General Life · Zilko's Life

#1897 – A DST Weekend

ENGLISH

Spring DST

Today the Spring DST (Daylight Saving Time) takes place in the Netherlands, meaning today only consists of 23 hours instead of 24. Of the two DSTs within a year, this one is my less favorite. But well, I just have to suck it up and deal with it, haha 😆 .

Spring DST. Source: http://guardianlv.com/2014/03/spring-forward-to-daylight-saving-time-and-longer-days-video/

A Saturday Story

Anyway, so how was Saturday? Well, it went quite well where I was actually quite productive (i.e. some things I needed to take care of were taken care of).

I spent a good part of it in Den Haag where I (finally) got a haircut. “Finally” because the last time I got a haircut was back in mid-January, two weeks before my PhD defense, haha. So I felt like my hair has been a little bit too long lately but I could not find the right time yet in previous weekends to get a haircut 😦 (I had other more urgent stuffs to take care of and, of course, my AvGeek Weekend Trip this month 🙈).

From the barbershop, I went to Gamma to buy:

A hammer drill

Yep, a hammer drill, lol 😆 .

So it turned out that for a big plan of mine (I promise I will share the story here when the right time comes, which is actually quite soon 😛 , and it is related to the “more urgent stuffs” I mentioned above), I would need to have a hammer drill, lol 😆 . So, I got one! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

DST Musim Semi

Hari ini, DST (Daylight Saving Time) musim semi berlangsung di Belanda, artinya hari ini hanya terdiri atas 23 jam saja bukannya 24. Dari dua DST dalam satu tahun, DST yang ini adalah yang tidak aku sukai. Ah, tapi ya mau bagaimana lagi ya, mesti dijalani aja! Haha 😆

DST musim semi. Sumber: http://guardianlv.com/2014/03/spring-forward-to-daylight-saving-time-and-longer-days-video/

Cerita Sabtu

Anyway, bagaimanakah Sabtu kemarin? Yah, berlangsung cukup baik kok dimana aku cukup produktif (baca: beberapa hal yang memang mesti aku urus beneran aku urus).

Hari itu aku habiskan di Den Haag dimana (akhirnya) aku potong rambut. “Akhirnya” karena terakhir kali aku potong rambut adalah pertengahan Januari lalu, dua minggu sebelum sidang PhDku, haha. Jadi memang rasanya rambutku sudah agak kepanjangan gitu deh akhir-akhir ini. Masalahnya, sebelum ini aku tidak memiliki waktu senggang di akhir pekan yang lalu untuk potong rambut 😦 (Ada beberapa urusan lebih penting dan, tentu saja, AvGeek Weekend Trip-ku bulan ini 🙈).

Dari salon, aku pergi ke Gamma untuk membeli:

Sebuah bor

Iya, aku membeli sebuah bor perkusi (hammer drill), huahaha 😆 .

Jadi ternyata untuk sebuah rencana besarku (aku janji ceritanya akan kubagikan di sini ketika waktunya tepat, yang mana sebenarnya tidak terlalu lama lagi kok 😛 ), aku akan membutuhkan bor perkusi gitu deh, haha 😆 .

Advertisements
General Life · Zilko's Life

#1793 – A Weekend Story

ENGLISH

This weekend has gone by really fast, even in weekend standard; especially considering that I did not have any weekend trip abroad this weekend.

Here is what happened…

***

On Saturday morning, I went to Den Haag with my main agenda of getting a haircut. You know, my vacation month is coming soon so I need to get ready for everything; and that includes my hair, haha 😆 . While I was in Den Haag, I decided to shop a little bit as well; as I felt like I needed an outfit which “matched” one of the destinations I was visiting, haha 😆 . Luckily I got one, eventually, in Primark (from which I also ended up buying a new jacket >.< ).

Back from Den Haag, it was time for a gym session, which went quite well; followed with some Pokemon hunting around Delft which acted kinda like the light cardio session, haha 😆 . Then it was time for some rest. In the evening, I went for a second Pokemon hunting around Delft 😛 .

On Sunday morning, I went to Schiphol Airport. But it was the first time in a really long time (since about 3.5 years ago, if I am not mistaken) that I went to Schiphol actually not to fly. I was picking up my parents who were traveling to Europe 😀 . From Schiphol, we went back to Delft and spent there rest of our day here. I did not think it was wise to travel somewhere else as they were still tired and jetlagged from the the long flights. And it was fun. Luckily the weather was much better on Sunday; while it was drizzling in the morning, it was quite sunny but quite cool in the afternoon; just like a typical nice summer day here. I am glad the heatwave was gone already, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini berlalu dengan amat cepat, bahkan untuk standar akhir pekan; terutama mempertimbangkan aku tidak pergi ke luar negeri gitu akhir pekan ini.

Ini dia ceritanya…

***

Di hari Sabtu pagi, aku pergi ke Den Haag dengan agenda utama untuk potong rambuh. Tahu kan, bulan liburanku akan segera datang sehingga aku harus mempersiapkan semuanya doong; dan ini tentu saja potongan rambut juga, haha 😆 . Mumpung di Den Haag, aku memutuskan untuk sekalian belanja deh; karena aku merasa aku memerlukan baju yang “pas” dengan salah satu destinasi yang akan kukunjungi, haha 😆 . Untungnya aku dapat sih di Primark (yang mana disana juga aku kok jadi beli satu buah jaket baru juga ya >.< ).

Kembali dari Den Haag, adalah waktunya untukku pergi ke gym, yang berlangsung mulus; yang diikuti dengan acara perburuan Pokemon di sekitar Delft yang bisa dipandang sebagai sesi cardio super ringan, haha 😆 . Setelahnya, aku beristirahat sedikit. Malamnya adalah waktunya untuk perburuan Pokemon lagi di sekitar Delft 😛 .

Di hari Minggu pagi, aku pergi ke Bandara Schiphol. Ini adalah kali pertama dari jangka waktu yang lama (semenjak 3,5 tahun yang lalu, kalau tidak salah) dimana aku pergi ke Schiphol bukan untuk terbang. Aku menjemput orangtuaku yang sedang dalam perjalanan ke Eropa 😀 . Dari Schiphol, kami kembali ke Delft dan menghabiskan sisa hari disini. Aku rasa bukan ide yang baik untuk pergi ke tempat lain karena mereka kan masih lelah dan jetlag setelah penerbangan-penerbangan jarak jauh. Seru sih. Untungnya juga cuacanya baik di hari Minggu; walaupun di pagi harinya gerimis, siangnya cukup cerah dengan suhu udara yang sejuk; yaa, seperti tipikal suatu hari musim panas yang mengasyikkan disini lah. Aku lega gelombang panasnya telah berlalu, haha 😆 .

Miscellaneous · Photo Tales

#1771 – Photo Tales (35)

ENGLISH

I took these photos in Den Haag during the Math Day Out with my department in late June.

Photo #78

A Frisian Flag car
A Frisian Flag car

A bit of back story for this photo can be found here (link in Bahasa Indonesia only).

Just outside the Binnenhof, I spotted this car with very cute livery of the Frisian flag’s heart and color scheme 😛 . Btw, Frisland is one province of the Netherlands with the following flag:

Bendera Frisian. Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/File:Frisian_flag.svg

Everytime I see the flag (or logo, or anything inspired from it), I always think of the milk product I used to consume (for a short period) during my childhood! Hahaha 😆

Photo #79

Tut Wuri Handayani logo?
Tut Wuri Handayani logo?

Not far away from Binnenhof, I spotted this other car. When I looked at the symbol there, it immediately made me think of the “Tut Wuri Handayani” logo (the Indonesian Ministry of Education and Culture’s logo). Okay, after a bit of googling afterwards, which led me to this address, it was not the same logo; even though there were some resemblances, don’t you think? Haha 😆 .

And of course the “Bungkusan” name gave it all. I think the car was owned by an Indonesian restaurant nearby.

BAHASA INDONESIA

Aku mengambil dua foto berikut ini di Den Haag ketika sedang pergi dalam rangka Math Day Out dengan jurusanku di akhir bulan Juni lalu.

Foto #78

A Frisian Flag car
Mobil Frisian Flag

Sedikit latar belakang foto ini bisa dibaca di sini.

Di luar Binnenhof, aku melihat mobil ini yang diwarnai dengan skema dan warnanya bendera Frisian dan hatinya yang imut itu 😛 . Btw, Frisland adalah salah satu provisini di Belanda yang berbendera seperti ini:

Bendera Frisian. Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/File:Frisian_flag.svg

Setiap kali aku melihat bendera ini (atau logo, atau apapun yang terinspirasi darinya), aku kok selalu teringat produk susu yang pernah kukonsumsi (nggak lama sih) ketika kecil dulu ya? Hahaha 😆

Foto #79

Tut Wuri Handayani logo?
Logo Tut Wuri Handayani?

Tak jauh dari Binnenhof, aku melihat mobil lain ini. Ketika aku melihat simbolnya, aku langsung terpikir logo “Tutu Wuri Handayani” (logonya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia). Oke, setelah aku googling, yang mana membawaku ke alamat ini, ternyata logonya nggak sama sih; walaupun menurutku sih masih ada mirip-miripnya lah ya? Haha 😆 .

Dan tentu saja tulisan “Bungkusan” itu membuatnya jelas lah ya. Aku kira pemilik mobil ini adalah sebuah restoran Indonesia yang memang berlokasi tidak jauh dari sana deh.

General Life · Zilko's Life

#1766 – A Weekend Story

ENGLISH

I am aware that this week is a vacation week in Indonesia; but here in the Netherlands it is not. Unless we take some days off (which many people do here at the university, including my professor, but this is mostly due to this week being the first week of the summer period where there is no class), it is a regular working week as usual, haha 😆 .

Anyway, speaking of this weekend, I did not go anywhere. Well, okay, I went to Den Haag on Saturday to get a haircut where I also ended up shopping a little bit due to some summer sale, haha 😆 . And I am glad that in general I was able to get some needed rest this weekend because coming to the weekend, somehow I felt so physically tired. It was not surprising though. My weekend trip the weekend before took the entire weekend so I had no time for some rest that weekend.

My Sunday was pretty much my exercise day where, in total, I exercised for about 4.5 hours the whole day, haha 😆 . Seriously. Yes, I feel healthy now and I am kinda proud of myself for that 🙂 .

It started with a tennis match which I played with a friend. In the match, I played really badly so I lost the match. One of the biggest factors of my loss was my legs were being lazy that day. In tennis, movement is key so you position your body well to hit a good shot. And that is on top of the strategy, technique, etc. You see, I am a competitive person so obviously I was not very happy with the loss. And to release my disappointment, I hit the gym right after the tennis match, haha 😆 .

In the evening, about two hours after dinner, somehow I felt fresh and so I decided to go to Delftse Hout to do some jogging. You know, making use of the still longer day this summer 🙂 . The Delft lake turned out to be smaller than I expected, though. I thought I would do one lap around the lake in about 30 minutes, but it turned out I finished it in less than 15, haha 😆 . And so I circled it twice.

Yeah, it was fun 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Aku tahu kok minggu ini adala minggu liburan di Indonesia; tetapi di Belanda sini engga loh. Kecuali jika kita mengambil cuti (yang mana banyak orang di universitas lakukan sih, termasuk profesorku, tetapi ini lebih disebabkan minggu ini adalah minggu pertama periode musim panas ini jadi kan nggak ada kuliah gitu), minggu ini ya kami semua mesti masuk kerja seperti biasa deh, haha 😆 .

Anyway, ngomongin akhir pekan ini, aku nggak kemana-mana kok. Eh, aku pergi ke Den Haag ding di hari Sabtu untuk potong rambut yang mana pada akhirnya aku juga malah membeli dua potong baju karena sedang ada summer sale, haha 😆 . Aku juga senang aku bisa beristirahat di akhir pekan ini karena masuk ke akhir pekan ini, entah mengapa badanku merasa lelah banget. Nggak mengherankan sih sebenarnya. Perjalanan akhir pekanku akhir pekan sebelumny memakan waktu keseluruhan akhir pekan itu sehingga aku tidak berkesempatan beristirahat waktu itu.

Hari Mingguku adalah hari olahraga dimana, totalnya, aku berolahraga selama sekitar 4,5 jam deh sepanjang hari itu, haha 😆 . Beneran deh. Iya, aku memang merasa sehat deh sekarang dan aku cukup bangga karenanya 🙂 .

Itu semua dimulai dengan sebuah pertandingan tenis dengan seorang temanku. Di pertandingan itu, aku bermain amat buruk sehingga aku kalah. Salah satu faktor terbesar penyebab kekalahanku adalah kakiku yang malas bergerak hari itu. Di tenis, pergerakan adalah kunci penting untuk memosisikan badan kita untuk memukul pukulan yang baik. Dan itu pun di samping strategi, teknik, dll loh. Nah, pada dasarnya aku adalah seorang yang kompetitif sehingga aku sebal dong ya dengan kekalahan semacam itu. Jadilah untuk menyalurkan kekecewaanku, aku pergi ke gym tepat setelah pertandingan tenis itu, haha 😆 .

Malam harinya, sekitar dua jam setelah makan malam, entah mengapa aku merasa berenergi sehingga aku memutuskan untuk pergi ke Delftse Hout untuk jogging. Yaa, sekalian memanfaatkan siang hari yang masih panjang nih musim panas ini 🙂 . Danau Delft ternyata lebih kecil daripada sangkaanku, lho. Kukira satu putaran mengelilingi danau akan membutuhkan waktu 30an menit. Eh ternyata aku menyelesaikannya dalam waktu kurang ari 15 menit saja, haha 😆 . Ya udah jadinya aku mengelilinginya dua kali deh.

Iya, seru memang 🙂 .

PhD Life · Zilko's Life

#1765 – A Math Day Out

ENGLISH

This Wednesday, my department organized the annual Summer Day Out and invited all employees to join in (for free). So between the option of going on a free Day Out and working normally in Delft, obviously I chose the former, lol 😆 .

Btw, even though I mentioned above that the Day Out is “annual”, actually last year no Day Out was organized for some reasons (even though I guess the main reason had something to do with, well, budget, haha 😆 ). So the last Day Out was actually two years ago when we went to the Muiderslot Castle and Hazerswoude. I did not join the Day Out three years ago because I was watching Wimbledon in London, btw 😛 .

Anyway, upon receiving the invitation about a month ago, to be honest I wasn’t really excited with this year’s Day Out because the destinations were, well, just Den Haag and Scheveningen. 😅😅😅😅😅I mean, Den Haag and Scheveningen are “just there”; you know, like Den Haag is only 15 minutes train ride from Delft, lol 😆 . But well, I thought it was still better than nothing. Plus, it would be my last Day Out as a PhD candidate anyway so I signed myself in 😛 .

***

Fast forward to the D-Day. We departed from Delft with a bus at 09:30. Upon arriving in Den Haag, we stopped at a cafe to have a breakfast (which consisted of an apple pie and coffee/tea). After that, we joined the Constitution Tour around Den Haag. The tour was very nice especially we got an access to the Ridderzaal (Hall of Knight).

Ridderzaal
Ridderzaal

As an Indonesian, this hall is very important (and, thus, cool to be in) because the Dutch – Indonesian Round Table Conference in 1949 took place here. Indonesians should remember this from the History class in Elementary School. In this room, the Kingdom of the Netherlands acknowledged the independence and sovereignity of the United States of Indonesia at the end of 1949.

After the tour, we had lunch at a restaurant by Het Plein. Well it was just a standard Dutch lunch (read: sandwiches and kroket) accompanied with soup as a starter and some fruit. After the lunch, we took the bus to go to Scheveningen.

In Scheveningen, two activities were prepared for us which we were asked to choose one when signing in: beach volleyball or power kiting. I did not know what the hell power kiting was at the time, I signed myself in for it, hahaha 😆 . It turned out it was basically like playing a kite but the kite was extremely strong (especially today it was very windy in Scheveningen), hence the name, that you actually had to use power to control it, haha 😆 . A few of my colleagues actually got dragged by the kite, seriously! Lol 😆 . Of course I tried it as well for a few minutes 😛 .

Power kiting in Scheveningen
Power kiting in Scheveningen

Then it was dinner time which we had a barbeque buffet. It was a really nice dinner, where surprisingly they also provided some tempe dish, haha 😆 . After dinner, at around 8 PM we went back to Delft.

***

Yeah, it was such a fun Wednesday at work!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Rabu ini, departemenku mengadakan acara Day Out Musim Panas tahunan dimana semua karyawan diundang untuk ikutan (jelas tanpa biaya lah ya). Jadilah di antara pilihan pergi ikutan Day Out gratisan atau bekerja seperti biasa di Delft, aku memilih yang pertama lah ya, hahaha 😆 .

Btw, walaupun di atas kusebutkan acara ini adalah acara “tahunan”, sebenarnya tahun lalu acara serupa tidak diadakan sih entah karena apa (aku duga alasan utamanya adalah ketiadaan anggaran, haha 😆 ). Jadilah acara Day Out yang terakhir sebenarnya adalah dua tahun yang lalu dimana kami pergi ke Kastil Muiderslot dan Hazerswoude. Aku tidak mengikuti Day Out tiga tahun yang lalu karena waktu itu kebetulan aku sedang menonton Wimbledon di London 😛 .

Anyway, ketika menerima undangannya kira-kira sebulan yang lalu, sejujurnya aku nggak seberapa excited dengan Day Out tahun ini karena tempat tujuannya adalah, yah, cuma Den Haag dan Scheveningen. 😅😅😅😅😅 Maksudku, Den Haag dan Scheveningen kan cuma “disitu doang”; tahu lah, Den Haag itu cuma 15 menit aja naik kereta dari Delft, hahaha 😆 . Ah, tapi tetap mendingan lah ya ada acara ini daripada tidak ada acara apa-apa sama sekali. Plus, toh ini adalah Day Out terakhirku sebagai mahasiswa PhD/S3 sehingga aku tetap mendaftarkan diri 😛 .

***

Fast forward ke hari-H. Kami berangkat dari Delft dengan bus sekitar jam 9:30 pagi. Begitu tiba di Den Haag, kami diturunkan di depan sebuah kafe untuk sarapan (yang terdiri atas apple pie dan kopi/teh). Setelahnya, kami mengikuti Tur Konstitusi di Den Haag. Turnya cukup menarik dimana kami mendapatkan akses untuk masuk ke dalam Ridderzaal (Hall of Knight).

Ridderzaal
Ridderzaal

Sebagai orang Indonesia, ruangan Ridderzaal ini penting banget (yang mana artinya keren banget untuk bisa masuk di dalamnya) karena di ruangan ini lah Konferensi Meja Bundar antara Indonesia dan Belanda di tahun 1949 berlangsung. Pastinya pada ingat pelajaran IPS (Sejarah) di SD dulu kan? Di ruangan ini lah Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat di akhir tahun 1949.

Setelah turnya, kami makan siang di sebuah restoran di Het Plein. Makan siangnya adalah makan siang standar ala Belanda (baca: sandwich dan kroket) yang ditemani dengan sup sebagai makanan pembuka dan buah-buahan. Setelah makan siang, kami menaiki bus untuk menuju ke Scheveningen.

Di Scheveningen, dua aktivitas telah dipersiapkan untuk kami dimana ketika mendaftarkan diri, kami diminta untuk memilih mau yang mana: voli pantai atau power kiting. Ketika itu aku nggak tahu power kiting itu apaan, jadilah aku mendaftarkan diri untuknya, hahaha 😆 . Ternyata pada dasarnya ini adalah bermain layang-layang tetapi disain layang-layangnya unik sehingga kuat banget (terutama hari ini angin di Scheveningen sedang kencang banget). Ya memang nama aktivitasnya juga begitu sih ya, dimana kita harus benar-benar menggunakan tenaga lho untuk mengendalikan layang-layangnya, haha 😆 . Beberapa kolegaku sampai ada yang terseret layang-layangnya, beneran! Hahaha 😆 . Tentu saja aku mencobanya selama beberapa menit 😛 .

Power kiting in Scheveningen
Power kiting di Scheveningen

Kemudian adalah saatnya makan malam dimana menunya adalah buffet barbeque. Makan malamnya enak dimana, secara mengejutkan, ternyata ada menu tempe juga, haha 😆 . Setelah makan malam, kami kembali ke Delft sekitar jam 8 malam.

***

Ya, Rabu kemarin adalah satu hari Rabu yang seru di kantor!! 🙂

General Life · Zilko's Life

#1733 – A Saturday and TAR

ENGLISH

A Saturday

I went to Den Haag yesterday where I had three different agendas in the city (with different level of importance 😛 ).

While in Den Haag, some girl gave me this flower, haha...
While in Den Haag, some girl gave me this flower, haha…

First of all, to get a haircut. And this was the reason why I chose this particular weekend to do it. Why? Well, because this was the optimal time to have a haircut to me (as a function of my upcoming plans), hahaha 😆 . Secondly, to do some shopping, haha 😆 . I got a new jacket and three new t-shirts (for this coming summer) so it was, indeed, quite successful, I think 😛 . And thirdly, to stop by at the orientalmarkt there. Speaking of importance, the last one was indeed the least important one. I squeezed it there because I was already in the city anyway so why not? Haha 😆

Yeah, it was fun 🙂 .

The Amazing Race 28

Fly to Bali, Indonesia
Fly to Bali, Indonesia

Anyway, in March I shared a rumour the current season of The Amazing Race, season 28, visited Indonesia. The rumour turned out to be correct and the Indonesian legs (yes, plural!) were aired last week and this week.

Indeed they visited Bali! The first leg was in the Bali island itself and the second one was in Nusa Lembongan. As usual, what I love about the original series of The Amazing Race (the American version I mean) is often the tasks are about how the locals make their living, so not only about having fun/the beautiful things/etc kind of tasks. For instance, in Bali the contestants had to actually harvest some salt, sell bakso (meatballs), and harvest some seaweed in Nusa Lembongan.

Cole had to sell some bakso for Rp 10,000
Cole had to sell some bakso for Rp 10,000

It was cool that The Amazing Race was back in Indonesia, again! And it felt so nice to fully catch everything that was captured in camera. I mean, a lot of the locals spoke Indonesian here and there during the tasks and it felt good to understand what they said, lol 😆 . I mean, even the judge in the salt harvesting task blurted some words in Indonesian. For instance when Kurt had not put enough salt in the plastic bag and so she couldn’t give him the clue, she said “No, kurang!” (“kurang” in this case means “not enough”). Hahahaha 😆

Kurt and Brodie had to harvest some seaweed in Nusa Lembongan
Kurt and Brodie had to harvest some seaweed in Nusa Lembongan

BAHASA INDONESIA

Sebuah Sabtu

Aku pergi ke Den Haag di hari Sabtu kemarin dengan tiga buah agenda di kota itu (dengan level kepentingan yang berbeda-beda 😛 ).

While in Den Haag, some girl gave me this flower, haha...
Sewaktu di Den Haag kemarin, ada yang ngasih bunga ini gitu deh, haha…

Pertama-tama, adalah untuk potong rambut. Dan ini adalah alasan mengapa aku ke Den Haag di akhir pekan yang ini. Memang mengapa? Yaa, karena untukku akhir pekan ini adalah waktu yang optimal untuk potong rambut (sebagai fungsi dari rencanaku yang akan datang), hahaha 😆 . Kedua, adalah untuk belanja pakaian baru gitu deh, haha 😆 . Aku mendapatkan satu jaket dan tiga kaus baru (untuk musim panas ini). Jadi lumayan sukses lah ya, hahaha 😛 . Dan yang ketiga, untuk mampir di orientalmarkt disana. Ngomongin tentang tingkat kepentingannya, yang terakhir ini memang lah yang paling tidak penting. Aku mampir ke sana karena toh aku sedang berada di Den Haag jadi sekalian aja deh, haha 😆 .

Iya, seru 🙂 .

The Amazing Race 28

Fly to Bali, Indonesia
Fly to Bali, Indonesia

Anyway, Maret lalu aku sebutkan bahwa ada kabar burung bahwa musim kali ini dari The Amazing Race, musim 28, mengunjungi Indonesia. Rumornya ternyata benar loh dan babak-babak Indonesianya (iya, plural) ditayangkan di episode minggu lalu dan minggu ini.

Dan tempat tujuannya di Indonesia beneran Bali! Babak yang pertama berlangsung di pulau Balinya dan yang kedua di Nusa Lembongan. Seperti biasa, yang aku suka dari seri original The Amazing Race (yang versi Amerika maksudnya) adalah sering tugas-tugasnya adalah tentang pencaharian penduduk setempat, jadi nggak selalu tentang hal seru-seruan/yang indah-indah/dll gitu. Misalnya, di Bali para pesertanya diberikan tugas untuk membuat garam dari air laut, berjualan bakso, dan memanen rumput laut di Nusa Lembongan.

Cole had to sell some bakso for Rp 10,000
Cole harus menjual beberapa mangkok bakso seharga Rp 10.000

Seru ya The Amazing Race balik ke Indonesia, lagi! Dan asyik aja rasanya bisa mengerti semuanya yang tertangkap kamera. Maksudku begini, banyak orang-orang setempatnya yang berbicara dengan bahasa Indonesia disana-sini dan ini tertangkap kamera dan asyik aja gitu bisa mengerti apa yang dibicarakan, hahaha 😆 . Maksudku, bahkan ibu-ibu yang merupakan judge di tugas pembuatan garam itu kadang keceplosan bahasa Indonesia loh. Misalnya, ketika Kurt tidak memasukkan cukup garam ke dalam kantong plastiknya, ia berkata “No, kurang!“. Hahahahaha 😆

Kurt and Brodie had to harvest some seaweed in Nusa Lembongan
Kurt dan Brodie harus memanen rumput laut di Nusa Lembongan
General Life · Zilko's Life

#1665 – Oliebollen and A Saturday

ENGLISH

Oliebollen

One Dutch Christmas tradition which I always really really love is the oliebollen, haha 😆 . This is one of the many things which, every year, I always look forward to from Christmas 🙂 .

My relationship with oliebollen has come a long way since before I moved to the Netherlands. But of course this is very unsurprising since oliebollen is also quite well-known in Indonesia, haha 😆 . When I was younger, my oma liked to, once in awhile, cook oliebollen for me and my brother, along with the white powdery sugar of course! And we loved it so much! 😀 So that is why 😛 .

Anyway, a question though: “What is better than delicious oliebollen?“. Well, I got an answer for that last week, it was “FREE delicious oliebollen“, lol 😆 😈 . So a student association in my faculty organized a free oliebollen party at my building’s bar on Friday last week. Okay the beer wasn’t free but the beer in my building’s bar was already really cheap anyway. Of course my colleagues and I decided to join (who wouldn’t?). Too bad though each of us could only get one due to the limited supply (and obviously people kept coming 😛 ).

Okay, it was not all “too bad” actually now that I think about it. You know, oliebollen is actually not very healthy at all and, you know, I have been trying to live healthier in the past a few months. So limiting my consumption of oliebollen certainly isn’t a bad idea afterall. Even though on Saturday I could not resist the temptation and got myself another two pieces of those evil delicious Christmas bastards…

Saturday…

Speaking of Saturday, I went to Den Haag. I had three main agendas there (1) to get a haircut (my North America trip is coming soon so a haircut is a must 😛 ); (2) to buy some stuffs from the orientalmarkt; and (3) to do some shopping! Haha 😆

So about two weeks ago when I was coming back from my weekend trip to Northern Ireland, at Schiphol I saw this guy wearing fancy black men’s boots. And I actually thought they looked really cool especially for winter and I wanted a pair for myself, haha 😆 . I mean, most of the time I like to wear sneakers as I find them very comfortable. However, I do think there are occassions where sneakers are not really appropriate so I need to have other types of shoes as well (I do have formal shoes though). So I set my mind: I wanted a pair of boots with zipper (because the zipper makes them look sexier in my opinion AND it makes the boots very practical to put on).

Long story short (which involved me getting myself a new cardigan and t-shirt as well 😛 ), I got myself a pair of new black Hush Puppies leather boots 😛 .  As they were made from leather, the SA gave me an instruction on how to maintain them though. Ah, such high-maintenance being you are, my new boots! 😛

BAHASA INDONESIA

Oliebollen

Salah satu tradisi Natal Belanda yang amat aku sukai adalah oliebollen, haha 😆 . Ini adalah satu dari banyak hal yang, setiap tahunnya, aku tunggu-tunggu dari Natal 🙂 .

Sejarah hubunganku dengan oliebollen itu sudah ada lama semenjak sebelum aku pindah ke Belanda. Nggak mengherankan juga sih secara oliebollen kan lumayan terkenal juga ya di Indonesia, haha 😆 . Dulu ketika masih kecil, omaku suka, sesekali, membuatkan oliebollen untukku dan adikku, lengkap dengan gula bubuk putihnya itu juga tentunya! Dan kami suka banget! 😀 Jadi begitu deh sejarahnya 😛 .

Anyway, sebuah pertanyaan nih: “Apa hayo yang lebih enak daripada oliebollen yang enak?“. Yah, minggu lalu aku mendapatkan jawabannya, yaitu “oliebollen yang enak dan GRATIS“, muahahaha 😆 😈 . Jadi ceritanya sebuah himpunan mahasiswa di fakultasku mengadakan pesta oliebollen gratis gitu deh di bar di gedung kantorku di hari Jumat minggu lalu. Birnya nggak gratis sih tetapi bir di bar di gedung kantorku mah murah banget. Jelas dong aku dan kolegaku ikutan. Sayangnya masing-masing dari kami hanya dijatah satu buah oliebollen aja karena keterbatasan persediaan (Dan jelas yang datang banyak banget :P. Ya iya lah, snack enak dan gratis, siapa yang nggak mau coba ya? 😛 ).

Oke, nggak “sayangnya” juga sih sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi. Tahu kan, oliebollen itu sebenarnya sangat amat tidak sehat dan toh beberapa bulan belakangan ini aku mencoba untuk hidup lebih sehat. Jadi membatasi jumlah konsumsi oliebollen bukanlah ide yang buruk juga. Walaupun di hari Sabtunya aku tidak mampu menahan godaan dan malah membeli dua buah snack Natal enak nan durjana itu sih…

Sabtu…

Ngomongin hari Sabtu, aku pergi ke Den Haag. Aku memiliki tiga agenda untuk aku lakukan disana: (1) untuk potong rambut (kan perjalanan ke Amerika Utaraku hampir tiba jadi potong rambut itu wajib aku lakukan dong ya 😛 ); (2) untuk membeli beberapa barang di orientalmarkt; dan (3) untuk shopping! Haha 😆

Jadi sekitar dua minggu yang lalu ketika pulang dari perjalanan akhir pekanku ke Irlandia Utara, di Bandara Schiphol aku melihat seorang laki-laki yang memakai sepatu boots pria hitam yang nampak elegan. Dan aku berpikir bahwa kok sepatunya nampak super keren banget ya terutama untuk musim dingin dan tiba-tiba aku jadi pengen juga deh, haha 😆 . Maksudku, seringnya aku memakai sepatu kets karena menurutku sepatu kets amat nyaman untuk dipakai. Namun, aku rasa ada beberapa acara dimana sepatu kets jelas tidak cocok dong ya sehingga aku harus punya beberapa tipe sepatu lainnya juga (eh, kalau sepatu formal aku punya sih). Jadilah di dalam otak aku tanamkan pikiran: aku ingin sepasang sepatu boots yang ada rit-nya (karena rit-nya membuat sepatunya nampak lebih seksi menurutku DAN membuat sepatunya lebih praktis untuk dipakai kan).

Singkat cerita (yang panjangnya melibatkan aku membeli sebuah cardigan dan kaus baru untukku juga 😛 ), aku mendapatkan sepasang sepatu boots kulit hitam merk Hush Puppies 😛 . Karena dibuat dari kulit, SA-nya memberiku instruksi bagaimana cara merawat sepatunya dong. Ah, dasar kamu sepatu boots baru yang high-maintenance banget ya! 😛