#1865 – Some Stories From Work

ENGLISH

Bowling

Last week, my office organized a bowling event for new hires. By that, my company booked the entire bowling arena for us, the employees, for two hours and it also included free drinks and snacks! Lol 😆 So obviously, I RSVPed the event!! 😀

It had been awhile since the last time I played bowling (it was in Malaysia 😛 ); and actually, it would be my first time playing bowling in Europe! Haha 😛 .

It's bowling time in Amsterdam

It’s bowling time in Amsterdam

So how was it? Well, unsurprisingly, I was a little bit “rusty”; but overall, it was fine and, more importantly, really fun! As during the event the arena was turned into a disco arena along with 1980s disco music! Haha 😀

A Boat Tour!

Earlier this week, my group was able to secure a spot on our company’s private boat for an evening tour in the canals of Amsterdam. It also happened that the famous Amsterdam Light Festival was still on! And I heard the best way to enjoy the festival was by taking a boat tour!! And now I got to do that for free (it was even including some pizzas for dinner 😛 )!!

Tulip lights for the Amsterdam Light Festival

Tulip lights for the Amsterdam Light Festival

But then, in the morning there was a major power outage in Amsterdam which affected all public transportation around the capital 😦 . By “affecting”, I mean no train running at all which made it impossible for me to go to my office. Well, unless I wanted to bike which probably would have taken four hours one way, lol 😆 .

It was so bad that the impact lasted the entire day so that NS even suggested people not to travel to the area of Amsterdam, Utrecht, or Schiphol if possible 😖. You could imagine, a calamity like this would propagate so fast (and so bad) in the busy and highly-utilized Dutch railway network.

So unfortunately, I had to skip the boat tour this time 😩. But it is okay, I am sure there will be another opportunity for a boat tour later on. But still, I am still a little bit disappointed as the timing of this one was so perfect! 😦

BAHASA INDONESIA

Bowling

Minggu lalu, kantorku mengadakan acara bowling untuk karyawan-karyawan baru. Maksudnya, kantorku menyewa keseluruhan arena bowling untuk kami, para karyawan, gitu deh selama dua jam dan ini semua termasuk minuman dan snack gratis! Haha 😆 . Jelas dong ya aku ikutan!! 😀

Sudah lama juga semenjak terakhir kali aku main bowling (terakhir kali adalah di Malaysia 😛 ); dan sebenarnya, ini akan menjadi kali pertama aku main bowling di Eropa loh! Haha 😛 .

It's bowling time in Amsterdam

Saatnya main bowling di Amsterdam

Bagaimana kah acaranya? Yah, tak mengherankan, permainanku sedikit “karatan”; tetapi secara umum sih oke-oke saja kok dan, yang penting, seruu! Haha 😀 . Apalagi sewaktu main arenanya dibuat bersuasana disko lengkap dengan lagu-lagu disko tahun 1980an pula gitu 😛 . Semakin seru deh, haha 😀 .

Tur Kapal!!

Awal minggu ini, grupku berhasil mendapatkan jatah untuk menggunakan kapal pribadi perusahaan kami untuk sebuah tur kapal malam-malam di kanal-kanalnya Amsterdam. Kebetulan juga Amsterdam Light Festival yang terkenal itu juga masih berlangsung kan! Dan dengar-dengar nih cara terbaik untuk menikmati festival ini adalah dengan ikutan tur kapal!! Nah kan, sekarang aku malah mendapatkan kesempatan untuk melakukannya dengan gratis, dan ini pun termasuk makan malam berupa pizza pula loh!! Hahaha #pecintagratisan

Tulip lights for the Amsterdam Light Festival

Lampu-lampu tulip di acara Amsterdam Light Festival

Tetapi kemudian, di pagi harinya ada kejadian mati lampu yang parah dong di Amsterdam yang mempengaruhi semua transportasi umum di sekitar ibukota 😦 . Dengan “mempengaruhi”, maksudku adalah sama sekali tidak ada kereta api yang bisa beroperasi sehingga tidak memungkinkanku untuk berangakt ke kantor. Yah, kecuali aku mau bersepeda ke sana sih yang mana sekali jalan bakal memakan waktu empat jam kali, haha 😆 .

Saking parahnya, pengaruhnya berlangsung sepanjang hari bahkan NS menyarankan penumpang untuk tidak pergi ke area Amsterdam, Utrecht, atau pun Schiphol jika bisa 😖. Bisa dibayangkan kan, efek bencana transportasi semacam ini jelas akan tersebar dengan amat cepat di jaringan kereta api Belanda yang memang pada dasarnya sudah sibuk dan padat banget.

Jadi sayangnya, aku harus melewati tur kapal ini deh kali ini 😩. Tetapi nggak apa-apa sih, toh aku yakin akan ada kesempatan untuk tur kapal lagi nanti-nanti. Tapi tetap aja sih aku agak kecewa karena timing tur kali ini kan sempurna banget sebenarnya! 😦

#1862 – My Book and Post-Vacation Weight

ENGLISH

My Book!!

Earlier this week, I got four of these boxes delivered to my Delft office:

My book!

My book!!

Yep, those were MY book (read: PhD dissertation!). Yes, my dissertation, which I worked so hard for in the last many months of my PhD contract which forced me to work myself through the summer (holiday) period of 2016, was finally printed into real books!! Btw, I even got an ISBN for it, haha 😛 .

Yeay! :mrgreen:

Obviously the dominant feeling I had when seeing and holding those books was happiness (well, and also a bit of relief as well 😛 ). Those were the fruits of my hardwork in the past four and a half years.

For long, I had been wanting to write a book. Like, a real book. And it felt really surreal seeing those books, which every single content was made by me (Including the cover, which I designed myself. Btw, I got the inspiration for the cover in an art exhibition at Parc Du Thabor in Rennes last year on my weekend trip. See? Travelling was useful!), to become reality!

But then I got reminded immediately that there is still one final challenge I must tackle: my PhD defense. I know I must also prepare myself seriously for that one.

Post-Vacation Weight

Anyway, I was hoping that I would not gain so much weight on my year end trip to Indonesia; despite all the eating I did there 😅. Well, as it turned out, while unsurprisingly my body weight, indeed, went up, I only gained:

0.5 kg!!

Yes, just 0.5 kg!! Yeaay!!

Yep, I guess the carbohydrate diet I strictly applied when I was there worked well!

And now, back to the gym and regular exercise!! 😀

BAHASA INDONESIA

Bukuku!!

Awal minggu ini, aku mendapatkan kiriman ini sebanyak empat kardus di kantor Delft-ku:

My book!

Bukuku!!

Iyaa, itu adalah bukuKU (baca: disertasi PhD/S3-ku!). Iya, disertasiku, yang mana aku kerjakan dengan sangat amat serius di banyak bulan terakhir kontrak PhDku sampai-sampai aku melewatkan berlibur di masa-masa liburan musim panas 2016 yang lalu, akhirnya dicetak menjadi buku-buku beneran juga!! Btw, bahkan aku mendapatkan ISBN juga untuknya loh, haha 😛 .

Horee! :mrgreen:

Jelas perasaan yang dominan ketika melihat dan memegang buku-buku itu adalah kebahagiaan (yah, dan sedikit rasa lega juga sih 😛 ). Buku-buku itu adalah buah dari kerja-kerasku selama empat setengah tahun terakhir.

Sudah lama rasanya aku ingin menulis sebuah buku. Buku yang beneran maksudnya. Dan rasanya surreal banget melihat buku-buku itu, yang mana keseluruhannya aku buat sendiri (Termasuk cover-nya loh, yang mana aku disain sendiri. Btw, aku mendapatkan inspirasi untuk cover-nya dari sebuah pameran seni di Parc Du Thabor di Rennes tahun lalu di perjalanan akhir pekanku ke sana. Nah kan? Jalan-jalan itu banyak gunanya!), kini menjadi kenyataan!

Tetapi langsung deh aku teringatkan bahwa masih ada satu tantangan terakhir yang mesti aku taklukan: sidang PhDku. Aku tahu aku harus mempersiapkan diriku dengan serius untuknya.

Berat badan pasca-liburan

Anyway, ceritanya kan aku berharap berat badanku nggak akan naik banyak-banyak banget di perjalanan akhir tahunku ke Indonesia; walaupun di sana kerjaannya makan melulu kan 😅. Yah, ternyata, walaupun memang sih berat badanku naik, kenaikannya adalah:

0,5 kg!!

Iyaaa, cuma 0,5 kg aja!! Horee!!

Yep, aku rasa diet karbohidrat yang aku terapkan dengan ketat ketika di Indonesia bekerja dengan baik deh!

Dan sekarang, aku kembali ke gym dan berolahraga setiap hari deh!! 😀

#1840 – Four of My Favorite Activities While Commuting

ENGLISH

It is December already today, which means I have been commuting for two months now. Luckily, I feel that I have adapted to it so, for now, the approximately three hours I need to spare every working day are, well, bearable.

Commuting during rush hour

Luckily I have learned some trick (from my own experiences) to avoid this rush hour situation.

Aside from physically adapting to it, I have also developed several activities which I like to do during this time. Aside from occassionally daydreaming, playing some games in my smartphone, and napping (all could be necessary to refresh mind and body), here are four of them:

1. Replying to non-work-related emails/messages

Obviously I have the time to read and reply to work-related emails or messages during my time at the office.

2. Blogwalking

I also find it fun to blogwalk while commuting. It makes the time pass much faster as well because blogwalking takes some time. This also includes leaving some comments as well.

Reading "Menghirup Dunia" while waiting for a ride at Universal Studio Singapore

Basically I read while commuting.

3. Reading non-work-related articles

In a way, this overlaps a little bit with blogwalking because, obviously, most blogs are non-work-related.

4. Replying to blog comments

Every blogger knows that interaction is a key part in blogging. This, of course, includes the interaction in the comment section of each post.

Speaking of this, though, I notice that there is a bug with WordPress where not all comments are also visible from the mobile app. Hmm…

***

All those activities make me feel like I have used the three hours every day wisely and, more importantly, productively! So the three hours and the tiredness do not feel like a waste of my time. I guess this also helps a lot in making those commuting hours more bearable.

And you? Do you have to commute everyday? If so, what is your favorite activity to do?

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.

An Intercity train.

BAHASA INDONESIA

Hari ini kita sudah memasuki bulan Desember, yang mana artinya aku sudah nglaju selama kurang lebih dua bulan sekarang. Untungnya, rasanya aku sudah mulai terbiasa dengannya sehingga, sekarang ini, waktu tiga jam yang harus kuhabiskan setiap hari untuk itu terasa lumayan.

Commuting during rush hour

Untungnya aku juga sudah belajar beberapa trik (dari pengalaman pribadi) untuk menghindari situasi di jam sibuk seperti ini.

Di samping terbiasa secara fisik, aku juga mulai terbiasa secara aktivitas yang aku sukai di waktu ini. Selain dari kadang-kadang melamun, main game di hape, dan tertidur sejenak (semuanya penting untuk menyegarkan pikiran dan badan), berikut ini empat di antaranya:

1. Membalas pesan/email yang tak berkaitan dengan pekerjaan

Karena jelas dong aku memiliki waktu untuk membaca dan membalas email yang berhubungan dengan pekerjaan di kantor.

2. Blogwalking

Aku juga merasa blogwalking adalah aktivitas yang seru ketika nglaju. Ini membuat waktu berlalu lebih cepat karena blogwalking kan memakan waktu juga. Ini juga termasuk meninggalkan komen.

Reading "Menghirup Dunia" while waiting for a ride at Universal Studio Singapore

Secara singkat aktivitasku ketika nglaju sih membaca.

3. Membaca artikel yang tak berkaitan dengan pekerjaan

Di satu sisi, ini berpotongan dengan blogwalking sih karena, jelas kan, kebanyakan blog itu tidak berkaitan dengan pekerjaanku, hehe.

4. Membalas komentar di blog

Setiap blogger pasti tahu bahwa interaksi itu adalah elemen penting dari ngeblog. Ini, tentu saja, termasuk interaksi di kolom komentar dari setiap posting.

Ngomongin ini, aku perhatikan sepertinya ada bug nih dengan WordPress dimana tidak semua komentar yang masuk juga muncul di app-nya. Hmm…

***

Semua aktivitas tersebut membuatku merasa waktu tiga jam setiap hari itu aku berguna dan, yang lebih penting lagi, produktif! Jadi waktu tiga jam dan lelahnya badan dari bepergian selama itu tidak terasa seperti membuang-buang waktu deh. Aku rasa ini juga membantuku merasa waktu nglaju itu lumayan.

Dan kalian? Apakah kalian harus nglaju pula setiap harinya? Jika iya, aktivitas apa yang paling kalian sukai?

#1825 – One Month Work Anniversary

ENGLISH

As today is November the first, today marks the first month anniversary of my new job in Amsterdam. Job-wise, I think the first month went well where mainly my task was to get used to with the company. Not only that, I also needed to switch my working mindset from academia to industry, as I mentioned after the first week. It feels like there are still a lot to learn, as the company I work for is a big global company; but this is what makes my job exciting! 🙂

Speaking of my contract, I was very lucky and received some good surprises as well during the first month. Last week, I mentioned there was an adjustment with my salary; where in a way, this could be seen as a raise. And a raise in salary is always a good thing, especially when it comes in the first month of employment? Haha 😆 .

A day after I got my first pay slip, I also received a document from the HR manager. Its content surprised me big time, because I was offered the permanent contract! 😮😮😮

You see, the original agreement was that, as pretty much the norm in the Dutch labour market, I would be under a temporary contract for one year. After which, an evaluation would follow and if the outcome were positive, I would be given the permanent contract. But then, last week, three weeks in since I started the job, I got this offer!! I could not believe it that I even asked my colleague to read the letter as well. It was in English and I read English well (I got 9 for reading in my IELTS test years ago *ahem*); however, I could not believe my eyes that I felt like I needed an extra pair of eyes to make sure that this was true! Hahaha 😆 . Well, I couldn’t help but to smile for the rest of the day that day.

Anyway, as a company, we are doing well. So on the last Friday of every month, the company rents out several bars in Amsterdam only for the employees in the evening after working hours! 😮😮😮 Yes people, renting out bars on Friday evening in Amsterdam, arguably the busiest time for bars in the city! And they rent the entire bars, so normal visitors are not allowed to come in. There, we could drink and eat with no limit “for free” (the company pays); and this applied to everything! Including every single drink in the bar, including the expensive ones! 😮😮😮

It also happened that because it was October, they decided to throw the Halloween theme as well for the evening! There was even a face-painting event!! Haha 😆 . Too bad that I already arranged my Avgeek Weekend Trip the next day so I could not stay that late! 😟 In my defense, I arranged this trip in July so how would I know about this event! Haha 😆 . But it is noted now! In the future I will arrange my plans accordingly 😛 .

Anyway, yeah, it was so much fun!!

BAHASA INDONESIA

Karena hari ini adalah tanggal satu November, hari ini adalah ulang bulan pertama dari pekerjaan baruku di Amsterdam. Secara pekerjaan, aku rasa bulan pertama ini berlangsung dengan baik dimana tugas utamaku memang adalah membiasakan-diri dengan perusahaan ini. Tidak hanya itu, aku juga perlu untuk mengubah pola pikirku dari mindset akademia ke industri, seperti yang kusebutkan di minggu pertama. Rasanya masih ada banyak yang mesti kupelajari, karena memang perusahaanku bekerja sekarang ini adalah perusahaan besar yang mendunia; yang mana oleh karenanya lah pekerjaanku ini seruu! 🙂

Ngomongin masalah pekerjaan, aku sungguh beruntung dan mendapatkan beberapa kejutan manis juga di bulan pertama ini. Minggu lalu, aku sebutkan bahwa ada penyesuaian dengan gajiku; dimana dari satu sudut pandang, bisa dibilang aku mendapatkan kenaikan gaji. Dan yang namanya kenaikan gaji mah selalu adalah sesuatu yang positif kan ya, apalagi terjadinya di bulan pertama kerja? haha 😆 .

Sehari setelah aku mendapatkan slip gaji pertamaku, aku mendapatkan sebuah dokumen dari manajer HR. Isi dari dokumen ini sungguh mengejutkanku sekali, karena aku mendapatkan tawaran berupa kontrak kerja permanen! 😮😮😮

Ceritanya di perjanjian awal, seperti sebagaimana pasar tenaga-kerja di Belanda, kontrak kerjaku adalah kontrak sementara selama satu tahun. Setelah itu, akan ada evaluasi dan jika hasilnya positif, aku akan diberikan kontrak kerja permanen. Tetapi minggu lalu, tiga minggu setelah aku mulai bekerja, lha kok aku mendapatkan tawaran ini!! Aku tidak percaya lho waktu itu sehingga aku sampai meminta kolegaku untuk membaca suratnya juga. Suratnya sih dalam bahasa Inggris dan kemampuan reading bahasa Inggris-ku baik-baik saja sih sebenarnya (nilai IELTS-ku 9 dulu di bagian reading *pamer*); tetapi aku tidak percaya dengan apa yang dibaca mataku sehingga aku membutuhkan sepasang mata ekstra untuk memastikan bahwa ini beneran terjadi! Hahaha 😆 . Haha, sepanjang sisa hari itu aku tidak bisa menyembunyikan senyuman dari wajahku deh saking senangnya.

Anyway, sebagai sebuah perusahaan, performa kami cukup baik. Jadilah di hari Jumat terakhir setiap bulan, perusahaan menyewa beberapa bar di Amsterdam hanya untuk karyawan setelah jam kerja! 😮😮😮 Iya loh, menyewa beberapa bar di hari Jumat malam di Amsterdam, padahal ini kan jam-jam sibuknya bar di kota ini kan ya! Dan yang disewa itu keseluruhan barnya gitu, jadi pengunjung biasa tidak boleh masuk. Di sana, kami boleh minum dan makan tanpa batas “dengan gratis” (yang bayar kantor maksudnya); dan ini berlaku untuk semuanya loh! Termasuk segala jenis minumannya, termasuk yang mahal-mahal! 😮😮😮

Kebetulan juga bulan lalu adalah bulan Oktober kan, jadilah acaranya sekalian diberi tema Halloween malam itu! Bahkan sampai ada acara face-painting segala loh!! Haha 😆 . Sayang banget aku sudah terlanjur ada rencana Avgeek Weekend Trip keesokan harinya sehingga aku nggak bisa pulang malam-malam banget! 😟 Ya gimana, acaranya kan aku susun di bulan Juli dan waktu itu kan meneketehe ya ada acara seseru ini! Haha 😆 . Tetapi sekarang aku sudah tahu deh! Jadi nanti-nanti aku menyusun rencananya juga menyesuaikan dengan ini 😛 .

Ya gitu deh, seru banget lah pokoknya!!

#1822 – Yeay, Payday

ENGLISH

Yesterday, I received the first salary of my new job which I just started this month. Yeay, finally! After the last time which was two months ago 😛 . As I made September as a sabbatical month, of course I did not get any last month. Well, except for the salary correction from TU Delft but it was not that significant in numbers anyway so it did not count 😛 .

It turned out there was an adjustment with the salary pay, where the bottom line was, I received “more” this month than what was originally agreed; so of course I was not complaining about it at all, lol 😆 . Well, it was not that “surprising” in the sense that my (temporary) team leader explained this change to me last week.

It feels nice to have an income coming into my back account again. Especially that I had to spend quite a lot during my sabbatical month (obviously 😛 ) and that this weekend I had to buy a new laptop.

Yes, a new laptop 😫.

So the laptop I bought in February 2014 suddenly decided to fail last week. I tried to troubleshoot it a little bit but the problem seemed to be more severe than what I thought. Well, it has passed the warranty period anyway so probably it was indeed already the time for me to get a new one.

I decided not to buy the fanciest laptop this time. Judging from my experience in the last years, I don’t really use my personal laptop for work anyway so I don’t think I need to fanciest one 😛 . Plus, I have to work with iOS computers anyway for my current work, haha 😆 . I also no longer play any games which require a computer with high specification. As long as I can surf the internet with my laptop, it should be sufficient.

My new laptop

My new laptop

BAHASA INDONESIA

Kemarin, aku menerima gaji pertamaku dari pekerjaan baruku yang baru kumulai awal bulan ini. Hore, akhirnya! Setelah terakhir kali menerima gaji yaitu dua bulan yang lalu 😛 . Karena September aku jadikan bulan sabatikalku, tentu saja aku tidak menerima apa-apa bulan lalu. Eh, kecuali koreksi gaji dari TU Delft ding tetapi nominalnya mah nggak seberapa jadi nggak dihitung dong ya 😛 .

Ternyata ada penyesuaian juga dengan gajiku ini, dimana intinya adalah: aku menerima “lebih banyak” bulan ini daripada yang dijanjikan; yang mana jelas dong ya aku mah nggak komplain, ahahah 😆 . Yaa, nggak “mengherankan” juga sih karena minggu lalu ketua tim (sementara)-ku menginformasikanku akan perubahan ini.

Rasanya nyaman memiliki pendapatan yang masuk ke dalam rekening bank-ku lagi. Terutama karena aku harus keluar banyak di bulan sabatikalku (ya iya lah 😛 ) dan juga akhir pekan kemarin aku harus membeli sebuah laptop baru.

Iya loh, laptop baru gitu 😫.

Jadi ceritanya laptop yang aku beli Februari 2014 lalu tiba-tiba memutuskan untuk rusak minggu lalu. Aku coba troubleshoot permasalahannya tetapi sepertinya lebih parah dari perkiraanku. Kebetulan juga masa garansinya sudah lewat sehingga mungkin memang sudah waktunya untukku membeli yang baru.

Aku memutuskan untuk tidak membeli laptop yang keren-keren banget lah kali ini. Berdasarkan pengalamanku beberapa tahun belakangan, ternyata toh aku tidak menggunakan laptop pribadiku untuk bekerja jadi jelas dong aku nggak butuh yang canggih-canggih amat 😛 . Toh juga untuk pekerjaanku sekarang aku harus menggunakan komputer iOS juga sih, haha 😆 .  Aku juga tidak lagi main game-game apa gitu yang membutuhkan laptop berspesifikasi oke. Selama laptopnya bisa terhubung dengan internet, cukup lah.

 

#1820 – Commuting Life

ENGLISH

I need to commute between Delft and Amsterdam for work every (working) day. Now that I have done this for about three weeks, it appeared that my observation after the first week was just slightly off. After collecting more data, as of now the expected door-to-door commuting time is a little bit under 1.5 hours one way. But of course five or ten minutes faster does not really make a big difference in the grand scheme of this commuting life, haha 😆 .

Anyway, after the first week I wondered whether the tiredness I felt was because the commute was indeed tiring or because simply I was still not used to it by then. While I believe the truth is a weighted combination of both, the weight of the second one appears to be larger than what I expected before. Now that I have commuted for three weeks, I feel like I have got the groove. I do not feel as tired as I was in the first week (That week, I napped on two occassions on my way back to Delft! Lol 😆 ). Maybe this is mainly because I have adjusted my bed time accordingly to my new routine. A consequence of this is that I also feel more energized at work too.

However, it does not mean that living in Delft is as “optimal” as living in Amsterdam for this work. I am still thinking about this and haven’t come up with a decision yet. This is because I have a few considerations which I need to carefully assess, 😀 . I guess we will see how it goes in the next coming weeks or possibly even months, hmm…

NS-Business Card

Speaking of commuting, of course one aspect which cannot be neglected is the fee, haha 😆 . And those who have ever lived or come to the Netherlands would understand if I say that the public transportation cost in this country is not cheap, even in European standard.

With my voordeelurenabonnement card, which gives me 40% discount on train tickets outside of the weekday 06:30 – 09:00 time window, it cost me €20.80 everyday for the return train tickets (Note that in the morning I would have to travel during the rush hour period so the discount is not valid).  And if I decide to take the tram or metro from Amsterdam Centraal to my office, I need to top off another €2.50-ish for the return tickets.

Luckily, my company provides me with an NS-Business Card option, which I could get for free because I live in Delft. This card allows me to travel with trains (in second class), trams, buses, and metro for free in the Netherlands at all time! This implies that I can use this card for my private travels as well! (My company mentions this private travels aspect too when describing the benefit of this card). Of course I applied for it. I got the card last week(-ish) and as of this week, the card is valid. Yeay!!! :mrgreen:

My new NS-Business Card

My new NS-Business Card

BAHASA INDONESIA

Aku harus nglaju dari Delft ke Amsterdam (dan sebaliknya) untuk ngantor setiap hari (kerja) sekarang. Setelah melakukan ini selama tiga minggu, ternyata observasiku setelah minggu pertama sedikit kurang tepat. Setelah mendapatkan data lebih banyak, sekarang ekspektasi waktu perjalanan dari pintu ke pintunya adalah sedikit di bawah 1,5 jam sekali jalan. Tetapi memang sih perbedaan lima atau sepuluh menit tidak lah signifikan dalam kehidupan nglaju ini lah ya, haha 😆 .

Anyway, setelah minggu pertama itu aku bertanya-tanya apakah kelelahan yang kurasakan waktu itu disebabkan karena nglaju-nya memang melelahkan atau semata-mata karena aku belum terbiasa saja karenanya. Aku sih percaya bahwa kenyataannya adalah kombinasi (tertimbang) di antara keduanya, tetapi bobot yang kedua sepertinya lebih besar daripada apa yang kuperkirakan sebelumnya. Nah, setelah nglaju selama tiga minggu sekarang, rasanya aku sudah mulai mendapatkan ritmenya. Aku tidak lagi merasa selelah seperti di minggu pertama (Minggu itu, dua kali loh aku tertidur di perjalananku kembali ke Delft! Haha 😆 ). Mungkin ini disebabkan karena aku juga menyesuaikan waktu tidurku dengan rutinitas baruku. Konsekuensinya, aku juga merasa lebih bertenaga di kantor.

Namun, ini bukan berarti tinggal di Delft itu sama “optimal”-nya dengan tinggal di Amsterdam untuk pekerjaan ini. Aku masih berpikir tentang ini dan belum memutuskan apa pun. Ini karena aku memiliki beberapa pertimbangan yang perlu aku analisa dengan hati-hati, hehe 😀 . Jadi aku rasa kita lihat saja deh beberapa minggu, atau mungkin malah bulan, ke depan, hmm…

NS-Business Card

Ngomongin tentang nglaju, jelas satu aspek yang tidak bisa dikesampingkan adalah masalah biaya, haha 😆 . Dan mereka yang pernah mengunjungi atau tinggal di Belanda pasti mengerti ketika kubilang bahwa biaya transportasi di negara ini nggak murah, termasuk untuk ukuran Eropa.

Dengan kartu voordeelurenabonnement, yang memberikanku diskon 40% untuk tiket kereta di luar jendela waktu hari kerja jam 06:30 – 09:00, harga tiket kereta pp adalah €20,80 (sekitar Rp 300.000) setiap hari (Di pagi hari, aku harus bepergian di waktu rush hour sehingga diskonnya tidak berlaku). Dan jika aku memutuskan untuk naik tram atau metro dari Amsterdam Centraal ke kantorku, aku harus membayar ekstra sekitar €2,50 (Rp 37.500an) untuk tiket pp-nya.

Untungnya, kantorku memberikanku pilihan NS-Business Card, yang bisa kudapatkan dengan gratis karena aku tinggal di Delft. Dengan kartu ini, aku bisa bepergian dengan kereta api (di kelas dua), tram, bus, dan metro dengan gratis di seluruh Belanda di setiap waktu! Ini artinya, kartunya juga bisa kupakai untuk keperluan pribadi! (Kantorku bahkan menyebutkan keuntungan bepergian untuk keperluan pribadi ini sebagai salah satu keuntungan kartu ini). Jelas dong aku mendaftarkan-diri untuknya. Lumayan banget kan. Nah, aku mendapatkan kartunya minggu lalu, dan mulai minggu ini, kartunya berlaku! Hore!!! :mrgreen:

#1814 – The First Week

ENGLISH

I started my new job in Amsterdam this Monday, which means it has been one week of normal working-life, haha 😆 . So what do I take from this week?

The Commute

First of all, so far the commute has been “more” than what I expected. “More” in two ways:

  1. I mention last week that I expected the door-to-door travel time to be 1.5 hour one hour, max. Based on my experience this week though, well, 1.5 hour was more like the expected door-to-door travel time! 😦 This implies that now I expect to spend three hours every day just to commute, hmm. On top of that, one aspect I forgot to factor in was that I would be travelling during the rush hours!
  2. Consequently, it has also been more tiring than I thought it would be. For this, though, I am still not sure whether it was actually tiring or that I was just still not used to it.
Commuting during rush hour

Commuting during rush hour

So we will see, I guess. The consequence is, I might need to change my decision again regarding what I live, depending on how I feel in the coming weeks/months, haha 😆 .

Team Work

One aspect I learned from the first week was that I needed to shift my working paradigm in the independence-teamwork scale. During my PhD years, it lied more in the independence spectrum. Here in the company, I need to shift it to more in the teamwork spectrum. And I can tell you that shifting this paradigm is not a super easy manner. This is because the independence spectrum has been “my comfort zone”. However, I believe it is important for me to adjust, and I am sure I will, but I understand that it will take some time too. Just hopefully not too long, haha 😆 .

Adapting and Exciting

The theme of my first week was to adapt to the new company and environment. One key aspect was to get to know the system and, more pragmatically, to get used to work with Mac, haha 😆 . Btw, I finally got RStudio in my office laptop two days after I started! Haha 😆 .

Another aspect was the excitement. I really, really like my new office in Amsterdam (Seriously, it is awesome!), one of the many reasons would be the awesome canteen where lunch was all-you-can-eat buffet with lots of options, including healthy options! Haha 😆 . About the work, I have not done anything significant, yet, but based on what my team shared to me, what await me sound super interesting. It also happened that they stationed me in an area which I have a lot of curiosity about! Yeah, super exciting!

Flat tummy smoothie

Earlier this week, one healthy drink option was this “flat tummy smoothie”. It was not sweet at all, though that was probably implied by the name, lol 😆

BAHASA INDONESIA

Aku memulai pekerjaan baruku di Amsterdam hari Senin yang lalu, yang mana artinya kehidupan normalku sudah berlangsung selama satu minggu dong ya ini. Nah, apa saja yang kupelajari seminggu ini?

Nglaju

Pertama-tama, acara nglaju-nya sejauh ini “lebih” daripada apa yang kusangka-sangka deh. “Lebih” dalam dua hal:

  1. Kusebutkan minggu lalu bahwa aku menjangka bahwa waktu perjalanan dari pintu ke pintu adalah 1,5 jam satu arah, maksimal. Nah, berdasarkan pengalamanku minggu ini, 1,5 jam itu ternyata adalah ekspektasi lama waktunya loh! 😦 Ini artinya, sekarang aku bisa berharap aku menghabiskan waktu sekitar tiga jam deh setiap hari untuk nglaju saja, hmm. Selain itu, satu aspek yang lupa kufaktorkan sebelumnya adalah aku akan bepergian di jam-jam padat alias rush hour!
  2. Sebagai akibatnya, rasanya juga lebih melelahkan daripada yang kukira sebelumnya. Untuk ini sih, aku masih belum benar-benar yakin apakah memang sebenarnya melelahkan atau semata-mata hanya karena aku masih belum terbiasa saja.
Commuting during rush hour

Nglaju di jam-jam rush hour

Jadi kita lihat saja deh. Hanya saja sebagai konsekuensinya, ada kemungkinan aku harus mengubah lagi keputusanku mengenai dimana aku tinggal, tergantung dari pengalamanku beberapa minggu/bulan ke depan, haha 😆

Kerjasama Tim

Satu aspek yang kupelajari dari minggu pertamaku adalah aku perlu menggeser paradigma kerjaku di skala independen-kerjasama. Di masa-masa PhD (S3)-ku, paradigmanya lebih berada di dalam spektrum independen. Di perusahaan ini, aku perlu menggesernya untuk lebih masuk di spektrum kerjasama. Dan bisa kubilang bahwa menggeser paradigma kerja ini tidak lah mudah loh. Ini karena ternyata spektrum independen telah menjadi “zona nyaman”-ku. Namun, aku sadari bahwa penting bagi diriku untuk menyesuaikan diri dengannya, dan aku yakin aku akan terbiasa juga, hanya saja mungkin memang aku membutuhkan waktu untuk itu. Ya, mudah-mudahan saja waktunya tidak terlalu lama ya, haha 😆 .

Beradaptasi dan memang seru banget!

Tema minggu pertamaku adalah beradaptasi dan membiasakan-diri dengan perusahaan dan lingkungan baruku. Satu aspek penting adalah membiasakan-diri dengan sistemnya dan, lebih pragmatis lagi nih, membiasakan-diri untuk bekerja dengan Mac, haha 😆 . Btw, akhirnya aku berhasil mendapatkan RStudio di laptop kantorku setelah dua hari loh! Haha 😆 .

Satu aspek lain adalah excitement. Aku benar-benar suka banget kantor baruku di Amsterdam (Beneran deh, kantornya keren banget!), salah satu dari banyak alasannya adalah kantinnya dimana makan siangnya bermodel buffet all-you-can-eat dengan banyak pilihan gitu, termasuk pilihan makanan sehat! Haha 😆 . Mengenai pekerjaan, belum banyak pekerjaan penting yang kukerjakan minggu ini, tetapi berdasarkan cerita-cerita kolegaku, apa yang menungguku terdengar seru banget. Kebetulan, mereka juga menempatkanku di bagian bisnisnya dimana aku memang memiliki banyak sekali rasa penasaran di dalamnya! Iyaa, seruu!

Flat tummy smoothie

Awal minggu ini, satu pilihan minuman sehat adalah “smoothie perut rata” ini. Dan ternyata rasanya gak ada manis-manisnya sama sekali dong, ya iya lah ya, hahaha 😆