EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1939 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part I: Lyon)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Lyon

Obviously, I chose not to fly direct to Lyon, haha. In fact, on both ways I had a transit at Paris-CDG. In general, all the flights were standard short-haul flights with Air France so I would not get to too much details here. There was only one “incident” on my way to Lyon that worth sharing, haha 😛 .

I had quite a tight connection at Paris-CDG, at only 50 minutes. So obviously I was not happy to find out that the departure of my flight AF1741 was delayed by 20 minutes! But it did not end there. Once all passengers boarded, the captain announced that Schiphol was very busy at the time and we only got a clearance for departure in another 20 minutes! The string of delays still did not finish here. When we finally left the terminal, it turned out we got a departure slot at:

Runway 36L aka the Polderbaan

Yes, the friggin’ Polderbaan So all in all, consequently we took off from Schiphol one hour (!) behind schedule.

But there was nothing I could do so I just tried to relax (and order some wine on board, lol). Though, I wasn’t all that worried. I already checked online and I found that Air France had a scheduled evening flight to Lyon from Paris-CDG later today. So even in the worst case scenario, I figured they would bump me into that flight. Sure it would cause some inconvenience in terms of my arrival time in Lyon, but I had been to Lyon before anyway so there would be not much that I would miss.

A small bottle of wine to enjoy the moment.

Anyway, 50 minutes later we landed at runway 09L of Paris-CDG. I walked briskly once I deboarded about 5 minutes before the scheduled departure of my connecting flight, on the slightest hope that my connecting flight would probably be delayed too. I checked the transit monitors and went to my gate.

And I found it surprising that my gate was the same gate that I just got off from. Yep, as it turned out, my connecting flight to Lyon would be operated with the same airplane (even with the same crew set)! This was the first time ever I took these kind of flights! Lol 😆 . So consequently the flight to Lyon was also delayed by around 45 minutes! Yep, at the end, everything worked out well (for me)! 😛

I took two different flights (AF1741 and AF7646) with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXA today!

Once all passengers to Lyon boarded, the captain apologized for the delay and explained this was due to late arrival from Amsterdam. Well, I could testify for that! Lol 😛 .

Lyon

Lion selfie in Lyon

It worths mentioning that this trip took place during a very warm weekend in Europe; and this was also true for Lyon. It was really warm when I was there, where the temperature came close to 30°C or so, haha. Despite this, though, obviously I still managed to get around the city, haha 😆 .

I bought a daily public transpotation card to get around Lyon. I stayed near Gare Part Dieu and that was quite some distance from Vieux Lyon (Old Lyon), the most attractive (and touristy) part of the city. Obviously I was not planning to walk there because of the temperature, lol 😆 . The Lyonese trams looked really cool, though. Here is one of them:

A Lyonese tram

Anyway, unsurprisingly it was a busy weekend in Lyon where the Vieux Port was full of people (read: tourists)! I crossed both the Rhone and Saone rivers and walked around the old town. After lunch, I took the funicular to the top of the Fourviere Hill here Lyon’s Notre Dame Basilica was located. The small park next to the basilica provided good bird’s eye view of the city too.

Notre Dame Fourviere in Lyon

I looked at the map and Theatre Gallo-Romains did not look very far away from the basilica. Fortunately this turned out to be true because I decided to walk there, haha 😆 . This Roman theatre appeared like how I remembered it from 2014, it was very well-preserved.

Theatre Gallo-Romains

From there, I took the other funicular line down back to Vieux Lyon. At this point, I felt like I had walked enough and it was really warm anyway, so I decided to: shop! Haha 😆 . Even at one point I decided to just go to the big mall near Gare Part Dieu because it had air-conditioner in it, haha 😆 .

The Food

Lyon is known as the gastronomy capital of France, so obviously food was one main element of this trip, haha, even though I did not go to any Michelin-starred restaurant, unlike the last time.

One dish which I did not have the chance to try the last time I was in Lyon was quenelle de brochet. And so I told myself to not miss it this time around (and gave it a go to miss the andouillette, another Lyon’s specialty, because I was traumatized by the mustard sauce the last time I had it (I hate French mustard)). Anyway, the quenelle tasted good. I would probably not call it my most favorite dish ever because I found the sauce to be really creamy and heavy, but it was definitely much better (for me) than andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Another dish surprised me, btw, because (1) it was, obviously, really good and (2) I told myself why I never thought about it before. It was a “fillet de canard” (duck breast) steak. Really, it tasted very good!! In fact, maybe I will try to cook one myself soon! Hmm 🤔

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke Lyon

Jelas dong aku tidak terbang langsung dari Amsterdam ke Lyon, haha. Di kedua arah, aku transit dulu di Paris-CDG. Secara umum, semua penerbangannya adalah penerbangan standar jarak dekat dengan Air France sehingga aku tidak akan merincinya di sini. Hanya saja, ada satu “insiden” di perjalanan keberangkatanku ke Lyon yang layak diceritakan 😛 .

Waktu transitku cukup ketat di Paris-CDG, hanya 50 menit saja. Jadi jelas aku merasa tidak terlalu senang ketika tahu bahwa penerbangan AF1741ku dijadwalkan berangkat terlambat 20 menit hari ini! Masalahnya lagi, ternyata berita buruknya belum berakhir. Setelah semua penumpang naik pesawat, pilot mengumumkan bahwa Bandara Schiphol sangat sibuk waktu itu sehingga kami baru mendapatkan giliran untuk berangkat 20 menit kemudian! Disini pun masalahnya masih belum berakhir pula. Setelah akhirnya pesawat bergerak, ternyata keberangkatan kami adalah dari:

Landasan pacu 36L alias Polderbaan

Iyaa, Polderbaan laknat itu Semua ini mengakibatkan kami lepas landas satu jam (!) di belakang jadwal.

Berhubung toh semuanya di luar kuasaku, ya sudah aku pasrah saja dan berusaha santai (dan memesan wine dong di pesawat, haha). Tapi aku memang tidak begitu khawatir sih. Aku sudah cek di internet bahwa hari itu Air France memiliki penerbangan malam ke Lyon dari Paris-CDG. Jadi andaikata skenario terburuk terjadi, aku cukup yakin Air France akan memindahkanku ke penerbangan itu. Memang sih ini akan mengakibatkan sedikit ketidak-nyamanan dalam hal waktu tibaku di Lyon, tetapi toh aku sudah pernah ke Lyon sebelumnya jadi tidak terlalu banyak lah yang akan kulewatkan.

Sebotol kecil wine untuk memasrahkan diri kepada situasi.

Anyway, sekitar 50 menit kemudian kami mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris-CDG. Aku berjalan cepat-cepat begitu keluar dari pesawat sekitar 5 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan lanjutanku, dengan berbekal harapan amat kecil penerbanganku selanjutnya mungkin terlambat juga, haha. Aku kemudian mengecek layar monitor transit di bandara untuk mengetahui gerbang keberangkatannya.

Aku cukup kaget ketika melihat bahwa gerbangnya adalah gerbang yang sama dari mana aku baru saja keluar. Iya, ternyata, penerbanganku ke Lyon akan dioperasikan dengan pesawat yang sama (bahkan dengan set kru yang sama)! Ini adalah kali pertama aku mengalami kejadian begini nih! Haha 😆 . Jadilah akibatnya penerbangan ke Lyon juga kena delay selama 45 menit! Iya, pada akhirnya, semuanya baik-baik saja (untukku)! 😛

Aku menaiki dua penerbangan berbeda (AF1741 dan AF7646) dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXA ini hari ini!

Setelah semua penumpang tujuan Lyon naik pesawat, pilotnya meminta-maaf atas keterlambatan ini dan menyebutkan ini disebabkan oleh keterlambatan penerbangan sebelumnya dari Amsterdam. Yah, aku bisa kok bersaksi untuk pernyataan ini! 😛

Lyon

Lion selfie di Lyon

Relevan untuk disebutkan bahwa perjalanan ini berlangsung di akhir pekan yang amat panas di Eropa; dan di Lyon juga demikian. Panas banget deh ketika aku di sana, dimana suhu udaranya mencapai 30°C, haha. Walaupun begini, toh aku masih sempat jalan-jalan di kotanya, haha 😆 .

Aku membeli tiket harian transportasi umum untuk berkeliling Lyon. Aku menginap di dekat Gare Part Dieu yang berjarak cukup jauh dari Vieux Lyon (Lyon Tua), bagian paling kece (dan paling penuh turis) dari Lyon. Jelas, aku ogah berjalan-kaki kesana apalagi lagi panas-panasnya begini, haha 😆 . Btw, disain tram di Lyon keren-keren loh. Berikut ini salah satunya:

Sebuah tramnya Lyon

Anyway, tidak mengherankan akhir pekan ini ramai banget di Lyon dimana Vieux Portnya penuh orang (baca: turis)! Aku menyebrangi kedua sungai Rhone dan Saone dan berjalan-kaki keliling kotanya. Setelah makan siang, aku naik funicular ke atas bukit Fourviere dimana Basilika Notre Dame-nya Lyon berada. Dari taman kecil di samping basilikanya kita bisa melihat pemandangan Lyon dari atas.

Notre Dame Fourviere di Lyon

Aku lihat di peta dan Teater Gallo-Romains nampak tidak jauh dari basilikanya. Untung ini benar karena aku memutuskan untuk berjalan-kaki kesana, haha 😆 . Teater Romawi ini masih seperti yang kuingat dari tahun 2014, sungguh terawat dengan amat baik.

Teater Gallo-Romains

Dari sana, aku menaiki funicular lain untuk turun kembali ke Vieux Lyon. Aku merasa sudah cukup jalan-jalannya dan toh udaranya panas banget, jadilah aku memutuskan untuk: shopping! Haha 😆 . Bahkan di satu waktu aku memutuskan untuk ngemall aja loh di sebuah mall besar di dekat Gare Part Dieu yang dilengkapi dengan AC, haha 😆 .

Makanannya

Lyon dikenal sebagai ibukota kulinernya Prancis, jadi jelas makanan adalah satu elemen penting dari perjalanan ini, haha, walaupun aku tidak pergi ke restoran berbintang Michelin sih kali ini, tidak seperti yang lalu.

Satu menu yang tidak sempat aku cobain ketika terakhir kali aku di Lyon adalah quenelle de brochet. Jadilah aku berencana untuk tidak melewatkannya kali ini (dan tidak berkeberatan untuk melewatkan andouillette, sebuah makanan khasnya Lyon yang satunya, karena aku trauma dengan saus mustard-nya waktu itu (aku tidak suka mustard Prancis!)). Anyway, quenelle-nya enak juga ternyata. Mungkin aku tidak akan mengklaimnya sebagai masakan terfavoritku karena aku merasa sausnya creamy dan “berat” banget, tetapi (untukku) tetap jauh lebih enak daripada andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Satu menu mengagetkanku, btw, karena (1) jelas, rasanya enak banget dan (2) Kok aku nggak kepikiran sebelumnya ya? Haha. Menu ini adalah steak “fillet de canard” (dada bebek). Beneran loh, rasanya enak banget!! Malahan, aku berpikir untuk sekali-sekali mencoba membuatnya sendiri nih! Hmm 🤔

Advertisements
EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1479 – A Weekend Trip to the Capital of French Gastronomy (Part I)

ENGLISH

Even though this is just a weekend trip, I have decided to split the story into two posts because currently I feel like writing in more details 😛 .

Day 1 (Saturday, 15 November 2014)

I got up at 05:00 today because my flight from Schiphol was scheduled to leave at 09:30. Long story short, I left my apartment at 06:30. I found out that there was still no tram running to the direction to the train station since it was still too early, which meant I had to walk for 30 minutes. Which was fine, except that it was raining this morning! 9gagFU Damn! Finally after walking through the rain and the morning temperature of under 10°C, I arrived at Delft train station at 07:00, just in time to catch the 07:04 train to Schiphol! Yay! Lol 😆 .

I arrived at Schiphol at around 07:45 and I immediately went to Schiphol’s super cool baggage drop-off area (I already checked-in online). Funnily, there I met an acquintance of mine from a tennis lesson I took several periods ago, haha. He was going to Germany for a study exchange for a week. There was a problem with my baggage drop-off machine so one staff suggested me to go to the normal baggage drop-off counter. Yeah, cool machines are not immune to problems 😀 .

Long story short, after that I went through the security check (which has now used the newer machines) and walked to the B-gates area because my KLM flight would be operated by KLM Cityhopper. Btw, it was still so early that the cafe there still had not opened yet! 😆 But luckily at one point they did since I really needed a boost today.

I was very excited when I got the final confirmation that my flight to Lyon would be operated with an Embraer E190 today where one of them, PH-EZP, arrived from Basel and parked at my designated gate.

Finally flying with an Embraer E190 again!
A KLM Cityhopper Embraer E190 reg PH-EZP was being prepared for my KL 1413 flight from AMS to LYS.

At 09:10, the boarding process started. The boarding process went efficiently, just as usual, and at 09:30 the flight departed. We took off from runway 09 of Schiphol Airport and started the 90 minutes flight to Lyon Saint Exupéry Airport.

The actual flight path of flight KL1413 from AMS to LYS today. Source: flightradar24
The actual flight path of flight KL1413 from AMS to LYS today. Source: flightradar24

The flight was a normal routine flight, so there is not so much to share here. At 11:05, we landed at runway 18R of Saint Exupéry Airport. Here is the landing video:

Then, it was the normal stuff. The baggage handling process was quite efficient where I got my bag at 11:20.

From the survey that I did the evening before, I found out that the express tram service to the city centre would cost a fortune. And since today I decided to be cheap with transportation, I went for the cheaper option, which was to take the bus 46 service to the village of Meyzieu. Meyzieu was also the termination point of the Lyon’s tramline 3 where I could use the daily pass transportation ticket (which I knew I would buy today). The bus ticket cost €2 one way to Meyzieu while the express tram would cost €14.50 one way (to downtown Lyon) for adults. I could ignore the €5.20 daily pass price since I would have bought it for the day too anyway had I decided to go with the express tram. Not a bad amount to save, is it? 😀

The bus 46 at Meyzieu
The bus 46 at Meyzieu

However, the price for going with this cheaper option was the time. The next bus 46 departed at 12:12 from Saint Exupéry Airport. It arrived at Meyzieu at 12:34 and with the first departing tram service, I arrived at Part-Dieu railway station in downtown Lyon at around 13:15. Two hours plus to go the city centre, while the express tram service would have consumed less than 50 minutes.

Anyway, after arriving at Part-Dieu station, I walked to my hotel nearby and checked-in. I put my luggage in my room and changed my jacket to a nicer-looking one. Then I left the hotel and walked north to start my culinary adventure in the capital city of French gastronomy 🙂 . And the timing was quite good too, as it was the lunch time!

For lunch, I decided to go to a restaurant which I has been awarded with a one Michelin star. This experience deserves its own separate post btw, so I will keep the story for a later post 🙂 . But I must say that it was definitely one of the best food I have ever had in my entire life!! Even though possible it was the most I have ever splurged for a lunch, it was definitely worth it!

The best pigeon dish I have ever had in my entire life!!
The best pigeon dish I have ever had in my entire life!!

After the amazing lunch, I walked westward towards the Le Vieux Lyon, or the old town of Lyon. The old town of the city was well-preserved with all the old buildings with classic architecture. You know, a “standard” view you will see if you visit European cities 🙂 .

Then I decided to take the funicular ride (which ticket was covered by the daily pass as well) up to the Fourvière hill to the west of the old town. On top of the hill, the Notre Dame basilica stood strong. But first, I went to the small park just by the basilica to enjoy the view of the city of Lyon from the top of the hill. After that, I went inside the basilica, and inside, I also went to the basement, which was quite cool.

From the basilica, I decided to go back down to the Vieux Lyon station in the old town riding the same funicular down. There was actually a second funicular, also departing from Vieux Lyon, to another interesting site on the other side of the hill. However, it was already around 17:30 and so the day had become quite dark. So I decided to put this site in my agenda for tomorrow.

So for now, I exited the station and walked back towards the old town…

TO BE CONTINUED…

Next on A Weekend Trip to the Capital of French Gastronomy:
– Dinner at Lyon
– Lyon in the evening
– The Théâtres Gallo-Romains
– A Sunday in Lyon

BAHASA INDONESIA

Walaupun ini hanyalah perjalanan akhir pekan saja, tetapi aku telah memutuskan untuk membagi ceritanya ke dalam dua buah posting karena sekarang ini aku sedang mood untuk banyak menceritakan detailnya nih 😛 .

Hari 1 (Sabtu, 15 November 2014)

Aku bangun jam 5 pagi hari ini karena penerbanganku dari Schiphol dijadwalkan berangkat jam 9:30. Singkat cerita, aku berangkat dari apartemen jam 6:30. Ternyata jam segitu masih belum ada tram yang jalan ke arah stasiun kereta karena masih kepagian, yang mana artinya aku harus jalan kaki selama setengah jam. Nggak masalah juga sih, kecuali bahwa pagi itu lagi hujan dong! 9gagFU Siaal! Akhirnya setelah berjalan menembus guyuran hujan dan udara pagi yang bersuhu di bawah 10°C, tiba juga aku di stasiun Delft tepat jam 7 pagi, pas banget untuk naik kereta jam 7:04 tujuan bandara Schiphol! Hore! Haha 😆 .

Aku tiba di bandara Schiphol sekitar jam 7:45 dan langsung deh berjalan ke area baggage drop-off-nya Schiphol yang super amat keren sekali itu (ceritanya aku sudah check-in online sebelumnya). Lucunya, disitu aku bertemu dengan seorang kenalanku dari les tenis yang aku ambil beberapa waktu yang lalu, haha. Ternyata ia sedang akan pergi ke Jerman untuk pertukaran pelajar selama seminggu gitu deh. Kemudian ada masalah dengan mesin baggage drop-off yang aku gunakan, sehingga petugasnya mengarahkanku ke konter baggage drop-off manual. Ya, mesin yang keren ternyata tidak lepas dari permasalahan juga 😀 .

Singkat cerita, setelahnya aku melewati pemeriksaan sekuriti (yang sudah menggunakan mesin yang baru loh) dan berjalan ke area gerbang B karena penerbangan KLM-ku akan dioperasikan oleh KLM Cityhopper. Btw, saat itu masih pagi banget sampai-sampai kafenya belum buka dong! 😆 Tetapi untungnya akhirnya mereka buka sih sebelum aku berangkat karena pagi itu rasanya masih ngantuk, haha.

Aku amat bersemangat ketika akhirnya mendapatkan kepastian bahwa penerbanganku ke Lyon pasti akan dioperasikan dengan sebuah pesawat Embraer E190 ketika salah satunya, PH-EZP, tiba dari Basel dan parkir di gerbang keberangkatanku.

Finally flying with an Embraer E190 again!
Sebuah Embraer E190 milik KLM Cityhopper dengan registrasi PH-EZP sedang dipersiapkan untuk penerbangan KL 1413 dari AMS ke LYS.

Jam 9:10, proses naik pesawat dimulai. Seperti biasa lah kalau di Eropa, yang namanya boarding itu efisien banget, jadilah jam 9:30 penerbangannya berangkat. Kami lepas landas dari landasan pacu 09 Bandara Schiphol dan memulai penerbangan 90 menit ke Bandara Saint Exupéry di Lyon.

The actual flight path of flight KL1413 from AMS to LYS today. Source: flightradar24
Jejak rute penerbangan KL 1413 dari AMS ke LYS hari ini. Sumber: flightradar24

Penerbangannya sendiri adalah penerbangan rutin yang biasa-biasa aja, jadi nggak banyak yang bisa dituliskan darinya. Jam 11:05, kami mendarat di landasan pacu 18R Bandara Saint Exupéry. Berikut ini video pendaratannya:

Lalu seperti biasa deh. Proses pengambilan bagasinya cukup cepat dan mulus dimana aku sudah mendapatkan tasku jam 11:20.

Dari survey yang aku lakukan semalam sebelumnya, aku mendapatkan informasi bahwa ongkos servis tram ekspres ke kota amatlah mahal. Dan karena hari ini aku memutuskan untuk menjadi pelit dalam urusan biaya transportasi, aku memilih pilihan yang lebih murah aja, yaitu dengan naik bus umum nomor 46 tujuan Meyzieu. Meyzieu adalah titik akhir layanan tram jalur 3-nya Lyon sehingga untuk ini aku bisa menggunakan tiket transportasi terusan harian (yang aku tahu toh akan aku beli juga hari ini). Harga tiket busnya adalah €2 sekali jalan ke Meyzieu sementara harga tiket tram ekspresnya €14,50 sekali jalan (langsung ke pusat kota Lyon) untuk dewasa. Aku bisa mengesampingkan ongkos tiket terusan hariannya seharga €5,20 karena aku toh juga akan membeli tiket ini juga andaikata aku memilih tram ekspres. Lumayan banget kan ya jumlah yang diirit itu? 😀

The bus 46 at Meyzieu
Bus nomor 46 di Meyzieu

Namun, harga yang harus dibayar dengan pilihan yang lebih murah ini memang adalah waktu. Keberangkatan bus 46 selanjutnya adalah jam 12:12 dari Bandara Saint Exupéry. Layanan ini tiba di Meyzieu jam 12:34 dan dengan tram pertama yang berangkat setelah itu, aku tiba di stasiun kereta api Part-Dieu di pusat kota Lyon sekitar jam 13:15. Ya, dua jam lebih untuk mencapai pusat kota, dimana jika menggunakan layanan tram ekspres, aku akan menghabiskan waktu kurang dari 50 menit saja.

Setelah tiba di stasiun Part-Dieu, aku berjalan ke hotelku di dekat sana dan check-in. Aku meninggalkan tasku di kamar dan mengganti jaket yang aku kenakan ke yang lebih bagus. Lalu, aku langsung memulai acara jalan-jalan dengan berjalan ke arah utara untuk memulai petualangan kulinerku di ibukota kulinernya Prancis 🙂 . Dan timing-nya pas banget kan, waktu makan siang gitu!

Untuk makan siang, aku memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran yang telah dianugerahi satu bintang Michelin loh. Pengalaman ini berhak mendapatkan posting-nya tersendiri deh, jadi ceritanya aku simpan untuk yang akan datang 🙂 . Tetapi harus kubilang bahwa ini adalah salah satu makanan paling enaaaak yang pernah aku makan seumur hidup!! Walaupun kali itu mungkin adalah makan siang termahal yang pernah aku bayar, tetapi semuanya setimpal! 😀

The best pigeon dish I have ever had in my entire life!!
Masakan burung dara paling enak yang pernah aku makan seumur hidup!!

Setelah makan siang yang enak banget itu, aku berjalan ke arah barat menuju Le Vieux Lyon, alias kota tuanya Lyon. Kota tuanya sendiri terawat dengan baik dengan gedung-gedung tua dan arsitektur kerennya. Ya tahu lah, pemandangan “standar” yang ditemui dimana-mana kalau mengunjungi kota-kota di Eropa gitu deh 🙂 .

Lalu aku memutuskan untuk naik funicular (yang mana tiketnya juga termasuk tiket terusan harian itu loh) untuk naik ke puncak bukit Fourvière di sebelah baratnya kota tua. Di puncak bukit, Basilika Notre Dame berdiri dengan kokoh. Sebelum masuk kesana, aku pergi dulu ke taman di sebelah basilikanya untuk menikmati pemandangan kota Lyon dari atas bukit. Setelah itu, aku masuk ke dalam basilikanya dan di dalamnya masuk ke basement-nya juga loh, yang mana di dalamnya lumayan keren juga.

Dari basilika, aku memutuskan untuk turun kembali ke stasiun Vieux Lyon di kota tua menaiki funicular yang sama. Sebenarnya ada funicular lain, yang juga berangkat dari Vieux Lyon, ke arah tempat menarik lainnya di sisi lain bukit. Tetapi saat ini waktu sudah menunjukkan jam 17:30 sehingga suasana di luar juga sudah cukup gelap. Jadilah aku memutuskan untuk memasukkan tujuan ini di agendaku untuk keesokan harinya.

Jadi untuk sekarang, aku keluar dari stasiunnya dan kembali ke kota tua…

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam A Weekend Trip to the Capital of French Gastronomy:
– Makan malam di Lyon
– Lyon di malam hari
– Théâtres Gallo-Romains
– Hari Minggu di Lyon