EuroTrip, Ten Day Trip, Travelling, Vacation

#964 – Austria Summer Trip (Part VI)

Cerita sebelumnya: Zilko dan temannya pergi ke Austria dalam rangka liburan musim panas. Seminggu (lebih) sudah mereka habiskan di Austria dan mereka telah mengunjungi Innsbruck, Salzburg, Linz, dan Vienna. Kini mereka berada di dua hari terakhir dari perjalanan ini.

===

Hari 9 (Kamis, 25 Agustus 2011)

Semua tujuan di Vienna telah kami kunjungi, dan ini sesuai banget dengan rencana kami. Hari Kamis ini adalah hari penuh terakhir dari perjalanan kami, dan sesuai dengan rencana sebelum kami berangkat, kami akan mengunjungi ibukotanya negara Slowakia hari ini: Bratislava.

Mungkin pada nanya: “Ngapain sih ke Bratislava?“. Ya, jawabannya adalah: “Karena kami bisa kesana“, wkwkwkw 😆 . Soalnya gimana ya, Bratislava ini jaraknya kan cuma 60an km aja gitu dari Vienna. Jaraknya kurang lebih sama kayak Jakarta – Bogor atau Jogja – Solo gitu deh, alias nggak jauh. Udah sampai Vienna, kenapa nggak disekalianin kesana aja, betul tak? 😀 Trivia sedikit: Vienna dan Bratislava adalah dua ibukota negara yang jaraknya paling dekat di dunia loh.

Jadi, ceritanya pagi itu kami pergi ke stasiun Simmering, sebuah stasiun kecil di kota Vienna, karena kereta ke/dari Bratislava bakal berhenti di situ. Sebenarnya keretanya berangkatnya dari stasiun Wien Oostbahnhof sih, tapi berhubung dari hostel kami lebih gampang buat pergi ke stasiun Simmering (tinggal naik subway 1x doank nggak perlu transit-transit segala, huahahaha *males jalan mode on* 😎 ), jadilah kami kesana aja. Dan stasiun Simmering ini stasiun pemberhentian terakhir dari jalur subway itu loh. Jadi ya waktu pagi ini kami naik subway di waktu rush hour yang mana keretanya rame banget penuh orang (di tengah kota) sampe keretanya sepi, hahahaha :D.

Singkat cerita, jam 9.26 pagi kereta tujuan Bratislava berangkat dari stasiun Simmering. Lumayan, keretanya sepi jadi bisa duduk sesuka hati (baca: menguasai beberapa tempat duduk buat diri sendiri, muahahaha 😈 😆 ). Btw, tiket ke Bratislava nggak terlalu mahal ternyata. Tiket pp-nya 14 euro yang berlaku untuk satu kali naik kereta bolak-balik (nggak harus dipakai di hari yang sama) dan tiket ini juga termasuk penggunaan alat transportasi umum di Bratislava loh. Well, singkat cerita, sekitar sejam kemudian keretanya tiba di stasiun Bratislava Hlavná Stanica. Dan langsung terasa deh suasana Bratislava yang beda banget sama negara-negara Eropa yang sudah aku kunjungi selama ini: agak lebih kumuh gimanaa gitu, hehe. Ini nih suasana di stasiun yang menyambut kedatangan kami di Slowakia:

Selamat datang di Slowakia!

Kami lalu naik bus untuk pergi ke pusat kota (males aja ye jalan kaki, lagian naik bus-nya kan gratis dengan tiket kereta kami itu, huahahaha 😆 ). Tujuan pertama kami adalah Kastil Bratislava yang ada di puncak bukit di kota. Kami turun dari bus di sebuah perempatan besar di depan Grassalkovich Palace (sebenarnya waktu itu kami nggak sadar sih kami berada di seberangnya Grassalkovich Palace, yang kami liat malah hotel Crown Plaza yang ada di sisi lain jalan, wkwkw 😆 ). Yak, lalu, berjalanlah kami ke arah Kastil Bratislava itu. Ternyata nggak jauh-jauh amat ya. Nggak kerasa tiba-tiba kami sudah sampai di atas bukitnya, haha :D.

Kami lalu foto-foto di depan kastilnya (ada banyak turis lain juga disitu waktu itu). Masuk ke dalam areanya dan sepertinya koq nggak ada yang menarik ya, cuma ada satu museum gitu yang katanya merupakan museum tentang sejarahnya Slovakia gitu. Lagi pingin ngirit, agak males lah aku masuk museum. Tapi waktu nanya harganya sama penjual tiketnya, koq harganya cuma 1,5 euro ya buat satu orang? Muraaaaahhh!!!! Jadilah kami malah beli tiketnya dan masuk ke museum itu 😆 *tergoda sama harga yang rendah* 😛. Dan tiket masuknya bagus loh. Kami langsung mikir: “Ini orang harga tiket museum murah amat tapi tiketnya segini bagus? Mereka ambil untungnya kecil dong ya?” haha. Lalu, masuklah kami ke museum itu.

Kastil Bratislava
Pemandangan dari Kastil Bratislava menghadap sungai Danube

Begitu masuk, ada satu ruangan kecil yang ada beberapa pajangan (yang aku nggak peduli isinya apa soalnya nggak penting sih, cuma pecahan-pecahan apa gitu). Kami lalu beranjak ke ruang kedua, yang isinya kurang lebih sama. Lalu, kami harus turun tangga di dalam kastil (keren kan) ke ruang ketiga. Isinya juga masih gitu-gitu aja. Lalu, kami berpindah ke ruang keempat, yang juga kecil, yang isinya juga gitu-gitu aja (lagi). Setelah ruang keempat kami harus naik tangga, dan ternyata … kami sudah balik ke pintu masuk lagi!! WHAT THE HELL???? 😕 Apa-apaan ini???? Apa kami melewatkan satu pintu/jalan lain gitu ya? 😕 Langsung deh kami mengulangi lagi rute kami dari ruang satu sampai ruang empat; dan ternyata memang NGGAK ADA JALAN LAIN!! Jadi artinya: ya udah museumnya cuma empat ruangan kecil itu doank!! 😯 Uwaaaaaa!!! Kami merasa tertipuu!!!! *jambak-jambak rambut* 😡 👿 Pantesan aja tiket masuknya cuma 1,5 euro doank. Lha cuma gitu doank museumnya. Ini artinya 1,5 euro itu MUAHALL banget lah!! Makanya saudara-saudara, jangan termakan dengan promosi harga yang “rendah”, karena bisa jadi kualitasnya juga rendah, yang artinya harga segitu juga nggak murah, hahaha 😆 .

Btw, toilet umum di kastil itu mahal banget loh. Masa seorang mesti bayar 80 sen buat ke toilet doank? (sekitar hampir 10 ribu rupiah kan ya tuh). Padahal harga standarnya di Eropa kan 50 sen tuh (tapi aku biasanya teteup nyari yang gratisan sih, huahaha 😆 ). Tapi berhubung kebelet, jadi gimana lagi deh 😦 😥 . Setelah dari kastil itu, kami turun gunung bukit menuju pusat kota.

Kota Bratislava
Kota Bratislava
Gerbang Michael di Kota Bratislava
Ternyata Jakarta itu 10.491 km jauhnya dari Bratislava

Pusat kotanya menarik juga tuh, walau nggak spesial-spesial amat sih. Dan kotanya juga nggak seramai Vienna. Lapar, kami makan siang deh di sebuah square di pusat kota itu. Sebelum berangkat, aku sudah survey dong tentang makanan khas-nya Bratislava. Dan yang aku temukan adalah sebuah menu yang namanya Bryndzové halušky. Namanya eksotis ya? hahaha 😆 . Harus dicoba deh, kapan lagi kan balik ke Bratislava? Dan kami memang menemukan sebuah tempat makan yang menjual menu tersebut. Tapi ternyata masakan ini tuh porsinya kecil banget gitu, jadi aku sama temanku memutuskan untuk memesan satu porsi Bryndzové halušky untuk dibagi dua (kan cuma sekedar mencoba aja), trus kami juga memesan masing-masing satu menu gitu. Aku lalu memilih menu bernama “penne con pollo s kuracim masom, salotkou, cerstvou bazalkou a parmezanovymi hoblinami“, yang mana intinya adalah pasta gitu deh sebenarnya, hahaha 😆 . Rasanya enak juga ternyata.

"Penne con pollo s kuracim masom, salotkou, cerstvou bazalkou a parmezanovymi hoblinami" dan "domace Bryndzové halušky so slaninkou".

Setelah makan siang, kami memutuskan untuk “berburu” patung perunggu yang diletakkan di beberapa penjuru pusat kota. Menurut buku Lonely Planet, ada empat patung perunggu di Bratislava, yaitu: The Frenchman, The Beautiful Ignaz, The Paparazzi, dan The Watcher. Dan kami akhirnya memang menemukan semuanya (dan foto-foto).

Empat patung perunggu di Bratislava
Kota Bratislava
Jembatan Nový Most di Bratislava
Restoran UFO di jembatan Nový Most

Kami lalu keliling-keliling kota aja (yang mana hari itu lagi panas banget). Setelah menyebrangi jembatan Nový Most, kami menemukan sebuah kafe di dekat jembatan yang tempatnya pewe banget buat santai-santai (ada kursi malasnya gitu deh yang menghadap ke sungai Danube dan berada di bawah pohon yang rindang). Harga minuman yang mereka jual juga masih masuk akal. Jadilah kami duduk-duduk santai disana, hahaha :P.

View dari tempat santai-santai di pinggiran sungai Danube

Setelah satu jam duduk-duduk santai, kami lalu berjalan menyusuri sungai Danube. Btw, tahu dong Slowakia itu kan negara yang nggak berbatasan dengan laut ya, jadi mereka nggak punya yang namanya pantai. Tapi kayaknya mereka ingin punya pantai deh, makanya mereka membuat pantai buatan di pinggir sungai Danube. Suasananya kayak gini:

Pantai buatan di Bratislava

Singkat cerita, tiba-tiba kami sudah kembali di pusat kota lagi. Nggak merasa ada yang menarik, kami memutuskan untuk kembali ke Vienna saja. Maka, berjalanlah kami kembali ke Grassalkovich Palace buat naik bus kembali ke stasiun. Sambil nunggu bis, sekalian foto-foto ah di depan istananya, hahaha 😆 :

Istana Grassalkovich

Dan begitulah, kami kembali ke Vienna naik kereta yang berangkat jam 6 kurang dan jam 7 kami sudah kembali di Vienna.

Hari 10 (Jumat, 26 Agustus 2011)

Penerbangan kami kembali ke Belanda dijadwalkan berangkat jam 2an kurang dari bandara internasional Vienna. Makanya pagi itu kami sempetin lah jalan-jalan dikit di Mariahilfer Strasse, jalan utama di Vienna yang terkenal sebagai tempat shopping gitu deh. Aku beli Krugel buat oleh-oleh teman di Belanda dan kami makan pagi di KFC ( 😳 ). Btw, KFC kalo baru buka gitu riweuh (sibuk) banget ya ternyata, hahaha :P.

Jam 11.30, kami kemudian berangkat ke bandara Vienna. Kami tiba disana sekitar jam 12.30an dan langsung check in buat penerbangan kami. Waktu itu cuaca lagi cerah banget dengan suhu sekitar 35an derajat. Nah, lalu diumumkan bahwa penerbangan ke Rotterdam (kami baliknya lewat Rotterdam, nggak lewat Amsterdam. Bagiku yang tinggal di Delft ini enak sih soalnya kan lebih deket pulangnya) akan terlambat sedikit karena di Belanda lagi cuaca buruk (jah, padahal di Vienna lagi puanas dan cerah gitu, haha 😆 ). Tapi akhirnya telatnya cuma 15 menit sih, hmm. Orang sini memang menghargai ketepatan waktu ya. Ada kejadian lucu waktu boarding, aku simpan buat bagian penutup rangkaian posting jalan-jalan ke Austria nanti deh ya :).

Pesawat "Robert van der Vlies"-nya transavia siap terbang ke Rotterdam dari Vienna
Pemandangan kota Rotterdam sebelum mendarat di bandara Rotterdam The Hague

Singkat cerita, lalu kami naik ke pesawat kami, sebuah Boeing 737-7K2-nya transavia dengan kode registrasi PH-XRC yang diberi nama “Robert van der Vlies” oleh transavia. Kemudian, penerbangan dengan nomor penerbangan HV 5292 itu terbang meninggalkan Vienna dengan lepas landas dari landasan pacu 16 bandara internasional Vienna menuju Rotterdam. Sekitar jam 4 sore, kami mendarat di landasan pacu 24 bandara Rotterdam The Hague di Rotterdam. Btw, ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di bandara ini loh, hehehe :D. Bandaranya ternyata bandara kecil gitu deh, kira-kira mirip lah sama bandara Adisucipto di Jogja.

Bandara Rotterdam The Hague di Rotterdam
Area pengambilan bagasi di Bandara Rotterdam The Hague di Rotterdam

Kemudian kami naik bus untuk kembali ke Delft, dan berakhirlah perjalanan sepuluh hari kami ke Austria (dan Slowakia).

SELESAI.

Advertisements
My Interest, Travelling

#949 – More Travelling

ENGLISH

Austria

Well, as you know from this entry, I am going to Austria next week. *yeah, vacation mood: on!* 😎 Well, I am leaving next Wednesday actually. And I already cannot wait! 😀

Earlier this week my friend and I planned this trip in a little bit of more detail: which cities we are visiting and how long should we stay in each of them. Well, overall the plan is still pretty much the same as I wrote in that entry though. We will spend nine nights in total. And we will go to Innsbruck, then Salzburg, then Vienna. Even in Vienna, we will stay for five nights there. We heard Vienna is very beautiful that people need a lot of time to explore the city. Some even dared to say it was more beautiful than Paris! ❗ 😯 Hmm! How does that make you not feel interested? Never, right?

Hopefully Vienna really worths the time we will spend there (because of those five nights in Vienna, we only have two nights to spend in Salzburg. So we pretty much “sacrifice” our time in Salzburg for Vienna)! Btw, we also plan to do a one day trip to Bratislava when we are in Vienna. 😎 Bratislava is just like 60 km away from that capital city of Austria, so we think why don’t we go there as well? 😀

All hostels are booked, and we are happy and ready to go now! (but I still have to work on this one project, damn 😥 ).

Paris

Talking about Paris, a friend of mine who now lives in Australia is coming to Europe this September. He asked me whether I was interested to go around Europe with him or not. Well, looking at my schedule, I think I can afford a 4-5 days trip over the weekend; and looking at his itinerary, it matches really well because he is planning to go to Paris after visiting Holland!

Well, I have never been to Paris, and so I am in! 😀 *And now I am lamenting my savings that is being eroded due to my travelling lately :cry:* To make things better, I found a very cheap return train ticket to go to Paris! 😀 Btw, Paris is not that far from Delft, it is just around 500 km, just like the distance between Jogja and Jakarta. But with train, that distance is covered in just 2 hour 40 minutes! 😯 Cool, no!?!? But apparently we cannot buy the ticket now as they start selling it 30 days prior to departure, haha. Stupid rule.

What I have done as for now is booking the hostel. Well, hostel in Paris is quite expensive! 😯 (but still not as expensive as Zürich though). And the demand is quite high because in some hostels, their beds have already been sold out by now! O yea, if you plan to go to Paris and want to book a hostel, be careful: do NOT only see the price, see the location also. I was shocked to see some nice hostels with really cheap price, but apparently, they are located very far from the city center! hahaha 🙂

Ah, Paris! Je ne peux pas attendre! Eiffel Tower, Louvre Museum, Arc de Triomphe, Versailles Palace, and everything there, je suis venue!

Austria
Eiffel Tower in Paris

note : pictures are taken from here and here respectively.

BAHASA INDONESIA

Austria

Ya, seperti yang bisa dibaca di posting ini, aku akan pergi ke Austria minggu depan. *yeah, mood liburan: nyala!* 😎 Aku berangkatnya hari Rabu depan ini sih masihan. Tapi sudah nggak sabar nih! 😀

Ceritanya, awal minggu ini aku dan temanku merencanakan perjalanan ini dengan lebih detail: kota-kota mana saja yang akan dikunjungi dan berapa lama tinggal di masing-masing kota itu. Ya, secara keseluruhan sih rencananya masih sama lah sama apa yang kutulis di posting terdahulu itu. Kami akan menginap selama sembilan malam totalnya. Kami akan pergi ke Innsbruck, lalu Salzburg, lalu Vienna. Bahkan di Vienna kami akan menginap selama lima malam loh. Soalnya denger-denger Vienna bagus banget sih jadi butuh waktu lama untuk mengeksplor kotanya. Bahkan ada yang berani-beraninya bilang bahwa Vienna itu lebih indah daripada Paris loh! ❗ 😯 Hmm! Bagaimana nggak tertarik coba kalau dibilangi gitu? Ya kan?

Ya mudah-mudahan Vienna beneran bagus lah soalnya kan kami sudah mengalokasikan banyak waktu disana (soalnya gara-gara menginap di Vienna-nya lima malam, jatah nginap di Salzburg jadi cuma dua malam saja deh. Jadi, sedikit banyak kami sudah “mengorbankan” waktu kami di Salzburg demi Vienna loh)! Btw, kami juga berencana melakukan one day trip ke Bratislava ketika kami di Vienna loh 😎 . Soalnya Bratislava kan cuma 60an km saja dari ibukota Austria itu, jadi ya disekalianin aja lah ya. 😀

Semua hostel telah dipesan, dan kami senang dan siap berangkat nih! (tapi aku masih harus mengerjakan satu laporan buat satu proyek nih, sial 😥 *garuk-garuk tanah* ).

Paris

Nah, ngomongin tentang Paris, seorang temanku yang kini tinggal di Australia akan datang ke Eropa September ini. Dia nanya aku mau ikutan dia keliling Eropa atau tidak. Ya, aku terus melihat jadwal dong. Dan berdasarkan jadwalku sih kayanya bisa lah ya aku ikutan pergi 4-5 hari gitu termasuk akhir pekan; dan melihat rencana perjalanannya dia, jadwalnya pas banget karena dia berencana pergi ke Paris setelah dari Belanda!

Ya, aku kan belum pernah pergi ke Paris, jadi aku ikutan dong! 😀 *tapi sekarang sedang menangisi nasib tabunganku yang uangnya terpakai terus buat travelling akhir-akhir ini :cry:* *garuk-garuk tanah berharap nemu harta karun terpendam* Bagusnya lagi, aku nemu tiket kereta murah loh untuk pergi ke Paris! 😀 Eh btw, Paris nggak jauh-jauh amat koq dari Delft. Jaraknya sih sekitar 500an km, ya hampir sama lah sama jarak dari Jogja ke Jakarta gitu. Hanya saja, disini kalau naik kereta cuma butuh waktu 2 jam 40 menit saja loh! 😯 Keren kan!?!? Eh, tapi ternyata aku tidak bisa beli tiketnya sekarang soalnya mereka baru jual tiket murah itu 30 hari sebelum keberangkatan, haha. Aturan yang aneh.

Yang sudah aku lakukan sih mem-booking hostelnya. Btw, hostel di Paris itu lumayan mahal loh! 😯 (tapi masih nggak semahal Zürich sih). Dan permintaannya lumayan tinggi soalnya di beberapa hostel, beberapa jatah kasurnya sudah habis loh! Eh, kalau pada berencana mau ke Paris dan mau mem-booking hostel, hati-hati lho: JANGAN melihat harganya saja, lihat lokasinya juga. Aku kaget tuh waktu menemukan beberapa hostel bagus yang murah-murah, eh tapi ternyata lokasinya jauuuh banget dari pusat kota! hahaha 🙂

Ah, Paris! Je ne peux pas attendre! Menara Eiffel Tower, Museum Louvre, Arc de Triomphe, Istana Versailles, dan semuanya disana, je suis venue!

EuroTrip, Vacation

#934 – Summer Trip (II)

ENGLISH

This Tuesday, I am going on my summer trip this summer to Germany and Switzerland. It is going to be exciting! I cannot wait already! 😀 But anyway, I still have my summer break until the end of August this year. This means that technically, after coming back from Switzerland from this summer trip, I will still have like one month plus free time! (God I love this part of student life (“a lot of” off days :D)).

About three weeks ago, a friend of mine told me about a plan to go to Austria this August and asked me whether I was interested or not. My friend already booked the flight tickets so it was up to me whether or not I was coming, but my friend was definitely going. Well, in therm of being interested or not, of course I was interested (who wouldn’t? :D). But I could not make a decision right away because I had to consider some other stuffs first.

After a lot of deep (and contemplative) consideration that took like one week or so (I MAY write something about it in the future, if I feel like it :P), I decided that I am going on the trip! Yay! We are going to Austria, with a one-day trip in between to Bratislava, in Slovakia! Wow, what an exotic-named country, no? haha… 🙂 Last Saturday I bought the flight tickets going to and from Austria. So, the trip (based on the current plan, it still may change though) will be: Delft – Amsterdam – Innsbruck – Salzburg – Vienna (including 1 day trip to Bratislava) – Rotterdam – Delft.

The thing that makes me super excited about this trip is Salzburg. Why? Well, because this city is famous for being the setting of the movie made in 1960s: Sound of Music! Yeah, that Sound of Music!! You know this movie, at least you have ever heard about it, no? Well, if you don’t, then maybe you should think about at least read something about movies a bit more, haha :lol:. When I was a child, I watched this movie with my parents and brother like many times. I still remember we watched it using laser disc, or recorder, or VCD, haha. And the last time I watched this movie was this time, in 2005. Wow, it has been quite a while! hahaha 🙂 Also, from this movie, Salzburg looked incredibly beautiful! And that is why just having a plan to go there in about one month already excites me!

I cannot wait!

Btw, here is one of my most favorite clips from the movie, shot in Salzburg of course, and it was the famous Do Re Mi scene.

BAHASA INDONESIA

Selasa besok ini, aku akan pergi dalam rangka perjalanan musim panasku ke Jerman dan Swiss di musim panas kali ini. Ah, sudah bersemangat nih aku! Nggak sabar! 😀 Eniwei, libur musim panasku akan masih berlangsung sampai akhir Agustus tahun ini. Ini artinya, secara teknis sih, setelah balik dari Swiss di perjalanan musim panas ini, aku akan masih memiliki libur selama sebulan lebih dikit lah! (Ini nih bagian favoritku dari kehidupan mahasiswa (“banyak” hari liburnya :D)).

Nah, sekitar tiga minggu yang lalu, seorang teman memberitahuku tentang rencananya untuk pergi ke Austria bulan Agustus ini dan nanya aku tertarik ato engga. Temanku sih sudah mem-booking tiketnya ya, jadi ya aku ikut atau engga pun, dia akan jalan. Kalo ngomongin tertarik/engga-nya mah tentu saja lah aku tertarik (siapa juga yang engga? :D). Tapi aku tidak bisa membuat keputusan dengan segera karena ada beberapa hal yang harus aku pertimbangkan terlebih dahulu.

Setelah pertimbangan yang dalam (dan kontemplatif) yang memakan waktu sampai semingguan (aku MUNGKIN akan menulis tentang ini nih kapan-kapan, kalo nggak males yah :P), aku memutuskan kalau aku ikut di perjalanan ke Austria itu! Yay! Kami akan pergi ke Austria, dengan termasuk perjalanan seharian ke kota Bratislava, di Slovakia! Yup, nama negaranya eksotis kan? haha… 🙂 Sabtu kemarin aku membeli tiket pesawat ke dan dari Austria. Nah, rute perjalanan kali ini (berdasarkan rencana saat ini, masih mungkin berubah sih) kurang lebih seperti ini: Delft – Amsterdam – Innsbruck – Salzburg – Vienna (termasuk trip sehari ke Bratislava) – Rotterdam – Delft.

Nah, yang membuatku sangat bersemangat itu adalah kota Salzburg. Mengapa? Ya, soalnya kota ini kan terkenal sebagai tempat syutingnya film itu yang dibuat di tahun 1960an: Sound of Music! Ya, Sound of Music yang itu!! Pasti pada tahu film ini dong, atau setidaknya pernah denger lah, ya nggak? Ya, kalau nggak pernah sih aku cuma bisa bilang: “kasian deh lo!” 😆 *siap2 tameng sebelum dilempar sandal*. Waktu aku masih kecil, aku nonton film ini bersama orangtua dan adikku banyak kali loh. Aku masih inget banget, waktu itu kami nonton memakai laser disc, atau kaset rekaman, atau VCD, haha. Dan terakhir kali aku nonton film ini adalah pada waktu ini, tahun 2005. Wow, sudah lama juga ya! hahaha 🙂 Juga, dari film ini, Salzburg kan nampak indah sekali tuh! Dan itulah mengapa bahkan hanya dengan memiliki rencana akan kesana dalam waktu sebulan aja, aku sudah bersemangat ingin pergi!

Nggak sabar!

Btw, di atas adalah salah satu adegan favoritku dari film itu, syutingnya tentu saja di Salzburg, dan cuplikan di atas adalah adegan terkenal Do Re Mi.