Big Days · Zilko's Life

#1912 – Bye, Bye, Delft!!

ENGLISH

Yesterday morning, I had the final inspection of my apartment in Delft where at the end of it I returned my Delft apartment keys. Yep, 2441 days after arriving in Delft about six and a half years ago, I moved on with my life and had completely closed the Delft chapter of my life.

Btw, while the definition of my first day in Delft is clear, the definition of my last is not. Depending on what we consider as my “last” day, there are a few possibilities, haha.

Officially, I have started living in Amsterdam one day after I got the keys of my apartment when I registered myself in Amsterdam’s gemeente (city hall). However, I did not start to actually live in my apartment until just before my Easter long weekend trip to Zurich because I was waiting for the internet connection to be installed, lol 😆 . Even after that, I still had some of my stuffs in Delft, which all of them I finally moved this weekend. Still, it was just yesterday where I finally had the final inspection and returned the keys. Nonetheless, I paid the full rent for April so technically I could still have had my apartment until this coming April 30th, haha 😆 .

The end of the Delft chapter of my life

I personally like the “keys” definition the best. So if you ask me, yesterday was my last day in Delft. Though, under this definition I have also lived in Amsterdam since the beginning of the month. So, for about three weeks this month, I lived in two different places! Haha 😆

Anyway, as usual, it was quite a little bit emotional to return the keys. And this one was a big one, as it symbolized the final page of the Delft chapter of my life. Possibly a bit similar to my feeling when I was closing the Bandung chapter of my life almost seven years ago.

But well, life goes on.

I feel happy, grateful, and satisfied with the 80 months of my life in Delft, especially that it was where I got my Master and Doctorate degrees. Now that I have both, it is time to move on.

So, as the title of this post says:

Bye, Bye, Delft and thank you for the great 80 months!

Bye, bye, Delft.

BAHASA INDONESIA

Kemarin pagi, inspeksi akhir apartemenku di Delft berlangsung yang mana diakhiri denganku mengembalikan kunci-kunci apartemen Delft-ku. Ya, 2441 hari setelah tiba di Delft sekitar enam setengah tahun yang lalu, aku move on dengan kehidupanku dan telah menutup penuh bab Delft dari hidupku.

Btw, jika definisi hari pertamaku di Delft itu jelas, definisi hari terakhirku kurang begitu jelas. Tergantung dari apa yang kita pandang sebagai hari “terakhir”, ada beberapa kemungkinan, haha.

Secara resmi, aku sudah mulai tinggal di Amsterdam sehari setelah aku mendapatkan kunci apartemenku ketika aku meregistrasikan diriku di gemeente (balai kota)-nya Amsterdam. Namun, aku masih belum tinggal di apartemenku ini sampai tepat sebelum perjalanan long weekend Paskahku ke Zurich karena aku menunggu terpasangnya koneksi internet terlebih dahulu, haha 😆 . Itu pun, barang-barangku sebagian masih berada di Delft, yang mana semuanya akhirnya kupindahkan akhir pekan kemarin. Dan baru kemarin pagi inspeksi akhir berlangsung dan kunci-kuncinya aku kembalikan. Walaupun begitu, aku membayar sewa penuh di bulan April jadi secara teknis bisa-bisa aja sih kalau aku mau tinggal di apartemenku hingga 30 April ini, haha 😆 .

Akhir dari bab Delft dari hidupku

Untukku sendiri, aku paling suka dengan definisi “kunci”. Jadi jika aku ditanya, kemarin lah hari terakhirku di Delft. Walaupun, dengan definisi ini, artinya aku juga sudah tinggal di Amsterdam semenjak awal bulan ini dong ya. Jadi selama sekitar tiga minggu bulan ini, aku tinggal di dua tempat secara bersamaan! Haha 😆

Anyway, seperti biasa, pengembalian kunci terasa emosional bagiku. Dan kali ini “besar” pula, karena pengembalian ini menyimbolkan halaman terakhir dari bab Delft dari hidupku. Mungkin mirip-mirip lah sama perasaanku ketika aku menutup bab Bandung dari hidupku hampir tujuh tahun yang lalu.

Tapi ya gitu kan, kehidupan terus berlanjut.

Aku merasa senang, penuh syukur, dan puas dengan 80 bulan hidupku di Delft, terutama di sana lah aku mendapatkan gelar Master (S2) dan Doktoral (S3)-ku. Sekarang dengan dua gelar ini menjadi milikku, sudah waktunya untukku move on.

Jadi, seperti judul posting ini:

Bye, Bye, Delft dan terima kasih atas 80 bulan yang seru!

Bye, bye, Delft.
Advertisements
Zilko's Life

#1900 – Amsterdam, Here I Come!!

ENGLISH

Since starting working in Amsterdam last October, I have been commuting every working day between Delft and Amsterdam. My observation at the time turned out to be robust enough, where I needed to spend about three hours everyday just to commute; unless when there was a train disruption, in which case it would be longer.

While I started to get used to it, I realized this was still not sustainable in the long run. There was basically less and less rationale for me to still live in Delft as time went on. The cheaper rent in Delft became irrelevant anyway (it has been so since I started working actually), as I got more than good enough salary to afford Amsterdam’s (expensive *cough*) accommodation, haha. And now that I have officially finished my PhD in TU Delft, I can say there is no more reason for me to still live in Delft.

The moment I became a Doctor, also the moment where living in Delft became significantly less reasonable.

Yep, it is now all obvious to me. I have decided that I am moving to Amsterdam.

I write this post because I have made concrete steps in realizing this decision. In fact, it is already confirmed that I am moving to the capital this month, haha 😆 . Further details into this shall become one special upcoming post. So stay tuned for that! 🙂

But yeah, after moving to Delft almost seven years ago, it is about time for me to close the Delft chapter of my life really soon. Yep, this might sound super dramatic considering Amsterdam is only about 55 km from Delft, haha. But still… .

Having lived in Delft this long. In this town I got my Master and Doctorate (PhD) degrees. In this town my life in Europe started. Yup, Delft will always be a big and important part of my life 🙂 .

Marktplein in Delft as viewed from the top of the Nieuwe Kerk
Delft

BAHASA INDONESIA

Semenjak mulai bekerja di Amsterdam bulan Oktober lalu, aku telah nglaju di setiap hari kerja antara Delft dan Amsterdam. Pengamatanku waktu itu cukup akurat, dimana setiap hari aku perlu menghabiskan sekitar tiga jam di jalan; kecuali jika ada gangguan kereta api yang mana dalam kasus ini waktunya tentu lebih lama lagi.

Walaupun aku mulai terbiasa dengan rutinitas ini, aku menyadari bahwa ini tetap sama sekali tidak berkelanjutan (sustainable) untuk jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, semakin sedikit keuntungan bagiku untuk tetap tinggal di Delft. Biaya sewa akomodasi yang lebih murah di Delft juga (sebenarnya semenjak awal mulai kerja) tidak relevan, karena toh aku mendapatkan gaji yang jauh lebih dari cukup untuk mampu tinggal di sebuah akomodasi di Amsterdam (yang mahal itu *uhuk*), haha. Dan juga sekarang aku telah menyelesaikan PhD (S3)-ku di TU Delft, artinya semakin tidak ada lagi alasan untukku tetap tinggal di Delft.

Momen aku menjadi seorang Doktor, juga momen dimana tinggal di Delft menjadi jauh lebih tidak masuk akal lagi.

Yep, kini semuanya sudah jelas untukku. Aku telah memutuskan untuk pindah ke Amsterdam.

Posting ini aku tulis karena aku telah membuat langkah-langkah nyata untuk merealisasikan keputusan ini (jadi bukan omdo, haha 😛 ). Malahan, sudah terkonfirmasi kok bahwa aku akan pindah ke ibukota bulan ini, haha 😆 . Cerita lebih mendetail mengenai ini adalah bahan satu posting yang akan datang. Jadi ditunggu aja ceritanya! 🙂

Tetapi, ya, jadilah semenjak aku pindah ke Delft nyaris tujuh tahun yang lalu, kini sudah waktunya untukku menutup bab Delft dalam hidupku. Iyaa, memang terdengar dramatis dan berlebihan banget ya. Apalagi Amsterdam kan cuma sekitar 55 km aja dari Delft, haha. Tetapi tetap aja… .

Aku sudah tinggal di Delft sedemikian lama. Di kota ini lah aku mendapatkan gelar Master (S2) dan Doktoral (S3)-ku. Di kota ini lah kehidupanku di Eropa dimulai. Ya, Delft akan tetap menjadi satu bagian besar dan penting dalam hidupku 🙂 .

General Life · Life in Holland · Zilko's Life

#1830 – A Wallet Story

ENGLISH

Thursday last week was a long day for me. I had to be especially early at the office for a training; which meant I had to get up even earlier. In the afternoon, I left later because the training went a little bit over time. Then, the approximately three hours of commute to Amsterdam and back. I arrived at home at around 7 PM and cooked my dinner. I knew I would want to watch the twelfth series of The Apprentice UK at 10 PM, but before that I wanted to go to the gym first as I skipped gym the day before. But then, I found out that I was running out of meat so I decided to go to the supermarket first. So it was unsurprising that I felt so tired by the end of the day, haha 😆 .

On Friday morning, before I walked to the train station to go to work, somehow I felt the urge to check if my wallet was in my bag. I guess, subconsciously, I knew something was not exactly right today. And guess what, I could not find my wallet; even after searching my entire room! 😱😱😱😱😱

I tried to not panic and think rationally, tracing it down to what I did the day before. The two places with the highest likelihood where I could have accidentally left my wallet were the gym and the supermarket. Then I went to the gym first, and I could not find it. At the supermarket, one staff told me the guy responsible for the security, etc, was on the afternoon shift today so she recommended me to come back after 12 PM. Well, I would have to work the entire day today so I guess I could only come back in the evening.

At least I was glad I applied the risk diversification strategy before, where I did not put all my important stuffs in one place (for instance, the wallet). So while my wallet was gone, for now, I still had my passport and Dutch residence-permit card with me. I even still had my NS-Business Card so I could still travel for work without any problem.

Somehow I felt rather calm today; as I had this hunch that everything was alright and the wallet was in the supermarket. I checked my credit card accounts online and saw no unauthorized transaction, a good indication of course so this also helped.

Long story short, I went back to Delft after work and I immediately went straight to the supermarket. I explained the situation to a staff who then called the security guy. I described how the wallet looked like and where I thought I left it. He mentioned someone found the wallet the evening before and handed it to him. He went to the security room and came out with my wallet in his hand. After checking my ID, he gave me back my wallet and everything inside it, safe and sound.

Yeah, some faith in humanity restored before being crushed again by what happened earlier this week!!

You see, this is one of the many reasons why I LOVE my life here in the Netherlands.

BAHASA INDONESIA

Hari Kamis minggu lalu adalah hari yang panjang bagiku. Aku harus tiba di kantor lebih pagi karena ada training; yang mana artinya aku harus bangun lebih pagi juga. Sorenya, aku juga baru bisa pulang lebih malam karena training-nya berlangsung sedikit terlalu lama. Ditambah lagi, aku harus menyisihkan tiga jam nglaju untuk pergi ke Amsterdam dan pulangnya. Aku tiba di rumah jam 7 malam dan setelahnya memasak makan malam. Aku ingin menonton The Apprentice UK musim ke-12 jam 10 malam, tetapi sebelumnya aku ingin pergi ke gym dulu karena sehari sebelumnya gym harus aku loncati. Namun kemudian, ternyata aku kehabisan daging sehingga aku memutuskan untuk belanja di supermarket dulu. Jadi, tidak mengherankan jika pada akhirnya aku merasa lelah kan ya, haha 😆 .

Jumat pagi, sebelum aku berangkat ke stasiun kereta untuk berangkat kerja, entah mengapa aku merasa perlu untuk mengecek dompet di dalam tasku. Mungkin di alam bawah sadar aku menyadari ada yang nggak beres hari ini. Dan apa yang terjadi? Aku tidak bisa menemukan dompetku loh; bahkan setelah aku mencarinya di seluruh kamar! 😱😱😱😱😱

Aku berusaha untuk tidak panik dan berpikir jernih, menjejak ulang apa yang kulakukan sehari sebelumnya. Aku berkesimpulan ada dua tempat yang paling mungkin dimana aku bisa tidak sengaja meninggalkan dompetku: di gym atau di supermarket. Jadilah aku pergi ke gym dulu, dimana disana aku tidak bisa menemukannya. Lalu aku pergi ke supermarket. Hanya saja, salah satu stafnya bilang bahwa petugas sekuriti masuk di shift siang hari ini sehingga ia memintaku untuk kembali setelah jam 12 siang. Waduh, kan aku harus kerja ya hari ini jadilah aku baru bisa kembali kesana malamnya.

Setidaknya aku lega aku menerapkan strategi diversifikasi risiko sebelumnya, dimana aku tidak menyimpan segala benda-benda penting di satu tempat (misalnya, di dalam dompet). Jadi walaupun untuk saat ini dompetku hilang, setidaknya paspor dan kartu residence-permit Belandaku masih aku pegang. Bahkan kartu NS-Business Card juga masih kubawa sehingga aku masih bisa bepergian ke Amsterdam tanpa masalah.

Tapi entah mengapa aku merasa tenang kok hari ini; karena intuisiku berkata bahwa semuanya baik-baik saja dan dompetku ada di supermarketnya itu. Akun-akun kartu kreditku juga kucek melalui internet dan aku tidak melihat adanya aktivitas-aktivitas yang mencurigakan disana, sebuah indikasi baik yang tentu membantuku merasa tenang.

Singkat cerita, setelah kembali di Delft sepulang kerja, langsung aku pergi ke supermarketnya. Aku jelaskan situasinya ke seorang staf yang kemudian memanggil petugas sekuritinya. Dompetku aku deskripsikan kepadanya dan aku sebutkan dimana aku kira dompetnya aku tinggalkan. Ia sebutkan bahwa memang ada yang menemukan sebuah dompet dan kemudian dompetnya diserahkan kepadanya. Ia masuk ke dalam ruang sekuriti dan keluar dengan membawa dompetku di tangannya. Setelah mengecek identitasiku, dompetku beserta segala isinya dikembalikan.

Iyaa, some faith in humanity restored sebelum akhirnya dihancurkan kembali oleh apa yang terjadi awal minggu ini!!

Nah kan, ini adalah satu dari banyak alasan mengapa aku SUKA BANGET dengan kehidupanku di Belanda.

General Life · Zilko's Life

#1793 – A Weekend Story

ENGLISH

This weekend has gone by really fast, even in weekend standard; especially considering that I did not have any weekend trip abroad this weekend.

Here is what happened…

***

On Saturday morning, I went to Den Haag with my main agenda of getting a haircut. You know, my vacation month is coming soon so I need to get ready for everything; and that includes my hair, haha 😆 . While I was in Den Haag, I decided to shop a little bit as well; as I felt like I needed an outfit which “matched” one of the destinations I was visiting, haha 😆 . Luckily I got one, eventually, in Primark (from which I also ended up buying a new jacket >.< ).

Back from Den Haag, it was time for a gym session, which went quite well; followed with some Pokemon hunting around Delft which acted kinda like the light cardio session, haha 😆 . Then it was time for some rest. In the evening, I went for a second Pokemon hunting around Delft 😛 .

On Sunday morning, I went to Schiphol Airport. But it was the first time in a really long time (since about 3.5 years ago, if I am not mistaken) that I went to Schiphol actually not to fly. I was picking up my parents who were traveling to Europe 😀 . From Schiphol, we went back to Delft and spent there rest of our day here. I did not think it was wise to travel somewhere else as they were still tired and jetlagged from the the long flights. And it was fun. Luckily the weather was much better on Sunday; while it was drizzling in the morning, it was quite sunny but quite cool in the afternoon; just like a typical nice summer day here. I am glad the heatwave was gone already, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini berlalu dengan amat cepat, bahkan untuk standar akhir pekan; terutama mempertimbangkan aku tidak pergi ke luar negeri gitu akhir pekan ini.

Ini dia ceritanya…

***

Di hari Sabtu pagi, aku pergi ke Den Haag dengan agenda utama untuk potong rambuh. Tahu kan, bulan liburanku akan segera datang sehingga aku harus mempersiapkan semuanya doong; dan ini tentu saja potongan rambut juga, haha 😆 . Mumpung di Den Haag, aku memutuskan untuk sekalian belanja deh; karena aku merasa aku memerlukan baju yang “pas” dengan salah satu destinasi yang akan kukunjungi, haha 😆 . Untungnya aku dapat sih di Primark (yang mana disana juga aku kok jadi beli satu buah jaket baru juga ya >.< ).

Kembali dari Den Haag, adalah waktunya untukku pergi ke gym, yang berlangsung mulus; yang diikuti dengan acara perburuan Pokemon di sekitar Delft yang bisa dipandang sebagai sesi cardio super ringan, haha 😆 . Setelahnya, aku beristirahat sedikit. Malamnya adalah waktunya untuk perburuan Pokemon lagi di sekitar Delft 😛 .

Di hari Minggu pagi, aku pergi ke Bandara Schiphol. Ini adalah kali pertama dari jangka waktu yang lama (semenjak 3,5 tahun yang lalu, kalau tidak salah) dimana aku pergi ke Schiphol bukan untuk terbang. Aku menjemput orangtuaku yang sedang dalam perjalanan ke Eropa 😀 . Dari Schiphol, kami kembali ke Delft dan menghabiskan sisa hari disini. Aku rasa bukan ide yang baik untuk pergi ke tempat lain karena mereka kan masih lelah dan jetlag setelah penerbangan-penerbangan jarak jauh. Seru sih. Untungnya juga cuacanya baik di hari Minggu; walaupun di pagi harinya gerimis, siangnya cukup cerah dengan suhu udara yang sejuk; yaa, seperti tipikal suatu hari musim panas yang mengasyikkan disini lah. Aku lega gelombang panasnya telah berlalu, haha 😆 .

Life in Holland · Zilko's Life

#1731 – Koningsdag 2016

ENGLISH

Today, King Willem-Alexander of the Netherlands is celebrating his 49th birthday and, consequently, today is a national holiday in the Netherlands! Yeaaay!! 😀

“Too bad” though today is a Wednesday which means it is literally in the middle of the week so there is no reason to make it a long weekend, lol 😝😝😝. Last year, the Koningsdag (the King’s birthday) fell on Monday so a long weekend from Saturday all the way to Monday was observed in the Netherlands, lol 😆 . Actually this may work in my favor though because now I am very busy at work anyway so long weekend is something which I actually don’t really need. Moreover, this means next year, it will be a long weekend when the Koningsdag falls on a Thursday! Haha 😆 .

#KoningsdagSelfie
#KoningsdagSelfie
Anyway, this year’s Koningsdag is quite unique to me. Technically this is my sixth Koningsdag/Koninginnedag in the Netherlands. However, this is actually the first Koningsdag while I actually live in the centrum! And so I have been expecting today would be super busy and crowded in the city center (not that I was looking forward to it)

However, in a way the weather lately has been a little bit on my side for this matter. While the Spring has been around in the Netherlands for almost a month now, the trend stopped in the past week and it felt like we are moving backwards a little bit towards winter. Yes, the temperature in the Netherlands (and Europe in general) has been dropping! Even I heard it was snowing a little bit in Delft on Monday (too bad I had a meeting in Eindhoven that day so I did not experience it). As a result, while obviously the Koningsdag celebration was still going on, it was not nearly as crowded or busy as it usually is!

While I was glad that it was not as crowded as it could be, on the other hand I missed the festivity though…

BAHASA INDONESIA

Hari ini, Raja Willem-Alexandernya Belanda merayakan hari ulang-tahun ke-49nya. Sebagai akibatnya, hari ini adalah tanggal merah loh di Belanda! Yeaaay!! 😀

“Sayang” sih hari ini hari Rabu yang mana artinya benar-benar di pertengahan minggu sehingga tidak ada alasan untuk membuat liburan ini menjadi long weekend ya, haha 😝😝😝. Tahun lalu, Koningsdag (hari ulang tahunnya Raja) jatuh di hari Senin sehingga waktu itu long weekend deh dari hari Sabtu hingga Senin di Belanda, haha 😆 . Sebenarnya mungkin ini menguntungkanku sih karena toh sekarang aku sibuk banget di kantor jadi sebenarnya aku nggak begitu membutuhkan long weekend deh. Lebih jauh lagi, ini artinya tahun depan Koningsdag akan jatuh di hari Kamis kan! Haha 😆

#KoningsdagSelfie
#KoningsdagSelfie
Anyway, Koningsdag cukup unik untukku. Secara teknis ini adalah Koningsdag/Koninginnedag-ku yang keenam di Belanda. Namun, ini adalah Koningsdag pertama dimana aku tinggal di centrum! Jadi jelas aku sudah bersiap-siap bahwa pusat kota akan ramai banget nih (dan aku nggak begitu menantikannya)

Namun, bisa dibilang cuaca memihakku sedikit di sisi ini. Walau ceritanya Belanda sudah memasuki musim semi satu bulan terakhir ini, trennya berhenti seminggu terakhir dimana rasanya cuaca justru bergerak mundur ke musim dingin. Iya, suhu udara di Belanda (dan Eropa sih) turun dong! Bahkan aku dengar di Delft sedikit bersalju loh hari Senin kemarin (sayangnya waktu itu aku sedang ada meeting di Eindhoven sehingga aku melewatkannya). Sebagai akibatnya, walau jelas perayaan Koningsdag masih berlangsung seperti biasa, perayaannya jadi tidak seramai atau sesibuk biasanya!

 

Walau aku lega bahwa pusat kotanya nggak ramai-ramai amat, tapi di sisi lain kok aku merindukan kemeriahannya ya, hahaha…

Life in Holland · Zilko's Life

#1662 – Lichtjesavond 2015

ENGLISH

The most happening Christmas-related annual event in Delft this year took place yesterday evening, in an evening that was dubbed the Lichtjesavond. Yeah, an event which, every year, made me wish it was Christmas holiday season already (but it was still not 😛 ). Well, who could blame me when an orchestra was playing this kind of music at the Marktplein:

Btw in case you are wondering, no, that was not snow 😆 .

I went to the event in 2010 and 2011, skipped it in 2012 (due to a trip to Antwerp) and 2013 (due to busyness), and went back there last year. This year, I did not miss it as well. And here are some photos from this festive evening in Delft this year 🙂

BAHASA INDONESIA

Acara tahunan bertemakan Natal paling hits di Delft tahun ini berlangsung semalam, di sebuah malam yang dinamai Lichtjesavond. Iya, acara yang setiap tahunnya selalu membuat aku galau pengen cepat-cepat liburan Natal aja (tapi masih belum kan 😛 ). Ya habis gimana dong kalau di Marktplein-nya aja ada orkestra yang memainkan musik semacam ini:

Btw, jika ada yang penasaran, bukan kok, itu bukan salju 😆 .

Aku menghadirinya di tahun 2010 dan 2011, melewatkannya di tahun 2012 (karena sebuah perjalanan ke Antwerp) dan 2013 (karena sibuk di kantor), dan kembali kesana tahun lalu. Tahun ini, aku tidak melewatkannya. Di atas adalah beberapa foto dari acara yang seru ini di Delft tahun ini 🙂

General Life · Zilko's Life

#1656 – Eritrea and Winter

ENGLISH

So what is the relation between “Eritrea” and winter? Is it winter in Eritrea or what? Well, both were two themes of the last weekend of mine, aside from Digimon Adventure Tri of course 😆 .

Going Eritrean

On Saturday, my friends and I decided to go out for a dinner. While discussing where to eat, we all agreed to go for something “unusual”. One restaurant caught my attention while googling for restaurants in Delft, and it was Eritrean. Surely it was something very “unusual” so I proposed this restaurant, and everyone agreed.

So the D-day came and we had dinner there. Each of us ordered our meal where all of us decided to go with the combo option to try several different dishes at once 😛 . My friends went with the vegetarian – meat combo whereas I went with the all meat combo, haha 😛 . The unique and interesting thing about this restaurant was the way they served the meals. So all of our orders were put on one very big silver plate and we had to “share” it while enjoying it. At first I did not know that and thought that the one big plate was a serving for one, which was extremely huge, haha 😆 . It was accompanied with pancake-like bread (the plate was also covered by it) and we were supposed to eat the dishes with our hands. But then you know I can’t eat with my hands so certainly this was a big problem for me. But thankfully they also provided some cutleries so I could still handle it, haha 😛 .

Anyway, it was delicious! The spice was quite unique, and some of the dishes were, indeed, quite spicy even though not too spicy. Alongside the meal, I also ordered an African beer (the same one as I ordered before) and a “Coupe Djebena”, an ice-cream based dessert with African liquor and cuts of fresh fruits. They were both tasty! 🙂

Winter

Anyway, it seems to me that it is time to accept that Autumn is almost over and probably Winter has set his foot in. While I kept hearing that it had been snowing in some neighbouring European countries, it was still “normal” weather in the Netherlands. Well, at least in Delft. By “normal”, of course I mean: no snow and lots of rain and strong wind 😆 . But indeed the temperature has gone lower in the past week and even on Sunday, it started to hail.

Okay, so maybe it is already time to open my winter closet…

BAHASA INDONESIA

Apa hubungannya “Eritrea” dan musim dingin? Apakah sekarang ini lagi musim dingin di negara yang ibukotanya adalah Asmara itu? Hmm, nggak tahu sih, haha. Yang jelas, kedua topik ini adalah temaku akhir pekan yang lalu, di samping Digimon Adventure Tri tentunya, haha 😆 .

Going Eritrean

Di hari Sabtu, aku dan beberapa teman memutuskan untuk keluar makan. Ketika mendiskusikan mau makan dimana, kami semua setuju bahwa kami ingin mencoba sesuatu yang “nggak biasa”. Satu restoran menarik perhatianku ketika sedang meng-google restoran di Delft, dan ini adalah sebuah restoran Eritrea. Jelas ini adalah sesuatu yang “nggak biasa” dong ya sehingga aku mengusulkan bagaimana jika kami mencoba restoran ini saja, dan semuanya setuju.

Jadilah hari-H datang dan kami semua makan malam disana. Masing-masing dari kami memesan menu makanan kami dimana kami semua memilih menu kombo supaya bisa mencicipi beberapa jenis makanan bersamaan 😛 . Teman-temanku pada memilih kombo vegetarian dan daging sementara aku mah memilih yang semuanya daging dong ya, haha 😛 . Yang unik dan menarik dari restoran ini adalah cara mereka menyajikan makanannya. Semua pesanan kami disajikan dalam sebuah piring silver besar dan kami harus “berbagi” ketika menikmati makanannya. Awalnya aku kira satu piring itu buat satu orang lho, yang mana kok ukurannya raksasa banget gitu ya, haha 😆 . Makanannya disajikan dengan roti yang bentuknya menyerupai pancake (piringnya jika dialasi oleh pancake-nya) dan cara makannya adalah dengan menggunakan tangan langsung. Nah, tahu kan aku tidak bisa makan dengan tanganku sehingga ini adalah masalah besar bagiku. Tetapi untungnya mereka juga menyediakan peralatan makan biasa sih sehingga aku bisa tetap makan seperti biasa, haha 😛 .

Anyway, makanannya enak! Bumbu-bumbunya rasanya unik, dan beberapa jenis makanannya memang aak pedas tetapi nggak pedas-pedas amat sih. Di samping menu utamanya, aku juga memesan sebuah bir Afrika (sama seperti yang aku pesan dulu) dan “Coupe Djebena”, sebuah menu penutup berdasarkan es krim plus liquor ala Afrika dan potongan buah segar. Enak deh rasanya! 🙂

Musim Dingin

Anyway, sepertinya ini adalah saatnya bagiku untuk menerima kenyataan bahwa Musim Gugur akan berakhir dan mungkin sebenarnya Musim Dingin sudah mulai menginjakkan kakinya disini. Aku sudah sering mendengar cerita bahwa di beberapa negara tetangga di Eropa sudah mulai bersalju tetapi cuacanya masih “biasa-biasa” aja tuh di Belanda. Yah, yang aku maksud dengan “biasa-biasa” aja tentu adalah: tidak ada salju dan banyak hujan plus angin kencang, haha 😆 . Eh, tetapi memang semingguan terakhir ini temperaturnya sudah turun cukup drastis sih dan bahkan hari Minggu kemarin sudah mulai turun hujan es loh.

Oke, sepertinya memang sudah saatnya aku membuka lemari pakaian musim dinginku nih…