#1908 – 2017 Easter Long Weekend Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the 2017 Easter Long Weekend Trip series:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Easter weekend is always a long weekend in the Netherlands (Though, unlike in Indonesia, it is not the Good Friday that is a public holiday but the Easter Monday (i.e. the Monday after). Good Friday is just an observance day and my office does not recognize this as an official public holiday, haha). So it is a nice opportunity for a trip somewhere!!

When looking at my 2017 calendar at the end of last year, I knew I wanted to make use of this Easter long weekend for a trip somewhere, too. However, given my now limited holiday allowance which I must save for some big travelling plans later on in the year, I could not make this trip a longer one like in 2015, when I went to Japan, or in 2016, when I went to the Baltic region.

Basically, I could only go in the long weekend itself, departing on Saturday and coming back on Monday. So I thought at least the flying part (Obviously I would want to involve some flying! 😛 ) should be of interesting routing. I browsed some possibilities, and in the end booked one!

So, this year, I went to:

Zurich

Yep, Zurich, haha. Well, I have been to Zurich once before, even though it was in 2011. So this was indeed a nice opportunity to come back there! 😀 Zurich was beautiful, just as I remembered it back from 2011! Though, unfortunately it was raining the entire time when I was there; and there was not so much going on either because it was Easter. It was also still, well, expensive! Haha 😝.

RIP my money💸💸💸💸💸

Anyway, about the interesting routing, here was it this long weekend:

The routing this long weekend. Created with gcmap.com

Haha, yep, I flew Amsterdam – Paris CDG – Zurich – Rome FCO – Amsterdam 😛 . There was a mini drama with the ticketing, though. Due to Alitalia’s schedule adjustment, I was originally “moved” to an evening Rome – Amsterdam flight resulting in almost seven hours transit in Rome – Fiumicino. Obviously I was not happy with it so I contacted the travel agency from where I bought my ticket. They were being super helpful and were able to move me to an afternoon flight, where my transit time was now less then two hours! Yeay 🙂 .

I also got the chance to fly this Alitalia CityLiner’s Embraer ERJ175 reg EI-RDG! A new airline and airplane type for my logbook!! 😍

I am actually not done yet with my move from Delft to Amsterdam. So a few weeks ago, when I got the confirmation that the apartment was mine and that April would be my “moving month”, I got a little bit unsure about this trip. However, this trip could actually act as a nice break in the middle of this stressful moving month! So I decided to still go with it.

Yeah, so that is all for now. Now I am already back in the Netherlands after spending a long weekend in Zurich 😀 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Easter Long Weekend Trip:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Akhir pekan Paskah adalah long weekend di Belanda (Walaupun, bedanya dari Indonesia, tanggal merahnya bukan lah di hari Jumat Agung melainkan di Senin Paskah (yaitu hari Senin setelahnya). Jumat Agung sendiri hanyalah berstatus hari observance sehingga kantorku tidak menganggapnya sebagai hari libur, haha). Jadi ini adalah kesempatan yang oke untuk jalan-jalan kemana gitu kan ya!!

Ketika melihat kalender tahun 2017ku akhir tahun lalu, aku tahu aku ingin memanfaatkan long weekend Paskah ini untuk pergi kemana gitu. Namun, karena jatah cutiku yang kini terbatas dan mesti aku tabung untuk rencana jalan-jalanku tahun ini nantinya, aku nggak bisa membuat perjalanan ini panjang seperti di thun 2015, ketika aku pergi ke Jepang, atau di tahun 2016, ketika aku pergi ke area Baltik.

Pada dasarnya, aku hanya bisa pergi di long weekend itu saja, berangkat di hari Sabtu dan pulang di hari Senin. Jadi aku merasa bahwa seenggaknya bagian terbangnya (Jelas dong aku maunya perjalanan ini melibatkan penerbangan juga! 😛 ) mesti dengan rute yang menarik. Aku mencari-cari beberapa kemungkinan, dan pada akhirnya mengambil salah satunya!

Jadi, tahun ini aku pergi ke:

Zurich

Iya, Zurich, haha. Yah, aku sudah pernah ke Zurich satu kali sih sebelumnya, walaupun waktu itu di tahun 2011. Jadi ini adalah kesemaptan yang oke untuk kembali lagi kesana kan ya! 😀 Zurich itu indah, ya sama lah seperti ingatanku dari perjalanan tahun 2011 itu! Walaupun sayangnya hujan dong di sepanjang waktuku di sana; dan juga suasananya cenderung sepi banget karena Paskah. Pun, apa-apanya juga masih aja mahal! Haha 😝.

RIP uangku💸💸💸💸💸

Anyway, mengenai rute yang menarik, berikut ini ruteku akhir pekan ini:

Ruteku long weekend ini. Dibuat dengan gcmap.com

Haha, iyaa, aku terbang Amsterdam – Paris CDG – Zurich – Roma FCO – Amsterdam 😛 . Ada drama kecil dengan tiketnya sih. Akibat perubahan jadwalnya Alitalia, awalnya aku “dipindahkan” ke penerbangan malam Roma – Amsterdam dengan waktu transit hampir tujuh jam di Bandara Roma – Fiumicino. Jelas dong aku tidak suka dengannya sehingga aku mengontak travel agency dari mana aku membeli tiketnya. Mereka membantu banget dan berhasil memindahkanku ke penerbangan di sore harinya, sehingga waktu transitku hanya kurang dari dua jam saja! Hore 🙂 .

Ditambah lagi, aku berkesempatan terbang dengan Alitalia CityLiner Embraer ERJ175 rego EI-RDG ini loh!! Maskapai dan tipe pesawat baru untuk logbook-ku! 😍

Oh iya, sebenarnya aku masih belum selesai sih dengan urusan pindahanku dari Delft ke Amsterdam. Jadilah beberapa minggu yang lalu, ketika aku mendapatkan konfirmasi bahwa apartemen ini adalah milikku dan April akan menjadi “bulan pindahan”, aku agak sedikit tidak yakin dengan perjalanan ini.  Namun, aku pikir-pikir justru perjalanan ini bisa menjadi istirahat di tengah bulan pindahan yang stressful ini kan ya! Jadilah aku memutuskan untuk tetap pergi.

Ya, jadi segini dulu deh. Sekarang aku sudah kembali lagi di Belanda setelah menghabiskan satu long weekend di Zurich 😀 .

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

#1884 – Post-PhD Trips (Part II: Cinque Terre)

ENGLISH

Posts in the Post-PhD Trips series:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6.Part V: A Weekend in Marseille

Background

To me, Cinque Terre was the main destination of this trip to Italy. So in the planning stage, we tried to schedule our other destinations based on its location and the time I would want to be there.

The location of Cinque Terre. Source: https://www.coastalwalking.com/Cinque_Terre/Map.php

The location of Cinque Terre. Source: https://www.coastalwalking.com/Cinque_Terre/Map.php

The map above shows why we chose to fly to Genova. Genova was the closest city to Cinque Terre with an international airport with a connection to Amsterdam. And so indeed we used Genova only as a transit city, sort of, haha.

Transportation

Regional Trenitalia train

Regional Trenitalia train

To get to Cinque Terre, we chose to travel by train, haha. We chose the cheapest connection possible from Genova to Vernazza in Cinque Terre, where we took two regional trains with a stop in Sestri Levante. The total journey took about two hours.

Getting around Cinque Terre was also the easiest by train (a popular alternative was, well, to hike the trails; which apparently provided beautiful scenery!). There was a one-day ticket for €14 per person which allowed us to take any regional trains between La Spezia and Levanto (Cinque Terre was in between these two).

One-day Cinque Terre train ticket

One-day Cinque Terre train ticket

Cinque Terre

So, what actually is Cinque Terre? Well, in Italian, “cinque” means five and “terre” means lands. Cinque Terre consists of five colorful villages situated by the rocky coast of western Italy toward the Mediterranean sea: Monterosso, Vernazza, Corniglia, Manarola, and Riomaggiore.

Manarola

Manarola

Now, the five villages are located in the Cinque Terre national park. So you could, indeed, think that this is a beautiful part of Italy!! And, of course, we visited all of them. In fact, we actually spent a night in an apartment in Vernazza.

Vernazza

Vernazza

To me, my most favorite village was Manarola, which I found to be the most beautiful one. Another reason was that it was very easy to get to a spot with stunning view to the village! Haha 🙂 . Consequently, aside from Vernazza where we spent a night in, we spent the most of our time in Manarola. Riomaggiore followed closely behind.

Riomaggiore in Cinque Terre

Riomaggiore

Of the five, my least favorite one was Corniglia. The village was located quite far away from the train station (there was a shuttle, though, which we could take for free with our valid one-day train ticket; and also it felt like a ghost village when we were there. There was barely any activity!

There was barely any local

There was barely any local

Nonetheless, we felt like we travelled during the low season, at least “low” in the perception of the locals. In general, not a lot of activities were going on (most shops and restaurants were closed) and we did not see a lot of local people on the streets. The good side: it was very easy to take “photobomb-less” pictures! Hahaha 😆

***

So, in conclusion, Cinque Terre was a beautiful part of Italy situated in its north-western. It might be a little bit tricky on how to get there, but it was definitely worth it!! 🙂 Winter appeared to be its low-season, meaning very little activity and “soul”; but on the other hand, this meant the easiness and freedom of photo-taking! Lol 😆

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Post-PhD Trips:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6.Part V: A Weekend in Marseille

Latar Belakang

Untukku, Cinque Terre adalah destinasi utama dari perjalanan ke Italia kali ini. Jadilah ketika dalam tahap perencanaan, kami menjadwalkan destinasi-destinasi lain berdasarkan lokasi Cinque Terre ini dan waktu kapan aku ingin berada di sana.

Peta di atas menunjukkan mengapa kami memilih terbang ke Genova. Genova adalah kota terdekat dari Cinque Terre dengan sebuah bandara internasional dengan koneksi ke Amsterdam. Iya, memang kami memanfaatkan Genova sebagai semacam kota transit gitu deh, haha.

Transportasi

Regional Trenitalia train

Kereta regionalnya Trenitalia

Untuk pergi ke Cinque Terre, kami memilih untuk naik kereta, haha. Kami memilih kereta paling murah dari Geneva ke Vernazza di Cinque Terre, dimana kami harus menaiki dua kereta dengan transit di Sestri Levante. Perjalanannya adalah sekitar dua jam.

Berkeliling Cinque Terre juga mudah dilakukan dengan kereta (alternatif populernya adalah dengan hiking di jalan setapak di sana; yang mana ternyata pemandangannya kece banget loh!). Ada tiket satu-hari seharga €14 (sekitar Rp 200 ribu) per orang yang memberikan kebebasan bagi kami menaiki kereta regional mana pun di antara La Spezia dan Levanto (Cinque Terre berada di antara dua ini).

One-day Cinque Terre train ticket

Tiket kereta satu-hari Cinque Terre

Cinque Terre

Nah, jadi sebenarnya apa sih Cinque Terre itu? Dalam bahasa Italia, “cinque” artinya lima dan “terre” berarti tanah. Cinque Terre terdiri atas lima desa-desa berwarna-warni yang berlokasi di pantai bertebing di sisi barat Italia dan menghadap ke Laut Mediterania: Monterosso, Vernazza, Corniglia, Manarola, dan Riomaggiore.

Manarola

Manarola

Nah, lima desa ini berlokasi di dalam Taman Nasional Cinque Terre. Jadi bisa dibayangkan dong ya tempatnya memang kece banget!! Dan tentu saja dong kami mampir ke semuanya, haha. Malahan, kami juga menginap semalam di sebuah apartemen di Vernazza.

Vernazza

Vernazza

Untukku, desa favoritku adalah Manarola, yang mana menurutku adalah desa yang paling indah. Salah satu alasan lain adalah aksesnya yang gampang ke tempat dengan pandangan yang kece banget ke arah desanya! Haha 🙂 . Akibatnya, di samping Vernazza dimana memang kami menginap semalam, kami menghabiskan waktu paling banyak di Manarola. Riomaggiore adalah favoritku nomor dua.

Riomaggiore in Cinque Terre

Riomaggiore

Dari kelima desa, yang paling kurang aku suka adalah Corniglia. Desa ini berlokasi cukup jauh dari stasiun kereta (ada shuttle bus sih yang bisa kita naiki gratis dengan tiket satu-hari itu); dan juga rasanya seperti desa mati gitu ketika kami berada di sana. Sama sekali tidak ada aktivitas!

There was barely any local

Penduduk lokal nyaris tidak nampak sama sekali

Toh walaupun begitu, sepertinya kami bepergian kesana ketika musim sepi, setidaknya “sepi” dalam persepsi penduduk setempat. Secara umum, tidak ada banyak aktivitas di sana (kebanyakan toko dan restoran tutup) dan kami tidak melihat banyak penduduk setempat. Sisi baiknya sih: gampang untuk mengambil foto tanpa digangguin orang lain! Hahaha 😆

***

Jadi, kesimpulannya, Cinque Terre adalah bagian indah dari Italia yang berlokasi di sebelah barat lautnya. Mungkin lokasinya agak repot untuk dituju, tetapi setimpal banget lah!! 🙂 Musim dingin sepertinya adalah musim sepi di sana, artinya hanya ada sedikit aktivitas yang nampak dan nyaris tidak terasa “kehidupan”-nya; tetapi di sisi lain, ini berarti kemudahan dan kebebasan untuk foto-foto! Haha 😆

BERSAMBUNG…

#1880 – A Weekend Trip to … Marseille

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers would have known by now, I went on, yet, another weekend trip this weekend. Yep, I know, I just had a weekend trip a week ago and this weekend I went on another one, haha 😛 .

This time, the destination was … Marseille. Yes!! Marseille, again!! Lol 😆 . I know, my weekend trip last week was also to Marseille and this weekend I was back there! Haha 😛 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

This was actually a coincidence. I planned the trip this weekend way back in August last year when I felt like planning some weekend getaway in the future as I was stressed of finishing my PhD dissertation, haha. Then, it happened that this January, my parents and brother chose Marseille as a city they would like to visit during their trip to Europe. And last weekend was the perfect fit for their schedule.

And so that was it. I went to Marseille in back to back weekends! Haha 😛 .

Actually I planned this weekend trip as my first Avgeek Weekend Trip this year, though, where the focus was on the flights; you know, as I have been to Marseille in 2014 anyway. This time, this is the routing:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

The routing this weekend 😛 . Created with gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, then Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

I am not sure if I will write a post about this trip, though, as I still have my Post PhD Trip series coming up as well. But we will see. But just in case the story won’t be here, here are some photos from the trip! 🙂

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) sudah pada tahu, akhir pekan ini aku pergi dalam rangka sebuah perjalanan akhir pekan lagi loh. Iyaa, memang akhir pekan kemarin aku juga pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan dan sekarang lagi, haha 😛 .

Dan kali ini, tujuannya adalah … Marseille. Iya!! Marseille lagi!! Haha 😆 . Aku tahu, perjalanan akhir pekanku minggu lalu memang ke Marseille dan minggu ini aku kembali lagi ke sana! Haha 😛

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

Hari ini cuacanya kece banget nih di Marseille!! 

Sebenarnya ini hanyalah kebetulan. Perjalanan akhir pekan ini sudah aku rencanakan bulan Agustus lalu ketika aku sedang merasa ingin merencanakan perjalanan akhir pekan gitu untuk yang akan datang karena waktu itu aku sedang stress untuk menyelesaikan disertasi PhDku, haha. Lalu, kebetulan Januari lalu, orangtua dan adikku juga memilih Marseille sebagai salah satu tujuan mereka di kunjungan ke Eropa kali ini. Dan akhir pekan yang lalu adalah waktu yang pas di jadwal mereka.

Ya begitu deh. Aku pergi ke Marseille di dua akhir pekan yang berturutan! Haha 😛 .

Sebenarnya perjalanan kali ini aku rencanakan sebagai Avgeek Weekend Trip pertamaku tahun ini sih, dimana fokusku adalah terbang lagi; karena, toh, aku sudah pernah ke Marseille di tahun 2014. Kali ini, berikut ini ruteku:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

Rute perjalananku akhir pekan kali ini 😛 . Dibuat dengan gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, lalu Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

Aku nggak yakin sih apakah aku akan menuliskan cerita dari perjalanan kali ini, karena toh aku masih harus menuliskan cerita Perjalanan Pasca-PhDku kan. Tapi kita lihat saja. Hanya saja, untuk jaga-jaga jika memang aku tidak akan menuliskannya, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini 🙂 .

#1878 – Post-PhD Trips (Introduction)

ENGLISH

Posts in the Post-PhD Trips series:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6. Part V: A Weekend in Marseille

Two weeks ago, I had my PhD defense and graduation which my parents and brother attended as well. When planning for the trip here, as they would already be in Europe anyway, they were thinking of organizing some trip around the continent. In the end, they chose Italy, Spain, and southern France (clearly avoiding the cold 😛 ).

Due to my now limited holiday allowances, I was not able to join them in the entirety of the trip. As I could onle spend one week of my holiday allowance, I could only join the Italy part.

Manarola

Manarola in Cinque Terre

I was excited for this because one main destination in Italy we would like to visit was the famous Cinque Terre. To get there, we flew to Genova, a city closest to Cinque Terre with an airport.

The famous David by Michaelangelo

The famous David by Michaelangelo. I was being anti-mainstream so I took a picture of its back 😛 .

We also visited Firenze (Florence) and Rome in this trip. I already went to Firenze in 2010 while I have been to Rome twice; the second time with my brother, actually. But both were beautiful cities so I was not uninterested to go back there.

The famous spiral stairs at Vatican Museum

The famous spiral stairs at Vatican Museum

From Rome, I went back to Amsterdam because it was already Sunday and I would need to go back to work on Monday.

A week later, in the weekend I went to Marseille in southern France, where my parents and brother would be. I already went to Marseille in 2014. I also found it to be beautiful so I was willing to go back there as well.

As a consequence, my flying map of this trip looks like this:

The flying map. Created with gcmap.com

The flying map. Created with gcmap.com

Lol.

Oh, and also, in the Paris – Genoa flight, I was upgraded to Europe business class again! 😀 Yes, again! And so in the month of January, I was upgraded and flew twice in Europe business class! Haha 😆 .

Light dinner service on board HOP! Regional's Europe Business Class!

Light dinner service on board HOP! Regional’s Europe Business Class!

Yeah, it was quite some hopping I had to do; but it was also a lot of fun!! 🙂 As usual, here are some teasers from the trip(s):

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Post-PhD Trips:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6.Part V: A Weekend in Marseille

Dua minggu yang lalu, aku menjalani sidang dan wisuda PhD/S3ku yang mana juga dihadiri orangtua dan adikku. Ketika merencanakan perjalan ke sini, karena toh mereka sudah akan sampai di Eropa, mereka berpikir untuk sekalian jalan-jalan mengelilingi benua ini gitu. Pada akhirnya, mereka memilih Italia, Spanyol, dan Prancis selatan (jelas banget ya menghindari dinginnya Eropa 😛 ).

Karena jatah cutiku yang kini terbatas, aku tidak bisa bergabung dengan mereka di keseluruhan perjalanan. Aku cuma bisa menggunakan jatah cutiku sebanyak satu minggu saja, yang mana artinya aku bisa menemani di Italia.

Manarola

Manarola di Cinque Terre

Aku semangat banget untuk ini karena satu tujuan utama di Italia memang adalah teman yang sudah ingin banget aku kunjungi, Cinque Terre. Untuk ke sana, kami terbang ke Genova, sebuah kota terdekat yang memiliki bandara.

The famous David by Michaelangelo

Patung David yang terkenal banget itu, karya Michaelangelo. Supaya anti-mainstream aku memfotonya dari belakang, haha.

Kami juga mengunjungi (Firenze/Florence) dan Roma di perjalanan ini. Aku sudah pernah ke Firenze di tahun 2010 sementara aku sudah pernah ke Roma dua kali; malah yang kedua adalah bersama adikku. Tapi dua kota ini kan kota yang indah ya sehingga aku tidak berkeberatan untuk kembali kesana.

The famous spiral stairs at Vatican Museum

Tangga spiral di Museum Vatikan yang nge-hits banget itu

Dari Roma, kami kembali ke Amsterdam karena sudah hari Minggu dan aku harus kembali bekerja di hari Seninnya.

Satu minggu kemudian, di akhir pekan aku pergi ke Marseille di Prancis selatan, menyusul orangtua dan adikku. Aku sudah pernah ke Marseille di tahun 2014. Kota ini juga indah menurutku sehingga aku senang dapat kembali ke sana lagi.

Sebagai akibatnya, peta penerbanganku di penerbangan kali ini nampak seperti ini:

The flying map. Created with gcmap.com

Peta penerbangan kali ini. Dibuat dengan gcmap.com

Huahaha 😆

Oh iya, di penerbangan Paris – Genoa, aku di-upgrade ke kelas bisnis Eropa lagi loh! 😀 Iya, lagi! Jadi sepanjang bulan Januari itu dua kali deh aku di-upgrade dan terbang di kelas bisnis Eropa! Huahaha 😆

Light dinner service on board HOP! Regional's Europe Business Class!

Layanan makan malam ringan di kelas bisnis Eropanya HOP! Regional!

Ya, memang akhir-akhir ini kok aku loncat-loncat gitu ya di Eropa; tetapi seru sih!! 🙂 Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan(-perjalanan) ini.

#1873 – Some Post-PhD Stuffs

ENGLISH

Family Visiting

As you know, earlier this week I successfully defended my PhD dissertation and so I graduated. Btw, for sure I will write a dedicated post for it shortly when I have the time, which hopefully is soon enough! 😀 Anyway, so obviously for this occassion, which is one of the most important events in my life, my parents and brother come to Europe 🙂 .

Now that I think about it, this is actually the first time ever that all of us are in Europe at the same time (before, my parents and brother visited me separately)! Haha

A Trip

And as they have flown all the way to Europe, obviously they also make use of this time to travel a little bit as well. Unfortunately, though, due to my now limited holiday allowance, I am only able to accompany them partially. Well, I need to save some for my upcoming trips this year! Haha 😛

I am not going to fully reveal this trip, though, as it is not over yet. So just wait for it! If you want a sneak peek (or more), though, you can of course check my Instagram (@azilko) 😉 .

Anyway, that is all for now!! :mrgreen: And let me end this post with a teaser 😉 .

Manarola

Manarola

BAHASA INDONESIA

Kunjungan Keluargaku

Seperti yang sudah pada tahu, awal minggu ini aku menjalani sidang dan wisuda PhD/S3ku yang berlangsung dengan sukses. Btw, pasti aku akan menulis satu posting khusus tentang ini nanti ketika aku ada waktu, yang mana mudah-mudahan sih segera ya! 😀 Anyway, jelas untuk acara ini, yang merupakan salah satu acara/event terpenting dalam kehidupanku, orangtua dan adikku datang mengunjungiku ke Eropa 🙂 .

Eh, kalau dipikir-pikir nih, ini adalah kali pertama loh kami semua berada di Eropa pada saat yang bersamaan (sebelumnya orangtua dan adikku datangnya sendiri-sendiri)! Haha.

Sebuah Perjalanan

Nah, karena toh mereka sudah jauh-jauh datang ke Eropa, jelas mereka sekalian memanfaatkan kesempatan ini untuk jalan-jalan juga lah ya. Sayangnya, akibat jatah cutiku yang kini terbatas, aku hanya bisa menemani mereka di sebagian dari perjalanannya. Soalnya aku kan harus menyisakan beberapa di antaranya untuk perjalanan-perjalananku yang akan datang di sepanjang sisa tahun ini! Haha 😛 .

Untuk saat ini, aku masih belum akan menceritakan tujuan/detail perjalanan ini sih; karena perjalanannya sendiri belum berakhir. Jadi, ditunggu saja deh! Eh, tapi kalau mau satu dua bocoran, bisa sih dicek di Instagramku (@azilko) 😉 .

Yah, segini dulu deh untuk sekarang!! :mrgreen: Posting ini aku tutup dengan satu buah teaser di atas, haha 😉 .

#1849 – A Winter Weekend in Frankfurt

ENGLISH

Earlier this month, I went to Frankfurt in a weekend trip to go to the famous Christmas Market being held there. Here is the story…

***

Getting to Frankfurt

KLM Cityhopper logo
Flight: KLM KL1767 operated by KLM Cityhopper
Equipment: Fokker 70 reg PH-KZK
ATD: 12:36 CET (Runway 36C of AMS)
ATA: 13:19 CET (Runway 07R of FRA)

To go to Frankfurt, at first I was torn to fly KLM or Lufthansa. KLM offered the cheaper tickets (by just €6) at the time while I had never tried (mainline) Lufthansa. But then for some reason I decided to still go with KLM. It turned out to be a wise decision as Lufthansa pilots went on an extended strike in the week of this trip, cancelling a lot of their flights! It was nice to avoid the uncertainty of a cancelled flight prior to the trip, of course!

My journey to Schiphol took a little bit longer (15 minutes) due to a planned maintenance work on the railway track between Leiden and Schiphol. Anyway, it was nice to fly a SkyTeam airline again where I could enjoy my SkyPriority benefit. After the security check at Schiphol, I went to KLM’s Crown Lounge to have some brunch. The plane was parked at a remote stand today so we were taken by a bus to the Fokker Farm.

A KLM Cityhopper's Fokker 70 reg PH-KZK

A KLM Cityhopper’s Fokker 70 reg PH-KZK

Flight KL1767 today would be operated with KLM Cityhopper’s Fokker 70 reg PH-KZK. I was super glad that I got the chance to fly a Fokker 70 again this time, before KLM fully retires all of them by the end of next year! 😦

Anyway, the flight was a standard KLM intra-European flight: nice and efficient. We took off from runway 36C of Schiphol and 43 minutes later, we landed at runway 07R of Frankfurt Airport.

Frankfurt 

I took the regional S-Bahn train to Frankfurt’s Hauptbahnhof. From there, I walked to my hotel. I have to say it looked much shorter in the map, though.

Anyway, as I mentioned, it was a nice 5-star hotel that was part of a famous world-wide chain. My room was at the 34th floor so I got a nice view of the city! I have to say, it was not everyday I got this kind of view, especially in Europe!!

The view from my room on the 34th floor in Frankfurt.

The view from my room on the 34th floor in Frankfurt.

After some rest in the afternoon, I went to the Altstadt. I was super hungry so I decided to have some dinner first at a restaurant nearby. I was so hungry that I just went in to the first restaurant that I saw, haha 😆 . I have to say the restaurant was really touristic, but overall it was nonetheless okay. I had a Frankfurter schnitzel (including the green sauce that was the trandmark) and a glass of beer.

After dinner, I went to the Christmas Market. The story from the Christmas Market has been published some time ago 🙂 . In short, it was really nice to finally visit a German Christmas Market!! 😀

Glühwein and the Christmas Market

Finally visiting a German Christmas Market!!

It was really cold that evening (it turned out that this part of Europe was struck by some cold icy wind or so); so I went straight back to my hotel after a couple of hours in the market. I wasn’t feeling too well that week prior to the trip due to the cold weather; and somehow I felt like the flu might have come back this evening. Again, I was not sick, I could feel the sign that I was not 100% fit. So that evening I decided to order a pasta dish from the hotel’s room service to fill my stomach, haha. The pasta was quite good, actually, and was actually good value of money if you ask me.

A second dinner this evening, a pasta (kids menu)

A second dinner this evening, a kids-menu pasta dish.

Back to the Netherlands

After breakfast at the hotel’s restaurant, I checked-out and immediately went to the airport. I had quite a morning flight today, haha. I should probably have booked a later flight so I could chill a bit more. But well…

KLM Cityhopper logo
Flight: KLM KL1766 operated by KLM Cityhopper
Equipment: Embraer ERJ190 reg PH-EXA
ATD: 12:03 CET (Runway 07C of FRA)
ATA: 12:48 CET (Runway 36R of AMS)

I waited for my flight at the Air France – KLM Lounge at Frankfurt Airport. It was convenient too that the gate was located not far away from the lounge. Anyway, today the plane was parked at a remote stand, again, so we were taken by bus for boarding.

A KLM Cityhopper's Embraer ERJ190 reg PH-EXA

A KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EXA

The KL1766 flight today would be operated with KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EXA.

I settled onto my 9F seat. Not long after that, one of the FAs approached me and asked if I was “Mr. Zilko” while looking at the tablet. Well, this sounded quite familiar, haha 😛 . Anyway, so the emergency row seat was empty today so she invited me, as a Flying Blue Gold flyer, to move there if I wanted to; and I was allowed to choose any of the four seats, haha. Well, it was not an “upgrade” to business class like the last time (lol), but it was still good especially with the great legroom AND the seat next to me would be unoccupied. Yeay! 😀

The legroom of an emergency seat on board a KLM Cityhopper's Embraer 190

Upgraded to an emergency seat on board a KLM Cityhopper’s Embraer 190!!

We had to wait for a second batch of passengers to board the plane. Once they did, the doors were closed, and we departed. Again, it was a nice short-haul flight with KLM. We took off from runway 07C of Frankfurt Airport and 45 minutes later, we landed at runway 36R of Schiphol Airport.

The maintenance on the railway track occurred the entire weekend, so I had to take the bus to Leiden Centraal. From there, I took the Intercity train to Delft.

BAHASA INDONESIA

Awal bulan ini, aku pergi ke Frankfurt dalam sebuah perjalanan akhir pekan untuk mengunjungi Christmas Market yang terkenal itu di sana. Berikut ini ceritanya…

***

Berangkat ke Frankfurt

KLM Cityhopper logo
Penerbangan: KLM KL1767 dioperasikan oleh KLM Cityhopper
Pesawat: Fokker 70 reg PH-KZK
ATD: 12:36 CET (Runway 36C of AMS)
ATA: 13:19 CET (Runway 07R of FRA)

Untuk pergi ke Frankfurt, awalnya aku galau antara terbang dengan KLM atau Lufthansa. KLM menawarkan harga tiket yang lebih murah sih (lebih murah sekitar €6) waktu itu tetapi di sisi lain aku kan belum pernah dengan Lufthansa (mainline) sebelumnya. Tetapi entah mengapa akhirnya aku memilih KLM. Ternyata ini adalah keputusan yang tepat karena di minggu itu, pilot-pilotnya Lufthansa mogok kerja berkepanjangan dong sehingga banyak penerbangan mereka yang dibatalkan! Yah, aku bersyukur deh nggak harus berhadapan dengan ketidak-pastian penerbangan yang dibatalkan!

Perjalananku ke Schiphol berlangsung agak lama kali ini (15 menit) karena pekerjaan perbaikan rel kereta di antara Leiden dan Schiphol. Anyway, asyik juga akhirnya terbang kembali dengan maskapai SkyTeam dimana aku bisa menikmati fasilitas-fasilitas SkyPriority. Setelah pemeriksaan sekuriti di Schiphol, aku menunggu di Crown Lounge-nya KLM untuk brunch. Pesawatnya diparkir di tempat parkir remote hari ini sehingga kami diantar dengan bus ke Fokker Farm itu.

A KLM Cityhopper's Fokker 70 reg PH-KZK

Sebuah Fokker 70 milik KLM Cityhopper dengan rego PH-KZK

Penerbangan KL1767 kali ini dioperasikan dengan Fokker 70nya KLM Cityhopper dengan registrasi PH-KZK. Aku merasa senang terbang lagi dengan Fokker 70 lagi kali ini, sebelum KLM akan selesai memensiunkan tipe pesawat ini akhir tahun depan! 😦

Anyway, penerbangannya adalah penerbangan dalam-Eropa standarnya KLM: oke dan efisien. Kami lepas landas dari landasan pacu 36C Bandara Schiphol dan 43 menit kemudian, kami mendarat di landasan pacu 07R Bandara Frankfurt.

Frankfurt 

Aku menaiki kereta regional S-Bahn dari bandara ke Hauptbahnhof. Dari sana, aku berjalan-kaki ke hotel. Harus kubilang bahwa di peta nampak dekat sih tetapi kenyataannya lumayan juga.

Anyway, seperti yang kubilang, hotelnya adalah hotel bintang 5 yang merupakan bagian dari sebuah jaringan hotel mewah di dunia. Kamarku berada di lantai 34 dan jadilah aku mendapatkan pemandangan kota yang oke banget! Nggak setiap hari kan aku mendapatkan pemandangan seperti ini, apalagi di Eropa!!

The view from my room on the 34th floor in Frankfurt.

Pemandangan kamar di lantai 34 di Frankfurt.

Setelah beristirahat di sore harinya, aku pergi ke Altstadt. Aku merasa lapar banget sehingga aku memutuskan untuk makan malam dulu di sebuah restoran di dekat sana. Saking laparnya, aku masuk ke restoran pertama yang kulihat deh, haha 😆 . Harus kubilang bahwa restorannya turistik banget, tetapi toh secara umum masih oke lah. Aku memesan Frankfurter schnitzel (disajikan lengkap dengan saus hijaunya yang merupakan khasnya itu) dan segelas bir.

Setelah makan malam, aku pergi ke Christmas Market-nya. Cerita dari Christmas Market sudah aku posting beberapa waktu lalu :). Singkatnya, senang deh akhirnya bisa mengunjungi sebuah Christas Market di Jerman!! 😀

Glühwein and the Christmas Market

Akhirnya aku mengunjungi sebuah Christmas Market di Jerman!!

Malam itu dingin sekali (ternyata Eropa sedang diterjang angin dingin minggu itu); jadi lah aku kembali ke hotel setelah dua jam-an di sana. Aku merasa kurang fit awal minggu itu karena cuaca dingin; dan aku merasa sepertinya flu-nya menyerang kembali malam ini nih. Lagi, aku nggak sakit sih, tetapi aku merasakan tanda-tanda bahwa aku tidak lagi fit 100%. Ya udah, jadilah malam itu aku memesan sebuah pasta dari room service hotel untuk mengisi perut, haha. Pastanya lumayan enak kok, dan setimpal banget dengan harganya.

A second dinner this evening, a pasta (kids menu)

Makan malam kedua, sebuah pasta menu anak-anak

Kembali ke Belanda

Setelah sarapan di hotel, aku check-out dan langsung pergi ke bandara. Iya, penerbanganku agak pagi nih hari ini, haha. Mungkin seharusnya aku memesan penerbangan yang agak siangan dikit ya sehingga aku bisa lebih bersantai gitu. Ah, tapi sudahlah…

KLM Cityhopper logo
Penerbangan: KLM KL1766 dioperasikan oleh KLM Cityhopper
Pesawat: Embraer ERJ190 reg PH-EXA
ATD: 12:03 CET (Runway 07C of FRA)
ATA: 12:48 CET (Runway 36R of AMS)

Aku menunggu penerbanganku di lounge-nya Air France – KLM di Bandara Frankfurt. Enak juga dimana gate-nya berlokasi tidak jauh dari lounge-nya. Anyway, lagi-lagi hari ini pesawatnya diparkir di sebuah tempat parkir remote, jadilah kami diantar kesana dengan bus untuk boarding.

A KLM Cityhopper's Embraer ERJ190 reg PH-EXA

Sebuah Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EXA

Penerbangan KL1766 kali ini dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan registrasi PH-EXA.

Aku duduk di kursi 9F. Tak lama kemudian, salah seorang pramugarinya menghampiriku dan bertanya apakah aku adalah “Mr. Zilko” sambil melihat tablet-nya. Hmm, kok terdengar cukup familier yah, haha 😛 . Anyway, jadi ceritanya hari ini baris emergency kosong sehingga ia mengundangku, sebagai anggota Flying Blue Gold, untuk pindah kesana jika aku mau; dan aku diperbolehkan memilih kursi yang mana pun. Iya sih, bukan “upgrade” ke kelas bisnis lagi seperti yang sebelumnya (ngarep, haha 😛 ), tetapi toh masih lumayan lah ya karena legroom-nya kan oke banget DAN kursi di sebelahku dipastikan kosong. Hore! 😀

The legroom of an emergency seat on board a KLM Cityhopper's Embraer 190

Lumayan, di-upgrade ke kursi emergency di penerbanganku dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper.

Kami harus menunggu penumpang kloter kedua untuk boarding. Setelahnya, baru pintu pesawat ditutup dan kami berangkat. Lagi, ini adalah penerbangan jarak dekat yang oke dengan KLM. Kami lepas landas dari landasan pacu 07C Bandara Frankfurt dan 45 menit kemudian, mendarat di landasan pacu 36R Bandara Schiphol.

Pekerjaan perbaikan di relnya berlangsung sepanjang akhir pekan, jadilah aku naik bus ke Leiden Centraal. Dari sana, aku menaiki kereta Intercity untuk kembali ke Delft.