EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1946 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part III: Thalys and Paris)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Thalys First Class

Aside from, obviously, the tennis tournament, one thing I was excited about this trip was how to get (and back from) to Paris, as I was travelling First Class with the high-speed train, Thalys.

A Thalys high-speed train at Gare Du Nord

I went straight from work to Amsterdam Centraal Station, well ahead of the departure because I was curious with the NS International Lounge which I could, of course, access with my ticket. In short, the lounge was underwhelming. While it was nice to be able to sit on a comfortable sofa while waiting for the train, that was pretty much it. Each person was only entitled to one serving of non-alcoholic drink as the service (They served alcohols (beers, wines) but were not free of charge). So the next time I travel first class, I wouldn’t bother to arrive at the station early just for the lounge, haha.

NS International Lounge at Amsterdam Centraal

Thalys arranges a 1-2 seat configuration in their First Class coaches (and 2-2 in Second Class). Upon booking, obviously I chose the “1” seat as it was a window AND aisle seat at the same time. My favorite kind of seat! Haha 😆 . The seat itself was quite comfortable. While it couldn’t be turned into a “flat” seat, who would need a flat seat anyway on a max. 3.5 hours train ride? Each seat also had an electric socket and each passenger was allowed to a 100 Mb complimentary data package, which was quite generous IMO.

On board Thalys’ First Class coach

There were a light snack and a dinner service on my outbound trip and a lunch service on my inbound trip. The heavy meal was served between Brussels and Paris. It made sense, as this was the longest leg and appeared to be the busiest one too. Overall, though, the meal service was just okay; pretty much similar to what you could expect on economy class long-haul flights with full service airlines. Though, this was certainly better than Second Class because nothing was served there, haha. What stood out, for me was that they served rosé wine as one option for the drinks! 😀

The dinner service on board Thalys’ First Class to Paris. The soft cheese was really good!!

From my observation, the crews appeared to be “mixed” in terms of their level of service. Some were really good and attentive, some others were not really.

Anyway, travelling with a high-speed train was always fun! Especially when travelling at full speed next to a highway, just like this:

Yep, at approximately 300 km/hour, obviously those cars in the highway were so “slow”, haha. And yep, the ride was super smooth.

Paris and French Food

Arriving on Friday evening, spending the entire Saturday at Stade Roland Garros, and leaving on Sunday at around noon meant that I did not have any time to explore Paris. Well, to be honest I did not mind at all because I have been to Paris a few times before, haha.

Though, I still managed to stop by at Louvre for my Paris selfie this year 😛

Another aspect of Paris that I really loved was, obviously, the food!!

The positive side of the, rather, underwhelming dinner service on board the Thalys ride to Paris was that I was still quite hungry upon arrival. So I went to a restaurant and ordered my must-have dish everytime I went to Paris: confit de canard! Haha 😆 . This confit de canard was not the best one, but I liked it much better than the one I had last year which did not come with any salad, haha.

My must-have dish every time I am in Paris: confit de canard

After my visit to Roland Garros, I went to my favorite restaurant nearby and ordered an escalope de veau. Actually I ordered this dish there every year, haha. Another dish which I had was bavette boeuf. Well, what can I say, French food never disappoints!

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Thalys First Class

Di samping, jelas, turnamen tenisnya, satu hal lain yang aku tunggu-tunggu dari perjalanan ini mode transportasiku pergi ke (dan kembali dari) Paris, karena aku akan naik First Class-nya kereta super cepat, Thalys.

Kereta super cepat Thalys di Gare Du Nord

Aku langsung pergi ke Stasiun Amsterdam Centraal sepulang kerja, cukup lama sebelum waktu keberangkatan karena aku penasaran dengan Lounge Internasionalnya NS di sana yang bisa kuakses dengan tiketku. Secara singkat, lounge-nya ternyata underwhelming. Memang sih enak bisa menunggu sambil duduk-duduk di sofa yang nyaman, tetapi ya sudah itu aja. Setiap pengunjung hanya mendapatkan jatah satu minuman non-alkohol (Mereka juga menyediakan minuman beralkohol tetapi tidak cuma-cuma). Jadi lain kali ketika aku naik First Class lagi, aku nggak akan membela-belain diri datang awal hanya untuk lounge-nya deh, haha.

NS International Lounge di Amsterdam Centraal

Susunan kursi di First Class-nya Thalys adalah 1-2 (sementara 2-2 di Second Class). Ketika memesan tiket, jelas dong aku memilih kursi “1” karena ini adalah kursi window DAN aisle pada saat yang bersamaan. Kursi favoritku nih yang begini! Haha 😆 . Kursinya sendiri cukup nyaman. Memang sih nggak bisa dibuat menjadi kursi “rata”, tetapi siapa juga yang membutuhkan kursi rata di perjalanan maksimal 3,5 jam-an aja kan? Setiap kursi juga dilengkapi dengan colokan listrik dan setiap penumpang mendapatkan paket data 100 Mb secara cuma-cuma, lumayan sih menurutku.

Di dalam gerbong First Class-nya Thalys

Ada layanan snack ringan dan makan malam di perjalanan keberangkatanku dan layanan makan siang di perjalanan kepulangan. Layanan makan beratnya selalu disajikan di antara Brussels dan Paris. Masuk akal sih, karena ini adalah bagian terpanjang dan yang, nampaknya, paling ramai juga. Secara umum, untukku layanan makanannya biasa saja deh; kurang lebih seperti apa yang kita dapatkan di penerbangan jarak jauh di kelas ekonomi dengan maskapai full-service. Walaupun begitu, ini sudah lebih baik daripada Second Class sih karena di sana kan nggak diberikan apa-apa ya, haha. Yang asyik adalah, mereka menyediakan rosé wine sebagai salah satu pilihan minumannya! 😀

Layanan makan malam di First Classnya Thalys ke Paris. Kejunya enak banget!!

Sepengamatanku, krunya sendiri “campur-campur” dalam hal level pelayanannya. Beberapa sangat baik dan perhatian, sementara yang lainnya kurang begitu baik.

Anyway, naik kereta super cepat itu selalu seru loh! Terutama ketika keretanya sedang bergerak dengan kecepatan penuh di sebelah sebuah jalan tol, seperti berikut ini:

Yup, dengan kecepatan sekitar 300 km/jam, jelas dong ya itu mobil-mobil di jalan tol pada disalipin dengan mudah saking “pelan”-nya, haha. Dan iya, keretanya memang mulus banget.

Paris dan Masakan Prancis

Tiba di Jumat malam, seharian di Stade Roland Garros di hari Sabtu, dan pulang di tengah hari Minggu, artinya memang aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di Paris. Yah, sejujurnya sih aku tidak masalah dengan itu karena toh aku sudah pernah ke Paris beberapa kali sebelumnya, haha.

Walaupun begitu, aku masih menyempatkan diri mampir di Louvre untuk Paris selfie-ku tahun ini 😛 .

Satu aspek lain dari Paris yang aku suka adalah, jelas, makanannya!!

Sisi positif dari layanan makan malam yang agak mengecewakan di perjalanan dengan Thalys ke Paris adalah aku masih merasa cukup lapar ketika tiba di sana. Jadilah aku mencari restoran yang menyajikan masakan yang harus aku makan setiap kali aku ke Paris: confit de canard! Haha 😆 . Confit de canard yang ini bukan lah yang paling enak yang pernah kumakan sih, tetapi aku masih lebih menyukainya daripada yang kudapatkan tahun lalu yang nggak ada saladnya dong, haha.

Masakan yang harus selalu kupesan setiap kali ke Paris: confit de canard

Setelah kunjunganku ke Roland Garros, aku pergi ke restoran favoritku di dekat sana dan memesan escalope de veau. Sebenarnya aku selalu memesan masakan ini sih setiap kali di sana, haha. Satu masakan lain yang kupesan adalah bavette boeuf. Ah, yang namanya masakan Prancis mah memang nggak pernah mengecewakan!

Advertisements
EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1939 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part I: Lyon)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Lyon

Obviously, I chose not to fly direct to Lyon, haha. In fact, on both ways I had a transit at Paris-CDG. In general, all the flights were standard short-haul flights with Air France so I would not get to too much details here. There was only one “incident” on my way to Lyon that worth sharing, haha 😛 .

I had quite a tight connection at Paris-CDG, at only 50 minutes. So obviously I was not happy to find out that the departure of my flight AF1741 was delayed by 20 minutes! But it did not end there. Once all passengers boarded, the captain announced that Schiphol was very busy at the time and we only got a clearance for departure in another 20 minutes! The string of delays still did not finish here. When we finally left the terminal, it turned out we got a departure slot at:

Runway 36L aka the Polderbaan

Yes, the friggin’ Polderbaan So all in all, consequently we took off from Schiphol one hour (!) behind schedule.

But there was nothing I could do so I just tried to relax (and order some wine on board, lol). Though, I wasn’t all that worried. I already checked online and I found that Air France had a scheduled evening flight to Lyon from Paris-CDG later today. So even in the worst case scenario, I figured they would bump me into that flight. Sure it would cause some inconvenience in terms of my arrival time in Lyon, but I had been to Lyon before anyway so there would be not much that I would miss.

A small bottle of wine to enjoy the moment.

Anyway, 50 minutes later we landed at runway 09L of Paris-CDG. I walked briskly once I deboarded about 5 minutes before the scheduled departure of my connecting flight, on the slightest hope that my connecting flight would probably be delayed too. I checked the transit monitors and went to my gate.

And I found it surprising that my gate was the same gate that I just got off from. Yep, as it turned out, my connecting flight to Lyon would be operated with the same airplane (even with the same crew set)! This was the first time ever I took these kind of flights! Lol 😆 . So consequently the flight to Lyon was also delayed by around 45 minutes! Yep, at the end, everything worked out well (for me)! 😛

I took two different flights (AF1741 and AF7646) with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXA today!

Once all passengers to Lyon boarded, the captain apologized for the delay and explained this was due to late arrival from Amsterdam. Well, I could testify for that! Lol 😛 .

Lyon

Lion selfie in Lyon

It worths mentioning that this trip took place during a very warm weekend in Europe; and this was also true for Lyon. It was really warm when I was there, where the temperature came close to 30°C or so, haha. Despite this, though, obviously I still managed to get around the city, haha 😆 .

I bought a daily public transpotation card to get around Lyon. I stayed near Gare Part Dieu and that was quite some distance from Vieux Lyon (Old Lyon), the most attractive (and touristy) part of the city. Obviously I was not planning to walk there because of the temperature, lol 😆 . The Lyonese trams looked really cool, though. Here is one of them:

A Lyonese tram

Anyway, unsurprisingly it was a busy weekend in Lyon where the Vieux Port was full of people (read: tourists)! I crossed both the Rhone and Saone rivers and walked around the old town. After lunch, I took the funicular to the top of the Fourviere Hill here Lyon’s Notre Dame Basilica was located. The small park next to the basilica provided good bird’s eye view of the city too.

Notre Dame Fourviere in Lyon

I looked at the map and Theatre Gallo-Romains did not look very far away from the basilica. Fortunately this turned out to be true because I decided to walk there, haha 😆 . This Roman theatre appeared like how I remembered it from 2014, it was very well-preserved.

Theatre Gallo-Romains

From there, I took the other funicular line down back to Vieux Lyon. At this point, I felt like I had walked enough and it was really warm anyway, so I decided to: shop! Haha 😆 . Even at one point I decided to just go to the big mall near Gare Part Dieu because it had air-conditioner in it, haha 😆 .

The Food

Lyon is known as the gastronomy capital of France, so obviously food was one main element of this trip, haha, even though I did not go to any Michelin-starred restaurant, unlike the last time.

One dish which I did not have the chance to try the last time I was in Lyon was quenelle de brochet. And so I told myself to not miss it this time around (and gave it a go to miss the andouillette, another Lyon’s specialty, because I was traumatized by the mustard sauce the last time I had it (I hate French mustard)). Anyway, the quenelle tasted good. I would probably not call it my most favorite dish ever because I found the sauce to be really creamy and heavy, but it was definitely much better (for me) than andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Another dish surprised me, btw, because (1) it was, obviously, really good and (2) I told myself why I never thought about it before. It was a “fillet de canard” (duck breast) steak. Really, it tasted very good!! In fact, maybe I will try to cook one myself soon! Hmm 🤔

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke Lyon

Jelas dong aku tidak terbang langsung dari Amsterdam ke Lyon, haha. Di kedua arah, aku transit dulu di Paris-CDG. Secara umum, semua penerbangannya adalah penerbangan standar jarak dekat dengan Air France sehingga aku tidak akan merincinya di sini. Hanya saja, ada satu “insiden” di perjalanan keberangkatanku ke Lyon yang layak diceritakan 😛 .

Waktu transitku cukup ketat di Paris-CDG, hanya 50 menit saja. Jadi jelas aku merasa tidak terlalu senang ketika tahu bahwa penerbangan AF1741ku dijadwalkan berangkat terlambat 20 menit hari ini! Masalahnya lagi, ternyata berita buruknya belum berakhir. Setelah semua penumpang naik pesawat, pilot mengumumkan bahwa Bandara Schiphol sangat sibuk waktu itu sehingga kami baru mendapatkan giliran untuk berangkat 20 menit kemudian! Disini pun masalahnya masih belum berakhir pula. Setelah akhirnya pesawat bergerak, ternyata keberangkatan kami adalah dari:

Landasan pacu 36L alias Polderbaan

Iyaa, Polderbaan laknat itu Semua ini mengakibatkan kami lepas landas satu jam (!) di belakang jadwal.

Berhubung toh semuanya di luar kuasaku, ya sudah aku pasrah saja dan berusaha santai (dan memesan wine dong di pesawat, haha). Tapi aku memang tidak begitu khawatir sih. Aku sudah cek di internet bahwa hari itu Air France memiliki penerbangan malam ke Lyon dari Paris-CDG. Jadi andaikata skenario terburuk terjadi, aku cukup yakin Air France akan memindahkanku ke penerbangan itu. Memang sih ini akan mengakibatkan sedikit ketidak-nyamanan dalam hal waktu tibaku di Lyon, tetapi toh aku sudah pernah ke Lyon sebelumnya jadi tidak terlalu banyak lah yang akan kulewatkan.

Sebotol kecil wine untuk memasrahkan diri kepada situasi.

Anyway, sekitar 50 menit kemudian kami mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris-CDG. Aku berjalan cepat-cepat begitu keluar dari pesawat sekitar 5 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan lanjutanku, dengan berbekal harapan amat kecil penerbanganku selanjutnya mungkin terlambat juga, haha. Aku kemudian mengecek layar monitor transit di bandara untuk mengetahui gerbang keberangkatannya.

Aku cukup kaget ketika melihat bahwa gerbangnya adalah gerbang yang sama dari mana aku baru saja keluar. Iya, ternyata, penerbanganku ke Lyon akan dioperasikan dengan pesawat yang sama (bahkan dengan set kru yang sama)! Ini adalah kali pertama aku mengalami kejadian begini nih! Haha 😆 . Jadilah akibatnya penerbangan ke Lyon juga kena delay selama 45 menit! Iya, pada akhirnya, semuanya baik-baik saja (untukku)! 😛

Aku menaiki dua penerbangan berbeda (AF1741 dan AF7646) dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXA ini hari ini!

Setelah semua penumpang tujuan Lyon naik pesawat, pilotnya meminta-maaf atas keterlambatan ini dan menyebutkan ini disebabkan oleh keterlambatan penerbangan sebelumnya dari Amsterdam. Yah, aku bisa kok bersaksi untuk pernyataan ini! 😛

Lyon

Lion selfie di Lyon

Relevan untuk disebutkan bahwa perjalanan ini berlangsung di akhir pekan yang amat panas di Eropa; dan di Lyon juga demikian. Panas banget deh ketika aku di sana, dimana suhu udaranya mencapai 30°C, haha. Walaupun begini, toh aku masih sempat jalan-jalan di kotanya, haha 😆 .

Aku membeli tiket harian transportasi umum untuk berkeliling Lyon. Aku menginap di dekat Gare Part Dieu yang berjarak cukup jauh dari Vieux Lyon (Lyon Tua), bagian paling kece (dan paling penuh turis) dari Lyon. Jelas, aku ogah berjalan-kaki kesana apalagi lagi panas-panasnya begini, haha 😆 . Btw, disain tram di Lyon keren-keren loh. Berikut ini salah satunya:

Sebuah tramnya Lyon

Anyway, tidak mengherankan akhir pekan ini ramai banget di Lyon dimana Vieux Portnya penuh orang (baca: turis)! Aku menyebrangi kedua sungai Rhone dan Saone dan berjalan-kaki keliling kotanya. Setelah makan siang, aku naik funicular ke atas bukit Fourviere dimana Basilika Notre Dame-nya Lyon berada. Dari taman kecil di samping basilikanya kita bisa melihat pemandangan Lyon dari atas.

Notre Dame Fourviere di Lyon

Aku lihat di peta dan Teater Gallo-Romains nampak tidak jauh dari basilikanya. Untung ini benar karena aku memutuskan untuk berjalan-kaki kesana, haha 😆 . Teater Romawi ini masih seperti yang kuingat dari tahun 2014, sungguh terawat dengan amat baik.

Teater Gallo-Romains

Dari sana, aku menaiki funicular lain untuk turun kembali ke Vieux Lyon. Aku merasa sudah cukup jalan-jalannya dan toh udaranya panas banget, jadilah aku memutuskan untuk: shopping! Haha 😆 . Bahkan di satu waktu aku memutuskan untuk ngemall aja loh di sebuah mall besar di dekat Gare Part Dieu yang dilengkapi dengan AC, haha 😆 .

Makanannya

Lyon dikenal sebagai ibukota kulinernya Prancis, jadi jelas makanan adalah satu elemen penting dari perjalanan ini, haha, walaupun aku tidak pergi ke restoran berbintang Michelin sih kali ini, tidak seperti yang lalu.

Satu menu yang tidak sempat aku cobain ketika terakhir kali aku di Lyon adalah quenelle de brochet. Jadilah aku berencana untuk tidak melewatkannya kali ini (dan tidak berkeberatan untuk melewatkan andouillette, sebuah makanan khasnya Lyon yang satunya, karena aku trauma dengan saus mustard-nya waktu itu (aku tidak suka mustard Prancis!)). Anyway, quenelle-nya enak juga ternyata. Mungkin aku tidak akan mengklaimnya sebagai masakan terfavoritku karena aku merasa sausnya creamy dan “berat” banget, tetapi (untukku) tetap jauh lebih enak daripada andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Satu menu mengagetkanku, btw, karena (1) jelas, rasanya enak banget dan (2) Kok aku nggak kepikiran sebelumnya ya? Haha. Menu ini adalah steak “fillet de canard” (dada bebek). Beneran loh, rasanya enak banget!! Malahan, aku berpikir untuk sekali-sekali mencoba membuatnya sendiri nih! Hmm 🤔

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1937 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Introduction)

ENGLISH

So you know, in the last three weeks I had three weekend trips in three consecutive weekends: Lyon, then Bremen, then Paris, haha. So I was thinking of wrapping these three trips under one “theme”, and what I came up with was “Early Summer 2017 Weekend TripS” series 😛 .

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Having three consecutive weekend trips was actually unintentional, though it was situational so it probably was not all that coincidental, haha.

Lion selfie in Lyon

You see, the few public holidays in the Netherlands are not uniformly spread throughout the year; and most of them fall in between April and May. And as I like to make use of them for some short trips, this results in several trips within a short period of time, haha. And the fact that the French Open is always held at the end of May/early June definitely plays a factor too 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Two of the three trips were driven by good flight deals that I found. Well, also because Lyon was a nice city and I had never been to Bremen. Also for Bremen, my flight back from there would be with a Fokker 70, which KLM is retiring by the end of this year. So gotta catch them while I can!!

Back at Court Philippe Chatrier this year

I have to say, though, that it is also quite tiring, haha. I am taking a rest now and have no travelling plan (as of yet) in the coming a few weeks 😛 . Though, who knows if I decide to change my mind soon too! Hahaha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Pada sudah baca kan, tiga minggu belakangan ini aku baru saja pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan: Lyon, lalu Bremen, lalu Paris, haha. Nah jadilah aku berkeinginan untuk memberikan sebuah “tema” untuk tiga perjalanan ini, dan yang kepikiran adalah seri “Early Summer 2017 Weekend TripS” 😛 .

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Tiga perjalanan akhir pekan yang berturutan sebenarnya terjadi tidak sengaja, walaupun ini juga dikarenakan situasi sih sehingga mungkin bukan lah kebetulan juga, haha.

Lion selfie di Lyon

Jadi tanggal merah di Belanda (yang sedikit itu) tidak tersebar merata di sepanjang tahun; dan kebanyakan jatuh di bulan April dan Mei. Dan karena aku suka memanfaatkannya untuk acara jalan-jalan, ini berakibat pada beberapa perjalanan dalam periode waktu yang singkat, haha. Dan French Open yang selalu diadakan di akhir Mei/awal Juni juga tentu berkontribusi juga 😛 .

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

Dua dari tiga perjalanan ini didasari oleh tiket promo yang aku temukan. Dan juga karena memang Lyon adalah kota yang indah dan aku belum pernah ke Bremen sebelumnya sih. Dan untuk Bremen, penerbanganku kembali dari sana dioperasikan dengan pesawat Fokker 70, yang mana akan dipensiunkan KLM di paruh kedua tahun ini. Jadi aku harus menerbanginya selagi bisa kan ya!!

Kembali lagi di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Harus diakui sih, ini cukup melelahkan juga, haha. Sekarang aku beristirahat saja deh dan tidak memiliki rencana jalan-jalan dalam beberapa (nggak banyak sih) minggu ke depan 😛 . Eh, tapi nggak tahu juga sih siapa tahu aku berubah pikiran! Haha 😛 .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1935 – A Roland Garros Weekend Trip

ENGLISH

After going to Lyon two weekends ago and Bremen last weekend, this weekend I went on another weekend trip, hoho 😆 . Yep, three weekend trips on three consecutive weekends!! Woohoo!!

As my Instagram followers (@azilko) would have known, this weekend was the time for my annual Roland Garros trip this year. Yep, indeed I went to Paris 🙂 .

At Court Philippe Chatrier this year

As I shared in April, though, I was less excited for the trip this year (this does not mean I was not excited, I still was, overall, of course!) because of Serena Williams’ withdrawal due to her pregnancy. And so the women’s singles field this year, which final was the main attraction of my trip, was probably the most “open” in recent years with no clear favorite.

Nonetheless, it turned out to still be very fun! The atmosphere of a grandslam tournament was, indeed, one of a kind. Even though Venus Williams did not reach the final (it was not that expected, anyway, as clay was clearly her least favorite surface), the field turned out to still be interesting. In the end, the final was between an unseeded player (because of her 47th ranking), Jelena Ostapenko, and the third seed, Simona Halep, who would ascend to world number 1 if she would win the final! Exciting, wasn’t it?

Jelena Ostapenko won her first singles title ever, and it was Roland Garros

As you might have known by this point, Jelena Ostapenko ended up winning the title! More importantly for me, the final match was such a close match between two players with very different style (Ostapenko with her hyper aggressive game and Halep with her defensive game) and different level of experience (Ostapenko’s highest ranking was 33rd while Halep is a seasonal top 5 players in the last three years or so). To add even more drama, Ostapenko was down 0–3 and 1–3 in the second and third set before, somehow, turned it around and won! Moreover, this was Ostapenko’s first ever singles title. How amazing that it was a grandslam!

Paris selfie this year at Louvre

Anyway, Paris itself was a beautiful city, even though I did not have any time to spend in the city itself. Plus, I was really looking forward to my first class train travels with Thalys to get to and back from there, haha.

Yeah, so overall this was another fun weekend for me. And so understandably now I feel quite tired too 😛 . As usual, here are a few teasers from the trip.

BAHASA INDONESIA

Setelah pergi ke Lyon dua akhir pekan yang lalu dan ke Bremen akhir pekan kemarin, akhir pekan ini aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi loh, hoho 😆 . Iyaaa, tiga perjalanan akhir pekan di tiga akhir pekan berturutan!! Woohoo!!

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, akhir pekan ini adalah waktunya untuk perjalanan tahunanku ke Roland Garros tahun ini. Yup, aku pergi ke Paris 🙂 .

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun ini

Seperti yang kuceritakan April kemarin, aku sedikit kurang excited untuk perjalanan ini tahun ini (bukan berarti aku tidak excited sih, secara keseluruhan sih jelas masih excited lah!) karena mundurnya Serena Williams akibat kehamilannya. Dan jadilah akibatnya turnamen tunggal putri tahun ini, yang mana babak finalnya adalah atraksi utama perjalananku, mungkin adalah yang paling “terbuka” dalam beberapa tahun belakangan dimana tidak ada satu pemain pun yang benar-benar difavoritkan.

Toh walaupun begitu ternyata perjalanannya masih seru! Atmosfer sebuah turnamen grandslam memang berbeda! Walaupun beneran Venus Williams tidak mencapai babak final (tidak mengherankan sih, karena tanah liat memang bukan permukaan favoritnya Venus), toh draw-nya masih cukup menarik. Pada akhirnya, babak finalnya adalah antara pemain muda yang tidak diunggulkan (karena berperingkat 47), Jelena Ostapenko, melawan unggulan ketiga, Simona Halep, yang akan naik ke peringkat 1 dunia apabila ia menang di final. Seru kan?

Jelena Ostapenko menjuarai gelar tunggal pertamanya, dan ini adalah gelar Roland Garros

Mungkin sudah pada tahu sekarang, Jelena Ostapenko akhirnya keluar sebagai juara! Yang paling penting bagiku, ternyata pertandingan finalnya berlangsung seru banget! Pertandingan ini dimainkan oleh dua pemain dengan gaya permainan berbeda (Ostapenko dengan gaya hiper agresifnya sementara Halep dengan gaya defensifnya) dan level pengalaman yang berbeda (peringkat tertinggi Ostapenko sebelum ini adalah 33, sementara Halep konsisten berada di 5 besar selama tiga tahunan terakhir). Lebih dramatisnya lagi, Ostapenko tertinggal 0–3 dan 1–3 di set kedua dan ketiga loh sebelum, entah bagaimana, membalikkan posisi dan menang! Lebih keren lagi, ini adalah gelar tunggal pertamanya Ostapenko. Keren banget kan gelar pertamanya adalah gelar grandslam!

Paris selfie tahun ini di Museum Louvre

Ngomong-ngomong, jelas Paris adalah kota yang indah, walaupun aku tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan di kotanya sendiri sih. Plus, aku sungguh excited dengan perjalananku dengan kereta super cepat Thalys di first class, haha.

Iya, jadi secara keseluruhan akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru lagi untukku. Dan tentu aku juga merasa capek sih, haha 😛 . Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1928 – A Long Weekend Story

ENGLISH

This weekend has been a long weekend in the Netherlands, which started on Thursday as it was the Ascension Day. Actually it was like Koningsdag (King’s Day) this year, though, where it was only Thursday that was a public holiday; Friday was not. But unlike that Koningsdag “long” weekend, I decided to take this Friday off from work, haha 😆 .

And my Instagram followers (@azilko) would have known by now that I did this for a long weekend trip. This time, I decided to go (back) to Lyon in France! Haha 😆 .

Lion selfie in Lyon

Obviously I have been once to Lyon before: in November 2014. Yeah, “once”, because on my subsequent “visits” to Lyon since then, I only stayed at the airport transitting for my AvGeek Weekend Trips, lol 😆 . Anyway, I found Lyon to be a nice city from my 2014 trip and I also found a good deal with Air France to fly there (via Paris 😛 ) so why not. Beside, I was a little bit disappointed during that 2014 trip where everything was closed on my second day there (Well, it was Sunday and it was French, in retrospect I probably should have known better, but still… 😛 ) . So this could be a “payback” time for that, haha 😛 .

Anyway, in short, I enjoyed this short getaway in Lyon. Lyon was still a nice city, just as I remembered it from the last time. Especially the weather was much better this time around than that time (though, it was really, really hot at around 30°C!!)

As usual, here are several teasers from the trip 🙂 .

 

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini adalah long weekend loh di Belanda, yang mana dimulai hari Kamis kemarin sebagai Hari Kenaikan Isa Almasih. Sebenarnya ini seperti akhir pekan Koningsdag (Hari Raja) tahun ini sih, dimana hanya hari Kamis saja lah yang merupakan tanggal merah; Jumat mah engga. Tetapi tidak seperti “long” weekend Koningsdag yang lalu, aku memutuskan untuk mengambil cuti di hari Jumat ini, haha 😆 .

Dan followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu bahwa aku memanfaatkan waktu ini untuk jalan-jalan. Kali ini, tujuannya adalah (kembali) ke Lyon, Prancis! Haha 😆 .

Lion selfie di Lyon

Jelas aku sudah pernah satu kali ke Obviously Lyon sebelumnya: di bulan November 2014. Iya, “satu kali”, karena di “kunjungan-kunjunganku” ke Lyon selanjutnya, aku cuma berada di bandaranya doang untuk transit dalam rangka AvGeek Weekend Trips-ku, haha 😆 . Anyway, aku cukup suka dengan kota Lyon dari perjalanan tahun 2014ku itu dan kebetulan aku juga menemukan deal tiket pesawat kesana dengan Air France (via Paris 😛 ) yang lumayan oke jadi mengapa tidak kan. Di samping itu, aku sedikit dikecewakan di perjalanan tahun 2014ku itu dimana apa-apa tutup di hari keduaku di sana (Yah, hari itu hari Minggu sih dan namanya juga Prancis. Kalau dipikir-pikir sekarang seharusnya aku sudah tahu akan begitu lah ya waktu itu, tapi tetap aja… 😛 ). Jadilah perjalanan ini bisa dipandang sebagai “pembalasan” dari waktu itu, haha 😛 .

Anyway, singkatnya, aku sungguh menikmati perjalanan singkat ke Lyon ini. Lyon adalah kota yang indah, persis seperti ingatanku dari tahun 2014 dulu. Terutama juga cuaca kali ini lebih mendukung daripada dulu. Walaupun panas banget sih, udaranya mencapai suhu sekitar 30°C loh!!

Seperti biasa, di atas adalah teasers dari perjalanan kali ini. 🙂

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1892 – Post-PhD Trips (Part V: A Weekend in Marseille)

ENGLISH

Posts in the Post-PhD Trips series:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6. Part V: A Weekend in Marseille

Off to Marseille

My flight to Marseille was on Friday evening. So from work, I headed directly to Schiphol, where I had my dinner at KLM Crown Lounge, haha.

A little bit uncharacteristically here, I will not write in a lot of details regarding my flight to Marseille, haha. In short, I was flying Air France’s flight AF1875 operated by their Airbus A319-100 reg F-GPMA. It was a regular pleasant flight with Air France; and at 22:16, we landed at runway 13L of Marseille – Provence Airport.

Air France's Airbus A319-100 reg F-GPMA
Air France’s Airbus A319-100 reg F-GPMA

Anyway, it had been quite a long Friday for me so understandably I was already so tired when arriving in Marseille. I knew I would want to take the bus service to the city center. I took a bus but without checking its destination, assuming any bus leaving the airport would go to Marseille.

About 30 minutes into the trip, I realized something strange. I did not recognize any similarity of the surrounding from my last trip to Marseille in 2014. I checked my gps and, indeed, instead of going east towards Marseille, I was going north 😣. Yep, it came to my realization that I took the WRONG bus! Then I just remembered my survey of Marseille from 2014 where, indeed, there were several bus destinations from Marseille Airport. Well, it was too late to remember that at this point.

The bus terminal of Aix-en-Provence
The bus terminal of Aix-en-Provence

It turned out that my bus was going to Aix-en-Provence, a small town to the north of Marseille. Upon arriving at the bus station, I asked the bus driver if there was still a bus to go to Marseille. Luckily, there was. There was one LAST bus departing at 23:35 which I could take. Phew!!

Long story short, I took the bus, arrived in Marseille just right after midnight, Whats-apped my brother to pick me up at the hotel lobby, then slept, haha 😛 .

Marseille

Palais Longchamp
Palais Longchamp

As before, Marseille was a nice city in Southern France and we did enjoy our time there. The weather there that weekend was not the best, though. It was very windy, despite definitely warmer than the Netherlands (where it was snowing 😆 ) even though not super warm as well.

We went to Palais Longchamp and Notre-Dame de la Garde at the top of the La Garde hill. I didn’t get the chance to enter both sites in my 2014 visit there (though I was at the gate of Longchamp), so it was nice to be able to do so this time.

Notre-Dame de La Garde
Notre-Dame de La Garde

On Sunday, we planned to go to Chateau D’If but it turned out it was closed. We were misinformed on Saturday, where we were told we could still go to the chateau on Sunday and we made our plan accordingly.

And so we had to come up with a back-up plan. We decided to go to a small beach near Vieux Port and to a small beautiful garden nearby to kill the time.

The Catalans Beach in Marseille
The Catalans Beach in Marseille

The Food

As usual, the food in Marseille was also really good. In fact, my brother said this was the best food he had during this European trip of his. Well, obviously I nodded along, since I love French cuisine as well!! Haha 😆

Escargot
Escargot

Once we ordered two portions of escargot. This was actually the third time ever I had it, with the first one being in Rennes and the second one in Marigot. And you know what? I can say that I LIKE escargot now!! 😱 The fact that escargot is snail does not bother me anymore, at all! Haha 😆

Back to the Netherlands

To go back to the Netherlands, we had an interesting routing. Instead of flying direct Marseille – Amsterdam, we flew Marseille – Strasbourg – Amsterdam. And to make things even more exciting, both legs would be operated with Embraer ERJ145 by HOP! Regional!!

HOP! Regional Logo
Flights: Air France flights AF5579 (MRS-SXB) and AF1436 (SXB-AMS) operated by HOP! Regional
Equipments: Embraer ERJ145 reg F-GUBE (MRS-SXB) and Embraer ERJ145 reg F-GRGJ (SXB-AMS)

However, the trip started with a mini drama with overbooking, again (see Part I). After solving this issue, there was a delay problem as well. Our first flight to Strasbourg was delayed by two hours. This was certainly a problem with our 1.5 hours of transit time in Strasbourg.

The lounge at Marseille Airport was small but the service was actually great
The lounge at Marseille Airport was small but the service was actually great

Because there were, in total, nine passengers with this issue (~20% of all passengers 😆 ), the agent in Marseille was able to convince the agent in Strasbourg to delay the Strasbourg – Amsterdam flight by 30 minutes to wait for us, haha.

Long story short, we finally boarded our flight to Strasbourg, which was with HOP! Regional’s Embraer ERJ145 reg F-GUBE. As before, I loved flying Embraer ERJ145!! It was a small plane but really smooth!! Oh, and obviously the mandatory ERJ145 selfie too:

The mandatory ERJ145 selfie
The mandatory ERJ145 selfie

😛

Before landing at Strasbourg, the FA mentioned that transit passengers to Amsterdam should deplane first, as the transit time was tight. After landing, we were greeted by a ground staff literally outside of the plane. He escorted all of us to the immigration check and after that we immediately boarded our connecting flight right away! Yes, it was the fastest transit experience EVER! Everything in literally less than ten minutes! Lol 😆

HOP! Regional's Embraer ERJ145 reg F-GRGJ
HOP! Regional’s Embraer ERJ145 reg F-GRGJ

The second flight to Amsterdam was operated by another ERJ145, this time F-GRGJ. I quickly took a picture of the plane, and afterwards I could see the pilot waved towards me asking me to move fast, lol 😆 . All other passengers had been waiting in the plane at that point, and they didn’t look exactly thrilled. Well, I didn’t blame them 😛 .

It was clear that the pilots were quite in a rush today. Upon departure, after the final-turn at the tip of runway 05 we immediately accelerate and take-off! Haha 😆 . As before, it was a smooth and pleasant flight towards Amsterdam. We landed at Schiphol at 20:10, just ten minutes behind our schedule. Quite impressive considering the initial delay, no?

A window AND aisle seat at the same time on board an ERJ145
A window AND aisle seat at the same time on board an ERJ145

From Schiphol, we went to Amsterdam. And here, my Post-PhD Trips officially ended.

THE END.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Post-PhD Trips:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6.Part V: A Weekend in Marseille

Berangkat ke Marseille

Penerbanganku ke Marseille adalah di hari Jumat malam. Jadilah sepulang kerja, aku langsung menuju ke Schiphol, dimana aku makan malam di Crown Lounge-nya KLM, haha.

Agak tidak seperti biasanya nih, aku tidak akan banyak menuliskan detail penerbanganku ke Marseille, haha. Secara singkat, aku naik penerbangan AF1875nya Air France yang dioperasikan dengan pesawat Airbus A319-100 reg F-GPMA. Ini adalah penerbangan reguler dan nyaman dengan Air France; dan jam 22:16, pesawat mendarat di landasan pacu 13L Bandara Marseille – Provence.

Air France's Airbus A319-100 reg F-GPMA
Sebuah Airbus A319-100nya Air France dengan rego F-GPMA

Anyway, hari ini sudah menjadi hari cukup panjang sehingga jelas aku merasa lelah ketika tiba di Marseille. Aku tahu aku akan naik bus ke pusat kota. Nah, jadilah aku naik bus tanpa melihat tujuannya, dengan asumsi semua bus yang berangkat dari bandara pasti menuju ke Marseille.

Kira-kira setengah jam kemudian, aku menyadari sesuatu yang aneh. Aku tidak mengenali apa-apa dari pemandangannya dari perjalananku terakhir kali ke Marseille tahun 2014. Aku mengecek gps-ku dan ternyata, memang, bukannya bergerak ke arah timur ke Marseille, bus ini bergerak ke arah utara dong 😣. Yep, barulah aku sadar aku SALAH naik bus! Saat ini, barulah aku ingat riset yang kulakukan di perjalanan tahun 2014ku ke Marseille dimana memang ada beberapa tujuan yang dilayani dengan bus dari Bandara Marseille. Yah, sekarang sih sudah terlambat untuk ingat informasi ini lah ya.

The bus terminal of Aix-en-Provence
Terminal bus di Aix-en-Provence

Ternyata bus yang kunaiki adalah tujuan Aix-en-Provence, sebuah kota kecil di utaranya Marseille. Ketika tiba di terminal bus, aku bertanya ke sopir bus apakah masih ada bus tujuan Marseille. Untungnya masih ada. Masih ada satu bus TERAKHIR yang berangkat jam 23:35. Fiuh!!!

Singkat cerita, aku menaiki bus itu, dan tiba di Marseille selepas tengah malam, meng-Whatsapp adikku untuk menjemputku di lobby hotel, dan tidur deh, haha 😛 .

Marseille

Palais Longchamp
Palais Longchamp

Seeprti yang lalu, Marseille adalah kota yang oke di Prancis selatan dan kami menikmati waktu kami di sana. Sayangnya cuacanya sedang kurang oke sih. Berangin banget dan, walaupun lebih hangat sih dari Belanda (yang mana waktu itu sedang saljuan, haha), nggak hangat-hangat amat.

Kami pergi ke Palais Longchamp dan Notre-Dame de la Garde di puncah Bukit La Garde. Aku tidak sempat mengunjungi keduanya di tahun 2014 (walaupun waktu itu sempat foto dari luarnya Longchamp sih), jadi senang saja rasanya kali ini bisa mampir.

Notre-Dame de La Garde
Notre-Dame de La Garde

Di hari Minggu, kami berencana ke Chateau D’If, yang mana ternyata waktu itu sedang ditutup. Kami diberikan informasi yang salah di hari Sabtu nih, dimana katanya kami masih bisa kesana di hari Minggu. Jadilah kami membuat rencana berdasarkan informasi ini.

Sebagai penggantinya, kami jalan-jalan ke sebuah pantai kecil di dekat Vieux Port dan sebuah taman yang indah di dekat sana untuk menghabiskan waktu.

The Catalans Beach in Marseille
Pantai Catalans di Marseille

Makanannya

Seperti biasa, makanan di Marseille itu enak-enak. Bahkan, adikku bilang makanan paling enak yang ia makan di perjalanan ke Eropanya kali ini adalah di Prancis ini loh. Aku setuju banget sih, secara aku kan memang suka masakan Prancis!! Haha 😆

Escargot
Escargot

Sekali waktu kami memesan dua porsi escargot. Ini adalah kali ketiga aku makan masakan ini, dimana yang pertama adalah di Rennes dan yang kedua di Marigot. Dan tahu nggak? Sekarang aku bisa bilang aku SUKA escargot dong!! 😱 Fakta bahwa escargot adalah siput tidak lagi menggangguku sama sekali! Haha 😆

Kembali ke Belanda

Untuk kembali ke Belanda, kami memiliki rute yang unik. Bukannya terbang langsung Marseille – Amsterdam, kami terbang Marseille – Strasbourg – Amsterdam. Dan lebih serunya lagi, kedua penerbangan dioperasikan dengan pesawat Embraer ERJ145-nya HOP! Regional!!

HOP! Regional Logo
Penerbangan: Air France AF5579 (MRS-SXB) dan AF1436 (SXB-AMS) dioperasikan oleh HOP! Regional
Pesawat: Embraer ERJ145 reg F-GUBE (MRS-SXB) dan Embraer ERJ145 reg F-GRGJ (SXB-AMS)

Namun, perjalanannya dimulai dengan drama akibat overbooking lagi (lihat Bagian I). Setelah masalah ini beres, ada permasalahan dengan keterlambatan penerbangan pula. Ceritanya, penerbangan pertama kami ke Strasbourg akan terlambat dua jam. Ini jelas adalah masalah mengingat waktu transit kami di Strasbourg hanyalah 1,5 jam saja.

The lounge at Marseille Airport was small but the service was actually great
Eh, lounge-nya di Bandara Marseille walaupun kecil tetapi sajiannya oke-oke loh.

Karena totalnya ada sembilan penumpang dengan masalah ini (~20% dari semua penumpang, haha 😆 ), agen di Marseille berhasil meyakinkan agen di Strasbourg untuk menahan penerbangan Strasbourg – Amsterdam selama 30 menit untuk menunggu kami, haha.

Singkat cerita, akhirnya kami menaiki penerbangan ke Strasbourg kami. Penerbangan dioperasikan dengan Embraer ERJ145nya HOP! Regional dengan registrasi F-GUBE. Seperti yang lalu, aku suka banget terbang dengan ERJ145!! Pesawatnya kecil tetapi terbangnya mulus!! Oh, dan jelas dong foto selfie wajib ERJ145:

The mandatory ERJ145 selfie
Selfie wajib ketika terbang dengan ERJ145

😛

Sebelum mendarat di Strasbourt, pramugari meminta penumpang transit ke Amsterdam untuk turun terlebih dahulu, karena waktu transit kami yang sungguh singkat. Setelah mendarat, kami langsung disambut oleh petugas darat tepat di pintu pesawat. Ia langsung mengantarkan kami ke pemeriksaan imigrasi dan setelahnya langsung naik pesawat lanjutan kami! Iya, pengalaman transit paling cepat nih! Semuanya kurang dari 10 menit saja loh!! Huahaha 😆

HOP! Regional's Embraer ERJ145 reg F-GRGJ
Sebuah Embraer ERJ145nya HOP! Regional dengan rego F-GRGJ

Penerbangan kedua ke Amsterdam dioperasikan dengan ERJ145 yang lain, kali ini F-GRGJ. Aku cepat-cepat mengambil foto pesawatnya dulu dimana setelahnya aku lihat pilotnya melambaikan tangan kepadaku menyuruhku cepat naik, haha 😆 . Semua penumpang lain sudah menunggu di pesawat waktu itu, dan mereka tidak nampak senang, haha. Yah, aku paham sih 😛 .

Jelas pilotnya agak terburu-buru waktu hari ini. Ketika berangkat, setelah belok di ujung landasan pacu 05, pesawat langsung tancap gas untuk lepas landas tanpa pakai ancang-ancang dulu! Haha 😆 . Seperti sebelumnya, penerbangan ini adalah penerbangan yang mulus ke Amsterdam. Kami mendarat di Schiphol jam 20:10, hanya sepuluh menit terlambat dari jadwal. Cukup oke ya mengingat keterlambatan awal yang dua jam itu?

A window AND aisle seat at the same time on board an ERJ145
Kursi jendela SEKALIGUS lorong di dalam ERJ145

Dari Schiphol, kami pergi ke Amstedam. Dan di sini, Post-PhD Trips-ku resmi berakhir.

SELESAI.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1880 – A Weekend Trip to … Marseille

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers would have known by now, I went on, yet, another weekend trip this weekend. Yep, I know, I just had a weekend trip a week ago and this weekend I went on another one, haha 😛 .

This time, the destination was … Marseille. Yes!! Marseille, again!! Lol 😆 . I know, my weekend trip last week was also to Marseille and this weekend I was back there! Haha 😛 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!
Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

This was actually a coincidence. I planned the trip this weekend way back in August last year when I felt like planning some weekend getaway in the future as I was stressed of finishing my PhD dissertation, haha. Then, it happened that this January, my parents and brother chose Marseille as a city they would like to visit during their trip to Europe. And last weekend was the perfect fit for their schedule.

And so that was it. I went to Marseille in back to back weekends! Haha 😛 .

Actually I planned this weekend trip as my first Avgeek Weekend Trip this year, though, where the focus was on the flights; you know, as I have been to Marseille in 2014 anyway. This time, this is the routing:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com
The routing this weekend 😛 . Created with gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, then Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

I am not sure if I will write a post about this trip, though, as I still have my Post PhD Trip series coming up as well. But we will see. But just in case the story won’t be here, here are some photos from the trip! 🙂

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) sudah pada tahu, akhir pekan ini aku pergi dalam rangka sebuah perjalanan akhir pekan lagi loh. Iyaa, memang akhir pekan kemarin aku juga pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan dan sekarang lagi, haha 😛 .

Dan kali ini, tujuannya adalah … Marseille. Iya!! Marseille lagi!! Haha 😆 . Aku tahu, perjalanan akhir pekanku minggu lalu memang ke Marseille dan minggu ini aku kembali lagi ke sana! Haha 😛

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!
Hari ini cuacanya kece banget nih di Marseille!! 

Sebenarnya ini hanyalah kebetulan. Perjalanan akhir pekan ini sudah aku rencanakan bulan Agustus lalu ketika aku sedang merasa ingin merencanakan perjalanan akhir pekan gitu untuk yang akan datang karena waktu itu aku sedang stress untuk menyelesaikan disertasi PhDku, haha. Lalu, kebetulan Januari lalu, orangtua dan adikku juga memilih Marseille sebagai salah satu tujuan mereka di kunjungan ke Eropa kali ini. Dan akhir pekan yang lalu adalah waktu yang pas di jadwal mereka.

Ya begitu deh. Aku pergi ke Marseille di dua akhir pekan yang berturutan! Haha 😛 .

Sebenarnya perjalanan kali ini aku rencanakan sebagai Avgeek Weekend Trip pertamaku tahun ini sih, dimana fokusku adalah terbang lagi; karena, toh, aku sudah pernah ke Marseille di tahun 2014. Kali ini, berikut ini ruteku:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com
Rute perjalananku akhir pekan kali ini 😛 . Dibuat dengan gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, lalu Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

Aku nggak yakin sih apakah aku akan menuliskan cerita dari perjalanan kali ini, karena toh aku masih harus menuliskan cerita Perjalanan Pasca-PhDku kan. Tapi kita lihat saja. Hanya saja, untuk jaga-jaga jika memang aku tidak akan menuliskannya, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini 🙂 .