#1531 – A Bike Tale

ENGLISH

As I said some time ago, I had a problem with my bike which turned out to be a problem with the chain. So I brought my bike to my usual bike workshop to get it repaired.

Later on that day I got a call saying that the problem was apparently much more substantial than just a chain problem. The problem with the chain was actually only an effect of a more serious problem with the axle. So they had to change the axle as well and this would cost more (more than what we agreed where we assumed it was just a normal chain problem). And I agreed.

However, this came at a price where I became basically bikeless for half a week the following week. And it was no fun! The last time I was bikeless was in the spring of 2012, where at the time I lived in a student housing area in the university. If it was not fun back then, imagine how it was this time where I lived not in the university but some 3 km away from it. So to get to my office from home (and back), I had to walk 30 minutes each way! During this time I really realized how convenient owning a function bike was! Haha 😆

Anyway, a few days later, I got another call from the bike workshop that the axle was apparently too old and too rusty to repair. Even if we forced to do it, a new axle would cost so much that I would have to pay more than getting a good new (second hand) bike. So they recommended me to just get a new one.

I agreed.

So I looked at what was on offer and picked one which I liked the best. And after a bit of bargaining of the price (where I got €20 off, yay!), I got a new bike!

So, my bike which has been with me for almost two years now had to finally retire. It has been good though. Two years was definitely the longest a bike has last with me since the day I moved to the Netherlands, haha 😆 .

My new bike

My new bike

BAHASA INDONESIA

Seperti yang aku ceritakan beberapa waktu yang lalu, ada sedikit masalah dengan sepedaku yang mana ternyata adalah masalah dengan rantai sepedanya. Jadilah sepedaku aku bawa ke tempat reparasi sepeda langgananku untuk diperbaiki.

Sorenya di hari yang sama, aku ditelepon dan setelah inspeksi lebih jauh, ternyata masalahnya lebih dari sekedar masalah rantai aja. Jadi masalah dengan rantai itu hanyalah sebuah akibat dari sebuah masalah lain yang lebih serius dengan as sepedanya. Jadilah mereka harus mengganti asnya juga dan jelas ini akan membuat biaya reparasi lebih tinggi (lebih tinggi daripada biaya yang sudah kami diskusikan sebelumnya). Dan aku setuju.

Namun, ini berakibat dimana aku menjadi tidak punya sepeda selama setengah minggu ke depan. Dan nggak asyik banget dah tidak punya sepeda itu! Terakhir kali aku tidak memiliki sepeda adalah di musim semi tahun 2012, dimana waktu itu aku masih tinggal di area housing untuk student di dalam area kampus. Jika waktu itu aja tidak memiliki sepeda sudah amat nggak menyenangkan, bayangkan bagaimana rasanya kali ini dimana aku tidak lagi tinggal di dalam area kampus tetapi sekitar 3 km dari sana. Jadi untuk pergi ke kantor (dan pulangnya) aku harus jalan kaki sekitar setengah jam deh sekali jalan! Di waktu ini aku benar-benar merasakan bagaimana nyamannya deh memiliki sepeda itu! Haha 😆

Lalu, beberapa hari kemudian, aku ditelepon lagi oleh tempat reparasi sepedanya bahwa asnya ternyata sudah terlalu tua dan berkarat untuk diperbaiki. Toh jika dipaksakan, dengan as baru biaya akan membengkak menjadi lebih banyak daripada harga sepeda (second) baru yang bagus. Jadi saran mereka adalah untukku mendapatkan sepeda baru aja.

Aku setuju.

Jadilah aku melihat-lihat apa saja yang sedang ditawarkan dan memilih satu yang paling aku sukai. Setelah menawar harganya (lumayan dimana aku mendapatkan potongan harga €20 karenanya, hore!), aku mendapatkan sepeda baru!

Nah, sepedaku yang sudah aku miliki selama hampir dua tahun sekarang akhirnya harus pensiun juga. Selama ini sudah baik-baik aja sih sepeda ini. Dua tahun adalah periode waktu terlama sebuah sepeda awet bersama denganku loh semenjak aku pindah ke Belanda, haha 😆 .

#1527 – Weekend Story: Exhausted

ENGLISH

So, how was my weekend? Well, I was SO exhausted! Haha 😆 . And here is the story:

On Thursday I had my tennis lesson which ended at 10 PM. So naturally I arrived home at around 10:30 PM and after a shower and everything else I went to be quite late that evening. On Friday morning, I had a TA duty which started at the first lecture hour (at 08:45 AM). So I had to get up early which meant that I did not have a good long sleep that night.

Friday was the 30th birthday of a good friend of mine so that evening I was going to a party. When I left my office at around 5:30 PM, I forgot to take the present I already bought with me. The party would start at 9 PM in Rotterdam so I thought, well, on my way to the train station I would make a small detour to my office to take it.

But then, you know what, my bike broke down in the middle of my way to the office! God damn it! So I walked to my office with my bike, parked my bike there, took the present, and realized that there was no more public bus service to the train station from the bus stop just in front of my office. So I had to walk to the train station to go to Rotterdam, haha.

The party that evening was really fun btw. So this definitely helped, haha 😆 . Btw since this was a birthday party so obviously at one point we all sang the Dutch happy birthday song; which is this song in case you are not familiar with it (this video is a songs compilation, the song that I mean is the one in the first 22 seconds of this video):

As I said in that post 2.5 years ago, does it sound like something? Haha 😆

But then we found out that due to the planned maintenance work on the track, there would be no train running between Rotterdam and Delft after 1 AM. So at around 12:30 AM we were like “Shit, we have to leave now” and were rushing to get to the train station, haha 😆 . So I went back to Delft with a few friends who also lived here.

I had to walk back home, of course, because I had no bike with me. So I arrived home at around 1:45 AM or something like that, haha 😆 .

So on Saturday, naturally I felt so tired after a long week at work and the amount of activities which I just did in the last a few days. I was actually quite sleep-deprived. So ideally I would have loved to have Saturday off and just took a really long nap.

Except that, of course, I could not. First of all, I had to take care of my broken bike; and this was on top of my already planned activities which I must do on Saturday since that day was the only possible day to do them. So first of all, I walked to my office, took my bike, and brought it to my usual bike workshop to get it repaired. Btw, the problem was a problem with the chain though.

After that I had to go to Den Haag to get my hair cut. And while I was there I also stopped by at the orientalmarkt to buy a few stuffs. And once I was back in Delft I had to go to the supermarket to do grocery because I was running out of stuffs at home so otherwise I would not have anything to eat in the upcoming week 😆 .

But luckily, after a Saturday that was that full, I was able to rest more on Sunday, so that was good 😀 .

BAHASA INDONESIA

Bagaimanakah weekend-ku kemarin? Satu kata deh: CAPEK! Haha 😆 . Dan berikut ini ceritanya:

Di hari Kamis aku ada les tenis sampai jam 10 malam. Jadi jelas aku sampai di rumah kira-kira jam 10:30an malam dan setelah mandi dan lain sebagainya, aku baru bisa tidur agak malam malam itu. Dan di hari Jumat paginya, aku ada tugas TA yang dimulai jam kuliah pertama (jam 08:45 pagi). Jadilah aku harus bangun pagi benar yang mana artinya malam itu aku tidak bisa tidur lama.

Hari Jumat kebetulan juga adalah hari ulang-tahunnya salah satu teman baikku sehingga jelas malam itu kita pergi ke sebuah party. Ketika aku pulang kantor kira-kira jam 5:30 sore, aku lupa membawa pulang kado yang sudah aku beli sebelumnya. Party-nya bakal dimulai jam 9 malam di Rotterdam sih jadilah aku pikir di jalan ke stasiun kereta, aku akan mampir di kantor sebentar untuk mengambil kadonya.

Tetapi, tahu nggak, setengah jalan ke kantor, sepedaku rusak dong! Sialan banget nggak sih! Jadilah aku harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke kantor sambil menuntun sepedaku, memarkir sepedaku disana, mengambil kadonya, dan kemudian baru sadar bahwa nggak ada lagi bus umum ke arah stasiun dari halte bus di depan kantor. Jadilah malam itu aku harus berjalan kaki ke stasiun kereta untuk ke Rotterdam, haha.

Party-nya sendiri sih seru banget btw. Jadi jelas ini amat membantu, haha 😆 . O iya, karena ini adalah birthday party, jelas kami menyanyikan lagu selamat ulang tahun dalam bahasa Belanda loh. Buat yang belum tahu, kayak gini deh lagunya, haha 😆 (btw ini adalah video kompilasi dari beberapa lagu. Lagu yang aku maksud adalah lagu di 22 detik pertama video ini).

Seperti yang aku tulis 2,5 tahun lalu, lagunya mirip sama lagu apa yaa?? 😛

Tetapi kemudian kami baru tahu bahwa bakal ada pekerjaan konstruksi di jalur/rel kereta sehingga tidak akan ada layanan kereta api antara Rotterdam dan Delft setelah jam 1 malam. Jadilah kira-kira jam 12:30 pada panik soalnya harus pada segera cepat-cepat pulang dan kemudian pada terburu-buru lari ke stasiun deh, haha 😆 . Jadilah malam itu aku kembali ke Delft bersama beberapa teman yang juga tinggal di Delft.

Setelah sampai di Delft jelas aku harus jalan kaki ke rumah soalnya sepedaku kan lagi rusak. Sebagai akibatnya aku sampai di rumah sekitar jam 1:45an kali, haha 😆 .

Di hari Sabtunya, jelas aku merasa capek banget setelah satu minggu yang panjang di kantor dan juga banyaknya aktivitas yang aku baru saja lakukan beberapa hari belakangan. Aku agak kekurangan tidur juga btw. Jadi sebenarnya idealnya Sabtu ingin aku gunakan untuk beristirahat dong ya dan tidur siang yang lamaan gitu.

Hanya saja, tentu saja, ini tidak mungkin untuk dilakukan. Pertama-tama, aku harus mengurus sepedaku yang rusak itu dong ya; dan ini adalah di samping aktivitas-aktivitas lain yang sudah aku rencanakan untuk hari Sabtu karena hanya hari Sabtu ini saja yang memungkinkan untukku melakukannya. Nah, pertama-tama, aku harus berjalan kaki dulu ke kantor, mengambil sepedaku, dan menuntunnya ke bengkel sepeda langgananku untuk diperbaiki. Btw, masalahnya ada di rantai sepedanya.

Setelahnya aku harus pergi ke Den Haag untuk potong rambut. Dan sekalian disana aku juga mampir di orientalmarkt untuk membeli beberapa barang. Dan setelah kembali di Delft, aku harus pergi ke supermarket juga untuk belanja mingguanku karena di rumah stok barang sudah habis-habisan nih. Kalau nggak belanja, nggak ada makanan dah di rumah untuk seminggu ke depannya, haha 😆 .

Tetapi untungnya, setelah Sabtu yang melelahkan itu, aku bisa beristirahat di hari Minggunya. Jadi lumayan deh, haha 😀 .

#1351 – What Is That?

ENGLISH

Last week, on my way to Rotterdam to watch the ABN Amro World Tennis Tournament there, I saw this in Delft Zuid station:

What is that??

What is that??

I had never noticed it before and I was wondering what that was.

At first I thought they were some form of garbage bin; and they were the fancy one, lol 😆 (in my defense, at a glance they did look like ones, no? 😛 ). But then I realized they couldn’t be so out of curiosity I took a closer look. And apparently, they were bicycle lockers! So if ones were afraid their bikes would be stolen, they could use these lockers (for some money, of course) to park their bike.

Okay, good to know 😀

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu, dalam perjalanan ke Rotterdam untuk nonton ABN Amro World Tennis Tournament disana, aku melihat ini di Stasiun Kereta Api Delft Zuid:

What is that??

Apakah itu??

Aku belum pernah melihatnya sebelumnya dan penasaran kotak apakah itu.

Awalnya aku kira kotak-kotak itu adalah tempat sampah gitu deh, yang keren tapinya, huahaha 😆 (eh, tapi sekilas memang kayak tempat sampah kan? 😛 ). Tapi kemudian aku menyadari bahwa ini jelas nggak mungkin tempat sampah lah dan jadilah karena penasaran aku mengeceknya. Dan ternyata, kotak-kotak ini adalah tempat penyimpanan sepeda loh! Jadi kalau ada yang takut sepedanya bakal dicuri, mereka bisa menggunakan locker ini (dengan membayar sejumlah tertentu tentunya ya) sebagai tempat parkir sepeda mereka.

Oke deh, lumayan tambah pengetahuan 😀

#1347 – Life in Delft in Pictures Lately

ENGLISH

So it has been awhile since I published a post with only photos. So here we go…

BAHASA INDONESIA

Sudah lumayan lama juga ya semenjak aku posting sebuah posting yang isinya foto aja. Ya udah deh mari kita mulai aja kalau begitu…

#1322 – A Few Things from This Week

ENGLISH

Nice Signage

I really like this signage that is taped on the elevators’ doors of my building:

I really like this campaign :D

I really like this campaign 😀

Another flat-tire

One part of the shortest biking route from my apartment to the university has been having a major construction work, which means that there are some “temporary” bike path made of uneven boards and stuffs. Three days ago, while on the way to the university, the rear tire of my bike got deflated there, probably because of the uneven boards. It was, of course, annoying to have that incident but more annoyingly, it was just about three months since the last time I got a bicycle flat-tire!

p.s: then I serviced my bike again at the bicycle workshop near my apartment.

Note to myself

Well, I am writing this part as a reminder for myself only in the future though, so I know it will come out as a very vague paragraph for others 😀 . But I just want myself in the future to remember this week as a big week and a big reminder for the goodness of the future 🙂 . Well, at least for now I believe so 😉 .

BAHASA INDONESIA

Tanda yang oke

Aku suka banget loh sama tanda berikut ini yang ditempel di pintu lift-nya kantorku:

I really like this campaign :D

Suka deh dengan kampanye ini 😀

Ban sepeda kempes lagi

Ceritanya di satu bagian dari rute bersepeda terdekat dari apartemenku ke universitas sedang ada pekerjaan konstruksi besar gitu deh, yang mana artinya ada beberapa jalur sepeda “sementara” yang dibuat dengan papan-papan yang nggak rata. Tiga hari yang lalu, ketika dalam perjalanan berangkat ke universitas, ban belakang sepedaku kempes dong disana, mungkin karena menabrak papan yang nggak rata itu. Tentu saja kejadian begini menyebalkan ya, tetapi yang membuatnya jauh lebih menyebalkan lagi adalah, kan baru aja tiga bulan yang lalu ban sepedaku kempes juga!

p.s: jadilah aku menyervis sepedaku sekalian di bengkel sepeda di dekat apartemen.

Catatan untuk diri sendiri

Ya, bagian ini aku tulis sebagai pengingat untuk diriku sendiri di masa depan sih, jadi ya memang aku tahu bagian ini akan nampak seperti paragraf yang amat nggak jelas bagi orang lain 😀 . Tapi aku hanya ingin diriku di masa depan untuk mengingat minggu ini sebagai minggu yang penting dan pengingat yang keras untuk kebaikan di masa depan 🙂 . Ya, setidaknya sekarang aku meyakini ini sih 😉 .

#1294 – General Life in Delft Lately

ENGLISH

Daily life in Delft lately…

BAHASA INDONESIA

Kehidupan di Delft akhir-akhir ini…

#1283 – Rain, Bike, and More Work

ENGLISH

Stupid Rain and Bike

The past a few days, the weather in the Netherlands has been a little bit abnormal. And to me it was “bad” abnormal, as it has been constantly raining all the time! 😈 Please note that I am using the word “raining”, not “drizzling”. Well, obviously the rain was not as heavy as typical Tropical rain, but for Dutch standard, it was already heavy!

And particularly on Monday, it was very annoying to me. So I was leaving my office at 8 PM to bike back home and it was raining quite heavily. That morning, I, naively for some unexplainable reasons, ignored the weather forecast and not only did not bring an umbrella with me, but also chose to wear a jacket with NO hoodies! But well, I was so exhausted and I wanted to go back home. The forecast said the rain was not going to stop any time soon so I decided to just bike through the rain. Well, my apartment was just 10 minutes away anyway.

It would not really be worth a blog post mention if it was just like that (even though I would probably have still written about the rain 😛 ), so obviously something else happened. So about a third way home, I felt my bike’s rear tire really weird. And my biggest concern turned out to be true: I got a  fre*king flat-tire! I mean, like, WTF! Could this happen at an even worse time?? 😦 So I got off my bike and had to walk back home.

Yeah, imagine the situation: I was so exhausted after a full day of work until 8 PM, it was raining, I had no umbrella, no rain coat, not even a jacket with a hoodie, and the last thing I needed was obviously to have a flat-tire like 25 minutes walking-distance away from home.

More Teaching-Related Thing

Anyway, earlier this week one of the professors in my group invited me to help him with a Master course that he is teaching this semester. Well, the job is for more of a “behind-the-scene” work of the course (like grading the mini exam, giving feedbacks for the students’ assignments, etc). So the PhD candidate who used to help him in the past a few years just graduated so he was looking for a replacement for this job. And I took this course during the first year of my Master study here, which was three years ago, and I did quite well so he kinda appointed me for the position. So at least material-wise it is not a brand new thing for me.

It is very interesting though; but because it is a course in the Master level, obviously it is much much more challenging (difficulty-of-the-material-wise) than the other student-assistant job that I am also responsible for this semester. But the price that I have to pay with this is that now I even have more things to do! It is so crazy! Well, I still think I have enough time for all of the works though, but now there is much less time margins and so I have to be very strict with my schedule, hmmm…

p.s: yesterday I brought my bike to a bicycle workshop to get it fixed; and this morning it was finished. It was nice though because not only they changed the rear tire, but also they fixed and did maintenance works on the other parts of the bike too 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Hujan Menyebalkan dan Sepeda

Beberapa hari belakangan ini, cuaca di Belanda agak-agak abnormal. Dan untukku, abnormalnya adalah abnormal yang “menyebalkan”, karena akhir-akhir ini hujan melulu dong sepanjang hari berturut-turut! 😈 Dan yang aku maksud dengan hujan ya maksudnya “hujan” lho, bukan sekedar “gerimis” saja. Ya, memang sih derasnya hujan nggak sederas hujan Tropis tentunya, tetapi untuk ukuran Belanda sih sudah bisa dibilang deras juga!

Dan terutama di hari Senin, kondisi ini amat menyebalkan bagiku. Jadi, di hari itu aku pulang dari kantor jam 8 malam dan waktu itu sedang hujan lumayan deras. Paginya, dengan bodohnya karena alasan yang tidak dapat dipertahankan, aku mengabaikan ramalan cuaca dengan tidak hanya tidak membawa payung, tetapi juga memutuskan untuk membawa jaket yang nggak ada kupluknya! Tapi aku merasa capek dan sudah ingin banget pulang. Karena toh menurut ramalan cuaca juga hujan itu tidak akan segera berhenti, ya sudah aku memutuskan untuk hujan-hujanan saja. Toh apartemenku hanya berjarak 10an menit saja kan dengan sepeda.

Kalau cuma begini doank ceritanya, tentu saja aku nggak akan menulis sebuah posting di blog tentangnya kan (walaupun mungkin hujannya masih akan aku singgung sih 😛 ), jadi tentu saja ada hal lain yang terjadi. Nah, ceritanya, kira-kira sepertiga jalan, aku merasa ban belakang sepedaku kok aneh gitu. Dan kekhawatiranku ternyata nyata: ban sepedanya kempes dong!  Maksudku, WTF banget kan! Kenapa sih harus terjadinya pada saat-saat seperti ini gitu?? 😦 Jadilah aku turun dari sepeda dan harus berjalan pulang sambil menuntunnya.

Iya, bayangkan situasinya ya: capek setelah bekerja seharian sampai jam 8 malam, hujan deras, aku tidak membawa payung, tidak membawa jas hujan, bahkan jaket juga nggak ada kupluknya, dan tentu saja hal yang paling tidak aku butuhkan adalah ban sepeda kempes 25 menit dengan jalan kaki dari rumah.

Urusan Ngajar Lagi

Ngomong-ngomong, awal minggu ini, salah seorang profesor di grupku mengajakku untuk membantunya di sebuah kelas level S2 yang ia ajar semester ini. Ya, pekerjaannya sih lebih ke pekerjaan “di belakang layar” gitu (kayak mengoreksi ulangan-ulangan kecil, memberikan feedbacks di tugas-tugas yang dikumpulkan mahasiswa, dll). Jadi ceritanya kandidat PhD (S3) yang biasanya membantunya baru saja lulus jadi ia mencari seseorang untuk menggantikan posisinya. Sewaktu kuliah Master (S2) dulu di tahun pertama, yang artinya tiga tahun yang lalu, aku juga mengambil kelas ini sih, dan nilaiku lumayan bagus jadilah ia menunjukku untuk membantunya. Jadi setidaknya dari segi materi sih ini bukan materi yang baru gitu.

Menarik sih; tetapi yang namanya kelas di level S2 ya, tentu saja kelasnya lebih menantang (dalam hal tingkat kesulitan materinya) daripada posisiku sebagai asisten di kelas lain yang mana aku pegang juga semester ini. Tapi harga mahal yang harus aku bayar adalah: pekerjaanku jadi tambah buanyak deh! Gila deh! Ya, rasanya sih waktuku masih cukup lah untuk meng-handle semua pekerjaan ini, walaupun akibatnya sekarang jadwalku menjadi lebih ketat sehingga aku harus disiplin dengan jadwalku, hmmm…

p.s: kemarin aku membawa sepedaku ke sebuah bengkel sepeda untuk memperbaikinya; dan pagi tadi pekerjaannya selesai loh. Oke juga pelayanannya soalnya bengkelnya tidak hanya mengganti ban belakangnya, tetapi juga sekalian memperbaiki dan merawat bagian-bagian lain sepedanya juga 🙂 .