The Past, Zilko's Life

#2129 – A Blogging Theory

ENGLISH

This post has sat in my Draft section for about half a year now. And so I figure it might be a good time to let it live here as an actual post, haha 😛

***

It is no secret that I enjoy blogging, a lot. And this is something which I don’t consciously think about a lot, let alone analyze. I just go with the flow. However, just not too long ago something suddenly popped up in my mind, something which might explain why I enjoy this activity so much that I have been constantly doing for more than 13 years now.

You know, last Fall I decided to rewatch Star Trek: Voyager. After four seasons of it, for whatever reason I remembered my childhood time when I first watched the series. At the time, one aspect of the show which I was obsessed with was, interestingly, the star date! You see, in (almost) every episode, the captain (usually, otherwise it would some other crew member) would narrate a log (it could be personal or work-related) and tag it with a star date (basically a time system used in the series). At the time, I was obsessed with the star date and actually listed the star dates that appeared in each episode! Haha 😆 .

While mini Zilko was obsessed with the star date, probably unknowingly the entire concept of the captain or crew’s logging habit was absorbed as well along with it. Think about it, in a way blogging can be seen as a way of logging my life, isn’t it? While this might not be the only purpose of blogging in general, it certainly fits with how I write and shape my own blog.

In a slightly unrelated story, I also remember the evening my dad took me and my little brother to Gramedia. That evening, we bought a badminton racket for each of us; and also an empty diary book. I still vividly remember what my dad said to us that evening, that one of his biggest regret from his childhood was to not log his life in a diary. So much memory was, then, forgotten. So he encouraged me and my brother to write anything in the book. Like, literally anything, no matter how “trivial” the matter was. Of course at the time I didn’t immediately embrace it. In fact, I think the book was left mostly empty in the end (I remember at least I wrote one “post” there, though 😛 . In fact, I still remember what it was: a blackout in Yogyakarta! Haha 😆 ).

And then 2005 came, where I was introduced to what was called a blog. And the rest … is history.

BAHASA INDONESIA

Posting ini sudah duduk manis di Draft blog-ku ini selama setengah tahunan sekarang. Dan jadilah aku pikir mungkin ini adalah waktu yang baik untuk menjadikannya posting beneran, haha 😛 .

***

Bukan rahasia lagi bahwa aku amat menikmati yang namanye ngeblog. Dan ini adalah sesuatu yang tidak pernah aku sengaja pikirkan mengapa, apalagi analisa. Go with the flow aja gitu deh. Namun, belum lama ini tiba-tiba sesuatu terpikirkan di pikiranku, sesuatu yang mungkin menjelaskan mengapa aku amat menikmati aktivitas yang telah kulakukan rutin selama lebih dari 13 tahun ini.

Sudah kuceritakan kan bahwa musim gugur kemarin ini aku mulai menonton ulang Star Trek: Voyager. Setelah empat musim, entah mengapa tiba-tiba aku teringat masa kecilku ketika aku pertama menonton serial ini. Waktu itu, aku terobsesi dengan salah satu aspek dari serialnya, yaitu tanggal bintangnya! Jadi ceritanya di (hampir) setiap episode, kapten kapalnya (biasanya, atau terkadang “digantikan” oleh anggota kru lainnya) menarasikan sebuah catatan harian gitu deh (bisa berupa catatan personal atau catatan pekerjaan) dan membubuhkannya dengan tanggal bintang (sebuah sistem waktu yang digunakan di serial ini). Waktu itu, aku terobsesi dengan tanggal bintang ini dan membuat daftar tanggal bintang-tanggal bintang yang muncul di setiap episodenya! Haha 😆

Walaupun Zilko kecil terobsesi dengan tanggal bintangnya, mungkin tanpa ia sadari keseluruhan konsep dari kebiasaan kapten atau krunya dalam menyimpan catatan harian ini juga ikut teresap dengannya. Benar juga kan? Di satu sisi ngeblog itu bisa dipandang sebagai pencatatan rekaman hidup? Walaupun memang ini bukan lah satu-satunya fungsi dari blog secara umum, jelas tujuan ini lah yang memotivasiku untuk ngeblog.

Di cerita yang agak tidak berhubungan dengannya, aku juga ingat suatu malam ketika papaku mengajakku dan adikku ke Gramedia. Malam itu, kami membeli raket badminton untukku dan adikku; dan juga sebuah buku diary kosong. Aku masih ingat jelas apa yang dikatakan papaku malam itu, dimana salah satu penyesalan terbesar di hidupnya adalah tidak mencatat kehidupannya dalam sebuah diary. Jadilah banyak memori yang, akibatnya, terlupakan. Jadilah waktu itu ia mendorongku dan adikku untuk menulis apa pun di buku itu. Apa pun, seberapa “nggak penting”-nya juga nggak apa-apa. Jelas lah waktu itu aku tidak langsung menerima konsep ini, haha. Malahan, buku itu pada akhirnya tetap nyaris kosong (Aku ingat setidaknya aku menuliskan satu posting-an di sana sih 😛 . Bahkan topiknya pun masih aku ingat lho: mati lampu di Yogyakarta! Haha 😆 ).

Dan lalu tiba lah tahun 2005, dimana aku dikenalkan dengan yang namanya blog. Dan selanjutnya … tahu sendiri lah bagaimana.

Advertisements
Celebration, Miscellaneous

#2096 – Thirteen Years of Blogging

ENGLISH

As of today, I have been blogging for thirteen years!

Thirteen. Source: https://ag-cat.deviantart.com/art/Birthday-wishes-391598258

Yep, thirteen years!! Though, this is unsurprising because clearly, as I have mentioned several times before, I enjoy blogging. In fact, I was able to pretty much maintain my activity metrics here as in the previous years, with 185 posts published since last year, thus, again, averaging at 3.6 posts per week.

Having said that, I have to say the past one year has been quite “interesting”, in some sense. I witnessed and experienced (and I am sure many of you too) perhaps the biggest “shift” in the blogosphere in recent years. While it is true that the blogosphere has never been “static” in the last thirteen years, I felt like this recent “shift” was the biggest one of all. Was this surprising? Well, not really to be honest. This just highlighted that as pretty much with everything else, nothing remained static! To a lesser extent, this blog has also changed a lot since its earlier years a decade ago. Anyway, I am going to stop here and perhaps keep this topic for another post as I don’t want to drag this one off track.

Though, I think it fair to say that the next coming year (and thereafter) will actually be very interesting in the blogosphere, because I don’t know what to expect! Haha 😀 Let’s see how it will roll!! 😀

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu

BAHASA INDONESIA

Per hari ini, aku sudah nge-blog selama tiga belas tahun!

Tiga belas. Sumber: https://ag-cat.deviantart.com/art/Birthday-wishes-391598258

Iya loh, tiga belas tahun!! Walaupun ini tidak mengherankan sih karena jelas sekali, seperti yang pernah kusebutkan sebelumnya juga, aku menikmati yang namanya nge-blog. Bahkan selama setahun belakangan ini aku juga berhasil mempertahankan metrics aktivitasku di sini seperti di tahun-tahun sebelumnya, dengan 185 posting yang aku publikasikan sejak tahun lalu; dengan kata lain rata-rata 3,6 posting per minggu.

Walaupun begitu, harus aku bilang bahwa satu tahun terakhir adalah satu tahun yang “menarik”, dalam beberapa sudut. Aku menyaksikan dan mengalami sendiri (dan aku yakin pasti banyak yang menyaksikan dan mengalami hal yang sama) apa yang mungkin merupakan “pergeseran” terbesar di dunia blogosphere dalam beberapa tahun terakhir. Walaupun memang sih blogosphere itu tidak pernah “statis” selama tiga belas tahun belakangan, tapi rasanya “pergeseran” terbaru ini adalah yang paling besar deh. Apakah ini mengejutkan? Enggak juga sih sebenarnya. Ini hanya menunjukkan bahwa tidak ada apa pun yang selalu statis kan! Dalam kadar yang lebih rendah, bahkan blog ini pun sudah berubah sekali dari rupanya di awal-awal tahunku nge-blog satu dekade yang lalu. Anyway, sudah deh segini dulu aja untuk topik ini, mungkin akan kulanjutkan di posting lain nanti-nanti karena aku tidak ingin membuat yang ini jadi OOT.

Walaupun, rasanya wajar sih kalau kubilang bahwa setahun ke depan (dan setelahnya) bakal menjadi tahun yang menarik di blogosphere, karena aku tidak tahu apa yang bisa aku jangka! Haha 😀 . Jadi kita lihat saja deh ya bakalan bagaimana 😀

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu
Celebration, Miscellaneous

#2000 – Two Thousand

ENGLISH

The title is self-explanatory, this is my 2000th post here in this blog!! Yes people, two thousand!!

Certainly this is an achievement, a milestone at the very least, though not really a surprising one to be honest. I mean, I have been blogging for so long so it was just about time for me to reach this number, haha. Though, it is still quite amazing to think that I have twice written one thousand posts! Because that sounds like a lot of writing!

This is actually the second blogging milestones I achieved this year, btw, after earlier this year I posted my 1000th posts in WordPress (Until April 2011, I was using Blogspot as my blogging platform). I still remember the post I posted almost six years ago when I hit 1000 posts. Interestingly, it took me faster (by eight months!) to get to 2000 from 1000 than to get to 1000 from 0, haha 😛 .

Yeah, this is all for now. This post is merely meant to commemorate this achievement. So, cheers for 2000!!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu

BAHASA INDONESIA

Judul posting ini jelas lah ya, posting ini adalah posting ke-2000-ku di blog ini!! Iya dong, dua ribu!!

Jelas ini adalah sebuah pencapaian, ya setidaknya adalah sebuah milestone lah, walaupun nggak mengherankan juga sih sejujurnya. Maksudku, aku sudah nge-blog sekian lama sehingga sebenarnya tinggal menunggu waktu aja lah ya sampai angka ini aku capai, haha. Walaupun, masih cukup menakjubkan juga sih kalau dipikir-pikir bahwa aku sudah dua kali menulis seribu posting! Terdengar banyak banget kan ya!

Ini adalah milestone nge-blog kedua yang kucapai tahun ini, btw, setelah awal tahun ini aku mem-posting posting ke-1000-ku di WordPress (Sampai April 2011, aku menggunakan Blogspot sebagai platform nge-blog). Aku masih ingat posting yang kupublikasikan hampir enam tahun yang lalu ketika aku mencapai 1000 posting. Menariknya, aku lebih cepat (delapan bulan!) untuk mencapai 2000 dari 1000 daripada untuk mencapai 1000 dari 0 loh, haha 😛 .

Ya, segini aja deh untuk saat ini. Posting ini dimaksudkan untuk merekam pencapaian ini sih. Jadi, cheers untuk 2000!!

Sumber: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu
About Myself, Contemplation, The Past, Thoughts, Zilko's Life

#1973 – People *Can* Change

ENGLISH

I came across something interesting when preparing some material for this post. It was not something surprising in general, but I was quite “wowed” to see that, apparently, I was a living proof for something. And that something was: people *can* change.

In that post I linked to a post of mine from 2011, in where I explicitly wrote:

Well, actually I am not really a sport guy …

Oh wow, how things have changed!!

Okay, I am not going to claim I am a sport guy now because the definition of that is rather vague. However, I can say that now I exercise regulary, a lot lot more regularly than back then. In fact, I feel guilty if I don’t exercise at least once within 48 hours, except when I am on a trip (which I often am 😛 ) where I give myself more leeway. But then again, I walk a lot while on a trip, sometimes even up to 15 km in a day, which is also a form of exercise actually 🤔.

I do like to walk while travelling, like this time in Stonehaven, Scotland in 2015.

In 2011, I still had the mindset I had built since I was, probably, in elementary school. You see, back then I never excelled in sports/gym class at school. Not that I did bad, I was just average. On the other hand, I excelled academically and I decided to put all my focus on this. It was fine for me to not excel in sports, as that was not my forte anyway, because I knew that “brain” was my thing. Brain over brawn. And, maybe in a way, I might try to build my identity around this idea. The problem with this? Nothing, except that I kindof took my health for granted, which had unintentionally become part of that identity as well.

Clearly something has changed since 2011. I cannot pinpoint what exactly happened and when, so maybe the mindset change was a gradual process. But what I know is that over time, I started to understand that I could not, and should not, take my health for granted. And I knew that this had to be for the long-term goal. I started to do more exercises; one baby step at a time, as otherwise it would not work. I also started to watch what I eat. I use brown/red rice at home now. It is more expensive, but my health is more important. I also eat much less rice nowadays. Even one time during lunch at the office, my colleague pointed out that I did not take any rice that day even though the menu was a lamb curry and rice was abundantly provided.

In my first week in the Netherlands in 2010
At Court Philippe Chatrier in 2016

And I do see, and feel, the result; and this might be one factor which keeps the motivation running and burning also. While not obese (Thankfully 😛 ), I was quite overweight back then. Since then, I have lost about 25 kg (This was over a period of 2 years, I think; since then I have managed to maintain my current weight). A friend here even often jokes that I was three times bigger when we first met in my first month in the Netherlands, lol 😆 . Not surprising, though. The two pictures above showed me in my first week in the Netherlands in 2010 (left) and when I went to Roland Garros last year (right). 🙈 More importantly, I also feel much, much, much better in the inside. I feel like my mind is clearer, and I feel much happier overall than I was before. The classic Latin phrase “Mens sana in corpore sano” is no bullshit. I really mean this.

It might be a bit “unusual” but I feel like I am in better physical and mind shape now, when I am in my late 20s, than years ago in my late teens or early 20s.

***

To me, this is interesting. Something which I believed was part of my identity could change over time, just by the power of will and patience and time, thankfully for the good. Thank to this blog, though, that I can make this observation (Hey this is one of my reasons to blog anyway 😛 ).

BAHASA INDONESIA

Aku mendapatkan suatu obervasi menarik ketika mempersiapkan materi posting ini beberapa waktu lalu. Walaupun nggak mengherankan secara umum, aku cukup dibuat “terpana” karenanya, ternyata karena aku adalah bukti hidup untuk suatu hal. Dan hal itu adalah: orang *bisa* berubah.

Jadi begini, di posting itu aku memberikan tautan ke sebuah posting-ku di tahun 2011, dimana waktu itu secara eksplisit aku tulis:

Yah, sebenarnya aku kan bukan orang yang sporty banget yah …

Oh wow, bagaimana situasi sudah berubah banget sekarang!!

Oke, aku tidak akan mengklaim bahwa aku orang yang sporty sekarang karena definisi sporty sendiri tidak jelah saklek/pasti. Namun, aku bisa bilang bahwa sekarang aku berolahraga secara rutin, jauh, jauh lebih rutin daripada dulu. Bahkan, aku akan merasa bersalah apabila aku tidak berolahraga minimal sekali dalam selang waktu 48 jam, kecuali ketika sedang jalan-jalan (yang mana sering aku lakukan sih 😛 ) dimana aku lebih tidak ketat akan hal ini. Namun lagi, ketika jalan-jalan aku hampir selalu berjalan-kaki sih, bahkan terkadang bisa mencapai 15an km dalam satu hari. Dan ini kan salah satu bentuk olahraga juga yah 🤔.

Aku suka berjalan-kaki ketika jalan-jalan, seperti misalnya kala ini di Stonehaven, Skotlandia di tahun 2015.

Di tahun 2011, aku masih memiliki mindset yang sudah kutanam semenjak, mungkin, sewaktu aku SD. Jadi ceritanya dulu aku tidak unggul di pelajaran olahraga gitu deh. Bukannya jelek sih, tapi aku biasa-biasa aja lah. Di sisi lain, secara akademis aku sangat unggul dan aku memutuskan untuk memfokuskan diriku total ke sisi ini. Nggak apa-apa aku nggak unggul di olahraga, toh memang olahraga bukanlah keahlianku kok, karena aku tahu aku unggul dalam hal “otak”. Brain over brawn gitu deh ceritanya. Dan mungkin, di satu sisi, aku juga membangun identitas diriku berdasarkan ide ini. Masalah dari ini? Nggak ada sih sebenarnya, kecuali bahwa aku menjadi cukup menyepelekan urusan kesehatan yang, sayangnya, tidak sengaja menjadi bagian dari identitas ini.

Jelas sesuatu sudah berubah semenjak tahun 2011. Aku sendiri tidak bisa menunjukkan apa yang terjadi dan kapan persisnya, jadi aku rasa perubahan mindset-ku adalah sebuah proses. Yang kutahu adalah seiring berjalannya waktu, aku mulai memahami bahwa aku tidak boleh, dan memang sebaiknya tidak, menyelepekan urusan kesehatanku. Dan aku tahu ini harus lah untuk tujuan jangka panjang. Aku mulai berolahraga lebih rutin; pelan-pelan saja tapi pasti karena kalau tidak, pasti tidak akan jalan secara jangka panjang. Aku juga mulai lebih memperhatikan apa yang aku makan. Aku menggunakan beras coklat/merah sekarang. Lebih mahal memang, tetapi kesehatanku lebih penting. Aku juga mengurangi banyak konsumsi nasiku. Bahkan suatu waktu ketika makan siang di kantor, seorang kolegaku bertanya mengapa aku tidak mengambil nasi padahal menu yang disajikan hari itu adalah kari kambing yang ditemani dengan nasi.

Di minggu pertamaku di Belanda tahun 2010
Di Lapangan Philippe Chatrier tahun 2016

Dan aku sendiri melihat, dan merasakan, hasilnya; dan memang ini adalah satu faktor yang membantu motivasiku untuk tetap menyala. Walaupun nggak sampai obesitas (untungnya 😛 ), aku bisa dikatakan agak overweight dulu, haha. Semenjak waktu itu, beratku sudah turun sekitar 25an kg (Penurunan ini dalam periode 2 tahunan sih kalau nggak salah; dan semenjak itu beratku aku pertahankan). Seorang temanku bahkan sering bercanda menyebutkan bahwa dulu aku berukuran tiga kali lebih besar ketika kami pertama kali bertemu di bulan pertamaku di Belanda, haha 😆 . Nggak mengherankan juga sih. Dua foto di atas menunjukkan aku di minggu pertamaku di Belanda di tahun 2010 (kiri) dan ketika aku pergi ke Roland Garros tahun lalu (kanan). 🙈 Lebih penting lagi, aku juga merasa jauh, jauh, jauh lebih baik secara mental. Aku merasa pikiranku lebih jernih, dan aku merasa jauh lebih bahagia secara keseluruhan daripada dulu. Ungkapan Latin klasik “Mens sana in corpore sano” itu bukan omong kosong. Dan aku bersungguh-sungguh dengan pernyataan ini.

Mungkin agak “tidak biasa” tetapi aku merasa berada dalam kondisi fisik dan mental yang lebih baik sekarang, di penghujung umur 20anku, daripada bertahun-tahun lalu di penghujung umur remajaku atau awal 20an.

***

Untukku, ini menarik. Sesuatu yang dulunya aku kira bagian dari identitasku bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu, hanya karena kekuatan pikiran dan kesabaran dan waktu, untungnya untuk hal yang positif. Berkat blog ini juga sih aku bisa membuat observasi ini (Hey, memang ini kan salah satu alasan ngeblog 😀 ).

Celebration, Miscellaneous

#1911 – Blogging for A Dozen Years

ENGLISH

As of today, I have been blogging for twelve years!! Yes, twelve years ago today, I posted my first post in my Blogspot blog (which I “closed” in 2011 and “moved” here that year), and it has been going on until now since then 🙂 .

Source: http://www.flingerspartyshop.co.uk/party-accessories/birthday-badges/age-12-birthday-badge.fps007640

As I said last year, it becomes less and less surprising that I blog for this long. Clearly, I enjoy blogging a lot and so the longevity and consistency that follow.

Just like in the past a few years, I managed to write, on average, 3.5 posts per week this past one year and thus clocking in 182 posts. This brought the yearly average up to 159.25 posts, haha. I also achieved a blogging milestone this year. About a month ago, I posted my 1000th post here in WordPress!!

Unlike six years ago, where I decided to close my Blogspot blog after six years and moved to WordPress, this year (after six years in WordPress) I have no plan to do a similar action. I really enjoy and like WordPress as my blogging platform so I am sticking with it. So don’t worry, I am not going anywhere else! 🙂

Anyway, yeah, that is it for now. And cheers for the beginning of my 13th year of blogging!!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu

BAHASA INDONESIA

Per hari ini, aku sudah ngeblog selama dua belas tahun!! Ya, dua belas tahun yang lalu, aku mem-posting posting pertamaku di blog Blogspotku (yang kemudian aku “tutup” di tahun 2011 dan aku “pindah” ke sini enam tahun yang lalu), dan semenjak waktu itu aku ngeblog sampai sekarang 🙂 .

Source: http://www.flingerspartyshop.co.uk/party-accessories/birthday-badges/age-12-birthday-badge.fps007640

Seperti yang kubilang tahun lalu, sekarang sih menjadi semakin tidak mengejutkan bahwa aku ngeblog sedemikian lamanya. Jelas, aku amat menikmati blogging dan ini menjelaskan kelamaan dan kekonsistenanku.

Seperti beberapa tahun belakangan ini, aku menulis, rata-rata, 3,5 posting per minggu selama satu tahun ini dengan total 182 posting. Ini membuat rata-rata jumlah posting tahunanku naik menjadi 159,25, haha. Aku juga mencapai sebuah pencapaian ngeblog tahun ini. Sekitar satu bulan yang lalu, aku mem-posting posting ke-1000 di WordPress loh!!

Tidak seperti enam tahun yang lalu, dimana aku memutuskan untuk menutup blog Blogspotku setelah enam tahun dan pindah ke WordPress, tahun ini (setelah enam tahun di WordPress) aku tidak memiliki rencana seperti itu kok. Aku benar-benar menikmati dan suka WordPress sebagai platform ngeblogku sehingga untuk saat ini aku akan tetap di sini. Jadi, tenang aja, aku tidak akan kemana-mana kok! 🙂

Anyway, ya, segini dulu ya untuk sekarang. Dan mari kita tos untuk permulaan tahun ke-13ku ngeblog!!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu
Celebration, Miscellaneous

#1895 – My 1000th WordPress Post

ENGLISH

A few weeks ago, I saw that I was already getting close to publishing 1000 posts here in this WordPress blog. I think this is quite an achievement so I would want to write a dedicated post for it, haha. And what post would be more appropriate than the actual 1000th post itself for this topic? Nothing, right? Haha 😛 . And this is the post.

Btw, the number you see in the title of every post here represents the post’s number in chronological order. This 1000th post is number 1895 because I wrote the first 895 posts in my Blogspot blog which has been closed since 2011. Almost six years ago, when I moved to this WordPress domain (notice that that post, which was my first post here, was number 896), I decided that I would keep the numbering.

These numbers mean that I have been way more active in this WordPress blog than I ever was in my Blogspot blog. It took me exactly six years to write 895 posts there, while in just under six years here, I have written 1000!

But this is not surprising, though. To be honest, I enjoy blogging even more now than I was during my time in Blogspot. This, obviously, manifests itself in the “outcome”, i.e. the posts.

Yeah, at this point, we will see when I will reach my 2000th post here! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Beberapa minggu yang lalu, kulihat bahwa aku semakin mendekati angka 1000 posting terpublikasi di blog WordPress ini. Aku rasa ini adalah sebuah bentuk pencapaian sehingga aku ingin menuliskan sesuatu tentangnya, haha. Dan posting apa yang lebih sesuai untuk topik ini daripada posting ke-1000 itu sendiri? Nggak ada kan? Haha 😛 . Dan posting ini adalah posting itu.

Btw, angka yang menjadi bagian dari setiap judul posting di blog ini menunjukkan nomor urut posting tersebut. Posting ke-1000 ini bernomor 1895 karena aku menulis 895 posting pertama di blog Blogspotku yang sudah kututup di tahun 2011. Hampir enam tahun yang lalu, ketika aku pindahan ke WordPress (perhatikan bahwa posting itu, yang merupakan posting pertama di sini, bernomor 896), aku memutuskan untuk meneruskan penomorannya.

Angka-angka ini berarti aku lebih aktif di WordPress ini daripada dulu ketika di Blogspot. Aku membutuhkan tepat enam tahun untuk menulis 895 posting di sana, sementara dalam kurang dari enam tahun di sini, aku sudah menulis 1000!

Ini nggak mengejutkan sih. Sejujurnya, aku lebih menikmati ngeblog sekarang ini loh daripada dulu ketika di Blogspot. Ini, jelas, kemudian nampak di “hasil”-nya, yaitu posting-posting tersebut.

Ya, sekarang sih, kita lihat saja deh kapan aku akan mencapai posting ke-2000ku di sini! Haha 😆

working life, Zilko's Life

#1840 – Four of My Favorite Activities While Commuting

ENGLISH

It is December already today, which means I have been commuting for two months now. Luckily, I feel that I have adapted to it so, for now, the approximately three hours I need to spare every working day are, well, bearable.

Commuting during rush hour
Luckily I have learned some trick (from my own experiences) to avoid this rush hour situation.

Aside from physically adapting to it, I have also developed several activities which I like to do during this time. Aside from occassionally daydreaming, playing some games in my smartphone, and napping (all could be necessary to refresh mind and body), here are four of them:

1. Replying to non-work-related emails/messages

Obviously I have the time to read and reply to work-related emails or messages during my time at the office.

2. Blogwalking

I also find it fun to blogwalk while commuting. It makes the time pass much faster as well because blogwalking takes some time. This also includes leaving some comments as well.

Reading "Menghirup Dunia" while waiting for a ride at Universal Studio Singapore
Basically I read while commuting.

3. Reading non-work-related articles

In a way, this overlaps a little bit with blogwalking because, obviously, most blogs are non-work-related.

4. Replying to blog comments

Every blogger knows that interaction is a key part in blogging. This, of course, includes the interaction in the comment section of each post.

Speaking of this, though, I notice that there is a bug with WordPress where not all comments are also visible from the mobile app. Hmm…

***

All those activities make me feel like I have used the three hours every day wisely and, more importantly, productively! So the three hours and the tiredness do not feel like a waste of my time. I guess this also helps a lot in making those commuting hours more bearable.

And you? Do you have to commute everyday? If so, what is your favorite activity to do?

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.
An Intercity train.

BAHASA INDONESIA

Hari ini kita sudah memasuki bulan Desember, yang mana artinya aku sudah nglaju selama kurang lebih dua bulan sekarang. Untungnya, rasanya aku sudah mulai terbiasa dengannya sehingga, sekarang ini, waktu tiga jam yang harus kuhabiskan setiap hari untuk itu terasa lumayan.

Commuting during rush hour
Untungnya aku juga sudah belajar beberapa trik (dari pengalaman pribadi) untuk menghindari situasi di jam sibuk seperti ini.

Di samping terbiasa secara fisik, aku juga mulai terbiasa secara aktivitas yang aku sukai di waktu ini. Selain dari kadang-kadang melamun, main game di hape, dan tertidur sejenak (semuanya penting untuk menyegarkan pikiran dan badan), berikut ini empat di antaranya:

1. Membalas pesan/email yang tak berkaitan dengan pekerjaan

Karena jelas dong aku memiliki waktu untuk membaca dan membalas email yang berhubungan dengan pekerjaan di kantor.

2. Blogwalking

Aku juga merasa blogwalking adalah aktivitas yang seru ketika nglaju. Ini membuat waktu berlalu lebih cepat karena blogwalking kan memakan waktu juga. Ini juga termasuk meninggalkan komen.

Reading "Menghirup Dunia" while waiting for a ride at Universal Studio Singapore
Secara singkat aktivitasku ketika nglaju sih membaca.

3. Membaca artikel yang tak berkaitan dengan pekerjaan

Di satu sisi, ini berpotongan dengan blogwalking sih karena, jelas kan, kebanyakan blog itu tidak berkaitan dengan pekerjaanku, hehe.

4. Membalas komentar di blog

Setiap blogger pasti tahu bahwa interaksi itu adalah elemen penting dari ngeblog. Ini, tentu saja, termasuk interaksi di kolom komentar dari setiap posting.

Ngomongin ini, aku perhatikan sepertinya ada bug nih dengan WordPress dimana tidak semua komentar yang masuk juga muncul di app-nya. Hmm…

***

Semua aktivitas tersebut membuatku merasa waktu tiga jam setiap hari itu aku berguna dan, yang lebih penting lagi, produktif! Jadi waktu tiga jam dan lelahnya badan dari bepergian selama itu tidak terasa seperti membuang-buang waktu deh. Aku rasa ini juga membantuku merasa waktu nglaju itu lumayan.

Dan kalian? Apakah kalian harus nglaju pula setiap harinya? Jika iya, aktivitas apa yang paling kalian sukai?