EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#2014 – A Weekend in Newcastle

ENGLISH

I went to Newcastle last week for a short weekend getaway. And here is the story of this trip.

Getting to/back from Newcastle

At first, I was wondering whether to take KLM’s morning flight (departure at around 9 AM) or its noon flight (departure at around 12 PM) to get to Newcastle. However, after some considerations, that was heavily influenced by me not wanting to get up too early on Saturday morning 😛 , I decided to take the latter. This flight was operated by a KLM Cityhopper’s Embraer 190 reg PH-EZS. Here is the landing video with PH-EZS at Newcastle International Airport:

For the returning flight, I took KLM’s last flight of the day that was operated by a Boeing 737-700 reg PH-BGN. This returning flight was delayed by around 40 minutes, though, apparently due to a technical problem with the original plane deployed for the flight to Newcastle from Amsterdam which prompted KLM to find a replacement aircraft. Anyway, both were pleasant regular short-haul flights with KLM.

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGN named “Jan van Gent” at Newcastle International Airport

Newcastle upon Tyne

I guess the “upon Tyne” part of the city’s name is to distinguish this Newcastle from “other” Newcastles, haha 😆 . The name speaks for itself, though, the city, which also has a castle in it, lies on the bank of the River Tyne. This part of the city also happened to be my favorite part. You know, I like bridges and there are several cool bridges crossing the River Tyne in Newcastle, so it is a no brainer to me! Haha 😛 .

The “Tyne” part of Newcastle upon Tyne

But Newcastle is, of course, more than just the “Tyne part”. To the north of the river is the old town area with cool European-styled buildings and quite some numbers of monuments. To the south of the river is Gateshead, a separate town which I found to be more modern architecturally.

A Newcastle selfie

On my second day in the city I decided to make use of the £5 day-saver ticket which covered a very wide area of Newcastle and the surrounding, even to the Tynemouth and Sunderland area some 15-20 km away! Such a good deal if you ask me. For my route I decided to take the yellow line to the south of River Tyne to the village of South Shields. From there, I would cross the Tyne with a ferry crossing to the village of North Shields. I would then go to Tynemouth and after that back to Newcastle with the yellow line to the north of River Tyne. Such a fine plan, where everything also went smoothly! 🤓 Btw, of course my day-saver ticket also covered the seven minutes ferry crossing.

The mouth of River Tyne in Tynemouth

Btw, Tynemouth was another place in the area whose name was literal. This town was located by the North sea and literally at the mouth of River Tyne, hence the name, “Tynemouth”. Well, I guess whoever naming it wasn’t feeling that creative that day, haha 😛 . Anyway, Tynemouth turned out to be quite an interesting small town. There was a beautifully preserved castle by the sea and there was a weekend market going on every weekend at the Tynemouth metro station! I almost bought myself a painting at the market before I realized it would be quite some work to fit the painting into my backpack to bring it back to the Netherlands, haha…

Tynemouth Castle

Speaking of the food, unfortunately I did not have the opportunity to really explore it. I faced the same situation as I did in Cardiff back in September where it was pretty much almost impossible to get a seat at a popular restaurant without a reservation on a Saturday evening. So I ended up going to a world-themed restaurant inside a mall. Even then, the waitress warned me that they were so busy it might take some 40 minutes before my meal was ready. Actually I was still not that hungry at that point so this was actually perfectly fine for me as long as I could sit, haha. That evening I decided to order a lamb tagine with a Swedish cider which, a bit disappointingly, was served within 10 minutes only since I ordered, haha… . It was delicious!

A lamb tagine and a Swedish cider for dinner

Yeah, that was my short weekend trip to Newcastle. I did not go to any party in this party city so probably I still haven’t got the complete picture of the city, though. But overall it was still a fun weekend which I had in Newcastle anyway.

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Newcastle akhir pekan minggu lalu untuk sebuah perjalanan singkat. Dan berikut ini ceritanya.

Pergi ke/kembali dari Newcastle

Awalnya, aku galau apakah aku akan terbang dengan penerbangan paginya KLM (keberangkatan jam 9an pagi) atau penerbangan tengah harinya (keberangkatan sekitar jam 12 siang) untuk pergi ke Newcastle. Namun, setelah beberapa pertimbangan, yang mana terutama adalah aku ogah bangun pagi-pagi amat di hari Sabtu 😛 , aku memutuskan untuk mengambil penerbangan yang kedua. Penerbangan ini dioperasikan dengan sebuah Embraer 190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZS. Berikut ini video pendaratannya PH-EZS di Bandara Internasional Newcastle:

Untuk penerbangan kembaliku, aku menaiki penerbangan terakhirnya KLM hari itu yang dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-700 rego PH-BGN. Penerbangan kembali ini terlambat sekitar 40an menit, btw, yang mana ternyata dikarenakan masalah teknis di pesawat yang aslinya dijadwalkan untuk terbang ke Newcastle dari Amsterdam sehingga KLM harus mencari pesawat pengganti. Anyway, keduanya adalah penerbangan jarak pendek yang nyaman dengan KLM.

Sebuah Boeing 737-700nya KLM rego PH-BGN bernama “Jan van Gent” di Bandara Internasional Newcastle

Newcastle upon Tyne

Aku duga bagian “upon Tyne” dari nama kota ini adalah untuk membedakannya dari Newcastle-Newcastle “lainnya”, haha 😆 . Maksud namanya mah jelas banget ya karena kotanya, yang mana di dalamnya juga terdapat sebuah kastil, terletak di pinggiran sungai Tyne. Kebetulan bagian ini dari kota ini jugalah favoritku. Ya gimana ya, aku kan memang suka jembatan dan ada beberapa jembatan keren yang membentang menyebrangi sungai Tyne di Newcastle, haha!

Bagian “Tyne” dari Newcastle upon Tyne

Tetapi tentu saja Newcastle itu lebih dari sekedar “bagian Tyne”-nya saja. Di sisi utara sungainya terdapat area kota tua kece dengan bangunan-bangunan ala Eropa dan beberapa monumen. Di sisi selatan sungainya adalah Gateshead, sebuah kota terpisah yang mana bagiku nampak lebih modern secara arsitektur.

Newcastle selfie

Di hari keduaku di sana, aku memutuskan untuk menggunakan tiket harian £5 yang mencakup area yang luas di Newcastle dan sekitarnya, bahkan termasuk area Tynemouth dan Sunderland yang berjarak sekitar 15-20an km dari Newcastle! Lumayan deh menurutku. Untuk ruteku, aku memutuskan untuk menaiki metro jalur kuning di sisi selatan sungai Tyne menuju desa South Shields. Dari sana, aku akan menyeberangi sungai Tyne dengan kapal feri menuju desa North Shields. Kemudian aku akan pergi ke Tynemouth sebelum kembali ke Newcastle dengan metro jalur kuning di sisi utara sungai Tyne. Rencana yang oke banget dah, dan pas pula semua berlangsung lancar! 🤓 Btw, tentu saja tiket harian itu juga mencakup biaya penyeberangan dengan kapal ferinya.

Hilir sungai Tyne di Tynemouth

Btw, Tynemouth adalah satu tempat di daerah sana dengan nama yang literal juga. Kota kecil ini terletak di tepian Laut Utara dan berada tepat di hilir (mouth) sungai Tyne, makanya namanya “Tynemouth”. Aku duga sih siapa pun yang dulu menamainya lagi nggak kreatif kali ya hari itu, haha 😛 . Anyway, Tynemouth ternyata adalah kota kecil yang menarik lho. Ada kastil tua yang terawat dengan indah di tepian pantainya dan ada pasar akhir pekan setiap minggu di stasiun metro Tynemouth! Aku sendiri nyaris membeli sebuah lukisan sampai kemudian ingat gimana cara membawa lukisannya kembali ke Belanda dengan tas ranselku, haha…

Kastil Tynemouth

Ngomongin makanan, sayangnya aku tidak berkesempatan untuk banyak mencobanya. Aku menghadapi situasi yang sama seperti di Cardiff September lalu dimana nyaris mustahil untuk bisa mendapatkan kursi kosong di restoran yang populer di malam Minggu. Jadilah aku akhirnya makan di restoran bertemakan dunia di dalam sebuah mall. Walaupun begitu, pelayannya memperingatkanku lho bahwa mereka sedang sibuk sehingga bisa jadi pesananku baru siap 40 menit kemudian. Sebenarnya pas waktu itu aku juga belum lapar-lapar banget sih sehingga malah beneran dong ya selama aku bisa duduk, haha. Malam itu aku memutuskan untuk mencoba menu lamb tagine dan minum Swedish cider yang mana, sedikit mengecewakannya, disajikan dalam waktu 10an menit saja semenjak aku memesannya, haha… . Kalau masalah rasa sih enak!

Sebuah lamb tagine dan Swedish cider untuk makan malam.

Ya, itu lah cerita perjalanan akhir pekanku ke Newcastle. Aku tidak pergi ke party apa pun sih di kota party ini sehingga mungkin aku masih belum mendapatkan pengalaman komplit akan kota ini. Tetapi secara keseluruhan aku menikmati waktuku di Newcastle kok.

Advertisements
EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1996 – AvGeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)

ENGLISH

On Saturday, as my Instagram followers (@azilko), I went on another AvGeek Weekend Trip. The original routing was not new this time, in fact it was the exact reverse of my AvGeek Weekend Trip #7 this March:

My original routing this weekend, Amsterdam – Lyon  – Paris – Amsterdam, the exact reverse of another AvGeek Weekend Trip from earlier this year. Created with gcmap.com

There was no other motivation this time other than my urge of flying, haha 😆 . But this time, though, I only wanted the cheapest option available and so consequently, I didn’t put any effort to find a more interesting routing. Actually, I was slightly tempted to fly out of Amsterdam with KLM’s first flight to Lyon so that I could connect to Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner Lyon – Paris-CDG flight. I have taken this flight just this August, but taking a second flight with it wouldn’t be harmful, no? 😛 But then, while officially the KLM and Air France flights were connected, the connection time was only 25 minutes. I wasn’t particularly comfortable with this and so I decided to let the idea go, haha 😛 .

No 787 this weekend.

But then, what I thought would be a regular trip suddenly turned to be a dramatic one. On Friday afternoon, I was informed that my KLM’s Amsterdam – Lyon flight was cancelled and that I would be moved to another flight. But I was curious because the next flight to Lyon would be so late in the day that I would miss my connection to Paris. So I was intrigued on what the solution would be.

Later that day, I was informed that I was moved to an Amsterdam – Paris flight, a solution which I had thought about. But I noticed something weird. It was indicated that I had a Paris – Lyon connection after that replacement flight. Then, from Lyon I would fly back to Paris and then from Paris to Amsterdam. The problem with this “solution” was that the Paris – Lyon flight would arrive in Lyon three hours after the Lyon – Paris flight.

Moved to a Paris-bound flight with a connecting flight to Lyon, arriving in Lyon three hours after my supposedly 14:55 connecting flight out of Lyon.

From what I understood about the flight ticketing world, this was problematic because I couldn’t just “skip” the Paris – Lyon flight and wait in Paris until the time of my Paris – Amsterdam flight. If I skipped the Paris – Lyon flight, my ticket would be marked “no show” which would lead to my Paris – Amsterdam ticket being cancelled. A bad situation indeed.

And so I decided to call the KLM call centre on Friday evening. The very friendly agent spotted the problem and she was very helpful in solving this Lyon complicacy problem by eliminating Lyon altogether from my ticket. Though, indeed the outcome of this was that instead of flying Amsterdam – Lyon – Paris – Amsterdam this weekend, I only flew Amsterdam – Paris – Amsterdam, lol 😆 .

My first original flight , indeed, got cancelled.

Even though this was, certainly, quite “boring” to me, I felt like it was still quite a useful experience overall to have some ticketing disruption like this. Though, of course I would hope for a similar situation to never ever happen again! Anyway, I will not write any story of this trip beyond this post, though. So here are a few photos from the “boring” trip:

BAHASA INDONESIA

Sabtu kemarin, seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi. Awalnya, rute kali ini tidak lah baru, malahan rutenya adalah kebalikan dari rute AvGeek Weekend Trip #7-ku Maret ini:

Rute awalku akhir pekan ini, Amsterdam – Lyon  – Paris – Amsterdam, kebalikan dari rute AvGeek Weekend Trip lainnya awal tahun ini. Peta dibuat dengan gcmap.com

Tidak ada motivasi lain kali ini selain memang ingin naik pesawat aja, haha 😆 . Kali ini, aku maunya terbang dengan pilihan termurah sehingga aku tidak berusaha untuk mencari rute lain yang lebih menarik. Sebenarnya, awalnya aku sedikit tergoda untuk berangkat dari Amsterdam dengan penerbangan pertamanya KLM ke Lyon sehingga aku bisa connect ke penerbangan Boeing 787-9 Dreamlinernya Air France di rute Lyon – Paris-CDG. Memang sih aku sudah pernah menaiki penerbangan ini Agustus ini, tetapi nggak ada salahnya dong ya naik lagi? 😛 Tetapi kemudian, walaupun memang dua penerbangan KLM dan Air France ini terkoneksi, waktu transitnya hanyalah 25 menit saja. Aku merasa kurang nyaman dengan waktu transit yang hanya segini sehingga ide ini aku urungkan, haha 😛 .

Nggak terbang dengan 787 deh akhir pekan ini.

Tetapi kemudian, apa yang kukira akan menjadi perjalanan biasa tiba-tiba berubah dramatis. Jumat siang, aku diberi kabar bahwa penerbangan KLM Amsterdam – Lyonku dibatalkan dan aku akan dicarikan penerbangan pengganti. Aku penasaran karena penerbangan selanjutnya ke Lyon adalah di sore hari yang mana dengan penerbangan ini, aku tidak akan sempat mengejar penerbangan lanjutanku ke Paris. Jadilah aku penasaran solusinya apa dong ya.

Sorenya di hari Jumat, aku diinformasikan bahwa aku dipindahkan ke penerbangan Amsterdam – Paris, sebuah solusi yang memang sudah aku duga. Tetapi aku melihat ada sesuatu yang aneh. Diindikasikan juga bahwa aku memiliki penerbangan lanjutan Paris – Lyon setelah penerbangan pengganti ke Paris itu. Lalu, dari Lyon aku akan terbang kembali ke Paris dan kemudian dari Paris ke Amsterdam. Masalah dengan “solusi” ini adalah penerbangan Paris – Lyonku akan tiba di Lyon tiga jam setelah penerbangan Lyon – Paris-nya.

Dipindahkan ke penerbangan dengan tujuan Paris dengan penerbangan lanjutan ke Lyon, dengan jadwal tiba di Lyon tiga jam setelah jadwal keberangkatan penerbanganku selanjutnya dari Lyon jam 14:55.

Nah, sependek pengetahuanku akan dunia pertiketan pesawat, situasi ini sungguh bermasalah karena aku tidak bisa “men-drop” begitu saja penerbangan Paris – Lyon ini dan kemudian tinggal di Paris sampai jadwal keberangkatan penerbangan Paris – Amsterdamku. Jika penerbangan Paris – Lyon ini aku drop, tiketku akan ditandai “no show” yang mana akan berakibat pada pembatalan tiket Paris – Amsterdam-ku. Kan berabe dong ya kalau begitu.

Nah, jadilah aku memutuskan untuk menelepon call centre-nya KLM Jumat malam. Petugasnya yang ramah banget membantuku banget dalam menyelesaikan komplikasi Lyon dengan mengeliminasi keterlibatan Lyon dari tiketku. Walaupun memang sih akibatnya perjalananku ini berubah dari bukannya Amsterdam – Lyon – Paris – Amsterdam akhir pekan ini menjadi Amsterdam – Paris – Amsterdam doang, haha 😆 .

Penerbangan pertamaku memang dibatalkan.

Walaupun jelas rute pengganti ini “membosankan” untukku, toh secara umum aku tetap melihat pengalaman tiket yang terkacaukan ini adalah pengalaman yang berguna. Walaupun jelas lah aku berharap ini tidak akan pernah terjadi selama-lamanya lagi lah ya! Anyway, aku tidak akan menuliskan cerita dari perjalanan ini lebih jauh daripada posting ini sih. Jadi di atas aku langsung unggah saja beberapa fotonya.

EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1915 – 2017 Easter Long Weekend Trip (The Transport)

ENGLISH

Posts in the 2017 Easter Long Weekend Trip series:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

My routing to get to/back from Zurich was quite interesting:

The routing this long weekend. Created with gcmap.com

Yep, I flew Amsterdam – Paris CDG – Rome FCO – Amsterdam, haha 😆 .

Departure to Zurich

My KLM Amsterdam – Paris flight departed from an “unusual” gate at Schiphol. Usually, an Air France/KLM Amsterdam – Paris vv flight uses a gate in Pier C of Schiphol. This one, though, used gate D61, thus indicating (to me) that the plane was used from a non-Schengen route before my KL1233 flight to Paris.

Delayed flight to Paris

Anyway, the flight was delayed today due to its late arrival from Birmingham (See, my guess was correct 😀 ). I wasn’t worried with my connection as the delay wasn’t that bad and I had enough transit time in Paris.

It was another full flight today with a Boeing 737-800 reg PH-BXE that was named “Havik”. It was a regular Amsterdam – Paris flight where we took off from Polderbaan and landed at runway 27R of Paris – Charles De Gaulle.

A KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXE

Obviously, I waited at a Salon Air France in Paris. During my latest AvGeek Weekend Trip, the lounge was closed for a renovation. So obviously I was quite excited to see the “new” lounge.

I was disappointed with the renovation result. The small alley connecting the two sides of the lounge was removed and I only noticed minor changes with the furniture. What disappointed me the most was, however, the food service. Only few things were served in the food area. Considering this was an Air France lounge in their main hub (Paris – Charles De Gaulle Airport), this was sad.

The food service at an Air France’s lounge in Paris. This looked sad to me.

My flight AF1814 to Zurich departed on time. It was operated with an Airbus A318 reg F-GUGK. We took off from runway 26R of Paris – CDG and then headed east towards Zurich. As before, I felt like the complimentary snack quality in Air France decreased this year. They served vegetarian sandwich in this flight. While it was bigger than KLM’s sandwich, it was much less tasty to me; which was a shame considering they were French 😦 .

A vegetarian sandwich as a complimentary snack

Anyway, about one hour later, we landed at runway 28 of Zurich – Kloten Airport. Here is the landing video:

To my liking, we parked at a remote stand upon arrival, where the passengers were, then, brought by a bus to the terminal building, haha.

An Air France’s Airbus A318 reg F-GUGK

Back to the Netherlands

I was excited especially for my first flight because: (1) it would be operated with an airline I had never tried before (Alitalia CityLiner) and (2) it would be operated with an airplane type I had never tried before (Embraer ERJ175). Yeay!! 😀

I arrived at Zurich – Kloten Airport about two hours before the flight. After checking-in and passing security, I headed to a Dnata lounge. The lounge was nice enough for an “off airport” SkyTeam lounge (Zurich Airport was more of a Star Alliance Airport, given that it was the main hub of Swiss International Air Lines). I was still full with my complimentary breakfast at the hotel, though, so I was not really in the mood of eating anything in the lounge anyway.

Dnata Lounge at Zurich – Kloten

Boarding went quite smoothly, where the 88-seater Alitalia CityLine Embraer ERJ175 reg EI-RDG was ready to take us to Rome – Fiumicino. It was a regular Alitalia flight, where a bag of mini chocolate biscuits was served with some limited selection of drinks. The weather in Rome was also nice today, as we were landing in runway 34R of Fiumicino Airport. Here is the landing video:

Again, I was happy that the plane parked at a remote stand today, haha 😛 .

An Alitalia CityLiner’s Embraer ERJ175 reg EI-RDG upon arrival in Rome-Fiumicino

My transit time was not very long today and I knew that Alitalia’s lounge was quite far away. So I decided to walk briskly there, had a quick lunch for 15 minutes, then went back to the departure area, haha 😛 . The food in the lounge was quite good, though, in my opinion. The lounge lady was also super friendly. Yeah, still pretty much the same impression of the last time 🙂 .

The food service at Alitalia’s Schengen lounge

My AZ110 flight back to Amsterdam was operated with an Airbus A320-200 reg EI-DTA. Here is a timelapsed video of the departure from Rome-Fiumicino:

It was an uneventful flight with Alitalia. This flight made me realize that, indeed, Alitalia had cut “cost” big time with their services on board. When I asked the flight attendant what they served as drinks, it turned out that they only had water, tea, coffee, and cola. Yep, that was all. No juice, no beer/wine. For snacks, on the 2 hours and 15 minutes flight to Amsterdam, the choices were only biscuits or crackers. Given that Alitalia has been struggling financially, this might not be of a big surprise, though.

Complimentary snack and drink on board Alitalia’s AZ110

We landed at runway 36R of Schiphol Airport. This was a convenient runway where the taxi time to the terminal building was very short, haha. I got off the plane, and then took the train back to Amsterdam. Here, my short long weekend ended 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Easter Long Weekend Trip:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Ruteku untuk pergi ke/kembali dari Zurich cukup menarik:

Ruteku long weekend ini. Dibuat dengan gcmap.com

Yep, aku terbang Amsterdam – Paris CDG – Rome FCO – Amsterdam, haha 😆 .

Keberangkatan ke Zurich

Penerbangan KLM Amsterdam – Parisku berangkat dari gate yang agak “nggak biasa” di Schiphol. Biasanya, penerbangan Air France/KLM rute Amsterdam – Paris pp menggunakan sebuah gate di Pier C Schiphol. Kali ini, yang digunakan adalah gate D61, yang mana (untukku) mengindikasikan pesawatnya digunakan di rute non-Schengen di penerbangan sebelumnya.

Penerbangan ke Paris terlambat

Anyway, penerbangannya sedikit terlambat hari ini akibat pesawatnya terlambat tiba dari Birmingham (Nah kan, tebakanku benar 😀 ). Aku sih tidak khawatir dengan keterlambatan sebentar ini karena waktu transitku di Paris cukup panjang.

Penerbangan ini penuh dengan pesawat Boeing 737-800 dengan rego PH-BXE dan bernama “Havik”. Ini adalah penerbangan biasa di rute Amsterdam – Paris dimana kami lepas landas dari Polderbaan dan mendarat di landasan pacu 27R Bandara Paris – Charles De Gaulle.

Sebuah Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BXE

Jelas, aku menunggu di Salon Air France di Paris. Nah, di waktu AvGeek Weekend Trip terakhirku, lounge-nya sedang ditutup akibat pekerjaan renovasi. Jelas dong kali ini aku penasaran dengan lounge “baru”-nya.

Aku sungguh kecewa dengan hasil renovasinya. Gang kecil yang menghubungkan dua sisi lounge-nya kini tidak ada lagi dan aku hanya melihat adanya sedikit perubahan saja dengan mebel-mebelnya. Yang paling mengecewakan adalah layanan makanannya. Hanya sedikit sekali yang disajikan hari itu. Dengan mempertimbangkan ini adalah lounge-nya Air France di bandara yang merupakan markas mereka sendiri (Paris – Charles De Gaulle), menurutku ini menyedihkan.

Layanan makanan di lounge-nya Air France di Paris. Untukku, ini nampak menyedihkan.

Penerbangan AF1814ku ke Zurich berangkat tepat waktu. Penerbangan ini dioperasikan dengan sebuah Airbus A318 dengan rego F-GUGK. Kami lepas landas dari landasan pacu 26R Bandara Paris – CDG dan kemudian bergerak menuju arah timur. Seperti yang lalu, aku merasa layanan snack di penerbangannya Air France juga menurun kualitasnya. Mereka menyajikan sandwich vegetarian di penerbangan ini. Walaupun ukurannya lebih besar daripada sandwichnya KLM, rasanya lebih tidak enak untukku; yang mana sungguh disayangkan dengan mengingat mereka kan maskapai Prancis ya 😦 .

Sandwich vegetarian sebagai layanan snack

Anyway, sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 28 Bandara Zurich – Kloten. Berikut ini video pendaratannya:

Yang aku suka, kami parkir di sebuah tempat parkir remote loh, dimana penumpang dibawa dengan bus ke gedung terminal, haha.

Sebuah Airbus A318 milik Air France dengan rego F-GUGK

Kembali ke Belanda

Aku merasa bersemangat terutama dengan penerbangan pertama hari ini karena (1) akan dioperasikan dengan maskapai yang belum pernah kunaiki sebelumnya (Alitalia CityLiner) dan (2) akan dioperasikan dengan tipe pesawat yang belum pernah kunaiki sebelumnya (Embraer ERJ175). Hore! 😀

Aku tiba di Bandara Zurich – Kloten sekitar dua jam sebelum keberangkatan. Setelah check-in dan melewati sekuriti, aku menuju ke Lounge Dnata. Lounge-nya cukup oke untuk ukuran lounge SkyTeam “airport luar” (Bandara Zurich adalah bandara Star Alliance karena merupakan markasnya Swiss International Air Lines). Aku masih kenyang sih dari sarapanku di hotel, sehingga aku sedang tidak ingin makan apa-apa di lounge-nya.

Lounge Dnata di Zurich – Kloten

Boarding berlangsung lancar, dimana Embraer ERj175nya Alitalia CityLiner yang berkursi 88 buah itu siap mengantarkan kami ke Roma – Fiumicino. Ini adalah penerbangan reguler dengan Alitalia, dimana sebungkus biskuit coklat disajikan dengan pilihan minuman yang terbatas. Cuaca di Roma juga sedang baik hari ini, seperti yang nampak ketika mendarat di landasan pacu 34 Bandara Roma – Fiumicino seperti di video berikut:

Lagi, aku senang pesawatnya parkir di tempat parkir remote, haha 😛 .

Sebuah Embraer ERJ175 milik Alitalia CityLiner dengan rego EI-RDG ketika tiba di Roma-Fiumicino

Waktuku transit tidak terlalu lama sementara aku tahu lounge-nya Alitalia cukup jauh. Jadilah aku berjalan cepat kesana, makan siang cepat-cepat selama 15 menit, dan kembali ke area keberangkatan, haha 😛 . Makanan di lounge-nya lumayan oke, menurutku. Petugas lounge-nya juga ramah banget. Ya, impresi positifku masih seperti ketika terakhir kali aku ke sana 🙂 .

Layanan makanan di lounge Schengen-nya Alitalia

Penerbangan AZ110ku kembali ke Amsterdam dioperasikan dengan pesawat Airbus A320-200 dengan rego EI-DTA. Berikut ini video timelapse keberangkatan dari Roma-Fiumicino:

Ini adalah penerbangan uneventful dengan Alitalia. Di penerbangan ini, aku disadarkan dengan pemotongan “biaya” besar-besarannya Alitalia dengan layanan mereka di pesawat. Ketika aku bertanya ke salah seorang pramugara mengenai pilihan minuman, dijawab mereka hanya menyediakan air putih, teh, kopi, atau cola. Iya, itu doang. Nggak ada jus, nggak ada bir/anggur. Untuk snack, di penerbangan 2 jam 15 menit ke Amsterdam ini hanya diberikan pilihan biskuit atau crackers. Yah, dengan mempertimbangkan kesulitan finansialnya Alitalia, ini tidak lah begitu mengherankan sih ya.

Layanan snack dan minuman di penerbangan AZ110nya Alitalia

Kami mendarat di landasan pacu 36R Bandara Schiphol. Landasan pacu yang nyaman banget dimana waktu taxiing-nya singkat, haha. Aku keluar dari pesawat, dan kemudian menaiki kereta kembali ke Amsterdam. Di sini, perjalanan singkat long weekend-ku berakhir 🙂 .

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1908 – 2017 Easter Long Weekend Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the 2017 Easter Long Weekend Trip series:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Easter weekend is always a long weekend in the Netherlands (Though, unlike in Indonesia, it is not the Good Friday that is a public holiday but the Easter Monday (i.e. the Monday after). Good Friday is just an observance day and my office does not recognize this as an official public holiday, haha). So it is a nice opportunity for a trip somewhere!!

When looking at my 2017 calendar at the end of last year, I knew I wanted to make use of this Easter long weekend for a trip somewhere, too. However, given my now limited holiday allowance which I must save for some big travelling plans later on in the year, I could not make this trip a longer one like in 2015, when I went to Japan, or in 2016, when I went to the Baltic region.

Basically, I could only go in the long weekend itself, departing on Saturday and coming back on Monday. So I thought at least the flying part (Obviously I would want to involve some flying! 😛 ) should be of interesting routing. I browsed some possibilities, and in the end booked one!

So, this year, I went to:

Zurich

Yep, Zurich, haha. Well, I have been to Zurich once before, even though it was in 2011. So this was indeed a nice opportunity to come back there! 😀 Zurich was beautiful, just as I remembered it back from 2011! Though, unfortunately it was raining the entire time when I was there; and there was not so much going on either because it was Easter. It was also still, well, expensive! Haha 😝.

RIP my money💸💸💸💸💸

Anyway, about the interesting routing, here was it this long weekend:

The routing this long weekend. Created with gcmap.com

Haha, yep, I flew Amsterdam – Paris CDG – Zurich – Rome FCO – Amsterdam 😛 . There was a mini drama with the ticketing, though. Due to Alitalia’s schedule adjustment, I was originally “moved” to an evening Rome – Amsterdam flight resulting in almost seven hours transit in Rome – Fiumicino. Obviously I was not happy with it so I contacted the travel agency from where I bought my ticket. They were being super helpful and were able to move me to an afternoon flight, where my transit time was now less then two hours! Yeay 🙂 .

I also got the chance to fly this Alitalia CityLiner’s Embraer ERJ175 reg EI-RDG! A new airline and airplane type for my logbook!! 😍

I am actually not done yet with my move from Delft to Amsterdam. So a few weeks ago, when I got the confirmation that the apartment was mine and that April would be my “moving month”, I got a little bit unsure about this trip. However, this trip could actually act as a nice break in the middle of this stressful moving month! So I decided to still go with it.

Yeah, so that is all for now. Now I am already back in the Netherlands after spending a long weekend in Zurich 😀 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Easter Long Weekend Trip:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Akhir pekan Paskah adalah long weekend di Belanda (Walaupun, bedanya dari Indonesia, tanggal merahnya bukan lah di hari Jumat Agung melainkan di Senin Paskah (yaitu hari Senin setelahnya). Jumat Agung sendiri hanyalah berstatus hari observance sehingga kantorku tidak menganggapnya sebagai hari libur, haha). Jadi ini adalah kesempatan yang oke untuk jalan-jalan kemana gitu kan ya!!

Ketika melihat kalender tahun 2017ku akhir tahun lalu, aku tahu aku ingin memanfaatkan long weekend Paskah ini untuk pergi kemana gitu. Namun, karena jatah cutiku yang kini terbatas dan mesti aku tabung untuk rencana jalan-jalanku tahun ini nantinya, aku nggak bisa membuat perjalanan ini panjang seperti di thun 2015, ketika aku pergi ke Jepang, atau di tahun 2016, ketika aku pergi ke area Baltik.

Pada dasarnya, aku hanya bisa pergi di long weekend itu saja, berangkat di hari Sabtu dan pulang di hari Senin. Jadi aku merasa bahwa seenggaknya bagian terbangnya (Jelas dong aku maunya perjalanan ini melibatkan penerbangan juga! 😛 ) mesti dengan rute yang menarik. Aku mencari-cari beberapa kemungkinan, dan pada akhirnya mengambil salah satunya!

Jadi, tahun ini aku pergi ke:

Zurich

Iya, Zurich, haha. Yah, aku sudah pernah ke Zurich satu kali sih sebelumnya, walaupun waktu itu di tahun 2011. Jadi ini adalah kesemaptan yang oke untuk kembali lagi kesana kan ya! 😀 Zurich itu indah, ya sama lah seperti ingatanku dari perjalanan tahun 2011 itu! Walaupun sayangnya hujan dong di sepanjang waktuku di sana; dan juga suasananya cenderung sepi banget karena Paskah. Pun, apa-apanya juga masih aja mahal! Haha 😝.

RIP uangku💸💸💸💸💸

Anyway, mengenai rute yang menarik, berikut ini ruteku akhir pekan ini:

Ruteku long weekend ini. Dibuat dengan gcmap.com

Haha, iyaa, aku terbang Amsterdam – Paris CDG – Zurich – Roma FCO – Amsterdam 😛 . Ada drama kecil dengan tiketnya sih. Akibat perubahan jadwalnya Alitalia, awalnya aku “dipindahkan” ke penerbangan malam Roma – Amsterdam dengan waktu transit hampir tujuh jam di Bandara Roma – Fiumicino. Jelas dong aku tidak suka dengannya sehingga aku mengontak travel agency dari mana aku membeli tiketnya. Mereka membantu banget dan berhasil memindahkanku ke penerbangan di sore harinya, sehingga waktu transitku hanya kurang dari dua jam saja! Hore 🙂 .

Ditambah lagi, aku berkesempatan terbang dengan Alitalia CityLiner Embraer ERJ175 rego EI-RDG ini loh!! Maskapai dan tipe pesawat baru untuk logbook-ku! 😍

Oh iya, sebenarnya aku masih belum selesai sih dengan urusan pindahanku dari Delft ke Amsterdam. Jadilah beberapa minggu yang lalu, ketika aku mendapatkan konfirmasi bahwa apartemen ini adalah milikku dan April akan menjadi “bulan pindahan”, aku agak sedikit tidak yakin dengan perjalanan ini.  Namun, aku pikir-pikir justru perjalanan ini bisa menjadi istirahat di tengah bulan pindahan yang stressful ini kan ya! Jadilah aku memutuskan untuk tetap pergi.

Ya, jadi segini dulu deh. Sekarang aku sudah kembali lagi di Belanda setelah menghabiskan satu long weekend di Zurich 😀 .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

EuroTrip · One Week Trip · Vacation

#1884 – Post-PhD Trips (Part II: Cinque Terre)

ENGLISH

Posts in the Post-PhD Trips series:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6.Part V: A Weekend in Marseille

Background

To me, Cinque Terre was the main destination of this trip to Italy. So in the planning stage, we tried to schedule our other destinations based on its location and the time I would want to be there.

The location of Cinque Terre. Source: https://www.coastalwalking.com/Cinque_Terre/Map.php
The location of Cinque Terre. Source: https://www.coastalwalking.com/Cinque_Terre/Map.php

The map above shows why we chose to fly to Genova. Genova was the closest city to Cinque Terre with an international airport with a connection to Amsterdam. And so indeed we used Genova only as a transit city, sort of, haha.

Transportation

Regional Trenitalia train
Regional Trenitalia train

To get to Cinque Terre, we chose to travel by train, haha. We chose the cheapest connection possible from Genova to Vernazza in Cinque Terre, where we took two regional trains with a stop in Sestri Levante. The total journey took about two hours.

Getting around Cinque Terre was also the easiest by train (a popular alternative was, well, to hike the trails; which apparently provided beautiful scenery!). There was a one-day ticket for €14 per person which allowed us to take any regional trains between La Spezia and Levanto (Cinque Terre was in between these two).

One-day Cinque Terre train ticket
One-day Cinque Terre train ticket

Cinque Terre

So, what actually is Cinque Terre? Well, in Italian, “cinque” means five and “terre” means lands. Cinque Terre consists of five colorful villages situated by the rocky coast of western Italy toward the Mediterranean sea: Monterosso, Vernazza, Corniglia, Manarola, and Riomaggiore.

Manarola
Manarola

Now, the five villages are located in the Cinque Terre national park. So you could, indeed, think that this is a beautiful part of Italy!! And, of course, we visited all of them. In fact, we actually spent a night in an apartment in Vernazza.

Vernazza
Vernazza

To me, my most favorite village was Manarola, which I found to be the most beautiful one. Another reason was that it was very easy to get to a spot with stunning view to the village! Haha 🙂 . Consequently, aside from Vernazza where we spent a night in, we spent the most of our time in Manarola. Riomaggiore followed closely behind.

Riomaggiore in Cinque Terre
Riomaggiore

Of the five, my least favorite one was Corniglia. The village was located quite far away from the train station (there was a shuttle, though, which we could take for free with our valid one-day train ticket; and also it felt like a ghost village when we were there. There was barely any activity!

There was barely any local
There was barely any local

Nonetheless, we felt like we travelled during the low season, at least “low” in the perception of the locals. In general, not a lot of activities were going on (most shops and restaurants were closed) and we did not see a lot of local people on the streets. The good side: it was very easy to take “photobomb-less” pictures! Hahaha 😆

***

So, in conclusion, Cinque Terre was a beautiful part of Italy situated in its north-western. It might be a little bit tricky on how to get there, but it was definitely worth it!! 🙂 Winter appeared to be its low-season, meaning very little activity and “soul”; but on the other hand, this meant the easiness and freedom of photo-taking! Lol 😆

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Post-PhD Trips:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6.Part V: A Weekend in Marseille

Latar Belakang

Untukku, Cinque Terre adalah destinasi utama dari perjalanan ke Italia kali ini. Jadilah ketika dalam tahap perencanaan, kami menjadwalkan destinasi-destinasi lain berdasarkan lokasi Cinque Terre ini dan waktu kapan aku ingin berada di sana.

The location of Cinque Terre. Source: https://www.coastalwalking.com/Cinque_Terre/Map.php
Lokasi Cinque Terre. Sumber: https://www.coastalwalking.com/Cinque_Terre/Map.php

Peta di atas menunjukkan mengapa kami memilih terbang ke Genova. Genova adalah kota terdekat dari Cinque Terre dengan sebuah bandara internasional dengan koneksi ke Amsterdam. Iya, memang kami memanfaatkan Genova sebagai semacam kota transit gitu deh, haha.

Transportasi

Regional Trenitalia train
Kereta regionalnya Trenitalia

Untuk pergi ke Cinque Terre, kami memilih untuk naik kereta, haha. Kami memilih kereta paling murah dari Geneva ke Vernazza di Cinque Terre, dimana kami harus menaiki dua kereta dengan transit di Sestri Levante. Perjalanannya adalah sekitar dua jam.

Berkeliling Cinque Terre juga mudah dilakukan dengan kereta (alternatif populernya adalah dengan hiking di jalan setapak di sana; yang mana ternyata pemandangannya kece banget loh!). Ada tiket satu-hari seharga €14 (sekitar Rp 200 ribu) per orang yang memberikan kebebasan bagi kami menaiki kereta regional mana pun di antara La Spezia dan Levanto (Cinque Terre berada di antara dua ini).

One-day Cinque Terre train ticket
Tiket kereta satu-hari Cinque Terre

Cinque Terre

Nah, jadi sebenarnya apa sih Cinque Terre itu? Dalam bahasa Italia, “cinque” artinya lima dan “terre” berarti tanah. Cinque Terre terdiri atas lima desa-desa berwarna-warni yang berlokasi di pantai bertebing di sisi barat Italia dan menghadap ke Laut Mediterania: Monterosso, Vernazza, Corniglia, Manarola, dan Riomaggiore.

Manarola
Manarola

Nah, lima desa ini berlokasi di dalam Taman Nasional Cinque Terre. Jadi bisa dibayangkan dong ya tempatnya memang kece banget!! Dan tentu saja dong kami mampir ke semuanya, haha. Malahan, kami juga menginap semalam di sebuah apartemen di Vernazza.

Vernazza
Vernazza

Untukku, desa favoritku adalah Manarola, yang mana menurutku adalah desa yang paling indah. Salah satu alasan lain adalah aksesnya yang gampang ke tempat dengan pandangan yang kece banget ke arah desanya! Haha 🙂 . Akibatnya, di samping Vernazza dimana memang kami menginap semalam, kami menghabiskan waktu paling banyak di Manarola. Riomaggiore adalah favoritku nomor dua.

Riomaggiore in Cinque Terre
Riomaggiore

Dari kelima desa, yang paling kurang aku suka adalah Corniglia. Desa ini berlokasi cukup jauh dari stasiun kereta (ada shuttle bus sih yang bisa kita naiki gratis dengan tiket satu-hari itu); dan juga rasanya seperti desa mati gitu ketika kami berada di sana. Sama sekali tidak ada aktivitas!

There was barely any local
Penduduk lokal nyaris tidak nampak sama sekali

Toh walaupun begitu, sepertinya kami bepergian kesana ketika musim sepi, setidaknya “sepi” dalam persepsi penduduk setempat. Secara umum, tidak ada banyak aktivitas di sana (kebanyakan toko dan restoran tutup) dan kami tidak melihat banyak penduduk setempat. Sisi baiknya sih: gampang untuk mengambil foto tanpa digangguin orang lain! Hahaha 😆

***

Jadi, kesimpulannya, Cinque Terre adalah bagian indah dari Italia yang berlokasi di sebelah barat lautnya. Mungkin lokasinya agak repot untuk dituju, tetapi setimpal banget lah!! 🙂 Musim dingin sepertinya adalah musim sepi di sana, artinya hanya ada sedikit aktivitas yang nampak dan nyaris tidak terasa “kehidupan”-nya; tetapi di sisi lain, ini berarti kemudahan dan kebebasan untuk foto-foto! Haha 😆

BERSAMBUNG…

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1880 – A Weekend Trip to … Marseille

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers would have known by now, I went on, yet, another weekend trip this weekend. Yep, I know, I just had a weekend trip a week ago and this weekend I went on another one, haha 😛 .

This time, the destination was … Marseille. Yes!! Marseille, again!! Lol 😆 . I know, my weekend trip last week was also to Marseille and this weekend I was back there! Haha 😛 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!
Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

This was actually a coincidence. I planned the trip this weekend way back in August last year when I felt like planning some weekend getaway in the future as I was stressed of finishing my PhD dissertation, haha. Then, it happened that this January, my parents and brother chose Marseille as a city they would like to visit during their trip to Europe. And last weekend was the perfect fit for their schedule.

And so that was it. I went to Marseille in back to back weekends! Haha 😛 .

Actually I planned this weekend trip as my first Avgeek Weekend Trip this year, though, where the focus was on the flights; you know, as I have been to Marseille in 2014 anyway. This time, this is the routing:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com
The routing this weekend 😛 . Created with gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, then Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

I am not sure if I will write a post about this trip, though, as I still have my Post PhD Trip series coming up as well. But we will see. But just in case the story won’t be here, here are some photos from the trip! 🙂

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) sudah pada tahu, akhir pekan ini aku pergi dalam rangka sebuah perjalanan akhir pekan lagi loh. Iyaa, memang akhir pekan kemarin aku juga pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan dan sekarang lagi, haha 😛 .

Dan kali ini, tujuannya adalah … Marseille. Iya!! Marseille lagi!! Haha 😆 . Aku tahu, perjalanan akhir pekanku minggu lalu memang ke Marseille dan minggu ini aku kembali lagi ke sana! Haha 😛

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!
Hari ini cuacanya kece banget nih di Marseille!! 

Sebenarnya ini hanyalah kebetulan. Perjalanan akhir pekan ini sudah aku rencanakan bulan Agustus lalu ketika aku sedang merasa ingin merencanakan perjalanan akhir pekan gitu untuk yang akan datang karena waktu itu aku sedang stress untuk menyelesaikan disertasi PhDku, haha. Lalu, kebetulan Januari lalu, orangtua dan adikku juga memilih Marseille sebagai salah satu tujuan mereka di kunjungan ke Eropa kali ini. Dan akhir pekan yang lalu adalah waktu yang pas di jadwal mereka.

Ya begitu deh. Aku pergi ke Marseille di dua akhir pekan yang berturutan! Haha 😛 .

Sebenarnya perjalanan kali ini aku rencanakan sebagai Avgeek Weekend Trip pertamaku tahun ini sih, dimana fokusku adalah terbang lagi; karena, toh, aku sudah pernah ke Marseille di tahun 2014. Kali ini, berikut ini ruteku:

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com
Rute perjalananku akhir pekan kali ini 😛 . Dibuat dengan gcmap.com

Yep, Amsterdam – Paris CDG, lalu Paris ORY – Marseille – Bordeaux – Amsterdam, haha 😛 .

Aku nggak yakin sih apakah aku akan menuliskan cerita dari perjalanan kali ini, karena toh aku masih harus menuliskan cerita Perjalanan Pasca-PhDku kan. Tapi kita lihat saja. Hanya saja, untuk jaga-jaga jika memang aku tidak akan menuliskannya, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini 🙂 .