#2056 – Some Leftover Stories from January

ENGLISH

A Conference

About three weeks ago an internal conference was held in my office which, for me, brought me up to speed with what my colleagues had been working on in a fun set up. It also provided me with an oppotunity to meet other people; and realized how fast we were growing! So yeah, indeed it was such a nice conference! Btw, I also liked the conference venue because it was in between my apartment and my office, so that day I slashed like half of my commute time! Lol 😆 .

Of course I did not dress like this for the conference. Btw, this was the “costume” some of you asked some weeks ago 😛 .

Two Big Trips

Anyway, in January, KLM also had what they called the “Werelddeal Weken” promotion!

Well, darn! 🙈

You know, I mentioned at the end of December last year that I would to “spice” things up with my flights this year. And then in January KLM had this promotion! Lol, what a timing 😆 . And so consequently, two big trips are already planned for this year!! Hahaha 🙈. This is not yet the right time to reveal the details, but as usual, I will do when the time comes!! :mrgreen:

BAHASA INDONESIA

Sebuah Konferensi

Sekitar tiga minggu yang lalu, ada sebuah konferensi internal yang diadakan oleh kantorku yang, bagiku, menjadi sebuah platform untuk mengetahui apa yang kolega-kolegaku kerjakan dalam sebuah set up yang asyik. Ini juga memberikanku kesempatan untuk bertemu orang lain; dan menyadari bahwa kami berkembang dengan pesat! Ya, jadi konferensi ini memang lah sebuah konferensi yang seru! Btw, aku juga suka lokasi konferensinya yang berada di antara apartemen dan kantorku, sehingga hari itu waktu nglaju-ku terpotong sebanyak setengahnya, haha 😆

Yang mana jelas dong ya aku tidak berpenampilan begini di konferensinya. Btw, ini adalah “kostum” yang ditanyakan oleh beberapa dari kalian beberapa minggu yang lalu 😛 .

Dua perjalanan besar

Ngomong-ngomong, di bulan Januari kemarin ini KLM juga menggelar promo “Werelddeal Weken” nih!

Hmm, sialan! 🙈

Tahu kan, di akhir Desember tahun kemarin aku bilang aku ingin membuat penerbanganku tahun ini “lebih seru”. Dan kemudian di bulan Januarinya kok KLM menggelar promosi ini! Timing-nya kok bisa pas gitu ya, haha 😆 . Dan jadilah sebagai akibatnya, dua perjalanan besar sudah terencanakan dong untuk tahun ini!! Hahaha 🙈. Sekarang masih belum waktunya untuk aku ungkap lebih jauh sih, tetapi seperti biasa nanti pasti aku ceritakan kalau waktunya tiba!! :mrgreen:

Advertisements

#1907 – Suddenly Nostalgic

ENGLISH

Earlier this week, I saw a post on LinkedIn by an ex-colleague of mine (from my PhD years) about a conference he was attending. It was an edition of a biennial conference series which previous edition two years ago I attended. Back then, it was held in Tokyo, Japan; and it was also during Spring season, arguably the best time to visit Japan!

Ueno Park, two years ago.

Wow, for whatever reason, I got really nostalgic just by reading that post. I immediately remembered my almost three weeks adventure in Japan (the first week was for the conference and the rest was for a personal trip circling Japan (Tokyo, Hakodate, Sapporo, Osaka, and Kyoto), lol 😆 ).

Here are the main posts of that 2015 Spring Trip to Japan series:
1. Getting to Japan
2. Part I: Tokyo (1)
3. Part II: Tokyo (2)
4. Part III: Tokyo (3)
5. Part IV: Hakodate
6. Part V: Sapporo
7. Part VI: Osaka
8. Part VII: Kyoto
9. Back to the Netherlands

Okay, the conference location was actually in Chiba

As with other conference series, the conference location always changes between editions (but always at a location with a university host that does relevant research). And because it is a railway conference series, unsurprisingly most of the time it is held in Europe, a region where the railway industry is already mature. However, there is a non-European country that is also famous for its ultra modern railway industry: Japan.

I was really lucky with the 2015 edition. The one time I had something to present, and it was also during a convenient time of my PhD years (my third year), it was held in Japan! Lol 😆 . To be honest this was one of the reasons for me to submit an abstract in 2014, despite not being at the best state of mind regarding my PhD project at the time, haha 😆 .

Me presenting in the conference in 2015

As a comparison, in 2005 it was held in Delft (lol), in 2007 in Hannover, in 2009 in Zurich, in 2011 in Rome, in 2013 in Copenhagen, and this year (2017) in Lille. Even in 2019, I heard it will be held in Linköping, haha. You see how lucky I felt? Haha 😆 .

Anyway, I enjoyed that trip so much that, I guess, it left a special mark in my brain. Now that I think about it, the conference also acted as a “turning point” in the direction of my PhD research, after a (mentally) rough 2014. The research ended well, obviously, where, eventually, earlier this year I got my PhD degree. So maybe this also played a role…

BAHASA INDONESIA

Awal minggu ini, aku melihat sebuah posting di LinkedIn yang ditulis seorang mantan kolegaku (dari tahun-tahun PhD/studi S3ku dulu) mengenai sebuah konferensi yang akan ia datangi. Konferensi itu adalah edisi terbaru dari seri konferensi dua tahunan sekali yang mana edisi sebelumnya dua tahun yang lalu aku ikuti. Waktu itu konferensinya diadakan di Tokyo, Jepang; dan sewaktu musim semi pula yang merupakan waktu terkece untuk mengunjungi Jepang!

Taman Ueno, dua tahun lalu.

Wow, entah mengapa, tiba-tiba aku merasa nostalgia banget hanya akibat membaca posting itu. Aku langsung teringat petualanganku selama hampir tiga minggu di Jepang (minggu pertama untuk konferensinya dan sisanya untuk jalan-jalan keliling Jepang doong (Tokyo, Hakodate, Sapporo, Osaka, dan Kyoto), haha 😆 ).

Berikut ini posting-posting utama di seri perjalanan musim semi 2015 ke Jepang waktu itu:
1. Getting to Japan
2. Part I: Tokyo (1)
3. Part II: Tokyo (2)
4. Part III: Tokyo (3)
5. Part IV: Hakodate
6. Part V: Sapporo
7. Part VI: Osaka
8. Part VII: Kyoto
9. Back to the Netherlands

Oke, lokasi konferensinya sebenarnya di Chiba sih.

Seperti layaknya seri konferensi, lokasi konferensinya selalu berganti-ganti di setiap edisi (tetapi selalu di lokasinya sebuah universitas tuan rumah yang juga melakukan riset yang relevan). Dan karena merupakan seri konferensi perkereta-apian, tak mengherankan seringnya konferensinya diadakan di Eropa, sebuah area dimana industri kereta api bisa dikatakan sudah dewasa. Namun, ada satu negara non-Eropa yang juga terkenal dengan teknologi kereta apinya yang mutakhir kan: Jepang.

Aku beruntung banget dengan edisi konferensi tahun 2015 itu. Kebetulan banget di waktu dimana aku memiliki bahan untuk dipresentasikan, dan di waktu yang pas pula dengan timeline riset PhDku (di tahun ketiga), konferensinya diadakan di Jepang! Huahaha 😆 . Sejujurnya, memang ini adalah salah satu alasan mengapa aku memasukkan abstrak ke konferensi ini di tahun 2014. Padahal sebenarnya waktu itu aku sedang tidak dalam mindset yang terbaik/positif dengan riset PhDku sendiri, haha 😆 .

Presentasiku di konferensi tahun 2015 itu.

Sebagai perbandingan, di tahun 2005 konferensinya diadakan di Delft (lol), tahun 2007 di Hannover, tahun 2009 di Zurich, tahun 2011 di Roma, tahun 2013 di Kopenhagen, dan tahun ini (2017) di Lille. Bahkan aku dengar di tahun 2019 konferensinya akan diadakan di Linköping, haha. Nah kan, jelas kan mengapa aku merasa beruntung banget? Haha 😆 .

Anyway, aku sungguh menikmati perjalanan itu sehingga, aku duga sih, tertinggal kesan yang spesial di otakku. Kalau kupikir-pikir lagi sekarang, konferensi ini bisa dikatakan sebuah “titik balik” dalam pengarahan riset PhDku, setelah tahun 2014 yang sulit (secara mental bagiku). Risetnya sendiri akhirnya berakhir dengan baik, dimana awal tahun ini aku mendapatkan gelar PhDku. Jadi mungkin ini ada kaitannya juga ya…

#1751 – A Conference Trip to Munich (Part II: The Conference)

ENGLISH

Posts in the A Conference Trip to Munich series:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

The Conference

The mathematics building in TUM

The mathematics building in TUM

As I said in the Introduction, this was the most interesting conference (topic-wise and people-wise) which I have ever attended. All the talks were very interesting and closely related to my research; and the list of attendees was amazing as well. After the conference, I felt like I have become a “smarter” person with a lot of new knowledge which I got throughout. So from this point of view, the conference was definitely a success for me.

In the conference, I was just an “attendee” who did not have to present anything. However, technically I still did. My supervisor was one of the invited speakers and she decided to present my research. In a way it was similar to the seminar I gave in Delft in January this year, haha 😆 . She, of course, introduced me as well during the presentation and afterwards I got a few questions and comments from some other PhD students as well. So presentation-wise, the conference was also a success.

Technically still "presenting"

Technically still “presenting”

I also learned a lot during the conference regarding the politics in academia. You see, in academia, a conference is not just about the presentations. A very important aspect (even probably more important than the talks) of the conference is the networking opportunity where ones can meet, in person, other researchers or professors in a similar field. By networking, I mean in a much deeper level than just exchanging business cards or introducing themselves even though this could be true for newbies like me. However, most of the established people in the conference have already known each other so they are well beyond that. What they are after is, for instance, a collaboration possibility, research grant proposal, etc. You know, the “making money” part in academia life. This showed me how the other side of the academia working life is and helped me a lot in making big decision for my future 😉 . So in this sense, the conference was a success too.

Beer reception

The beer reception was a good place for networking

As I was relatively a newbie (though my supervisor said she couldn’t introduce me as a “new” student as I was rather “old” because I was already approaching the end of my fourth year, haha 😆 ), I was introduced a few times to several different professors during the conference. We planned to invite one of them to be part of my PhD graduation committee so it would be great if I made good impression. Let’s just say I hope I did, haha. During a dinner, this professor actually quizzed me about a mathematical question after I had a few sips glass of beer on which he joked he would agree to be in the committee only if I could answer the question. Luckily I could, ahahahah 😆 . So from this point of view the conference was a success as well 😛 .

The Conference Dinner and Social Events

As in any conference, there was an organized conference dinner as well and, obviously, I joined in. The dinner was a buffet dinner at a fancy Bavarian restaurant in the small town of Garching. I sat in the PhD tables (well, it was basically free where you could sit but, unsurprisingly, naturally the professors tend to sit together and so do the PhDs, hahaha 😆 ) which was nice because we were pretty much in the same stage of our careers of course 😛 . The dinner itself was nice. It started with a buffet appetizers followed by a buffet main courses (which were super fatty to be honest, including fried pork skin!). And then the super delicious dessert, a Kaiserschmarrn served with jam and ice cream, was served on the table.

A Kaiserschmarrn with jam and ice cream

A Kaiserschmarrn with jam and ice cream

There were other unofficial social events as well, such as dinner and drinks at a few biergartens, which were really nice!

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Conference Trip to Munich:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

Konferensinya

The mathematics building in TUM

Gedung matematikanya TUM

Seperti yang kusebutkan di posting Pembukaan (Introduction), konferensi ini adalah konferensi paling menarik (dari segi topik dan peserta) yang pernah kuhadiri. Semua presentasinya sungguh amat menarik dan memang berkaitan erat dengan risetku; dan daftar pesertanya juga keren banget. Setelah konferensi ini, aku merasa aku telah menjadi semakin “pintar” dengan ide-ide dan pengetahuan baru yang kudapatkan sepanjang konferensi. Jadi dari sisi ini, konferensinya sukses untukku.

Di konferensinya, aku hanyalah “peserta” saja karena aku tidak mempresentasikan apa pun. Namun, secara teknis aku masih presentasi sih. Pembimbingku adalah salah seorang invited speaker di konferensi ini dan ia memutuskan untuk mempresentasikan risetku. Jadilah presentasinya kurang lebih mirip seperti seminar yang kuberikan di Delft Januari lalu, haha 😆 . Ia, jelas, memperkenalkan aku juga di presentasinya sehingga setelahnya aku mendapatkan beberapa pertanyaan dan komentar dari beberapa mahasiswa PhD lainnya. Jadi dari segi presentasi, konferensi ini juga lah sukses.

Technically still "presenting"

Secara teknis aku masih “presentasi”

Aku juga banyak belajar dari konferensi ini mengenai politik di dunia akademia. Di dunia akademia, sebuah konferensi itu lebih daripada sekedar presentasi-presentasinya saja. Salah satu aspek sangat penting (bahkan mungkin lebih penting daripada presentasinya) dari sebuah konferensi adalah kesempatan untuk networking dimana kita bisa bertemu, langsung bertatap-muka, dengan peneliti-peneliti dan profesor-profesor lain di bidang yang sama. Dengan networking, maksudku adalah definisinya yang jauh lebih dalam daripada sekedar bertukar kartu-nama atau memperkenalkan diri ya walaupun mungkin ini bisa jadi benar untuk newbie seperti diriku. Namun, kebanyakan peserta yang sudah mapan di konferensi ini kan sudah saling kenal satu sama lain cukup lama sehingga hubungan mereka juga sudah lebih akrab daripada itu. Yang mereka inginkan, misalnya, biasanya adalah kemungkinan untuk berkolaborasi, menulis proposal untuk pendanaan riset, dll. Tahu lah, bagian “mencari duit” dari kehidupan di akademia. Ini menunjukkan sisi lain dari kehidupan pekerjaan di dunia akademik dan sungguh amat membantuku membuat keputusan besar untuk masa depanku nantinya 😉 . Jadi dari sisi ini, lagi, konferensinya sukses.

Beer reception

Resepsi bir ini adalah kesempatan baik untuk networking

Karena aku masih cukup newbie (walaupun pembimbingku bilang ia tidak bisa memperkenalkanku sebagai orang “baru” karena aku sudah lumayan “tua” dimana aku sudah mendekati akhir dari tahun keempatku kan, haha 😆 ), beberapa kali aku dikenalkan dengan beberapa profesor di konferensi ini. Kami berencana mengundang salah seorang profesor untuk menjadi bagian dari komite kelulusan PhDku sehingga penting dong ya bagiku untuk memberikan kesan yang oke #pencitraan. Mudah-mudahan sih aku sukses ya, haha. Nah, di suatu acara makan malam, profesor yang kita undang itu tiba-tiba memberikanku sebuah kuis soal matematika dong setelah aku minum dua gelas bir dan ia berkata ia (bercanda sih) akan setuju untuk mengambil bagian sebagai komiteku apabila aku bisa menjawab pertanyaannya. Ih. Untungnya aku bisa menjawab kuisnya dengan benar, ahahahaha 😆 . Jadi dari sisi ini, konferensinya sukses lagi kan ya 😛 .

Conference Dinner dan Acara-Acara Sosial

Seperti layaknya sebuah konferensi, ada sebuah conference dinner yang diselenggarakan dan, jelas dong, aku ikutan. Makan malamnya adalah makan malam buffet di sebuah restoran Bavaria di kota kecil Garching. Aku duduk di meja PhD (sebenarnya bebas sih mau duduk dimana tetapi, tidak mengherankan, secara alami jelas dong ya para profesor cenderung duduk berkumpul bersama dan begitu pula para mahasiswa PhDnya, hahaha 😆 ) yang mana asyik juga karena kami kan kurang lebih berada di tingkat yang sama di karir kami 😛 . Makan malamnya sendiri asyik banget. Dimulai dengan menu pembuka buffet dan diikuti oleh menu makanan utama buffet (yang mana sangat amat berlemak, termasuk kulit babi goreng!) dan diakhiri dengan pencuci mulut, sebuah Kaiserschmarrn yang disajikan dengan selai dan es krim, yang diantarkan ke setiap meja.

A Kaiserschmarrn with jam and ice cream

Kaiserschmarrn dengan selai dan es krim

Ada juga beberapa acara sosial tidak resmi lainnya, misalnya makan malam dan acara minum-minum di beberapa biergartens, seru deh!

BERSAMBUNG…

#1748 – A Conference Trip to Munich (Part I: Garching)

ENGLISH

Posts in the A Conference Trip to Munich series:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

Getting to Bavaria

KL Logo
Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL1793
Equipment: Boeing 737-800 reg PH-BXI
ATD: 09:38 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 10:37 CET (Runway 26L of MUC)

The departure trip started with a bit of a drama. It was a long weekend when I left so a heavy maintenance work was scheduled on the railway between Den Haag and Schiedam (which included Delft) meaning no operating train on the tracks during the entire long weekend. So as a result, to get to Schiphol I would have to take the NS bus service to Den Haag Centraal Station from where I could take the normal train service to Schiphol. The total cost of this trip was the same but added an extra 30 minutes of travel time to the airport.

Nonetheless, I arrived at the airport, had breakfast at KLM Crown Lounge, and walked to the gate about 10 minutes before the scheduled boarding time. The gate was one of the B gates in Schiphol so it was quite a long walk from the lounge. When I arrived at the gate, boarding had already commenced. So in this sense it was actually good as I did not have to wait 😛 .

The airplane today was a KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXI named “Zilvermeeuw”. I quickly settled into my 7F seat (in the first row of the regular economy cabin of a KLM’s Boeing 737-800 😛 ) and not long after, we departed from Schiphol via runway 24. We took a sharp turn heading to the southeast direction to Munich. It was a regular short-haul KLM flight so there was not much to tell here. The snack service began once we reached the cruising altitude and the rest was a pleasant but rather uneventful flight to Munich. At 10:37, we landed at runway 26L of Munich’s Franz Josef Strauß Airport. Here is the landing video:

From there, I went to the S-Bahn Station and took the S8 S-Bahn service to Munich City Center.

Garching

After having lunch in Munich, I took the north-bound U6 U-Bahn service to Garching. The conference would be held at TU Munich’s Garching campus so I decided to stay somewhere closer (obviously).

Garching was a beautiful but very small Bavarian town. However, though, I found it to be quite “boring” in the sense there was nothing else to do there as a visitor. I mean, there were a few places of attraction (including Bayern Munchen’s Allianz Arena) but they were several kilometers away. On my first day I was super bored that I was thinking to go to the Allianz Arena just 20 minutes before it was closed but I thought it was still a much better decision than having nothing else to do, lol 😆 . But then a friend of mine messaged me asking about a small math problem her colleague gave her. Yay! So now I had a reason to not go to the Allianz Arena as I had something else more fun to do 😛 .

Garching

Garching

On the other free time I had during my stay in Garching, I decided to go to the Flugwerft Schleissheim, an aviation museum (obviously 😆 ) located in Oberschleissheim, about 5 km away from Garching. Luckily there was a bus which departed from just in front of my hotel that went directly to Oberschleissheim. From the bus stop I still had to walk for about 500 meter before I reached the museum. But the walk was pleasant (albeit the rainy weather that day) as I had to pass the Schleissheim Palace.

As expected, it was heaven! Haha 😆 . The museum consisted of a few main rooms. The first room was full of the older generation airplanes (mostly single-engined) and many model planes as well. To get to the second room, we passed an airplane hangar which was quite cool. Btw, the museum was actually located at the Schleissheim Airfield, a very small airfield used mainly for general aviation. The second room was a hangar full of the newer generation airplanes, including fighters and research planes as well. It was super cool!! 😀

An aviation museum in Munich

The Flugwerft Schleissheim in Oberschleissheim

The Food

The Monday of the start of the trip was a public holiday in Germany as well and it turned out that almost everything was closed. So during my transit time in Munich (between my S8 and U6 ride from Munich Airport to Garching), it was difficult for me to find an open restaurant. Feeling really hungry already, I decided to go to an Asian restaurant. I ordered a fried duck dish and, as expected, it was delicious; but the serving was, well, a German serving. Read: extremely overly HUGE! This, indeed, reminded me that I was in Germany, hahaha 😆 .

In Garching, I had dinner with my supervisor and many other professors (this was the dinner where I got introduced to the other professors). I decided to order a children menu schnitzel, and what came out was like this:

A children menu schnitzel

A children menu schnitzel

Yes people, that was the children menu, which in my opinion was actually a regular adult menu in any other countries, lol 😆 . My supervisor ordered a half-sized schnitzel as well and what came out was like mine, but with an extra piece of meat of about the same size, and twice as many french fries. Like, really!! 😅😅😅😅😅

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Conference Trip to Munich:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

Ke Bavaria

KL Logo
Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL1793
Pesawat: Boeing 737-800 reg PH-BXI
ATD: 09:38 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 10:37 CET (Runway 26L of MUC)

Perjalanan keberangkatanku dimulai dengan sebuah drama. Waktu berangkatanku adalah ketika long weekend sehingga sebuah pekerjaan maintenance berat jalur kereta di antara Den Haag dan Schiedam (meliputi Delft) sedang dikerjakan. Ini berarti tidak ada kereta yang beroperasi di jalur ini sepanjang long weekend itu. Sebagai akibatnya, untuk pergi ke Schiphol aku harus naik layanan bus NS ke Den Haag Centraal dan dari sana aku bisa naik kereta biasa ke Schiphol. Biaya total perjalanan ini sama dong padahal waktu tempuhku menjadi bertambah sekitar 30 menit ke bandara, haha.

Singkat cerita, aku tiba di bandara, sarapan di Crown Lounge-nya KLM, dan berjalan ke gerbang keberangkatanku sekitar 10 menit sebelum waktu boarding. Gerbangnya waktu itu adalah salah satu gerbang B di Schiphol sehingga aku harus berjalan cukup jauh dari lounge. Ketika tiba di gerbangnya, boarding sudah dimulai. Dari sisi ini asyik juga sih jadi aku kan nggak perlu menunggu ya 😛 .

Pesawatnya hari ini adalah sebuah Boeing 737-800nya KLM berregistrasi PH-BXI bernama “Zilvermeeuw”. Aku langsung menyamankan diriku duduk di kursi 7F (di barusan pertama kabin ekonomi reguler di Boeing 737-800nya KLM 😛 ) dan tidak lama kemudian, pesawat berangkat dari Schiphol melalui landasan pacu 24. Pesawat kemudan berbelok tajam ke arah tenggara menuju Munich. Penerbangan ini adalah penerbangan reguler jarak dekatnya KLM sehingga nggak banyak yang bisa kuceritakan di sini. Tidak lama setelah pesawat stabil di atas, layanan snack dibagikan. Sisa penerbangannya berlangsung nyaman tetapi ya memang uneventful gitu deh. Jam 10:37, pesawat mendarat di landasan pacu 26L Bandara Franz Josef Strauß di Munich. Berikut ini video pendaratannya:

Dari sana, aku naik kereta S-Bahn jalur S8 menuju pusat kota Munich.

Garching

Setelah makan siang di Munich, aku naik metro jalur U6 arah utara menuju Garching. Konferensinya akan diadakan di kampus TU Munich yang berada di Garching sehingga aku memutuskan untuk menginap di dekat-dekat sana (jelas lah ya).

Garching adalah sebuah kota Bavaria kecil yang indah tetapi amat kecil. Namun, aku merasa kotanya agak “membosankan” karena memang tidak ada apa-apa yang bisa dilakukan di sana sebagai pengunjung. Maksudku, ada sih beberapa atraksi menarik (termasuk Allianz Arenanya Bayern Munchen itu) tetapi jaraknya beberapa kilometer gitu deh dari Garching. Di hari pertamaku di sana aku bosan banget sampai-sampai aku berpikiran untuk pergi ke Allianz Arena 20 menit sebelum stadionnya ditutup loh. Toh aku masih merasa itu adalah pilihan terbaik daripada bingung nggak jelas mau ngapain kan, haha 😆 . Eh untungnya tidak berapa lama kemudian aku mendapatkan email dari temanku yang bertanya mengenai sebuah permasalahan matematika yang ia dapatkan dari koleganya. Horee! Aku jadi ada alasan untuk nggak pergi ke Allianz Arena sore itu dan mendapatkan sesuatu yang lebih seru untuk dikerjakan! 😛 .

Garching

Garching

Di waktu senggang lainku di Garching, aku memutuskan untuk mengunjungi Flugwerft Schleissheim, sebuah museum pesawat (jelaasss, hahahaha 😆 ) yang berlokasi di Oberschleissheim, sekitar 5an km dari Garching. Untungnya ada bus yang berangkat dari depan hotelku yang pergi langsung ke Oberschleissheim. Dari haltenya aku harus berjalan sekitar 500 meter sih sebelum mencapai museumnya. Tetapi jalan kakinya asyik sih (walaupun cuacanya sedang hujan waktu itu) dimana aku harus melewati Istana Schleissheim.

Seperti dugaanku, tempatnya surga banget! Haha 😆 . Museumnya terdiri dari beberapa ruangan utama gitu. Ruangan pertama penuh dengan pesawat-pesawat generasi super tua (kebanyakan yang mesinnya cuma satu gitu) dan beberapa model pesawat. Untuk pergi ke ruang kedua, aku harus melewati sebuah hanggar pesawat yang nampak keren. Btw, museumnya berlokasi di Lapangan Terbang Schleissheim, sebuah lapangan terbang kecil yang biasanya hanya dipakai untuk penerbangan kecil sipil gitu. Ruangan kedua adalah hanggar besar yang berisi pesawat-pesawat yang lebih baru, termasuk pesawat tempur dan pesawat riset juga. Keren banget!! 😀

An aviation museum in Munich

Flugwerft Schleissheim di Oberschleissheim

Makanannya

Hari Senin ketika aku berangkat itu adalah tanggal merah di Jerman sehingga ternyata semua-semuanya pada tutup dong. Jadilah ketika transit di Municg itu (dari perjalanan S8 dan U6ku dari Bandara Munich ke Garching), sulit bagiku untuk menemukan restoran yang buka. Merasa lapar, ya sudah aku makan di sebuah restoran Asia. Aku memesan menu bebek goreng yang mana rasanya enak; tetapi ukurannya itu Jerman banget! Baca: sangat amat teramat RAKSASA! Tapi ini jadi mengingatkanku bahwa memang aku sedang berada di Jerman deh, hahaha 😆 .

Di Garching, aku makan malam dengan pembimbingku dan beberapa profesor lainnya (ini adalah makan malam dimana aku dikenalkan dengan beberapa profesor itu). Aku memesan menu anak-anak berupa schnitzel, dan yang keluar kayak gini:

A children menu schnitzel

Schnitzel ukuran anak-anak

Iya loh, segitu itu ukuran menu anak-anak, yang mana menurutku adalah ukuran menu dewasa standar di negara-negara lain, hahaha 😆 . Pembimbingku memesan schnitzel untuk ukuran dewasa tetapi yang berukuran setengah dan yang keluar adalah sama seperti milikku, tetapi dengan satu ekstra potongan daging berukuran sama dan kentang goreng sebanyak dua kali lipatnya. Beneran!! 😅😅😅😅😅

BERSAMBUNG…

 

#1744 – A Conference Trip to Munich (Introduction)

ENGLISH

Posts in the A Conference Trip to Munich series:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

This past week I was in Munich for a conference and yesterday evening I came back to the Netherlands marking the end of this trip.

Actually I have shared the background of the trip in that post. The topic of the conference was very closely related to my research (well, basically it was the topic of my research anyway) so naturally the conference was very interesting to me. Moreover, the list of the invited speakers was extremely impressive where those were the people whose books and journal papers I read and cited during the entirety of my study! So again from this point of view this conference was very appealing. And more importantly, I still had some budget left in my research project for a trip anyway, so there was actually no reason for me not to go 😉 .

And the conference itself turned out to be amazing. It was the most interesting conference, in term of the presented topics and talks, which I have attended ever. Moreover, I got the chance to meet and get introduced to some of the most famous names (read: professors) in the field as well! It was so amazing that I felt a little bit star-strucked to be honest, hahaha 😆 .

The city of Munich was not bad either. In fact, it was super beautiful! I got the chance to spend about one day to explore the city, and it surely was not enough! I have not been a lot to Germany, but of the cities which I have visited, so far Munich is the prettiest, in my opinion 😉 .

And lastly, I got the chance to end the trip with such an awesome flying day where, instead of flying non-stop Munich – Amsterdam, I did Munich – Milan – Paris – Amsterdam, ahahahahah 😆 .

Yeah, that is all for now. As usual, here are some teasers from this trip 😉

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Conference Trip to Munich:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

Seminggu ini aku berada di Munich untuk sebuah konferensi dan kemarin malam aku kembali di Belanda yang mana memandai berakhirnya perjalanan ini.

Sebenarnya aku sudah menceritakan latar belakang perjalanan ini di posting itu. Topik dari konferensi ini sangat berkaitan erat dengan risetku (eh, sebenarnya mah malah memang topik dari risetku sih) jadi jelas konferensi ini amat menarik untukku. Lebih jauh lagi, daftar pembicara yang diundang sungguh impresif dimana mereka adalah orang-prang yang buku-buku dan journal papers-nya aku baca di keseluruhan masa studiku! Jadi, lagi, dari sisi ini konferensi ini sungguh mengundang banget kan ya untuk dihadiri. Dan yang lebih penting lagi, toh aku masih memiliki budget di proyek risetku sehingga tidak ada alasan untuk tidak pergi kan 🙂 .

Dan konferensinya ternyata beneran seru banget loh. Ini adalah konferensi paling seru, dalam hal topik dan presentasinya, yang pernah kuhadiri. Lebih jauh lagi, aku berkesempatan bertemu dan dikenalkan dengan nama-nama (baca: profesor-profesor) super terkenal di bidang ini juga!! Seru banget dah sampai-sampai aku sedikit merasa star-strucked juga, hahaha 😆 .

Kota Munich sendiri juga tidak lah buruk. Malah, sebenarnya kotanya indah banget! Aku memiliki waktu satu hari untuk mengeksplor kotanya, dan jelas sehari saja tidak lah cukup! Oke, memang sih aku belum pernah ke banyak bagian Jerman, tetapi dari kota-kota di sana yang pernah kukunjungi, menurutku Munich adalah yang tercantik! 😉 .

Dan, poin terakhir nih, aku juga bisa mengakhiri perjalanan ini dengan satu hari terbang yang super seru banget dimana bukannya terbang non-stop Munich – Amsterdam, aku terbang Munich – Milan – Paris – Amsterdam loh, ahahahahah 😆 .

Yaa, segitu dulu deh ya untuk saat ini. Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini 😉 .

#1741 – Hello from München

ENGLISH

Yes, you read the title right. At the moment I am sitting in my hotel room in Munich, Germany! Haha 😆 . Okay, not exactly in the city center of Munich but actually in a small city called Garching about 15 km to the north of Munich.

😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱

Yeah, I know, about a week ago I just went to Rennes, France, for a long weekend trip; and now I am going on another trip 😛 . I know, it seems that I have already had a lot of trips this year, haha 😆 . While I may agree with that, I just count that this trip is actually my seventh trip this year. So it pretty much depends on how you define “a lot”, haha 😆 .

However, this trip is very different in nature than all the preceding six trips though. If all of those six trips were personal, this trip to Munich is actually a business trip 😉 . Yeah, as usual, I am going to a conference this week. But unlike all my previous conference trips (Bergen in 2012, London in 2013, Corsica in 2014, and Tokyo in 2015), I am not presenting anything this year. I am going because my supervisor invited me to the conference’s topic is very related to my PhD research and so naturally this conference is very interesting to me. Moreover, I still have more than enough budget (in my research project) for another conference trip anyway, so why not ;).

While on it, this is a biennial conference and actually two years ago the conference was held in, well, Beijing, China! Damn! I wish the location of this conference had been more exotic than “just” Munich (read: somewhere in the Caribbean or Australia would do, for instance 😛 ). But then again I would probably have not been approved to go if the conference had been than far while I would not be presenting anything. Haha 😆 .

Yeah, this is what I meant yesterday. I am attending a conference this week which starts on Tuesday so today, which technically a public holiday in the Netherlands, I must work by getting myself to Munich 😛 .

Anyhow, yeah, that is it for now!! Auf Wiedersehen! 😉

A hotel view in Garching

BAHASA INDONESIA

Yup, judulnya benar kok. Saat ini aku sedang duduk di kamar hotelku di kota Munich, Jerman! Haha 😆 . Oke, nggak di pusat kota Munich-nya sih tetapi sebenarnya di sebuah kota kecil bernama Garching sekitar 15 km di utara Munich.

😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱

Iya, aku tahu, semingguan yang lalu aku baru saja pergi ke Rennes di Prancis untuk sebuah perjalanan long weekend; dan sekarang aku pergi lagi di sebuah perjalanan lainnya 😛 . Aku tahu, memang kayaknya tahun ini aku banyak jalan-jalannya ya, haha 😆 . Mungkin aku setuju sih dengan pernyataan itu, baru saja kuhitung ini adalah perjalananku yang ketujuh tahun ini. Jadi tergantung dulu dari definisi “banyak” itu apa yah, haha 😆 .

Namun, perjalanan ini sendiri unik dan berbeda dari enam perjalanan sebelumnya sih. Jika semua enam perjalanan sebelumnya itu adalah acara jalan–jalan sendiri, perjalanan ke Munich ini adalah sebuah perjalanan bisnis 😉 . Iyaa, seperti biasanya, aku mengunjungi sebuah konferensi minggu ini. Tetapi, tidak seperti semua kunjunganku ke konferensi-konferensi sebelumnya (Bergen di tahun 2012, London di tahun 2013, Korsika di tahun 2014, dan Tokyo di tahun 2015), aku tidak akan presentasi apa pun di konferensi ini tahun ini. Aku datang karena pembimbingku mengajakku untuk ikutan pergi topik dari konferensi ini sangat amat berkaitan dengan riset S3-ku sehingga jelas konferensi ini amat menarik untukku. Lebih jauh lagi, toh aku masih memiliki budget lebih dari cukup (dari proyek risetku maksudnya) untuk sebuah perjalanan konferensi lagi jadi mengapa tidak kan 😉 .

Mumpung masih ngomongin topik ini, konferensi ini diadakan satu kali setiap dua tahun dan sebenarnya dua tahun yang lalu konferensinya diadakan di Beijing, China loh! Ah! Kenapa ya lokasi konferensinya tahun ini nggak lebih eksotis daripada “sekedar” Munich (baca: kenapa engga di Karibia atau di Australia gitu kek misalnya? Hahaha 😛 ). Ah, tetapi kalau dipikir-pikir lagi mungkin aku tidak akan diizinkan pergi apabila lokasi konferensinya sejauh itu sementara aku tidak akan mempresentasikan apa-apa. Haha 😆 .

Yup, memang ini sih maksudku kemarin. Aku menghadiri sebuah konferensi minggu ini yang akan dimulai di hari Selasa sehingga hari ini, yang mana secara teknis adalah tanggal merah di Belanda, aku harus bekerja dengan cara pergi ke Munich 😛 .

Yah, segitu dulu deh ya untuk saat ini!! Auf Wiedersehen! 😉

#1725 – A Conference in Delft

ENGLISH

Last week, I went to a conference that was held at TU Delft. The reason I attended the conference was because I found the topic to be very interesting and, indeed, in a field which I have decided I will dedicate my entire life into 😉 (plus registration was free of charge anyway so why on earth would I not go? Lol 😆 ). Well okay, the “dedicating my entire life into” part is, indeed, an overstatement 😛 . But my point is, at the very least, I think this will be career path I am going to follow in the coming near future 😉 . Yeah, I have made up my mind about that 😉 .

Anyway, some mathematics talks covering some topics in the field were given in the one-day conference. Some of the messages were not new nor surprising at all to me as I, indeed, already encountered them first-hand during my own research so I just nodded along the way 😆 . Some interesting techniques or ideas were also presented, which were nice additions to my library of knowledge of course 😛 . But don’t worry, I am not going to talk about those stuffs here, as this blog is definitely not the place for one 😉 .

***

Nonetheless, I still would like to share a small part of one of the presentations about a real-world application of the math stuff. The presented research was in the field of climatology and so it (also) touched one area of my concern: global warming.

In the presentation, the following video was shown:

It is a video showing a NASA supercomputer model of carbon-dioxide (CO2) levels in the Earth’s atmosphere in 2006. The legend of the colors can be found at the bottom of the video. Reading this legend, first, is important to understand this video objectively and to not be misled by the colors (Remember my post about measurement last week 😉 ). You see, even though the color change was very “contrast”, actually the number it represented did not differ “that much”. And so obviously the color and legend were chosen to make the video more “dramatic” (and, in my opinion, to deliver the message better to the audiences).

Though the difference (in numbers) did not look “much”, but it was real. You can see how CO2 produced in one place can travel easily to the entire planet within days. And over the years, the CO2 levels in the atmosphere has seen a generally increasing trend. The video also highlights the importance of vegetation. At about the end of the winter, when there was the least amount of vegetation in the northern hemisphere (check 0:58), the CO2 level was very high while in the summer, after more vegetation started to grow (check 01:48), the CO2 level was low. You see, this is why it is important to keep the forest and, to me, reforestation is crucial.

A plot showing the monthly average CO2 concentration measured in Hawaii and the South Pole. This plot was also shown in the conference. Source: http://scrippsco2.ucsd.edu/graphics_gallery/mauna_loa_and_south_pole

A plot showing the monthly average CO2 concentration measured in Hawaii and the South Pole. This plot was also shown in the conference. Source: http://scrippsco2.ucsd.edu/graphics_gallery/mauna_loa_and_south_pole

***

Anyway, the bottom line is, it was such a nice day at work. My knowledge and myself professionally were enriched with new ideas and insight, that is always a good thing of course 😉

A #conference at #work today. Now, educate me!! 🤓🏫#PhDLife

A post shared by Aurelius Zilko (@azilko) on

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu, aku pergi ke sebuah konferensi yang diadakan di TU Delft. Alasan aku menghadiri konferensi ini adalah karena bagiku, topiknya sangat amat menarik dan, kebetulan, memang adalah bidang yang mana telah kuputuskan aku akan mendedikasikan seluruh hidupku untuk bidang itu 😉 (plus biaya pendaftarannya gratis sih jadi mengapa tidak kan? Haha 😆 ). Eh, oke, bagian “mendedikasikan seluruh hidupku untuk itu” memang adalah sebuah pernyataan yang berlebihan sih, haha 😛 . Tetapi intinya adalah, setidaknya, bidang ini akan menjadi langkah/jalan karier yang akan aku tempuh di masa yang akan datang 😉 . Ya, setidaknya untuk itu aku sudah menetapkan pilihanku 😉 .

Anyway, beberapa presentasi matematika yang meliputi beberapa topik di bidang ini diberikan di konferensi selama satu hari ini. Beberapa pesan utama yang disampaikan presentasi-presentasinya tidaklah baru ataupun mengejutkan untukku karena aku sendiri sudah mengalaminya sendiri di risetku ini sehingga aku mengangguk-angguk setuju saja di presentasi itu, haha 😆 . Beberapa teknik dan ide yang menarik dan kreatif juga dipresentasikan, yang mana merupakan tambahan berharga ke perpustakaan ilmu dan pengetahuan di otakku tentunya 😛 . Tenang saja, aku tidak akan menuliskan mengenai hal ini disini kok karena jelas blog ini bukanlah tempat untuk itu ya 😉 .

***

Tetapi masih ada satu bagian kecil dari salah satu presentasinya mengenai aplikasi teori matematika itu di sebuah aplikasi dunia nyata yang ingin kubagikan disini. Riset yang dipresentasikan adalah aplikasi di klimatologi dimana ini (juga) menyentuh satu topik yang aku anggap amat penting: pemanasan global.

Di presentasi itu, video berikut dimainkan:

Ini adalah video yang menunjukkan model superkomputernya NASA akan level karbon dioksida (CO2) di atmosfer planet Bumi di tahun 2006. Legenda dari warna yang ditampilkan di videonya bisa ditemukan di bagian bawah video. Pertama-tama, amat penting untuk membaca legenda ini agar videonya bisa ditonton dengan obyektif dan tidak disesatkan oleh warna-warna yang digunakan (Ingat kan apa yang kutulis di posting-ku tentang pengukuran minggu lalu? 😉 ). Nah, lihat kan, walaupun perbedaan warnanya nampak “kontras”, sebenarnya angka yang direpresentasikan oleh warna-warna itu tidak berbeda “terlalu banyak”. Jelas warna dan legenda itu dipilih untuk membuat videonya lebih “dramatis” (dan, menurutku, agar pesan tersampaikan lebih baik ke penonton).

Walaupun perbedaannya (dalam angka) tidak nampak banyak, tetapi nyata loh. Terlihat kan bagaimana CO2 yang diproduksi di suatu daerah bisa dengan mudah menyebar dan berpindah tempat ke seluruh planet dalam waktu hari? Dan jika dilihat perkembangannya dalam tahun, level CO2 di atmosfer terus menunjukkan tren yang secara umum meningkat loh. Video ini juga menunjukkan pentingnya keberadaan vegetasi. Di sekitar akhir musim dingin, ketika kebanyakan vegetasi di belahan Bumi utara nggak banyak karena musim dingin (cek 0:58), level CO2nya amat tinggi sementara di musim panas, setelah vegetasi-vegetasinya tumbuh (cek 01:48), level CO2nya rendah. Nah, terlihat kan pentingnya untuk tetap menjaga hutan dan, menurutku, reboisasi itu amat penting.

A plot showing the monthly average CO2 concentration measured in Hawaii and the South Pole. This plot was also shown in the conference. Source: http://scrippsco2.ucsd.edu/graphics_gallery/mauna_loa_and_south_pole

Sebuah grafik yang menunjukkan rata-rata bulanan konsentrasi CO2 yang diukur di Hawaii dan Kutub Selatan. Grafik ini juga ditunjukkan di konferensinya. Sumber: http://scrippsco2.ucsd.edu/graphics_gallery/mauna_loa_and_south_pole

***

Anyway, intinya adalah, hari itu adalah hari yang seru banget di kantor. Pengetahuan dan diriku secara profesional bertambah kaya karenanya dengan ilmu dan ide-ide baru, yang mana adalah hal yang bagus tentunya 😉 .