EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1953 – An Impulsive Weekend To … London

ENGLISH

Posts in the An Impulsive Wimbledon 2017 Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

As my Instagram followers (@azilko) have known now, I went to … Wimbledon in London this weekend!! Yeay!! 😎

This trip was extremely impulsive because I just started to prepare for everything literally on Friday morning. I used the same strategy as two years ago when I went on a similar trip to watch Serena Williams completed the second Serena Slam. I was super, super lucky to get a last-minute official ticket for the ladies’ final this year :mrgreen: .

Back at Wimbledon Centre Court this year.

I already toyed with the idea of this spontaneous trip since I was applying for a UK visa this May actually. I told myself that if Venus Williams made the final, no matter what I would go (provided that I got the ticket, of course). I mean, this would certainly a once in a lifetime opportunity (Serena Williams did not play Wimbledon this year because of her pregnancy). I already checked everything (how to get there, accommodation, etc) and I knew this would be a costly trip given the last-minute nature. But it was worth the attempt if it was for a possibility to see Venus Williams contesting for a singles grandslam title!! I knew I must try to grab this if I was presented the chance!!

Venus Williams started the match with an ace.

And then on Tuesday, Venus Williams won her quarterfinals match against the reigning French Open champion, Jelena Ostapenko (coincidentally, that day I also posted the Roland Garros part of my 2017 Early Summer Weekend TripS series where I watched Jelena Ostapenko won that title 😛 ). So suddenly, it appeared to me that I might actually need to execute this plan! Haha 😆

The ladies’ singles draw of Wimbedon 2017, after the semifinals. Venus Williams was playing really, really well. Source: Wikipedia

I tried to get the ticket on Thursday but unfortunately I was unsuccessful. However, I still had a second chance which was the last official sales on Friday morning. This time, luckily I got one!! This was actually the better scenario in the sense that I already knew Venus Williams would play Garbine Muguruza on Saturday by this time. Had I bought the ticket on Thursday, it would have been a gamble because the semifinals still had not yet been played at that point, haha. It is quite funny, though, that two years ago I bought the ticket after knowing Serena Williams would play Garbine Muguruza. So is Muguruza my lucky charm? Hmm. Anyway, after getting the ticket, I quickly arranged everything else (how to get there and back, accommodation, etc). And in the evening, I left for London! This was also good as it meant I would end my flight-free streak a little bit sooner, haha 😛 .

Come on, Venus!! We all know you CAN do it!!

Obviously, this was a super fun last-minute weekend trip. As you (might) know, Garbine Muguruza ended up winning the title. As a fan, I cannot say that I did not feel sad with Venus’ loss, especially I was present there witnessing it. It was the classic mental match where one point determined the fate for the rest of the match. The point was 4*-5 (15-40) on Muguruza’s serve in the first set. Nonetheless, I still had fun in the tournament, as I love Wimbledon!! And adding that I finally got to see a Venus Williams’ official singles match (an exhibition match against Kim Clijsters in 2012 doesn’t count 😛 ), despite the outcome was not ideal to me, made it even better! I hope Venus will bounce back from this loss, as she has been showing great tennis form this year.

This is all I have for now. As usual, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri An Impulsive Wimbledon 2017 Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi ke … Wimbledon di London akhir pekan ini!! Hore!! 😎

Jadi begini, perjalanan ini adalah perjalanan super dadakan dimana segalanya baru aku persiapkan hari Jumat paginya. Aku menggunakan strategi yang sama seperti dua tahun lalu ketika aku pergi dalam perjalanan yang serupa untuk menonton Serena Williams menorehkan prestasi Serena Slam keduanya. Aku sungguh beruntung banget bisa mendapatkan tiket resmi last-minute untuk final tunggal putri tahun ini :mrgreen: .

Kembai di Centre Court-nya Wimbledon tahun ini.

Aku sudah bermain dengan ide perjalanan dadakan ini semenjak aku mengajukan permohonan visa UK-ku Mei ini. Aku berjanji kepada diriku bahwa jika Venus Williams main di final, pokoknya aku harus pergi (dengan catatan aku mendapatkan tiketnya sih, tentu saja). Maksudku, ini pasti adalah kesempatan super langka (Serena Williams tidak bermain tahun ini karena sedang hamil). Aku juga sudah mengecek semuanya (cara pergi kesana, akomodasi, dll) dan aku tahu ini akan menjadi perjalanan cukup mahal karena dadakan banget. Tapi jelas worth banget untuk dicoba dong untuk kemungkinan menonton Venus Williams berjuang memenangi gelar tunggal grandslam!! Aku tahu kesempatan ini harus aku ambil jika kesempatannya ada!!

Venus Williams memulai pertandingan dengan pukulan as.

Dan di hari Selasa, Venus Williams memenangi pertandingan babak perempat-finalnya melawan juara French Open, Jelena Ostapenko (kebetulan, hari itu aku juga mem-posting cerita bagian Roland Garros dari seri 2017 Early Summer Weekend TripS-ku dimana aku menonton langsung Jelena Ostapenko menjuarai gelar itu 😛 ). Jadi tiba-tiba saja, kok kayaknya aku harus mengeksekusi rencana ini ya! Haha 😆

Undian tunggal putri turnamen Wimbedon 2017, setelah babak semifinal. Venus Williams bermain dengan sangat amat baik. Sumber: Wikipedia

Aku mencoba untuk mendapatkan tiketnya di hari Kamis tetapi sayangnya aku gagal. Namun, masih ada kesempatan kedua di penjualan terakhir di Jumat pagi. Beruntung banget, kali ini aku mendapatkannya!! Ini sebenarnya adalah skenario yang lebih baik sih karena di waktu ini aku sudah tahu Venus Williams akan bermain di babak final melawan Garbine Muguruza di hari Sabtu. Andaikata tiketnya kubeli di hari Kamis, itu masih gambling karena pertandingan semifinalnya masih belum dimainkan waktu itu. Lucu juga btw, dimana dua tahun lalu aku mendapatkan tiketnya setelah tahu Serena Williams akan main melawan Garbine Muguruza di babak final. Apakah ini artinya Garbine Muguruza itu membawa keberuntungan untukku? Haha 😛 . Anyway, setelah mendapatkan tiketnya, langsung aku mengurus semua hal lainnya (bagaimana pergi kesana, akomodasi, dll). Dan malamnya, aku langsung berangkat ke London! Ini juga oke sih karena artinya flight-free streak-ku akan berakhir sedikit lebih cepat, haha 😛 .

Ayo, Venus!! Kita semua tahu kamu BISA!!

Jelas, ini adalah perjalanan akhir bekan dadakan yang seru banget. Seperti yang (mungkin) pada tahu, Garbine Muguruza menjuarai turnamen ini. Sebagai fans, tidak bisa dipungkiri bahwa aku sedih dengan kekalahannya Venus, terutama aku berada di sana menyaksikannya sendiri. Ini adalah pertandingan mental yang klasik dimana satu poin menentukan nasib dari sisa pertandingan. Poin itu adalah 4*-5 (15-40) di servisnya Muguruza di set pertama. Toh walaupun begitu, aku masih menikmati turnamennya kok, karena aku memang suka Wimbledon!! Dan apalagi ditambah bahwa pada akhirnya aku bisa menonton langsung pertandingan tunggal resminya Venus Williams (pertandingan ekshibisi melawan Kim Clijsters di tahun 2012 tentu tidak dihitung yah 😛 ), walaupun hasilnya tidaklah ideal untukku, membuatnya semakin seru lagi! Aku sungguh berharap Venus akan segera bangkit kembali dari kekalahan ini, karena sebenarnya dia sudah bermain tenis dengan level yang menakjubkan di tahun ini.

Segini dulu deh untuk saat ini. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1591 – A Weekend To Wimbledon (Part I)

ENGLISH

About a week and a half ago, I went on a weekend trip to London to watch this year’s Wimbledon final. Just as the story from my weekend trip to Paris for the French Open final this year, I am also splitting this story into two posts. This post is the first one where I cover the non-Wimbledon related stuffs from the trip 🙂

So, here we go…

***

Actually, practically all of my time in London was spent for Wimbledon in this trip, haha. I arrived in London on Saturday morning, went straight to Wimbledon, left the venue at around 9:30 PM, went straight to my hostel, slept, got up, walked to Waterloo station to catch my bus to Gatwick, then flew back to the Netherlands, haha. Therefore, this post will basically just cover the travelling story to/from London 😛

Getting to London

Ferry to Harwich

I took the trains to go to Hoek van Holland Haven, where the ferry accross the Channel would depart. I arrived there at around 20:35, checked-in, passed the immigration desk, and boarded the ship, Stena Britannica. Btw, Stena Britannica was such a huge ship:

Taking the ferry to cross the channel
Boarding Stena Britannica

She had three decks of passengers cabins, one deck for the common area with restaurants, bars, cafes, internet room, a cinema, etc, and a few more decks for the vehicles (with cars and trucks being the most common vehicles). Because I took the overnight service, I must also book a cabin on top of my ferry ticket. If the last time I booked a fancier cabin with window, this time I decided to book the cheapest one with no window, haha 😛 .

Because the departure time was at 22:00, I already had my dinner before leaving. So on board I did not buy any dinner and just sat at the bar having a drink, haha. This time, I feel like there were more people travelling with the ferry though in comparison to my last trip. It probably made sense because now it was in the Summer while my previous trip was in the cold month of February, haha. Also because it was summer, I could still enjoy the view outside after the ferry departed at 22:00. It was quite nice.

Off to the sea!!!
Off to the sea!!!

Anyway because the purpose of my ferry ride was to get a good night sleep before the big day, I went to bed not so long after. I had quite a nice sleep, getting up at 04:45 (UK time). I took a shower, had breakfast (more on this later in the post), and packed my stuffs. Btw, even though they opened the gate at around 06:30, the ship had actually docked at Harwich Port at around 04:30 though. I knew this because the ship made this annoying noise while docking to the pier (but it was actually a good wakeup call now that I think about it), haha. This time the passengers walkway in Harwich was still being renovated, they took us (passengers who travelled on foot) with bus from the carpark deck to the immigration building. It was kinda cool.

Harwich to London

Long story short I passed the immigration check and my train to London departed at 07:33 from Harwich Station. I had to transfer once in Manningtree, but overall it was quite an uneventful train ride. I arrived at London Liverpool Street station at around 08:55. Oh, I could charge my phone on the train too btw, quite cool!

Reserved seat for me on the train from Maningtree to London Liverpool Street
Reserved seat for me on the train from Maningtree to London Liverpool Street

From there, I took the tube directly to Wimbledon. Story about Wimbledon will come in the Part II post.

Back from London

I decided to take Garuda Indonesia’s fifth freedom flight, again, to go back to the Netherlands. So in the morning I had to get up quite early (at 06:30) to get to London Gatwick. I stayed in a hostel near Borough tube station in London while my easyBus coach to Gatwick would depart from Waterloo Station. Because it did not look that far in the map, this morning I decided that I wanted to walk to Waterloo, haha.

Another mocha coffee at Waterloo
Another mocha coffee at Waterloo

Getting to Waterloo Station on foot from my hostel was quite straightforward. I had a quick breakfast and coffee at the station before going to the stop where the coach would leave. This morning I got a very nice and friendly driver (the other time I got a pouty and borderline rude driver who pissed another passenger off (I could see the lady was so upset about it, and her husband tried to comfort her)). Anyway, we departed on time at 08:40 and about one hour later we arrived at Gatwick.

I checked in at Garuda’s desk at Gatwick. If my previous two Amsterdam – London vv flights with Garuda were about 70% full in economy, this time the flight was almost full. The load factor was at least 95% I estimate. But this resulted in me not getting an available window seat. Daaamn! 😦 So the check-in lady gave me an aisle seat; still better than the middle seat but I preferred the window seat of course, haha.

Still on time on the screen though
Still on time on the screen though

I knew the flight was going to get delayed (I checked the progress of the GA88 flight from Jakarta at Flightradar24) because of late departure from Jakarta. I supposed it had something to do with the eruption of Mount Raung in East Java though which forced five airports (including Ngurah Rai Airport in Bali) to be closed at that time. Anyway, because of this I knew I had some time so I went to a Jamie Oliver’s restaurant at Gatwick to have a proper breakfast, haha. Story about this breakfast is in the next section of this post.

After breakfast, I killed some more spare time at a convenience store reading some magazines about aviation and tennis, haha. At 12:10, the boarding gate was announced and I walked to the gate, Gate 51. I was lucky that today Garuda deployed a Boeing 777-300ER which I had never flown on before: PK-GID. So my logbook was getting even more complete with this sponatenous trip. Yay! This means that now, I have flown on 4 of Garuda’s 7 Boeing 777-300ERs: PK-GIA (twice), PK-GIC, PK-GID, and PK-GIE. The other three are PK-GIF, PK-GIG, and PK-GIH. However, I don’t think Garuda will deploy PK-GIH on the Amsterdam route because PK-GIH is in a higher density seating.

A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GID
A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GID

Anyway, at 12:40, the boarding announcement was made and I boarded my Garuda Indonesia’s GA89 flight to Amsterdam with PK-GID. We took off from runway 26L of Gatwick Airport. It was a routine flight but the weather was not quite the best. The seatbet sign was on longer than normal during take-off as we had to manauver around the thick cloud surrounding London. The service was pretty much the same as my previous London-Amsterdam flight with GA89 so I won’t get to too much details here. Except that the flight attendant looked even much busier due to the heavier load 🙂 .

The FAs were busy on this flight. A 39 minutes flight with almost full economy class on a Boeing 777-300ER: BUSY!
The FAs were busy on this flight. A 39 minutes flight with almost full economy class on a Boeing 777-300ER: BUSY!

At 15:25, we landed at runway 18R of Amsterdam Schiphol Airport. As I was sitting on an aisle seat this time, I could not make any landing video 😦 . Then everything that followed was just a routine stuffs. We parked at Gate G03, disembarked the plane, passed the immigration desk, then took the train back to Delft.

Btw here is the actual route today:

The actual flight path of flight GA 89 today. Source: flightaware.nl
The actual flight path of flight GA 89 today. Source: flightaware.nl

The Food

English Breakfast On Board The Ferry

I decided to buy the English breakfast package on board the ferry when I booked the ferry ticket (so I would get a 20% discount 😛 ) for two reasons: (1) I always think a proper breakfast is super important to start a long day and (2) I LOVE English breakfast!! :mrgreen:

It was a buffet breakfast though so of course the quality of the food was just okay. It was good, but definitely not spectacular. But I still liked it anyway.

Buffet English breakfast!!
Buffet English breakfast!!

Brunch at Jamie’s Italian

At Gatwick Airport, as I had the time, I decided to stop by at Jamie’s Italian there to have brunch. It was still around 10 AM so they only had their breakfast menu. I did not go with the butties this time though, lol 😆 , but went for a more substantial one: Steak ‘N’ Eggs. And it was good.

At 11 AM, they started serving their normal menu so, as I still had some time, I ordered a bowl of polenta chips! After finishing it I was SOO full though, haha 😆

BAHASA INDONESIA

Sekitar satu setengah minggu yang lalu, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke London untuk menonton final Wimbledon tahun ini. Seperti cerita dari perjalanan akhir pekanku ke Paris untuk finalnya French Open tahun ini, cerita ini juga aku bagi ke dalam dua posting. Posting ini adalah yang pertama yang meng-cover bagian perjalanan yang tidak berkaitan dengan Wimbledonnya 🙂 .

Mari kita mulai saja…

***

Sebenarnya semua waktuku di London aku habiskan di Wimbledon sih, haha. Aku tiba di London Sabtu pagi, langsung pergi ke Wimbledon, baru keluar dari arenanya jam 9:30 malam, langsung menuju hostelku, tidur, bangun, berjalan kaki ke stasiun Waterloo untuk mengejar busku ke Gatwick, trus terbang kembali ke Belanda deh, haha. Jadilah posting ini pada dasarnya hanya akan melingkupi bagian perjalanan menuju/dari Londonnya aja deh 😛

Menuju London

Feri ke Harwich

Aku menaiki kereta menuju Hoek van Holland Haven, dimana kapal feri menyebrangi Selat Channel akan berangkat. Aku tiba disana sekitar jam 8:35 malam, check-in, melewati meja imigrasi, dan menaiki kapalnya, Stena Britannica. Btw, Stena Britannica adalah kapal yang besar loh:

Taking the ferry to cross the channel
Naik Stena Britannica

Ada tiga dek dengan kabin-kabin penumpang, satu dek untuk area publik dimana terdapat beberapa restoran, bar, kafe, ruang untuk internetan, bioskop, dll, dan juga beberapa dek untuk parkir kendaraan-kendaraan (umumnya sih mobil dan truk yang banyak disana). Karena aku menaiki perjalanan malamnya, aku juga harus memesan sebuah kabin di samping tiket kapal feriku. Jika sebelumnya aku memesan kabin yang agak keren dikit dengan jendela, kali ini aku memesan yang paling murah aja yang nggak ada jendelanya, haha 😛 .

Karena jadwal berangkatnya adalah jam 10 malam, aku sudah makan malam dulu sebelum berangkat. Jadi di kapal aku nggak perlu membeli makan malam lagi deh dan duduk-duduk pewe aja di barnya sambil minum segelas bir, haha. Kali ini, rasanya penumpangnya lebih banyak deh daripada perjalananku sebelumnya dengannya. Mungkin ini disebabkan sekarang ini adalah musim panas ya sementara perjalananku sebelumnya kan di bulan Februari yang dingin itu, haha. Dan karena lagi musim panas, aku masih bisa menikmati pemandangan di luar kapalnya loh setelah keberangkatan jam 10 malam itu. Lumayan seru juga.

Off to the sea!!!
Menerjang lautan!!!

Anyway karena tujuanku naik kapal feri ini adalah agar malam ini aku bisa beristirahat dengan nyenyak sebelum sebuah hari yang menyibukkan, tidak lama kemudian aku tidur deh. Aku tidur lumayan nyenyak malam itu, bangun jam 04:45 pagi (waktu Inggris). Kemudian aku mandi, sarapan (ini akan aku tulis di bagian akhir posting ini), dan mengepak barang-barangku. Btw, walaupun mereka baru membuka pintu kapalnya jam 06:30 pagi, sebenarnya kapalnya sudah mendarat di Pelabuhan Harwich sekitar jam 04:30 loh. Aku tahu ini soalnya kapalnya mengeluarkan suara yang menyebalkan gitu deh ketika sedang merapatkan diri ke pelabuhannya (tetapi kalau dipikir-pikir ini adalah alarm buat bangun yang efektif sih), haha. Kali ini karena belalai untuk penumpangnya Pelabuhan Harwich sedang direnovasi, mereka membawa kami (penumpang tanpa kendaraan pribadi) dengan bus dari dek parkiran kapal di dalam kapalnya ke gedung imigrasi di darat. Lumayan keren juga.

Harwich ke London

Singkat cerita aku melewati pemeriksaan imigrasi dan menaiki keretaku ke London yang berangkat jam 07:33 dari Stasiun Harwich. Aku harus transit sekali ding di Maningtree, tetapi secara keseluruhan ini adalah perjalanan dengan kereta api yang biasa-biasa saja. Aku tiba di Stasiun Liverpool Street di London sekitar jam 08:55. Oh iya, aku bisa menge-charge smartphone-ku di kereta loh, keren ya!

Reserved seat for me on the train from Maningtree to London Liverpool Street
Kursi yang sudah dipesan untukku dari Maningtree ke London Liverpool Street

Dari sana, aku langsung naik tube untuk pergi ke Wimbledon. Cerita dari Wimbledon akan aku tulis di posting bagian dua.

Kembali dari London

Aku memutuskan untuk naik penerbangan kebebasan kelimanya Garuda Indonesia, lagi, untuk kembali ke Belanda. Jadilah paginya aku harus bangun lumayan pagi (jam 06:30) untuk pergi ke Bandara London Gatwick. Aku menginap di sebuah hostel di dekat stasiun tube Borough di London sementara bus easyBus-ku ke Gatwick akan berangkat dari Stasiun Waterloo. Karena nampak nggak jauh, pagi ini aku memutuskan untuk berjalan kaki ke Waterloo, haha.

Another mocha coffee at Waterloo
Kopi mocha di Waterloo

Stasiun Waterloo cukup mudah dicapai dari hostelku dengan berjalan-kaki. Disana aku sarapan sedikit dengan kopi sebelum berjalan ke halte bus dimana busnya akan berangkat. Pagi ini aku mendapatkan pengemudi bus yang menyenangkan dan ramah banget (sebelumnya aku mendapatkan pengemudi yang mukanya cemberut dan agak kasar ke penumpang sampai-sampai ia menyinggung perasaannya seorang penumpang lain (aku bisa melihat ibu-ibu ini jengkel setengah mati, dan suaminya berusaha menenangkannya)). Anyway, kami berangkat tepat waktu jam 08:40 dan sekitar satu jam kemudian tiba di Bandara Gatwick.

Aku check in di konternya Garuda di Gatwick. Jika dua penerbangan Amsterdam – London pp-ku sebelumnya terisi sekitar 70% di kelas ekonomi, kali ini penerbangannya nyaris penuh loh. Tingkat keterisiannya setidaknya 95% lah menurut perkiraanku. Tetapi akibatnya, aku jadi tidak mendapatkan kursi jendela dong karena semuanya sudah penuh. Siaaal! 😦 Jadilah petugasnya memberiku kursi aisle; mendingan kan daripada kursi tengah tetapi aku masih lebih suka kursi jendela, haha.

Still on time on the screen though
Masih tepat waktu di layar

Aku tahu penerbangan ini akan terlambat (ceritanya aku sudah mengecek perkembangannya penerbangan GA88 dari Jakarta di Flightradar24) karena pesawatnya berangkat terlambat dari Jakarta. Aku duga sih ini diakibatkan erupsi Gunung Raung di Jawa Timur yang memaksa lima bandara (termasuk Bandara Ngurah Rai di Bali) ditutup waktu itu. Karena itu, aku tahu bahwa aku memiliki sedikit waktu ekstra sehingga aku pergi ke restoran Jamie Oliver di Gatwick untuk makan pagi yang agak benar sedikit, haha. Cerita makan paginya ada di akhir posting ini.

Setelah sarapan, aku membuang waktu di sebuah toko serba ada dan membaca-baca majalah tentang pesawat dan tenis, haha. Jam 12:10, gerbang keberangkatannya diumumkan dan aku berjalan ke gerbangnya, Gerbang 51. Eh, beruntung loh hari ini Garuda menggunakan Boeing 777-300ER yang belum pernah aku naiki sebelumnya: PK-GID. Jadilah logbook-ku semakin lengkap akibat perjalanan dadakan ini. Hore! Ini artinya sekarang, aku sudah pernah terbang dengan 4 dari 7 Boeing 777-300ERnya Garuda: PK-GIA (dua kali), PK-GIC, PK-GID, dan PK-GIE. Tiga yang lainnya adalah PK-GIF, PK-GIG, dan PK-GIH. Namun, kayaknya Garuda tidak akan menurunkan PK-GIH di rute Amsterdamnya sih karena PK-GIH dikonfigurasi dengan kursi lebih banyak dan padat.

A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GID
Sebuah Boeing 777-300ERnya Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GID

Jam 12:40, penumpang diminta masuk pesawat dan aku menaiki penerbangan Garuda Indonesia GA89ku ke Amsterdam dengan PK-GID. Kami lepas landas dari landasan pacu 26L Bandara Gatwick. Ini adalah penerbangan biasa sih tetapi cuaca hari ini kurang bersahabat. Tanda kenakan sabuk pengaman dinyalakan agak lebih lama daripada biasanya ketika lepas landas karena kami harus bermanuver sedikit menghindari awan tebal di atas London pagi ini. Layanannya kurang lebih sama seperti penerbangan GA89-ku sebelumnya sehingga aku tidak akan menuliskan detailnya lagi. Hanya saja kali ini pramugari dan pramugaranya lebih sibuk karena penumpang yang lebih banyak 🙂 .

The FAs were busy on this flight. A 39 minutes flight with almost full economy class on a Boeing 777-300ER: BUSY!
Para pramugarinya sibuk sekali di penerbangan ini. Sebuah penerbangan singkat selama 39 menit dengan kelas ekonominya sebuah Boeing 777-300ER yang nyaris penuh: SIBUK!

Jam 3:25 sore, kami mendarat di landasan pacu 18R Bandara Schiphol di Amsterdam. Karena aku tidak duduk di jendela, aku tidak bisa merekam video pendaratannya deh 😦 . Lalu, setelahnya adalah sebuah proses rutin. Kami parkir di Gerbang G03, keluar dari pesawat, aku melewati meja imigrasi, dan kemudian naik kereta kembali ke Delft.

Btw berikut ini jejak rekam penerbangan ini hari ini:

The actual flight path of flight GA 89 today. Source: flightaware.nl
Jejak rekam penerbangan GA 89 yang sebenarnya hari ini. Sumber: flightaware.nl

Makanannya

Sarapan Inggris di Feri

Aku memutuskan untuk membeli paket sarapan Inggris di kapal ferinya ketika membeli tiketnya (lumayan karena didiskon sekitar 20%) karena: (1) sarapan yang benar itu penting ya sebelum memulai hari yang menyibukkan dan (2) aku SUKA BANGET sarapan ala Inggris!! :mrgreen:

Ini adalah sarapan buffet sih sehingga jelas kualitas makanannya standar saja deh. Enak sih, tetapi jelas tidak enak banget. Tetapi toh aku masih menikmatinya.

Buffet English breakfast!!
Sarapan Inggris buffet!!

Brunch di Jamie’s Italian

Di Bandara Gatwick, karena aku masih ada waktu, aku memutuskan mampir di Jamie’s Italian disana untuk brunch. Karena waktu itu masih sekitar jam 10 pagi, mereka baru menyediakan menu sarapannya aja. Aku tidak memesan butties kali ini, huahaha 😆 , tetapi memilih sebuah menu yang lebih berbobot: Steak ‘N’ Eggs. Dan keluarnya enak juga.

Jam 11 pagi, mereka mulai menerima pesanan menu normal mereka. Jadilah karena masih ada waktu, aku memesan satu porsi polenta chips! Dan setelah menyelesaikannya, aku jadi merasa kekenyangan deh, haha 😆 .

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1581 – A Weekend Trip to London

ENGLISH

So I went to London for an impromptu weekend trip in June and this post is about this trip 🙂 .

Getting to/from London

To get to/from London, I took Garuda Indonesia’s fifth freedom flight between Amsterdam and London. One big advantage of this decision was that I gotta fly with the mighty Boeing 777-300ER on a short-haul flight (~40 minutes).

A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIE which brought me to London as flight GA88
A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GIE which brought me to London as flight GA88
A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIC which brought me back to Amsterdam as GA89
A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GIC which brought me to Amsterdam as GA89

My extensive trip report of both return flights is available here 😛 .

London

London, well, I just love this city! From the time my cheap easyBus coach entered London, I just felt it. The building, the architecture, the road, etc! 😀

Anyway, I did not have a lot of time in London because I just arrived at around 1:40 PM on Saturday and on Sunday I would have to go to the airport early at 8:40 AM. But it was not really a problem because I have been to London a few times before. If you want to read my touristing trip to London (that is not only Wimbledon related), you can read this series from 2012.

The famous Soho district in London
Soho, London
Cheers from London
Cheers from London

So I decided to just take my time, enjoy myself in this city that I love, did some shopping in Soho (haha), and just strolled around randomly. Okay, not really “randomly” though. Because in my previous 24 hour trip to London I went to the Parliament Building area, this time I decided to go to another super landmarky spot in London, the Tower Bridge, haha. Visiting the Tower Bridge strucked me with a sense of nostalgia, somehow. I think this was because three years before in 2012, the first time I went to London, I stayed in the area. And it was such an amazing trip so the memory sticks hard in my mind. So it became quite an interesting experience for a few minutes there, haha. Anyway, but there is one thing that I do regret a little bit now though, for missing out the “Trooping the Colour” parade held that Saturday celebrating the Majestic Queen Elizabeth II’s birthday.

The view from my hostel room in Paddington
The view from my hostel room in Paddington

The Food

One aspect that I love about London is the amount of good restaurants in the city! On this trip, I would have two dining opportunities: one for lunch and one for dinner.

For one of them, I already knew which restaurant I would go to for sure, Jamie’s Italian in Covent Garden, haha 😀 . For the second one, I was open for all options. I was browing a few good/famous restaurants in the city before my housemate recommended a one Michelin star Chinese/Cantonese food restaurant in Soho, named Yauatcha, which he and his girlfriend went to in May. He said the price was (surprisingly) low for a Michelin starred restaurant and it was good. I was intrigued (of course, haha 😆 ) and made a reservation for 7 PM for dinner.

Lunch at Jamie’s Italian

Straight after getting off my coach at Waterloo station, I took the tube[1] to Leicester Square to go to the Jamie’s Italian restaurant there (even though this branch is regarded as “Covent Garden”, actually it is closer to Leicester Square station than Covent Garden tube station 😛 . You are welcome). I had to wait for about 15 minutes before I got an available table. Well, quite a busy Saturday afternoon it seemed 🙂

Anyway, I got my table and was immediately intrigued with the affordable lobster dish! But when I placed my order, the waitress said that they did not serve any lobster that day (sigh), so I went to my second choice: the lambchops Scottadita.

Lamcbhops Scottadita at Jamie's Italian
Lamcbhops Scottadita at Jamie’s Italian

And it was good! The three pieces of lamb looked kinda small though, but it was definitely enough. There was, however, not enough polenta chips for me (the menu came with it) so I ordered an extra bowl of polenta chips, haha 😀 .

Dinner at Yauatcha, a one Michelin star restaurant

I was so excited because this would be my second time ever dining at a Michelin starred restaurant, after this time last year in Lyon. And since I had a great first experience, I kinda had high expectation from this one as well, haha.

I arrived at the restaurant exactly at 7 PM, only to find that my reservation was not in the list. Then it turned out that apparently I went to the wrong Yauatcha (there were two in the city). I went to the one in Soho but my reservation was in Liverpool Street. It was practically impossible to go to Liverpool Street already so they offered me a seat in the bar in Soho (no available table at this time, it was the busy period). And I agreed.

I felt like it was destiny. From what I know, the one that got the one Michelin star was the one in Soho. So actually my reservation was on the wrong restaurant. But because I went to the wrong restaurant from what I reserved, I actually went to the right restaurant which I wanted, haha 😆 . Funny, isn’t it?

A lime and passion iced tea
A lime and passion iced tea

Anyway, after a thorough look at the menu, I decided to order a crispy duck roll as an appetizer and a truffle pork belly rib as the main course. For the drink, I had a very delicious (well, at £6 per glass (before service), it would better be 😆 ) lime and passion iced tea.

And both dishes were delicious. The crispy duck roll came with a separate sauce and was full and dense of duck meat in the inside. The truffle pork belly rib came with sweet soy sauce and was very nice as well, even though I was struggling to find the connection, taste-wise, between the truffle and the pork belly.

Dining at a one Michelin star restaurant in London!!
A truffle pork belly at Yauatcha in Soho

So, in conclusion, was it delicious? Yes. Was it much more delicious than many other Chinese food restaurants? Well, here, the “problem” was, I could name a few other Chinese food restaurants which were just as good but not Michellin starred. So it was a tough call on this one. Was it worth the price? Well, again, it depends. But for a one Michelin star restaurant, I think the price they offered was affordable.

BAHASA INDONESIA

Jadi ceritanya aku pergi ke London untuk sebuah perjalanan akhir pekan dadakan Juni ini dan posting ini adalah cerita tentangnya 🙂 .

Pergi ke/dari London

Untuk pergi ke/dari London, aku menaiki penerbangan kebebasan kelimanya Garuda Indonesia antara Amsterdam dan London. Satu keuntungan besar dari keputusan ini adalah aku akan terbang dengan pesawat berbadan besar Boeing 777-300ER yang keren banget itu di sebuah penerbangan jarak pendek (~40 menit).

A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIE which brought me to London as flight GA88
Sebuah Boeing 777-300ER milik Garuda Indonesia beregistrasi PK-GIE yang membawaku ke London sebagai penerbangan GA 88
A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIC which brought me back to Amsterdam as GA89
Sebuah Boeing 777-300ER milik Garuda Indonesia beregistrasi PK-GIC yang membawaku ke Belanda sebagai penerbangan GA 89

Trip report kedua penerbangan ini secara mendetail bisa dibaca disini 😛

London

London, yah, aku suka banget kota ini! Semenjak bus easyBus murah -ku memasuki London, aku langsung merasakan perasaan sukaku itu. Gedung-gedungnya, arsitekturnya, jalannya, dll! 😀

Ngomong-ngomong, aku tidak memiliki banyak waktu di London kali ini karena aku baru tiba sekitar jam 1:40 siang di hari Sabtu dan di hari Minggunya aku harus berangakt ke bandara pagi-pagi, jam 8:40. Tetapi tidak masalah juga sih karena aku kan sudah pernah beberapa kali ke London sebelumnya. Jika ingin membaca cerita tamasyaku ke London (yang tidak melulu berhubungan dengan Wimbledon), bisa deh dibaca seri ini dari tahun 2012.

The famous Soho district in London
Soho, London
Cheers from London
Cheers dari London

Jadilah aku memutuskan untuk bersantai-santai saja di London, menikmati waktuku di kota yang aku suka, shopping sedikit di Soho (haha), dan jalan-jalan berkeliling dengan acak. Eh, nggak “acak” juga ding sebenarnya. Karena di kunjungan 24 jam ke London-ku sebelumnya aku pergi ke area Gedung Parlemen, kali ini aku pergi ke tempat super terkenal lainnya di London, the Tower Bridge, haha. Btw, entah bagaimana mengunjungi Tower Bridge ini membuatku sedikit merasa nostalgia lho. Aku rasa mungkin akibat tiga tahun sebelumnya di tahun 2012, kali pertama aku mengunjungi London, aku menginap di area ini. Dan karena waktu itu adalah perjalanan yang amat mengesankan, akibatnya memoriku kuat disitu. Ya, beberapa menit kemarin ini adalah menit-menit yang menarik juga rasanya, haha. Ah, tetapi ada satu hal ding yang sedikit aku sesali dari perjalanan ini, yaitu melewatkan parade “Trooping the Colour” yang diadakan hari Sabtu itu untuk merayakan hari ulang-tahunnya Ratu Elizabeth II.

The view from my hostel room in Paddington
Pemandangan dari kamar hostelku di Paddington

Makanannya

Satu aspek yang juga aku suka dari London adalah banyaknya restoran enak dan terkenal disana! Di perjalanan kali ini, aku memiliki dua kesempatan untuk makan: satu untuk makan siang dan satu untuk makan malam.

Untuk salah satunya, aku sudah tahu restoran mana yang akan aku kunjungi secara pasti, yaitu Jamie’s Italian di Covent Garden, haha 😀 . Untuk yang kedua, aku sih terbuka terhadap segala kemungkinan ya. Aku browsing-browsing restoran yang bagus/terkenal di kotanya sebelum housemate-ku menyarankan sebuah rumah makan makanan China/Kanton berbintang satu Michelin di Soho, namanya Yauatcha, yang mana ia kunjungi bersama pacarnya bulan Mei lalu. Ia bilang bahwa harganya (mengejutkan nih) cenderung murah untuk kelas rumah makan berbintang Michelin dan rasa makanannya enak. Jadilah aku tertarik (jelas dong ya, haha 😆 ) dan membuat reservasi disana untuk makan malam jam 7 malam.

Makan Siang di Jamie’s Italian

Begitu busku sampai di stasiun Waterloo, aku langsung menaiki tube[1] menuju Leicester Square untuk pergi ke restoran Jamie’s italian disana (walaupu cabang ini dinamai “Covent Garden”, lokasinya sebenarnya lebih dekat ke stasiun Leicester Square daripada stasiun Covent Garden 😛 . Ya, terima kasih kembali). Aku harus menunggu sekitar 15 menit sebelum mendapatkan satu meja kosong. Yaa, restorannya memang ramai di hari Sabtu siang 🙂

Ketika membaca menunya, aku langsung tertarik terhadap sebuah menu lobster yang harganya bersahabat banget! Tetapi ketika memesan, ternyata hari itu mereka tidak menyediakan lobster (wew), dan jadilah aku memesan pilihan keduaku: lambchops Scottadita.

Lamcbhops Scottadita at Jamie's Italian
Lambchops Scottadita di Jamie’s Italian

Dan rasanya enak! Tiga potong daging dombanya memang terlihat kecil sih, tetapi cukup kok. Namun, polenta chips-nya terlalu sedikit untukku (menunya termasuk polenta chips juga) sehingga aku memesan satu porsi ekstra polenta chips, haha 😀 .

Makan malam di Yauatcha, sebuah restoran bintang satu Michelin

Aku merasa excited karena ini akan menjadi kali kedua aku makan di sebuah restoran yang berbintang Michelin, setelah yang pertama kali ini tahun lalu di Lyon. Dan karena pengalaman pertamaku itu enak banget, jadilah aku berekspektasi tinggi juga untuk yang kali ini, haha.

Aku tiba di restorannya tepat jam 7 malam, dimana ternyata reservasiku tidak berada di daftarnya. Lalu ternyata ketahuan bahwa aku datang ke Yauatcha yang salah dong (ada dua restoran di London). Aku pergi ke yang di Soho sementara reservasiku adalah untuk yang di Liverpool Street. Waduh, dan sudah tidak mungkin untuk pergi ke Liverpool Street sekarang. Jadilah mereka menawarkanku sebuah kursi di bagian barnya di Soho (tidak ada meja yang kosong kali itu, jam-jam sibuk sih). Dan aku setuju.

Rasanya seperti takdir lho. Jadi setahuku, restoran yang berbintang satu Michelin adalah yang di Soho ini. Jadi sebenarnya reservasiku itu adalah reservasi di restoran yang salah kan ya. Tetapi karena aku malah pergi ke restoran yang salah dari reservasiku, jadi sebenarnya aku malah pergi ke restoran yang benar yang memang ingin aku kunjungi, haha 😆 . Lucu ya kok bisa begitu?

A lime and passion iced tea
Sebuah es teh limun dan markisa

Ngomong-ngomong, setelah menunya aku pelajari, aku memutuskan untuk memesan sebuah crispy duck roll (lumpia bebek crispy) sebagai makanan pembuka dan sebuah truffle pork belly rib (perut babi dan jamur truffle) sebagai makanan utama. Untuk minumnya, aku memesan es teh limun dan markisa yang enak banget (ya, kalau harganya segelas £6 (sekitar Rp 126.000,-) gitu memang harus enak lah ya 😆 ).

Dan kedua menunya memang enak. Crispy duck roll-nya disajikan dengan saus terpisah dan berisi, penuh dan padat, cacahan daging bebek. Truffle pork belly rib-nya dimasak dengan saus kecap manis dan rasanya juga enak, walaupun aku agak kesulitan untuk menemukan hubungan, dalam hal rasa, antara jamur truffle dan daging perut babinya.

Dining at a one Michelin star restaurant in London!!
Sebuah truffle pork belly di Yauatcha di Soho

Jadi, kesimpulannya, enak kah? Iya. Apakah jauh lebih enak daripada kebanyakan restoran makanan China lainnya? Hmm, “permasalahannya” disini adalah, aku bisa menyebutkan beberapa restoran makanan China lainnya yang menurutku juga sama enaknya tetapi tidak berbintang Michelin. Jadi susah juga dalam bidang ini. Apakah harganya sepadan? Hmm, lagi, tergantung ya. Tetapi untuk level restoran berbintang satu Michelin, menurutku harga yang mereka tawarkan lumayan terjangkau loh.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1574 – A Weekend Story

ENGLISH

My follower in Instagram (@azilko) would have known by now that I have just had another weekend trip this weekend, haha 😆 . This time, I went to London. Indeed not a new destination to me but I love London so I felt like coming back 🙂 . I mean, it had been more than a year since the last time I went to London! Btw, yes, you guess it right, the visa which I was applying for in early May was, indeed, a UK visa 🙂 .

To be honest, this trip rose from an impromptu decision I made earlier in June. Originally, I planned to go to London in the end of June for Wimbledon. But for some reasons I do not want to share here, yet, I decided to cancel the plan. But at that time I had already applied for a UK visa so I felt like I had to, at least, make use of this visa this summer.

Then obviously it did not have to be London then, because it was a UK visa so it was valid in the entire United Kingdom. But then, because it was such an impromptu decision, the ticket price in general was not that wallet friendly anymore. But thanks to Garuda Indonesia, who currently serves a fifth freedom flight between Amsterdam and London, a return ticket flight to London was still on budget even though I bought the ticket last minute! Hehe 🙂

So, yeah, this means that this weekend I flew between the Netherlands and the United Kingdom with an Indonesian airline! Hahaha 😆 .

Anyway, at the moment I am still too tired to share the story of this trip to London. Plus, I am still behind for my weekend trip to Paris last week also. Plus, I literally haven’t really slept in the past 36 hours (seriously)! So I will get back to this asap! 🙂

But as per usual, here are a few pictures as teasers from this trip:

BAHASA INDONESIA

Follower di Instagram (@azilko) tentunya sudah tahu sekarang bahwa akhir pekan ini aku jalan-jalan lagi gitu deh, haha 😆 . Kali ini, aku pergi ke London. Yaa, memang bukan destinasi baru sih tetapi aku kan cinta London jadi aku merasa ingin kembali dong 🙂 . Maksudku, kan sudah lebih dari satu tahun ya semenjak terakhir kali aku pergi ke London! Btw, ya, tebakannya benar kok, visa yang aku buat awal Mei lalu memang adalah sebuah visa UK 🙂 .

Jujur aja, sebenarnya perjalanan kali ini adalah perjalanan super dadakan dimana keputusannya aku buat awal Juni ini. Awalnya, aku berencana untuk pergi ke London di akhir bulan Juni untuk Wimbledon. Namun, karena alasan yang belum ingin aku tuliskan disini, aku memutuskan untuk membatalkan rencana ini. Tetapi aku kan sudah terlanjur membuat visa UK kan ya jadi aku merasa bahwa visa ini harus aku manfaatkan dong musim panas kali ini.

Lah, lantas artinya destinasinya tidak harus London dong ya, karena visa UK kan berlaku di keseluruhan United Kingdom (Inggris Raya). Tetapi kemudian, karena ini adalah rencana dadakan, harga tiketnya secara umum juga sudah nggak bersahabat dengan dompet. Untungnya Garuda Indonesia, yang sekarang melayani rute penerbangan kebebasan kelima antara Amsterdam dan London, menjual tiket pp ke London yang masih on budget loh walaupun aku beli tiketnya dadakan! Hehe 🙂

Btw, iya, akhir pekan ini meman aku terbang antara Belanda dan Inggris Raya dengan sebuah maskapai Indonesia! Hahaha 😆 .

Ah, jelas sekarang masih terlalu capek lah untuk menuliskan cerita perjalanan singkat ke London ini. Ditambah lagi, aku masih berhutang cerita perjalanan akhir pekanku ke Paris minggu lalu juga kan. Ditambah lagi aku belum sempat beneran tidur nih dalam 36 jam terakhir (beneran ini)! Jadi aku akan menuliskan cerita ini segera saja deh! 🙂

Ah, tetapi seperti biasa, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini sebagai teasers.

EuroTrip · One Day Trip · Vacation · Weekend Trip

#1352 – Weekend Story: London

ENGLISH

So, how was my weekend? Well, it was fine. What did I do? Well, you know, nothing that special, just going to London and back, huahaha 😎 😆 . Yes, so I went for a quick trip to London this weekend; or as how my roommate put it: I went there to have lunch and then back to the Netherlands 😛 .

So here is the story:

***

Day 1 (Saturday, 22 February 2014)

This would be something new to me, where I would take a ferry ship to cross the English channel. The service that I chose would depart at 21:30 so on Saturday evening I took the train to go to Hoek van Holland, the departure point of the trip. I arrived there at around 19:30 where I just checked-in and got into the ferry ship. Btw, even though it was a “ferry ship”, it was such a huge ship like this (the picture was taken after I arrived in England so this explains why it was bright 😀 ):

The ferry ship was the big white one in the background
The ferry ship was the big white one in the background

Anyway, I also got a cabin room in the ship and mine was on Deck 10. After putting my stuff, which was just a backpack, lol 😆 , in my room; I went downstairs to Deck 9 to have dinner at the ship’s restaurant. I decided to have a grilled salmon with chips and a pepsi. After that I went around the ship (well, only the part accessible for the passengers of course, which were deck 9 to 11) including to the open deck (lucky I did it before the ship left Hoek van Holland because once it was moving, the doors outside were closed and locked!). At around 21:15, the ship departed and our trip crossing the English Channel started.

Btw, here is the ferry route map tonight from Hoek van Holland to Harwich in England, where the ferry landed:

The ferry boat path from Hoek van Holland to Harwich, England
The ferry ship path from Hoek van Holland to Harwich, England

It was a very nice and smooth ride, btw. Of course once in awhile I could feel the “sea movement”, but it was not that bad. I also slept relatively well that night.

Day 2 (Sunday, 23 February 2014)

This was the cabin in the ship
This was the cabin in the ship

And then I found out that even though it was scheduled to arrive at 07:00, the sailing time was actually only around 7 hours. So at around 05:00 UK time, we actually already harbored at Harwich. But we were not allowed to disembark the ship yet. The restaurant was also open for a one-hour breakfast service (for an extra charge of course) from 05:30 to 06:30; and I decided to have my breakfast there because: (1) it was all you can eat, huahaha 😆 ; (2) they had English breakfast menu; and (3) I was not sure I would be able to find something to eat in Harwich anyway 😀 .

At 06:30, the gate was opened and I left the ship. Actually, my ferry ticket also covered the 90 minutes train trip from Harwich to London. However, a few days before our departure, I received an email saying that due to maintenance work, the train between Harwich and London today had been cancelled! 😯 WTF!! 👿 . But luckily they were professional so they organized a coach service as a replacement of the train. 😀 So after passing through the immigration at Harwich, I walked to the parking space next to the station where the coach would come.

At 07:00, two coaches came and I boarded one of them, which left immediately after it was full. Here is the route map for the 90 minutes ride from Harwich to London Liverpool Street Station:

The route map from Harwich to London Liverpool Street
The route map from Harwich to London Liverpool Street

It was quite an uneventful trip, just like a normal coach ride so what do you expect? 😆 . So I would just fast forward the story to the time I arrived in Liverpool Street Station in London at around 08:30. I decided to buy the one day London’s public transportation ticket and took the tube to Victoria Station to collect my pre-booked train ticket to Gatwick Airport for later on today.

After collecting my ticket, I had a lot of time to kill and so somehow I decided that I wanted to take a walk, hahaha 😆 . So from London Victoria Station I walked towards the Vauxhall Bridge which crossed the famous River Thames. From there I walked alongside the river until I reached the super famous Parliament Building and the Big Ben. It was not that far though, just 3.22 km, approximately, according to Google Maps. Btw, the weather was very windy today; but at least it was not raining so it was good 😀 .

Back at this famous view
Back at this famous view

After that, I took the Jubilee Line from the nearby Westminster Underground station to North Greenwich where I stopped by at the O2. Then I realized it was already around 11:00. So after that I went back to Central London to the Covent Garden area. Yes, it was already almost lunch time and obviously I decided to have lunch at my favorite Jamie’s Italian restaurant in Covent Garden! Hahaha 😆 .

I didn’t try something new this time, just their rump steak with polenta chips; and also a glass of their homemade lemonade (a non-alcoholic cocktail). And as always, it was GOOD!! 😀 The salad dressing was just okay though, but overall it was satisfying! 🙂

After lunch, I took the tube to go back to Victoria Station to catch my train to Gatwick at 14:05. But apparently the station was so close that I happened to be lucky for not having to wait for too long for the tube so I arrived there very early, hahaha 😆 . But anyway, so at 14:05 my train left Victoria Station. And just like Heathrow, Gatwick was located very far away from London as it took the train (which was considerably faster than a tube) 47 minutes to get there from Victoria Station!

Gatwick Airport
Gatwick Airport

At 14:52, the train arrived at the South Terminal of Gatwick. And because my flight would depart from the North Terminal, I took their free inter-terminal automated people mover. I was flying with easyJet this time and because I was only on a, literally, 24 hour trip, I didn’t have a checked-in luggage. I already checked-in online so I just went through the security and then to the gate. Long story short (It took them quite awhile until they announced the actual departing gate. At first they only asked the passengers to go to gate 101-113 but not specifying which one would be the actual gate. Once we arrived at these gates’ area, there was still no information until some time later where they announced it would be gate 110), we boarded our aircraft: an easyJet’s Airbus A319-111 reg G-EZBH flight EZY 8879 from London Gatwick (LGW) to Amsterdam Schiphol (AMS).

The flight was delayed a little bit (20 minutes). At around 17:30, we took off from runway 26L of Gatwick Airport. Here is the actual flight route map from London Gatwick Airport to Amsterdam Schiphol Airport that I took today (source: here (accessed on 23 February 2014)):

The actual flight EZY 8879 route map today from London Gatwick (LGW) tp Amsterdam Schiphol (AMS). Source: http://nl.flightaware.com/live/flight/EZY8879
The actual flight EZY 8879 route map today from London Gatwick (LGW) to Amsterdam Schiphol (AMS). Source: http://nl.flightaware.com/live/flight/EZY8879

At around 19:24 local time, our flight landed at runway 18R of Schiphol Airport. Here is the landing video:

Yes, the Polderbaan, the runway that is located so far away from the airport’s terminal building! Hahaha 😆 . Long story short, we disembarked the plane. I passed through the immigration and then left. It was quick because I didn’t have any luggage so I could just leave 😀 . I took the train to go back to Delft, and here this 24 hour weekend trip to London officially ended.

BAHASA INDONESIA

Bagaimanakah cerita akhir pekanku? Ya, seru sih. Ngapain aja? Ya gitu deh, biasa aja kok, aku cuma pergi ke London trus balik lagi ke Belanda, huahaha 😎 😆 . Iya, aku pergi dalam rangka trip singkat ke London di akhir pekan ini; atau kalau kata roommate-ku sih aku pergi ke London cuma buat makan siang trus balik lagi ke Belanda 😛 . Ada benarnya juga sih.

Jadi beginilah ceritanya:

***

Hari 1 (Sabtu, 22 Februari 2014)

Ini akan menjadi pengalaman baru bagiku, dimana aku ke Inggrisnya naik kapal ferry menyebrangi Selat Inggris loh. Perjalanan kapal ferry yang aku pilih adalah yang keberangkatan jam 21:30 di hari Sabtu, jadilah Sabtu sore aku naik kereta untuk pergi ke Hoek van Holland, dimana kapalnya akan berangkat. Aku tiba disana sekitar jam 19:30 dimana setelahnya aku langsung aja check-in dan naik ke kapalnya. Btw, walaupun namanya “kapal ferry”, tapi kapalnya gede banget loh kayak gini (foto ini diambil setelah kapalnya sampai di Inggris, makanya sudah terang lagi 😀 ):

The ferry ship was the big white one in the background
Kapal ferry-nya yang gede putih di belakang itu

Ngomong-ngomong, aku juga mendapatkan kamar kabin di kapalnya dan punyaku berada di Dek 10. Setelah meletakkan barang-barangku, yang mana cuma satu tas ransel aja sih, huahaha 😆 , aku turun ke bawah ke Dek 9 untuk makan malam di restoran kapalnya. Aku memutuskan untuk makan salmon panggang dengan kentang goreng dan pepsi. Setelahnya aku mengelilingi kapalnya (ya, cuma bagian yang bisa diakses penumpang aja sih, yaitu dek 9 sampai 11) termasuk dek terbukanya (untungnya aku sudah ke dek luar ini sebelum kapalnya berangkat dari Hoek van Holland, karena begitu kapalnya berangkat pintunya ditutup dan dikunci loh!). Sekitar jam 21:15, kapalnya berangkat dan perjalananku menyebrangi Selat Inggris dimulai.

Btw, berikut ini peta rute kapal ferry-nya malam ini dari Hoek van Holland ke Harwich di Inggris dimana kapalnya akan berlabuh:

The ferry boat path from Hoek van Holland to Harwich, England
Peta rute kapal ferry dari Hoek van Holland ke Harwich, Inggris

Perjalanannya sungguh nyaman dan tenang loh. Tentu saja kadang agak terasa sedikit sih “goyangan laut”-nya, tapi nggak parah lah. Jadilah malam ini aku bisa tidur dengan lumayan nyenyak.

Hari 2 (Minggu, 23 Februari 2014)

This was the cabin in the ship
Ini kabin di dalam kapalnya.

Dan kemudian barulah aku tahu bahwa walaupun di jadwal kapalnya tiba jam 7 pagi, sebenarnya kapalnya berlayar cuma sekitar 7 jam aja loh. Jadi sekitar jam 5 pagi waktu UK sebenarnya kapalnya sudah berlabuh di Harwich. Hanya saja para penumpang masih belum diizinkan keluar. Restorannya juga buka kembali untuk layanan sarapan selama satu jam (dengan membayar sejumlah tertentu pastinya) dari jam 05:30 sampai 06:30; dan aku memutuskan untuk sarapan sekalian disana karena: (1) all you can eat loh; (2) mereka memiliki menu sarapan ala Inggris (English breakfast); dan (3) toh aku tidak yakin bakal menemukan tempat buat makan di Harwich 😀 .

Jam 06:30, pintunya akhirnya dibuka dan aku meninggalkan kapalnya. Sebenarnya, tiket kapal ferry-ku juga berlaku di perjalanan dengan kereta api selama 90 menit dari Harwich ke London loh. Hanya saja, beberapa hari sebelum berangkat aku menerima email bahwa karena ada pekerjaan di rel, kereta dari Harwich ke London untuk hari ini dibatalkan dong!! 😯 Apa-apaan ini!! 👿 . Tapi untungnya mereka profesional sekali jadi mereka menyediakan layanan bus sebagai pengganti keretanya. 😀 Jadilah setelah melewati imigrasi di Harwich, aku berjalan ke area parkir di sebelah stasiunnya dimana busnya akan datang menjemput kami.

Jam 7 pagi, dua bus datang dan aku menaiki salah satunya, yang mana langsung berangkat begitu busnya penuh. Berikut ini peta perjalanan selama sekitar 90 menit dari Harwich menuju Stasiun Liverpool Street di London:

The route map from Harwich to London Liverpool Street
Peta rute perjalanan dari Harwich ke London Liverpool Street

Perjalanannya ya gitu-gitu aja deh, kayak perjalanan biasa dengan bus jadi nggak ada yang seru 😆 . Jadi aku langsung maju aja ke cerita setelah aku tiba di Stasiun Liverpool Street di London sekitar jam setengah sembilan pagi. Aku memutuskan untuk membeli kartu transportasi umum London satu hari dan kemudian menaiki tube (istilahnya orang London akan kereta bawah tanah mereka) menuju Stasiun Victoria untuk mengambil tiket yang sudah aku booking di awal untuk perjalananku ke Bandara Gatwick siangnya.

Setelah mengambil tiketku, aku memiliki banyak waktu dan entah bagaimana aku merasa ingin berjalan kaki, hahaha 😆 . Jadilah dari London Victoria aku berjalan ke arah Jembatan Vauxhall yang menyebrangi Sungai Thames yang terkenal itu. Dari sana aku berjalan di sisi sungainya hingga tiba di Gedung Parlemen dan Big Ben yang super terkenal itu. Nggak jauh-jauh amat sih, cuma sekitar 3,22 km aja kalau menurut Google Maps. Btw, cuacanya berangin banget hari ini; tapi nggak hujan jadi masih oke lah 😀 .

Back at this famous view
Kembali di titik super terkenal ini

Setelahnya, aku naik tube Jalur Jubilee di Stasiun Underground Westminster di dekat sana ke North Greenwich untuk mampir di O2. Dan barulah aku sadar bahwa ternyata sudah sekitar jam 11:00. Jadilah dari sana aku kembali lagi ke Central London di area Covent Garden. Ya, sudah hampir waktunya makan siang dan tentu saja aku memutuskan untuk makan di restoran Jamie’s Italian favoritku di Covent Garden! Hahaha 😆 .

Aku nggak mencoba menu baru sih kali ini, cuma rump steak-nya mereka dengan polenta chips; dan segelas homemade lemonade (cocktail non-alkohol). Dan seperti biasa, ENAAK!! 😀 Eh, tapi saladnya biasa aja ding, tetapi secara keseluruhan sih memuaskan banget! 🙂

Setelah makan siang, aku naik tube untuk kembali ke Stasiun Victoria untuk mengejar keretaku ke Gatwick jam 14:05. Tetapi ternyata stasiunnya dekat banget dan kebetulan aku beruntung jadi nggak harus menunggu lama untuk tube-nya sehingga aku tiba di stasiunnya awal banget, hahaha 😆 . Singkat cerita, jam 14:05 keretaku berangkat dari Stasiun Victoria. Dan seperti Heathrow, Gatwick itu jauh banget loh dari London soalnya dengan kereta aja (yang mana kecepatannya jauh lebih cepat daripada tube kan) membutuhkan waktu 47 menit kesana dari Stasiun Victoria!

Gatwick Airport
Bandara Gatwick

Jam 14:52, keretanya tiba di Terminal Selatan Gatwick. Dan karena pesawatku berangakt dari Terminal Utara, aku naik layanan automated people mover (“Pemindah orang otomatis”? Padanan bahasa Indonesianya apaan ya ini? Huahaha 😆 ) inter-terminal gratisan. Aku sudah check-in online jadi aku langsung masuk ke area pemeriksaan sekuriti dan kemudian ke gate. Singkat cerita (Lama banget loh sampai mereka mengumumkan gate keberangkatannya. Awalnya para penumpang diminta berjalan ke gate 101-113 tanpa disebutkan gate-nya yang mana. Ketika kami sudah sampai di area gate-gate ini, masih belum ada informasi juga hingga beberapa waktu kemudian akhirnya diumumkan gate-nya adalah gate 110), kami menaiki pesawat kami: sebuah Airbus A319-111 milik easyJet dengan kode registrasi G-EZBH nomor penerbangan EZY 8879 dari London Gatwick (LGW) ke Amsterdam Schiphol (AMS).

Penerbangannya sedikit tertunda (20 menit). Sekitar jam 17:30, kami lepas landas dari landasan pacu 26L Bandara Gatwick. Berikut ini peta rute penerbangan yang sebenarnya tadi dari Bandara London Gatwick ke Bandara Amsterdam Schiphol yang aku naiki hari ini (sumber: disini (diakses tanggal 23 Februari 2014)):

The actual flight EZY 8879 route map today from London Gatwick (LGW) tp Amsterdam Schiphol (AMS). Source: http://nl.flightaware.com/live/flight/EZY8879
Jalur penerbangan aktual EZY 8879 hari ini dari London Gatwick (LGW) ke Amsterdam Schiphol (AMS). Sumber: http://nl.flightaware.com/live/flight/EZY8879

Sekitar jam 19:24 waktu lokal, pesawatnya mendarat di landasan pacu 18R Bandara Schiphol. Berikut ini video pendaratannya:

Iya dong, mendaratnya di Polderbaan yang lokasinya jauh banget dari terminal bandara! Hahaha 😆 . Singkat cerita, kami keluar dari pesawatnya. Lalu harus melewati imigrasi dan aku langsung keluar deh karena nggak membawa bagasi 😀 . Aku naik kereta untuk kembali ke Delft, dan disini perjalanan selama 24 jam-ku di akhir pekan ke London resmi berakhir.

EuroTrip · One Week Trip · Travelling · Vacation

#1335 – 2013 Year End Trip (Part III)

ENGLISH

Previously on 2013 Year End Trip: Zilko went to West England for the Christmas and New Year holiday season. After five days there, he had been to Bristol, Birmingham, and Manchester. Now, on the first day of the year 2014, he was ready to explore for more…

***

Day 6 (Wednesday, 1 January 2014)

I decided to have breakfast at my hotel today, which was a continental one. Well, I don’t know, but now I kinda feel like I like the full English breakfast better than the normal continental breakfast, hahaha 😆 . Anyway, my two main destinations for today would be the Old Trafford Stadium and the Intu Trafford Centre. Btw, the weather today was quite awful as it was gloomy and very windy all day long! 😯

Long story short, so I took the tram to get to Old Trafford. The stadium itself was about 800 meter from the tram stop. At first, my plan was to take the museum tour to get inside the stadium. Well, pretty much similar to my experience in Santiago Bernabéu Stadium in Madrid one year ago. But unfortunately, because there would be a match held there later on this afternoon (between Manchester United and Tottenham), the museum was closed so there would be no tour! 👿 Damn! In combination with the weather, now I wished I would have gone there the day before! Hahaha 😆

The Old Trafford Stadium in Manchester
The Old Trafford Stadium in Manchester

But I was already there so the least that I could do was obviously to take pictures from the outside, hahaha 😆 . At this time, my digital camera was jammed for quite some time though which frustrated me a little bit. But after giving it some time, it went back to normal. I also stopped by at the official shop to buy some stuffs for my brother.

Then, I left the stadium and walked back to the tram stop. I took the tram and got off one stop later (haha 😆 ) at Stretford to take the bus service to Intu Trafford Centre. And what can I say? Well, this shopping centre is the most magnificent one that I had been to in Europe! (Well, the “in Europe” part is important to stress here; as we know the shopping centres in Jakarta are so magnificent as well! Hahaha 😆 ).

Intu Trafford Centre in Manchester
Intu Trafford Centre in Manchester

I spent around two and a half hours here (including having my lunch and buying some new on sale shirts 😛 ) before deciding to leave. I took the bus again to go back to Stretford, and from there took the tram to get back to my hotel. Btw, the tram was already quite crowded at this time with people marching in to Old Trafford stadium to watch the football match! Hahaha 😆 .

For dinner, I decided to go to the city centre and had dinner at Jamie’s Italian again 😀 . This time, I ordered rump steak with polenta chips. Then after walking around for a little bit I went back to my hotel.

Day 7 (Thursday, 2 January 2014)

I got up quite early today because I had to catch my train to Liverpool at 9:35 AM from Manchester Piccadilly station. I did not even have time for breakfast! Hahaha 😆 . Anyway, yes, the theme of the day was a one day trip to Liverpool. I already bought my return tickets online since before I left (because there was a really good promotion! I only paid £7 for a return ticket! 😯 ).

I arrived at Manchester Piccadilly at around 9:20 AM and walked directly to platform 14 where my train would depart from. I bought a sandwich from a store; in case I got hungry on the way, haha. The train to Liverpool departed on time. Long story short, about 50 minutes later I arrived at the Liverpool Lime Street station. And here my one day outing in Liverpool started 😎 .

The train route map from Manchester Piccadilly Station to Liverpool Lime Street station
The train route map from Manchester Piccadilly Station to Liverpool Lime Street station

I ate my sandwich as my breakfast at a cafe in the station (where I also bought a cup of cappuccino so they would let me sit there, 😛 ). Then, what I did in Liverpool was just a walking tour (pretty much) around the city centre. Some of the old buildings across the city centre were well-preserved so they looked nice. I reached the Albert Dock at around noon.

Walking around, I found The Beatles Story, a museum in Liverpool about, well, the name is so self-explanatory here 😀 , the super famous The Beatles. I decided to enter the museum (even though it was quite expensive in my opinion though, at £12.95 per person). But I must say, even though it was kinda small too, it was quite a nice museum! I mean, especially if you are such a big fans of The Beatles, haha. I wouldn’t classify myself as a big fans of them; but obviously I am familiar with many of their famous songs! 😀 So I could enjoy the museum! 😀

The lyrics of "Imagine" at The Beatles Story
The lyrics of “Imagine” at The Beatles Story

After that, I walked back towards the city centre where I found, well, yet again, a shopping centre! Hahaha 😆 . But first thing first, I was feeling quite hungry already so I needed to find a restaurant. Long story short I decided to have lunch at an all you can eat Asian restaurant for £6.50 per person. Not bad, I must say 😀 .

Then, it was still around 13:40 while my train back to Manchester was scheduled at 18:52. So I decided to: watch a movie at the cinema! Huahaha 😆 😎 . Btw, yes, it was the first time ever I actually watched a movie in a cinema in Europe! Seriously! 😀 . After scanning their schedule, I decided to watch The Hobbit: The Desolation of Smaug. This was actually the second movie of The Hobbit trilogy, and I actually had not watched the first one 😳 . While in the end I still could figure out the story line, I found it a little bit more difficult than my similar experience with The Hunger Games though. Nevertheless, it was still a good movie and I enjoyed it throughout. 😀

Btw, this cinema in Liverpool was quite “unique” for me in the sense that the seating was free! Hahaha 😀 . It was like seating in some low-cost carriers; so we could sit anywhere we liked as long as we were in the right zones (there were a few zones dedicated to the more expensive ticket holders). But at some point it was also a little bit annoying because we had to move to make room for a group of people so they could sit together…

After the movie, I decided to walk around the city centre and then had dinner at a KFC. Then I walked back to Liverpool Lime Street station waiting for my train back to Manchester. Long story short, at 18:52 my train back to Manchester left Liverpool, and about 50 minutes later I arrived at Manchester Piccadilly station. Then I went back to my hotel.

Day 8 (Friday, 3 January 2014)

Before checking out, I decided to have breakfast at a Frankie & Benny’s restaurant near my hotel to have their full English breakfast. Then I checked-out, took the tram to Manchester Piccadilly, and took the airport train to the Manchester Airport.

The flight route map from Manchester Airport (MAN) to Amsterdam Schiphol Airport (AMS)
The flight route map from Manchester Airport (MAN) to Amsterdam Schiphol Airport (AMS)

Long story short, I checked-in and passed the security check. At around 13:00, my flight, a KLM’s Boeing 737-7K2 reg PH-BGP nicknamed “Pelican” landed at runway 23R of the airport. At 13:25, the boarding process started and at 13:45, our KL 1084 flight to Amsterdam took off from runway 23R too. About one hour later, our flight landed at runway 18R of Amsterdam Schiphol Airport which was the furthest runway (from the terminal) at Schiphol! Hahaha 😆 . Here is the landing video btw:

Anyway, then it was the normal stuff. I got off the plane, went through the immigration desk, took my luggage, and then took a train back to Delft. And here, my one week year end trip to West England officially ended…

THE END.

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam 2013 Year End Trip: Zilko pergi ke Inggris Barat dalam rangka liburan Natal dan Tahun Baru. Setelah menghabiskan lima hari disana, ia telah pergi ke Bristol, Birmingham, dan Manchester. Kini, di hari pertama di tahun 2014, ia siap untuk berkeliling lagi…

***

Hari 6 (Rabu, 1 Januari 2014)

Aku memutuskan untuk sarapan di hotel pagi ini, yang mana berupa sarapan kontinental. Ya, nggak tahu juga sih, tapi kok rasanya aku lebih suka sarapan ala Inggris ya daripada ala kontinental yang begitu-begitu aja, hahaha 😆 . Ngomong-ngomong, dua destinasi utamaku hari ini adalah Stadion Old Trafford dan Intu Trafford Centre. Btw, cuaca hari ini menyebalkan banget loh karena gloomy banget dan sangat berangin sepanjang hari! 😯

Singkat cerita, aku naik tram untuk menuju Old Trafford. Stadionnya sendiri berjarak sekitar 800 meter dari pemberhentian tramnya. Awalnya, aku berencana untuk masuk ke stadionnya dengan tur museum gitu. Ya, mirip-mirip lah dengan yang aku lakukan di Stadion Santiago Bernabéu di Madrid satu tahun yang lalu. Tapi sayangnya, karena sorenya nanti bakal ada pertandingan (antara Manchester United dan Tottenham), museumnya ditutup dong jadi nggak ada turnya! 👿 Ah, sial nih! Dikombinasikan dengan cuaca yang menyebalkan, tahu gitu aku datangnya sehari sebelumnya ya! Hahaha 😆 .

The Old Trafford Stadium in Manchester
Stadion Old Trafford di Manchester

Tapi karena sudah terlanjur sampai disana, setidaknya mesti foto-foto dong ya walaupun dari luar aja, hahaha 😆 . Di waktu itu, kameraku tiba-tiba macet dong untuk beberapa saat yang mana menyebalkan banget! Tapi setelah didiamkan beberapa menit, untungnya kembali ke normal sih. Aku juga mampir sebentar di toko resminya MU untuk membeli beberapa oleh-oleh buat adikku.

Lalu, aku meninggalkan stadionnya dan berjalan kembali ke pemberhentian tram. Aku menaiki tram dan turun di satu pemberhentian selanjutnya (haha 😆 ) di Stretford untuk kemudian naik bus menuju Intu Trafford Centre. Dan apakah komentarku? Ya, pusat perbelanjaan ini adalah pusat perbelanjaan paling wah deh yang pernah aku masuki di Eropa! (Ya, bagian “di Eropa” memang penting untuk ditekankan loh; soalnya kan pusat perbelanjaan di Jakarta juga pada wah-wah kan! Hahaha 😆 ).

Intu Trafford Centre in Manchester
Intu Trafford Centre di Manchester

Aku menghabiskan waktu sekitar dua setengah jam disana (termasuk makan siang dan belanja beberapa baju yang lagi sale 😛 ) sebelum pulang. Aku naik bus lagi kembali ke Stretford, lalu dari sana naik tram kembali ke hotel. Btw, tramnya sudah mulai penuh loh waktu itu dengan para penonton yang bakal menonton pertandingan sepakbola! Hahaha 😆 .

Untuk makan malam, aku memutuskan untuk pergi ke pusat kota dan makan malam lagi di Jamie’s Italian 😀 . Kali ini, aku memesan rump steak dengan kentang polenta. Lalu, setelah berkeliling sebentar, aku kembali ke hotel.

Hari 7 (Kamis, 2 Januari 2014)

Aku bangun lumayan pagi hari ini soalnya aku harus naik kereta jam 9:35 pagi dari stasiun Manchester Piccadilly untuk pergi ke Liverpool. Jadi bahkan nggak sempat loh untuk sarapan! Hahaha 😆 . Ngomong-ngomong, iya, tema hari ini adalah perjalanan satu hari ke Liverpool. Aku sudah membeli tiket pp-nya dari internet semenjak sebelum berangkat (soalnya pas lagi ada promo yang lumayan banget! Aku cuma membayar £7 loh untuk tiket pp! 😯 ).

Aku tiba di Manchester Piccadily sekitar jam 9:20 pagi dan langsung ke peron 14 dimana keretanya akan berangkat. Di jalan sekalian mampir di sebuah minimarket buat beli sandwich; untuk jaga-jaga seandainya tiba-tiba merasa lapar di jalan, haha. Kereta ke Liverpool-nya berangkat tepat waktu. Singkat cerita, sekitar 50 menit kemudian, keretanya tiba di stasiun Liverpool Lime Street. Dan disinilah acara seharianku di Liverpool dimulai 😎 .

The train route map from Manchester Piccadilly Station to Liverpool Lime Street station
Rute perjalanan kereta dari Stasiun Manchester Piccadilly ke Stasiun Liverpool Lime Street

Aku memakan sandwich-ku buat sarapan di sebuah kafe di stasiunnya (dimana aku juga beli secangkir cappucinno sih jadi kan aku boleh duduk disana 😛 ). Lalu, yang kulakukan di Liverpool adalah berjalan-jalan mengitari pusat kotanya. Soalnya ada beberapa gedung-gedung tua yang tersebar di pusat kotanya yang dirawat dengan baik sehingga nampak oke gitu deh. Dan aku juga mampir di Albert Dock dan tiba disana sekitar tengah hari.

Ketika berkeliling, aku menemukan The Beatles Story, sebuah museum di Liverpool tentang, ya, dari namanya aja sudah jelas banget ya, The Beatles. Aku memutuskan untuk memasuki museumnya (walaupun harga tiketnya agak mahal sih menurutku, £12,95 per orang). Tapi memang sih, walaupun rada kecil museumnya, isinya memang oke deh! Apalagi kalau pengunjungnya fans beratnya The Beatles, haha. Aku sendiri bukanlah seorang fans beratnya The Beatles sih; tetapi tentu saja aku amat familier dengan lagu-lagu terkenalnya mereka itu! 😀 Jadi tentu saja aku bisa menikmati museumnya! 😀

The lyrics of "Imagine" at The Beatles Story
Lirik lagu “Imagine” di The Beatles Story

Setelah itu, aku berjalan kembali ke arah pusat kota dimana aku menemukan, lagi-lagi, pusat perbelanjaan! Hahaha 😆 . Ah, tapi yang penting duluan nih, karena aku sudah merasa lapar jadi aku harus mencari sebuah restoran deh. Singakt cerita, aku memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran Asia all you can eat yang harganya cuma £6,50 per orang loh. Lumayan kan 😀 .

Lalu, waktu masih sekitar jam 13:40 padahal keretaku kembali ke Manchester dijadwalkan jam 18:52. Ya sudah aku memutuskan untuk nonton film aja di bioskop! Huahaha 😆 😎 . Btw, iya loh, ini adalah kali pertama aku nonton film di bioskop di Eropa! Beneran! 😀 Setelah melihat-lihat jadwalnya, aku memilih  untuk menonton The Hobbit: The Desolation of Smaug. Film ini adalah film kedua dari trilogi The Hobbit, dan aku belum menonton film pertamanya loh 😳 . Walaupun toh akhirnya aku masih bisa mengikuti ceritanya, aku merasa agak lebih sulit deh untuk diikuti daripada pengalaman serupaku dengan The Hunger Games. Walaupun begitu, toh filmnya masih bagus kok dan aku bisa menikmatinya. 😀

Btw, bioskop di Liverpool ini “unik” juga loh bagiku karena tempat duduknya bebas loh! Hahaha 😀 . Jadi kayak kalau duduk di beberapa maskapai low-cost gitu; kita bisa duduk dimana-mana asalkan ada di zona yang benar (ada beberapa zona yang dikhususkan bagi pemegang tiket yang lebih mahal). Tapi kadang agak menyebalkan juga karena kami diminta bergeser agar satu grup yang datangnya belakangan bisa duduk berjejeran…

Setelah menonton filmnya, aku memutuskan untuk berkeliling lagi dan makan malam di KFC. Lalu, aku kembali ke stasiun Liverpool Lime Street dan menunggu keretaku kembali ke Manchester. Singkat cerita, jam 18:52 keretaku berangkat dari Liverpool, dan sekitar 50 menit kemudian tiba di stasiun Manchester Piccadilly. Lalu, aku kembali ke hotel.

Hari 8 (Jumat, 3 Januari 2014)

Sebelum check-out, aku sarapan dulu di sebuah restoran Frankie & Benny’s di dekat hotel untuk makan sarapan ala Inggris mereka. Barulah kemudian aku check-out, naik tram ke Manchester Piccadily, dan naik kereta bandara ke Bandara Manchester.

The flight route map from Manchester Airport (MAN) to Amsterdam Schiphol Airport (AMS)
Peta rute penerbangan dari Bandara Manchester (MAN) ke Bandara Amsterdam Schiphol (AMS)

Singkat cerita, aku check-in dan melewati pemeriksaan sekuriti. Sekitar jam 13:00, pesawatku, sebuah Boeing 737-7K2 milik KLM dengan kode registrasi PH-BGP bernama “Pelican” mendarat di landasan pacu 23R Bandara Manchester.  Jam 13:25, proses boarding dimulai dan jam 13:45, penerbangan KL 1084 kembali ke Amsterdam lepas landas dari landasan pacu 23R juga. Sekitar sejam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 18R Bandara Amsterdam Schiphol yang mana merupakan landasan pacu terjauh (dari terminal) di Schiphol! Hahaha 😆 . Hahaha 😆 . Berikut ini video pendaratannya:

Anyway, selanjutnya seperti proses biasa sih. Aku turun pesawat, melewati meja imigrasi, mengambil bagasi, dan naik kereta kembali ke Delft. Dan disini, perjalanan akhir tahun selama satu mingguku ke Inggris Barat resmi berakhir…

SELESAI.

EuroTrip · One Week Trip · Travelling · Vacation

#1333 – 2013 Year End Trip (Part II)

ENGLISH

Previously on 2013 Year End Trip: Zilko went to West England for one week for the 2013 Christmas and New Year holiday season. Now, he had spent two days in Bristol and was ready to continue his trip to Birmingmam.

***

Day 3 (Sunday, 29 December 2013)

I decided to have breakfast at my hotel this morning for convenience. It was a nice full English all you can eat breakfast, so it was so worth the price 😀 . Then, I packed my stuffs and checked out at 10:30. Btw, my next destination would be Birmingham; and I already had a coach ticket to get there from Bristol.

So I walked all the way to the coach station and arrived there at around 11:00, still plenty of time ahead of the departure schedule. I chose to use the National Express NX 530 and the service departed on time at 11:30 from Bristol Coach Station. Here is the route map today:

The coach route map from Bristol to Birmingham
The coach route map from Bristol to Birmingham

It was a normal two hours trip from Bristol to Birmingham, so there is not much to share here. Well, except that we made a quick stop at a bus stop near Worcester to pick some passengers up. This worths to mention here because upon arriving at the bus stop (which was literally outside a rugby stadium), I immediately thought of the worcestershire sauce, huahaha 😎 😆 . Seems random? Well, given the name, I think it made sense though that I thought there was some connections between the two (Btw, I just found out that Worcester was, indeed, where the worcestershire sauce was traditionally made! Source: here. See? I was right! 😎 ).

The coach arrived on time at Birmingham Coach Station, at around 13:25. From there, I walked to my hotel (which was not so far away and I already memorized its location 😀 ) and checked-in. After dropping some of my stuffs at my room, I went out. The first thing on my to-do-list was to find the other bus stop where my coach service to Manchester the next day would depart from. It would not be from the coach station, and as this was my first time in Birmingham, obviously I was still unfamiliar with the city. Fortunately it was quite easy to find as it was not so far away from my hotel too.

Birmingham City Centre
Birmingham City Centre

After that, I went around the city centre. The first building that I entered was the Birmingham Museum. From there, I was feeling quite hungry but the timing was quite awkward as it was around 15:00 already, haha. At first I thought of having meal at Jamie’s Italian restaurant again; but then I thought I would save that for dinner and went to Pizza Hut instead. And guess what? Finishing one medium-sized pizza made me so full that I felt like I did not need dinner that evening, hahaha 😆 . So no Jamie’s Italian in Birmingham this time…

It was 16:15 when I finished my late lunch at Pizza Hut and it was already like this outside:

4:15 PM in Birmingham in December
4:15 PM in Birmingham in December

Yes, it was almost dusk already! 😯

So I went into the shopping centre and window-shopped. In the end I decided to buy a nice khaki-colored sweater at Topman which was on sale, huahaha 😎 . It was almost 17:00 and probably because it was a Sunday, the shops in the shopping centre appeared to being about to close soon. Okay, well, then I decided to leave. I stopped by at a supermarket to buy some food and snack; and went back to the hotel.

Day 4 (Monday, 30 December 2013)

I got up quite early today at around 6:30. And the reason behind this was that I wanted to watch the first round match between Venus Williams and Andrea Hlaváčková in the ASB Classic tournament, in Auckland, New Zealand, huahaha 😆 . In the end, Venus won 6–3, 7–6(1). I ate some of the food I bought the day prior as my breakfast (to save some money also, as the breakfast in the hotel was quite pricey).

At 11:30, I checked out and at almost noon I walked to the bus stop to wait for my bus to Manchester. The bus was scheduled to depart at 12:25, but it arrived about ten minutes late. And today the weather was quite annoying as it was showering with quite strong wind at times. But well, long story short, the coach arrived and we all boarded and the two hours trip to Manchester started.

The coach route map from Birmingham to Manchester
The coach route map from Birmingham to Manchester

Btw, this time, I used the Megabus service. This was the second time I ever used Megabus btw, after this time when I travelled from Glasgow to Edinburgh in my 2012 Scotland trip. It was another normal bus ride so there is not so much to write down here. We arrived at Shudehill Interchange in Manchester at around 14:45.

Then, I bought the daily tram ticket and took the tram to go to my hotel in the Salford area. The hotel was located relatively far from the city centre, but it was not a problem because it was very close to the tram stop with direct service to the city centre. Anyway, I checked in, rest for a little bit, and then went out back to the city centre.

For dinner, I had it in the Jamie’s Italian restaurant this time, hahaha 😆 . It was quite difficult to find at first, it shouldn’t have been actually. And this particular restaurant was quite cool as the interior was very different from the other Jamie’s Italian restaurants that I have been into. And as it turned out (the waitress told me after I asked her 😛 ), the building used to be a bank. Oh, that is why 😀 . Anyway, this time I had a rib steak with posh chips 🙂 .

A building in Manchester
A building in Manchester

After dinner, I went around the city centre where there was, again, a shopping centre there, haha 😆 . I bought a new training jacket and a long-sleeve training top from an Adidas store. I went around for a little bit before deciding to go back to the hotel.

Day 5 (Tuesday, 31 December 2013)

I had breakfast at a Frankie & Benny’s restaurant near my hotel before going to the city centre. The weather was, again, quite annoying this morning as it was raining. But luckily it got better as the day progressed.

I took the tram all the way to Piccadilly station; and I printed my return train tickets to Liverpool for the next a couple of days. To keep things short, I just went around the city centre this time. And that included the Manchester cathedral and the main shopping area but I did not buy anything. Then, I left the city centre and went to the Media City UK area and had my lunch at a Japanese restaurant there.

Somewhere in the Salford Quay
Somewhere in the Salford Quay

After lunch, at around 14:00, I walked on the quays nearby, which was quite nice. It was not very far away from my hotel so I just walked all the way there. After resting for a little bit, I went out again back to the city centre to have dinner. I went to another Frankie & Benny’s restaurant, and I ordered their sirloin steak. For drink, I had the long island iced tea which, despite its name, had 0% of tea in it, haha 😀 . Some of this drink’s ingredients were gin, vodka, and tequila; and these three reminded me that I had not read the last many chapters of Detective Conan! Huahaha 😛 . Btw, indeed the drink tasted like an iced tea in a way though, thus its name.

Long island iced tea
Long island iced tea

Tonight was the New Year’s eve, but for some reasons I did not feel like celebrating it. So after going around, I decided to go back to the hotel.

TO BE CONTINUED…

Next on 2013 Year End Trip:
– The Old Trafford Stadium
– Intu Trafford Centre
– A day out  to Liverpool

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam 2013 Year End Trip: Zilko pergi ke Inggris barat untuk berlibur selama satu minggu dalam rangka masa liburan Natal dan Tahun Baru. Sekarang, ia sudah menghabiskan dua hari di Bristol dan siap untuk melanjutkan perjalanannya ke Birmingham.

***

Hari 3 (Minggu, 29 Desember 2013)

Aku memutuskan untuk sarapan di hotelku pagi ini dengan alasan kepraktisan. Dan karena sarapannya adalah sarapan ala Inggris yang all you can eat, jadi worth it banget loh 😛 . Lalu, aku mengepak barang-barangku dan kemudian check-out sekitar jam 10:30. Btw, tujuanku selanjutnya adalah Birmingham; dan aku sudah memiliki sebuah tiket bus untuk pergi kesana dari Bristol.

Jadilah aku berjalan kaki ke terminal bus Bristol dan tiba disana sekitar jam 11:00, masih cukup banyak waktu sebelum busku dijadwalkan berangkat. Btw, kali ini aku naik layanannya National Express dengan nomor NX 530; dan busnya berangkat tepat waktu loh, jam 11:30 dari Terminal Bus Bristol. Ini dia rute perjalanan bus ini:

The coach route map from Bristol to Birmingham
Rute perjalanan bus dari Bristol menuju Birmingham

Perjalanan selama dua jam ini biasa-biasa aja sih, jadi nggak banyak yang bisa ditulis disini. Eh, kecuali satu hal ding dimana busnya berhenti sebentar di sebuah halte di dekat Worcester untuk menaikkan beberapa penumpang. Ini penting loh ditulis disini karena ketika busnya tiba di haltenya (yang mana lokasinya tepat berada di depan sebuah stadion rugby), aku tiba-tiba kepikiran akan saus Inggris loh, huahaha 😎 😆 . Eh, apa hubungannya memang??? Ya, kan bahasa Inggrisnya saus Inggris itu worcestershire sauce. Dan namanya mirip-mirip kan dengan nama kota ini sehingga aku jadi kepikiran jangan-jangan kedua nama ini ada kaitannya (Eh, tapi aku baru tahu barusan bahwa ternyata Worcester itu memang adalah tempat dimana saus ini diproduksi loh! Sumber: disini. Nah, firasatku benar kan! 😎 ).

Busku tiba tepat waktu di Terminal Bus Birmingham, sekitar jam 13:25 siang. Dari sana, aku berjalan-kaki ke hotel (yang mana lokasinya nggak terlalu jauh dan aku sudah menghafalkan jalan kesana 😀 ) dan kemudian check-in. Setelah meninggalkan beberapa barang-barangku di kamar, aku keluar deh. Hal pertama yang harus kulakukan adalah mencari sebuah halte bus dimana busku ke Manchester keesokan harinya berangkat. Tempatnya bukan di terminal busnya, dan karena ini adalah kali pertama aku ke Birmingham, tentu aku masih belum familier dengan kotanya. Untungnya gampang untuk menemukan halte busnya karena lokasinya nggak terlalu jauh dari hotel.

Birmingham City Centre
Pusat Kota Birmingham

Setelahnya, aku berkeliling di pusat kotanya. Yang pertama kulakukan adalah masuk ke Museum Birmingham. Kemudian, aku merasa lapar tetapi kok waktunya nanggung banget ya, karena sudah hampir jam 15:00, haha. Awalnya aku kepikiran untuk makan siang di restorannya Jamie Oliver lagi; tetapi kemudian terpikir untuk makan disana sewaktu makan malam aja dan jadinya malah makan di Pizza Hut. Dan akibatnya? Ya, makan satu pizza ukuran medium ternyata membuatku kenyang banget dan sampai-sampai malamnya jadi nggak nafsu makan loh, hahaha 😆 . Ya sudah deh, nggak makan di restorannya Jamie Oliver di Birmingham kali ini…

Aku selesai makan siang yang sore banget di Pizza Hut sekitar jam 16:15, dan suasana di luar sudah seperti ini:

4:15 PM in Birmingham in December
Jam 4:15 sore di Birmingham di bulan Desember

Iya loh, sudah mau senja aja! 😯

Jadilah kemudian aku jalan-jalan aja di pusat perbelanjaannya dan lihat-lihat. Eh akhirnya aku malah membeli sebuah sweater warna khaki di Topman yang lagi diskon lumayan banget loh, huahaha 😎 . Waktu sudah menunjukkan hampir jam 5 sore dan mungkin karena hari Minggu, toko-tokonya sudah mulai bersiap untuk tutup loh. Mau gimana lagi kan, aku harus pergi tentunya. Aku mampir sebentar di sebuah supermarket untuk membeli makanan dan snack, dan lalu kembali ke hotel.

Hari 4 (Senin, 30 Desember 2013)

Aku bangun pagi hari ini, sekitar jam 6:30. Dan alasan di balik ini adalah karena aku ingin nonton pertandingan babak pertama turnamen ASB Classic di Auckland, Selandia Baru antara Venus Williams dan Andrea Hlaváčková, huahaha 😆 . Akhirnya, Venus menang dengan skor 6–3, 7–6(1). Aku makan makanan yang kubeli di supermarket sehari sebelumnya untuk sarapan (sekalian ngirit ah, harga sarapan di hotelnya ini mahal euy).

Jam 11:30, aku check-out dan kemudian aku berjalan kaki ke halte bus untuk menunggu busku ke Manchester. Busnya dijadwalkan berangkat jam 12:25, tetapi busnya terlambat tiba di haltenya selama sekitar sepuluh menit. Dan hari ini cuacanya menyebalkan lagi loh karena agak gerimis dengan angin yang kencang. Ah, singkat cerita, busnya tiba dan semua penumpangnya menaiki busnya dan perjalanan selama dua jam ke Manchester pun dimulai.

The coach route map from Birmingham to Manchester
Rute perjalanan bus dari Birmingham ke Manchester

Btw, kali ini aku naik layanan busnya Megabus. Ini adalah kali kedua aku naik Megabus, btw, setelah yang pertama waktu ini ketika aku bepergian dari Glasgow ke Edinburgh dalam acara jalan-jalanku ke Skotlandia tahun 2012. Perjalanan busnya biasa-biasa aja sih jadi nggak banyak yang bisa ditulis disini. Bus tiba di Shudehill Interchange di Manchester sekitar jam 14:45 siang.

Lalu, aku membeli tiket tram harian dan naik tram menuju hotelku di area Salford. Lokasi hotelnya agak relatif jauh dari pusat kota sih, tetapi ini bukanlah sebuah masalah karena hotelnya dekat banget dengan halte tram yang memiliki layanan langsung ke pusat kota. Anyway, aku kemudian check-in, istirahat sebentar, dan kembali ke pusat kota.

Untuk makan malam, kali ini aku makan malam di restorannya Jamie Oliver dah, hahaha 😆 . Agak susah loh menemukannya, yang mana seharusnya nggak susah sih. Dan restoran yang satu ini memiliki interior yang keren dan berbeda banget dan restoran-restoran Jamie’s Italian lain yang pernah kukunjungi. Ternyata (setelah nanya ke salah satu waitress-nya 😛 ), gedungnya ini dulunya sebuah bank. Oh, begitu rupanya 😀 . Anyway, kali ini aku memesan rib steak dengan posh chips 🙂 .

A building in Manchester
Sebuah gedung di Manchester

Setelah makan malam, aku berkeliling pusat kotanya dimana ada sebuah pusat perbelanjaan, haha 😆 . Aku membeli sebuah jaket training dan sebuah atasan training lengan panjang baru dari tokonya Adidas. Aku berkeliling sebentar sebelum kembali ke hotel.

Hari 5 (Selasa, 31 Desember 2013)

Setelah makan pagi di restoran Frankie & Benny’s di dekat hotel, aku pergi ke pusat kota. Cuacanya, lagi-lagi, menyebalkan karena hujan loh pagi ini. Untungnya cuacanya membaik sih di siang dan sore harinya.

Aku menaiki tram sampai di stasiun Piccadilly; dan aku sekalian mencetak tiket kereta pp-ku ke Liverpool untuk dua hari yang akan datang. Singkatnya sih, aku berkeliling di pusat kota Manchester kali ini. Dan ini termasuk melihat-lihat katedralnya Manchester dan area perbelanjaan utamanya, tetapi aku nggak beli apa-apa sih. Setelahnya, aku meninggalkan pusat kota dan pergi ke area Media City UK dimana aku makan siang di sebuah restoran Jepang disana.

Somewhere in the Salford Quay
Pemandangan di Salford Quay

Setelah makan siang, sekitar jam 14:00, aku berjalan-jalan di dermaga-dermaga yang ada di dekat sana, yang mana lumayan menyenangkan juga. Karena lokasinya nggak terlalu jauh dari hotelku, ya sudah deh jalan kakinya disekalianin sampai di hotel aja. Setelah beristirahat sejenak, aku pergi lagi ke pusat kota untuk makan malam. Aku makan di sebuah restoran Frankie & Benny’s lagi, dan aku memesan sirloin steak. Nah, untuk minumnya, aku memesan long island iced tea (es teh long island) yang mana, walaupun namanya begitu, kandungan tehnya 0% loh, alias nggak pakai teh, hahaha 😀 . Sebagian bahan untuk membuat minuman ini adalah gin, vodka, dan tequila; dan ketiga bahan ini mengingatkanku bahwa sudah lama loh aku nggak membaca Detektif Conan! Huahaha 😛 . Btw, memang kok rasa minumannya agak mirip-mirip es teh, makanya namanya begitu ya.

Long island iced tea
Segelas long island iced tea

Malam ini adalah malam Tahun Baru, tetapi entah kenapa kok aku nggak mood untuk merayakannya ya. Ya sudah deh, setelah berkeliling sebentar, aku pulang aja ke hotel.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2013 Year End Trip:
– Stadion Old Trafford
– Intu Trafford Centre
– Seharian di Liverpool