General Life · Life in Holland · Zilko's Life

#2008 – October Summary

ENGLISH

Oh wow, somehow it is November already; which means that we have passed the entire month of October. Speaking of October …

… three weekend trips

I went on three weekend trips during the month. Interestingly, though, they were on three consecutive weekends and they were all Avgeek Weekend Trips! Haha 😛

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2. Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3. Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Despite all three trips being “only” Avgeek Weekend Trip (in the sense that the focus was more on the flights so I tend to do much less (physically-taxing) activities (i.e. walking I mean, haha) during those kind of trips), their consecutive nature apparently still made those tiring overall! Haha 😛 In fact, I was uncharacteristically tired already during the third one and so in the aftermath I was craving for more sleep. Luckily I still had the whole Sunday for that purpose that weekend. And I actually suspect if these trips had something to do with me also feeling quite tired this past weekend! Nevertheless, those trips were certainly really fun and I enjoyed them a lot 🙂 .

Especially that I got to fly Air France’s brand new (not even a month old) Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC this October.

… Fall

And October means the Fall season has also begun. And I have also expressed that Fall is my least favorite season of all. So far this year, it has not been different. It has been raining quite a lot in the Netherlands, most days were at the very least cloudy, and the general “mood” has been gloomy. You know, normal Fall, haha 😛 .

In fact, here is how the weather was like while I was taking off from Schiphol during my first Avgeek Weekend Trip in October:

Yeah, I am actually looking forward for the next season! Or that I hope the second half of the season will (uncharacteristically) turn better! 😛

BAHASA INDONESIA

Oh wow, tiba-tiba sekarang sudah bulan November aja ya; yang mana artinya kita sudah melewati satu bulan Oktober secara penuh. Ngomongin tentang Oktober …

… tiga perjalanan akhir pekan

Aku pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan sepanjang bulan itu. Menariknya, ketiganya adalah di tiga akhir pekan berturutan dan ketiganya adalah Avgeek Weekend Trips! Haha 😛

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2. Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3. Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Walaupun ketiganya “hanya” Avgeek Weekend Trip (dalam artian fokusnya adalah di penerbangan-penerbangannya sehingga aku cenderung untuk tidak terlalu banyak beraktivitas (secara fisik) (maksudnya tidak terlalu banyak jalan kaki, haha) di perjalanan ini), ternyata karena berturutan toh ternyata masih melelahkan juga! Haha 😛 Malahan, tidak biasanya aku sudah mulai merasa capek ketika sedang berada di perjalanan yang ketiga sehingga sepulangnya aku merasa ingin banyak tidur banget! Untungnya, di akhir pekan itu aku masih memiliki satu hari Minggu penuh yang bisa kumanfaatkan untuk itu. Dan sebenarnya aku agak curiga bahwa mungkin perjalanan-perjalanan ini juga sedikit menyebabkanku merasa lumayan lelah akhir pekan kemarin ini! Eh walaupun begitu, perjalanan-perjalanan iu sungguh seru dan aku amat menikmatinya 🙂 .

Terutama kan aku berkesempatan terbang dengan pesawat super barunya (bahkan usianya belum ada satu bulan) Air France ini, Boeing 787-9 Dreamliner rego F-HRBC Oktober kemarin.

… Musim Gugur

Dan Oktober juga berarti musim gugur sudah dimulai. Dan sudah kusebutkan bahwa musim gugur adalah musim yang paling tidak aku favoritkan. Sejauh ini tahun ini, ternyata juga masih begitu kok. Di Belanda sering banget hujan di musim gugur ini, kebanyakan hari-harinya bercuaca berawan (tebal), sehingga “mood” umumnya juga terasa gloomy gitu. Ya gitu kan, musim gugur mah memang begini, haha 😛 .

Malahan, berikut ini contoh cuacanya ketika aku lepas landas dari Schiphol di Avgeek Weekend Trip pertamaku Oktober ini:

Ya gitu deh, aku sudah nggak sabar untuk masuk ke musim selanjutnya aja deh! Atau ya mudah-mudahan paruh kedua musim ini akan (tidak biasanya) berubah menjadi lebih oke gitu! 😛

Advertisements
Aviation · EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#2004 – AvGeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

ENGLISH

Again, as my Instagram followers (@azilko) have known, I went on another AvGeek Weekend Trip this Saturday. Here is the routing this weekend:

AMS-CDG-MUC-AMS. Created with gcmap.com

This AvGeek Weekend Trip was actually quite a last-minute trip. And so I felt lucky to find an interesting routing with reasonably priced ticket, haha 😆 . Actually at the time, I was torn between an AvGeek Weekend Trip or a day city trip somewhere. But in the end I flipped the coin (well, not literally) and decided to go with the former, haha.

Anyway, I flew two Air France flights this time, obviously on the two flights involving Paris in one of the ends, and a KLM flight from Munich to Amsterdam. The Air France flights were operated by an Airbus A321-200 reg F-GTAZ and an Airbus A318-100 reg F-GUGE, while the KLM flight was with a Boeing 737-700 reg PH-BGK.

The Air France KLM Lounge signage at Munich Airport Terminal 1

This was also my first time visiting the lounge at Munich Airport, btw; as the last time I flew out of Munich was to satisfy my curiosity by flying a Meridiana flight to Milan-Linate, haha. And btw, my Paris to Munich flight departed from a remote stand at Paris – Charles De Gaulle Airport; only my second ever remote-stand departure from the airport (the first time being this March on my way to Lyon).

As for AvGeek Weekend Trip #11, I will not write anything in details about this trip beyond this post. So here are the pictures from the trip:

BAHASA INDONESIA

Lagi, seperti yang followers Instagramku (di @azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip Sabtu kemarin ini. Kali ini, rutenya seperti ini:

AMS-CDG-MUC-AMS. Dibuat dengan gcmap.com

AvGeek Weekend Trip kali ini bisa dikatakan perjalanan dadakan sebenarnya. Makanya aku merasa cukup beruntung masih bisa menemukan rute yang cukup menarik dengan harga tiket yang masih masuk akal lah, haha 😆 . Waktu itu, sebenarnya aku galau antara pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip atau perjalanan satu hari ke suatu kota gitu. Tetapi pada akhirnya aku melempar koin (nggak dalam artian sebenarnya sih) dan memutuskan untuk memilih yang pertama, haha.

Anyway, aku terbang dengan dua penerbangannya Air France kali ini, tentunya di dua penerbangan yang melibatkan Paris di salah satu asal/tujuannya, dan KLM dari Munich ke Amsterdam. Penerbangannya Air France dioperasikan dengan sebuah Airbus A321-200 rego F-GTAZ dan sebuah Airbus A318-100 rego F-GUGE, sementara penerbangannya KLM adalah dengan Boeing 737-700 rego PH-BGK.

Penanda Lounge Air France KLM di Bandara Munich Terminal 1

Ini juga adalah kali pertama aku mengunjungi lounge di Bandara Munich, btw; karena terakhir kali aku terbang dari Munich adalah untuk memenuhi rasa penasaranku dengan terbang dengan Meridiana ke Milan-Linate, haha. Dan btw, penerbangan Paris ke Munichku diberangkatkan dari tempat parkir remote di Bandara Charles De Gaulle loh; hanya kedua kalinya aku berangkat dari tempat parkir remote di bandara ini (kali pertama adalah Maret lalu di perjalananku ke Lyon).

Seperti AvGeek Weekend Trip #11, aku tidak akan menulis lebih detail tentang perjalanan ini di luar konteks posting ini. Jadi langsung saja di atas aku unggah foto-foto dari perjalanannya.

Aviation · EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#2001 – AvGeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)

ENGLISH

I went on an Avgeek Weekend Trip this weekend which was very interesting as it involved an Air France’s brand new (not even a month old) Boeing 787-9 Dreamliner. And here is the story of this fun weekend trip I just had.

The routing this weekend. Created with: gcmap.com

So as you know the routing this time was Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow and back. And so I have decided to skip the Amsterdam – Paris-CDG vv part because I have flown this route so many times, haha. I would just go as far as saying that I flew an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXL and a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGW on these two flights.

An Air France’s Airbus A320-200 F-GKXL
A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGW.

Paris – CDG, Terminal 2E Hall K

After arriving in Paris, I checked the transfer monitor and learned that my connecting flight to London would depart from Hall K of Terminal 2E. So I followed the signage to this hall, which was at the other side of Paris Charles De Gaulle Airport’s Terminal 2. I cleared immigration as well during this transfer, which was really a breeze because there was noone else, haha 😛 .

At Hall K, I immediately went to the Air France’s lounge there. I just realized that this was actually my first time at a non-Schengen Air France Lounge at Paris-CDG Airport! Haha 😛 . The lounge was really spacious, much more spacious than the two lounges at Terminal 2F, though the offering was pretty much the same.

Salon Air France at Terminal 2E Hall K

About an hour before departure, I left the lounge to look for the gate. Though I was travelling via Paris-CDG a lot, this was actually just my second time using its Hall K (the first time was when I was catching my Japan Airlines flight to Tokyo-Narita 2.5 years ago), so I wasn’t that familiar with this hall. The interior design of Paris – CDG Terminal 2E’s Hall K was really beautiful, btw. However, it was clearly not designed for avgeeks because it was very difficult to take pictures of the planes parked at this hall! Haha 😛

The beautiful Paris Charles De Gaulle Airport Terminal 2E Hall K

AF 1180 (CDG – LHR)


Flight: Air France AF1180
Equipment: Airbus A320-200 reg F-GKXJ with a Paris 2024 sticker
ATD: 19:24 CET (Runway 08L of CDG)
ATA: 19:14 BST (Runway 27R of LHR)

Anyway, my flight to London today would be operated with an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXJ, which was plastered with a Paris 2024 sticker. F-GKXJ was actually parked at the gate next to the Air France Lounge and so I knew that this plane had been sitting there for quite some time. I guess due to the importance of its London-Heathrow route (London-Heathrow is considered as one of the most “premium” airports, in terms of the type of passengers it attracts, in the industry), Air France wouldn’t want to take the risk of any of its London-Heathrow flights being delayed; and so the long on-the-ground time.

An Air France’s Airbus A320-200 F-GKXJ with Paris 2024 sticker

Long story short, I boarded the plane and sat at my 6A seat in the first row of economy today. Not too long after, the push back began and the flight departed. We took off from runway 08L of Paris-CDG and headed northwest towards London. It was a short flight so the complimentary snack service was provided right away.

A flight to London-Heathrow wouldn’t be complete without the plane having to make a few turns above London before being allowed to land, haha. Unfortunately there was some cloud hanging above the city today so I couldn’t really see anything. Anyway, at 19:14 local time we landed at runway 27R of London-Heathrow Airport.

Landing at runway 27R of London-Heathrow

We had to taxi for quite a distance and time (due to the airport’s crowdedness), where I spotted a Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER being prepared for its non-stop flight back to Jakarta later tonight. And finally, we parked at a gate in Terminal 4 at the south part of the airport.

London-Heathrow

The last and only other time I was entering the UK via Heathrow was more than four years ago, haha. And I, sort of, forgot the possible inconvenience of entering London via this popular airport: a really long line at immigration!! The line was so long that I remembered the last time I encountered a line at least this “bad” was when I arrived in New York from Mexico City almost two years ago! While I wasn’t spending 90 minutes just for queuing this time (it was closer to 45 I think), it made me think that the next time I would travel to London, it would be better to arrive at London City Airport! Haha 😛

Rump steak for dinner

Anyway, I spent a night at a hotel nearby the airport today, where I also had my rump steak dinner.

The next morning, I checked out just before 7 AM to catch my 9:45 AM flight back to Paris. I already had my mobile boarding pass so I headed straight to security. The officer noticed the “Sky Priority” tag in my boarding pass and informed me that this allowed me to use the VIP security lane. Yeay! I didn’t have to queue with this lane and I cleared security in less than two minutes, haha.

The entrance to the SkyTeam Lounge at Heathrow

Once in the departure area, I looked for the SkyTeam Lounge at the airport. You see, London-Heathrow is not a SkyTeam airport but its importance means that a lot of SkyTeam airlines are using it. So to cater this, SkyTeam invests in a lounge at the airport’s Terminal 4, where most SkyTeam airlines fly to (Strangely, Garuda Indonesia operates from Terminal 3 despite it being a SkyTeam member).

The entrance to the lounge was quite small but the lounge itself was actually quite spacious, as it had two floors! I went to the upstairs area because the attendant told me breakfast was served there. The breakfast was actually quite decent with a selection of English or continental all you can eat breakfast. The design of the lounge itself was also really cool and looked so much better than the overall “outdated” feel of Terminal 4 of Heathrow, haha.

SkyTeam Lounge at Heathrow

AF 1681 (LHR-CDG)


Flight: Air France AF1681
Equipment: Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC
ATD: 10:22 BST (Runway 27R of LHR)
ATA: 12:07 BST (Runway 26L of CDG)

I was very excited when I saw in my Flightradar24 app that my flight today would be operated with F-HRBC, Air France’s newest Boeing 787-9 Dreamliner that wasn’t even one month old! Unfortunately, the flight used Gate 2 today which was a horrible gate at the terminal because it was impossible to take a good picture of the plane! Haha 😛

Long story short, I boarded F-HRBC and sat at seat 18K. This time, I sat in the regular economy cabin unlike my last trip with an Air France’s Dreamliner where I sat in the premium economy cabin. I deliberately chose not to “upgrade” myself for the small fee because I would like to compare the two cabins, haha.

The regular economy cabin of Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC

The regular economy cabin was actually quite comfortable with good seat pitch and Air France’s newest IFE (Air France Touch). After all passengers boarded, the flight departed and the very chic safety demo was played on the IFE.

Don’t forget to put on your safety belt as, aside from ensuring our safety, it also elegantly hightlights your waistline…

Anyway, a departure from London-Heathrow wouldn’t also be complete without experiencing its traffic jam for take-off, haha. The departure runway this morning was runway 27R so we had to taxi for quite some distance there, and we encountered quite a traffic jam as we were nearing the runway. This doesn’t happen that often at Schiphol or Paris-CDG, and reminded me of Soekarno-Hatta International Airport in Jakarta! Haha 😛 .

Traffic jam at Heathrow

Long story short, we finally took off and began our short hop to Paris-CDG. As in flight AF1180, the service began immediately after take-off. A Boeing 787-9 was a much bigger plane than an Airbus A320 so I could imagine the flight attendants must be feeling some kind of time pressure for the service, and they did a really great job! Overall it was a very pleasant and smooth flight with Air France’s F-HRBC. At 12:07 local time, we landed at runway 26R of Paris-CDG Airport.

Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC at Paris-CDG

The plane parked at Terminal 2E Hall L. Then I cleared security and immigration to transfer to Terminal 2F to catch my last flight of this trip back to Amsterdam with KLM.

BAHASA INDONESIA

Aku pergi dalam sebuah Avgeek Weekend Trip akhir pekan kemarin yang mana seru banget karena melibatkan sebuah Boeing 787-9 Dreamlinernya Air France yang baru banget (bahkan umurnya belum ada satu bulan). Dan berikut ini cerita dari akhir pekan seruku ini.

Rute akhir pekan ini. Dibuat dengan: gcmap.com

Rute kali ini adalah Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow pp. Dan sudah kuputuskan aku tidak akan membahas penerbangan pp Amsterdam – Paris-CDGku karena aku sudah sering banget terbang di rute ini, haha. Cuma akan kusebutkan bahwa aku terbang dengan pesawat Airbus A320-200 rego F-GKXLnya Air France dan Boeing 737-700 rego PH-BGWnya KLM di dua penerbangan ini.

Sebuah Airbus A320-200 F-GKXLnya Air France
Sebuah Boeing 737-700 PH-BGWnya KLM.

Paris – CDG, Terminal 2E Hall K

Setelah tiba di Paris, aku mengecek monitor penerbangan transit dan aku diberi-tahu bahwa penerbangan lanjutanku ke London akan berangkat dari Hall K di Terminal 2E. Aku mengikuti petunjuk jalan ke arah sana, yang mana berada di sisi lain dari Terminal 2nya Bandara Charles De Gaulle. Aku melewati imigrasi ketika transit ini, yang mana berlangsung mulus banget karena nggak ada penumpang lain selain aku sehingga nggak perlu antri, haha 😛 .

Di Hall K, aku langsung pergi ke lounge-nya Air France di sana. Aku baru sadar bahwa ini adalah kali pertama aku mampir di sebuah lounge non-Schengennya Air France di Bandara Paris-CDG loh! Haha 😛 . Lounge-nya sendiri amat luas, lebih luas dari dua lounge-nya di Terminal 2F, walaupun layanannya sih kurang lebih sama lah.

Salon Air France di Terminal 2E Hall K

Sekitar satu jam sebelum waktu keberangkatan, aku meninggalkan lounge-nya menuju ke gate. Walaupun aku sering terbang melewati Bandara Paris-CDG, ini baru lah kali kedua aku menggunakan Hall K-nya (kali pertama adalah ketika aku menaiki penerbangan Japan Airlines ke Tokyo-Narita 2,5 tahun lalu), jadi aku kurang begitu familier dengan hall ini. Disain interior hall ini indah dan kece banget sebenarnya, btw. Namun, jelas disainnya tidak ramah untuk avgeek karena sulit sekali untuk bisa mendapatkan foto pesawat yang diparkir di hall ini dengan oke! Haha 😛

Terminal 2E Hall K Bandara Charles De Gaulle Paris yang indah dan kece banget.

AF 1180 (CDG – LHR)


Penerbangan: Air France AF1180
Pesawat: Airbus A320-200 reg F-GKXJ dengan stiker Paris 2024
ATD: 19:24 CET (Runway 08L of CDG)
ATA: 19:14 BST (Runway 27R of LHR)

Anyway, penerbanganku ke London hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXJ, yang ditempeli stiker Paris 2024. F-GKXJ sebenarnya diparkir di gate di sebelah lounge-nya Air France jadi aku tahu bahwa pesawat ini sudah diparkir di sana lumayan lama. Aku kira karena pentingnya rute London-Heathrow (London-Heathrow banyak dipandang sebagai satu dari bandara yang “premium”, dari segi tipe penumpang yang bepergian ke sana, di industri penerbangan), Air France tidak mau ambil risiko yang bisa menyebabkan penerbangan-penerbangan ke London-Heathrow terlambat; makanya pesawatnya diparkir lama di darat.

Sebuah Airbus A320-200 F-GKXJnya Air France dengan stiker Paris 2024

Singkat cerita, aku menaiki pesawatnya dan duduk di kursi 6A di barisan pertama ekonomi hari ini. Tak lama setelahnya, pesawat didorong mundur dan berangkat. Kami lepas landas dari landasan pacu 08L Bandara Paris-CDG dan kemudian berbelok ke arah barat laut menuju London. Karena durasi penerbangannya yang singkat, layanan snack langsung disajikan.

Yang namanya penerbangan ke London-Heathrow tak akan lengkap tanpa yang namanya berputar-putar dulu di atas London sebelum diberikan izin mendarat, haha. Sayangnya, langit London berawan malam ini sehingga aku tidak bisa melihat apa-apa. Anyway, jam 19:14 waktu setempat kami mendarat di landasan pacu 27R Bandara Heathrow.

Mendarat di landasan pacu 27R Bandara London-Heathrow

Kami harus taxiing cukup jauh dengan waktu lumayan lama (soalnya bandaranya ramai banget), dimana aku bisa melihat sebuah Boeing 777-300ERnya Garuda Indonesia sedang disiapkan untuk penerbangan non-stopnya ke Jakarta malam itu. Dan akhirnya, pesawat diparkir di Terminal 4 di sisi selatan bandaranya.

London-Heathrow

Pertama dan terakhir kalinya aku masuk ke UK melalui Heathrow sebelum hari ini adalah lebih dari empat tahun yang lalu, haha. Jadilah aku lupa mengenai kemungkinan ketidak-nyamanannya masuk ke London melalui bandara ini: antrian imigrasi yang gila panjangnya!! Antriannya panjang banget sampai aku langsung teringat terakhir kali aku menghadapi antrian imigrasi yang “separah” ini adalah ketika aku tiba di New York dari Mexico City hampir dua tahun yang lalu! Walaupun memang sih aku tidak menghabiskan 90 menit untuk mengantri kali ini (sekitar 45an lah), ini membuatku berpikir bahwa untuk perjalananku ke London yang selanjutnya, mendingan aku terbang ke Bandara London City aja deh! haha 😛

Rump steak untuk makan malam

Anyway, aku menginap semalam di hotel di dekat bandara hari ini, dimana aku juga makan rump steak untuk makan malam.

Keesokan paginya, aku check-out sebelum jam 7 pagi untuk mengejar penerbangan jam 9:45ku ke Paris. Aku sudah memiliki mobile boarding pass sehingga aku langsung menuju ke area sekuriti. Petugasnya melihat label “Sky Priority” di boarding pass-ku dan memberi-tahuku bahwa dengannya aku bisa masuk melalui jalur pemeriksaan VIP. Hore! Di jalur ini aku nggak perlu ngantri dan melewati pemeriksaan sekuriti total dalam waktu kurang dari dua menit saja, haha.

Pintu masuk SkyTeam Lounge di Heathrow

Begitu di area keberangkatan, aku langsung mencari SkyTeam Lounge di terminal ini. London-Heathrow bukanlah bandara SkyTeam tetapi pentingnya bandara ini membuat maskapai-maskapai SkyTeam memiliki banyak penerbangan melalui bandara ini. Jadilah SkyTeam memutuskan untuk berinvestasi dengan membuka sebuah lounge di Terminal 4 bandara ini, dimana kebanyakan penerbangan SkyTeam diberangkatkan (Anehnya, Garuda Indonesia beroperasi di Terminal 3 padahal Garuda kan anggota SkyTeam juga).

Pintu masuk lounge ini cukup kecil tetapi lounge-nya sendiri luas loh, dua lantai pula! Aku naik ke lantai atas karena petugasnya memberi-tahuku bahwa sarapan disajikan di sana. Pilihan sarapannya sendiri cukup oke dimana ada sarapan ala Inggris atau kontinental dengan model all you can eat. Disain lounge-nya sendiri juga keren banget dan nampak jauh lebih modern daripada Terminal 4nya Heathrow yang terasa “usang”, haha.

SkyTeam Lounge di Heathrow

AF 1681 (LHR-CDG)


Penerbangan: Air France AF1681
Pesawat: Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC
ATD: 10:22 BST (Runway 27R of LHR)
ATA: 12:07 BST (Runway 26L of CDG)

Aku merasa bersemangat banget ketika aku lihat di app Flightradar24-ku bahwa penerbanganku akan dioperasikan dengan F-HRBC, Boeing 787-9 Dreamlinernya Air France yang paling baru yang umurnya bahkan belum ada satu bulan! Sayangnya, penerbangan hari ini menggunakan Gate 2 yang mana merupakan gate di terminal ini yang menyebalkan sekali karena tidak mungkin bagiku untuk bisa memfoto pesawatnya dengan sudut yang baik! haha 😛

Singkat cerita, aku menaiki F-HRBC dan duduk di kursi 18K. Kali ini, aku duduk di kabin ekonomi reguler, tidak seperti penerbanganku sebelumnya dengan Dreamlinernya Air France dimana aku duduk di kabin premium economy. Sengaja aku memilih untuk tidak meng-“upgrade” kursiku dengan biaya yang sebenarnya tidak terlalu mahal karena aku ingin membandingkan dua kabinnya, haha.

Kabin ekonomi reguler Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBCnya Air France

Kabin ekonomi regulernya ternyata cukup nyaman dengan seat pitch kursi yang oke dan IFE terbarunya Air France (Air France Touch). Setelah semua penumpang naik pesawat, kami berangkat dan video peragaan keselamatan yang chic banget itu dimainkan di layar IFEnya.

Jangan lupa memasang sabuk pengaman karena, selain untuk memastikan keselamatan Anda, sabuknya juga meng-highlight lingkar pinggang Anda dengan elegan…

Anyway, yang namanya keberangkatan dari London-Heathrow tak akan komplit tanpa mengalami yang namanya kemacetan sebelum lepas landas, haha. Landasan pacu keberangkatan pagi ini adalah landasan 27R sehingga kami harus taxiing lumayan jauh ke sana, dan di dekat landasannya ada kemacetan untuk menunggu giliran lepas landas. Ini hampir tidak pernah terjadi di Schiphol atau Paris-CDG, dan mengingatkan akan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta! Haha 😛 .

Kemacetan di Heathrow

Singkat cerita, kami akhirnya lepas landas dan memulai penerbangan singkat ke Paris-CDG. Seperti di penerbangan AF1180, layanan snack-nya langsung disajikan setelah lepas landas. Boeing 787-9 berukuran lebih besar daripada Airbus A320 sehingga aku paham tentu pramugari/a-nya diburu-buru waktu ya untuk layanan ini, dan mereka meng-handle-nya dengan baik! Secara umum penerbangan ini adalah penerbangan yang nyaman dan mulus dengan F-HRBCnya Air France. Jam 12:07 waktu setempat, kami mendarat di landasan pacu 26R Bandara Paris-CDG.

Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBCnya Air France di Paris-CDG

Pesawat diparkir di Hall L Terminal 2E. Lalu, aku melewati pemeriksaan sekuriti dan imigrasi ketika transit ke Terminal 2F untuk mengehjar penerbanganku kembali ke Amsterdam dengan KLM.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1999 – A Weekend Story

ENGLISH

This weekend, as my Instagram followers (@azilko), I went on another AvGeek Weekend Trip. Yep, just literally a week after the previous one, haha 😆 . Anyway, the routing this time was quite interesting, in my opinion:

The routing this weekend. Created with: gcmap.com

Yep, I was flying Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow vv 😛 .

You see, ever since introducing AvGeek Weekend Trip last year, I have been wanting to do one with flights to the UK. And my UK visa that I got this summer was basically a green light to make this come true. Of course I was looking for some interesting flights, if possible. Too bad, Singapore Airlines had terminated their Munich – Mancesther fifth-freedom route (It would have been ideal!). Luckily for me, there was still one very intriguing flight to take.

As part of their crew familiarization with their brand new Boeing 787-9 Dreamliner, Air France launched two short-haul routes with this type from Paris. I took one this August on their domestic Lyon – Paris-CDG flight. But this was actually their second familiarization flight that they just introduced in late May. The first one, which they introduced in early February 2017, was a short-haul Paris-CDG – London-Heathrow route. And so I was aiming to fly with this one flight, haha 😆 .

Taking this Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC as flight AF1681 from London-Heathrow to Paris-Charles De Gaulle.

Luckily, I found a good return ticket this summer so I quickly booked it. Just like the Lyon one, the flight left London-Heathrow in the morning so I had to spend a night in London, which I did. What even was more awesome was that I got F-HRBC, Air France’s newest Boeing 787-9 that wasn’t even one month old!

Another lucky point was that the four flights I took on this trip were all operated by airplanes I had never flown before, i.e. four flights and four new registrations for my logbook! Yeay!! So overall, unsurprisingly, this was such a pleasant weekend for me. Here are a few teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini, seperti yang sudah diketahui followers Instagramku (@azilko), aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi loh. Iya, cuma seminggu aja setelah yang sebelumnya, haha 😆 . Ngomong-ngomong, rute kali ini cukup menarik loh menurutku:

Rute kali ini. Dibuat dengan: gcmap.com

Iyaa, aku terbang Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow pp 😛 .

Jadi begini, semenjak memperkenalkan AvGeek Weekend Trip tahun lalu, aku sudah ingin banget untuk pergi dalam setidaknya satu perjalanan tipe ini ke Inggris Raya (UK). Dan visa UK yang kudapatkan musim panas kemarin adalah lampu hijau untuk itu. Tentu saja, sedapat mungkin aku mencari rute yang menarik dong ya. Sayang banget nih Singapore Airlines sudah menutup rute kebebasan-kelima Munich – Mancesther-nya (Padahal rute itu bakalan sempurna banget!). Untungnya bagiku, masih ada satu penerbangan lain yang juga menarik.

Dalam upaya familiarisasi krunya terhadap tipe pesawat baru Boeing 787-9 Dreamliner, Air France meluncurkan dua rute jarak-dekat dengan pesawat tipe ini dari Paris. Aku terbang dengan salah satunya Agustus lalu di rute domestik Lyon – Paris-CDG. Tetapi rute itu sebenarnya adalah rute familiarisasi kedua yang baru mereka perkenalkan akhir Mei lalu. Yang pertama, yang mulai diluncurkan Februari 2017, adalah rute jarak dekat Paris-CDG – London-Heathrow. Dan jadilah aku berusaha mencari tiket yang mencakup penerbangan ini, haha 😆 .

Menaiki Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBCnya Air France ini dari London-Heathrow ke Paris-Charles De Gaulle.

Untungnya, aku menemukan tiket pp musim panas kemarin yang oke dan jadilah langsung aku beli. Seperti Lyon, penerbangannya berangkat dari London-Heathrow di pagi hari sehingga aku harus menginap semalam di London, yang mana memang kulakukan. Yang keren banget adalah aku mendapatkan F-HRBC dong untuk penerbangan ini, yang mana merupakan Boeing 787-9nya Air France yang paling baru yang umurnya bahkan belum ada satu bulan! Masih bau pabrik gitu lah, haha 😛 .

Satu poin keberuntunganku lainnya adalah empat penerbangan yang kunaiki di perjalanan ini semuanya dioperasikan dengan pesawat yang belum pernah kuterbangi sebelumnya loh. Dengan kata lain, empat penerbangan dan empat registrasi baru untuk logbook-ku! Hore!! Jadi secara keseluruhan, tak mengherankan, akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru banget untukku. Di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1996 – AvGeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)

ENGLISH

On Saturday, as my Instagram followers (@azilko), I went on another AvGeek Weekend Trip. The original routing was not new this time, in fact it was the exact reverse of my AvGeek Weekend Trip #7 this March:

My original routing this weekend, Amsterdam – Lyon  – Paris – Amsterdam, the exact reverse of another AvGeek Weekend Trip from earlier this year. Created with gcmap.com

There was no other motivation this time other than my urge of flying, haha 😆 . But this time, though, I only wanted the cheapest option available and so consequently, I didn’t put any effort to find a more interesting routing. Actually, I was slightly tempted to fly out of Amsterdam with KLM’s first flight to Lyon so that I could connect to Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner Lyon – Paris-CDG flight. I have taken this flight just this August, but taking a second flight with it wouldn’t be harmful, no? 😛 But then, while officially the KLM and Air France flights were connected, the connection time was only 25 minutes. I wasn’t particularly comfortable with this and so I decided to let the idea go, haha 😛 .

No 787 this weekend.

But then, what I thought would be a regular trip suddenly turned to be a dramatic one. On Friday afternoon, I was informed that my KLM’s Amsterdam – Lyon flight was cancelled and that I would be moved to another flight. But I was curious because the next flight to Lyon would be so late in the day that I would miss my connection to Paris. So I was intrigued on what the solution would be.

Later that day, I was informed that I was moved to an Amsterdam – Paris flight, a solution which I had thought about. But I noticed something weird. It was indicated that I had a Paris – Lyon connection after that replacement flight. Then, from Lyon I would fly back to Paris and then from Paris to Amsterdam. The problem with this “solution” was that the Paris – Lyon flight would arrive in Lyon three hours after the Lyon – Paris flight.

Moved to a Paris-bound flight with a connecting flight to Lyon, arriving in Lyon three hours after my supposedly 14:55 connecting flight out of Lyon.

From what I understood about the flight ticketing world, this was problematic because I couldn’t just “skip” the Paris – Lyon flight and wait in Paris until the time of my Paris – Amsterdam flight. If I skipped the Paris – Lyon flight, my ticket would be marked “no show” which would lead to my Paris – Amsterdam ticket being cancelled. A bad situation indeed.

And so I decided to call the KLM call centre on Friday evening. The very friendly agent spotted the problem and she was very helpful in solving this Lyon complicacy problem by eliminating Lyon altogether from my ticket. Though, indeed the outcome of this was that instead of flying Amsterdam – Lyon – Paris – Amsterdam this weekend, I only flew Amsterdam – Paris – Amsterdam, lol 😆 .

My first original flight , indeed, got cancelled.

Even though this was, certainly, quite “boring” to me, I felt like it was still quite a useful experience overall to have some ticketing disruption like this. Though, of course I would hope for a similar situation to never ever happen again! Anyway, I will not write any story of this trip beyond this post, though. So here are a few photos from the “boring” trip:

BAHASA INDONESIA

Sabtu kemarin, seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi. Awalnya, rute kali ini tidak lah baru, malahan rutenya adalah kebalikan dari rute AvGeek Weekend Trip #7-ku Maret ini:

Rute awalku akhir pekan ini, Amsterdam – Lyon  – Paris – Amsterdam, kebalikan dari rute AvGeek Weekend Trip lainnya awal tahun ini. Peta dibuat dengan gcmap.com

Tidak ada motivasi lain kali ini selain memang ingin naik pesawat aja, haha 😆 . Kali ini, aku maunya terbang dengan pilihan termurah sehingga aku tidak berusaha untuk mencari rute lain yang lebih menarik. Sebenarnya, awalnya aku sedikit tergoda untuk berangkat dari Amsterdam dengan penerbangan pertamanya KLM ke Lyon sehingga aku bisa connect ke penerbangan Boeing 787-9 Dreamlinernya Air France di rute Lyon – Paris-CDG. Memang sih aku sudah pernah menaiki penerbangan ini Agustus ini, tetapi nggak ada salahnya dong ya naik lagi? 😛 Tetapi kemudian, walaupun memang dua penerbangan KLM dan Air France ini terkoneksi, waktu transitnya hanyalah 25 menit saja. Aku merasa kurang nyaman dengan waktu transit yang hanya segini sehingga ide ini aku urungkan, haha 😛 .

Nggak terbang dengan 787 deh akhir pekan ini.

Tetapi kemudian, apa yang kukira akan menjadi perjalanan biasa tiba-tiba berubah dramatis. Jumat siang, aku diberi kabar bahwa penerbangan KLM Amsterdam – Lyonku dibatalkan dan aku akan dicarikan penerbangan pengganti. Aku penasaran karena penerbangan selanjutnya ke Lyon adalah di sore hari yang mana dengan penerbangan ini, aku tidak akan sempat mengejar penerbangan lanjutanku ke Paris. Jadilah aku penasaran solusinya apa dong ya.

Sorenya di hari Jumat, aku diinformasikan bahwa aku dipindahkan ke penerbangan Amsterdam – Paris, sebuah solusi yang memang sudah aku duga. Tetapi aku melihat ada sesuatu yang aneh. Diindikasikan juga bahwa aku memiliki penerbangan lanjutan Paris – Lyon setelah penerbangan pengganti ke Paris itu. Lalu, dari Lyon aku akan terbang kembali ke Paris dan kemudian dari Paris ke Amsterdam. Masalah dengan “solusi” ini adalah penerbangan Paris – Lyonku akan tiba di Lyon tiga jam setelah penerbangan Lyon – Paris-nya.

Dipindahkan ke penerbangan dengan tujuan Paris dengan penerbangan lanjutan ke Lyon, dengan jadwal tiba di Lyon tiga jam setelah jadwal keberangkatan penerbanganku selanjutnya dari Lyon jam 14:55.

Nah, sependek pengetahuanku akan dunia pertiketan pesawat, situasi ini sungguh bermasalah karena aku tidak bisa “men-drop” begitu saja penerbangan Paris – Lyon ini dan kemudian tinggal di Paris sampai jadwal keberangkatan penerbangan Paris – Amsterdamku. Jika penerbangan Paris – Lyon ini aku drop, tiketku akan ditandai “no show” yang mana akan berakibat pada pembatalan tiket Paris – Amsterdam-ku. Kan berabe dong ya kalau begitu.

Nah, jadilah aku memutuskan untuk menelepon call centre-nya KLM Jumat malam. Petugasnya yang ramah banget membantuku banget dalam menyelesaikan komplikasi Lyon dengan mengeliminasi keterlibatan Lyon dari tiketku. Walaupun memang sih akibatnya perjalananku ini berubah dari bukannya Amsterdam – Lyon – Paris – Amsterdam akhir pekan ini menjadi Amsterdam – Paris – Amsterdam doang, haha 😆 .

Penerbangan pertamaku memang dibatalkan.

Walaupun jelas rute pengganti ini “membosankan” untukku, toh secara umum aku tetap melihat pengalaman tiket yang terkacaukan ini adalah pengalaman yang berguna. Walaupun jelas lah aku berharap ini tidak akan pernah terjadi selama-lamanya lagi lah ya! Anyway, aku tidak akan menuliskan cerita dari perjalanan ini lebih jauh daripada posting ini sih. Jadi di atas aku langsung unggah saja beberapa fotonya.

Aviation · EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1990 – AvGeek Weekend Trip #10 (AMS – OSL – CDG – AMS)

ENGLISH

Not too long ago, I went on another AvGeek Weekend Trip with quite an interesting routing:

The routing this weekend. Map created with gcmap.com

At first, I didn’t plan to write a self-standing post of the trip. But I changed my mind after the experiences I had during the trip, which actually made the trip unique enough for a self-standing post. Anyway, this post is the self-standing post and let just the story begin…

KLM KL1143 (AMS – OSL)

Flight: KLM KL1143
Equipment: Boeing 737-700 reg PH-BGQ named “Wielewaal”
ATD: 09:23 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 10:54 CET (Runway 01L of OSL)

To save some budget, I chose KLM’s 09:20 flight to Oslo (the 11:50 would have been better schedule-wise, but it was also much more expensive). Consequently, I had to depart from home quite early. And I departed a bit too early, actually, where I arrived at the tram stop some 20 minutes before the scheduled service! (I should have checked the transportation app indeed, so it was my fault).

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGQ which would take me to Oslo today.

Long story short, I arrived at Schiphol, waited and had my breakfast at KLM’s Crown Lounge, and boarded the plane: a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGQ. The flight itselft was a pleasant regular intra-European flight with KLM. I sat next to (I assume) a professor who was working on his grant proposal and was so into his work that he refused all the KLM service provided on his flight, haha.

Anyway, as I said in the teaser post, I was lucky that I was sitting on a window seat in the left side of the plane and the flight was landing at runway 01L. This provided me with a really cool bird’s eye view of the city of Oslo!

Oslo, not Solo!

Oslo-Gardermoen Airport

I have been to Oslo before, just a little over two years ago, actually. But somehow, I didn’t remember Oslo-Gardermoen Airport to be as good and cool as I encountered during this trip! Seriously, I found the terminal building to be really beautiful, one of the most beautiful one in Europe that I have been to!

Oslo-Gardermoen Airport

Anyway, one reason why I said KLM’s 11:50 flight would have been better scheduled-wise was that now, I had an almost six hours of transit, haha. I didn’t feel like going to the city of Oslo, so I was “stuck” at the (beautiful) airport. Though, I wasn’t worried at all as I knew that Air France/KLM had a cooperation with a lounge at the airport. The lounge was the OSL Lounge, located pretty much next to SAS’ business lounge.

OSL Lounge at Gardermoen Airport

The lounge itself was actually quite good! It wasn’t the most spacious lounge in terms of space, but the service and facilities were quite nice. There were quite some selections of drink and (typical lounge) food. The seats were generally comfortable as well. There was a row of three or four recliner chairs which I settled myself onto one of them. The chairs were quite old, actually, but they still worked fine and were still quite comfortable.

Air France AF1375 (OSL – CDG)

Flight: Air France AF1375 operated by HOP! Regional
Equipment: Embraer ERJ190 reg F-HBLE
ATD: 17:01 CET (Runway 01L of OSL)
ATA: 18:50 CET (Runway 26L of CDG)

I boarded my second flight today at around 16:10. It was an Air France flight that was operated by HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLE. I sat on my 3F seat in the 2-2 configured plane which was super comfortable today because the seat next to me was vacant, yeay! Haha 😆 Long story short, the plane departed and took off from runway 01L of Oslo-Gardermoen Airport.

Taking off from runway 01L of OSL with HOP! Regional’s Embraer 190

Not long after take-off, the snack service was provided. And I was pleasantly surprised to see that the service standard was higher than the other regular intra-European Air France flights I had taken before. First of all, there were actually options for the sandwich service (chicken or vegetarian sandwich). And second of all, rosé wine was available as one of the wine options! Options and rosé wine were something I had never encountered in short-haul intra-European Air France flights before!

The service on board flight AF1375 from Oslo to Paris. Rosé wine was available and there were chicken or vegetable choices for the sandwich!

I tried to figure out the reason behind this. And then, it hit me that this AF1375 was actually my first intra-European flight with Air France (though operated by HOP! Regional) that was blocked for more than two hours one-way (its scheduled departure time was 16:45 with arrival time of 19:10, making it a 2 hours 25 minutes flight). I knew KLM had different level of service for flights below and above two-hours block, so it was not surprising that Air France appeared to have one too!

Aside from that, it was a pleasant regular flight with Air France and at 18:50, we landed at runway 26L of Paris – Charles De Gaulle Airport. The plane parked at Terminal 2G so I had to take the transfer bus to Terminal 2F.

HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLE at Terminal 2G of Paris-CDG after arriving as flight AF1375 from Oslo.

KLM KL1246 (CDG – AMS)

Flight: KLM KL1246
Equipment: Boeing 737-700 reg PH-BGN named “Jan van Gent”
ATD: 20:25 CET (Runway 27L of CDG)
ATA: 21:10 CET (Runway 18R of AMS)

After a super quick dinner at Salon Air France at Terminal 2F, I boarded my KLM flight back to Amsterdam today, that was a Boeing 737-700 reg PH-BGN flight KL1246, Air France/KLM’s last flight to Amsterdam from Paris. This was actually a pleasant regular short-haul flight with KLM so there was not much to tell from the flight itself.

However, though, from my side I encountered an “interesting” experience. Suddenly just after the snack service began, I started to feel a terrible stomachache where I needed to go to a toilet soon. But then, it was already halfway through the flight (which was a short one anyway) and the flight attendants were still very busy in the aisle distributing the service. On top of that, I was sitting on a window seat with both the aisle and middle seats next to me taken. And so I thought that it was a short flight anyway so we would land at Schiphol soon and in the meantime I could just “hold” it, haha.

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGN which brought me back to Amsterdam today.

But then, as I suspected as it was an evening flight and was the worst scenario for my situation, we landed at the friggin’ Polderbaan! Damn!! So we had to taxi for another like 15 minutes before arriving at Pier D of Schiphol. Even then, it turned out that the nearest toilet to the gate was under maintenance at the time! Well, talking about my “luck” this evening😅.

BAHASA INDONESIA

Pertengahan September kemarin, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi dengan rute yang cukup menarik:

Rute akhir pekan kali ini. Peta dibuat dengan gcmap.com

Awalnya, aku berencana untuk tidak menulis posting tersendiri tentangnya. Tetapi rencana ini harus kuubah karena setelah pengalaman-pengalamanku di perjalanan ini, yang mana membuat perjalanannya cukup unik untuk dijadikan sebuah posting tersendiri. Posting ini adalah posting tersebut, dan langsung kita mulai saja lah ya…

KLM KL1143 (AMS – OSL)

Penerbangan: KLM KL1143
Pesawat: Boeing 737-700 reg PH-BGQ bernama “Wielewaal”
ATD: 09:23 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 10:54 CET (Runway 01L of OSL)

Untuk mengirit biaya, aku memilih penerbangannya KLM jam 09:20 pagi ke Oslo (penerbangan yang jam 11:50 sebenarnya lebih enak sih dari segi jadwal, tetapi masalahnya tiketnya juga lebih mahal lumayan, haha). Sebagai akibatnya, aku harus berangkat pagi deh. Dan aku malah berangkat kepagian lho, dimana aku tiba di halte tramnya 20 menit sebelum tramnya dijadwalkan berangkat! (Iya, seharusnya aku mengecek app transportasi umum dulu sebelum berangkat. Salahku sih memang).

Sebuah Boeing 737-700nya KLM rego PH-BGQ yang akan membawaku ke Oslo hari ini.

Singkat cerita, aku tiba di Schiphol, menunggu sekalian sarapan di KLM Crown Lounge, dan menaiki pesawatku: sebuah Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGQ. Penerbangannya sendiri adalah penerbangan reguler intra-Eropa yang nyaman dengan KLM. Aku duduk di sebelah seorang (yang kuasumsikan) profesor gitu yang sibuk mengerjakan proposal permohonan funding untuk risetnya di sepanjang jalan. Ia sebegitu seriusnya dengan pekerjaannya sampai-sampai semua layanannya KLM di penerbangan ini ia tolak loh, haha.

Anyway, seperti yang kuceritakan di posting yang dulu, aku beruntung aku duduk di kursi jendela di sisi kiri pesawat dan penerbangannya sendiri mendarat di landasan pacu 01L. Ini memberikanku pemandangan kota Oslo dari atas yang mana kece banget!

Oslo, bukan Solo!

Bandara Oslo-Gardermoen

Aku sudah pernah ke Oslo sebelumnya, dua tahun lebih sedikit yang lalu, sebenarnya. Tetapi entah bagaimana, aku tidak ingat dong bahwa Bandara Oslo-Gardemoen itu keren banget seperti yang kulihat di perjalanan ini! Beneran deh, bagiku gedung terminalnya indah banget, termasuk salah satu yang terindah yang pernah kukunjungi di Eropa!

Bandara Oslo-Gardermoen

Anyway, satu alasan mengapa kubilang penerbangannya KLM yang jam 11:50 itu lebih ideal dari segi jadwal karena sekarang aku harus transit selama enam jam, haha. Aku sedang merasa malas untuk pergi ke kota Oslo dan jadilah aku jadi “terjebak” di bandaranya (yang kece banget) kan. Walaupun aku nggak khawatir juga sih karena aku tahu Air France/KLM memiliki kerja-sama dengan sebuah lounge di bandaranya. Lounge-nya adalah OSL Lounge, yang berlokasi di sebelah lounge kelas bisnisnya SAS.

OSL Lounge di Bandara Gardermoen

Lounge-nya sendiri cukup oke lho! Memang sih dari segi ukuran nggak sebegitu besar, tetapi layanan dan fasilitasnya memadai banget kok. Ada cukup banyak pilihan minuman dan makanan (yang mana tipikal makanan lounge gitu sih). Kursi-kursinya juga cukup nyaman. Ada sebaris kursi recliner yang mana salah satunya aku gunakan, haha. Kursinya sudah cukup tua sih, tetapi masih bekerja dengan baik dan cukup nyaman kok.

Air France AF1375 (OSL – CDG)

Penerbangan: Air France AF1375 dioperasikan oleh HOP! Regional
Pesawat: Embraer ERJ190 rego F-HBLE
ATD: 17:01 CET (Runway 01L of OSL)
ATA: 18:50 CET (Runway 26L of CDG)

Aku menaiki penerbangan keduaku sekitar jam 16:10. Ini adalah penerbangannya Air France yang dioperasikan oleh HOP! Regional dengan pesawat Embraer ERJ190 rego F-HBLE. Aku duduk di kursi 3F di pesawat yang dikonfigurasi 2-2 ini yang hari ini nyaman banget soalnya kursi di sebelahku kosong dong, hore! Haha 😆 . Singkat cerita, pesawatnya berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 01L Bandara Oslo-Gardermoen.

Lepas landas dari landasan pacu 01L-nya OSL dengan Embraer 190nya HOP! Regional

Tak lama setelah lepas landas, layanan snack dibagikan. Dan aku dikejutkan (secara positif) dengan standar layanannya yang lebih tinggi daripada standar layanan di penerbangan-penerbangan intra-Eropanya Air France yang sudah pernah kunaiki sebelumnya. Pertama-tama, ada pilihan lho untuk menu sandwich-nya (ayam atau vegetarian). Dan yang kedua, bahkan ada anggur rosé sebagai salah satu pilihan anggurnya! Pilihan dan anggur rosé kan tidak pernah aku temui di penerbangan jarak dekat intra-Eropa dengan Air France sebelumnya!

Layanan di penerbangan AF1375 dari Oslo ke Paris. Anggur rosé tersedia dan ada pilihan sandwich ayam atau vegetarian!

Aku mencoba menerka alasan di balik ini. Dan kemudian, barula aku sadar bahwa penerbangan AF1375 ini adalah penerbangan intra-Eropaku dengan Air France (walaupun dioperasikan oleh HOP! Regional) yang pertama yang diblok berdurasi lebih dari dua jam satu arah (penerbangannya dijadwalkan berangkat jam 16:45 dan tiba jam 19:10, artinya panjangnya 2 jam 25 menit). Aku tahu bahwa KLM memang memiliki pembedaan standar layanan untuk penerbangan di bawah atau di atas blok dua jam, jadi tidak mengherankan kalau Air France memiliki prosedur serupa ya!

Di samping itu, ini adalah penerbangan yang nyaman dengan Air France. Dan jam 18:50, pesawat mendarat di landasan pacu 26L Bandara Paris – Charles De Gaulle. Pesawat parkir di Terminal 2G sehingga aku harus menaiki bus transfer ke Terminal 2F.

Embraer ERJ190 rego F-HBLEnya HOP! Regional di Terminal 2G Paris – CDG setelah tiba dari Oslo sebagai penerbangan AF1375.

KLM KL1246 (CDG – AMS)

Penerbangan: KLM KL1246
Pesawat: Boeing 737-700 rego PH-BGN bernama “Jan van Gent”
ATD: 20:25 CET (Runway 27L of CDG)
ATA: 21:10 CET (Runway 18R of AMS)

Setelah makan malam super kilat di Salon Air France di Terminal 2F, aku menaiki penerbangan KLMku untuk kembali ke Amsterdam. Penerbangannya dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-700 rego PH-BGN penerbangan KL1246, penerbangan Air France/KLM terakhir ke Amsterdam dari Paris hari ini. Ini adalah penerbangan reguler yang nyaman dengan KLM seperti biasanya sehingga sebenarnya nggak banyak yang bisa diceritakan dari penerbangannya sendiri.

Tetapi, aku mengalami kejadian yang “menarik”. Tiba-tiba setelah layanan snack dimulai, aku mulai sakit perut yang cukup parah yang membuatku merasa perlu untuk pergi ke toilet. Tetapi masalahnya, penerbangannya sudah berlangsung setengah jalan (mana ini adalah penerbangan singkat pula) dan pramugari/a-nya juga sedang sibuk di lorong untuk membagikan snack dan minuman. Ditambah lagi, aku duduk di kursi jendela sementara kursi lorong dan tengah di sebelahku terisi. Jadilah aku pikir karena toh penerbangannya singkat, nggak lama lagi pesawat akan mendarat di Schiphol dan untuk sementara itu bisa lah aku “tahan”, haha.

Sebuah Boeing 737-700 rego PH-BGN-nya KLM yang membawaku kembali ke Amsterdam hari ini.

Tetapi kemudian, seperti yang kuduga karena penerbangan malam dan merupakan skenario terburuk untuk situasiku, kami mendarat di Polderbaan laknat itu dong! Sialan!! Pesawat harus taxiing selama sekitar 15 menit sebelum tiba di Pier D di Bandara Schiphol. Setelah itu pun, ternyata toilet yang terdekat dengan gate-nya sedang direnovasi dong waktu itu!  Ini Dewi Fortunaku lagi “liburan” atau bagaimana ini ya malam ini 😅.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1985 – A Saturday Story

ENGLISH

Yesterday, as my Instagram followers (@azilko) have known, I went on another AvGeek Weekend Trip! Here is the routing this time:

The routing this weekend. Map created with gcmap.com

About a month ago when I was looking at my flights record this year, it appeared to me that I hadn’t flown to anywhere to the northeast of the Netherlands so the map looked rather “bleak”. And so in an attempt to make my flying map “prettier” this year, I figured I would need to somehow fly to this part of Europe, haha 😆 . Of the three possible candidates (Copenhagen, Stockholm, and Oslo), I found the best option (in terms of schedule, fare, and airlines) would be Oslo, haha. And so I booked the ticket.

Where I have flown to/from Amsterdam Schiphol Airport this year prior to yesterday. Notice the lack of red edges to the north of Amsterdam 😛 . Created with gcmap.com

I was flying with KLM from Amsterdam to Oslo and Paris to Amsterdam, and with Air France (operated by HOP! Regional) from Oslo to Paris. As usual, it was such a fun Saturday to me where I flew on three flights on a day. I just realized though that I have not done this since May 2017! Hahaha 😆 . Anyway, I was quite lucky to seat on a window seat in the left side of the plane on my flight to Oslo and the flight landed at runway 01L of Oslo-Gardermoen Airport. With this flight path, the plane had to fly above the city of Oslo and so I could snap a shot of it from above:

Oslo, not Solo!

At first, I didn’t think I would write anything in much more details about this trip. But after the trip, I changed my mind as I feel like the experience worth a stand-alone post! For instance, I was a little bit disappointed that the two KLM flights were operated using two Boeing 737-700s which I had flown before: PH-BGQ and PH-BGN. And so consequently, I couldn’t add new KLM registration to my flying log. Haha 😆 . Anyway, here are a few teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Kemarin, seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi loh! Berikut ini rutenya kali ini:

Rute akhir pekan ini. Peta dibuat dengan gcmap.com

Sekitar satu bulan yang lalu ketika aku iseng mengecek catatan penerbanganku tahun ini, aku perhatikan aku belum terbang ke suatu tujuan di arah timur lautnya Belanda sehingga petanya nampak “membosankan” gitu deh. Nah jadilah supaya membuat peta penerbanganku tahun ini lebih “berwarna”, aku memutuskan bahwa aku perlu nih pergi ke daerah ini di Eropa, huahaha 😆 *alasan macam apa ini*. Nah dari tiga kandidat tujuannya (Kopenhagen, Stockholm, dan Oslo), aku temukan pilihan terbaik (dari segi jadwal, harga tiket, dan maskapai) adalah Oslo, haha. Jadilah tiketnya aku beli.

Rute-rute yang sudah kuterbangi dari/ke Bandara Schiphol di Amsterdam tahun ini sampai dua hari yang lalu. Perhatikan ketiadaan garis merah di arah utara Amsterdam. Peta dibuat dengan gcmap.com

Aku terbang dengan KLM dari Amsterdam ke Oslo dan Paris ke Amsterdam, dan dengan Air France (penerbangannya dioperasikan oleh HOP! Regional sih) dari Oslo ke Paris. Seperti biasa, ini adalah hari Sabtu yang seru untukku dimana aku terbang tiga kali dalam satu hari. Dan aku baru sadar loh terahir kali aku melakukan ini adalah di bulan Mei 2017! Huahaha 😆 Anyway, aku beruntung duduk di kursi jendela di kiri pesawat di penerbangan ke Oslo dan penerbangannya mendarat di landasan pacu 01L Bandara Oslo-Gardermoen. Ini karena dengan rute ini, pesawatnya terbang di atas kota Oslo sehingga aku bisa memfotonya dari atas:

Oslo, bukan Solo!

Awalnya, kukira aku tidak akan menuliskan detail perjalanan ini lebih jauh. Tetapi setelah perjalanannya, aku harus mengubah pendapatku ini karena aku rasa pengalamannya berhak untuk dijadikan satu posting tersendiri! Misalnya saja, aku cukup sebal dong dua penerbangan KLMnya dioperasikan dengan dua Boeing 737-700 yang sudah pernah kunaiki sebelumnya: PH-BGQ dan PH-BGN. Kan flying log-ku jadi nggak bertambah dengan registrasi KLM baru tuh. Haha 😆 Anyway, di atas aku posting beberapa teasers dari perjalanannya.