EuroTrip, Half Week Trip, Vacation

#2068 – A Midweek Trip to Copenhagen

ENGLISH

At the end of January I went on a midweek trip to Copenhagen to attend the PhD defense and graduation of a friend of mine, which was one of the two trips I did that week! It is the time now for the story 😀

The transport

On this trip, I took Air France and KLM’s Amsterdam – Copenhagen – Paris – Amsterdam. The last two flights were regular comfortable Air France flights with an Airbus A318 (F-GUGM) and Airbus A321 (F-GTAJ) so I won’t get too much to it. The first KLM flight to Copenhagen was, however, interesting.

An Air France’s A318 reg F-GUGM at CPH
An Air France’s A321 reg F-GTAJ at AMS

Two days before the trip, I got an email from KLM saying that due to changes in the timetable, the flight to Copenhagen would be operated with a Transavia’s Boeing 737-800 but still with KLM service and staffed by KLM crews. In case you aren’t familiar, Transavia is KLM’s low cost carrier (LCC) subsidiary and there is no Europe business class or economy comfort seats on the plane. And so in Indonesia this would be like holding a Garuda Indonesia ticket but the flight, while still with Garuda’s level of service and crews, would be operated with a Citilink’s plane, haha.

KLM operated my KL1125 flight to Copenhagen today with this Transavia’s Boeing 737-800 reg PH-HZL.

Transavia’s PH-HZL was chosen for my flight today. The gate officers and flight attendants apologized for this change of plane. I settled onto my 4A seat which was a typical LCC seat: it felt quite crammed! Haha 😛 . Thankfully, everything else was pretty much as per KLM standard. They even put the KLM in-flight magazines in the seat pocket, much to my delight because I wasn’t impressed at all with Transavia’s in-flight magazine on my latest flight with them 1.5 years ago, haha. KLM’s usual sandwich and drink service were served on board. The flight landed at Copenhagen – Kastrup Airport on time.

KLM magazines and Transavia Safety Card

A Danish PhD defense and graduation

My main agenda in Copenhagen was my good friend’s PhD defense and graduation. It was also my first time attending such an event outside of the Netherlands and so I was also curious to see the difference.

The defense started with a public presentation for about 45 minutes in a lecture room. I think my friend was quite composed during the presentation, which was really good. Then, a professor told the audience that there would be a 5 minutes break before the Q&A session would start. This next session could potentially take up to 2 hours and he said something along the line as “If you want to leave the room, this is your chance“, or at least this was how the message was conveyed to me, haha.

Actually I would like to stay and see maybe a few questions, as this session was usually where the interesting discussion took place. However, with only one door at the front of the room, what if I needed to, say, go to the toilet or get something to drink? It could potentially took two hours, damn it! I certainly would not want to be in the awkward situation of “interrupting” a fierce PhD defense discussion session because I needed to pee, haha. And so in the end I decided to leave the room, and so did all the other audiences leaving my friend only with the professor and thesis defense committee in the room.

A PhD graduation reception in Denmark

I then helped her colleague prepare for the reception afterwards in a cool hang out hall in the university. The Q&A session took, apparently, about an hour. My friend came to the room with the professors who then promoted her as a Doctor. The reception then started; and it actually went quite long as my friend organized a dinner as well, also at the same place. I stayed there until about 8:30 PM before I decided to leave as I was so tired. It had been a long day when I got up at 3 AM that morning! Hahaha 😛 .

So yeah, in conclusion, a PhD defense and graduation in Denmark was very different from the Netherlands. You can read how mine was here last year. In the Netherlands, it was much more traditional with all the rules and procession while in Denmark, at least on the surface, it looked much more relaxed and casual (There was even no dress code). The committee also consisted of more people in the Netherlands, at least in TU Delft. I also found it interesting that the reception (and dinner) was more like a DIY kind of stuffs, whereas in the Netherlands it was more “formal” with a caterer organizing the reception!

Copenhagen

The colours of Copenhagen

Because my main agenda in Copenhagen was to attend the defense and graduation, I did not have much time to go around the city. But I had visited this beautiful city twice before so I did not really mind this to be honest, haha.

I was glad that I still got the time to enjoy another awesome brunch in Copenhagen, btw (Copenhagen is famous for the amazing brunch places throughout the city). A friend and I headed out to Kalaset nearby the Nørreport Station for brunch, which was highly rated in Yelp. Obviously I ordered the non-vegetarian (lol) brunch, which was really, really good!! 😀

An amazing brunch in Copenhagen

So yeah, the next time you head out to Copenhagen, don’t forget to have brunch! And also the smørrebrød, which unfortunately I did not have this time, hahaha.

BAHASA INDONESIA

Di akhir bulan Januari aku pergi dalam perjalanan singkat di tengah minggu ke Kopenhagen untuk menghadiri sidang dan wisuda PhD (S3)-nya seorang teman baikku, yang mana adalah satu dari dua perjalananku minggu itu! Nah, mari ceritanya kita mulai 😀

Transportasi

Di perjalanan ini, aku terbang dengan Air France dan KLM dengan rute Amsterdam – Copenhagen – Paris – Amsterdam. Dua penerbangan terakhir adalah penerbangan reguler Air France dengan sebuah Airbus A318 (F-GUGM) dan Airbus A321 (F-GTAJ) sehingga tidak akan banyak aku ceritakan di sini. Penerbangan pertama dengan KLM ke Kopenhagen, tapinya, cukup menarik.

A318nya Air France dengan rego F-GUGM di CPH
A321nya Air France dengan rego F-GUGM di AMS

Dua hari sebelum berangkat, aku mendapatkan email dari KLM yang menyebutkan bahwa karena perubahan jadwal, penerbanganku ke Kopenhagen akan dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-800 milik Transavia; tetapi masih akan diterbangkan dengan layanannya KLM oleh stafnya KLM. Jika pada nggak paham nih, Transavia adalah anak perusahaan low cost (LCC)-nya KLM dan pesawat-pesawatnya tidak dilengkapi dengan kursi kelas bisnis Eropa maupun economy comfort. Jadi jika di Indonesia kurang lebih ini seperti situasi dimana kita memiliki tiket Garuda Indonesia tetapi penerbangannya, walaupun tetap berlayanan sesuai standar dan oleh kru Garuda, dioperasikan dengan pesawatnya Citilink, haha.

KLM mengoperasikan penerbangan KL1125 ke Kopenhagen hari ini dengan Boeing 737-800 rego PH-HZL milik Transavia ini.

PH-HZL milik Transavia dipilih untuk penerbanganku hari ini. Petugas di bandara dan awak kabinnya memohon-maaf atas perubahan pesawat ini. Aku duduk di kursi 4A yang mana seperti standar kursi ala LCC: rasanya sempit! Haha 😛 . Untungnya, semua sisi lain dari penerbangan ini sesuai standarnya KLM sih. Bahkan mereka menyediakan majalahnya KLM loh di kursinya, yang mana membuatku senang karena aku sungguh tidak terkesan dengan majalahnya Transavia di penerbanganku terakhir dengan mereka 1,5 tahun sebelumnya, haha. Layanan sandwich dan minum-nya KLM disajikan di penerbangan ini. Penerbangannya tiba di Bandara Kastrup di Kopenhagen tepat waktu.

Majalah KLM dan kartu keselamatan Transavia

Sidang dan wisuda PhD (S3) di Denmark

Agenda utamaku di Kopenhagen adalah sidang dan wisuda PhD (S3)-nya temanku. Ini adalah kali pertama aku menghadiria cara semacam ini di luar Belanda nih jadi aku juga penasaran untuk melihat perbedaannya.

Sidang dimulai dengan presentasi terbuka selama sekitar 45 menit di sebuah ruang perkuliahan. Aku rasa temanku presentasi dengan cukup tenang hari ini, yang mana bagus banget ya. Setelahnya, salah seorang profesornya mengumumkan bahwa akan ada jeda selama 5 menit sebelum sesi tanya-jawab dimulai. Sesi berikutnya ini bisa memakan waktu sampai 2 jam dan profesornya kurang lebih berkata “Jika kalian mau meninggalkan ruangan ini, sekarang lah kesempatan kalian!“, atau setidaknya begitu deh kesan yang aku tangkap, haha.

Sebenarnya aku ingin tetap duduk dan menonton mungkin beberapa pertanyaannya, karena di sini lah dimana biasanya diskusi yang menarik berlangsung kan. Tetapi masalahnya hanya satu pintu di ruangan itu yang lokasinya berada di depan. Nah, bagaimana dong jika misalnya aku butuh untuk ke toilet atau mengambil minuman dari luar? Sesinya bisa memakan waktu hingga dua jam loh! Jelas dong ya aku nggak mau menarik perhatian di tengah-tengah diskusi sengit sidang PhD karena aku harus buang air kecil, haha. Jadilah pada akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan ruangannya saja, dan ternyata semua penonton lainnya juga demikian sehingga temanku sendirian bersama profesor dan komite sidangnya untuk sesi tanya jawab.

Resepsi wisuda S3 di Denmark

Aku kemudian membantu seorang kolega temanku mempersiapkan resepsi setelahnya di sebuah ruangan kongkow-kongkow di universitasnya. Sesi tanya jawabnya ternyata memakan waktu sekitar satu jam. Temanku datang ke ruangannya diikuti oleh profesornya yang kemudian mempromosikannya menjadi seorang Doktor. Resepsi kemudian dimulai; yang mana ternyata berlangsung lumayan lama karena temanku mengadakan acara makan malam pula, juga di tempat yang sama. Aku berada di sana hingga sekitar jam 8:30 malam, dimana aku sudah mulai ngantuk! Iya sih, hari ini adalah hari yang panjang karena paginya aku harus bangun jam 3 subuh! Hahaha 😛 .

Jadi kesimpulannya, sidang dan wisuda PhD (S3) di Denmark memang berbeda sekali dari Belanda. Sidang dan wisudaku tahun lalu bisa dibaca di sini. Di Belanda, acaranya lebih tradisional dengan segala peraturan dan prosesinya sementara di Denmark, setidaknya yang nampak di permukaan, sepertinya lebih santai dan kasual (Bahkan nggak ada dress code loh). Komite sidang di Belanda juga rasanya lebih besar, setidaknya di TU Delft yah. Bagiku juga menarik dimana resepsi (dan makan malam) dipersiapkan sendiri, sementara di Belanda acara ini lebih “formal” yang dikerjakan oleh badan katering!

Kopenhagen

Warna-warna Kopenhagen

Karena agenda utamaku di Kopenhagen adalah menghadiri sidang dan wisuda temanku, aku tidak memiliki banyak waktu untuk berkeliling kota. Tetapi aku sudah pernah mengunjungi kota cantik ini dua kali sebelumnya sih sehingga aku tidak mempermasalahkan ini, haha.

Tetapi aku lega aku masih sempat menikmati brunch yang enak banget di Kopenhagen (Kopenhagen ini terkenal dengan tempat-tempat brunch-nya yang enak-enak di seluruh penjuru kota). Aku dan seorang teman memutuskan untuk mampir di Kalaset di dekat Stasiun Nørreport untuk brunch, yang ber-rating tinggi di Yelp. Jelas aku memilih menu yang non-vegetarian (haha), yang mana beneran enak banget!! 😀

Brunch yang enak banget di Kopenhagen

Jadi, kalau ke Kopenhagen memang wajib banget deh brunch! Dan juga smørrebrød-nya, yang mana sayangnya tidak sempat aku makan kali ini, hahaha.

Advertisements
EuroTrip, Half Week Trip, Vacation, Weekend Trip

#2057 – Recapping Last Week

ENGLISH

Last week was, indeed, a unique week for me because I had … two separate trips within the week! Lol 😆 .

I already mentioned that I was in Copenhagen in Denmark on Tuesday for the PhD defense of a good friend of mine. And of course this trip had to last until Wednesday because a reception and a party followed the defense which I definitely would not miss, haha.

Copenhagen, Denmark

And later on in the week, as my Instagram (@azilko) followers have known, I went on a weekend trip! And this time, I went to … Bologna in Italy! This weekend trip was one of the longer one where I departed on Friday, instead of Saturday, and went back to Amsterdam on Sunday. I chose to depart on Friday mainly because I found an interesting routing from Amsterdam to Bologna via Lyon on that day, haha 😛 .

A tortellini bolognese with ragu in Bologna!

It was a coincidence that these two trips were so close to each other. I already planned my Bologna trip since months ago while I planned my Copenhagen trip just about three weeks ago, haha. I still got myself a return Air France/KLM ticket to Copenhagen (with a routing via Paris on the way back 😛 ), even though it was not the cheapest flight ticket per se. However, the cheapest return flight (with Norwegian) would require me to stay an extra night in Copenhagen plus an extra half a day off of my holiday allowance. So I figured that all things considered, my trip would cost “less” in total if I bought the seemingly more expensive Air France/KLM ticket. And so as a bonus, I also got quite some miles from this ticket, haha. Anyway, so in the end here is the route map of the flights I did last week.

My routing last week. Created with gcmap.com

Work-wise, indeed it was an interesting week for me last week; because I only worked on Monday and Thursday! You see, I had a weekend, then a day of work (Monday), then two days of vacation, then a day of work (Thursday), then a “long” weekend! It indeed felt a little bit like I was taking two breaks from vacation for work! Lol 😆

To sum it up, it was indeed such a fun week. Here are some photos from the two trips as teasers:

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu adalah minggu yang unik untukku karena aku … pergi dalam dua perjalanan yang berbeda dalam satu minggu! Hahaha 😆 .

Sudah kusebutkan di sini bahwa aku berada di Kopenhagen di Denmark di hari Selasa untuk menghadiri sidang dan wisuda PhD (S3)-nya seorang teman baikku. Dan tentu saja perjalanan ini harus berlanjut sampai hari Rabu karena wisudanya diikuti dengan resepsi dan pesta yang mana jelas aku nggak mau lewatkan dong ya.

Kopenhagen, Denmark

Dan kemudian, seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan! Dan kali ini, aku pergi ke … Bologna di Italia! Perjalanan akhir pekan ini tergolong yang cukup panjang karena aku berangkat di hari Jumat, bukannya Sabtu, dan kembali ke Amsterdam di hari Minggu. Aku memutuskan untuk berangkat di hari Jumat karena aku menemukan penerbangan yang rutenya unik dari Amsterdam ke Bologna, yaitu via Lyon hari itu, haha 😛 .

Tortellini bolognese dengan ragu di Bologna!

Kebetulan banget dua perjalanan ini berlangsung dalam waktu yang berdekatan begini. Perjalanan ke Bologna sudah kurencanakan semenjak berbulan-bulan lalu sementara perjalananku ke Kopenhagen baru kurencanakan tiga minggu yang lalu, haha. Aku membeli tiket pp dengan Air France/KLM ke Kopenhagen (dengan rute via Paris di perjalanan kembalinya), walaupun tiket ini bukanlah tiket pesawat yang termurah. Namun dengan tiket yang termurah (dengan Norwegian), aku harus menginap semalam ekstra di Kopenhagen plus aku harus mengambil cuti setengah hari lebih panjang. Jadilah ketika semuanya aku hitung, total biaya perjalananku justru akan “lebih rendah” apabila aku membeli tiket pesawat Air France/KLM yang dari luarnya nampak lebih mahal ini, haha. Dan sebagai bonus, miles yang kudapat dari tiket ini juga tergolong banyak! Haha 😆 . Ngomong-ngomong, pada akhirnya berikut ini deh peta rute penerbangan yang aku naiki minggu lalu.

Ruteku minggu lalu. Dibuat dengan gcmap.com

Dari segi kerjaan, minggu lalu menjadi minggu yang menarik untukku; karena aku hanya masuk kerja di hari Senin dan Kamis! Iya kan, weekend, kemudian aku masuk satu hari (Senin), lalu liburan dua hari, lalu masuk sehari (Kamis), lalu “long” weekend! Jadilah minggu lalu sedikit terasa seperti aku mengambil dua cuti dari liburan untuk bekerja! Huahaha 😆

Jadi sebagai kesimpulannya, minggu lalu memang adalah minggu yang amat seru bagiku. Di atas juga aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari dua perjalanan ini.

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1532 – A Weekend Trip to Copenhagen

ENGLISH

Getting To/From There

Obviously I decided to fly with KLM to get to/from Copenhagen. To get there, I chose to fly with flight KL 1127 because the schedule was very convenient so that I could have lunch after arriving in Copenhagen. As usual, flight KL 1127 was operated with a Boeing 737-800. But I was so lucky today because out of KLM’s 25 Boeing 737-800s, they decided to deploy PH-BXA, which was nicknamed “Swan”, today for flight KL 1127. But how was I lucky with this? Well, because PH-BXA looked like this:

How PH-BXA looked from the outside
How PH-BXA looked from the outside

Yes!! PH-BXA was a retro jet[1]!! It was super cool, wasn’t it? 😆

The flight took off from runway 36L of Amsterdam Schiphol Airport and landed 1 hour later at runway 04L of Copenhagen Kastrup Airport. Here is the landing video:

To get back to the Netherlands, I chose flight KL 1130 because it was the cheapest flight of the day, haha 😆 . And the schedule was very convenient too! 🙂 And just as usual, this flight was operated with KLM Cityhopper’s Fokker 70. This time, I got PH-WXD, a 20 year old Fokker 70, for my flight. The flight departed on time and took off from runway 04R of Copenhagen Kastrup Airport. About one hour later, we landed at runway 36R of Amsterdam Schiphol Airport. Here is the landing video:

The Kopdar[2] Story

Kutubuku and I decided to meet for a lunch in Tårnet, a new restaurant in the city center of Copenhagen. The restaurant was located inside the tower of the Christiansborg palace. To get in there, we must, first, pass a security check. And this was before we had to queue for the elevator, the only way to get up to the tower and there was just one elevator which could fit only eight people, lol 😆 . And today was a busy day at the restaurant where we got stuck for a little bit at the security check because they needed to let some people out first.

A kopdar in Copenhagen!
A kopdar in Copenhagen!

Anyway, so we made it to the restaurant and got our table. You can find the story of the food below in the food section of this post 😀 . The kopdar was so much fun btw! We just kept talking for the almost 2 hours that we were there! 😀 At around 3:15 PM I had to leave because I must go to my friend’s place in the north part of Copenhagen.

So we left the restaurant and walked accross the city centre to go to Norreport station where I would take a local S-tog train service. And we split there. Well, thanks for the time, and I hope we can meet again!! 😀

Copenhagen and Friends

Back to this statue again!!
The HC Andersen statue in Copenhagen

As I said before, the main agenda of this trip was to visit my friends who just had a baby this winter and to give the small present we (two other friends and I) had bought in India. And this was indeed the theme of the rest of the trip.

We did not do much in the first day because one of my friends twisted his ankle that day so he could not really walk. So we just stayed at their place for the rest of the day, which was also very fun because all we did was just talk, talk, and talk! You know, we haven’t met in quite awhile 😆 . But I had to leave at around 10:30 PM because I needed to go back to my hostel to complete my check-in process (earlier that day apparently I was too early for check-in).

Copenhagen
Copenhagen

On the second day, we made a plan to meet at noon for a brunch my friend had booked in the Danish Architecture Centre. My plan for the morning was just to laze and got up a bit later. But it turned out that I couldn’t, lol 😆 . I got up much earlier than planned so after showering I decided to walk around the city centre a little bit.

We met at the Danish Architecture Centre right on time at noon and we directly went to the second floor for the brunch. Again, the brunch story is below in the food section. After brunch, we went around the city centre. To me, there was nothing new because I already visited Copenhagen last year (except that this time we went into the Marble church where last year I just passed it by). But it was still very fun 😀 .

Back to this famous statue again
The famous Den Lille Havfrue statue in Copenhagen

After visiting the famous Little Mermaid statue, we stopped by at a cafe. There, we celebrated the very important (for me, as a mathematician 😛 ) Pi Day[3] this year where we ordered super delicious apple pies! Haha 😆 . For dinner, we went to the Norrebro Byrghus where we had another amazing meal!

The Food

Smørrebrød

One thing which I missed on my trip to Copenhagen last year was the smørrebrød, the Danish sandwich. So that is why I immediately agreed to go to Tårnet for the kopdar because they provided smørrebrød for lunch. There was a lunch package for Dkk 275 (approx. €37) which consisted of two pre-chosen (by the chef) smørrebrød, a glass of beer, and a choice of tea or coffee. Today, the two pre-chosen smørrebrøds were a chicken and a tartar smørrebrød. And I ordered this.

Super delicious gourmet smorrebrod
Super delicious gourmet smørrebrød

And it turned out to be really delicious! I seriously loved it! I did not like the tartar steak I had in France but I loved this one they served in the smørrebrød! (Well, to be fair I think what made the difference was the mustard sauce though; I did not like the mustard sauce, not the steak itself). And everything was so tasty!

But then, it turned out that normally non-Danish people did not really like the smørrebrød (according to Kutubuku and my friends). So maybe I was an exception then? Lol 😆 .

The Brunches

I had two brunches during my stay in Copenhagen this weekend.

Brunch #1 (the Danish Architecture Centre (story above))

A very nice buffet brunch
A very nice buffet brunch

The brunch was really good btw even though it was not “too” Danish in my opinion. They provided really delicious crispy bacon, and because it was a buffet brunch, basically there was an unlimited supply of it. And as a result, I ate like a lot of them, lol 😆 .

Brunch #2 (Charlottenlund)

I had the second brunch on my last day in Copenhagen, in the morning before my flight back to the Netherlands. This brunch was much more Danish; and it was SO amazing! This photo described it much better than any words I could ever write:

An amazing Danish brunch!!
An amazing Danish brunch!!

Norrebro Byrghus

A delicious steak sandwich!!
A delicious steak sandwich!!

We had dinner at the Norrebro Byrghus in the region of Norrebro in Copenhagen. And it was also very good, even though it was a bit pricey as well, lol 😆 . At first I was thinking of ordering the three course menu but then I realized it would be better to just buy the a la carte one (as it was cheaper as well). I ordered fried vegetable chips as an appetizer, a very delicious steak sandwich for the main course, and a blood orange sorbet as the dessert. Oh, each of us also ordered a beer package consisting of four different beers 🙂

BAHASA INDONESIA

Pergi ke/dari Copenhagen

Jelas aku memutuskan untuk terbang dengan KLM untuk pergi ke/dari Copenhagen. Untuk keberangkatannya, aku memutuskan untuk terbang dengan penerbangan KL 1127 karena jadwalnya sungguh nyaman dimana aku masih bisa makan siang setelah tiba di Copenhagen. Seperti biasa, penerbangan KL 1127 dioperasikan dengan sebuah Boeing 737-800. Tetapi kali ini aku beruntung karena dari 25 pesawat Boeing 737-800 yang dimiliki KLM, mereka memutuskan untuk menggunakan PH-BXA, yang diberi nama “Swan/Angsa”, untuk penerbangan KL 1127 hari ini. Lah, beruntungnya gimana? Yaa, karena penampakannya PH-BXA itu seperti ini:

How PH-BXA looked from the outside
Penampakan PH-BXA dari luar

Iya!! PH-BXA adalah sebuah retro jet[1]!! Keren kan ya? Haha 😆

Penerbangannya lepas landas dari landasan pacu 36L Bandara Amsterdam Schiphol dan mendarat sekitar 1 jam kemudian di landasan pacu 04L Bandara Kastrup di Copenhagen. Berikut ini video pendaratannya:

Untuk kembali ke Belanda, aku memutuskan naik penerbangan KL 1130 karena penerbangan ini adalah yang termurah untuk hari itu, haha 😆 . Dan kebetulan jadwal penerbangannya juga enak! 🙂 Dan seperti biasa, penerbangan ini dioperasikan dengan sebuah Fokker 70 milik KLM Cityhopper. Kali ini, mereka menggunakan PH-WXD yang sudah berumur 20 tahun untuk penerbangan ini. Penerbangannya berangkat tepat waktu dan lepas landas dari landasan pacu 04R Bandara Kastrup di Copenhagen. Sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 36R Bandara Amsterdam Schiphol. Berikut ini video pendaratannya:

Cerita Kopdar

Kutubuku dan aku memutuskan untuk kopdaran sambil makan siang di Tårnet, sebuah restoran yang baru di pusat kota Copenhagen. Restorannya sendiri terletak di dalam menaranya Istana Christianbsborg. Untuk naik kesana, pertama-tama kami harus melewati pemeriksaan sekuriti terlebih dahulu. Dan kemudian, kami harus mengantri untuk naik lift, yang mana hanya ada satu lift dan hanya muat delapan orang saja, haha 😆 . Dan hari ini kebetulan adalah hari yang sibuk di restorannya sehingga kami harus menunggu dulu di tempat pemeriksaan sekuritinya karena mereka harus menunggu beberapa orang keluar dari restorannya dulu.

A kopdar in Copenhagen!
Kopdaran di Copenhagen!

Singkat cerita, kami sampai juga di restorannya dan mendapatkan meja kami. Cerita makanannya aku tulis di bawah ya di bagian makanan dari posting ini 😀 . Kopdarnya sendiri berlangsung seru dimana kami ngobrol terus selama hampir 2 jam hari itu, 😀 . Sekitar jam 3:15 sore, aku harus pergi karena sudah ada janji untuk ke tempat temanku di Copenhagen utara.

Jadi kami meninggalkan restorannya dan berjalan menyebrangi pusat kotanya untuk pergi ke stasiun Norreport dimana aku akan naik kereta lokal S-tog. Dan kami berpisah disana. Trims banyak atas waktunya, dan mudah-mudahan kita bisa bertemu kembali!! 😀

Copenhagen dan Teman-Teman

Back to this statue again!!
Patung HC Andersen di Copenhagen

Seperti yang aku bilang sebelumnya, agenda utama perjalanan ini adalah mengunjungi temanku yang baru saja melahirkan musim dingin lalu dan memberikan kado kecil yang kami (aku dan dua orang teman) beli di India. Dan memang inilah tema dari sisa perjalanan ini.

Kami tidak pergi kemana-mana di hari pertama karena pergelangan kakinya salah satu temanku terpelintir sehingga ia tidak bisa berjalan. Jadilah kami santai-santai aja di rumahnya mereka sepanjang sisa hari itu, yang mana seru juga karena kami bisa ngobrol terus dengan bebas! Tahu kan, sudah lama lho kami nggak bertemu, haha 😆 . Tetapi aku harus pergi sekitar jam 10:30 malam karena aku harus kembali ke hostelku untuk menyelesaikan proses check-in-nya (siangnya aku sudah kesana tetapi ternyata waktu itu masih terlalu awal untuk check-in).

Copenhagen
Copenhagen

Di hari kedua, kami membuat rencana untuk brunch bareng jam 12 siang di sebuah kafe di Pusat Arsitektur Denmark. Rencanaku adalah bangun siang pagi itu dan santai-santai aja. Tetapi aku nggak bisa dong, haha 😆 . Aku bangun terlalu pagi dan jadilah setelah mandi, aku berjalan-jalan aja mengelilingi kotanya.

Kami bertemu di Pusat Arsitektur Denmark tepat waktu jam 12 siang dan langsung kami naik ke lantai dua untuk brunch. Lagi, cerita brunch-nya ada di bawah ya. Setelah brunch, kami berkeliling pusat kotanya. Untukku, tidak ada yang baru sih karena aku sudah pernah mengunjungi Copenhagen tahun lalu (kecuali bahwa tahun ini kami masuk ke Gereja Marmer-nya dimana tahun lalu aku cuma lewat doang). Tetapi masih seru-seru aja kok 😀 .

Back to this famous statue again
Patung Den Lille Havfrue yang super terkenal itu di Copenhagen

Setelah mengunjungi Patung Little Mermaid yang super terkenal itu, kami mampir di sebuah kafe. Disana, kami merayakan Hari Pi[2] tahun ini yang amat penting itu (penting untuk aku sih, sebagai matematikawan 😛 ) dengan sebuah apple pie yang enak banget! Haha 😆 . Untuk makan malam, kami pergi ke Norrebro Byrghus dimana makanannya enaak!

Makanannya

Smørrebrød

Satu hal yang aku sesalkan dari perjalananku ke Copenhagen tahun lalu adalah melewatkan untuk makan smørrebrød, sandwich ala Denmark. Jadi itulah mengapa aku langsung setuju untuk makan siang di Tårnet untuk kopdar karena restoran ini menyediakan smørrebrød untuk makan siang. Ada paket makan siang seharga Dkk 275 (sekitar Rp 515.000,-) yang terdiri atas dua macam smørrebrød yang sudah ditentukan (oleh chef-nya), segelas bir, dan teh atau kopi. Hari ini, dua smørrebrøds yang telah ditentukan adalah smørrebrød ayam dan smørrebrød tartar. Dan aku memilih paket ini.

Super delicious gourmet smorrebrod
Gourmet smørrebrød yang enak banget

Dan ternyata memang enak banget lho! Aku beneran suka banget deh! Aku tidak suka steak tartar di Prancis tetapi aku suka yang mereka sajikan dengan smørrebrød-nya ini! (Eh, tetapi sebenarnya perbedaannya adalah saus mustard-nya sih; karena aku tidak suka sausnya ini, bukan steaknya, haha). Dan semuanya rasanya enaak!

Tetapi kemudian, ternyata umumnya yang bukan orang Denmark pada tidak suka (menurut Kutubuku dan teman-temanku). Jadi mungkin aku adalah pengecualian kali yah? Hahaha 😆 .

Brunch

Dua kali aku makan brunch di Copenhagen akhir pekan ini.

Brunch #1 (Pusat Arsitektur Denmark (cerita di atas)) 

A very nice buffet brunch
Brunch model buffet

Brunch-nya sendiri enak walaupun menurutku sih nggak “terlalu” Denmark. Mereka juga menyediakan bacon crispy yang mana enak banget loh. Dan karena brunch-nya bermodel buffet, jadilah pada dasarnya bacon itu tak terbatas jumlahnya. Akibatnya, aku makan banyak banget deh, hahaha 😆 .

Brunch #2 (Charlottenlund)

Brunch kedua adalah di hari terakhirku di Copenhagen,  di pagi harinya sebelum aku kembali ke Belanda. Nah, brunch yang kali ini Denmark banget nih; dan memang enak BANGET! Foto berikut ini mendeskripsikannya jauh lebih baik daripada kata-kata deh:

An amazing Danish brunch!!
Brunch ala Denmark yang enak banget!!

Norrebro Byrghus

A delicious steak sandwich!!
Steak sandwich yang enak banget!!

Kami makan malam di Norrebro Byrghus di daerah Norrebro di Copenhagen. Dan makanannya memang enak-enak, walau menurutku mahal sih harganya, haha 😆 . Awalnya aku berpikir untuk memesan menu three course-nya deh tetapi setelah dipikir-pikir, rasanya lebih mending beli menu yang a la carte saja (yang mana juga jatuhnya lebih murah). Aku memesan sayuran digoreng model chips untuk makanan pembuka, sebuah steak sandwich yang enak banget untuk makanan utama, dan blood orange sorbet (agak awkward rasanya untuk menerjemahkan nama ini ke bahasa Indonesia 😛 ) sebagai pencuci mulut. Oh, masing-masing dari kami juga memesan paket bir yang terdiri dari empat macam bir 🙂

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1530 – A Weekend Recap

ENGLISH

So, as my followers in Instagram must have known, I had another short weekend trip this weekend.

This time, though, I did not visit a new destination. In fact, I just went there less than a year ago. Yes, I went to the capital city of Denmark, Copenhagen, again. 😀

The main reason behind this trip was highly related to my year end trip to India. As I said, actually there were two other friends who were supposed to join us to India but they had to cancel. And the reason behind the cancellation was because my friend got pregnant. So our friends and I decided to buy her (baby) a present while we were in India. Obviously at some point we needed to deliver the present (preferably in person since we had a legitimate justification to make a trip to Denmark, lol 😆 ). Luckily we were able to find a weekend where all of us were free to go there, which was this weekend, so to Copenhagen we went to.

And I thought, well, obviously when I was in Copenhagen anyway and it happened that we would take different flights to get there (haha 😆 ), I decided to contact Kutubuku for a meet up during lunch or something, if possible. And she agreed. So, yay, the trip would also contain a kopdar[1]! 😀

This afternoon I was back from this short weekend trip to Copenhagen. Obviously at the moment I am still too tired to write the story, so I will keep the story for a little bit later this week 😉 . But, as per usual, here are some photos from the trip as a teaser 😀

BAHASA INDONESIA

Followers-ku di Instagram pasti sudah tahu bahwa akhir pekan ini aku jalan-jalan lagi dalam rangka sebuah weekend trip singkat.

Kali ini, aku tidak pergi ke sebuah destinasi baru sih. Malahan, aku baru aja pergi kesana kurang dari setahun yang lalu. Ya, kali ini aku kembali ke ibukotanya Denmark, Kopenhagen, lagi 😀 .

Alasan utama di balik perjalanan ini berkaitan erat dengan perjalanan akhir tahunku ke India. Seperti yang aku ceritakan disana, sebenarnya ada dua orang teman lagi yang seharusnya pergi dengan kami ke India tetapi dengan amat terpaksa mereka harus membatalkan partisipasi mereka. Ini dikarenakan temanku hamil. Jadilah teman-temanku dan aku memutuskan untuk membelikan bayinya sebuah hadiah gitu deh ketika kami berada di India. Jelas pada akhirnya kami harus memberikan hadiah ini dong ya (kalau bisa sih secara langsung soalnya kan kali ini kebetulan kami memiliki justifikasi yang sah untuk membuat satu perjalanan ke Denmark kan ini, haha 😆 ). Untungnya kami berhasil menemukan satu akhir pekan dimana kami semua bisa pergi kesana, yaitu akhir pekan ini. Jadilah kami pergi ke Kopenhagen.

Dan aku berpikir, karena aku akan ke Kopenhagen dan kebetulan juga berangkatnya kami tidak barengan (haha 😆 ), aku memutuskan untuk mengontak Kutubuku dan mengajaknya untuk ketemuan buat makan siang atau apa gitu, jika memungkinkan. Untungnya ia setuju. Jadi seru deh, soalnya di perjalanan ini jadi bisa kopdaran juga kan! 😀

Sore tadi aku kembali dari perjalanan singkatku ke Kopenhagen. Jelas sekarang ini rasanya masih capek deh untuk menulis ceritanya. Jadi ceritanya aku simpan untuk nanti aja ya 😉 . Tapi seperti biasa dong, di atas aku posting beberapa foto dari perjalanan ini sebagai teaser.

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1380 – 2014 Easter Weekend Trip (Part II)

ENGLISH

Previously on 2014 Easter Weekend Trip: for the Easter long weekend of the year 2014, Zilko decided to visit two Scandinavian countries that he had never visited before: Denmark and Sweden; which were the 17th and 18th European countries that he ever visited. After spending one day in Copenhagen, he was now ready to do a one-day trip to Southern Sweden.

***

Day 2 (Saturday, 19 April 2014)

Prelude

Here is the estimated route map of my one day trip to Southern Sweden today:

An estimated route for today
An estimated route for today

So I would take a train (crossing the super cool Øresund Bridge, which crossed the Øresund strait, of course) to Helsingborg; crossed the sea with a ferry to Helsingor; and then took another train to go back to Copenhagen.

Btw, today was very exciting (different kind of excitement btw) because this one day trip would not just be another trip to a new place I had never visited before; as on top of that, I would actually meet, in real life, a fellow blogger who now lives in Helsingborg: Bebenyabubu, hehe. She already wrote our gathering in this post; so this post will cover the story of the same gathering but from my point of view 😀 .

The Story

Anyway, let’s just start the story. After getting up, showering, and having continental breakfast at my hotel, I went to Copenhagen Central Station to take the 10:32 train to Helsingborg. I arrived at the station at around 10:05 with no train ticket in my hand. I walked to the ticketing centre only to find out that there was a super long line of people queuing and I was afraid I wouldn’t make the 10:32 train. Btw, yes, I had to make this 10:32 train because I already told Bebe that I would take this train so I would arrive in Helsingborg at around 11:48.

So I walked back to the automatic ticket machine area. I was going to stand in line for a machine, admittedly not being sure if I could buy an international train ticket from that machine, when I turned my head and saw these two machines:

A ticket machine specialized for trains to Sweden only!!!
A ticket machine specialized for trains to Sweden only!!!

Hallelujah Copenhagen Central Station! There were actually ticket vending machines specialized for train tickets to Sweden only! The ones that I actually needed at this moment! So it felt like these two machines were placed there especially for me, huahaha 😆 .

Anyway so I bought the one way ticket to Helsingborg without any trouble (nor queuing btw, muahaha 😈 ), walked to the platform, and boarded the train once it entered the station. The train departed on time at 10:32. It was quite a normal 1 hour 16 minutes train ride to Helsingborg, except the part where the train crossed the Øresund bridge which was really cool btw; but I will keep this part for a later post 😉 . But here is a sneak preview of that:

Crossing the Øresund Bridge
Crossing the Øresund Bridge

At 11:48, I arrived at Helsingborg station. There, I met Bebe, her husband (Bubu), and their daughter (Baby Jo) already waiting for me in the station. It was really exciting to finally meet! 😀 Btw, even though Bubu told me his Indonesian was still not fluent yet, I actually found his Indonesian very good!! 😀 .

From the station, we walked by the shore and marina towards the Gröningen park in Helsingborg. Btw, my first impression of Helsingborg was that this town was bigger than Delft! Hahaha 😀 . We were lucky the weather was very good today. We rest and chatted in the park before going back to the city centre. There was a drum band playing in one square in the city centre so we stopped by a little. Then we passed the main shopping street of Helsingborg (where I managed to buy a souvenir, which was a shot glass with Helsingborg stamp) before having lunch at an Asian tapas restaurant. I ordered chicken curry for lunch, which was good!

Gathering with Bebe, Bubu, and Baby Jo in Helsingborg.
Gathering with Bebe, Bubu, and Baby Jo in Helsingborg.

After lunch, we went up to the Helsingborg castle, which provided a very nice view of the town of Helsingborg, the Øresund strait, and the town of Helsingor in the other side of the strait. Beautiful view! From there, we walked down; stopped by at a juice boot to buy some drinks, and they took me to the ferry terminal since I had to take the ferry to go to Helsingor.

At the Helsingborg Castle. Photo taken by Bebe, hehe :)
At the Helsingborg Castle. Photo taken by Bebe, hehe 🙂

There was one ferry every 15 minutes between Helsingborg to Helsingor so it was very convenient. I took the one with departure time at 15:15. So I had to say goodbye to Bebe, Bubu, and Baby Jo at the ferry terminal! Until next time Be! Just tell me when you have a plan to go to Delft! 🙂

The ferry departed on time; and it was such a big ferry btw. In a way the interior reminded me of the ferry ship that I took from Rotterdam to London (read: Harwich) this February. But this ferry ride was so short that it only took around 20 minutes to cross the strait from Helsingborg to Helsingor! Hahaha 😀 .

One of the several ferries that serve Helsingborg - Helsingor
One of the several ferries that serve Helsingborg – Helsingor

Once I landed in Helsingor, my first destination was the tourist information which was just accross the port. But unfortunately the tourist information was closed at that time (seriously? 🙄 ). Okay, so I decided to go around Helsingor a little bit. I did not walk to the Kronborg castle because here in Helsingor was when my body started to feel very exhausted; but instead I took a picture of it from distance, haha :mrgreen: .

Then I went around Helsingor, which was a beautiful town and not as modern as Helsingborg. It was still around 16:30 where I felt more and more tired. I already bought a ticket online to go back to Copenhagen from Helsingor but it was valid only from 20:00 (originally I planned to have dinner in Helsingor). But I was so tired that I decided to just buy another ticket so I could go back to Copenhagen now, bought a dinner, and got back to my hotel for rest.

Helsingor
Helsingor

I arrived in Copenhagen at around 17:50. I bought my dinner, which was a KFC (huahaha 😆 ), then ate it in my hotel room. I didn’t do anything else this evening; as I planned to just rest my very exhausted body.

Day 3 (Sunday, 20 April 2014)

My friends in Copenhagen invited me for breakfast at their place this morning. So I checked out early from my hotel and went to their place in the Frederiksberg area. I arrived at their place at around 08:30 and we had breakfast together.

At the Frederiksberg Have in Frederiksberg
At the Frederiksberg Have in Frederiksberg

At 10:00, we walked to the Frederiksberg Have (The Frederiksberg Garden) nearby. On the way, we stopped by at a bakery that my friend told me was very good. We stayed there until around 11:30 because I had to go to the airport. I took my luggage in their place and then the metro to the airport.

The actual flight route map of flight KL1130 from Copenhagen to Amsterdam today. Source: https://nl.flightaware.com/live/flight/KLM1130/history/20140420/1235Z/EKCH/EHAM
The actual flight route map of flight KL1130 from Copenhagen to Amsterdam today. Source: https://nl.flightaware.com/live/flight/KLM1130/history/20140420/1235Z/EKCH/EHAM

Then it was the usual stuff at the airport. At 14:10, I boarded my flight back to the Netherlands: a KLM’s Fokker 70 reg PH-KZE flight KL 1130 to Amsterdam. The flight departed on time, as at 14:35 we took off from runway 04R of Copenhagen Airport. Fifty four minutes later, we landed at runway 36R of Schiphol Airport. Here is the landing video:

From Schiphol, as usual, I took the train to go back to Delft. Here, this short weekend trip to Denmark and Southern Sweden officially ended.

THE END.

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam 2014 Easter Weekend Trip: dalam rangka liburan long weekend Paskah tahun 2014, Zilko memutuskan untuk mengunjungi dua negara Skandinavia yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya: Denmark dan Swedia; yang mana menjadi negara Eropa ke-17 dan ke-18 yang ia pernah kunjungi loh. Setelah seharian di Kopenhagen, kini ia siap untuk melakukan one day trip ke Swedia selatan.

***

Hari 2 (Sabtu, 19 April 2014)

Pengantar

Berikut ini adalah peta perkiraan dari ruteku hari ini di Swedia Selatan:

An estimated route for today
Peta perkiraan ruteku hari ini

Jadi aku akan naik kereta (yang melewati Jembatan Øresund yang super keren itu, yang menyebrangi Selat Øresund strait) ke Helsingborg; menyebrangi laut dengan kapal ferry ke Helsingor; dan kemudian naik kereta lagi untuk kembali ke Kopenhagen.

Btw, hari ini seru loh (dan rasa serunya lain dari biasanya) karena perjalanan satu hari ini akan sangat berbeda daripada sekedar perjalanan satu hari ke tempat yang belum pernah aku kunjungi; karena di hari ini, aku juga akan kopdaran dengan fellow blogger yang kini tinggal di Helsingborg: Bebenyabubu, hehe. Bebe sudah menceritakan acara kopdar kami di posting-nya yang ini; jadi posting ini akan berisi cerita kopdaran yang sama tetapi dari sudut pandangku 😀 .

Ceritanya

Anyway, mari ceritanya langsung kita mulai saja. Setelah bangun pagi, mandi, dan sarapan ala kontinental di hotel, aku berjalan ke Stasiun Sentral Kopenhagen untuk menaiki kereta jam 10:32 ke Helsingborg. Aku tiba di stasiunnya sekitar jam 10:05 dimana aku masih belum memiliki tiket keretanya loh di tangan. Aku berjalan ke loket penjualan tiketnya dimana ternyata saat itu sudah terbentuk antrian super panjang dong dimana aku nggak yakin aku masih sempat menaiki kereta yang jam 10:32 kalau aku ikutan ngantri. Btw, iya, aku harus banget naik kereta yang jam 10:32 ini karena aku sudah bilang ke Bebe kalau aku bakal naik kereta ini yang dijadwalkan tiba di Helsingborg jam 11:48.

Nah jadilah aku berjalan kembali ke area dimana mesin tiket kereta otomatisnya berada. Aku hampir akan ikutan mengantri untuk satu mesin, dan jujur waktu ini aku nggak yakin apakah aku bisa membeli tiket kereta internasional di mesin ini atau tidak, ketika aku menolehkan kepalaku dan aku melihat dua mesin beginian:

A ticket machine specialized for trains to Sweden only!!!
Mesin tiket kereta otomatis khusus untuk kereta ke Swedia aja!!!

Haleluya Stasiun Sentral Kopenhagen! Ternyata disana ada mesin tiket kereta otomatis yang khusus menjual tiket kereta ke Swedia aja dong! Mesin yang aku butuhkan banget untuk situasiku persis saat ini! Jadi rasanya mesin ini ditaruh disana khusus untuk aku ya, huahaha 😆 *GR*.

Jadilah aku membeli tiket kereta satu arah ke Helsingborg tanpa masalah (dan tanpa ngantri juga loh btw, muahaha 😈 ), berjalan ke peronnya, dan kemudian menaiki keretanya begitu keretanya tiba di stasiun. Keretanya berangkat tepat waktu jam 10:32. Perjalanan keretanya selama 1 jam 16 menit ini ya biasa-biasa aja sih, eh kecuali bagian dimana keretanya menyebrangi Jembatan Øresund yang beneran keren banget loh btw; tetapi cerita ini aku simpan untuk posting yang akan datang aja ya 😉 . Tapi berikut ini satu cuplikan tentangnya deh:

Crossing the Øresund Bridge
Menyebrangi Jembatan Øresund

Jam 11:48, aku tiba di stasiun Helsingborg. Disana, aku bertemu dengan Bebe, suaminya (Bubu), dan anaknya (Baby Jo) yang sudah menungguku di stasiun. Seru loh akhirnya bisa ketemuan langsung juga! 😀 Btw, walaupun Bubu berkata bahwa bahasa Indonesianya masih belum terlalu lancar, tetapi menurutku sebenarnya sudah bagus loh!! 😀 .

Dari stasiun, kami berjalan menyisiri pantainya dan marinanya ke arah taman Gröningen di Helsingborg. Btw, kesan pertamaku tentang Helsingborg adalah kotanya lebih besar daripada Delft! Hahaha 😀 . Kami beruntung hari ini dimana cuacanya bagus. Kami kemudian beristirahat dan ngobrol di tamannya sebelum berjalan kembali ke pusat kota. Saat itu kebetulan disana ada drum band yang sedang tampil di sebuah lapangan jadilah kami mampir sebentar. Lalu kami melalui jalan pertokoan di Helsingborg (dimana aku membeli sebuah kenang-kenangan, yang berupa sebuah shot glass dengan gambarnya Helsingborg) sebelum makan siang di sebuah restoran tapas ala Asia. Aku memesan kari ayam yang mana lumayan enak juga!

Gathering with Bebe, Bubu, and Baby Jo in Helsingborg.
Kopdaran dengan Bebe, Bubu, dan Baby Jo di Helsingborg.

Setelah makan siang, kami berjalan ke Kastil Helsingborg, yang mana dari atas kita bisa melihat kota Helsingborg, selat Øresund, dan kota Helsingor di seberang selatnya. Keren deh pemandangannya! Dari sana, kami kembali turun; mampir di sebuah tempat penjual jus, dan kemudian mereka mengantarku ke terminal ferry karena aku harus naik ferry ke Helsingor.

At the Helsingborg Castle. Photo taken by Bebe, hehe :)
Di Kastil Helsingborg Castle. Foto dijepret oleh Bebe, hehe 🙂

Ada satu ferry setiap 15 menit sekali di antara Helsingborg dan Helsingor jadi jadwalnya enak banget. Aku naik ferry yang jadwal keberangkatannya jam 15:15. Jadilah kami harus berpisah di terminal ferry-nya. Sampai ketemu lagi ya Be! Dan kasih kabar aja kalau nanti ada rencana ke Delft! 🙂

Kapal ferry-nya berangkat tepat waktu; dan kapalnya besar loh. Interiornya mengingatkanku sedikit akan kapal ferry yang aku naiki dari Rotterdam ke London (baca: Harwich) Februari lalu. Tetapi perjalanan ferry kali ini singkat banget karena cuma 20an menit aja loh untuk menyebrangi selat dari Helsingborg ke Helsingor! Hahaha 😀 .

One of the several ferries that serve Helsingborg - Helsingor
Satu dari beberapa kapal ferry yang melayani rute Helsingborg – Helsingor

Begitu mendarat di Helsingor, tujuan pertamaku adalah pusat informasi turis yang lokasinya tepat di seberang stasiun. Tetapi sayangnya hari ini tutup dong pusat informasinya (yang bener aja ini? 🙄 ). Ya udah deh, aku akhirnya mengelilingi Helsingor aja. Tetapi aku tidak berjalan ke Kastil Kronborg karena di Helsingor inilah dimana badanku mulai merasa lelah banget; dan foto kastilnya aku ambil dari jauh aja, haha :mrgreen: .

Lalu aku mengelilingi Helsingor, yang mana merupakan sebuah kota kecil yang indah dan tidak semodern Helsingborg. Masih jam 16:30 dimana aku kok merasa makin capek ya. Sebenarnya aku sudah membeli tiket kereta online untuk kembali ke Kopenhagen dari Helsingor tetapi tiketnya baru berlaku setelah jam 20:00 (awalnya aku berencana untuk makan malam di Helsingor). Tetapi karena rasanya capek banget ya udah deh aku memutuskan untuk membeli tiket baru sehingga aku bisa pulang ke Kopenhagen sekarang, membeli makan malam, dan kembali ke hotel untuk beristirahat.

Helsingor
Helsingor

Aku tiba di Kopenhagen sekitar jam 17:50. Aku membeli makan malam, yang mana merupakan ayam KFC (huahaha 😆 ), lalu memakannya di hotel. Aku nggak ngapa-ngapain malamnya; karena aku merasa perlu untuk beristirahat.

Hari 3 (Minggu, 20 April 2014)

Temanku di Kopenhagen mengundangku untuk sarapan di apartemennya pagi ini. Jadilah aku check out awal dari hotel dan pergi ke apartemennya di area Frederiksberg. Aku tiba disana sekitar jam 08:30 dan kami sarapan bersama.

At the Frederiksberg Have in Frederiksberg
Di Frederiksberg Have di Frederiksberg

Jam 10:00, kami berjalan kaki ke Frederiksberg Have (Taman Frederiksberg) di dekat sana. Di jalan, kami mampir di sebuah toko roti yang kata temanku rotinya enak. Kami duduk-duduk di tamannya sampai sekitar jam 11:30 karena aku harus segera pergi ke bandara. Kemudian aku mengambil tasku di apartemennya dan kemudian naik metro menuju bandara.

The actual flight route map of flight KL1130 from Copenhagen to Amsterdam today. Source: https://nl.flightaware.com/live/flight/KLM1130/history/20140420/1235Z/EKCH/EHAM
Rute penerbangan yang sebenarnya hari ini dari Kopenhagen ke Amsterdam dengan KL 1130. Sumber: https://nl.flightaware.com/live/flight/KLM1130/history/20140420/1235Z/EKCH/EHAM

Lalu seperti biasa deh di bandara. Jam 14:10, aku menaiki pesawatku untuk kembali ke Belanda: sebuah Fokker 70 milik KLM dengan kode registrasi PH-KZE dengan nomor penerbangan KL 1130 ke Amsterdam. Penerbangannya berangkat tepat waktu, dimana jam 14:35 kami lepas landas dari landasan pacu 04R Bandara Kopenhagen. Lima puluh empat menit kemudian, kami mendarat di landasan pacu 36R Bandara Schiphol. Berikut ini video pendaratannya:

Dari Schiphol, seperti biasa, aku menaiki kereta untuk kembali ke Delft. Dan disini, perjalanan akhir pekan singkatku kali ini ke Denmark dan Swedia selatan resmi berakhir.

SELESAI.

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1377 – 2014 Easter Weekend Trip (Part I)

ENGLISH

This weekend has been a long weekend in the Netherlands (from Friday until today (Monday)), and as I said before, I had a plan for this particular long weekend. And, unsurprisingly – I guess, that plan was to do a long weekend travelling! Huahaha 😆 This time, I went to the 17th and 18th European countries that I have ever visited up to this point: Denmark and Sweden. So, without further ado, let’s just start the story 🙂

***

Day 1 (Friday, 18 April 2014)

The actual flight route map from Amsterdam (AMS) to Copenhagen (CPH) today. Source: http://nl.flightaware.com/live/flight/KLM1127/history/20140418/0740Z/EHAM/EKCH
The actual flight route map from Amsterdam (AMS) to Copenhagen (CPH) today. Source: http://nl.flightaware.com/live/flight/KLM1127/history/20140418/0740Z/EHAM/EKCH

I had to get up early today because my flight to Copenhagen was scheduled to take off at 09:40 from Schiphol Airport. As I was flying with KLM, as usual, I already checked-in so at Schiphol I could immediately go to their super cool baggage drop-off machine to drop my luggage off. Long story short, at 09:10 I boarded my flight today: a KLM’s Boeing 737-8K2 reg PH-BXG flight no. KL 1127. Then we took off from runway 36C of Schiphol Airport.

Taking off from runway 36C of Schiphol Airport with a KLM's Boeing 737-800
Taking off from runway 36C of Schiphol Airport with a KLM’s Boeing 737-800

Fifty four minutes later, we landed smoothly at runway 04L of Copenhagen Airport. Here is the landing video:

After taking my luggage, I bought a train ticket to go to the city centre. A train to Copenhagen Central Station entered the platform and I boarded it. But after awhile nothing happened and there was an announcement which apparently made all the other passengers to get out. But because the announcement was made only in Danish so I absolutely had no idea what was going on, haha. But then a lady explained that there was a problem with the train driver or something so we had to wait for the next train to go to Copenhagen.

Long story short, I arrived at the central station and walked to my hotel nearby without any trouble. Here I realized that what my friend told me on Facebook one day earlier, that Copenhagen (at least the touristic area in the city centre) was not that big, was true. So I cancelled my plan to buy a 24 hour transport ticket because I thought I could just walk around since it did not seem to be that big anyway.

Some destinations that I visited today were, admittedly, inspired by The Amazing Race 19, haha :lol:. First I went to the H. C. Andersens Boulevard because it appeared to be close to the central station. There I visited the Hans Christian Andersen‘s statue (yes the famous author). After that I walked towards the Christianshavn area because the Vor Frelsers Kirke (a church) was in that area.

The statue of Hans Christian Andersen in Copenhagen. TAR 19 visited this statue
The statue of Hans Christian Andersen in Copenhagen. TAR 19 visited this statue

But since it was 14:00 already so I decided to stop by at a small cafe to have lunch. I ordered a Danish beef thing (I forgot the name 😦 ) and an earl-grey ice tea. The beef came with bread which tasted really good and unique btw! Cool! 🙂 Anyway so after lunch I continued my walk to the church; and it was not that far because I was already in the neighborhood.

Due to time constraint I was unsure whether I should go in (read: climbing to the top of the church’s tower) or not; but in the end I decided to just go for it because the spire of the tower was corkscrew with winding staircase which were actually OUTSIDE of the spire so it was so cool! The view from the top of the tower was spectacular btw, as it provided a nice panoramic view of Copenhagen. But the stairs inside the tower were also just as cool as it was so medieval inside it and the stairs were not continuous so I felt like I was on an adventure somewhere in the medieval time, haha. Cool! Oh, and btw, a good part of the 400 steps in the tower were super steep, like this one for example:

The super steep stairs!
The super steep stairs!

After the tower, I walked back towards the Copenhagen city centre where I arrived at Nyhavn. It was still around 15:30 so there was still more time to explore the city; so I decided to go towards the Marble Church. From there, I went to the shore and walked up to the garden towards the Little Mermaid Statue (Den Lille Havfrue). The garden near the statue was beautiful btw; and the weather today even fit perfectly as it was sunny with very warm sun light!

Anyway, I totally had no expectation about the statue prior to coming; since I knew the statue was tiny small but very famous, haha. And yes, there were flocks of people wanting to get pictures of the statue. And those people did not only stand on the shore, but also in the boat!! Hahaha 😆 Luckily I was able to manage to get a few snaps without a lot of trouble.

Selfie at the Little Mermaid statue in Copenhagen
Selfie at the Little Mermaid statue in Copenhagen

Then I went back to Nyhavn and there my friend who now lives in Copenhagen called. We decided to meet at Nyhavn at around 18:00. So I still had about one hour to go so I decided to buy an ice cream (huahaha 😆 ) and walked around the area again. I stopped by at a souvenir shop to kill some time (and to actually also buy a souvenir, which was quite expensive for my taste btw; but this was Scandinavia where everything was basically expensive anyway, haha 😆 ).

At around 18:00, I met my friend and her boyfriend. We walked around a little bit and they took me to the city centre to have dinner at a nice restaurant there. But along the way, there was this street performer that caught our attention so we decided to stop by and have a look. At first I was surprised because this street performer spoke in English and actually had an Australian accent. Then he introduced himself and apparently he was, indeed, from Australia. Ok so that explained why, huahaha 😆 . It was quite a nice show btw as he showed some tricks; and his biggest one was to escape from being strapped with a very tight vest and a big and long metal chain in three minutes; in which he completed in exactly three minutes!

Then we went to the restaurant for the dinner. I ordered the Flæskestegsburger, which was a burger with a traditional Danish pork loin filling; which was VERY nice, especially since one of the filling was deep-fried pork skin! OMG it was so good and I felt so guilty at the same time eating it, lol 😆 . After dinner, we walked to a nice bar near my friend’s university to have a drink. On the way, we decided to enter the Kongens Have garden. It was probably not the best idea since the garden was closed at 21:00 (We entered it hoping to get out from the other side but the other gates had all been locked so we got out by passing a restaurant in it, haha 😀 ).

The bar was nice (the beer was strong btw); and the atmosphere was so unique (for me) because it felt more like a cafe to me than a bar. We stayed until around 22:30 before we left. We walked together to the Norreport where I took the S-Tog (the local train) to the central station where my friends took a metro back to their place. I arrived at the hotel at around 23:00, took a shower, and then went to bed.

TO BE CONTINUED…

Next on 2014 Easter Weekend Trip:
– A gathering with Bebenyabubu!
– The twin cities of Helsingborg and Helsingor
– A morning in Copenhagen

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan yang lalu ini adalah long weekend di Belanda (dari hari Jumat sampai hari ini (Senin)), dan seperti yang aku katakan sebelumnya, aku memiliki rencana untuk long weekend yang satu ini. Dan, tidak mengejutkan sih – sepertinya, bahwa rencananya adalah jalan-jalan! Huahaha 😆 . Kali ini, aku mengunjungi negara Eropa ke-17 dan ke-18 yang pernah aku datangi hingga saat ini deh: Denmark dan Swedia. Jadi, ceritanya langsung dimulai aja yah 🙂

***

Hari 1 (Jumat, 18 April 2014)

The actual flight route map from Amsterdam (AMS) to Copenhagen (CPH) today. Source: http://nl.flightaware.com/live/flight/KLM1127/history/20140418/0740Z/EHAM/EKCH
Rute penerbangan sebenarnya dari Amsterdam (AMS) ke Kopenhagen (CPH) hari ini. Sumber: http://nl.flightaware.com/live/flight/KLM1127/history/20140418/0740Z/EHAM/EKCH

Aku harus bangun pagi hari ini karena penerbanganku ke Kopenhagen dijadwalkan lepas landas jam 09:40 dari Bandara Schiphol. Karena aku terbang dengan KLM, seperti biasa, aku sudah check-in sehingga di Schiphol aku bisa langsung menggunakan mesin baggage drop-off mereka yang super keren itu. Singkat cerita, jam 09:10 aku menaiki penerbanganku hari ini: sebuah Boeing 737-8K2 milik KLM dengan kode registrasi PH-BXG dengan nomor penerbangan KL 1127. Lalu, kami lepas landas dari landasan pacu 36C Bandara Schiphol.

Taking off from runway 36C of Schiphol Airport with a KLM's Boeing 737-800
Lepas landas dari landasan pacu 36C Bandara Schiphol dengan Boeing 737-800 milik KLM

Lima puluh empat menit kemudian, kami mendarat dengan mulus di landasan pacu 04L Bandara Kopenhagen. Berikut ini video pendaratannya:

Setelah mengambil bagasiku, aku membeli tiket kereta untuk pergi ke pusat kota. Sebuah kereta menuju Stasiun Kopenhagen Sentral memasuki peron dan aku menaikinya. Tapi setelah beberapa waktu kok keretanya nggak bergerak-bergerak ya dan kemudian malah ada pengumuman apa gitu yang membuat semua penumpang lain turun. Nah karena pengumumannya cuma dalam bahasa Denmark aja jadi aku nggak tahu dong maksudnya apa dan apa yang terjadi, haha. Tapi kemudian ada ibu-ibu yang menjelaskan bahwa ternyata ada masalah dengan masinisnya atau gimana gitu jadi kita harus menunggu kereta berikutnya menuju Kopenhagen.

Singkat cerita, aku tiba di stasiun sentral dan kemudian berjalan menuju hotelku di dekat situ dengan tanpa masalah. Disini aku menyadari bahwa apa yang temanku bilang sehari sebelumnya di Facebook, bahwa Kopenhagen (setidaknya area turistiknya di pusat kotanya sih) nggak besar-besar amat, sepertinya benar juga. Jadilah aku membatalkan rencana untuk membeli tiket transportasi 24 jam karena aku kira bisa lah aku jalan kaki aja hari ini.

Beberapa tujuan yang kukunjungi hari ini, harus diakui, terinspirasi oleh The Amazing Race 19 loh, huahaha 😆 . Pertama-tama, aku pergi ke Jalan Raya H.C. Andersen karena lokasinya nampak dekat dari stasiun sentral. Disana aku mengunjungi patungnya Hans Christian Andersen (iya, pengarang buku dongeng terkenal itu). Setelahnya aku berjalan ke area Christianshaven karena Vor Frelsers Kirke (sebuah gereja) terletak disana.

The statue of Hans Christian Andersen in Copenhagen. TAR 19 visited this statue
Patungnya Hans Christian Andersen di Kopenhagen. TAR 19 mengunjungi patung ini

Tapi karena sudah sekitar jam 2 siang, aku memutuskan untuk mampir makan siang di sebuah kafe kecil di jalan. Aku memesan sebuah menu daging sapi ala Denmark (lupa namanya dah 😦 ) dan teh earl-grey. Dagingnya datang dengan roti yang mana rasanya enak banget dan khas loh btw! Asik dah! 🙂 Setelah makan siang, aku melanjutkan berjalan ke gerejanya deh yang mana sudah nggak jauh dari sana.

Karena keterbatasan waktu awalnya aku galau apakah sebaiknya aku masuk (baca: naik ke atas menara gerejanya) atau tidak; dan aku akhirnya memutuskan untuk masuk aja karena atap menara gerejanya itu berbentuk tinggi lancip dengan tangga memutar yang berada DI LUAR atapnya itu jadi keren banget kan ya! Pemandangan dari atas menaranya memang keren banget sih, karena dari atas kita bisa melihat seluruh kota Kopenhagen. Tapi tangga-tangga di dalam menaranya itu justru yang berkesan banget lho karena kesannya kuno banget seperti di abad pertengahan. Dan tangganya nggak tangga-tangga melulu jadi rasanya seperti sedang berpetualang di dalam gedung di zaman dahulu kala di Eropa. Keren dah! Oh, dan btw, sebagian besar dari tangga sebanyak 400 langkah ini curam banget loh (hampir tegak), kayak begini ini deh contohnya:

The super steep stairs!
Tangga yang super curam!

Setelah dari menara itu, aku kembali ke pusat kota Kopenhagen dimana aku akhirnya tiba di Nyhavn. Karena masih jam 15:30, masih ada banyak waktu deh untuk berkeliling; sehingga aku memutuskan untuk pergi ke Gereja Marmer. Dari sana, aku berjalan ke pinggir pantainya dan berjalan ke arah taman ke arah Patung Putri Duyung (The Little Mermaid, alias Den Lille Havfrue dalam bahasa Denmark). Taman di sekitar patungnya keren dan indah banget loh btw; dan cuacanya enak banget pula karena cerah dan sinar mataharinya hangat!

Aku sama sekali tidak memiliki ekspektasi apa pun akan patungnya; karena aku tahu bahwa patungnya mungil kecil tetapi super terkenal dah, haha. Dan ya, saking terkenalnya ada banyak banget orang loh yang mengerumuninya untuk foto-foto. Dan mereka tidak hanya memenuhi pinggir pantainya, tetapi juga dari kapal loh!! Hahaha 😆 . Untungnya aku bisa mengambil beberapa foto dengan relatif tanpa masalah.

Selfie at the Little Mermaid statue in Copenhagen
Selfie di Patung Putri Duyung di Kopenhagen

Lalu, aku kembali ke Nyhavn dimana temanku yang kini tinggal di Kopenhagen meneleponku. Kami janjian ketemuan di Nyhavn sekitar jam 6 sore. Jadi masih ada waktu sekitar satu jam-an deh dan aku memutuskan untuk membeli es krim dulu deh (huahaha 😆 ) dan berjalan mengelilingi areanya lagi. Aku mampir di toko souvenir untuk lihat-lihat dan sekalian membuang waktu (dan akhirnya beli satu souvenir sih, yang mana menurutku harganya mahal dah; tapi secara ini Skandinavia kan ya yang mana apa-apanya juga mahal, haha 😆 ).

Sekiar jam 6 sore, aku bertemu dengan temanku dan pacarnya. Kami berkeliling sedikit dan kemudian mereka membawaku ke pusat kota untuk makan malam di sebuah restoran yang oke disana. Di tengah jalan, ada artis jalanan (street performer maksudnya, apa sih bahasa Indonesianya?) yang menarik perhatian kami sehingga kami berhenti sebentar dan menontonnya deh. Awalnya aku kaget karena si artis jalanan ini berbicara dalam bahasa Inggris dan kok aksennya Australia gitu ya. Nah kemudian ia memperkenalkan dirinya sendiri dan ternyata dia, memang, dari Australia dong. Yah, pantesan aja, huahaha 😆 . Acaranya menarik dimana ia memainkan beberapa trik; dengan trik terbesarnya adalah mencoba melepaskan diri dari ikatan jaket super ketat plus kaitan rantai besi besar dalam waktu tiga menit; yang mana memang ia selesaikan dalam waktu tiga menit loh!

Lalu kami pergi ke restorannya untuk makan malam. Aku memesan Flæskestegsburger, yang mana merupakan sebuah burger dengan isi masakan babi ala Denmark gitu deh; yang mana enak BANGET, terutama karena salah satu isinya adalah kulit babi goreng kering dong! OMG itu enak banget sampai-sampai aku merasa bersalah loh memakannya, hahaha 😆 . Setelah makan malam, kami berjalan ke bar di dekat universitasnya temanku untuk duduk-duduk sebentar. Di jalan, kami memutuskan memasuki taman Kongens Have. Mungkin ini bukan pilihan yang terbaik karena tamannya tutup jam 9 malam (Kami memasukinya dengan harapan bisa keluar di gerbang di sisi lain tamannya, tetapi semua gerbang lain sudah digembok dong dan kami akhirnya keluar melewati sebuah restoran yang terhubung dengan tamannya, haha 😀 ).

Barnya asyik banget (birnya kuat loh btw); dan suasananya cukup unik (untukku sih) untuk sebuah bar karena rasanya lebih seperti kafe gitu deh dan bukan bar. Kami berada disana hingga sekitar jam 10:30 malam sebelum pulang. Kami jalan bareng ke Norreport dimana aku naik S-Tog (kereta lokal) ke stasiun sentral sementara temanku menaiki metro untuk pulang ke rumahnya. Aku tiba di hotel sekitar jam 11 malam, mandi, kemudian tidur deh.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2014 Easter Weekend Trip:
– Kopdaran dengan Bebenyabubu!
– Kota kembar Helsingborg dan Helsingor
– Sebuah pagi di Kopenhagen