#2093 – One Year in Amsterdam

ENGLISH

Having been a home owner for one year also means that I have lived in Amsterdam for (about) a year now!! How time flies! This month last year I was busy (and almost went crazy, lol) with moving from Delft to Amsterdam on top of making my Amsterdam apartment “habitable”, lol 😆 .

But it was all worth the effort! It has been a great year in Amsterdam to me; especially that I do not have to face three hours of commuting every day anymore. Though, as humanly as I have been, there were times in the past one year where I felt a bit annoyed during my (short, 30 minutes one-way) commute to my office (I wish it was much shorter). But everytime I had this feeling, I just reminded myself of the commuting life I had to endure for about half a year before moving here!

I don’t miss commuting during rush hour at all.

Despite having been in this amazing city for a year, to be honest I feel like I haven’t really “maximized” my Amsterdam experience. You know, in the past year I went on a lot of trips, mostly in weekends 🙈. The result of this was less time and opportunity for me to actually explore Amsterdam. The problem is that I have argued that since I live in Amsterdam, technically I can enjoy the city at any time anyway. But this argument has actually been counterproductive because it pushes Amsterdam way down in my priority list instead, lol 😆 .

Though, I guess this is a common problem. During my 6.5 years of life in Delft, I actually never went to the super famous Vermeer Museum; and I only climbed the Nieuwe Kerk tower once and it was only because a good friend of mine was visiting, lol 😆 .

Delft’s Nieuwe Kerk

Ah, speaking of Delft, I actually have not been back there since this month a year ago when I finalized my move to Amsterdam, haha. I don’t know, thus far I haven’t had a reason to visit the beautiful town (Well, actually there was. In the summer last year I was invited to a barbeque by a friend in Delft on a Saturday. The problem was at the time I was travelling to London to watch Venus Williams at Wimbledon). But it appears that I will have one later on this year. We will see…

Anyway, yeah, it has been a great year in Amsterdam! 🙂 Cheers to many more of it!

BAHASA INDONESIA

Telah menjadi pemilik rumah selama setahun juga berarti aku sudah tinggal di Amsterdam selama sekitar setahunan sekarang!! Waktu benar-benar cepat berlalu! Bulan ini tahun lalu aku sibuk (stress banget dah, haha ) dengan pindahan dari Delft ke Amsterdam, dan ini pun di samping kesibukan membuat apartemenku di Amsterdam “bisa dihuni”, haha 😆 .

Tapi itu semua worth it banget kok! Satu tahun di Amsterdam ini adalah satu tahun yang baik untukku; apalagi aku tidak harus lagi nglaju selama tiga jam setiap hari kan. Walaupun yang namanya manusia ya, ada lho beberapa kali dalam setahun belakangan dimana aku agak sebal dengan nglaju-ku (yang singkat, cuma 30an menit saja sekali jalan) ke kantor (Maksudnya aku berharap lebih singkat lagi gitu). Tapi setiap kali aku merasa demikian, aku selalu mengingatkan diriku akan kehidupan nglaju-ku yang harus aku jalani selama setengah tahun sebelum pindah ke kota ini!

Aku sama sekali nggak kangen dengan yang namanya nglaju di waktu rush hour dah.

Walaupun sudah tinggal di kota keren ini selama setahun, sejujurnya aku merasa aku belum terlalu “memaksimalkan” pengalaman Amsterdamku. Tahu kan setahun belakangan ini aku juga sering banget pergi jalan-jalan, terutama di akhir pekan 🙈. Akibat dari ini adalah waktu dan kesempatan untuk menjelajahi Amsterdam yang otomatis berkurang. Masalahnya adalah karena aku tinggal di Amsterdam, aku berargumen bahwa kan aku bisa menikmati kotanya kapan aja. Tapi argumen ini justru kontraproduktif karena malah membuat prioritas Amsterdam menjadi turun, hahaha 😆 .

Ah tapi ini masalah umum sih sebenarnya. Selama tinggal 6,5 tahun di Delft, tidak pernah sekali pun lho aku mengunjungi Museum Vermeer yang terkenal itu; dan hanya satu kali saja aku memanjat menaikit menaranya Nieuwe Kerk, itu pun karena pas waktu itu temanku sedang mengunjungiku, hahaha 😆 .

Nieuwe Kerk-nya Delft

Ah, ngomongin Delft nih, sebenarnya aku belum lagi mengunjunginya nih semenjak aku pindah ke Amsterdam bulan ini tahun lalu, haha. Ya habis gimana, sejauh ini aku belum ada alasan untuk mengunjungi kota yang cantik ini (Sebenarnya ada sih. Di musim panas tahun lalu aku diundang barbeque-an di Delft oleh temanku di suatu hari Sabtu. Masalahnya waktu itu aku sedang pergi ke London untuk menonton Venus Williams di Wimbledon). Tetapi sepertinya tidak lama lagi akan ada alasannya sih, haha. Kita lihat saja…

Anyway, ya intinya mah setahun terakhir di Amsterdam ini adalah setahun yang baik! 🙂 Jadi, tos untuk tahun-tahun selanjutnya yang lebih baik lagi!

Advertisements

#2092 – Bubbly Water in Winter

ENGLISH

There was something “strange” with my apartment’s tap water this winter. Often when I took it out, it was very “bubbly” (or “cloudy”). The “bubbles” then quickly rose to the top and the water became clear afterwards. I took three sequential photo of it to illustrate as follows, where it went from 1 to 2 to 3 within around half a minute:

Bubbly water in winter

At first, I was quite concerned about it because I consumed the water (Tap water in Amsterdam is drinkable and is actually of high quality. On a side note, once I went to a dentist in Indonesia and he said my teeth were in great shape, which apparently was quite surprising for people my age (lol), and he hypothesized it might be due to the mineral content of the tap water in the Netherlands). Anyway, so I would argue that my concern was valid.

But then somehow I was too lazy to google it, partly because this was more problematic with the tap water from my kitchen but not so much from my bathroom (though sometimes it was too). This was until one afternoon during lunch at my office. I asked my colleague if he had the same experience at his place.

One cool thing about my work is that there are so many people with PhD degrees from many different disciplines. Though, in particular, many of them have physics-related background; and so does this colleague of mine. He told me that the “bubbles” was just oxygen; and it was formed because of the difference in pressure and temperature between (inside) the water piping outside (where it was cold because of winter) and my apartment. So it was completely harmless, actually. After hearing this explanation, I googled it and indeed this seemed to be the case (See what a good scientist I am? I need proof!), haha 😆 .

***

This never happened to me before, though. This was my first winter in Amsterdam and I spent my previous seven in Delft. I never encountered this “phenomenon” in Delft, btw; so I am actually quite surprised that somehow I only had this experience just now.

But anyway, now we know!!

BAHASA INDONESIA

Ada yang “aneh” dengan air keran di apartemenku musim dingin kemarin ini. Sering ketika airnya kuambil, airnya nampak “berbuih”. “Buih”-nya kemudian dengan cepat naik sendiri ke permukaan dan setelahnya airnya menjadi jernih seperti seharusnya. Aku mengambil tiga foto berurutan untuk menggambarkannya seperti di bawah ini, dimana prosesnya dari 1 ke 2 ke 3 memakan waktu kira-kira setengah menit:

Air berbuih di musim dingin

Awalnya, jelas dong ya aku sedikit khawatir dengan hal ini karena airnya kan aku konsumsi (Air keran di Amsterdam itu bisa diminum loh dan malah berkualitas amat baik. Catatan sampingan nih, pernah suatu kali ketika mampir check up di sebuah klinik dokter gigi di Indonesia, dokter giginya berkata bahwa kondisi gigiku baik sekali, yang mana ternyata tidak lazim untuk orang seumurku (haha), dan ia menduga ini disebabkan oleh kandungan mineral di dalam air keran di Belanda). Anyway, aku rasa kekhawatiranku ini beralasan lah ya.

Tetapi kemudian entah mengapa aku malas meng-google-nya, karena fenomena ini lebih sering muncul dari air keran di dapur saja dan (lebih) jarang dari air keran di kamar mandi (kadang-kadang iya juga sih). Sampai suatu hari ketika makan siang di kantor. Aku bertanya ke seorang kolegaku apakah ia mengalami pengalaman serupa di rumahnya.

Asyiknya kantorku adalah banyak orang yang berlatar-belakang pendidikan S3 (PhD) dari bidang yang bermacam-macam. Dan cukup banyak yang bidangnya adalah cabang dari fisika, termasuk kolegaku ini. Ia menjelaskan bahwa “buih”-nya itu sebenarnya adalah oksigen, dan “buih”-nya terbentuk karena perbedaan yang kontras dalam hal tekanan dan temperatur di dalam pipa di luar (yang mana suhunya dingin ya, kan musim dingin) dan di dalam apartemenku. Jadi sebenarnya buih ini sama sekali tidak bermasalah, apalagi berbahaya. Setelah mendengar penjelasan ini, baru dong aku google dan memang sepertinya memang demikian adanya (Hahaha, ilmuwan yang baik kan aku? Aku butuh bukti!), haha 😆 .

***

Ini belum pernah terjadi padaku sebelumnya lho. Ini adalah musim dingin pertamaku di Amsterdam sih dimana yang tujuh sebelumnya aku lewatkan di Delft. Di Delft aku tidak pernah mendapatkan “fenomena” ini, btw; sehingga sebenarnya aku cukup kaget juga mengapa aku baru mendapatkan pengalaman ini sekarang.

Ah, tapi yang penting sekarang kan jadi tahu ya!!

#2090 – One Year An Apartment Owner

ENGLISH

April 2018, this means that I have been a home owner for a year now! How does this feel?

Well, to be honest, it still feels kind of the same as before, haha 😆 . I still have to spend some amount of euro each month to “pay” for my accommodation. So that post still exists in my monthly expense. The difference, though, before I paid rent whereas in the past year I have been paying my mortgage 😀 . There are, though, a few extra expenses which I have to spend as a home owner too, ranging from the apartment’s monthly maintenance cost and all the different taxes related to it, haha 😛 .

Of course the benefit of renting a place is the (almost) no strings attached commitment to it. If you don’t like it, you can easily leave. Especially in the Netherlands, a renter is very well protected by law so as a renter you have a lot of rights. On top of that, any maintenance cost related to the place you rent is normally the responsibility of the owner. I experienced this myself in the past year, where I had some non-negligible expenses related to the maintenance of my apartment; which I obviously had to cover myself.

Having said that, I actually enjoy the feeling of “owning” the place I live in. Somehow I value “owning” more than all those flexibilities as a renter here. I don’t know, perhaps this way I feel like I have more of a “surety” which, admittedly, provides more security feeling.

Yeah anyway, cheers to my apartment’s anniversary!

BAHASA INDONESIA

April 2018, artinya aku sudah menjadi pemilik rumah selama satu tahun sekarang! Bagaimanakah rasanya?

Hmm, sejujurnya rasanya masih sama aja kayak sebelumnya sih, haha 😆 . Setiap bulan aku masih harus menyisihkan sekian euro untuk “membayar” akomodasiku. Jadi pos ini masih tetap ada di pengeluaran bulananku. Bedanya, sebelumnya aku membayar sewa sementara setahun terakhir ini aku membayar hipotek, haha 😀 . Ada juga beberapa pengeluaran ekstra yang harus aku bayar sebagai pemilik rumah, mulai dari biaya bulanan maintenance apartemen hingga segala jenis pajak yang berkaitan dengannya, haha 😛 .

Tentu saja keuntungan dari menyewa tempat adalah sifat komitmen (nyaris) no strings attached. Kalau nggak suka ya tinggal pindah. Apalagi di Belanda, penyewa rumah itu amat dilindungi oleh hukum loh dimana penyewa memiliki banyak sekali hak. Di atas itu semua, biaya maintenance dari tempat yang disewa adalah tanggung-jawab pemilik. Ini aku alami sendiri setahun belakangan ini, dimana aku ada beberapa pengeluaran yang lumayan berkaitan dengan urusan maintenance apartemen ini; yang mana jelas harus aku tanggung sendiri.

Walaupun begitu, aku menikmati perasaan “memiliki” tempat tinggalku ini. Entah mengapa aku memberikan nilai lebih pada perasaan “memiliki” ini daripada fleksibilitas yang bisa didapatkan sebagai penyewa. Nggak tahu ya, mungkin ini membuatku merasa memiliki “pegangan” gitu yang memberikan perasaan “aman”.

Ya anyway, tos untuk satu tahun apartemenku!

#2072 – The Beast from the East

ENGLISH

I have mentioned it a little bit last week that it was extremely cold in Europe. This was caused by what was dubbed as the “Beast from the East”, or locally known as the “Siberian Bear” in the Netherlands, where cold air from Western Russia was “pushed” towards Europe. And by cold, it was really cold. Here is how it was in Amsterdam at some point (at 7 PM-ish) last week:

The Beast from the East

Yep, while the measured temperature was –8°C, the real feel (basically how our skin/body would perceive the temperature, which could be very different from the measured temperature because of other factors, such as cloud coverage, wind, humidity, etc) was –20°C!! 😱😱😱 You know, this winter was my eighth winter, and actually I think this was the coldest I have ever experienced in the Netherlands!

Coincidentally, last week was a school vacation week (de krokusvakantie) so my outdoor tennis lesson was also taking a break! It could be a very “interesting” challenge to play outdoor tennis under such weather; which I have no problem of missing it, haha 😛 . Speaking of an outdoor activity, the following was popular in the Netherlands last week:

Yep, it was so cold that some canals in Amsterdam literally froze! And so many people ice skated there. Even some of my colleagues said they would skate to go to work (Though I am not sure if this actually materialized or not, haha).

I also feel quite lucky to not have arranged any travelling plan (which would surely have involved some flights 😛 ) during the weekend. With this weather, there was a higher chance for an operational delay, of course, or even cancellation. So I am glad I did not have to worry about this at all!

On the more positive side, it was also snowing last week in the Netherlands. And after eight winters, I still find snow really beautiful!! (Even though I have also learned about and experienced first hand many troubles snow could cause, like this experience not too long ago.)

Snowy Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu sudah sedikit kusebutkan bahwa Eropa dilanda suhu udara yang dinginnya ekstrim. Ini disebabkan oleh apa yang disebut “Beast from the East“, atau disebut “Siberian Bear” di Belanda, dimana udara dingin dari Rusia Barat “terdorong” ke Eropa. Dan dengan dingin, maksudnya beneran dingin banget loh. Berikut ini bagaimana kondisi di Amsterdam di satu waktu (sekitar jam 7 malam) minggu lalu:

Beast from the East

Yep, walaupun suhu yang terukur di termometer adalah –8°C, real feel-nya (pada dasarnya persepsi kulit/badan kita akan suhunya, yang mana bisa jadi berbeda dari suhu yang terukur karena adanya faktor-faktor lain kan ya, misalnya keberadaan awan, angin, kelembaban udara, dll) adalah –20°C doong!! 😱😱😱 Tahu kan musim dingin ini adalah musim dingin kedelapanku, dan rasanya minggu lalu ini adalah yang terdingin yang pernah aku alami di Belanda lho!

Kebetulan, minggu lalu adalah minggu libur sekolah (de krokusvakantie) sehingga les tenis outdoor-ku juga memang sudah dijadwalkan ikutan libur! Sepertinya bakal menjadi tantangan yang “menarik” ya untuk bermain tenis outdoor ketika cuacanya sedang kayak gitu; yang mana sebenarnya aku lega juga tidak harus aku lakukan sih, haha 😛 . Ngomongin kegiatan outdoor, aktivitas ini populer loh di Belanda minggu lalu:

Iya, saking dinginnya, ada beberapa kanal di Amsterdam yang membeku! Jadilah banyak yang main ice skating di sana. Bahkan beberapa kolegaku ada yang cerita mereka mau berangkat ke kantor dengan cara ice skating (Nggak tahu sih akhirnya beneran atau engga, haha).

Aku juga merasa beruntung untuk tidak memiliki rencana jalan-jalan di akhir pekan (yang mana jika ada pasti sudah akan melibatkan beberapa penerbangan 😛 ). Dengan cuaca kayak begini, jelas ada peluang yang cukup besar untuk delay, bahkan mungkin pembatalan penerbangan. Jadilah aku merasa lega aku tidak harus khawatir dengan hal ini sama sekali!

Di sisi yang lebih positif, minggu lalu bersalju loh di Belanda. Setelah delapan musim dingin, aku masih suka dengan yang namanya salju!! (Walaupun aku juga sudah belajar dan mengalami sendiri masalah besar yang bisa disebabkan oleh yang namanya salju sih, seperti misalnya pengalaman ini belum lama yang lalu.)

Amsterdam bersalju

#2070 – A Couple of Stories This Week

ENGLISH

A Team Dinner

Earlier this week, my team organized a team dinner at a restaurant in Amsterdam Centrum after the previous one in October, haha. I, of course, RSVP-ed, haha. Upon learning of the venue, I went to the restaurant’s website to check what menu they had so that I would come to the restaurant with some expectation on what to order.

But it turned out that for this dinner, we had the package where everything had been taken care of. We just needed to come to the restaurant, sat down, and enjoyed the evening without having to deal with the hassle of ordering a menu, lol 😆 (Well, if you had a dietary requirement, you could inform the restaurant before hand 😀 ). The only thing we needed to order was the drinks, haha. Actually, this was nice!

The dinner started with side dishes consisting of garlic breads, chicken wings, and super yummy cheesy nachos. And then, when the main course was served, I got this:

Yeah, and I was like “WTF“. I mean, just look at the quantity! Lol 😆 . Thankfully, I was not meant to finish all of those by myself (it wouldn’t have been possible in the first place anyway), but still, it was so much food!! I finished the spare ribs and had one burger and I was super full afterwards. It even went over to the following day where in the morning I woke up still feeling full from the dinner! Lol 😆 .

A catch up … in the office!

Anyway, yesterday my office organized an open house, sort of say, for PhD candidates and post-docs. And guess what, apparently my colleague from my PhD project actually joined the event! So of course we decided to make use of the networking session after the event (while free drinks and snacks were provided, lol 😆 ) to catch up! It felt a little bit funny though that we used to work together and now we met in a totally different setting! Hahaha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Makan malam satu tim

Awal minggu ini, timku di kantor mengadakan acara makan malam di sebuah restoran di Amsterdam Centrum setelah yang lalu di bulan Oktober, haha. Aku, tentu saja, ikutan dong ya, haha. Ketika tahu tempatnya, aku mengecek website restorannya untuk melihat menu yang mereka sediakan sehingga aku tahu apa yang ingin aku pesan di acaranya.

Tetapi ternyata untuk acara makan malam ini, kami memesan acara “paket” dimana semuanya sudah disusun. Jadi kami hanya perlu datang ke restorannya, duduk, dan menikmati acaranya tanpa harus repot-repot berpikir mau memesan menu apa, haha 😆 (Kalau ada kebutuhan makanan khusus, kami bisa memberi-tahu restorannya sebelumnya). Satu-satunya hal yang harus kami pesan adalah minuman, haha. Ternyata, acara model begini asyik juga ya!

Makan malamnya dimulai dengan beberapa side dish yang terdiri atas garlic breads, sayap ayam, dan cheesy nachos yang mana rasanya enak banget dah. Dan kemudian, untuk makanan utamanya, aku mendapatkan ini:

Iya dong ya, reaksiku adalah “WTF“. Maksudku, lihat deh kuantitasnya! Huahaha 😆 . Untungnya, porsi ini memang bukan buat aku aja sih (toh nggak mungkin juga aku bisa menghabiskannya), tetapi tetap aja, makanannya banyak banget!! Aku menghabiskan spare ribs-nya dan makan satu burger dan setelahnya aku merasa kekenyangan banget. Rasa kenyangnya bahkan berlanjut ke keesokan harinya loh dimana ketika aku bangun pagi, aku masih merasa kenyang dari acara makan malamnya! Hahaha 😆 .

Catch up … di kantor!

Anyway, kemarin kantorku mengadakan semacam open house gitu untuk mahasiswa kandidat PhD (S3) dan post-docs. Dan kebetulan sekali, ternyata kolegaku dari proyek PhD-ku dulu ternyata juga ikutan acara ini! Jadilah kami memutuskan untuk menggunakan sesi networking setelah acaranya (dimana minuman dan snack gratis disediakan, haha 😆 ) untuk catch up! Lucu juga rasanya dimana kami dulu bekerja di dalam satu proyek yang sama dan sekarang kami bertemu dalam situasi yang berbeda sekali! Hahaha 😆 .

#2046 – A Boat Trip and Star Trek: Discovery

ENGLISH

Boat Trip

Last week’s Monday, my team at the office (well, not officially a “team”, but I won’t get too much to details here as that is not point, haha) was able to secure our company’s private boat for an evening tour in the canal of Amsterdam. Last year we had the same event at around the same time but I had to miss it because of a major train disruption; which prevented me from going to Amsterdam as I still lived in Delft at the time. And so obviously I was never going to miss this event this year! Haha 😆 . And also especially because the Amsterdam Light Festival was still on, making the trip even more exciting!

The tour departed at 4 PM where we boarded the company’s private boat in front of the office. Even boxes of pizzas and drinks (including glühwein! 😍) were already prepared on the boat! We were quite lucky that the weather was great that day, despite it being quite cold with temperature at around 1°C, haha. The tour lasted for about 2.5 hours, and so indeed it was really nice!!

Star Trek: Discovery

Speaking of that Monday, the second part of Star Trek: Discovery was also finally released! Yep, after a (short-ish) break from mid-November, finally I got to watch the continuation!!

In short, I enjoyed the episode and thought that as a show, it was written well. Even though as I said before, indeed the whole series now has dropped the interpersonal/intrapersonal/social conflict aspect, which was core in many episodes of the other previous series, at the most part. Having said that, I am still excited to watch the coming episodes which shows that for whatever reason, this writing works on me!

Glad that this was settled right away.

BAHASA INDONESIA

Tur Kapal

Hari Senin minggu lalu, timku di kantor (eh, bukan “tim” resmi sih sebenarnya, tapi ini tidak akan aku bahas sekarang deh karena bukan ini intinya, haha) bisa mem-booking kapal milik kantor untuk tur malam di kanalnya Amsterdam. Tahun lalu, kami juga mengadakan acara serupa di tanggal-tanggal seginian juga tetapi acaranya harus aku lewatkan karena gangguan besar di jaringan kereta api di Belanda hari itu; yang mana membuatku tidak bisa pergi ke Amsterdam (karena waktu itu aku masih tinggal di Delft). Jadi jelas dong ya aku nggak ingin melewatkan acara ini tahun ini! Haha 😆 . Dan apalagi juga Amsterdam Light Festival kan masih berlangsung, sehingga jelas turnya akan menjadi lebih seru!

Tur dimulai jam 4 sore dimana kami menaiki kapal kantor kami di depan kantor. Bahkan beberapa kotak pizza dan minuman (termasuk glühwein juga dong! 😍) sudah disiapkan di dalam kapal! Kami juga beruntung hari itu dimana cuacanya sedang kebetulan oke juga, walaupun dingin sih dengan temperatur sekitar 1°C, haha. Turnya mengambil waktu 2,5 jam-an, jadi memang seru banget!!

Star Trek: Discovery

Ngomongin hari Senin itu, bagian kedua dari Star Trek: Discovery juga akhirnya dirilis lho! Iya, setelah ada jeda (sejenak) semenjak pertengahan November, akhirnya aku berkesempatan menonton kelanjutannya!!

Secara singkat, aku menikmati episodenya sih dan sebagai sebuah acara, bagiku naskahnya ditulis dengan baik. Walaupun seperti yang kubilang sebelumnya, memang seri ini secara keseluruhan sudah sangat amat mengurangi aspek konflik interpersonal/intrapersonal/sosial, sebuah aspek yang menjadi inti di banyak episode seri-seri lainnya. Walaupun begitu, toh aku masih excited menunggu episode-episode berikutnya nih jadi pada akhirnya, strategi penulisan naskah seperti ini ternyata berhasil juga ya untuk menarik minatku!

Dan aku juga lega hal ini langsung dijelaskan dari awal.

#2045 – Jetlag, Utrecht, and A Saturday

ENGLISH

Jetlag

My big theme this week was definitely recovery. You know, trying to get back to my normal daily routine after my two weeks vacation in California which ended last week. And the biggest recovery challenge which I must face this week was definitely the jetlag! Haha 😆 .

It was probably one of the worst jetlag I have ever faced. I guess the nine hours of time difference between California and Amsterdam played a big role in that! It was the worst early this week close to the weekend but got better and better everyday as the week went on. I am not fully recovered yet now, though, but the jetlag is no longer that bad, haha…

Utrecht

This Wednesday a friend of mine and I decided to catch up in Utrecht. She has decided not to extend her work contract there so we felt like we should meet in Utrecht before her contract would end. It was also because there was this awesome Belgian restaurant/bar called Olivier in the centrum which we had wanted to try for ages but hadn’t got the chance to because it was always very busy!

Olivier in Utrecht

So we went to Olivier at 6 PM and it was, as usual, very busy. The waiter told us we would need to wait for like 20-30 minutes. Well, we were fine with it as we could already start ordering some drinks from the bar anyway. We concluded that the place used to be a small church as indicated by the large organ at one side of the room and statues of Joseph and Mary at the other, haha.

Anyway, indeed Olivier was a great place (a millions time better than where we went to on our last dinner outing in Utrecht). I ordered the beef tenderloin medallions which was really good! The beer was great as well, though this was unsurprising  from Belgian beers.

Delicious beef tenderloin medallions at Olivier

A Saturday

My office is organizing a themed party next week and as per this morning I had not yet got a costume, which partly was because the especially difficult and rather unintriguing theme this year to me, haha. Anyway, so I went shopping today. Luckily, I got some idea on what to wear while I was at H&M today, and I decided to buy the “costume”. Well, it was more like an “outfit” than a “costume”, though, but whatever 😛 .

While in the centrum, I also decided to actually start buying stuffs to accessorize my apartment. For a really long time now I have had an idea to put some paintings/prints/photos on the wall. But thus far this idea never materialized because I was too lazy to shop around, haha. And so today I decided to actually start implementing this idea as I was already in the centrum anyway. I decided to buy a print of Joop Plasmeijer’s cheerful “Havengezicht” (Harbour View).

A print of Joop Plasmeijer’s paintings of Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Jetlag

Tema utamaku minggu ini adalah pemulihan. Ya begitu deh, berusaha untuk kembali ke ritme harianku setelah liburan dua minggu di California yang berakhir minggu lalu. Dan tantangan pemulihan terbesar yang harus aku hadapi minggu ini adalah jetlag! Haha 😆 .

Mungkin ini adalah jetlag terparah yang pernah aku hadapi deh. Aku rasa perbedaan waktu sebanyak sembilan jam antara California dan Amsterdam berperan di sini! Jetlagnya parah banget terutama awal minggu ini tetapi semakin membaik kok setiap harinya. Sekarang pun sebenarnya aku masih belum 100% pulih sih tetapi jetlag-nya sudah nggak separah itu lah, haha…

Utrecht

Hari Rabu kemarin aku dan seorang teman memutuskan untuk catch up di Utrecht. Ia telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjanya sehingga kami merasa perlu untuk ketemuan di Utrecht sebelum kontrak kerjanya berakhir. Ini juga karena kebetulan ada restoran/bar Belgia bernama Olivier yang terkenal banget di centrum dan kami belum pernah berkesempatan mencobanya sebelumnya karena tempatnya selalu ramai banget!

Olivier di Utrecht

Jadilah kami pergi ke Olivier jam 6 sore dan, seperti biasa, rame banget! Menurut pelayannya, kami harus menunggu 20-30 menitan sebelum ada meja yang tersedia. Kami nggak masalah dengan ini sih karena toh kami juga sudah bisa mulai memesan minum dari barnya kok sembari menunggu. Nah, kami berkesimpulan bahwa tempat ini dulunya gereja gitu karena ada piano organ besar di satu sisi ruangan dan patung Yosef dan Maria di sisi lainnya, haha.

Anyway, memang Olivier adalah tempat yang oke banget (jauuh lebih oke daripada restoran yang kami kunjungi di acara makan malam kami sebelumnya di Utrecht). Aku memesan menu daging sapi tenderloin medallions yang mana enak banget lho! Birnya juga enak, walaupun ini tentu tidak mengherankan karena namanya aja bir Belgia kan.

Beef tenderloin medallions-nya Olivier yang enak banget.

Sebuah hari Sabtu

Kantorku akan mengadakan pesta bertema minggu depan dan per pagi ini aku masih belum punya kostum untuk itu dong, yang mana setengahnya karena tema tahun ini agak sulit dan tidak begitu membuat excited sih, haha. Anyway, jadilah karena ini aku pergi shopping hari ini. Untungnya, aku mendapatkan ide untuk apa yang akan aku pakai di pestanya di H&M, dan “kostum”-nya langsung aku beli. Eh, sebenarnya lebih ke “outfit” sih daripada “kostum”, tapi ya biar aja lah ya 😛 .

Nah, selagi di centrum, aku juga memutuskan untuk akhirnya beneran memulai mendekorasi apartemenku. Sudah lama banget aku memiliki ide untuk menggantung lukisan/prints/foto-foto gitu di dinding. Tetapi selama ini ide ini belum terealisasikan sama sekali karena aku malas untuk keluar dan melihat-lihat, haha. Dan makanya hari ini ide ini aku materialisasikan karena toh sekalian aku sudah berada di centrum juga. Aku memutuskan untuk membeli sebuah print dari lukisan Havengezicht (Pandangan Pelabuhan)-nya Joop Plasmeijer yang warnanya ceria dan aku suka.

Sebuah print dari lukisan Amsterdamnya Joop Plasmeijer.