#2070 – A Couple of Stories This Week

ENGLISH

A Team Dinner

Earlier this week, my team organized a team dinner at a restaurant in Amsterdam Centrum after the previous oneΒ in October, haha. I, of course, RSVP-ed, haha. Upon learning of the venue, I went to the restaurant’s website to check what menu they had so that I would come to the restaurant with some expectation on what to order.

But it turned out that for this dinner, we had the package where everything had been taken care of. We just needed to come to the restaurant, sat down, and enjoyed the evening without having to deal with the hassle of ordering a menu, lol πŸ˜† (Well, if you had a dietary requirement, you could inform the restaurant before hand πŸ˜€ ). The only thing we needed to order was the drinks, haha. Actually, this was nice!

The dinner started with side dishes consisting of garlic breads, chicken wings, and super yummy cheesy nachos. And then, when the main course was served, I got this:

Yeah, and I was like “WTF“. I mean, just look at the quantity! Lol πŸ˜† . Thankfully, I was not meant to finish all of those by myself (it wouldn’t have been possible in the first place anyway), but still, it was so much food!! I finished the spare ribs and had one burger and I was super full afterwards. It even went over to the following day where in the morning I woke up still feeling full from the dinner! Lol πŸ˜† .

A catch up … in the office!

Anyway, yesterday my office organized an open house, sort of say, for PhD candidates and post-docs. And guess what, apparently my colleague from my PhD project actually joined the event! So of course we decided to make use of the networking session after the event (while free drinks and snacks were provided, lol πŸ˜† ) to catch up! It felt a little bit funny though that we used to work together and now we met in a totally different setting! Hahaha πŸ˜† .

BAHASA INDONESIA

Makan malam satu tim

Awal minggu ini, timku di kantor mengadakan acara makan malam di sebuah restoran di Amsterdam Centrum setelah yang laluΒ di bulan Oktober, haha. Aku, tentu saja, ikutan dong ya, haha. Ketika tahu tempatnya, aku mengecek website restorannya untuk melihat menu yang mereka sediakan sehingga aku tahu apa yang ingin aku pesan di acaranya.

Tetapi ternyata untuk acara makan malam ini, kami memesan acara “paket” dimana semuanya sudah disusun. Jadi kami hanya perlu datang ke restorannya, duduk, dan menikmati acaranya tanpa harus repot-repot berpikir mau memesan menu apa, haha πŸ˜† (Kalau ada kebutuhan makanan khusus, kami bisa memberi-tahu restorannya sebelumnya). Satu-satunya hal yang harus kami pesan adalah minuman, haha. Ternyata, acara model begini asyik juga ya!

Makan malamnya dimulai dengan beberapa side dish yang terdiri atas garlic breads, sayap ayam, dan cheesy nachos yang mana rasanya enak banget dah. Dan kemudian, untuk makanan utamanya, aku mendapatkan ini:

Iya dong ya, reaksiku adalah “WTF“. Maksudku, lihat deh kuantitasnya! Huahaha πŸ˜† . Untungnya, porsi ini memang bukan buat aku aja sih (toh nggak mungkin juga aku bisa menghabiskannya), tetapi tetap aja, makanannya banyak banget!! Aku menghabiskan spare ribs-nya dan makan satu burger dan setelahnya aku merasa kekenyangan banget. Rasa kenyangnya bahkan berlanjut ke keesokan harinya loh dimana ketika aku bangun pagi, aku masih merasa kenyang dari acara makan malamnya! Hahaha πŸ˜† .

Catch up … di kantor!

Anyway, kemarin kantorku mengadakan semacam open house gitu untuk mahasiswa kandidat PhD (S3) dan post-docs. Dan kebetulan sekali, ternyata kolegaku dari proyek PhD-ku dulu ternyata juga ikutan acara ini! Jadilah kami memutuskan untuk menggunakan sesi networking setelah acaranya (dimana minuman dan snack gratis disediakan, haha πŸ˜† ) untuk catch up! Lucu juga rasanya dimana kami dulu bekerja di dalam satu proyek yang sama dan sekarang kami bertemu dalam situasi yang berbeda sekali! Hahaha πŸ˜† .

Advertisements

#2011 – Some Dining Events

ENGLISH

Team Dinner

To close the previous quarter cycle, my team at work decided to throw a team wide dinner at a nice fine-dining restaurant in Amsterdam Centrum.

A bit of a back story to this event, in the invitation that was sent around a few weeks prior, we were also asked to mention if we really did not ask fish. To me, well, to be honest I am not the biggest fan of fish but having said that, I also wouldn’t say I really don’t like it, haha. So I ended up rsvp-ing the event without mentioning anything about the presumably fish dish they would serve at the restaurant.

The appetizer was a salmon tartar

On the D-day, we went first to a bar nearby the office before going to the restaurant. To much of my delight, it turned out we were having a three-course meal with two options for the main course where, unsurprisingly, one of those was a seabass dish. But of course I ended up picking the other option, that was a boar tenderloin dish! (Anything but the fish, please! πŸ˜› ).

I opted for the boar tenderloin for my main course

As I said it was a three-course fine dining dinner, where wine was free flowing (there was no moment during my stay there when my wine glass was emptyΒ πŸ™ˆ). It started with a plate of delicious salmon tartar as the appetizer. Then, the main course came, which actually was my first time ever consuming a boar meat and it turned out to be delicious! After that, a chocolaty dessert was served, which was just okay but good nonetheless.

The chocolaty dessert

Utrecht Catch Up

Last week, a good friend of mine and I decided to catch up over dinner. Upon discussion, we decided to meet in Utrecht because it had been awhile since I went there and the last time we caught up was in Amsterdam; so it was due for a change, haha.

We went to a restaurant we had been after for months but, mistakenly, without making any reservation. Consequently there was quite a long waiting list already and we decided to eat somewhere else. And so we chose the top rated restaurant provided in Google maps (well, not the actual “top” one as that one was our original restaurant which was already full, haha); which turned out to be just okay. Nonetheless, it was such a fun night catching up with a friend!

Iron steak in Utrecht

BAHASA INDONESIA

Makan Malam Satu Tim

Untuk menutup siklus kuarter (tiga bulanan) yang lalu, timku di kantor memutuskan untuk mengadakan acara makan malam untuk satu tim di sebuah restoran fine dining di Amsterdam Centrum.

Sedikit cerita di balik acara ini. Di undangan yang dikirimkan beberapa minggu sebelumnya, kami diminta untuk menyebutkan apabila kami sangat tidak suka ikan. Untukku, sejujurnya ikan bukanlah makanan yang paling aku favoritkan (*Eh bisa dimarahin Menteri Susi ini ya? Haha πŸ˜› *) tapi biar pun begitu, bukan berarti aku sangat tidak suka ikan juga sih, haha. Jadilah aku meng-rsvp acaranya tetapi aku juga tidak menyebutkan apa-apa mengenai menu yang aku asumsikanΒ akan melibatkan ikan di restorannya.

Makanan pembukanya adalah salmon tartar

Di hari-H, awalnya kami pergi ke bar dulu sebelum berangkat bareng-bareng ke restorannya. Yang aku suka, ternyata malam ini modelnya adalah menu three course gitu dengan dua pilihan untuk menu utama dimana, tidak mengejutkan, salah satunya adalah menu ikan sea bass. Tetapi jelas pada akhirnya aku memilih menu yang satunya, yang mana merupakan daging babi hutan tenderloin! (Ya apa pun lah pokoknya bukan ikan! Haha πŸ˜› ).

Aku memilih menu babi hutan tenderloin untuk makanan utamanya.

Seperti yang kubilang ini adalah makan malam fine dining, dimana anggur juga mengalir terus gitu nggak berhenti-berhenti (tidak ada satu waktu pun selama aku disana dimana gelas anggurku kosong dongΒ πŸ™ˆ). Makan malam dimulai dengan sepiring salmon tartar yang enak banget sebagai makanan pembuka. Kemudian menu utama disajikan, yang mana adalah kali pertama aku makan daging babi hutan dan ternyata enak juga ya rasanya! Setelahnya, pencuci mulut yang terbuat dari cokelat diberikan, yang mana rasanya tidak terlalu spesial namun masih enak-enak saja kok.

Pencuci mulut cokelat

Catch Up di Utrecht

Minggu lalu, aku dan seorang teman baikku memutuskan untuk catch up sambil makan malam. Ketika berdiskusi masalah lokasi, kami memutuskan untuk bertemu di Utrecht saja karena sudah lumayan lama semenjak terakhir kali aku ke sana dan terakhir kali kami catch up adalah di Amsterdam; jadi sekarang kami memilih tempat lain gitu, haha.

Kami pergi ke sebuah restoran yang sudah lumayan lama kami incar tetapi, salahnya kami, tanpa membuat reservasi terlebih dahulu. Akibatnya waktu itu waiting list-nya sudah panjang banget dan kami memutuskan untuk makan di tempat lain. Jadilah kami memilih restoran yang berada di peringkat rekomendasi teratas di Google maps (yah, bukan yang “teratas” sih sebenarnya karena yang teratas adalah restoran yang awalnya kami incar tetapi sudah penuh itu, haha); yang mana ternyata biasa-biasa saja deh. Toh walaupun begitu, tetap seri rasanya catch up bersama seorang teman lama!

Iron steak di Utrecht

#1546 – One Full Week in Delft

ENGLISH

So it has been ten days now since the day I was back in the Netherlands from my amazing spring trip to Japan. It means that now I have had a full working week here in Delft, haha. So how was it? Well:

Jetlagged

So apparently I have been jetlagged from the trip, haha πŸ˜† . Even though it has been ten days now, the jetlag effect is still lingering a little bit. But I am not complaining because it isΒ actually the better jetlag as I was flying westward. This makes me wake up earlier easier, which of course is very nice, haha πŸ˜† .

But at one pointΒ last week it was quite rough. On the following day after coming back to the Netherlands, I felt so tired so I decided to nap at 4 PM, thinking I would take like 2 hours max. But then I ended up sleeping for 5 hours straight and got up at 9 PM. Not even feeling fresh btw and I was actually feeling horrible, haha πŸ˜† .

Busy at Work

Anyway, this week has been a super busy week at work. Well, as usual in my office since last year actually so it is not surprising, haha πŸ˜† . My supervisor and I sort of decide to set a deadline for a journal paper I am currently writing and the deadline is coming really soon! So I am feeling the pressure right now.

Speaking of work, my prayer has been answered.Β Some months ago I was feeling very unhappy that I was alone in my office after my previous officemate graduated. So finally after sitting alone for five months, this April I got new officemates! And the number jumped from the minimum (zero) to maximum (three, because there are only three other desks in my office) immediately! Yay! Haha πŸ˜† .

Friends Visiting

Let’s move on to a topic that is more fun and less depressing, lol πŸ˜† . My friends who now live in Copenhagen (whom I visited last month for a weekend trip) visited the Netherlands this week. So a group of friends and I decided to throw a dinner party at my friend’s place in Rotterdam to meet up. And it was so much fun!

Since we had it during the weekday, we decided to just order something from an Indian restaurant. But then there was a drama that the food took like forever (not literally, but two hours, which felt like forever) to come since we ordered at 7 PM. We did call three times but did not receive any satisfying answer. The problem was, we already paid when we ordered so it would be complicated to cancel the order, we thought. We were so hungry that when we saw someone down there (the apartment was in the 16th floor) looking like a delivery guy, we opened the window and shouted. And the guy actually heard us, lol πŸ˜† . And when the delivery guy eventually arrived at the apartment’s door, all of us went to the door and his face was like “WTF“, haha.Β At least the food arrived warm and quite nice. And we got three cans of cola and salad as a compliment.

Anyway, it was still a very fun night!

Oh, and the cherryblossom trees in Delft also peaked this week in term of the flowers, thanks to the fantastic spring weather!

Oh, and the cherryblossom trees in Delft also peaked this week in term of the flowers, thanks to the fantastic spring weather!

BAHASA INDONESIA

Sudah sepuluh hari semenjakΒ aku kembali di BelandaΒ dariΒ perjalanan musim semi super seruku ke Jepang. Ini artinya aku juga baru saja menyelesaikan satu minggu penuh di kantor di Delft sini, haha. Bagaimanakah seminggu terakhir ini? Yah:

Jetlag

Jadi aku terkena jetlag lagi deh dari perjalanan pulang kemarin, haha πŸ˜† . Walaupun sudah sepuluh hari, efek jetlag-nya masih tersisa loh. Tetapi aku tidak komplain sih karena ini adalah jetlag yang lebih baik karena aku terbang ke arah barat. Ini artinya aku jadi otomatis bangun lebih pagi lebih gampang gitu deh, yang mana artinya bagus dong ya, haha πŸ˜† .

Tetapi di satu waktu minggu lalu jetlag-nya sempat menyebalkan juga sih. Sehari setelah pulang itu, aku merasa lelah sekali sehingga aku memutuskan untuk tidur siang jam 4 sore. Aku kira bakal paling lama tidur 2 jam lah. Eh ternyata aku malah ketiduran selama 5 jam dong dan baru bangun jam 9 malam. Itu pun tidak merasa segar dan malah merasa nggak enak banget dah, haha πŸ˜† .

Sibuk di Kantor

Ngomong-ngomong, minggu ini adalah minggu yang amat menyibukkan juga di kantor. Eh, ya seperti biasa sih di kantor semenjak tahun lalu. Sudah kayak begini terus deh sibuknya nggak berhenti-berhenti, haha πŸ˜† . Juga, pembimbingku dan aku memutuskan untuk menetapkan sebuah tanggal deadline untuk sebuah journal paper yang sedang aku persiapkan. Dan deadline-nya sudah dekat ini! Aduh, jadi berasa banget deh tekanannya.

Ngomongin masalah kerjaan, doaku terjawab loh. Beberapa bulan yang lalu aku merasa amat galauΒ bahwa aku sendirian di ruang kantorku setelah kolegaku yang sebelumnya lulus. Nah, akhirnya setelah duduk sendirian di kantor selama lima bulan, di bulan April ini aku mendapatkan beberapa rekan kerja baru! Dan nggak tanggung-tanggung loh, jumlahnya langsung loncat dari minimum (nol) ke maksimum (tiga, soalnya di dalam kantorku hanya ada empat meja kerja)! Hore! Haha πŸ˜† .

Kunjungan Teman

Sudah ah, mari ngomongin topik yang lebih menyenangkan saja, haha πŸ˜† . Jadi ceritanya temanku yang sekarang tinggal di Kopenhagen (yang aku kunjungi Β bulan lalu untuk sebuah perjalanan akhir pekan) lagi berkunjung ke Belanda gitu deh minggu ini. Jadilah beberapa teman dan aku memutuskan untuk mengadakan sebuah party makan malam di tempatnya temanku di Rotterdam untuk ketemuan. Seru banget dah!

Nah karena diadakannya di hari biasa, kami memutuskan untuk memesan makanan aja dari sebuah restoran India. Tetapi kemudian ini malah menyebabkan drama karena delivery makanannya lama banget dong. Kami memesan makanannya jam 7 malam dan makanannya baru datang jam 9 malam coba. Restorannya sudah kami telepon juga sampai tiga kali dan kami tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Masalahnya, sewaktu memesan itu makanannya sudah kami bayar jadi ribet dong ya kalau mau dibatalkan. Saking laparnya, ketika kami melihat di bawah (apartemennya ada di lantai 16) dan ada seseorang yang nampak seperti tukang antar makanan, kami membuka jendelanya dan teriak loh. Dan bahkan si tukang pengantarnya dengar, hahaha πŸ˜† . Dan ketika ia beneran sampai di pintu apartemennya, kami semua pergi ke pintu dan raut mukanya itu kaget dan takut gimana gitu, haha. Yaa, setidaknya makanannya masih hangat deh ketika sampai dan lumayan enak juga. Dan kami juga mendapatkan tiga kaleng cola dan salad sebagai ucapan minta maaf.

Yaa, toh malam itu seru banget!

#1320 – Last Week’s Story

ENGLISH

Sinterklaas

So, I have been a good boy this year. This is proven by the fact that last week, I got a present from the Sinterklaas!! Huahaha πŸ˜† Okay, it was not the Sinterklaas that gave me the present but it was from the Zwaarte Piet (The Black Pete), but still… πŸ˜€ .

Yes, December 5th last week was the Sinterklaasdag, or the Sinterklaas Day, in the Netherlands. What was the present btw? Well, the same one that I got last year though: a box of milk cholocate πŸ˜€ . If last year I got the chocolate in the form of the letter “S”, this year it was the letter “O”. Let’s see if the Sinterklaas is getting somewhere with these letters! Huahaha 😎 πŸ˜† .

Storm

The weather was awful last week in the Netherlands. Well, apparently it was not as bad as some other parts of Europe where a big storm hit, but maybe the Netherlands still received some of the weaker effect of the storm. You know, the wind in the Netherlands is already essentiallyΒ very strong itself. With the storm, well…

On that Sinterklaasdag, my office building was closed at 6 PM (I was kinda upset actually as I planned to stay at my office for a little bit longer). So I left my office at 6 PM bringing a few documents outside and holding them, stupidly, with my hands. At one point, a strong wind (its speed was more than 60 km/h) blew and caught me by surprise. As a result, I dropped the documents; and because it was the wind, all the paper just flew away quickly from me just like that 😦 . You know, kinda similar with this prank, except that it was not a prank and real:

Pre-Christmas Dinner

So, my friends decided to organize a pre-Christmas dinner party this weekend. It was “pre-Christmas” because we had it around now, which was still like three weeks away from Christmas; but that was because none of us would be here during or around the Christmas/New Year holiday, hahaha πŸ˜† . Yes, and of course that includes me! So where am I going? Well, I will keep this part for another post πŸ˜‰ . Anyway, so let’s get to this dinner party πŸ˜€ .

It was our usual potluck dinner, and I decided to make rendang with the sauce I bought from the orientalmarkt. Even though my friends said it was okay, I was not really happy with the result though as I found it a little bit too bland, hahaha πŸ˜† . Anyway, so we had the dinner in Rotterdam. And it was such a nice one! There were the five of us but we could not finish even half of the meals that we cooked! Yes, we cooked a lot apparently! Huahaha πŸ˜† .

After that we played the board game: Ticket to Ride (but the German version, so it was called “Zug um Zug” in German). Why the German version? Well, one of my friends bought it in Germany because it was cheaper there than in the Netherlands, huahaha πŸ˜† . And because it was the German version, the map was also a German map. So because of the game I think we learned much more about Germany’s geography, huahaha πŸ˜† . Anyway, it was the first time I ever played the game. And I won it! Yay!! πŸ˜€

BAHASA INDONESIA

Sinterklaas

Tahun ini aku adalah anak yang baik loh. Buktinya minggu lalu, aku dapat kado loh dariΒ Sinterklaas!! Huahaha πŸ˜† Oke, bukan Sinterklasnya sendiri sih yang ngasih kado, tetapi dari Zwaarte Piet (Piet Hitam)-nya, tapi tetap aja lah ya… πŸ˜€ .

Iya, tanggal 5 Desember kan merupakan Sinterklaasdag, alias hari Sinterklaas, di Belanda. Eh, kadonya apaan memang? Ya, sama seperti yang aku dapatkanΒ tahun laluΒ kok: satu kotak coklat πŸ˜€ . Kalau tahun lalu coklatnya berbentuk huruf “S”, tahun ini bentuknya huruf “O” loh. Mari kita lihat saja apakah Sinterklaas-nya ingin memberi-tahu sesuatu melalui huruf-huruf ini atau bagaimana! Huahaha 😎 πŸ˜† .

Badai

Cuaca minggu lalu parah banget deh di Belanda. Ya, ternyata memang nggak separah beberapa negara Eropa lainnya sih yang dilanda badai super kencang, tetapi kayaknya sih Belanda juga terkena sedikit efek badai ini deh. Tahu kan, pada dasarnya tuh angin di Belanda sangat kencang. Nah, ditambah dengan adanya badai ya…

Di hari Sinterklaasdag itu, gedung kantorku ditutup jam 6 sore (aku agak sebal loh dengan ini karena waktu itu sudah ada rencana ingin lembur sedikit). Jadilah aku keluar dari kantorku jam 6 sore sambil membawa beberapa lembar dokumen, dengan tololnya, di tangan. Di satu waktu, sebuah angin super kencang (kecepatannya melebihi 60 km/jam deh) tiba-tiba bertiup dan aku nggak siap akannya. Sebagau akibatnya, dokumen-dokumen itu terselip dari tanganku; dan karena angin kan, jadilah semua kertas-kertas itu terbang dengan cepat tertiup angin kencang itu 😦 . Ya, mirip-mirip lah sama prank ini, tetapi kejadian ini bukan prank dan beneran:

Makan Malam Pra-Natal

Jadi, beberapa temanku mengadakan acara makan malam Pra-Natal akhir pekan kemarin. “Pra-Natal” soalnya diadainnya kan sekitar sekarang ya, yang mana masih tiga mingguan sebelum Natal kan; tetapi ini karena nggak ada satu pun dari kami yang akan berada disini di waktu liburan Natal/Tahun Baru, hahaha πŸ˜† . Iya, artinya termasuk aku dong! Memangnya aku mau kemana? Ya, aku simpan untuk posting nanti-nanti aja ya πŸ˜‰ . Anyway, mari kita masuk ke cerita makan malamnya aja πŸ˜€ .

Seperti biasa, ini acara makan malam potluck deh, dan aku memutuskan untuk memasak rendang dengan saus yang kubeli di orientalmarkt. Walaupun kata teman-temanku masih oke, tetapi aku nggak terlalu puas dengan hasil masakanku ini karena menurutku agak terlalu hambar deh, hahaha πŸ˜† .Β Ngomong-ngomong, acaranya diadain di Rotterdam. Dan seru loh! Kami berlima dan kami bahkan nggak bisa menghabiskan setengah dari masakan yang kami buat! Kami ternyata masak banyak banget! Huahaha πŸ˜† .

Setelahnya, kami main game: Ticket to Ride (tetapi yang versi Jerman, jadi namanya “Zug um Zug” gitu deh dalam bahasa Jerman). Kenapa kok yang versi Jerman? Ya, soalnya salah seorang temanku membelinya di Jerman soalnya harga game-nya disana lebih murah daripada di Belanda ternyata, huahaha πŸ˜† .Β Dan karena versi Jerman, petanya juga peta Jerman loh. Jadi karena permainan ini sepertinya pengetahuan kami akan geografi Jerman menjadi bertambah deh, huahaha πŸ˜† . Btw, ini adalah kali pertama aku main game ini. Dan aku menang loh! Hore!! πŸ˜€

#1298 – This Weekend

ENGLISH

Thanksgiving

Because today is the Thanksgiving Day for Canadians, my Canadian friend organized a dinner party at her place in Rotterdam last Saturday. The idea was the party would be a potluck dinner party, where everyone brought one small dish of their own and shared it with everyone else. But the main dish would be a dish very well-associated with Thanksgiving: stuffed roasted turkey that my friend would cook! I was very excited because it would be the first time I ever ate a Thanksgiving turkey! Hahaha πŸ˜† .

Long story short, the dinner was amazing! And the turkey was, indeed, delicious! πŸ˜€ My friend even made a pumpkin pie, a dessert that is also well-associated with Thanksgiving. After dinner, my stomach was, like, literally very full! It was the kind of having-to-loosen-up-my-belt-after-meal full. I don’t think I have ever been that full in such a long, long time!

Annoying Weather

I guess fall has officially started here in the Netherlands, as the weather this weekend has been awful. When I went back from my friend’s place in Rotterdam, it was raining so hard that I was completely wet when I arrived at home! Sunday was no better, as it was even worse πŸ™„ . It was constantly raining all day long and so pretty much I could not go outside 😦 . So what to do now as I want to do some exercise to burn the calories that I consumed on the dinner! Hahaha 😎 πŸ˜† .

Yeah, but the bright side of this weekend is that I think I got some much-needed rest in between my super busy weeks at work; which is the purpose of a weekend anyway, right? πŸ™‚

BAHASA INDONESIA

Thanksgiving

Karena hari ini adalahΒ Hari Thanksgiving-nya orang Kanada, satu temanku yang merupakan orang Kanada mengadakan acara makan malam di rumahnya di Rotterdam hari Sabtu lalu. Jadi acaranya berupa acara makan malam ala potluck gitu, dimana masing-masing yang datang membawa satu porsi kecil masakan mereka sendiri dan membaginya dengan yang lain. Namun, menu utama malam itu adalah sebuah menu yang berhubungan sangat erat dengan yang namanya Thanksgiving: kalkun isi panggangΒ yang bakal dibuat sendiri oleh temanku ini! Jadilah aku amat bersemangat untuk datang soalnya kan ini bakal menjadi kali pertama seumur hidup dimana aku makan sebuah kalkun Thanksgiving! Hahaha πŸ˜† .

Singkat cerita, acara makan malamnya seru banget! Dan kalkunnya, memang, beneran enak banget loh! πŸ˜€ Bahkan temanku juga membuat pie labuΒ loh, sebuah makanan pencuci mulut yang juga berhubungan erat dengan Thanksgiving. Setelah makan malam itu perutku beneran, dalam artian yang sebenarnya, penuh banget deh! Rasa kenyangnya itu rasa kenyang-yang-harus-sampai-melonggarkan-sabuk gitu deh, πŸ˜† . Rasanya sudah lama banget semenjak terakhir kali aku merasa sekenyang itu!

Cuaca Menyebalkan

Rasanya Belanda sudah resmi mulai memasuki musim gugur deh, soalnya cuaca di akhir pekan ini beneran jelek banget. Ketika aku pulang dari tempatnya temanku di Rotterdam itu, di tengah jalan hujan deras mulai turun sehingga ketika aku tiba di rumah, aku basah kuyup! Hari Minggunya juga sama aja deh, lebih parah malahan πŸ™„ . Cuacanya hujan terus sepanjang hari sehingga praktis aku tidak bisa keluar rumah 😦 . Gimana ini padahal kan aku ingin berolahraga untuk membakar banyak kalori yang aku makan di acara makan malam itu! Huahaha 😎 πŸ˜†

Ya, sisi positifnya adalah di akhir pekan ini aku bisa mendapatkan istirahat yang amat aku butuhkan di antara minggu-minggu super sibuk di kantor deh; yang mana merupakan kegunaan utama dari sebuah akhir pekan kan? πŸ™‚

#1233 – Weekend Story

ENGLISH

Den Haag

Feeling a little bit bored and somehow wanting to buy something, I went to Den Haag on Saturday. But after going around for about two hours, I ended up buying nothing there, lol πŸ˜† . Instead, after getting back home, I bought a pair of training pants, a long-sleeve sport t-shirt, and a t-shirt online (the last one I bought to make my total order exceeded the minimum order so the delivery cost would be waived πŸ˜€ ). I said some time ago that I actually don’t really like buying clothes online because it is too risky. So yeah, this is definitely a risk but hopefully it works just fine πŸ™‚ .

The Apprentice Asia

I also watched the first episode of an Asian adaptation of the reality show, The Apprentice: The Apprentice Asia. The boss is Tony Fernandes, mostly well-known as the owner of AirAsia. There are 12 candidates originating from several Asian countries (even though one of them is actually French but he is representing China (but he speaks fluent Mandarin btw)), including two from Indonesia.

Overall, I think it was a nice episode. The editing could have been better, I think; and the packaging was so original US version oriented. Plus, the women’s team name, Apex, was exactly the same name of the women’s team of the second season of The Apprentice US. I am not sure if it was purely a coincidence though. I mean, maybe the women loved the show and liked the name so they named themselves Apex as well, lol πŸ˜† .

Anyway, in the first episode, the men’s team, led by the Indonesian man (Hendi), lost. At first, I thought Hendi had no idea how it worked in The Apprentice as he made some “strange” statements and decisions during the boardroom. For instance, he did not want to name the weakest member of his team, he only praised every team member, and when being asked to bring in two other candidates whom he thought were also responsible for the failure of the task, he brought back the two strongest candidates instead who had nothing to do with their loss. But when these three candidates were called back, his intention became very clear and I understood his reasoning. As the leader, he felt responsible and therefore he felt like he was the one that should be fired. Hence, by bringing the two strongest candidate, Tony Fernandes would have no other option than firing him; plus, he got the chance to mention to him that these two were indeed the strongest candidates.

Wow. Admirable? Yes. Foolish? Well, not really. I mean, sure, The Apprentice game-wise, it might be a foolish decision; but in my opinion, it showcased his integrity as a leader, and as a person. However, I think it is fair to say that even so, he didn’t “fit” in The Apprentice and therefore, he deserved to get fired πŸ˜‰ .

Dinner

On Sunday night, I decided to cook dinner for my roommates because I had some extra ingredients that I should cook soon (otherwise it would become bad and I would have to throw them away; and if so, I think it would be such a waste). I decided to cook fried noodle and chicken + chicken liver with sweet and sour sauce. Plus, I also made a pudding for the dessert. Yeah, it was fun… πŸ™‚

What I cooked for dinner

What I cooked for dinner

BAHASA INDONESIA

Den Haag

Merasa sedikit bosan dan entah kenapa rasanya ingin membeli sesuatu, aku pergi ke Den Haag di hari Sabtu. Tapi setelah berkeliling selama sekitar dua jam, akhirnya aku nggak membeli apa-apa, huahaha πŸ˜† . Malah, ketika sudah di rumah, aku membeli satu celana training baru, satu kaus olahraga lengan panjang, dan satu kaus online loh (yang terakhir itu aku beli supaya total pesananku melebihi batas minimal agar ongkos kirimnya gratis πŸ˜€ ). Seperti yang kubilang beberapa waktu yang lalu, sebenarnya aku agak kurang suka membeli pakaian online karena menurutku ini riskan sekali. Jadi, ya, ini memang sebuah risiko sih tetapi mudah-mudahan semuanya pas deh πŸ™‚ .

The Apprentice Asia

Aku juga menonton episode pertama dari adaptasi Asia dari acara TV realita, The Apprentice: The Apprentice Asia. Bosnya adalah Tony Fernandes, yang terkenal sebagai pemiliknya AirAsia. Ada 12 kandidat yang berasal dari beberapa negara di kawasan Asia (walaupun salah satunya sebenarnya orang Prancis sih tetapi dia mewakili China (tetapi bahasa Mandarinnya memang lancar banget dong)), termasuk dua kandidat dari Indonesia.

Secara keseluruhan, menurutku episode pertamanya lumayan oke lah. Editing-nya bisa lebih baik sih, menurutku; dan rasanya pengemasannya berkiblat banget ke versi asli Amerikanya. Plus, nama tim wanitanya, Apex, sama persis dengan nama tim wanita di musim kedua The Apprentice versi Amerika. Nggak tahu sih apakah ini murni kebetulan belaka atau tidak. Maksudku, mungkin aja kan para kandidat wanitanya memang nge-fans terhadap acara ini dan suka nama ini makanya mereka sekalian menamai tim mereka Apex, hahaha πŸ˜† .

Anyway, di episode pertama ini, tim pria, yang dipimpin oleh satu kandidat dari Indonesia (Hendi), kalah. Awalnya, aku merasa bahwa Hendi ini nggak terlalu mengerti bagaimana sistem di The Apprentice bekerja karena ia membuat beberapa pernyataan dan keputusan yang “aneh” di boardroom. Misalnya saja, ia tidak mau menyebutkan siapa kandidat terlemah di timnya, ia hanya memuji semua anggota timnya, dan ketika diminta untuk membawa kembali dua kandidat lain yang dirasa paling bertanggung jawab terhadap kekalahan mereka, ia malah membawa dua kandidat terkuat yang sama sekali tidak menyebabkan mereka kalah. Namun, setelah ketiga kandidat ini masuk ke boardroom lagi, barulah aku menyadari tujuannya dan memahami pikirannya saat itu. Sebagai pemimpin, ia merasa bertanggung-jawab sehingga ia merasa bahwa ialah yang seharusnya dipecat. Oleh karenanya, dengan membawa dua kandidat terkuat, Tony Fernandes tidak memiliki pilihan lain selain memecat dirinya; plus, ia juga jadi mendapatkan kesempatan untuk menyebutkan bahwa dua kandidat yang ia bawa adalah kandidat yang terkuat ke Tony Fernandes.

Wow. Mengagumkan? Iya. Bodoh? Hmm, nggak juga sih. Maksudku, oke, untuk sekedar permainan di The Apprentice, keputusannya mungkin adalah sebuah keputusan bodoh; hanya saja, menurutku ini menunjukkan integritasnya sebagai pemimpin, dan sebagai seseorang. Namun, aku rasa cukup fair untuk dibilang bahwa ia tidak “cocok” untuk berada di The Apprentice dan oleh karenanya, ia layak dipecat πŸ˜‰ .

Makan Malam

Minggu malam, aku memutuskan untuk memasak makan malam sekalian untuk roommates-ku karena aku ada beberapa bahan masakan yang harus segera aku masak (kalau enggak, bahannya akan jadi buruk dan harus dibuang; kan sayang dong ya). Aku memutuskan untuk memasak mi goreng dan ayam + hati ayam dengan saus asam manis. Plus, aku juga membuat puding untuk sajian penutup. Ya, menyenangkan juga… πŸ™‚

#1226 – Saturday Story

ENGLISH

New Bike

Well, there is still no major problem with the bike that I bought this time last year (another proof that paying more for quality indeed pays off πŸ˜€ ) but I decided to buy a new bike on Saturday. And by new, I mean brand new, as in it is really new (not second-hand new like all my previous three bikes). So what made me make this decision?

Well, there is a program from the campus, as my employer, called the TU Delft Bicycle Scheme. In short, basically TU Delft gives a certain amount of money to the employees for them to purchase a bike if they live within 15 km from the campus location. The amount is a few hundred euros so it is obviously not bad. To get this money, the employee must show the receipt of the purchase of a bike (but not the illegal ones obviously); and it is not possible to just ask for the cash instead πŸ˜› . And one employee can only exercise this right once in every three years. So if I use it now for example, I can only use this scheme again three years from now, if the scheme still exists by then.

At first I thought I would use this scheme when my bike is broken down badly. But then I heard (a rumor, maybe) from my friend that this year may be the last year they arrange this kind of scheme (maybe because of the economy crisis kind of thing), and the deadline for the submission is in early June. So it seems that if I don’t use the scheme now, my right to use this facility will be just gone like that, without me enjoying it. And so, I decided to exercise my right now, while I still can and before it is gone πŸ™‚ .

My friend recommended a bike shop in Rijswijk and so I went there on Saturday. They had one bike that was nice with a good (within range) price so I bought this bike. Plus, I also applied for a theft and maintenance insurance for my new bike (because the insurance can be refunded as well by the scheme so why not :D). I cycled all the way back from Rijswijk to Delft with my new bike, which was only around 7 km so it was not that far. However, at that time, the wind was blowing to the opposite direction of my route so it kinda sucked! Hahaha πŸ˜† .

Dinner

One of my friends from my Master programme who is now doing her PhD in Copenhagen was in Delft lately. So she invited everyone to have dinner together in the city center; which I, of course, joined. We met in front of Delft’s Nieuwe Kerk (New Church); and after a bit of discussion we kinda wanted to have dinner at a Thai restaurant. However, the two Thai restaurants that we knew in Delft were already full and there was no empty table for us (we were seven people and they didn’t have available table for this group size). So in the end we decided to have meal at a nice Dutch restaurant with a mixed-theme menu.

The restaurant was nice btw and something on the wall caught my attention because it was this:

A decoration on the wall

A decoration on the wall

Hahaha πŸ˜† . Yeah, maybe it was a gift or something from someone in Indonesia, hmm.

Anyway, it was a really fun evening to catch up about how we are now and what are we doing. Time does fly so fast because we have known each other for almost three years now, which means that it is already almost three years since I moved to Europe! Wow. And life takes everyone of us to different direction. Like one friend will go back to China for good to (finally) live together with her husband because they have been separated all this time. Yeah, life must go on, I guess…

A new bike

A new bike

Plank steak

Plank steak

BAHASA INDONESIA

Sepeda Baru

Sebenarnya sepeda yang aku beliΒ waktu iniΒ tahun lalu masih baik-baik saja kok tanpa masalah yang berarti (bukti lain bahwa membayar ekstra untuk kualitas itu oke juga jangka panjangnya :D) tetapi aku memutuskan untuk membeli sebuah sepeda baru di hari Sabtu kemarin. Dan yang aku maksud dengan baru, ya maksudnya beneran baru gitu (bukan sepeda secondΒ yang baru bagiku seperti tiga sepedaku sebelumnya). Nah, apakah yang membuatku membuat keputusan ini?

Ya, jadi ceritanya ada sebuah program dari kampus, sebagai tempat aku bekerja, yang disebut Skema Sepeda TU Delft. Singkatnya, pada dasarnya TU Delft memberikan sejumlah jatah uang kepada para karyawannya untuk mereka membeli sebuah sepeda jika mereka tinggal dalam radius 15 km dari lokasi kampus. Jumlahnya sekian ratus euro gitu deh jadi lumayan juga dong ya. Untuk mendapatkan jatah uang ini, seorang karyawan harus menunjukkan kuitansi pembelian sepedanya (tapi jelas bukan kuitansi pembelian sepeda ilegal tentunya); dan jatah ini nggak bisa dicairkan dengan diminta “mentah”-nya aja πŸ˜› . Dan seseorang hanya bisa menggunakan hak ini satu kali selama tiga tahun. Jadi jika aku menggunakannya sekarang misalnya, aku baru bisa menggunakan hak ini lagi tiga tahun dari sekarang, jika skema ini masih ada di waktu itu.

Awalnya aku berencana memanfaatkan skema ini ketika sepedaku yang sekarang sudah butut dan rusak parah. Namun, aku mendengar (semacam isu sih mungkin) dari seorang teman bahwa kemungkinan tahun ini adalah tahun terakhir dimana skema ini masih dijalankan (mungkin karena alasan krisis ekonomi dan sebagainya gitu), dan tenggat waktu pengumpulannya adalah awal Juni. Jadi sepertinya jika aku tidak menggunakan skema ini sekarang, hakku akan fasilitas ini bisa jadi hangus, tanpa aku menikmatinya. Nah, jadilah aku berpikir bahwa mendingan hak ini aku pakai sekarang saja, mumpung masih bisa kan dan sebelum hangus πŸ™‚ .

Temanku merekomendasikan sebuah toko sepeda di Rijswijk dan jadilah aku pergi kesana di hari Sabtu. Ada satu sepeda yang oke dengan harga yang bagus (masuk budget) sehingga sepedanya aku beli. Plus, aku juga sekalian mendaftarkan sepeda baru ini di asuransi pencurian dan perawatan sepeda (karena asuransinya bisa di-refund juga loh dengan skema ini jadi jelas aku apply sekalian aja lah ya :D). Aku bersepeda ketika kembali dari Rijswijk ke Delft dengan sepeda baruku ini, yang mana jaraknya hanyalah sekitar 7 km jadi nggak jauh-jauh amat. Hanya saja, waktu itu angin sedang bertiup kencang ke arah yang berlawanan dengan ruteku sehingga agak menyebalkan juga! Hahaha πŸ˜† .

Makan Malam

Satu dari temanku dari masa-masa kuliah S2-ku yang kini sedang menjalankan program PhD (S3) di Copenhagen sedang berada di Delft akhir-akhir ini. Jadilah ia mengundang orang-orang untuk makan malam bersama di pusat kota; yang tentu saja aku ikutan dong. Kami bertemu di depan Nieuwe Kerk (Gereja Baru)-nya Delft; dan setelah berdiskusi sedikit kami memutuskan bahwa kami ingin makan malam di sebuah restoran Thailand. Namun, dua restoran Thailand yang kami tahu di Delft sudah penuh aja gitu dong dan nggak ada meja yang kosong untuk kamiΒ (kami bertujuh dan mereka tidak memiliki meja kosong yang bisa memuat grup segini). Jadilah akhirnya kami memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran Belanda yang oke dengan menu yang campur-campur.

Restorannya oke juga lho, dan satu pajangannya di dinding menarik perhatianku karena kayak gini:

A decoration on the wall

Pajangan di dinding

Hahaha πŸ˜† . Ya, mungkin semacam hadiah atau apa gitu ya dari seseorang di Indonesia, hmm.

Anyway, ini adalah malam yang menyenangkan dimana kami catching-up mengenai kehidupan kami sekarang dan sebagainya. Waktu berlalu sedemikian cepat karena kami sudah mengenal satu sama lain selama hampir tiga tahun sekarang, yang mana artinya sudah hampir tiga tahun semenjak aku pindah ke Eropa! Wow. Dan kehidupan membawa setiap orang dari kami ke tempat yang berbeda-beda. Seperti misalnya salah seorang dari kami yang akan kembali ke China for good untuk (akhirnya) bisa tinggal bersama suaminya karena selama ini mereka hidup terpisah (terpisahnya jarak benua dong). Ya, kehidupan memang harus selalu berjalan ya…