EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2135 – In Paris for RG18

ENGLISH

Posts in the Tennis Weekend in Roland Garros 2018 series:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

The Transport

As I shared in the Introduction post, my transport (read: flights ๐Ÿ˜› ) routing for this trip looks like the following:

My routing this weekend. From gcmap.com

I was desperately looking for a non-direct return option and this was the best option (price-wise, schedule-wise, and routing-wise) which I could find at the time, haha ๐Ÿ˜€ .

Anyway, in this trip I found out that the food section Schengen KLM Crown Lounge had gone through some mini “renovations” with the introduction of some kitchenary which, to me, looked refreshing and better than before! I also felt like the warm food quality was better than usual; though for this I am not sure if this was due to the seasonal menu change or it was a real improvent.

It was perhaps minor but this rack was certainly a nice addition to the lounge!

My flight to Toulouse would leave from Paris-Orly Airport. I took the OrlyBus to get there, which would only be my second time since December 2012! Haha ๐Ÿ™‚ . Btw, I also realized that it was better (location-wise) to go via Orly Airport when visiting Paris as it was closer to the city than Charles De Gaulle. Also, I felt like the OrlyBus was much more convenient than the RER B train; though, perhaps the next time I should try a Le Bus Direct service to the city center from Paris-CDG. I have used this bus service a couple of times already actually but both trips were between Paris-CDG and Paris-ORY while transferring between the two airports (this “airports shuttle” route was free with my Flying Blue status ๐Ÿ˜€ ) and I found the bus ride comfortable, hmm.

An OrlyBus at Denfert-Rochereau in Paris

My transfer time in Toulouse was only 50 minutes, which was quite tight. As I arrived quite early at Orly, I asked a check-in agent if it was possible for me to move to one of the two earlier Air France flights to Toulouse which would give me more of a leeway during transfer. She said my ticket allowed free change of flight BUT both flights were full already. Oh well…

And then, as with pretty much all other airports in France (with the exception of Charles De Gaulle), transferring experience at Toulouse Airport was horrible because I had to exit the airport and reentered it again meaning I would need to clear security again. It was such a hassle, especially with such a short connection time! It also happened that I was behind a young couple with a baby at security who brought a lot of stuffs which weren’t packed correctly! Lol ๐Ÿ˜† .

A KLM Cityhopper’s Embraer E175 reg PH-EXW at Toulouse-Blagnac Airport

But nonetheless, in the end I made the connection. KLM Cityhopper’s brand new Embraer ERJ175 reg PH-EXW was just arriving in Amsterdam when I cleared security so I knew I was safe. Though, even if I missed it, I knew KLM still had two flights to Amsterdam later on today, haha. Having said that, this experience reminded me to book an option with longer transfer time while connecting in a French airport other than Paris-CDG! Haha ๐Ÿ˜†

Paris

Anyway because I arrived on Friday afternoon, I spent the entire Saturday at Roland Garros (see Part I), and Sunday was my flying day, I did not have a lot of time to explore Paris itself. But I didn’t mind as I have been there a few times already.

This year I went to Notre Dame in Paris

Though, I still managed to go to Notre Dame for my annual selfie with a Paris landmark on my Roland Garros trip, haha ๐Ÿ˜† (I took a selfie with the Eiffel Tower four years ago, the Sacrรฉ-Cล“ur three years ago, the Arc De Triomphe two years ago, and the Louvre last year ๐Ÿ˜› ). Btw, so actually I am wondering what should be the landmark for this selfie next year? Haha ๐Ÿ˜† .

A delicious confit de canard in Paris!

Speaking Paris, it means French, and it also means French Food, one of my most favorite food in the world! And as usual, the French food did not disappoint! This time I also followed my “tradition” though as in the previous years. I had a confit de canard as my first dinner at a restaurant near Notre Dame, and an escalope de veau at a restaurant I knew nearby Roland Garros after visiting the tournament! And btw, the confit de canard was one of the better ones which I have ever had in Paris! The restaurant name was Le Lutece, and I should definitely write this name down somewhere (like here in this blog ๐Ÿ˜› ).

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Tennis Weekend in Roland Garros 2018:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

Transportasi

Seperti yang kusebutkan di posting Introduction, rute transportasiku (baca: penerbangan-penerbangan ๐Ÿ˜› ) kali ini adalah kayak begini:

Ruteku di akhir pekan ini. Dari gcmap.com

Jelas dong aku maunya penerbangan pp yang tidak non-stop dan ini adalah opsi yang terbaik (dari segi harga tiket, jadwal, dan rute) yang bisa kutemukan waktu itu, haha ๐Ÿ˜€ .

Anyway, di perjalanan ini aku lihat bagian makanan di Crown Lounge Schengen-nya KLM sudah “direnovasi” sedikit loh dengan beberapa perabotan yang, bagiku, nampak menyegarkan dan lebih oke daripada sebelumnya! Juga, aku merasa kualitas makanan hangatnya lebih oke daripada biasanya; walaupun untuk yang ini aku tidak yakin apakah hanya dikarenakan perubahan menu musiman saja atau beneran kemajuan sih.

Mungkin sepele sih tapi rak roti ini adalah tambahan perabot yang oke untuk lounge-nya!

Penerbanganku ke Toulouse akan diberangkatkan dari Bandara Paris-Orly. Aku menaiki OrlyBus untuk pergi ke sana, yang mana adalah kali kedua aku menaikinya setelah yang pertama kali adalah di bulanย Desember 2012! Haha ๐Ÿ™‚ . Btw, aku juga baru benar-benar sadar bahwa dari segi lokasi, Bandara Orly ini lebih oke daripada Charles De Gaulle jika kita berniat mengunjungi Paris. Juga, aku merasa OrlyBus ini lebih nyaman daripada kereta regional RER B; walaupun mungkin lain kali aku akan mencoba layanan bus Le Bus Direct sih ke pusat kota dari Paris-CDG. Sebenarnya sih aku sudah pernahย dua kaliย naik bus ini tapi di keduanya aku bepergian dari Paris-CDG ke Paris-ORY ketika transit di antara dua bandara ini (“Layanan antar bandara” ini gratis untukku karenaย status Flying Blue-kuย ๐Ÿ˜€ ) dan perjalanan dengan busnya menurutku nyaman, hmm.

Sebuah OrlyBus di Denfert-Rochereau di Paris

Waktu transitku di Toulouse hanyalah 50 menit, yang mana lumayan mepet kan ya. Karena aku tiba agak kepagian di Orly, aku bertanya ke agen check-in-nya apakah bisa aku pindah ke salah satu dari dua penerbangan Air France ke Toulouse yang berangkat lebih awal sehingga waktu transitku agak panjangan gitu. Petugasnya berkata sebenarnya tiketku adalah tiket fleksibel yang membebaskanku untuk berpindah penerbangan tanpa dikenakan biaya TAPI masalahnya hari ini kedua penerbangan ini sudah full banget dong. Ya sudah lah ya…

Dan kemudian, seperti selayaknya bandara-bandara lain di Prancis (kecuali Charles De Gaulle sih), pengalaman transit di Bandara Toulouse itu parah nggak enak banget dah, haha. Aku harus keluar bandaranya dan kemudian memasukinya lagi yang mana artinya aku harus melewati pemeriksaan sekuriti lagi. Kan repot banget ya jadinya, apalagi dengan waktu transit yang mepet! Mana kebetulan pula di pemeriksaan sekuriti aku berada di belakangnya sepasang suami-istri muda dengan bayi mereka yang bawaannya ke kabin segambreng banget dan itu pun tidak di-pack dengan benar! Haha ๐Ÿ˜†

Sebuah Embraer E175 rego PH-EXW-nya KLM Cityhopper di Bandara Toulouse-Blagnac

Ah tapi pada akhirnya ternyata waktu transitnya cukup kok dimana aku tidak ketinggalan penerbangan lanjutanku, haha. Pesawat baru Embraer ERJ175 rego PH-EXWnya KLM Cityhopper baru saja tiba dari Amsterdam ketika aku selesai melewati pemeriksaan sekuritinya jadi aku tahu aku aman. Walaupun sebenarnya andaikata ketinggalan pun aku tahu KLM masih ada dua penerbangan ke Amsterdam sih sore harinya nanti, jadi aman banget lah ya, haha. Walaupun begitu, pengalaman ini mengingatkanku untuk sebaiknya membeli tiket dengan waktu transit yang agak panjangan jika transitnya di sebuah bandara Prancis selain di CDG! Haha ๐Ÿ˜†

Paris

Anywayย karena aku tiba di Jumat sore, Sabtuku seharian aku habiskan di Roland Garros (baca Bagian I), dan di hari Minggu aku sudah pulang, aku tidak memiliki banyak waktu untuk jalan-jalan di Parisnya sendiri. Tapi nggak masalah sih karena toh aku sudah pernah beberapa kali kesana.

Tahun ini aku pergi ke Notre Dame di Paris

Walapun begitu, aku masih sempat pergi ke Notre Dame untuk selfie tahunanku di perjalanan Roland Garros ini dengan sebuah landmark-nya Paris, haha ๐Ÿ˜† (Aku selfie dengan Menara Eiffel empat tahun yang lalu, dengan Sacrรฉ-Cล“ur tiga tahun lalu, denganย Arc De Triomphe dua tahun lalu, dan denganย Louvre tahun laluย  ๐Ÿ˜› ). Btw, jadi sebenarnya sekarang aku jadi bertanya-tanya nih enaknya tahun depan selfienya dengan landmark apa lagi ya? Haha ๐Ÿ˜†

Confit de canard yang enak banget di Paris!

Ngomongin Paris, artinya Prancis, artinya makanan Prancis, salah satu makanan favoritku! Dan seperti biasa, masakan Prancis itu tidak pernah mengecewakan! Kali ini aku juga mengikuti “tradisiku” seperti tahun-tahun yang lalu. Aku makan confit de canardย di hari pertama dan escalope de veauย di restoran langgananku di dekatnya Roland Garros setelah mengunjungi turnamennya! Dan btw, confit de canard yang ini adalah salah satu yang terenak yang pernah aku makan di Paris loh! Nama restorannya adalah Le Lutece, dan aku sepertinya harus menuliskannya nih supaya nggak lupa (seperti misalnya di blog ini ๐Ÿ˜› ).

Advertisements
EuroTrip, Tennis, Vacation, Weekend Trip

#2131 – A Weekend in Roland Garros 2018

ENGLISH

Posts in the Tennis Weekend in Roland Garros 2018 series:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

As usual, I arrived at the gate at around 9 AM. This was, of course, a little bit “too early” but this decision would ensure me to be at the front of the line to enter the ground when the gate would be opened ๐Ÿ˜› . Anyway long story short, at 10 AM the gate was opened and, yes, I was back at Roland Garros again this year! ๐Ÿ˜€

The new Court No. 18 at Roland Garros

As I already had a breakfast at my hotel this morning, I decided to use the time to immediately explore the ground. While this was my seventh year in a row to go to Roland Garros, this year was quite “different” because some of the improvement work was already completed! There were three new courts which looked like three mini amphitheatres (as each was enclosed by layers of benches), which were really beautiful! The facilities had been redesigned and moved around as well, and at times this made me feel like it was my first time in Roland Garros as I wasn’t familiar with the layout! Haha ๐Ÿ˜† .

Anyway, as usual, I decided to watch the women’s legends final at Court Suzanne Lenglen as my first event today. This year, the final was between Kim Clijsters/Nathalie Tauziat and Amelie Mauresmo/Nathalie Dechy. Yep, for my first time here, Martina Navratilova wasn’t involved! Haha ๐Ÿ˜€ . Anyway, the match was quite exciting, even though at the very end it was filled with chokes from both sides (Like, each team double-faulted on each of their own’s match point! ๐Ÿ˜…). But finally, Mauresmo/Dechy won 6-7(4), 6-4, [15-13].

Amelie Mauresmo and Nathalie Dechy won the women’s legends event

The match ended at around 1 PM so it was a perfect time for lunch. As I said, I initially wasn’t aware of where the restaurant was (as the “old” place was now part of the two new courts). I asked the information desk and apparently what previously was a store at the basement of Court Philippe Chatrier was now a restaurant! Haha ๐Ÿ˜€ . Anyway, this year the menu was also completely different where the warm meal options were a ham dish or a chicken dish. I opted for the chicken, which I had with pasta and some ratatouille as the side dish.

A chicken leg with pasta and ratatouille for lunch at Roland Garros

After going around for a little bit, I decided to go to my seat at Court Philippe Chatrier. Of course I chose to go in a little bit early so I would have all the time that I needed to take some pictures inside, haha ๐Ÿ˜† . Btw, at the time Oliver Marach and Mate Pavic were warming up for their upcoming men’s doubles final.

At Court Philippe Chatrier again this year

Spectators filled in the stadium quite rapidly after that as people were getting ready for the main match today, the women’s singles final. The match would be contested between the current world no.1, Simona Halep, who up to this point had never won a grandslam title despite reaching the finals three times and lost in three sets in all of those (one of which was last year’s final against Jelena Ostapenko), and the world no.10, Sloane Stephens, a young American player who won the US Open last year.

The coin toss between Simona Halep and Sloane Stephens

Btw, I noticed that Simona Halep had a lot of fans coming to support her today. Around the ground, I saw a lot of people bringing Romanian attributes (flags, wearing clothes of the Romanian flag colours, chanting some yells clearly supporting Halep, etc). But interestingly, today I was sitting in an area of the stadium which somehow was filled by mostly Americans, or at least Sloane’s fans, haha ๐Ÿ˜› . Some of them tried to chant “USA, USA, USA” in response to the “Simona, Simona…” chants by Halep’s supporters, haha.

Simona Halep fans at Roland Garros

Anyway, both players entered the stadium at 3 PM. Halep won the coin toss and elected to receive, meaning Sloane would serve first. I won’t go to too much details here, but Sloane started the match right on fire. She was immediately peaking and played unbelievable level of tennis. Her shots, strategy, movement, and basically everything was right and perfect! Like, she could do nothing wrong! And so she quite quickly took the first set 6โ€“3 and immediately led 2โ€“0 in the second set.

Sloane Stephens started the match right on fire and on point, clicking in every department.

At this point, I started to feel bad for Halep because she was clearly trying and she was playing great herself (she was the more aggressive player of the two on court today); but her opponent was just playing unbelievable tennis and there was nothing could be done about that. But then something started to happen. At the twelfth game, Sloane’s level “finally” started to “drop” a little bit from this “peak”. And if you play tennis you would understand how this could be bad news for Sloane, especially given what was at stake here (a grandslam title). Somehow I feel like this got into Sloane’s mind and it went downward spiral there. Errors started to creep in her game. At the same time, this gave Halep the momentum that she needed. From that point, Halep played brilliantly and won 13 of the next 15 games; and finally clinching the title with a 3โ€“6, 6โ€“4, 6โ€“1 victory! Yes, Simona Halep finally won a grandslam title she truly deserved; and I was feeling really happy for her!!

The moment Simona Halep finally won a grandslam.

The trophy ceremony followed afterwards. Coupe Suzanne Lenglen, which was stored in a Louis Vuitton box, haha, was brought to the court. Arantxa Sanchez then gave the trophy to Simona Halep, who finally was able to get rid of the “Slamless” title some people put on her.

I think Simona’s expression in this photo said it all! “FINALLY!!”

After uploading some Instagram Story videos (haha), I decided that I needed to stretch my leg and to fill my stomach with something; and that something being a subway sandwich, haha.

Learning from my experience two years ago, I knew that Court Philippe Chatrier was open for everyone for the doubles final. So instead of going back to my seat, I decided to try my luck by going to one of the courtside box. Luckily I went in right just in time where I still found a vacant great courtside seat!

My view for the men’s doubles final!

The men’s doubles final was contested between a French duo, Pierre-Hugues Herbet/Nicolas Mahut, who was seeded sixth, and the Austrian-Croatian duo, Oliver Marach/Mate Pavic, the second seed. Btw, Mate Pavic was ranked world no.1 in men’s doubles at the time. Both teams played different style, where Herbet/Mahut were more about the touch and technique whereas Marach/Pavic were more about power and aggression. The match had started when I entered the court and Herbert/Mahut were controlling the momentum already in the first set. They quickly won it 6โ€“2.

Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut took control of the first set.

The second set was much more competitive and exciting. Both teams were pretty much even up to the middle of the set. Then after a poor service game by Marach, Herbet/Mahut gained some momentum by breaking Marach’s serve. But then it was Mahut’s turn to have a poor service game and the match went back even. But Marach/Pavic seized this momentum and got themselves a couple of set points. Herbert/Mahut fought hard and saved those set points so the second set had to go to a tiebreak. Herbet/Mahut played a great tiebreak where they immediately got some lead. In the end, they clinched it 6โ€“2, 7โ€“6(4) and, thus, won their first ever Roland Garros title.

Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut won the men’s doubles title of Roland Garros 2018

It was a great day to be French, for sure. The spectators chanted the French national anthem during the trophy ceremony too.

With the last match of the day being completed, it was time for me to leave as well. And yeah, I just had a great day at Roland Garros!

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Tennis Weekend in Roland Garros 2018:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

Seperti biasanya, aku tiba di gerbang masuk sekitar jam 9 pagi. Agak kepagian sih ini, tapi ini memastikan aku berada di posisi paling depan di antrian masuk ketika gerbangnya dibuka nanti, haha ๐Ÿ˜› . Singkat cerita, gerbangnya dibuka jam 10 pagi dan, iya, aku kembali di Roland Garros lagi tahun ini! ๐Ÿ˜€

Lapangan No. 18 yang baru di Roland Garros

Karena aku sudah sarapan di hotel paginya, aku memutuskan untuk menggunakan waktuku untuk mengeksplor kompleks turnamennya. Walaupun ini adalah tahun ketujuh berturutan aku pergi ke Roland Garros, tahun ini terasa agak “berbeda” karena beberapa pekerjaan konstruksi pengembangan turnamennya sudah selesai! Misalnya saja ada tiga lapangan baru yang nampak seperti amphitheater mini (yang mana masing-masing dikelilingi oleh beberapa tingkat bangku), yang mana nampak indah! Fasilitas di sekitar kompleksnya juga sebagian sudah didisain dan ditata-ulang, sehingga terkadang membuatku merasa ini seperti kunjungan pertamaku di Roland Garros karena aku tidak familier dengan denahnya! Haha ๐Ÿ˜†

Anyway, seperti biasa, aku memutuskan untuk menonton final turnamen legenda putri di Lapangan Suzanne Lenglen hari ini. Tahun ini, finalnya adalah antara Kim Clijsters/Nathalie Tauziat dan Amelie Mauresmo/Nathalie Dechy. Yep, untuk pertama kalinya untukku, Martina Navratilova tidak terlibat dong! Haha ๐Ÿ˜€ . Anyway, pertandingannya lumayan menarik, walaupun bagian akhirnya dipenuhi dengan chokesย dari kedua tim sih (Misalnya, kedua timย double-fault dong di match point-nya masing-masing!๐Ÿ˜…). Tapi pada akhirnya, Mauresmo/Dechy menang 6-7(4), 6-4, [15-13].

Amelie Mauresmo dan Nathalie Dechy memenangi gelar legenda putri.

Pertandingan berakhir sekitar jam 1 siang yang mana merupakan waktu yang pas untuk makan siang. Seperti yang kubilang, awalnya aku tidak tahu lokasi restorannya dimana (karena lokasi yang “lama” kini sudah menjadi bagian dari dua lapangan baru). Aku bertanya ke meja informasi dan ternyata apa yang dulunya toko di lantai basement Lapangan Philippe-Chatrier kini adalah restoran! Haha ๐Ÿ˜€ . Ngomong-ngomong, menu tahun ini juga berbeda banget dimana pilihan makanan hangatnya adalah daging ham atau ayam. Aku memilih ayam, yang mana aku temani dengan pasta dan ratatouille.

Paha ayam dengan pasta dan ratatouille untuk makan siang.

Setelah berkeliling sedikit, aku memutuskan untuk masuk menuju kursiku di Lapangan Philippe Chatrier. Jelas dong aku masuk agak awal supaya ada waktu untuk foto-foto dulu, haha ๐Ÿ˜† . Btw, waktu itu Oliver Marach dan Mate Pavic sedang pemanasan untuk final ganda putra mereka nantinya.

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini.

Penonton mulai masuk ke lapangan dengan cepat setelahnya untuk menonton pertandingan utama hari ini, final tunggal putri. Pertandingannya akan dimainkan oleh pemain peringkat 1 dunia, Simona Halep, yang hingga waktu ini belum pernah menjuarai grandslam walaupun sudah masuk final tiga kali dan kalah dalam tiga set di semuanya (salah satunya adalah final tahun lalu melawan Jelena Ostapenko), dan petenis peringkat 10 dunia, Sloane Stephens, yang mana petenis muda dari Amerika yang menjuarai US Open tahun lalu.

Coin toss antara Simona Halep dan Sloane Stephens

Btw, ada banyak loh fansnya Simona Halep yang datang untuk mendukungnya. Di sekitaran kompleks, ada banyak banget orang-orang yang membawa atribut Romania (bendera, pakaian dengan warna bendera Romania, bahkan mereka memiliki yel-yel sendiri untuk mendukung Halep, dll). Tapi menariknya, hari ini aku bisa-bisanya duduk di area stadionnya yang dipenuhi kebanyakan oleh orang Amerika, atau seenggaknya pendukungnya Sloane Stephens, haha ๐Ÿ˜› . Beberapa dari mereka bersorak “USA, USA, USA” untuk meladeni yel-yel “Simona, Simona…” dari pendukungnya Halep, haha.

Fansnya Simona Halep di Roland Garros

Anyway, kedua pemain memasuki lapangan jam 3 sore. Halep memenangi coin toss dan memilih untuk receive, yang berarti Sloane akan servis duluan. Aku tidak akan menuliskan detailnya di sini, tapi Sloane memulai pertandingan dengan sempurna sekali. Pukulan-pukulannya, strateginya, dan pergerakannya pas dan sempurna banget! Ia seperti tidak mampu membuat kesalahan gitu, segala yang dilakukannya benar dan tepat! Dan jadilah ia dengan lumayan cepat mengambil set pertamaย  6โ€“3 dan langsung unggul 2โ€“0 di set kedua.

Sloane Stephens memulai pertandingan dengan sempurna, segalanya “klik” banget.

Di waktu ini, aku sedikit merasa kasihan terhadap Halep karena ia jelas terus berusaha dan sebenarnya bermain dengan bagus juga (ia bermain lebih agresif daripada Sloane); tapi ya memang lawannya sedang bermain tenis dengan level sempurna dan ini jelas tidak bisa diapa-apakan. Tapi sesuatu mulai terjadi di game kedua-belas. Levelnya Sloane “akhirnya” mulai sedikit “turun” dari level “puncak” ini. Dan jika kamu bermain tenis, pasti paham mengapa ini adalah berita buruk untuk Sloane, terutama dengan mempertimbangkan apa yang dipertaruhkan di sini (gelar grandslam). Entah mengapa rasanya ini masuk ke pikirannya Sloane dan semuanya dengan cepat terjun bebas dari sana. Kesalahan-kesalahan mulai muncul di permainannya. Di waktu yang sama, ini memberikan Halep momentum yang ia butuhkan. Dan dari waktu itu, Halep bermain dengan sangat baik dan memenangi 13 dari 15 game selanjutnya. Akhirnya,ย ia mendapatkan gelarnya dengan kemenangan 3โ€“6, 6โ€“4, 6โ€“1! Iya, Simona Halep akhirnya menjuarai grandslam yang memang berhak ia dapatkan; dan aku ikut merasa senang untuknya!!

Momen dimana Simona Halep akhirnya menjuarai grandslam.

Upacara pemberian piala berlangsung setelahnya. Coupe Suzanne Lenglen, yang disimpan di dalam kotak Louis Vuitton, haha, dibawa ke lapangan. Arantxa Sanchez memberikan pialanya kepada Simona Halep, yang mana akhirnya berhasil menghilangkan gelar “Slamless” disematkan beberapa orang kepadanya.

Aku rasa ekspresinya Simona di foto ini mengungkapkan semuanya! “AKHIRNYA!!”

Setelah upload beberapa video InstaStory (haha), aku meluruskan kakiku dan memutuskan untuk mengganjal perutku dengan sandwich, haha.

Berdasarkan pengalamankuย dua tahun yang lalu, aku tahu bahwa Philippe Chatrier dibuka untuk umum di final ganda putra. Jadilah bukannya kembali ke kursiku, aku mencoba peruntunganku dengan pergi ke salah satu kotak di samping lapangannya. Beruntung sekali aku masuk di waktu yang tepat dimana aku masih bisa menemukan beberapa kotak yang kosong dengan pandangan yang oke banget!

Pandanganku untuk final ganda putra!

Final ganda putranya dimainkan antara duo Prancis, Pierre-Hugues Herbet/Nicolas Mahut, unggulan keenam, dan duo Austria-Kroasia Oliver Marach/Mate Pavic, unggulan kedua. Btw, Mate Pavic merupakan pemain peringkat 1 dunia di ganda putra waktu itu. Kedua tim bermain dengan gaya yang berbeda, dimana Herbet/Mahut lebih tentangย touch dan teknik sementara Marach/Pavic lebih tentang kekuatan dan keagresifan. Pertandingannya sudah dimulai ketika aku masuk ke lapangan dan waktu itu Herbet/Mahut sudah mengontrol momentuk di babak pertama. Mereka dengan cepat memenanginya 6โ€“2.

Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut mengontrol babak pertama.

Babak keduanya lebih kompetitif dan seru. Kedua tim bermain seimbang hingga pertengahan set. Setelah game servis yang buruk dari Marach, Herbet/Mahut mendapatkan momentum dari patahnya servis Marach. Tapi kemudian datanglah giliran Mahut untuk memainkan game servis yang buruk dan pertandingannya kembali seimbang. Tapi Marach/Pavic memanfaatkan momentum ini dan berhasil mendapatkan beberapa set point untuk mereka. Herbert/Mahut berjuang keras menyelamatkan set point-set point tersebut dan berhasil memaksakan tiebreak untuk dimainkan di akhir set kedua. Herbet/Mahut memainkan tiebreakย yang baik dimana mereka langsung mengambil kontrolnya. Pada akhirnya mereka menang 6โ€“2, 7โ€“6(4) dan mendapatkan gelar Roland Garros pertama mereka.

Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut memenangi ganda putra di Roland Garros 2018

Ini adalah hari yang baik untuk orang Prancis, tentunya. Penonton menyanyikan lagu nasional Prancis di upacara pemberian pialanya juga.

Dengan pertandingan terakhir selesai dimainkan; sudah waktunya untukku pulang juga. Dan ya, aku baru saja menghabiskan satu hari yang seru di Roland Garros!

EuroTrip, Tennis, Vacation, Weekend Trip

#2121 – A Tennis Weekend Story

ENGLISH

Posts in the Tennis Weekend in Roland Garros 2018 series:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

So the main draw of this year’s French Open started about two weeks ago, which means this weekend was, finally, the time for my annual trip to Paris for the tournament this year. Yeay!! ๐Ÿ˜€

At Court Philippe Chatrier again this year

As my ticket this year was for Philippe Chatrier on Saturday, I would get the women’s singles final and men’s doubles final. The “fun” thing was that these two events were, perhaps, the most “unpredictable” ones of all based on the current dynamic of professional tennis. In other words, when the tournament started it was very difficult to predict which players I would watch in both finals! Haha ๐Ÿ˜† .

At last Simona Halep won a grandslam title!

In the end, it turned out the current world no.1, Simona Halep, and the reigning US Open champion, Sloane Stephens, made the women’s singles final. And the teams of Pierre-Hugues Herbet/Nicolas Mahut and Oliver Marach/Mate Pavic made the men’s doubles final. So it turned out both matches would be very interesting, and I was excited for these! ๐Ÿ˜€

Anyway, how was Paris? Well, I didn’t have a lot of time to spend in the city itself, but it was beautiful as always! Haha.

This year I visited Notre Dame in Paris

Btw, as I mentioned before, since the beginning I already knew that I would like to fly for this year’s trip to Paris. And of course I would like to, as much as possible, avoid direct return flights! Haha ๐Ÿ˜† . And so I made myself the following routing:

My routing this weekend. From gcmap.com

Haha ๐Ÿ˜› . Yep, I was back in Toulouse (Airport) for the first time since 2012! ๐Ÿ˜› There was actually another routing with cheaper fare which also was more interesting as it (1) involved an airport I had never used before (Clermont-Ferrand); (2) involved a flight with an airline I had never flown before (Trade Air, which wasย leased by Air France this summer); and (3) involved a Fokker 100, which would have been my first time flying this type in the 21st century (As a kid, I had flown this type with Sempati Air, haha). But this routing only spared a 25 minutes of transfer tim at Clermont-Ferrand, which was really tight and I was not comfortable with. And so I decided to set aside this otherwise fun routing.

Anyway, so yeah, my weekend was fun! ๐Ÿ˜€ As usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Tennis Weekend in Roland Garros 2018:
1. Introduction
2. Part I: Roland Garros 2018
3. Part II: Paris

Jadi babak utama turnamen tenis French Open tahun ini dimulai sekitar dua minggu yang lalu, yang mana berarti, akhirnya, akhir pekan kemarin adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Paris untuk turnamen ini tahun ini. Hore!! ๐Ÿ˜€

Di Lapangan Philippe Chatrier lagi tahun ini.

Karena tiketku tahun ini adalah Philippe Chatrier di hari Sabtu, aku akan mendapatkan pertandingan final tunggal putri dan final ganda putra. “Keseruan” dari dua pertandingan ini adalah dua events ini adalah yang paling “sulit diprediksi” dari semua events yang dimainkan berdasarkan dinamika dunia tenis profesional saat ini. Dengan kata lain, sebelum turnamen ini dimulai, sulit sekali untuk memprediksikan siapa yang akan aku tonton di kedua final! Haha ๐Ÿ˜† .

Akhirnya Simona Halep menjuarai gelar grandslam juga!

Pada akhirnya, petenis yang saat ini menduduki peringkat 1 dunia, Simona Halep, dan juara bertahan US Open tahun lalu, Sloane Stephens, masuk final tunggal putri. Dan Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut dan Oliver Marach/Mate Pavic memasuki final ganda putra. Jadi ternyata kedua pertandingannya akan menjadi pertandingan yang sangat menarik, dan aku merasa sangat excited untuk menonton keduanya!

Anyway, Parisnya sendiri bagaimana? Ya, nggak banyak sih waktu yang bisa aku habiskan di kotanya ini sendiri, tetapi kotanya masih indah kok seperti biasanya! Haha.

Tahun ini aku mengunjungi Notre Dame di Paris

Btw, seperti yang aku sebutkan sebelumnya, sejak awal untuk tahun ini aku sudah tahu aku akan naik pesawat untuk pergi ke Paris. Dan tentu saja sedapat mungkin aku menhindari penerbangan pp kan ya! Haha ๐Ÿ˜† . Dan jadilah pada akhirnya aku memilih rute berikut ini:

Ruteku akhir pekan ini. Dari gcmap.com

Haha ๐Ÿ˜› . Iya, akhirnya aku kembali juga di (Bandara) Toulouse untuk pertama kalinya semenjak 2012! ๐Ÿ˜› Sebenarnya ada rute lain dengan harga tiket yang lebih murah dan lebih menarik sih karena (1) melibatkan bandara baru yang belum pernah aku lalui sebelumnya (Clermont-Ferrand); (2) melibatkan satu penerbangan dengan maskapai baru yang belum pernah aku terbangi sebelumnya (Trade Air, yang mana disewaย oleh Air France musim panas ini); dan (3) melibatkan pesawat Fokker 100, yang mana akan menjadi kali pertama aku terbang dengan pesawat ini lagi di abad ke-21 (Sewaktu kecil aku pernah terbang dengan pesawat ini dengan maskapai Sempati Air, haha). Namun dengan rute ini, waktu transitku di Clermont-Ferrand hanya lah 25 menit, yang mana mepet banget dan membuatku tidak merasa sreg dengannya. Jadilah rute yang sebenarnya menarik ini aku kesampingkan.

Anyway, jadi ya gitu deh, akhir pekanku kemarin ini seru banget! Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2087 – A Weekend in Beautiful Bordeaux

ENGLISH

I went on a weekend trip to Bordeaux in a weekend in early March. Not too long ago I shared about the transportation part of the trip; and now is the time for the trip itself ๐Ÿ™‚ .

Bordeaux

In one sentence, Bordeaux turned out to be a really beautiful city!! I actually couldn’t believe I “waited” this long to finally go there, haha ๐Ÿ˜† . It was also big (for European standard) that I walked really, really a lot that weekend to get around (I could have bought a daily pass for the public transport, which I now recommend, haha; but at the time I honestly thought I wouldn’t need it as I (wrongly) assumed the city center would not be that big).

Porte Cailhau in Bordeaux

As with other (typical) European cities, the most beautiful area of Bordeaux was definitely the city centre. The buildings were just very beautiful with amazing architecture, and were well preserved! I mean, look at Porte Cailhau in the photo above, isn’t it charming and gives away an awesome castle vibe? ๐Ÿ˜€ You could just walk around the city center and got awed by the buildings!

Cathedrale St. Andre in Bordeaux

The city lied on the Garonne River, that was very big. The quayside of this river was really magnificent. I strolled along the river there all the way from Pont de Pierre to Pont Jacques Chaban-Delmas, which was about 3.5 km long (Remember when I mentioned above that the city was big? Haha ๐Ÿ˜€ ). Closer to Pont De Pierre, the buildings were from the 18th century thus providing classic beautiful look; and got more and more modern towards Pont Jacques Chaban-Delmas.

Pont Jacques Chaban-Delmas in Bordeaux

It also helped that the weather was great too when I was there (even though the forecast wasn’t great). The sun was shining and it was actually quite warm with temperature ranging in the 15ยฐ – 20ยฐC scale! So indeed it was very comfortable! Thankfully I brought my sunglasses this time as it was the perfect time for it to come out of hibernation, haha ๐Ÿ˜†

A Bordeaux selfie, an opportunity for my sunglasses to come out of hibernation.

To some degree the beautiful city was, sort of kinda, expected (Well, this was Europe! Duh!). However, Bordeaux surprised me big time with the … very beautiful sunset!! I mean, here is the sunset moment on my Saturday there:

Incredibly beautiful sunset in Bordeaux

Like, seriously, it was perhaps the prettiest sunset I had ever witnessed especially in a city! I mean, just look at that sky and the light pattern!! The beauty was just ridiculous, wasn’t it?

The Food

Aside from the beautiful city, Bordeaux (and the region) was very famous for its:

Red wine because Bordeaux

Yep, wine! Haha ๐Ÿ˜†ย So coming to this trip indeed I made wine as a “priority”, where I would drink wine whenever I could, haha ๐Ÿ˜› . And so I did, except on my last dinner where I opted for a cocktail because happy hour in Bordeaux was between 5 and 8 PM! Lol ๐Ÿ˜† . Anyway, Bordeaux wine was indeed special!

As for the food, I couldn’t really find any local dishes during my research period so I didn’t go on a mission to try out something. But despite this, though, the food did not disappoint. Well, this was how I always expected from French cuisine anyway, as they always delivered in my experience!

Magret de Canard in Bordeaux

***

So yeah, I guess you can tell from this post that I really loved Bordeaux. And so indeed this means that it is likely that I will come back there in the future! Haha ๐Ÿ˜† .

BAHASA INDONESIA

Aku pergi dalamย sebuah perjalanan akhir pekan ke Bordeauxย di satu akhir pekan di awal Maret. Belum lama yang lalu aku ceritakan mengenai transportasiku ke sana; sekarang adalah waktunya untuk cerita dari perjalanannya itu sendiri ๐Ÿ™‚ .

Bordeaux

Dalam satu kalimat, Bordeaux itu ternyata indah dan kece banget lho!! Aku sampai heran sendiri deh mengapa kok aku baru sekarang pergi kesananya, haha ๐Ÿ˜† . Kotanya sendiri juga berukuran besar (untuk standar Eropa) yang mana aku berjalan-kaki banyaak banget di akhir pekan itu untuk mengelilinginya (Sebenarnya aku bisa saja sih membeli pass transportasi umum satu hari di sana, yang mana aku rekomendasikan btw, haha; tapi waktu itu beneran aku kira aku tidak akan membutuhkannya karena aku asumsikan (yang mana ternyata salah) bahwa pusat kotanya nggak besar-besar amat).

Porte Cailhau di Bordeaux

Seperti (tipikal) kota-kota Eropa lainnya, bagian paling indah dari Bordeaux adalah pusat kotanya. Gedung-gedungnya kece banget dengan arsitektur yang keren-keren, dan semuanya terawat dengan baik! Maksudku, coba deh lihat Porte Cailhau di foto di atas, bagus kan dan ada kesan-kesan kastilnya gitu! ๐Ÿ˜€ Berjalan-kaki mengelilingi pusat kotanya saja sudah membuatku terpana oleh bangunan-bangunannya!

Cathedrale St. Andre di Bordeaux

Kota ini berada di Sungai Garonne, yang mana merupakan sungai yang besar. Di sisi sungai ini juga terdapat boulevard yang besar banget untuk pejalan-kaki yang keren banget. Aku berjalan menyusuri sungai ini dari Pont de Pierre hingga Pont Jacques Chaban-Delmas, yang mana kira-kira sepajang 3,5 km loh (Masih ingat kan aku sebutkan di atas kalau kota ini besar? Haha ๐Ÿ˜€ ). Di area di sekitar Pont De Pierre, bangunan-bangunannya berasal dari abad ke-18 sehingga penampilannya klasik kece gitu; dan aksennya berubah menjadi semakin modern ketika kita semakin mendekat Pont Jacques Chaban-Delmas.

Pont Jacques Chaban-Delmas di Bordeaux

Beruntung juga cuacanya oke ketika aku disana (walaupun ramalannya jelek). Matahari bersinar cerah dan suhu udaranya juga hangat di 15ยฐ – 20ยฐC! Jadi nyaman banget kan ya! Untungnya aku tidak lupa membawa kacamataku kali ini sehingga sudah saatnya untuk aku keluarkan dari hibernasinya, haha ๐Ÿ˜† .

Bordeaux selfie, kesempatan bagi kacamata hitamku untuk keluar dari hibernasi.

Kotanya yang kece mungkin masih bisa dibilang sesuai dengan dugaan ya (Namanya aja Eropa! Gimana sih? Haha). Namun, Bordeaux mengejutkanku dengan … sunset-nya yang ternyata kece banget doooong!! Berikut ini waktu matahari terbenam di hari Sabtuku di sana:

Matahari terbenam di Bordeaux

Beneran deh, rasanya ini adalah sunset paling kece yang pernah aku lihat terutama dari kota! Maksudku, lihat deh langitnya dan juga pola-pola semburat cahayanya!! Kecantikannya cetar banget kan ya?

Makanannya

Di samping kotanya, Bordeaux (dan area sekitarnya) terkenal akan:

Red wine karena Bordeaux

Iya, anggur (wine)-nya! Haha ๐Ÿ˜† . Jadilah di perjalanan ini anggur aku buat sebagai “prioritas” dimana aku akan meminumnya ketika ada kesempatan, haha ๐Ÿ˜› . Dan ini beneran aku lakukan, kecuali di makan malam terakhirku dimana aku memesan cocktail soalnya happy hour di Bordeaux itu ternyata antara jam 5 dan jam 8 malam dong! Huahaha ๐Ÿ˜† . Anyway, anggur Bordeaux memang spesial!

Untuk urusan makanan, aku tidak berhasil menemukan menu khas dari daerah ini di risetku sehingga aku tidak menargetkan apa-apa dalam hal ini. Biarpun begini, makanannya tidak mengecewakan. Yah, memang begini sih yang namanya masakan Prancis, selalu enak dari pengalamanku!

Magret de Canard di Bordeaux

***

Yep, dari posting ini jelas ya aku menikmati waktu dan perjalananku di Bordeaux. Jadi memang sepertinya bisa dibilang aku akan kembali ke sana nanti! Haha ๐Ÿ˜†

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2078 – A Nice Weekend in Nice

ENGLISH

In mid-February, I went on a weekend trip to Cote D’Azur. Here is the story of this short nice trip to Nice ๐Ÿ˜€ .

Getting There

I had a very interesting routing on this trip, as shown in the following map:

The routing this weekend. Created with gcmap.com

Haha ๐Ÿ˜† . The first three flights were operated by Air France while the last one to Amsterdam was by HOP! Brit Air. All flights were regular pleasant flights with Air France so there was not much to say about the flights themselves specifically.

Taking this Air France’s Airbus A319-100 from Nice to Nantes.

Maybe just that I was excited for the HOP! Brit Air’s flight because it was operated with a Bombardier CRJ1000 which was relatively uncommon! Haha ๐Ÿ˜› . Speaking of CRJ1000, it was my first flight with this type at Schiphol. And I just realized that apparently a CRJ1000 was too long for the Fokker Farm and so we had to park at the antimainstream D apron remote stand area at Schiphol! It was my first time there! Haha ๐Ÿ˜› .

Parking at Schiphol’s antimainstream D apron remote stand!

Also, my first flight to Paris was delayed for 80 minutes. This delay was unusual because all of us (including the crews) only knew about this delay once all passengers boarded. Apparently there was a cargo handling problem where the ground staffs needed to unload all cargo from the plane, check those, and load them back in. This was all for safety reason, btw. Even though this did not affect me that much (as I assigned myself a 3 hours transit at Paris-CDG just in case something like this would happen) other than having to sit for an extra hour on board F-GTAY, this wasn’t the case for many other passengers who had much tighter, even intercontinental, connection at Paris! I felt for the crews, though, because some passengers expressed their frustration at them. But the crews remained calm and professional in this situation, which was nice to see.

And also, the always beautiful Nice Cote D’Azur. You can easily see the airport ๐Ÿ˜€ .

Nice

Anyway, Nice was as how I remembered it, it was nice, haha ๐Ÿ˜† . This trip actually made me ask myself why I have not visited this Cote D’Azur city more often! I mean, this was only my second time there, the previous and only other time was 5.5 years ago!

The dark side of the Mediterranean Sea

The weather turned out to be “mixed” on this trip, because it was horrible on Saturday (because it rained, haha) while it was really perfect on Sunday! Actually I realized that I wore too much clothes (so it became quite uncomfortable) but I had no other option as I was on my way to the airport, haha. Also, I forgot to bring my sunglasses so at times I had to squint! Lol ๐Ÿ˜†

Promenade Des Anglais with the perfect Cote D’Azur weather on Sunday.

You could call this both lucky and unlucky. It happened that this weekend was the opening weekend of Carnaval De Nice; and I had no idea about this until I was in town. This meant that I did not plan my trip around this event at all, where I did not have a ticket nor prepared myself for it (The event was in the evening and I was already tired by then! Lol ๐Ÿ˜† ). The better side of this was that there were some unusual carnaval-related stuffs around the city which made it look “unique” and more festive than normal, though, haha…

Carnaval De Nice

Speaking of food, with only a short time there, I only had time for a dinner. I decided to stop by at a restaurant near my hotel in the city centre. Upon looking at the menu book, I recognized a dish that was called “Niรงois dish”. Yep, a dish literally with that name, which sort of challenged us by saying that “You don’t get any more local than this dish!“. Lol. So obviously I ordered one.

A delicious “Niรงois Dish”

And indeed it was really good! As typical in the region, this dish was clearly a fusion (sort of say) between French and Italian cuisine, where beef stew was served with tagliatelle and several vegetarian side dishes!

This trip was indeed a nice getaway to Nice; but it was just too short. So in conclusion, I think I need to visit Nice more often, and stay longer! Lol ๐Ÿ˜† .

BAHASA INDONESIA

Di pertengahan Februari yang lalu, aku pergi dalamย sebuah perjalanan akhir pekan ke Cote D’Azur. Dan berikut ini cerita perjalanan singkat ke Nice yang nice ini ๐Ÿ˜€ .

Penerbangan-penerbangannya

Ruteku di perjalanan ini cukup menarik, seperti yang ditunjukkan di peta berikut ini:

Rute di akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Haha ๐Ÿ˜† . Tiga penerbangan pertama adalah dengan Air France sementara yang terakhir adalah dengan HOP! Brit Air. Semuanya adalah penerbangan reguler yang nyaman dengan Air France sehingga tidak banyak yang bisa kutuliskan di sini dari penerbangan-penerbangannya.

Aku naik Airbus A319-100 milik Air France ini dari Nice ke Nantes.

Eh, mungkin cuma aku merasa excited dengan penerbangannya HOP! Brit Air sih karena penerbangannya dioperasikan dengan pesawat Bombardier CRJ1000 yang tergolong langka kan ya! Haha ๐Ÿ˜› . Ngomongin CRJ1000, aku baru sadar bahwa ternyata pesawat tipe ini tuh terlalu panjang loh untuk Fokker Farm-nya Schiphol sehingga pesawat harus diparkir di tempat parkir remote apron D! Huaa, kali pertama nih aku berada di apron antimainstream ini! Haha ๐Ÿ˜› .

Parkir di apron D-nya Schiphol yang antimainstream!

Juga, penerbangan pertamaku ke Paris terlambat 80 menit. Keterlambatan ini cukup unik karena kami semua (termasuk kru penerbangan) baru tahu akan keterlambatan ini ketika semua penumpang sudah naik pesawat. Ternyata ada masalah dengan cargo handling-nya dimana petugas darat harus mengeluarkan semua kargo dari pesawat, mengeceknya, dan kemudian memasukkan semuanya kembali. Ini semua demi alasan keselamatan penerbangan, btw. Walaupun keterlambatan ini tidak terlalu menggangguku (aku sengaja memilih penerbangan dengan waktu transit 3 jam di Paris-CDG untuk jaga-jaga andai kejadian semacam ini terjadi) selain harus duduk satu jam lebih lama di dalam F-GTAY, tetapi tidak demikian bagi banyak penumpang lain yang memiliki waktu koneksi yang jauh lebih singkat, bahkan koneksi ke penerbangan antar-benua, di Paris! Aku bersimpati terhadap pramugara/i-nya btw, karena beberapa penumpang melampiaskan kekesalannya kepada mereka. Tetapi pramugara/i-nya tetap kalem dan profesional dalam situasi ini, yang mana membuat senang deh melihatnya.

Dan juga, Nice Cote D’Azur yang selalu kece nan indah banget. Bandaranya bisa dilihat dengan jelas kan ๐Ÿ˜€ .

Nice

Anyway, Nice memang sebagaimana yang kuingat, kotanya asyik, haha ๐Ÿ˜† . Perjalanan ini membuatku bertanya kepada diri sendiri mengapa aku tidak mengunjungi kota di Cote D’Azur ini lebih sering! Maksudku, ini baru kali keduaku loh di sana, dan yang sebelumnya dan kali pertamaย adalah 5,5 tahun yang lalu!

Sisi gelap dari Laut Tengah

Cuacanya sendiri “gado-gado” banget di perjalanan ini, dimana cuacanya menjengkelkan di hari Sabtu (soalnya hujan, haha) tetapi sempurna banget di hari Minggu! Bahkan, aku merasa aku memakai terlalu banyak pakaian hari itu (sehingga agak terasa kurang nyaman) tetapi nggak ada pilihan lain soalnya aku sudah otw ke bandara, haha. Dan juga aku kelupaan membawa kacamata hitamku sehingga aku harus memicingkan mata! Haha ๐Ÿ˜† .

Promenade Des Anglais dengan cuaca Cote D’Azur yang sempurna di hari Minggu.

Yang berikut ini bisa dibilang beruntung maupun sial. Kebetulan akhir pekan ini adalah akhir pekan pembukaan dari Carnaval De Nice; dan aku sama sekali tidak tahu akan hal ini sampai ketika aku tiba di sana. Ini artinya rencanaku di perjalanan ini tidak aku sesuaikan dengan jadwal acara ini, dimana aku tidak memiliki tiket maupun tidak siap secara fisik untuknya (Acaranya berlangsung di lama hari dan aku sudah kecapaian waktu itu! Haha ๐Ÿ˜† ). Sisi baiknya adalah ada beberapa hiasan yang berkaitan dengan karnaval di kotanya sehingga nampak “unik” dan lebih meriah daripada biasanya, haha…

Carnaval De Nice

Ngomongin makanan, karena waktuku hanya sebentar di sana, aku hanya memiliki waktu untuk satu kali makan malam saja. Aku memutuskan untuk mampir di sebuah restoran di dekat hotel. Ketika melihat menunya, aku melihat sebuah menu yang namanya adalah “Masakan Niรงois”. Iya, masakan yang namanya seperti menantang kita dengan berkata “Nggak mungkin deh lebih lokal/khas daripada masakan ini!“. Haha. Jadi jelas dong ya aku memesannya.

“Masakan Niรงois” yang enak banget.

Dan ternyata memang enak! Seperti tipikal di daerah ini, masakannya nampak seperti fusion (kurang lebih begitu) antara makanan Prancis dan Italia, dimana beef stew disajikan dengan tagliatelle dan beberapa masakan sampingan vegetarian!

Perjalanan ini memang adalah perjalanan yang seru ke Nice; tetapi memang terlalu singkat. Jadi kesimpulannya, sepertinya aku harus mempertimbangkan untuk mengunjungi Nice lebih sering, dan menginap agak lamaan dikit gitu di sana! Haha ๐Ÿ˜† .

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2075 – A Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers have known now, I went on a weekend trip this past weekend!! And this time, I went to Bordeaux in France!

A Bordeaux selfie

Under some obscure definition, this was not my “first time” to Bordeaux.ย The TGV train I took to go to Lourdes from Paris in October 2012 passed Bordeaux’s Saint Jean Station; and last year I was transitting at Bordeaux – Merignac Airport twice on two Avgeek Weekend Trips. Lol. But of course under the most commonly used definition, those “visits” did not count ๐Ÿ˜› .

Considering that Bordeaux was famous for the wine, I figured that I should arrange an actual weekend trip there. And so I did!

Red wine because Bordeaux

As for how to get to Bordeaux, of course I chose to fly (duh!); and of course I booked myself non-direct return flights ticket with interesting routing. Here it was this weekend:

The routing to Bordeaux. Created with gcmap.com

Hahaha ๐Ÿ˜† .What even more interesting was that my Air France’s Bordeaux – Lyon flight was operated by HOP! with an … Air Explore’s Boeing 737-800! Yep, a new airline for my logbook thanks to Air France wet-leasing thisย plane from Air Explore! ๐Ÿ˜€ Oh, and also, I got upgraded to Europe Business Class on KLM’s Lyon – Amsterdam flight ๐Ÿ˜€ .

Anyway, Bordeaux turned out to be magnificent!! I actually can’t believe I waited this “long” to go there! Here are some photos from the trip as teasers:

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam perjalanan akhir pekan lagi akhir pekan kemarin!! Dan kali ini, aku pergi ke Bordeaux di Prancis!

Bordeaux selfie

Berdasarkan definisi aneh dan anti-mainstream, sebenarnya ini bukan lah “kali pertama” aku ke Bordeaux. Kereta TGV yang aku naiki untukย pergi ke Lourdes dari Paris di bulan Oktober 2012ย kan lewat Stasiun Saint Jean di Bordeaux; dan tahun lalu aku transit dua kali di Bandara Bordeaux – Merignacย dalam dua Avgeek Weekend Trips. Huahaha. Tapi tentu saja berdasarkan definisi yang umumnya digunakan, “kunjungan-kunjungan” itu tidak dihitung lah ya ๐Ÿ˜› .

Dengan mempertimbangkan Bordeaux itu terkenal akan minuman anggur (wine)-nya, aku tahu aku harus merancang sebuah perjalanan akhir pekan kesana. Jadilah aku rancang beneran!

Anggur merah karena Bordeaux

Untuk masalah bagaimana pergi ke Bordeaux-nya, jelas lah ya aku maunya naik pesawat (menurut ngana?); dan tentu saja aku membeli tiket pesawat pp yang pakai transit dengan rute yang menarik. Berikut ini rutenya kemarin:

Rute ke Bordeaux. Dibuat dengan gcmap.com

Hahaha ๐Ÿ˜† . Yang lebih menarik lagi adalah penerbangan Air France Bordeaux – Lyon-ku dioperasikan oleh HOP! dengan … Boeing 737-800nya Air Explore! Iya, maskapai baru untukย logbook-kuย berkat Air France yang meng-wet-leaseย pesawat ini dari Air Explore! ๐Ÿ˜€ Oh iya, aku juga di-upgrade ke kelas bisnis Eropa loh di penerbangan KLM Lyon – Amsterdam.

Anyway, Bordeaux ternyata bagus banget lho!! Aku terheran-heran sendiri mengapa baru sekarang aku pergi kesananya!! Di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini sebagai teasers.

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2064 – Another Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers have known by now, I went on … another weekend trip this past weekend!! Hahaha ๐Ÿ™ˆ. According to my KLM profile, here was the routing this weekend.

AMS to AMS via CDG, NCE, NTE.

Yep, big lol ๐Ÿ˜† . Even though actually I had a 21 hours of “transit” in Nice under this routing. So indeed it was actually a short weekend trip to Nice (I have no idea why KLM arranged the trip profile like that because I actually bought a return ticket to Nice, haha). Anyway, on a map this routing looks like this:

The routing this weekend. Created with gcmap.com

The flights were operated by Air France and HOP! Brit Air, on an Air France’s Airbus A321-200 F-GTAY, an Airbus A320-200 F-HBNF, an Airbus A319-100 F-GPMA, and a HOP! Brit Air’s Bombardier CRJ1000 F-HMLJ.

I have been to Nice once before, way back in October 2012. I remembered having nice experience in Nice that time and so I decided to come back for a weekend trip in February, while also hoping to be lucky enough to get good Cote D’Azur weather!! ๐Ÿ˜› You know I was lucky on my second weekend trip to Marseille in a month last year, haha ๐Ÿ˜† .

The beautiful Nice Cote D’Azur.

And, as expected, Nice was indeed nice ๐Ÿ˜› . It was too bad that my time in Nice was not that much this time actually. The weather itself turned out to be rather “mixed”, where it was quite horrible on Saturday (it rained) but was amazing on Sunday. Anyway, here are a few photos as teasers from this short trip:

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram (@azilko)-ku ketahui, aku pergi dalam … sebuah perjalanan akhir pekan lagi akhir pekan kemarin ini!! Hahaha ๐Ÿ™ˆ. Menurut profil KLMku, berikut ini ruteku kemarin:

AMS ke AMS via CDG, NCE, NTE.

Huahaha ๐Ÿ˜† . Walaupun sebenarnya waktu “transit”-ku di Nice adalah sekitar 21 jam sih. Jadi sebenarnya perjalanan ini memang lah perjalanan akhir pekan singkat ke Nice (Aku nggak tahu juga sih kenapa KLM menampilkan perjalanan ini seperti itu di profilku padahal ketika aku membeli tiketnya, aku membeli tiket pp ke Nice kok, haha). Anyway, di peta rutenya nampak seperti ini:

Rute akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Penerbangan-penerbangannya dioperasikan oleh Air France dan HOP! Brit Air, dengan pesawatnya Air France yang Airbus A321-200 rego F-GTAY, Airbus A320-200 rego F-HBNF, Airbus A319-100 rego F-GPMA, dan pesawatnya HOP! Brit Air yang Bombardier CRJ1000 rego F-HMLJ.

Aku sudah pernah ke Nice sekali sebelumnya, dulu banget tapinya di bulan Oktober 2012. Aku ingat pengalamanku waktu itu asyik banget di kota ini makanya aku memutuskan untuk kembali dalam sebuah perjalanan akhir pekan di bulan Februari, sekalian berharap mudah-mudahan cuacanya adalah cuaca a la Cote D’Azur yang asyik!! ๐Ÿ˜› Ya habisnya tahun laluย kan akuย beruntung di perjalanan akhir pekan kedua ke Marseilleย dalam sebulan, haha ๐Ÿ˜† .

Nice Cote D’Azur yang kece banget.

Dan, seperti yang kuduga, Nice was indeed nice ๐Ÿ˜› . Sayang sih sebenarnya waktuku di Nice tidak terlalu lama. Cuacanya sendiri ternyata gado-gado banget, dimana nyebelin di hari Sabtu (hujan soalnya, haha) tetapi perfect banget di hari Minggu. Ya gitu deh, di atas adalah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.