EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2147 – Two Side Stories from My Geneva Trip

ENGLISH

Here are a couple of side stories from my weekend trip to Geneva at the end of June.

A medium rare steak and Instagram

Steak for dinner in Geneva.

The restaurant I went to for dinner only served one meal: steak; and as I mentioned, they cooked the steak really, really nicely! Anyway, so upon obviously being asked about how I would like the steak to be cooked, I said medium rare.

And here is the thing. This restaurant served this steak on a chafer with a mini fire lit underneath to keep the steak warm. And because of this, the sauce got a little bit “bubbly” and “smokey”, haha 😛 , like this:

Warm steak!

And I, as a true typical millennial (lol 😆 ), obviously took some photos first (and even some Boomerang video for an Instagram Story (and for the gif above), haha 🙈 ) before starting my dinner. I mean, this was super important, won’t you agree? 😛 The middle-aged waitress saw this and perhaps got a little bit confused. And so she told me, “Sir, if you don’t start eating your steak, it might turn well done!“. LOL!! 😆

Summer in Amsterdam

Anyway, last year I mentioned how crowded (with tourists) Amsterdam was in the summer. Obviously, this summer has been no different.

And on this trip, I especially felt the effect of this on another level. Obviously I took the train to get back to Amsterdam from Schiphol at the end of the trip. And the train I took was perhaps the most crowded train trip I had ever taken to/from Schiphol!! I mean, it was like this!!

Crowded airport train in the Summer

BAHASA INDONESIA

Berikut ini dua cerita sampingan dari perjalanan akhir pekanku ke Geneva di akhir bulan Juni yang lalu.

Steak medium rare dan Instagram

Steak untuk makan malam di Geneva.

Restoran tempatku makan malam hanya menyajikan satu jenis masakan saja: steak; dan seperti yang kubilang, mereka memasak satu jenis masakan ini dengan sangat amat enak! Anyway, jelas aku ditanya steak-nya ingin dimasak bagaimana, dan tentu aku minta medium rare.

Jadi begini ceritanya. Restoran ini menyajikan steak-nya di atas chafer gitu (Apa sih bahasa Indonesianya?) yang mana di bawahnya api kecil dinyalakan agar steak-nya tetap hangat. Dan karena api ini, bahkan sausnya pun sampai ada “buih” dan asap-asap-nya gitu, haha 😛 , kayak gini maksudnya:

Steak-nya hangat!

Dan jelas dong ya sebagai anak milenial sejati (haha 😆 ) aku foto-foto dulu (dan bahkan mengambil beberapa video Boomerang untuk InstaStory (dan gif di atas), haha 🙈) sebelum akhirnya mulai makan. Ini penting banget kan ya? 😛 . Pelayannya yang sudah setengah baya melihat ini dan mungkin sedikit bingung. Jadilah ia kemudian berkata “Pak, kalau nggak segera dimakan, nanti steak-nya bakal jadi well done loh!” Huahahaha 😆

Musim panas di Amsterdam

Anyway, tahun lalu aku sebutkan bagaimana ramainya Amsterdam (dengan turis) di musim panas. Jelas tahun ini juga begitu lah situasinya.

Dan di perjalanan ini, aku merasakan efek dari ini di level yang berbeda. Jelas dong aku naik kereta untuk kembali ke Amsterdam dari Schiphol di akhir dari perjalanan ini. Dan kereta yang aku naiki ini mungkin adalah perjalanan kereta dari bandara yang paling penuh dan ramai yang pernah kunaiki dari/ke Schiphol!! Maksudku, kayak gini nih:

Kereta bandara yang ramai banget di musim panas.
Advertisements
Life in Holland, Zilko's Life

#2146 – When A Heatwave Strikes

ENGLISH

Three weeks ago I have mentioned how this year’s Summer, up to that point, had been really warm. It turned out that, well, we hadn’t yet the “peak” of it because last week Europe was hit by heatwave apparently due to the jetstream that flowed a little bit more north than usual this year. As a result, at one point it was like this in Amsterdam:

Heatwave in summer 2018

Yep, 36°C real feel temperature!! I can tell you that, from my experience, this Summer has been not “normal”. Usually, throughout a Summer in the Netherlands, there would indeed be a few days here and there where it could be really warm; but it was never “consecutive” for a long period like this year. The heat was so “bad” (to me) that I was actually feeling happy when it was raining briefly on Saturday this weekend! Yep, this comes from someone whose least favorite weather ever is the rain!

If you think, “Well, the weather in Indonesia can also be as hot as this, right?”. The answer would be “Yes“, indeed. However, there is one fundamental difference between Indonesia and the Netherlands: the Indonesian climate means that this kind of weather is expected. Consequently, everything there is designed and sort-of optimized for this kind of weather: for instance, many buildings are equipped with air-conditioners. In Europe, nope, most buildings do NOT have air-conditioners (Thankfully my office does, though 😛 ).

Anyway, I am not quite sure if this was related or not, btw, but I had insomnia on a few nights last week too. I found this insomnia quite strange because I genuinely felt tired while going to bed yet I had difficulties in getting good night sleep. And then once over lunch some of my colleagues shared about their insomnia problems too, and they were sure it was related to the heat. And I was actually one of the luckier ones because my apartment building was new so those warm Summer nights were much more “bearable”, haha.

Btw, the trams in Amsterdam were certainly not designed for hot Summer days like these! The trams were basically like tubes of moving greenhouses which trapped heat inside; which intensified the “real feel temperature” if you were travelling with it during one of these days! I wish they were equipped with some air-conditioners.

I think the trams in Amsterdam were not designed for hot days.

To be honest, this Summer thus far makes the idea of installing an air-conditioner in my apartment very tempting! However on the other hand, it is commonly known that an air-conditioner also contributes to global warming. And, citing from the article I quoted above:

What we call an ‘extreme heatwave’ today we will simply call ‘summer’ in a matter of decades if we do not sharply reduce carbon emissions.” — Michael Mann, a US climate scientist.

So, do you see the dilemma I am facing now? What do you think I should do then? Hahaha…

BAHASA INDONESIA

Tiga minggu yang lalu aku ceritakan mengenai bagaimana musim panas tahun ini, sampai waktu itu, yang mana panas banget. Ternyata, waktu itu kami di Eropa masih belum mencapai “puncak” dari kepanasannya karena minggu lalu Eropa diterjang oleh gelombang panas yang ternyata disebabkan oleh posisi jetstream yang tahun ini mengalir lebih ke utara daripada biasanya. Sebagai akibatnya, di satu waktu cuacanya kayak gini dong di Amsterdam minggu lalu:

Gelombang panas di musim panas 2018

Yep, 36°C real feel temperature!! Bisa aku bilang bahwa dari pengalamanku, musim panas tahun ini sangat “tidak biasa”. Biasanya, di sepanjang musim panas di Belanda memang akan ada beberapa hari di sana-sini yang mana suhu udaranya bisa jadi panas; tapi nggak pernah deh “berturut-turut” di periode yang lama kayak tahun ini. Panasnya ini “parah” banget (bagiku) sampai-sampai aku merasa bahagia lho ketika hujan turun sebentar di hari Sabtu kemarin ini! Iya, pernyataan ini datang dari seseorang yang cuaca yang paling tidak disukainya adalah hujan!

Jika ada yang berpikir, “Lah, toh cuaca di Indonesia pun juga bisa sepanas ini kan?“. Jawabannya memang “Ya, betul“. Tapi, ada satu perbedaan mendasar dari Indonesia dan Belanda: iklim di Indonesia berarti memang cuaca seperti ini itu “makanan sehari-hari”. Sebagai akibatnya, semuanya ya sudah didisain dan dioptimasi untuk menghadapinya: misalnya saja, banyak bangunan yang dilengkapi dengan AC. Di Eropa sih, kebanyakan bangunan itu TANPA AC ya (Untungnya di kantorku ada ACnya sih, haha 😛 ).

Anyway, aku nggak yakin sih ini ada hubungannya atau tidak, btw. Minggu lalu selama beberapa malam aku juga sulit tidur. Aku merasa kesulitan-tidur ini agak aneh karena aku sebenarnya sudah merasa capek lho ketika beranjak tidur tapi kok susah ya mendapatkan tidur yang lelap. Dan ketika makan siang, beberapa kolegaku juga bercerita mereka mengalami kesulitan-tidur yang sama, dan mereka yakin kesulitan-tidur ini disebabkan oleh panasnya itu. Dan sebenarnya aku bisa dibilang beruntung karena gedung apartemenku adalah bangunan baru sehingga malam-malam musim panas yang panas banget itu masih bisa lebih “ditoleransi” lah, haha.

Btw, tram di Amsterdam juga jelas banget tidak didisain untuk hari-hari panas kayak gini deh! Tramnya berasa kayak tabung rumah kaca berjalan deh yang memerangkap panas di dalamnya; yang mana artinya suhu udara “real feel” juga semakin terintensifikasi jika kita menaikinya di hari-hari itu! Ah, aku berharap tram-nya akan dilengkapi dengan AC juga nih nantinya.

Aku duga tram di Amsterdam tidak didisain untuk hari-hari yang panas banget.

Sejujurnya, musim panas ini sejauh ini telah membuat ide untuk memasang AC di apartemenku menjadi nampak menggoda sekali! Namun di sisi lain, kan sudah diketahui secara luas ya bahwa yang namanya AC itu juga berkontribusi terhadap pemanasan global. Dan, kutipan dari artikel yang aku tautkan di atas nih:

What we call an ‘extreme heatwave’ today we will simply call ‘summer’ in a matter of decades if we do not sharply reduce carbon emissions.” — Michael Mann, ilmuwan klimatologi Amerika.

Nah, jadi dilema banget kan ini ceritanya? Menurut kalian, sebaiknya bagaimana ini? Hahaha…

General Life, Life in Holland, Zilko's Life

#2145 – A New Metro Line and A Catch Up

ENGLISH

A New Metro Line in Amsterdam

This last weekend, the long-awaited new Metro Line 52 in Amsterdam was, finally, open for service. I use the terms “long-awaited” and “finally” because this Metro line was, apparently, originally supposed to be opened seven years ago, i.e. 2011, haha 😛 . This new line is exciting mainly because it connects Amsterdam-Noord with the city centre of Amsterdam. Geographically, Amsterdam-Noord is separated from the rest of Amsterdam by the “IJ”, a large body of water in Amsterdam which used to be a bay.

The IJ (to the left is Amsterdam Centraal and to the right is Amsterdam-Noord)

Before the opening of this new Metro line, one would need to take a ferry service to cross the IJ between Amsterdam-Noord and the city centre; or to detour via some of the bridges connecting the two regions. So you could perhaps now imagine how exciting this new Metro line is for Amsterdammers! 😀

The IJ as seen from the Centraal Station; and that is the ferry boat I mentioned above.

Anyway, from Amsterdam-Noord the line runs through Amsterdam Centraal and extends all the way to the business area in Amsterdam Zuid (Zuid means “south”, btw, whereas noord means “north”). For now, actually this line does not really serve my daily commuting route so I guess I wouldn’t use this line that often, though, haha. But it is still nice to have a new line as it expands the options that I have as an Amsterdammer, right? 😉

And several brand new Metro stations were also constructed for this new line, including this Rokin station.

A Catch Up

A completely unrelated matter, on Wednesday I caught up with an old friend of mine, who used to be my officemate during my PhD years in Delft. She now works in Limburg (the southeastern most province of the Netherlands which borders Belgium and Germany) but once in awhile she has to work in her Amsterdam office too. And this time we decided to catch up after all these years!

A metro serving the new Noord/Zuidlijn (Line 52) in Amsterdam

Her office was in Amsterdam Zuid so we decided to meet there after work. I was actually the one proposing for us to meet there because this way I would have a legitimate reason to try out the new Metro line! Haha 😆 . I walked from my office to the nearest Metro station of this line, and took the metro to Amsterdam Zuid, which was just an ~10 minutes ride. It was convenient!

Anyway, we decided to have dinner at Oliver’s, a modern European-style restaurant in Amsterdam Zuid. I ordered a medium-rare steak (In case you haven’t noticed, I love steak!! 😋) . And the steak was great!! It was really nice, and more importantly, it was great to catch up with an old friend! 😀

A medium-rare steak at Olivier’s

BAHASA INDONESIA

Satu jalur Metro baru di Amsterdam

Akhir pekan yang kemarin ini (minggu lalu maksudnya), Jalur 52 Metro (kereta bawah tanah) di Amsterdam yang sudah lama ditunggu-tunggu, akhirnya, dibuka juga. Aku menggunakan istilah “yang sudah lama ditunggu-tunggu” dan “akhirnya” karena, ternyata, seharusnya jalur ini sudah dibuka semenjak tujuh tahun yang lalu, alias di tahun 2011, haha 😛 . Jalur baru yang satu ini exciting terutama karena jalurnya menghubungkan Amsterdam-Noord dengan pusat kota Amsterdam. Jadi ceritanya secara geografis, Amsterdam-Noord ini terpisahkan dari semua bagian kota Amsterdam lainnya oleh “IJ” (cara membacanya “Ay“), sebuah “badan air” besar di Amsterdam yang dulunya adalah pantai.

IJ (di sebelah kiri adalah Amsterdam Centraal dan di sebelah kanan adalah Amsterdam-Noord)

Sebelum pembukaan jalur Metro baru ini, kita harus menaiki kapal ferry untuk menyebrangi IJ antara Amsterdam-Noord dan pusat kota, atau harus memutar jauh melalui beberapa jembatan yang menghubungkan dua daerah ini. Jadi terbayang dong ya bagaimana exciting-nya jalur Metro baru ini bagi para Amsterdammers! 😀

IJ seperti yang terlihat dari Centraal Station; dan kapal itu adalah kapal ferry yang aku maksud di atas.

Anyway, dari Amsterdam-Noord, jalurnya melewati Amsterdam-Centraal dan kemudian terus menyambung ke Amsterdam Zuid (Zuid berarti selatan, btw, sementara noord berarti utara) yang merupakan area perkantoran dan bisnis. Untuk sekarang, sebenarnya aku tidak membutuhkan rute yang dilayani jalur terbaru ini sih sehari-harinya. Jadi sepertinya sebenarnya aku tidak akan terlalu sering menggunakan jalur ini, haha. Tapi tetap asyik lah ya sekarang ada jalur baru yang tentu menambah pilihan untuk berkeliling bagi warga dan pengunjung Amsterdam? 😉

Tentu saja beberapa stasiun kereta bawah tanah Metro juga dibangun untuk jalur baru ini, salah satunya adalah Stasiun Rokin ini.

Sebuah Catch Up

Mari beralih ke topik yang sama sekali berbeda. Di hari Rabu aku catch up dengan seorang teman lama, yang dulu merupakan rekan sekantorku di tahun-tahun PhD (S3)-ku di Delft. Sekarang ini ia bekerja di Limburg (provinsinya Belanda yang paling tenggara yang berbatasan dengan Belgia dan Jerman) tapi sesekali ia harus bekerja di kantor Amsterdamnya juga. Dan kali ini kami memutuskan untuk catch up karena sudah lama banget kami nggak bertemu!

Sebuah kereta bawah tanah yang melayani jalur Noord/Zuidlijn (Jalur 52) yang baru ini di Amsterdam

Kantornya temanku ini berlokasi di Amsterdam Zuid sehingga kami memutuskan untuk bertemu di sana saja sepulang kerja. Aku sih sebenarnya yang mengusulkan untuk bertemu di sana karena dengan begini kan aku jadi alasan yang kuat dong ya untuk akhirnya mencoba jalur terbaru dari Metro-nya! Huahaha 😆 . Sepulang kerja, dari kantor aku berjalan-kaki ke stasiun Metro yang terdekat dari jalur ini, dan kemudian menaiki kereta bawah tanah ke Amsterdam Zuid, yang mana hanya memakan waktu sekitar 10 menit-an saja. Memang nyaman banget deh!

Anyway, kami memutuskan untuk makan malam di Oliver’s, sebuah restoran Eropa bergaya modern, di Amsterdam Zuid. Aku memesan medium-rare steak (Aku memang anaknya suka steak!! 😋) . Dan steak-nya enak!! Asyik deh kemarin ini, dan terutama catch up dengan seorang teman lama itu selalu seru banget ya! 😀

Sebuah medium-rare steak di Olivier’s
Life in Holland, Zilko's Life

#2136 – This Summer Thus Far in Amsterdam

ENGLISH

From my experience, this Summer has been a rather unusual Summer in the Netherlands. “Unusual” as in it hasn’t rained that often, the temperature has, in many days, been in the warmer scale, and, most surprisingly, the weather has been sunny in many days too!! This trend has occurred since around May though which, after a long Winter, made me feel like we skipped Spring and jumped immediately from Winter to Summer! Lol 😆 .

And this was great news (and surprise) to many people. But not to me, haha 😆 . You know I generally prefer colder than warmer temperature. And warm temperature actually makes me feel a little bit uncomfortable! Okay, to be fair, it hasn’t been that “bad” in Amsterdam as thus far I can still “tolerate” it; as thankfully the humidity has not been as extreme as, say, in Indonesia, haha…

You know, but this made me glad for my decision to move to an apartment in a new building in Amsterdam last year. I mean, had I lived in one of those super cute and beautiful old buildings from the 18th or 19th century (like my previous apartment in Delft), this Summer would have felt like Hell (As I notice that those buildings tend to preserve heat, which obviously is a good thing in Winter, though)!! Lol 😆

So yeah, let’s just say that weather-wise, this Summer hasn’t been my favorite. And unfortunately for me, the next season will be the Fall, that is my least favorite season of the four, haha.

Summer in Amsterdam this year.

BAHASA INDONESIA

Dari pengalamanku, Musim Panas kali ini di Belanda agak tidak biasa dibandingkan biasanya. “Tidak biasa” dalam artian sejauh ini cuacanya jarang hujan, suhu udaranya, di banyak hari, tergolong panas, dan, yang paling mengejutkan, cukup banyak hari yang mana cuacanya cerah dong!! Tren ini sebenarnya sudah mulai nampak semenjak Mei yang lalu sih yang mana, setelah Musim Dingin yang panjang, membuatku merasa seperti kita kemarin meloncati Musim Semi dimana musim berganti dari Musim Dingin langsung ke Musim Panas! Haha 😆 .

Sebenarnya ini adalah berita (dan kejutan) yang baik bagi banyak orang. Tapi tidak untukku, haha 😆 . Tahu kan secara umum aku lebih suka suhu udara yang dingin daripada panas. Dan suhu udara panas itu bagiku terasa tidak nyaman! Oke, sejujurnya nih, sebenarnya suhu udara panas di Amsterdam ini masih bisa aku toleransi sih; karena untungnya kelembaban-udaranya tidak tinggi-tinggi amat kayak di, misalnya, Indonesia, haha…

Ini membuatku bersyukur akan keputusanku untuk pindah ke sebuah apartemen di bangunan yang baru di Amsterdam tahun lalu. Maksudku, andaikata aku tinggal di suatu bangunan yang imut dan indah tapi tua banget karena dibangun di abad ke-18 atau 19 itu (kayak apartemenku sebelumnya di Delft), Musim Panas kali ini bakal terasa seperti Neraka deh (Aku perhatikan bangunan-bangunan tua di sini cenderung didisain untuk memerangkap panas, yang mana jelas adalah suatu hal yang menguntungkan di Musim Dingin)!! Haha 😆 .

Jadi ya gitu deh, bisa dibilang dari segi cuaca, Musim Panas kali ini bukan favoritku dah. Dan, sialnya, untukku, musim yang selanjutnya kan Musim Gugur ya, yang mana merupakan musim yang paling tidak aku sukai, haha.

General Life, Zilko's Life

#2116 – June Already

ENGLISH

Oh wow, it is June already as of today which means we have passed the entire month of May! And so I would like to use this opportunity to look back into this month.

First of all, overall May this year was quite unique in the Netherlands in terms of the weather. The sun was shining on many of its days, many more than one would expect in this country, haha 😆 , and actually made it feel like the Summer already. And as a result, it actually forced me to buy some sunscreens last weekend too, haha 😆 . And I was really lucky because at the time there was a 50% discount on sunscreen products! Bless this great timing! 😀 Btw, of course I bought two products: one for my regular skin and one for my face, both were SPF 50+ 😛 .

The weather was generally great in Amsterdam this May, it felt like Summer!

On the other hand, I was also really busy at work in May. There were many more tasks to be performed and completed, of many different scales too, which could be quite challenging to handle. But thankfully, I think I handled the situation well and delivered good performance *tapping myself on my back 😛 *.

Though, the combination of all those could also be quite overwhelming for my mind and body, I think; as indicated by the existence of the drama which I had to encounter in the middle of the month; and the quite frequent tiredness feeling I had when it was almost a weekend time, haha 😆 . You know, the weather could play a role as well as, to be honest, I prefer cold to (very) warm weather! 😀

Anyway, so let’s see how June will turn up this time around 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Oh wow, tiba-tiba sekarang sudah bulan Juni aja ya yang mana artinya satu bulan Mei sudah terlewati! Dan jadilah aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk menengok balik bulan ini.

Pertama-tama, bulan Mei tahun ini berlangsung cukup unik di Belanda dalam hal cuaca. Matahari bersinar cerah di banyak hari, jauh lebih banyak daripada apa yang biasanya diharapkan di negeri ini, haha 😆 , dan sebenarnya membuat rasanya seperti sudah musim panas! Sebagai akibatnya, jadilah mau tidak mau akhir pekan kemarin aku membeli sunscreen, haha 😆 . Dan aku beruntung banget karena waktu itu sedang ada diskon 50% dong untuk produk sunscreen! Waktunya pas banget ya! 😀 . Btw, tentu saja aku membeli dua macam produk: satu untuk kulit biasa dan satu lagi untuk kulit wajah, dua-duanya yang SPF 50+ 😛 .

Cuaca di Amsterdam juga secara umum oke bulan Mei kemarin, rasanya kayak sudah musim panas saja!

Di sisi lain, bulan Mei kemarin aku sibuk banget di kantor. Ada banyak banget kerjaan yang harus diselesaikan, yang mana datang dengan ukuran/skala yang berbeda-beda, sehingga lumayan menantang untuk dihadapi. Tapi untungnya, rasanya aku menghadapi situasi ini dan berhasil mengerjakannya dengan baik *memuji diri sendiri, haha 😛 *.

Walaupun kombinasi dari semua itu adalah tubuh dan pikiranku yang sepertinya cukup overwhelmed karenanya; yang diindikasikan dengan kemunculan drama yang harus aku hadapi di pertengahan bulan; dan seringnya aku merasa capek ketika sudah hampir akhir pekan, haha 😆 . Ya tahu kan, cuaca yang kusebutkan di atas juga berpengaruh karena kan, sejujurnya, aku lebih suka cuaca dingin daripada cuaca panas (banget)! 😀

Anyway, kita lihat saja deh bulan Juni ini bagaimana 🙂 .

Contemplation, General Life, Thoughts, Zilko's Life

#2108 – Early Week Drama

ENGLISH

So my week started with a “drama”, haha.

This broken old blender started it all…

It started with my blender breaking down on Monday morning when I was making a smoothie bowl for breakfast. And so I went to an electronic store after work that day to buy a new one (the old blender’s warranty period had passed); as I love having a smoothie bowl for breakfast nowadays 😀 .

I decided to buy a good blender, which was made from stainless steel, meaning it was quite heavy. The electronic store was located near a tram stop which I, usually, could access via one of the two pedestrian bridges nearby. However, it just happened that both bridges were closed today for some construction work! And so I had to walk a little bit further away, while carrying the quite heavy blender, to another tram stop which required no access via those bridges. On top of that, the weather was “great” that afternoon in Amsterdam when the sun was shining at it was really warm at around 25°C!

The weather in Amsterdam was nice though…

When I almost reached the other tram stop, I just realized that I had lost my ov-chipkaart (the Dutch public transportation card)! I knew I must have just lost it, because I used the card to take the Metro from my office to the electronic store. Initially I put the card in one of my jacket’s pocket. But because of the sun and warm weather, I decided to take off my jacket and put the card in my jeans’ pocket. This turned out to be a terrible idea, because at some point the card must have fallen off somewhere (possibly when I was taking my iPhone out for some Instagram Story posts (Hey, the weather was “great”, don’t judge! 😛 ), as I put both in the same pocket). I tried to trace the card back, while -I must mention this again- carrying my new heavy blender, but had no luck.

Oh well…

To get back home, I had no other option than buying a standard one-way tourist ticket for €3. And of course I already knew what my next course of actions would be. Once home, I would access my personal profile online, block the card, and ask for a replacement (which would cost €11). The remaining credit in the lost card would be transferred back to my bank account automatically.

Except that … somehow I couldn’t see my card that I just lost linked to my account! And then I remembered that this card was, indeed, new which I just got this February. Since then, I hadn’t bothered to manually couple the card to my account because I assumed it would happen automatically (which I think was a fair assumption given that my NS and GVB abonnement (subscription/deal) were automatically transferred to this new card).

Of course I could add a new card into my account. I could dig into my email to find the card number (which obviously I didn’t remember by heart). The problem was, I also needed the expiry date of the card, which could only be found on the card itself! Darn!! I always think I am a good problem solver, but at this point I felt like I was facing a dead end.

But then I thought that while I didn’t exactly remember the expiry date, I could make an educated guess by inferring from the date I received the confirmation email of this “new” card earlier this year and the “usual” validity period of a card (5 years). As I had nothing to lose, I decided to enter my guess, and I got it correct in the first trial! Yay!

Once the card was coupled, I immediately blocked it and asked for a replacement (and paid the €11 fee), haha.

So I guess the moral of the story is: never forget to couple a personal ov-chipkaart into your account! Lol 😆 . And also, to never panic while facing an immediate problem! A calm mind is more likely to think of a creative solution! 😀

My new blender

BAHASA INDONESIA

Jadi ceritanya mingguku ini dimulai dengan sebuah “drama”, haha.

Blender lamaku yang rusak ini memulai semuanya…

Semuanya dimulai dengan blender-ku yang tiba-tiba rusak di hari Senin pagi ketika aku sedang membuat smoothie bowl untuk sarapan. Dan jadilah sorenya sepulang kerja aku mampir di sebuah toko elektronik untuk membeli yang baru (masa garansi blender lamaku sudah lewat); soalnya sekarang ini aku suka makan smoothie bowl untuk sarapan 😀 .

Jelas dong aku memutuskan membeli blender yang bagus, yaitu yang dibuat dari stainless steel, yang mana berarti blendernya lumayan berat. Toko elektroniknya berlokasi di dekat sebuah halte tram yang mana, biasanya, bisa diakses melalui satu dari dua jembatan pejalan-kaki di dekat situ. Namun, kebetulan hari ini kedua jembatannya ditutup karena pekerjaan konstruksi! Jadilah aku harus berjalan lebih jauh, sembari membawa blender yang lumayan berat itu, ke halte tram lain yang bisa diakses tanpa harus menyeberangi dua jembatan itu. Di samping itu semua, cuaca sore itu lagi “bagus” di Amsterdam dimana matahari bersinar cerah dan panas dengan suhu sekitar 25°C!

Cuaca di Amsterdam lagi oke sih…

Ketika aku nyaris tiba di halte tramnya, aku baru sadar bahwa ov-chipkaart-ku (kartu transportasi umum di Belanda) hilang dong! Aku yakin banget aku baru saja kehilangannya, karena kartunya kugunakan untuk naik Metro dari kantorku ke toko elektroniknya. Awalnya, kartunya kusimpan di kantong jaket. Tapi karena matahari yang bersinar cerah dan suhu yang panas itu, aku memutuskan untuk melepas jaketku dan kartunya kupindahkan ke kantong celana. Ini ternyata adalah ide yang buruk karena suatu waktu pasti kartunya terjatuh entah dimana (kemungkinan sih ketika aku mengambil iPhone-ku untuk membuat posting InstaStory (Hey, cuacanya kan lagi “kece” ya, hahaha! 😛 ), karena aku menyimpan keduanya di kantong yang sama). Aku mencoba meniti ulang langkahku untuk mencari kartunya, sembari -harus kutekankan lagi nih- membawa blender yang berat, tetapi keberuntungan tidak berpihak padaku.

Ya sudah…

Untuk pulang ke rumah, aku tidak memiliki pilihan lain selain membeli tiket satu arah standar untuk turis seharga €3. Dan tentu saja aku sudah tahu langkah-langkahku selanjutnya. Begitu sampai di rumah, aku akan mengakses profil personalku di internet, memblok kartunya, dan mengajukan permohonan kartu pengganti (yang biayanya €11). Sisa kredit di kartuku yang hilang otomatis akan ditransfer kembali ke rekening bank-ku.

Kecuali … entah mengapa aku tidak melihat kartuku yang baru saja hilang ini di akunku! Dan jadilah aku ingat bahwa kartu ini adalah kartu baru yang baru aku dapatkan Februari kemarin. Semenjak waktu itu, aku memang belum memasangkan kartu baru ini secara manual ke akun online-ku karena aku berasumsi pemasangan ini otomatis (yang mana menurutku adalah asumsi yang wajar mengingat abonemen NS dan GVBku kan otomatis ditransfer ke kartu baru ya).

Tentu saja aku bisa menambahkan kartuku ini ke akunku ini. Dari salah satu email, aku bisa mendapatkan nomor kartuku (yang mana jelas lah nggak aku hafal di luar kepala). Masalahnya, untuk menambahkan kartu ini aku juga memerlukan tanggal masa habis berlaku kartu, yang hanya ada di kartunya! Sial!! Aku percaya bahwa aku adalah problem solver yang baik, tapi di waktu ini aku sempat merasa menghadapi jalan buntu.

Tapi kemudian aku berpikir bahwa biarpun aku tidak ingat tanggal masa habis berlaku kartunya, kan aku bisa membuat tebakan yang cerdas ya dengan menggunakan informasi tanggal dari hari dimana aku menerima email konfirmasi kartu “baru” ini di awal tahun ini dan panjang normal periode masa berlaku kartunya (5 tahun). Karena toh nothing to lose, aku memutuskan untuk mencoba menggunakan tanggal tebakanku ini, dan ternyata aku langsung benar di tebakan pertama dong! Hore!

Setelah kartunya berada di akunku, langsung deh aku membloknya dan meminta kartu pengganti (dan membayar biaya €11), haha.

Jadi pesan dari cerita ini adalah: jangan pernah lupa memasukkan kartu ov-chipkaart baru ke akun kalian! Huahaha 😆 . Dan juga, jangan pernah panik ketika menghadapi masalah! Pikiran yang kalem lebih mungkin untuk menghasilkan solusi yang kreatif! 😀

Blender baruku
General Life, Life in Holland, Zilko's Life

#2093 – One Year in Amsterdam

ENGLISH

Having been a home owner for one year also means that I have lived in Amsterdam for (about) a year now!! How time flies! This month last year I was busy (and almost went crazy, lol) with moving from Delft to Amsterdam on top of making my Amsterdam apartment “habitable”, lol 😆 .

But it was all worth the effort! It has been a great year in Amsterdam to me; especially that I do not have to face three hours of commuting every day anymore. Though, as humanly as I have been, there were times in the past one year where I felt a bit annoyed during my (short, 30 minutes one-way) commute to my office (I wish it was much shorter). But everytime I had this feeling, I just reminded myself of the commuting life I had to endure for about half a year before moving here!

I don’t miss commuting during rush hour at all.

Despite having been in this amazing city for a year, to be honest I feel like I haven’t really “maximized” my Amsterdam experience. You know, in the past year I went on a lot of trips, mostly in weekends 🙈. The result of this was less time and opportunity for me to actually explore Amsterdam. The problem is that I have argued that since I live in Amsterdam, technically I can enjoy the city at any time anyway. But this argument has actually been counterproductive because it pushes Amsterdam way down in my priority list instead, lol 😆 .

Though, I guess this is a common problem. During my 6.5 years of life in Delft, I actually never went to the super famous Vermeer Museum; and I only climbed the Nieuwe Kerk tower once and it was only because a good friend of mine was visiting, lol 😆 .

Delft’s Nieuwe Kerk

Ah, speaking of Delft, I actually have not been back there since this month a year ago when I finalized my move to Amsterdam, haha. I don’t know, thus far I haven’t had a reason to visit the beautiful town (Well, actually there was. In the summer last year I was invited to a barbeque by a friend in Delft on a Saturday. The problem was at the time I was travelling to London to watch Venus Williams at Wimbledon). But it appears that I will have one later on this year. We will see…

Anyway, yeah, it has been a great year in Amsterdam! 🙂 Cheers to many more of it!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu

BAHASA INDONESIA

Telah menjadi pemilik rumah selama setahun juga berarti aku sudah tinggal di Amsterdam selama sekitar setahunan sekarang!! Waktu benar-benar cepat berlalu! Bulan ini tahun lalu aku sibuk (stress banget dah, haha ) dengan pindahan dari Delft ke Amsterdam, dan ini pun di samping kesibukan membuat apartemenku di Amsterdam “bisa dihuni”, haha 😆 .

Tapi itu semua worth it banget kok! Satu tahun di Amsterdam ini adalah satu tahun yang baik untukku; apalagi aku tidak harus lagi nglaju selama tiga jam setiap hari kan. Walaupun yang namanya manusia ya, ada lho beberapa kali dalam setahun belakangan dimana aku agak sebal dengan nglaju-ku (yang singkat, cuma 30an menit saja sekali jalan) ke kantor (Maksudnya aku berharap lebih singkat lagi gitu). Tapi setiap kali aku merasa demikian, aku selalu mengingatkan diriku akan kehidupan nglaju-ku yang harus aku jalani selama setengah tahun sebelum pindah ke kota ini!

Aku sama sekali nggak kangen dengan yang namanya nglaju di waktu rush hour dah.

Walaupun sudah tinggal di kota keren ini selama setahun, sejujurnya aku merasa aku belum terlalu “memaksimalkan” pengalaman Amsterdamku. Tahu kan setahun belakangan ini aku juga sering banget pergi jalan-jalan, terutama di akhir pekan 🙈. Akibat dari ini adalah waktu dan kesempatan untuk menjelajahi Amsterdam yang otomatis berkurang. Masalahnya adalah karena aku tinggal di Amsterdam, aku berargumen bahwa kan aku bisa menikmati kotanya kapan aja. Tapi argumen ini justru kontraproduktif karena malah membuat prioritas Amsterdam menjadi turun, hahaha 😆 .

Ah tapi ini masalah umum sih sebenarnya. Selama tinggal 6,5 tahun di Delft, tidak pernah sekali pun lho aku mengunjungi Museum Vermeer yang terkenal itu; dan hanya satu kali saja aku memanjat menaikit menaranya Nieuwe Kerk, itu pun karena pas waktu itu temanku sedang mengunjungiku, hahaha 😆 .

Nieuwe Kerk-nya Delft

Ah, ngomongin Delft nih, sebenarnya aku belum lagi mengunjunginya nih semenjak aku pindah ke Amsterdam bulan ini tahun lalu, haha. Ya habis gimana, sejauh ini aku belum ada alasan untuk mengunjungi kota yang cantik ini (Sebenarnya ada sih. Di musim panas tahun lalu aku diundang barbeque-an di Delft oleh temanku di suatu hari Sabtu. Masalahnya waktu itu aku sedang pergi ke London untuk menonton Venus Williams di Wimbledon). Tetapi sepertinya tidak lama lagi akan ada alasannya sih, haha. Kita lihat saja…

Anyway, ya intinya mah setahun terakhir di Amsterdam ini adalah setahun yang baik! 🙂 Jadi, tos untuk tahun-tahun selanjutnya yang lebih baik lagi!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu