieu and that was quite some distance from Vieux Lyon (Old Lyon), the most attractive (and touristy) part of the city. Obviously I was not planning to walk there because of the temperature, lol 😆 . The Lyonese trams looked really cool, though. Here is one of them:

A Lyonese tram

Anyway, unsurprisingly it was a busy weekend in Lyon where the Vieux Port was full of people (read: tourists)! I crossed both the Rhone and Saone rivers and walked around the old town. After lunch, I took the funicular to the top of the Fourviere Hill here Lyon’s Notre Dame Basilica was located. The small park next to the basilica provided good bird’s eye view of the city too.

Notre Dame Fourviere in Lyon

I looked at the map and Theatre Gallo-Romains did not look very far away from the basilica. Fortunately this turned out to be true because I decided to walk there, haha 😆 . This Roman theatre appeared like how I remembered it from 2014, it was very well-preserved.

Theatre Gallo-Romains

From there, I took the other funicular line down back to Vieux Lyon. At this point, I felt like I had walked enough and it was really warm anyway, so I decided to: shop! Haha 😆 . Even at one point I decided to just go to the big mall near Gare Part Dieu because it had air-conditioner in it, haha 😆 .

The Food

Lyon is known as the gastronomy capital of France, so obviously food was one main element of this trip, haha, even though I did not go to any Michelin-starred restaurant, unlike the last time.

One dish which I did not have the chance to try the last time I was in Lyon was quenelle de brochet. And so I told myself to not miss it this time around (and gave it a go to miss the andouillette, another Lyon’s specialty, because I was traumatized by the mustard sauce the last time I had it (I hate French mustard)). Anyway, the quenelle tasted good. I would probably not call it my most favorite dish ever because I found the sauce to be really creamy and heavy, but it was definitely much better (for me) than andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Another dish surprised me, btw, because (1) it was, obviously, really good and (2) I told myself why I never thought about it before. It was a “fillet de canard” (duck breast) steak. Really, it tasted very good!! In fact, maybe I will try to cook one myself soon! Hmm 🤔


Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke Lyon

Jelas dong aku tidak terbang langsung dari Amsterdam ke Lyon, haha. Di kedua arah, aku transit dulu di Paris-CDG. Secara umum, semua penerbangannya adalah penerbangan standar jarak dekat dengan Air France sehingga aku tidak akan merincinya di sini. Hanya saja, ada satu “insiden” di perjalanan keberangkatanku ke Lyon yang layak diceritakan 😛 .

Waktu transitku cukup ketat di Paris-CDG, hanya 50 menit saja. Jadi jelas aku merasa tidak terlalu senang ketika tahu bahwa penerbangan AF1741ku dijadwalkan berangkat terlambat 20 menit hari ini! Masalahnya lagi, ternyata berita buruknya belum berakhir. Setelah semua penumpang naik pesawat, pilot mengumumkan bahwa Bandara Schiphol sangat sibuk waktu itu sehingga kami baru mendapatkan giliran untuk berangkat 20 menit kemudian! Disini pun masalahnya masih belum berakhir pula. Setelah akhirnya pesawat bergerak, ternyata keberangkatan kami adalah dari:

Landasan pacu 36L alias Polderbaan

Iyaa, Polderbaan laknat itu Semua ini mengakibatkan kami lepas landas satu jam (!) di belakang jadwal.

Berhubung toh semuanya di luar kuasaku, ya sudah aku pasrah saja dan berusaha santai (dan memesan wine dong di pesawat, haha). Tapi aku memang tidak begitu khawatir sih. Aku sudah cek di internet bahwa hari itu Air France memiliki penerbangan malam ke Lyon dari Paris-CDG. Jadi andaikata skenario terburuk terjadi, aku cukup yakin Air France akan memindahkanku ke penerbangan itu. Memang sih ini akan mengakibatkan sedikit ketidak-nyamanan dalam hal waktu tibaku di Lyon, tetapi toh aku sudah pernah ke Lyon sebelumnya jadi tidak terlalu banyak lah yang akan kulewatkan.

Sebotol kecil wine untuk memasrahkan diri kepada situasi.

Anyway, sekitar 50 menit kemudian kami mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris-CDG. Aku berjalan cepat-cepat begitu keluar dari pesawat sekitar 5 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan lanjutanku, dengan berbekal harapan amat kecil penerbanganku selanjutnya mungkin terlambat juga, haha. Aku kemudian mengecek layar monitor transit di bandara untuk mengetahui gerbang keberangkatannya.

Aku cukup kaget ketika melihat bahwa gerbangnya adalah gerbang yang sama dari mana aku baru saja keluar. Iya, ternyata, penerbanganku ke Lyon akan dioperasikan dengan pesawat yang sama (bahkan dengan set kru yang sama)! Ini adalah kali pertama aku mengalami kejadian begini nih! Haha 😆 . Jadilah akibatnya penerbangan ke Lyon juga kena delay selama 45 menit! Iya, pada akhirnya, semuanya baik-baik saja (untukku)! 😛

Aku menaiki dua penerbangan berbeda (AF1741 dan AF7646) dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXA ini hari ini!

Setelah semua penumpang tujuan Lyon naik pesawat, pilotnya meminta-maaf atas keterlambatan ini dan menyebutkan ini disebabkan oleh keterlambatan penerbangan sebelumnya dari Amsterdam. Yah, aku bisa kok bersaksi untuk pernyataan ini! 😛


Lion selfie di Lyon

Relevan untuk disebutkan bahwa perjalanan ini berlangsung di akhir pekan yang amat panas di Eropa; dan di Lyon juga demikian. Panas banget deh ketika aku di sana, dimana suhu udaranya mencapai 30°C, haha. Walaupun begini, toh aku masih sempat jalan-jalan di kotanya, haha 😆 .

Aku membeli tiket harian transportasi umum untuk berkeliling Lyon. Aku menginap di dekat Gare Part Dieu yang berjarak cukup jauh dari Vieux Lyon (Lyon Tua), bagian paling kece (dan paling penuh turis) dari Lyon. Jelas, aku ogah berjalan-kaki kesana apalagi lagi panas-panasnya begini, haha 😆 . Btw, disain tram di Lyon keren-keren loh. Berikut ini salah satunya:

Sebuah tramnya Lyon

Anyway, tidak mengherankan akhir pekan ini ramai banget di Lyon dimana Vieux Portnya penuh orang (baca: turis)! Aku menyebrangi kedua sungai Rhone dan Saone dan berjalan-kaki keliling kotanya. Setelah makan siang, aku naik funicular ke atas bukit Fourviere dimana Basilika Notre Dame-nya Lyon berada. Dari taman kecil di samping basilikanya kita bisa melihat pemandangan Lyon dari atas.

Notre Dame Fourviere di Lyon

Aku lihat di peta dan Teater Gallo-Romains nampak tidak jauh dari basilikanya. Untung ini benar karena aku memutuskan untuk berjalan-kaki kesana, haha 😆 . Teater Romawi ini masih seperti yang kuingat dari tahun 2014, sungguh terawat dengan amat baik.

Teater Gallo-Romains

Dari sana, aku menaiki funicular lain untuk turun kembali ke Vieux Lyon. Aku merasa sudah cukup jalan-jalannya dan toh udaranya panas banget, jadilah aku memutuskan untuk: shopping! Haha 😆 . Bahkan di satu waktu aku memutuskan untuk ngemall aja loh di sebuah mall besar di dekat Gare Part Dieu yang dilengkapi dengan AC, haha 😆 .


Lyon dikenal sebagai ibukota kulinernya Prancis, jadi jelas makanan adalah satu elemen penting dari perjalanan ini, haha, walaupun aku tidak pergi ke restoran berbintang Michelin sih kali ini, tidak seperti yang lalu.

Satu menu yang tidak sempat aku cobain ketika terakhir kali aku di Lyon adalah quenelle de brochet. Jadilah aku berencana untuk tidak melewatkannya kali ini (dan tidak berkeberatan untuk melewatkan andouillette, sebuah makanan khasnya Lyon yang satunya, karena aku trauma dengan saus mustard-nya waktu itu (aku tidak suka mustard Prancis!)). Anyway, quenelle-nya enak juga ternyata. Mungkin aku tidak akan mengklaimnya sebagai masakan terfavoritku karena aku merasa sausnya creamy dan “berat” banget, tetapi (untukku) tetap jauh lebih enak daripada andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Satu menu mengagetkanku, btw, karena (1) jelas, rasanya enak banget dan (2) Kok aku nggak kepikiran sebelumnya ya? Haha. Menu ini adalah steak “fillet de canard” (dada bebek). Beneran loh, rasanya enak banget!! Malahan, aku berpikir untuk sekali-sekali mencoba membuatnya sendiri nih! Hmm 🤔