#1580 – Some Recent Stories

ENGLISH

Exam Surveillance

Earlier this week, I had to go to Utrecht again for the second exam surveillance of the course which I am assisting this semester. This time it was the resit exam so there were (much) less students taking the exam; which made it nicer in grading (which I also had to do) because now there were less to handle, haha 😆 .

Now I have finished the grading btw so my work for this course is, finally, done! Yay! Haha 😆

Visa

Anyway, earlier this month I also made another visa application and earlier this week I had to submit my passport for it. As usual, I am not going to tell more than this at the moment, haha 🙂 . I hope the application process goes smoothly.

€30

Last weekend, I decided to clean up my room a little bit. By cleaning up, I mean throwing out some old stuffs which I did not really anymore. One of those stuffs was my old (and already shabby) document and passport holder which I had not used since 2012, haha 😆 .

Somehow before throwing it to the “throw-out” pile, I decided to check first what was inside. And guess what? I found €30 cash inside, lol 😆  Lucky I did check first! I mean, €30 is something, haha 😆 .

Catch Up

Anyway, my ex-supervisor who now works in Australia was actually in the Netherlands the past couple of weeks to attend a conference. So on Wednesday evening we decided to catch up a little bit at a bar in the centrum. When I arrived there I first met her husband though (who I also knew quite well to some degree) because she was still busy putting her daughter to bed. But anyway so she finally came some time later; and it was nice to be able to catch up! 🙂

Another exam surveillance this month

Another exam surveillance this month

BAHASA INDONESIA

Mengawasi Ujian

Awal minggu ini, aku harus pergi ke Utrecht lagi untuk mengawasi ujian kedua dari kelas yang aku ampu sebagai asisten semester ini. Kali ini adalah ujian resit jadi jumlah mahasiswa yang ikut juga (jauh) lebih sedikit; yang mana enak juga sih untuk mengoreksinya (yang juga harus aku lakukan) karena ada lebih sedikit yang harus aku handle kan, haha 😆 .

Nah sekarang aku sudah selesai mengoreksi nih btw sehingga tugasku di kelas ini, akhirnya, selesai juga! Hore! Haha 😆

Visa

Anyway, awal bulan ini aku juga memasukkan sebuah aplikasi untuk visa lagi dan awal minggu ini aku menyerahkan pasporku untuknya. Seperti biasa, sekarang aku masih belum bisa bercerita lebih jauh dari ini ya, haha 🙂 . Yaa, mudah-mudahan proses aplikasinya lancar.

€30

Akhir pekan lalu, aku memutuskan untuk membersihkan kamarku. Dengan membersihkan, maksudku adalah membuang barang-barang lama yang sudah tidak aku gunakan lagi. Salah satunya adalah dompet dokumen dan paspor yang sudah tua (dan sobek-sobek) yang sudah tidak aku gunakan lagi semenjak tahun 2012, haha 😆 .

Nah, entah baaimana sebelum membuangnya ke tumpukan barang “untuk dibuang”, aku memutuskan untuk mengecek dalamnya dulu. Dan apa yang terjadi? Aku menemukan uang kontan senilai €30 dong di dalamnya, lol 😆 . Untung banget kan aku mengeceknya dulu! Maksudku, €30 kan lumayan banget ya, haha 😆 .

Catch Up

Anyway, mantan pembimbingku yang sekarang bekerja di Australia ceritanya sedang berada di Belanda beberapa minggu belakangan ini untuk menghadiri sebuah konferensi. Jadilah Rabu malam kami memutuskan untuk ketemuan untuk catch up gitu di sebuah bar di centrum. Ketika aku tiba disana, pertama-tama aku bertemu suaminya (yang aku cukup kenal juga) karena ia sedang sibuk menidurkan anaknya dulu, haha. Beberapa waktu kemudian dia tiba; dan rasanya asyik juga lho bisa catch up gitu setelah sekian lama! 🙂

#1573 – Work Story

ENGLISH

Okay, some more story from work lately, haha 😆 .

Paper

Finally, the paper which I have been busy working on in the last a few months is now finished! Yay!! I have submitted it to an international scientific journal this week so now I just need to wait for the (anonymous) reviews 🙂 .

It felt so strange, btw, that it was done. When it was really done, I was like “Really? It is done? I am not forgetting something, am I?“, haha 😆 . I guess having spent so much energy and time on it made me feel this way, that when it finally finished, I could not believe that it was finished, haha 😆 .

Am I done with writing though? NOPE! Not at all, haha 😆 . Currently I am busy with preparing the materials for my next paper which I should also finish as soon as possible! Yeah, the reality of a third year PhD student here. Writing, writing, and writing!!

So yeah, no rest for me.

Exam

Anyway, I have also finished grading the exam which I had to oversee last week. How was it? Well, the students did quite well in my opinion, around 88% of them passed the exam 🙂 .

I also opened an opportunity for the student to question their grade. So I announced the grade first before submitting it to the system and in between the students had the right to “complain” if they wanted. Btw, there were a few complaints which I found rather “funny” 😛 . I can’t write it here though I think 😛 .

Video

Anyway, this morning a secretary in my department shared me the following video on Facebook:

(1) Yes, I guess she knows I am an aviation enthusiast because of my frequent airplane photo upload, lol 😛 ; and (2) What a take-off (you can see it starting from 0:35)!! 😯 It is cool (to watch) but I am still not sure if I want to be in a flight that takes off like that! Lol 😆

BAHASA INDONESIA

Oke, beberapa cerita dari kantor baru-baru ini yah, haha 😆 .

Paper

Akhirnya, sebuah paper yang merupakan fokus utamaku beberapa bulan belakangan ini kelar juga! Hore!! Aku baru saja memasukkannya ke sebuah jurnal ilmiah internasional sehingga sekarang aku tinggal menunggu review (anonim)-nya aja deh 🙂 .

Aneh lho rasanya, bahwa paper-nya sudah beres. Ketika selesai, aku malah berpikir “Ini beneran sudah selesai? Yakin aku nggak kelupaan apa gitu?“, haha 😆 . Sepertinya akibat telah menghabiskan amat banyak waktu dan tenaga untuknya malah membuatku merasa demikian ya, bahwa ketika beneran kelar, malah nggak percaya bahwa beneran sudah kelar, haha 😆 .

Apakah aku sudah selesai dengan menulis? TIDAK! Sama sekali tidak, haha 😆 . Sekarang ini aku sedang sibuk mempersiapkan materi untuk paper selanjutnya yang juga harus aku selesaikan segera! Ya, memang beginilah realita kerjaan mahasiswa PhD (S3) tahun ketiga disini. Menulis, menulis, dan menulis!!

Ya, tidak ada rehat untukku.

Ujian

Ngomong-ngomong, aku juga sudah beres mengoreksi ujian yang harus aku awasi minggu lalu loh. Bagaimanakah hasilnya? Hmm, mahasiswanya mengerjakannya dengan cukup baik sih menurutku, dimana sekitar 88% di antaranya lulus 🙂

Aku juga membuka sebuah kesempatan bagi mereka untuk mempertanyakan nilainya. Jadi nilainya aku umumkan dulu sebelum nilainya aku masukkan ke sistem dan di antaranya mereka berhak untuk “komplain” kalau mereka mau. Btw, ada beberapa komplain yang menurutku agak “lucu” dan “aneh-aneh” 😛 . Tapi sepertinya tidak etis lah ya kalau aku ceritakan disini, haha 😛 .

Video

Anyway, pagi tadi seorang sekretaris di jurusanku memberikanku link video berikut di Facebook:

(1) Iya, kayaknya ia tahu aku adalah seorang aviation enthusiast karena aku sering upload foto-foto pesawat gitu deh, haha 😛 ; dan (2) Wow banget itu lepas landasnya (bisa dilihat mulai di detik 0:35)!! 😯 Keren banget ya (untuk ditonton doang) tetapi aku sendiri masih nggak yakin aku ingin terbang dengan penerbangan yang lepas landasnya kayak gitu! Hahaha 😆

#1568 – My Biggest Teaching Responsibility (Yet)

ENGLISH

This week (and this month actually), I have to deal with the biggest teaching responsibility (yet) I have to ever face in my still very young career in academia (here I don’t take supervising a Master thesis into the account 😛 ). Now, I have to be responsible for a Master level course because the professor I am working with (who is the one actually responsible for the course) is on maternity leave.

The final exams of this course are held this month and I have to oversee both (one main exam and one resit exam) and actually grade the students’ work. I feel like this is a huge responsibility because whatever grade that comes out from these exams will be the students’ final grade because there was no graded assignment/exercise during the one semester course.

Students’ Behavior

Anyway, as this exam was an open-book exam (which, btw, is usually much more difficult than a closed-book exam obviously), there were a lot of questions from the students prior to the exam regarding what was allowed/not allowed to bring in the exam.

In general, I felt like students wanted to bring as many materials as they could. As much as I understood this (well, I was a student myself before), actually I don’t think bringing as many materials as possible to an open book exam to be a good idea. Why? IMO, having too many source of information in our hand in a highly stressful situation with a strict time constraint like an exam can actually backfire because it may cause people to panic. By “panic”, I mean instead of thinking clearly about the exam, they may just randomly open all the books/materials hoping to find the answer/an englightment. And this usually leads to disaster.

For this reason, we decided to make a strict rule about which materials that were allowed in the exam. It was for the best of the students because we made the exams so we could help the students by having the optimal number of materials which could help them.

The Exam

The main exam took place yesterday. Btw, luckily, a professor (whom actually also holds the title ‘Professor’) was willing to help me oversee the exam so this took some pressure off of me as well, haha.

Anyway, the exam was for three hours and was supposed to start at 10:00. But then, because there were a few dyslexic students who were allowed to have an hour extra in the exam which, apparently, could only be added up front, the entire exam had to start at 09:00. But since I was responsible for it, it meant that I had to be there by 08:45 at the latest. And the exam was held in Utrecht University in Utrecht. And it was even not in their campus in the city, but in the Uithof which was in the suburb of Utrecht.

The bottomline is, I had to leave Delft extremely early in the morning! Hahaha 😆 .

But I am glad that the exam went quite smoothly. And at the moment, I am still very busy grading the exam because I have to announce the final grade quite soon!

Overseeing an exam on a Monday morning

Overseeing an exam on a Monday morning

BAHASA INDONESIA

Minggu ini (dan bulan ini sih sebenarnya), aku harus menghadapi tugas mengajar dengan tanggung-jawab terbesar (sejauh ini) di karirku yang masih amat muda di akademia ini (eh, di posting ini pengalamanku membimbing sebuah thesis/skripsi Master (S2) tidak aku hitung yah 😛 ). Sekarang, aku harus bertanggung-jawab akan sebuah mata kuliah level Master (S2) karena profesor yang bertugas mengampunya sedang cuti hamil.

Ujian Akhir mata kuliah ini diadakan bulan ini dan aku harus mengawasi kedua ujiannya (satu ujian utama dan satu ujian resit) dan kemudian aku harus mengoreksi pekerjaan mahasiswanya juga. Aku merasa ini adalah tanggung-jawab yang besar karena nilai yang keluar dari hasil koreksianku akan menjadi nilai akhir para mahasiswanya karena tidak ada tugas (yang dinilai) sepanjang kuliah selama satu semester ini.

Kelaukannya Mahasiswa

Anyway, karena ujian ini adalah ujian open-book (yang mana, btw, biasanya jauh lebih susah daripada ujian closed-book kan ya jelas), ada banyak pertanyaan dari mahasiswa mengenai apa yang boleh dibawa/tidak boleh di ujian ini.

Secara umum aku merasa bahwa mahasiswa ingin membawa sebanyak mungkin materi ke ujiannya. Aku mengerti pemikiran mereka ini sih (yaaa, dulu kan aku juga mahasiswa gitu). Tetapi aku kira sebenarnya ini bukanlah ide yang baik. Mengapa? Menurutku, memiliki terlalu banyak sumber informasi di tangan di sebuah situasi yang tinggi stress dengan waktu yang dibatasi seperti sebuah ujian justru akan menjadi bumerang dan bisa menyebabkan beberapa orang panik. “Panik” dalam artian: bukannya berpikir jernih untuk menyelesaikan soal-soal yang ditanyakan, mereka justru malah membolak-balik panik halaman buku/materi dengan harapan menemukan jawabannya/ilham disitu. Dan biasanya ini justru akan menyebabkan semuanya menjadi kacau kan.

Untuk alasan ini, kami memutuskan untuk membuat aturan cukup ketat mengenai materi apa saja yang diperbolehkan di ujian ini. Ini untuk kebaikannya mahasiswa sih karena yang membuat soal-soalnya kan kami ya sehingga kami bisa membantu mereka dengan membawa jumlah materi yang (menurut kami) optimal yang bisa mereka gunakan di ujian ini.

Ujiannya

Ujian utamanya berlangsung kemarin. Btw, untungnya, seorang profesor lain (yang memang memiliki gelar “Profesor” juga loh) mau membantuku mengawasi ujian ini sehingga ini melepaskan sebagian tekanan dari bahuku kan ya, haha.

Ngomong-ngomong, ujiannya adalah selama tiga jam dan seharusnya dimulai jam 10 pagi. Tetapi karena ada beberapa mahasiswa dengan disleksia yang berhak mendapatkan satu jam ekstra di ujian ini yang mana, ternyata, satu jam ekstranya cuma bisa ditambahkan di awal, artinya keseluruhan ujiannya harus dimulai jam 9 pagi. Tetapi karena aku bertanggung-jawab akan ujiannya, jadi aku harus tiba paling telat jam 08:45 pagi kan ya. Dan ujiannya diadakan di Universitas Utrecht di Utrecht. Dan bukan di kampusnya yang di tengah kota loh, tetapi di Uithof yang berada di pinggiran Utrecht.

Intinya adalah, aku harus berangkat kerja pagi banget dari Delft kemarin! Hahaha 😆 *curcol* .

Tetapi untungnya ujiannya berlangsung dengan mulus sih. Dan sekarang ini aku sedang sibuk mengoreksi ujiannya karena aku harus segera mengumumkan hasilnya!

#1563 – Work Story This Week

ENGLISH

Main Duty

Same old, same old, I was very busy at work this week, haha 😆 . From my project, I am still busy finishing a paper up. There has been visible progress since the last time though where now I feel that it is much closer to being done. So it is good! I just want this paper to leave my office building (read: being submitted) as soon as possible! 😀

From my teaching duty this semester, these past two weeks I have been busy preparing the final exam of a Master-level course with a professor. We have to make two sets of exam though, one for the main one and the other for the resit exam. For the moment both sets have been ready but I still need to reread everything to make sure the quality is good and what we ask are clear enough, haha.

A Course

Speaking of which, this week I also decided to take a self development course (which I was mandated by the university to take a few during the course of my PhD study). The course was a “self presentation” course where the goal was to equip us with a few techniques to enhance our presentation skill.

To me, I feel quite confident with my presentation skill if I prepare myself well. And obviously usually I do especially for important presentations like in a conference or so. But of course there is nothing wrong to get some more feedback and suggestion to even improve it.

And I am glad that I did because the teacher was an actor. So he taught us a few techniques from his acting experience which would be helpful for our presentation. For instance, how to communicate with the eyes, how to use our body language to convey the message, etc. Quite cool stuff.

Late Salary

Anyway, yesterday was supposed to be the salary day for us. But then, for the first time in almost three years of working here in TU Delft, there was a problem where the salary was transferred late! Damn, haha. And what made it even a little bit more annoying was the fact that this was the May salary where we were supposed to also receive the holiday allowance bonus (not the yearly bonus which is paid in December) this month. And because of this problem, the bonus was paid late too, haha 😦 .

BAHASA INDONESIA

Pekerjaan Utama

Cerita lama lah, minggu ini aku sibuk di kantor, haha 😆 . Dari risetku, aku masih sibuk menyelesaikan satu paper yang masih belum rampung juga itu. Memang sudah ada progress yang nampak nyata sih semenjak terakhir kali sehingga memang rasanya sekarang sudah hampir beres deh. Bagus lah ya! Soalnya rasanya aku sudah pengen banget paper ini untuk segera meninggalkan gedung kantorku (baca: di-submit) sesegera mungkin! 😀

Dari tugas mengajarku semester ini, dua minggu belakangan ini aku sibuk mempersiapkan sebuah ujian akhir (UAS) untuk sebuah kuliah level Master (S2) bersama dengan seorang profesor. Kami harus mempersiapkan dua set ujian nih, satu untuk yang utama dan satu lagi untuk ujian resit. Sekarang ini kedua setnya sudah siap sih tetapi aku perlu membaca ulang semuanya untuk memastikan kualitasnya oke dan yang ditanyaka cukup jelas, haha.

Sebuah Kelas

Ngomong-ngomong, minggu ini aku juga memutuskan untuk mengambil sebuah kelas pengembangan diri (yang mana diwajibkan oleh universitas untuk mengambil beberapa kelas ini di masa studi PhD (S3)-ku ini). Kelas yang aku ambil adalah kelas “self presentation” dimana tujuannya adalah untuk melengkapi diri kami dengan beberapa teknik untuk meningkatkan kemampuan presentasi kami.

Untukku pribadi sih aku merasa cukup percaya diri dengan kemampuan presentasiku kok kalau aku mempersiapkan diriku dengan baik. Dan tentu saja biasanya juga begitu apalagi untuk presentasi-presentasi penting semacam di konferensi dan sebagainya lah ya. Tetapi tentu saja tidak ada salahnya untuk mendapatkan masukan dan saran untuk membuatnya lebih baik lagi.

Dan aku lega aku memutuskan untuk mengambil kelas ini karena dosennya adalah seorang aktor. Jadilah ia mengajarkan beberapa teknik dari pengalaman beraktingnya yang bisa membantu presentasi kami. Misalnya saja, bagaimana cara untuk berkomunikasi dengan mata, bagaimana cara menggunakan bahasa tubuh untuk membantu kita menyampaikan pesan, dsb. Keren dah.

Gajian Telat

Anyway, seharusnya kemarin adalah hari gajian disini. Tetapi ya, untuk pertama kalinya setelah hampir tiga tahun bekerja di TU Delft, ada masalah dong dimana gajinya telat! Sial, haha. Dan yang lebih menyebalkan lagi adalah ini adalah gaji bulan Mei dimana gajinya juga termasuk bonus holiday allowance (bukan bonus tahunan yang biasanya diberikan di bulan Desember). Dan karena masalah ini, bonusnya jadi masuknya telat juga deh, haha 😦 .

#1538 – With Great Power Comes Great Responsibility

ENGLISH

This semester, I am assigned as a TA in a Master-level course. This course will end with a written exam which will take place at the end of the semester (obviously). Okay, technically two final exams actually. The first one is the main exam while the second one is a resit exam meant for those who fail in the first exam or those who want to get better grades or those who cannot attend the first exam for whatever reason.

And then, it turned out that I would have to be involved in both exams. So when the course just began earlier this semester, I asked the professor when would these exams be. And she was like “Ok, let’s decide it together!”.

Here, ladies and gentlemen, for the first time ever in my life, I had the power to determine when an exam would take place! Haha 😆 . Before I was always in a student position so I had to accept whatever the set date for the exam was. Or even if I was involved as a TA I did not have to deal with the exam (except the grading), I was never in a position to determine the date of an exam! And now, I did[1], muahaha 😈 .

A few weeks later, the administrator of the courses sent us two suggested dates for the two exams. But then, it turned out that I was not fond of both dates (I already had a plan in my mind). So I said no and proposed two other dates. And both dates got approved, haha 😆 .

Yeah, quite a funny feeling I must say 🙂 . However, as Uncle Ben said,

“with great power comes great responsibility”.

Obviously I have some responsibility in this course as I am a TA of it. And for that responsibility, I am “given” more “power” to manage the course. Quite makes sense and natural, I think 😉

BAHASA INDONESIA

Semester ini, aku ditugaskan menjadi TA di sebuah mata kuliah level Master (S2). Mata kuliah ini akan diakhiri dengan sebuah ujian tertulis yang diadakan di akhir semester (ya iya lah). Oke, secara teknis dua ujian sih sebenarnya. Yang pertama adalah ujian pertama sementara yang kedua adalah ujian resit bagi mereka yang tidak lulus di ujain pertama atau mereka yang ingin memperbaiki nilai atau mereka yang tidak bisa hadir di ujian pertama karena satu dan lain hal.

Dan kemudian, ternyata aku akan terlibat langsung di kedua ujian ini. Jadi ketika kelasnya baru dimulai awal semester ini, aku bertanya dong ke profesornya kapan ujiannya akan diadakan. Dan jawabannya adalah “Oke, mari kita tentukan bersama!”

Disini, saudara dan saudari sekalian, untuk pertama kalinya seumur hidup, aku memiliki kuasa (power) untuk menentukan kapan sebuah ujian akan berlangsung! Haha 😆 Sebelumnya kan aku berada di posisi pelajar/mahasiswa gitu ya jadinya mau nggak mau harus terima-terima aja dong kapan ujiannya dijadwalkan. Atau kalaupun aku terlibat sebagai TA, aku tidak harus berurusan dengan ujiannya (kecuali mengoreksi doang) sehingga aku tidak pernah berada dalam posisi untuk menentukan tanggal ujian! Dan sekarang, aku berada di posisi itu loh[1], muahaha 😈 .

Beberapa minggu kemudian, administrasi dari kelasnya mengirimkan dua tanggal usulan untuk kedua ujian ini. Nah, kebetulan, aku kurang suka dengan kedua tanggal ini (soalnya sudah ada rencana gitu deh di pikiran untuk kedua tanggal itu). Jadi aku berkata tidak dan mengusulkan dua tanggal lain. Dan kedua tanggal lain ini diterima, haha 😆 .

Ya, rasanya lucu juga menurutku 🙂 . Namun, seperti yang dibilang oleh Uncle Ben,

“with great power comes great responsibility”.

Jelas aku memiliki tanggung-jawab di kelas ini ya karena aku kan TA-nya gitu. Dan untuk tanggung-jawab itu, aku “diberikan” “kuasa” yang lebih untuk mengatur jalannya kuliah. Masuk akal dan alami memang yah 😉

#1176 – The Story This Week

ENGLISH

Lock-Down Mode

Actually, I have been in a “lock down mode” the whole week this week. I decided to take an exam which was held earlier today, which meant that I had to prepare myself for it this week (the preparation even already started last week actually). Just like this time, actually I do not need the grade from this exam as I am a PhD Candidate now; but I (and my supervisors as well) thought it would be beneficial if I took the exam as I would pressurize myself even more to study the subject. Fair enough, so doing the exam I did.

Nevertheless, an exam is an exam, regardless the grade matters or not; well, this is true at least for me 🙂 . I am never the type of dropping something off when there is no direct consequence in doing so. No. When something is thrown at me and I accept it, I feel like it is my responsibility to do my best on it. So, the point is, I am glad that it is already the weekend now so I can relax, hahaha 😆 .

Anyway, the exam went pretty well I think.

Freezing the Whole Week

Speaking of the weather, it has literally been freezing the whole week this week. So, the hottest temperature in Delft at any point this week was, I think, around –3ºC. Well, the same pond that was frozen last year so we could literally go skating on it hasn’t frozen to the point we can safely skate on it yet though, but some other ponds have.

It also means that the snow that started falling this time hasn’t gone yet. Okay, as much as I am (still) fascinated with snow, it is now getting a little bit more annoying. For one, it becomes very slippery everywhere so we have to be extra cautious when walking or biking somewhere. And secondly, it sucks that ten of the fourteen tennis courts in the Sports Center are still covered with snow so we cannot play on any of them, huahaha 😆 . It also resulted in the cancellation of two tennis courses I was supposed to have in the past two weeks. Okay, there are still four courts inside the balloon; but still, it means less capacity so there is more chance for reservation conflict.

The temperature is expected to rise to between 2–12ºC starting this Sunday and so I am looking forward to it, hahaha.

BAHASA INDONESIA

Mode Mengunci Diri

Sebenarnya, aku berada dalam “mode mengunci diri” sepanjang minggu di minggu ini. Aku memutuskan untuk mengambil satu ujian yang diadakan hari ini, yang mana artinya aku harus mempersiapkan diriku untuk itu sepanjang minggu ini dong ya (sebenarnya persiapannya juga sudah dimulai semenjak minggu lalu sih). Seperti waktu ini, sebenarnya aku tidak membutuhkan nilai dari ujian ini karena aku kan kandidat PhD (S3) sekarang; tetapi aku (dan pembimbingku juga) merasa bahwa mungkin akan berguna jika aku mengambil ujian ini karena aku memberikan tekanan lebih kepada diriku untuk belajar materinya. Benar juga kan, jadilah aku mengikuti ujiannya.

Walaupun begitu, yang namanya ujian itu ya ujian ya, tidak peduli apakah kita butuh nilainya atau tidak; yah, setidaknya ini berlaku untukku sih 🙂 . Aku bukanlah tipe yang suka melepas sesuatu walaupun tidak ada konsekuensi langsung darinya. Bukan. Ketika sesuatu diberikan kepadaku dan aku menerimanya, aku merasa bahwa adalah tanggung-jawabku untuk melakukan yang terbaik untuknya. Jadi, intinya adalah, aku sekarang merasa cukup lega bahwa sekarang sudah akhir pekan sehingga aku bisa bersantai-santai, hahaha 😆 .

Anyway, rasa-rasanya ujiannya berlangsung dengan lancar sih.

Membekukan Sepanjang Minggu

Ngomongin cuaca, cuaca satu minggu ini benar-benar membekukan dalam artian sebenarnya loh. Jadi, suhu udara terpanas di Delft di semua waktu minggu ini, rasa-rasanya, adalah sekitar –3ºC. Yah, kolam yang sama yang membeku tahun lalu sehingga kita bisa main ice-skating di permukaannya belum sepenuhnya membeku sih, tapi beberapa kolam lain sudah loh.

Ini juga berarti bahwa salju yang mulai turun waktu ini juga masih belum hilang. Oke, walaupun aku (masih) suka dengan yang namanya salju, tapi kok makin kesini rasanya makin menyebalkan saja ya salju itu. Pertama, sekarang ini jadi licin banget gitu dimana-mana jadi kita harus berhati-hati kalau sedang berjalan-kaki atau bersepeda. Dan yang kedua, nyebelin kan kalau sepuluh dari empat belas lapangan tenis di Sports Center masih tertutupi salju sehingga nggak bisa main disana, huahaha 😆 . Ini juga mengakibatkan dibatalkannya dua kelas tenis yang seharusnya aku ikuti dua minggu belakangan ini. Oke, masih ada empat lapangan di dalam balon sih; tapi tetap saja ya, karena berarti kapasitasnya juga berkurang, kemungkinan konflik jadwal reservasi jadi semakin tinggi deh.

Suhu udara diramalkan naik ke rentang 2–12ºC mulai hari Minggu ini; dan aku tunggu-tunggu aja deh ya, hahaha.

#1147 – Weekend, Finally!!

ENGLISH

I must say I am really glad that now is now; I mean, the second weekend of November! Why? Well, finally, I can have the much-awaited rest I have been looking for!!

Yes, I have really been busy and it went all the way back to my trip to southern France and Austria. The trip itself was, of course, tiring in the sense that obviously I would feel (physically) tired after going on a trip. Then, after getting back to the Netherlands, I was busy accompanying my parents in the last week of their October trip to Europe. They went back to Indonesia last Sunday; but my Sunday was actually not over yet as I had to do my laundry and also clean my apartment.

I had to submit a paper review on Monday. This was the reason why I read a paper during my southern France and Austria trip, otherwise I wouldn’t have had enough time! Then, I was quite on a mini lock-down mode as I decided to take one exam this Friday. Well, as a PhD, I would not need the grade; but I just thought it would be good if I pressurized myself with having to take the exam as it would force me even more to study the materials, hehehe 🙂 . There was a lot to read and study to prepare for the exam btw, and I only had two days (Tuesday and Wednesday) for that. So I had to really make the most out of those two days.

Wait, only two days? What about Thursday? Well, I would have the third, and last, meeting of the PhD Start Up course on Thursday. And as the previous two meetings, this would take the whole day. This time, the course took place within the campus limit, which was nice in some ways. But now I kinda prefer the other place as I think that place was more suitable for the course’s program. Anyway, I had the exam on Friday. I think it went well. It was just that because I had not been manually writing with my hand for quite some time, my hand hurt a little bit after I finished the exam, where my answers were on eight pages of A4 paper, huahaha 😆 .

Yeah, that is why I am so glad this weekend is this weekend, where I can catch a breathe and relax a little bit.

BAHASA INDONESIA

Harus kubilang bahwa aku lega sekarang adalah sekarang; maksudku, akhir pekan kedua di bulan November ini! Mengapa? Yah, karena akhirnya aku bisa mendapatkan istirahat yang sudah sangat aku nantikan!!

Ya, akhir-akhir ini aku sibuk sekali dan semuanya telah bermula semenjak perjalananku ke Prancis selatan dan Austria. Perjalanannya sendiri, tentu saja, juga melelahkan dalam artian tentu saja aku merasa lelah (secara fisik maksudnya) setelah kembali dari sebuah perjalanan. Lalu, setelah kembali ke Belanda, aku sibuk menemani orangtuaku di minggu terakhir mereka di perjalanan bulan Oktober mereka ke Eropa. Mereka sudah kembali ke Indonesia hari Minggu lalu; tapi hari Mingguku waktu itu juga sebenarnya belum berakhir karena aku juga harus mencuci pakaianku dan juga bersih-bersih apartemen.

Aku harus mengumpulkan satu paper review di hari Senin. Inilah mengapa aku harus membaca sebuah paper di perjalananku ke Prancis selatan dan Austria, karena kalau tidak, aku tidak akan memiliki cukup waktu untuknya! Lalu, aku berada dalam mode mengunci diri mini karena aku memutuskan untuk ikut sebuah ujian hari Jumat ini. Yah, sebagai PhD, aku tidak akan membutuhkan nilainya sih; tapi aku rasa akan baik juga jika aku memberikan tekanan kepada diriku sendiri untuk ikutan ujian karena ini akan lebih memaksaku untuk mempelajari material-nya secara lebih serius kan, hehehe 🙂 . Ada banyak sekali bahan yang harus dibaca dan dipelajari sebagai persiapan ujiannya, hanya saja aku hanya memiliki dua hari untuk itu (Selasa dan Rabu). Jadilah aku harus memaksimalkan dua hari itu.

Eh, tunggu, hanya dua hari saja? Bagaimana dengan hari Kamis? Yah, aku harus mengikuti pertemuan ketiga, dan terakhir, dari kelas PhD Start Up di hari Kamis. Dan seperti dua pertemuan sebelumnya, pertemuan ini akan memakan waktu seharian. Kali ini, kelasnya diadakan di dalam lokasi kampus, yang mana enak juga dari beberapa segi ya. Tapi entah kenapa aku lebih suka tempat yang satunya itu deh karena menurutku lebih cocok untuk program kelasnya. Anyway, ujiannya aku ikuti di hari Jumat. Aku rasa ujiannya berlangsung dengan lancar sih. Hanya saja karena sudah lama aku tidak menulis secara manual dengan tangan, jadilah tanganku sedikit pegal gitu setelah aku menyelesaikan ujiannya, dimana pekerjaanku kutulis dalam delapan halaman kertas folio, huahaha 😆 .

Ya, itulah mengapa aku lega akhir pekan ini adalah akhir pekan ini, dimana aku bisa berhenti sejenak dan sedikit rileks.