The Past, Zilko's Life

#2137 – A Knees Mystery of My Life, Solved


My rather recent knee injury made me google some information about the human’s knee (Well, as you might be aware from this blog that I am quite a curious person, haha 😆 ). This effort took an interesting turn when I stumbled upon some information which actually was irrelevant to the injury itself. However, this information inadvertently “solved” a life mystery of mine of the past 15-20 years!

Growing up in my early teens, I felt serious pains in both knees. To be more precise, the pain was felt just below the knee caps on the frontal side of my lower legs; and it was much more intense when I was doing certain activities which put some force on the knees, such as, and especially, kneeling. And the pain was not just a one-time or temporary thing. I felt the pain quite consistently, for years! However as years went by and I was growing up, the pain gradually faded and after some years I did not feel it anymore (Though, even now I can still feel some “residue” if I deliberately “stimulate” the part (e.g. to put some considerable force on either parts)).

I did not know what it was but speculated that perhaps it had something to do with growing up. As the pain eventually stopped at some point anyway, I did not put too much thought to it anymore. I just kept this as a memory from my early adolescent years 😛 .

This stayed like this as a “mystery” until I accidentally found an article about the Osgood-Schlatter disease some weeks ago after the knee injury! Its description pretty much checked everything in the list, thus believing me this was indeed what I experienced growing-up! In short, the pain was caused by irritation of the bone growth plate in the area, which was made of cartilage in a child, due to high stress (due to activities) in the area which, in time, caused the growth plate to hurt and swell. Apparently athletic young people were most commonly affected by this disease.

The swell resulted in permanent bumps just underneath my knees which I have now.

While I wouldn’t say I was super active growing up, at the very modest least I could say I was moderately active, haha. By the time I started to feel the pain, I had been going to a martial art lesson for quite some time, which involved a lot of kneeling (hence pressure on the parts). I have to be honest, though, while so far I have described the feeling as “pain”; at certain moment with certain “angle” the “pain” actually felt … “good”. Lol 😆 . Did this make me a masochist btw? Haha 😛 .

Anyway, of course I made my parents aware of my condition. And I remember vividly I got the impression that my dad knew exactly what was going on. He was really calm about it and so I wasn’t worried; despite the pain. I don’t remember if I was taken to a doctor for this, though; but now that I think about it, I gradually reduced my physical activity after that. I’m not sure if my parents knew exactly about this disease or not, but the important thing was that I got the right “treatment” for it. And this amazes me even more because all of this was in the era before the booming of the internet!

So, did anyone of you also (apparently) have this disease growing up? 😀


Cedera lututku baru-baru ini membuatku meng-google informasi mengenai lutut manusia (Ya kan memang aku anaknya pengen-tahuan ya, haha 😆 ). Upaya ini tiba-tiba menjadi menarik ketika tidak sengaja aku menemukan informasi yang sebenarnya tidak berhubungan dengan cederanya itu sendiri. Tapi, informasi ini, tidak disangka-sangka, malah “menyelesaikan” sebuah misteri hidupku selama 15-20an tahun terakhir!

Ketika memasuki masa remaja, aku merasakan rasa sakit di kedua lututku. Untuk lebih tepatnya, rasa sakitnya aku rasakan di bawah bagian depan lutut di kaki bawahku; dan rasa sakitnya sungguh intens terutama jika aku melakukan beberapa aktivitas yang memang memberikan tekanan lebih di lutut, misalnya, dan terutama, berlutut. Rasa sakitnya pun bukan cuma sesekali atau temporer saja, tapi aku rasakan bertahun-tahun! Namun, seiring berjalannya waktu dan aku terus bertumbuh, perlahan-lahan rasa sakitnya berkurang dan setelah beberapa tahun tidak aku rasakan sama sekali (Walaupun sekarang aku masih bisa merasakan “residu”-nya sih jika dengan sengaja aku men-“stimuli” bagian ini (misalnya dengan sengaja menerapkan tekanan di bagian ini)).

Aku tidak tahu penyebab rasa sakit ini tetapi aku duga ada hubungannya dengan aku yang waktu itu sedang bertumbuh. Karena toh pada akhirnya di satu waktu rasa sakitnya tidak lagi aku rasakan sama sekali, aku tidak lagi terlalu banyak memikirkannya. Pengalaman ini aku simpan sebagai memori dari masa awal remajaku 😛 .

Ini tersimpan sebagai “misteri” hingga beberapa minggu yang lalu ketika secara tidak sengaja aku menemukan informasi mengenai penyakit Osgood-Schlatter setelah cedera lututku itu! Deskripsinya sangat cocok dengan apa yang aku rasakan, sehingga aku yakin memang penyakit ini lah yang aku hadapi dulu di awal masa remajaku! Secara singkat, rasa sakitnya disebabkan oleh iritasi pada plat pertumbuhan tulang di area tersebut, yang mana masih berupa tulang rawan di anak-anak, yang mana akibat tekanan yang tinggi (akibat aktivitas-aktivitas fisik) menyebabkan, setelah beberapa waktu, platnya tertarik sehingga menjadi sakit dan bengkak. Ternyata kebanyakan anak pra-remaja yang aktif/atletis memang terkena penyakit ini.

Bengkaknya menyebabkan benjolan permanen di sebelah bawah lututku ini bahkan sampai saat ini.

Walaupun aku tidak akan membuat klaim aku sangat aktif ketika kecil dulu, tetapi setidaknya dengan rendah hati aku bisa bilang bahwa memang aku cukup aktif, haha. Ketika rasa sakitnya mulai aku rasakan, aku sudah mengikuti sebuah les bela diri selama beberapa tahun, dimana memang aku harus banyak berlutut (sehingga tekanan di bagian kakiku ini) untuknya. Sejujurnya nih ya, walaupun sejauh ini perasaannya aku deskripsikan sebagai “rasa sakit”; di satu waktu dan dari “sudut” terentu rasa “sakit”-nya itu sebenarnya terasa … “enak” loh, haha 😆 . Eh apa ini berarti jangan-jangan aku agak masokis ya? Haha 😛 .

Anyway, tentu saja aku memberi-tahu orangtuaku akan kondisiku ini. Dan aku ingat jelas aku mendapatkan kesan bahwa papaku tahu dan paham banget akan situasi ini. Ia kalem dan biasa-biasa saja tentangnya dan jadilah aku juga tidak begitu khawatir; walaupun rasa sakitnya terasa sih. Aku tidak ingat apakah aku dibawa pergi ke dokter karenanya atau tidak; tapi kalau aku ingat-ingat kembali, memang semenjak itu perlahan-lahan aktivitas fisikku dikurangi. Nah, aku tidak tahu apakah orangtuaku tahu akan penyakit ini atau tidak, tapi yang jelas aku mendapatkan “perawatan” yang tepat untuknya. Dan ini membuatku amat terkesan karena ini semua kan terjadi di sebelum eranya internet booming ya!

Jadi, aku penasaran apakah di sini ada yang juga (ternyata) terkena penyakit ini ketika tumbuh besar? 😀

The Past, Zilko's Life

#2129 – A Blogging Theory


This post has sat in my Draft section for about half a year now. And so I figure it might be a good time to let it live here as an actual post, haha 😛


It is no secret that I enjoy blogging, a lot. And this is something which I don’t consciously think about a lot, let alone analyze. I just go with the flow. However, just not too long ago something suddenly popped up in my mind, something which might explain why I enjoy this activity so much that I have been constantly doing for more than 13 years now.

You know, last Fall I decided to rewatch Star Trek: Voyager. After four seasons of it, for whatever reason I remembered my childhood time when I first watched the series. At the time, one aspect of the show which I was obsessed with was, interestingly, the star date! You see, in (almost) every episode, the captain (usually, otherwise it would some other crew member) would narrate a log (it could be personal or work-related) and tag it with a star date (basically a time system used in the series). At the time, I was obsessed with the star date and actually listed the star dates that appeared in each episode! Haha 😆 .

While mini Zilko was obsessed with the star date, probably unknowingly the entire concept of the captain or crew’s logging habit was absorbed as well along with it. Think about it, in a way blogging can be seen as a way of logging my life, isn’t it? While this might not be the only purpose of blogging in general, it certainly fits with how I write and shape my own blog.

In a slightly unrelated story, I also remember the evening my dad took me and my little brother to Gramedia. That evening, we bought a badminton racket for each of us; and also an empty diary book. I still vividly remember what my dad said to us that evening, that one of his biggest regret from his childhood was to not log his life in a diary. So much memory was, then, forgotten. So he encouraged me and my brother to write anything in the book. Like, literally anything, no matter how “trivial” the matter was. Of course at the time I didn’t immediately embrace it. In fact, I think the book was left mostly empty in the end (I remember at least I wrote one “post” there, though 😛 . In fact, I still remember what it was: a blackout in Yogyakarta! Haha 😆 ).

And then 2005 came, where I was introduced to what was called a blog. And the rest … is history.


Posting ini sudah duduk manis di Draft blog-ku ini selama setengah tahunan sekarang. Dan jadilah aku pikir mungkin ini adalah waktu yang baik untuk menjadikannya posting beneran, haha 😛 .


Bukan rahasia lagi bahwa aku amat menikmati yang namanye ngeblog. Dan ini adalah sesuatu yang tidak pernah aku sengaja pikirkan mengapa, apalagi analisa. Go with the flow aja gitu deh. Namun, belum lama ini tiba-tiba sesuatu terpikirkan di pikiranku, sesuatu yang mungkin menjelaskan mengapa aku amat menikmati aktivitas yang telah kulakukan rutin selama lebih dari 13 tahun ini.

Sudah kuceritakan kan bahwa musim gugur kemarin ini aku mulai menonton ulang Star Trek: Voyager. Setelah empat musim, entah mengapa tiba-tiba aku teringat masa kecilku ketika aku pertama menonton serial ini. Waktu itu, aku terobsesi dengan salah satu aspek dari serialnya, yaitu tanggal bintangnya! Jadi ceritanya di (hampir) setiap episode, kapten kapalnya (biasanya, atau terkadang “digantikan” oleh anggota kru lainnya) menarasikan sebuah catatan harian gitu deh (bisa berupa catatan personal atau catatan pekerjaan) dan membubuhkannya dengan tanggal bintang (sebuah sistem waktu yang digunakan di serial ini). Waktu itu, aku terobsesi dengan tanggal bintang ini dan membuat daftar tanggal bintang-tanggal bintang yang muncul di setiap episodenya! Haha 😆

Walaupun Zilko kecil terobsesi dengan tanggal bintangnya, mungkin tanpa ia sadari keseluruhan konsep dari kebiasaan kapten atau krunya dalam menyimpan catatan harian ini juga ikut teresap dengannya. Benar juga kan? Di satu sisi ngeblog itu bisa dipandang sebagai pencatatan rekaman hidup? Walaupun memang ini bukan lah satu-satunya fungsi dari blog secara umum, jelas tujuan ini lah yang memotivasiku untuk ngeblog.

Di cerita yang agak tidak berhubungan dengannya, aku juga ingat suatu malam ketika papaku mengajakku dan adikku ke Gramedia. Malam itu, kami membeli raket badminton untukku dan adikku; dan juga sebuah buku diary kosong. Aku masih ingat jelas apa yang dikatakan papaku malam itu, dimana salah satu penyesalan terbesar di hidupnya adalah tidak mencatat kehidupannya dalam sebuah diary. Jadilah banyak memori yang, akibatnya, terlupakan. Jadilah waktu itu ia mendorongku dan adikku untuk menulis apa pun di buku itu. Apa pun, seberapa “nggak penting”-nya juga nggak apa-apa. Jelas lah waktu itu aku tidak langsung menerima konsep ini, haha. Malahan, buku itu pada akhirnya tetap nyaris kosong (Aku ingat setidaknya aku menuliskan satu posting-an di sana sih 😛 . Bahkan topiknya pun masih aku ingat lho: mati lampu di Yogyakarta! Haha 😆 ).

Dan lalu tiba lah tahun 2005, dimana aku dikenalkan dengan yang namanya blog. Dan selanjutnya … tahu sendiri lah bagaimana.

About Myself, Contemplation, The Past, Thoughts, Zilko's Life

#1973 – People *Can* Change


I came across something interesting when preparing some material for this post. It was not something surprising in general, but I was quite “wowed” to see that, apparently, I was a living proof for something. And that something was: people *can* change.

In that post I linked to a post of mine from 2011, in where I explicitly wrote:

Well, actually I am not really a sport guy …

Oh wow, how things have changed!!

Okay, I am not going to claim I am a sport guy now because the definition of that is rather vague. However, I can say that now I exercise regulary, a lot lot more regularly than back then. In fact, I feel guilty if I don’t exercise at least once within 48 hours, except when I am on a trip (which I often am 😛 ) where I give myself more leeway. But then again, I walk a lot while on a trip, sometimes even up to 15 km in a day, which is also a form of exercise actually 🤔.

I do like to walk while travelling, like this time in Stonehaven, Scotland in 2015.

In 2011, I still had the mindset I had built since I was, probably, in elementary school. You see, back then I never excelled in sports/gym class at school. Not that I did bad, I was just average. On the other hand, I excelled academically and I decided to put all my focus on this. It was fine for me to not excel in sports, as that was not my forte anyway, because I knew that “brain” was my thing. Brain over brawn. And, maybe in a way, I might try to build my identity around this idea. The problem with this? Nothing, except that I kindof took my health for granted, which had unintentionally become part of that identity as well.

Clearly something has changed since 2011. I cannot pinpoint what exactly happened and when, so maybe the mindset change was a gradual process. But what I know is that over time, I started to understand that I could not, and should not, take my health for granted. And I knew that this had to be for the long-term goal. I started to do more exercises; one baby step at a time, as otherwise it would not work. I also started to watch what I eat. I use brown/red rice at home now. It is more expensive, but my health is more important. I also eat much less rice nowadays. Even one time during lunch at the office, my colleague pointed out that I did not take any rice that day even though the menu was a lamb curry and rice was abundantly provided.

In my first week in the Netherlands in 2010
At Court Philippe Chatrier in 2016

And I do see, and feel, the result; and this might be one factor which keeps the motivation running and burning also. While not obese (Thankfully 😛 ), I was quite overweight back then. Since then, I have lost about 25 kg (This was over a period of 2 years, I think; since then I have managed to maintain my current weight). A friend here even often jokes that I was three times bigger when we first met in my first month in the Netherlands, lol 😆 . Not surprising, though. The two pictures above showed me in my first week in the Netherlands in 2010 (left) and when I went to Roland Garros last year (right). 🙈 More importantly, I also feel much, much, much better in the inside. I feel like my mind is clearer, and I feel much happier overall than I was before. The classic Latin phrase “Mens sana in corpore sano” is no bullshit. I really mean this.

It might be a bit “unusual” but I feel like I am in better physical and mind shape now, when I am in my late 20s, than years ago in my late teens or early 20s.


To me, this is interesting. Something which I believed was part of my identity could change over time, just by the power of will and patience and time, thankfully for the good. Thank to this blog, though, that I can make this observation (Hey this is one of my reasons to blog anyway 😛 ).


Aku mendapatkan suatu obervasi menarik ketika mempersiapkan materi posting ini beberapa waktu lalu. Walaupun nggak mengherankan secara umum, aku cukup dibuat “terpana” karenanya, ternyata karena aku adalah bukti hidup untuk suatu hal. Dan hal itu adalah: orang *bisa* berubah.

Jadi begini, di posting itu aku memberikan tautan ke sebuah posting-ku di tahun 2011, dimana waktu itu secara eksplisit aku tulis:

Yah, sebenarnya aku kan bukan orang yang sporty banget yah …

Oh wow, bagaimana situasi sudah berubah banget sekarang!!

Oke, aku tidak akan mengklaim bahwa aku orang yang sporty sekarang karena definisi sporty sendiri tidak jelah saklek/pasti. Namun, aku bisa bilang bahwa sekarang aku berolahraga secara rutin, jauh, jauh lebih rutin daripada dulu. Bahkan, aku akan merasa bersalah apabila aku tidak berolahraga minimal sekali dalam selang waktu 48 jam, kecuali ketika sedang jalan-jalan (yang mana sering aku lakukan sih 😛 ) dimana aku lebih tidak ketat akan hal ini. Namun lagi, ketika jalan-jalan aku hampir selalu berjalan-kaki sih, bahkan terkadang bisa mencapai 15an km dalam satu hari. Dan ini kan salah satu bentuk olahraga juga yah 🤔.

Aku suka berjalan-kaki ketika jalan-jalan, seperti misalnya kala ini di Stonehaven, Skotlandia di tahun 2015.

Di tahun 2011, aku masih memiliki mindset yang sudah kutanam semenjak, mungkin, sewaktu aku SD. Jadi ceritanya dulu aku tidak unggul di pelajaran olahraga gitu deh. Bukannya jelek sih, tapi aku biasa-biasa aja lah. Di sisi lain, secara akademis aku sangat unggul dan aku memutuskan untuk memfokuskan diriku total ke sisi ini. Nggak apa-apa aku nggak unggul di olahraga, toh memang olahraga bukanlah keahlianku kok, karena aku tahu aku unggul dalam hal “otak”. Brain over brawn gitu deh ceritanya. Dan mungkin, di satu sisi, aku juga membangun identitas diriku berdasarkan ide ini. Masalah dari ini? Nggak ada sih sebenarnya, kecuali bahwa aku menjadi cukup menyepelekan urusan kesehatan yang, sayangnya, tidak sengaja menjadi bagian dari identitas ini.

Jelas sesuatu sudah berubah semenjak tahun 2011. Aku sendiri tidak bisa menunjukkan apa yang terjadi dan kapan persisnya, jadi aku rasa perubahan mindset-ku adalah sebuah proses. Yang kutahu adalah seiring berjalannya waktu, aku mulai memahami bahwa aku tidak boleh, dan memang sebaiknya tidak, menyelepekan urusan kesehatanku. Dan aku tahu ini harus lah untuk tujuan jangka panjang. Aku mulai berolahraga lebih rutin; pelan-pelan saja tapi pasti karena kalau tidak, pasti tidak akan jalan secara jangka panjang. Aku juga mulai lebih memperhatikan apa yang aku makan. Aku menggunakan beras coklat/merah sekarang. Lebih mahal memang, tetapi kesehatanku lebih penting. Aku juga mengurangi banyak konsumsi nasiku. Bahkan suatu waktu ketika makan siang di kantor, seorang kolegaku bertanya mengapa aku tidak mengambil nasi padahal menu yang disajikan hari itu adalah kari kambing yang ditemani dengan nasi.

Di minggu pertamaku di Belanda tahun 2010
Di Lapangan Philippe Chatrier tahun 2016

Dan aku sendiri melihat, dan merasakan, hasilnya; dan memang ini adalah satu faktor yang membantu motivasiku untuk tetap menyala. Walaupun nggak sampai obesitas (untungnya 😛 ), aku bisa dikatakan agak overweight dulu, haha. Semenjak waktu itu, beratku sudah turun sekitar 25an kg (Penurunan ini dalam periode 2 tahunan sih kalau nggak salah; dan semenjak itu beratku aku pertahankan). Seorang temanku bahkan sering bercanda menyebutkan bahwa dulu aku berukuran tiga kali lebih besar ketika kami pertama kali bertemu di bulan pertamaku di Belanda, haha 😆 . Nggak mengherankan juga sih. Dua foto di atas menunjukkan aku di minggu pertamaku di Belanda di tahun 2010 (kiri) dan ketika aku pergi ke Roland Garros tahun lalu (kanan). 🙈 Lebih penting lagi, aku juga merasa jauh, jauh, jauh lebih baik secara mental. Aku merasa pikiranku lebih jernih, dan aku merasa jauh lebih bahagia secara keseluruhan daripada dulu. Ungkapan Latin klasik “Mens sana in corpore sano” itu bukan omong kosong. Dan aku bersungguh-sungguh dengan pernyataan ini.

Mungkin agak “tidak biasa” tetapi aku merasa berada dalam kondisi fisik dan mental yang lebih baik sekarang, di penghujung umur 20anku, daripada bertahun-tahun lalu di penghujung umur remajaku atau awal 20an.


Untukku, ini menarik. Sesuatu yang dulunya aku kira bagian dari identitasku bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu, hanya karena kekuatan pikiran dan kesabaran dan waktu, untungnya untuk hal yang positif. Berkat blog ini juga sih aku bisa membuat observasi ini (Hey, memang ini kan salah satu alasan ngeblog 😀 ).

Contemplation, The Past, Thoughts, Zilko's Life

#1494 – 2014 in Review


Here we go again, already at the end of the year 2014. And just like in 2008, 2011, 2012, and 2013, here is an overview of the year of 2014 for me…


January 2014

I started the year in the city of Manchester in England for my year end 2013 trip to West England. I went to the Old Trafford Stadium on the New Year’s day but could not get in because there was a scheduled football match between Manchester United (MU) and Tottenham later on that evening. The following day, I went for a one day trip to the city of Liverpool to the west of Manchester. It was such a nice short trip, even though the weather in England was not better than the Dutch weather, haha 😆 . But a short getaway was always welcomed.

A glimpse of the Old Trafford stadium
The Old Trafford stadium

There was nothing special for the rest of the month as I was just busy with my work…

February 2014

There were three highlights from this month which worthed mentioning here (I won’t bore you (and myself) with sentences about how busy I was at work, since this has been the theme at work throughout the entire year this year 😆 ).

Andy Murray's forehand
Andy Murray’s forehand
This was the cabin in the ship
The cabin


Hello, London!!
Hello, London!!
London Gatwick Airport
London Gatwick Airport

Firstly, I decided to get myself a new personal laptop since my old one was dying and its problem was getting worse. Secondly, I impulsively decided to watch a session of the ABN Amro World Tennis Tournament in Rotterdam because Andy Murray decided to take a late wild card entry there, haha 😆 . And thirdly, I went for a weekend trip to London at the end of February to try the ferry service from Hoek van Holland in the Netherlands to Harwich in England and because I got a free one way easyJet ticket from London Gatwick to Amsterdam, thanks to my Emirates’ miles 😀 .

March 2014

Unfortunately, nothing that special occurred in March. Let’s just say my life continued through the month 😆 .

April 2014

However, April was awesome. In the second week of the month I had to go to Corsica, a French island in the Mediterranean sea, to present my work. I extended the trip for a weekend in Marseille, the second largest city in France (obviously after Paris) in the southern coast of France.

Ajaccio, Corsica
La Parata
La Parata


The city of Marseille and the Notre Dame Cathedral in the background.
Les Calanques
Les Calanques

A week later, during the Easter long weekend, I decided to go to Copenhagen. I also went for a one day trip to Helsingborg (so I can say that technically I have been to Sweden too 😛 ) where I met Bebe, a fellow blogger, there 🙂 .

The Marble Church in Copenhagen
The Marble Church in Copenhagen
With Bebenyabubu in Helsingborg
With Bebenyabubu in Helsingborg

May 2014

Just like the month of March, there was not so much worth mentioning here. My life, again, continued through the month 😛 .

June 2014

At the end of May, however, I went to Paris to watch the second grandslam tournament of the year, the French Open, for a long weekend trip. A trip to a grandslam tournament is always nice, but this time it was just nice to me because I didn’t get to watch any of my most favorite players. Even though, of course, I still saw some big names of the game performing, like Rafael Nadal, Roger Federer, Maria Sharapova, and Petra Kvitova, to name a few.

The king of clay, Rafael Nadal
The king of clay, Rafael Nadal
Petra Kvitova hitting a backhand
Petra Kvitova hitting a backhand

This summer was also a month of tennis for me; as I also competed in my first ever tennis tournament here in the Netherlands, haha 😆 .

July 2014

There was not much to tell from the first 3/4 of the month. Aside from working, I was also a little bit busy preparing my homecoming trip by the end of this month. And yes, I went to Indonesia for a one month summer trip at the end of this month. I was flying with Garuda Indonesia’s newest route at that time, a non-stop Amsterdam – Jakarta flight which took 14 hours;. This was the longest non-stop flight I had ever taken thus far btw.

Garuda Indonesia's Boeing 777-3U3(ER) reg code PK-GIA which brought me to Jakarta from Amsterdam as GA 89
Garuda Indonesia’s Boeing 777-3U3(ER) reg code PK-GIA which brought me to Jakarta from Amsterdam as GA 89

And of course I had my first hand experience of the World Cup hype in a country which had a competing football team in the World Cup, and they were actually good at it. It was really cool! 🙂 A friend of mine from Indonesia was also in Europe at that time and spent a weekend at my place.

The windmills of Zaanse Schans
The windmills of Zaanse Schans

Oh, and I also had to buy a new smartphone because my previous one suddenly decided to break one morning.

August 2014

The theme of the month was my one month Indonesia trip. I basically spent two and a half weeks in Yogyakarta and ten days going around some places in Indonesia. So I went to South Sulawesi (Makassar and Toraja), Lombok, and Bali. It was the first time ever I stepped my feet on the Sulawesi and Lombok soil.

Back to Losari Beach
The Losari Beach
At Kete'Kesu Village with a stage for the Toraja International Festival
The Kete’Kesu Village


Senggigi beach
The Senggigi Beach in Lombok
The Balangan Beach in Bali
The Balangan Beach in Bali

It was such a fun experience and month!

September – October 2014

I can put these two months together because there was not much worth telling here, just like March and May, haha. Aside from work, I was just busy preparing my year end trip to India.

November 2014

The highlight of the month was definitely my weekend trip to the French capital of gastronomy, Lyon, which was also the third largest city in France. Btw, this meant that this year I went to the three biggest cities in France? Haha 😆 . The highlight of this highlight was that I had lunch at a one Michelin star restaurant for the first time ever 😛 .

Only Lyon
Only Lyon
The best pigeon dish I have ever had in my entire life!!
Pigeonneau en cocotte!!

December 2014

The last month of the year. And obviously, a big year end trip this month to India. And by the time this post is published, actually I am currently still there (I prepared this post before I left). 😀


Yeah, that was the year 2014 for me. Let 2015 be an even better and brighter year!! 🙂


Nah, tiba-tiba disinilah kita berada lagi, di penghujung tahun 2014. Dan seperti di tahun 2008, 2011, 2012, dan 2013, berikut ini rangkuman dari hidupku di tahun 2014 ini…


Januari 2014

Tahun ini aku mulai di kota Manchester di Inggris dimana ketika itu aku sedang menjalani perjalanan akhir tahun 2013-ku ke Inggris Barat. Aku pergi ke Stadion Old Trafford di hari Tahun Baru tetapi nggak bisa masuk ke dalamnya karena di sore harinya telah dijadwalkan pertandingan bola antara Manchester United (MU) dan Tottenham disana. Keesokan harinya aku pergi selama seharian ke kota Liverpool di sebelah baratnya Manchester. Perjalanan ini adalah perjalanan singkat yang menyenangkan, dan walaupun cuaca di Inggris sebelas dua belas dengan cuaca di Belanda sih, haha 😆 . Tetapi toh yang namanya liburan tetap seru-seru aja lah ya.

The Old Trafford Stadium in Manchester, Manchester United's home
Stadion Old Trafford Stadium di Manchester
Di suatu sudut di kota Liverpool di Inggris barat.

Tidak ada yang spesial yang terjadi di sepanjang sisa bulan ini karena aku sibuk dengan pekerjaanku…

Februari 2014

Rasanya ada tiga highlight dari bulan ini yang layak disebutkan disini (aku tidak akan menulis kalimat yang membosankan mengenai kesibukanku di kantor, karena memang beginilah tema di kantorku selama satu tahun ini, haha 😆 ).

Andy Murray's forehand
Pukulan forehand Andy Murray
The ferry ship was the big white one in the background
Kapal ferry ke Inggris setelah berlabuh


Jamie's Italian Covent Garden
Jamie’s Italian Covent Garden
Back at this famous view
Kembali di view terkenal ini

Pertama-tama, aku memutuskan untuk memberi diriku sebuah laptop personal yang baru karena laptop lamaku sudah mulai menua dan masalahnya semakin bertambah buruk. Yang kedua, aku memutuskan dengan spontan untuk menonton turnamen ABN Amro World Tennis Tournament di Rotterdam karena Andy Murray memutuskan untuk mengambil late wild card untuk tampil di turnamen ini, haha :lol:. Dan ketiga, aku pergi selama satu akhir pekan ke London di akhir Februari untuk mencoba naik kapal dari Hoek van Holland di Belanda ke Harwich di Inggris dan juga karena aku mendapatkan tiket pesawat gratis sekali jalan dengan easyJet dari London Gatwick ke Amsterdam, hasil dari poin Emirates-ku 😀 .

Maret 2014

Sayangnya, nggak banyak cerita menarik yang terjadi di bulan Maret. Jadi aku tulis saja bahwa kehidupanku berlanjut seperti biasa di bulan ini, huahaha 😆 .

April 2014

Namun, bulan Aprilku seru banget deh. Di minggu kedua bulan ini, aku harus pergi ke Korsika, sebuah pulau milik Prancis di Laut Mediterania, untuk mempresentasikan pekerjaanku. Aku memperpanjang perjalanan ini sebentar di akhir pekannya di Marseille, kota terbesar kedua di Prancis (jelas setelah Paris) di garis pantai selatan Prancis.

A ferry ship departing
Sebuah kapal ferry berangkat di Korsika
The view from on top of the hill in La Parata
Pemandangan dari puncak bukit di La Parata


Chateau D'If in Marseille
Bangunan Chateau D’If di Marseille
A marina in Les Calanques
Sebuah marina di Les Calanques

Satu minggu kemudian, di waktu long weekend Paskah, aku memutuskan untuk pergi ke Kopenhagen. Aku juga pergi selama satu hari ke Helsingborg (jadi secara teknis aku bisa bilang aku pernah ke Swedia dong ya 😛 ) dimana aku kopdaran dengan teman blogger, Bebe, disana 🙂 .

Nyhavn in Copenhagen
Pelabuhan Nyhavn di pusat kota Kopenhagen, Denmark.
Gathering with Bebe, Bubu, and Baby Jo in Helsingborg.
Kopdaran dengan Bebe, Bubu, dan Baby Jo di Helsingborg.

Mei 2014

Sama seperti bulan Maret, nggak banyak yang bisa aku tulis disini. Kehidupanku, lagi, berlangsung seperti biasa di bulan ini 😛 .

Juni 2014

Di akhir bulan Mei, tapinya, aku pergi ke Paris untuk menonton turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open, memanfaatkan long weekend di Belanda. Perjalanan ke sebuah turnamen grandslam jelas selalu seru lah ya, tetapi kali ini serunya biasa aja deh untukku karena aku tidak berkesempatan menonton petenis favoritku nih. Walaupun, jelas, masih sempat sih menonton langsung para petenis papan atas ternama seperti Rafael Nadal, Roger Federer, Maria Sharapova, dan Petra Kvitova, beberapa di antaranya.

Roger Federer serving
Roger Federer memukul serve
Maria Sharapova
Maria Sharapova di Roland Garros

Musim panas ini juga musim tenis deh untukku; karena aku juga ikutan di sebuah turnamen untuk pertama kalinya di Belanda sini, haha 😆 .

Juli 2014

Tidak banyak yang bisa aku tulis di 3/4 pertama bulan ini. Di samping kerja, aku juga sedikit sibuk mempersiapkan perjalananku ke Indonesia di akhir bulan ini. Iya, aku ke Indonesia selama satu bulan di musim panas ini di akhir bulan ini. Aku terbang dengan rute terbarunya Garuda Indonesia saat itu, penerbangan non-stop Amsterdam – Jakartanya mereka yang ditempuh dalam waktu 14 jam; penerbangan non-stop terlama yang pernah aku naiki sejauh ini btw.

Garuda Indonesia configured their Boeing 777-300ER with a 3-3-3 seating in economy
Di dalam penerbangan Garuda Indonesia GA89 ke Jakarta

Dan tentu saja aku juga merasakan yang namanya keriaan Piala Dunia (untuk pertama kalinya seumur hidup) di sebuah negara yang mana tim sepakbolanya juga berpartisipasi di Piala Dunia dan tim ini termasuk tim yang dijagokan. Seru banget deh rasanya! 🙂 Seorang temanku dari Indonesia juga sedang liburan di Eropa waktu itu dan dia mampir di Belanda di satu akhir pekan.

Amsterdam ArenA, Ajax's base
Amsterdam ArenA, kandangnya Ajax

Oh, dan juga, tiba-tiba smartphone-ku memutuskan untuk mati aja gitu dong di bulan ini. Jadilah aku harus membeli smartphone baru.

Agustus 2014

Tema bulan ini adalah liburan selama satu bulanku di Indonesia. Pada dasarnya aku menghabiskan dua setengah minggu di Yogyakarta dan sepuluh hari berkeliling beberapa tempat di Indonesia. Aku pergi ke Sulawesi Selatan (Makassar dan Toraja), Lombok, dan Bali. Ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di tanah Sulawesi dan Lombok.

The pinisis at Paotere harbours
Pinisi di Paotere
At Lokomata
Di Lokomata, Toraja


Tanjung Aan
Tanjung Aan
Because a trip to Bali is never complete withour a visit to Jimbaran
Pantai Jimbaran, Bali

Bulan ini beneran sebuah bulan yang seru banget!

September – Oktober 2014

Dua bulan ini aku satukan saja karena tidak banyak yang bisa diceritakan darinya, seperti Maret dan Mei gitu lah, haha. Di samping pekerjaanku, aku sedikit sibuk dengan persiapan perjalanan akhir tahunku ke India.

November 2014

Highlight dari bulan ini adalah perjalanan akhir pekanku ke ibukota kulinernya Prancis, Lyon, yang mana adalah kota terbesar ketiga di negeri ini. Btw, ini artinya tahun ini aku mengunjungi tiga kota terbesar di Prancis dong ya? Baru sadar nih, haha 😆 . Highlight dari highlight ini adalah aku makan siang di sebuah restoran berbintang satu Michelin untuk pertama kalinya 😛 .

The Saone river and the Saint Georges Church in Lyon during the dusk
Sungai Saone dan Gereja Saint Georges di Lyon di saat senja
The appetizer, a bowl of pumpkin soup and two spoons of raw salmon with hints of ginger
Makanan pembuka, sup labu dan dua sendok salmon mentah

Desember 2014

Bulan terakhir tahun ini. Dan jelas, di bulan ini ada perjalanan besar akhir tahunku ke India. Ketika posting ini dipublikasikan, sebenarnya aku sedang berada di India sih (ceritanya posting ini aku persiapkan sebelum berangkat). 😀


Ya, begitulah rekap tahun 2014 untukku. Mudah-mudahan tahun 2015 menjadi tahun yang lebih baik dan cerah ya!! 🙂

Contemplation, The Past, Thoughts, Zilko's Life

#1329 – 2013 in Review


Here we are again, already standing in the end of 2013. Time really flies as suddenly another year has passed! Well, so now I am taking a moment to look back at how my life has been in this year of 2013; just like in 2011 and 2012. And here is the year of 2013 in review…

January 2013

I started the year with flying from Rome to Madrid (Trust me, I have been wanting to write this exact sentence for this exact post since the first day of 2013! 😎 😛 ) as I was still in the middle of my 2012 year-end trip to Paris, Rome, Madrid, and Barcelona with my brother who was having a one month vacation in Europe at that time. It was such a nice vacation, and the first time ever I visited Spain. Barcelona was impressive, moreso with their very warm winter! I went back to the Netherlands mid-January; and it was actually snowing here at that time! So imagine the contrast that I felt! 😆

Monumento a Alfonso XII at Parque del Retiro
Monumento a Alfonso XII at Parque del Retiro
Estadio Santiago Bernabeu
Estadio Santiago Bernabeu, the home of Real Madrid
The ceiling of Sagrada Familia
The ceiling of Sagrada Familia
Barceloneta Beach in Barcelona

My brother went back to Indonesia mid-January, and my life went back to the normal busy PhD life with a few courses or seminars here and there; with an exam that I had to do in the end of January.

February 2013

Just like the year before, I was staying in Delft only for the entire February. But like in 2012, it was quite an important month for my summer plan. This month, I decided to buy the weekend pass for Roland Garros (the French Open) tournament this year mid-February; and also my paper was accepted to be presented in a conference in June. I also tried to be a vegetarian for one week this month. And this experiment made me realize how difficult it was to be a vegetarian!! 😯

Sauted Egg, Tomato, Champignon, and Onion
Sauted Egg, Tomato, Champignon, and Onion

March 2013

March was another okay month for me; as not much, aside from working, was happening in my life. The weather was still quite cool but it was not freezing anymore.

April 2013

The Boy band performing
The Boy band performing

The first half of April was basically like my March; my life was revolving around work. Well, now it makes me realize that I probably should make a plan or something in March/early April to make my life more interesting! Hahaha 😆 . In the end of April, I went to Den Haag to celebrate the Koninginnenacht (The Queen’s Night) in Den Haag. It was the first time ever I celebrated the Koninginnenacht in the Netherlands (I had been to the Koninginnedag in Amsterdam in 2011). Speaking of which, it would be the last Konginnenacht (or Koninginnedag) since Queen Beatrix decided to retire this year, and her successor was King Willem -Alexander. So starting in 2014, this holiday will not be known as the Koninginnedag (Queen’s Day) anymore, but the Koningsdag (King’s Day).

May 2013

May was a busier month for me because I started my apartment-hunting this month. My contract with my then apartment would end in the end of July and I would not be able to extend my contract. In the end, I am really glad that my roommate and I found this nice apartment (the decision was finalized in June though). May was also the month of long weekends, as three of the four consecutive weekends I had was a long weekend! 😯 I decided to buy a new bicycle in May too; and there was a small reunion party with my Masters friends in Delft in mid-May.

Rafael Nadal won another match at Roland Garros
Rafael Nadal won another match at Roland Garros
Maria Sharapova chasing down a ball
Maria Sharapova chasing down a ball at Roland Garros
The full Le Court Philippe Chatrier during the Simon - Federer match
The full Le Court Philippe Chatrier during the Simon – Federer match

May ended with a blast for me, as I went to Paris to watch the French Open for the second time in a row. This time, I went on the middle weekend so I got the fourth round matches of the tournaments. And I got the Philippe Chatrier seat, the main court of the tournament. In the two days of my visit to the tournament, I gotta watch the matches of Rafael Nadal, Novak Djokovic, Roger Federer, Serena Williams, Victoria Azarenka, and Maria Sharapova! 😯

June 2013

Just like in 2012, June was a month full of travelling, huahaha 😎 . I started and ended June not in the Netherlands, and both of them were even in different countries. Mid-June, I went to London for a conference for almost one week. It was my first conference trip during my PhD years; so it was quite exciting. And a little bit intimidating as well as I was travelling there alone, not with my supervisors. But I am really glad it went really well.

One of the 16 (oral) conference rooms.
One of the 16 (oral) conference rooms.
Party at the Diplodocus Hall
Party at the Diplodocus Hall

I ended June by taking a one week off from work and I went back to: London. Well, I guess the reason was super obvious, right? 😉 Yes, I went there for the Wimbledon Championships. I went there in the first week of the tournament. I visited it three times, and I had to queue in those three times, which was very physically demanding! I did not get any of the Centre Court matches, but I still watched some big names like Serena Williams, Juan Martin del Potro, Tomas Berdych, and Richard Gasquet’s matches.

Serena Williams won her second round match.
Serena Williams won her second round match.
Bob and Mike Bryan on serve
Bob and Mike Bryan on serve at Wimbledon
At the No.1 Court
At the No.1 Court

July 2013

The main headline of my life in July was moving. My contract with my then apartment would end in the end of July while my contract with my new apartment started in early of July. This was a perfect setting as I had one month to move so I did not have to bring everything in one go. Even so, I felt that one month passed by so fast! And I went back and forth between my old and new apartments almost everyday! 😆 In the end of July, obviously I had to arrange the other stuffs as well, like the TV and internet connection for example.

August 2013

Het gele boek for my Intermediate Dutch course
Het gele boek for my Intermediate Dutch course

While I was so occupied in July, I realized that I should have planned something for August. Everyone was on their summer vacation in August and I was there working in my office, basically alone. But August was also quite important because I set myself to be super busy in the upcoming two months on this month. I enrolled myself in a Dutch course for the upcoming period and I was assigned as the student-assistant of a course in the upcoming semester as well.

September 2013

With the new semester started, suddenly my working life became extremely busy with versatile things to get done. I had to do my main research (obviously), teaching-related stuffs, and also the Dutch course. Juggling all these three things, and also other things in my personal life as well, obviously, were a lot! In the end of September, I had my big Go/No Go meeting and thankfully the meeting ended up with a “Go”, which meant my PhD research was going fine.

October 2013

October went pretty much similarly with September, except that a paper deadline was approaching so it was even more crazy! Hahaha 😆 . What motivated me the most was that a big trip that I would embark on at the end of the month. And in the end I am fascinated at how I was able to go through it all and finished everything on time. Btw, the trip was obviously the one month Asia trip where after three years and two months, finally I was going back to Indonesia for a vacation 🙂 . And finally, for the first time ever in my life, I was flying with an Airbus A380!! 😀

An Emirates' Airbus A380-800 reg code A6-EEI, a four month old A380!
An Emirates’ Airbus A380-800 reg code A6-EEI, a four month old A380!

November 2013

The main theme of November was obviously my one month Asia trip. I started November in my hometown, Yogyakarta. Then, I went to Bandung for two days, followed by visiting the islands of Belitung and Bangka with my parents and brother. After that, we continued our trip for a one week trip in South Korea with three nights of transit in Kuala Lumpur. I had about five more days in Yogyakarta before I was going back to the Netherlands.

Tanjung Kelayang beach with the Garuda island in the background
Tanjung Kelayang beach with the Garuda island in the background
Pulau Lengkuas with its lighthouse
Pulau Lengkuas with its beautiful lighthouse in the island of Belitung
Two big stones near Romodong beach
Two big stones near Romodong beach
Parai Beach
Parai Beach in the islang of Bangka

It was such a fun trip, and was so due after such a long time!! But maybe I planned a little bit too much in the trip though, as I was so physically tired after that! Hahaha 😆 . Well, it was super fun, obviously, but taking sixteen flights in the period of four weeks covering 39,800 km (flights only) was obviously taking its toll on the body 😀 .

The most famous spot in Namiseom
The most famous spot in Namiseom
Seongsan Ilchubong
Seongsan Ilchubong in eastern Jeju
Sunset at Jusangjeolli
Sunset at Jusangjeolli in Jeju
Haedong Yonggungsa Temple
Haedong Yonggungsa Temple

December 2013

I was busy working in December, as I felt that I needed to kick myself and work harder to get faster progress on the project. And the month of December had its own unique aura where people knew the end of the year was coming so everyone was kinda in holiday mood.

To end the year, I did not want to just stay in Delft. So I decided to arrange a trip, and while my UK visa was still valid, I decided to plan a trip to the UK again. But obviously I preferred a place that I had never visited before. And so I decided to go to West England and I will end the year there.


Ah, sudah tanggal-tanggal segini lagi ya, sudah di akhir tahun 2013. Waktu berlalu benar-benar cepat ya karena satu tahun sudah nyaris berlalu lagi lho! Ya, sekarang ini aku mengambil sedikit waktu untuk kembali melihat bagaimanakah kehidupanku selama tahun 2013 ini; seperti di tahun 2011 dan 2012. Dan inilah review tahun 2013-ku…

Januari 2013

Aku memulai tahun ini dengan terbang dari Roma menuju Madrid (Aku sudah ingin banget menulis kalimat ini untuk posting ini semenjak hari pertama tahun ini loh, beneran! 😎 😛 ) karena aku masih berada di tengah-tengah acara liburan akhir tahun 2012ku ke Paris, Roma, Madrid, dan Barcelona bersama adikku yang waktu itu sedang berlibur selama satu bulan di Eropa. Liburannya asyik banget loh, dan waktu itu adalah kali pertama aku mengunjungi Spanyol. Barcelona beneran keren banget, apalagi dengan musim dinginnya mereka yang hangat! Aku kembali ke Belanda di pertengahan bulan; dan waktu itu lagi bersalju loh di Belanda! Jadi bayangkan bagaimana kontrasnya klimat yang aku rasakan! 😆

Plaza Independencia
Plaza Independencia di Madrid
Estadio Santiago Bernabeu in Madrid, the home of Real Madrid.
Estadio Santiago Bernabeu, kandangnya Real Madrid.
Barcelona as seen from Parc Guell
Kota Barcelona seperti yang terlihat dari Parc Guell
Sagrada Familia in Barcelona
Sagrada Familia di Barcelona

Adikku kembali ke Indonesia di pertengahan Januari, dan kehidupanku kembali ke kehidupan PhD yang sibuk seperti biasa gitu deh dengan beberapa kelas dan seminar yang aku ikuti; dengan sebuah ujian yang harus aku kerjakan di akhir bulan Januari.

Februari 2013

Seperti tahun sebelumnya, aku di Delft aja di sepanjang bulan Februari. Tapi seperti tahun 2012, bulan ini lumayan penting loh dalam hal perencanaan musim panasku. Di pertengahan bulan ini, aku memutuskan untuk membeli tiket weekend pass turnamen Roland Garros (French Open); dan juga paper-ku diterima untuk dipresentasikan di sebuah konferensi di bulan Juni. Aku juga mencoba untuk menjadi vegetarian selama seminggu di bulan ini. Dan eksperimen ini membuatku menyadari bahwa menjadi seorang vegetarian itu sulit sekali!! 😯

Fried champignon and brocolli
Jamur goreng dan brokoli

Maret 2013

Maret adalah bulan yang biasa-biasa aja; karena tidak banyak, selain bekerja maksudnya, yang terjadi dalam hidupku. Cuacanya juga masih agak dingin sih tetapi sudah tidak membekukan lagi.

April 2013

During Kensington's Performance
Konsernya Kensington

Separuh pertama bulan April kurang lebih sama seperti bulan Maretku; kehidupanku begitu-begitu aja deh di sekitar urusan kerjaan. Ah, aku jadi kepikiran nih bahwa sepertinya aku harus membuat rencana apaan di bulan Maret atau awal April supaya setidaknya bulan-bulan ini lebih menarik! Hahaha 😆 . Di akhir bulan April, aku pergi ke Den Haag untuk merayakan Koninginnenacht (Malam Ratu) disana. Ini adalah kali pertama aku merayakan Koninginnenacht di Belanda loh (aku sih sudah pernah ke Koninginnedag di Amsterdam di tahun 2011). Ngomongin masalah ini, ini adalah Koninginnenacht (atau Koninginnedag) terakhir loh karena Ratu Beatrix memutuskan untuk pensiun tahun ini, dan penerusnya adalah Raja Willem-Alexander. Jadi, mulai tahun 2014 nanti, liburan ini tidak akan dikenal sebagai Koninginnedag lagi (Hari Ratu) melainkan Koningsdag (Hari Raja).

Mei 2013

Mei adalah bulan yang lebih menyibukkan karena aku memulai proses perburuan apartemenku di bulan ini. Kontrakku dengan apartemen sebelumnya akan berakhir di akhir Juli dan aku tidak akan bisa memperpanjang kontraknya. Akhirnya, aku lega sekali aku dan seorang roommate-ku berhasil menemukan apartemen yang oke ini (keputusannya dibuat di bulan Juni sih). Mei jugalah bulan dengan banyak long weekends, karena tiga dari empat akhir pekan yang berturut-turut adalah long weekend loh! 😯 Aku juga memutuskan untuk membeli sebuah sepeda baru di bulan Mei juga; dan ada acara reuni kecil dengan teman-temanku dari program Masters (S2)-ku di Delft di pertengahan Mei.

Serena Williams won her fourth round match
Serena Williams menang di Roland Garros
Novak Djokovic hitting a forehand.
Novak Djokovic memukul pukulan forehand.
Self-camming session at Philippe Chatrier, lol.
Selfie di Philippe Chatrier, lol.

Mei berakhir dengan seru untukku, karena aku pergi ke Paris untuk menonton French Open untuk kedua kali berturut-turut. Kali ini, aku pergi di middle weekend-nya sehingga aku mendapatkan pertandingan-pertandingan di babak keempat turnamennya. Dan aku mendapatkan kursi di Philippe Chatrier loh, lapangan utama turnamennya. Di kunjunganku selama dua hari di turnamen ini, aku berkesempatan menonton pertandingannya Rafael Nadal, Novak Djokovic, Roger Federer, Serena Williams, Victoria Azarenka, dan Maria Sharapova! 😯

Juni 2013

Seperti di tahun 2012, Juni adalah bulan yang penuh acara jalan-jalan, huahaha 😎 . Bulan Juni aku mulai dan akhiri bukan di Belanda, dan bahkan keduanya di negara yang berbeda loh. Pertengahan Juli, aku pergi ke London untuk menghadiri sebuah konferensi selama hampir satu minggu. Ini adalah perjalanan konferensiku yang pertama di masa-masa PhD-ku; dan rasanya seru juga. Dan agak sedikit bikin deg-degan juga sih karena ini adalah kali pertama aku pergi sendiri loh, tidak dengan pembimbingku. Tetapi untungnya semua berjalan dengan lancar.

My badge and the programme catalogue
Badge dan katalog program konferensi di London
Dance floor with the live music
Lantai dansa di National History Museum, London

Bulan Juni aku akhiri dengan mengambil libur selama satu minggu untuk pergi ke London lagi. Yah, alasannya rasanya jelas banget lah ya? 😉 Iya dong, aku kembali kesana untuk menonton Kejuaraan Wimbledon. Aku berada di London di minggu pertama turnamennya, yang mana aku kunjungi tiga kali. Dan aku harus mengantri loh di tiga kunjungan itu, jadi rasanya melelahkan banget secara fisik! Aku tidak mendapatkan pertandingan di Centre Court-nya, tetapi toh aku masih bisa menonton nama-nama besar seperti Serena Williams, Juan Martin del Potro, Tomas Berdych, dan Richard Gasquet.

Serena Williams hitting a backhand return
Serena Williams  memukul backhand return
The famous chestbump by the Bryan twins celebrating their victory
Chestbump-nya si kembar Bryan yang terkenal
A trip to Wimbledon will not be complete without a bowl of strawberry and cream
Perjalanan ke Wimbledon tak akan lengkap tanpa seporsi stroberi dan krim

Juli 2013

Tema utama kehidupanku di bulan Juli adalah pindahan. Kontrakku dengan apartemen lamaku akan berakhir di akhir Juli sementara kontrakku dengan apartemen yang baru akan dimulai di awal Juli. Ini adalah setting yang sempurna karena aku ada waktu satu bulan untuk pindah sehingga aku tidak harus memindahkan segalanya bebarengan kan.  Walaupun begitu, satu bulan berlalu dengan cepat lho! Dan aku pergi bolak-balik dari apartemen lama dan baruku setiap hari deh! 😆 Di akhir Juli, tentu saja aku juga harus mengurus hal-hal lainnya seperti koneksi TV dan internet misalnya.

Agustus 2013

Het gele boek for my Intermediate Dutch course
Het gele boek untuk les bahasa Belanda level intermediate-ku

Kalau aku amat sibuk di bulan Juli, aku baru sadar bahwa seharusnya aku juga merencanakan sesuatu untuk bulan Agustus. Semua orang pergi berlibur musim panas loh di bulan Agustus sementara aku bekerja sendirian gitu deh di kantor. Tapi bulan Agustus ini penting juga sih karena aku mengatur beberapa perencanaan yang akan membuatku amat sibuk sepanjang dua bulan yang akan datang di bulan ini. Aku mendaftarkan diri ke kelas bahasa Belanda untuk periode yang akan datang dan aku juga ditunjuk menjadi asisten dosen di sebuah kelas di semester depan juga.

September 2013

Dengan semester baru yang dimulai, tiba-tiba aku menjadi amat sibuk dengan pekerjaanku karena ada berbagai macam hal yang berbeda-beda yang harus dikerjakan. Aku harus menjalankan riset utamaku (tentu saja), hal-hal yang berkaitan dengan mengajar, dan juga kelas bahasa Belanda. Mengerjakan ketiga hal ini, ditambah hal-hal personal lainnya, beneran banyak banget loh yang harus dikerjakan! Di akhir September, aku menghadiri pertemuan Go/No Go-ku dan untungnya hasilnya adalah “Go”, yang mana artinya riset PhD (S3)-ku berjalan dengan baik-baik saja.

Oktober 2013

Oktober kurang lebih berjalan mirip seperti September, hanya saja ada satu tenggat waktu yang datang sehingga rasanya jadi stress banget deh! Hahaha 😆 . Yang memotivasiku adalah rencana jalan-jalan besar yang akan aku mulai di akhir bulan ini. Dan akhirnya, aku takjub juga bahwa aku mampu melalui itu semua dan menyelesaikan semuanya tepat waktu. Btw, acara jalan-jalan besar yang kumaksud tentu saja adalah acara liburanku ke Asia selama satu bulan dimana akhirnya, setelah tiga tahun dan dua bulan, aku kembali juga ke Indonesia untuk berlibur 🙂 . Dan akhirnya, untuk pertama kalinya seumur hidup, aku terbang dengan pesawat Airbus A380 loh!! 😀

See the size of this aircraft!
Lihat deh ukuran si Airbus A380 ini!

November 2013

Tema utama di bulan November tentu saja acara liburanku di Asia selama sebulan itu. Bulan November aku mulai di Yogyakarta. Kemudian, aku pergi ke Bandung selama dua hari, diikuti dengan acara jalan-jalan ke pulau Belitung dan Bangka bersama orangtua dan adikku. Setelahnya, kami melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan selama satu minggu dan mampir di Kuala Lumpur selama tiga malam. Aku memiliki waktu kurang lebih lima hari lagi setelahnya sebelum akhirnya harus pulang ke Belanda.

Pulau Lengkuas as seen from the top of the lighthouse
Pulau Lengkuas terlihat dari atas mercusuar
Such a magnificent view from the top of the lighthouse
Pemandangan dari atas mercusuarnya indah banget
Tanjung Penyusuk beach
Pantai Tanjung Penyusuk
Parai Beach
Pantai Parai di Bangka

Tentu saja acara jalan-jalannya seru banget, dan sudah saatnya banget lah ya setelah sekian lama di Belanda!! Tapi mungkin aku merencanakan terlalu banyak acara deh, karena setelahnya rasanya badanku capek banget! Hahaha 😆 . Ya, tentu saja asyik-asyik aja sih, tetapi terbang enam belas kali dalam periode empat minggu dan totalnya meng-cover 39.800 km (pesawatnya aja lho ini) tentu saja berefek di badan 😀 .

Gyeongbokgung Palace
Istana Gyeongbokgung
At Seongsan Ilchubong
Di Seongsan Ilchubong, Jeju
Jusangjeolli rock
Karang Jusangjeolli di Jeju
Haedong Yonggungsa Temple
Kuil Haedong Yonggungsa

Desember 2013

Bulan Desember aku habiskan dengan bekerja dan bekerja, karena aku merasa bahwa aku perlu bekerja lebih keras agar kemajuan proyekku lebih cepat. Dan bulan Desember sendiri memiliki aura unik dimana liburan segera tiba dan orang-orang mulai menyambutnya sehingga semua orang berada dalam mood berlibur.

Untuk mengakhiri tahun ini, aku nggak mau kalau bakal cuma di Delft aja. Jadilah aku merencanakan sebuah acara jalan-jalan, dan karena toh visa UK-ku masih berlaku, aku memutuskan tujuannya adalah UK aja. Tapi tentu saja aku ingin pergi ke tempat yang belum pernah kukunjungi sebelumnya dong ya. Oleh karena itulah pilihanku jatuh ke Inggris Barat dan tahun ini akan aku akhiri disana.

Contemplation, The Past, Thoughts, Zilko's Life

#1167 – 2012 in Review


Just like last year, here is my year of 2012 in review. Btw, at first, I was thinking of not writing it chronologically; but in the end, I decided to still do so as I thought the story flew more and it was more comfortable this way, hahaha 😆 . Anyway, so here we go:


January 2012

I didn’t do anything special on January as far as I recall. I was just focusing on my thesis research and an exam that I decided to take to achieve a target I had set for myself. Well, I did not reveal what target it was back then. But now that my Master study is officially over, I could reveal that it was to graduate with cum laude accolade, huahaha 😎 😆 . And as I said this time, in the end I succeeded to acquire the accolade 🙂 .

February 2012

February started with freezing weather that struck the Netherlands. It pretty much ended the warm winter (in winter standard 😛 ) last year; much to my happiness since it meant that the new winter coat that I bought (after a very good sale) just a couple of weeks prior became very useful! 😛 .

Snow-covered TU Delft's library. Its slanted roof is a good place to go sliding :D
Snow-covered TU Delft’s library. Its slanted roof is a good place to go sliding 😀

The city of Düsseldorf
The city of Düsseldorf

I also executed the necessary step this month to realize one dream of mine of watching Wimbledon Championships in Wimbledon, London: applying for a UK visa. I submitted my application in early February and I went to Düsseldorf, Germany in late February to finalize the process.

March 2012

Again, there was nothing particulary interesting that I did this month. My life was revolving around my thesis project the whole month. In the end, I finally got a much clearer vision of how my thesis should look like; which helped me to prepare and strategize better to finish everything on time. Ah, and in early March, my UK visa application was successful and I got my six-month visa to visit the United Kingdom! 🙂

April 2012

The beginning of April was pretty much the same story as March. I was focusing on my research and also taking two exams to secure the cum laude target I mentioned earlier to be within reach.  In the end of April, I had a weekend (plus Monday and Tuesday 😛 ) trip to Scotland. After getting my visa in March, I decided to go on another trip to the UK. I already heard some nice words about Scotland and KLM offerred attractive price to go to Glasgow and Edinburgh at that time. So off to Scotland I went.

The West Princess Street Garden and Edinburgh Castle in the background
The West Princess Street Garden and Edinburgh Castle in the background
Train running in the Highlands
Train running in the Highlands

Scotland was amazing. Somehow, I have very strong impression of this trip, as apparently I like it so much! The highlight would be that I also went to Loch Ness during this trip.

May 2012

I worked my ass off in May as I set a target to myself to already finish the core part of my thesis research at the latest by the third week of May. I nailed this target, and even I basically achieved it by the second week of May. Not bad, eh? 🙂

The view from my seat at Le Court Philippe Chatrier
The view from my seat at Le Court Philippe Chatrier
Rafael Nadal hitting a forehand volley in his practice session
Rafael Nadal hitting a forehand volley in his practice session

In the last week of May, I had, probably, the most exciting trip I had ever had up to this point: I went to Paris to watch the second grandslam tournament of the year: the French Open!  I took bus to get to Paris though, and I realized that I prefered the Thalys train, hahaha 😛 . It was an amazing trip (except that Serena Williams lost in the first round 😦 ) as I was able to taste a little bit of the atmosphere of a grandslam tournament, which was incredible! I told myself I would definitely go to other grandslam tournaments as well, again and again! 🙂

June 2012

June was probably the most life-defining month for me. It was the month of the year! 😛

First of all, in the beginning of June, I got a very wonderful offer from my supervisors about a PhD position at TU Delft. I read the proposal and I found the project very interesting. Most importantly, I kinda felt that this project was meant for me! That is why in the end I decided to take the offer 🙂

The view from my hotel room
The view from my hotel room
I think this picture truly illustrates how huge the fjord is, and thus, how amazing it is....
I think this picture truly illustrates how huge the fjord is, and thus, how amazing it is….

Next, I went to my first ever conference trip in mid-June. The trip was to Bergen, Norway; and it was an amazing and mind-blowing trip (and it was basically free for me, hahaha 😆 ). I learned a lot from the trip and met so many geniuses! In a way, it made me realize how “big” the “world” was. Anyway, I decided to extend my stay for two days there. The highlight would be the one-day tour to the fjord near Bergen. It was super amazing.

A closer look of the Tower Bridge of London
A closer look of the Tower Bridge of London
Some of the rocks of Stonehenge
Some of the rocks of Stonehenge
My first view of Wimbledon's Centre Court
My first view of Wimbledon’s Centre Court
Serena won 6-2, 6-4 in just 79 minutes
Serena won 6-2, 6-4 in just 79 minutes

Literally two days after coming back from Norway, I departed on another trip to London. Yes, this was the big trip I had been planning for a long time: going to London to watch Wimbledon! I stayed for one week in London, spending three days at the Championships. It was another unforgettable memory, as I found Wimbledon to be extremely cool and awesome!! I was able to watch Serena Williams’ first round match and Maria Sharapova’s second round match; as well as many other matches involving the big names.

July 2012

July was the month where I finalized all things related to my Master’s thesis and the thesis defense. I finalized the thesis report and did all the graduation paperworks. I also took care of all the things related to the preparation of my PhD position that would start in September. At the end of the month, the contract of my old apartment also ended and so I had to move to a new place as of August.

August 2012

I moved to my new apartment on August 1st. Then, I had my thesis defense in August 15th. I passed the defense (obviously) and received my Master’s diploma, and thus, my Master’s degree as well. The whole month was pretty much the thesis defense season where I received many invitations of my friends’ thesis defenses.

The diploma in Dutch version
The diploma in Dutch version

September 2012

My PhD position started this month. It was where all the works began. We set some plans about my research and also, importantly, the short-term plans for me (like taking some courses, seminars, workshops, etc). Other things that needed to be taken care of regarding my position were also finalized this month. Yeah, as of this month, I officially became a PhD Candidate 🙂 .

October 2012

The highlight this month would be when my parents went to Europe to visit me. In mid-October, we met in Amsterdam, finally we met face to face after two years and two months. Later on that week, we had a two-week trip to southern France and Austria. It was another amazing and unforgettable trip. We became refugees in Lourdes, Nice and Monaco which were so awesome, and my second visit to Austria.

The view from the other side of the hill, still Monaco though
The view from the other side of the hill, still Monaco though
Fairmont Hairpin
Fairmont Hairpin

November 2012

The reason my parents chose this time to visit me was a graduation ceremony scheduled to be held in early November. So, on November 2nd, I had my “second” graduation ceremony at TU Delft 🙂 . My parents went back to Indonesia two days later. Then, the rest of the month was pretty much back to work for me.

All the graduates and the professors; we were actually looking at a photographer upstairs
All the graduates and the professors; we were actually looking at a photographer upstairs

December 2012

The snow started to struck the Netherlands in December. Then, I went to Antwerp to watch Kim Clijsters’ last tennis match at Kim’s Thank You Games exhibition in mid-December. She was playing Venus Williams. Later on this month, my brother visited me during the Christmas break. While he was here, we decided to travel around Europe a little bit and we were going to Paris, Rome, Madrid, and Barcelona…

Kim Clijsters vs Venus Williams in Antwerp
Kim Clijsters vs Venus Williams in Antwerp


To put in perspective, yeah, 2012 has been a wonderful year for me. It also has been a very important year where my life is, pretty much, defined. I made a big decision to do a PhD this year, a decision that I suppose is a very pivotal one in my life. It gives specific direction into my future. Yeah, I have to be grateful for this wonderful 2012. And also, may 2013 be an even greater year for me 🙂


Seperti tahun lalu, inilah rangkuman hidupku sepanjang tahun 2012 ini. Btw, awalnya aku berpikir untuk mencoba menulis posting ini secara non-kronologis loh; tetapi akhirnya aku memustuskan untuk tetap menulisnya demikian karena rasanya ceritanya bisa lebih mengalir gitu, dan lebih nyaman aja, hahaha 😆 . Anyway, mari kita mulai:


Januari 2012

Tidak ada hal spesial yang kulakukan di bulan Januari sepanjang yang aku ingat. Aku fokus ke riset tesisku dan sebuah ujian yang aku putuskan untuk aku ikuti untuk mencapai sebuah target. Yah, waktu itu targetnya tidak aku sebutkan sih. Nah, karena sekarang toh studi S2-ku sudah selesai, bisa kubilang bahwa targetku waktu itu adalah predikat cum laude, huahaha 😎 😆 . Dan seperti yang kubilang waktu ini, pada akhirnya aku berhasil mencapai target ini 🙂 .

Februari 2012

Februari dimulai dengan cuaca membekukan yang melanda Belanda. Ini mengakhiri musim dingin yang hangat (untuk standarnya musim dingin maksudnya 😛 ) tahun lalu; yang mana aku sukai sih karena artinya mantel musim dingin baru yang barusan kubeli dua minggu sebelumnya (sewaktu lagi di-sale gede-gedean) langsung jadi berguna! 😛

New Church in Delft with snow-covered Marktplein
New Church in Delft with snow-covered Marktplein
Düsseldorf is on the bank of River Rhine
Düsseldorf is on the bank of River Rhine

Aku juga menjalankan sebuah langkah penting bulan ini untuk merealisasikan mimpiku untuk bisa menonton Kejuaraan Wimbledon langsung di Wimbledon, London: meng-apply visa Inggris Raya. Aku mendaftar di awal bulan Februari dan pergi ke Düsseldorf, Jerman di akhir Februari untuk melengkapi proses aplikasinya.

Maret 2012

Lagi, tidak ada yang terlalu spesial yang kulakukan bulan ini. Kehidupanku berputar di sekitar proyek tesisku sepanjang bulan. Pada akhirnya, aku mendapatkan visi yang lebih jelas mengenai bagaimana tesisku harus tersusun pada akhirnya; sehingga aku bisa mempersiapkan diri dan mengatur strategi untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu. Ah, di awal April, proses aplikasi visa Inggris Rayaku sukses dan aku mendapatkan visa ke Inggris Raya yang berlaku selama enam bulan! 🙂

April 2012

Awal April kurang lebih sama seperti Maret. Aku fokus di risetku dan juga mengambil dua ujian untuk lebih mengamankan target cum laude-ku seperti yang kusebutkan di atas supaya berada dalam jangkauan yang bisa diraih. Di akhir April, aku pergi dalam sebuah perjalanan weekend (plus Senin dan Selasa 😛 ) ke Skotlandia. Setelah mendapatkan visaku di bulan Maret, aku memutuskan untuk pergi dalam sebuah perjalanan lain ke Inggris Raya. Aku sering mendengar cerita yang oke mengenai Skotlandia dan kebetulan waktu itu KLM sedang menawarkan tiket dengan harga menarik ke Glasgow dan Edinburgh. Jadilah aku pergi ke Skotlandia.

A vintage bus in Edinburgh's Old Town (North Bridge)
A vintage bus in Edinburgh’s Old Town (North Bridge)
Loch Ness when the weather was bad
Loch Ness when the weather was bad

Skotlandia keren banget loh. Entah kenapa, perjalanan ini membekas banget di pikiranku, yang mana artinya aku sangat menyukainya! Highlight-nya mungkin adalah kunjunganku ke Loch Ness di perjalanan kali ini.

Mei 2012

Aku bekerja ekstra keras di bulan Mei karena aku menetapkan target pribadi untuk menyelesaikan bagian utama riset tesisku selambat-lambatnya di minggu ketiga bulan Mei. Aku berhasil mencapai target ini loh, dan malah pada dasarnya aku sudah menyelesaikannya di minggu kedua Mei. Lumayan kan? 🙂

Court Suzanne Lenglen. At this time, Sharapova/Morita match was underway. Sharapova eventually won 6-1, 6-1
Court Suzanne Lenglen. At this time, Sharapova/Morita match was underway. Sharapova eventually won 6-1, 6-1
The legendary doubles team: Bob and Mike Bryan
The legendary doubles team: Bob and Mike Bryan

Di akhir bulan Mei, aku, mungkin, pergi dalam sebuah perjalanan paling exciting yang pernah kulakukan sampai waktu itu: aku pergi ke Paris untuk menonton turnamen grandslam kedua tahun ini: French Open!  Aku naik bis untuk pergi ke Paris, dan kemudian aku menyadari bahwa naik kereta Thalys itu lebih enak, hahaha 😛 . Perjalanan ini asyik dan keren banget deh (kecuali kalahnya Serena Williams di babak pertama 😦 ) karena aku berkesempatan mencicipi sedikit atmosfer dari sebuah turnamen grandslam, yang mana menakjubkan sekali! Aku berkata kepada diriku sendiri bahwa aku pasti akan pergi ke turnamen-turnamen grandslam lainnya, lagi dan lagi! 🙂

Juni 2012

Juni mungkin adalah bulan yang paling penting bagiku. Ini adalah bulan paling penting dalam satu tahun ini! 😛

Pertama-tama, di awal Juni, aku mendapatkan tawaran yang amat menarik dari pembimbing-pembimbingku mengenai sebuah lowongan untuk posisi PhD (S3) di TU Delft. Aku membaca proposalnya dan menurutku, proyek yang dilandasi posisi ini amatlah menarik. Dan yang paling penting, aku merasa bahwa proyek ini aku banget gitu dan ada untuk aku! Inilah mengapa pada akhirnya aku memutuskan untuk menerima tawaran ini 🙂

Meeting room in the hotel where the workshop took place
Meeting room in the hotel where the workshop took place
The Nærøyfjorden
The Nærøyfjorden

Lalu, aku pergi dalam perjalanan dalam rangka konferensiku yang pertama seumur hidup di pertengahan Juni. Perjalanannya adalah ke kota Bergen, Norwegia; dan ini adalah sebuah perjalanan yang amat menakjubkan dan membukakan mata (dan pada dasarnya gratis loh untukku, hahaha 😆 ). Aku belajar banyak dari perjalanan ini dan berkesempatan untuk bertemu para jenius! Di sisi lain, ini juga membuatku sadar seberapa “besar” “dunia” itu. Anyway, aku memutuskan untuk memperpanjang waktuku disana selama dua hari. Highlight-nya adalah tur satu hariku ke fjord di dekatnya Bergen. Keren banget.

A very classic view of London!!
A very classic view of London!!
Sherlock Holmes Museum at Baker Street
Sherlock Holmes Museum at Baker Street
The first seed, Maria Sharapova, taking on Tsvetana Pironkova on Court No.1
The first seed, Maria Sharapova, taking on Tsvetana Pironkova on Court No.1
The Williams Sisters, Venus and Serena Williams, returned to doubles competition since 2010 Wimbledon
The Williams Sisters, Venus and Serena Williams, returned to doubles competition since 2010 Wimbledon

Dua hari, dalam artian sebenarnya, setelah aku kembali dari Norwegia, aku berangkat ke London dalam rangka perjalananku yang selanjutnya. Ya, inilah sebuah perjalanan besar yang sudah aku rencanakan semenjak lama: pergi ke London untuk menonton Wimbledon! Aku menginap selam satu minggu di London, menghabiskan waktu tiga hari di Kejuaraannya. Ini adalah sebuah pengalaman yang, lagi-lagi, tidak terlupakan karena bagiku, Wimbledon itu keren banget!! Aku berkesempatan menonton pertandingan babak pertamanya Serena Williams dan babak keduanya Maria Sharapova; dan juga banyak pertandingan lain yang melibatkan nama-nama besar.

Juli 2012

Juli adalah bulan dimana aku melengkapi semua persyaratan untuk tesis S2ku dan sidang tesis. Aku menyelesaikan laporan tesisku dan melengkapi semua prosedur kelulusan. Aku juga mengurus beberapa hal yang berkenaan dengan persiapan posisi PhDku yang akan kumulai bulan September. Di akhir bulan, kontrakku dengan apartemen yang lama juga habis sehingga aku harus pindah ke tempat baru di bulan Agustus.

Agustus 2012

Aku pindah ke apartemen baruku di tanggal 1 Agustus. Lalu, aku menghadapi sidang tesisku di tanggal 15 Agustus. Aku (tentu saja) lulus sidangnya dan menerima diploma Master-ku dan, otomatis juga, gelar S2ku. Satu bulan penuh ini pada dasarnya adalah musim sidang tesis dimana aku menerima banyak undangan untuk menghadiri sidang-sidangnya teman-temanku.

My thesis committee members
My thesis committee members

September 2012

Posisi PhD-ku dimulai di bulan ini. Dan disinilah semua pekerjaanku dimulai. Kami menyusun beberapa perencanaan mengenai risetku dan juga, yang tidak kalah pentingnya, rencana jangka pendek untukku (seperti misalnya mengikuti beberapa kelas, seminar, workshop, dll). Hal lain yang perlu diurus yang berkenaan dengan posisi PhDku ini juga aku selesaikan bulan ini. Ya, mulai bulan ini, resmilah aku menjadi seorang kandidat PhD 🙂 .

Oktober 2012

Highlight bulan ini adalah orangtuaku yang pergi ke Eropa untuk mengunjungiku. Di pertengahan Oktober, kami bertemu di Amsterdam, akhirnya bertemu langsung setelah sekitar dua tahun dua bulan. Selanjutnya di minggu itu, kami juga memulai perjalanan dua minggu kami ke Prancis selatan dan Austria. Ini adalah perjalanan yang keren banget dan tak terlupakan. Kami menjadi pengungsi banjir di Lourdes, Nice dan Monako yang keren sekali, dan juga kunjungan keduaku ke Austria.

Casino Monte Carlo and the garden
Casino Monte Carlo and the garden
The 18th and 19th turn of Monaco's F1 Circuit
The 18th and 19th turn of Monaco’s F1 Circuit

November 2012

Alasan orangtuaku mengunjungiku di waktu ini adalah upacara wisudaku yang dijadwalkan diadakan di awal November. Jadi, tanggal 2 November, aku mengikuti upacara wisuda “kedua”-ku di TU Delft 🙂 . Orangtuaku kembali ke Indonesia dua hari kemudian. Lalu, sisa bulan ini aku habiskan dengan mengerjakan pekerjaanku.

Graduated, again :)
Graduated, again 🙂

Desember 2012

Salju mulai turun di Belanda di bulan Desember. Lalu, aku pergi ke Antwerp untuk menonton pertandingan tenis terakhirnya Kim Clijsters di acara ekshibisi Kim’s Thank You Games di pertengahan Desember. Ia bermain melawan Venus Williams. Selanjutnya di bulan ini, adikku mengunjungiku di kala liburan Natal. Selagi ia disini, kami memutuskan untuk berkeliling Eropa sedikit, dimana kami pergi ke Paris, Roma, Madrid, dan Barcelona…

After the match was over
After the match was over


Melihat kembali tahun 2012 ini, ya, tahun ini memang telah menjadi sebuah tahun penuh berkah untukku. Tahun ini telah menjadi tahun yang amat penting dimana arah hidupku, pada dasarnya, telah ditentukan. Aku membuat keputusan besar untuk mengambil posisi PhD tahun ini, sebuah keputusan yang aku duga merupakan sebuah keputusan pivotal dalam hidupku ini. Keputusan ini telah menentukan sebuah arah spesifik bagi masa depanku. Ya, aku harus bersyukur atas tahun 2012 yang menakjubkan ini. Dan mudah-mudahan, tahun 2013 juga akan menjadi tahun yang, bahkan, lebih baik lagi 🙂

Contemplation, The Past, Thoughts, Zilko's Life

#1011 – 2011 in Review!


So here we are, already in the end of the year 2011.  One more year has (almost) passed and come to an end; and I would like to use this opportunity to write a short recap of this year of my life to close this year. Well, pretty much similar to what I did back in 2008 though I only did that in bahasa Indonesia back then 😛 Anyway, so here we go:


January 2011

Grand Canal in Venezia

I started the year with a New Year’s Eve celebration in St. Marc’s Square in Venice, Italy with some friends. That celebration was quite an unforgettable moment for me, as it was crazy!! I mean, it was actually okay, but just until the countdown. After that, it was quite a mess, hahaha 😆 . A few days later, we went back to the Netherlands; and everything went back serious again. I had to finish a project for Scientific Computing course and, without question, started studying for my first three written examinations in TU Delft. I had all those three exams in the end of January and I passed all of them , hahaha.

February 2011

ABN Amro WTT's Men's Doubles Final between Melzer/Petzchner vs Llodra/Zimonjic

I watched my first ever professional tennis tournament in this month. I watched the final of ABN Amro World Tennis Tournament, an annual tennis tournament held in Rotterdam. It was quite a big tournament, categorized as ATP World Tour 500 in the ATP Tour. Even though none of the finalists was my favorite, both Robin Söderling and Jo-Wilfried Tsonga were two of top players on the ATP Tour and both of them had been ranked within the top 10 and reached the final of a grandslam. And it was a nice final that went to three sets which Söderling eventually won 6-3, 3-6, 6-3.

Vianden Castle in Luxembourg

About ten days later, we had a spring break in TU Delft. My friends and I went to explore Luxembourg during this time. Luxembourg was such a nice super small country. We stayed for two nights and I think we had pretty much explored the whole country, hahaha 😆 . And also, it was so uncrowded. At around 8 PM in the capital city of the country, Luxembourg City, it was felt like it was already 1 or 2 AM, hahaha.

March 2011

Nothing extraordinary happened this month. I attended a friend’s birthday celebration in the centrum; and we had another international students gathering where we did potluck. Also, this month, spring started to take over the season.

April 2011

I think I started exercising on a more regular basis in this month. Something that is good and has been (sort of) part of my daily life right now. Thanks God for that 🙂 In the middle of April, a group of friends and I went to the worldwide famous Keukenhof in the Netherlands. We went there during the day where there was also a flower parade, a poor decision as this day was the most busiest day in Keukenhof. So many visitors were there that we saw people everywhere across the garden and we could not really see the parade anyway as the view was blocked by, not surprisingly, people, hahaha. But still, Keukenhof was a beautiful garden anyway!

Flower Field next to Keukenhof
The world famous Keukenhof Garden

A few days later, I also officially closed my old blog and moved to this WordPress blog. In the end of this month, I went to Den Haag and Amsterdam to see the celebration of Koninginnedag (Queen’s Day) in the Netherlands. Everyone was wearing orange, and so was I, hahaha 🙂

People during Koninginnedag

May 2011

Just like March, nothing in particular special happened in May. I used all of my time studying for the courses that I took in the second semester. I had an oral examination and several (three if I am not mistaken) projects to be done in May. In the end of May, I would have to go to a written exam that I was kinda afraid of. To prepare myself for that exam, I pretty much locked myself in the library and my office just studying the materials for that exam since ten days before the exam! Well, not the whole ten days as I had to take one or two days away from that course to work on one of the aforementioned projects, but I guess you know what I mean, hehe 🙂 In the end I also passed this exam , and I was so happy about that !

Oh, and also, at the end of this month, my old bike was broken down and I decided to look for a new bike.

June 2011

Mid-June, I went to Rosmalen, near ‘s-Hertogenbosch, to watch my second professional tennis tournament. This time, it was a combined event in the ATP and WTA Tour: Unicef Open, a warming-up tournament for Wimbledon. I was really excited because one of the finalists in the women’s singles was one of my favorite player: Jelena Dokić. Even though unseeded, she was the favorite to win the title against eight-seeded Roberta Vinci who was her opponent in the final. It turned out to be a very close-fought match with Dokić eventually lost 7-6(7), 3-6, 5-7. I still think the short (probably 10 – 15 minutes) rain delay during the second set was the turning point for Vinci: Dokić lost some of her momentum there.

Jelena Dokić firing a backhand shot

About a week after that, there was a picnic slash farewell celebration for one professor in my group in TU Delft who retired this year. It was held in the Delftse Hout, and it was fun! Then, I planned my activities in the summer this month. Planning trips was (and is) such a wonderful and fun thing to do, hehehe 🙂 . Also, I got an offer for the internship (that I am currently working on) this month. I was quite lucky 🙂

July 2011

I started the month by going to Giethoorn in the province of Overijssel, the Netherlands with some friends. They invited me to join them and I said why not. Well, before the invitation, I had never heard of Giethoorn, hahaha 😆 😳 ; but they said it was very famous and nice. I trusted them of course. And yes, Giethoorn was such a nice little village! If you go to the Netherlands in group (at least 3 or 4 people), you should go to Giethoorn and don’t forget to rent a boat once there and sail along the canal and lake, hehe 🙂

Giethoorn's Main Canal

Earlier this month, I also got the part-time job that I am currently doing. I felt so blessed!

Mid July, my friends and I went on travelling to two countries: Germany and Switzerland. Our route was: Delft – Amsterdam – Cologne – Koblenz – Bingen/Rüdesheim – Stuttgart – Konstanz and Bodensee – Zürich – Basel – Amsterdam – Delft. It was such a nice trip and I was happy that I was so on budget in Germany: I spent much less than anticipated. Always a good news. Plus, we found out in Germany that the price of a car was not that expensive! hahaha 😆 This surely boosted our confidence. However, once we were in Switzerland, things turned around. It was so freaking expensive there! For a meal, it would cost at least 20 euro there! . And it was just a normal meal, not a big one nor super tasty one, hahaha. Anyway, but I really liked Zürich though. I found it very beautiful; and a combination of “beach” and “mountain”, kinda like the best of both worlds for me.

Zürich and River Limmat

August 2011

I worked on a project early August. After that, in mid August, I went on my second summer trip to Austria and Slovakia. The route was: Delft – Amsterdam – Innsbruck – Salzburg – Vienna (and Bratislava) – Rotterdam – Delft. I was very excited going on this trip because I would visit Salzburg: the place where Sound of Music was filmed back in the 1960s! It was, again, a very nice trip. I found Austria as a very beautiful and scenic country. Innsbruck was much more beautiful than I expected, and so was Vienna. It was just that because I was travelling during the summer, it was so hot there!! Well, at least it was not humid though, but it was hot!!

Schloss Mirabel!
Schloss Schönbrunn

September 2011

Summer break ended, new semester started, and I had my birthday, huahahaha 😆 🙂 Two of my friends, whose birthdays were close to mine, and I decided to throw a little celebration in one of my friends’ apartment. Later on that month, my childhood friend, Ken, came backpacking to Europe. It was quite “weird”, you know, meeting someone you knew from the past, whom you used to meet somewhere, in another part of the world. 😀

Eiffel tower and the Seine river
The famous Moulin Rouge

A week later, we went on a short trip to the capital city of France, Paris, for four days. Paris was Paris. It was a nice city. Well, some said Paris was overrated but probably it was because they already had expectations about Paris in their mind before coming there. I, probably, didn’t as I found Paris a very nice and beautiful city! To get there, I also took the high-speed train, Thalys, from Holland. It was the first time I was riding a high-speed train; and travelling at 300+ km/hour on a train was really awesome!! 🙂

October 2011

Again, nothing special happened this month. I used most of my time working on some projects and worked part-time as a student assistant. I had a small heating problem with my laptop and I bought a cooling pad to help it cooling down. I also had had a plan to join tennis lesson in the sport center and so I decided to buy a tennis racket.

November 2011

Just like October, nothing so extraordinary happened this month. I was still busy with projects from campus; and my second level Dutch course also started in early November. Adding the student-assistant-ing schedule to the list, I officially became extremely busy this month. At one point, I was worrying whether I was biting more than I could chew; but I ain’t a quitter and just worked really hard and tried to manage my time really well to get through all of it.  In the end, I think I nailed them down and I am so proud of myself  .

One other highlight of this month was that I finally started my first ever tennis lesson. I was really excited!! 🙂

At dusk in a winter day

December 2011

My life was still busy and packed with all projects from campus; and that second level Dutch course; and that student assistant thing until mid December. Christmas and New Year holiday season started, but because I was planning not to go anywhere this time, I was just staying at home in Delft. Delft has been kinda “deserted” this past week after holiday season started in TU Delft.


That was it, my life in 2011 in a single entry. Overall, 2011 has been a good year for me. Perhaps “duller” than my super colorful 2010 which was packed with pleasant surprises and news; and trips here and there, but I am still grateful for 2011. 2011 is also the first year in my life which I wholly spent outside of Indonesia. If I could turn back in time and change something in 2011, hmm, I don’t know, but probably I would make the last three months of 2011 “less dull” than they appear above. But anyway, I am still grateful for 2011 and I cannot wait 2012 to start!! 🙂


Yak, disinilah kita, di penghujung tahun 2011. Satu tahun lagi telah (hampir) terlewati dan berakhir; dan pada kesempatan ini aku ingin menuliskan semacam rangkuman singkat akan kehidupanku tahun ini untuk menutup tahun ini. Ya, mirip-mirip sama posting serupa yang aku tulis di tahun 2008 walau waktu itu aku hanya menulisnya dalam bahasa Indonesia saja sih 😛 Yak, kita mulai saja ya:


Januari 2011

Gondola and Grand Canal

Tahun ini aku mulai dengan perayaan malam Tahun Baru di Lapangan Santo Markus di Venezia, Italia bersama beberapa teman. Perayaannya beneran nggak akan terlupakan deh untukku, karena gila banget!! Maksudku, sebenarnya masih oke-oke saja sih sampai detik-detik countdown-nya. Hanya saja, setelah countdown itu, semuanya berubah jadi gila, hahaha 😆 . Beberapa hari kemudian, kami kembali ke Belanda; dan semuanya menjadi serius lagi. Aku harus menyelesaikan proyek untuk kelas Scientific Computing dan, tentu saja, belajar untuk tiga ujian tertulis pertamaku di TU Delft. Aku menghadapi ketiga ujian itu di penghujung bulan Januari dan aku lulus di semua ujiannya itu loh , hahaha.

Februari 2011

Robin Soderling came victorious in Rotterdam in 2011

Aku menonton turnamen tenis profesional pertamaku di bulan ini. Yang aku tonton adalah babak finalnya ABN Amro World Tennis Tournament, sebuah turnamen tahunan yang diadakan di Rotterdam. Turnamennya cukup bergengsi juga, dan dikategorikan dalam kelompok ATP World Tour 500 di ATP Tour. Walau kedua finalisnya bukanlah petenis favoritku, tapi Robin Söderling dan Jo-Wilfried Tsonga bagaimanapun juga tetaplah dua pemain top di ATP Tour lah ya karena keduanya pernah berperingkat 10 besar dunia dan pernah masuk final turnamen level grandslam. Dan finalnya lumayan seru juga karena berlangsung dalam tiga set dimana akhirnya Söderling menang dengan skor 6-3, 3-6, 6-3.

Luxembourg City

Sekitar sepuluh hari kemudian, libur musim semi datang deh di TU Delft. Aku dan beberapa teman memanfaatkan liburan ini dengan jalan-jalan ke Luxembourg. Luxembourg itu beneran negara yang kecil banget tapi imut indah loh. Kami tinggal selama dua malam saja dan rasanya kami sudah lumayan menjelajah seluruh pelosok negaranya, hahaha 😆 Kebayang kan gedenya negaranya seberapa. Dan juga, negaranya itu sepi banget loh. Masak ya jam 8 malam di ibukota negaranya gitu, Luxembourg City, berasa kayak udah jam 1 atau 2 dini hari gitu deh, hahaha.

Maret 2011

Nggak ada yang spesial yang terjadi di bulan ini. Aku menghadiri perayaan ulang tahun seorang teman di centrum; kemudian ada acara kumpul-kumpul antara mahasiswa internasional gitu deh dimana kita mengadakan potluck. Juga, musim semi mulai mengambil alih deh di bulan ini.

April 2011

Kalau nggak salah aku mulai berolahraga dengan reguler mulai di bulan ini deh. Sesuatu yang bagus banget dan sudah (lumayan) menjadi bagian kehidupan sehari-hariku sekarang. Puji Tuhan banget lah 🙂 Pertengahan April, aku bersama beberapa teman pergi ke taman Keukenhof di Belanda yang terkenal banget sedunia itu. Kami pergi kesana pas ketika sedang ada parade bunga gitu deh, sebuah keputusan yang kurang bijak karena itu adalah hari tersibuknya Keukenhof. Pengunjungnya buanyak banget sampai-sampai dimana-mana di dalam taman ya pasti ngelihat orang gitu deh dan juga akhirnya nggak bisa melihat paradenya karena pandangannya ya terhalang oleh orang-orang itu, hahaha. Ah, tapi Keukenhof memang taman yang benar-benar indah kok!

Flowers in Keukenhof
So many people that day!

Beberapa hari kemudian, aku secara resmi menutup blog lamaku dan pindahan ke blog WordPress ini. Di akhir bulan ini, aku pergi ke Den Haag dan Amsterdam untuk melihat perayaannya Koninginnedag (Hari Ratu) di Belanda. Semuanya memakai baju warna oranye, dan aku ikut-ikutan dong, hahaha 🙂

People during Koninginnedag

Mei 2011

Seperti bulan Maret, nggak ada yang spesial yang terjadi di bulan ini. Kebanyakan waktuku aku pakai belajar untuk kelas-kelas yang aku ambil di semester kedua. Aku ada ujian lisan dan beberapa (tiga kalau nggak salah) proyek yang harus dikerjakan di bulan Mei ini. Akhir Mei, aku akan mengikuti sebuah ujian yang mana aku cukup takuti. Untuk mempersiapkan diriku terhadap ujian itu, aku mengunci diriku di perpustakaan atau kantor belajar materinya selama sepuluh hari sebelum ujiannya itu loh! Ya, nggak beneran full sepuluh hari sih karena aku harus mengambil satu atau dua hari untuk mengerjakan satu dari tiga tugas yang aku sebutkan di atas, tapi ya tahu lah ya maksudku, hehe 🙂 Akhirnya, aku lulus ujian ini loh , dan aku bangga karenanya !

Oh iya, di akhir bulan ini, sepeda lamaku rusak dan aku memutuskan untuk mulai mencari sepeda baru.

Juni 2011

Pertengahan Juni, aku pergi ke Rosmalen, di dekatnya ‘s-Hertogenbosch, untuk menonton turnamen tenis profesional keduaku. Kali ini, turnamen yang aku tonton adalah event gabungan antara ATP dan WTA Tour: Unicef Open, sebuah turnamen pemanasan untuk Wimbledon. Aku sangat bersemangat nonton karena satu dari dua finalis di tunggal putrinya itu salah satu pemain favoritku: Jelena Dokić. Walau tidak diunggulkan (seeded), ia adalah sang favorit dalam laga final melawan pemain unggulan ke-delapan Roberta Vinci, lawannya di final. Finalnya ternyata menjadi sebuah final yang sangat ketat dan seru dengan Dokić akhirnya kalah dengan skor 7-6(7), 3-6, 5-7. Aku masih merasa bahwa delay singkat (sekitar 10 – 15 menit gitu) karena hujan di pertengahan babak kedua itu adalah titik penentu bagi Vinci: Dokić kehilangan momentumnya disana.

2011 Unicef Open Finalists

Kemudian, ada sebuah piknik sekaligus perayaan perpisahan bagi satu profesor di grupku di TU Delft yang pensiun tahun ini. Acaranya diadakan di Delftse Hout, dan seru loh! Aku juga merencanakan aktivitasku untuk liburan musim panas di bulan ini. Merencanakan perjalanan itu memanglah sebuah hal yang mengasyikkan ya, hehehe :). O iya, aku juga mendapat tawaran magang (internship) yang sedang aku kerjakan sekarang ini di bulan ini. Aku cukup beruntung juga 🙂

Juli 2011

Bulan ini aku mulai dengan jalan-jalan ke Giethoorn di Provinsi Overijssel, Belanda dengan beberapa teman. Mereka mengajakku pergi dan aku ikutan deh. Sebelum diajak ini, aku belum pernah dengar yang namanya Giethoorn loh, hahaha 😆 😳 ; tapi mereka bersikukuh bahwa tempat ini tuh bagus dan sangat terkenal. Tentu saja aku memercayai mereka. Dan beneran ternyata, Giethoorn itu adalah desa kecil yang indah banget! Kalau pada pergi ke Belanda dalam grup (setidaknya minimal 3 atau 4 orang gitu), boleh deh datang ke Giethoorn dan jangan lupa untuk menyewa kapal disana dan berlayar keliling-keliling kanal dan danaunya, hehe 🙂

Busy Saturday in Giethoorn

Awal bulan ini, aku juga mendapatkan pekerjaan paruh waktu yang aku lakukan sekarang ini. Beruntung deh saya!

Pertengahan Juli, aku dan teman-temanku jalan-jalan ke dua negara di Eropa: Jerman dan Swiss. Rutenya adalah: Delft – Amsterdam – Cologne – Koblenz – Bingen/Rüdesheim – Stuttgart – Konstanz dan Bodensee – Zürich – Basel – Amsterdam – Delft. Perjalanannya asyik banget dan aku bahagia karena aku on budget dong di Jerman: pengeluaranku lebih hemat daripada perkiraan. Yang kayak gini memanglah suatu berita yang menyenangkan. Dan lagi, kami menemukan bahwa ternyata harga mobil itu nggak mahal-mahal amat ya di Jerman! hahaha 😆 Ini tentu mendongkrak rasa percaya diri kami. Namun, ketika kami tiba di Swiss, semuanya berubah. Mahal banget dong apa-apa disana! Masak ya, untuk sekali makan aja minimal bakal membutuhkan uang sebanyak 20 euro gitu deh disana! . Dan itu untuk makanan yang biasa aja loh, porsinya nggak gede-gede amat atau enak-enak amat, hahaha. Ah, walau begitu, aku suka kotanya Zürich sih. Kotanya itu indah gitu deh; dan kombinasi antara kota “pantai” dan kota “gunung” gitu, bisa dibilang kombinasi yang keren deh buatku.

Konstanz Harbor, the statue was rotating btw!
Zürich from Lindenhof

Agustus 2011

Aku mengerjakan satu proyek di awal Agustus. Kemudian, di pertengahan Agustus, aku pergi dalam rangka jalan-jalan musim panas seri kedua ke Austria dan Slowakia. Rutenya adalah: Delft – Amsterdam – Innsbruck – Salzburg – Vienna (and Bratislava) – Rotterdam – Delft. Aku amat bersemangat ketika akan berangkat karena aku akan mengunjungi Salzburg: kota tempat syutingnya film Sound of Music di tahun 1960an itu! Perjalanan ini, lagi-lagi, adalah perjalanan yang mengasyikkan. Aku rasa Austria itu negara yang indah banget dan pemandangannya top lah. Innsbruck jauh lebih indah dari ekspektasiku, dan juga Vienna. Hanya saja karena aku kesananya pas musim panas, jadi disana ya panas gitu deh!! Tapi setidaknya nggak lembab sih, tapi masih aja panas gitu ya!!

The Alps

September 2011

Libur musim panas berakhir, semester baru dimulai, dan aku berulang tahun, huahahaha 😆 :). Dua temanku, yang ulang-tahunnya deketan dengan ulang tahunku, dan aku memutuskan untuk mengadakan semacam perayaan kecil gitu deh di apartemennya teman. Beberapa minggu kemudian masih di bulan September, temanku dari masa kecil, Ken, jalan-jalan backpacking ke Eropa. Agak “aneh” gitu loh rasanya bertemu seseorang yang kita kenal dari masa lalu, yang biasanya ketemunya dimana gitu kan, di bagian lain dari dunia ini. 😀

The queue of people wanting to enter Louvre
Eiffel Tower during the day

Seminggu kemudian, kami jalan-jalan singkat ke ibukotanya Prancis, Paris, selama empat hari. Paris ya Paris lah ya. Kotanya indah banget. Yah, banyak yang bilang Paris itu overrated sih tapi itu mungkin karena mereka sudah ada ekspektasi duluan akan Paris sebelum berangkat kesana. Aku sih, mungkin, enggak ya jadinya ya aku masih merasa Paris itu indah dan keren banget! Untuk pergi kesana, aku juga naik kereta super cepat, Thalys, gitu deh dari Belanda. Itu adalah kali pertama aku naik kereta super cepat; dan bergerak dengan kecepatan 300+ km/jam di dalam kereta itu keren banget loh rasanya 🙂

Oktober 2011

Lagi, nggak ada yang spesial deh yang terjadi di bulan ini. Kebanyakan waktuku aku pakai mengerjakan proyek dan kerja paruh waktu sebagai student assistant gitu deh. Ada sebuah masalah kecil dengan pendinginan laptopku dan jadilah aku membeli cooling pad untuk membantunya mendinginkan diri. Aku juga sudah berencana ikutan les tenis kan di sport center dan jadilah aku membeli sebuah raket tenis.

November 2011

Mirip seperti Oktober, nggak ada yang spesial yang terjadi di bulan ini. Aku masih saja sibuk dengan proyek-proyek dari kampus; dan juga kelas bahasa Belanda level duaku dimulai awal bulan ini. Ditambah dengan jadwal student assistant-ku, resmilah aku menjadi super sibuk di bulan ini. Di satu sisi, aku agak khawatir juga apakah aku ini terlalu banyak mengambil tanggung-jawab gitu; tapi aku bukan seorang quitter gitu ya dan jadilah aku bekerja keras dan berusaha mengatur waktuku dengan lebih baik untuk melalui semuanya dengan baik. Akhirnya, aku rasa aku bisa melalui semuanya dengan baik loh dan aku bangga karenanya .

Clay courts inside the balloon in TU Delft 🙂

Satu aktivitas yang bisa digaris-bawahi di bulan ini adalah aku akhirnya mengikuti les tenis untuk pertama kalinya. Aku sangat bersemangat sekali!! 🙂

Desember 2011

Kehidupanku sih ya masih sibuk dan penuh oleh proyek-proyek dari kampus gitu ya; dan juga level dua dari kelas bahasa Belandaku; dan tentu saja kerja paruh waktuku itu hingga pertengahan Desember. Liburan Natal dan Tahun Baru dimulai, tapi karena aku berencana untuk nggak kemana-mana kali ini, ya udah deh aku tinggal di Delft aja. Delft akhir-akhir ini beneran “sepi” banget gitu deh semenjak musim liburan ini dimulai.


Yak, itulah kehidupanku sepanjang tahun 2011 dalam satu posting. Secara keseluruhan, 2011 adalah tahun yang baik buatku. Mungkin “lebih datar” daripada tahun 2010ku yang penuh dengan kejutan-kejutan dan berita menyenangkan; jalan-jalan kesana-kemari gitu ya, tapi aku juga tetap bersyukur atas tahun 2011ku ini. 2011 jugalah tahun pertama dalam hidupku dimana keseluruhannya aku habiskan di luar Indonesia. Kalau aku bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sesuatu di tahun 2011, hmm, nggak tahu sih, tapi mungkin aku akan mengubah tiga bulan terakhir dari tahun 2011 ini menjadi “lebih berwarna” deh daripada apa yang nampak di atas. Yah, anyway, aku bersyukur atas tahun 2011 ini dan aku nggak sabar untuk segera memulai tahun 2012!! 🙂