#1939 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part I: Lyon)

ENGLISH

Posts in the Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Lyon

Obviously, I chose not to fly direct to Lyon, haha. In fact, on both ways I had a transit at Paris-CDG. In general, all the flights were standard short-haul flights with Air France so I would not get to too much details here. There was only one “incident” on my way to Lyon that worth sharing, haha 😛 .

I had quite a tight connection at Paris-CDG, at only 50 minutes. So obviously I was not happy to find out that the departure of my flight AF1741 was delayed by 20 minutes! But it did not end there. Once all passengers boarded, the captain announced that Schiphol was very busy at the time and we only got a clearance for departure in another 20 minutes! The string of delays still did not finish here. When we finally left the terminal, it turned out we got a departure slot at:

Runway 36L aka the Polderbaan

Yes, the friggin’ Polderbaan So all in all, consequently we took off from Schiphol one hour (!) behind schedule.

But there was nothing I could do so I just tried to relax (and order some wine on board, lol). Though, I wasn’t all that worried. I already checked online and I found that Air France had a scheduled evening flight to Lyon from Paris-CDG later today. So even in the worst case scenario, I figured they would bump me into that flight. Sure it would cause some inconvenience in terms of my arrival time in Lyon, but I had been to Lyon before anyway so there would be not much that I would miss.

A small bottle of wine to enjoy the moment.

Anyway, 50 minutes later we landed at runway 09L of Paris-CDG. I walked briskly once I deboarded about 5 minutes before the scheduled departure of my connecting flight, on the slightest hope that my connecting flight would probably be delayed too. I checked the transit monitors and went to my gate.

And I found it surprising that my gate was the same gate that I just got off from. Yep, as it turned out, my connecting flight to Lyon would be operated with the same airplane (even with the same crew set)! This was the first time ever I took these kind of flights! Lol 😆 . So consequently the flight to Lyon was also delayed by around 45 minutes! Yep, at the end, everything worked out well (for me)! 😛

I took two different flights (AF1741 and AF7646) with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXA today!

Once all passengers to Lyon boarded, the captain apologized for the delay and explained this was due to late arrival from Amsterdam. Well, I could testify for that! Lol 😛 .

Lyon

Lion selfie in Lyon

It worths mentioning that this trip took place during a very warm weekend in Europe; and this was also true for Lyon. It was really warm when I was there, where the temperature came close to 30°C or so, haha. Despite this, though, obviously I still managed to get around the city, haha 😆 .

I bought a daily public transpotation card to get around Lyon. I stayed near Gare Part Dieu and that was quite some distance from Vieux Lyon (Old Lyon), the most attractive (and touristy) part of the city. Obviously I was not planning to walk there because of the temperature, lol 😆 . The Lyonese trams looked really cool, though. Here is one of them:

A Lyonese tram

Anyway, unsurprisingly it was a busy weekend in Lyon where the Vieux Port was full of people (read: tourists)! I crossed both the Rhone and Saone rivers and walked around the old town. After lunch, I took the funicular to the top of the Fourviere Hill here Lyon’s Notre Dame Basilica was located. The small park next to the basilica provided good bird’s eye view of the city too.

Notre Dame Fourviere in Lyon

I looked at the map and Theatre Gallo-Romains did not look very far away from the basilica. Fortunately this turned out to be true because I decided to walk there, haha 😆 . This Roman theatre appeared like how I remembered it from 2014, it was very well-preserved.

Theatre Gallo-Romains

From there, I took the other funicular line down back to Vieux Lyon. At this point, I felt like I had walked enough and it was really warm anyway, so I decided to: shop! Haha 😆 . Even at one point I decided to just go to the big mall near Gare Part Dieu because it had air-conditioner in it, haha 😆 .

The Food

Lyon is known as the gastronomy capital of France, so obviously food was one main element of this trip, haha, even though I did not go to any Michelin-starred restaurant, unlike the last time.

One dish which I did not have the chance to try the last time I was in Lyon was quenelle de brochet. And so I told myself to not miss it this time around (and gave it a go to miss the andouillette, another Lyon’s specialty, because I was traumatized by the mustard sauce the last time I had it (I hate French mustard)). Anyway, the quenelle tasted good. I would probably not call it my most favorite dish ever because I found the sauce to be really creamy and heavy, but it was definitely much better (for me) than andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Another dish surprised me, btw, because (1) it was, obviously, really good and (2) I told myself why I never thought about it before. It was a “fillet de canard” (duck breast) steak. Really, it tasted very good!! In fact, maybe I will try to cook one myself soon! Hmm 🤔

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke Lyon

Jelas dong aku tidak terbang langsung dari Amsterdam ke Lyon, haha. Di kedua arah, aku transit dulu di Paris-CDG. Secara umum, semua penerbangannya adalah penerbangan standar jarak dekat dengan Air France sehingga aku tidak akan merincinya di sini. Hanya saja, ada satu “insiden” di perjalanan keberangkatanku ke Lyon yang layak diceritakan 😛 .

Waktu transitku cukup ketat di Paris-CDG, hanya 50 menit saja. Jadi jelas aku merasa tidak terlalu senang ketika tahu bahwa penerbangan AF1741ku dijadwalkan berangkat terlambat 20 menit hari ini! Masalahnya lagi, ternyata berita buruknya belum berakhir. Setelah semua penumpang naik pesawat, pilot mengumumkan bahwa Bandara Schiphol sangat sibuk waktu itu sehingga kami baru mendapatkan giliran untuk berangkat 20 menit kemudian! Disini pun masalahnya masih belum berakhir pula. Setelah akhirnya pesawat bergerak, ternyata keberangkatan kami adalah dari:

Landasan pacu 36L alias Polderbaan

Iyaa, Polderbaan laknat itu Semua ini mengakibatkan kami lepas landas satu jam (!) di belakang jadwal.

Berhubung toh semuanya di luar kuasaku, ya sudah aku pasrah saja dan berusaha santai (dan memesan wine dong di pesawat, haha). Tapi aku memang tidak begitu khawatir sih. Aku sudah cek di internet bahwa hari itu Air France memiliki penerbangan malam ke Lyon dari Paris-CDG. Jadi andaikata skenario terburuk terjadi, aku cukup yakin Air France akan memindahkanku ke penerbangan itu. Memang sih ini akan mengakibatkan sedikit ketidak-nyamanan dalam hal waktu tibaku di Lyon, tetapi toh aku sudah pernah ke Lyon sebelumnya jadi tidak terlalu banyak lah yang akan kulewatkan.

Sebotol kecil wine untuk memasrahkan diri kepada situasi.

Anyway, sekitar 50 menit kemudian kami mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris-CDG. Aku berjalan cepat-cepat begitu keluar dari pesawat sekitar 5 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan lanjutanku, dengan berbekal harapan amat kecil penerbanganku selanjutnya mungkin terlambat juga, haha. Aku kemudian mengecek layar monitor transit di bandara untuk mengetahui gerbang keberangkatannya.

Aku cukup kaget ketika melihat bahwa gerbangnya adalah gerbang yang sama dari mana aku baru saja keluar. Iya, ternyata, penerbanganku ke Lyon akan dioperasikan dengan pesawat yang sama (bahkan dengan set kru yang sama)! Ini adalah kali pertama aku mengalami kejadian begini nih! Haha 😆 . Jadilah akibatnya penerbangan ke Lyon juga kena delay selama 45 menit! Iya, pada akhirnya, semuanya baik-baik saja (untukku)! 😛

Aku menaiki dua penerbangan berbeda (AF1741 dan AF7646) dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXA ini hari ini!

Setelah semua penumpang tujuan Lyon naik pesawat, pilotnya meminta-maaf atas keterlambatan ini dan menyebutkan ini disebabkan oleh keterlambatan penerbangan sebelumnya dari Amsterdam. Yah, aku bisa kok bersaksi untuk pernyataan ini! 😛

Lyon

Lion selfie di Lyon

Relevan untuk disebutkan bahwa perjalanan ini berlangsung di akhir pekan yang amat panas di Eropa; dan di Lyon juga demikian. Panas banget deh ketika aku di sana, dimana suhu udaranya mencapai 30°C, haha. Walaupun begini, toh aku masih sempat jalan-jalan di kotanya, haha 😆 .

Aku membeli tiket harian transportasi umum untuk berkeliling Lyon. Aku menginap di dekat Gare Part Dieu yang berjarak cukup jauh dari Vieux Lyon (Lyon Tua), bagian paling kece (dan paling penuh turis) dari Lyon. Jelas, aku ogah berjalan-kaki kesana apalagi lagi panas-panasnya begini, haha 😆 . Btw, disain tram di Lyon keren-keren loh. Berikut ini salah satunya:

Sebuah tramnya Lyon

Anyway, tidak mengherankan akhir pekan ini ramai banget di Lyon dimana Vieux Portnya penuh orang (baca: turis)! Aku menyebrangi kedua sungai Rhone dan Saone dan berjalan-kaki keliling kotanya. Setelah makan siang, aku naik funicular ke atas bukit Fourviere dimana Basilika Notre Dame-nya Lyon berada. Dari taman kecil di samping basilikanya kita bisa melihat pemandangan Lyon dari atas.

Notre Dame Fourviere di Lyon

Aku lihat di peta dan Teater Gallo-Romains nampak tidak jauh dari basilikanya. Untung ini benar karena aku memutuskan untuk berjalan-kaki kesana, haha 😆 . Teater Romawi ini masih seperti yang kuingat dari tahun 2014, sungguh terawat dengan amat baik.

Teater Gallo-Romains

Dari sana, aku menaiki funicular lain untuk turun kembali ke Vieux Lyon. Aku merasa sudah cukup jalan-jalannya dan toh udaranya panas banget, jadilah aku memutuskan untuk: shopping! Haha 😆 . Bahkan di satu waktu aku memutuskan untuk ngemall aja loh di sebuah mall besar di dekat Gare Part Dieu yang dilengkapi dengan AC, haha 😆 .

Makanannya

Lyon dikenal sebagai ibukota kulinernya Prancis, jadi jelas makanan adalah satu elemen penting dari perjalanan ini, haha, walaupun aku tidak pergi ke restoran berbintang Michelin sih kali ini, tidak seperti yang lalu.

Satu menu yang tidak sempat aku cobain ketika terakhir kali aku di Lyon adalah quenelle de brochet. Jadilah aku berencana untuk tidak melewatkannya kali ini (dan tidak berkeberatan untuk melewatkan andouillette, sebuah makanan khasnya Lyon yang satunya, karena aku trauma dengan saus mustard-nya waktu itu (aku tidak suka mustard Prancis!)). Anyway, quenelle-nya enak juga ternyata. Mungkin aku tidak akan mengklaimnya sebagai masakan terfavoritku karena aku merasa sausnya creamy dan “berat” banget, tetapi (untukku) tetap jauh lebih enak daripada andouillette, haha 😀 .

Quenelle de brochet

Satu menu mengagetkanku, btw, karena (1) jelas, rasanya enak banget dan (2) Kok aku nggak kepikiran sebelumnya ya? Haha. Menu ini adalah steak “fillet de canard” (dada bebek). Beneran loh, rasanya enak banget!! Malahan, aku berpikir untuk sekali-sekali mencoba membuatnya sendiri nih! Hmm 🤔

#1906 – AvGeek Weekend Trip #7 (AMS – CDG – LYS – AMS)

ENGLISH

In mid-March, I went on another Avgeek Weekend Trip. At the time I wasn’t sure whether I would write the story or not. Well, as it turned out, I have decided that I would 😀 .

My routing this weekend. Created with gcmap.com

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

While boarding for my Amsterdam-Paris flight AF1341 was on time, I felt a little bit anxious today because it took awhile to complete. You see, my connecting time in Paris was only 50 minutes and two years ago this short transit time backfired on me. At the time I missed my connecting flight in Paris due to delayed departure from Amsterdam (because of de-icing).

The first flight today was with this Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD

Anyway, the flight today was operated with Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD. And, as usual, it was a regular pleasant Amsterdam – Paris flight. As the last time, I felt like the complimentary snack service on board an Air France’s mainline short-haul European flight had decreased in quality a little bit.

The complimentary snack on board flight AF1341. The snack used to be better. This was like HOP!’s level of service last year.

Thank to the buffer time in the schedule, we only got in Paris 5 minutes late. It was not bad at all given that my connecting flight would depart from the same pier.

But then, as it turned out, my connecting Paris – Lyon flight AF7644 was delayed for about 1 hour due to technical problem! Lol 😆 . They had to find a replacement aircraft, which meant they would have to “downgrade” the flight from an A321 to an A320 that was smaller. Consequently, a few passengers were called in the gate, presumably because they needed to be moved to some other flights because of this downgrade. Thankfully, I wasn’t one of them.

Lunch at Air France’s Lounge at Paris-CDG

Anyway, I used this now extra time to have lunch at an Air France’s lounge. The lounge at the pier was closed due to some renovation work so I had to go to the lounge in the next pier. Due to capacity constraint, they did not let qualified passengers to invite guests into the lounge, which infuriated one guy in front of me.

When it was boarding time, I went to the gate. And for the first time ever, my flight would depart from a remote stand of Paris – Charles De Gaulle Airport!! 😍 So they had to take the passengers to the plane with buses, and we got to board via stairs! 😀

Second flight today with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. We gotta board via stairs!

The flight today would be operated with an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. I was originally seated in seat 1A but I was asked to move to seat 1C because I had two toddlers and their mother sitting next to me, and the older toddler would need to sit in a window seat 😣. Anyway, it was another regular flight to Lyon.

At Lyon Airport, I checked-in for my flight back to Amsterdam. After passing security, I went to an Air France’s salon there. I just intended to ask whether the lounge after immigration still welcomed SkyTeam Elite Plus passengers (It did in August, see AvGeek Weekend Trip #4). Luckily I asked because apparently it did not anymore, even though the attendant did not seem to be really sure about it.

Artsy stuff at Lyon – St. Exupery Airport

I waited there a little bit, but then I was bored. You see, Air France’s lounge at Lyon Airport was really underwhelming (read AvGeek Weekend Trip #3). And so I decided to leave, pass the immigration, and try my luck at the lounge after that. It turned out the attendant was correct, the lounge no longer took SkyTeam Elite Plus passengers 😦 . As there was no way to go back to Air France’s lounge, I just waited at the departure hall.

Third flight today with this KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB.

The flight back to Amsterdam would be operated with a KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB. It went on time, really smooth, very efficient, and pleasant; just like any other typical KLM flight 🙂 . Just after 19:30, I was already back at Schiphol, haha 😆 .

I had dinner at the airport before heading back to Delft. And here, this short AvGeek Weekend Trip of mine ended 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Pertengahan Maret lalu, aku pergi dalam sebuah Avgeek Weekend Trip yang lain. Waktu itu aku nggak yakin apakah ceritanya akan kutulis atau tidak. Ternyata, aku ada waktu sekarang sehingga aku akan menceritakannya 😀 .

Ruteku akhir pekan ini. Kubuat dengan gcmap.com

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

Walaupun boarding penerbangan AF1341 Amsterdam-Parisku berlangsung tepat waktu, aku sedikit merasa was-was karena prosesnya berlangsung lama. Begini, waktu transitku di Paris hanya 50 menit saja dan dua tahun lalu waktu transit yang singkat ini membawa pengalaman buruk. Waktu itu, aku ketinggalan penerbangan koneksiku di Paris akibat terlambatnya keberangkatan dari Amsterdam (akibat de-icing).

Penerbangan pertama hari ini adalah dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAD ini

Anyway, penerbangan hari ini akan dioperasikan dengan Airbus A321-100nya Air France dengan rego F-GTAD.Dan, seperti biasa, ini adalah penerbangan yang nyaman dari Amsterdam ke Paris. Seperti yang lalu sih, aku merasa layanan snack di kelas ekonominya Air France di penerbangan jarak pendek intra-Eropa kok sedikit menurun ya kualitasnya.

Layanan snack di penerbangan AF1341. Snack-nya dulu lebih oke nih. Ini sih seperti level layanannya HOP! tahun lalu.

Untung akibat buffer time di jadwal, pesawat hanya terlambat 5 menit saja di Paris. Nggak masalah lah karena penerbangan lanjutanku kan dijadwalkan berangkat di pier yang sama.

Tetapi kemudian, ternyata penerbangan lanjutan AF7644 Paris – Lyonku terlambat 1 jam dong karena masalah teknis, haha 😆 . Mereka harus mencari pesawat pengganti, yang mana artinya pesawatnya harus di-“downgrade” dari A321 ke A320 yang lebih kecil. Sebagai akibatnya, ada beberapa penumpang yang dipanggil ke gerbang, aku duga sih mereka harus dipindahkan ke penerbangan lain karena downgrade ini. Untungnya, aku bukan lah salah satu dari mereka.

Makan siang di Lounge Air France di Paris-CDG

Anyway, waktu ekstra ini kumanfaatkan untuk makan siang di lounge-nya Air France. Lounge di pier-ku sedang ditutup karena sedang direnovasi sehingga aku harus pergi ke lounge di pier sebelah. Karena keterbatasan kapasitas, kali ini mereka tidak mengizinkan penumpang dengan akses ke lounge untuk membawa tamu ke dalam, yang mana membuat bapak-bapak di depanku marah besar.

Waktu naik pesawat, aku pergi ke gerbang. Dan untuk pertama-kalinya, penerbanganku akan diberangkatkan dari tempat parkir remote di bandara Paris – Charles De Gaulle!! 😍 Jadi mereka harus membawa penumpang dengan bus dan kami naik pesawat melalui tangga gitu deh! 😀

Penerbangan kedua hari ini dengan pesawat Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Naik pesawatnya dengan tangga!

Penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Awalnya aku diberikan kursi 1A tetapi aku kemudian dipindah ke kursi 1C karena dua batita dan ibunya yang duduk di sebelahku. Dan batita yang besar mesti duduk di kursi jendela gitu deh 😣. Anyway, penerbangannya sendiri adalah penerbangan reguler ke Lyon.

Di Bandara Lyon, aku check-in untuk penerbanganku ke Amsterdam. Setelah melewati sekuriti, aku pergi ke lounge-nya Air France. Aku hanya berniat untuk bertanya apakah lounge yang berlokasi setelah imigrasi masih menerima penumpang SkyTeam Elite Plus (Agustus lalu sih iya, baca AvGeek Weekend Trip #4). Untung aku bertanya karena ternyata tidak lagi demikian, walaupun petugasnya juga nampak kurang yakin sih.

Hiasan berseni di Bandara Lyon – St. Exupery

Aku menunggu di sana sebentar dan kemudian merasa bosan. Jadi lounge-nya Air France di bandara Lyon memang kurang oke gitu deh (baca AvGeek Weekend Trip #3). Jadilah aku memutuskan untuk keluar, melewati imigrasi, dan untung-untungan dengan lounge setelahnya. Ternyata petugasnya benar, lounge ini tidak lagi menerima penumpang SkyTeam Elite Plus 😦 . Karena tidak mungkin lagi kembali ke lounge-nya Air France, aku menunggu di gerbang keberangkatan saja.

Penerbangan ketiga hari ini dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB.

Penerbangan kembali ke Amsterdam dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB. Penerbangan ini tepat waktu, mulus, efisien, dan nyaman lah; sama seperti standar penerbangannya KLM lainnya 🙂 . Sekitar jam 7:30 malam, aku sudah kembali lagi di Schiphol, haha 😆 .

Aku makan malam di bandara sebelum pulang ke Delft. Dan di sini, perjalanan AvGeek Weekend Trip singkat ini berakhir 🙂 .

#1724 – 2016 Baltic Spring Trip (Part II: Jumbo Stay and Air Baltic)

ENGLISH

Previous post on the 2016 Baltic Spring Trip series:
1. Part I: Stockholm

Previously on 2016 Baltic Spring Trip: Zilko went to the Baltic region for Spring this year. After spending two nights in downtown Stockholm, he was now ready to experience a very unique part of this trip: staying in a Boeing 747-200 and flying Boeing 737 classics! 🙂

***

Jumbo Stay

Stockholm has actually been under my watch since about one and a half years ago ever since I realized the existence of Jumbo Stay, a hostel located in the area of Stockholm – Arlanda Airport. Why? Well, simply because the hostel looks like this:

My hostel for a night

My hostel for the night

Omg!! Yes, the hostel is in the form of a retired Boeing 747-200!! 😍😍😍😍😍

As an aviation enthusiast, obviously I was so excited to stay there! And while arranging this trip, I was able to construct such an efficient and optimal plan involving this hostel. If I stayed in this hostel in my last night in Stockholm, the location of the hostel would enable me to take an early flight out of Stockholm without the requirement of getting up very early in the morning. With my plan of making use of Air Baltic’s transferring flight in Riga to see a bit of Latvia anyway, this was a perfect benefit because now I could take the first flight out of Stockholm to Riga which departed at 8 AM, haha 😆 .

The Hostel

Boeing 747!! 😍😍😍

Boeing 747!! 😍😍😍

It was indeed a real Boeing 747-200. The plane first flew for Singapore Airlines in 1976 and at one point in the 1990s was shortly leased by Garuda Indonesia (I assume for the Hajj flights). In 2002, the plane was retired after about 26 years in service.

Obviously the best room in the hostel was the cockpit, which they turned into a “cockpit suite” which apparently also included the entire upper deck of the jumbo jet. Obviously I didn’t stay at the suite (limited budget here, haha 😆 ) and so I decided to stay in a very unique room:

Jet engine cabins

Jet engine cabins

Yes, I stayed in the “jet engine” cabin, quite cool, no? #antimainstream

Well, on paper it was indeed cool. But the problem was the non-existence of toilet in the cabin and so if I needed to go to one, I would have to go to the main fuselage. And now imagine having to do that in the middle of a cold night! Haha 😆

There was a cafe at the front of the plane (that is normally used as the premium class cabin in active Boeing 747s 😛 ) which provided basic snacks. This cafe was also where breakfast took place in the morning. While it was, of course, cool, my favorite part was (for hanging out) actually the left wing that was equipped with some benches and tables! I prefered to sit there, given bearable weather of course 😛 .

The left wing of the Jumbojet

The left wing of the Jumbojet

It was a very nice stay at the Jumbo Stay. My room (except for the toilet matter and the very weak wifi signal) was actually comfortable and really warm in the night.

Dinner

For dinner, however, they only provided super basic stuffs like sandwich and pizza. Well, I was on vacation and I wanted something more “proper” than that for dinner. And so I decided to go to Stockholm-Arlanda Airport and had dinner at a hotel’s restaurant there at the 12th floor.

A dinner and a cocktail with such an amazing view!!

A dinner and a cocktail with such an amazing view!!

I ordered a delicious “Belly Buster” (rosemary stuffed lamb) dish and a glass of, well, “Aviation”. I was on the aviation part of this trip so I thought a glass of cocktail called “Aviation” would suit it really well 😉 .

Air Baltic

BT 102 (Stockholm-Arlanda – Riga)

Air Baltic
Flight: Air Baltic BT 102
Equipment: Boeing 737-300 reg YL-BBS
ATD: 08:00 CET (Runway 19R of ARN)
ATA: 10:05 EEST (Runway 18 of RIX)

Originally, this flight was supposed to be operated with a Bombardier Dash8 Q400. But then, somehow that morning through Flightradar24 I found that they changed the equipment to a Boeing 737-300 for some reason. Well, not that I was complaining. Even though I wish it would have been a Boeing 737-500 instead, a Boeing 737-300 was nonetheless still awesome as it was one of the few Boeing 737 Classic series that were still active at this point.

Anyway, boarding commenced on time and we took off from runway 19R of Stockholm-Arlanda Airport. I felt like our take-off was very steep though, as you might be able to see from this picture:

Steep take-off at Stockholm-Arlanda

Steep take-off at Stockholm-Arlanda

Flying on a Boeing 737-300 was such a joy. The interior felt so classic and nothing like the newer generations. This actually brought some nostalgic and unique retro feeling during the flight! Haha 😆 . For instance, look at this toilet:

A retro toilet!!

A retro toilet!!

Instead of a button, to flush the toilet we had to use a lever! 😍

For the flight I decided to buy their on-board menu. Upon checking their website a few weeks back, I was intrigued by their wide selection of dishes (more than 70 choices) and I found the price to be reasonable. Moreover, the offer looked very interesting, like this:

Air Baltic online meal pre-ordering

Air Baltic’s online meal pre-ordering

You see, a hot meal came also with an appetizer, a dessert, and a selection of drink! And yes, there were a few choices of appetizer and dessert (six or seven each); from which I settled with the salmon with quail’s egg as the appetizer and a dark chocolate cake as the dessert.

Okay, so it does look good in the picture, but how is it in reality? Well, it was like this:

The actual in flight meal

The actual in flight meal

And it was goood!! The appetizer and the main dish were delicious. But to me, the star was definitely the chocolate cake. It was so extremely yummy, especially with the crumbly pieces!! So if you feel like eating anything during an Air Baltic flight, I do recommend their chocolate cake!!

My only negative comment was that they took awhile to prepare my meal. You see, the Stockholm – Riga flight was a very short hop of just about one hour (there was one hour time difference between Sweden and Latvia). However, they only served my dish about 30 minutes into the flight. And so while I was still about 2/3 done into my delicious dessert, the landing announcement was already made so I had to rush through the rest 1/3.

At 10:05 AM local time, we landed at runway 18 of Riga International Airport in Riga, Latvia. Here is the landing video:

BT 307 (Riga – Helsinki-Vantaa)

Air Baltic
Flight: Air Baltic BT 307
Equipment: Boeing 737-500 reg YL-BBD
ATD: 19:55 EEST (Runway 36 of RIX)
ATA: 21:10 EEST (Runway 22L of HEL)

My BT 307 was scheduled to depart at 18:20. So I was already back at Riga International Airport at around 16:00 after a one day trip in the Latvian capital (story to follow in Part III). Riga International Airport was a small airport with just enough number of cafes/shops/etc. I could not enter the lounge because I was just a normal passenger this time, haha 😆 .

One of the best airport seat designs!!

One of the best airport seat designs!!

Originally, the flight was supposed to be operated with a Boeing 737-300. And then, there was an announcement that the flight would be delayed for 90 minutes due to a technical problem. Damn! I could have stayed in Riga longer!

But then something funny happened. You know, I was complaining that I was given a false hope by Air Baltic of flying with a Boeing 737-500 when I bought the ticket and later on they changed the equipment to a Boeing 737-300. And so today I was very aesthetic when I saw this on my Flightradar24 app while waiting for my delayed flight:

What my Flightradar24 app showed me

What my Flightradar24 app showed me

There was an unscheduled Air Baltic flight flying from Tallinn to Riga (as a matter of fact, it was the only Air Baltic flight heading to Riga at that point) and it was a, well, Boeing 737-500!! OMG!! 😍😍😍😍😍 Like, how was this even possible? Lol 😆 .

My wish came to a reality! Finally, now I am entitled to say that I have flown with all types of the Boeing 737 Classic series (Boeing 737-300, -400, and -500) and this section of my logbook is, now, complete!! Yaaay! 😀

Anyway, YL-BBD, the Boeing 737-500, was indeed the replacement for my BT 307 flight to Helsinki. At 19:30, boarding commenced just shortly after the empty plane arrived from Tallinn. I quickly settled into my 4F seat, whose seat pitch was amazing, btw; and then we took off from runway 36 of Riga International Airport. Here is the take-off video:

As visible in the video above, taking-off from runway 36 and sitting on the right side of the plane provided me with an evening view of Riga, Latvia 😍.

Anyway, it was a normal uneventful LCC flight to Helsinki. I did not purchase anything on board this time, though, as I was also still full from my late lunch in Riga. About one hour later, we landed at runway 22L of Helsinki-Vantaa International Airport. Here is the landing video:

From the airport, I took the Finnair bus service to downtown Helsinki…

An Air Baltic's Boeing 737-500!

Finally I flew a Boeing 737-500!

TO BE CONTINUED…

Next on 2016 Baltic Spring Trip:
– One day in Riga
– Foggy in Helsinki
– A day in the Suomenlinna
– One day in Estonia
– Flying Finnair

BAHASA INDONESIA

Posting sebelumnya dalam seri 2016 Baltic Spring Trip:
1. Part I: Stockholm

Sebelumnya dalam 2016 Baltic Spring Trip: Zilko pergi ke daerah Baltic untuk musim semi tahun ini. Setelah menghabiskan dua malam di kota Stockholm, kini ia telah siap untuk mengalami sebuah pengalaman unik dari bagian yang unik dari perjalanan ini: menginap di dalam sebuah Boeing 747-200 dan terbang dengan pesawat Boeing 737 klasik! 🙂

***

Jumbo Stay

Stockholm sebenarnya sudah berada dalam “radar”-ku selama kira-kira satu setengah tahun terakhir setelah aku mengetahui keberadaan Jumbo Stay, sebuah hostel yang berlokasi di area Bandar Udara Internasional Stockholm-Arlanda. Mengapa? Yaa, soalnya hostelnya berpenampakan seperti ini:

My hostel for a night

Hostelku malam ini!!

Omg!! Iya dong, hostelnya adalah sebuah pesawat Boeing 747-200 yang sudah pensiun!! 😍😍😍😍😍

Sebagai seorang aviation enthusiast, jelas dong ya aku pengen banget menginap disana! Nah, ketika merencanakan perjalanan ini, aku bisa membuat sebuah jadwal yang sungguh amat efisien dan optimal yang melibatkan hostel ini. Jika aku menginap di hostel ini di malam terakhirku di Stockholm, lokasi hotelnya memungkinkanku untuk naik penerbangan pagi dari Stockholm tanpa aku harus bangun subuh-subuh amat. Dengan rencanaku untuk memanfaatkan penerbangan transitnya Air Baltic di Riga untuk sedikit melihat negeri Latvia, ini sempurna banget karena aku jadi bisa mengambil penerbangan pertama dari Stockholm ke Riga yang berangkat jam 8 pagi, haha 😆 .

Hostelnya

Boeing 747!! 😍😍😍

Boeing 747!! 😍😍😍

Ini adalah pesawat Boeing 747-200 beneran loh. Pesawatnya dulu pertama kali terbang dengan Singapore Airlines di tahun 1976 dan di satu waktu di tahun 1990an sempat disewa sebentar oleh Garuda Indonesia (aku duga sih untuk penerbangan haji waktu itu). Di tahun 2002, pesawatnya dipensiunkan setelah terbang selama kurang lebih 26 tahun.

Jelas kamar terbaik di hostel ini adalah kokpitnya, yang dijadikan kamar “cockpit suite” yang juga meliputi keseluruhan dek lantai atas pesawatnya. Jelas lah aku tidak menginap di suite-nya (budget dari mana??? Hahaha 😆 ) dan aku memilih untuk menginap di kamar yang amat unik ini:

Jet engine cabins

Kabin mesin jet

Iyaaa, aku tidur di kabin “mesin jet” loh, keren kaaaan? #antimainstream

Di atas kertas memang keren sih. Hanya saja, masalahnya adalah ketiadaan toilet di dalam kabinnya sehingga jika aku butuh ke toilet, aku harus pergi ke badan pesawatnya. Nah, bayangin aja kalau malam-malam gitu aku butuh ke toilet, aku harus keluar kamar di malam yang dingin! Haha 😆

Ada kafe di bagian depan pesawatnya (bagian yang biasanya digunakan sebagai kabin kelas premium di Boeing 747 yang masih aktif 😛 ) yang menyediakan snack basic. Di kafe ini pula lah di pagi hari sarapan diberikan. Walaupun ini, memang, keren, aku justru paling suka untuk duduk-duduk di sayap kiri pesawatnya yang kini dilengkapi dengan beberapa meja dan bangku loh! Kalau cuaca oke, jelas enakan duduk di sayapnya lah ya 😛 .

The left wing of the Jumbojet

Sayap kirinya JumboStay

Asyik deh menginap di Jumbo Stay. Kamarku (dengan mengesampingkan masalah toilet dan sinyal wifi yang lemah banget) ternyata nyaman dan udaranya hangat di malam hari.

Makan Malam

Untuk makan malam, sayangnya, mereka hanya menyediakan makanan-makanan basic aja semacam sandwich atau pizza. Berhubung sedang liburan, aku maunya makan yang lebih “benar” deh untuk makan malam. Oleh karena itu aku pergi ke Bandara Stockholm-Arlanda untuk makan malam di sebuah restoran hotel yang berlokasi di lantai 12.

A dinner and a cocktail with such an amazing view!!

Makan malam, segelas cocktail, dan pemandangan yang luar biasa!!

Aku memesan “Belly Buster” (daging domba berisi rosemary) yang enak banget dan segelas “Aviation”. Pas banget kan, di bagian aviasi dari perjalanan ini, aku meminum segelas cocktail yang dinamai “Aviation”! 😉

Air Baltic

BT 102 (Stockholm-Arlanda – Riga)

Air Baltic
Penerbangan: Air Baltic BT 102
Pesawat: Boeing 737-300 reg YL-BBS
ATD: 08:00 CET (Runway 19R of ARN)
ATA: 10:05 EEST (Runway 18 of RIX)

Awalnya, penerbangan ini dijadwalkan diterbangkan dengan pesawat Bombardier Dash8 Q400. Tetapi kemudian, pagi itu di Flightradar24 aku melihat bahwa pesawatnya mereka ganti menjadi Boeing 737-300. Yaa, aku nggak komplain sih. Walaupun aku waktu itu lebih berharap digantinya ke Boeing 737-500, toh Boeing 737-300 juga seru karena pesawat ini adalah satu dari sedikit seri Boeing 737 Classic yang masih aktif saat ini kan.

Anyway, boarding berlangsung tepat waktu dan kami lepas landas dari landasan pacu 19R Bandara Stockholm-Arlanda. Pagi itu aku merasa lepas landasnya bersudut terjal/tajam banget deh, seperti yang bisa dilihat di foto berikut ini:

Steep take-off at Stockholm-Arlanda

Lepas landas dengan sudut naik yang menukik tajam dari Stockholm-Arlanda

Terbang dengan Boeing 737-300 itu asyik loh. Interiornya pesawatnya klasik dan jadul banget sehingga terasa berbeda banget dari pesawat-pesawat generasi yang lebih baru. Dan ini memunculkan perasaan nostalgia dan retro di sepanjang penerbangan! Haha 😆 . Sebagai contoh, coba lihat deh toiletnya ini:

A retro toilet!!

Toiletnya retro!!

Nah kan, bukannya menggunakan tombol untuk ditekan, untuk mengguyur toiletnya kita harus menggerakkan tuas gitu!😍 Retro bangeeet!!

Untuk penerbangan ini, aku memutuskan untuk memesan menu on-board mereka. Ketika iseng mengecek website mereka beberapa minggu yang lalu, aku dibuat penasaran banget dengan pilihan makanan mereka (ada lebih dari 70 pilihan waktu itu) dan harganya yang menurutku cukup masuk akal. Ditambah lagi, mereka menawarkan menu yang menarik banget:

Air Baltic online meal pre-ordering

Pemesanan online menu makanan di penerbangan Air Baltic

Nah kan, sebuah menu makanan panas disajikan lengkap dengan menu pembuka, pencuci mulut, dan minuman! Iya, ada beberapa pilihan menu pembuka dan pencuci mulut (masing-masing enam atau tujuh); yang mana akhirnya aku menjatuhkan pilihan ke salmon dan telur puyuh sebagai menu pembuka dan sebuah kue coklat sebagai pencuci mulut.

Oke, di fotonya memang nampak menarik, kenyataannya bagaimana tuh? Hmm, kenyataannya seperti ini:

The actual in flight meal

Penampakan makanannya yang sebenarnya

Dan rasanya memang enaaaak!! Makanan pembuka dan makanan utamanya enak. Tetapi untukku, bintang utama menu ini jelas adalah kue coklatnya. Kuenya itu nggak ketulungan loh enaknya, terutama bagian crumbly-nya itu!! Serius enak banget!! *nggak santai*. Jadi jika merasa ingin makan sesuatu ketika terbang dengan Air Baltic, aku sungguh merekomendasikan kue coklatnya ini!!

Satu-satunya komentar negatifku adalah lamanya waktu yang mereka butuhkan untuk mempersiapkan pesananku ini. Penerbangan Stockholm – Riga adalah penerbangan singkat sepanjang satu jam (ada perbedaan waktu satu jam antara Swedia dan Latvia). Namun, makananku baru disajikan kira-kira 30 menit setelah lepas landas. Akibatnya ketika aku baru memakan kira-kira 2/3 dari kue coklatku yang enak banget itu, pengumuman mendarat sudah diumumkan dari kokpit dong. Jadilah sisa 1/3nya aku habiskan dengan terburu-buru.

Jam 10:05 pagi, pesawat mendarat di landasan pacu 18 Bandara Internasional Riga, Latvia. Berikut ini video pendaratannya:

BT 307 (Riga – Helsinki-Vantaa)

Air Baltic
Penerbangan: Air Baltic BT 307
Pesawat: Boeing 737-500 reg YL-BBD
ATD: 19:55 EEST (Runway 36 of RIX)
ATA: 21:10 EEST (Runway 22L of HEL)

Penerbangan BT 307ku dijadwalkan berangkat jam 6:20 sore. Jadilah aku sudah kembali di bandara sekitar jam 4 sore setelah menghabiskan seharian di ibukota Latvia itu (cerita menyusul di Bagian III). Bandara Internasional Riga adalah sebuah bandara kecil dengan jumlah kafe/toko/dll yang tidak terlalu banyak tetapi jumlahnya masih cukup lah. Aku tidak bisa menunggu di lounge kali ini karena aku hanyalah penumpang jelata saja di penerbangan ini, haha 😆 .

One of the best airport seat designs!!

Kursi di bandara RIX asyik banget deh disainnya!!

Awalnya, penerbangan ini dijadwalkan dioperasikan dengan Boeing 737-300 juga. Tetapi kemudian, ada pengumuman bahwa penerbangan akan terlambat selama 90 menit karena ada permasalahan teknis dengan pesawatnya. Sial! Tahu gitu kan aku bisa lebih lama jalan-jalannya di Riga!

Tetapi kemudian, sebuah hal yang lucu terjadi. Tahu kan, aku komplain bahwa aku di-PHP-in Air Baltic dimana aku dijanjikan terbang dengan Boeing 737-500 ketika tiketnya aku beli tetapi kemudian pesawatnya diganti menjadi Boeing 737-300. Oleh karena itu lah aku merasa senang banget ketika app Flightradar24-ku menunjukkan ini ketika aku menunggu penerbanganku yang terlambat itu:

What my Flightradar24 app showed me

Yang ditunjukkan app Flightradar24-ku

Ada sebuah penerbangan Air Baltic tak terjadwal dari Tallinn ke Riga (malah, ini adalah satu-satunya penerbangan Air Baltic yang saat itu sedang menuju Riga) dan penerbangan ini dioperasikan dengan, yah, pesawat Boeing 737-500!! OMG!! 😍😍😍😍😍 Huaaaa, kok bisa sih aku beruntung banget begini? Huahaha 😆 .

Harapanku menjadi kenyataan! Akhirnya, sekarang aku bisa bilang bahwa aku sudah terbang dengan semua tipe pesawat seri Boeing 737 Classic (Boeing 737-300, -400, dan -500) dan bagian ini dari logbookku kini komplit!! Horee! 😀

Anyway, YL-BBD, Boeing 737-500 yang kusebutkan di atas, memang adalah pesawat pengganti penerbangan BT 307ku malam ini ke Helsinki. Jam 7:30 malam, boarding langsung dimulai begitu pesawat yang kosong ini mendarat dari Tallinn. Aku langsung duduk di kursi 4Fku, yang mana seat pitch-nya oke bangeeet; dan kemudian kami lepas landas dari landasan pacu 36 Bandara Internasional Riga. Berikut ini video lepas landasnya:

Seperti yang nampak di video di atas, lepas landas dari landasan pacu 36 dan duduk di kursi sebelah kanan memberikanku pemandangan kota Riga di malam hari 😍.

Anyway, ini adalah penerbangan LCC yang biasa-biasa saja ke Helsinki. Aku tidak membeli apa-apa di penerbangan ini karena toh aku masih kenyang dari makan siangku yang telat siangnya tadi. Sekitar satu jam kemudian, pesawat mendarat di landasan pacu 22L Bandara Internasional Helsinki-Vantaa. Berikut ini video pendaratannya:

Dari bandara, aku menaiki layanan bus milik Finnair untuk pergi ke pusat kota Helsinki…

An Air Baltic's Boeing 737-500!

Akhirnya aku terbang juga dengan Boeing 737-500!

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2016 Baltic Spring Trip:
– Satu hari di Riga
– Helsinki yang berkabut
– Sehari di Suomenlinna
– Satu hari di Estonia
– Terbang dengan Finnair

#1698 – AMS-CDG-BIO vv with Air France

ENGLISH

As usual, I want to start the story of my weekend trip to Bilbao earlier this month with a trip report on how to get there 😆 . The drama I had to endure on the departing flights made the story worths its own self-standing post. So here we go…

***

AF 1641 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Flight: Air France AF 1641
Equipment: Airbus A318-100 reg F-GUGP
ATD: 14:27 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 15:15 CET (Runway 26L of CDG)

As this was my first ever intra-Schengen flight out of Schiphol since I became a Flying Blue Gold member, it was my first visit to the KLM Crown Lounge in the Schengen-side of Schiphol Airport. :mrgreen:

Stuffing myself with some snacks, lunch, and glasses of sparkling wine to start the trip

Stuffing myself with some snacks, lunch, and glasses of sparkling wine to start the trip

I checked my Flightradar24 app and saw that flight AF1640 departed from Paris CDG with a bit of a delay. Some time later I checked the departure monitor and it, indeed, stated that my AF 1641 flight would be delayed for 20 minutes. Here is the problem with this: I only had a scheduled 50 minutes of transit in Paris. A 20 minutes delay, assuming no recovery in between, would slash my transit time to only 30 minutes. I started to worry whether this would be enough.

So I went to the ticketing agent in the lounge. The agent totally understood the situation and started to look for alternatives. But there was only bad news: it appeared that I only had two options:

  1. To change my flights to Iberia (with a transit in Madrid) but I would arrive in Bilbao at around 23:00; OR
  2. To still go with my original Air France flights and hope that I would have enough transit time. The downside of this option was that if I missed my connection, she saw no alternative from Paris to Bilbao that day, meaning I would have to stay overnight in Paris!

It was a difficult choice because the arrival time in Bilbao with option 1 was waay too late for me while with option 2, if things went wrong, I could only arrive in Bilbao the next day. Darn. But somehow, my gut feeling sided with the second option. And I decided to listen to it.

My flight route map from Amsterdam to Bilbao. Created with gcmap.com

My flight route map from Amsterdam to Bilbao. I chose to follow my gut feeling and went with option 2. Map created with gcmap.com

Anyway so I went to the gate and boarded the plane: an Air France’s Baby Airbus A318 reg F-GUGP and I quickly settled onto my emergency exit seat (I got this seat for free again btw, yay! :D). It was a normal Amsterdam – Paris flight with Air France. Given that I have flown this route many, many, many time, I am not going to elaborate further than this, haha.

Transiting at Paris CDG

F-GUGP landing at runway 26L of Paris CDG Airport

F-GUGP landing at runway 26L of Paris CDG Airport

F-GUGP landed at runway 26L of Paris CDG Airport at 15:15 and parked at Terminal 2F at 15:25. I was moved forward to a business class seat prior to landing due to my tight connection so I could deplane quickly. However, I knew I still needed to focus because my connecting flight would depart from Terminal 2G which meant that I would need to take the shuttle bus to change terminal. The challenge: boarding was scheduled to start in 10 minutes (at 15:35).

However, knowing Terminal 2 of Paris CDG Airport quite well and my flights were both intra-Schengen, I was still confident I had just enough time to make my connection. BUT THEN, ladies and gentlemen, this happened:

Extra identity check at Paris CDG Airport, even for intra-Schengen passengers!

Extra identity check at Paris CDG Airport, even for intra-Schengen passengers!

There was an obligatory EXTRA identity check at Paris CDG Airport for all passengers, including the transit passengers!! It was basically like an immigration check (where we needed to show our passport and visa/residence permit). And to add matters worse (for me): there was no Sky Priority line which meant I had to queue normally with all other passengers (whom some were also in a rush). And you see the long line in the photo above. WTF!!!

There was nothing I could do at this point except to just accept the situation and a looming one night stay in Paris (and one less night stay in Bilbao), which actually would not be that bad afterall. After waiting for ten minutes, finally it was my turn to get my identity checked. There was no problem at all and immediately I ran to where the shuttle bus to Terminal 2G would leave. Luckily it didn’t take long before the shuttle bus left.

After around 5 minutes of bus ride, I arrived at Terminal 2G. Without hesitation, I jumped off the bus, entered the terminal, and looked at the screen to see which gate was my departure gate. I was already 15 minutes late at this point but there was glimmer of hope where the flight was apparently delayed for 10 minutes; so the gate might still be open! This fueled me to literally sprint to the gate.

Terminal 2G of Paris CDG Airport

Terminal 2G of Paris CDG Airport

Literally while I was still sprinting already halfway to the gate, there was an announcement stating that my flight to Bilbao had been further delayed for one hour due to a technical problem and they needed to change the plane! I stopped running and threw my hands up in the air. Then I smiled and laughed a little bit on the funny chain of events that had happened to me today as I was walking back towards the main area of Terminal 2G.

At least I made my flight and would arrive in Bilbao at around 18:30 today; a much better outcome than had I chosen to go with option 1. I was glad I listened to my gut feeling.

What a flying day!

What a flying day!

With one hour to go, I went to Air France’s lounge there, which turned out to be a very small lounge (read: it was super crowded).

AF 1576 (Paris CDG – Bilbao)

HOP! Regional Logo
Flight: Air France AF 1576 operated by HOP! Regional
Equipment: Embraer ERJ170 reg F-HBXH
ATD: 17:19 CET (Runway 26R of CDG)
ATA: 18:36 CET (Runway 30 of BIO)

And then, it turned out that somehow my gut feeling was extremely strong. Upon boarding for my AF 1576 flight to Bilbao, the agent said that I had been upgraded to business class!! 😍 Oh wow, now I was extremely super glad I listened to my gut feeling!! Not only I would arrive earlier than option 1, I also got upgraded to business class with option 2!!

HOP! Regional's Embraer ERJ170 reg F-HBXH which brought me to Bilbao in business class

HOP! Regional’s Embraer ERJ170 reg F-HBXH which brought me to Bilbao in business class

A self-standing trip report of this business class flight had been published earlier.

As I got upgraded last minute, I could not choose my seat and I was assigned to an aisle seat. Well, I always prefer a window seat than an aisle seat; but if the choices were between an aisle business class seat or a window economy class seat, obviously I would choose the former, hands down, lol 😆 .

Light meal in business class

Light meal in business class

Economy class snack

Snack service in economy class

Btw, as a comparison, above I also put the complimentary snack service served on my returning Bilbao – Paris CDG flight in economy. The difference was glaring 😆

Anyway, it was a pleasant business class flight from Paris CDG to Bilbao. We took off from runway 26R. Not long afterwards, the light meal service was served. It was not big (as it was only “light”) but just enough for the short haul flight. At around 18:36, we landed smoothly at runway 30 of Bilbao Airport.

Returning Flights

My return journey to the Netherlands was much smoother and so I will not write much about them here.

A HOP! Regional's Embraer ERJ190 F-HBLC

A HOP! Regional’s Embraer ERJ190 F-HBLC

An Air France's Airbus A318 reg F-GUGF

An Air France’s Airbus A318 reg F-GUGF

My HOP! Regional flight AF 1477 from Bilbao to Paris CDG was delayed for about 10 minutes but it was not a big deal as I had a 2 hours of transit time in Paris, this time, haha. This flight was operated with an Embraer ERJ190 reg F-HBLC. Btw, here is the take-off video from Bilbao Airport. You can see glimpse of Bilbao and Portugalete in it:

My Air France flight AF 1584 from Paris CDG to Amsterdam was also very smooth with no delay. This flight was operated with another Baby Airbus A318 reg F-GUGF.

BAHASA INDONESIA

Seperti biasanya, aku akan memulai cerita perjalanan akhir pekanku ke Bilbao awal bulan ini dengan sebuah trip report perjalananku kesana 😆 . Drama yang harus kulalui di penerbangan keberangkatanku membuat cerita ini layak menjadi satu posting tersendiri. Jadi mari kita mulai saja…

***

AF 1641 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF 1641
Pesawat: Airbus A318-100 reg F-GUGP
ATD: 14:27 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 15:15 CET (Runway 26L of CDG)

Karena ini adalah penerbangan intra-Schengen pertamaku dari Bandara Schiphol sebagai anggota Flying Blue Gold, ini adalah kali pertama aku mengunjungi KLM Crown Lounge di sisi Schengen dari Bandara Schiphol. :mrgreen:

Stuffing myself with some snacks, lunch, and glasses of sparkling wine to start the trip

Perjalanan aku mulai dengan snack, makan siang, dan sekian gelas sparkling wine 

Ketika aku mengecek app Flightradar24-ku, aku melihat bahwa penerbangan AF1640 berangkat dari Paris CDG sedikit terlambat. Ketika aku cek di layar monitor keberangkatan, ternyata benar saja bahwa penerbangan AG1641ku akan terlambat sekitar 20 menit. Nah, ini nih masalahnya: waktu transit terjadwalku hanyalah 50 menit saja di Paris. Keterlambatan 20 menit artinya akan memotong waktu transit menjadi 30 menit saja, dengan asumsi tidak ada recovery. Akibatnya aku mulai sedikit merasa was-was karenanya.

Jadilah aku mendatangi petugas ticketing di lounge-nya. Ia memahami situasiku dan mulai mencarikan alternatif untukku. Tetapi yang ia temukan hanyalah berita buruk: ternyata waktu itu aku hanya tersisakan dua pilihan saja:

  1. Mengubah penerbanganku ke maskapai Iberia (dengan transit di Madrid) tetapi aku baru akan tiba Bilbao sekitar jam 11 malam; ATAU
  2. Tetap pergi dengan penerbangan Air France-ku sesuai dengan tiket dan berharap waktu transitku cukup. Risiko dari pilihan ini adalah jika aku ketinggalan penerbangan lanjutanku di Paris, tidak ada alternatif sama sekali untuk terbang dari Paris ke Bilbao hari itu juga, artinya aku harus menginap semalam di Paris!

Ini adalah pilihan yang sulit karena waktu ketibaan di Bilbao dengan pilihan 1 terlalu malam untukku sementara dengan pilihan 2, jika kenapa-kenapa, aku malah baru bisa tiba di Bilbao keesokan harinya. Sial. Ah, tapi entah mengapa, intuisiku sangat amat condong ke pilihan kedua deh. Dan aku memutuskan untuk mendengarkan dan mengikuti apa kata intuisiku.

My flight route map from Amsterdam to Bilbao. Created with gcmap.com

Rute penerbanganku hari ini dari Amsterdam ke Bilbao. Aku memutuskan untuk mendengarkan intuisiku dan memilih pilihan 2. Peta dibuat dengan gcmap.com

Anyway jadilah aku pergi ke gerbang keberangkatan dan menaiki pesawatku: sebuah Baby Airbus A318-nya Air France dengan registrasi F-GUGP dan aku langsung duduk pewe di kursi barisan emergency (yang bisa kudapatkan dengan gratis juga loh btw, hore! :D). Ini adalah penerbangan biasa Amsterdam – Paris dengan Air France. Karena sudah ribuan kali (lebay, pakai banget) aku terbang di rute ini, aku tidak akan mengulasnya lebih jauh, haha.

Transit di Paris CDG

F-GUGP landing at runway 26L of Paris CDG Airport

F-GUGP mendarat di landasan pacu 26L Bandara Paris CDG

F-GUGP mendarat di landasan pacu 26L Bandara Paris CDG jam 3:15 sore dan bersandar di tempat parkir di Terminal 2F jam 3:25 sore. Sebelum mendarat, aku dipindahkan ke sebuah kursi kelas bisnis di bagian depan pesawat karena waktu transitku yang super singkat agar aku bisa duluan turun. Namun, aku tahu bahwa aku harus fokus banget karena penerbangan lanjutanku akan diberangkatkan dari Terminal 2G dimana aku harus naik shuttle bus untuk kesana karena aku harus pindah terminal. Masalahnya: boarding penerbangan lanjutanku akan dimulai 10 menit kemudian (jam 3:35 sore).

Namun, karena merasa cukup familier dengan Terminal 2 Bandara Paris CDG dan toh penerbanganku adalah penerbangan intra-Schengen, aku masih cukup yakin bahwa aku masih memiliki cukup waktu untuk mengejar penerbanganku. TETAPIII, saudara dan saudari sekalian, kemudian ini malah terjadi dong:

Extra identity check at Paris CDG Airport, even for intra-Schengen passengers!

Pemeriksaan identitas ekstra di Bandara Paris CDG, bahkan untuk penumpang intra-Schengen!

Ada pemeriksaan identitas EKSTRA wajib dong di Bandara Paris CDG untuk semua penumpang, termasuk penumpang transit!! Kurang lebih ini seperti pemeriksaan imigrasi gitu (dimana kita harus menunjukkan paspor dan visa/izin tinggal). Dan parahnya lagi (untukku): tidak ada jalur khusus penumpang Sky Priority yang mana artinya aku harus mengantri di antrian normal dengan semua penumpang lain (yang mana sebagian juga sedang terburu-buru). Dan terlihat kan betapa panjang antriannya di foto di atas. WTF!!!

Tidak ada yang bisa kulakukan lagi di waktu ini kecuali menerima situasi dan kemungkinan besar menginap satu malam di Paris (dan satu malam lebih singkat di Bilbao), yang mana sebenarnya nggak jelek-jelek amat sih ya. Setelah menunggu 10an menit, akhirnya aku mendapatkan giliranku. Tidak ada masalah sama sekali dan langsung lah aku lari menuju tempat pemberangkatan shuttle bus ke Terminal 2G. Untungnya, tidak lama kemudian busnya langsung berangkat.

Setelah naik bus selama sekitar 5 menitan, aku tiba di Terminal 2G. Tanpa ragu, aku langsung keluar bus, memasuki terminal, dan mengecek layar monitor untuk mencari gerbang keberangkatanku. Aku sudah terlambat 15 menit di waktu itu tetapi masih ada sedikit harapan karena penerbangannya ternyata terlambat 10an menit; jadi mungkin gerbang keberangkatannya masih dibuka! Ini menyemangatiku untuk langsung berlari sprint ke gerbangnya.

Terminal 2G of Paris CDG Airport

Terminal 2G Bandara Paris CDG

Ketika aku sedang berlari sprint, di tengah jalan sebuah pengumuman dikumandangkan dimana penerbanganku ke Bilbao telah ditunda lebih lama lagi selama satu jam akibat permasalahan teknis dengan pesawatnya sehingga sebuah pesawat pengganti dibutuhkan! Langsung deh aku berhenti berlari dan melemparkan tanganku ke atas. Kemudian aku tersenyum dan menertawakan apa yang baru saja terjadi sambil kembali menuju area utama Terminal 2G.

Setidaknya aku tidak tertinggal penerbanganku sih dan aku masih akan tiba di Bilbao sekitar jam 6:30 sore hari ini; hasil yang toh jauh lebih baik kan daripada andaikata aku memilih pilihan 1. Lega deh aku mendengarkan intuisiku.

What a flying day!

What a flying day!

Karena ada waktu satu jam-an, aku menunggu di lounge-nya Air France disana, yang mana ternyata ukurannya kecil banget (baca: rame banget lounge-nya waktu itu).

AF 1576 (Paris CDG – Bilbao)

HOP! Regional Logo
Penerbangan: Air France AF 1576 operated by HOP! Regional
Pesawat: Embraer ERJ170 reg F-HBXH
ATD: 17:19 CET (Runway 26R of CDG)
ATA: 18:36 CET (Runway 30 of BIO)

Nah, ternyata intuisiku itu kuat sekali loh. Ketika boarding penerbangan AF 1576ku ke Bilbao, petugas boarding-nya berkata bahwa aku baru saja di-upgrade ke kelas bisnis!! 😍 Oh wow, sekarang aku benar-benar legaa banget aku mendengarkan apa kata intuisiku itu deh!! Tidak hanya aku akan tiba di Bilbao lebih awal daripada pilihan 1, kini aku bahkan di-upgrade pula ke kelas bisnis dengan pilihan 2!!

HOP! Regional's Embraer ERJ170 reg F-HBXH which brought me to Bilbao in business class

Embraer ERJ170 milik HOP! Regional dengan registrasi F-HBXH yang membawaku ke Bilbao di kelas bisnis

Sebuah posting tersendiri akan penerbangan kelas bisnis ini sudah kutulis beberapa waktu lalu.

Karena aku di-upgrade-nya last minute, aku tidak bisa memilih kursi dan aku diberikan kursi lorong. Yah, aku kan lebih suka kursi jendela ya daripada kursi lorong; tetapi kalau pilihannya antara kursi lorong di kelas bisnis atau kursi jendela di kelas ekonomi, ya jelas lah ya aku milihnya kursi lorong di kelas bisnis, huahahahaha 😆 .

Light meal in business class

Makanan ringan di kelas bisnis

Economy class snack

Layanan snack di kelas ekonomi

Btw, sebagai perbandingan, di atas aku jejerkan juga foto layanan snack yang diberikan di penerbangan kelas ekonomiku dari Bilbao ke Paris CDG di perjalanan pulangku. Perbedaannya kentara banget yah, huahahaha 😆 .

Anyway, penerbangan ini adalah penerbangan yang nyaman di kelas bisnis dari Paris CDG ke Bilbao. Kami lepas landas dari landasan pacu 26R Bandara CDG. Tidak lama kemudian, layanan makanan ringan diberikan. Jelas porsinya tidak terlalu besar (namanya aja makanan “ringan”) tetapi cukup banget lah untuk penerbangan jarak dekat ini. Sekitar jam 6:36 sore, kami mendarat dengan mulus di landasan pacu 30 Bandara Bilbao.

Penerbangan Pulang

Perjalanan kembaliku ke Belanda berlangsung jauh lebih mulus dan aku tidak akan menuliskannya secara mendetail disini.

A HOP! Regional's Embraer ERJ190 F-HBLC

Embraer ERJ190 milik HOP! Regional dengan rego F-HBLC

An Air France's Airbus A318 reg F-GUGF

Baby Airbus A318 milik Air France dengan registrasi F-GUGF

Penerbangan AF 1477ku dengan HOP! Regional dari Bilbao ke Paris CDG terlambat sekitar 10 menit tetapi ini bukanlah masalah yang besar karena aku memiliki waktu transit 2 jam di Paris kali ini, haha. Penerbangan ini dioperasikan dengan sebuah Embraer ERJ190 dengan registrasi F-HBLC. Btw, berikut ini video lepas landasnya dari Bandara Bilbao. Disitu bisa terlihat juga sedikit pandangan akan kota Bilbao dan Portugalete:

Penerbangan AF 1584ku dengan Air France dari Paris CDG ke Amsterdam juga berlangsung dengan mulus tanpa delay. Penerbangan ini dioperasikan dengan Airbus A318 juga, kali ini dengan registrasi F-GUGF.

#1522 – Napoli Weekend Trip (Part I: Getting There)

ENGLISH

Originally, I planned to write the weekend trip I had in the first weekend of this month in just one post. However, what happened on the first day was so epic that I feel like I must split the story into two posts, haha 😆 . This post being the first one where I focus on what happened on the first day of the trip.

***

As I said in that post I shared just after coming back to the Netherlands from the trip, to get there I planned to take the Amsterdam – Paris (CDG) – Naples flight with Air France. The flight from Amsterdam was scheduled to leave at 07:30 AM so the evening before I decided to stay at Schiphol. Also, since this was just a weekend trip, I decided to travel light and not checked in any luggage. A decision which, later on, turned out to be a wise one.

Flight 1:
Flight: Air France AF 1485 (AMS-CDG)
Equipment: Airbus A321-212 F-GTAZ

Boarding went on time on this first flight to Paris. Once all passengers boarded the plane, we departed. However, today I noticed that the plane was taxiing much more than usual and I felt like we were doing a bus tour around Schiphol Airport. Then, as it turned out, we went to an open remote parking area. Not to park, obviously, but for this:

WOW!!! Yes!! The plane had to get showered deiced[1]!! I was so excited because it was the first time ever I experienced that the flight I was taking had to go through the deicing procedure first before being allowed to take-off!! 😯 Really cool!!

However, unfortunately, this (and the fact that the flight departed from runway 36L, which was Schiphol’s furthest runway from the terminal building (+ 6 km)) caused this flight to get quite some delay. The problem was, I had a tight connection time in Paris of just 55 minutes based on the schedule.

Because of this, some 15 minutes before landing in Paris, the flight attendant asked me to move forward to the business class section so that I would be able to deplane first. Obviously I agreed. I mean, why would I refuse such offer to sit in a Europe business class[2] seat for free (even though obviously I did not get the service nor the freedom to choose my seat)? Lol 😆 .

On board Air France's Europe Business Class section

On board Air France’s Europe Business Class section

The flight landed at runway 09L of Charles de Gaulle Airport in Paris at 09:20 AM, five minutes after the boarding-time of my connection flight to Naples. It was then parked at one of the gates and I rushed to catch my connection (I already had the e-boarding pass). After a mini-drama of I could not find the friggin’ gate (it was in the downstairs area because the airplane was parked in a remote parking so the passengers were taken by bus), I finally found the damn gate!

Transitting in Paris

Except that I was literally like thirty seconds too late. When I arrived at the gate, the ground staff just closed the door (and I literally could see the bus with the sign saying “Naples” leaving). I tried to argue that my first flight was delayed, I already had my boarding pass, and I did not have a checked-in luggage so there was no luggage problem. But the problem was that she already closed the system hence it was impossible for me to board my connection.

Yes, so, here, ladies and gentlemen, for the first time ever in my life, I missed my connecting flight!! Haha 😆

Anyway, obviously it was not my fault and thanks God Air France was a proper full service airline and I missed a connection in their homebase of Paris. So I went to the customer service desk and a staff was looking for new flight(s) for me to get myself to Naples today. He found one, which was with Alitalia flights via Rome. At this point, I felt like in The Amazing Race so I asked “This is the earliest one which arrives in Naples, right?“, haha 😆 . As there was no more direct flight to Naples from Paris today, indeed this was the earliest flight possible. So as a result, I would have to fly two more times today: Paris – Rome and then Rome – Naples.

But first, a selfie at CDG Airport while waiting for my new connecting flight

But first, a selfie at CDG Airport while waiting for my new connecting flight

Was I feeling angry? No. Was I feeling disappointed? Well, a little bit, but mostly because I missed my flight with the Baby Airbus (that day, the direct Paris – Naples flight was indeed operated with an Airbus A318, with reg F-GUGA) rather than anything else. But strangely, overall I was actually feeling elated. Why?

  1. First of all, because I did not have to pay for my new flights
  2. Second of all, it was my first experience of missing a flight (I know, a super strange reason to feel elated about, lol 😆 ).
  3. Third of all, today I would fly three times instead of two times. And as an aviation enthusiast, this was actually like a present! Lol 😆 . To me, the flying experience itself is always a big part of a trip; not just my time in the ‘destination’.
  4. Fourth of all, I would fly with Alitalia today! An airline I had never tried before (even though had everything gone as planned, I would have flown with them for the first time two days afterward anyway on my way back to the Netherlands). And as I said, by default I liked Alitalia because of their ‘AZ’ code 😛 ; and:
  5. This kind of travelling problem was actually good for my Flying Blue account as I got more frequent flyer miles because now they had to reschedule me to new flights hence I got the more expensive economy class ticket (as it was basically like a last-minute purchase), and I did not have to pay for that!

Anyway, so, as a result, my flight path map became like this today:

Red: original planned flight path, yellow: adjusted flight path because of missing my CDG-NAP connection. Map created with gcmap.com

Red: original planned flight path, yellow: adjusted flight path because of missing my CDG-NAP connection. Map created with gcmap.com

Flight 2:
Flight: Alitalia AZ 319 (CDG-FCO)
Equipment: Airbus A320-216 EI-DTK

I did not have to wait for too long in Paris, actually, since at 10:40, I boarded my second flight today: an Alitalia’s Airbus A320-216 reg EI-DKT flight AZ 319 bound for Rome – Fiumicino. At 11:10 AM, the flight departed on time.

After taking off from runway 08L of Charles De Gaulle Airport, it was a normal uneventful 105 minutes flight to Rome. Btw, during the snack service obviously I ordered Alitalia’s famous blood orange juice for my drink! 😀 I mean, I had been curious about this drink for so long and now finally I could have it two days earlier, thanks to the delay, haha, lol 😆 . Well, it was basically orange juice but the color was red; and it was really good! So if by any chance you are going to fly with Alitalia, I do recommend this blood orange juice! 😀

Snack service on board Alitalia's flight and their famous blood orange juice

Snack service on board Alitalia’s flight and their famous blood orange juice

At 12:35 PM, the flight landed at runway 16L of Rome – Fiumicino Airport. Here is the landing video:

Flight 3:
Flight: Alitalia AZ 1269 (FCO-NAP)
Equipment: Airbus A320-216 EI-DSB

My third flight of the day happened to be delayed by almost one hour today! 😦 We were supposed to board at 14:20 PM but then the actual boarding started at around 15:10 PM. The airplane was parked in the remote parking so we were taken there by a bus. It turned out to be another Alitalia’s Airbus A320-216, this time with reg EI-DSB.

Btw, this flight was only the fifth domestic flight I have ever taken in Europe! You know, after my Toulouse to Nice (France) flight in 2012, Madrid to Barcelona (Spain) in 2013, and the return Marseille – Ajaccio (Corsica) flights last year (France again).

Oh, one thing: avoid the middle seat when flying with Alitalia because there was a huge IFE box there

Oh, also: avoid the middle seat when flying with Alitalia’s A320/A321 because there was a huge IFE box there

... while there was no "IFE" on board, even though the screen was there but it was not working

… while there actually was no “IFE” on board, even though there was a screen; but it was not working

Anyway, the flight took off from runway 25 of Rome-Fiumicino Airport for the very short hop to Naples. Because it was such a short flight, there was no service on board. Well, except that one flight attendant offered some water, but that was all. Some 40 minutes later, we landed at runway 24 of Napoli Capodichino Airport. Here is the landing video:

The flight landed at 17:20 PM while my original direct Air France flight was supposed to land at 12:00 PM. So practically I lost my entire day in Naples today. The day which I originally planned for some city sightseeing. But, aside from feeling tired, I was still feeling alright to be honest.

TO BE CONTINUED…

Next on Napoli Weekend Trip:
– Pompeii
– The city of Napoli
– The Italian Food (including: having the original pizza margherita in the restaurant where it was invented in 1889)

BAHASA INDONESIA

Pada awalnya, aku berencana untuk menuliskan cerita jalan-jalan akhir pekan yang aku lakoni awal bulan ini di dalam satu posting saja. Tetapi, apa yang terjadi di hari pertama sungguh epik sehingga aku merasa harus membagi ceritanya menjadi dua posting, haha 😆 . Posting ini adalah yang pertama dimana aku fokus pada apa yang terjadi di hari pertama perjalanan ini.

***

Seperti yang aku tuliskan di posting setelah aku baru saja kembali di Belanda dari perjalanan tersebut, untuk pergi kesana aku berencana untuk menaiki penerbangannya Air France dengan rute Amsterdam – Paris (CDG) – Napoli. Penerbangannya dari Amsterdam dijadwalkan berangkat jam 7:30 pagi jadi semalam sebelumnya aku memutuskan untuk menginap di Schiphol. Juga, karena ini adalah perjalanan akhir pekan, aku memutuskan untuk travelling light aja jadi aku tidak check-in bagasi ke dalam pesawat. Sebuah keputusan yang, nantinya, ternyata merupakan sebuah keputusan bijak.

Penerbangan 1:
Penerbangan: Air France AF 1485 (AMS-CDG)
Pesawat: Airbus A321-212 F-GTAZ

Boarding berlangsung tepat waktu di penerbangan pertama ke Paris. Begitu semua penumpangnya naik pesawat, kami berangkat. Namun, hari ini aku merasa agak aneh dimana pesawatnya taxiing lumayan lama di bandara Schiphol sehingga rasanya kami seperti sedang naik tur dengan bus keliling bandara gitu deh, haha. Lalu, ternyata, kami pergi dulu ke sebuah tempat parkir di remote area. Bukan untuk parkir, jelas, tetapi untuk ini:

WOW!!! Iya loh!! Pesawatnya harus dimandiin dulu di-de-ice[1]!! Aku merasa gembira banget soalnya ini adalah kali pertama aku mengalami penerbanganku harus di-de-ice dulu sebelum diperbolehkan terbang!! 😯 Keren yah!!

Namun, sayangnya, ini (dan fakta dimana pesawatnya harus lepas landas dari landasan pacu 36L, landasan pacu terjauh (+ 6 km) dari gedung terminal di Bandara Schiphol) jelas menyebabkan penerbangannya delay dong ya. Masalahnya, waktu koneksi untuk penerbanganku selanjutnya di Paris sendiri juga sudah lumayan ketat, hanya 55 menit saja berdasarkan jadwal.

Oleh karena itu, sekitar 15 menit sebelum mendarat di Paris, seorang pramugaranya meminta aku untuk pindah kursi ke depan di bagian business class sehingga aku bisa turun duluan. Eh, jelas aja aku mau banget dong ya. Lumayan banget kan ya bisa duduk di kursi Europe business class[2] gratisan (walaupun jelas aku tidak mendapatkan layanan kelas bisnisnya ataupun bisa memilih kursinya sih). Haha 😆 .

On board Air France's Europe Business Class section

Di bagian Europe Business Class-nya Air France

Pesawatnya mendarat di landasan pacu 09L Bandara Charles de Gaulle di Paris sekitar jam 9:20 pagi, lima menit setelah jadwal naik pesawat (boarding) penerbangan lanjutanku ke Napoli. Lalu pesawatnya parkir di salah satu gate-nya dan aku kemudian langsung berlari terburu-buru untuk mengejar penerbangan lanjutanku (aku sudah memiliki e-boarding pass-nya). Setelah mini-drama dimana aku nggak bisa menemukan gate penerbangan lanjutanku (yang mana ternyata ada di area lantai bahwa karena pesawatnya diparkir di tempat parkir remote sehingga para penumpang akan dibawa kesana dengan bus), aku akhirnya menemukan gate-nya!

Transit di Paris

Kecuali bahwa aku terlambat sekitar tiga puluh detik. Ketika aku tiba di gate-nya, petugasnya baru saja menutup pintu keberangkatan (dan aku bisa melihat bus dengan tulisan “Napoli” berangkat dari terminal). Aku mendesak petugasnya bahwa penerbangan pertamaku terkena delay, aku sudah memiliki boarding pass, dan aku tidak membawa bagasi check-in sehingga tidak akan ada masalah dengan bagasi. Masalahnya adalah sistemnya sudah terlanjur ia tutup sehingga aku tidak mungkin menaiki penerbangan lanjutanku.

Yak, saudara dan saudari sekalian, disini, untuk pertama kalinya seumur hidup, aku ketinggalakn penerbangan lanjutanku dong!! Haha 😆

Ngomong-ngomong, jelas ini bukanlah salahku kan ya dan untungnya Air France adalah maskapai full service yang oke dan aku ketinggalan koneksiku di rumah mereka di Paris. Jadilah kemudian aku komplain di meja customer service-nya mereka disana dan salah seorang stafnya mencarikan penerbangan(-penerbangan) baru untukku pergi ke Napoli hari ini. Ia menemukan satu, yaitu dengan penerbangannya Alitalia dengan transit di Roma. Di saat ini, tiba-tiba aku merasa kayak sedang di The Amazing Race loh dan bertanya “Ini adalah penerbangan yang tiba paling awal di Napoli kan?“, huahaha 😆 . Karena tidak ada lagi penerbangan langsung ke Napoli dari Paris hari ini, memang inilah penerbangan paling awal yang mungkin. Jadilah sebagai akibatnya aku harus terbang dua kali lagi hari ini: Paris – Roma dan Roma – Napoli.

But first, a selfie at CDG Airport while waiting for my new connecting flight

Pertama-tama, selfie dulu aja di Bandara CDG sembari menunggu penerbangan lanjutan baruku.

Apakah aku merasa marah? Enggak. Apakah aku merasa kecewa? Sedikit sih, tetapi ini semata-mata disebabkan oleh aku ketinggalan penerbanganku yang dioperasikan dengan si Baby Airbus (dan hari itu, penerbangan langsung Paris – Napolinya beneran dioperasikan dengan sebuah Airbus A318, registrasi F-GUGA) bukannya yang lain. Tetapi anehnya, justru secara keseluruhan aku merasa agak senang loh. Mengapa?

  1. Pertama-tama, karena penerbangan-penerbangan pengganti ini gratis kan ya, haha
  2. Kedua, ini adalah pengalaman pertamaku ketinggalan pesawat (Iya, memang alasan yang aneh untuk merasa senang, haha 😆 ).
  3. Ketiga, artinya hari ini aku akan terbang tiga kali dong ya bukannya dua kali. Dan sebagai seorang aviation enthusiast, ini jelas kayak hadiah lah! Huahaha 😆 . Untukku terbang itu sudah menjadi bagian utama dari sebuah perjalanan itu sendiri; jadi nggak sekedar waktuku di ‘tempat tujuanku’ saja.
  4. Keempat, toh aku akan terbang dengan Alitalia hari ini! Sebuah maskapai yang belum pernah aku coba sebelumnya (walaupun andaikata semuanya berlangsung lancar, toh aku akan terbang dengan mereka dua hari kemudian sih ketika aku kembali ke Belanda). Dan seperti yang aku bilang, by default aku suka Alitalia karena kodenya mereka ‘AZ’ kan, haha 😆 ; dan:
  5. Permasalahan dengan urusan terbang begini sebenarnya ‘baik’ sih untuk akun Flying Blue-ku karena aku jadi mendapatkan poin frequent flyer lebih banyak karena mereka harus memindahkanku ke penerbangan baru yang mana artinya aku mendapatkan tiket kelas ekonomi yang lebih mahal (karena pada dasarnya merupakan pembelian tiket last minute) tanpa harus bayar!

Anyway, jadi, sebagai akibatnya, peta rute penerbanganku hari ini berubah seperti ini deh:

Red: original planned flight path, yellow: adjusted flight path because of missing my CDG-NAP connection. Map created with gcmap.com

Merah: rencana peta rute penerbangan hari ini, kuning: peta rute penerbangan sebenarnya yang telah disesuaikan akibat ketinggalan penerbangan koneksi CDG-NAP-ku. Peta dibuat dengan gcmap.com

Penerbangan 2:
Penerbangan: Alitalia AZ 319 (CDG-FCO)
Pesawat: Airbus A320-216 EI-DTK

Aku tidak harus menunggu lama sih di Paris sebenarnya, karena jam 10:40, aku menaiki penerbangan keduaku hari ini: dengan Airbus A320-216-nya Alitalia dengan registrasi EI-DKT dengan nomor penerbangan AZ 319 tujuan Roma-Fiumicino. Jam 11:10 pagi, penerbangannya berangkat tepat waktu.

Setelah lepas landas dari landasan pacu 08L Bandara Charles de Gaulle, penerbangannya adalah penerbangan rutin biasa selama 105 menit ke Roma. Btw, ketika snack dibagikan, jelas untuk minum aku meminta blood orange juice-nya Alitalia yang terkenal banget itu dong ya! 😀 Maksudku, kan sudah lama aku penasaran ama minuman yang satu ini dan sekarang aku bisa mencobanya dua hari lebih awal, semua karena delay tadi pagi itu! Haha 😆 .Ya, pada dasarnya ini adalah orange juice tapi warnanya merah gitu deh; yang mana rasanya memang enak loh! Jadi kalau akan ada yang akan terbang dengan Alitalia, cobain deh blood orange juice-nya ini! 😀

Snack service on board Alitalia's flight and their famous blood orange juice

Layanan snack di penerbangan Alitalia dan blood orange juice-nya yang terkenal itu

Jam 12:35 siang, pesawatnya mendarat di landasan pacu 16L Bandara Roma – Fiumicino. Berikut ini video pendaratannya:

Penerbangan 3:
Penerbangan: Alitalia AZ 1269 (FCO-NAP)
Pesawat: Airbus A320-216 EI-DSB

Penerbangan ketigaku hari ini juga kebetulan terlambat lagi dong selama hampir satu jam! 😦 Jadi seharusnya boarding adalah jam 2:20 siang tetapi kenyataannya boarding baru dilaksanakan jam 3:10 sore. Pesawatnya diparkir di tempat parkir remote sehingga kami harus diantar dengan bus kesana. Ternyata pesawatnya adalah pesawat Airbus A320-216nya Alitalia yang lain, dengan registrasi EI-DSB.

Btw, ini adalah penerbangan domestik kelimaku yang pernah aku naiki di Eropa loh! Tahu kan, setelah penerbanganku dari Toulouse ke Nice (Prancis) di tahun 2012, Madrid ke Barcelona (Spanyol) di tahun 2013, dan penerbangan pp-ku Marseille – Ajaccio (Corsica) tahun lalu (Prancis lagi).

Oh, one thing: avoid the middle seat when flying with Alitalia because there was a huge IFE box there

Oh, dan satu lagi: hindari middle seat ketika terbang dengan A320/A321nya Alitalia karena disitu lah kotak IFE diletakkan

... while there was no "IFE" on board, even though the screen was there but it was not working

… yang mana padahal nggak ada “IFE” loh di pesawatnya, walaupun memang ada layarnya sih. Tetapi IFE-nya ini mati

Ngomong-ngomong, kami kemudian lepas landas dari landasan pacu 25 Bandara Roma-Fiumicino untuk penerbangan singkat ke Napoli ini. Karena penerbangannya amat singkat, tidak ada layanan snack yang diberikan di penerbangan ini. Sekitar 40 menit kemudian, kami mendarat di landasan pacu 24 Bandara Capodichini di Napoli. Berikut ini video pendaratannya:

Penerbangannya mendarat di Napoli jam 5:20 sore sementara penerbangan awalku dengan Air France seharusnya mendarat jam 12 siang. Jadi artinya aku praktis kehilangan waktu satu hari ya di Napoli hari ini. Hari yang awalnya aku rencanakan untuk melihat-lihat keliling kota.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam Napoli Weekend Trip:
– Pompeii
– Kota Napoli
– Masakan Italia (termasuk: makan pizza margherita di restoran dimana pizza margherita pertama kali ditemukan di tahun 1889)