#2070 – A Couple of Stories This Week

ENGLISH

A Team Dinner

Earlier this week, my team organized a team dinner at a restaurant in Amsterdam Centrum after the previous one in October, haha. I, of course, RSVP-ed, haha. Upon learning of the venue, I went to the restaurant’s website to check what menu they had so that I would come to the restaurant with some expectation on what to order.

But it turned out that for this dinner, we had the package where everything had been taken care of. We just needed to come to the restaurant, sat down, and enjoyed the evening without having to deal with the hassle of ordering a menu, lol 😆 (Well, if you had a dietary requirement, you could inform the restaurant before hand 😀 ). The only thing we needed to order was the drinks, haha. Actually, this was nice!

The dinner started with side dishes consisting of garlic breads, chicken wings, and super yummy cheesy nachos. And then, when the main course was served, I got this:

Yeah, and I was like “WTF“. I mean, just look at the quantity! Lol 😆 . Thankfully, I was not meant to finish all of those by myself (it wouldn’t have been possible in the first place anyway), but still, it was so much food!! I finished the spare ribs and had one burger and I was super full afterwards. It even went over to the following day where in the morning I woke up still feeling full from the dinner! Lol 😆 .

A catch up … in the office!

Anyway, yesterday my office organized an open house, sort of say, for PhD candidates and post-docs. And guess what, apparently my colleague from my PhD project actually joined the event! So of course we decided to make use of the networking session after the event (while free drinks and snacks were provided, lol 😆 ) to catch up! It felt a little bit funny though that we used to work together and now we met in a totally different setting! Hahaha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Makan malam satu tim

Awal minggu ini, timku di kantor mengadakan acara makan malam di sebuah restoran di Amsterdam Centrum setelah yang lalu di bulan Oktober, haha. Aku, tentu saja, ikutan dong ya, haha. Ketika tahu tempatnya, aku mengecek website restorannya untuk melihat menu yang mereka sediakan sehingga aku tahu apa yang ingin aku pesan di acaranya.

Tetapi ternyata untuk acara makan malam ini, kami memesan acara “paket” dimana semuanya sudah disusun. Jadi kami hanya perlu datang ke restorannya, duduk, dan menikmati acaranya tanpa harus repot-repot berpikir mau memesan menu apa, haha 😆 (Kalau ada kebutuhan makanan khusus, kami bisa memberi-tahu restorannya sebelumnya). Satu-satunya hal yang harus kami pesan adalah minuman, haha. Ternyata, acara model begini asyik juga ya!

Makan malamnya dimulai dengan beberapa side dish yang terdiri atas garlic breads, sayap ayam, dan cheesy nachos yang mana rasanya enak banget dah. Dan kemudian, untuk makanan utamanya, aku mendapatkan ini:

Iya dong ya, reaksiku adalah “WTF“. Maksudku, lihat deh kuantitasnya! Huahaha 😆 . Untungnya, porsi ini memang bukan buat aku aja sih (toh nggak mungkin juga aku bisa menghabiskannya), tetapi tetap aja, makanannya banyak banget!! Aku menghabiskan spare ribs-nya dan makan satu burger dan setelahnya aku merasa kekenyangan banget. Rasa kenyangnya bahkan berlanjut ke keesokan harinya loh dimana ketika aku bangun pagi, aku masih merasa kenyang dari acara makan malamnya! Hahaha 😆 .

Catch up … di kantor!

Anyway, kemarin kantorku mengadakan semacam open house gitu untuk mahasiswa kandidat PhD (S3) dan post-docs. Dan kebetulan sekali, ternyata kolegaku dari proyek PhD-ku dulu ternyata juga ikutan acara ini! Jadilah kami memutuskan untuk menggunakan sesi networking setelah acaranya (dimana minuman dan snack gratis disediakan, haha 😆 ) untuk catch up! Lucu juga rasanya dimana kami dulu bekerja di dalam satu proyek yang sama dan sekarang kami bertemu dalam situasi yang berbeda sekali! Hahaha 😆 .

Advertisements

#2045 – Jetlag, Utrecht, and A Saturday

ENGLISH

Jetlag

My big theme this week was definitely recovery. You know, trying to get back to my normal daily routine after my two weeks vacation in California which ended last week. And the biggest recovery challenge which I must face this week was definitely the jetlag! Haha 😆 .

It was probably one of the worst jetlag I have ever faced. I guess the nine hours of time difference between California and Amsterdam played a big role in that! It was the worst early this week close to the weekend but got better and better everyday as the week went on. I am not fully recovered yet now, though, but the jetlag is no longer that bad, haha…

Utrecht

This Wednesday a friend of mine and I decided to catch up in Utrecht. She has decided not to extend her work contract there so we felt like we should meet in Utrecht before her contract would end. It was also because there was this awesome Belgian restaurant/bar called Olivier in the centrum which we had wanted to try for ages but hadn’t got the chance to because it was always very busy!

Olivier in Utrecht

So we went to Olivier at 6 PM and it was, as usual, very busy. The waiter told us we would need to wait for like 20-30 minutes. Well, we were fine with it as we could already start ordering some drinks from the bar anyway. We concluded that the place used to be a small church as indicated by the large organ at one side of the room and statues of Joseph and Mary at the other, haha.

Anyway, indeed Olivier was a great place (a millions time better than where we went to on our last dinner outing in Utrecht). I ordered the beef tenderloin medallions which was really good! The beer was great as well, though this was unsurprising  from Belgian beers.

Delicious beef tenderloin medallions at Olivier

A Saturday

My office is organizing a themed party next week and as per this morning I had not yet got a costume, which partly was because the especially difficult and rather unintriguing theme this year to me, haha. Anyway, so I went shopping today. Luckily, I got some idea on what to wear while I was at H&M today, and I decided to buy the “costume”. Well, it was more like an “outfit” than a “costume”, though, but whatever 😛 .

While in the centrum, I also decided to actually start buying stuffs to accessorize my apartment. For a really long time now I have had an idea to put some paintings/prints/photos on the wall. But thus far this idea never materialized because I was too lazy to shop around, haha. And so today I decided to actually start implementing this idea as I was already in the centrum anyway. I decided to buy a print of Joop Plasmeijer’s cheerful “Havengezicht” (Harbour View).

A print of Joop Plasmeijer’s paintings of Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Jetlag

Tema utamaku minggu ini adalah pemulihan. Ya begitu deh, berusaha untuk kembali ke ritme harianku setelah liburan dua minggu di California yang berakhir minggu lalu. Dan tantangan pemulihan terbesar yang harus aku hadapi minggu ini adalah jetlag! Haha 😆 .

Mungkin ini adalah jetlag terparah yang pernah aku hadapi deh. Aku rasa perbedaan waktu sebanyak sembilan jam antara California dan Amsterdam berperan di sini! Jetlagnya parah banget terutama awal minggu ini tetapi semakin membaik kok setiap harinya. Sekarang pun sebenarnya aku masih belum 100% pulih sih tetapi jetlag-nya sudah nggak separah itu lah, haha…

Utrecht

Hari Rabu kemarin aku dan seorang teman memutuskan untuk catch up di Utrecht. Ia telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjanya sehingga kami merasa perlu untuk ketemuan di Utrecht sebelum kontrak kerjanya berakhir. Ini juga karena kebetulan ada restoran/bar Belgia bernama Olivier yang terkenal banget di centrum dan kami belum pernah berkesempatan mencobanya sebelumnya karena tempatnya selalu ramai banget!

Olivier di Utrecht

Jadilah kami pergi ke Olivier jam 6 sore dan, seperti biasa, rame banget! Menurut pelayannya, kami harus menunggu 20-30 menitan sebelum ada meja yang tersedia. Kami nggak masalah dengan ini sih karena toh kami juga sudah bisa mulai memesan minum dari barnya kok sembari menunggu. Nah, kami berkesimpulan bahwa tempat ini dulunya gereja gitu karena ada piano organ besar di satu sisi ruangan dan patung Yosef dan Maria di sisi lainnya, haha.

Anyway, memang Olivier adalah tempat yang oke banget (jauuh lebih oke daripada restoran yang kami kunjungi di acara makan malam kami sebelumnya di Utrecht). Aku memesan menu daging sapi tenderloin medallions yang mana enak banget lho! Birnya juga enak, walaupun ini tentu tidak mengherankan karena namanya aja bir Belgia kan.

Beef tenderloin medallions-nya Olivier yang enak banget.

Sebuah hari Sabtu

Kantorku akan mengadakan pesta bertema minggu depan dan per pagi ini aku masih belum punya kostum untuk itu dong, yang mana setengahnya karena tema tahun ini agak sulit dan tidak begitu membuat excited sih, haha. Anyway, jadilah karena ini aku pergi shopping hari ini. Untungnya, aku mendapatkan ide untuk apa yang akan aku pakai di pestanya di H&M, dan “kostum”-nya langsung aku beli. Eh, sebenarnya lebih ke “outfit” sih daripada “kostum”, tapi ya biar aja lah ya 😛 .

Nah, selagi di centrum, aku juga memutuskan untuk akhirnya beneran memulai mendekorasi apartemenku. Sudah lama banget aku memiliki ide untuk menggantung lukisan/prints/foto-foto gitu di dinding. Tetapi selama ini ide ini belum terealisasikan sama sekali karena aku malas untuk keluar dan melihat-lihat, haha. Dan makanya hari ini ide ini aku materialisasikan karena toh sekalian aku sudah berada di centrum juga. Aku memutuskan untuk membeli sebuah print dari lukisan Havengezicht (Pandangan Pelabuhan)-nya Joop Plasmeijer yang warnanya ceria dan aku suka.

Sebuah print dari lukisan Amsterdamnya Joop Plasmeijer.

#2011 – Some Dining Events

ENGLISH

Team Dinner

To close the previous quarter cycle, my team at work decided to throw a team wide dinner at a nice fine-dining restaurant in Amsterdam Centrum.

A bit of a back story to this event, in the invitation that was sent around a few weeks prior, we were also asked to mention if we really did not ask fish. To me, well, to be honest I am not the biggest fan of fish but having said that, I also wouldn’t say I really don’t like it, haha. So I ended up rsvp-ing the event without mentioning anything about the presumably fish dish they would serve at the restaurant.

The appetizer was a salmon tartar

On the D-day, we went first to a bar nearby the office before going to the restaurant. To much of my delight, it turned out we were having a three-course meal with two options for the main course where, unsurprisingly, one of those was a seabass dish. But of course I ended up picking the other option, that was a boar tenderloin dish! (Anything but the fish, please! 😛 ).

I opted for the boar tenderloin for my main course

As I said it was a three-course fine dining dinner, where wine was free flowing (there was no moment during my stay there when my wine glass was empty 🙈). It started with a plate of delicious salmon tartar as the appetizer. Then, the main course came, which actually was my first time ever consuming a boar meat and it turned out to be delicious! After that, a chocolaty dessert was served, which was just okay but good nonetheless.

The chocolaty dessert

Utrecht Catch Up

Last week, a good friend of mine and I decided to catch up over dinner. Upon discussion, we decided to meet in Utrecht because it had been awhile since I went there and the last time we caught up was in Amsterdam; so it was due for a change, haha.

We went to a restaurant we had been after for months but, mistakenly, without making any reservation. Consequently there was quite a long waiting list already and we decided to eat somewhere else. And so we chose the top rated restaurant provided in Google maps (well, not the actual “top” one as that one was our original restaurant which was already full, haha); which turned out to be just okay. Nonetheless, it was such a fun night catching up with a friend!

Iron steak in Utrecht

BAHASA INDONESIA

Makan Malam Satu Tim

Untuk menutup siklus kuarter (tiga bulanan) yang lalu, timku di kantor memutuskan untuk mengadakan acara makan malam untuk satu tim di sebuah restoran fine dining di Amsterdam Centrum.

Sedikit cerita di balik acara ini. Di undangan yang dikirimkan beberapa minggu sebelumnya, kami diminta untuk menyebutkan apabila kami sangat tidak suka ikan. Untukku, sejujurnya ikan bukanlah makanan yang paling aku favoritkan (*Eh bisa dimarahin Menteri Susi ini ya? Haha 😛 *) tapi biar pun begitu, bukan berarti aku sangat tidak suka ikan juga sih, haha. Jadilah aku meng-rsvp acaranya tetapi aku juga tidak menyebutkan apa-apa mengenai menu yang aku asumsikan akan melibatkan ikan di restorannya.

Makanan pembukanya adalah salmon tartar

Di hari-H, awalnya kami pergi ke bar dulu sebelum berangkat bareng-bareng ke restorannya. Yang aku suka, ternyata malam ini modelnya adalah menu three course gitu dengan dua pilihan untuk menu utama dimana, tidak mengejutkan, salah satunya adalah menu ikan sea bass. Tetapi jelas pada akhirnya aku memilih menu yang satunya, yang mana merupakan daging babi hutan tenderloin! (Ya apa pun lah pokoknya bukan ikan! Haha 😛 ).

Aku memilih menu babi hutan tenderloin untuk makanan utamanya.

Seperti yang kubilang ini adalah makan malam fine dining, dimana anggur juga mengalir terus gitu nggak berhenti-berhenti (tidak ada satu waktu pun selama aku disana dimana gelas anggurku kosong dong 🙈). Makan malam dimulai dengan sepiring salmon tartar yang enak banget sebagai makanan pembuka. Kemudian menu utama disajikan, yang mana adalah kali pertama aku makan daging babi hutan dan ternyata enak juga ya rasanya! Setelahnya, pencuci mulut yang terbuat dari cokelat diberikan, yang mana rasanya tidak terlalu spesial namun masih enak-enak saja kok.

Pencuci mulut cokelat

Catch Up di Utrecht

Minggu lalu, aku dan seorang teman baikku memutuskan untuk catch up sambil makan malam. Ketika berdiskusi masalah lokasi, kami memutuskan untuk bertemu di Utrecht saja karena sudah lumayan lama semenjak terakhir kali aku ke sana dan terakhir kali kami catch up adalah di Amsterdam; jadi sekarang kami memilih tempat lain gitu, haha.

Kami pergi ke sebuah restoran yang sudah lumayan lama kami incar tetapi, salahnya kami, tanpa membuat reservasi terlebih dahulu. Akibatnya waktu itu waiting list-nya sudah panjang banget dan kami memutuskan untuk makan di tempat lain. Jadilah kami memilih restoran yang berada di peringkat rekomendasi teratas di Google maps (yah, bukan yang “teratas” sih sebenarnya karena yang teratas adalah restoran yang awalnya kami incar tetapi sudah penuh itu, haha); yang mana ternyata biasa-biasa saja deh. Toh walaupun begitu, tetap seri rasanya catch up bersama seorang teman lama!

Iron steak di Utrecht

#1899 – Photo Tales (39)

ENGLISH

Photo #86

A delicious Southern Italian dinner

Some weeks ago a friend of mine told me about this Italian restaurant ran by an Italian family in Rotterdam that was so good but only opened during the weekday. Quite strange, indeed. We joked that they had enough customers already that they did not feel the need to open their restaurants in the most popular time for people to go out and dine: the weekend, haha.

Finally, last Tuesday I got the chance to try it. And indeed it was good!! My friend and I decided to share a carpaccio as an appetizer to share, while for the main course I ordered a very delicious beef steak that was served with salad and, well, pasta!

Photo #87

Yeay it is Spring finally!

Finally, the past two weeks or so, Spring has come to full effect in the Netherlands!! Yeay for less layers of clothes to wear!! 😛

BAHASA INDONESIA

Foto #86

Makan malam ala Italia Selatan yang enak banget!

Beberapa minggu yang lalu seorang temanku memberi-tahuku mengenai restoran Italia yang dikelola oleh satu keluarga asal Italia di Rotterdam yang enak banget tetapi cuma buka di hari biasa (hari kerja/weekday) saja. Aneh ya. Kami sih bercanda sepertinya mereka sudah memiliki cukup pengunjung saking ramainya sehingga mereka merasa tidak perlu membuka restoran mereka di waktu populer orang-orang untuk keluar makan: akhir pekan, haha.

Nah, akhirnya hari Selasa minggu lalu aku berkesempatan mencobanya. Dan ternyata memang enak lho!! Aku dan temanku memesan carpaccio sebagai menu pembuka untuk dibagi dua. Untuk makanan utama, aku memesan steak yang memang enak dan disajikan dengan salad dan, tentu saja, pasta!

Foto #87

Hore akhirnya musim semi!

Akhirnya, dua minggu terakhir ini, musim semi sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya di Belanda!! Horee nggak harus memakai berlapis-lapis pakaian lagi!! 😛

 

#1888 – Photo Tales (38)

ENGLISH

Photo #84

Two movies

Two movies

Lastweek, within five days I went to the cinema twice!! Haha 😆 . I don’t recall if this had ever happened before since I moved to Europe, though 😛 .

Anyway, I watched John Wick: Chapter 2 and the recently-involved-in-an-Oscar-blunder Moonlight. As this is a Photo Tales post, I am not going to go to any details about these two. But I would just say that my low-ish expectation on John Wick 2 made me enjoyed the movie more while my rather high expectation on Moonlight made me feel a little bit underwhelmed, haha. A case of the right dose of expectation, eh? 😛

Photo #85

A four course Saturday dinner

A four course Saturday dinner

On Saturday, two friends and I decided to catch up and had dinner at Rotterdam! Haha 😀 . Earlier this week we found a good deal at Hangar 85 so we went there.

And it was really good! We had their four course meal package and the wine pairing to accompany it. It started with an amuse bite followed by a very delicious tataki beef appetizer accompanied by two glasses of rosé (I especially loved the tataki that nowadays I am a little bit obsessed with it in the kitchen!). The first main course was a delicious pork belly paired with a light red wine. The second main course was cod paired with white wine. A dessert closed out the dinner paired with red wine which I regretfully forgot the name because it was really tasty!). Haha 😛

Anyway, and of course, it was always nice to be able to catch up with some friends (but I have said this a lot here, I know 😛 ).

BAHASA INDONESIA

Foto #84

Two movies

Dua film

Minggu lalu, dalam lima hari aku nonton di bioskop dua kali loh!! Haha 😆 . Sejauh yang aku ingat, ini belum pernah terjadi deh semenjak aku pindah ke Eropa 😛 .

Anyway, aku menonton John Wick: Chapter 2 dan film yang baru-baru ini terlibat di blunder-nya Oscar Moonlight. Karena posting ini adalah posting Photo Tales, aku tidak akan menuliskan banyak detail mengenai dua film ini. Tetapi aku hanya ingin merangkum bahwa ekspektasiku yang nggak tinggi-tinggi amat untuk John Wick 2 malah membuatku menikmati film ini dengan lebih sementara ekspektasiku yang agak tinggi untuk Moonligh justru membuatku sedikit kecewa. Kasus klasik penetapan ekspektasi yang tepat ini ya? Haha 😛

Foto #85

A four course Saturday dinner

Makan malam four course di hari Sabtu

Sabtu kemarin, dua teman dan aku memutuskan untuk catch up dan makan malam bareng di Rotterdam! haha 😀 . Awal minggu ini kami kebetulan menemukan promo yang lumayan di Hangar 85 sehingga jadilah kami kesana.

Dan masakannya enak-enak banget! Kami memesan paket menu four course dan paket wine pairing untuk menemaninya. Makan malam dimulai dengan amuse satu suapan dan diikuti dengan menu pembuka daging sapi tataki yang enak banget yang ditemani dengan dua gelas rosé (Aku suka banget tatakinya sampai-sampai sekarang aku cukup terobsesi (di dapur) dengannya nih!). Menu utama pertama adalah pork belly enak banget yang ditemani dengan anggur merah yang tidak terlalu berat. Menu utama kedua adalah ikan cod yang ditemani dengan anggur putih. Seporsi makanan penutup menutup makan malam ini yang ditemani dengan anggur merah yang enak banget yang mana aku menyesal banget lupa namanya apa (soalnya anggurnya enak banget!). Haha 😛 .

Dan, tentu saja, senang rasanya bertemu teman-teman lama (dan kalimat ini kayaknya sudah sering banget aku tuliskan di sini yah, haha 😛 ).

#1832 – AvGeek Weekend Trip #5 (AMS – CPH – ARN – AMS)

ENGLISH

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)

In the last weekend of October, I went on another AvGeek Weekend Trip. Yeay!! 🙂 Here is the routing this time:

The route map this weekend. Created with gcmap.com

The route map this weekend. Created with gcmap.com

And I was flying SAS (Scandinavian Airlines)’ flights on the three sectors, even though the three flights were technically operated by three different airlines: SAS itself, Cimber, and CityJet. Now, let’s the story begin 🙂 .

SK 552 (Amsterdam – Copenhagen)
Cimber logo
Flight: SAS Scandinavian Airlines SK 552 operated by Cimber
Equipment: Bombardier CRJ900 reg OY-KFG named “Maria Viking”
ATD: 09:46 CET (Runway 36C of AMS)
ATA: 10:48 CET (Runway 30 of CPH)

Because SAS was a member of Star Alliance, my Flying Blue Gold card was meaningless for this trip. This meant: no priority lines at any of the airports 😣. And this hit me hard at Schiphol where it happened that this was a busy morning at the airport. The security line was so long that I had to queue for a good 45 minutes 😣! Had I flown a SkyTeam airline today, I could go through the priority lane where there was no queue at all! And not to mention the lounge access at Schiphol which I had to miss this time! Haha 😆 .

A Cimber's Bombardier CRJ900 reg OY-KFG operating for SAS

Boarding Cimber’s Bombardier CRJ900 reg OY-KFG operating for SAS to Copenhagen

Long story short, I arrived at the gate just in time and not long after boarding commenced. Despite being parked at a gate with an air bridge, we had to climb down the stairs to the tarmac to board the small Bombardier CRJ900! And I loved it, of course (Personally, I find boarding a plane via stairs to be much more fun than the airbridge 😉 )!! Anyway, the flight today was operated with a Cimber’s Bombardier CRJ900 reg OY-KFG which SAS named “Maria Viking”.

SAS operated by Cimber

SAS operated by Cimber

Btw, I was lucky I was able to snatch an emergency seat for free for this flight. So I settled into my seat 17A on board OY-KFG. The armrests in SAS CRJ900’s emergency seats were unmovable, though. So you might want to consider this first before choosing your seat.

My emergency exit seat 17A on board OY-KFG

My emergency exit seat 17A on board OY-KFG

The flight departed pretty much on time where boarding went efficiently. Not long after, the safety demo was presented manually, and the flight attendants (FA) mentioned that Samsung Galaxy S7 phones were prohibited from the flight, haha 😆 . We took off from runway 36C of Schiphol and then started our short-hop flight to Copenhagen.

OY-KFG taking off from runway 36C

OY-KFG taking off from runway 36C

This flight was operated for SAS so the service was per SAS’ standard. And from this flight I learned that SAS’ service was, in a way, similar to that of Finnair‘s: Technically SAS was a full-service airline but not really, lol. All food and drink on board the flight were not free, except for tea and coffee (even still water wasn’t complimentary). However, the options were not as appetizing as Finnair’s, though, unfortunately. This was, in my opinion, such a big shame. If they wanted to execute the Buy On Board (BOB) strategy, at least (1) sell them at low-ish price or (2) offer good options. Unfortunately, in my opinion neither was the case with SAS.

The complimentary coffee service

The complimentary coffee service

Anyway, it was a smooth flight to Copenhagen. At 10:30, we started our descent and not long after, we landed at runway 30 of Copenhagen-Kastrup International Airport. Here is the landing video:

Transitting at Copenhagen Airport

I had about five hours of transit at Copenhagen. The length made it feel a bit awkward to go to the city, as I did not want to be rushed. So I decided to just stay at the airport. However, staying for five hours is also a damn long time. Then, I saw that SAS allowed their regular passengers to enter their lounge at Copenhagen Airport for a fee. I found the fee (around €29) to be quite reasonable; so I decided to purchase myself an access to the lounge which allowed me to check it out.

The SAS Business Lounge at Copenhagen Airport

The SAS Business Lounge at Copenhagen Airport

The lounge looked quite cool, to be honest. And the sofas were also quite comfortable. The food and drink selection, however, was rather underwhelming; especially considering it was an airline’s lounge at one of their main hubs. Well, on the positive side at least I got my rugbrød, haha 😆 .

SK 1426 (Copenhagen – Stockholm Arlanda)
SAS logo
Flight: SAS Scandinavian Airlines SK 1426
Equipment: Boeing 737-700 reg SE-RES named “Rut Viking”
ATD: 17:20 CET (Runway 22R of CPH)
ATA: 18:23 CET (Runway 26 of ARN)

A SAS Boeing 737-700 reg SE-RES

A SAS Boeing 737-700 reg SE-RES

Boarding went on time. What I liked about SAS in particular was their efficient boarding. This flight was operated with a Boeing 737-700. So to speed up the process, they also opened the rear door and assigned a staircase for boarding. Obviously I chose to board this way!! Consequently, all passengers entered the plane in less than 15 minutes!

Anyway, then it was the usual stuffs. The ban of the Samsung Galaxy Note 7 was also mentioned in this flight, btw.

Sunset in Copenhagen

Sunset in Copenhagen

We took off during sunset from runway 22R of Copenhagen Airport, then made a few turns to head to Stockholm. Being registered as SE-RES, presumably this Boeing 737-700 was stationed in SAS’ Stockholm hub. Anyway, the flight was just like the previous. Only coffee and tea were conplimentary and everything else was BOB. Btw, the coffee on both flights wasn’t very good, though. Anyway, about 1 hour later we landed at runway 26 of Stockholm-Arlanda International Airport.

One Night in Stockholm Arlanda

The last time I stayed in Arlanda, I slept at the super cool Jumbo Stay. This time, I decided to get more comfort by staying at an airport hotel, haha. The hotel was connected to the terminal building so it was very convenient. The room was great too and the room-rate included breakfast as well. The breakfast was a typical Scandinavian hotel brrakfast, though: a random mixed of different European breakfasts, hahaha 😂.

Hotel room in Stockholm - Arlanda

Hotel room in Stockholm – Arlanda

Feeling satisfied with the dinner in Kitchen & Table six months ago, I decided to come back. Especially I wanted their “aviation” cocktail, as I thought it would be appropriate to have while I was in an Avgeek Weekend Trip!

A gourmet weekend dinner at Stockholm - Arlanda

A gourmet weekend dinner at Stockholm – Arlanda

But then it turned out the menu has changed and “aviation” was no longer there 😞. Well, then I settled for a Pisco Sour and had a “Shaun the Sheep” (a lamb dish) as my dinner. It was great nonetheless!!

SK 557 (Stockholm Arlanda – Amsterdam)

CityJet
Flight: SAS Scandinavian Airlines SK 557 operated by CityJet
Equipment: Bombardier CRJ900 reg EI-FPG named “Budle Viking”
ATD: 11:40 CET (Runway 08 of ARN)
ATA: 13:14 CET (Runway 18C of AMS)

After breakfast, I checked out and went to the terminal. Today, the flight would be operated by CityJet. Yes, the second time I flew with them this year after the first one last April during my first Avgeek Weekend Trip. The difference was, in April the flight was operated for AirFrance while this time it was for SAS! Haha 😂.

SAS operated by CityJet

SAS operated by CityJet

Anyway, today a brand new (6 months old) Bombardier CRJ900 reg EI-FPG would operate the SK557 flight to Amsterdam. Again, as in the first flight, I was lucky to secure an emergency seat again!! Yeay!! So I settled into my seat 17F.

A Cityjet's Bombardier CRJ900 reg EI-FPG operating for SAS

A Cityjet’s Bombardier CRJ900 reg EI-FPG operating for SAS

As before, boarding went efficiently and not long after we departed. We took off from runway 08 of Stockholm-Arlanda Airport then made a turn towards Amsterdam.

It was another smooth yet uneventful flight. Again, only coffee and tea were complimentary, and I decided to go with the tea this time. At 1:14 PM, we landed at runway 18C of Schiphol. Here is the landing video:

We then parked at the gate. Here, this Avgeek Weekend Trip officially ended.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)

Di akhir pekan terakhir bulan Oktober, aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip lagi. Hore!! 🙂 Berikut ini rutenya kali itu:

The route map this weekend. Created with gcmap.com

Peta rute penerbangan akhir pekan itu. Dibuat dengan gcmap.com

Dan aku terbang dengan SAS (Scandonavian Airlines) di tiga sektor ini, walau pun ketiga penerbangannya secara teknis dioperasikan oleh tiga maskapai yang berbeda sih: SAS sendiri, Cimber, dan CityJet. Jadi, mari ceritanya langsung kita mulai 🙂 .

SK 552 (Amsterdam – Copenhagen)
Cimber logo
Penerbangan: SAS Scandinavian Airlines SK 552 dioperasikan oleh Cimber
Pesawat: Bombardier CRJ900 reg OY-KFG bernama “Maria Viking”
ATD: 09:46 CET (Runway 36C of AMS)
ATA: 10:48 CET (Runway 30 of CPH)

Karena SAS adalah anggota Star Alliance, kartu Flying Blue Gold tidak berguna di perjalanan kali ini. Ini artinya: aku tidak mendapatkan akses prioritas di bandara mana pun 😣. Dan ini sungguh mengenaiku di Schiphol dimana kebetulan pagi itu adalah pagi yang sibuk di sana. Antrian pemeriksaan sekuritinya panjang banget dimana aku harus ngantri selama 45an menit 😣! Andaikata aku terbang dengan SkyTeam hari ini, aku akan mendapatkan akses prioritas sehingga tidak mengantri sama sekali!! Belum lagi akses ke lounge di Schiphol yang harus kulewatkan kali ini kan ya! Haha 😆 .

A Cimber's Bombardier CRJ900 reg OY-KFG operating for SAS

Boarding pesawat Bombardier CRJ900nya Cimber dengan rego OY-KFG yang beroperasi untuk penerbangan SAS ke Kopenhagen

Singkat cerita, aku tiba di gerbang tepat waktu dimana tak lama kemudian, panggilan naik pesawat dibuat. Walaupun pesawatnya diparkir di gerbang yang memiliki gabarata, kami harus turun tangga ke tarmac bandaranya untuk menaiki pesawat Bombardier CRJ900 yang kecil ini loh! Dan tentu saja aku sukaa (Secara pribadi sih, aku lebih suka naik/turun pesawat melalui tangga gitu daripada gabarata 😉 )!! Oh iya, penerbangan hari ini dioperasikan oleh Bombardier CRJ900nya Cimber dengan registrasi OY-KFG yang diberi nama “Maria Viking”.

SAS operated by Cimber

SAS dioperasikan oleh Cimber

Btw, aku beruntung aku bisa mendapatkan kursi pintu darurat gratis di penerbangan ini. Jadilah aku duduk di kursi 17Aku di dalam OY-KFG. Armrest di kursi pintu darurat CRJ900nya SAS tidak bisa digerakkan loh, btw. Jadi mungkin ini perlu menjadi pertimbangan jika mau memilih kursi ini.

My emergency exit seat 17A on board OY-KFG

Kursi pintu darurat 17A-ku di dalam OY-KFG

Penerbangan berangkat tepat waktu dimana boarding-nya efisien. Tak lama setelahnya, pemeragaan keselamatan dilakukan manual, dan pramugarinya menyebutkan bahwa telepon Samsung Galaxy Note 7 dilarang di penerbangan ini, haha 😆 . Kami lepas landas dari landasan pacu 36C Bandara Schiphol dan memulai penerbangan pendek ke Kopenhagen.

OY-KFG taking off from runway 36C

OY-KFG lepas landas dari landasan pacu 36C

Penerbangan ini dioperasikan untuk SAS sehingga standar layanannya sesuai standarnya SAS. Dan dari penerbangan ini, aku bilang layanannya, di satu sisi, mirip seperti layanannya Finnair: Secara teknis sih SAS adalah maskapai full-service tetapi engga juga, haha 😆 . Semua makanan dan minuman di penerbangannya tidaklah cuma-cuma, kecuali teh dan kopi (bahkan air putih pun harus bayar loh). Namun, masalahnya pilihan-pilihannya tidak semenarik di Finnair. Menurutku, ini sayang banget. Jika memang ingin menerapkan strategi Buy On Board (BOB), semestinya setidaknya (1) dijual dengan harga cukup terjangkau atau (2) pilihannya dibuat menarik. Sayangnya, di mataku di penerbangannya SAS tidak seperti ini.

The complimentary coffee service

Layanan kopi komplimen di penerbangannya SAS

Anyway, ini adalah penerbangan yang mulus ke Kopenhagen. Jam 10:30 pagi, pesawat mulai meninggalkan ketinggian jelajah dan tak lama kemudian, kami mendarat di landasan pacu 30 Bandara Internasional Copenhagen-Kastrup. Berikut ini video pendaratannya:

Transit di Bandara Kopenhagen 

Waktu transitku adalah sekitar lima jam di Koepnhagen. Panjangnya tanggung banget untukku karena rasanya tidak begitu cukup untuk dipakai jalan-jalan di kotanya, karena aku kan tidak mau kalau terburu-buru juga. Jadilah aku memutuskan untuk tinggal di bandaranya aja. Namun, menunggu selama lima jam di bandaranya kan juga lama ya. Nah, kemudian aku melihat bahwa SAS mengizinkan penumpang regulernya untuk menunggu di lounge mereka di Bandara Kopenhagen dengan membayar jumlah tertentu. Menurutku, biayaya (sekitar €29 atau kurang lebih Rp 420.000,-) masih cukup bisa diterima; jadilah aku memutuskan untuk masuk ke lounge-nya sehingga kan bisa aku cobain ya.

The SAS Business Lounge at Copenhagen Airport

Business Lounge-nya SAS di Bandara Kopenhagen

Lounge-nya nampak cukup keren. Kursi-kursi dan sofa-sofanya juga cukup nyaman. Sayangnya, pilihan makanan dan minumannya agak mengecewakan; terutama karena ini adalah lounge milik sebuah airline di salah satu bandara hub utama mereka. Yah, sisi positifnya sih setidaknya aku mendapatkan rugbrød, haha 😆 .

SK 1426 (Copenhagen – Stockholm Arlanda)
SAS logo
Penerbangan: SAS Scandinavian Airlines SK 1426
Pesawat: Boeing 737-700 reg SE-RES bernama “Rut Viking”
ATD: 17:20 CET (Runway 22R of CPH)
ATA: 18:23 CET (Runway 26 of ARN)

A SAS Boeing 737-700 reg SE-RES

Sebuah Boeing 737-700 milik SAS dengan registrasi SE-RES

Boarding berlangsung tepat waktu. Yang aku suka dari SAS adalah boarding-nya yang sungguh efisien. Penerbangan ini dioperasikan dengan sebuah Boeing 737-700. Untuk mempercepat prosesnya, pintu belakang juga dibuka dan disana, diberikan sebuah tangga untuk naik pesawat. Jelas dong aku memilih untuk naik pesawat dengan tanggal ini! Sebagai akibatnya, semua penumpang sudah di dalam pesawat dalam waktu 15 menit saja!

Anyway, lalu selanjutnya prosedur standar deh. Larangan Samsung Galaxy Note 7 juga diumumkan di penerbangan ini.

Sunset in Copenhagen

Matahari terbenam di Kopenhagen

Kami lepas landas dari landasan pacu 22R Bandara Kopenhagen, kemudian berbelok ke arah Stockholm. Karena beregistrasi SE-RES, aku duga Boeing 737-700 ini berbasis di hub Stockholm-nya SAS. Anyway, penerbangan ini mirip lah seperti yang sebelumnya. Hanya kopi dan teh saja yang diberikan cuma-cuma dan lainnya BOB. Btw, kopi di kedua penerbangan ini nggak oke deh, sayangnya. Sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 26 Bandara Internasional Stockholm-Arlanda.

Semalam di Stockholm Arlanda

Terakhir kali aku mengindap di Arlanda, aku tidur di Jumbo Stay yang keren banget itu. Kali ini, aku memutuskan untuk menginap di hotel bandara yang lebih nyaman deh, haha. Hotelnya terhubung dengan gedung terminal sehingga lokasinya nyaman sekali. Kamarnya juga oke dan rate-nya sudah termasuk sarapan juga. Sarapannya sendiri tipikal sarapan di restoran buffet-nya hotel di Skandinavia sih: campuran random beberapa sarapan ala Eropa, hahaha 😂.

Hotel room in Stockholm - Arlanda

Kamar hotel di Stockholm – Arlanda

Karena puas dengan makan malamku di Kitchen & Table enam bulan yang lalu, aku memutuskan untuk kembali kesana. Terutama, aku mau cocktail “Aviation”-nya mereka lagi, karena aku pikir cocok banget kan ya meminumnya ketika aku sedang bepergian dalam rangkaAvgeek Weekend Trip!

A gourmet weekend dinner at Stockholm - Arlanda

Sebuah makan malam gourmet di Stockholm – Arlanda

Tetapi, ternyata menunya sudah diubah dong dan “Avition” tidak ada lagi disana. 😞. Ya sudah deh, aku kemudian memesan Pisco Sour dan “Shaun the Sheep” (daging domba) untuk makan malam. Rasanya enak!!

SK 557 (Stockholm Arlanda – Amsterdam)

CityJet
Penerbangan: SAS Scandinavian Airlines SK 557 dioperasikan oleh CityJet
Pesawat: Bombardier CRJ900 rego EI-FPG bernama “Budle Viking”
ATD: 11:40 CET (Runway 08 of ARN)
ATA: 13:14 CET (Runway 18C of AMS)

Setelah sarapan, aku check-out dari hotel dan berjalan-kaki ke gedung terminal bandara. Hari ini, penerbangannya akan dioperasikan oleh CityJet. Iya, kali kedua tahun ini aku terbang bersama mereka setelah yang pertama bulan April lali di Avgeek Weekend Trip pertamaku. Perbedaannya adalah, di bulan April CityJet mengoperasikan pesawatnya untuk AirFrance sementara kali ini untuk SAS! Haha 😂.

SAS operated by CityJet

SAS dioperasikan oleh CityJet

Anyway, hari ini sebuah Bombardier CRJ900 super baru kinyis-kinyis (umurnya 6 bulan) dengan rego EI-FPG akan mengoperasikan penerbangan SK557 ke Amsterdam. Lagi, di penerbangan ini aku beruntung banget bisa mendapatkan kursi pintu darurat!! Hore!! Jadilah aku duduk di kursi 17F.

A Cityjet's Bombardier CRJ900 reg EI-FPG operating for SAS

Sebuah Bombardier CRJ900 milik Cityjet dengan rego EI-FPG beroperasi untuk SAS

Seperti sebelumnya, boarding berlangsung efisien dan tak lama kemudian kami berangkat. Kami lepas landas dari landasan pacu 08 Bandara Stockholm-Arlanda dan kemudian berbelok mengarah ke Amsterdam.

Ini adalah penerbangan yang mulus dan uneventful lagi. Sama, layanannya yang komplimen adalah teh dan kopi saja, dan kali ini aku memutuskan untuk memilih tehnya. Jam 1:14 siang, pesawat mendarat di landasan pacu 18C Bandara Schiphol. Berikut ini video pendaratannya:

Setelahnya, pesawat parkir di gedung terminal. Dan disini, perjalanan Avgeek Weekend Trip kali ini berakhir.

#1667 – A Christmas Dinner

ENGLISH

In mid December every year, my department organizes a Christmas dinner for all the staffs (from all PhD students and secretaries to the professors and guest researchers; but not Bachelor or Master students though 😛 ). Obviously this year is no exception.

As I am already into my fourth year in my PhD, the Christmas dinner we had earlier this week was my fourth, after this time in 2012, in 2013, and in 2014. I was glad to find out that they, at least, sticked with the same restaurant as last year as it was by a long mile better than the previous one in 2012 and 2013! Haha 😛 .

Let’s go romantic now and talk about how I felt about the dinner. If everything goes well as planned, this department’s Christmas dinner would be my last one as a PhD student. Well, if I join it next year, I am hoping it is for a good reason 🙂 . But nevertheless, I still felt a little bit mellow; even though (probably) ironically it was supposed to be a festive event.

On the other hand, I came to the dinner with much better feeling than last year or two years ago. And I know this was very much related to the progress of my work. I felt that at this point I have had stronger footing on my work than one or two years ago. I still vividly remember my mixed feeling during the dinner one and two years ago; even though it turned out that I was not the only one with that feeling. A few other fellow PhDs apparently had similar “issues” as I did and we shared them a little bit during the dinner, haha. Well, I guess it was indeed the natural development of any PhD research 🙂 . For this reason, three years ago obviously did not count as I just started my PhD so I was all happy and stuff 🙂 . Also, the fact that this year I have a lot more colleagues than I did last year (the groups in my floor recruited many new PhD students this year) made it much more fun 🙂 .

Anyway, the food was great, just as last year. The appetizer was this big buffet of seafood dish (which I got a lobster head for myself, haha 😛 ). The main course was another buffet of five different dishes. And the dessert was a buffet of sixteen different dessert dishes 😅. Yes people, SIXTEEN different dessert and the all looked so tempting and good. So to sum up there was so much calories involved! Lol 😆 . Damn.

 

BAHASA INDONESIA

Di pertengahan Desember setiap tahunnya, departemenku mengadakan sebuah Christmas dinner untuk seluruh staffnya (mulai dari semua mahasiswa PhD/S3 dan sekretaris, hingga semua profesor dan peneliti tamu; tetapi mahasiswa S1 dan S2 nggak diundang sih 😛 ). Dan jelas tahun ini bukanlah pengecualian.

Karena kini aku berada di tahun keempat PhDku, Christmas dinner yang diadakan minggu ini adalah kali keempatku, setelah waktu ini tahun 2012, tahun 2013, dan tahun 2014. Aku lega sih ketika tahu bahwa setidaknya mereka memilih restoran yang sama seperti tahun lalu karena restorannya jauh lebih oke daripada yang sebelumnya di tahun 2012 dan 2013! Haha 😛 .

Mari membahas sesuatu yang lebih romantis sekarang dengan membicarakan masalah perasaanku akan dinner tahun ini. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Christmas dinner jurusanku ini adalah yang terakhir bagiku sebagai seorang mahasiswa S3 (PhD). Jika aku ikutan lagi tahun depan, aku berharap itu adalah untuk suatu alasan yang baik sih 🙂 . Ah, walaupun begitu, aku merasa agak mellow, walaupun agak ironis juga karena seharusnya ini kan sebuah acara yang menyenangkan ya.

Di sisi lain, aku datang ke acara dinner ini dengan perasaan yang jauh lebih baik daripada satu atau dua tahun yang lalu. Dan aku tahu ini berkaitan dengan progress pekerjaanku. Aku merasa sekarang aku memiliki pijakan yang lebih mantap akan risetku daripada satu atau dua tahun yang lalu. Aku masih ingat banget perasaan campur-adukku di acara yang sama satu dan dua tahun yang lalu; walaupun ternyata bukan aku saja sih yang merasa begitu. Beberapa kolega S3 lainnya juga ternyata merasakan hal yang serupa dan kami berbagi sedikit cerita satu sama lain waktu itu, haha. Yah, jadi mungkin ini adalah sebuah proses alami dari sebuah riset S3 ya 🙂 . Karena alasan ini, tiga tahun lalu jelas tidak aku hitung karena aku baru saja memulai riset S3ku sehingga aku masih merasa happy-happy aja 🙂 . Juga, kondisi dimana tahun ini aku memiliki lebih banyak kolega daripada tahun lalu (grup di lantaiku merekrut banyak mahasiswa PhD baru tahun ini) juga membuat acaranya menjadi terasa lebih seru 🙂 .

Anyway, makanannya enak-enak, sama lah seperti tahun lalu. Makanan pembukanya adalah buffet besar dengan tema seafood (yang mana aku mengambil satu kepala lobster, muahaha 😆 ). Makanan utamanya adalah buffet lagi dengan lima masakan yang berbeda. Dan untuk makanan penutupnya adalah buffet yang terdiri atas enam belas tipe dessert yang berbeda 😅. Iya dong, ENAM BELAS dessert yang berbeda gitu dan semuanya nampak menggoda dan enak-enak. Jadi kesimpulannya adalah acaranya melibatkan banyak sekali kalori! Haha 😆 . Brengsek.