working life · Zilko's Life

#1981 – Some Stories From Work

ENGLISH

About a month ago I mentioned that one of my team members resigned in July resulting in me having to temporarily taking over some of her responsibilities until we got a replacement. We estimated probably the replacement would come in one or two months.

But then, we actually got the replacement in August! This was certainly good news (also for me), haha. Though, I could not just hand over everything to my new team member just like that because she was new in the company. Moreover, she just did the switch from academia to industry in taking this job, just like my decision last year, so I totally understood she would need some time to settle.

Of course I have been trying to be as helpful and welcoming as possible because situation-wise, I was in her shoes last year (Though we have different job titles so our work responsibilities are different). Last year I got tremendous support from my colleagues in helping me to learn and settle here. So I am trying my hardest to “return” the favor here, haha.

Overall I am glad, though, as I felt like my workload has increased in the past month or so. I mean, of course I can always put some of those to my backlog as my colleagues would understand anyway that I have limited amount of time. But still, it does not feel nice to see a long list of tasks in your backlog, especially when some of those are “take-overs”, haha 😛 . Even though, of course, she could not immediately re-take over all of those responsibilities, as she certainly needed the time to settle and adapt to everything; but she certainly could start with some tasks. Coming from academia helped as well, where in my opinion her learning curve was fast. So I am sure shortly she will be able to fully reclaim the “take-over” responsibilites I got from my ex-colleague. But in the meantime:

BAHASA INDONESIA

Sekitar satu bulan lalu aku sebutkan bahwa salah seorang rekan timku resign di bulan Juli sehingga untuk sementara aku diminta untuk menampung sebagian pekerjaannya sampai kami mendapatkan penggantinya. Waktu itu kita perkirakan mungkin kita akan mendapatkan pengganti dalam dua atau tiga bulan gitu lah.

Tetapi kemudian, ternyata kami mendapatkan penggantinya di bulan Agustus dong! Ini jelas adalah berita baik (juga untukku), haha. Walaupun, aku tidak bisa langsung menyeragkan tanggung-jawab dari mantan rekan kerjaku itu ke penggantinya ini karena ia benar-benar baru mulai bekerja di kantorku sekarang. Terlebih lagi, ia baru saja pindah dari akademia ke dunia industri juga dengan pekerjaannya ini, sama seperti keputusanku tahun lalu, jadi aku sungguh paham bahwa ia tentu membutuhkan waktu untuk membiasakan-diri.

Tentu saja aku berusaha untuk se-helpful dan seramah mungkin karena secara situasi, tahun lalu aku berada di situasi yang sama persis (Walaupun titel pekerjaan kami berbeda sih sehingga tanggung-jawab kami juga berbeda). Tahun lalu aku mendapatkan banyak bantuan banget dari rekan-rekan tim baruku yang baik banget itu, yang mana sungguh membantuku untuk belajar dan membiasakan-diri. Jadilah sekarang aku juga berusaha untuk “membalas” kebaikan yang kuterima itu, haha.

Secara keseluruhan aku merasa lega karena aku merasa beban kerjaku, terutama sebulanan terakhir ini, meningkat. Maksudku, tentu saja aku bisa memasukkan beberapa di antaranya ke dalam backlog dan toh pasti kolegaku juga akan paham mengingat waktuku yang juga jelas terbatas kan. Tapi tetap aja lah, nggak asyik rasanya melihat backlog yang panjang, apalagi ketika beberapa tugas-tugas di sana adalah tugas “limpahan”, haha 😛 . Walaupun, tentu saja, kolega baruku tentu tidak bisa langsung mengambil-alih semua pekerjaannya itu, karena ia juga pasti membutuhkan waktu untuk membiasakan diri; tetapi jelas ia bisa mulai mencicilnya kan. Barusan berpindah dari akademia juga membantu sekali, karena aku perhatikan ia cepat belajar. Jadi aku yakin ia tidak perlu banyak waktu untuk bisa mengambil-alih semua tanggung-jawab “limpahan” dari mantan rekan kerjaku. Tetapi sebelum itu, untuk sementara waktu:

Advertisements
working life · Zilko's Life

#1968 – On My Holiday Allowances

ENGLISH

One consequence I must face with my decision to switch from academia to industry is the much more limited holiday allowances that I get now. If two years ago I got 50 days for the year, I only get about half of that this year, haha 😆 . Though, as in the standard in the Netherlands, I still do have the right to buy some (or sell as well, for that matter; but I don’t think it is worth to sell some, especially considering the tax that comes with it 😆 ).

Anyway, but my office provides a way where we can get extra allowances (aside from special events, like wedding, child birth, exam (luckily my PhD defense counted as an exam 😀 ), moving (which I took in April), etc). And that is through having no sick days, haha. So if within a 6 month period since 1 January or 1 July we do not call in sick even once, we immediately get one extra holiday allowance. And if we do not call in sick for the entire calendar year, we get another extra allowance. So in total, we can get up to three extra allowances each year. Not a lot, but still helpful, IMO.

And so because I did not call in sick in the first half of this year, I just got an extra allowance! Yeay!! 😀

Speaking of holiday allowances, what I really like about it here is that your office never makes a fuss on when you would want to use them, because those are your right (Well, of course unless it is stated in the contract where usually it is because your presence and work are essential in certain period of time). Last year when I submitted my application for my year end trip to Indonesia while still being new at the company (I had been there less than two months), it got accepted in literally twenty seconds 😀 .

Last year when my PhD contract at TU Delft ended in August, I still had about 20 unused holiday allowances. So technically I could have used them all, meaning taking the entire August off AND still got my full salary (haha 😆 ) and then went straight into my sabbatical month in September; otherwise, I would lose all my right over these 20 days. They would all be just gone like that. However, at the time I could not afford to take August off because I was in the very intense period of my PhD where I had to finish everything up before my contract ended. And it was hell a lot of work, I can tell you; and so I needed August for that. But this meant that indeed I would have to just let my right of those 20 days go. But well, I guess the “return” that I got from that was my PhD degree I got in January. And to me, 20 days of holiday allowances is a very cheap price for a PhD degree, 😛 .

BAHASA INDONESIA

Satu konsekuensi yang harus aku hadapi dengan keputusanku untuk berpindah dari dunia akademia ke dunia kerja (industri) adalah jatah cutiku sekarang yang jauh lebih terbatas. Jika dua tahun yang lalu aku mendapatkan 50 hari jatah cuti dalam setahun, sekarang aku cuma mendapatkan kira-kira setengahnya lah dalam setahun, haha 😆 . Walaupun, sebagaimana biasanya di Belanda, aku juga masih memiliki hak untuk membeli beberapa jatah cuti sih (atau juga menjualnya; tapi dengan jumlah segini mah nggak worth it lah ya untuk dijual, apalagi dengan mempertimbangkan potongan pajak dari hasil penjualannya itu lho, 😆 ).

Anyway, tetapi kantorku juga memberikan cara dimana kita bisa mendapatkan jatah cuti ekstra (di samping acara-acara khusus seperti misalnya pernikahan, kelahiran anak, ujian (untungnya sidang PhDku bisa dihitung sebagai ujian waktu itu 😀 ), pindahan (yang aku gunakan April lalu), dll tentunya). Dan cara itu adalah dengan tidak mengambil absen karena sakit. Jadi jika dalam periode 6 bulan semenjak 1 Januari atau 1 Juli kita tidak absen sakit, otomatis kita mendapatkan satu jatah cuti ekstra. Dan jika dalam satu tahun kalender penuh kita tidak absen sakit, kita dapat satu ekstra lagi. Jadi totalnya, kita bisa mendapatkan tiga jatah cuti ekstra per tahun. Nggak banyak sih, tapi lumayan lah ya.

Dan karena aku tidak absen sakit selama setengah tahun pertama ini, aku baru saja mendapatkan satu jatah cuti ekstra ini! Hore!! 😀

Ngomongin jatah cuti, yang aku suka dengan situasi di Belanda ini adalah kantor nggak akan pernah mempermasalahkan kapan kita mau ambil cuti, karena mengambil cuti kan hak kita (Kecuali disebutkan di dalam kontrak sih yang mana ini biasanya karena kehadiran dan pekerjaan kita penting banget di suatu periode waktu). Tahun lalu ketika aku memasukkan permohonan cuti untuk perjalanan akhir tahunku ke Indonesia ketika pun masih anak baru di perusahaannya (waktu itu aku belum ada dua bulan lah di kantorku ini), permohonanku langsung di-approve dalam waktu dua puluh detik loh 😀 .

Tahun lalu ketika kontrak PhD/S3ku di TU Delft berakhir di bulan Agustus, aku sebenarnya masih memiliki 20 jatah cuti yang belum kupakai. Jadi sebenarnya bisa-bisa aja semuanya aku pakai waktu itu, artinya cuti di sepanjang bulan Agustus DAN masih digaji penuh (haha 😆 ) dan kemudian langsung deh masuk ke bulan sabatikalku Septembernya; karena kalau tidak, aku akan kehilangan hakku akan 20 hari ini. Ya, hangus begitu saja. Namun, waktu itu aku tidak sanggup untuk mengambil cuti di bulan Agustus karena waktu itu adalah periode super intense di masa PhDku dimana ada banyak hal dan urusan yang harus kuselesaikan sebelum kontrakku berakhir. Buanyak banget deh, dan aku memerlukan bulan Agustus untuk itu. Tapi memang ini artinya aku harus merelakan 20 hari itu untuk hangus sih. Ah, tapi toh bisa dibilang “imbalan” yang kudapatkan dari merelakannya adalah gelar PhD/S3 yang kudapatkan Januari lalu. Dan untukku, merelakan 20 hari jatah cuti untuk hangus adalah harga yang murah untuk sebuah gelar S3 deh 😛 .

working life · Zilko's Life

#1961 – Some Work Stories

ENGLISH

Here are some stories from work recently.

One of my team members resigned in July. The problem was that there was noone who could readily replace her. You see, I work at a big company with really fast growth so indeed it feels like there is always shortage of people, haha 😆 . But on the other hand we don’t just hire anybody, we only want great and awesome people 😛 ; which of course doesn’t make it any easier but this is not the point of this post. Anyway, after some discussions the management decided that in the meantime until a new replacement would come, I would take over some of her responsibilities. But of course these would not be my top priorities unless there are some very urgent matter, haha.

Funnily though, literally the next day after her last day at the office, one of her automated workflows broke down. This felt really unfortunate because the week before, she told me these automated workflows hardly broke so probably I would not need to worry too much about them anyway. But she still handed me over those stuffs about them just in case they did.

And so I had to go inside the “brain” of the workflow and fixed the error. And you know going into someone else’s code and try to get the logic to understand what could possibly go wrong and fix it is not the most pleasant thing to do ever. On top of that, it was related to a programming language I was not really familiar with yet, haha. But in the end, I did fix it! Apparently the cause was a change in another workflow that feeds information into this workflow. Fixing it wasn’t super difficult or anything, but still, it felt really satisfying! I learned something new! Haha…

Ironically, apparently there were a lot of complaints about the change in the other workflow. So about a week later, the change was reverted back and so I had to revert the workflow back to the original one, lol 😆 . So at the end of the day, nothing was eventually changed, lol 😆 . But I did learn something, and acquiring new knowledge is also a valuable thing and so it was not all worthless, I guess, haha.

Speaking about my office, not too long ago for lunch my office provided unlimited amount of ice cream, which we could take whatever we wanted. And what made me really proud of myself was that: I didn’t touch any of the ice cream, not even a single bite! Yep, my nutrition app helped me to refrain myself from falling into the ice cream temptation! This was impressive because ice cream has long been known as one of my biggest enemies! 😝

BAHASA INDONESIA

Berikut ini beberapa cerita dari pekerjaanku baru-baru ini.

Salah satu rekan timku ada yang baru saja resign Juli kemarin. Masalahnya adalah, masih belum ada yang bisa segera menggantikannya. Jadi ceritanya perusahaan tempatku bekerja adalah perusahaan besar yang pertumbuhannya amat cepat sehingga rasanya selalu aja kekurangan orang, haha 😆 . Tapi di sisi lain kami juga nggak mau asal mempekerjakan orang sih, maunya kan orang-orang yang oke dan keren gitu 😛 ; yang mana jelas ini tidak membuat situasinya lebih mudah ya tetapi ini bukan lah inti dari posting ini. Anyway, ceritanya setelah beberapa diskusi dengan atasanku, aku akan mengambil sebagian tanggung-jawab rekanku ini sampai penggantinya tiba. Tetapi tentu saja ini tidak akan menjadi prioritas utamaku kecuali kalau ada apa-apa yang urgent banget, haha.

Lucunya, cuma satu hari setelah hari terakhirnya rekanku ini, salah satu workflow otomatis buatannya rusak dong. Timing-nya kok rasanya sial begini soalnya seminggu sebelumnya, ia berkata kepadaku workflow otomatis ini jarang banget rusak jadi kemungkinan besar aku nggak perlu terlalu risau karenanya. Tetapi toh ia tetap menjelaskan semuanya kepadaku untuk jaga-jaga andaikata kenapa-kenapa kan.

Dan jadilah aku harus masuk ke dalam “otak” dari workflow ini dan memperbaiki kerusakannya. Dan tahu lah tidak pernah mengasyikkan yang namanya masuk ke dalam kode pemrograman buatan orang lain, berusaha memahami logika di dalamnya untuk menemukan apa yang salah dan memperbaikinya. Di samping itu semua, workflow-nya sedikit berkaitan dengan bahasa pemrograman yang aku masih belum terlalu fasih, haha. Tetapi akhirnya, aku berhasil memperbaikinya loh! Ternyata penyebabnya adalah adanya perubahan di workflow lain yang bertugas memberikan informasi ke workflow ini. Perbaikan yang harus aku lakukan nggak sulit sih, tapi tetap aja, rasanya puas banget gitu! Aku belajar sesuatu yang baru! Haha…

Ironisnya, ternyata ada banyak komplain yang masuk akibat perubahan di workflow lain ini. Jadilah sekitar seminggu kemudian, perubahannya dibatalkan dan workflow-nya aku kembalikan seperti sedia kala, haha 😆 . Jadilah toh pada akhirnya tidak ada yang berubah, haha 😆 . Ah, tetapi kan aku jadi belajar sesuatu yang baru ya, dan mendapatkan pengetahuan baru itu juga lah pengalaman yang berharga, jadi semua ini tidak sia-sia lah, haha.

Ngomongin kantor, suatu ketika untuk makan siang kantorku menyediakan es krim unlimited loh, yang mana bisa kita ambil sepuasnya, haha. Dan yang membuatku sungguh bangga terhadap diriku sendiri adalah: aku sama sekali tidak mengambil es krimnya, satu gigit pun tidak! Yup, app nutrisi-ku membantu banget untukku menahan diri untuk tidak jatuh dalam godaan es krim! Padahal es krim kan sudah lama menjadi musuh bebuyutanku ya! 😝

 

General Life · working life · Zilko's Life

#1956 – Some Stories This Week

ENGLISH

A Team Outing

On Tuesday, my team organized a team outing, which I obviously joined. I was quite excited because I had to miss the previous opportunity due to a power outage which crippled the entire Dutch railway network. Mind that back then I was still living in Delft and obviously the power outage had to happen on that day of all time, haha 😆 .

Anyway, the activity for the team outing this time was a GPS augmented reality city game in Amsterdam. We were split into several (six) teams and each team was given an iPad and a bag of tools to solve several puzzles. The puzzles were spread throughout the city of Amsterdam and we had to physically go these spots as indicated in the map. In some sense it was like a combination of Pokemon Go and The Amazing Race, haha 😆 . The teams were also competing against each other and we also could check our current standing at any time, haha.

It was fun! Though we (my team) felt like we were being cheated because the answer of one puzzle was wrong gramatically, so our grammatically correct answer was marked as wrong. Though, to be fair, every team got the same set of questions so at least it was wrong for everyone, haha. My team did not do quite well during the game, so our goal was not to come in last. And in the end, we came in fifth, which had it been a leg on The Amazing Race, at least we would have not gotten eliminated, hahaha 😆 .

A team outing like this was fun, though. Beside the, obviously, fun, I felt like I could learn about the characters and personalities of some of my team members, hehe 🙂 . I felt like I could get to know them better.

A haircut

Anyway, it has been more than two months since I got a haircut so it was time for another one. I felt like my hair had been a bit too long anyway.

Actually, a few weeks back I got a flyer in my mailbox about a new barbershop  that was giving away some discount. But I did not feel like trying a new place this time, plus I really liked the last result of the other barbershop. So I decided to come back. This time, though, I learned from my last visit and made an appointment online since a few days before so I wouldn’t need to wait for too long, haha.

I am satisfied with the result, again, but of course no photo (yet 😛 ). Though, this second trip to the barbershop makes me miss the “complimentary” head massage in many Indonesian barbershops when you get your hair washed, haha. In this barbershop, hair wash is already included in the price (whereas in my previous favorite barbeshop in Den Haag, it was separate and I always chose not to use it, haha 😛 ). But from my two visits (and based on some people’s stories in other barbershops here), it appears that hair wash means only hair wash, here. No head massage, haha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Sebuah Team Outing

Di hari Selasa, timku mengadakan acara team outing, yang mana jelas aku ikutan. Aku cukup bersemangat soalnya aku kan terpaksa melewatkan kesempatan sebelumnya karena padamnya listrik yang melumpuhkan jaringan kereta api Belanda. Waktu itu kan aku masih tinggal di Delft dan jelas dong ya mati lampunya harus terjadi di hari team outing bukannya di waktu lain kek, haha 😆 .

Anyway, aktivitas team outing kali ini adalah permainan augmented reality dengan GPS di Amsterdam. Kami dibagi ke beberapa (enam) tim dan masing-masing tim diberikan sebuah iPad dan satu tas berisi barang-barang untuk memecahkan beberapa teka-teki. Nah, teka-tekinya tersebar di seluruh penjuru Amsterdam gitu dan kami harus berjalan-kaki menuju lokasi-lokasinya yang ditunjukkan di peta. Yaa, kurang lebih seperti kombinasi Pokemon Go dan The Amazing Race lah, haha 😆 . Tim-tim ini juga berkompetisi satu sama lain dan kami juga bisa melihat posisi sementara di setiap waktu, haha.

Seru! Walaupun kami (timku) merasa sedikit tercurangi sih karena satu jawaban dari teka-tekinya itu salah dong secara tata bahasa, jadilah jawaban kami yang bertata-bahasa benar justru dianggap salah! Walaupun, untuk fair-nya sih, setiap tim mendapatkan set pertanyaan yang sama sehingga setidaknya kesalahan ini juga diderita semua tim, haha. Timku tidak bermain dengan begitu baik kali ini, jadilah tujuan kami adalah jangan sampai menjadi tim yang paling terakhir. Dan akhirnya, kami menyelesaikan permainan ini di urutan kelima. Yah, setidaknya andaikata ini satu leg The Amazing Race, yang penting kami nggak akan tereliminasi lah ya, hahaha 😆 .

Acara team outing ini memang seru. Selain keasyikannya, aku juga merasa aku bisa lebih membaca karakter dan kepribadian beberapa anggota timku yang lain, hehe 🙂 . Ya rasanya jadi lebih kenal gitu.

Potong rambut

Anyway, sudah lebih dari dua bulan semenjak aku potong rambut sehingga sudah saatnya untuk potong lagi lah ya. Memang toh rasanya rambutku sudah agak panjang nih.

Sebenarnya, beberapa minggu yang lalu aku mendapatkan brosur di kotak posku yang berisi iklan sebuah salon baru yang sedang memberikan diskon. Tetapi aku sedang malas untuk mencoba tempat baru kali ini, apalagi aku juga suka hasil potong salonku yang sebelumnya. Jadilah aku memutuskan untuk kembali ke salon yang kemarin aja. Kali ini, aku belajar dari pengalaman waktu itu dimana aku sudah membuat janji dulu online semenjak beberapa hari sebelumnya sehingga aku nggak perlu menunggu lama, haha.

Aku cukup puas dengan hasilnya, tapi jelas belum foto-foto 😛 . Walaupun kunjungan keduaku ke salon ini membuatku kangen akan pijat kepala “gratisan” yang diberikan di banyak salon di Indonesia sih ketika rambut kita dicuci. Di salon ini, cuci rambut sudah termasuk di dalam harga potong rambutnya (sementara di salon favoritku yang sebelumnya di Den Haag, cuci rambut itu terpisah dan aku selalu memilih untuk tidak cuci rambut, haha 😛 ). Nah, dari dua kunjungan ini (dan berdasarkan cerita beberapa teman lain di salon-salon lain), kayaknya di sini ya cuci rambut itu ya berarti cuci rambut doang. Nggak ada deh itu yang namanya pijat kepala, haha 😛

working life · Zilko's Life

#1955 – Some June Stories from Work

ENGLISH

In general, we in the Netherlands were quite lucky with the weather in June where there were quite many days with great summer weather! This was perfect because there were several summer events organized by my office in June which became much more fun with the summer weather 😀 .

A Day Out

My department organized a Day Out on a Friday in mid-June. The event was held in Westergasfabriek, a former gasworksfactory that is now used to host events, which was really, really cool!! 😀 For instance, here is how the main presentation room looked like:

Westergasfabriek

The day was filled with presentations (ranging from the very serious business-related presentations to the more relaxed working-environment-related presentations), which I found interesting and useful.

The presentations were followed with a big pub quiz, where we were randomly assigned to a team (in total there were about 170 teams). Of course there were some prizes for the winner (including a trophy, haha). My team finished the quiz ranked 17th, not bad, I guess, haha.

Obviously they had to ask the classic Monty Hall problem, which I hit a homerun on obviously *looking at my Bachelor’s, Master’s, and Doctoral’s diplomas* 😛

And to close the day was a barbeque for dinner, which was quite nice (especially the chicken that was really good!).

BBQ

Speaking of barbeque, some of my colleagues decided to organize another barbeque event to enjoy the (rare) summer weather. Unfortunately the timing did not work for me because I had to supervise the mini-renovation work I had in my apartment that time. Well…

Summer Party

And to top it all off, my office organized a summer party on the last Friday of the month! It was held literally after work, at the Kromhouthal, a former factory still “equipped” with the original steel-clad pillars and cranes (Yeah, there are so many cool places for events in Amsterdam! 😉 ).

However, as I previously shared, my plan to attend the party was ruined because of a delivery. I had to miss the party and now I regret about it a lot because of my colleagues’ descriptions about it; that was awesome!! Well, but I guess I just need to suck it up as we can’t get everything we want in life anyway. Attending this party might be one of those for me, haha…

BAHASA INDONESIA

Secara umum, kami di Belanda cukup beruntung dalam hal cuaca di sepanjang bulan Juni dimana ada cukup banyak hari dengan cuaca musim panas yang oke! Ini pas banget karena kantorku juga mengadakan beberapa acara musim panas di sepanjang bulan Juni yang menjadi semakin asyik dengan cuaca musim panas itu 😀 .

Sebuah Day Out

Departemenku mengadakan sebuah Day Out di sebuah Jumat di pertengahan Juni. Acaranya diadakan di Westergasfabriek, dulunya sebuah tempat pengelolaan gas gitu yang sekarang digunakan untuk mengadakan acara-acara, yang mana tempatnya kece banget!! 😀 Misalnya, berikut ini penampakan ruang presentasi utamanya:

Westergasfabriek

Hari itu dipenuhi oleh presentasi-presentasi (yang materinya bervariasi dari presentasi mengenai bisnis yang serius hingga yang lebih santai seperti misalnya tentang suasana pekerjaan di kantor), yang mana bagiku menarik dan berguna juga.

Setelah presentasi-presentasinya selesai, sebuah pub quiz diadakan, dimana secara acak kami dimasukkan ke dalam tim (totalnya ada sekitar 170an tim). Tentu saja ada hadiah bagi pemenang kuisnya (termasuk piala segala loh, haha). Pada akhirnya, timku mengakhiri kuis di posisi 17, lumayan lah ya, haha.

Jelas dong salah satu pertanyaannya adalah masalah Monty Hall yang klasik itu, yang mana jelas aku jawab dengan amat mudah *melirik ijazah S1, S2, dan S3-ku* 😛

Dan hari itu ditutup dengan barbeque untuk makan malam, yang mana lumayan oke juga (terutama barbeque ayamnya yang mana enak banget!).

BBQ

Ngomongin barbeque, beberapa kolegaku mengadakan acara barbeque sendiri gitu untuk menikmati cuaca musim panas (yang jarang itu). Sayangnya, waktunya kurang pas bagiku karena hari itu aku harus mengawasi pekerjaan renovasi mini di apartemenku. Yah…

Summer Party

Dan untuk mengakhiri itu semua, kantorku mengadakan sebuah summer party di hari Jumat terakhir bulan itu! Acaranya diadakan tepat setelah jam kerja, di Kromhouthal, sebuah tempat yang dulunya pabrik dan masih “dilengkapi” dengan pilar-pilar besi dan dereknya gitu (Iya, memang ada banyak banget tempat-tempat kece di Amsterdam untuk mengadakan suatu acara! 😉 ).

Namun, seperti yang sebelumnya aku ceritakan, rencanaku untuk menghadiri summer party ini gagal total dikarenakan sebuah pengiriman barang. Aku harus melewatkan pestanya dan sekarang aku sungguh menyesalinya karena kolegaku bercerita bagaimana seru acaranya berlangsung!! Ah, aku rasa sebaiknya aku move on aja karena toh nggak semua yang kita inginkan itu bisa kita dapatkan kan. Menghadiri pesta ini mungkin adalah salah satunya, haha…

working life · Zilko's Life

#1865 – Some Stories From Work

ENGLISH

Bowling

Last week, my office organized a bowling event for new hires. By that, my company booked the entire bowling arena for us, the employees, for two hours and it also included free drinks and snacks! Lol 😆 So obviously, I RSVPed the event!! 😀

It had been awhile since the last time I played bowling (it was in Malaysia 😛 ); and actually, it would be my first time playing bowling in Europe! Haha 😛 .

It's bowling time in Amsterdam
It’s bowling time in Amsterdam

So how was it? Well, unsurprisingly, I was a little bit “rusty”; but overall, it was fine and, more importantly, really fun! As during the event the arena was turned into a disco arena along with 1980s disco music! Haha 😀

A Boat Tour!

Earlier this week, my group was able to secure a spot on our company’s private boat for an evening tour in the canals of Amsterdam. It also happened that the famous Amsterdam Light Festival was still on! And I heard the best way to enjoy the festival was by taking a boat tour!! And now I got to do that for free (it was even including some pizzas for dinner 😛 )!!

Tulip lights for the Amsterdam Light Festival
Tulip lights for the Amsterdam Light Festival

But then, in the morning there was a major power outage in Amsterdam which affected all public transportation around the capital 😦 . By “affecting”, I mean no train running at all which made it impossible for me to go to my office. Well, unless I wanted to bike which probably would have taken four hours one way, lol 😆 .

It was so bad that the impact lasted the entire day so that NS even suggested people not to travel to the area of Amsterdam, Utrecht, or Schiphol if possible 😖. You could imagine, a calamity like this would propagate so fast (and so bad) in the busy and highly-utilized Dutch railway network.

So unfortunately, I had to skip the boat tour this time 😩. But it is okay, I am sure there will be another opportunity for a boat tour later on. But still, I am still a little bit disappointed as the timing of this one was so perfect! 😦

BAHASA INDONESIA

Bowling

Minggu lalu, kantorku mengadakan acara bowling untuk karyawan-karyawan baru. Maksudnya, kantorku menyewa keseluruhan arena bowling untuk kami, para karyawan, gitu deh selama dua jam dan ini semua termasuk minuman dan snack gratis! Haha 😆 . Jelas dong ya aku ikutan!! 😀

Sudah lama juga semenjak terakhir kali aku main bowling (terakhir kali adalah di Malaysia 😛 ); dan sebenarnya, ini akan menjadi kali pertama aku main bowling di Eropa loh! Haha 😛 .

It's bowling time in Amsterdam
Saatnya main bowling di Amsterdam

Bagaimana kah acaranya? Yah, tak mengherankan, permainanku sedikit “karatan”; tetapi secara umum sih oke-oke saja kok dan, yang penting, seruu! Haha 😀 . Apalagi sewaktu main arenanya dibuat bersuasana disko lengkap dengan lagu-lagu disko tahun 1980an pula gitu 😛 . Semakin seru deh, haha 😀 .

Tur Kapal!!

Awal minggu ini, grupku berhasil mendapatkan jatah untuk menggunakan kapal pribadi perusahaan kami untuk sebuah tur kapal malam-malam di kanal-kanalnya Amsterdam. Kebetulan juga Amsterdam Light Festival yang terkenal itu juga masih berlangsung kan! Dan dengar-dengar nih cara terbaik untuk menikmati festival ini adalah dengan ikutan tur kapal!! Nah kan, sekarang aku malah mendapatkan kesempatan untuk melakukannya dengan gratis, dan ini pun termasuk makan malam berupa pizza pula loh!! Hahaha #pecintagratisan

Tulip lights for the Amsterdam Light Festival
Lampu-lampu tulip di acara Amsterdam Light Festival

Tetapi kemudian, di pagi harinya ada kejadian mati lampu yang parah dong di Amsterdam yang mempengaruhi semua transportasi umum di sekitar ibukota 😦 . Dengan “mempengaruhi”, maksudku adalah sama sekali tidak ada kereta api yang bisa beroperasi sehingga tidak memungkinkanku untuk berangakt ke kantor. Yah, kecuali aku mau bersepeda ke sana sih yang mana sekali jalan bakal memakan waktu empat jam kali, haha 😆 .

Saking parahnya, pengaruhnya berlangsung sepanjang hari bahkan NS menyarankan penumpang untuk tidak pergi ke area Amsterdam, Utrecht, atau pun Schiphol jika bisa 😖. Bisa dibayangkan kan, efek bencana transportasi semacam ini jelas akan tersebar dengan amat cepat di jaringan kereta api Belanda yang memang pada dasarnya sudah sibuk dan padat banget.

Jadi sayangnya, aku harus melewati tur kapal ini deh kali ini 😩. Tetapi nggak apa-apa sih, toh aku yakin akan ada kesempatan untuk tur kapal lagi nanti-nanti. Tapi tetap aja sih aku agak kecewa karena timing tur kali ini kan sempurna banget sebenarnya! 😦

General Life · PhD Life · working life · Zilko's Life

#1862 – My Book and Post-Vacation Weight

ENGLISH

My Book!!

Earlier this week, I got four of these boxes delivered to my Delft office:

My book!
My book!!

Yep, those were MY book (read: PhD dissertation!). Yes, my dissertation, which I worked so hard for in the last many months of my PhD contract which forced me to work myself through the summer (holiday) period of 2016, was finally printed into real books!! Btw, I even got an ISBN for it, haha 😛 .

Yeay! :mrgreen:

Obviously the dominant feeling I had when seeing and holding those books was happiness (well, and also a bit of relief as well 😛 ). Those were the fruits of my hardwork in the past four and a half years.

For long, I had been wanting to write a book. Like, a real book. And it felt really surreal seeing those books, which every single content was made by me (Including the cover, which I designed myself. Btw, I got the inspiration for the cover in an art exhibition at Parc Du Thabor in Rennes last year on my weekend trip. See? Travelling was useful!), to become reality!

But then I got reminded immediately that there is still one final challenge I must tackle: my PhD defense. I know I must also prepare myself seriously for that one.

Post-Vacation Weight

Anyway, I was hoping that I would not gain so much weight on my year end trip to Indonesia; despite all the eating I did there 😅. Well, as it turned out, while unsurprisingly my body weight, indeed, went up, I only gained:

0.5 kg!!

Yes, just 0.5 kg!! Yeaay!!

Yep, I guess the carbohydrate diet I strictly applied when I was there worked well!

And now, back to the gym and regular exercise!! 😀

BAHASA INDONESIA

Bukuku!!

Awal minggu ini, aku mendapatkan kiriman ini sebanyak empat kardus di kantor Delft-ku:

My book!
Bukuku!!

Iyaa, itu adalah bukuKU (baca: disertasi PhD/S3-ku!). Iya, disertasiku, yang mana aku kerjakan dengan sangat amat serius di banyak bulan terakhir kontrak PhDku sampai-sampai aku melewatkan berlibur di masa-masa liburan musim panas 2016 yang lalu, akhirnya dicetak menjadi buku-buku beneran juga!! Btw, bahkan aku mendapatkan ISBN juga untuknya loh, haha 😛 .

Horee! :mrgreen:

Jelas perasaan yang dominan ketika melihat dan memegang buku-buku itu adalah kebahagiaan (yah, dan sedikit rasa lega juga sih 😛 ). Buku-buku itu adalah buah dari kerja-kerasku selama empat setengah tahun terakhir.

Sudah lama rasanya aku ingin menulis sebuah buku. Buku yang beneran maksudnya. Dan rasanya surreal banget melihat buku-buku itu, yang mana keseluruhannya aku buat sendiri (Termasuk cover-nya loh, yang mana aku disain sendiri. Btw, aku mendapatkan inspirasi untuk cover-nya dari sebuah pameran seni di Parc Du Thabor di Rennes tahun lalu di perjalanan akhir pekanku ke sana. Nah kan? Jalan-jalan itu banyak gunanya!), kini menjadi kenyataan!

Tetapi langsung deh aku teringatkan bahwa masih ada satu tantangan terakhir yang mesti aku taklukan: sidang PhDku. Aku tahu aku harus mempersiapkan diriku dengan serius untuknya.

Berat badan pasca-liburan

Anyway, ceritanya kan aku berharap berat badanku nggak akan naik banyak-banyak banget di perjalanan akhir tahunku ke Indonesia; walaupun di sana kerjaannya makan melulu kan 😅. Yah, ternyata, walaupun memang sih berat badanku naik, kenaikannya adalah:

0,5 kg!!

Iyaaa, cuma 0,5 kg aja!! Horee!!

Yep, aku rasa diet karbohidrat yang aku terapkan dengan ketat ketika di Indonesia bekerja dengan baik deh!

Dan sekarang, aku kembali ke gym dan berolahraga setiap hari deh!! 😀