#2124 – A Long Weekend in Budapest (Part II: The Flights Drama)

ENGLISH

Posts in the Long Weekend in Budapest series:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

Between stories of Buda and Pest, let me share a couple of stories of what happened to and during my flights; which both turned out to be “unusual”, in a very different way.

A Barf Bag Story

A “unique” incident happened during my KL1977 flight to Budapest. First of all, let me warn you that this incident is “gross” so if you don’t feel like reading it, I recommend you to skip this section altogether. Proceed on your own risk, haha…

The incident took place on board this KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXY

At one point during the flight I was queuing for one of the two lavatories at the rear of the plane. Both cabins were occupied at the time and there were two ladies in the line in front of me. Then suddenly, a young guy stood up and briskly walked (it was almost “running” actually) towards the back of the plane, appearing to be “rushing”. For a split second I was a little bit annoyed because I thought he was intending to cut the lines but nonetheless I let him anyway; giving him the benefit of the doubt. This … turned out to be a great decision (for me) because …

literally after passing myself, he started to puke! Like, he was puking so bad that the puke sprayed over onto the lady at the front of the line (who then screamed out of shock) and onto the lower arm of the lady in front of me. I mean, WTF. Btw, it was a really “bad” puke, where he went on a few “rounds”. All of it, of course, spilled all over the floor of the rear galley because at the time both lavatories were occupied. As for myself, I was “safe”; and then I was asked to use the lavatory at the front of the plane.

When I came back to my seat, I checked if KLM provided a barf bag in each seat. And they did. So I was wondering why the guy did not use the barf bag instead. But perhaps it was his reflex to go to the toilet when feeling like puking or that perhaps he wasn’t aware of the barf bag … or both.

A KLM’s barf bag

The flight attendants were really professional, btw. Of course they had to wipe and clean the floor, which they did quickly; they also helped the guy and the unlucky lady who then (obviously) changed her clothes, and made sure that she, too, was alright.

Yeah, what an experience to witness!

A Delayed Flight Drama

Anyway, I mentioned in the Introduction post, here is the original routing of my flights for this trip:

To get back to Amsterdam, I was supposed to fly an Air France’s flight to Paris-CDG then transferred to KLM’s last Paris-CDG to Amsterdam that day, with only 40 minutes of transfer time. It was really tight, but doable.

The trip started smoothly as usual. I arrived a little bit early at the airport so the check-in desks were still closed. Nevertheless, I still could get my boarding pass via the self check-in machine. I then cleared security and went to the (small) lounge.

Then I noticed that my Air France flight to Paris would be delayed by 30 minutes. With only 40 minutes of transfer in Paris, of course I immediately understood that this was a signal of an upcoming problem; especially that I was transferring to Air France/KLM’s last flight to Amsterdam from Paris! I then asked the lounge agent who then informed me that there was no ticketing agent in the airside so I would need to get back to the check-in area in the landside to confirm my status. It would be very inconvenient, but I felt like this was the better alternative than just doing nothing and letting the situation unravel.

By the time I arrived at the check-in area (for the second time today), the delay had been extended to one hour.

The check-in desks were already opened at the time but the lines were uncharacteristically crowded, including the Priority line, haha. Anyway long story short I explained my situation to the check-in lady, who was nice and worked very efficiently. Fortunately, it was still in time for me to be transferred to KLM’s last direct flight back to Amsterdam today, and there were still quite some seats available! Of course Air France/KLM moved me to this direct flight free of charge; as otherwise they would likely need to provide me a big amount of compensation under the Flight Compensation Regulation 261 of the European Union Law, an amount that would have been a lot more than the ticket price I paid (i.e. I would have made a “profit” out of this trip, lol 😆 ).

Luckily it was still in time for me to get transferred to KLM’s last direct flight to Amsterdam with this Boeing 737-800 reg PH-BCA

So yeah, instead of flying the triangle AMS-BUD-CDG-AMS routing this long weekend, I ended up only flying the “efficient” AMS-BUD-AMS routing, haha. Btw, eventually the Air France flight to Paris was delayed for almost four hours, arriving at Paris-CDG only at 11:19 PM! If I had been taking that flight, I would have needed to stay overnight at Paris-CDG (which Air France/KLM would pay for, I assume) and, presumably, would have been transferred to one of Air France/KLM’s morning flights the next day to Amsterdam. Thankfully I was able to realize the upcoming of this problem and that I was being proactive in preventing it from unraveling in the first place!

Delayed AF1295

It would have been a huge inconvenience; and to be honest I am not sure if the compensation would have made up for it, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Long Weekend in Budapest:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

Di sela-sela cerita dari Buda dan Pest, aku isi dulu dengan dua cerita akan apa yang terjadi dengan dan dalam penerbangan-penerbanganku; yang mana keduanya adalah kejadian yang “tidak biasa”, dalam hal yang berbeda.

Cerita Kantong Mabuk Udara

Satu kejadian “unik” terjadi di penerbangan KL1977ku ke Budapest. Pertama-tama, aku peringatkan bahwa kejadian ini “menjijikkan” sehingga kalau ogah membaca beginian, bagian ini silakan dilewati saja. Jadi sudah pada paham risikonya ya, haha…

Kejadiannya mengambil tempat di dalam pesawat Boeing 737-800 rego PH-BXYnya KLM ini

Di satu waktu ketika sedang terbang aku mengantri untuk menggunakan satu dari dua toilet di bagian belakang pesawat. Kedua toiletnya sedang digunakan waktu itu dan ada dua ibu-ibu yang mengantri juga di depanku. Lalu tiba-tiba, seorang laki-laki muda berdiri dan berjalan cepat (nyaris “berlari” sih sebenarnya) ke bagian belakang pesawat, dan dia nampak terburu-buru. Untuk sepersekian detik aku merasa sebal karena kok kayaknya dia mau memotong antrian gitu tetapi pada akhirnya dia aku biarkan lewat; kan aku toh belum tahu motifnya apa kan ya. Ini … ternyata adalah keputusan yang bijak (untukku) karena …

begitu melewatiku, ia tiba-tiba muntah dong! Muntahnya parah banget dimana muntahannya keluar mengenai badan ibu-ibu yang mengantri paling depan (yang mana jelas teriak karena kaget dan syok) dan juga mengenai lengan bawah ibu-ibu di depanku. Maksudku, gila apa-apaan ini yang barusan terjadi! Btw, muntahannya “parah” karena keluarnya dalam beberapa “ronde” gitu. Semuanya, tentu saja, dikeluarkan di lorong bagian belakang pesawat karena waktu itu kedua toilet sedang dipakai. Untukku, aku sih “aman”; dan kemudian aku diminta untuk menggunakan toilet di bagian depan pesawat.

Ketika aku kembali di kursiku, aku mengecek apakah KLM menyediakan kantong mabuk udara di setiap kursi. Dan ternyata memang ada kok. Jadilah aku penasaran mengapa ya laki-lakinya itu tidak menggunakan kantongnya. Tapi mungkin refleks ya untuk pergi ke toilet ketika merasa ingin muntah, atau mungkin dia tidak menyadari keberadaan kantong ini, … atau mungkin keduanya.

Kantong mabuk udaranya KLM.

Pramugarinya profesional sekali, btw. Jelas mereka harus mengelap (atau mengepel?) dan membersihkan lantainya dari muntahan, yang mana mereka lakukan dengan cepat; mereka juga membantu laki-laki dan ibu-ibu yang sedang sial itu yang mana (jelas) harus ganti baju, dan memastikan pula bahwa ibu-ibu ini juga tidak apa-apa.

Iya, sebuah kejadian tidak biasa!

Drama Penerbangan Delay

Anyway, kusebutkan di bagian Introduction bahwa rute awal penerbanganku untuk perjalanan ini adalah sebagai berikut:

Untuk kembali ke Amsterdam, aku memiliki tiket untuk terbang dengan Air France ke Paris-CDG dan kemudian transfer ke penerbangan terakhir Paris-CDG ke Amsterdam-nya KLM hari itu, dengan waktu tranfer yang hanya 40 menit. Mepet banget sih memang, tapi masih bisa dan sempat kok.

Perjalanannya dimulai dengan mulus seperti biasa. Aku tiba di bandaranya agak kepagian sehingga konter check-in-nya masih tutup. Toh biarpun begitu, aku masih bisa mendapatkan boarding pass-ku dengan menggunakan mesin self check-in. Aku kemudian melalui pemeriksaan sekuriti dan menunggu di lounge (yang berukuran nggak terlalu besar).

Lalu aku lihat di layar penerbangan Air France-ku ke Paris akan terlambat 30 menit dong. Dengan waktu transfer yang hanya 40 menit di Paris, aku langsung jelas memahami bahwa ini adalah sebuah pertanda akan masalah besar yang bakalan segera datang; terutama karena aku akan transfer ke penerbangan terakhir-nya Air France/KLM ke Amsterdam dari Paris hari ini! Aku kemudian bertanya ke petugas lounge-nya yang memberi-tahuku bahwa sayangnya tidak ada petugas tiket di airside bandara sehingga aku harus pergi ke luar kembali ke area check-in di sisi landside untuk memastikan statusku. Bakal nggak nyaman dan repot sih, tapi aku merasa ini adalah alternatif yang lebih baik daripada diam saja dan pasrah.

Ketika aku tiba kembali di area check-in, delay-nya sudah memanjang menjadi satu jam.

Kali ini konter check-in-nya sudah ramai dan kebetulan pula tidak seperti biasanya antriannya panjang, termasuk di jalur prioritas. Singkat cerita, aku jelaskan situasiku ke petugas check-in-nya, yang sangat membantu dan bekerja dengan sungguh efisien. Beruntung sekali masih ada cukup waktu untukku dipindahkan ke penerbangan langsung terakhirnya KLM ke Amsterdam hari ini, dan pas pula masih ada lumayan banyak kursi yang tersedia! Jelas Air France/KLM memindahkanku ke penerbangan langsung ini dengan tanpa biaya sama sekali; karena jika tidak kemungkinan besar mereka harus memberikan kompensasi yang sangat besar untukku berdasarkan Regulasi Kompensasi Penerbangan 261 di bawah Hukum Uni Eropa, yang mana besarnya jauh lebih banyak daripada total harga tiket pp-ku (dengan kata lain, aku bisa malah mendapatkan “untung” nih dari perjalanan ini, haha 😆 ).

Untungnya masih ada cukup waktuku untukku dipindahkan ke penerbangan langsung terakhirnya KLM ke Amsterdam dengan Boeing 737-800 rego PH-BCA ini

Jadi ya, bukannya terbang dengan rute segitiga AMS-BUD-CDG-AMS akhir pekan ini, aku malah terbang di rute “efisien” AMS-BUD-AMS, haha. Btw, pada akhirnya penerbangan Air France ke Parisnya itu delay sekitar hampir empat jam dong, dan baru tiba di Paris-CDG jam 11:19 malam! Andaikata aku terbang dengannya, aku bakalan harus menginap ekstra semalam di Paris-CDG (yang mana aku duga biayanya juga akan ditanggung Air France/KLM) dan, aku asumsikan, akan dipindahkan ke salah satu penerbangan paginya Air France/KLM keesokan harinya ke Amsterdam. Beruntung sekali aku bisa menyadari masalah yang akan terjadi ini dan aku bertindak proaktif untuk mencegahnya terjadi!

AF1295 yang terlambat

Pastinya bakal tidak nyaman banget kan ya; dan sejujurnya aku nggak yakin sih kompensasinya bakalan worth it, haha 😆 .

Advertisements

#2117 – A Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland (Part II: Zürich)

ENGLISH

Posts in the Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Zürich

I already bought my train ticket from Luzern to Zürich since about two weeks before the trip, as this way I could get a 70% discount on the (expensive) Swiss train ticket, which certainly was a much welcomed deal for me, haha. The discount came with a restriction, though, where the ticket would be valid on the specified train service, which in my case was the 11:35 AM service, rather than any service from Luzern to Zürich HB.

Delayed Swiss train, almost unheard of!

Anyway, one aspect the Swiss Railways is famous for is its punctuality and reliability, that is the best one in Europe and the second best one in the world (only after Japan). The Dutch Railways, btw, comes third. But this doesn’t mean that problems never occur; as problems are always unavoidable. And on this trip, for the first time ever I encountered a delayed Swiss train! For whatever reason, my train ride departed 8 minutes late, which obviously was almost unheard of for a Swiss train! Haha 😆 .

I arrived at Zürich at around 12:45 PM and immediately went to my hotel to check in and rest for a little bit. I had quite a big breakfast so I wasn’t feeling very hungry. I decided that I wanted to take things easy today, as this was my third time in Zürich and my latest visit there was only a year ago.

Though, after some rest I decided to go out. My trip last year was also a short one where I focused more on the area around Lake Zürich and the Limmat River. This time, I decided to explore the area I didn’t visit last year, but had visited back in 2011, that was the area of the famous ETH Zürich atop of a hill.

Zürich as seen from the ETH.

It felt strange though that not much had changed since my visit in 2011, that was almost seven years ago! The Polybahn funicular was still there, the large terrace overlooking Zürich was still there and, unsurprisingly, well maintained, even the same ancient animal model was still there in the Zoology museum!

After a quick afternoon snack, I went back to the hotel. During dinner time, I didn’t feel like walking (As I had walked a lot on this trip up to this point) so I just went to the hotel’s restaurant, which was a good decision anyway as I got a 10% discount as I was staying at the hotel, haha. I had Zürich’s famous Geschnetzeltes, which I actually also had last year, haha.

Zürcher Geschnetzeltes

Back to the Netherlands

To get back to the Netherlands, I took Air France flights via Paris. I arrived really early at the airport and waited for my flight at the Aspire Lounge, the lounge Air France/KLM contracted there. When I arrived the lounge was quite busy but it quickly got “calmer” as the late morning “rush hour” passed. The lounge was cozy and decent. The only downside was that they didn’t provide their own wifi connection and we were given access code for the airport’s connection. The problem was that the code could only be used for two hours per device, which was annoying to me as I had more than two hours before my flight and I only had one device with me. Ah well…

The snack service on board Air France’s flight AF1615 to Paris

Anyway, both of my flights were pleasant Air France flights with their Airbus A318 reg F-GUGM from Zürich to Paris-CDG and Airbus A320-200 F-GKXM from Paris to Amsterdam; so there was not much I would like to share here. Only that, well, as usual, I really loved Air France’s catering, also in economy! 😀

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Akhir Pekan Koningsdag 2018 di Swiss:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Zürich

Aku sudah membeli tiket keretaku dari Luzern ke Zürich semenjak sekitar dua minggu sebelumnya, karena dengan begini aku mendapatkan diskon 70% dari tiket kereta di Swiss (yang mahal itu), yang mana diskon yang lumayan banget kan ya untukku, haha. Diskon ini datang dengan satu aturan khusus sih, dimana tiketnya hanya berlaku di layanan kereta yang sudah ditentukan, yang mana dalam hal ini kereta jam 11:35 pagi, dan bukannya berlaku di kereta apa pun dari Luzern ke Zürich HB.

Kereta yang terlambat di Swiss, hampir tidak pernah terjadi!

Anyway, satu aspek dari Kereta Api Swiss yang amat terkenal adalah ketepatan-waktu dan keandalannya, yang mana adalah yang terbaik di Eropa dan terbaik nomor dua di dunia (setelah Jepang). Kereta Api Belanda, btw, berada di peringkat ketiga sedunia loh. Tapi ini bukan berarti yang namanya masalah tidak pernah terjadi di Kereta Api Swiss ya; karena namanya masalah kan pasti akan selalu ada. Dan di perjalanan ini, untuk pertama kalinya aku mendapatkan kereta di Swiss yang terlambat dong! Entah apa alasannya, keretaku berangkat terlambat 8 menit dong dari jadwal, yang mana adalah keterlambatan yang amat keterlaluan kan ya untuk kereta Swiss! Haha 😆 .

Aku tiba di Zürich sekitar jam 12:45 siang dan langsung pergi ke hotel untuk check-in dan beristirahat sejenak. Karena sarapanku besar, aku tidak merasa terlalu lapar siang itu. Aku memutuskan untuk bersantai saja hari ini, karena toh ini adalah kali ketigaku di Zürich dan kunjungan terakhirku barulah tahun lalu saja.

Tapi ya tetap sih setelah istirahat sejenaknya selesai, aku keluar juga, haha. Perjalanan tahun laluku adalah perjalanan singkat juga dimana aku fokus di area di sekitar Danau Zürich dan Sungai Limmat. Kali ini, aku memutuskan untuk jalan-jalan di area yang tidak kukunjungi tahun lalu, tapi sebenarnya sudah pernah kukunjungi di tahun 2011 dulu, yaitu areanya universitas ETH Zürich yang terkenal itu yang berlokasi di atas bukit.

Zürich dari ETH.

Aneh juga lho melihat tidak banyak yang berubah dari tahun 2011, yang mana nyaris tujuh tahun lalu kan ya! Funicular Polybahn-nya masih ada, teras besar darimana kita bisa melihat pemandangan kota Zürich juga masih ada dan, tidak mengejutkan, terawat dengan baik, dan bahkan model binatang purbanya pun masih ada di Museum Zoologi!

Setelah snack sore, aku kembali ke hotel. Di jam makan malam, entah mengapa aku malas gerak (Karena aku sudah banyak berjalan-kaki juga sih di perjalanan ini, haha) jadilah aku makan di restoran hotelnya saja, yang mana toh adalah keputusan yang baik karena aku mendapatkan diskon 10% akibat aku menginap di hotelnya, haha. Aku memesan Geschnetzeltes a la Zürich yang terkenal itu, yang sebenarnya sudah kucoba tahun lalu, haha.

Zürcher Geschnetzeltes

Kembali ke Belanda

Untuk kembali ke Belanda, aku menaiki penerbangannya Air France via Paris. Aku tiba terlalu awal di bandaranya dan menunggu penerbanganku di Lounge Aspire, yang mana dikontrak oleh Air France/KLM di bandara ini. Ketika aku tiba di sana, lounge-nya ramai banget tapi situasi berangsur menyepi begitu waktu “rush hour“-nya terlewati. Lounge-nya sendiri nyaman dan lumayan lah. Sisi negatifnya adalah mereka tidak menyediakan koneksi wifi sendiri dan pengunjung diberikan akses untuk menggunakan koneksi yang disediakan oleh bandaranya. Masalahnya akses ini hanya berlaku untuk penggunaan selama dua jam per device, yang mana menyebalkan untukku karena waktu tungguku kan lebih dari dua jam dan aku hanya membawa satu device saja. Ah, ya sudah lah…

Layanan snack di penerbangan Air France AF1615 ke Paris

Anyway, kedua penerbangannya adalah penerbangan yang nyaman dengan Air France dengan pesawat Airbus A318 rego F-GUGM dari Zürich ke Paris-CDG dan Airbus A320-200 F-GKXM dari Paris ke Amsterdam; jadi nggak banyak yang ingin kuceritakan di sini. Cuma ya, seperti biasa, aku suka catering-nya Air France, termasuk di kelas ekonomi! 😀

#2107 – 2018 Spring Break (Part VII: Air France AF137 ORD-CDG in Business Class)

ENGLISH

Posts in the 2018 Spring Break series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

Two days before my Air France flights back to Amsterdam via Paris, a part of Air France workers went on strike which meant Air France had to cancel some of their (global) flights. One of these was their daily Paris – Chicago flight that day.

Then on the day of my departure, just before going to the airport, I got a call from Air France’s Chicago office offerring me to switch to KLM’s direct Chicago – Amsterdam flight free of charge. I, of course, declined the offer.

Flight: Air France AF137
Equipment: Airbus A330-200 reg F-GZCH
ATD: 17:37 CDT (Runway 28R of ORD)
ATA: 08:23 CET (Runway 08R of CDG)

After taking the L train to O’Hare Airport and proceeded to Terminal 5, I checked-in at Air France/KLM’s counters. It turned out the agent was the one who contacted me before, haha. He then told me that I had been upgraded to Business Class on the Chicago – Paris flight. Yeay!! 😀

I then cleared security and headed to the Air France/KLM Lounge at Terminal 5. The lounge turned out to be quite small, though I still found it impressive that Air France/KLM operated their own lounge despite Chicago not being a SkyTeam hub (Air France and KLM each only operated one daily flight to Chicago). Anyway, I found the lounge to be sufficient, despite the lack of power ports.

Air France Lounge at Chicago O’Hare Airport

My flight today would be operated with Air France’s Airbus A330-200 reg F-GZCH. Long story short, I walked to the gate, boarded the plane, and turned left to the Business Class cabin 😀 . I took off my coat, which not long after was retrieved by a cabin crew to store it in a cabinet, and settled onto my 2K seat.

The business class cabin on board Air France’s Airbus A330-200 F-GZCH

“Unfortunately”, F-GZCH was still equipped with the old Business Class cabin in 2-2-2 configuration. Plus, the seat was still of the older “angled-lie-flat” one, i.e. we could flatten the seat out, but it would still be angled (not fully horizontal like in KLM’s Boeing 747-400 World Business Class). Despite so, it was still much better than economy so I’d still take it, lol 😆 .

On my business class seat board an Air France’s Airbus A330-200 F-GZCH

The cabin crew went around distributing newspapers, amenity kits, and drinks before departure. The amenity kit pouches were Air France branded and came in a few different colours (I obviously chose the blue one) and for the drink I got myself a champagne, lol 😆 .

Pre-departure drink service: French champagne

After boarding was completed, we began our pushback and, hence, departure to Paris. The safety video was played on the IFE screen. While it was still the same version, I noticed that Air France had changed the music. Somehow I liked the older music better, though. Anyway, here is the new “version” of the video:

Anyway, it was quite a quick taxi to the departure runway, which was runway 28R today. After taking-off, we made a turn towards Paris. Being seat on the right side of the plane, this provided me with a great view of Chicago in the background! 😀

Chicago O’Hare Airport and Downtown Chicago in the background

After the seatbelt sign was switched off, I took off my shoes and stored it in the shoes bag that was provided in the seat. The bag also contained a pair of slippers and socks, which I, then, of course used.

Such a comfortable flight this would be!!

The cabin crew distributed warm towels and the menu book for this flight. And then, they went on another round of drink service and, again, I had a glass of champagne, haha 🙈 .

French champagne service after take-off

The dinner service commenced not long after. There was no choice for the appetizer, which consisted of bresaola, shrimps on ratatoille, and salad with pecans. I accompanied it with a glass of 2016 Loire Blanc. It was, as expected, good!

The appetizer

Then the main course followed with four options: pan-seared tournedos, scallops in lobster sauce, chicken supreme in foie gras sauce, or red bell pepper gnocchi. I was torn between the scallops or the chicken, but in the end settled for the scallops which also came with a serving of basmati rice and carrots. A plate of gourmet cheeses was also served accompanying the main dish. It was really good!!

The main course: scallops in lobster sauce and a plate of gourmet cheeses

The dessert then followed, with two options: a sorbet with fruit salad or bites of cake, tart, and sponge. Initially I opted for the sorbet but then changed my mind to the small bites, haha. I accompanied the dessert with a glass of warm green tea 😀 .

Mini bites for dessert

After dinner, naturally I was trying to get some rest. We were already at the northeastern point of Canada at this point, so this was already about 1/3 way through to Paris! But first, I was browsing what was offerred in the IFE. As mentioned above, unfortunately F-GZCH was still equipped with the old seat and hence also the old IFE system. The content was rather disappointing and the screen was rather small.

Trying to get some rest, and notice the small-ish screen

I then flattened my seat, put my eyepad and blanket on (which were of better quality than in economy), and tried to get some rest. While I wasn’t able to get into deep sleep, this helped a lot as I could still get some rest! A few times I made a few trips to the lavatory, which smelled really good in business class because of the special perfumes, haha. They galley was also full of drink and premium snacks available for business class passengers to grab. The cabin crew was also very courteous. When seeing me in the galley, he asked me if I would like a cup of tea or coffee. I said I was fine and probably would ask for the coffee later just before breakfast.

The business class galley

As we were approaching Ireland, the cabin crew slowly brighten the cabin (They must have closed my window shades when I was asleep, without me noticing!). Not long after, they distributed warm towels and I got my cup of (powdered) cappuccino. Breakfast was then served, which consisted of some pastries, bread rools, fresh fruit, yoghurt, and some warm drinks. It was good.

The breakfast service.

Not long after, we began our descent to Paris-Charles De Gaulle Airport. We flew over the city of Paris before landing at runway 08R of the airport. The plane parked at Concourse L. I disembarked the plane, cleared security and immigration before heading to Terminal 2F for my connecting flight to Amsterdam.

***

I’m not going to share my AF1640 flight to Amsterdam in too much details now. Only that it was operated with Air France’s A321-200 reg F-GTAH and was delayed for about 40 minutes. I was also flying economy on this flight, though I didn’t really mind, haha.

And here, my one week 2018 Spring Break to New Orleans and Chicago officially ended.

THE END.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2018 Spring Break:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

Dua hari sebelum penerbangan Air France-ku ke Amsterdam via Paris, sebagian karyawannya Air France memutuskan untuk mogok kerja yang menyebabkan pembatalan sebagian penerbangan (global)-nya Air France. Salah satunya yang kena adalah penerbangan Paris – Chicago hari itu.

Lalu di hari keberangkatanku, tepat sebelum aku berangkat ke bandara, aku mendapatkan telepon dari kantor Chicagonya Air France yang menawarkanku untuk pindah ke penerbangan langsung Chicago – Amsterdam dengan KLM. Aku, tentu saja, menolak penawaran ini.

Penerbangan: Air France AF137
Pesawat: Airbus A330-200 reg F-GZCH
ATD: 17:37 CDT (Runway 28R of ORD)
ATA: 08:23 CET (Runway 08R of CDG)

Setelah naik kereta L menuju Bandara O’Hare dan berjalan ke Terminal 5, aku check-in di konternya Air France/KLM. Ternyata agen yang melayaniku adalah yang meneleponku sebelumnya, haha. Ia kemudian memberi-tahuku bahwa aku di-upgrade ke kelas bisnis di penerbangan Chicago – Paris. Hore!! 😀

Setelah pemeriksaan sekuriti, aku pergi ke lounge Air France/KLM di Terminal 5. Lounge-nya berukuran cukup kecil ternyata. Walaupun begitu aku masih cukup kagum sih Air France/KLM memiliki lounge-nya sendiri di Chicago padahal bandara ini bukanlah hub dari SkyTeam (Air France dan KLM masing-masing hanya mengoperasikan satu penerbangan per hari ke Chicago). Anyway, lounge-nya bisa dibilang cukup oke lah walaupun nggak spesial-spesial amat, tetapi colokan listriknya tidak begitu banyak.

Lounge Air France di Bandara Chicago O’Hare

Penerbanganku hari ini akan dioperasikan dengan pesawat Airbus A330-200nya Air France dengan rego F-GZCH. Singkat cerita, aku berjalan ke gerbang keberangkatan, naik ke pesawat, dan kemudian berbelok kiri ke kabin kelas bisnis 😀 . Aku melepaskan mantelku, yang mana tidak lama kemudian diambil oleh seorang pramugara untuk disimpankan di kloset mantel, dan duduk nyaman di kursi 2K.

Kabin kelas bisnis di pesawat Airbus A330-200 F-GZCHnya Air France

“Sayangnya”, F-GZCH masih dilengkapi dengan kabin kelas bisnis model lamanya Air France dengan konfigurasi kursi 2-2-2. Ditambah lagi, kursinya pun masih yang bertipe “angled-lie-flat“, alias bisa diratakan tetapi masih “bersudut” (jadi tidak benar-benar horizontal seperti di World Business Class Boeing 747-400nya KLM). Walaupun begitu, kursi ini masih jauh lebih nyaman daripada kursi di kelas ekonomi sih jadi aku mah nggak komplain lah ya, hahaha 😆 .

Di kursi kelas bisnisku di pesawat Airbus A330-200 F-GZCHnya Air France

Pramugarinya membagikan koran, amenity kits, dan minuman sebelum berangkat. Pouch amenity kit-nya bermerk Air France dan datang dengan beberapa pilihan warna (Tentu aku memilih yang berwarna biru) dan untuk minumnya aku memilih segelas champagne, haha 😆 .

Layanan minuman sebelum berangkat: champagne Prancis

Setelah boarding selesai, pushback dimulai sehingga pesawat mulai diberangkatkan ke Paris. Peragaan video keselamatan dimainkan di layar IFEnya. Walaupun masih merupakan versi yang sama, aku perhatikan Air France telah mengubah musiknya. Aku lebih suka musik yang lama nih. Berikut ini “versi” baru videonya:

Anyway, setelah taxiing yang singkat, kami lepas landas dari landasan pacu 28R. Pesawat kemudian berbelok ke arah Paris. Karena duduk di sisi kanan pesawat, aku mendapatkan pemandangan kota Chicago yang keren banget sebagai latar belakang! 😀

Bandara Chicago O’Hare dan Downtown Chicago di latar belakang.

Setelah tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, aku melepas sepatuku dan menyimpannya di tas sepatu yang disediakan di setiap kursi. Tasnya juga berisi sandal dan kaus kaki, yang mana jelas kemudian aku pakai.

Penerbangannya bakal nyaman nih!!

Awak kabin kemudian membagikan handuk hangat dan buku menu untuk penerbangan ini. Kemudian layanan minuman kembali diberikan, dan aku memilih segelas champagne lagi, haha 🙈 .

Champagne Prancis setelah lepas landas

Layanan makan malam disajikan tidak lama kemudian. Tidak ada pilihan untuk makanan pembuka, yang terdiri atas ham bresaola, udang di atas ratatouille, dan salad dengan kacang pecan. Aku menemaninya dengan segelas 2016 Loire Blanc. Seperti penampilannya, memang enak!

Makanan pembuka

Lalu makanan utama disajikan yang datang dengan empat pilihan: pan-seared tournedos, scallops dengan saus lobster, ayam dengan saus foie gras, atau gnocchi paprika merah. Awalnya aku galau antara scallops atau ayamnya, tetapi kemudian memilih scallops yang disajikan bersama dengan nasi basmati dan wortel. Sepiring keju gourmet juga disajikan bersamaan dengan makanan utama ini. Rasanya enak!!

Makanan utama: scallops dengan saus lobster dan sepiring keju gourmet

Pencuci mulut kemudian disajikan, dengan dua pilihan: es krim sorbet dengan buah-buahan atau potongan mini kue, tart, dan sponge. Awalnya aku memilih es krim sorbet tetapi kemudian berganti pilihan ke potongan-potongan mini itu dengan segelas teh hijau hangat 😀 .

Pencuci mulut mini dan teh hijau hangat.

Setelah makan malam, jelas aku mencoba beristirahat. Kami sudah berada di atas ujung timur laut Kanada waktu ini, yang mana artinya sudah sekitar 1/3 perjalanan ke Paris! Tetapi pertama-tama, jelas aku sudah mem-browsing IFEnya. Seperti yang kusebutkan di atas, F-GZCH masih dilengkapi dengan kursi yang lama sehingga sistem IFEnya pun masih sistem lama. Isinya sedikit mengecewakan dan layarnya berukuran relatif kecil.

Mencoba beristirahat, dan perhatikan layarnya yang berukuran agak kecil.

Aku kemudian meratakan kursiku, memasang penutup mata dan selimut (yang mana berkualitas lebih baik daripada yang di ekonomi, haha), dan mencoba beristirahat. Walaupun aku tidak mencapai fase tidur nyenyak, toh aku bisa beristirahat dengan lumayan! Beberapa kali aku pergi ke toilet, yang mana wangi loh karena diberi parfum, haha. Galley-nya juga penuh dengan minuman dan snack premium untuk penumpang kelas bisnis. Awak kabinnya juga perhatian sekali. Ketika melihatku di galley, ia bertanya apakah aku ingin dibuatkan teh atau kopi. Aku bilang tidak perlu untuk saat itu dan nanti saja sebelum sarapan.

Galley kelas bisnis

Ketika pesawat sudah mendekati Irlandia, awak kabin mulai perlahan-lahan menerangkan kabin pesawat (Mereka menutupkan penutup jendelaku ketika aku tertidur, tanpa menggangguku lho!). Tak lama setelahnya, handuk hangat dibagikan dan aku mendapatkan secangkir cappuccino (dari bubuk bungkusan). Sarapan kemudian dibagikan, yang terdiri atas beberapa potong roti, buah-buahan segar, yoghurt, dan minuman hangat. Enak.

Layanan sarapan.

Tidak lama setelahnya, pesawat mulai turun ke Bandara Charles De Gaulle di Paris. Kami terbang di atas kota Paris sebelum mendarat di landasan pacu 08R. Pesawat diparkir di Concourse L. Aku menuruni pesawat, melewati pemeriksaan sekuriti dan imigrasi, sebelum kemudian berjalan ke Terminal 2F untuk penerbangan lanjutanku ke Amsterdam.

***

Aku tidak akan menuliskan terlalu mendetail penerbangan AF1640ku ke Amsterdam. Hanya saja penerbangannya dioperasikan dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAH dan terlambat sekitar 40an menit. Aku juga duduk di kelas ekonomi sih di penerbangan ini, tetapi tidak masalah bagiku, haha.

Dan di sini, liburan musim semi 2018 satu mingguku ke New Orleans dan Chicago resmi berakhir.

SELESAI.

#2083 – The Flights to Bordeaux

ENGLISH

I went on a weekend trip to Bordeaux in a weekend in early March. I have decided to split the story into two parts; with this post being the first one covering the part of the trip about the flights, haha…

First of all, unsurprisingly, I took an interesting routing on this trip. Here it was:

The routing to Bordeaux. Created with gcmap.com

Getting to Bordeaux

The first leg of the trip was with a KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BGB flight KL1263 to Nice. The flight was delayed by almost half an hour due to, apparently, a shortage of grounds baggage handlers today. I had quite a tight connection in Nice but half an hour wasn’t that much of a problem, as usually there was some buffer time already included in the schedule so there was some room for recovery.

Anyway, it was a pleasant KLM flight to Nice. Nice Cote D’Azur was one of my most favorite airports in the world mainly because of the beautiful scenery around it. On this flight, here was a view at one point just before landing:

Monaco

Yep, the entire country of Monaco! Hahaha 😆 . Anyway, as I thought, we recovered from the departure delay and actually landed at Nice Cote D’Azur Airport on time.

The inconvenient thing about having a connection in France, other than Paris-Charles De Gaulle, was that I had to exit the terminal and cleared security again, which took some time. I had about 10 minutes in the terminal which I spent at the Infinity Lounge. Then I went to the gate to board my second flight.

A HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLC

My flight to Bordeaux was operated with a HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLC. I was assigned seat 22C, which I initially wasn’t super happy about given it was an aisle seat AND at the back of the plane. But then, it turned out that somehow the entire rear cabin, from row 23 to 26, were literally empty, so I could move to whichever seat I would like! I found it quite strange though because all seats from row 1 to 22 were occupied! Anyway, so I moved to seat 23A.

An empty rear section on board HOP! Regional’s ERJ190 F-HBLC

Again, it was a pleasant short domestic flight with HOP!. I managed to sleep a little bit during the flight; and about one hour later we were flying above the city of Bordeaux and landed at runway 23.

Back to Amsterdam

The Air France Lounge at Bordeaux Airport turned out to be quite nice and comfortable, certainly much better than their lounge at Lyon Airport! And most appropriately, they served these as well:

Bordeaux red wine at Salon Air France at Bordeaux Airport

Haha 😛

Anyway, my Air France’s AF5372 flight to Lyon turned out to be quite unique and interesting. It would be operated by Air Explore, a Slovakian airline wet-leased by Air France to operate some of their domestic routes for HOP!. Today, this flight would be operated by their Boeing 737-800 reg OM-GEX which looked like this:

An Air Explore’s Boeing 737-800 reg OM-GEX in plain white livery

Yeah, a very boring plain white livery, haha 😆 . But I guess it wasn’t that unreasonable given Air Explore’s business model in the wet-leasing market. As Air France wet-leased this plane, the flight was operated by Air Explore’s crews even though the service was as per HOP!’s standard.

We were delayed by about 50 minutes, though. The flight itself was pleasant even though we encountered minor turbulences along the way due to the weather. The crews were nice but I could see they were still not quite used to with HOP!’s service standard yet. Well, I checked that it appeared to be their third day operating for HOP! so it wasn’t surprising to be honest.

Anyway, we landed about 45 minutes at Lyon but this wasn’t a problem to me because I had a 3 hour transit, haha. But not for some other passengers though who had to run to try to catch their connections.

KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGU

My last flight of this trip would be with a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGU to Amsterdam. Upon boarding, I was told by the gate agent that I had been upgraded to Europe Business Class, again! Haha 😆 . I was assigned an aisle seat, though.

After all passengers boarded, the captain announced that we were asked to remain on the ground for 30 minutes more due to poor weather condition at Schiphol which forced them to reduce the airport’s capacity. About 30 minutes later we were finally allow to depart, indeed the crew tried their best to make up the lost time as much as possible. The Boeing 737-700 didn’t need the entire runway length for take-off so we saved some time by taking off from about 1/3 into the 4,000 meter runway.

Anyway, after take-off, the dinner service was provided. The menu was quite “vegetarian” today where the main dish was a salad with beetroot burger. It was quite nice, though, and helped me fill my stomach as it was dinner time. I accompanied it with a bottle of sparkling wine (of course), haha 😀 .

The dinner service in Europe Business Class on board KLM flight KL1416

After dinner, a warm drink service was provided and, as usual, I asked for a green tea. Not long after, we were approaching Schiphol and landed at runway 18C. We parked at Gate D2, and I took the train to go back to Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Bordeaux di awal Maret. Aku putuskan untuk membagi ceritanya menjadi dua bagian; dengan posting ini adalah bagian yang pertama dimana aku fokus pada penerbangan-penerbangannya, haha…

Pertama-tama, tidak mengherankan, aku mengambil rute yang menarik untuk perjalanan ini. Berikut ini rutenya:

Rute ke Bordeaux. Dibuat dengan gcmap.com

Berangkat ke Bordeaux

Bagian pertama dari perjalanan ini adalah dengan Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BGB penerbangan KL1263 ke Nice. Penerbangannya terlambat sekitar setengah jam karena, ternyata, adanya kekurangan staf bagasi hari ini. Waktu transitku di Nice cukup ketat tetapi delay setengah jam tidak begitu masalah lah, apalagi kan di jadwal penerbangannya toh sudah dimasukkan buffer time sehingga penerbangannya masih bisa pulih dari delay ini.

Anyway, penerbangannya sendiri nyaman kok dengan KLM. Bandara Nice Cote D’Azur masih lah salah satu bandara terfavoritku di dunia karena pemandangan alam di sekitarnya yang kece banget. Di penerbangan ini, di satu waktu sebelum mendarat pemandangannya kayak gini loh:

Monako

Iya, satu negara Monako! Hahaha 😆 . Anyway, seperti yang kukira, kami beneran pulih dari keterlambatan tadi dan mendarat di Bandara Nice Cote D’Azur masih tepat waktu.

Nggak nyamannya dari transit di Prancis selain di Paris – Charles De Gaulle adalah aku harus keluar gedung terminalnya dan melewati pemeriksaan sekuriti lagi, yang mana tentu juga memakan waktu. Aku akhirnya hanya memiliki waktu 10an menit saja di terminalnya yang mana kuhabiskan di Infinity Lounge. Setelahnya aku langsung pergi ke gate untuk menaiki penerbangan lanjutanku.

Embraer ERJ190nya HOP! Regional rego F-HBLC

Penerbanganku ke Bordeaux dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya HOP! Regional dengan rego F-HBLC. Aku diberi kursi 22C, yang mana awalnya tidak begitu aku suka karena adalah kursi lorong dan lokasinya di bagian belakang pesawat. Tetapi ternyata malah bagian belakang kabinnya, dari baris 23 hingga 26, itu kosong melompong dong sehingga aku bisa pindah ke kursi mana pun yang kusuka! Rasanya aneh lho karena baris 1 hingga 22 di pesawatnya itu penuh! Anyway, jadilah aku memindahkan diri ke kursi 23A, haha.

Kabin bagian belakang ERJ190nya HOP! Regional rego F-HBLC yang kosong

Lagi, penerbangan ini adalah penerbangan domestik jarak pendek yang nyaman dengan HOP!. Aku tertidur sedikit di penerbangan ini; dan sekitar satu jam kemudian kami sudah terbang di atas kota Bordeaux dan kemudian mendarat di landasan pacu 23.

Kembali ke Amsterdam

Lounge Air France Lounge di Bandara Bordeaux ternyata cukup nyaman, dan jelas jauh lebih bagus daripada yang di Bandara Lyon! Dan selayaknya, mereka menyajikan ini juga:

Anggur merah Bordeaux di Salon Air France di Bandara Bordeaux

Haha 😛 .

Anyway, penerbangan Air France AF5372ku ke Lyon hari ini unik dan menarik loh. Penerbangannya akan dioperasikan oleh Air Explore, sebuah maskapai Slowakia yang di-wet-lease Air France untuk mengoperasikan beberapa rute domestik mereka untuk HOP!. Hari ini, pesawat Boeing 737-800 rego OM-GEX mereka digunakan, yang mana penampakannya kayak gini:

Boeing 737-800 rego OM-GEX milik Air Explore dengan livery putih polos.

Iya, livery pesawatnya putih polos yang mana boring abis ya, haha 😆 . Tapi aku rasa ini masuk akal juga sih mengingat model bisnisnya Air Explore yang memang bergerak di pasar wet-leasing pesawat. Karena Air France meng-wet-lease pesawat ini, penerbangannya juga dioperasikan oleh krunya Air Explore walaupun layanannya sih sesuai dengan standarnya HOP!. A

Penerbangannya terlambat sekitar 50 menit. Penerbangannya sendiri sih cukup nyaman walaupun penuh turbulensi kecil di sepanjang jalan karena alasan cuaca. Krunya sendiri oke tetapi bisa kulihat mereka masih belum terbiasa dengan standar layanannya HOP!. Yah, aku cek sepertinya memang hari itu baru lah hari ketiga mereka dengan HOP! sehingga nggak mengherankan sih ya.

Anyway, kami mendarat terlambat sekitar 45 menit di Lyon tetapi ini bukanlah masalah untukku karena waktu transitku 3 jam, haha. Tetapi tidak demikian bagi beberapa penumpang lain yang harus berlari mencoba mengejar penerbangan lanjutan mereka.

Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGU

Penerbangan terakhirku di perjalanan ini adalah dengan Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGU ke Amsterdam. Ketika naik pesawat, aku diberi-tahu bahwa aku di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa lagi! haha 😆 . Tetapi sayangnya aku diberikan kursi lorong sih.

Setelah semua penumpang naik, kapten penerbangan memberi-tahu bahwa sayangnya kami telah diminta untuk tidak berangkat dulu selama 30 menit karena cuaca buruk di Schiphol yang memaksa mereka untuk mengurangi kapasitas bandara. Sekitar 30 menit kemudian ketika kami diizinkan berangkat, krunya kemudian berusaha untuk mengurangi waktu keterlambatan ini semaksimal mungkin. Boeing 737-700 tidak membutuhkan keseluruhan panjang landasan pacunya Bandara Lyon untuk lepas landas sehingga kami menghemat waktu dengan mulai lepas landas dari sekitar 1/3 dari ujung landasan pacu sepanjang 4.000 meter itu.

Anyway, setelah lepas landas, layanan makan malam disajikan. Menu kali ini agak “vegetarian” dimana makanan utamanya adalah salad dengan burger beetroot.Rasanya lumayan juga sih dan cukup mengganjal perut di waktu makan malam ini. Oh, dan jelas untuk minumnya aku meminta sparkling wine lah ya, haha 😆 .

Layanan makan malam di Kelas Bisnis Eropa di penerbangan KL1416nya KLM

Setelah makan malam, layanan minuman hangat dibagikan dan, seperti biasa, aku meminta teh hijau. Tak lama setelahnya, kami mulai turun menuju Schiphol dan mendarat di landasan pacu 18C. Pesawat diparkir di gerbang D2, dan kemudian aku menaiki kereta kembali ke Amsterdam.

#2079 – 2018 Spring Trip (The Destinations)

ENGLISH

While recapping my flights of 2017, I mentioned that I would like to “spice things up” for my flights of 2018. In an attempt to do so and thanks to KLM’s Werelddeal weken” in January, I have since decided to go on a unique trip this coming Spring!

Clearly I was thinking of going somewhere not in Europe to make the trop more exciting. And it wasn’t difficult for me to decide that I would like to go to some new destinations in the US! 😀

At first I was thinking to go to Niagara and would plan from there. But after some research and discussion with friends, I decided that this Spring would not be the best time for me to visit the waterfall. And so I had further discussions and did more research, including taking into considerations the implications of the new revamped Flying Blue programme Air France and KLM would implement per 1 April 2018. Finally, I came to a decision. I would visit two cities on this trip, and they are:

1. New Orleans, Louisiana

I actually got the idea to visit New Orleans from a friend of mine, who reminded me that this city was the birthplace of the jazz music! And so a trip to New Orleans would be super “cultural” 😛 . Beside, the city center looked beautiful as well! 😀

2. Chicago, Illinois

What can I say, I love cities. And Chicago is one big American city I haven’t yet visited so I thought why not 😛 . Beside, the city appears to have good public transport network which really entices me! 🙂

***

And now as per usual, a big part of a Zilko’s trip is the flights! And this trip is no exception, where I am taking six flights on four different airlines. Here is the routing this time:

The route of this trip. Created with gcmap.com

Haha 😆 .

What excites me the most, flight-wise, from this trip is that I am adding three new airplane types to my logbook: a McDonnell Douglas MD88, a Boeing 717-200, and a Bombardier CRJ700!! They are all rare birds, especially the MD series and Boeing 717 which are basically almost extinct creatures nowadays!

A Delta’s McDonnell Douglas MD88 at Boston Logan Airport.

A Delta’s Boeing 717 at San Francisco International Airport.

And of course I am quite excited that I am going to step my foot on the busiest airport in the world in terms of total passengers air traffic: the Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport!

***

I am also experimenting a little bit with this trip too, btw. In total, this trip will be one week in length. And FYI, there are seven hours of time difference between Amsterdam and both New Orleans and Chicago. So let’s see how my body would react to this jetlag-wise, hahaha 😆 .

But either way, I know that this trip is going to be fun!! 😀

BAHASA INDONESIA

Ketika merekap penerbanganku di tahun 2017, aku sebutkan bahwa aku ingin lebih “bertualang” dalam hal penerbangan di tahun 2018. Nah, untuk membuat keinginan ini menjadi kenyataan dan berkat promo “Werelddeal weken“-nya KLM di bulan Januari kemarin, aku telah memutuskan untuk pergi dalam sebuah perjalanan yang unik di Musim Semi ini!

Jelas dong dari awal aku berkeinginan untuk pergi ke suatu tempat di luar Eropa untuk bertualang. Dan tidak sulit untukku memutuskan bahwa aku ingin mengunjungi tempat baru di Amerika! 😀

Awalnya terpikir untukku pergi ke Niagara dan menyusun rencana dari sana. Tapi setelah riset lebih jauh dan diskusi dengan beberapa teman, aku berkesimpulan bahwa Musim Semi tahun ini bukanlah waktu terbaik bagiku untuk mengunjungi air terjunnya ini. Dan jadilah aku berdiskusi lebih lanjut lagi dan tentu saja riset tempat-tempat lain, dan tidak lupa juga mempertimbangkan program Flying Blue yang dirombak total oleh Air France dan KLM mulai tanggal 1 April 2018. Pada akhirnya, aku berakhir pada sebuah keputusan. Aku akan mengunjungi dua kota di perjalanan ini, dan dua kota itu adalah:

1. New Orleans, Louisiana

Sebenarnya aku mendapatkan ide untuk mengunjungi New Orleans dari seorang temanku, yang mengingatkanku bahwa kota ini adalah tempat lahirnya musik jazz! Dan jadilah perjalanan ke New Orleans itu bakal “kultural” banget kan ya 😛 . Di samping itu, pusat kotanya nampak cantik! 😀

2. Chicago, Illinois

Ya mau gimana lagi, aku memang orangnya suka dengan kota. Dan Chicago adalah kota besar di Amerika yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya jadi mengapa tidak 😛 . Di samping itu, kotanya juga sepertinya memiliki transportasi umum yang jaringannya oke yang mana sangat menarik bagiku! 🙂

***

Dan seperti biasa, sebuah bagian utama dari acara jalan-jalannya Zilko adalah naik pesawatnya! Dan perjalanan ini juga lah begitu dimana aku akan menaiki enam penerbangan dengan empat maskapai yang berbeda. Berikut ini ruteku di perjalanan yang akan datang ini:

Peta rute kali ini. Dibuat dengan gcmap.com

Haha 😆 .

Yang paling membuatku excited, dari segi penerbangan, dari perjalanan ini adalah aku akan menambahkan tiga jenis pesawat baru ke dalam logbook-ku: McDonnell Douglas MD88, Boeing 717-200, dan Bombardier CRJ700!! Mereka semua adalah pesawat yang terbilang langka ya, apalagi pesawat seri MD dan Boeing 717 kan bisa dibilang sudah nyaris punah sekarang!

Sebuah McDonnell Douglas MD88 milik Delta di Bandara Boston Logan.

Sebuah Boeing 717-200 milik Delta di Bandara Internasional San Francisco.

Dan tentu saja aku juga merasa excited akan menginjakkan kaki di bandar udara paling sibuk di dunia dalam hal total jumlah penumpang: Bandara Internasional Hartsfield-Jackson di Atlanta!

***

Perjalanan ini jugalah sebuah eksperimen nih bagiku, btw. Totalnya, panjang perjalanan ini adalah satu minggu. Dan FYI, perbedaan waktu antara Amsterdam dan New Orleans dan Chicago adalah tujuh jam. Jadi aku penasaran bagaimana badanku akan bereaksi dengan ini dalam hal jetlag, hahaha 😆 .

Tapi bagaimanapun juga, aku tahu perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang seru!! 😀

#2078 – A Nice Weekend in Nice

ENGLISH

In mid-February, I went on a weekend trip to Cote D’Azur. Here is the story of this short nice trip to Nice 😀 .

Getting There

I had a very interesting routing on this trip, as shown in the following map:

The routing this weekend. Created with gcmap.com

Haha 😆 . The first three flights were operated by Air France while the last one to Amsterdam was by HOP! Brit Air. All flights were regular pleasant flights with Air France so there was not much to say about the flights themselves specifically.

Taking this Air France’s Airbus A319-100 from Nice to Nantes.

Maybe just that I was excited for the HOP! Brit Air’s flight because it was operated with a Bombardier CRJ1000 which was relatively uncommon! Haha 😛 . Speaking of CRJ1000, it was my first flight with this type at Schiphol. And I just realized that apparently a CRJ1000 was too long for the Fokker Farm and so we had to park at the antimainstream D apron remote stand area at Schiphol! It was my first time there! Haha 😛 .

Parking at Schiphol’s antimainstream D apron remote stand!

Also, my first flight to Paris was delayed for 80 minutes. This delay was unusual because all of us (including the crews) only knew about this delay once all passengers boarded. Apparently there was a cargo handling problem where the ground staffs needed to unload all cargo from the plane, check those, and load them back in. This was all for safety reason, btw. Even though this did not affect me that much (as I assigned myself a 3 hours transit at Paris-CDG just in case something like this would happen) other than having to sit for an extra hour on board F-GTAY, this wasn’t the case for many other passengers who had much tighter, even intercontinental, connection at Paris! I felt for the crews, though, because some passengers expressed their frustration at them. But the crews remained calm and professional in this situation, which was nice to see.

And also, the always beautiful Nice Cote D’Azur. You can easily see the airport 😀 .

Nice

Anyway, Nice was as how I remembered it, it was nice, haha 😆 . This trip actually made me ask myself why I have not visited this Cote D’Azur city more often! I mean, this was only my second time there, the previous and only other time was 5.5 years ago!

The dark side of the Mediterranean Sea

The weather turned out to be “mixed” on this trip, because it was horrible on Saturday (because it rained, haha) while it was really perfect on Sunday! Actually I realized that I wore too much clothes (so it became quite uncomfortable) but I had no other option as I was on my way to the airport, haha. Also, I forgot to bring my sunglasses so at times I had to squint! Lol 😆

Promenade Des Anglais with the perfect Cote D’Azur weather on Sunday.

You could call this both lucky and unlucky. It happened that this weekend was the opening weekend of Carnaval De Nice; and I had no idea about this until I was in town. This meant that I did not plan my trip around this event at all, where I did not have a ticket nor prepared myself for it (The event was in the evening and I was already tired by then! Lol 😆 ). The better side of this was that there were some unusual carnaval-related stuffs around the city which made it look “unique” and more festive than normal, though, haha…

Carnaval De Nice

Speaking of food, with only a short time there, I only had time for a dinner. I decided to stop by at a restaurant near my hotel in the city centre. Upon looking at the menu book, I recognized a dish that was called “Niçois dish”. Yep, a dish literally with that name, which sort of challenged us by saying that “You don’t get any more local than this dish!“. Lol. So obviously I ordered one.

A delicious “Niçois Dish”

And indeed it was really good! As typical in the region, this dish was clearly a fusion (sort of say) between French and Italian cuisine, where beef stew was served with tagliatelle and several vegetarian side dishes!

This trip was indeed a nice getaway to Nice; but it was just too short. So in conclusion, I think I need to visit Nice more often, and stay longer! Lol 😆 .

BAHASA INDONESIA

Di pertengahan Februari yang lalu, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Cote D’Azur. Dan berikut ini cerita perjalanan singkat ke Nice yang nice ini 😀 .

Penerbangan-penerbangannya

Ruteku di perjalanan ini cukup menarik, seperti yang ditunjukkan di peta berikut ini:

Rute di akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Haha 😆 . Tiga penerbangan pertama adalah dengan Air France sementara yang terakhir adalah dengan HOP! Brit Air. Semuanya adalah penerbangan reguler yang nyaman dengan Air France sehingga tidak banyak yang bisa kutuliskan di sini dari penerbangan-penerbangannya.

Aku naik Airbus A319-100 milik Air France ini dari Nice ke Nantes.

Eh, mungkin cuma aku merasa excited dengan penerbangannya HOP! Brit Air sih karena penerbangannya dioperasikan dengan pesawat Bombardier CRJ1000 yang tergolong langka kan ya! Haha 😛 . Ngomongin CRJ1000, aku baru sadar bahwa ternyata pesawat tipe ini tuh terlalu panjang loh untuk Fokker Farm-nya Schiphol sehingga pesawat harus diparkir di tempat parkir remote apron D! Huaa, kali pertama nih aku berada di apron antimainstream ini! Haha 😛 .

Parkir di apron D-nya Schiphol yang antimainstream!

Juga, penerbangan pertamaku ke Paris terlambat 80 menit. Keterlambatan ini cukup unik karena kami semua (termasuk kru penerbangan) baru tahu akan keterlambatan ini ketika semua penumpang sudah naik pesawat. Ternyata ada masalah dengan cargo handling-nya dimana petugas darat harus mengeluarkan semua kargo dari pesawat, mengeceknya, dan kemudian memasukkan semuanya kembali. Ini semua demi alasan keselamatan penerbangan, btw. Walaupun keterlambatan ini tidak terlalu menggangguku (aku sengaja memilih penerbangan dengan waktu transit 3 jam di Paris-CDG untuk jaga-jaga andai kejadian semacam ini terjadi) selain harus duduk satu jam lebih lama di dalam F-GTAY, tetapi tidak demikian bagi banyak penumpang lain yang memiliki waktu koneksi yang jauh lebih singkat, bahkan koneksi ke penerbangan antar-benua, di Paris! Aku bersimpati terhadap pramugara/i-nya btw, karena beberapa penumpang melampiaskan kekesalannya kepada mereka. Tetapi pramugara/i-nya tetap kalem dan profesional dalam situasi ini, yang mana membuat senang deh melihatnya.

Dan juga, Nice Cote D’Azur yang selalu kece nan indah banget. Bandaranya bisa dilihat dengan jelas kan 😀 .

Nice

Anyway, Nice memang sebagaimana yang kuingat, kotanya asyik, haha 😆 . Perjalanan ini membuatku bertanya kepada diri sendiri mengapa aku tidak mengunjungi kota di Cote D’Azur ini lebih sering! Maksudku, ini baru kali keduaku loh di sana, dan yang sebelumnya dan kali pertama adalah 5,5 tahun yang lalu!

Sisi gelap dari Laut Tengah

Cuacanya sendiri “gado-gado” banget di perjalanan ini, dimana cuacanya menjengkelkan di hari Sabtu (soalnya hujan, haha) tetapi sempurna banget di hari Minggu! Bahkan, aku merasa aku memakai terlalu banyak pakaian hari itu (sehingga agak terasa kurang nyaman) tetapi nggak ada pilihan lain soalnya aku sudah otw ke bandara, haha. Dan juga aku kelupaan membawa kacamata hitamku sehingga aku harus memicingkan mata! Haha 😆 .

Promenade Des Anglais dengan cuaca Cote D’Azur yang sempurna di hari Minggu.

Yang berikut ini bisa dibilang beruntung maupun sial. Kebetulan akhir pekan ini adalah akhir pekan pembukaan dari Carnaval De Nice; dan aku sama sekali tidak tahu akan hal ini sampai ketika aku tiba di sana. Ini artinya rencanaku di perjalanan ini tidak aku sesuaikan dengan jadwal acara ini, dimana aku tidak memiliki tiket maupun tidak siap secara fisik untuknya (Acaranya berlangsung di lama hari dan aku sudah kecapaian waktu itu! Haha 😆 ). Sisi baiknya adalah ada beberapa hiasan yang berkaitan dengan karnaval di kotanya sehingga nampak “unik” dan lebih meriah daripada biasanya, haha…

Carnaval De Nice

Ngomongin makanan, karena waktuku hanya sebentar di sana, aku hanya memiliki waktu untuk satu kali makan malam saja. Aku memutuskan untuk mampir di sebuah restoran di dekat hotel. Ketika melihat menunya, aku melihat sebuah menu yang namanya adalah “Masakan Niçois”. Iya, masakan yang namanya seperti menantang kita dengan berkata “Nggak mungkin deh lebih lokal/khas daripada masakan ini!“. Haha. Jadi jelas dong ya aku memesannya.

“Masakan Niçois” yang enak banget.

Dan ternyata memang enak! Seperti tipikal di daerah ini, masakannya nampak seperti fusion (kurang lebih begitu) antara makanan Prancis dan Italia, dimana beef stew disajikan dengan tagliatelle dan beberapa masakan sampingan vegetarian!

Perjalanan ini memang adalah perjalanan yang seru ke Nice; tetapi memang terlalu singkat. Jadi kesimpulannya, sepertinya aku harus mempertimbangkan untuk mengunjungi Nice lebih sering, dan menginap agak lamaan dikit gitu di sana! Haha 😆 .

#2077 – Photo Tales (45)

ENGLISH

It has really been awhile since my last Photo Tales post! And so I figure it is time for another one with three photos coming from the two trips I did within a week at the end of January/early of February.

Photo #100

Still deboarding while I was boarding my connecting flight

On my way back from Copenhagen to Amsterdam, I had quite a tight connection in Paris. My first flight from Copenhagen was slightly delayed while my connecting flight was scheduled to depart only 50 minutes after the arrival of my Copenhagen flight in the schedule. It was good that I sat in the front section so I was amongst the first passengers to get off the plane. I rushed and boarding had already started by the time I reached the gate.

It turned out that the gate of my connecting flight was the gate next to my first flight’s. And so I got the unique view in the photo above, where passengers were still deboarding my flight AF1851 from Copenhagen when I boarded my connecting flight AF1440 to Amsterdam! Lol 😆 .

Photo #101a and #101b

A bag on the tarmac

While waiting for the bus which would take me to the plane at Bologna Airport, a lorry of luggage bags passed and when it made a turn, a bag literally fell off of it! Unfortunately, the driver did not see this and so he kept driving to the plane. A few passengers and I who witnessed the incident looked into each other and were like:

Oops! I mean, it appeared that whoever had that bag would have a bad day… .

But then, thankfully an airport worker saw the bag and not long after, someone came and took the bag; presumably (and hopefully) to the flight where it belonged…

Baggage handling

Haha…

BAHASA INDONESIA

Sudah lumayan lama ya semenjak posting Photo Tales terakhirku! Dan jadilah aku rasa sekarang adalah waktunya untuk edisi baru dengan tiga foto dari dua perjalanan yang aku jalani dalam satu minggu di akhir Januari/awal Februari yang lalu.

Foto #100

Penumpang masih turun dari pesawat ketika aku sudah boarding penerbangan lanjutanku

Di perjalanan kembaliku dari Kopenhagen ke Amsterdam, aku memiliki waktu transit yang singkat banget di Paris. Kebetulan pula penerbangan pertamaku dari Kopenhagen sedikit terlambat padahal penerbangan lanjutanku dijadwalkan berangkat hanya 50 menit setelah jadwal ketibaan penerbangan pertamaku. Untungnya aku memilih untuk duduk di bagian depan pesawat sehingga aku bisa turun duluan. Aku kemudian buru-buru dan boarding penerbangan lanjutanku sudah dimulai ketika aku tiba di gate.

Ternyata gate penerbangan lanjutanku berada tepat di sebelah gate penerbangan pertamaku. Jadilah aku mendapatkan pemandangan unik seperti di foto di atas, dimana proses penurunan penumpang masih berlangsung di penerbangan AF1851ku dari Kopenhagen ketika aku sudah boarding penerbangan lanjutan AF1440ku ke Amsterdam! Haha 😆 .

Foto #101a dan #101b

Koper di tarmac bandara

Ketika menunggu bus yang akan mengantarkanku ke pesawat di Bandara Bologna dijalankan, sebuah lori yang membawa tas-tas bagasi penumpang lewat. Ketika lorinya berbelok, sebuah koper tidak sengaja terjatuh dong! Sialnya, sopir lori tidak melihat kejadian ini sehingga ia terus berjalan ke pesawatnya. Beberapa penumpang lain dan aku yang menyaksikan insiden ini saling bertatap-mata satu sama lain dan ekspresi kami kurang lebih kayak gini:

Oops! Waktu itu sepertinya siapa pun pemilik tas itu akan menghadapi hari yang buruk ya…

Tetapi kemudian, untungnya ada seorang petugas bandara yang melihat koper ini. Tidak lama kemudian, ada seorang petugas yang mengambil kopernya. Aku asumsikan (mudah-mudahan benar demikian), kopernya kemudian diantarkan ke penerbangan yang seharusnya…

Penanganan tas

Haha…