General Life, Zilko's Life

#1249 – Saturday Story

ENGLISH

Before getting into my Wimbledon trip report this year, I think I want to write about my Saturday story first πŸ˜› .

Going to Wimbledon on back to back days (Thursday and Friday) was obviously physically demanding and I was so exhausted afterwards. My flight back to the Netherlands was scheduled to depart at 14:00 from Heathrow Airport but I did not plan anything that morning. I got up at around 8:00 and had breakfast at the hotel. I checked out at around 10:20 and took the underground (subway) to go to the airport. Heathrow Airport was really far btw, as I arrived there at around 12:10, marking an around 1.5 hour trip!

After the security check, I walked around the duty free area while waiting for my flight for boarding. I then saw a book store and decided to pay a visit. I looked at one of the racks and found that they had Dan Brown’s newest book: Inferno! Dan Brown is one of my favorite novelists and I have known about this novel for quite awhile. However, I just had not had the chance to buy one yet. So I decided to buy the book forΒ Β£15 (after aΒ Β£5 discount). I know it is very late, but better late than never, right? πŸ˜‰

Btw, it did not take too long until the boarding time arrived though. I boarded my flight back to Amsterdam at around 13:30. The KL 1010 flight was on a KLM’s Boeing 737-8K2 reg code PH-BXL. Shortly after everyone was on board, we taxied and took off from runway 27R of Heathrow Airport. About 1 hour later, we landed at runway 06 of Amsterdam Schiphol Airport. After passing the immigration desk and took my luggage, I caught a train to go back to Delft.

Here was where my trip to London for the 2013 Wimbledon officially ended. However, my Saturday did not end there πŸ˜€ .

After arriving at my apartment, I cooked a quick pasta with bacon for dinner. Then, at 19:16, I went to Rotterdam to attend my friend’s housewarming party there. It was such a fun night, as in some way it was also a bit of a “reunion” of our Master years. I stayed there until 01:30 and had to leave because I had to take a bus at 01:50 or otherwise I would have to wait another hour, hahaha πŸ˜† . It was past midnight so there was no train service to Delft Zuid anymore so I took a train to Delft station. From there, I walked back to my apartment. In the end, I was so tired! But it was really fun! But even today I still feel quite tired though, hahaha πŸ˜†

BAHASA INDONESIA

Sebelum memulai cerita laporan perjalananku ke Wimbledon tahun ini, rasanya aku ingin menulis cerita hari Sabtuku kemarin terlebih dahulu deh πŸ˜› .

Pergi ke Wimbledon dua hari berturut-turut (Kamis dan Jumat) tentu memakan banyak sekali stamina fisik dan setelahnya aku merasa lelah sekali. Penerbanganku kembali ke Belanda dijadwalkan berangkat jam 14:00 dari Bandara Heathrow tetapi sengaja aku tidak merencanakan apa-apa pagi itu. Aku bangun sekitar jam 08:00 dan kemudian sarapan di hotel. Aku check-out sekitar jam 10:20 dan kemudian naik underground (kereta bawah tanah) menuju bandara. Bandara Heathrow itu jauh banget lho btw, karena aku baru tiba disana sekitar jam 12:10, yang mana artinya perjalanannya ke bandara memakan waktu 1,5 jam!

Setelah pemeriksaan sekuriti, aku berjalan-jalan sebentar di area duty free-nya sembari menunggu penerbanganku untuk boarding. Kemudian aku melihat sebuah toko buku dan memutuskan untuk mampir. Aku melihat salah satu raknya dan melihat buku terbarunya Dan Brown: Inferno! Dan Brown adalah salah satu novelis favoritku dan aku sudah tahu keberadaan novel ini selama beberapa waktu. Hanya saja, aku belum sempat mendapatkan kesempatan untuk membeli bukunya aja. Nah, jadilah aku membeli buku ini seharga Β£15 (setelah diskon sebesar Β£5). Iya, memang sih telat banget, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak pernah kan? πŸ˜‰

Btw, nggak lama sampai waktu boarding tiba. Aku menaiki pesawatku untuk kembali ke Amsterdam sekitar jam 13:30. Penerbangan KL 1010 ini menggunakan pesawatnya KLM yang Boeing 737-8K2 kode registrasi PH-BXL. Tidak lama setelah semua penumpang naik, pesawat memulai taxi dan kemudian lepas landas dari landasan pacu 27R Bandara Heathrow. Sekitar 1 jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 06 Bandara Schiphol di Amsterdam. Setelah melewati imigrasi dan mengambil bagasiku, aku menaiki kereta untuk kembali ke Delft.

Nah, disinilah perjalananku ke London untuk menonton Wimbledon tahun 2013 berakhir. Namun, hari Sabtuku masih belum berakhir loh πŸ˜€ .

Setelah tiba di apartemenku, aku memasak pasta yang sederhana dengan bacon untuk makan malam. Lalu, jam 19:16, aku pergi ke Rotterdamn untuk menghadiri housewarming party-nya temanku disana. Malam itu adalah malam yang seru dan mengasyikkan banget, dan lagipula di satu sisi jadi semacam “reuni” pula dari tahun-tahun Master (S2) kami. Aku berada disana sampai sekitar jam 01:30 malam (atau subuh sih? Hmmm) dan itupun aku harus pulang karena aku harus naik bus yang jam 01:50 atau kalau tidak aku harus menunggu satu jam lagi, hahaha πŸ˜† . Karena sudah lewat tengah malam, jadilah nggak ada kereta yang melayani Stasiun Delft Zuid sehingga aku haris naik kereta ke Stasiun Delft. Dari sana, aku berjalan pulang ke apartemenku. Akhirnya, rasanya capek banget! Tapi senang juga sih! Tapi capek banget dan hari ini pun rasanya masih lelah deh, hahaha πŸ˜†

Advertisements
About Myself, Awards and Blog Homeworks, Miscellaneous

#997 – Sebelas

note: due to its content, this entry will only be published exclusively in bahasa Indonesia (Indonesian). I apologize in advance for the inconvenience.

*

Jadi ceritanya aku mendapatkan PR tentang sebelas ini dari Sulung. Oke deh Lung, sesuai janjiku, PR ini sekarang aku kerjakan deh…

***

Di PR ini aku harus menjawab sebelas pertanyaan seperti yang telah ditentukan di posting-nya Sulung di atas. Nah, kesebelas pertanyaan, beserta jawabanku, aku jawab berikut ini ya:

Sebelas Tanda Tanya

1. Kapan saat terberat dalam hidup anda dan bagaimana anda melaluinya?

Untuk pertanyaan ini, jujur, aku merasa beruntung karena (seingatku sih) aku belum (dan mudah-mudahan tidak akan :P) pernah mengalami suatu masa yang aku kategorikan sebagai “berat” dalam hidup ini. Well, bukan berarti aku tidak pernah menghadapi masalah ya; bukan, tentu saja aku pernah menghadapi yang namanya masalah. Tapi aku selalu berusaha untuk “enjoy” dalam menghadapi semua itu. Mungkin inilah penyebab aku merasa belum pernah merasakan suatu masa yang aku sebut sebagai masa “berat” . πŸ™‚

Mungkin ada yang heran: nggak “berat” apa meninggalkan Indonesia untuk kemudian pindah ke tempat asing yang jaraknya puluhan ribu kilometer dari Indonesia? Hmm, gimana ya, sejak aku kecil (sejak SD), aku sudah ingin banget yang namanya bersekolah / kuliah di luar negeri. Makanya ketika aku mendapat kesempatan ini, perasaan bahagia dan excited di dalam diriku rasanya lebih mendominasi dari perasaan takut atau cemas, dsb. Malah, aku nggak ada perasaan takut atau cemas sama sekali lho waktu berangkat, hehehe.

Nggak berat apa harus hidup sendiri dan mandiri di Belanda? Ah, enggak tuh. Malah aku enjoy-enjoy aja. Masalah hidup jauh dari orangtua: ah, sebelum ini juga aku sudah hidup jauh dari orangtua ketika aku berkuliah di Bandung. Jadi aku sudah terbiasa dengan hidup sendiri ini. Nah, ini jadi mengingatkanku: mungkin masa yang cukup berat adalah ketika aku pertama kali tinggal sendiri jauh dari orangtua, yaitu ketika aku baru pindah ke Bandung untuk berkuliah lima tahun yang lalu. Seperti yang sempat aku tuliskan disini, fase pertama waktu itu adalah fase terberat karena aku harus menyesuaikan diri dengan kehidupan yang berbeda. Tapi, sekali lagi, aku nggak merasakan fase itu berat-berat amat karena aku berusaha menikmatinya dan memang waktu itu ada beberapa teman yang juga berkuliah di Bandung.

Jadi ya gitu deh. Itulah mengapa aku merasa sejauh ini aku belum pernah merasakan yang namanya fase “berat” dalam hidupku πŸ™‚ .

2. Pada usia berapa anda mengalami jatuh cinta pertama kali dan kepada siapa (identitas boleh dirahasiakan)?

Masalah ini aku rahasiakan aja ah. Nggak mood buat mengumbarnya di blog *halah, apasih :P*

3. Pernahkah anda memakan masakan Padang selain rendang? Jika pernah, apa nama makanan tersebut?

Pernah dong. Tentunya: sate padang!! Ah, jadi ingin makan sate padang nih. Tapi di Belanda ini dimana nyarinya coba?? hahahaha. Ah, kau harus tanggung-jawab nih Lung :P.

4. Apa hobi/kebiasaan anda yang anda anggap biasa saja namun orang lain anggap aneh?

Seperti yang pernah aku singgung disini, aku rasa aku memiliki sedikit sifat OCD. Nah, kebiasaanku ini adalah: aku enggan banget memegang makanan (segala jenis makanan ya, termasuk roti) yang akan aku makan dengan tanganku sendiri! Kalau makan, sedapat mungkin aku akan berusaha menggunakan alat-alat yang ada (sendok, garpu, pisau, sendok teh, tusuk gigi, tisu, dll) supaya bisa memasukkan makanan ke mulutku ini tanpa harus menyentuh makanan itu dengan tanganku secara langsung. Kalau sudah terpaksa banget, baru deh aku menggunakan jari-jariku ini langsung untuk makan.

Tambahan:Β Keterpaksaan ini (memakai tangan) biasanya bisa dilakukan kalau aku berada di tempat yang nggak jauh dari wastafel / tempat cuci tangan gitu. Jadi aku tahu kalau setelah selesai bisa langsung mencuci tangan deh, hehehe πŸ™‚

Sewaktu SD, seorang temanku (Angga namanya) mengatakan bahwa aku ini gengsi tanganku kotor, hahaha. Ah, mungkin benar juga? πŸ˜† Tahun lalu ketika travelling ke Italia bersama beberapa temanku, mereka sampai menyemangatiku supaya aku mau makan dengan menggunakan tanganku langsung loh di restoran (padahal waktu itu cuma mau makan kentang goreng aja dan aku mengambil kentangnya dengan garpu, huahahaha πŸ˜† ).

5. Jika diberi kesempatan bertemu dengan seorang penulis, siapakah penulis yang ingin anda temui dan apa alasannya?

Satu penulis novel yang aku sukai adalah Dan Brown. Entah kenapa, aku selalu suka saja sama karya-karyanya (mungkin karena karyanya itu mengombinasikan antara ilmu pengetahuan dengan misteri mungkin ya). Hanya satu karyanya yang aku kurang suka: Digital Fortress; sementara lainnya aku suka.

6. Pernah baca majalah Bobo? Jika disuruh untuk memilih, karakter manakah yang akan anda pilih antara Bobo, Coreng, Upik, Bapak, Emak, dan Paman Gembul, disertai alasannya!

Kalau pernah atau tidak, jawabannya adalah pernah. Masalahnya, aku dulu nggak langganan majalah Bobo. Jadi, sekarang aku sudah lupa deh sama karakter-karakternya, hahahaha.

7. Apa film yang paling anda sukai dan apa alasannya?

Aku menyukai banyak film, bisa film action, film komedi, animasi, dsb (tapi bukan film drama atau horor/thriller yah :P). Hanya saja, kalau pertanyaannya adalah mengenai film yang paling bisa membuat kesan di dalam benakku, biasanya film-film tersebut adalah film dengan pesan dan cerita yang mendalam. Banyak lah film bagus di dunia ini, tapi yang sekaligus memiliki pesan mendalam, rasanya nggak sebanyak itu deh. Satu film yang sangat berkesan bagiku adalah film animasi Lion King dari Walt Disney yang dirilis tahun 1994. Waktu kecil, entah berapa kali aku menonton film ini πŸ™‚ . Mengapa aku sukai? Well, karena film ini sarat makna. Satu makna paling dalam yang aku kagumi dari film animasi ini adalah the circle of lifeΒ : lingkaran kehidupan. Aku masih ingat banget papaku dulu yang menjelaskan makna mendalam ini kepadaku (yang masih berumur belum ada 10 tahun :D); bagaimana kehidupan ini bak sebuah siklus. Ah, film ini memang film yang bagus banget ya.

8. Apa impian terbesar anda yang belum tercapai?

Ingin hidup mapan dan bahagia. Klise? Ah, enggak juga koq menurutku. Mengapa? Karena semakin bertambahnya usia *hoek, sok bijaksana nih ceritanya*, aku merasa apa yang aku sukai dan ingin lakukan itu terjawab semakin jelas. Jadi, pernyataan yang terlihat klise ini menjadi tidak klise karena ada arah real yang ingin aku tuju. Sebagian besar “jawaban” ini muncul beberapa bulan belakangan ini sih, ketika aku dengan intens-nya bertanya pada hatiku yang paling dalam dan memintanya menjawab dengan sejujurnya mengenai apa yang sebenarnya ingin aku lakukan. In a way, jawabannya mungkin terdengar sedikit idealis sih, tapi ya kita lihat saja deh nanti. Kapan-kapan mungkin aku akan menulis tentang ini dengan lebih detail deh, tapi bukan sekarang karena kini belumlah waktu yang tepat untuk menuliskannya. πŸ˜›

Anyway, jadi tujuan itu belum tercapai saat ini memang (ya iyalah), tapi aku sedang mengusahakan diriku untuk berjalan mengarah ke sana. Mohon doa dan dukungannya ya. πŸ™‚

9. Jika anda punya kemampuan melihat hal-hal gaib, apa yang akan anda lakukan?

Wah, serem banget dong ya kalau bisa melihat hal-hal gaib .

10. Deskripsikan diri anda dalam satu paragraf namun tidak lebih dari empat kalimat!Β (Wah, tanda seru nyempil satu)

Aku adalah seseorang yang (kini) berumur 23 tahun dan sedang hidup di Belanda. Seorang yang serius sekaligus bersemangat. Seorang yang introvert, cenderung pendiam, dan pemalu (terutama di lingkungan yang “asing”). Seorang yang suka bekerja keras tapi juga mengimbanginya dengan berusaha menikmati hidup dan bahagia *halah*.

11. Bagaimana pendapat anda tentang blog saya, Catatannya Sulung?

Blog “Catatannya Sulung” menurutku adalah blog yang bagus dan menarik banget. Gaya penulisannya runtut dan rapi banget (jelas lah ya, mahasiswa jurusan bahasa Indonesia gitu :P), tapi sekaligus tidak terlalu baku/kaku. Inilah yang menjadi kekuatan dari blog itu. Hebat kamu Lung, jago menulis. Lanjutkan! πŸ˜›

***

Yup, PR-nya sudah selesai ya Lung! πŸ˜€

Dan karena sepertinya PR ini sudah tersebar di dunia per-blog-an lumayan lama, jadinya aku stop sampai disini saja deh. Aku nggak akan menyebarkannya lagi *alasan nih, padahal juga lagi males untuk membuat 11 pertanyaan lagi, huahahaha πŸ˜† *.