#2092 – Bubbly Water in Winter

ENGLISH

There was something “strange” with my apartment’s tap water this winter. Often when I took it out, it was very “bubbly” (or “cloudy”). The “bubbles” then quickly rose to the top and the water became clear afterwards. I took three sequential photo of it to illustrate as follows, where it went from 1 to 2 to 3 within around half a minute:

Bubbly water in winter

At first, I was quite concerned about it because I consumed the water (Tap water in Amsterdam is drinkable and is actually of high quality. On a side note, once I went to a dentist in Indonesia and he said my teeth were in great shape, which apparently was quite surprising for people my age (lol), and he hypothesized it might be due to the mineral content of the tap water in the Netherlands). Anyway, so I would argue that my concern was valid.

But then somehow I was too lazy to google it, partly because this was more problematic with the tap water from my kitchen but not so much from my bathroom (though sometimes it was too). This was until one afternoon during lunch at my office. I asked my colleague if he had the same experience at his place.

One cool thing about my work is that there are so many people with PhD degrees from many different disciplines. Though, in particular, many of them have physics-related background; and so does this colleague of mine. He told me that the “bubbles” was just oxygen; and it was formed because of the difference in pressure and temperature between (inside) the water piping outside (where it was cold because of winter) and my apartment. So it was completely harmless, actually. After hearing this explanation, I googled it and indeed this seemed to be the case (See what a good scientist I am? I need proof!), haha 😆 .

***

This never happened to me before, though. This was my first winter in Amsterdam and I spent my previous seven in Delft. I never encountered this “phenomenon” in Delft, btw; so I am actually quite surprised that somehow I only had this experience just now.

But anyway, now we know!!

BAHASA INDONESIA

Ada yang “aneh” dengan air keran di apartemenku musim dingin kemarin ini. Sering ketika airnya kuambil, airnya nampak “berbuih”. “Buih”-nya kemudian dengan cepat naik sendiri ke permukaan dan setelahnya airnya menjadi jernih seperti seharusnya. Aku mengambil tiga foto berurutan untuk menggambarkannya seperti di bawah ini, dimana prosesnya dari 1 ke 2 ke 3 memakan waktu kira-kira setengah menit:

Air berbuih di musim dingin

Awalnya, jelas dong ya aku sedikit khawatir dengan hal ini karena airnya kan aku konsumsi (Air keran di Amsterdam itu bisa diminum loh dan malah berkualitas amat baik. Catatan sampingan nih, pernah suatu kali ketika mampir check up di sebuah klinik dokter gigi di Indonesia, dokter giginya berkata bahwa kondisi gigiku baik sekali, yang mana ternyata tidak lazim untuk orang seumurku (haha), dan ia menduga ini disebabkan oleh kandungan mineral di dalam air keran di Belanda). Anyway, aku rasa kekhawatiranku ini beralasan lah ya.

Tetapi kemudian entah mengapa aku malas meng-google-nya, karena fenomena ini lebih sering muncul dari air keran di dapur saja dan (lebih) jarang dari air keran di kamar mandi (kadang-kadang iya juga sih). Sampai suatu hari ketika makan siang di kantor. Aku bertanya ke seorang kolegaku apakah ia mengalami pengalaman serupa di rumahnya.

Asyiknya kantorku adalah banyak orang yang berlatar-belakang pendidikan S3 (PhD) dari bidang yang bermacam-macam. Dan cukup banyak yang bidangnya adalah cabang dari fisika, termasuk kolegaku ini. Ia menjelaskan bahwa “buih”-nya itu sebenarnya adalah oksigen, dan “buih”-nya terbentuk karena perbedaan yang kontras dalam hal tekanan dan temperatur di dalam pipa di luar (yang mana suhunya dingin ya, kan musim dingin) dan di dalam apartemenku. Jadi sebenarnya buih ini sama sekali tidak bermasalah, apalagi berbahaya. Setelah mendengar penjelasan ini, baru dong aku google dan memang sepertinya memang demikian adanya (Hahaha, ilmuwan yang baik kan aku? Aku butuh bukti!), haha 😆 .

***

Ini belum pernah terjadi padaku sebelumnya lho. Ini adalah musim dingin pertamaku di Amsterdam sih dimana yang tujuh sebelumnya aku lewatkan di Delft. Di Delft aku tidak pernah mendapatkan “fenomena” ini, btw; sehingga sebenarnya aku cukup kaget juga mengapa aku baru mendapatkan pengalaman ini sekarang.

Ah, tapi yang penting sekarang kan jadi tahu ya!!

Advertisements

#2069 – Hello, March

ENGLISH

So here we are now, already two months into the year of 2018. Here are some stories from my February.

February

Generally, February is the coldest month of the year in the Netherlands; and this was indeed also the case this year, especially in the last week or so.

Even the real feel in Amsterdam was –20°C yesterday evening, at only 7 PM-ish!!

However, surprisingly the weather was actually quite nice this time! There was even a strecth of days in the middle of the month where it was actually sunny with blue sky!! It was, of course, cold … but sunny!! Haha 😆 .

Bonuses

Anyway, let’s switch over to a more fun topic. So finally, this year I am qualified for the consideration to get an annual bonus and an equity bonus at work (which would be based on my own and the company’s 2017 performance)! I wasn’t qualified last year because at the time I was still “too new” in the company for these bonuses, haha.

I had a short meeting with my manager and my main stakeholder in the middle of the month where they said that I performed well enough to earn the two bonuses! Yeay! I am not going to disclose the nominal here, but I am happy with it. Even though, of course it was also (really) heavily taxed and I have been trying not to think too much about the nominal which I had to pay as tax (which was really a lot to me, haha), which can be quite hard at times, lol 😆 .

A Raise

Bonuses were not the only topic covered in that meeting; as we also discussed about … my raise! Because performed well enough last year, I would get a raise which would start kicking in this March. Yeay! Again, I am not going to disclose the amount, but let’s just say that this time it is much more than what I got last year, haha. So yeah, I am also happy with it 😀 .

***

So yeah, it is fair to say that I am entering the month of March with a good mood 😀 .

BAHASA INDONESIA

Jadi di sini lah kita, sudah dua bulan terlalui tahun 2018. Berikut ini beberapa cerita dari bulan Februariku kemarin.

Februari

Biasanya, Februari adalah bulan yang paling dingin dalam satu tahun di Belanda; dan ini juga benar adanya tahun ini, terutama semingguan terakhir ini.

Bahkan real feel dari suhu udara di Amsterdam adalah –20°C loh semalam, padahal ini baru sekitar jam 7 saja!!

Namun, yang mengagetkan adalah cuacanya cukup baik lho kali ini! Bahkan ada satu deret sekian hari di pertengahan bulan kemarin dimana cuacanya cerah dengan langit yang biru!! Jelas suhunya masih dingin sih … tapi kan setidaknya ada sinar matahari gitu ya!! Haha 😆 .

Bonus

Anyway, mari ngomongin hal yang lebih menyenangkan saja. Jadi akhirnya, tahun ini aku qualified loh untuk dipertimbangkan untuk mendapatkan bonus tahunan dan bonus ekuitas dari kantor (yang mana berdasarkan performaku dan performa kantorku di tahun 2017)! Tahun lalu aku tidak qualified karena waktu itu aku masih “terlalu baru” di kantor untuk dua jenis bonus ini, haha.

Aku bersama manajerku dan stakeholder utamaku berbincang mengenai hal ini di pertengahan bulan kemarin dimana mereka menyebutkan bahwa performaku tahun lalu bagus sehingga aku berhak mendapatkan dua bonus ini! Hore! Aku nggak akan menyebutkan nominalnya di sini sih, tapi yang jelas aku merasa senang lah. Walaupun aku harus membayar pajak yang besar (banget) untuk ini juga sih. Sejauh ini aku telah berusaha untuk tidak terlalu memikirkan besarnya nominal yang harus aku bayarkan sebagai pajak (soalnya beneran banyak banget bagiku!), yang mana kadang-kadang sulit nih, haha 😆 .

Kenaikan Gaji

Bonus bukan lah satu-satunya topik yang dibahas di perbincangan itu; karena kami juga mendiskusikan masalah … kenaikan gaji! Karena performaku tahun lalu bagus, aku mendapatkan kenaikan gaji mulai bulan Maret ini. Hore! Lagi, besarnya tidak akan aku sebutkan di sini, pokoknya yang jelas kenaikannya kali ini jauh lebih besar lah daripada tahun lalu, haha. Jadi iya, aku juga merasa senang dengan ini 😀 .

***

Jadi ya, rasanya cukup fair untuk dibilang bahwa aku memasuki bulan Maret ini dengan mood yang baik 😀 .

#1728 – 2016 Baltic Spring Trip (Part IV: Helsinki)

ENGLISH

Previous posts on the 2016 Baltic Spring Trip series:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga

Previously on 2016 Baltic Spring Trip: Zilko went to the Baltic region for Spring this year. After spending three days in Stockholm and one day in Riga, he was now in the capital of Finland, Helsinki, and was eager to find out what Helsinki had to offer.

***

Helsinki

The Cathedral of Helsinki

The Cathedral of Helsinki

In general, I wasn’t as lucky in Helsinki weather-wise because it was foggy a lot during almost my entire stay in the city. Nevertheless, I still found Helsinki to be very interesting. While it was up there in the north, probably it was actually more “Russian” than “Scandinavian”; though this was not surprising at all given that Finland was not a Scandinavian country 😛 .

Apparently some architecture of some areas of the city was Russian that at some point, several American production companies shooted some movies in Helsinki to depict Russia, haha 😆 . The language was also very different, as its root was definitely not German (more on this in a later post, probably 😉 ). And so I am very glad that I chose to visit Helsinki as well in this trip. It felt really new and different!!

Downtown Helsinki

The biggest and most famous landmarks of Helsinki were in the form of cathedrals or churches. And obviously I did not skip them. The most impressive one was the #2 destination in Helsinki according to Trip Advisor: the Temppeliaukion kirkko (The Rock Church).

The amazing Rock Church in Helsinki

The amazing Rock Church in Helsinki

The name was self-explanatory, as you can see in the photo above. While the church was certainly not Saint Peter’s Basilica grandeur or Sagrada Familia majestic, I still found it to be very charming and unique! I just felt the combination of the natural rock and the man-made structure to be very balanced and thoughtfully designed!

Getting around Helsinki was also not very difficult. There was a decent public transportation system and I decided to buy a three-day pass for €16; quite a fair price in my opinion. I made use of this card to get around the city, where I visited a few nice parks and also some interesting neighbourhoods with unique architecture 🙂 .

I like Helsinki. The city appeared to be modern to me (with a lot of shops, modern buildings, etc) while at the same time still maintained a good-portion of its traditional heritage side as well.

Downtown Helsinki

Downtown Helsinki

Suomenlinna

If the Temppeliaukion kirrko was the #2 destination in Helsinki according to Trip Advisor, what was the first then? Well, it was the Suomenlinna, a sea fortress located on six small islands just off the coast of Helsinki. There was a regular ferry ride from Helsinki to the islands that was part of the Helsinki public transportation system. And so obviously I went there as well.

As I said above, it was foggy a lot when I was in Helsinki. And unfortunately, the time I went to Suomenlinna was no exception. Nonetheless, while the fog made it very difficult to take great pictures of the beautiful fortress, at the same time it actually made my visit really unique. Somehow, Suomenlinna felt a little bit “magical” to me with the fog! I think the combination of the fog and the old-style traditional houses and buildings there created this rather “spooky” but “cool” atmosphere.

Foggy Suomenlinna

Foggy Suomenlinna

Despite the fog, I still find Suomenlinna to be a beautiful place. And so I do recommend a visit to Suomenlinna if you are around in Helsinki and you have the time 🙂 .

The Food

Soy Ramen in Helsinki

Soy Ramen in Helsinki

I found it quite strange (at first) that it was not that easy to find a restaurant that served Finnish dish. During my entire stay in Helsinki, I had meals at Mexican, Japanese, American, burger, and pizza restaurants. You see? Lol 😆 . A little bit frustrated by this, one evening I opened my Trip Advisor app to look for a Finnish restaurant nearby me. Luckily I found one with a rather good review in the city center, and I went there. 

The menu choice looked interesting to me, with some of the dishes had really funny names. I decided to go for one, so I ordered a dish called “The weather may change but vendace stays the same“. Yeah, exactly! Like, what the hell was that? I googled “vendace” and turned out it was a kind of small Nordic fish. Okay, at least I had an idea that I would be eating fish that evening, lol 😆 . The dish turned out to look like this:

"The weather may change but vendace stays the same"

“The weather may change but vendace stays the same”

It did not look too bad, did it? 🙂 Taste-wise though, I found the fish to be a little bit too bland that I had to add salt and pepper to add some flavor to it 😐 .

I should have known better as obviously I fell into the funny name “trap”. I mean, maybe a funny name is chosen to a dish to attract some attention to compensate for its mediocrity?

Okay, to be fair, it was not bad though. The potatoes were actually cooked well and I liked the cucumbers and lemon slice as well 🙂 . The fish was actually cooked well, it was just my tongue preferred a little bit more flavor…

TO BE CONTINUED…

Next on 2016 Baltic Spring Trip:
– Crossing the Gulf of Finland
– One day in Tallinn, Estonia
– Having a meal cooked by one of the best chefs in the world
– Flying Finnair
– Back to the Netherlands

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri 2016 Baltic Spring Trip:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga

Sebelumnya dalam 2016 Baltic Spring Trip: Zilko pergi ke daerah Baltic di musim semi tahun ini. Setelah menghabiskan tiga hari di Stockholm dan satu hari di Riga, ia kini berada di ibukotanya Finlandia, Helsinki.

***

Helsinki

The Cathedral of Helsinki

Katedral Helsinki

Secara umum, aku kurang beruntung dalam hal cuaca di Helsinki karena cuacanya amat berkabut di hampir keseluruhan masa tinggalku disana. Toh walaupun begitu, aku tetap merasa Helsinki adalah kota yang amat menarik. Walau lokasinya di utara sana, aku rasa kotanya lebih “Rusia” daripada “Skandinavia” gitu deh. Nggak mengherankan juga sih karena Finlandia kan memang bukanlah negara Skandinavia 😛 .

Ternyata arsitektur di beberapa bagian kota Helsinki bergaya Rusia sehingga pernah beberapa kali, beberapa rumah produksi filmnya Amerika syuting di Helsinki untuk menggambarkan Rusia, haha 😆 . Bahasanya juga amat berbeda karena bukan berakar dari bahasa Jerman (ini akan aku bahas di posting yang akan datang deh, kalau ingat 😉 ). Dan makanya aku sekarang lega aku memasukkan Helsinki ke dalam rencana perjalanan ini. Rasa mengunjungi tempat barunya aku dapatkan banget!!

Pusat Kota Helsinki

Tempat wisata terbesar dan paling terkenal di Helsinki adalah katedral-katedral dan gereja-gereja yang berada di seluruh penjuru kota. Jelas dong aku tidak melewatkan mereka. Yang paling mengagumkanku adalah tempat tujuan nomor #2 di Helsinki menurut Trip Advisor: Temppeliaukion kirkko (Gereja Batu).

The amazing Rock Church in Helsinki

Gereja Batu yang keren di Helsinki

Nama gerejanya memang sangat merepresentasikan gerejanya sendiri ya, seperti yang terlihat di foto di atas. Walaupun jelas gerejanya tidak seagung Basilika Santo Petrus atau se-wow Sagrada Familia, menurutku gerejanya memiliki daya tarik tersendiri yang unik! Kombinasi antara batu-batuan alami dan struktur buatan manusianya nampak sangat seimbang dan dipertimbangkan dengan matang!

Berkeliling Helsinki juga tidaklah sulit. Sistem transportasi umumnya cukup oke dan aku memutuskan untuk membeli kartu pas selama tiga hari seharga €16; harga yang masuk akal menurutku. Aku memanfaatkan kartu ini untuk mengelilingi kotanya, dimana aku mengunjungi beberapa taman yang menarik dan juga beberapa bagian kotanya yang menarik dengan arsitektur yang unik 🙂 .

Aku suka Helsinki. Kotanya nampak modern (ada banyak pertokoan, gedung-gedung modern, dll) sementara pada saat yang sama banyak bagian peninggalan tradisionalnya yang masih dijaga dan dirawat baik.

Downtown Helsinki

Helsinki

Suomenlinna

Jika Temppeliaukion kirrko adalah tujuan #2 di Helsinki menurut Trip Advisor, lantas nomor#1-nya apa dong? Jawabannya adalah Suomenlinna, sebuah benteng laut yang berlokasi di enam pulau di dekat Helsinki. Ada layanan kapal ferry reguler dari Helsinki kesana yang mana termasuk dalam sistem transportasi umumnya Helsinki. Jadilah jelas aku kesana juga.

Seperti yang kubilang di atas, cuaca berkabut banget ketika aku di Helsinki. Sayangnya, cuacanya juga begini ketika aku ke Suomenlinna. Walaupun kabutnya membuat situasi menjadi sulit untuk mendapatkan foto yang oke di benteng yang indah ini, tetapi di sisi lain ini membuat kunjunganku menjadi unik juga. Suomenlinna, entah mengapa, terasa “ajaib” ketika berkabut begini! Aku rasa kombinasi kabut dan bangunan-bangunan tua disana menghasilkan suasana yang “seram-seram sedap” gitu deh, haha.

Foggy Suomenlinna

Suomenlinna yang berkabut

Walaupun berkabut, menurutku Suomenlinna adalah tempat yang indah. Jadilah aku memang merekomendasikan kunjungan ke Suomenlinna jika kebetulan berada di Helsinki dan ada waktu 🙂 .

Makanannya

Soy Ramen in Helsinki

Ramen di Helsinki

(Awalnya) aku merasa aneh bahwa tidak mudah untuk menemukan restoran yang menjual masakan ala Finlandia. Di masa tinggalku di Helsinki, aku makan di restoran Meksiko, Jepang, Amerika, burger, dan pizza. Nah kan? Hahaha 😆 . Merasa sedikit sebal karena ini, suatu sore aku menggunakan Trip Advisor untuk mencari rumah makan yang menjual makanan Finlandia. Untung aku menemukan satu yang reviewnya lumayan oke dan lokasinya di pusat kota, dan jadilah aku kesana.

Pilihan menunya menarik untukku, dimana beberapa menunya memiliki nama yang menarik. Aku memutuskan untuk memilih menu yang bernama “Cuaca mungkin berubah tetapi vendace selalu sama“. Iya, apa maksudnya ya itu? Haha. Kemudian aku meng-google vendace dan ternyata vendace adalah sejenis ikan kecil dari daerah Nordik. Oke deh, setidaknya aku jadi tahu malam itu aku akan makan ikan deh, haha 😆 . Penampakan menunya seperti ini:

"The weather may change but vendace stays the same"

“Cuaca mungkin berubah tetapi vendace selalu sama”

Penampakannya mah lumayan ya? 🙂 Tetapi sayangnya, aku rasa ikannya terlalu hambar sampai-sampai aku merasa mesti menambahkan garam dan merica ke ikannya untuk mendapatkan sedikit rasa 😐 .

Seharusnya aku sudah bisa menebaknya dan tidak jatuh ke dalam “jebakan” nama. Maksudku, mungkin nama suatu menu dibuat lucu agar menu itu menarik perhatian kan padahal rasanya mah biasa-biasa aja?

Oke, sebenarnya secara keseluruhan menunya bukannya tidak enak sih. Kentangnya dimasak dengan oke dan aku suka tambahan timun dan irisan lemonnya juga 🙂 . Ikannya sendiri sebenarnya dimasak dengan oke, hanya saja lidahku mengharapkan lebih banyak rasa…

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2016 Baltic Spring Trip:
– Menyebrangi Teluk Finlandia
– Satu hari di Tallinn, Estonia
– Makan makanan yang dimasak oleh salah satu koki terbaik di dunia
– Terbang dengan Finnair
– Kembali ke Netherlands

#1710 – Some Mid-March Stories

ENGLISH

It is already halfway through March, and here are some stories from Delft this month:

Cold

Ironically, I feel like this month of March has been the coldest month this winter (I am writing this sentence just after coming back home at 9 PM on a Wednesday evening). To be honest I find this really strange because as we are supposed to be entering Spring soon, I would expect it would get a little bit warmer. But nope, it hasn’t been 😆 .

There was actually a sign that this would come, though; when it was snowing for the first time this winter in Delft at the end of February. You know, I was glad that it was snowing so this winter does not become a snow-free winter to me; though actually I should not worry much as it was snowing in Warsaw when I went there for a weekend trip anyway 😆

Longer Days

If the temperature has been difficult to predict (not surprising afterall after having lived in the Netherlands for more than 5.5 years now 😆 ), there is, at least, one thing that is certain and follows an exact pattern: the days have constantly been longer and longer, yay!! 😀

You know, I have been waiting for this! I do like longer days because it is easier for me to get up early and I become more productive at work as well!!

The Amazing Race 28

Anyway, let us talk about something completely different: The Amazing Race. This February, the 28th season of The Amazing Race was premiered and, of course, I have been following this amazing reality show!

This season is a little bit unique where the contestants are all social-media personalities; in a way like a “celebrity” season of The Amazing Race. To be honest, at first I was quite skeptical about this format. But then it turned out brilliantly! I have been enjoying this season a lot and I do think, at least so far, this season has been much better than the previous one! Too bad they are on a break until early April now, though.

While on it, a spoiler alert here, btw, I read somewhere that they visited Indonesia again this season! Not a new destination though, as it was rumored to be Bali (they already visited Bali in season 22). I think this “rumour” is true though as there are a few shots in this season’s opening that look a lot like Bali. Judge them by yourself:

If you don’t catch them, a very quick shot at 0:44 clearly shows two Balinese dancers 😆 .

BAHASA INDONESIA

Sekarang bulan Maret sudah setengah jalan dan berikut ini beberapa cerita dari Delft bulan ini:

Dingin

Ironis rasanya bulan Maret ini adalah bulan paling dingin musim dingin kali ini (kalimat ini aku tulis setelah pulang ke rumah jam 9 malam di hari Rabu malam). Sejujurnya, aku merasa ini agak sedikit aneh karena seharusnya kita akan memasuki musim semi segera kan ya, jadi aku menyangkanya seharusnya akan bertambah hangat gitu. Eh ternyata tidak 😆

Sebenarnya sudah ada pertanda ini akan terjadi sih: ketika di Delft akhirnya bersalju untuk pertama kalinya musim dingin kali ini. Tahu kan, waktu itu aku senang sekali bahwa salju turun sehingga musim dingin ini tidak menjadi musim dingin tanpa salju untukku; walaupun sebenarnya ternyata aku nggak harus khawatir juga sih karena toh bersalju juga di Warsawa ketika aku kesana untuk sebuah perjalanan akhir pekan 😆

Hari yang lebih panjang

Jika suhu udara disini susah diprediksi (nggak mengherankan sih sebenarnya, setelah tinggal di Belanda selama lebih dari 5,5 tahun 😆 ), ada satu hal yang lebih pasti dan mengikuti pola yang pasti: siang hari sudah bertambah panjang terus sekarang. Hore!! 😀

Tahu kan, aku sudah menunggu-nunggu ini! Aku suka banget siang yang panjang karena aku jadi lebih mudah untuk bangun pagi dan di kantor aku juga lebih produktif!!

The Amazing Race 28

Anyway, mari ngomongin suatu hal yang amat berbeda: The Amazing Race. Bulan Februari lalu, musim ke-28 dari acara ini mulai ditayangkan dan, jelas lah, aku sudah mengikuti musim ini juga!

Musim kali ini agak unik karena kontestannya adalah para seleb social-media yang followers-nya banyak gitu; jadi di satu sisi musim ini bisa dipandang sebagai semacam musim “selebriti”.  Awalnya aku agak skeptikal akan format ini. Tetapi ternyata kereeen! Sejauh ini, musim ini amat aku nikmati lho dan menurutku, sejauh ini juga, musim ini lebih menarik daripada musim yang sebelumnya! Sayang sih sekarang ini mereka sedang hiatus hingga awal April nanti.

Oh, mumpung ngomongin ini, sedikit spoiler nih, btw, aku baca dimana gitu katanya musim ini mereka ke Indonesia lagi loh! Destinasinya sendiri bukan destinasi baru sih, karena mereka kembali ke Bali (mereka sudah mengunjungi Bali di musim 22). Aku rasa “rumor” ini sih benar adanya karena ada beberapa cuplikan di pembukaannya musim ini yang nampak Bali banget. Coba deh lihat sendiri:

Jika misalnya nggak menangkapnya, sebuah cuplikan super kilat di detik 0:44 dengan jelas menampilkan dua orang penari Bali kan 😆 .

#1501 – First Week Back

ENGLISH

So it has been one week since I came back from India for my year end trip. So, how has this one week go? Well, here are some stories about that 🙂

Weather

Okay this may sound like a broken record, but this week the weather in the Netherlands has not been the best. Like, it was pretty much like this the whole week:

How the weather has been this week

How the weather has been this week

I think the sun and I have not met since I was in India, seriously 😆 .

The Benefit of A Vacation

Anyway, the good news is, after having such an amazing vacation, albeit my still exhausted physical condition at the beginning of the week, I was in a better mood at work this week. I felt like I could concentrate much better before I left for vacation (in December). So, yes, the vacation worked!! 🙂

Tennis Balloon

Speaking of which, while I was in India, this happened to the balloon of the tennis courts in TU Delft:

Flat balloon

Flat balloon

which means indoor tennis was not possible. And as a result, my tennis lessons this week were held outdoor, and it was in the middle of winter. Even though technically the temperature was not negative, playing tennis outdoor in the evening in the middle of a winter was still freaking cold! Lol 😆

They are currently reerecting the balloon though.

Jetlag

Also, because there was a 4.5 hours time difference between Central European Time (CET) and the India Standard Time (which, btw, I still find the 30 minutes quite strange though, haha 😆 ), I am experiencing a jetlag (yes, I still am). However, as I was flying from the east to the west at the end of last week, it is actually the better jetlag. Better as in it makes me get up earlier than normal easily. So obviously I have been trying to harness it as much as possible while it lasts 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Jadi ceritanya sudah satu minggu semenjak aku kembali dari India untuk liburan akhir tahunku. Bagaimanakah satu minggu ini berlalu? Ya, berikut ini beberapa cerita tentangnya 🙂

Cuaca

Oke, mungkin ini akan terdengar membosankan saking seringnya diomongin, tetapi minggu ini cuaca di Belanda nggak asyik nih. Cuacanya kurang lebih begini terus sepanjang minggu:

How the weather has been this week

Cuaca sepanjang minggu ini di Belanda

Kayaknya terakhir kali aku dan matahari bertemu adalah sewaktu aku di India deh, beneran 😆 .

Keuntungan Liburan

Ngomong-ngomong, kabar baiknya adalah, setelah liburan yang super seru kemarin itu, walaupun awal minggu ini badanku masih capek sih rasanya, tetapi mood-ku lebih baik deh di kantor minggu ini. Aku merasa aku bisa berkonsentrasi lebih baik sekarang daripada sewaktu sebelum berangkat liburan (di bulan Desember). Hore, liburannya berhasil!! 🙂

Balon Tenis

Ngomong-ngomong, ketika aku berada di India, yang berikut ini terjadi ke balon yang menaungi lapangan tenis di TU Delft:

Flat balloon

Balonnya kempes

yang mana artinya tenis indoor tidak bisa dilakukan. Sebagai akibatnya, les tenisku minggu ini diadakan outdoor gitu deh, dimana ketika kita sedang berada di tengah-tengah musim dingin. Walaupun secara teknis suhu udaranya nggak negatif, tetapi tetap aja lah ya main tenis malam-malam di tengah musim dingin itu dingin banget rasanya! Huahaha 😆 .

Btw sekarang ini balonnya sedang didirikan ulang sih tetapi belum selesai kayaknya.

Jetlag

Juga, karena ada perbedaan waktu 4,5 jam antara Central European Time (CET) dan India Standard Time (yang mana aku masih merasa setengah jamnya itu kok agak aneh ya, haha 😆 . Btw, artinya sekarang perbedaan waktu antara Waktu Indonesia Barat dengan waktunya India adalah 1,5 jam), aku terkena jetlag loh (sekarang juga masih terasa sedikit sih efeknya). Tetapi, karena jetlag ini akibat aku terbang dari timur ke barat di akhir minggu lalu, ini adalah jetlag yang oke. Oke dalam artian aku jadi otomatis bangun lebih pagi doong. Nah, jelas aku berusaha memanfaatkan ini semaksimal mungkin mumpung efeknya masih terasa kan 🙂 .

#1488 – Some Current Stories About This Winter

ENGLISH

So obviously it is winter already here in the Netherlands. And winter positively correlates with low(er) temperature, which has also been the case lately. Like at one point last week, the temperature outside at 14:00 or 2 PM was 0°C.

0°C but felt like –4°C

0°C but felt like –4°C

And as the screenshot of a weather app indicated above, even though technically the temperature was at 0°C, its real feel was –4°C! So this meant that if one went out at that time, even though the temperature was technically 0°C, what (s)he felt on his/her skin was a coldness of a –4°C temperature. Haha 😆 .

Okay, before some of you laugh at me for making a big deal of just “warm” winter temperature of around 0°C, let me make it clear here that I am not complaining at all here with this post. As I actually like cold weather much much better than hot weather, haha 😆 .

Hail

Anyway, what is a worse weather when you are outside than raining? Well, to me, it is hailing! And given that it is winter already, it is no surprise probably that it has happened here in the Netherlands.

Two times this week when I was cycling back home after work during a wet day, it was drizzling a little bit. So as usual I put all my winter ammunition together and on top of that, I made use of my jacket’s hoodie. But obviously nothing covered my (frontal) face. And guess what, just after I left my office, the drizzle started to metamorph to hail. Damn! And you (probably) know how it felt. Yes, obviously it hurt on the skin. But thankfully it did not happen for so long and I survived my cycling trip back home, haha 😛 .

Complaint

Speaking of winter, now I realize that probably I should complain a little bit more. In the past one week or so, the heater in my office did not work well. Btw, the heater is a centralized multifunctional heater which can turn into an AC mode during the summer period to cool the room up (or down? 😛 ). Anyway, by not working well, I mean, instead of producing warm air like it was supposed to during this period of time, it produced cold air as if it was in the summer mode. Obviously this was a problem.

My supervisor asked me why I did not complain. Well, that was true, I thought, lol 😆 . So I filed a complaint to the secretary who forwarded the complaint to the service desk. Then, a few hours later, a mechanic came and fixed the problem. Well, yes people, apparently there was a problem with the heater which would have not been solved by now had I not filed that damn complaint. See? Lol 😆

BAHASA INDONESIA

Jelas sekarang ini sudah musim dingin di Belanda sini. Dan musim dingin berkorelasi positif dengan suhu udara yang (lebih) rendah kan ya, yang mana memang sudah terjadi sih akhir-akhir ini. Seperti misalnya di suatu waktu minggu lalu, suhu udara di luar di jam 14:00 alias jam 2 siang adalah 0°C loh.

0°C but felt like –4°C

0°C tetapi rasanya seperti –4°C

Dan seperti yang diindikasikan di screenshot sebuah aplikasi cuaca di atas, walaupun secara teknis suhu udara waktu itu adalah 0°C, tetapi rasanya adalah –4°C! Ini artinya jika seseorang keluar ruangan di waktu itu, walaupun suhu udaranya secara teknis 0°C, yang ia rasakan di kulit adalah kedinginan –4°C. Haha 😆 .

Oke, sebelum diejek karena suhu udara baru segini aja yang mana masih tergolong musim dingin “hangat” sudah dijadiin satu bahan posting, aku tegaskan disini bahwa aku tidak komplain loh ya ini. Ini karena sebenarnya aku lebih menyukai cuaca dingin daripada panas, haha 😆 .

Hujan Es

Ngomong-ngomong, cuaca apakah yang lebih buruk daripada hujan ketika kita berada di luar? Yah, untukku, jawabannya adalah hujan es! Dan karena sekarang ini sudah musim dingin, mungkin tidak mengejutkan bahwa hujan es juga sudah terjadi loh di Belanda.

Dua kali minggu ini ketika aku bersepeda pulang kerja di hari yang basah, cuaca saat itu sedang sedikit gerimis. Seperti biasa, aku mengenakan amunisi musim dinginku dan di samping itu, kupluk jaketku aku kenakan juga. Tetapi tentu saja mukaku tidak ter-cover apa-apa. Dan apa yang terjadi? Begitu aku meninggalkan kantor, gerimisnya mulai berubah menjadi hujan es dong! Ih! Dan (mungkin) pada tahu bagaimana rasanya ya. Ya, jelas rasanya sakit perih gitu deh di kulit. Tetapi untungnya hujan esnya tidak berlangsung lama dan aku bisa bertahan bersepeda sampai di rumah, haha 😛 .

Komplain

Ngomongin musim dingin, aku sekarang menyadari bahwa mungkin aku harus komplain lebih banyak. Seminggu terakhir ini, pemanas ruangan (heater) di kantorku tidak bekerja seperti yang seharusnya. Btw, heater-nya adalah heater yang tersentralisasi yang juga multifungsi karena bisa berfungsi sebagai AC di musim panas untuk mendinginkan ruangan. Ngomong-ngomong, dengan tidak bekerja seperti yang seharusnya, maksudku adalah bukannya menghasilkan udara yang hangat seperti yang seharusnya heater-nya lakukan di waktu-waktu sekarang, heater-nya malah mengeluarkan udara yang dingin dong seakan-akan sekarang ini sedang musim panas. Jelas ini merupakan masalah lah ya.

Profesorku berkata kok aku nggak komplain aja sih. Eh, benar juga ya, pikirku, huahaha 😆 . Jadilah aku komplain melalui sekretarisku yang kemudian mem-forward komplainku ke service desk. Beberapa jam kemudian, ada mekanik yang datang dan memperbaiki masalahnya. Iya loh, ternyata memang ada masalah aja gitu di heater-nya yang mana sekarang ini belum akan terperbaiki andaikata aku tidak komplain. Nah kan? Hahaha 😆

#1481 – Maybe, It Is Winter Already

ENGLISH

Now that it is the end of November already (wow time does fly really fast!), I think I have to admit to myself that, probably, winter has, indeed, already come. In the sense that in the past two weeks, the temperature has (dramatically) dropped and I started to feel that it is cold now, haha.

Up until the end of last week, probably I was a little bit in a denial about the cold. I mean, I could definitely feel the cold but I forced myself as much as I could to ignore it convincing myself it was still fine. By that, I mean, I still did not take out my winter ammunition (read: winter clothes, haha 😆 ). So all this time I was still wearing my spring/autumn outfits. But earlier this week, I gave up.

As much as I like cold weather more than hot weather (not “warm” because the word “warm” implies some comfort, while what I mean here is the unbearable heat so there is no comfort out of it), what I don’t like from cold weather is the situation where I must prepare myself more thoroughly before I can go out, haha. I have to keep telling myself not to be tricked by the “warmness” of the indoors, like my apartment or my office where obviously I have the heaters to warm them up, so I should not be lazy with the preparation because it is important.

For example, on Wednesday, I was lazy enough to add an extra layer of pants, to wear gloves, and to take my winter hat with flaps, simply because it was warm enough in my apartment (well, obviously), lol 😆 . As a result, when I got out, the coldness of the air (it was around 2°C probably) struck me. Well, I was still able to convince myself it was fine though, as I biked through the 10 minutes commute time to work. Even though when I arrived at the office I ended up shivering a little bit, lol 😆 . But it wasn’t that bad. It was only until the afternoon where I realized I forgot to take my phone with me so I decided to come back home to pick it up. I had to go through all of that again; and once I was at home, I gave up and I decided to gear my winter ammunition up, lol 😆 .

The temperature has not been that cold though, honestly, since certainly I have experienced much colder temperature before. But still, it does not mean that going out in this temperature now with a spring/autumn outfit (or probably even summer outfit) is fine. Some adjustments need to be made.

So, hello again my winter coat, scarf, gloves, winter hat with flaps, and extra layer of clothing! 😆

Normal winter ammunition

Normal winter ammunition

BAHASA INDONESIA

Karena sekarang sudah akhir bulan November (ya ampun waktu cepat banget ya berlalunya!), aku rasa aku harus mengakui ke diri sendiri bahwa, mungkin, musim dingin itu sudah datang, haha. Dalam artian, dua minggu belakangan ini suhu udara disini sudah turun (drastis) loh dan aku mulai merasakan yang namanya udara dingin, haha.

Sampai akhir minggu lalu, mungkin aku berada dalam mode penyangkalan (denial maksudnya) tentang udara dingin ini. Maksudku, jelas aku merasakan udara dinginnya ya tetapi aku masih bisa memaksakan diri untuk sedapat mungkin mengabaikannya dan meyakinkan diri sendiri bahwa suhu segini masih biasa-biasa aja, huahaha. Dengan itu, maksudku adalah aku masih belum mengeluarkan amunisi musim dinginku loh (baca: pakaian khusus musim dingin) dari lemari, haha 😆 . Jadi memang sebelum ini aku masih pede-pede aja gitu memakai pakaian musim semi/gugur, haha. Tetapi awal minggu ini, akhirnya aku menyerah deh.

Walaupun aku lebih suka yang namanya udara dingin daripada udara panas (bukan “hangat” ya karena kata “hangat” kan mengandung nuansa kenyamanan, padahal yang aku maksud disini adalah panas yang menyengat sekali sehingga membuat suasana jadi tidak nyaman gitu), yang kurang aku sukai dari udara dingin adalah keribetan yang harus dilalui sebelum bisa pergi keluar, huahaha 😆 . Aku harus terus berkata ke diriku sendiri untuk tidak tertipu dengan “kehangatan” di dalam ruangan, seperti apartemenku atau kantorku misalnya karena jelas disana ada penghangat ruangannya kan, jadi aku tidak boleh malas untuk melalui keribetan ini karena penting.

Sebagai contoh, di hari Rabu kemarin, ceritanya aku malas gitu deh untuk memakai celana ekstra untuk dirangkap, untuk memakai sarung tangan, dan untuk membawa kupluk musim dingin dengan flaps, hanya karena di dalam apartemenku itu rasanya hangat (eh, ya iya lah ya), huahaha 😆 . Sebagai hasilnya, ketika keluar ruangan, kedinginan udara di luar (sekitar 2°C kayaknya) langsung menerjangku, haha. Eh, tetapi aku masih bisa lho meyakinkan diriku bahwa itu tidak apa-apa, dan aku langsung berangkat kerja deh dengan sepedaan 10 menit ke kantor. Ya memang sih akhirnya ketika aku sampai di kantor aku sedikit menggigil, huahaha 😆 . Tetapi masih nggak masalah lah. Tetapi ini hanya sampai di siang hari saja, dimana aku baru sadar bahwa hapeku ketinggalan di rumah. Jadilah siangnya itu aku memutuskan pulang sebentar untuk mengambil hape. Jadilah aku harus menerjangnya lagi; dan begitu tiba di rumah, nyerah dah dan aku memutuskan untuk langsung mengeluarkan amunisi musim dinginku, huahahaha 😆 .

Sebenarnya suhu udaranya belum dingin-dingin banget sih kalau cuma segini mah karena aku pernah mengalami suhu udara yang lebih rendah lagi. Tetapi tetap aja lah ya ini bukan berarti dengan suhu sekarang masih enak-enak aja kalau keluar dengan memakai pakaian musim semi/gugur (apalagi musim panas). Jadi memang penyesuaian harus dilakukan.

Jadi, halo aku ucapkan kepada mantel musim dinginku, syal, sarung tangan, kupluk musim dingin dengan flaps, dan pakaian dengan lapisan ekstra! 😆